Puluhan PKL di Samping Kantor Imigrasi Mataram, Minta Perhatian Walikota

Janji Dinas Perdagangan Kota Mataram untuk memberikan lokasi usaha yang baru sampai saat ini tidak kunjung terealisasi

MATARAM.lombokjournal.com — Puluhan PKL yang lapaknya dibongkar paksa Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB guna pembangunan gedung Bank NTB Syariah, kebingungan mencari lokasi usaha baru.

Mereka tidak mendapatkan solusi dari pemerintah untuk lokasi usaha pengganti seperti dijanjikan awal.

Awalnya, mereka dijanjikan oleh Dinas Perdagangan Kota Mataram untuk berjualan di lokasi Taman Udayana, tetapi sampai saat ini, janji tersebut belum ditepati.

Beberapa dari mereka mengambil inisiatif untuk berjualan di lapak pinggir sungai samping Kantor Imigrasi Kota Mataram, tapi karena tidak didapatkannya izin berjualan dari Pemprov, mereka khawatir sewaktu-waktu kembali dipaksa minggat.

Dan lagi ada permasalahan pengelolaan lapak tersebut, bangunan lapaknya dibuat oleh Pemkot Mataram, sementara areal tempat dibangunnya lapak di bawah tanggung jawab Pemprov NTB.

“Pokoknya yang bagian perdagangan. Dia nyuruh pindah Udayana. Udah ketemu rapat, janjinya jam 9 kita ketemu di Udayana. Tapi kita tunggu sampai jam 10, jam 11, sampai sekarang, ndak datang-datang dia,” papar salah seorang PKL yang berjualan di samping Kantor Imigrasi Mataram, Joni Suhaidi kepada Lombokjournal.com, Selasa, (01/09/20).

Dijelaskan, mereka menempati lapak yang yang bersengketa tersebut atas inisiatif pribadi guna tetap berlangsungnya kegiatan usaha.

Mereka terpaksa mengambil inisiatif tersebut karena janji pemerintah untuk memberikan lokasi usaha yang baru sampai saat ini tidak kunjung terealisasi.

“Kalau sudah urusan perut bagaimana pak. Masak kita mau jualan narkoba yang tidak perlu pakai tempat. Mau jualan, kita dipersulit. Makanya kita mohon pada Gubernur sebagai bapak kita. Jangan kita ini diperlakukan seperti anak pungut,” ujarnya.

Sebelumnya, atas prakarsa Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) NTB mereka sempat bertemu pejabat Dinas Perdagangan Kota Mataram. Dari pertemuan tersebut, mereka dijanjikan tempat di Taman Udayana.

Selain mediasi, mereka mengaku sudah melakukan beberapa kali demonstrasi ke Kantor Gubernur, tetapi selalu menemui jalan buntu karena Walikota Mataram, termasuk pejabat di Dinas Perdagangan Kota Matara, yang hendak mereka temui selalu tidak berada di kantornya.

“Kita mau ketemu Bapak kita, Pak Walikota, tapi sama Pol PP selalu dia bilang Bapak sedang keluar, Bapak sedang keluar. Itu aja katanya,” sesalnya.

Saat ini, jumlah mereka yang berjualan di lapak tersebut tersisa 15 orang. 25 orang dari mereka memilih tidak berjualan lagi dengan alasan takut sewaktu-waktu dibongkar paksa pemerintah.

“Awalnya 40 orang. Sekarang tinggal 15. 25 nya nggak berani keluar,” katanya.

Para PKL menyatakan seandainya Pemkot memberi izin untuk berjualan di lapak saat ini, mereka siap menjaga kebersihan lokasi lapak. Termasuk menjaga agar sungai kumuh di depan lokasi lapak mereka tetap bersih.

“Kalau diizinkan, kita tata ini. Kita bikin tamannya. Tapi kalau sekarang kita biayai, terus digusur lagi. Nah, itu yang kami takutkan,” keluh Joni.

Joni mengaku sudah pada kondisi kebingungan terkait persoalan tersebut. Oleh sebab itu, pihaknya berharap pemerintah segera memberi solusi. Dalam hal ini, menepati janji untuk memberi lokasi baru.

“Kita mintalah. Kami tidak minta dibantu pembiayaan. Kami tidak juga dapat bantuan BLT, JPS, apalah namanya itu. Kami hanya ingin dipermudah untuk tempat kami cari makan,” pintanya.

Wartawan lombokjournal.com berusaha menemui pengurus APKLI Mtaram terkait nasib para PKL itu. Namun pengurus APKLI selalu mengaku sibuk, dan menolak memberikan konfirmasi.

Ast




Arahan Presiden, Pentingnya Penggunaan Masker Harus Disampaikan Terus

Dalam satu bulan ke depan, Jadi  pertaruhan terakhir apakah ekonomi Indonesia memasuki jurang resesi atau tidak

JAWA BARAT.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah mengikuti rapat terbatas (Ratas) virtual penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi Nasional yang dipimpin Presiden Joko Widodo dari Istana Kepresiden Bogor, Jawa Barat, Selasa (01/09/20).

Dalam Ratas yang dihadiri jajaran menteri dan seluruh gubernur di Indonesia, Presiden Jokowi mengingatkan, pentingnya masyarakat untuk selalu menggunakan masker.

Tindakan pencegahan itu menjadi kunci pengendalian pandemi Covid-19 sebelum pemerintah melakukan vaksinasi secara massal..

Karena itu, Jokowi minta agar pentingnya penggunaan masker disampaikan terus menerus kepada masyarakat, termasuk protokol kesehatan mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Ini kunci sebelum vaksin, pemakaian masker ini penting,” kata Jokowi.

Presiden juga meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan dalam penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan harus diterapkan.

Presiden sebelumnya sudah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disipilin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang mengatur sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan.

“Sehingga kedisiplinan nasional kita dalam mengikuti protokol kesehatan betul-betul dikerjakan oleh masyarakat kita,” ujarnya.

Terkait pemulihan ekonomi nasional, Jokowi meminta jajaran kepala daerah untuk mempercepat belanja daerah sebagai penopang agar Indonesia tak masuk ke dalam jurang resesi seperti negara lainnya.

“Percepat belanja barang, belanja modal, belanja bantuan sosial betul-betul disegerakan sehingga bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan meningkatkan ekonomi di daerah,” kata Jokowi.

Dalam satu bulan ke depan, tegas Presiden,  menjadi pertaruhan terakhir apakah ekonomi Indonesia memasuki jurang resesi atau tidak.

Jokowi menegaskan, apabila ekonomi domestik kembali minus, maka dipastikan Indonesia masuk ke daftar negara resesi.

Dipaparkan, perekonomian Indonesia pada kuartal pertama 2020 masih tumbuh 2,97 persen. Padahal, menurut dia, negara lain sudah minus.

“Tetapi di kuartal kedua kita sudah pada di posisi minus 5,3 persen, sudah minus,” ujarnya.

“Untuk itu, kuartal ketiga, yang kita masih punya waktu satu bulan yaitu Juli, Agustus, September. Di September ini kita masih ada kesempatan. Kalau kita masih berada pada posisi minus artinya kita masuk resesi,” lanjutnya.

Triwulan I ekonomi NTB tumbuh lambat

Di NTB sendiri, dari data Bank Indoenesia Kondisi ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada triwulan I 2020 tumbuh melambat dari triwulan sebelumnya.

Pada  triwulan II-2020,  dibandingkan triwulan I-2020 tumbuh 0,52 persen (q to q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 31,50. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Luar Negeri tumbuh sebesar 24,05 persen (data BPS NTB).

Realisasi pendapatan Provinsi NTB Triwulan I 2020 tumbuh melambat menjadi 8,20% (yoy). Realisasi pendapatan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada Triwulan I 2019 yang tumbuh sebesar 5,54% (yoy).

Penyerapan belanja Provinsi NTB Triwulan I 2020 menurun dibandingkan Triwulan I 2019. Penyerapan belanja Triwulan I 2020 Provinsi NTB mencapai Rp7,3 Triliun, menurun dibandingkan Triwulan I 2019 yang sebesar Rp7,4 Triliun.

Menurunnya pertumbuhan belanja tersebut terjadi pada penyerapan belanja bantuan sosial sehingga mempengaruhi realisasi total belanja pemerintah daerah secara keseluruhan.

Pemulihan ekonomi NTB diperkirakan berlanjut pada triwulan III 2020. Pada triwulan III 2020, diperkirakan ekonomi NTB tumbuh kuat dengan laju pertumbuhan berkisar antara antara -3,4% s.d -3,0%(yoy).

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III 2020 dibandingkan triwulan II 2020 diprakirakan oleh kinerja pertanian sejalan dengan memasukinya masa panen kedua komoditas padi,

Peningkatan kinerja LU Pertambangan pada triwulan III 2020, serta peningkatan aktivitas ekonomi akibat kebijakan new normal. Secara keseluruhan tahun 2020, diprakirakan ekonomi NTB tumbuh pada rentang -2,1 s.d -1,7% (yoy).

Untuk mendorong Pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi NTB telah meluncurkan stimulus ekonomi berupa bantuan mesin produksi dan industri kepada masyarakat, sebanyak 685 permesinan berbagai jenis dan model hasil karya Industri Kecil Menengah (IKM) lokal NTB.

“Jadi teknologi dan mesin ini meningkatkan produktifitas dibidang pertanian, perkebunan dan sektor lainnya,”ucap Gubernur Dr. Zulkieflimansyah saat memberikan kepada para kelompok masyarakat, UMKM, Kepala Desa dan penerima manfaat, Kamis (27/08) lalu di STlPark Banyumelek.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2020 yang baru disahkan, Pemerintah Provinsi NTB sendiri telah melakukan realokasi anggaran di masa pandemi Covid 19 yang difokuskan pada bidang kesehatan untuk penanganan Covid-19, bidang ekonomi dalam ketahanan pangan, akses layanan sosial dasar untuk masyarakat miskin, perempuan serta anak-anak selama masa pandemi serta ekonomi kreatif.

Ummi Rohmi, panggilan akrab Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengatakan, perubahan APBD 2020 ini adalah untuk merespon dinamika yang terjadi.

Harapannya, Perda APBD Perubahan ini menjadi APBD yang aspiratif, efektif, responsif dan mendatangkan manfaat besar bagi pembangunan NTB.

Dalam vidcon arahan Presiden kepada 34 Gubernur se Indonesia, Gubernur Dr. Zulkieflimansyah turut didampingi Asisten 1 dan Asisten 2 Setda NTB, Kadis Kesehatan, Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Plt.Kalak BPBD, Karo Ekonomi, Karo Pemerintahan, Karo Hukum Setda NTB dan Kasat Pol PP Provinsi NTB .

HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 01 September 2020, Bertambah 14 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 29 Orang,Tidak Ada Kasus Kematian

Di era nurut tantanan baru ini, mematuhi protocol kesehatan dalam seluruh aktivitas ekonomi dan sosial kemasyarakatan adalah cara paling tepat dan efektif, untuk menghidari penularan wabah Corona.

MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium TCM RSUD Prayamengkonfirmasi, ada tambahan 14 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Salasa (01/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 99 sampel dengan hasil 81 sampel negatif, 4 (empat) sampel positif ulangan, dan 14 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 29, Tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 14 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 29 tambahan sembuh baru dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasai (01/09/20) sebanyak 2.785 orang, dengan perincian 2.106 orang sudah sembuh, 162 meninggal dunia, serta 517 orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

 TAMBAHAN 14 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH  29  ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2772, an. RY, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  2. Pasien nomor 2773, an. MI, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  3. Pasien nomor 2774, an. AP, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  4. Pasien nomor 2775, an. IMPA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  5. Pasien nomor 2776, an. BF, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSI Siti Hajar Mataram;
  6. Pasien nomor 2777, an. ES, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  7. Pasien nomor 2778, an. A, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  8. Pasien nomor 2779, an. AGY, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  9. Pasien nomor 2780, an. ZWH, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  10. Pasien nomor 2781, an. A, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 2782, an. HY, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  12. Pasien nomor 2783, an. LSNIL, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 2784, an. S, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  14. Pasien nomor 2785, an. RAFL, laki-laki, usia 4,5 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Hari Selasa terdapat penambahan 29 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 868, an. LAS, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1344, an. NA, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1525, an. RH, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Saat ini berdomisili di Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 1687, an. JS, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 1839, an. S, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 1966, an. HJ, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1986, an. S, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, KecamatanGerung, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 2124, an. SN, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 2141, an. IBP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 2179, an. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 2389, an. MA, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara;
  12. Pasien nomor 2390, an. UI, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara;
  13. Pasien nomor 2447, an. H, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  14. Pasien nomor 2474, an. AH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Masbagik, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  15. Pasien nomor 2477, an. HH, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  16. Pasien nomor 2478, an. LGG, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  17. Pasien nomor 2525, an. M, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  18. Pasien nomor 2542, an. D, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 2543, an. ES, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Lape, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 2544, an. SO, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  21. Pasien nomor 2559, an. ES, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  22. Pasien nomor 2566, an. AWA, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  23. Pasien nomor 2583, an. TTI, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  24. Pasien nomor 2596, an. IS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah , Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  25. Pasien nomor 2597, an. I, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  26. Pasien nomor 2598, an. FHS, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk ber-KTP Karanganyar Demak,Jawa Tengah berdomisili Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  27. Pasien nomor 2599, an. BH, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  28. Pasien nomor 2639, an. NPSED, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  29. Pasien nomor 2664, an. R, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 membutuhkan kerja sama dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, di era nurut tantanan baru ini, mematuhi protocol kesehatan dalam seluruh aktivitas ekonomi dan sosial kemasyarakatan adalah cara paling tepat dan efektif, untuk menghidari penularan wabah corona.

“Tetap gunakan masker, jaga jarak (physical distancing), terapkan pola hidup bersih dan sehat, berolahraga, makan makanan yang bergizi serta hindari stress yang berlebihan,” katanya.

Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Ratusan Ribu Masker Dibagikan, TP-PKK NTB Kampanyekan  Cegah Covid-19

PKK NTB tidak hanya melakukan pemberian bantuan saja, tapi juga memberikan sosialisasi dan pembinaan untuk tim penggerak PKK Kabupaten/Kota

LOTENG.lombokjournal.com —  Gerakan PKK Melawan COVID-19 digalakkan TP-PKK Provinsi NTB.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati menggelar Roadshow Kunjungan Kerja dimulai di Desa Marong Kabupaten Lombok Tengah..

“Kegiatan roadshow ini pertama kali kami lakukan di Lombok Tengah, karena rindu kami dengan Lombok Tengah dan semoga kegiatan kami ini bermanfaat” ujar Hj. Niken.

Menyambut kunjungan Hj Niken

Gerakan bagi-bagi masker ini sebagai bentuk kepedulian PKK terhadap pencegahan penularan COVID-19 di NTB.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB menyampaikan bahwa protokol kesehatan adalah hal yang sangat penting dalam masa Pandemi saat ini.

“Masker adalah pertahanan kita, ini adalah salah satu usaha kita untuk pencegahan penularan COVID-19, maka dari itu, kami ke sini untuk melakukan gebrakan masker di desa ini,” ungkapnya.

Diharapkan, masker menjadi bagian dari pakaian masyarakat yang selalu digunakan ketika keluar rumah.

“Pentingnya menggunakan masker sama seperti pentingnya menggunakan baju ataupun hijab,” ata Hj Niken.

Bekerjasama dengan beberapa instansi, TP-PKK membagikan ribuan masker dan paket sembako, 300 paket suplemen untuk puskesmas desa marong serta 1000 unggas untuk masyarakat, dan para anggota PKK, Dasawisma yang terkena dampak Pandemi ini.

“Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada para pihak yang ikut membantu kegiatan ini,” tuturnya.

Dalam roadshow ini tidak hanya melakukan pemberian bantuan saja tetapi tim penggerak PKK Provinsi juga memberikan sosialisasi dan pembinaan untuk tim penggerak PKK Kabupaten/Kota.

Kesejahteraan masyarakat

Sebelumnya, Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Lombok Tengah, Ir Nasrun,  mewakili  Bupati Lombok Tengah mengatakan, kegiatan PKK dengan kebijakan Pemda Lombok Tengah sangat berkesinambungan. Keduanya sama-sama memiliki perhatian lebih terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Salah satu misi Pemda Loteng itu Mewujudkan masyarakat Loteng yang sejahtera dan bermutu sedangkan kepanjangan dari PKK sendiri yaitu Pemberdayaan Kesejahteraan keluarga, jadi kita sama, sama-sama ingin menyejahterakan masyarakat kita,” kata Nasrun.

Nasrun juga menyampaikan 5 pesan penting dari Gubernur NTB yang selalu ia ingat dan harus diterapkan oleh semua orang agar dapat terhindar dari Covid-19.

Yakni mencuci tangan dengan benar, mengkonsumsi makanan bergizi, khususnya yang mengandung vitamin C, menjaga aktivitas agar tidak terlalu capek, menjaga jarak minimal 1 meter dan selalu menggunakan masker ketika ke luar rumah.

HmsNTB




Dipuji Gubernur Sebagai Kota Terbersih di Indonesia, Masih Banyak Tempat Kumuh di Kota Mataram

Selain di kali dekat Islamic Center, tempat lain yang paling kentara terlihat kumuh adalah Sungai Jangkok, terutama yang lokasinya di samping Kelurahan Dasan Agung

MATARAM.lombokjournal.com — Pada perayaan ulang tahun Kota Mataram ke-27 , Gubernur NTB Dr. Zulkiflimansyah memuji banyaknya penghargaan yang diraih Kota Mataram sebagai Ibu Kota Provinsi NTB.

Salah satunya penghargaan Adipura dengan ukuran sebagai kota terbersih di Indonesia beberapa tahun silam.

Pemerintah Kota Mataram bisa bangga dengan pujian itu Tapi, saat ini masih banyak tempat kumuh di Kota Mataram.

Yang paling jelas, kali di pusat Kota Mataram, yang membelah salah satu bangunan ikonik Kota Mataram Islamic Center, airnya menghitam dengan tumpukan sampah yang menimbulkan bau tak sedap.

Dari pantauan lombokJournal.com, Selasa, (01/09/2020), di kali tersebut sampah-sampah bertimbunan memenuhi badan kali.

Pemandangan semakin buruk oleh air kali yang menghitam, dan tidak mengalir deras. Bau busuk yang menguap ke udara selain mengganggu pengunjung Islamic Center dan pengguna Jalan Udayana yang lewat,.

Selain itu,  juga menggannggu pengguna Kantor Pelayanan Imigrasi yang jaraknya begitu dekat dari lokasi kali kumuh.

Joni Suhaidi, salah seorang warga yang sehari-hari beraktivitas di dekat kali tersebut mengaku  pemerintah sudah berusaha membersihkan kali tersebut.

Namuni minimnya tenaga kebersihan dan lemahnya pengawasan terhadap warga kota yang menjadikan kali tersebut sebagai lokasi akhir pembuangan sampah, membuat kali tetap dipenuhi sampah.

“Kalau di sekitar sini bisa kita jaga. Tapi yang di atas sana. Seringnya buang sampah malam. Ini kalau saya tidak di sini di baliho dilarang buang sampah itu mereka timbun,” ujarnya sambil menunjuk tulisan yang berisi peringatan agar masyarakat tidak membuang sampah ke kali.

Wartawan lombokJournal.com juga mendapati beberapa petugas kebersihan dari dinas Pekerjaan Umum sedang membersihkan kali.

Dengan alat seadanya, mereka terlihat kesulitan membersihkan timbunan sampah yang pada akhirnya dibiarkan menumpuk begitu saja.

“Kalau mereka (petugas kebersihan) pulang, banyak lagi yang buang sampah di sini,” terang Joni.

Selain di kali dekat Islamic Center, tempat lain yang paling kentara terlihat kumuh adalah Sungai Jangkok, terutama yang lokasinya di samping Kelurahan Dasan Agung.

Terlihat banyak tumpukan sampah warga sepanjang bantaran sungai.

Kenyataan tersebut tentu jadi ironi Pemerintah Kota Mataram yang dalam perayaan ulang tahun ke 27-nya mendapat pujian Gubernur NTB sebagai Ibu Kota Provinsi yang pernah meraih penghargaan kota terbersih.

“Kota Mataram telah memperoleh Kota Adipura, Kota Layak Anak, Kota Peduli HAM, WTP, Sakip Award, Anugerah KIP, TOP Instansi Pemerintah,Top Pelayanan Publik dan lain sebagainya,” ungkap Gubernur dalam sambutannya pada perayaan ulang tahun Kota Mataram ke-27, Senin (31/08/2020) kemarin di Kantor Wali Kota Mataram.

Ast




Presiden Tekankan, Sebelum Vaksin Massal Penting Pengawasan Protokol Kesehatan

Vaksin buatan Indonesia yang disebut vaksin Merah Putih sedang dalam proses benih vaksin, dan baru akan diuji secara klinis pada tahun 2021

MATARAM.lombokjournal.com — Presiden RI Joko Widodo mengingatkan pentingnya pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 dan sanksi bagi pelanggarnya.

Hal ini dilakukan selain akan memberikan rasa aman kepada masyarakat, juga agar pemulihan dan percepatan ekonomi pada triwulan ketiga dapat bergerak positif.

Jokowi juga meminta realisasi anggaran belanja daerah dipercepat untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi.

“Kunci sebelum vaksin adalah masker. Protokol Kesehatan dengan mencuci tangan dan jaga jarak harus terus diulang ulang,” ujar Jokowi saat memberikan arahan kepada Gubernur se- Indonesia, termasuk Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, melalui Video konferensi, Selasa (01/09).

Mengenai penanganan pandemi Covid 19, Presiden menjelaskan, saat ini Pemerintah Pusat sedang menyiapkan 20 – 30 juta vaksin sampai akhir 2020 dan 290 juta vaksin pada 2021.

Vaksin buatan Indonesia yang disebut vaksin Merah Putih sedang dalam proses benih vaksin, dan baru akan diuji secara klinis pada tahun 2021.

Presiden mengingatkan, sebelum adanya vaksin massal secara massif, data pergerakan angka penyebaran Covid 19 benar benar diantisipasi.

Secara umum, negara negara Eropa dan Asia sedang mengalami trend peningkatan. Meski posisi Indonesia relatif terkendali, angka fatality rate atau angka kematian masih tinggi secara global.

Per bulan Agustus, terdapat 175 ribu angka positif dari 2,23 juta tes. Angka kesembuhan juga tinggi 70,21 persen dari rata rata global 60 persen.

“Oleh karena itu kita perlu menyamakan gerak Langkah agar makin cepat dan efektif agar tidak kehilangan kendali. Pengendalian ini juga memberikan kepastian kepada dunia usaha untuk mulai bergerak”, tambah Jokowi.

Pemulihan ekonomi ini, kata Jokowi, sebelum sektor perdagangan, industri dan lainnya menunjukkan pertumbuhan ekonomi, realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah dapat menjaga konsumsi rumah tangga, sektor ril, industry kecil dan lainnya agar tidak terpuruk kepada resesi.

Belanja APBD harus disegerakan dari rata rata nasional yang baru 44 persen. Pemulihan ekonomi nasional, sebut Jokowi pada kwartal pertama masih 2,79, kuartal kedua minus 2,53.

Untuk kuartal ketiga masih ada kesempatan sehingga diharapkan daerah daerah memulai program kerja sekaligus pemberian bantuan sosial dan stimulus ekonomi dari pusat maupun daerah.

Ekonomi NTB Melambat di Trwulan I

Kondisi ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sendiri dari data Bank Indonesia Perwakilan menyebut,  pada triwulan I 2020 tumbuh melambat dari triwulan sebelumnya.

Sedangkan triwulan II-2020 dibandingkan triwulan I-2020 tumbuh 0,52 persen (q to q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 31,50. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Luar Negeri tumbuh sebesar 24,05 persen (data BPS NTB).

Realisasi pendapatan Provinsi NTB Triwulan I 2020 tumbuh melambat menjadi 8,20 Ppersen (yoy). Realisasi pendapatan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada Triwulan I 2019 yang tumbuh sebesar 5,54 persen (yoy).

Penyerapan belanja Provinsi NTB Triwulan I 2020 menurun dibandingkan Triwulan I 2019. Penyerapan belanja Triwulan I 2020 Provinsi NTB mencapai Rp7,3 Triliun, menurun dibandingkan Triwulan I 2019 yang sebesar Rp7,4 Triliun.

Menurunnya pertumbuhan belanja tersebut terjadi pada penyerapan belanja bantuan sosial sehingga mempengaruhi realisasi total belanja pemerintah daerah secara keseluruhan.

Sementara pulihan ekonomi NTB diperkirakan berlanjut pada triwulan III 2020. Pada triwulan III 2020, diperkirakan ekonomi NTB tumbuh kuat dengan laju pertumbuhan berkisar antara antara -3,4 persen s.d -3,0 persen(yoy).

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III 2020 dibandingkan triwulan II 2020 diprakirakan oleh kinerja pertanian sejalan dengan memasukinya masa panen kedua komoditas padi, peningkatan kinerja LU Pertambangan pada triwulan III 2020, serta peningkatan aktivitas ekonomi akibat kebijakan new normal.

Secara keseluruhan tahun 2020, diprakirakan ekonomi NTB tumbuh pada rentang -2,1 s.d -1,7 persen (yoy).

Untuk mendorong Pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi NTB telah meluncurkan stimulus ekonomi berupa bantuan mesin produksi dan industri kepada masyarakat, sebanyak 685 permesinan berbagai jenis dan model hasil karya Industri Kecil Menengah (IKM) lokal NTB.

“Jadi teknologi dan mesin ini meningkatkan produktifitas di bidang pertanian, perkebunan dan sektor lainnya,”ucap Gubernur Dr. Zulkieflimansyah saat memberikan kepada para kelompok masyarakat, UMKM, Kepala Desa dan penerima manfaat, Kamis (27/08/20) lalu di STlPark Banyumelek.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2020 yang baru disahkan, pemerintah Provinsi NTB melakukan  realokasi anggaran di masa pandemi Covid 19 yang difokuskan pada bidang kesehatan untuk penanganan Covid-19, bidang ekonomi dalam ketahanan pangan, akses layanan sosial dasar untuk masyarakat miskin, perempuan serta anak-anak selama masa pandemi serta ekonomi kreatif.

Ummi Rohmi, panggilan akrab Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengatakan, perubahan APBD 2020 ini adalah untuk merespon dinamika yang terjadi. Harapannya,

Perda APBD  Perubahan ini menjadi APBD yang aspiratif, efektif, responsif dan mendatangkan manfaat besar bagi pembangunan NTB.

Dalam vidcon arahan Presiden kepada 34 Gubernur se Indonesia, Gubernur Dr. Zulkieflimansyah turut didampingi Asisten 1 dan Asisten 2 Setda NTB, Kadis Kesehatan, Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Plt.Kalak BPBD, Karo Ekonomi, Karo Pemerintahan, Karo Hukum Setda NTB dan Kasat Pol PP Provinsi NTB .

jm/diskominfotik




DPD Gerindra Serahkan B.1-KWK Pilkada Serentak NTB

MATARAM.lombokjournal.com — DPD Partai Gerindra Nusa Tenggara Barat menyerahkan dukungan atau B.1-KWK pada Pilkada serentak di NTB, Selasa (01/09/20) di Hotel Golden Palace, Kota Mataram.

Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Ali Usman Ahim, yang juga merupakan Ketua Desk Pilkada DPD Partai Gerindra NTB, dalam orasi politiknya mengaku banyak tantangan yang datang baik dari internal maupun eksternal yang inginkan Gerindra menentukan arah dukungan ke calon-calon tertentu.

Namun, ia mengatakan Partai Gerindra tetap menunjukkan komitmennya untuk  mendukung calon yang telah ditetapkan.

“Beberapa tantangan kami hadapi dari eksternal maupun internal. Godaan, tawaran dan lainnya. Tapi kami berkomitmen dan menjaga konsistensi. Kami menunjukkan Partai Gerindra berbeda dengan partai lainnya. Kami menjaga konsistensi,” ujarnya.

Ia berharap Cakada yang didukung maupun diusung Gerindra terus menunjukkan komitmennya melakukan konsolidasi politik dan memenangkan hati masyarakat.

Ia mengatakan, dengan menangnya Gerindra pada Pilkada 2020 ini maka menjalin jalan mulus bagi partai besutan Prabowo Subianto itu untuk melaju sukses pada Pileg maupun Pilpres 2024 mendatang.

“Memenangkan Pilkada adalah bagian terpenting dari sejarah yang kita toreh. Tiada hari tanpa konsolidasi. Menang kita di Pilkada akan menjadi bagian yang mempermudah perjuangan Partai Gerindra pada 2024 di Pileg dan Pilpres,” katanya.

Ia menyampaikan sesuai pesan Ketua Umum Prabowo Subianto maupun Haji Bambang Kristiono (HBK), seluruh Cakada harus berhasil memenangkan hati rakyat.

Itu merupakan komitmen Gerinda.

“Seluruh Cakada Partai Gerindra harus memiliki komitmen memenangkan hati masyarakat,” ujarnya.

B.1-KWK diserahkan pada masing-masing Cakada. Di Lombok Utara diserahkan kepada Djohan Sjamsu dan Danny Carter Febrianto Ridawan (JODA), di Mataram kepada Makmur-Ahda. Di Lombok Tengah, dukungan diserahkan kepada Pathul-Nursiah.

Kemudian, B.1-KWK juga diberikan kepada HW. Musyafirin-Fud Syaifuddin di Kabupaten Sumbawa Barat. Syafruddin Jarot dan Ir. H Moklis untuk Pilkada Sumbawa, Abdul Kadir Jaelani – H Sahrul Parsan ST, MT untuk Pilkada Dompu dan IDP-Dahlan sebagai Cakada Bima.

Danny Carter dalam sambutannya mengapresiasi Partai Gerindra yang memberikan dukungan kepadanya. Ia juga berterimakasih karena Partai Gerindra telah menggerakkan mesin politik di Lombok Utara.

“Partai Gerindra telah berkomitmen. Suatu kebanggaan bagi saya mesin politik Partai Gerindra terus bergerak untuk kemenangan Joda Akbar. Saya berkomitmen untuk menjaga nama baik Gerindra, berjuang bersama Gerindra dan memenangkan Pilkada di Lombok Utara,” ungkapnya.

“Semoga ikhtiar kita menjadi langkah awal untuk kemajuan provinsi dan Indonesia,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Makmur Said. Ia mengapresiasi komitmen Gerinda yang sejak awal mendukungnya di Pilkada Kota Mataram.

“Saya menyampaikan terimakasih dan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kebanggaan saya rasakan sejak awal, Partai Gerindra tidak pernah bergeser, saya tahu begitu banyak tawaran dan gangguan, namun Partai Gerindra tetap memiliki komitmen. Saya bertekad akan membawa amanah ini. Sehingga kami bisa bersama memenangkan Pilkada,” katanya.

Sementara Pathul juga mengapresiasi komitmen Gerinda yang tidak berubah dukungan sejak pertama diberikan rekomendasi hingga turun B.1-KWK.

“Sampai hari ini Partai Gerindra tidak berubah saat mengeluarkan rekomendasi,” katanya.

“Saya yakin bahwa ada gejolak dan hambatan tetapi ketika kita punya niat Insyaallah Tuhan akan memihak kepada kita,” ujarnya.

Fud Syaifuddin mengapresiasi HBK yang telah terbuka dan menerima dia berjuang bersama Gerindra.

“Walaupun saya bukan orang Partai Gerindra saya punya slogan yang sama ‘kalau bukan kita siapa lagi, kalah bukan sekarang, kapan lagi’,” katanya.

“Saya mengapresiasi HBK, karena dulu saya gak yakin dapat dukungan. Tetapi saat saya kenal beliau betapa terbuka. Luar biasa, padahal waktu itu Gerindra Sumbawa Barat tidak mendukung kami karena ada calon,” katanya.

Ir. H Moklis dalam sambutannya mengatakan, memiliki rasa bangga terhadap Partai Gerindra. Ia dengan mudah mendekati masyarakat karena didukung Gerindra. “Rasa bangga kami di lapangan terbukti, apresiasi masyarakat terhadap Partai Gerindra luar biasa,” katanya.

Abdul Kadir Jaelani dan Dahlan juga mengapresiasi Partai Gerindra yang telah memberikan dukungan terhadap mereka.

Me




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 31 Agutus 2020, Bertambah 16 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 28 Orang, Kasus Kematian 3 (tiga) Orang

upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 membutuhkan kerja sama dan kolaborasi

MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RS.H.L Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Prayamengkonfirmasi, ada tambahan 16 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Ariadi

Dalam siaran pers hari Senin (31/08/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 152 sampel dengan hasil 124 sampel negatif, 12 sampel positif ulangan, dan 16 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 28 orang, kasus kematian 3 (tiga) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 16 kasus baru terkonfirmasi positif, 28 tambahan sembuh baru dan 3 (tiga) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (31/08/20) sebanyak 2.771 orang, dengan perincian 2.077 orang sudah sembuh, 162 meninggal dunia, serta 532 orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 16 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH  28  ORANG, KASUS KEMATIAN 3 (TIGA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2756, an. BALP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Dasan Griya , Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga;
  2. Pasien nomor 2757, an. M, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 2758, an. L, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram;
  4. Pasien nomor 2759, an. EC, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  5. Pasien nomor 2760, an. AR, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  6. Pasien nomor 2761, an. FA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  7. Pasien nomor 2762, an. S, perempuan, usia 73 tahun, penduduk Desa Nyiur Lembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  8. Pasien nomor 2763, an. S, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung;
  9. Pasien nomor 2764, an. J, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2733. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  10. Pasien nomor 2765, an. DP, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir;
  11. Pasien nomor 2766, an. S, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  12. Pasien nomor 2767, an. HO, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini pasien menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Sambelia;
  13. Pasien nomor 2768, an. J, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2747. Saat ini pasien menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Selong;
  14. Pasien nomor 2769, an. A, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara Baru, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2747. Saat ini pasien menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Masbagik Baru;
  15. Pasien nomor 2770, an. MDA, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini pasien menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 2771, an. LSHE, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini pasien menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram.

Hari Senin terdapat penambahan 28 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 422, an. AH, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 635, an. S, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1495, an. IGDJ, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 1649, an. S, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Kuripan Timur, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 1793, an. A, laki-laki, usia 23 tahun, Desa Rade, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima;
  6. Pasien nomor 1862, an. TL, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1945, an. R, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 1962, an. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 1984, an. MP, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 2089, an. KAAN, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 2185, an. K, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 2186, an. HK, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 2194, an. M, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  14. Pasien nomor 2307, an. ZA, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat;
  15. Pasien nomor 2485, an. IS, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 2503, an. NWS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 2531, an. NR, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 2537, an. S, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Kembang Kerang Daya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  19. Pasien nomor 2545, an. WAW, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 2547, an. HR, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  21. Pasien nomor 2548, an. N, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  22. Pasien nomor 2560, an. N, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  23. Pasien nomor 2569, an. DSN, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  24. Pasien nomor 2570, an. HF, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Batu, Kecamatan Narmada,Kabupaten Lombok Barat;
  25. Pasien nomor 2653, an. DGPGP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  26. Pasien nomor 2723, an. MH, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  27. Pasien nomor 2724, an. MYH, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  28. Pasien nomor 2726, an. LWP, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Senin ini juga terdapat penambahan 3 (tiga) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1208, an. Ny. N, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga,Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2587, an. S, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  3. Pasien nomor 2766, an. S, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian  Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengataan, upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 membutuhkan kerja sama dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Dalam era nurut tantanan baru ini, mematuhi protokol kesehatan dalam seluruh aktivitas ekonomi dan sosial kemasyarakatan adalah cara paling tepat dan efektif untuk menghidari penularan wabah ini,”kata Lalu Gita Aryadi.

Tetap gunakan masker, jaga jarak (physical distancing), terapkan pola hidup bersih dan sehat, berolahraga, makan makanan yang bergizi serta hindari stress yang berlebihan.

Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Lyanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 02118119.




Gubernur NTB: Kawasan Pertanian Terpadu di Labangka Untuk Kesejahteraan Petani

Sisterm Pertaniang Terpadu (Integrated Farming) bukan hanya sektor pertanian dan perkebunan, namun akan dipadukan dengan sektor perikanan, peternakan, perdagangan, pariwisata dan sektor-sektor lainnya

MATARAM.lombokjournal.com —  Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Farming Integrated) Labangka, yang direncanakan dibangun di Pulau Sumbawa harus dapat meningkatkan hasil produktifitas dan kesejahteraan petani.

Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah menympaikan itu setelah mendengarkan paparan Dinas Pertanian Provinsi NTB tentang rencana pembangunan dan pengembangan Kawasan Sistem Pertanian Terpadu di Labangka, Senin (31/8/20) di ruang kerja Gubernur NTB.

Gubernur H Zulkieflimansyah

“Lahan pertanian yang sudah direncanakan di Labangka harus dimanfaatkan dengan baik. Untuk dijadikan tumpuan agar meningkatkan produktifitas demi kesejahteraan petani,” harap Doktor Zul.

Menurutnya, untuk mewujudkan ikhtiar itu,  Doktor Zul meminta agar pembangunan kawasan Labangka sebagai ‘Integrated Farming’ ditata dengan baik dan sistematis.

“Tata letak dan pengelompokan sektor tanaman pangan, holtikuktura, perkebunan, peternakan maupun sektor perikanan harus ditata dengan baik,”jelas Doktor Ekonomi Industri tersebut.

Selain itu, pembangunan sistem ini harus terjadwal sesuai dengan rencana. Sehingga pembangunannya dapat dipercepat dan panen di tahun 2021.

Doktor Zul menambahkan, pembangunan sistem ini harus terus dikoordinasikan dengan Kementerian Pertanian RI. Dukungan dan intervensi dari pemerintah pusat dapat disinergikan dengan rencana Pemprov NTB.

“Saat panen perdananya nanti, kita undang Menteri Pertanian di lokasi itu,” katanya. .

Kadis Pertanian Provinsi NTB, Husnul Fauzi menjelaskan, kawasan Labangka dipilih karena awalnya merupakan Kawasan Terpadu Mandiri (KTM)  daerah Transmigrasi.

Kawasan tersebut memiliki persyaratan untuk diterapkan Sistem Pertanian Terpadu dengan luas lahan sebesar 24.000 Ha.

Potensi lahan seluas 10.300 Ha itu, terdapat lahan ladang dan tegalan,  seluas 2.000 Ha Hutan. Namun kawasan hutan ini tidak diganggu dan disentuh dalam membangun Sistem Pertanian Terpadu.

“Justru sistem ini dibangun untuk menjaga keaslian dan keasrian hutan,” katanya.

Keberadaan hutan ini ke depan, mampu menghasilkan sumber air untuk mendukung Sistem Pertanian Terpadu.

Untuk mendapatkan air sebagai media penting dalam membangun kawasan tersebut, akan dimanfaatkan mata air kawasan di hutan tersebut.

“Kita buatkan penampung air untuk mendukung sistem tersebut,” ujarnya.

Sisterm Pertaniang Terpadu (Integrated Farming) bukan hanya sektor pertanian dan perkebunan, namun akan dipadukan dengan sektor perikanan, peternakan, perdagangan, pariwisata dan sektor-sektor lainnya.

Di atas lahan ribuan hektare ini, Pemerintah akan menfasilitasi dan membantu untuk dibuat Sistem Pertanian Terpadu. Sehingga keberadaan sistem ini mampu meningkatkan produktifitas hasil pertanian dan perkebunan masyarakat sebagai penerima manfaat.

“Kita sebagai fasilitator untuk mengintegrasikan dan menata komoditas di area tersebut,” tuturnya.

Keberadaan lahan ini, awalnya holtikultura seperti padi hanya produksi panennya sekali setahun, dengan sistem ini dapat panen secara berkelanjutan dengan tanaman palawija lain.

Ketersediaan air dan tanaman lain juga mendukung pakan untuk perikanan dan peternakan.

Untuk kawasan itu, tanaman pangan akan ditanami holti seperti kacang hijau seluas 6000 Ha, Cabe 50 Ha, Padi Gogo 10.000 Ha, Jagung 10.000 Ha,  20 Ha untuk Bawang Merah. Termasuk tanaman perkebunan seperti Alpukat dan lainnya.

“Contohnya Oktober hingga Januari ini akan ditanam 10.000 padi hibrida, setelah itu Jagung, kemudian jagung dengan tumpangsari, secara terus menerus, integrasi lainnya ada ikan, hunian, wisata edukasi dan hal lainnya,” ungkapnya.

Di lahan tersebut akan ditata dengan teratur, letak dan lokasi pertanian, pangan, perikanan, peternakan dan sektor lain. Termasuk lahan untuk pemasaran yang didalamnya ada UMKM atau dunia usaha.

Rencananya sesuai jadwal, pada awal Januari 2021 akan dilakukan perdana disektor pertanian, khusus tanaman padi. Tetapi kawasan tersebut sudah tertata sesuai rencana pembangunan kawasan tersebut.

edy@diskominfotik_ntb

 




Gubernur NTB: Kawasan Pertanian Terpadu di Labangka Untuk Kesejahteraan Petani

Sisterm Pertaniang Terpadu (Integrated Farming) bukan hanya sektor pertanian dan perkebunan, namun akan dipadukan dengan sektor perikanan, peternakan, perdagangan, pariwisata dan sektor-sektor lainnya

MATARAM.lombokjournal.com —  Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Farming Integrated) Labangka, yang direncanakan dibangun di Pulau Sumbawa harus dapat meningkatkan hasil produktifitas dan kesejahteraan petani.

Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah menympaikan itu setelah mendengarkan paparan Dinas Pertanian Provinsi NTB tentang rencana pembangunan dan pengembangan Kawasan Sistem Pertanian Terpadu di Labangka, Senin (31/8/20) di ruang kerja Gubernur NTB.

“Lahan pertanian yang sudah direncanakan di Labangka harus dimanfaatkan dengan baik. Untuk dijadikan tumpuan agar meningkatkan produktifitas demi kesejahteraan petani,” harap Doktor Zul.

Menurutnya, untuk mewujudkan ikhtiar itu,  Doktor Zul meminta agar pembangunan kawasan Labangka sebagai ‘Integrated Farming’ ditata dengan baik dan sistematis.

“Tata letak dan pengelompokan sektor tanaman pangan, holtikuktura, perkebunan, peternakan maupun sektor perikanan harus ditata dengan baik,”jelas Doktor Ekonomi Industri tersebut.

Selain itu, pembangunan sistem ini harus terjadwal sesuai dengan rencana. Sehingga pembangunannya dapat dipercepat dan panen di tahun 2021.

Doktor Zul menambahkan, pembangunan sistem ini harus terus dikoordinasikan dengan Kementerian Pertanian RI. Dukungan dan intervensi dari pemerintah pusat dapat disinergikan dengan rencana Pemprov NTB.

“Saat panen perdananya nanti, kita undang Menteri Pertanian di lokasi itu,” katanya. .

Kadis Pertanian Provinsi NTB, Husnul Fauzi menjelaskan, kawasan Labangka dipilih karena awalnya merupakan Kawasan Terpadu Mandiri (KTM)  daerah Transmigrasi.

Kawasan tersebut memiliki persyaratan untuk diterapkan Sistem Pertanian Terpadu dengan luas lahan sebesar 24.000 Ha.

Potensi lahan seluas 10.300 Ha itu, terdapat lahan ladang dan tegalan,  seluas 2.000 Ha Hutan. Namun kawasan hutan ini tidak diganggu dan disentuh dalam membangun Sistem Pertanian Terpadu.

“Justru sistem ini dibangun untuk menjaga keaslian dan keasrian hutan,” katanya.

Keberadaan hutan ini ke depan, mampu menghasilkan sumber air untuk mendukung Sistem Pertanian Terpadu.

Untuk mendapatkan air sebagai media penting dalam membangun kawasan tersebut, akan dimanfaatkan mata air kawasan di hutan tersebut.

“Kita buatkan penampung air untuk mendukung sistem tersebut,” ujarnya.

Sisterm Pertaniang Terpadu (Integrated Farming) bukan hanya sektor pertanian dan perkebunan, namun akan dipadukan dengan sektor perikanan, peternakan, perdagangan, pariwisata dan sektor-sektor lainnya.

Di atas lahan ribuan hektare ini, Pemerintah akan menfasilitasi dan membantu untuk dibuat Sistem Pertanian Terpadu. Sehingga keberadaan sistem ini mampu meningkatkan produktifitas hasil pertanian dan perkebunan masyarakat sebagai penerima manfaat.

“Kita sebagai fasilitator untuk mengintegrasikan dan menata komoditas di area tersebut,” tuturnya.

Keberadaan lahan ini, awalnya holtikultura seperti padi hanya produksi panennya sekali setahun, dengan sistem ini dapat panen secara berkelanjutan dengan tanaman palawija lain.

Ketersediaan air dan tanaman lain juga mendukung pakan untuk perikanan dan peternakan.

Untuk kawasan itu, tanaman pangan akan ditanami holti seperti kacang hijau seluas 6000 Ha, Cabe 50 Ha, Padi Gogo 10.000 Ha, Jagung 10.000 Ha,  20 Ha untuk Bawang Merah. Termasuk tanaman perkebunan seperti Alpukat dan lainnya.

“Contohnya Oktober hingga Januari ini akan ditanam 10.000 padi hibrida, setelah itu Jagung, kemudian jagung dengan tumpangsari, secara terus menerus, integrasi lainnya ada ikan, hunian, wisata edukasi dan hal lainnya,” ungkapnya.

Di lahan tersebut akan ditata dengan teratur, letak dan lokasi pertanian, pangan, perikanan, peternakan dan sektor lain. Termasuk lahan untuk pemasaran yang didalamnya ada UMKM atau dunia usaha.

Rencananya sesuai jadwal, pada awal Januari 2021 akan dilakukan perdana disektor pertanian, khusus tanaman padi. Tetapi kawasan tersebut sudah tertata sesuai rencana pembangunan kawasan tersebut.

edy@diskominfotik_ntb