Gubernur Puji Bank NTB Syariah, Salah Satu Bank Daerah Terbaik di Indonesia

Di Bank NTB Syariah juga terdapat edukasi yang tidak kalah menarik. Kata “Syariah” tidak lagi menjadi kata yang menjadi momok dan menakutkan bagi sebagian kalangan

MATARAM.lombokjournal.com —  Bank NTB Syariah memiliki predikat yang sangat bagus dalam jajaran bank umum kegiatan usaha (BUKU) 2 dengan asset di bawah Rp 10 triliun.

Majalah Infobank edisi September menulis, sebanyak 17 bank menghuni kelompok BUKU 2. Sebanyak tujuh bank berhasil meraih predikat sangat bagus, termasuk Bank NTB Syariah.

H Zulkieflimansyah

Atas presasinya itu, Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah memberikan pujian pada Bank NTB Syariah.

Bank NTB Syariah baru pertama di-rating oleh Biro Riset Infobank (BIRII) sejak konversi tahun 2018,  langsung memimpin dengan menempati urutan pertama.

Di akhir Agustus kemarin, Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo serta Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah berhasil mendapatkan penghargaan dalam ajang bergengsi TOP BUMD Awards 2020, yang digelar oleh Top Business bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah dan sejumlah lembaga lainnya.

Gubernur NTB mendapatkan anugerah sebagai TOP Pembina BUMD. Direktur Utama Bank NTB Syariah H. Kukuh Rahardjo  seabagai TOP CEO BUMD 2020. Sedang Bank NTB Syariah meraih TOP BUMD Awards 2020 Bintang 4.

Top BUMD Awards merupakan penghargaan yang diberikan kepada BUMD-BUMD terbaik di Indonesia, atas achievement (prestasi), improvement (perbaikan), dan contribution (kontribusi) yang telah dilakukan oleh BUMD terkait kinerja bisnis, layanan, dan kontribusi BUMD terhadap perekonomian daerah.

Bank Daerah Terbaik

Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah,  Minggu (06/09/20), mengatakan tantangan menjadi Bank Syariah tidaklah mudah dan sederhana.

Namun dengan manajemen yang baik dan kinerja yang terukur, Bank NTB Syariah mampu memupus semua keraguan dan kini menjadi salah satu Bank Daerah Terbaik di Indonesia.

Gubernur menuturkan,  ketika ia  jadi Pimpinan di Komisi XI DPR RI yang membidangi Keuangan dan Perbankan, OJK sempat mengingatkan Bank NTB agar berhati-hati mengubah diri menjadi Bank Syariah.

“Karena kalau gagal, tidak bisa lagi balik menjadi Bank Konvensional. Alhamdulillah dengan manajemen yang baik dan kinerja yang terukur, Bank NTB Syariah mampu memupus semua keraguan dan kini menjadi salah satu Bank Daerah Terbaik di Indonesia,” puji Gubernur.

Gubernur mengatakan, di Bank NTB Syariah juga terdapat edukasi yang tidak kalah menarik. Kata “Syariah” tidak lagi menjadi kata yang menjadi momok dan menakutkan bagi sebagian kalangan.

Karena selama ini, cukup sering jika ada lembaga keuangan yang bernuansa syariah, karena pemahaman yang dangkal dan kurang tepat, orang jadi ragu dan takut.

“Syariah sudah sering identik dengan intoleransi, kurang bersahabat dengan pemeluk keyakinan yang berbeda, dan lain sebagainya,” terangnya.

Namun di Bank NTB Syariah, semua ditunjukkan dengan sangat profesional. Meskipun telah dikonversi dari Bank Konvensional menjadi Bank Syariah, Bank NTB Syariah tetap memberikan kesempatan bagi masyarakat yang non Muslim untuk berkiprah bahkan menjadi Pimpinan.

“Dan dengan berinteraksi secara langsung, pemaknaan kata Syariah menjadi indah dan memberi ruang bagi semua. Tentu Ini sangat membanggakan kita semua. Sekali lagi, selamat kepada Bank NTB Syariah atas kinerjanya yang luar biasa. Perjalanan panjang, memang selalu harus di mulai dgn langkah pertama,” tutupnya.

BACA JUGA ;  Prestasi Bank NTB Syariah Diapresiasi Komisi III DPRD NTB

Dirut Bank NTB Syariah H. Kukuh Rahardjo sebelumnya mengatakan, tiga perhargaan yang diraih dalam TOP BUMD Award 2020 akhir Agustus lalu, akan semakin memacu semangat seluruh insan Bank NTB Syariah untuk bekerja maksimal.

Pihaknya berupaya memberikan yang terbaik, serta menghadirkan beragam terobosan kreatif dan inovatif, dalam memberikan layanan kepada seluruh nasabah dan stakeholder NTB Syariah serta meningkatkan performa usaha.

“Meski masih dihadapkan pada situasi ekonomi dan dunia usaha yang terpuruk akibat pandemi Covid-19, Bank NTB Syariah tetap mampu bertahan, dan tetap menunjukan performa positif, karena terus menghadirkan beragam solusi kreatif dan inovatif dari layanan dan jasa yang dikelola,”ujar Kukuh.

HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 05 September 2020, Bertambah 19 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 21 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

Dari empat indikator pengendalian infeksi Covid-19 Provinsi NTB, kita baru bisa memenuhi satu indikator yang sudah baik yakni kesembuhan 75,9 persen  dari standard 69 persen

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dan Laboratorium TCM RSUD Domp mengkonfirmasi, ada tambahan 19 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Sabtu (05/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 190 sampel dengan hasil 163 sampel negatif, 8 (delapan) sampel positif ulangan, dan 19 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 21 orang, kasus kematian 1 (satua) orang

Dijelaskan, adanya tambahan 19 kasus baru terkonfirmasi positif, 21 tambahan sembuh baru dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (5/9/2020) sebanyak 2.845 orang, dengan perincian 2.178 orang sudah sembuh, 168  meninggal dunia, serta 499 orang masih positif.

Dikatakan, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

TAMBAHAN 19 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 21 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2827, an. ME, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima;
  2. Pasien nomor 2828, an. M, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  3. Pasien nomor 2829, an. N, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Paradowane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  4. Pasien nomor 2830, an. FR, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa dan Puskesmas Taliwang;
  5. Pasien nomor 2831, an. S, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Desa Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belumteridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa dan Puskesmas Maluk;
  6. Pasien nomor 2832, an. H, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa dan Puskesmas Maluk;
  7. Pasien nomor 2833, an. KMA, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2800. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  8. Pasien nomor 2834 an. DS, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2656. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya dan Puskesmas Kopang;
  9. Pasien nomor 2835, an. MNAG, laki-laki, usia 5 tahun, penduduk Keluraahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  10. Pasien nomor 2836, an. M, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram;
  11. Pasien nomor 2837, an. T, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Seganteng;
  12. Pasien nomor 2838, an. TNS, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Seganteng;
  13. Pasien nomor 2839, an. M, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Peneda Gandor,Kecamatan Labuan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 2840, an. D, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Lenek, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 2841, an. D, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Bagik Nyaka  Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  16. Pasien nomor 2842, an. M, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 2843, an. PW, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Seganteng;
  18. Pasien nomor 2844, an. HH, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Seganteng;
  19. Pasien nomor 2845, an. RP, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Seganteng.

Hari Sabtu terdapat penambahan 21 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 683, an. RDA, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1574, an. IMAJ, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1889, an. MA, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1899, an. S, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Parampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 2269, an. AP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 2322, an. NRTS, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  7. Pasien nomor 2336, an. N, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 2397 an. N, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 2459, an. IS, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 2496, an. S, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 2538, an. N, perempuan, usia 73 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 2558, an. SH, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  13. Pasien nomor 2576, an. M, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur;
  14. Pasien nomor 2578, an. YM, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  15. Pasien nomor 2593, an. INS, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk ber-KTP Kabupaten Gianyar,Bali. Pasien saat ini berdomisili di Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  16. Pasien nomor 2594, an. I, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk berdomisili di Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  17. Pasien nomor 2612, an. H, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Pematung, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur;
  18. Pasien nomor 2614, an. K, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa,Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 2623, an. MZF, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 2672, an. A, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 2738, an. D, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Sabtu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 2431, an. M, perempuan, usia 76 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Sekda NTB sebagai Ketua Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, hingga hari ini perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat cukup dapat terkendali dengan baik.

Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari komitmen dan upaya pemerintah kabupaten/kota se-NTB bersama dengan aparat TNI dan Polri yang tidak kenal lelah terus berupaya melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran dan penanganan Covid-19, di antaranya adalah melakukan contact tracing serta edukasi kepada masyarakat.

Namun demikian,  dari empat indikator pengendalian infeksi Covid-19 Provinsi NTB, kita baru bisa memenuhi satu indikator yang sudah baik yakni kesembuhan 75,9 persen  dari standard 69 persen.

Untuk indikator kematian masih 5,8 persen dibandingkan standard 3,3 persen, positif rate 10,5 persen dibandingkan standard 5 persen, serta komparasi tracing dibandingkan isolasi NTB 7,3 dibandingkan dengan standard 30.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




BASECAMP SENARU: Penginapan Gratis Bagi Pendaki Rinjani Jalur Senaru, Lombok Utara

Tidak menarik bayaran dipilih Nursaad dengan kesadaran bahwa para pendaki menginginkan penginapan dengan suasana guyub

TANJUNG.lombokjournal.com — Basecamp Senaru terletak di gerbang pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani Dusun Senaru Desa Senaru Kabupaten Lombok Utara.

Terletak di kawasan gerbang pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani, Basecamp Senaru menjadi primadona para pendaki untuk menginap.

Baik mereka yang bersiap mendaki maupun mereka yang baru turun.

Nursaad dan Istri

Alasan penginapan Basecamp Senaru digandrungi pendaki karena pemiliknya tidak menarik bayaran, seberapapun lamanya pendaki menginap.

Mereka hanya membayar makanan dan kopi. Itupun jika memesan.

Pemiliknya bernama Nursaad, sosok sederhana yang banyak dikenal pendaki Rinjani. Baik pendaki lokal, nasional pun mancanegara.

Pada kondisi normal, pendaki yang menginap di Basecamp Senaru bisa mencapai angka seratusan. Tidak satupun dari pendaki yang menginap itu dimintai bayaran.

Kepada lombokjournal.com, Nursaad menjelaskan, jika konsep tidak memungut bayaran telah berlangsung 10 tahun, Sejak 2010 lalu.

Ditanya apakah tidak mengalami kerugian? Ia menjawab tidak.

Keuntungan didapatkan dari menjual makanan dan kopi. Semakin banyak tamu, jualan pun semakin banyak laku.

Meski murah, karena banyak pembeli, lebih dari cukup untuk terus melangsungkan kegiatan usaha.

Hal tersebut belum ditambah penjualan cinderamata dan biji kopi yang ia produksi. Ada tiga jenis biji kopi yang diproduksi Nursaad: Robusta, Arabika, dan Plung.

“Ada tiga jenis kopi, Arabika, Robusta dan Plung. Plung hasil stek Robusta dan Malangsari. Itulah yang menghasilkan Plung,” terangnya.

Tidak menarik bayaran dipilih Nursaad dengan kesadaran bahwa para pendaki menginginkan penginapan dengan suasana guyub.

Suasana yang tidak didapatkan ketika ia mengambil bayaran. Sebab pasti ada jarak antara penginap dengan pemilik.

“Kan mereka ingin ngobrol. Saya menjelaskan tentang jalur pendakian. Itu tidak bisa didapatkan jika mereka menginap di hotel,” katanya.

Diakui, dalam satu tahun, ada 1.500 kartu nama yang ia edarkan ke pengunjung penginapannya. Jika dikalkulasikan dalam 10 tahun, telah mencapai angka 15.000.

Jumlah sebanyak itu sudah lebih dari cukup untuk tidak mengambil langkah promosi usaha secara konvensional melalui media masa maupun media sosial.

Dijelaskan, saat ini ia memiliki jaringan persahabatan lintas budaya. Baik dari Indonesia dan dari mancanegara.

Dari jaringan persahabatan itu, banyak manfaat diperolehnya. Bahkan pernah diminta ikut ke Mekkah tanpa mengeluarkan ongkos sepeserpun.

Tawaran yang kemudian ditolak Nursaad dengan alasan memiliki ketakutan menaiki pesawat terbang.

“Saya takut naik pesawat,” jelasnya.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, para pendaki yang naik ke Gunung Rinjani memang tengah sepi. Sepi pendaki berpengaruh pada sepinya penginapan.

Untuk mengisi waktu, Nursaad mengembangkan produksi biji kopi. Harganya mulai dari 100.000 ribu rupiah sampai 150.000 per kilogram biji kopi.

“Robusta yang proses natural 100.000, yang wine, 150.000 yang honey 120.000,” paparnya.

Ast




HBK Minta Cakada yang Diusung Gerindra Bertarung Ksatria, Santun dan Demokratis

Pilkada bukan sekadar medan pertempuran menentukan pemenang, tapi wadah demokrasi untuk menentukan siapa yang layak memimpin rakyat ke arah kesejahteraan

lombokjurnal.com —

JAKARTA ;  Pilkada serentak 2020 sudah dimulai dengan masuknya tahap pendaftaran para calon, baik Bupati dan Wakil bupati  maupun Walikota dan Wakil Walikota.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD)  Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono menyampaikan apresiasi, selamat dan dukungan semangat kepada para Cakada jagoan Partai Gerindra.

Pria tegas yang kerap disapa Samurai Prabowo ini, meminta para calon Kepala Daerah (Cakada) yang diusung Partai Gerindra di wilayah NTB untuk bertarung dengan cara-cara yang ksatria, cara-cara yang santun, dan demokratis dalam merebut hati masyarakat dan meraih kemenangan.

“Bertarunglah secara ksatria, dan jangan halalkan segala cara. Rebut hati rakyat, dan dapatkan mandat mereka. Turun terus dan serap aspirasinya, wujudkan segera setelah kemenangan bersama kita,”  tegas HBK, Sabtu (05/09/20).

Petinggi Gerindra ini mengatakan, Partai Gerindra  sangat konsisten dalam mengusung dan mendukung para Cakadanya di Pilkada serentak tahun 2020 ini.

Partai Gerindra konsisten dan tetap berada pada track dukungan sejak langkah pertama, yaitu sejak para calon diusulkan oleh Desk Pilkada DPD Partai Gerindra NTB, hingga para Cakada mendapatkan SK B1.KWK.

“Kita patut berbangga bahwa kita telah menunjukan konsistensi kita dalam membangun komitmen dengan para Cakada yang kita usung. Mulai dari mereka ditetapkan sebagai bakal calon oleh Desk Pilkada DPD Partai Gerindra Prov. NTB, sampai dengan keluarnya dokumen B1KWK. Tidak ada satupun Cakada yg bergeser, apalagi yang kita tinggalkan,” ujarnya Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

Menurutnya, konsistensi  Partai Gerindra dalam berkomitmen dengan para Cakada yang diusung, telah memberikan kepastian dalam perjuangan mereka.

“Kepastian ini sangat penting dalam menjaga momentum dan memelihara semangat bertarung dalam mencapai keberhasilan Pilkada,” jelasnya.

HBK mengungkapkan, sepanjang proses usulan hingga penetapan dukungan, banyak lika liku dan tantangan serta godaan yang datang dengan berbagai tawaran.

Namun Partai Gerindra bergeming, dan konsisten dengan komitmennya.

“Begitu besar tantangan dan godaan yang kita hadapi di akhir-akhir penentuan Cakada mana yang akan kita dukung. Dan alhamdulillah, kita telah dapat melewati dan mengatasinya secara baik dan membanggakan. Tidak ada satu pun Cakada yang diajukan oleh Desk Pilkada DPD Partai Gerindra NTB ke DPP Partai Gerindra yang bergeser, yang kita tinggalkan apalagi yang kita main-mainkan. Kita sangat konsisten dalam mengawal keputusan2 kita,” urai HBK.

HBK menekankan, agar para Cakada jagoan Gerindra juga punya semangat dan komitmen yang sama.

Menurutnya, Pilkada bukan sekadar medan pertempuran menentukan siapa yang menang, tetapi wadah demokrasi untuk menentukan siapa yang layak memimpin dan membawa rakyat ke arah kesejahteraan.

“Tetaplah komit dan konsisten berbuat yang terbaik untuk rakyat. Sekali melangkah harus sampai tuntas menang, dan in syaa Allah kita bisa,”  tukas HBK.

Me




Parade Seni Budaya Multi Etnis Mengiringi Selly-Manan Daftar ke KPU

Iring iringan dan atraksi seni budaya itu juga untuk memastikan, pasangan Selly – Manan merangkul semua masyarakat untuk bersama membangun Kota Mataram

MATARAM.lombokjournal.com — Parade seni dan budaya multietnis mengiringi pasangan Calon Walikota Mataram dan Calon Wakil Walikota Mataram, Hj. Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan saat mendaftar di KPU Kota Mataram, Sabtu (05/09/20) pagi).

Parade budaya multietnis itu di antaranya Bale Ganjur, Rudat, Hadrah, Cilokak, Perkusi dan Barongsai. Masing-masing atraksi seni budaya mewakili sebagian besar etnis di Kota Mataram.

Di belakang parade seni tradisi itu, ribuan massa pendukung dengan gembira mengawal Selly-Manan.

Kegembiraan dan keceriaan massa pendukung, kader partai pengusung, dan para relawan berbaur dengan pertunjukan seni budaya yang digelar khusus mengiringi Selly-Manan.

Selly-Manan berjalan kaki dari Kantor DPD PDI Perjuangan menuju Kantor KPU Kota Mataram di jalan

Selly menggunakan busana khas dengan jilbab hijau dibaluti pakaian putih. Begitu juga TGH Manan menggunakan busana putih penuh kharisma.

Pertunjukan atraksi seni budaya kemudian digelar di depan kantor KPU Kota Mataram, di saat Selly-Manan melakukan pendaftaran didampingi tim pemenangan.

Iringan parade budaya multietnis itu bukan tanpa alasan. Selly-Manan ingin agar kesenian di Kota Mataram bisa terus dilestarikan.

“Sebagai Kota yang penduduknya sangat heterogen, tentu Kota Mataram ini adalah Kota yang kaya seni dan budaya. Hari ini pertunjukan seni budaya ini sebagai penyemangat bahwa kita semua harus bisa melestarikan budaya,” kata Selly Andayani.

Selain itu iring iringan dan atraksi seni budaya itu juga untuk memastikan, pasangan Selly – Manan merangkul semua masyarakat untuk bersama membangun Kota Mataram, tak pandang latar belakang etnis dan agama.

Parade budaya multietnis dan atraksi Happening Art  di depan kantor KPU Kota Mataram juga dihajadkan untuk memberi hiburan dan tontonan kesenian bagi masyarakat dan relawan Selly-Manan yang ikut datang mengiringi pasangan ini mendaftar.

Hal ini bisa menjadi penyemangat baru sekaligus memberi kesegaran baru bagi masyarakat yang mengantar Selly-Manan mendaftar.

“Intinya mereka bisa menikmati tontonan atraksi budaya kita, sekaligus menghibur masyarakat. Apalagi kan sudah banyak kejenuhan masyarakat yang terbatas kemana-mana di masa pandemi Covid 19,” ujarnya.

Calon Wakil Walikota Mataram TGH Abdul Manan mengatakan, keberagaman etnis dan agama di Kota Mataram akan menjadi modal yang kuat dalam membangun kebersamaan sosial di Kota ini.

“Masyarakat kita sangat beragam, heterogen. Nah kebersamaan lintas etnis ini bisa direkat dengan seni dan budaya. Ini yang Selly Manan ingin tunjukan bahwa kami merangkul semua, karena konsep pembangunan partisipatif hanya bisa berhasil jika ada kebersamaan yang kokoh antar masyarakat,” katanya.

Parade dan atraksi seni budaya multietnis yang digelar mengiringi prosesi pendaftaran Selly-Manan ke KPU Kota Mataram menunjukan bahwa Pilkada tak melulu ansih soal politik yang kaku dan penuh manuver intrik.

Namun harusnya menjadi pesta demokrasi bersama yang santun dan menciptakan kegembiraan dan suka cita layaknya sebuah pesta.

Di tengah proses verifikasi berkas, Selly-Manan tidak lupa menghampiri ribuan massa pendukung di depan kantor KPU Kota Mataram.

Di atas kendaraan bak terbuka Selly mengucapkan terimakasih kepada para pendukung yang telah mengantarkan dirinya dan TGH Manan mendaftar.

“Semoga Allah SWT, Tuhan yang maha esa mewujudkan ikhtiar kita. Allahuakbar!” Pekiknya.

“Semoga kemenangan ada di paket Salam (Selly-Manan) untuk menunjukkan Mataram yang berkah cemerlang,” imbuhnya.

Sementara TGH Manan dengan semangat berapi memekikkan semangat kepada para relawan. Ia juga memimpin doa bersama di sana.

“Hari ini kita sudah masuk di KPU. Semoga ikhtiar dan usaha menjadikan Kota Mataram berkah diijabah oleh Sang Maha Kuasa,” ujarnya.

Selly-Manan juga menggelar konferensi pers di tengah proses penelitian berkas oleh KPU. Ia mengatakan telah memiliki kursi yang cukup setelah didukung dua partai, yaitu PDIP dan PKS.

“Alhamdulillah pagi hari ini saya Hj Putu Selly bersama TGH Abdul Manan melaksanakan tugas pendaftaran. Alhamdulillah berkas sedang diteliti oleh KPU dan kami siap menanti untuk langkah selanjutnya,” katanya.

“Kami sepakat memberi nama paket Salam atau Selly-Manan. Semoga masyarakat Kota Mataram selalu mengingat Salam. Kami ingin mewujudkan Mataram berkah dan cemerlang. Kami didukung dua partai yaitu PDIP dan PKS dengan kuota kursi sudah cukup,” imbuh Selly.

Ketua KPU Kota Mataram, M. Husni Abidin, mengatakan setelah melakukan serangkaian penelitian berkas, akhirnya berkas Selly-Manan dinyatakan diterima.

“Berdasarkan pemeriksaan berkas maka KPU menyatakan Paslon Selly-Manan diterima. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan dan psikologi,” katanya.

Me




Berziarah ke Makam para Aulia, Selly-Manan Ingatkan Manusia Bukan Saja Insan Dunia

Selly-Manan berziarah ke makam TGH Muhammad Amin, TGH Abdul Hamid Al Makki dan TGH Mustafa Faisal. Ketiga ulama tersebut adalah ulama dari Lombok yang lahir dan besar di Kota Suci Makkah

MATARAM.lombokjournal.com — Pagi ini, bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan akan mendaftar di KPU Kota Mataram.

Sehari sebelum mendaftar, di hari Sayyidul Ayyam, Jumat  (04/09/20), pasangan Selly-Manan (SALAM) menggelar ziarah ke makam para Aulia di Kota Mataram.

Selly-Manan mengawali ziarah ke makam TGH Abhar Muhidin, Pendiri Pondok Pesantren Darul Falah, di Pagutan.

Kedatangan Selly-Manan disambut hangat dan takzim oleh keluarga dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah.

Lantunan Salawat dari para santri juga mengiringi ziarah pada pagi Penghulu Hari tersebut.

Di dalam makam ulama kharismatik Nahdlatul Ulama yang berada di area utama Ponpes, TGH Abdul Manan memimpin dzikir.

Keduanya kemudian larut dalam doa yang khusyuk.

Usai berdoa, Selly-Manan beranjak ke pusara TGH Abhar Muhidin. Dan kembali memanjatkan doa.

“Ziarah ini untuk mengingatkan kami bahwa manusia bukan saja insan dunia. Tapi sebagai makhluk Allah yang pasti menghadap kematian,” kata Selly.

Ziarah ke makam para Aulia, kata Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 ini, adalah kewajiban bagi insan yang masih hidup.

Sejarah pula telah mencatat, semasa hidupnya para alim ulama dan orang-orang saleh tersebut telah berbuat banyak untuk umat. Hatinya mulia, perilakunya juga mulia.

“Kami ingin mendapatkan tabarruk. Ingin mendapatkan keberkahan,” imbuh Selly.

Usai ziarah, istri TGH Mustiadi Abhar, pengasuh Ponpes Darul Falah menghampiri Selly. Keduanya berbincang akrab dan berbagi salam. Rupanya tuan rumah sudah menyiapkan jamuan. Selly dan TGH Abdul Manan dirangkul untuk masuk ke dalam rumah. Berbincang dengan hangat.

Dari Ponpes Darul Falah, ziarah kemudian dilanjutkan ke Makam TGH Mustafa Kamal, salah seorang ulama kharismatik dari Sekarbela. Di makam ulama ahli Fiqih yang lahir pada pertengahan tahun 1700-san itu, Selly-Manan juga berdzikir dan berdoa dengan khusyuk.

Dari Sekarbela, ziarah berlanjut ke makam Datuk Asysyaikh TGH Ahmad Tretetet bin TGH Umar Kelayu di Karang Kelok.

Sejumlah warga sudah menunggu kedatangan Selly-Manan di sana. Mereka pun ikut berziarah dan berdoa di makam ulama yang wafat pada 19 Desember 1985 tersebut.

Usai dari Karang Kelok, ziarah lalu dilanjutkan ke Pejeruk, Ampenan. Di sana, Selly-Manan berziarah ke makam TGH Muhammad Amin, TGH Abdul Hamid Al Makki dan TGH Mustafa Faisal. Ketiga ulama tersebut adalah ulama dari Lombok yang lahir dan besar di Kota Suci Makkah.

Dalam catatan sejarah, TGH Muhammad Amin adalah ulama kharismatik dari Lombok yang mengajar di Masjidilharam dan memiliki murid dari berbagai belahan dunia.

Me




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 04 September 2020, Bertambah 19 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 25 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) orang

Hasil contact tracing yang dilakukan, penularan melalui transmisi lokal masih terjadi. Bahkan di luar daerah di kota-kota besar lainnya penularan wabah Covid-19 justru semakin tidak terkendali

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD  Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD dr. R. Soedjono Selong, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi, ada tambahan 19 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (04/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 214 sampel dengan hasil 182 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 19 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 25orang, kasus kematian 2 (dua) orang..

Dijelaskan, adanya tambahan 19 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 25 tambahan sembuh baru dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (4/9/2020) sebanyak 2.826 orang, dengan perincian 2.157 orang sudah sembuh, 167 meninggal dunia, serta 502 orang masih positif.

Menurut Lalu Gita, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

TAMBAHAN 19 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 25 ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2808, an. B, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2809, an. AAYW, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 2810, an. JH, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 2811, an. I, perempuan, usia 34 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Dompu Barat, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Dompu;
  5. Pasien nomor 2812, an. I, perempuan, usia 1,5 tahun, penduduk Desa Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2350. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Dompu;
  6. Pasien nomor 2813, an. TS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Songkar, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2793. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir;
  7. Pasien nomor 2814, an. LSK, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2793. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir;
  8. Pasien nomor 2815 an. H, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Leseng, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2793. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir;
  9. Pasien nomor 2816, an. FE, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2793. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir;
  10. Pasien nomor 2817, an. F, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung;
  11. Pasien nomor 2818, an. H, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Madana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung;
  12. Pasien nomor 2819, an. M, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Madana, KecamatanTanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung;
  13. Pasien nomor 2820, an. S, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  14. Pasien nomor 2821, an. AO, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  15. Pasien nomor 2822, an. AQY, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  16. Pasien nomor 2823, an. U, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dunia;
  17. Pasien nomor 2824, an. MN, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  18. Pasien nomor 2825, an. DA, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur,Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  19. Pasien nomor 2826, an. S, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram.

Hari ini terdapat penambahan 25 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1262, an. SARH, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Panji Sari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  2. Pasien nomor 1434, an. HAH, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1949, an. RB, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 2343, an. S, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Montong Terep, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  5. Pasien nomor 2438, an. RTH, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Tiwugalih,Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 2446, an. WN, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji,Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 2483, an. A, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Renteng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  8. Pasien nomor 2492, an. M, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  9. Pasien nomor 2495, an. S, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  10. Pasien nomor 2519, an. A, perempuan, usia 73 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 2533, an. M, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara;
  12. Pasien nomor 2589, an. AN, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  13. Pasien nomor 2590, an. MJS, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  14. Pasien nomor 2600, an. S, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 2608, an. LHH, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  16. Pasien nomor 2617, an. S, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  17. Pasien nomor 2620, an. SAT, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  18. Pasien nomor 2622, an. TAS, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 2625, an. AW, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 2629, an. FRP, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  21. Pasien nomor 2661, an. R, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sayang-sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 2736, an. ASW, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  23. Pasien nomor 2747, an. LRS, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  24. Pasien nomor 2755, an. D, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Suntalangu, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur;
  25. Pasien nomor 2768, an. J, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Jum’at ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 2678, an. NWS, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 2823, an. U, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian GuguS Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir trend kesembuhan terus meningkat dan temuan kasus positif baru cenderung menurun.

“Kondisi ini tentu harus kita jaga dengan cara tidak mengendurkan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam melaksanakan protokol kesehatan,” katanya.

hasil contact tracing yang dilakukan, penularan melalui transmisi lokal masih terjadi. Bahkan di luar daerah di kota-kota besar lainnya penularan wabah Covid-19 semakin tidak terkendali.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Sat Pol PP Gencar Sosialisasi Perda Penanggulangan Penyakit Menular

Perda No 7 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Penyakit Menular efektif berlaku mulai l 14 September, yang tak menggunakan masker di tempat umum dikenakan sanksi denda

MATARAM.lombokjournal.com –  Sat Pol PP Provinsi NTB bersama dengan Pol PP Kota Mataram, serta TNI/Polri sudah gencar melakukan sosialisasi Perda No 7 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Penyakit Menular, di sejumlah tempat.

“Jumat hari ini kami lakukan sosialisasi bersama TNI, Pol PP Kota Mataram dengan memberikan brosur berisi sanksi bagi masyarakat dan ASN yang tak pakai masker. Sosialisasi kami lakukan di perempatan Kantor Gubernur,”  kata Kepala Sat Pol PP Provinsi NTB Drs. Tri Budi Prayitno, M.Si Jumat (04/09/20).

 

Tri Budi mengatakan, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB selalu minta asyarakat NTB tidak bosan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Masker ini sangat efektif untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Tanpa kesadaran dan partisipasi seluruh pihak untuk secara bersama sama menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian kehidupan kita saat ini dan ke depan hingga tersedianya vaksin, maka berbagai ikhtiar yang telah kita lakukan selama ini menjadi sia-sia,” terangnya.

Sudah banyak masyarakat di NTB yang menjadi korban Covid-19, kondisi ekonomi juga sangat terdampak. Termasuk kehidupan sosial dan kemasyarakatan, proses pendidikan dan berbagai sendi kehidupan sudah terdampak.

“Mari kita disiplin terapkan protokol kesehatan. Mari selalu pakai masker, senantiasa cuci tangan di air mengalir dengan menggunakan sabun, dan senantiasa menjaga jarak serta menghindari kerumununan. Maskerku melindungi mu – maskermu melindungi ku,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, dalam Perda No 7 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Penyakit Menular secara efektif akan ditegakkan mulai tanggal 14 September mendatang, masyarakat umum yang tak menggunakan masker di tempat umum bisa dikenakan sanksi denda sebesar Rp 100 ribu.

Sanksi berupa sanksi sosial akan dikenakan pada saat operasi penertiban digelar.

Bagi ASN yang tak menggunakan masker di tempat umum, dendanya lebih besar yaitu Rp 200 ribu.

Sedang bagi penyelenggara kegiatan bila tidak mempraktekkan protokol Covid bisa didenda Rp 250 ribu.

Bagi pengurus atau penanggung jawab fasilitas umum yang tidak melaksanakan kewajiban dalam rangka penanggulangan penyakit menular akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 400 ribu.

HmsNTB

 




PKS NTB Targetkan, 80 Persen Kemenangan di Pilkada Serentak NTB 2020

Kabupaten Lombok Tengah mendapat atensi khusus Yek Agil. Hal tersebut karena alotnya komunikasi politik dengan mitra koalisi

MATARAM.lombokjournal.com –

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB melalui Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW), Yek Agil menargetkan 80 persen kemenangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak NTB 2020 mendatang.

Disampaikan, untuk mencapai target, pihaknya bersama mitra koalisi akan menggerakkan segenap mesin partai agar sama-sama bekerja keras.

“PKS akan all out untuk menggerakkan semua sumber daya partai dan juga basis-basis suara untuk memenangkan Pilkada serentak 2020 di NTB  termasuk Lombok Tengah. PKS menargetkan inshaa Allah 80 persen kemenangan Pilkada serentak 2020 di NTB,” terangnya.

Seperti diketahui, ada tujuh Kabupaten/Kota di NTB yang akan memilih kembali Kepala Daerah.

Dari tujuh Kabupaten/Kota tersebut, kabupaten Lombok Tengah mendapat atensi khusus Yek Agil. Hal tersebut karena alotnya komunikasi politik dengan mitra koalisi.

Bubarnya Koalisi PKS-PKB

Sebelumnya DPD PKS Lombok Tengahh menggandeng PKB sebagai mitra koalisi.

Peresmian Koalisi PKS-PKB bahkan sempat dihelat di Hotel Aston Mataram.

Kepada lombokjournal.com kala itu, Yek Agil menyampaikan koalisi PKS-PKB tinggal menentukan figur Pasangan Calon (Paslon)

Sebab masing-masing memiliki enam kursi di parlemen Lombok Tengah. Jika dijumlahkan, kursi parlemen kedua partai lebih dari cukup sebagai syarat mengusung Paslon.

“PKS dan PKB masing-masing enam kursi. Total 12 kursi. Sudah lebih dari cukup mengusung calon Bupati dan Wakil (Bupati). Tahapan selanjutnya adalah seleksi bersama calon yang akan diusung,” ujar Yek Sabtu, (01/08/2020) yang lalu.

Oleh perjalanan waktu, kedua partai berasas Islam tersebut memilih berseberangan. Membuat PKS memilih PAN, Hanura dan Berkarya sebagai mitra koalisi.

Alotnya proses komunikasi guna menemukan mitra koalisi yang cocok membuat Yek Agil akan berusaha habis-habisan guna memenangkan Paslon Masrun-Habib di Pilkada Lombok Tengah.

“Khusus Lombok Tengah, dengan berbagai macam halangan yang dilalui dalam mendapatkan B1 KWK Parpol koalisi, alhamdulillah atas berkat rahmat Allah SWT, akhirnya paket Masrun-Habib insha Allah akan didaftarkan ke KPU Loteng.

Dan mudah-mudahan Allah SWT memberikan kemenagan kepada paket Masrun-Habib dan membawa Lombok Tengah lebih baik lagi ke depan. Lebih adil dan lebih sejahtera lagi,” paparnya.

Ast




Pemprov NTB Ajak Pemda Sosialisasikan Perda Penanggulangan Penyakit Menular

Setelah tahap sosialisasi ini selesai pada tanggal 13 September, maka mulai tanggal 14 september 2020 akan diberlakukan sanksi denda

MATARAM.lombokjournal.com –

Pemerintah Provinsi NTB mengajak pemerintah kabupaten/kota turun bersama-sama melakukan sosialisasi ke masyarakat, terkait  pemberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2020, tentang Penanggulangan Penyakit menular kepada masyarakat.

Pemberlakuan Perda tersebut akan dimulai pada tanggal 14 September 2020, atau tinggal 11 hari lagi.

“Kita sudah mulai melakukan sosialisasi, bersama aparat, Pol PP, TNI dan Polri sampai dengan tanggal 13 September, ” ujar Asisten I Provinsi NTB, Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si, yang didampingi Kasat Pol PP dan Karo Hukum, saat melakukan rapat koordinasi bersama kabupaten/kota di Kantor Gubernur NTB, Jumat (04/09/20).

Dijelaskan, dasar terbitnya Perda itu karena masih terjadinya penambahan kasus Covid-19 di NTB.

Salah satu penyebabnya karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi imbauan Pemerintah terkait penerapan protokol Covid-19.

Kemudian Pemprov NTB membuat Perda yang mengatur pemberian sanksi bagi yang melanggar.  Diharapkan, adanya sanksi tersebut akan memberikan efek jera bagi masyarakat yang tidak mematuhi protokol Covid-19, terutama dalam menggunakan masker.

Diungkapkan Baiq Eva, setelah tahap sosialisasi ini selesai pada tanggal 13 September, maka mulai tanggal 14 september 2020 akan diberlakukan sanksi denda sesuai yang diatur dalam Perda dan Peraturan Gubernur, sebesar 100 ribu bagi yang tidak menggunakan masker di ruang-ruang publik.

“Sekarang tinggal kita pilih, mau pakai masker atau denda,” ujarnya.

Ia mengajak Pemda Kabupaten/Kota menyamakan persepsi dan bergerak bersama turun ke masyarakat dalam mensosialisasikan Perda Nomor 7 tahun 2020.

Masing-masing Pemda diminta melakukan sosialisasi, dengan menggandeng TNI, Polri, Satpol PP, tokoh agama, tokoh masyarakat dan Pemerintah Desa.

“Seperti yang kita lakukan saat ini, turun langsung ke lapangan untuk membagikan masker,” ungkapnya.

Agar tahapan sosialisasi lebih maksimal, Pemda diminta memanfaatkan semua platform yang ada secara maksimal.

Misalnya sosialisasi melalui media cetak, elektronik, spanduk, baliho dan banner yang dipasang di hampir semua sudut di Provinsi dan Kabupaten/kota.

Di hadapan peserta Rakor, Baiq Eva juga mengingatkan, kepada kabupaten/kota yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) agar tetap menerapkan Protokol Covid-19 dalam semua tahapan proses yang ada.

“Jangan ada kerumunan massa yang melanggar protokol Covid-19, terutama saat pendaftaran,” tutupnya.

HmsNTB