Bang Zul dan Umi Rohmi, Paling Banyak Diperbincangkan Netizen

Nama Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tetap di posisi satu dan dua, karena kami memantau selalu ada hal yang menarik setiap hari yang menjadi konsumsi perbincangan netizen

MATARAM.lombokjounal.com —  Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Dr.Hj Sitti Rohmi Djalilah di posisi teratas. Sebagai tokoh paling banyak diperbincangkan para netizen, sejak tahun 2019 hingga September 2020.

Koordinator Tim Ahli PRCC Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Jian Budiarto mengatakan, pihaknya mengambil data dari media online dan tiga platform media social, yaitu Facebook, Instagram dan Twitter.

Basis analisanya yaitu berdasarkan jumlah pemberitaan media online serta jumlah mention dan tag di media sosial.

Secara konsisten nama Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Dr.Hj Sitti Rohmi Djalilah berada di posisi satu dan dua tiap pekannya.

Untuk di posisi tiga yang paling banyak diperbincangkan netizen selalu berubah-ubah, tergantung isu yang hangat pada saat itu.

“Terkadang di posisi tiga tokoh yang paling banyak diperbincangkan netizen di NTB setiap pekannya itu bisa menteri, bisa Kepala OPD atau tokoh yang lainnya. Kan lumayan sering menteri datang ke NTB. Itu bisa juga menjadi trending topik. Namun nama Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tetap di posisi satu dan dua, karena kami memantau selalu ada hal yang menarik setiap hari yang menjadi konsumsi perbincangan netizen,” kata Jian Budiarto., Selasa (22/09/20).

Berdasarkan data hasil analisis sepanjang 2019 hingga 2020, Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah atau Bang Zul disebutkan namanya dalam pemberitaan media online serta mendapat mention dan tag di media sosial sebanyak 17.617 kali.

Sehingga ia menempati posisi satu. Sementara di posisi dua nama Dr.Hj Sitti Rohmi Djalilah atau Umi Rohmi mencuat sebanyak 15.264 kali.

Posisi ke tiga ada nama Fahri Hamzah dengan jumlah perbincangan sebanyak 14.090  kali, posisi ke empat muncul nama TGH M Zainul Majdi atau TGB yang diperbincangkan sebanyak 9.787 kali.

Di posisi ke lima muncul nama Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. Nurhandini Eka Dewi dengan jumlah perbincangan sebanyak 829 kali.

Selanjutnya di posisi ke enam, mencuat nama Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri dengan jumlah perbincangan sebanyak 684, di posisi ke tujuh ada nama Sekda NTB, H. Lalu Gita Ariadi dengan jumlah perbincangan sebanyak 482, posisi ke delapan muncul nama Kapolda NTB Irjen Pol M. Iqbal dengan jumlah perbincangan sebanyak 459.

Kemudian di urutan ke sembilan ada nama Karo Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy dengan jumlah perbincangan sebanyak 438, urutan ke 10 muncul nama Dirut RSUD NTB dr. Hamzi Fikri dengan jumlah perbincangan sebanyak 376.

Selanjutnya dari urutan ke 11 sampai 15 masing-masing figur yang mendapat atensi di permberitaan media online dan mention serta tag di media sosial di NTB yaitu Lalu M. Zohri (330) , Prof. Dien Syamsudin (288) Najwa Shihab (263) dr HL Herman Mahaputra (243) Eva Yolanda (124).

HumasNTB




Kelas Barista, Cara Selly-Manan Berdayakan Milenial Mataram Untuk Berwirausaha

Pelatihan barista ini tidak hanya memberikan materi saja, tetapi juga praktik sehingga para peserta memiliki keterampilan dan siap untuk membuka usaha kopi

lombokjournal.com —

MATARAM ; 

Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Mataram, Hj. Putu Selly Andayani dan TGH. Abdul Manan atau yang dikenal dengan paket SALAM, membuat gebrakan dalam mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat di Kota Mataram.

Di tengah kelesuan ekonomi akibat pandemi COVID-19, duo Paslon itu mulai membangkitkan semangat berwirausaha masyarakat dengan menggelar pelatihan meracik kopi melalui kelas Barista.

Paslon usungan PDIP dan PKS ini menggelar kelas Batista selama dua hari di Kedai Mr. Dim-Dim di Jalan Bung Karno Lingkungan Jempong, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram sejak Minggu (20/09) dan Senin (21/09).

Peserta pelatihan barista datang dari berbagai kalangan, seperti santri,  mahasiswa dan milenial di sejumlah lingkungan di Kota Mataram. Mereka tampak antusias mengikuti pelatihan.

April, seorang milenial Kota Mataram mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, banyak manfaat dari pelatihan tersebut.

“Saya merasa acara ini bermanfaat sekali ya untuk milenial seperti saya. Sekarang kawan-kawan saya sedang banyak yang berminat dengan kopi, namun hanya sekedar hobi. Di sini saya belajar seni membuat kopi yang bisa saya kembangkan menjadi bisnis,” kata April, salah satu peserta pelatihan, Senin (21/09/20).

Paslon SALAM bekerjasama dengan Kedai Mr. Dim-Dim memfasilitasi sebanyak 29 milenial untuk berkarya dan mengasah skillnya.

Program Kelas Barista Salam merupakan bentuk kongkret pemberdayaan ekonomi kerakyatan untuk menggairahkan UMKM di Kota Mataram.

“Pelatihan seperti ini bisa menjadi modal ilmu buat kami membuka usaha mandiri. Kalau bisa harus ada program lanjutan dengan durasi lebih panjang. Terima kasih Pak Tuan Guru Manan,” ujar April.

Sementara itu, Calon Wakil Wali Kota Mataram TGH Abdul Manan, mengatakan, pelatihan Kelas Barista Salam sebagai salah satu upaya dan komitmen pihaknya untuk mengantisipasi dampak ekonomi yang timbul selama masa pandemi Covid-19.

Hal ini guna mengimplementasikan konsep Mataram Berkah dan Cemerlang yang menjadi pemikiran Calon Wakil Wali Kota Mataram, TGH Abdul Manan agar masyarakat meningkat pendapatan ekonomi keluarganya.

“Maka dari itu kita memilih untuk melakukan pelatihan kopi kepada para millenial dalam memanfaatkan salah satu dampak akibat wabah Covid-19,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelatihan barista ini tidak hanya memberikan materi saja, tetapi juga praktik sehingga para peserta memiliki keterampilan dan siap untuk membuka usaha kopi.

Selain memberikan pelatihan barista. Tuan Guru Manan mengungkapkan, pihaknya juga memberikan materi wirausaha kopi. Hal itu menyusul, potensi kopi lokal NTB sangat banyak. Namun masih banyak yang belum tergarap dengan maksimal.

Oleh karena itu, pelatihan yang diberikan di Kedai Mr. Dim-Dim sangat berbeda dengan penyelenggara pelatihan lainnya. Kedai Mr. Dim-Dim juga diminta memberikan pendampingan secara terus menerus sehingga memastikan pelatihan dapat bekerja selain harus menyuplai bahan baku secara konsisten.

“Tidak hanya itu, peserta diharapkan mampu melakukan pemasaran hingga delivery kepada RT dan RW. Program ini diharapkan tidak hanya membantu calon pengusaha kopi, namun juga membantu ratusan ribu petani kopi di NTB yang sedang kesulitan juga untuk ekspor kopi ditengah wabah,” tandas Tuan Guru Manan.

Me




Kunker DPRD Badung ke Lombok Utara Diterima Langsung Bupati dan Ketua DPRD

Kedatangan Anggota DPRD Badung mengaku mendapat kehormatan,  bisa diterima langsung oleh Bupati lengkap dengan Ketua dan anggota DPRD KLU, Pj. Sekda, dan sejumlah Kepala OPD

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH bersama Ketua DPRD Nasrudin, SHI kompak menerima kunjungan kerja (kunker) pimpinan dan anggota Komisi II dan IV DPRD Kabupaten Badung, Provinsi Bali,

Kegiatan menerima wakil rakyat dari Badung itu berlangsung di aula bupati setempat, Senin (21/09/20).

Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar menyampaikan selamat datang kepada rombongan komisi II dan komisi IV, sembari memaparkan singkat deskripsi Lombok Utara sebagai kabupaten paling muda di Provinsi NTB.

“Karena kami banyak keluarga dari Bali maka di sini bapak dan ibu bisa menemukan beberapa tempat yang namannya sama dengan di Bali. Contoh di Bali ada Kabupaten Badung di sini ada dusun namanya Badung. Ada juga Karang Subagan dan lain-lain,” seloroh Bupati Najmul.

Menurut bupati, setidak-tidaknya kesamaan nama itu menunjukan secara historis Lombok Utara dan Badung memiliki hubungan.

Dijelaskan, di Kabupaten Lombok Utara, penduduk yang beragama Hindu sejumlah 17 ribu jiwa.

“Kami memberikan perhatian yang sama. Baru saja (beberapa hari lalu-red), kami memberi bantuan mobil untuk transportasi dan operasional PHDI,” jelasnya.

Diterangkan Najmul, itulah cara pemerintah daerah menjaga dan merawat keamanan di Kabupaten Lombok Utara.

Menurutnya, langkah itu ternyata mendapat apresiasi pihak Kementerian Agama RI dengan memberi penghargaan kepada Lombok Utara sebagai kabupaten peduli kerukunan umat beragama di NTB dan Indonesia pada umumnya.

Sekjen APKASI tersebut juga mengutarakan maksud kunjungan rombongan Komisi II dan IV DPRD Badung, salah satunya berkaitan dengan Covid-19.

Di Lombok Utara, awalnya pandemi corona memang sangat mengkhawatirkan seluruh elemen masyarakat gumi Tioq Tata Tunaq.

Tapi dalam waktu tidak terlalu lama masyarakat bisa bersahabat dengan covid-19 dikarenakan terjalinnya kerjasama yang solid dari semua pihak di KLU.

“Awalnya KLU zero Covid-19 selama dua bulan. Tetapi bulan berikutnya pecah telur hampir di setiap kecamatan,” jelasnya lagi.

Pemkab Lombok Utara bersyukur lantaran terjalinnya kerjasama semua pihak, mulai dari karantina wilayah di tiap-tiap desa. Masyarakat-cukup melakukan karantina di desa masing-masing.

Selain itu, masyarakat tetap didampingi satgas Covid-19 di tingkat desa.

“Sekarang kami hanya merawat 1 orang yang mendekati kesembuhan. Sehingga saya minta izin kepada bapak Gubernur NTB untuk memasukkan anak-anak sekolah mulai dari pondok pesantren maupun sekolah di bawah Dikpora,” terang bupati.

Tapi sebelum rencana itu direalisasikan, Pemkab Lombok Utara memanggil semua pimpinan ponpes, komite, kepala desa, dan kepala dusun agar mengimbau anak-anak sekolah harus selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Jadwal untuk anak SD, SMP, dan SMA partime. Bisa 1, 2 hingga 3 kali tatap muka perminggu, tergantung jumlah siswa, sebagai bentuk uji coba,” imbuhnya.

Ditegaskan orang nomor satu di gumi Tioq Tata Tunaq ini, Pemda Lombok Utara mendeklarasikan New Normal.

Begitu pun dengan tempat pariwisata juga sudah mulai dibuka, misalnya obyek wisata 3 Gili dan Senaru dengan mematuhi protokol Covid-19.

Bupati Najmul juga menjelaskan, hal lain yang berpengaruh terhadap penanganan Covid-19 di Lombok Utara adalah tenaga kesehatan bina wilayah, yaitu 1 dokter 1 desa dan 1 ambulans 1 desa.

Pihaknya bersyukur hampir di setiap desa ada dokter. Pun di rumah sakit juga diikhtiarkan pelayanan sederhana melalui Kartu KLU sehat.

Diceritakan, pada awalnya Pemda KLU sepenuhnya menggunakan BPJS. Dampak positifnya KLU menjadi salah satu kabupaten dengan kategori UHC. Kategori itu mendapatkan penghargaan dari Presiden Lombok Utara termasuk Universal Healt Coverage di NTB.

“Tapi ketika terjadi gempa bumi 2018, kami kecewa terhadap BPJS dengan alasan gempa itu dianggap sebagai force major. Masyarakat kami tidak ditangani,” sesal Ketua PDNW KLU itu.

Imbasnya, dari 238.000 jiwa yang dibayarkan preminya disisakan 10.000 jiwa saja. Sisanya dikonversikanke kartu KLU Sehat.

“Alhamdullilah sampai RS Sanglah pun bisa kami tangani. Terkait pasien Covid-19 hingga saat ini kami bersyukur tinggal merawat 1 orang saja, sehingga kita bisa kembali zero Covid-19 di KLU,” pungkasnya di hadapan rombongan DPRD Badung.

Mendapat kehormatan

Ppimpinan rombongan DPRD Badung yang juga Ketua Komisi II DPRD Badung Agung Anom Gumanti, SH menyampaikan apresiasi sembari berbahagia, pasalnya kedatangan mereka mendapat kehormatan bisa diterima langsung oleh Bupati lengkap dengan Ketua dan anggota DPRD KLU, Pj. Sekda, dan sejumlah Kepala OPD.

Penerimaan itu, sambungnya, di luar ekspetasi pihaknya ketika hendak melakukan kunjungan di tempat lain.

“Lombok Utara menjadi inspirasi kami kala melihat Bali tahun 1980, seperti inilah perkembangan pariwisatanya. Kami menganggap tanah Lombok menjadi tanah kelahiran kami yang kedua setelah Bali,” tuturnya lugas.

Disampaikan tujuan kedatangan rombongan Komisi II dan Komisi IV ke Lombok Utara, disamping studi banding juga yang lebih utama mempererat tali silaturrahmi.

“Tahun 2020 ini di Kabupaten Badung juga dilaksanakan Pilkada. Saya dan seluruh teman-teman mengucapkan terima kasih atas waktu dan tempat penerimaan kami yang luar biasa ini,” pungkas legislator yang pernah kunker pascagempa 2018.

Kegitan penerimaan anggota DPRD Badung itu dihadiri Pj. Sekda KLU Drs. H. Raden Nurjati, anggota DPRD KLU Bagiarti, SH, Raden Nyakradi, Saparudin, Lalu Muhamamd Zaki, kepala OPD serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara ditutup dengan pemberian cinderamata oleh bupati kepada ketua rombongan DPRD Badung, diakhiri dengan foto bersama anggota komisi II dan IV.

api




Gubernur Imbau Masyarakat Disiplin Patuhi Protokol Kesehatan

Hasil tes swab, Gubernur dinyatakan Negatif Covid-19

 MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melaksanakan tes swab, usai mendengar kabar Menag RI, Fachrul Razi positif Covid-19 setelah melaksanakan kunjungan kerja ke NTB.

Hasil tes swab, Gubernur dinyatakan Negatif Covid-19.

Gubernur menegaskan, ia negatif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark RT-PCR SARS-COV-2 bernomor 0275/S.CO/SBW/IX/2020.

“Alhamdulillah sudah dites swab. Hasilnya negatif,” kata Gubernur.

Bang Zul juga mendapatkan informasi hasil swab sejumlah pejabat. Untuk Sekda NTB, Karo Kesra dan Karo Humas beserta 50 staf biro Humas dan Protokol, semuanya negatif.

Diharapkan, dengan hasil ini tidak ada lagi spekulasi maupun kekhawatiran, dampak dari kunjungan Menteri Agama, belum lama ini.

Gubernur kembali mengingatkan masyarakat NTB untuk mematuhi protokol kesehatan untuk menghindari Covid-19.

“Pakai masker jika keluar rumah, jaga jarak, dan sering cuci tangan. Atau selalu sediakan hand sanitizer. Karena kita tidak tahu, siapa pembawa virus ini,” tuturnya.

Kondisi Fahrul Razi baik

Melalui siaran pers Kementerian Agama, mengumumkan, Menteri Agama Fachrul Razi terkonfirmasi positif Covid-19. Namun saat ini kondisi fisiknya dalam keadaan baik.

Dijelaskan Kevin Haikal, Staf Khusus Menteri Agama, tnggal  17 September, Menag melakukan tes swab dan hasilnya positif.

“Namun, alhamdulillah kondisi fisik beliau hingga saat ini terpantau baik, tidak ada gejala-gejala mengkhawatirkan,” terang Kevin di Jakarta, Senin (21/09/20).

BACA JUGA;

Terkonfirmasi Positif Covid-19, Menag Fahrul Razi Menjalani Isolasi dan Istirahat

Saat ini Menag Fahrul Razi menjalani proses isolasi dan istirahat. Ini bagian dari wujud komitmen Fahrul Razi dalam menaati peraturan protokol kesehatan dan memutus mata rantai kemungkinan penyebaran.  Covid-19.

Juru Bicara (Jubir) Kementerian Agama, Oman Fathurahman menambahkan, Menag saat ini akan fokus menjalani proses isolasi dan pemulihan kesehatan.

Untuk pelaksanaan tugas birokrasi, Menag sudah mengkoordinasikan dan sekaligus mendelegasikannya kepada Wakil Menteri Agama, serta memberi arahan kepada para pejabat terkait.

HmsNTB




2 Tahun Zul-Rohmi, Wagub; Membangun NTB dengan Kebersamaan dan Cinta

 Sinergi seluruh pihak itu kunci yang terpenting di dalam membangun NTB

 MATARAM.lombokjournal.com

Dua tahun kepemimpinan pasangan Zul-Rohmi itu telah menggoreskan berbagai capaian pembangunan sesuai visi misi NTB Gemilang.

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah

“Di awal kepemimpinan di tahun 2018 terjadi musibah gempa, dan di tahun 2020 kita dihadapkan Covid-19. Prinsip kita memang tidak melihat bencana atau tantangan yang ada di depan kita itu sebagai hambatan, justru kita berusaha mengambil hikmah dari semua itu. Bagaimana dengan tantangan yang ada di depan kita produktivitas kita lebih tinggi,” kata Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd.

Wagub mengatakan itu saat sebagai narasumber Dialog Berugaq dengan Tema “Dua Tahun Zul-Rohmi membangun NTB” pada acara berugaq live di TVRI Stasiun NTB, Senin (21/09/20)

Dengan prinsip mengambi hikmah dari bencana, membuat NTB  tetap bisa mencari peluang di masa-masa sulit tersebut.

“Dan alhamdulillah 2 tahun ini walaupun memang hambatannya luar biasa, tetapi pencapaian juga tetap kita dapatkan untuk kemudian bersama-sama membangun sinergi. Karena dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada bersama-sama sesuai kapasitasnya, Insya Allah di balik segala hambatan yang ada pasti selalu ada jalan,” kata Wagub.

Selanjutnya, Wagub menyampaikan pencapaian program unggulan yang berjalan sebagaimana mestinya, dan inovasi-inovasi yang datang dari NTB.

Contohnya, saat gempa bulan Agustus 2018, NTB termasuk terbaik dalam penanganan gempa di Indonesia. Dan di masa pandemi saat ini, Zul-Rohmi juga fokus pada beberapa hal yaitu produktivitas dan keamanan serta ekonomi.

”Allhamdulillah walaupun kita menjalani hambatannya luar biasa tetapi ternyata dalam skala nasional penanganan kita terbaik di masa pandemic, karena kita mau masyarakat hidup aman dan produktif dari sisi ekonominya juga,” ujara Wagub.

Ditambahkan, dengan meluncurkan program JPS Gemilang menjadi motivasi di nasional.

“Karena JPS gemilang kita luncurkan itu menggunakan produk-produk dari NTB sendiri jadi kita tidak memberikan bantuan berupa uang, tapi bagaimana kita mendorong UKM-UKM kita untuk bergerak, hasil merekalah yang kita gunakan untuk membantu saudara-saudaranya,” jelas Wagub.

Tidak hanya hambatan saja, tapi 2 tahun kepemimpinan sudah banyak pencapaian-pencapaian dalam 5 program unggulannya yaitu Industrialisasi, Zero Waste, Revitalisasi Posyandu, Desa Wisata, 1000 Cendikia.

Dijelaskan, program – Program unggulan Zul-Rohmi memang modelnya adalah pemberdayaan masyarakat. Dan programnya berbasis desa.

“Jadi kita tidak mau program unggulan hanya seremonial tetapi kita bangun sistem contohnya berbicara NTB bersih kita ingin secara sistemik sampah menjadi berkah, kita dorong mulai dari hulu seluruh desa di NTB, bagaimana mengubah sampah menjadi berkah dan berguna,” kaanya.

Demikian Revitalisasi Posyandu,  memanfaatkan posyandu yang sudah ada dIperkuat perannya dari sisi edukasi.

“Yang mulanya penyuluhan ibu dan anak kita dorong menjadi posyandu keluarga sehingga permasalahan sosial bisa juga diselesaikan,” ujarnya.

Terkait program unggulan Desa Wisata dan industrialisasi, Wagub NTB mengemukakan, salah satu cara pemerintah dalam mendorong desa agar dapat mengeluarkan potensinya yaitu dengan program unggulan Desa Wisata.

Begitu juga dengan industrialisasi,  pemerintah membantu dengan keberpihakan kepada UMKM – UMKM yang memproduksi mesin, dengan mewajibkan OPD menggunakan mesin buatan produk NTB sendiri.

Sinergi semua pihak

Mengenai 2 tahun kepemimpinan Zul – Rohmi, Wagub NTB mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi sinergitas dari semua pihak untuk bersama membangun NTB.

“Jadi untuk Masyarakat NTB, saya dan pak Gubernur mengucapkan terima kasih atas kontribusi seluruh masyarakat membangun NTB karena kebersamaan kunci kita untuk berhasil, NTB ini kita bangun dengan kebersamaan dan cinta,” ucap Wagub.

Menurutnya kunciya adalah sinergi dari seluruh pihak, di NTB ini kalau kita bicara Forkompinda luar biasa kompaknya, sinergi seluruh pihak itu kunci yang terpenting di dalam kita membangun NTB.

BACA JUGA;

Dua Tahun ‘Zul-Rohmi’, Bangun Industri dan UMKM di Tengah Bencana

“Betul kita menghadapi bencana, betul kita menghadapi gempa dan pandemi, tetapi itu bukan halangan untuk kita terus bergerak maju mewujudkan NTB yang gemilang, insyaAllah dengan sinergi bersama tidak ada yang tidak mungkin,” tegas Wagub.

HmsNTB

 




Bila Tak Ada Kelas, Berapa Iuran yang Dibayar Peserta BPJS Kesehatan?

Kelas standar diharapkan menjadi solusi atas polemik kenaikan iuran BPJS Kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com

Pemberlakuan kebijakan kelas standar bagi peserta BPJS Kesehatan bakal berlaku pada awal 2021 mendatang. Penerapannya akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2022.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menjelaskan, kelas standar akan menggantikan sistem kelas 1, 2, dan 3 untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Bukan Pekerja (BP).

Dengan demikian seluruh peserta nantinya akan tergabung menjadi hanya satu kelas.

“Pada awal 2021 hingga 2022, paket manfaat jaminan kesehatan nasional berbasis kebutuhan dasar kesehatan (KDK) dan rawat inap kelas standar bisa kami terapkan bertahap,” ujar Oscar, seperti dikutip Minggu (20/9/2020).

Meski demikian, pemerintah belum disebutkan secara rinci berapa premi yang dibayarkan para peserta baik itu peserta PBPU maupun BP.

Saat ini, peserta sudah membayar iuran untuk tiap kelas peserta. Iuran tersebut telah mengalami kenaikan seiring dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) 64/2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres 82/2108 tentang Jaminan Kesehatan.

Berikut iuran yang dibayarkan para peserta kelas 1, 2, dan 3 :

Peserta mandiri kelas I: Rp 150.000

Peserta mandiri kelas II: Rp 100.000

Peserta mandiri kelas III: Rp 42.000

Sebelumnya, pemerintah mengatakan perumusan aturan kelas standar ini ada di bawah koordinasi Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). DJSN pun melibatkan sejumlah pihak yakni Kemenkes, BPJS Kesehatan, Kementerian Keuangan, kalangan akademisi, perhimpunan dan asosiasi rumah sakit.

Adapun pada Januari-September 2020, seluruh pihak diharapkan bisa menyelesaikan rancangan paket manfaat JKN berbasis KDK dan rawat inap kelas standar.

Selanjutnya pada Oktober-Desember 2020, seluruh pihak diharapkan bisa mematangkan proses legal dari aturan tersebut meliputi pembahasan rancangan revisi Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan oleh internal Kemenkes.

Baca:Siap-siap! Kelas Standar BPJS Kesehatan Berlaku Awal 2021

Selanjutnya, harmonisasi revisi Perpres Nomor 82 Tahun 2018 hingga penetapannya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Terakhir, implementasi bertahap mulai awal 2021 hingga akhir 2022.

Sejalan dengan aspek legal, sejumlah persiapan teknis lainnya juga dilakukan pihak terkait. Misalnya, ketersediaan tempat tidur di RS, penyesuaian fasilitas rawat inap kelas standar oleh RS, sumber daya manusia medis dan non medis, hingga ketersediaan sarana dan prasarana di RS.

Ketentuan mengenai kelas standar tercantum dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020. Pada Pasal 54 A berbunyi untuk keberlangsungan pendanaan Jaminan Kesehatan, menteri bersama kementerian/lembaga terkait, organisasi profesi, dan asosiasi fasilitas kesehatan melakukan peninjauan manfaat Jaminan Kesehatan sesuai kebutuhan dasar kesehatan (KDK) dan rawat inap kelas standar paling lambat Desember 2020.

Kelas standar diharapkan menjadi solusi atas polemik kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Termasuk juga antisipasi terhadap lonjakan permintaan peserta untuk turun kelas demi menghindari membayar lebih mahal.

Rr




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 21 September 2020, Bertambah 11 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 15 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

Orang yang pernah kontak era dengan Menteri Agama RI agar aktif membantu pelaksanaan contact tracing

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, Laboratorium TCM RSUD Praya, dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 11 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Minggu (20/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 67 sampel dengan hasil 54 sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 11 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 15, kasus kematian 2 (dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 11 kasus baru terkonfirmasi positif, 15 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (21/9/20) sebanyak 3.134 orang, dengan perincian 2.459 orang sudah sembuh, 187 meninggal dunia, serta 488 orang masih positif.

BeLebih jauh, Lalu Gita menyebut berita Menteri Agama RI, Fachrul Razi, yang positif Covid-19 setelah melakukan kunjungan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Maka akan dilakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan beliau,” katanya.

Dikatakan, kegiatan contact tracing terutama akan dilaksanakan pada orang yang berkontak dengan beliau pada saat kegiatan :

  • Pemberian bantuan kepada tokoh agama;
  • Peresmian Gedung Universitas Islam Negeri Mataram; dan
  • Pembinaan ASN di lingkup Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB.

Diharapkan, kepada orang yang pernah kontak erat, yaitu orang yang pernah berkontak dengan Menteri Agama RI selama lebih dari 15 menit dengan jarak kurang dari 2 meter pada beberapa kegiatan tersebut, agar aktif membantu pelaksanaan contact tracing dengan cara melaporkan diri ke Layanan Provincial Call Center yang nomornya tercantum di bawah ini.

TAMBAHAN 11 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 15 ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3124, an. IMS, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  2. Pasien nomor 3125, an. BS, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  3. Pasien nomor 3126, an. S, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Unram;
  4. Pasien nomor 3127, an. Y, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  5. Pasien nomor 3128 an. ASA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Sakra;
  6. Pasien nomor 3129, an. MDRH, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Rensing;
  7. Pasien nomor 3130, an. M, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Gelumpang, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Suralaga;
  8. Pasien nomor 3131, an. ZH, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Gelumpang, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Suralaga;
  9. Pasien nomor 3132, an. A, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Kelayu Utara, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2885. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Selong;
  10. Pasien nomor 3133, an. N, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 3134, an. AF, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi  Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Hari Senin terdapat penambahan 15 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2510, an. SW, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Babusalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 2534, an. M, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Jenggik, Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 2651, an. MFAF, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 2680, an. M, laki-laki, usia 5 hari, penduduk Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 2762, an. S, perempuan, usia 73 tahun, penduduk Desa Nyur Lembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 2856, an. MAS, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 2871, an. BJAH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 2909, an. MA, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 2916, an. BU, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 2929, an. AA, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  11. Pasien nomor 2930, an. NU, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Menala, KecamatanTaliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  12. Pasien nomor 2977, an. AN, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk berdomisili di Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  13. Pasien nomor 3020, an. AY, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  14. Pasien nomor 3091, an. R, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  15. Pasien nomor 3097, an. MS, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Senin ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 2981, an. R, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Taman Baru, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 3108, an. I, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien memiliki penyakit komorbid.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasive untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi..

Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Ketua Komisi I DPRD NTB Desak Pemprov, Sosialisasikan Perda No 7/2020 Hingga ke Dusun

Pemerintah bersama Satgas Covid-19 diharapkan tak hanya menyampaikan kewajiban masyarakat untuk mengenakan masker

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua Komisi I Bidang Politik, Hukum dan HAM Syirajuddin, SH mendesak Pemerintah Pprovinsi (Pemprov) NTB bersama Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, makin gencar mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Covid-19.

Sosialisasi itu harus dengan turun hingga menyasar ke lapisan masyarakat terkecil yang ada di dusun-dusun seluruh NTB.

Pnegasa itu perlu ditegaskan pada Pemprov NTB, karena berdasarkan pantauan Syirajuddin di lapanga,  masih banyak masyarakat NTB, khususnya yang tinggal di pedusunan, belum tahu adanya Perda Covid-19.

Kalaupun sebagian mereka ada yang tahu, belum tentu mereka paham maksud dan tujuan dibuatnya Perda Covid-19 tersebut.

“Lewat masjid, lewat pemerintah desa, pemerintah dusun. Dimasifkan. Itu namanya masif. Dia terstruktur, terencana. Tersistem dia,” terangnya kepada lombokjournal.com, Senin, (21/09/20).

Dikatakan, hal tersebut penting dilakukan agar Perda Covid-19 benar-benar dipahami maksud dan tujuannya oleh semua masyarakat NTB.

Jika maksud dan tujuan dibuatnya Perda tidak sampai ke seluruh lapisan masyarakat, Perda tersebut rentan menimbulkan polemik. Terutama yang berkaitan dengan penerapan denda bagi pelanggarnya.

“Masih banyak. Itu jadi pekerjaan rumah sebenarnya. Ia kan, kaget orang (didenda), bisa menimbulkan polemik. Menimbulkan disharmonisasi di tengah suasana yang sangat memperihatinkan,” katanya.

Dalam sosialisasinya nanti, pemerintah bersama Satgas Covid-19 diharapkan tak hanya menyampaikan kewajiban masyarakat untuk mengenakan masker.

Hal lain yang tak kalah penting disampaikan adalah, Perda tersebut dibuat untuk melindungi masyarakat dari bahaya Covid-19, selebihnya, ada sangsi yang harus ditanggung masyarakat ketika tidak menaati aturan yang ada.

“Dalam rangka mengikuti protokol kesehatan. Menjaga keselamatan, kan itu, urgensi daripada Perda itu. Agar tidak jadi polemik. Apa yang jadi kewajiban masyarakat, terus apa sangsinya (jika melanggar aturan),” paparnya.

Ast




‘Gebrak Masker’ Berlanjut ke Kabupaten Sumbawa

Tak henti-hentinya masyarakat diajak kompak dan patuh mengutamakan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah

SUMBAWA.lombokjournal.com

Road Show Tim Penggerak PKK Provinsi NTB sekaligus rangkaian Gerakan Bersama Pakai Masker (Gebrak Masker) berlanjut di Kabupaen Sumbawa..

Program yang bertujuan memberikan pembinaan, sosialisasi sekaligus pencegahan dampak pandemi Covid-19 sampai di Desa Berare Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa, Senin (21/09/20).

Pelaksanaan program yang berkolaborasi dengan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) ini, menjadi kan Desa Berare sebagai lokasi ke delapan yang dikunjungi dalam rangkaian Road Show TP PKK Provinsi NTB.

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bunda Niken mengapresiasi para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov yang telah membersamai kunjungan PKK ke desa-desa di kabupaten/kota se-NTB.

Ia memuji kekompakan OPD terkait dalam memberikan edukasi kepada masyarakat hingga ke pelosok-pelosok.

“Kita tidak ingin masyarakat kita menjadi masyarakat yang lemah dan menderita di rumah karena Covid-19 ini. Inilah mengapa Gerakan PKK masih bertemakan melawan Covid-19,” ungkapnya.

Bunda Niken mengatakan, kehadiran pandemi mengajarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.

Tak henti-hentinya masyarakat diajak kompak dan patuh mengutamakan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.

“Kita tidak pernah bosan, tidak pernah putus asa, mengingatkan kembali dan kembali untuk memakai masker,” ujar Bunda Niken.

Bunda Niken berharap, kehadiran PKK diharapkan dapat memberikan motivasi dan semangat bagi kader-kader PKK yang ada kabupaten/kota.

Begitu juga, masyarakat diminta terus semangat dan produktif meskipun di masa pandemi Covid-19.

“Kita bangga kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa, semoga terus menginspirasi ibu-ibu dan masyarakat yang ada di Sumbawa,” harap Bunda Niken.

Maskerisasi anak

Sebelumnya, Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Amien Rahmani Husni Djibril dalam laporannya mengungkapkan, TP PKK Kabupaten Sumbawa terus melakukan upaya pencegahan demi meminimalisir dampak Covid-19.

Berbagai kegiatan yang telah dilakukan TP PKK Kabupaten Sumbawa disebutnya sesuai dengan arahan dari TP PKK Provinsi NTB.

“Salah satunya, launching maskerisasi untuk anak di Kabupaten Sumbawa dan itu terus kami lakukan,” jelasnya.

Hj. Amien mengatakan, maskerisasi pada anak sangat penting demi menekan laju positif Covid-19.

Dibandingkan dengan orang dewasa, anak akan sangat rentan, bila terpapar virus karena belum memahami penyakit yang mereka derita.

“Untuk itu, kami mengapresiasi Ketua TP PKK Provinsi NTB yang telah melaunching maskerisasi untuk anak di kabupaten/kota se-NTB,” tutur Hj. Amien.

Seperti di kabupaten/kota sebelumnya, Road Show kali ini juga diisi dengan stand dan pameran pangan lokal oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa.

Ada pula pelayanan sekaligus pembinaan posyandu dan kelompok dasawisma, pelayanan KB oleh BKKBN hingga pameran produk lokal oleh UMKM Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan masker oleh TP PKK Provinsi NTB dan IKAPTK Kabupaten Sumbawa sekaligus sosialisasi Gebrak Masker.

Dalam kegiatan ini,  Ketua TP PKK Provinsi NTB didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi NTB, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Kepala Dinas PMPD Dukcapil Provinsi NTB serta Kepala BKKBN Provinsi NTB.

HmsNTB




Jurnalis Diingatkan Disiplin Terapkan Protokol Covid-19

Satgas Covid-19 diminta untuk sigap atas kabar yang sudah beredar, dan mewaspadai klaster baru penyebaran Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua DPW MOI NTB, Lalu Fatahillah Prawiranegara, mengingatkan kepada para insan Jurnalis dan  seluruh warga masyarakat mematuhi protokol Covid-19.

“Teman-teman jurnalis dan tentu seluruh anggota masyarakat, saya himbau untuk tetap waspada peredaran virus corona dan tetap patuhi protokol covid-19” kata Fatahillah di Mataram, Senin (21/09/20).

Menurutnya,  siapa pun dihimbau tidak menyepelekan virus berbahaya ini.

“Virus ini berbahaya dan jangan sampai diremehkan” ungkap Fatah.

Mengingat kunjungan kerja Menteri Agama, Fahrul Razi beberapa waktu lalu di Nusa Tenggara Barat, dan ternyata setelah itu ia terkonfirmasi positif Covid-19.

“Beberapa waktu lalu pak menteri berada di daerah kita ini untuk menyelesaikan pekerjaan,” tambah Fatahillah.

Untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat di NTB, Fatahillah juga berharap dinas terkait maupun Satgas Covid-19 untuk sigap atas kabar yang sudah beredar, dan mewaspadai klaster baru penyebaran Covid-19.

“Dinas terkait dan Satgas Covid-19 di daerah kita, mohon untuk tracing contact perjalanan acara Menteri Agama di Daerah kita beberapa waktu lalu. Agar masyarakat tetap nyaman dalam beraktivitas dan tetap waspada klaster baru,” kata Fatahillah.

AYA