Paslon HARUM, H. Mohan Roliskana dan TGH. Muziburrahman, Resmi Daftar di KPU

Pendaftaran di hari Jumat merupakan hari spesial bagi Pasangan HARUM

MATARAM.lombokjournal.com — Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota H. Mohan Roliskana dan TGH. Muziburrahman, mendaftar untuk pilkada 2020 di KPU Kota Mataram, Jumat (04/09/20).

Saat pendaftaran Bapaslon Harum dimpingi tim dari partai NasDem, PPP, PBB, dan Golkar.

Lebih lagi, saat penyerahan dokumen tim ahli dari KPU Kota Mataram melakukan pemeriksaan berkas bapaslon HARUM.

  1. Mohan Roliskana saat jumpa pers mengatakan, pendaftaran di hari Jumat merupakan hari spesial bagi Pasangan HARUM.

“Kita memberikan edukasi politik, berwisata politik dan cara berpolitik yang baik kepada masyarakat” ujarnya.

“Terkait ASN yang ikut berpolitik, sudah disampaikan pengunduran dirinya sekaligus SWAB,” tambah Mohan.

Ketua KPU Kota Mataram, M. Husni Abidin saat menerima pendaftaran Bapaslon Walikota dan wakil walikota mataram HARUM mengatakan berkas bapaslon HARUM sudah resmi diterima.

“Bapaslon HARUM sah mendaftar dan mulai besok sudah mulai pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Mataram,”ujarnya

Untuk pengamanan pendaftaran Calon Walikota dan Wakil Walikota, Polresta Mataram menerjunkan 150 personil yang di bantu Polda NTB dan 30 personil TNI.

Kasat Sabhara Polresta Mataram, Kompol Taufik menjelaskan,  semua personil sudah di tempatkan di titik titik pengamanan selama pendaftaran berlangsung.

“Sepanjang jalan lingkar dari bundaran jempong kita tutup hanya roda dua yang bisa melintas sambil memberikan himbauan terkait protokol covid-19,” ujarnya.

Tak hanya itu, Taufik juga mengatakan, tim pengantar dari partai pengusung dibatasi mengingat pandemi covid-19.

AYA

 




Komunitas Pedagang Mutiara  Mataram Siap Menangkan Selly-Manan

KPEM Mataram akan berupaya memenangkan Selly-Manan di berbagai lingkungan yang menjadi sentra pedagang emas dan mutiara di Kota Mataram

MATARAM.lombokjournal.com –

Para pedagang yang tergabung dalam Komunitas Pedagang Emas Mutiara (KPEM) Mataram mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan calon (Paslon)  Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, Hj. Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan.

KPEM akan meyakinkan seluruh pedagang emas   dan mutiara yang tersebar di sejumlah pasar-pasar tradisional di Kota Mataram agar mendukung Paslon Selly-Manan (Salam).

“Selly-Manan ini kami pandang adalah Paslon yang tepat untuk bisa membawa amanah para pedagang emas dan mutiara di wilayah Kota Mataram,” ujar Koordinator KPEM Mataram, Idul Adha saat membacakan deklarasi dukungannya, Kamis Petang (3/9).

Idul menjelaskan, alasan pihaknya memberikan dukungan kepada Selly-Manan.

Dari sejumlah figur para calon kepala daerah yang maju di Pilkada Mataram, hanya paslon yang diusung PDIP dan PKS yang memiliki visi dan misi yang jelas untuk berpihak pada rakyat, khususnya para pedagang emas dan mutiara.

“Visi memajukan ekonomi kecil dengan pengembangan UKM melalui bantuan modal usaha. Yakni, mendekatkan perbankan di pasar adalah tepat. Program perekonomian yang pro pedagang kecil ini yang kami tunggu-tunggu. Syukurnya, paslon Selly-Manan melalui keberadaan Tuan Guru Manan akan jelas benar-benar berpihak pada rakyat kecil,” jelasnya.

Idul Adha memastikan, KPEM Mataram akan berupaya memenangkan Selly-Manan di berbagai lingkungan yang menjadi sentra pedagang emas dan mutiara di Kota Mataram.

“Alhamdulillah gerakan sosial ini merupakan kegiatan politik, tidak ada biaya dari manapun, ini mutlak biaya dari pedagang. Biarin aja banyak paslon lain yang pasang baliho keliling melingkari pasar dan lingkungan. Tapi kami ikhtiar berjuang agar para pedagangnya mendukung Selly-Manan,” tandasnya.

“Insyaallah kita akan berjuang memenangkan Selly-Manan. Apalagi, pak Tuan Guru Manan berasal dari wilayah Selatan Mataram, tempat pedagang emas dan mutiara banyak bermukim dan berjualan secara turun temurun,” sambung Idul Adha.

Me (*)




Pilkada Loteng: PKS Resmi Usung Paslon Masrun-Habib

PKS bersama dengan tiga partai koalisi berkomitmen berjuang habis-habisan memenangkan Masrun-Habib 

MATARAM.lombokjournal.com —

DPD PKS Lombok Tengah resmi menetapkan H. Masrun-Habib Ziady Thohir sebagai Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lombok Tengah 2020.

“Insha Allah PKS sudah final dan tetap mengusung paket Masrun-Habib di Pilkada Loteng, dan insha Allah sudah cukup kursi untuk mendaftar di KPU loteng,” ujar Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) PKS NTB, Yek Agil kepada lombokjournal.com, Kamis, (03/09/20).

Disampaikan, kepastian tersebut setelah empat partai pengusung Paslon Masrun-Habib yakni PKS, Hanura, PAN dan Berkarya telah resmi mengeluarkan surat B1 KWK atau surat keputusan pimpinan Parpol dari pusat tentang penunjukan calon yang  didaftarkan ke KPU.

“Sore tadi sudah dapat B1 KWK 10 kursi. PKS 6, Hanura 2, PAN 1 dan Berkarya 1,” katanya.

Dijelaskan, proses mendapatkan 10 Kursi syarat dukungan untuk Paslon Masrun-Habib tidaklah mudah.

Sebab itu, PKS bersama dengan tiga partai koalisi berkomitmen gerakkan semua mesin partai agar berjuang habis-habisan mengantar Masrun-Habib raih kursi Lombok Tengah satu.

“Khusus Lombok Tengah, dengan berbagai macam halangan yang dilalui dalam mendapatkan B1 KWK Parpol koalisi, alhamdulillah atas berkat rahmat Allah SWT, akhirnya paket Masrun-Habib insha Allah akan didaftarkan ke KPU Loteng. Dan mudah-mudahan Allah SWT memberikan kemenagan kepada paket Masrun-Habib dan membawa Lombok Tengah lebih baik lagi ke depan. Lebih adil dan lebih sejahtera lagi,” terangnya.

Ast




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 03 September 2020, Bertambah 9 (sembilan) Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 3 (tiga) orang

Meski kasus positif baru beberapa hari terakhir cenderung menurun, dan sebaliknya jumlah kesembuhan semakin meningkat, kita tetap tidak boleh mengendurkan Pelaksanakan protokol kesehatan

MAtARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium TCM RSUD Prayamengkonfirmasi, ada tambahan 14 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Rabu (02/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 137 sampel dengan hasil 119 sampel negatif, 9 (sembilan) sampel positif ulangan, dan 9 (sembilan) sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 14 orang, kasus kematian 3 (tiga) orang..

Dijelaskan, adanya tambahan 9 (sembilan) kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru dan 3 (tiga) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (3/9/2020) sebanyak 2.807 orang, dengan perincian 2.132 orang sudah sembuh, 165 meninggal dunia, serta 510 orang masih positif.

Lalu Gita Aryadi menjelaskan, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

TAMBAHAN 9 (SEMBILAN) PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14 ORANG, KASUS KEMATIAN 3 (TIGA) ORANG

Kasus baru positif Tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2790, an. MA, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Kabar Utara, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  2. Pasien nomor 2800, an. YS, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  3. Pasien nomor 2801, an. YA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Kambilo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima;
  4. Pasien nomor 2802, an. RAF, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  5. Pasien nomor 2803, an. IPM, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  6. Pasien nomor 2804, an. SH, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  7. Pasien nomor 2805, an. IH, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  8. Pasien nomor 2806, an. W, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  9. Pasien nomor 2807, an. KESP, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tegah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya.

Dipermaklumkan, berdasarkan hasil klarifikasi terhadap jumlah kasus baru positif Covid19 yang diumumkan tanggal 2 September 2020 yakni sebanyak 14 orang terkonfirmasi positif.

Sebenarnya adalah 13 kasus baru positif Covid-19. Psien nomor 2790, an. N, laki-laki, usia 64 tahun, yang diumumkan tanggal 2 September 2020 sesungguhnya adalah pasien nomor 2750 yang diumumkan tanggal 30 Agustus 2020.

Sehingga pasien positif Covid-19 dengan nomor 2790 dipakai untuk kasus terkonfirmasi positif Covid-19 baru hari ini, yakni pasien nomor 2790, an. MA, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Kabar Utara, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Kamis terdapat penambahan 14 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1887, an. FKAP, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 2251, an. M, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Lekong, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 2267, an. S, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Plampang, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 2275, an. JDJ, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  5. Pasien nomor 2401, an. SE, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 2423, an. MA, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
  7. Pasien nomor 2546, an. PKR, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 2555, an. J, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 2556, an. S, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 2557, an. A, laki-laki, usia 71 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 2660, an. KY, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 2681, an. J, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 2722, an. K, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  14. Pasien nomor 2740, an. S, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Gereneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 3 (tiga) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 2733, an. S, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 2758, an. L, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 2783, an. LSNIL, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ayadi  mengingatkan, meski temuan kasus positif baru dalam beberapa hari terakhir cenderung menurun, dan sebaliknya jumlah kesembuhan semakin meningkat, kita tetap tidak boleh mengendurkan kedisiplinan elaksanakan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari.

“Hasil contact tracing yang dilakukan, penularan melalui transmisi lokal masih terjadi. Bahkan di luar daerah di kota-kota besar lainnya penularan wabah Covid-19 justru semakin tidak terkendali,” kata Lalu Gita Aryadi

Karena itu ditekankan,  tetap gunakan masker saat berada di luar rumah, jaga jarak (physical distancing), rajin mencuci tangan dengan sabun. Dan sebisa mungkin hindari kerumunan, menjaga asupan gizi serta senantiasa membiasakan pola hidup bersih dan sehat dan jauhi stress.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr/AYA

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan  Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 811




Cegah Covid-19, PKK NTB Gelar Road Show dan Gebrak Masker di Kuripan 

Kata Bunda Niken, Masker merupakan obat anti Covid-19 yang sangat mudah ditemui dan murah

LOBAR.lombokjournal.com —  Road show PKK Provinsi NTB dengan kegiatan Gebrak masker se-Indonesia, berlanjut dengan menyambangi Kantor Camat Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (03/09/20).

Menggunakan masker mampu mengurangi penularan Covid-19.

Karena  itu, TP PKK bersama beberapa unsur, juga melaksanakan Gebrak Masker bersama IKAPTK (Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamong Prajaan) NTB serta IKAPTK Lombok Barat.

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengapresiasi bantuan IKAPTK NTB dab Lombok Barat.

“Alhamdulillah sudah dibantu dari IKAPTK NTB maupun Lombok Barat. Biasanya kita setiap Road Show membawa sekitar 2.500 masker, mudah-mudahan bisa bermanfaat dan bisa diteruskan lagi oleh Tim PKK yang lain,” ujarnya.

Bunda Niken menekankan bahwa masker merupakan obat anti Covid-19 yang sangat mudah ditemui dan murah.

“Alhamdullilah obat anti Covid-19 sudah ditemukan, yaitu masker. Jadi ternyata untuk mencegah penularan ini kita harus menggunakan obat tersebut dengan tepat, seperti yang namanya obat, agar manjur harus digunakan dengan dosis dan cara pemakaian yang baik,” ujarnya.

Bunda Niken menJabarkan kegiatan PKK, Pokja Satu dalam  kegiatan pola asuh anak dan remaja bisa disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19.

Efek pandemi Covid-19 bukan hanya pada kesehatan atau sisi ekonomi saja, tapi juga pada sisi sosial.

Para anak saat ini terpaksa harus belajar dari rumah, berada di rumah selama 24 jam dan belajar menggunakan handphone.

Hal ini memerlukan pengawasan orang tua, guna menghindari dampak negatif penggunaan telepon genggam.

Bunda Niken juga menekankan,  tidak boleh terjadi peningkatan pernikahan anak dan kekerasan pada anak. Karenanya, pola asuh anak dan remaja diharapkan dapat disampaikan kepada semua ibu-ibu di NTB.

Pokja Dua akan melakukan sosialisasi pembinaan usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K).

“Kita harapkan UP2K yang dilakukan oleh ibu-ibu dapat berkembang, bisa menjadi alternatif, dan itu semua bisa berjalan bila kita sendiri melakukan bela dan beli produk lokal UKM,” tambahnya.

Selanjutnya, Pokja Tiga, membahas dan memberikan pembinaan terkait biopori di rumah-rumah.

Hal ini merupakan tindak lanjut Visi NTB ‘Asri dan Lestari’ dengan program Zero Waste untuk melakukan pengolahan lebih lanjut, dari sampah rumah tangga dengan pembuatan biopori di rumah masing-masing.

Adanya biopori ini mampu mencegah terjadinya banjir, membuat tanah lebih gembur dan subur ditanami.

Kemudian, pada pokja Empat, PKK melakukan sosialisasi pengelolaan posyandu di masa pandemi Covid-19.

“Kita harapkan posyandu-posyandu tetap bisa berjalan dengan lancar, tentu saja dengan protokol Covid-19,” ujarnya.

Ia mengapresiasi inovasi Kabupaten Lombok Barat, yakni sistem pemantauan kesehatan bayi baru lahir berbasis keluarga.

“Kami sangat menyambut baik inovasi yang dilakukan Lombok Barat, adanya pemantauan kesehatan bayi baru lahir, mudah-mudahan bisa dicontoh oleh daerah yang lain,” tutupnya.

Ia sampaikan terimakasih kepada IKAPTK NTB, yang sejak awal bersama PKK Provinsi NTB melaksanakan Gebrak Masker. Juga BKKBN NTB yang memberikan layanan KB, agar warga NTB tetap bisa mendapat pelayanan KB secara baik, mencegah kelahiran yang tidak direncanakan.

Terapkan pprotokol kesehatan

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid S.Ag, M.Si menyampaikan, segala aktivitas diperbolehkan, tapi harus menerapkan protokol  kesehatan Covid-19.

“Covid-19 ini harus menjadi perhatian kita semua, efek ekonomi dan sosialnya sudah mulai kita rasakan, bahkan pertumbuhan ekonomi kita hingga minus,” pinta Bupati Lobar.

Fauzan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama konsen untuk mensosialisasikan protokol kesehatan Covid-19 ini.

“Bila bersama-sama kita melawan, akan mudah melalui ini semua,” ucapnya.

Dalam kesempatan sama, Ketua TP. PKK Lombok Barat, Hj Khaeratun, S.HI menyampaikan,  Road Show HKG PKK ini merupakan kali pertama dalam masa adaptasi kebiasaan baru

Pandemi Covid-19. bertujuan mengetahui dan menyatukan pemahaman tentang peranan sektor/lembaga terkait dalam pengelolaan kegiatan kesatuan Gerak PKK dan upaya meningkatkan peran serta pemerintah dan swasta tentang penerapan fungsi keluarga.

Untuk mencapai kesejahteraan keluarga, hal yang diperlukan adalah mengerakkan segenap potensi, yaitu menggerakkan Kelompok-Kelompok PKK serta keluarga.

Melalui PKK bersama-sama meningkatkan SDM keluarga terutama para Ibu.

Pemantauan bayi baru lahir

Saat itu juga berlangsung peluncuran pelaksanaan Sistem Pemantauan Kesehatan Bayi Baru Lahir Berbasis Keluarga di Kabupaten Lombok Barat.

Sistem ini memberdayakan para Ibu secara mandiri agar mampu memantau dan mendeteksi kondisi bayi baru lahir.  Sehingga secara dini menemukan tanda bahaya untuk dilakukan tindakan pengobatan yang diperlukan.

Hj. Khaeratun menjelaskan, pelaksanaan sistem ini sangat cocok di era Pandemi Covid-19 ini. Karena bayi baru lahir dapat tetap terpantau kesehatannya tanpa perlu mendatangi fasilitas kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sebagai informasi, Dinas Kesehatan beserta jajarannya memiliki komitmen menurunkan angka kematian bayi khususnya bayi baru lahir yang merupakan masa yang paling kritis.

Upaya ini dilakukan sejak hulu sampai hilir. Dari aspek hilir, diupayakan peningkatan akses maupun kualitas pelayanan baik tingkat dasar maupun rujukan (rumah sakit).

Bahkan untuk mempermudah dan mempercepat akses masyarakat, tujuan rujukan tidak hanya rumah sakit milik pemerintah saja, namun rumah sakit swasta melalui MoU dengan Dinas Kesehatan.

Inovasi ini lahir atas dukungan berbagai pihak, di antaranya Unicef, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Pengda NTB, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Ikatan Dokter Anak (IDAI) NTB maupun PKK Kab Lombok Barat.

Usai acara, Ketua TP. PKK NTB, Ketua TP. PKK Lobar, Kepala BKKBN NTB, Ketua IKAPTK NTB, Camat Kuripan beserta seluruh jajarannya turun langsung ke masyarakat dengan sama-sama berjalan keliling kampung membagikan masker.

HmsNTB




Wagub Tinjau Tes SKB CPNS, Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan

Peserta harus cuci tangan dengan menggunakan sabun pada tempat telah disediakan sebelum masuk ruang registrasi

MATARAM.lombokjournal.com —  Seleksi penerimaan CPNS tahap seleksi kemampuan bidang (SKB) di Provinsi NTB tetap berjalan di tengah Pandemi.

Untuk memastikan seleksi tersebut berjalan dengan protokol kesehatan, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meninjau pelaksanaan seleksi tahap SKB tersebut, Kamis (03/09/20).

Dalam peninjauannya, Wakil Gubernur ini berkeliling ke setiap ruangan yang dipakai untuk melakukan seleksi, mengecek peserta hingga petugas seleksi yang diadakan di gedung BKD Provinsi NTB.

“Kita sudah melihat tadi, apa yang dilaksanakan BKD sudah sesuai dengan protokol Covid-19, mulai dari penggunaan masker, jaga jarak, hingga penyediaan tempat cuci tangan,” terang Wakil Gubernur usai berkeliling di gedung tersebut.

Dalam tes SKB tersebut, peserta diperiksa ketat, mulai dari rapid test, penerapan protokol kesehatan yang benar, hingga pemisahan antara peserta yang memiliki hhasil rapid test positif dengan peserta yang negatif.

“Bahkan peserta yang hasil rapid tesnya positif diberikan ruang khusus untuk melaksanakan ujian,” ungkap Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi ini.

Umi Rohmi tetap menekankan kepada petugas agar penerapan protokol kesehatan bukan hanya saat masuk ruangan saja. Namun protokol kesehatan harus diterapkan saat proses seleksi.

“Saya sampaikan tadi, kepada petugas, walaupun peserta non reaktif, tetap di dalam ruangan, masker dan jaga jaraknya itu tidak boleh kendor,” tegasnya.

Umi Rohmi berharap tes SKB ini berjalan dengan lancar, aman dari hal-hal yang tidak diinginkan. “Insyaallah jika kita patuh protokol Covid, kota bisa hidup aman dan produktif,” ujarnya.

Saat pembukaan Ujian Test SKB CPNS 2019 ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTB, Drs. M. Nasir dalam pengarahannya mengharapkan, semua peserta mematuhi aturan protokol kesehatan, untuk hari ini tanggal 3 September 2020 dilaksanakan 3 (tiga) sesi), masing-masing sesi sebanyak 45 Peserta

Serta mengedepankan transparansi tanpa mengurangi aspek protokol kesehatan.

“Transparansi dilakukan dengan menampilkan live streaming skor SKB yang bisa dipantau oleh keluarga peserta dan publik lewat smartphone tanpa harus hadir di titik lokasi (Tilok) ujian, dengan link youtube BKD Provinsi NTB,” ungkapnya.

Untuk pengarahan dilakukan oleh Kepala bidang Evaluasi dan kesejahteran Kepegawaian, Irwan jaya, sedangkan untuk doa dimpimpin oleh Sekretaris BKD NTB, Saiful Amry.

Pelaksanaan Ujian SKB dari tanggal 3 hingga 10 September 2020 mendatang, berdasarkan Surat Kepala BKN tentang Penjelasan Terkait Peserta SKB CPNS Formasi Tahun 2019 yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Nomor K 26-30/V 148-3/99 tanggal 31 Agustus 2020, maka untuk menjamin terlaksananya SKB.

Bagi peserta seleksi CPNS formasi tahun 2019 yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi, Instansi Pusat dan Instansi Daerah menyampaikan surat kepada Kepala BKN disertai bukti surat rekomendasi dokter dan/atau hasil swab dan keterangan menjalani isolasi.

BKD dalam aturan tes mewajibkan peserta menggunakan masker. yang menutupi hidung, mulut hingga Jika diperlukan.

Penggunaan pelindung wajah (face shield) bersama masker sangat direkomendasikan sebagai perlindungan tambahan.

Peserta harus cuci tangan dengan menggunakan sabun pada tempat telah disediakan sebelum masuk ruang registrasi.

Selain itu, peserta diminta tetap memperhatikan jaga jarak minimal 1 (satu) meter dengan orang lain sesuai ketentuan Tim Gugus Tugas masing-masing wilayah.

Peserta wajib diukur suhu tubuhnya di depan pintu masuk lokasi Ujian. Peserta yang suhu tubuhnya di atas 37,3 C (dilakukan 2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit) ditempatkan pada tempat yang telah ditentukan.

Peserta yang suhu tubuhnya di bawah 37,3 C langsung ke bagian registrasi untuk diperiksa kelengkapan yang dipersyaratkan seperti KTP asli/Surat Keterangan penganti KTP asli yang masih berlaku/Kartu Keluarga Asli atau kartu keluarga yang dilegalisir pejabat yang berwenang dan Kartu Peserta Seleksi (Pansel Instansi dalam memeriksa kelengkapan dokumen Peserta Seleksi tanpa kontak fisik/menjaga jarak minimal 1 (satu) meter.

Peserta yang suhunya di atas 37,3 dan/atau peserta yang hasil rapid test menunjukkan hasil reaktif dan/atau peserta yang positif Covid-19 akan ditempatkan di ruang khusus sesuai rekomendasi tim medis.

Jika hasil rekomendasi tim medis menunjukkan peserta tidak dapat mengikuti SKB pada jadwalnya, maka peserta akan mengikuti SKB satu hari setelah jadwal SKB selesai (H+1).

Peserta seleksi yang berasal dari wilayah yang berbeda dengan lokasi ujian mengikuti ketentuan protokol perjalanan yang ditetapkan oleh Pemerintah.

HmsNTB




APKLI Kota Mataram: Pemkot Ingkar Janji Akomodir PKL yang Lapaknya Digusur

Sebagian PKL nekat berjualan di lapak pinggir kali samping kantor Imigrasi dengan resiko sewaktu-waktu diusir Satuan Polisi Pamong Praja

MATARAM.lombokJournal.com — Pemerintah Kota Mataram dalam hal ini Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) pernah menjanjikan lokasi berjualan baru kepada 40 PKL yang lapaknya digusur untuk pembangunan gedung Bank NTB Syariah.

Sampai saat ini, janji Dinas Perkim tersebut belum juga direalisasikan.

Ke-40 PKL Kota Mataram tersebut menggunakan lahan milik Pemprov dengan perjanjian pinjam-pakai sampai pembangunan gedung Bank NTB Syariah dimulai.

Nantinya, Dinas Perkim yang kemudian mencarikan lokasi lapak baru untuk ke-40 PKL tersebut.

“Jangan masyarakat hanya dikasi angin,” ujar Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Mataram M. Syahidin kepada lombokjournal.com, Kamis, (03/09/2020).

Dijelaskan Syahidin, APKLI Kota Mataram bersama beberapa perwakilan dari 40 PKL tersebut pernah duduk bersama dengan Dinas Perdagangan, Dinas Perkim dan Dinas PU Kota untuk mencari solusi permasalahan.

Dari pertemuan itu, Dinas Perkim selaku pemegang kebijakan pertamanan dan pemukiman di Kota Mataram menyampaikan agar ke-40 PKL dipindahkan ke Lapak-lapak kosong yang ada di Taman Udayana.

“Kadis Perkim hanya mengatakan silahkan pilih mana lapak yang kosong nanti saya yang tanggung jawab. Jangan kita dibenturkan sesama pedagang,” paparnya.

Ke-40 PKL sepakat dipindahkan dengan ketentuan harus ada langkah nyata dari Dinas Perkim, dengan menjembatani pertemuan ke-40 PKL dengan pemegang izin penggunaan lapak Taman Udayana yang saat ini kosong.

Hal itu penting dilakukan agar tidak muncul konflik sesama pedagang.

“Kita tunggu-tunggu tapi beliau-beliau tidak datang-datang. Akhirnya saya laporan kalau tidak ada yang menunjukkan, teman-teman akan berjualan lagi (di samping Kantor Imigrasi),” katanya.

Nekat Jualan di Lahan Sengketa

Perlu diketahui, saat ini 40 PKL tersebut sedang kebingungan mencari lokasi berjualan pasca penggusuran.

Sebagian dari mereka nekat berjualan di lapak pinggir kali samping kantor Imigrasi dengan resiko sewaktu-waktu diusir Satuan Polisi Pamong Praja.

Resiko pengusiran bisa terjadi sewaktu-waktu sebab tanah tempat bangunan lapak tersebut tengah bermasalah. Lapak tersebut dibuat oleh Pemkot Mataram di lahan milik Pemprov NTB. Selain itu, lokasi lapak di bantaran kali menyalahi aturan tata ruang.

“Dia nyuruh pindah Udayana. Udah ketemu rapat, janjinya jam 9 kita ketemu di Udayana. Tapi kita tunggu sampai jam 10, jam 11, sampai sekarang, ndak datang-datang dia,” papar salah seorang PKL yang berjualan di samping Kantor Imigrasi Mataram Joni Suhaidi beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, mereka menempati lapak yang yang bersengketa tersebut atas inisiatif pribadi guna tetap berlangsungnya kegiatan usaha.

Mereka terpaksa mengambil inisiatif tersebut karena janji pemerintah untuk memberikan lokasi usaha yang baru sampai saat ini tidak kunjung terealisasi.

“Kalau sudah urusan perut bagaimana pak. Masak kita mau jualan narkoba yang tidak perlu pakai tempat. Mau jualan, kita dipersulit,” ungkapnya.

Ast




Program Unggulan Pemprov NTB, Respon Positif Masyarakat Cenderung Meningkat

 Program yang menyita perhatian publik, salah satunya yaitu program industrialisasi

MATARAM.lombokjournal.com – – Sejumlah program unggulan Pemprov NTB terus berjalan dengan baik di tengah kondisi Pandemi Covid-19.

Masyarakat pun memberikan apresiasi dan merespon positif sejumlah program unggulan tersebut.

Hal itu tercermin dari Laporan Engagement Misi dan Program Unggulan Pemrov NTB di Media Online dan Media Sosial yang disusun oleh PRCC Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB.

Engagement atau komunikasi interaksional di dalam media sosial dan media online terhadap enam misi NTB Gemilang sepanjang pengamatan dari tanggal 15 – 21 Agustus dan 22 – 28 Agustus terus berlangsung.

Bahkan kecenderungannya terus mengalami kenaikan interaksi para netizen terhadap konten yang disajikan terkait dengan program unggulan Pemprov NTB.

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM mencontohkan, di media sosial facebook, engagement terhadap enam misi NTB Gemilang meningkat pada periode 22 – 28 Agustus, dibandingkan dengan pekan sebelumnya di tanggal 15 – 21 Agustus.

“Misalnya misi NTB Sejahtera dan Mandiri memiliki engagement sebesar 1.818 di periode 15 – 21 Agustus, naik menjadi 3.543 engagement. Begitu juga di misi NTB Asri dan Lestari memiliki engagement sebesar 403 di periode 15 – 21 Agustus menjadi 6.578 di periode 22 – 28 Agustus. Artinya respon masyarakat terhadap program unggulan Pemprov sangat bagus,” terang Karo Humas  Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM, Kamis (03/09/20)

Begitu juga dengan sejumlah program unggulan Pemprov NTB yang menjadi bagian dalam misi NTB Sehat dan Cerdas, NTB Bersih dan Melayani, NTB Tangguh dan Mantap serta NTB Aman dan Berkah tetap mendapat respon yang positif dari masyarakat dengan jumlah engagement yang bervariasi.

Dalam laporan tim PRCC kata Najam, program unggulan dan strategis mana saja yang paling mendapatkan perhatian dari netizen baik like, share, maupun comment juga terpotret dengan baik.

Beberapa program yang menyita perhatian publik yaitu program industrialisasi dengan hastag #IndustrialisasiNTB dan #ScienceTechnologyIndustrialPark memiliki komunikasi interaksional mencaai 15.060 selama tanggal 22 – 28 Agustus.

Selain itu, program Desa Wisata dengan hastag #99DesaWisata memiliki engagement sebanyak 10.169. Begitu juga program Revitalisasi Posyandu memiliki jumlah engagement sebanyak 2.846.

Sedangkan program unggulan seperti JPS Gemilang, Zero Waste dan NTB Hijau, program NTB Tangguh Bencana, I-Shop NTB dan program beasiswa tetap memantik interaksi sosial dengan jumlah yang bervariasi.

“ Sebanyak 6 dari 8 program unggulan yang dianalisis oleh PRCC mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Contohnya adalah Industrialisasi pada periode 22 – 28 Agustus 2020 mendapatkan engagement sebanyak 15.060 dan merupakan yang tertinggi dibanding program unggulan lainnya,” ujar Bang Najam.

Karo Humas menegaskan, secara masif informasi program unggulan telah dipublikasi sejak program ini dijalankan melalui media online dan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter.

Pada pekan kemarin reaksi masyarakat terhadap program unggulan tertinggi pada platform sosial media Instagram dengan jumlah total 26. 431 engagement, Facebook; 5.699, media online sebanyak 5.690 serta twitter sebanyak 57 engagement.

Berita apa saja yang menyita perhatian publik di media sosial dan media online?

Kata Karo Humas, berita yang banyak mengundang komunikasi interaksional selama  22 – 28 Agustus 2020 memang bervariasi. Misalnya pada program Desa Wisata, konten yang memicu komunikasi masyarakat yaitu berita tentang  Rinjani Begawe yaitu berupa launching pendakian Gunung Rinjani.

“Selain itu berita kedatangan Menteri Pertanian RI, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan beserta jajarannya didampingi oleh Gubernur NTB dan Bupati Lombok Tengah dalam acara Panen Pedet 2020 yang diselenggarakan di pasar ternak Desa Barabali Kabupaten Lombok Tengah NTB, Sabtu 22 Agustus 2020 lalu telah memantik keingintahuan masyarakat terhadap program Kampung Unggas yang dilaksanakan Pemprov NTB saat ini,” tutupnya.

HumasNTB




Literasi Digital Penting untuk Tetap Aman dan Produktif Saat Pandemi

Literasi digital masyarakat penting, selain untuk keamanan data pribadi dan membuat masyarakat lebih produktif juga dapat membantu percepatan penangan bencana

MATARAM.lombokjournal.com —  Teknologi Informasi menjadi sarana vital di tengah pandemi Covid-19, yang mengharuskan masyarakat untuk banyak berkegiatan di rumah saja.

Pemanfaatannya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah semakin berkembang.

Dari 5,4 juta masyarakat NTB, 2,7 juta orang di antaranya merupakan pengguna aktif media sosial.

Ini menunjukan animo masyarakat cukup besar dan perlu dibarengi dengan literasi atau edukasi digital yang baik. Sehingga masyarakat bisa aman dan tetap produktif menggunakan sosial media di masa pandemi ini.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Pemerintah (Diskominfotik) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, menyampaikann itu saat mengisi sekaligus membuka secara daring  Seminar Nasional dan Workshop Literasi Digital bertajuk “Aman dan Produktif Dengan Adaptasi Kebiasan Baru di Internet,,” di ruang kerjanya, Rabu (02/09/30) .

“Animo masyarakat menggunakan media sosial  di tengah pandemi ini besar. Kedepan perlu edukasi lebih luas cara memanfaatkannya yang efektif dan produktif,” jelas Gede, panggilan akrab Kadis Kominfotik NTB.

Mantan Kabag Pemberitaan pada Biro Humas dan Protokol Setda NTB tersebut menjelaskan, pentingnya literasi digital masyarakat selain untuk keamanan data pribadi dan membuat masyarakat lebih produktif juga dapat membantu percepatan penangan bencana.

Khususnya seperti saat bencana non alam pandemi covid-19 ini. Dimana, banyak disinformasi atau hoax beredar yang mengakibatkan masyarakat menjadi kurang disiplin hingga abai terhadap protokol kesehatan covid-19.

“Jika pemahaman literasi digital masyarakat baik. Masyarakat akan mencari informasi melalui sumber terpercaya. Karena itu, edukasi pentingnya literasi digital ini sangat penting,” jelasnya.

Lebih jauh, Gede menjelaskan, untuk mengedukasi masyarakat terkait literasi digital diperlukan kerjasama semua pihak, baik akademisi, praktisi, hingga komunitas penggiat tehnologi informasi.

Edukasi yang diberikan pun harus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan.

Seperti acara Seminar Nasional dan Workshop Literasi Digital yang digarap ICT Watch yang bekerjasama dengan Universitas Mataram, Kementerian Kominfo RI, dan berbagai stake holder tehnologi informasi terkait.

Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI, Semuel A. Pangerapan, pada kesempatan yang sama juga menjelaskan pentingnya perlindungan data pribadi di era media sosial saat pandemi ini.

Namun, banyak masyarakat masih abai untuk melindungi data pribadinya. Dibuktikan dengan masih banyaknya warganet yang tanpa sadar membagikan data pribadi pada akun sosial medianya.

BACA JUGA ; Pemerintah Dorong Transformasi TV Digital

Pemerintah sendiri telah membuat Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) untuk agar data pribadi masyatakat di sosial media bisa tetap aman.

“Perlindungan data pribadi menjadi isu penting di tengah pandemi. Masyarakat perlu mendapatkan edukasi yang baik terkait hal ini,” jelasnya.

Acara ini diikuti lebih dari 400 peserta yang merupakan mahasiswa, ASN, komunitas, dan pelaku bisnis online se – NTB. Webinar ini juga menghadirkan pemateri dari perwakilan Kemkominfo RI, Facebook Indonesia, perwakilan organisasi masyarakat, hingga relawan TIK.

novita, @diskominfotikntb




Pemerintah Dorong Transformasi TV Digital

Negara-negara di dunia telah memanfaatkan hasil efisiensi spektrum frekuensi yang dihasilkan dari digitalisasi penyiaran televisi untuk meningkatkan akses internet kecepatan tinggi

MATARAM.lombokjurnal.com — – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendorong transformasi teknologi televisi analog ke televisi digital.

Pemerintah ingin mengalihkan ke televisi digital agar pemanfaatan frekuensi dapat lebih efisien.

Selain itu, transformasi TV Digital juga akan mendorong menciptakan lapangan kerja diberbagai bidang. Salah satunya inovasi pembuatan konten-konten kreatif.

“Sudah tidak ada alasan bagi kita untuk menunda proses migrasi digitalisasi dari TV analog ke TV Digital,” kata Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Saat itu wagub membuka webinar Sosialisasi Televisi Digital di Provinsi NTB dengan tema “Indonesia Goes To Digital”,  di Pendopo Wakil Gubernur, Rabu (02/09/20).

Sehingga kata Ummi Rohmi, sapaan akrab Wakil Gubernur, terjadinya migrasi dari era penyiaran analog menuju era penyiaran digital, akan mendorong tersedianya saluran siaran yang lebih banyak,.

Sehingga membuka peluang lebih luas bagi para pelaku penyiaran dalam menjalankan fungsinya dan dapat memberikan peluang lebih banyak bagi masyarakat luas untuk terlibat dalam industri penyiaran ini.

“Sekali lagi, melangkah ke Digitalisasi adalah keharusan yang terus dikejar bersama seluruh pihak termasuk regulasi dan aturannya untuk segera dihadirkan,” tegas Ummi Rohmi.

Indonesia jauh tertinggal

Dalam video testimoninya Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate memaparkan alasan penting percepatan digitalisasi televisi sebagai bagian dari prioritas digitalisasi nasional.

“Percepatan digitalisasi televisi adalah sebuah keharusan dengan beberapa alasan,” ungkapnya.

Alasan pertama, dari sisi perkembangan digitalisasi penyiaran global, Indonesia jauh tertinggal dalam proses digitalisasi televisi sistem terestrial.

Bahkan, beberapa negara di Eropa sudah selesai dengan  proses digitalisasi televisi lebih dari satu dekade lalu.

Negara-negara di Asia seperti Jepang telah menyelesaikan proses digitalisasinya di tahun 2011 dan  Korea Selatan di tahun 2012.

Thailand dan Vietnam pun sudah memulai penyelesaian ASO secara bertahap di tahun 2020 ini. Malaysia dan Singapura sudah selesai dengan ASO secara nasional di tahun 2019.

“Sekarang, masyarakat di sana telah dapat menikmati siaran televisi dengan teknologi digital, dengan kualitas gambar dan suara yang sangat baik, serta menikmati pilihan program siaran yang lebih beragam,” ungkap Jhonny

Kedua, dari sisi arah kebijakan nasional, Presiden Joko Widodo telah mencanangkan percepatan transformasi digital Indonesia.

Ketiga, dari sisi kepentingan publik, proses digitalisasi televisi yang dikenal sebagai Analog Switch-Off atau ASO ini harus ditempuh dan disegerakan, demi menghasilkan kualitas penyiaran yang lebih efisien dan optimal untuk kepentingan seluruh masyarakat Indonesia.

Keempat, dari sisi kepentingan industri penyiaran, disrupsi teknologi menuntut para pelaku industri di sektor ini untuk menyesuaikan pola bisnisnya, agar sejalan dengan perkembangan era digital.

Hal ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha para pelaku bisnis dan investor bidang penyiaran.

Kelima, dari sisi nilai tambah dalam penataan frekuensi, dengan percepatan digitalisasi, frekuensi dapat ditata ulang dan dimanfaatkan untuk penyediaan layanan lain terutama untuk layanan publik dan layanan internet cepat.

Negara-negara di dunia telah memanfaatkan hasil efisiensi spektrum frekuensi yang dihasilkan dari digitalisasi penyiaran televisi untuk meningkatkan akses internet kecepatan tinggi.

“Pita frekuensi 700 MHz yang adalah rentang yang digunakan untuk siaran televisi terestrial di seluruh dunia, merupakan pita frekuensi “emas” karena ideal untuk layanan akses internet broadband,” jelas Menteri Johnny.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kemenkominfotik RI Ir. Geryantika Kurnia, M.Eng, MA, menegaskan, proses migrasi TV Digital harus segera dilakukan.

“Karena tahun 2020 ini, hanya Indonesia dan Timur Leste di Asia yang masih menggunakan TV Analog,” tuturnya.

Menurut data Kominfo, terdapat 30 stasiun TV Analog yang ada di NTB. Harapannya Pemda dapat mendorong untuk segera migrasi ke digital.

“Penyiaran TV Digital ini memiliki kualitas gambar dan suara jauh lebih baik dibandingkan siaran analog,” tuturnya.

BACA JUGA ;  

Literasi Digital Penting untuk Tetap Aman dan Produktif saat Pandemi

Kegiatan sosialisasi daring yang dipandu Ketua KPID Provinsi NTB Yusron Saudi,  ST., M. Pd ini turut menghadirkan berbagai narasumber.

Seperti Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat Agung Supriyo, Dosen Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Mataram Dr. H. Kadri, M.Si , Direktrur Teknik TVRI Supriyono dan Ketua ATDSI Eris Munandar.

edy@diskominfotik_ntb