UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 29 Agutus 2020, Bertambah 15 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 24 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) Orang

MATARAM.lombokjournal.com —  Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Dr.Soedjono Selong dan Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB mengkonfirmasi, ada tambahan 15 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Sabtu (29/08/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 125 sampel dengan hasil 102 sampel negatif, 8 (delapan) sampel positif ulangan, dan 15 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 24 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dengan adanya tambahan 15 kasus baru terkonfirmasi positif, 24 tambahan sembuh baru dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (29/08/20) sebanyak 2.741 orang, dengan perincian 2.022 orang sudah sembuh, 157 meninggal dunia, serta 562 orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif” katanya.

Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 15 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH  24  ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2727, an.AS, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2517. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  2. Pasien nomor 2728, an.LKSH, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2656. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  3. Pasien nomor 2729, an.NZ, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2517. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  4. Pasien nomor 2730, an.A, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Pengadang, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  5. Pasien nomor 2731, an.S, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2625. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  6. Pasien nomor 2732, an.IWK, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  7. Pasien nomor 2733, an. S, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  8. Pasien nomor 2734, an.IGLDP, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi NTB;
  9. Pasien nomor 2735, an.ARH, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS.Harapan Keluarga Mataram;
  10. Pasien nomor 2736, an.ASW, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 2737, an.K, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2373. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Denggen;
  12. Pasien nomor 2738, an.D, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Paok Montong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2373. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur;
  13. Pasien nomor 2739, an.FS, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Gapuk, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Suralaga;
  14. Pasien nomor 2740, an.S, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Gereneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Dr.Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 2741, an.J, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Peneda Gandor, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Dr.Soedjono Selong.

Hari ini terdapat penambahan 24 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 837, an. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1429, an. MM, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1446, an. EA, perempuan, usia 49 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.Pasien berdomisili di Desa Kekeri, KecamataN Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 1714, an. S, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 2011, an. SA, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  6. Pasien nomor 2019, an. NL, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  7. Pasien nomor 2099, an. YDA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 2102, an. YS, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  9. Pasien nomor 2104, an. D, perempuan, usia 26 tahun, penduduk ber-KTP di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Pasien berdomisili di Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 2170, an. R, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 2218, an. SR, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 2222, an. SU, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Penanae, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 2274, an. ENS, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Nungga, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 2331, an. N, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  15. Pasien nomor 2373, an. EA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur;
  16. Pasien nomor 2409, an. ND, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  17. Pasien nomor 2425, an. AH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  18. Pasien nomor 2441, an. NJ, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  19. Pasien nomor 2453, an. SA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Karang Baru, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  20. Pasien nomor 2455, an. RH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  21. Pasien nomor 2456, an. S, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  22. Pasien nomor 2457, an. FSH, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Setanggor, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  23. Pasien nomor 2479, an. HM, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  24. Pasien nomor 2592, an. Z, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Bungtiang, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Sabtu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 1285, an. Tn. UI, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua PelaksaNa Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi menghimbau,agar masyarakat tetap patuh dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 dalam setiap aktifitas kehidupan sehari-hari.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasive untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Wagub;  Posyandu Keluarga di Bayan Bisa Geliatkan Desa Wisata

Kepala Desa tiap tahun diminta melakukan pembibitan, dan mulai memikirkan terkait agrowisata yang nantinya ditanami dengan tanaman-tanaman produktif

KLU.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyempatkan diri berkunjung ke salah satu Posyandu yang ada di Bayan, Sabtu (29/08/20).

Lokasi Posyandu tersebut di Rumah Adat Bayan.

Pada kunjungnya itu, Wagub minta agar Posyandu di Bayan ini dapat disatukan dengan Posyandu Keluarga yang nantinya tidak hanya melayani bayi dan ibu hamil saja, tetapi mampu melayani ibu hamil hingga lansia.

Selain itu melalui Posyandu Keluarga bisa digunakan untuk menggeliatkan desa wisata dan edukasi tentang literasi keuangan bagi masyarakat setempat.

Posyandu juga, jelas Wagub, harus dijadikan center of education dari dusun agar masalah yang ada di dusun mampu ditangani dengan baik.

Selain masalah sosial, diharapkan masalah lingkungan juga dapat diintegrasikan dengan bank sampah.

Melanjutkan penjelasannya, Wagub menyampaikan bahwa di masa pandemi saat ini pemerintah desa dan masyarakat bisa lebih giat menanami lahan-lahan kosong.

Dengan kesuburan alam yang ada di NTB harus digunakan semaksimal mungkin.

“Jadi kita ini luar biasa, tanah kita ditanami apa saja InsyaAllah akan tumbuh. Tinggal mau atau tidak saja tanam di pekarangan,” ungkapnya.

Wagub minta agar Kepala Desa tiap tahun melakukan pembibitan dan mulai memikirkan terkait agrowisata yang nantinya ditanami dengan tanaman-tanaman produktif, yang bermanfaat bagi masyarakat.

AYA/HmsNTB

 




Perkembangan dan Penanganan Medis Covid-19 di Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com – DI Kabupaten Lombok Utara, upaya memutus rantai penyebaran Corona Virus Diseases (Covid-19) , terus dilakukan melalui beberapa upaya sinergis.

Dalam perkembangan dan penanganana medis Covid-19, di Lombok Utara saat ini tercatat pasien yang terkonfirmasi posistif Covid-19 sebanyak 94 orang.

dr. H. Syamsul Hidayat

dr. H. L. Bahrudin

Dari jumlah itu, pasien yang sembuh sebanyak 76 orang, dan yang meninggal  4 orang.

“Saat ini, pasien yang masih dalam perawatan medis sebanyak 14 orang,” tulis siaran pers yang dikirim Hubungan Masyarakat dan Protokol (Humaspro) Setda KLU pada lombokjournal.com, Sabtu (29/08/20).

Terkait perkembangan Kasus Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara s.d 27 Agustus 2020, dijelaskan bahwa  Pelaku Perjalanan sebanyak 1.078 orang (1 orang masih karantina), sedang yang Kontak Erat sebanyak 775 orang (54 orang masih karantina), dan suspek 594 orang.

Pencegahan dan pengedalian

Saat jumpa pers ‘perkembagan dan penanganan medis Covid-19 di Lombok Utara’, dua nara sumber yakni  Kepala Dinas  Kesehatan KLU, dr. H. L. Bahrudin dan Dirut RSUD KLU, dr. H. Syamsul Hidayat, Jum’at (28/08/20) di Aula Setda KLU, menjelaskan beberapa upaya secara sinergis dan komprehensif, di antaranya sebagai berikut:

Dalam langkah Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Lombok Utara, beberapa langkah yang dilakukan meliputi pemantauan dan pengawasan kepada pelaku perjalanan (domestik maupun internasional) pada pintu masuk laut, darat dan udara.

Selain itu, juga melakukan testing, tracking dan treatment. Dan juga menerapkan protokol kesehatan, yang meliputi cuci tangan pakai sabun, gunakan masker, jaga jarak, dan PHBS.

Dalam jumpa pers itu juga dijelaskan terkait populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Test, yakni Kontak erat pasien dengan pasien terkonfirmasi positif COVID-19

Selain itu Nakes (tenaga kesehatan)  dan pelajar/mahasiswa yang keluar daerah. Termasuk Pelaku Perjalanan lainya (Buruh/Pekerja lepas).

Bagi Semua orang yang telah dilakukan pemeriksaan  dengan Rapid Diagnostik Tes (RDT).

Dan Hasil RDT Reaktif akan dilanjutkan dengan pemeriksaan SWAB sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk memastikan Diagnosa Konfirmasi Covid-19.

Dan semua Suspek Covid-19 dilakukan pemeriksaan Swab.

Tindak lanjut

Langkah tindak lanjut untuk kegiatan memutus mata rantai penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diserukan kepada semua lapisan masyarakat Kabupaten Lombok Utara untuk tetap tenang menerapkan physical distancing (jaga jarak), gunakan masker, hindari kerumunan, serta melakukan pola hidup bersih dan sehat.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis serta persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata dr. H. L. Bahrudin.

Dirut RSUD KLU, dr. H. Syamsul Hidayat menjelaskan jumlah Unit Pelayanan Pasien Covid – 19 di RSUD KLU :

  1. Isolasi Sentral : 16 bed
  2. Isolasi Irna 2 Lt. II : 23 bed
  3. Unit Layanan Karantina: 81 bed

Lebih lanjut diinformasikan, untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Lombok Utara.

Call Center Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Utara, dapat menghubungi nomor kontak: 0370-6198504, 081803495510, 082147155883.

Rr/HumasproKLU

 

 




DPW Media Online Indonesia NTB Gelar Rakerwil, Sejumlah Program Kerja Dirumuskan

MATARAM.lombokjournal.com —  Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Media Online Indonesia (MOI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, menggelar rapat kerja wilayah (Rakerwil) bersama pengurus dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kabupaten dan Kota di NTB, di Mataram, Sabtu, (29/08/20).

Rakerwil turut dihadiri Ketua Harian DPP MOI Siruaya Ustamawan, Korwil MOI Bali – Nusra Abdul Sukur, Ketua DPW MOI NTB Lalu Fatah Prawira, Ketua DPC MOI se NTB, dan seluruh jajaran pengurus DPW MOI NTB.

Rakerwil dilaksanakan untuk menentukan program kerja MOI ke depan, baik menyangkut pengembangan organisasi maupun program peningkatan SDM anggota dalam bidang jurnalistik.

Ketua DPW MOI NTB,  Lalu Fatah Prawira

 

“Melalui Rakerwil kita ingin merumuskan rencana dan agenda program kerja ke depan, bagaimana pengembangan organisasi ke depan, termasuk peningkatan kapasitas SDM anggota,” kata Ketua DPW MOI NTB,  Lalu Fatah Prawira mengawali sambutannya.

Ke depan, MOI diharapkan tidak sekedar organisasi yang menaungi perusahaan media, tapi bisa lebih berkontribusi bagi kemajuan pembangunan daerah NTB, melalui produk jurnalistik berkualitas dan membangun.

Apalagi menyambut agenda Pilkada NTB yang akan berlangsung di tujuh kabupaten dan kota dalam beberapa bulan ke depan, sebagai pilar keempat demokrasi, media memiliki peranan penting dalam memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat.

“Kesuksesan pelaksanaan Pilkada juga tidak lepas dari peran media melalui produk jurnalistik dihasilkan,” katanya.

Dikatakan Fatah, peranan media sangat penting terutama media online yakni membantu menciptakan Pilkada damai, memerangi berita bohong melalui  informasi sehat dan mencerahkan.

Termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat, agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Korwil MOI Bali-Nusra, Abdul Sukur menyampaikan saat ini Indonesia menjadi negara nomor 3 di dunia yang masyarakatnya sangat intens menggunakan internet.

Ia menyoroti banyaknya berita bohong yang beredar. Dimana Indonesia berada diurutan nomor 7 penyebaran berita hoaks. Untuk itu Ia menekankan agar MOI hadir memberikan contoh dan edukasi dalam menyajikan informasi benar dan mendidik.

“Beri contoh kepada selain MOI untuk menjalin kekompakan dan menyajikan informasi yang benar,” ujarnya.

Kegiatan Rakerwil juga dirangkai dengan acara talk show dengan tema “Peran Media Online di Pilkada NTB 2020 Dalama Masa Pandemi”.

Hadir sebagai narasumber dari Polda NTB dan Dinas Komunikasi Informasi Teknologi (Diskominfotik) NTB.

AYA  (*)




BPJS Kesehatan Akan Siapkan Data Yang Akan Menerima Vaksin Corona Gratis

Pemerintah akan memperoleh 30 juta dosis vaksin dari perusahaan G42 asal Uni Emirat Arab (UEA) dan perusahaan Sinovac asal Cina pada akhir tahun 2020

lombokjournal.com —

JAKARTA :   BPJS Kesehatan siap mendata para peserta yang akan mendapat vaksin gratis, dengan arahan.Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir,

Sebelumnya, Erick Thohir mengatakan, akan ada 30 juta dosis vaksin yang akan diperoleh pemerintah dari perusahaan G42 asal Uni Emirat Arab (UEA) dan perusahaan Sinovac asal Cina pada akhir tahun 2020.

Tentang data peserta BPJS Kesehatan yang akan menerim vaksin gratis itu, pihak BPJS Kesehatan akan menyiapkan datanya.

“Kalau soal data peserta, BPJS Kesehatan sudah ada dan ready datanya. Semua data transaksi pelayanan kesehatan program JKN-KIS ada di BPJS Kesehatan,” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf saat dihubungi.

Selain itu, rencananya, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional akan mengambil sejumlah langkah strategis di sektor kesehatan untuk mencegah penyebaran virus dan penanganan dampak pandemi Covid-19 pada 2021.

Salah satunya, memperkuat kerja sama dengan negara lain untuk memperoleh vaksin lebih banyak lagi.

BPJS Kesehatan Menyiapkan data

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan siap menyiapkan data para peserta yang akan mendapatkan vaksin gratis.

Pemeritah sudah mempunyai rencana untuk pendistribusian vaksin Covid-19.  Bagi peserta BPJS Kesehatan, vaksin Covid-19 akan diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma’ruf saat dihubungi di Jakarta, Jumat (28/08/20), menyatakan kesiapan pihak BPJS Kesehatan untuk menyiapkan data..

“Kalau soal data peserta, BPJS Kesehatan sudah ada dan ready datanya. Semua data transaksi pelayanan kesehatan program JKN-KIS ada di BPJS Kesehatan,” kata Iqbal.

Pemerintah akan memperoleh 30 juta dosis vaksin dari perusahaan G42 asal Uni Emirat Arab (UEA) dan perusahaan Sinovac asal Cina pada akhir tahun 2020.

BACA JUGA; Vaksin Coronaa Diberikan Awal 2021, Khusus Peserta BPJS Kesehatan Diberikan Gratis

Dua BUMN yakni PT Bio Farma dan PT Kimia Farma terus menjalin komunikasi intensif dengan perusahaan China dan Uni Emirat Arab (UEA) terkait pengadaan vaksin.

Kalau satu orang memerlukan dua dosis, maka 15 juta orang yang akan divaksin di akhir 2020, kalau uji klinisnya berjalan dengan baik.

Rr

 




Vaksin Corona Diberikan Awal 2021, Khusus Peserta BPJS Kesehatan Diberikan Gratis

Skema kedua yakni melalui vaksin mandiri, yakni kelompok masyarakat yang bukan peserta BPJS Kesehatan

lombokjournal.com —

JAKARTA – Rencana vaksinasi massal vaksin Covid-19 bagi semua warga Indonesia, akan didistribusikan kepada masyarakat dalam dua tipe, yaitu gratis dan berbayar.

Untuk vaksin corona gratis akan diperuntukkan pada masyarakat yang terdaftar di BPJS Kesehatan, yang akan dilakukan pada awal tahun 2021.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan EkonomiNasional, Erick Thohir menjabarkan soal pendistribusian Vaksin bantuan pemerintah ini pendanaan melalui budget APBN.

”Vaksin bantuan pemerintah ini pendanaan melalui budget APBN, pakai data BPJS Kesehatan. Nanti ada vaksin gratis massal awal tahun depan. Jadi yang terdaftar di BPJS Kesehatan akan mendapat vaksin gratis,” kata Erick .

Hal itu dikatakannya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI membahas penanganan Covid19 yang digelar di Gedung DPR RI, Kamis (27/08/20).

Skema kedua yakni melalui vaksin mandiri, yakni kelompok masyarakat yang bukan peserta BPJS Kesehatan. Kelompok masyarakat yang kedua yakni mereka bisa melakukan vaksin sendiri dengan biaya pribadi.

Menurut Erick,  pihknya mengusulkan bila memungkinkan untuk masyarakat yang bisa membayar vaksin mandiri untuk yang mampu.

Jadi memang yang terdata di BPJS kesehatan itu gratis, namun bagi masyaakat dengan tingkat daya beli tertentu harus mandiri,

Menurut Erick, usulan vaksinasi mandiri ini dilatarbelakangi oleh kemampuananggaran pemerintah yang terbatas.

Namun, tidak dirinci masyarakat berpenghasilan berapa yang terbilang mampu, sehingga dapat melakukan vaksinasi mandiri.

“Kebutuhan APBN yang selama ini kita tahu juga defisit anggaran terus melebar, dan kalau dilihat dari data-data ekonominya sendiri pemasukan kepada negara cukup rentan

Presiden Jokowi menargetkan vaksinasi virus corona bagi masyarakat Indonesia sudah dapat dilakukan pada Januari 2021.

Terkait hal itu, pemerintah kini tengah menyiapkan serangkaian produksi vaksin, baik di dalam maupun luar negeri.

Presiden Jokowi segera akan menerbitkan Perpres untuk mempercepat produksi vaksin.

“Alhamdulillah kita dapatkan 2 kerja sama saat ini, meski prioritas juga vaksin merah putih jalan. Pak Presiden juga minggu ini akan keluarkan Perpres untuk percepatan ini,” ujar Erick.

Dua kerja sama yang dimaksud Erick adalah pengadaan vaksin dari Sinovac, China, dan G24, Uni Emirat Arab.

Rr

 




Jadi Khatib di NTB, Menko PMK Ajak  Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Masyarakat diajak menaati protokol kesehatan demi kemaslahatan bersama.

LOTENG.lombokjournal.com —  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy menjadi khatib pada salat Jumat di Masjid Agung Praya, Jumat (28/08/20).

Dalam khotbahnya, Muhadjir meminta masyarakat menaati protokol kesehatan.

“Jika kita menerapkan protokol kesehatan dengan tulus, ikhlas, apa lagi dengan niatan untuk menyelamatkan nyawa kita dan orang lain, insya Allah itu akan bernilai pahala,” ungkapnya.

Pentingnya menjalankan protokol kesehatan ini disampaikan oleh menteri PMK dengan menceritakan sebuah kisah salah satu nabi yaitu cerita nabi Ibrahim yang akan mengorbankan nyawa anaknya yakni Ismail demi mengikuti perintah Allah.

Dalam risalah tersebut, sesaat nabi Ismail, lanjutnya diganti dengan seekor domba dan akhirnya bukan Ismail yang disembelih, melainkan domba tersebut.

Ia menyampaikan kepada masyarakat bahwa dalam kisah ini, betapa berharganya nyawa manusia, sehingga kita sebagai umat yang taat kepada Allah senantiasa diperintahkan untuk menjaga sesama.

“Satu hal yang kita petik, bahwa nyawa manusia tidak boleh dikorbankan dengan alasan apapun,” tegasnya.

Protokol kesehatan ini, lanjutannya, adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penularan COVID-19 yang sedang melanda dunia khususnya di Indonesia ini, dengan menerapkan protokol kesehatan, artinya masyarakat turut serta dalam pencegahan penularan COVID-19 ini.

Muhadjir mengajak masyarakat untuk kesekian kalinya menaati protokol kesehatan demi kemaslahatan bersama.

“Marilah kita perangi Covid ini dengan menerapkan protokol kesehatan, dimanapun kita berada,” ajaknya.

Di akhir khotbahnya ia meminta  masyarakat untuk senantiasa berusaha menjaga kesehatan berdoa agar Pandemi COVID-19 ini segera berakhir agar kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia kembali pulih seperti biasanya.

“Mari kita terus berdoa agar tetap dalam lindungan Allah agar kita tetapbisa melakukan ibadah di masjid kita tercinta ini,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Jum,at, 28 Agutus 2020, Bertambah 42 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 27 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Dr. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Praya, dan Laboratorium TCM RS.HL.Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 42 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum,at (28/08/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 220 sampel dengan hasil 171 sampel negatif, 7 (tujuh) sampel positif ulangan, dan 42 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 27 orang, tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 42 kasus baru terkonfirmasi positif, 27 tambahan sembuh baru dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Ju’at  (28/8/2020) sebanyak 2.726 orang, dengan perincian 1.998 orang sudah sembuh, 156 meninggal dunia, serta 572 orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 42 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH  27  ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2685, an.Y, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2587. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Kecamatan Unter Iwes
  2. Pasien nomor 2686, an.PPPF, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2587. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Kecamatan Unter Iwes
  3. Pasien nomor 2687, an.YM, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Labuhan, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2614. Saat Ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  1. Pasien nomor 2688, an.MAS, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2628. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  2. Pasien nomor 2689, an.K, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2613. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  3. Pasien nomor 2690, an.SDA, perempuan, usia 10 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  4. Pasien nomor 2691, an.WD, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2614. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2692, an.MK, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Labu Kuris, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2613. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Kecamatan Lape;
  2. Pasien nomor 2693, an.SJ, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2613. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2694, an.SRKR, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit II Sumbawa
  2. Pasien nomor 2695, an.YSI, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2628. Saat ini   menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  3. Pasien nomor 2696, an.SH, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2628. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2697, an.HK, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit II Sumbawa
  2. Pasien nomor 2698, an.MCP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2628. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  3. Pasien nomor 2699, an.YK, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2613. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  4. Pasien nomor 2700, an..ARS, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2545. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2701, an.S, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2613. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2702, an.KN, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2628. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  1. Pasien nomor 2703, an.DW, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2628. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit II Labuhan Badas;
  2. Pasien nomor 2704, an.VDF, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Kecamatan Unter Iwes;
  3. Pasien nomor 2705, an.LES, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  4. Pasien nomor 2706, an.M, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Desa Olat Rawa, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Kecamatan Moyo Hilir;
  1. Pasien nomor 2707, an.MAA, laki-laki, usia 39 tahun penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat Ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  1. Pasien nomor 2708, an.LA, perempuan, usia 35 tahun penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  1. Pasien nomor 2709, an.K, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Setiling, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  1. Pasien nomor 2710, an.LH, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Kelayu Selatan, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  1. Pasien nomor 2711, an.IKG, laki-laki, usia 58 tahun penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  1. Pasien nomor 2712, an.SA, perempuan, usia 80 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2473. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Taliwang;
  1. Pasien nomor 2713, an.A, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2473. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Taliwang;
  1. Pasien nomor 2714, an.K, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2473. Saat Ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Taliwang;
  1. Pasien nomor 2715, an.IBKA, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  1. Pasien nomor 2716, an.IH, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  1. Pasien nomor 2717, an.SA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  1. Pasien nomor 2718, an.LSH, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Pemenang Timur Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  1. Pasien nomor 2719, an.AF, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  1. Pasien nomor 2720, an.EA, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Gomong,    Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  1. Pasien nomor 2721, an.SS, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Dr.Soedjono Selong;
  1. Pasien nomor 2722, an.K, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Dr.Soedjono Selong;
  1. Pasien nomor 2723, an.MH, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2373. Saat ini  dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur;
  1. Pasien nomor 2724, an.MYH, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2373. Saat ini  dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur;
  1. Pasien nomor 2725, an.Z, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2373. Saat ini dirawat  di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur;
  1. Pasien nomor 2726, an.LWP, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum  teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur.

Hari Jum’at terdapat penambahan 27 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1425, an. NJ, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  1.  Pasien nomor 1628, an. AN, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  1. Pasien nomor 1691, an. B, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  1. Pasien nomor 1747, an. E, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  1. Pasien nomor 1757, an. H, laki-laki, usia 78 tahun, penduduk Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  1. Pasien nomor 1840, an. QRR,perempuan, usia 3 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1850, an. AAM,laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  1. Pasien nomor 1864, an. DI,perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1865, an. IKD,laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  1. asien nomor 1996, an. NWS, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara tara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2088, an. IR,perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Kebun Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;

12 Pasien nomor 2093, an. EM,perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan             Monggonao,  Kecamatan Mpunda, Kota Bima;

  1. Pasien nomor 2137, an. S,laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  1. Pasien nomor 2334, an. A,laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Peratoh, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 2361, an. BK,laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Bungtiang, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 2366, an. OL, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2386, an. N,perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur;
  1. Pasien nomor 2411, an. AS,perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 2432, an. NPEN,perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  1. Pasien nomor 2448, an. S,laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2449, an. ES,perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2463, an. N, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2464, an. JI, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2465, an. SH, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2466, an. AAZ, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2467, an. I, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2572, an. INT,laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepata Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818   0211 8119

 




DPW MOI NTB Akan Gelar Rakerwil

MATARAM.lombokjournal.com —  Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Media Online Indonesia (MOI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan menggelar rapat kerja wilayah (Rakerwil) bersama pengurus dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kabupaten dan Kota di NTB.

Ketua DPW NTB, Lalu Fatah Prawira Negara mengatakan, Rakerwil dilaksanakan untuk menentukan program kerja MOI ke depan, baik menyangkut pengembangan organisasi maupun program peningkatan SDM anggota dalam bidang jurnalistik.

“Melalui Rakerwil kita ingin merumuskan plaining dan agenda program kerja ke depan, bagaimana pengembangan organisasi, termasuk peningkatan kapasitas SDM anggota” kata Fatah di Mataram, Jum’at (28/08/20).

Kedepan MOI diharapkan tidak sekedar organisasi yang menaungin perusahaan media, tapi bisa lebih berkontribusi bagi kemajuan pembangunan daerah NTB, melalui produk jurnalistik berkualitas dan membangun.

Apalagi menyambut agenda Pilkada NTB yang akan berlangsung di tujuh kabupaten dan kota dalam beberapa bulan kedepan, sebagai pilar ke empat demokrasi, media memiliki peranan penting dalam memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat.

“Kesuksesan pelaksanaan Pilkada juga tidak lepas dari peran media melalui produk jurnalistik dihasilkan,” kata Fatah.

Fatah menambahkan, peranan tidak kalah media, terutama media online adalalah membantu menciptakan Pilkada damai, memerangi berita bohong, melalui i formasi sehat dan mencerahkan. Termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat, agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ketua Panitia Rakerwil DPW MOI NTB Agus Apriyanto menambahkan, selain kegiatan Rakerwil, juga akan dirangkaikan dengan acara talk show dengan tema “Peran Media Online di Pilkada NTB 2020 Dalama Masa Pandemi”

Menghadirkan narasumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), unsur TNI dan Polri.

AYA (*)




Peserta BPJS Kesehatan Gratis Vaksin Corona

 Pertama diberikan secara gratis dan ada yang membayar secara mandiri

lombokjournal.com —

JAKARTA ;  Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir menjabarkan soal rencana vaksinasi massal vaksin Covid-19.

Ia menyebut sebagian peserta BPJS Kesehatan akan mendapatkan vaksin corona secara gratis.

Hal ini disampaikan Erick Thohir dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi 6 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jakarta, Kamis (27/08/2020).

Dalam pertemuan tersebut Erick mengusulkan dua skema vaksinasi massal yang akan dimulai pada awal 2021. Pertama diberikan secara gratis dan ada yang membayar secara mandiri.

“Jadi memang yang terdata di BPJS kesehatan itu gratis tetapi dengan tingkat daya beli berapa itu harus mandiri,” ujar Erick Thohir.

Erick mengungkapkan pendanaan vaksin melalui APBN dengan menggunakan data BPJS Kesehatan.

Jika penyaluran vaksin kepada masyarakat digratiskan semuanya, maka APBN akan jebol. Apalagi, Erick melanjutkan, selama ini defisit anggaran negara kita terus melebar.

“Dan kalau dilihat dari data-data ekonominya sendiri pemasukan kepada negara cukup rentan,” tutur pria yang juga menjabat Menteri BUMN ini.

Rr