Sekda Lantik Dua Pejabat Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melantik dan mengambil sumpah janji dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkup Pemerintah Provinsi NTB di Ruang Anggrek, Kamis 17 September 2020.

Pelantikan disaksikan Asisten I dan III Setda NTB, serta Kepala BKD Provinsi NTB. Dalam sambutannya, Sekda mengatakan,  mutasi dan rotasi adalah sebagian dari proses alamiah dalam kebutuhan organisasi.

Sekda berpesan kepada Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB yang baru, Ir. I Gusti Bagus Sugihartha yang sebelumnya menjabat sebagai Staff Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur dan Pembangunan untuk selalu siap menghadapi tantangan dan tugas dalam waktu singkat untuk menjalankan tugas-tugas pasca gempa.

“Dalam waktu yang singkat ini sangat diharapkan sinergisitas BPBD yang sudah baik dalam penanganan gempa agar paripurna dengan menggerakan potensi internal serta koordinasi yang lebih mantap lagi di lapangan khususnya dengan aparat keamanan,” pesannya.

Sekda juga berpesan kepada Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur dan Pembangunan, Ir. H. Azhar, MM yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Provinsi NTB, dengan melihat perjalanan karirnya selama ini, mampu berkoordinasi dan menghadapi tantangan untuk ke depan.

“Kita ingin bangkit menuju NTB Gemilang, tapi kita terhalang dengan keterbatasan fiskal yang ada. Oleh karnanya mudah-mudahan dalam kapasitas sebagai Staff Ahli Gubernur terinspirasi dalam menghasilkan motivasi dalam merancang investasi,” jelasnya.

Sekda berpesan kepada Staf Ahli dan Kalak BPBD untuk terus berproses dan berharap dapat mengemban amanah yang diberikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTB dengan sebaik-baiknya.

“Tentu yang akan terjadi akan menjadi atensi bapak-bapak yang mengemban amanah baru. Saya yakin tidak akan memerlukan waktu yang cukup lama untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

HmsNTB




Wagub Ajak Perempuan Tunjukkan Profesionalismenya

Tidak ada lagi pembedaan antara laki-laki dan perempuan. Karena hal tersebut tidak mempengaruhi profesionalitas maupun prestasi di dunia kerja

MATARAM.lombokjournal.com

Perempuan di Indonesia harus terus meningkatkan kapasitas diri, menunjukkan profesionalisme sehingga menjadi tenaga kerja yang kompetitif.

Kesempatan tenaga kerja wanita untuk berkiprah di Indonesia sudah terbuka lebar.

“Saya pernah bekerja di dunia profesional yang mana di lingkungan kerja saya, saya sendiri yang perempuan. Tetapi saya bisa membuktikan bahwa perempuan bisa berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik,” kata Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Hal tersebut disampaikannya ketika membuka webinar yang diinisiasi oleh BPJS Ketenagakerjaan di Pendopo Wakil Gubernur, Kamis (17/09/20).

Dalam webinar bertema “Optimalisasi Peran Perempuan dalam Pembangunan Nasional Melalui Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan”, Wagub menyampaikan, Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini dapat menjamin kelangsungan dari pekerja.

Karena itu, melalui webinar ini Wagub berharap sistem ketenagakerjaan ke depan makin baik.

“Sehingga kiprah perempuan NTB dan perempuan Indonesia dalam membangun NTB maupun Indonesia sudah tidak ada pembedaan antara laki-laki dan perempuan,” kata Wagub.

PR saat ini yang terkait isu perempuan harus ditangani bersama-sama.

Menurut Wagub, hal ini menyangkut cara pandang masyarakat tentang kekerasan, terhadap perempuan dan hal-hal yang berhubungan dengan isu perempuan.

Dengan adanya Jamsostek, diharapkan keberlangsungan pekerjaan-pekerjaan profesional itu bisa dijaga, dan lebih mendorong profesionalitasnya.

“Sehingga Jamsostek ini menjadi satu elemen penting untuk mendorong profesionalitas dan produktivitas daripada pekerja perempuan,” ungkap Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi.

Umi Rohmi menekankan tidak ada lagi pembedaan antara laki-laki dan perempuan. Karena hal tersebut tidak mempengaruhi profesionalitas maupun prestasi di dunia kerja.

“Hal ini harus dimulai sejak dini dari keluarga tidak membedakan laki-laki dan perempuan. Apapun cita-cita anak selama itu baik dan memberikan kontribusi positif terhadap bangsa harus didorong,” jelas Umi Rohmi dengan penuh semangat.

Di akhir, Umi Rohmi mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan dapat memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan NTB Gemilang.

Program Perisai

Ketua Pokja I TP-PKK Provinsi NTB, Yusmi Zustia mengatakan, PKK dan BPJS Ketenagakerjaan telah bersinergi melakukan program perisai dengan beberapa Kader Posyandu, Kader Dasawisma, maupun dengan seluruh Tim Penggerak PKK seluruh NTB.

“Sampai saat ini PKK bisa dikatakan semua pengurus PKK tingkat provinsi sudah ikut dalam program perisai. Kemudian PKK Kab/kota maupun tingkat desa sudah diimbau oleh Ibu Gubernur untuk mengikuti program BPJS ini,” jelasnya.

Ia mengajak semua perempuan NTB di masa pandemi ini untuk tetap produktif, karena pada masa seperti ini tugas perempuan khususnya seorang ibu untuk mendidik dan mengubah karakter anak dari yang biasa menjadi luar biasa.

“Maka kader-kader PKK yang berada di pedesaan itu diberikan pelatihan dengan keterampilan yang ada baik itu pembuatan kue, menjahit, dan keterampilan yang bisa menambah penghasilan,” pesannya.

Direktur Keuangan BPJAMSOSTEK, Evi Afiatin mengaku terkejut dan mengapresiasi karena salah satu pimpinan di NTB adalah seorang perempuan. Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam menjalankan tugas.

“Jaman dulu itu kesempatan bagi perempuan itu hanya ada di dalam rumah membantu suaminya. Tetapi bukan berarti perempuan itu tidak optimal, karena sebagai ibu rumah tangga perempuan sangat berperan untuk menunjang keberhasilan suami dan untuk mendidik anak-anaknya hingga berhasil,” katanya.

HmsNTB




Menag RI bersama Gubernur NTB Resmikan Gedung Baru UIN Mataram

Fachrur Razi berharap bukan hanya dari sisi bangunan saja yang luar biasa, namun kualitas SDM  Mahasiswanya juga harus lebih luar biasa

MATARAM.lmbokjournal.com — Menteri Agama RI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, S.I.P., S.H., M.H, bersama Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, meresmikan gedung baru Rektorat, Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Kamis (17/09/20).

Dalam peresmian itu, yang ikut mendampini Menag Fachrur Razi yaitu Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Prof. Dr. Mutawalli, M.Ag, dan Anggota Komisi VIII DPR RI, Ir asal NTB, H. Nanang Samoedra.

UIN Mataram memiliki gedung besar dan mewah. Pembangunan gedung tersebut sempat terhenti tahun 2005. Dan oleh Rektor Prof. Dr. Mutawalli, berhasil dilanjutkan hingga diresmikan saat ini.

Atas peresmian gedung UIN Mataram itu, Menteri Agama mengapresiasi dan merasa bangga atas penyelesaian pembangunan gedung UIN Mataram yang pernah mangkrak tersebut.

“Senang sekali saya bisa berada di tengah-tengah keluarga UIN, karena ketika saya datang ke UIN atau pesantren ada sesuatu yang berbeda. Kita masuk ke tempat akademik dengan Imtaq yang tinggi, Imtek yang tinggi juga. Dikarenakan Imtaqnya tinggi, pasti wawasan keislaman dan kebangsaan sangat tinggi,” kata Menag Fachrul Razi.

Menag juga merasa kagum atas bangunan yang sudah dinanti-nanti selama 6 tahun, sejak tahun 2015 silam. Ia berharap bukan hanya dari sisi bangunan saja yang luar biasa, namun kualitas SDM  Mahasiswanya juga harus lebih luar biasa.

Ia minta bangunan gedung ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, untuk berbuat sesuatu bukan hanya untuk kemajuan UIN, tapi juga untuk kemajuan daerah maupun Negara Indonesia.

“Ketika saya masuk ke UIN, saya sangat kagum sekali dengan bangunan-bangunan yang ada. melihat aspek dari pembangunan fisik kita tidak ketinggalan. Oleh sebab itu kita memiliki tantangan supaya tidak dari fisik saja tetapi juga non-fisiknya luar biasa,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB dalam sambutannya mengatakan, di tengah kemewahan dan kemegahan gedung Kampus UIN Mataram, ada hal yang paling esensial dan menjadi tanggungjawab bersama.

Disampaikan gubernur,  gedung besar, mewah dan megah itu, harus mampu diisi oleh orang-orang hebat di dalamnya.

Gubernur mengingatkan, jangan sampai gedung mewah tersebut kehilangan ruhnya, jangan sampai gedung ini menjadi kumuh, karena di dalam gedung ini kita tidak mampu hadirkan atau mengisinya dengan orang-orang hebat, yang akan mampu mengharumkan nama UIN Mataram ini hingga ke seluruh penjuru negeri bahkan dunia.

Seperti kata bijak dari China, “Gunung itu tidak harus tinggi, yang penting ada Dewanya. Sungai itu tidak perlu dalam, yang penting ada Naganya,” ujarnya.

BACA JUGA;

Untuk itu ke depan gubernur berharap,  Kementerian Agama RI harus punya terobosan baru, dengan melakukan pertukaran tenaga-tenaga Dosen ke seluruh ke seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini dinilai sebagai langkah strategis, untuk menggodok proses pendidikan di Indonesia.

“Dengan demikian cita-cita Presiden Jokowi menjadikan Indonesia pusat peradaban Islam akan menjadi kenyataan,” tutupnya.

HmsNTB




Pesan Gubernur Sambut Pilkada, Jaga Kerukunan

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) jangan sampai menjadi celah saling mencaci dan mencari kesalahan orang lain

MATARAM.lombokjournal.com

Momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) diharapkan tidak menjadi pemecah kerukunan antar masyarakat NTB. Sebaliknya, Pilkada harus dijadikan ajang mempererat keharmonisan.

Pesan itu disampaikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat menyapa Umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abiantubuh, Kamis (17/09/20).

“Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita,”  ucap Gubernur yang kerap disapa Bang Zul tersebut.

Pilkada disebutnya jangan sampai menjadi celah saling mencaci dan mencari kesalahan orang lain.

Ia berharap kabupaten/kota di NTB dalam Pilkada mendatang akan mendapatkan orang terbaik dan layak untuk memimpin daerahnya kelak.

“Pilkada ini adalah pesta rakyat untuk memilih pelayan, siapa yang memiliki waktu untuk melayani rakyat, bukan menjadi raja. Oleh karena itu, biasanya yang mau melayani itu orang yang betul-betul mau berkorban untuk kita semua,” jelasnya.

Bang Zul juga meminta masyarakat untuk patuh dalam menaati protokol kesehatan Covid-19. Termasuk dalam pelaksanaan Pilkada, protokol kesehatan wajib untuk dilakukan.

“Mudah-mudahan dengan pola hidup sehat ini, NTB bisa kembali menjadi zona hijau dan normal kembali,” harap Bang Zul.

Terakhir, Ia mengucapkan terima kasih atas sambutan masyarakat yang begitu hangat dan penuh rasa kekeluargaan.

Hal ini menurut Bang Zul, membuktikan bahwa NTB merupakan daerah yang ramah untuk dikunjungi oleh siapapun.

Ketua Pura Dalem Swasta Pranawa, Ida Wayan Sugata mengaku sangat senang dengan kehadiran Gubernur di tengah-tengah umat Hindu hari ini.

Mewakili masyarakat, Ia berharap Gubernur dapat terus amanah dalam melaksanakan tugasnya selaku pemimpin di Provinsi NTB.

“Kami merasa bangga dan terharu, kami dari tahun 60-an, baru kali ini, tumben-tumben dikunjungi oleh orang nomor satu di daerah kita, terima kasih pak Gubernur NTB,” ungkapnya.

BACA JUGA;

Bapaslon Deklarasi Mematuhi Protokol Covid-19, Wagub Yakin Tidak Ada Klaster Pilkada

Kegiatan ini kemudian ditutup dengan pemberian bantuan untuk pembangunan untuk Pura Dalem yang secara langsung diserahkan Gubernur kepada Ketua Pura Dalem Swasta Pranawa.

HmsNTB




Bapaslon Deklarasi Mematuhi Protokol Covid-19, Wagub Yakin Tidak Ada Klaster Pilkada

Membuktikan keseriusan Bapaslon, dan juga kekompakannya untuk bersama menjalankan Pilkada dengan sukses dan aman

MATARAM.lombokjounal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan,  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tengah pandemi Covid-19 merupakan momentum bagi Bapaslon Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota untuk menujukkan kepedulian menjaga masyarakat di Kabupaten/Kota masing-masing.

“Sehingga tidak ada klaster pilkada,” katanya.

Wagub mengatakan itu saat menghadiri deklarasi bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota untuk mematuhi protokol Covid-19 pada semua tahapan Pilkada serentak tahun 2020 di Provinsi NTB, yang berlangsung di Lapangan Tenis Polda NTB, Kamis (17/09/20).

“Menjaga keselamatannya, menjaga keamanannya dan tidak ada klaster Pilkada setuju bapak ibu? Insya Allah setuju semua, saya sangat yakin seyakin-yakinnya semua kita di sini menempatkan keselamatan nyawa di atas segala-galanya,” kata wagub.

Lebih lanjut dikatakan, apapun yang kita lakukan pijakannya adalah keselamatan nyawa. Dan kita tahu pandemi ini bukan hanya masalah NTB, Indonesia, bahkan dunia melawan Covid-19 yang belum ada vaksinnya.

“Belum ada vaksinnya sekarang dalam bentuk medicine atau dalam bentuk obat. Vaksinnya saat ini adalah pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan,” ujar Wagub.

Menurutnya, menerapkan protokol kesehatan tidaklah susah, hanya dibutuhkan keyakinan dan ketekunan diri.

Maka kesempatan ini diharapkan mampu dimanfaatkan oleh Bapaslon untuk menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat, khususnya dengan menjaga setiap kegiatan mengikuti protokol Covid-19 dan tidak berkerumun.

“Di masa pandemi, berkerumun menunjukkan ketidakpedulian kita terhadap keselamatan nyawa masyarakat kita. Percayalah banyaknya orang yang berkerumun itu tidak menunjukkan bahwa kita pasti menang. Jadi kemenangan, tidak ditunjukkan oleh banyaknya orang yang berkerumun. Pemenangan Bapak Ibu ditunjukkan seberapa banyak orang akan mencoblos gambar bapak ibu di bilik suara.Dan inilah saatnya untuk menggunakan media teknologi, inilah saatnya untuk jual visi misi dengan cara yang tepat sesuai pandemic, dan inovasi dari bapak ibu pasti akan menjadi penilaian masyarakat,” ungkap Wagub.

Wagub mengapresiasi kehadiran Bapaslon Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota dalam deklarasi mematuhi protocol Covid-19.

Hal itu membuktikan keseriusan Bapaslon, dan juga kekompakannya untuk bersama menjalankan Pilkada dengan sukses dan aman.

Wagub menyampikn  terimakasih kepada Kapolda Prov NTB, Danrem dan Forkopimda Provinsi NTB atas kontribusi dan kekompakan yang luar biasa dalam bahu membahu bersama Pemrov NTB menangani dan mencegah Covid-19.

“Terima kasih atas cinta kasihnya bagi masyarakat NTB, semoga bapak ibu semua yang sudah menyumbangkan tenaga, pikiran, usahanya untuk menyelamatkan masyarakat NTB,” kata Wagub.

Ia mendoakan agar diberi perlindungan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dipelihara selalu oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan diberikan jalan yang lebih baik dan lebih baik lagi kedepannya, mudah-mudahan Bapak KPU dan Bapak Bawaslu juga beserta jajarannya diberi kekuatan, Pilkada NTB harus berlangsung dengan sukses dan aman.

Keselamatan mayarakat

Kepala Polda NTB, Irjen. Pol. M. Iqbal mengajak seluruh jajarannya untuk mengedepankan keselamatan masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Menjadi sangat penting bahwa kepatuhan dan disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan ini menjadi hal yang dominan dan hal yang utama,” ucapnya.

  1. Iqbal juga menghaturkan rasa terima kasih yang setingginya kepada Wakil Gubernur yang selalu hadir memberikan motivasi untuk bergerak terus terlebih di masa pandemi.

Meskipun saat ini NTB telah menunjukkan landai, akan tetapi protokol kesehatan harus terus dikuatkan. Terlebih untuk menghindari klaster pilkada.

“Jangan sampai ada klaster pilkada di provinsi NTB. Mari kita berjuang inshaAllah mulai hari ini batu pijakan bahwa bapak ibu bakal pasangan calon yang sangat saya hormati mengajak masyarakatnya untuk mematuhi protokol kesehatan,” ujar M. Iqbal.

Ketua KPU NTB, Suhardi Soud menjelaskan, seluruh tahapan Pilkada ini harus menggunakan protokol kesehatan Covid-19.

Sehingga komitmen dari seluruh penyelenggara pemilu, badan pengawas pemilu, Pemerintah Daerah, aparat keamanan dan bakal pasangan calon peserta pemilih dan peserta pemilihan harus sama-sama menjaga dan menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

“Sesuai dengan peraturan KPU nomor 6 dan peraturan KPU nomor 10 yang menyatakan bahwa seluruh tahapan proses pemilihan serentak 2020 itu harus menggunakan protokol Covid-19 yang terdekat dari kegiatan kita adalah penetapan pasangan calon yang Insya Allah tanggal 23 September, 24 penarikan nomor urut dan 26 adalah dimulainya kampanye sampai dengan dengan H-3 sebelum tanggal 9 Desember 2009/2020,” ujarnya.

Kombes Pol Hari Brata S.I.K menuturkan, tidak ada seorangpun yang tidak dapat dihukum ataupun menghindar dari ancaman pidana, kepada siapapun yang melawan Undang-Undang.

“Ini bukan bersifat ancaman. Namun ini buat kita semua. Semua harus bersatu semua harus sama menjadikan hukum sebagai panglima,” ucapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa pada era pandemi ini, keselamatan rakyat adalah yang utama.

BACA JUGA;

Pesan Guberur Sambut Pilkada, Jaga Kerukunan

“Saya mengutip pernyataan apa yang disampaikan oleh Bapak Kapolri bahwa Salus populi suprema Lex esto, dimana keselamatan rakyat merupakan merupakan hukum tertinggi,” tutupnya.

HmsNTB

 




Kuatkan Protokol Covid-19, TP. PKK NTB Gelar “Gebrak Masker” di Pulau Sumbawa

TP PKK dengan seluruh pokjanya berupaya mengatasi dampak Covid-19

DOMPU.lombokjournal.com

Setelah tuntas roadshow di seluruh kabupaten/kota di Pulau Lombok, Ketua TP.PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah melanjutkan di Pulau Sumbawa.

Hj Niken Saptarini mengawali roadshow  di Kabupaten Dompu dengan tema “Gerakan PKK Melawan Covid 19”, Rabu (16/09/20).

Kegiatan yang dirangkai dengan ‘Gebrak Masker’ atau Gerakan Bersama Memakai Masker, dengan menggandeng Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK), tujuannya mengoptimalkan pencegahan dan penularan Covid-19.

“Alhamdulillah ini adalah pertama kali saya bertemu kembali dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Dompu selama masa pandemi Covid-19. Ini suatu pandemi yang baru dan tidak biasa sehingga membutuhkan penanganan yang luar biasa dan kami Tim PKK Provinsi berkoordinasi dengan kabupaten/kota agar tim PKK berada di lapangan membantu pemerintah,” ungkapnya.

Bunda Niken berharap agar TP.PKK berupaya secara optimal dengan seluruh pokjanya mengatasi dampaknya dari Covid-19, bukan hanya pada sisi ekonomi saja, tapi juga pada sisi sosial.

Ditegaskan, kesehatan adalah prioritas utama, karena itu jaga kesehatan. Karena itu diharapkan,  ibu – ibu PKK mengupayakan anak-anak di rumah terjaga dengan baik selama masa pandemi Covid-19.

“Setelah ini PKK Provinsi bersama IKAPTK akan melaksanakan Gebrak Masker dalam rangka mengingatkan kembali masyarakat pentingnya penggunaan masker sebagai solusi penanggulangan Covid -19,” tutupnya.

Ketua TP.PKK Kabupaten Dompu Hj. Eri Aryani berterima kasih atas kunjungan TP PKK Provinsi NTB, yang sekaligus membagi masker kepada masyarakatnya.

Menurutnya, Gebrak Masker ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Dompu.

“Dan kami TP.PKK Kabupaten telah berupaya secara optimal dengan Pokja-pokja membantu penanggulangan Covid-19 ini,” kata Hj Eri.

Membagi 2.500 masker

Dalam kegiatan kali ini, IKAPTK akan membagi masker sebanyak 2.500 lembar. Masing-masing 1.000 masker yang diterima dari Ketua TP PKK Provinsi, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, dan 500 masker diterima Ketua TP PKK Kabupaten, Hj Eri Ariyani.

Usai acara, Ketua TP. PKK NTB, Ketua TP. PKK Kabupaten Dompu, serta Ketua IKAPTK Kabupaten Dompu beserta rombongan, turun langsung ke masyarakat dengan sama-sama berjalan keliling menuju kelurahan Bada, untuk membagikan masker pada masyarakat.

Acara ini turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Kepala Dinas Ketahanan Pangan , Kepala DPMPD Dukcapil Provinsi NTB, Bupati Dompu, Ketua Organisasi Perempuan di Dompu, Ketua Tim Penggerak PKK se Kecamatan di Kabupaten Dompu, serta tokoh agama dan masyarakat.

HmsNTB




Art Exibition 2020, Lombok Barat Tidak Memiliki Komunitas Seni Rupa

Dua kabupaten yang kemunculan komunitasnya mencuri perhatian publik seni rupa NTB adalah Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Tengah

MATARAM.lombokjournal.com –

Gelaran pameran seni rupa bertajuk Art Exibition 2020 di Taman Budaya NTB yang berlangsung dari tanggal 15-19 September 2020, diikuti beberapa komunitas seni rupa yang tersebar di beberapa daerah di NTB.

Dari penjelasan kurator pameran Sasih Gunalan kepada lombokjournal.com, didapati satu fakta menarik, dari semua Kabupaten/kota di NTB hanya Kabupaten Lombok Barat yang tidak memiliki satu pun komunitas seni rupa.

“Ini yang menarik. Saya juga menekuni data base yang kemarin, Lombok Barat tidak satupun komunitas di situ,” ujarnya. Rabu, (16/09/20).

Fakta tersebut jadi temuan Sasih ketika melakukan penelitian kaitannya dengan sebaran komunitas seni rupa di NTB sebelum pameran digelar.

Komunitas seni rupa jadi basis kegiatan pameran. Karenanya, semua karya rupa yang ditampilkan berangkat dari karya perupa yang tergabung dalam komunitas seni rupa di daerah.

Dari semua Kabupaten/Kota di NTB, Kabupaten Lombok Timur jadi daerah dengan sejarah panjang geliat perupa berbasis komunitas.

Baru beberapa tahun belakangan, mulai muncul banyak komunitas di daerah lain. Dua kabupaten yang kemunculan komunitasnya mencuri perhatian publik seni rupa NTB adalah Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Tengah.

“Dari tahun 90-an geliat komunitas seni rupa dikuasai oleh Lombok Timur. Memasuki tahun 2000-an ini sudah terpecah karena saat ini saya melihat yang cukup kuat itu adalah Lombok Utara. Sejak dibukanya Sakart Art Sapce di Lombok Tengah juga jadi kompetitor baru,” terangnya.

BACA JUGA;

Pameran di Masa Pandemi, Taman Budaya NTB Terapkan Protokol Covid-19

Kota Mataram tidak termasuk ke dalam kompetitor geliat komunitas seni rupa karena dijadikan penyangga aktivitas seni rupa di NTB dengan fasilitas penunjangnya berupa galeri yang dikelola pemerintah.

“Kalau Kota Mataram basisnya sebagai penyedia ruang. Karena pusatnya di sini,” ungkapnya.

Ast




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 16 September 2020, Bertambah 19 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 20 Orang, Kasus Kematian 3 (tiga) Orang

seluruh warga NTB untuk tetap menjaga kekompakan dan kesadaran bersama patuh dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RS Unram,  Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Praya, dan Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB mengkonfirmasi, ada tambahan 19 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Salasa (01/09/20), Ketua Pelaksana Ha sebanyak 188 sampel dengan hasil 162 sampel negatif, 7 (tujuh) sampel positif ulangan, dan 19) sampel kasus baru positif Covid-19rian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 188 sampel dengan hasil 162 sampel negatif, 7 (tujuh) sampel positif ulangan, dan 19 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 20, kasus kematian 3 (tiga) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 19 kasus baru terkonfirmasi positif, 20 tambahan sembuh baru, dan 3 (tiga) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (16/09/2020) sebanyak 3.006 orang, dengan perincian 2.388 orang sudah sembuh, 177 meninggal dunia, serta 441 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita.

TAMBAHAN 19 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH  20  ORANG, KASUS KEMATIAN 3 (TIGA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2988, an. FGA, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  2. Pasien nomor 2989, an. MTS, laki-laki, usia 71 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  3. Pasien nomor 2990, an. H, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  4. Pasien nomor 2991, an. TDA, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  5. Pasien nomor 2992 an. By. S, laki-laki, usia 1 bulan 21 hari, penduduk Desa Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa;
  6. Pasien nomor 2993, an. H, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2967. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  7. Pasien nomor 2994, an. MPA, laki-laki, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2967. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  8. Pasien nomor 2995, an. AAT, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Desa Perapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  9. Pasien nomor 2996, an. F, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Perapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2950. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya;
  10. Pasien nomor 2997, an. HW, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2806. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya;
  11. Pasien nomor 2998, an. BM, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Menemeng, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 2956. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya;
  12. Pasien nomor 2999, an. NA, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Kota Raja, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 3000, an. AK, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 3001, an. MAZ, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Kelayu Jorong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 3002, an. N, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung;
  16. Pasien nomor 3003, an. SAMK, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  17. Pasien nomor 3004, an. BAKJ, perempuan, usia 1 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 3005, an. SJ, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 3006, an. RS, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram.

Hari Rabu terdapat penambahan 20 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2330, an. TS, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Kampung Jawa, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  2. Pasien nomor 2344, an. P, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 2404, an. H, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Mosok, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 2451, an. S, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  5. Pasien nomor 2458, an. BH, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 2487, an. S, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombook Tengah;
  7. Pasien nomor 2683, an. SM, laki-laki, usia 27 tahun penduduk Kelurahan Dayen Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 2716, an. IH, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  9. Pasien nomor 2750, an. N, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Lenek, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 2754, an. NMS, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 2784, an. S, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Perapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  12. Pasien nomor 2786, an. HM, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Beraim, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah;
  13. Pasien nomor 2788, an. PCP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  14. Pasien nomor 2793, an. YDPL, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  15. Pasien nomor 2796, an. SH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  16. Pasien nomor 2817, an. F, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
  17. Pasien nomor 2832, an. H, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  18. Pasien nomor 2851, an. SMH, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Kelayu Selatan, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  19. Pasien nomor 2855, an. CK, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 2868, an. IM, perempuan, usia 69 tahun, penduduk Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Rabu ini juga terdapat penambahan 3 (tiga) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 2957, an. Y, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 2989, an. MTS, laki-laki, usia 71 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 2990, an. H, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB menghimbau  seluruh warga NTB untuk tetap menjaga kekompakan dan kesadaran bersama patuh dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19.

“Mari kita saling mengingatkan untuk menggunakan masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Menag Fachrur Razi Launching PTSP dan Gema Zikir

ASN lingkup Kemenag diminta berkontribusi dan memberikan teladan serta contoh yang baik bagi masyarakat maupun ASN di instansi-instansi lainnya

MATARAM.lombokjournal.com – Menteri Agama RI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi meluncurkan Gerakan Kementerian Agama Menuju Zona Integritas dan Kepedulian Individu yang Religius (Gema Zikir) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTB di Hotel Golden Palace, Rabu (16/09/20).

Menag Fachrur Razi bersama anggota Komisi VIII DPR RI asal NTB, H. Nanang Samodra.

Fachrul Razi mengajak seluruh ASN untuk berkomitmen penuh dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Ia mewanti-wanti ASN agar jangan gampang goyah dan melakukan perbuatan yang tercela.

“Pegang teguh loyalitas terhadap komitmen kebangsaan dan tetap loyalitas penuh kepada komitmen yang telah dibangun, khususnya oleh tokoh-tokoh agama pada saat membentuk negara yang kita cintai ini,” ajaknya.

Fachrul Razi mengibaratkan pegawai Kementerian Agama seperti orang yang memakai baju putih. Apabila Ternoda sedikit saja, maka akan langsung terlihat meskipun dari kejauhan.

Ia meminta ASN lingkup Kemenag agar berhati-hati dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya.

“Apa yang harus kita lakukan? Bukan membuka baju putih itu. Tapi tetap memakai baju putih tapi dengan sangat berhati-hati pegang aturan-aturan agama dan aturan Undang-Undang yang berlaku, sehingga Insya Allah kita tidak akan terkena noda sekecil apa pun,” seru Fachrul Razi.

Ia memuji Pemerintah Provinsi NTB, yang telah melakukan kewajibannya dengan sangat baik hingga saat ini. Diharapkan ASN lingkup Kemenag dapat terus berkontribusi dan memberikan teladan serta contoh yang baik bagi masyarakat maupun ASN di instansi-instansi lainnya.

“Perkuat kerukunan beragama, karena sebetulnya, mau tidak mau kita bisa katakan, itulah kata kunci dari persatuan dan kesatuan bangsa,” tutupnya.

Sistem ekonomi syariah

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyebut Menag merupakan salah satu contoh tokoh nasional yang begitu bersahaja, rendah hati dan penuh kerja keras.

“Sejauh yang kami kenal, pak Jenderal Fachrul Razi ini tokoh yang biasanya bekerja dalam sunyi, tanpa tepukan, tapi hampir seluruh pekerjaannya kelar,” puji Gubernur.

Bang Zul sapaan akrabnya menyampaikan, NTB terus membuktikan diri sebagai salah satu destinasi pariwisata halal terbaik di dunia.

Salah satunya dengan menjadikan sistem ekonomi syariah agar lebih baik dan terus berkembang.

“Alhamdulillah, ternyata kinerja Bank NTB Syariah itu termasuk Bank yang kinerjanya bagus se-Indonesia saat ini,” ungkap Bang Zul.

Bang Zul berharap masyarakat NTB dapat terus kompak, menjaga kondusifitas dan kerukunan agama yang merupakan ciri khas daerah.

“Mudah-mudahan semangat generalitas dan inklusifitas yang ada di NTB bisa disampaikan pak Menteri Agama ke seluruh penjuru Indonesia bahkan pada negara lain,” pungkasnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Nanang Samodra memuji Pemerintah Provinsi NTB yang di era kepemimpinan Bang Zul melakukan kinerja-kinerja yang baik dan kebiasaan Bang Zul melakukan kunjungan ke daerah-daerah di NTB.

“Banyak sekali pekerjaan-pekerjaan yang beliau kerjakan, dan yang saya sangat tertarik adalah beliau kalau ke daerah tidak pernah merepotkan Pemda-nya, selalu menginap di Masjid, terutama di desa-desa,” puji Nanang.

Nanang mengapresiasi ketegasan Pemprov NTB di dalam penanganan pandemi Covid-19. Perda No. 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular dinilai langkah tepat menekan kasus Covid-19 di NTB.

Beragam etnis tapi harmonis

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi NTB, Dr. H. M. Zaidi Abdad berharap, keindahan NTB dapat membekas di hati Menteri Agama serta rombongan.

“NTB kaya akan keberagaman agama dan etnis budaya, suku, agama yang heterogenitas sekali, namun demikian bahwa di NTB sangat harmonis, moderasi beragama sangat dijunjung tinggi di Provinsi NTB ini,” ungkap Zaidi.

Kanwil Kemenag Provinsi NTB diharapkan dapat terus konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kehadiran Menag disebutnya telah memberikan motivasi tersendiri bagi ASN lingkup Kemenag di wilayah NTB.

“Kami mengajak kita semua untuk memiliki komitmen yang sama dalam mewujudkan zona integritas pada lembaga dan instansi masing-masing dalam mewujudkan wilayah bebas korupsi, wilayah bebas bersih melayani, khususnya di Lembaga Kementerian Agama Provinsi NTB,” ujar Zaidi Abdad.

BACA JUGA;

Kegiatan ini kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan oleh Kementerian Agama kepada Sejumlah yayasan pondok pesantren di pulau Lombok.

HmsNTB




Pameran di Masa Pandemi, Taman Budaya NTB Terapkan Protokol Covid-19

Pameran berlangsung lima hari, mulai 14-19 September 2020, melibatkan beberapa komunitas seni rupa yang tersebar di seluruh NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Pameran Seni Rupa bertajuk Art Comunity Exibition 2020 menjadi pameran seni rupa perdana yang diadakan Taman Budaya NTB di masa pandemi Covid-19.

Karenanya, protokol Covid-19 menjadi acuan wajib yang diterapkan pengelola pameran guna menjaga semua yang terlibat terhindar dari paparan virus Covid-19.

“Kita menerapkan protokol Covid,” ujar kurator pameran Sasih Gunalan kepada lombokjournal.com. Rabu, (16/09/20).

Dikatakan, jarak satu pengunjung dengan pengunjung lain pun diatur sedemikian rupa mengikuti protokol Covid-19. Termasuk memberi jarak dalam meletakkan satu karya dengan karya yang lain.

“Wajib berjarak satu setengah meter,” terangnya.

Kegiatan pameran juga melibatkan tim medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram guna mengawasi jalannya kegiatan pameran.

“Ini baru kita coba dan ini kerjasama dengan pemerintah termasuk tim medis dari Unram (Universitas Mataram),” katanya.

BACA JUGA;

Art Exibition 2020, Lombok Barat Tidak Memiliki Komunitas Seni Rupa

Untuk diketahui pameran berlangsung lima hari mulai 14-19 September 2020 dengan melibatkan beberapa komunitas seni rupa yang tersebar di seluruh NTB.

Materi pameran sendiri terdiri dari seni lukis, patung dan instalasi.

Ast