Gubernur: Desa Jadi Ujung Tombak Kemajuan Daerah

Dihrapkan  seluruh Kepala Desa di NTB  jangan sungkan-sungkan menghubungi dan bersilaturrahim langsung dengannya

MATARAM.lombokjournal.com —  Pintu Pendopo Gubernur NTB selalu terbuka lebar bagi siapa pun yang ingin datang bersilaturrahim dan berdiskusi untuk kemajuan Provinsi NTB.

Gubernur NTB, Dr.H Zulkieflimansyah membuka pintu pendopo dengan harapan seluruh elemen masyarakat bisa berkontribusi bagi kemajuan daerah.

“Mari kita sama-sama berdiskusi, satukan visi demi kemajuan daerah kita tercinta,” ungkap Gubernur H Zulkieflimansyah saat menerima silaturrahim puluhan Kepala Desa Kabupaten Sumbawa di Pendopo Gubernur,  Senin (31/08/20).

Dikatakan, desa menjadi ujung tombak kemajuan suatu daerah. Kalau desanya sudah maju, pendidikannya sudah luar biasa, jalannya sudah mulus, kesehatan dan perekonomiannya sudah berjalan baik, tentu Provinsi NTB makin maju.

“Alhamdulillah sudah lama kami berikan perhatian husus kepada desa-desa yang ada di NTB, beberapa kali kesempatan juga kami datang langsung mengunjungi kepala desa yang ada di NTB, mari kita majukan daerah ini dari desa,” ajak Gubernur Zul pada puluhan Kepala Desa dari Kecamatan Pelampang dan Utan tersebut.

Gubernur berharap, seluruh Kepala Desa di NTB  jangan sungkan-sungkan menghubungi dan bersilaturrahim langsung dengannya.

Atau para Kades bisa langsung datang ke Dinas-dinas Provinsi NTB sesuai kebutuhan dan keluhan masyarakat yang ada di desa masing-masing.

“Jangan sungkan-sungkan, saya yakin kades kita ini hebat-hebat, kalau sudah ke pemerintah kabupaten, bisa langsung datangi dinas-dinas kami yang ada di Provinsi NTB,” harap Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut.

Abdul Wahab, Kepla Desa Motong, Kecamatan Utan merasa senang atas penerimaan Gubernur NTB.

Menurutnya, itu semua kesempatan langka, di tengah jadwal yang padat sebagai gubernur, ia menyempatkan waktu untuk bersilaturahim bersama para kades.

“Luar biasa penerimaan Gubernur kepada kami. Bulan lalu beliau pernah datang ke daerah kami, karena sakit, saya tidak bisa hadir untuk diskusi di Taman Mangga, sekarang saya datang langsung, sampaikan aspirasi masyarakat,” ungkapnya.

Wahab mengatakan, dirinya  menyampaikan keluhan masyarakat yang telah lama ditampung selaku kepala desa, terutama masalah jalan dan kesehatan.

Itu semua tidak bisa diselesaikan sendiri, butuh dukungan pemerintah, baik kabupaten ataupun provinsi.

“Keluhan masyarakat yang tidak bisa kami jangkau dengan dana desa, langsung kami sampaikan kepada Gubernur, Alhamdulillah beliau langsung tindak lanjuti,” tambahnya bersyukur.

Tradisi seperti ini, lanjutnya, sangat luar biasa, karena ia berpikir bertemu Gubernur itu sangat sulit, saat bertemu pun situasi menjadi tegang.

“Ternyata tidak, saat kami ingin bertemu, beliau berkenan menerima, suasana pun berjalan dengan sangat santai, ternyata apa yang saya bayangkan itu salah,” kata Wahab

AYA/HmsNTB




Gubernur Targetkan Nilai AA pada SAKIP 2020

Ikhtiar Pemprov NTB untuk menjadi daerah yang bersih dan melayani juga dibuktikan dengan akuntabilitas, kinerja, dan keuangan NTB yang mendapatkan 9 kali opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

MATARAM.lombokjournal.com —  Berbagai ikhtiar dilakukan Provinsi NTB agar birokrasinya berjalan kredibel, dan mampu menjadi daerah yang bersih dan melayani sesuai visi misi NTB Gemilang.

Salah satunya dengan menerapkan metode Balance Scorecard (BSC), dengan aplikasi E-Kinerja dan diperkuat dengan adanya kertas perjanjian kerja atau Attitude, Attention, Action (A3) dengan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB.

Adanya aplikasi E-Kinerja ini tak hanya menjadi alat ukur kinerja pejabat Pemprov NTB, namun juga diharapkan dapat menjadikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di NTB sebagai learning organization atau organisasi yang terus belajar menjadi lebih baik.

Dengan upaya itu, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah berharap Provinsi NTB bisa mendapatkan nilai AA atau pada hasil evaluasi SAKIP kali ini.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menyampaikan itu pada Rapat Evaluasi Reformasi Birokrasi, SAKIP dan Zona Integritas NTB di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Senin (31/08/20).

Rapat tersebut digelar secara daring dan dievaluasi langsung oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB RI), diikuti oleh seluruh OPD lingkup Pemprov-NTB.

“Kami memaknai penggunaan E-Kinerja ini bukan hanya toolsnya saja yang penting. Tapi tools ini bisa jadi learning organisation. Jika gagal akan ada cost of learning di dalamnya yang bisa dijadikan pelajaran bagi setiap OPD untuk menjadi lebih baik,” jelas Bang Zul.

Ikhtiar Pemprov NTB untuk menjadi daerah yang bersih dan melayani juga dibuktikan dengan akuntabilitas, kinerja, dan keuangan NTB yang mendapatkan 9 kali opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Mengelola aset secara Profesional, membangun Sistem Informasi Aset Pemerintah Provinsi (SIAP). Komitmen dan harmonisasi eksekutif dan legislatif dalam penetapan APBD dan pertanggungjawaban APBD secara tepat waktu.

Pengelolaan Keuangan Menuju NTB online melalui pengembangan sistem pengelolaan keuangan berbasis IT dengan integrasi E-Planning, E-Budgeting (SIMDA Keuangan dan Barang), E-Samsat, E-Procurement dan SMS Gateway. Sistem Pengendalian Intern yang memadai menuju NTB Zero Temuan,

Serta, Penandatangan pakta integritas Kepala OPD beserta seluruh ASN

Aktif di sosial media

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, I Gede Putu Aryadi menjelaskan, selain berikhtiar untuk memiliki sistem birokrasi yang bersih dan melayani, Pemprov NTB juga mengerahkan seluruh upaya untuk menjadi pemerintahan yang benar-benar terbuka dan transparan.

Masyarakat NTB disuguhkan empat portal untuk mendapatkan informasi yang diinginkan dengan mudah, murah, dan cepat. Ke-empat portal informasi tersebut adalah, Portal Website PPID NTB, website masing-masing OPD, aplikasi E-Sakip, serta aplikasi NTB Care, dimana keluh kesah masyarakat dapat langsung ditanggapi oleh pejabat terkait.

“Gubernur, pejabat-pejabat daerah, hingga seluruh OPD juga didorong agar selalu aktif di sosial media agar bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat luas,” Jelasnya.

Seluruh usaha tersebut membuahkan hasil, berbagai penghargaan diraih Provinsi NTB atas berbagai terobosan dalam membuat sistem birokrasinya menjadi lebih baik.

Di antaranya, Provinsi NTB Raih “GOLD” Penghargaan “Indonesia’s Attractiveness Award” 2019 dan Penghargaan Ombudsman RI “Predikat Kepatuhan Tinggi” atas keberhasilannya menembus zona hijau atas kepatuhan terhadap pelaksanaan UU Pelayanan Publik dengan nilai Skor 97,58.

NTB juga berhasil meraih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2019 dengan kualifikasi tertinggi, yakni Badan Publik Informatif 2019.

Anugerah disematkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia K. H. Ma’ruf Amin di Istana Wapres RI di Jakarta.

AYA/HmsNTB

 




Gubernur NTB: Mataram Tumbuh Menggeliat Dan Maju

Warga diajak memaknai hari jadi Kota Mataram kali ini dengan berbeda, ini sehubungan dengan pandemi Covid-19 yang tengah merebak, dan menjadi keprihatinan bersama

MATARAM.lombokjournal.com —  Setelah 27 tahun berlalu, Kota Mataram kini tumbuh menggeliat menjadi kota yang berkembang dan terus maju.

Mataram semakin mengokohkan perannya dalam pembangunan baik di kancah regional maupun nasional. Beragam prestasi membanggakan di berbagai sektor pembangunan juga terus ditorehkan.

Hal itu diungkap Gubernur NTB, Dr. H. Zulkifliemansyah saat memberikan sambutan pada Hari Ulang Tahun Kota Mataram yang Ke-27, Senin, (31/08/20) di Halaman Kantor Wali Kota Mataram.

“Kota Mataram telah memperoleh Kota Adipura, Kota Layak Anak,Kota Peduli HAM, WTP, Sakip Award, Anugerah KIP, TOP Instansi Pemerintah, Top Pelayanan Publik dan lain sebagainya. Tentunya harus menjadi spirit dan optimisme bagi para pemangku amanah untuk menatap masa depan, menjadikan kota mataram dapat semakin bertambah maju lagi,” puji Gubernur Zul.

Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul ini juga mengajak warga agar memaknai hari jadi Kota Mataram kali ini dengan berbeda.

Hal ini sehubungan dengan pandemi Covid-19 yang tengah merebak, dan menjadi keprihatinan bersama. Organisasi badan kesehatan dunia (WHO) telah menetapkan virus ini sebagai pandemi global.

Di berbagai belahan dunia termasuk indonesia dan NTB, telah menyebar kasus penularan virus ini, bahkan di beberapa kasus di kota Mataram telah terjadi kematian yang diakibatkan oleh virus ini.

“Kita semua harus bersatu padu, bahu membahu berjuang bersama. Adanya wabah ini, menguji kedisiplinan kita untuk melawan ego masing-masing agar kita patuh terhadap aturan protokol kesehatan yang berlaku. sehingga penyebaran virus ini bisa ditekan secepat mungkin” ajak Doktor Ekonomi Industri tersebut.

Selanjutnya, orang nomor satu di NTB ini mengajak Kabupaten / Kota yang akan melaksanakan Pilkada pada September mendatang, agar mampu legowo dan menerima apapun hasil dari proses Pemilihan nanti

Menurut Gubernur, Siapapun yang  terpilih kelak, merupakan pimpinan yang bisa memajukan masyarakat dan daerah yang dipimpinnya.

Karenanya, ia menghimbau segenap masyarakat kota mataram, jangan sampai karena pemilukada kehangatan persaudaraan, jalinan persahabatan, jadi terganggu.

“Mari songsong pemilukada di Kota Mataram dengan penuh rasa kekeluargaan, rasa persahabatan, saling menyayangi, saling mendukung. Mudah-mudahan baldatun thoyibatun warobbun gafuur bisa kita tunjukan di kota mataram yang kita cintai ini” himbau Doktor Ekonomi Industri tersebut.

 

Selain itu, Dr. Zul juga mengajak semua pihak agar menjadikan momentum HUT ini, untuk terus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan covid-19 secara ketat.

Semuanya demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya di kota mataram.

Selanjutnya, dalam menghadapi Nurut Tatanan Baru  guna mewujudkan masyarakat produktif di NTB, sudah saatnya Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota kembali produktif menelurkan karya-karya terbaik untuk daerah tercinta.

“Kini saatnya kita kembali bangkit dan merenda asa, merajut mimpi yang tertunda sesaat karena pandemi covid-19 ini. kita harus menjawab semua itu dengan inovasi dan karya nyata. kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinovasi, dan berprestasi, walaupun di tengah pandemi yang masih melanda. Mari kita tunjukan bahwa, masyarakat NTB adalah pribadi-pribadi yang kuat” ajak Doktor Zul

Setelah memberikan sambutan, Gubernur yang dampingi Walikota Mataram Ahyar Abduh, Danrem 162 Wira Bhakti Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., M. Han dan Kapolda NTB Irjen. Pol. Muhammad Iqbal, S.I.K., M.H serta anggota Forkopimda lainnya, menyaksikan Deklarasi Kota Mataram Menuju Zona Hijau dan deklarasi Masyarakat tanpa Ragu Masker serta Pelepasan Patroli cegah Covid-19.

diskominfotikntb




Pelaku Usaha Pariwisata Bersyukur Dapat Pembebasan Pajak dari Pemerintah KLU

Meski kehilangan pemasukan milyaran rupiah, Zacky belum merumahkan pekerjanya. Ia memilih terapkan sistem kerja bergilir

MATARAM.lombokjournal.com — Pelaku usaha yang bergerak di bidang pariwisata Kabupaten Lombok Utara, bersyukur dengan kebijakan pemerintah KLU yang membebaskan pajak pendapatan selama pandemi Covid-19.

Manager Operasional Medana Bay Marina, Zaki Bachtiar

“Sebagai perusahaan, sangat terbantulah ya untuk pembebasan pajak. Untuk menejemen sangat terbantu,” terang salah seorang pelaku usaha pariwisata Zacky Bachtiar. Sabtu, (05/09/20).

Bagi Zaki, hal tersebut meringankan beban perusahaan mengingat minimnya pemasukan dari sedikitnya tamu berkunjung selama pandemi.

“Bulan ini, bulan sembilan (September) tahun kemarin itu, di sini ada sekitar 40 kapal dan di sini itu, mau siang mau malam mau pagi, restoran kita penuh terus,” kenangnya.

Tak tanggung-tanggung, usahanya mengalami kehilangan pemasukan hingga milyaran rupiah.

Meski kehilangan pemasukan milyaran rupiah, Zacky belum merumahkan pekerjanya. Ia memilih terapkan sistem kerja bergilir.

Hal tersebut dilakukan agar pegawai tidak kehilangan seratus persen sumber penghasilan.

“Pegawai saya yang dapat BLT hanya satu,” ujarnya.

Ast




Jadi Peserta JKN-KIS, Biaya Cuci Darah Nani Dijamin Penuh

Pertayaan Nani terjawab tuntas, dirinya tidak membayar sepeserpun dari pelayanan kesehatan yang dijalaninya

MATARAM.lombokjournal.com —  Nani Hastuti (42) tidak pernah menyangka , dirinya harus menjalani hemodialisa atau cuci darah setiap minggu, akibat penyakit ginjal yang dideritanya.

Ketika pertama kali diberitahu dokter untuk melakukan hemodialisa, Nani enggan dan menolak.

Wajar saja, untuk dapat setiap minggu datang ke rumah sakit membersihkan dan menyaring darahnya menggunakan sebuah mesin bukanlah hal yang mudah diterima begitu saja.

Selain itu, tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan jika harus menjalani proses hemodialisa.

Khawatir kondisinya justru semakin memburuk, Nani memutuskan untuk memberanikan diri menjalani proses cuci darah.

Salah satu kebimbangan terbesar Nani dalam menjalani proses ini adalah biaya yang harus dikeluarkan.

Nani memang beberapa kali sebelumnya pernah menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk berobat ke puskesmas, tetapi ia tidak pernah terbayang menggunakan KIS untuk tindakan cuci darah di rumah sakit.

“Awalnya sempat ragu harus melakukan cuci darah di rumah sakit, karena saya tahu biayanya sangat mahal. Dengan biaya kurang lebih satu juta per satu kali cuci darah, khawatir juga, apakah ini dijamian penuh oleh Program JKN-KIS atau tidak,” kata Nani.

Tapi pertayaan Nani terjawab tuntas, dirinya tidak membayar sepeserpun dari pelayanan kesehatan yang dijalaninya.

Karena semua biaya cuci darah yang ia jalani ditanggung BPJS Kesehatan.

Nani pun bersyukur sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Sejak BPJS Kesehatan berdiri Tahun 2014, Nani sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

“Ketika pertama kali saya harus cuci darah, saya sangat takut harus datang ke rumah sakit setiap waktu, tapi lebih takut lagi jika tidak ada yang bisa membiayai saya, jadi saat tahu semua biaya ditanggung BPJS Kesehatan, saya lega.  Alhamdulillah,” ungkap Nani.

Ia pun menaruh harapan besar terhadap program JKN-KIS agar tetap ada di Negara Indonesia, karena sudah banyak masyarakat tertolong seperti dirinya.

“Semoga program JKN-KIS semakin dipercaya masyarakat dan semakin dapat meningkatkan pelayanan terhadap peserta. Berkat Kartu JKN-KIS, kini saya sudah siap menjalani seluruh proses medis yang harus saya jalani dan saya percaya ini adalah jalan terbaik untuk saya. Terima kasih BPJS Kesehatan,” tuturnya,

dh/yn/Jamkesnews




Linda Sebut Rahasia Berobat Tanpa Biaya

Ia mengaku sempat khawatir terkait biaya pengobatan sang anak, karena ia tidak memiliki persiapan apa pun untuk pengobatan Faathir

Narasumber : Faathir Ahmad Azzamy

MATARAM.lombokjournal.com —  Gastroenteritis atau munta berak (muntaber) adalah peradangan yang terjadi pada dinding saluran pencernaan, khususnya lambung dan usus, akibat infeksi virus maupun bakteri.

Muntaber biasanya ditandai dengan gejala berupa mual, muntah dan diare yang muncul secara tiba-tiba dan sering terjadi pada anak-anak.

Seperti yang dialami oleh Faathir Ahmad Azzamy (2) yang kala itu terjangkit muntaber sampai harus dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Permata Hati. karena kondisinya yang semakin melemah akibat kekurangan cairan.

Saat ditemui tim Jamkesnews di rumahnya, Senin (31/08/20), Linda tidak sungkan untuk menceritakan kisah anaknya yang saat itu mengalami muntaber dan harus dibawa ke rumah sakit.

“Anak saya sudah 3 hari diare dan muntah, saya mengira ini hanya masuk angin biasa, namun ternyata anak saya pun semakin lama semakin lemas dan setiap kali makan, langsung dimuntahkan. Dengan modal nekat dan berbekal Kartu Indonesia Sehat (KIS), saya membawa anak saya ke RSIA Permata Hati untuk dilakukan penanganan di fasilitas kesehatan,” ungkap Linda.

Ia mengaku sempat khawatir terkait biaya pengobatan sang anak, karena ia tidak memiliki persiapan apa pun untuk pengobatan Faathir. Terlebih, kala itu ia tidak memiliki uang membuat dirinya bingung untuk membayar biaya pengobatan sang anak.

“Saat itu saya tidak punya uang untuk membayar pengobatannya, namun beruntung saya dan keluarga termasuk anak saya telah menjadi peserta JKN-KIS dan semua biaya pelayanan kesehatan anak saya dijamin sepenuhnya oleh JKN-KIS,” ujar Linda

Orang tua Faathir yang bekerja sebagai petugas keamanan di salah satu perusahaan swasta ini pun sangat bersyukur memiliki kartu JKN-KIS. Karena, menurutnya, sakit itu datang secara tiba-tiba dan tidak mengenal kondisi apapun.

Seperti pengalamannya yang ia rasakan, betapa bingungnya mencari dana untuk pengobatan anaknya apabila tidak menjadi peserta JKN-KIS dan ia pun berterima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan program mulia ini sehingga banyak masyarakat terbantu seperti dirinya.

Linda pun mengajak seluruh masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS, untuk segera mendaftarkan diri dan anggota keluarga.

“Jangan menunggu sakit baru mendaftar, karena kita tidak pernah tahu kapan sakit akan datang. Lebih baik sedia payung sebelum hujan, sebelum terlambat dan menyesal nantinya,” tutup Linda.

dh/yn/Jamkesnews




Selly-Manan Bentuk Ghostbusters Squad,  Bantu Atasi Masalah Supranatural

Faktor kesehatan masyarakat tidak melulu dilihat dari sisi kondisi kesehatan fisik semata. Namun juga kesehatan mental dan spiritual keagamaan

Lombokjournal.com  —

MATARAM;  Gagasan menggebrak diluncurkan pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (Selly-Manan) untuk membangun Kota Mataram lima tahun ke depan.

Selain sejumlah program fisik dan pengembangan SDM yang ditawarkan melalui visi Mataram berkah dan Cemerlang, Selly-Manan juga akan membentuk tim metafisik, supranatural yang siap melayani keluhan dan permasalahan warga Kota Mataram.

Tim Satgas ‘Ghosbuster Squad’ Mataram yang akan membantu masalah metafisik dan supranatural gratis bagi masyarakat Kota Mataram tersebut segera dilaunching awal September mendatang.

“Harus kita akui bahwa selain masalah sosial yang kasat mata, beberapa masalah metafisik juga banyak dihadapi masyarakat. Nah Satgas Ghostbusters Squad ini akan membantu solusinya,” kata Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani di Mataram, Minggu Malam (30/08/20).

Masalah klenik dan metafisika memang terkadang tabu dibicarakan. Namun fenomena ini nyata adanya dan dirasakan sebagian masyarakat. Sebut saja, rumah berhantu, Penampakan-Penampakan wajah-wajah Angker,  kesurupan, dan lokasi-lokasi angker di kawasan strategis.

Di beberapa pemukiman menjadi hal bisa diceritakan bahwa rumah warga dikenal angker. Atau pun ada keluarga yang seringkali dihantui penampakan mahluk gaib.

Menurut Selly, ada saja masyarakat yang merasa tidak nyaman dan takut akibat gangguan energi negatif di rumah atau di lokasi tertentu. Hanya saja, karena hal ini masih tabu, akhirnya tidak terangkat ke permukaan.

Satgas Ghostbusters Squad Mataram ini akan beranggotakan terdiri dari para ustadz dan ahli rukiyah. Selain itu ada balian atau pemangku Hindu yang ahli Mecaru dan juga tokoh supranatural kristiani di Mataram, dan tentu saja beberapa pakar supranatural.

Tim nantinya akan dilengkapi Call Center atau Hotline Call yang siap melayani gangguan supranatural.

Misalnya, ada warga yang mendadak kesurupan, bisa ditangani dengan baik. Kemudian jika muncul penampakan-penampakan ghaib yang mengganggu perumahan, tim juga akan bekerja membereskan.

“Dengan tim ini diharapkan warga Mataram bisa nyaman dan aman baik dari segi keamanan yang kasat mata maupun dari gangguan ghaib dan supranatural,” ujarnya.

 

Sementara itu, Calon Wakil Walikota Mataram, TGH Abdul Manan mengatakan, gagasan pembentukan Satgas Ghostbusters Squad Mataram ini muncul dari aspirasi masyarakat.

Di lapangan banyak ditemukan fakta masih ada masyarakat yang mengalami gangguan secara supranatural. Sehingga tak jarang muncul istilah rumah angker, ketemuq dan lain sebagainya.

Selain itu cukup banyak potensi ‘orang pintar’ atau pakar supranatural di Kota Mataram yang perlu dilibatkan dalam program pembangunan di Kota Mataram.

“Ya kita hajatkan tim ini bisa bekerja melayani masalah-masalah tak kasat mata yang dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Menurutnya, faktor kesehatan masyarakat tidak melulu dilihat dari sisi kondisi kesehatan fisik semata. Namun juga kesehatan mental dan spiritual keagamaan. Apalagi ada banyak kasus orang sakit yang kemudian secara medis tak bisa diobati, namun sembuh dengan pengobatan alternatif non medis.

TGH Manan mengatakan, rencananya Satgas Ghostbusters Squad Mataram ini akan mulai aktif pertengahan September mendatang, setelah dilaunching resmi pada awal September nanti.

Ketua Tim Satgas Ghostbuster Squad Mataram HR Turmuzi mengatakan Tim Pemburu Hantu saat ini sedang tahap pembentukan komposisinya.

“Siapa saja anggota tim ini sedang kita kumpulkan. Ada dari Islam, Hindu, Kristen, dan Budha,” tuturnya.

Menurut HR Turmuzi, kinerja tim nantinya lebih kepada sisi kemanusiaan. Sebab banyak masyarakat yang tentu pernah mengalami hal hal supranatural, daerah simbit atau angker, dan juga adanya energi negatif dalam rumah.

Me




Lapak Bersama UMKM Sigar Penjalin Diresmikan Bupati Lombok Utara

Lebih 70 ribu masyarakat penggiat wira usaha menerima manfaat. Jumlah dana yang digelontorkan untuk membeli barang bantuan untuk wirau saha baru sebesar Rp. 74 miliar

TANJUNG.lombokjournal.com — Atensi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersebar di bumi Tioq Tata Tunaq, di antaranya membangun lapak UMKM.

Pembangnan lapak ini untuk mempermudah promosi serta integrasi produk usaha kecil dan menengah.

Atensi ditindaklanjuti dengan diresmikannya Lapak Bersama UMKM Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung oleh

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH didampingi Ketua TP PKK KLU, Hj. Rohani, S.Pd, Kepala Desa Sigar Penjalin, dan Ketua UMKM, meresmikan  Lapak Bersama UMKM Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung.

Peresmian itu merupakan tindak lanjut dari atensi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.

Peresmian Lapak Bersama UMKM yang terletak di Dusun Lendang Berora tersebut, disaksikan para pelaku wira usaha, tamu undangan dan masyarakat desa setempat, Minggu (30/08/20) malam.

“Di masa pandemi seperti ini, memang kita butuh refresing. Kita butuh tempat bersama keluarga untuk menghilangkan sejenak kejenuhan kita dengan masalah pandemi ini. Saya percaya tempat-tempat seperti ini akan dicari,” tutur Bupati Najmul saat membuka Lapak Bersama UMKM desa setempat.

Bupati menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Sigar Penjalin dan stakeholder lainnya yang sudah menginisiasi kegiatan populis tersebut.

“Kita harus Istiqomah dan terus-menerus berikhtiar, insya Allah akan menemui titik sukses. Saya mengapresi kegiatan ini. Pemerintah juga terbuka,” terangnya.

Dijelaskan Najmul, lapak UMKM itu merupakan kelanjutan dari wira usaha baru (WUB) yang dicanangkan Pemda dalam RPJMD. Program ini, diakuinya, banyak mendapat tantangan selama ia memangku amanah yang dipercayakan oleh masyarakat.

Dibeberkannya, awalnya program yang diusulkan di dalam RPJMD adalah membentuk WUB berkelompok, kemudian akan diberikan bantuan modal. Namun, rencana itu tidak bisa dieksekusi lantaran terkendala regulasi.

“Di tahun pertama sudah kita anggarkan Rp.15 miliar. Tapi d itahun yang sama sudah terbit regulasi tidak boleh memberikan bantuan kepada kelompok pemula dalam bentuk uang, tapi pemerintah menginginkan dalam bentuk barang,” beber bupati.

Menurut orang nomor satu di gumi Tioq Tata Tunaq ini, meskipun regulasi dikeluarkan pemerintah, pihaknya tetap menganggarkan kembali di tahun kedua sebesar Rp.15 miliar.

Sayangnya bentuk bantuan modal tetap tidak bisa dieksekusi.

“Siapa tahu bisa. Tetapi tetap tidak bisa. Akhirnya kita buat paradigma baru dengan pola wira usaha baru diberikan bantuan dalam bentuk barang. Alhamdulillah, itu sudah direalisasikan,” bebernya lagi.

Bahkan, kelompok nelayan pun diberikan anggaran 3 miliar oleh Pemda KLU dengan jumlah pemanfaat sekitar 17 kapal nelayan.

Setelah dihitung-hitung, masih kata Najmul,ternyata melebihi 70 ribu masyarakat penggiat wira usaha menerima manfaat. Jumlah dana yang digelontorkan untuk membeli barang bantuan untuk wirau saha baru sebesar Rp. 74 miliar .

“Anak-anak muda sekitar 400 orang diberikan pelatihan berternak ayam petelur dan ayam potong di Dikpora. Kemudian kita juga sudah pernah melatih star up sekitar 50 orang anak-anak Lombok Utara. Alhamdullilah sudah sukses,” tutupnya seraya mengapresiasi.

api




Wagub Mendorong Permainan Tradisional Tetap Dilestarikan

Permainan tradisional yang kita miliki tidak boleh hilang

LOTIM.lombokjournal.com — Dalam rangka HUT yang ke-55 SMAN 1 Selong, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB menggelar acara Pojok Ekspresi. Kegiatan berlangsung di SMAN 1 Selong, Lombok Timur, Sabtu (29/08/20).

Pojok Ekspresi menjadi ruang kreativitas dan inovasi bagi sekolah dalam bidang pendidikan dan kebudayaan yang diluncurkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB.

Dengan mematuhi protokol kesehatan, siswa-siswi SMAN 1 Selong terlihat asyik memainkan aneka permainan tradisional seperti presean, permainan dedengklak, begasingan, lompat tali, hingga pertunjukan ketongkek.

“Melalui Pojok Ekspresi, kita berbagi cerita, berbagi pengalaman, saling mendukung, serta menambah pengetahuan,” kata Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalillah yang hadir pada kesempatan tersebut.

Permainan tradisional lanjut Wagub, harus tetap dilestarikan, tidak boleh kalah dengan gadget.

Untuk saat ini, dalam melakukan aktifitas apapun, semua orang dituntut untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, termasuk dalam bermain.

“Budaya hingga permainan tradisional yang kita miliki tidak boleh hilang, apalagi sampai kalah dengan gadget,” tambah Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi tersebut.

Keberadaan Pojok Ekpresi ini katanya menjadi warna baru dan semangat baru untuk sekolah yang ada di NTB.

Melalui kegiatan tersebut, kita semua bisa kembali bermain, kembali mengingat serta bertukar pikiran tentang permainan dan kebudayaan yang ada di Provinsi NTB.

“Alhamdulillah, Pojok Ekpresi mampu mengingatkan serta memperkenalkan kembali budaya yang ada di daerah kita tercinta,” tambah Umi Rohmi.

Di hadapan tamu undangan dan siswa-siswi SMAN 1 Selong, Wagub menyampaikan selamat ulang tahun untuk SMAN 1 Selong, ia berharap, SMAN 1 Selong bisa semakin jaya, serta mampu melahirkan pemimpin dan generasi-generasi emas untuk bangsa dan negara.

“Selamat ulang tahun yang ke 55, semoga semakin Jaya dan banyak melahirkan generasi hebat untuk bangsa kita tercinta,” harap Umi Rohmi.

AYA/HmsNTB




Dengan Aplikasi JKN Mobile, Peserta BPJS Kesehatan tak Khawatir COVID-19

Dengan Aplikasi Mobile JKN, peserta BPJS Kesehatan tidak perlu repot-repot datang ke kantor dan mengantri untuk mengurus administrasi BPJS Kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com –

Tidak dapat dipungkiri, pelayanan publik menjadi tempat yang rawan akan penyebaran virus COVID-19.

Banyak peserta yang datang bergerombol atau saling berdekatan menjadi potensi untuk menyebarkan virus COVID-19.

Hal ini tentu perlu menjadi perhatian bersama, karena meskipun memiliki potensi demikian, pelayanan publik tidak dapat dihentikan.

Sudah sewajarnya kita selalu mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Hal ini untuk kebaikan bersama dan sebagai usaha menjaga diri serta orang di sekitar kita terjaga dari virus COVID-19.

Sebagai usaha untuk penanganan COVID-19 di Kota Mataram, BPJS Kesehatan Kamtor Cabang Mataram selalu berusaha mengikuti seluruh himbauan pemerintah melalui program disiplin 3M+ yaitu untuk selalu Menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, serta menerapkan pola hidup sehat.

Sejak awal memasuki kantor, sudah tersedia tempat cuci tangan yang wajib dilewati pengunjung. Begitu pula dengan pelayanan pengurusan administrasi BPJS Kesehatan, semua mengikuti protokol kesehatan yang ketat dan teratur.

Setiap antrian dan kursi diberi jarak, dan tentunya setiap pengunjung maupun petugas wajib memakai masker.

Semua itu untuk menjaga dan menjamin setiap pengunjung BPJS Kesehatan agar tetap aman dan terhindar dari virus COVID-19.

Selain dengan disiplin 3M+, BPJS Kesehatan mendorong pula agar meminimalisir kedatangan peserta ke kantor BPJS Kesehatan guna menghindari penumpukan pengunjung.

Hal itu dilakukan dengan memanfaatkan kanal-kanal lain yang dapat dimanfaatkan peserta BPJS Kesehatan seperti Care Center 1500400, Layanan Suara VIKA, Layanan Chat CHIKA. Dan penggunaan Aplikasi Mobile JKN.

Aplikasi Mobile JKN masih menjadi favorit peserta BPJS Kesehatan untuk pemanfaatan kanal layanan BPJS Kesehatan secara online.

Wajar saja, dengan Apliaksi Mobile JKN, peserta BPJS Kesehatan tidak perlu repot-repot datang ke kantor dan mengantri untuk mengurus administrasi BPJS Kesehatan mereka.

Lestari (29) warga Kabupaten Lombok Barat, mengungkapkan betapa mudahnya dalam penggunaan Aplikasi Mobile JKN. Dirinya dapat dengan mudah mengetahui informasi seputar Program JKN-KIS.

“Dulu saya pernah diinfokan terkait aplikasi Mobilr JKN, tapi karena saya gaptek saya tidak pernah memakainya. Tapi setelah diajarkan tadi, ternyata mudah juga. Kalau tau seperti ini, saya tidak perlu capek-capek datang kesini.” ungkap Lestari saat berkunjung ke Kantor Kabupaten Lombok Barat.

Pendaftaran, perubahan kelas, maupun perubahan faskes semua bisa dilakukan di aplikasi Mobile JKN.

Mobile JKN sendiri kini semakin canggih dengan berbagai fitur yang mempermudah peserta dalam menggunakan pelayanan kesehatan mereka.

Tentunya, BPJS Kesehatan terus berusaha meningkatkan kualitas dan fitur pelayanan yang ada sehingga peserta BPJS Kesehatan dapat lebih mudah dalam penggunaannya.

Yn/Jamkesnews