UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 23 September 2020, Bertambah 39 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 20 Orang, Kasus Kematian 3 (tiga) Orang

Akan dilakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan Meneteri Agama, Fahrul Razi

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark dan Laboratorium TCM RSUD Kabupaten Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 39 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Rabu (23/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 200 sampel, dengan hasil 157 sampel negatif, 4 sampel positif ulangan, dan 39 sampel kasus baru positi Covid-19, pasien sembuh 20, kasus kematian 3 (tiga) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 39 kasus baru terkonfirmasi positif, 20 tambahan sembuh baru dan 3 (tiga)  kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (23/9/2020) sebanyak 3.197 orang, dengan perincian 2.499 orang sudah sembuh, 190 meninggal dunia, serta 508 orang masih positif.

Diinformasikan, berkenaan dengan berita Menteri Agama Fachrul Razi yang terkonfirmasi

Covid-19 setelah kegiatan kunjungan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat, maka akan dilakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan beliau.

Kegiatan contact tracing terutama akan dilaksanakan pada orang yang berkontak dengan Menag saat :

  • Pemberian bantuan kepada tokoh agama
  • Peresmian Gedung Universitas Islam Negeri Mataram, dan
  • Pembinaan ASN di lingkup Kantor Wilayah Keementerian Agama Provinsi NTB.

Gugus Tugas NTB mengharapkan,  orang-orang yang pernah kontak erat  melaporkan diri ke Layanan Provincial Call Center yang nomornya tercantum di bawah ini.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 39 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 20 ORANG, KASUS KEMATIAN 3 (TIGA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3159, an. AD, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  2. Pasien nomor 3160, an. RW, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  3. Pasien nomor 3161, an. SFA, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  4. Pasien nomor 3162, an. BMTI, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSD Wisma Seganteng Mataram;
  5. Pasien nomor 3163 an. RCMH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSD Wisma Seganteng Mataram;
  6. Pasien nomor 3164, an. TS, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kabupaten Bima.;
  7. Pasien nomor 3165, an. NWP, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  8. Pasien nomor 3166, an. BFAW, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  9. Pasien nomor 3167, an. NW, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  10. Pasien nomor 3168, an. HMSA, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 3169, an. M, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Anjani Selatan, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  12. Pasien nomor 3170, an. LARA, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Desa Denggen, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3134. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 3171, an. SB, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Batuyang Daya, KecamatanPringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr.R.Soedjono Selong;;
  14. Pasien nomor 3172, an.H, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Lenek Lauk, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R.Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 3173, an.H, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  16. Pasien nomor 3174, an. LIH, laki-laki, usia 72 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  17. Pasien nomor 3175, an. NA, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  18. Pasien nomor 3176, an.AU, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga,

Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;

  1. Pasien nomor 3177, an.AK, perempuan, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3176. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  2. Pasien nomor 3178, an. RR, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Dorebara, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  3. Pasien nomor 3179, an. N, perempuan, usia 27 tahun penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  4. Pasien nomor 3180, an. S, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Pratama Kabupaten Dompu;
  5. Pasien nomor 3181, an. R, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Mangge Asi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Pratama Kabupaten Dompu;
  6. Pasien nomor 3182, an. FAJ, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Pratama Kabupaten Dompu;
  7. Pasien nomor 3183, an. DAP, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Pratama Kabupaten Dompu;
  8. Pasien nomor 3184, an.IP, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Pratama Kabupaten Dompu;
  9. Pasien nomor 3185,an. MS, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Kandai I, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Pratama Kabupaten Dompu;
  10. Pasien nomor 3186, an. RA, perempuan,usia 25 tahun penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Pratama Kabupaten Dompu;
  11. Pasien nomor 3187, an. YF, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Mangge Asi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Pratama Kabupaten Dompu;
  12. Pasien nomor 3188, an. N, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2947. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Pratama Kabupaten Dompu;
  13. Pasien nomor 3189, an. IE, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Pratama Kabupaten Dompu;
  14. Pasien nomor 3190, an. FA, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Pratama Kabupaten Dompu;
  15. Pasien nomor 3191, an.F, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Pratama Kabupaten Dompu;
  16. Pasien nomor 3192, an. TK, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Soriutu, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Pratama Kabupaten Dompu;
  17. Pasien nomor 3193, an. R, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Soriutu, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Pratama Kabupaten Dompu;
  18. Pasien nomor 3194, an. II, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Pratama Kabupaten Dompu;
  19. Pasien nomor 3195, an. G, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Sorisakolo, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Pratama Kabupaten Dompu;
  20. Pasien nomor 3196, an. B, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri;
  21. Pasien nomor 3197, an. DNT, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kabupaten Bima.

Hari Rabu terdapat penambahan 20 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1680, an. Tn. SRP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 2345, an. Tn. S, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk ber-KTP di Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 2402, an. Tn. H, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 2434, an. Ny. VE,perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Senggigi, KecamatanBatulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 2742, an. RBD, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk ber-KTP Denpasar Bali saat ini berdomisili Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 2773, an. MI, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 2812, an. I, perempuan, usia 1,5 tahun, penduduk Desa Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  8. Pasien nomor 2838, an. TNS, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 2920, an. MA, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 2925, an. MSA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu;
  11. Pasien nomor 2935, an. MA, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  12. Pasien nomor 2940, an. DP, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Jakarta Timur, DKI Jakarta;
  13. Pasien nomor 2941, an. AN, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Depok, Jawa Barat;
  14. Pasien nomor 2942, an. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Bandung, Jawa Barat;
  15. Pasien nomor 2943 an. K, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Banyumas, Jawa Tengah;
  16. Pasien nomor 2954, an. N, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Bagik Payung, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur;
  17. Pasien nomor 3008, an. JM, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 3009, an. SDP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram
  19. Pasien nomor 3022, an. M, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  20. Pasien nomor 3076, an. ADF, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Sabtu ini juga terdapat penambahan 3 (tiga) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 3026, an. AA, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 3165, an. NWP, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 3175, an. NA, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua  Pelksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi menghimbau seluruh warga, terutama masyarakat kelompok rentan, agar lebih waspada dan lebih intens menjaga kesehatannya.

“Ketika mengalami gejala ringan agar lebih dini memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan sebisa mungkin untuk sementara waktu tidak berkegiatan di luar rumah,” katanya.

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Pelaku Pariwisata NTB Harus Waspada dan Perketat Protokol Covid-19

Harus disiplin dan komitmen, palagi sudah dikeluarkannya sertifikat CHSE

MATARAM.lombokjournal.com  —

Industri pariwisata di NTB didorong perketat protokol penanganan virus Corona Covid-19.

Terlebih di hotel-hotel, mengingat penyebaran Covid-19 bisa dari mana saja. Menteri Agama, Fahrul Razi  dinyatakan positif Covid-19 usai berkunjung ke NTB beberapa waktu lalu.

Menurut Ketua Gabungan Industri Pariwisata (GIPI) NTB, Awanadhi Aswinabawa,  apa pun itu memberikan kesan yang kurang manis untuk NTB.

ia berharap kejadian tersebut tidak menjadi satu pengaruh yang sangat negatif, terutama pada pariwisata NTB.

“Kita harus lebih waspada lagi, mudah-mudahan tidak terlalu besar pengaruhnya buat kita (pelaku usaha pariwisata, red),” ujar Awanadhi Aswinabawa, Rabu (23/09/20)

Penyebaranya virus Covid-19 memang bisa terjadi kepada siapa saja. Sekarang yang perlu lakukan adalah menaati protokol kesehatan.

Tidak bisa dipungkuri harus disiplin dan komitmen. Apalagi sudah dikeluarkannya sertifikat CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) bagi usaha yang akan membukan tempat usahanya.

BACA JUGA;  PHRI imbau Usaha Perhotelan Perketat Protokol Covid-19

“Jadi CHSE dikeluarkan sebagai kontrol unutk menjalankan protokol new normal (kenormalan baru, red) itu tadi. Meskipun kita sudah hati-hati toh kita kebobolan lagi, kita harus displin lagi,” katanya.

AYA




PHRI imbau Usaha Perhotelan Perketat Protokol Covid-19

Jangan sampai ada klaster hotel, bahaya buat industri perhotelan di NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua Kehormatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, I Gusti Lanang Patra, menghimbau pelaku industri perhotelan diminta memperketat protokol Covid-19 di hotelnya.

Tanpa pengetatan protocol kesehatan itu, bisa berdampak pada kegiatan lCcainnya di hotel.

“Harus lebih memperketat prosedur itu dan kita harus betul-betul disiplin, jadi jangan dianggap covid ini main-main,” ujar I Gusti Lanang, Rabu(23/09/20).

Menurut Lanang,  industri hotel  haus lebih waspada lagi serta lebih mentaati protocol Covid-19. Kejadian kasus Covid-19 harus jadi evaluasi industri perhotelan di NTB, agar tidak kembali terjadi hal serupa.

“Sebenarnya hotel-hotel kita semua yang ada di NTB ini, khususnya hotel berbintang,  meraka semua sudah melakukan protocol Covid-19. Bahkan sudah disertifikasi semua dan itu menjadi standar kita dan diwajibkan,” jelasnya.

Diterangkan, tindak lanjut yang harus dilakukan oleh pihak hotel yang menjadi tempat kegiatan kunjungan Kemenag beberapa waktu lalu. Yakni dengan melakukan rapid tes kepada seluruh karyawan di hotel, kemudian menyemprotkan disinfektan pada seluruh hotel dan lain sebagainya.

BACA JUGA; 

“Ya (berdampak) kegiatan di hotel. Karena kita lihat hampir semua daerah bukan NTB saja seluruh dunia (Covid-19). Sekarang jangan sampai ada klaster hotel, bahaya buat industri kita di perhotelan,” tandasnya.

AYA

 

 




Dampak Pandemi Covid-19, 587 Pekerja NTB di-PHK

750 orang pekerja di sektor pariwisata mengalami PHK

MATARAM.lombokjournal.com

Tercatat mencatat sebanyak 587 orang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Dampak masa pandemi virus Corona Covid-19 yang tak kunjung mereda membuat perusahaan sulit bertahan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nusa Tenggara Barat (NTB), T Wismaningsih, Rabu (22/09/20).

“Sebanyak 587 orang yang kena PHK, kalau PHK besar-besaran belum ada laporannya,” ujarnya

Ia mengatakan, saat ini belum ada penambahan angka PHK. Karena kondisi perusahaan sudah mulai membaik dari sebelumnya.

Mulai Juni hingga awal September, sektor pariwisata sudah mulai pulih. Sehingga sejumlah karyawan  yang sempat dirumahkan pun mulai dipekerjakan kembali. Namun, jumlahnya masih sangat sedikit.

“Kondisi usaha kita mulai membaik, seperti dari sektor pariwisata ini yang sudah mulai melakukan beberapa kegiatan-kegiatannya walupun masih terbatas,” terang Wismaningsih.

Menurut Wismaningsih, dengan kondisi usaha yang sudah mulai membaik diharapkan tidak akan terjadi lagi PHK pekerja.

Seperti yang terjadi beberapa waktu banyak pengusaha merumahkan karyawannya, dicutikan di luar tanggungan perusahaan, dan juga lainya kena PHK.

Kendati demikian, beberapa perusahaan di luar NTB justru para pegawai tengah was-was akan terkena PHK karena kondisi perusahaan kian sulit.

“Belum ada kita informasi seperti itu, justru sekarang usaha mulai bergerak di NTB,” terangnya.

Ada pekerja yang kena PHK maupun pekerja yang dirumahkan akibat pandemi COVID-19. Sehigga terjadi peningkatan jumlah penggangguran saat ini.

Untuk angka penggaguran sementara catatanya mencapai 15 ribu orang dirumahkan. Tetapi sebagiannya sudah kembali bekerja.

Tetapi pengangguran yang tetap saat ini jumlahnya cukup banyak. Selain itu, pekerja-pekerja yang terkena PHK maupun dirumahkan hampir merata terjadi pada seluruh sektor. Tetapi paling banyak di sektor perdagangan.

“Yang di PHK ini semua hamir rata terkena, terutama pada sektor perdagangan kalau dilihat-lihat,” terangnya.

Pekerja yang sempat terkena PHK di beberapa perusahan, Wismaningsih belum mengetahui bagaimana kondisi selanjutnya. Apakah pekerja yang kena PHK sudah mendapatkan pekerjaan baru atau belum.

“Itu belum ada laporan, kita masih cek lagi. Tapi yang dirumahkan sudah ada yang kembali kerja,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB H Lalu Moh Faozal, mengatakan, berdasarkan catatannya sebanyak 750 orang pekerja di sektor pariwisata mengalami PHK.

“Ini yang di-PHK total, di luar dapat pembagian paruh kerja atau yang dirumahkan,” ucapnya.

BACA JUGA;  PHRI imbau Usaha Perhotelan Perketat Protokol Covid-19

Pihaknya telah mengajukan agar pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan terakomodir dalam program bantuan platihan Kartu Pra-kerja.

“Jadi dengan itu, stimulus diberikan pemerintah diharapkan dapat disalurkan dengan lebih merata,” kata Faozal.

AYA




Begini Skema dan Penerapan Jika Kelas BPJS Kesehatan Dihapus

Terdapat beberapa opsi terkait penerapan kebijakan ini

lombokjournal.com

JAKARTA;

Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, pihak BPJS Ksehatan tengah menggodok kebijakan kelas tunggal atau kelas standar.

Pada Pasal 54B Perpres Nomor 64 Tahun 2020 berbunyi sebagai berikut: “Manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54A diterapkan secara bertahap sampai dengan paling lambat tahun 2022 dan pelaksanaannya dilakukan secara berkesinambungan, untuk meningkatkan tata kelola Jaminan Kesehatan”.

Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Muttaqien, membenarkan informasi tersebut.

“Jadi amanat Perpres tersebut memang menyatakan penerapan paling lambat tahun 2020,” kata Muttaqien saat sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Minggu (21/09/20).

Muttaqien menerangkan, manfaat kesehatan yang dimaksud pada pasal tersebut meliputi manfaat medis berupa kebijakan dasar kesehatan (KDK) dan manfaat non-medis yang berupa akomodasi ruang rawat inap di rumah sakit (RS).

“Manfaat medis terkait kebijakan KDK, sedang tahap finalisasi kriteria di pemerintah,” terangnya.

Dia berharap, kebijakan terkait dengan kelas standar JKN ini bisa dimulai pada 2021, namun penerapan kelas rawat inap JKN saat dimulai tidak akan langsung menjadi kelas tunggal.

Pada tahap awal, lanjut Muttaqin, kelas rawat inap terbagi menjadi dua, yaitu peserta penerima bantuan iuran pemerintah (PBI) dan non-PBI.

Bagi peserta PBI (kelas A), ruang rawat inap akan terdiri dari maksimal 6 tempat tidur per ruangan.

Sedangkan, peserta non-PBI (kelas B) dengan maksimal 4 tempat tidur per ruangan.

Muttaqien menambahkan, terkait dengan kelas rawat inap JKN telah selesai pembahasan penentuan kriteria.

“Sekarang tahap seri konsultasi publik dengan stakeholder terkait,” ujar dia.

Hasil masukan dari konsultasi publik akan menjadi masukan untuk finalisasi naskah akademik yang tengah disusun pemerintah dibantu tim pakar yang terlibat.

Sementara itu, terkait tarif, iuran, dan mekanisme naik kelas perawatan masih dalam proses pembahasan.

BACA JUGA;

Berapa Besar Iurannya, Jika Kelas Rawat Inap BPJS Kesehatan Dihapus?

“Sedang berproses untuk penghitungan tarif, dan iuran, mekanisme koordinasi antar penyelenggara jaminan untuk mengatur mekanisme peserta JKN yang akan naik kelas perawatan yang lebih tinggi dari Kelas Rawat Inap JKN,” tutur Muttaqien.

Kesiapan Rumah Sakit

Kondisi kesiapan Rumah Sakit (RS) menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penentuan waktu memulai penerapan kelas standar JKN.

Muttaqien mengungkapkan bahwa terdapat beberapa opsi terkait penerapan kebijakan ini.

Rr

(sumber; Kompas TV)




Berapa Besar Iurannya, Jika Kelas Rawat Inap BPJS Kesehatan Dihapus?

Salah satu perhitungan premi itu, bukan hanya berlaku bagi peserta mandiri

lombokjournal.com —

JAKARTA ;

BPJS Kesehatan menghapus kelas rawat inap dan menggantinya dengan menerapkan kelas standar yag direncanakan pada tahun 2022.

Terkait itu, Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Tubagus Achmad Choesni menyampaikan tanggapanya terkait soal besaran iuran serta beberapa aspek lainnya.

Choesni menjelaskan, kelas standar itu akan dilakukan secara bertahap. Pertama, pada 2021 akan terdapat pilot study atau penerapan sebagian, dilanjutkan dengan penerapan lebih besar pada 2022.

Menurutnya Tubagus, dengan tidak adanya kelas kepesertaan di BPJS Kesehatan, sejumlah aspek akan terpengaruh.

Beberapa aspek itu mulai dari besaran iuran yang dibayarkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), hingga beban biaya pelayanan kesehatannya.

“Ada perhitungan terhadap supply side dan aktuarial,” ujar Choesni, pekan lalu.

Choesni menyebutkan, premi belum bisa dihitung saat ini karena DJSN harus melihat bagaimana dampak penerapan kelas standar terhadap supply side.

“Perhitungan aktuaria akan kami lakukan, tapi kami masih dalam tahap pengajian karena ada konsultasi publik,” katanya.

Salah satu perhitungan premi itu pun, menurut Choesni, bukan hanya berlaku bagi peserta mandiri yang saat ini terbagi ke dalam tiga kelas.

DJSN pun harus menetapkan besaran iuran bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan segmen lain, karena akan berkaitan dengan besaran penerimaan iuran BPJS Kesehatan.

Choesni mengatakan, untuk perhitungan PBI, perhitungan supply side harus berkolaborasi dengan pemangku kebijakan lainnya seperti Kementerian Sosial.

“Karena harus mendapatkan dan mengacu kepada data yang pasti,” katanya

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Oscar Primadi menjelaskan bahwa penerapan kelas standar BPJS Kesehatan mengacu kepada Undang-Undang 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

BACA JUGA; Begini Skema dan Penerapan Jika Kelas BPJS Kesehatan Dihapus

Aturan itu pun mengamanatkan adanya menfaat perlindungan bagi peserta yang berbasis kebutuhan dasar kesehatan (KDK). Menurut Oscar, BPJS Kesehatan belum dapat menerapkan kelas standar itu saat terbentuk pada 2014 karena berbagai keterbatasan.

“Penerapan bertahap untuk paket manfaat JKN berbasis KDK dan rawat inap kelas standar, ini di timeline akan mulai diterapkan tahun depan,” ujar Oscar.

Rr

(SUMBER;  Tempo.com)




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 22 September 2020, Bertambah 24 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 20 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Dihimbau kepada seluruh warga, terutama masyarakat kelompok rentan agar lebih waspada dan lebih intens menjaga kesehatannya

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RS Unram, LaboratoriumPCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD dr.R.Soedjono Selong dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi, ada tambahan 24 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Selasa (22/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 162 sampel dengan hasil 131 sampel negatif, 6 sampel positif ulangan, dan 24 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 20, tidak kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 24 kasus baru terkonfirmasi positif, 20 tambahan sembuh baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (22/09/20) sebanyak 3.158 orang, dengan perincian 2.479 orang sudah sembuh, 187 meninggal dunia, serta 492 orang masih positif.

Lalu Gita Aryadi mengingatkan, berkenaan dengan berita Menteri Agama Fachrul Razi yang terkonfirmasi Covid-19 setelah kegiatan kunjungan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat, maka akan dilakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan beliau.

Kegiatan contact tracing terutama akan dilaksanakan pada orang yang berkontak dengan Menag saat;

  1. Pemberian bantuan kepada tokoh agama
  2. Peresmian Gedung Universitas Islam Negeri Mataram, dan
  3. Pembinaan ASN di lingkup Kantor Wilayah Keementerian Agama Provinsi NTB.

“Orang-orang yang pernah kontak erat diminta aktif membantu pelaksanaan contact tracing dengan cara melaporkan diri ke Layanan Provincial Call Center yang nomornya tercantum di bawah ini,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 24 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 20 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3135, an. R, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  2. Pasien nomor 3136, an. S, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  3. Pasien nomor 3137, an. I, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  4. Pasien nomor 3138, an. S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  5. Pasien nomor 3139 an. IKKD, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Turida, KecamatanSandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  6. Pasien nomor 3140, an. ESH, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3141, an. VIT, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kecamatan Pasar Minggu,Jakarta Selatan,Provinsi DKI Jakarta. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSD Asrama Haji Mataram;
  8. Pasien nomor 3142, an. ISP, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  9. Pasien nomor 3143, an. KYG, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  10. Pasien nomor 3144, an. EMIP, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSD Wisma Seganteng Mataram;
  11. Pasien nomor 3145, an. MAEP, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSD Wisma Seganteng Mataram;
  12. Pasien nomor 3146, an. NWA, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  13. Pasien nomor 3147, an. LJ, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  14. Pasien nomor 3148, an. FS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 3149, an. NA, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Denggen, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  16. Pasien nomor 3150, an. NMA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  17. Pasien nomor 3151, an. N, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2782. Saatini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  18. Pasien nomor 3152, an. UH, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  19. Pasien nomor 3153, an. AR, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  20. Pasien nomor 3154, an. M, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  21. Pasien nomor 3155, an. WP, perempuan, usia 32 tahun penduduk Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Asy-syfa Sumbawa Barat;
  22. Pasien nomor 3156, an. J, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2903. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kabupaten Bima;
  23. Pasien nomor 3157, an. SR, perempuan, usia 31 tahun , penduduk Desa Cenggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kabupaten Bima;
  24. Pasien nomor 3158, an. HI, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kabupaten Bima.

Hari Selasa terdapat penambahan 20 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2288, an. Ny. R,perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2636, an. SHH, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 2637, an. AOH, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 2917, an. PL, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Denggen, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 2924, an. S, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Marada, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  6. Pasien nomor 2963, an. H, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 2971, an. E, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 2974, an. LRW, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 2975, an. F, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 2976, an. MS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk berdomisili di Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 2984 an. IAAR, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 2985, an. NWW, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 3005, an. SJ, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 3006, an. RS, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 3014, an. ES, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 3015, an. KN, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 3021, an. S, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  18. Pasien nomor 3078, an. S, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  19. Pasien nomor 3096, an. Z, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Desa Tete Batu Selatan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur;
  20. Pasien nomor 3121, an. MP, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi menghimbau kepada seluruh warga, terutama masyarakat kelompok rentan agar lebih waspada dan lebih intens menjaga kesehatannya.

“Ketika mengalami gejala ringan agar lebih dini memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” katanya.

Dan sebisa mungkin untuk sementara waktu tidak berkegiatan di luar rumah.

“Jika terpaksa keluar rumah harus benar -benar menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan rajin cuci tangan serta tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat,” kata Lalu Gita.

Rr/AYA

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Road Show TP PKK NTB di KSB, Konsisten Beri Semangat dan Bangun Sinergi

Kehadiran PKK juga diharapkan dapat terus memberikan layanan dan edukasi bagi masyarakat melalui berbagai programnya

KSB.lombokjournal.com

Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merupakan lokasi terakhir yang dikunjungi Ketua TP. PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, dalam rangkaian Road Show TP PKK Provinsi NTB.

Kegiatan ini sekaligus rangkaian Gerakan Bersama Pakai Masker (Gebrak Masker). Kecamatan Taliwang dan Kecamatan Brang Ene,  kemudian menjadi dua daerah yang dikunjungi oleh TP PKK Provinsi NTB hari ini, Selasa (22/09/20.

Sebelumnya, Gebrak Masker yang merupakan kolaborasi dengan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK), telah melakukan sosialisasi dan pembinaan akan pentingnya menggunakan masker di kabupaten/kota se-NTB.

Selain itu, rangkaian Road Show TP PKK Provinsi NTB ini memberi semangat, membangun sinergi dan kekompakan kader-kader PKK di seluruh wilayah NTB.

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengapresiasi seluruh kader-kader PKK baik tingkat desa hingga kabupaten/kota,  yang telah bersama-sama membantu masyarakat.

Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, peran dan keterlibatan PKK begitu terasa ke seluruh aspek yang terdampak pandemi.

“Kabupaten Sumbawa Barat adalah titik terakhir di seluruh kabupaten/kota se-NTB dalam rangka memberikan motivasi, semangat dan dukungan kepada seluruh Tim Penggerak PKK di NTB, terutama untuk mengurangi dampak dari pandemi Covid-19,” ucap Ketua TP PKK yang akrab disapa Bunda Niken tersebut.

Bunda Niken memuji KSB yang berhasil menekan laju kasus positif di daerahnya hingga saat ini. Ini bukti kekompakan dan sinergi yang baik seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

“Alhamdulillah, masyarakat di KSB ini adalah masyarakat yang betul-betul disiplin mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Bunda Niken meminta masyarakat tetap mengedepankan protokol kesehatan di dalam beraktifitas. Kehadiran PKK juga diharapkan dapat terus memberikan layanan dan edukasi bagi masyarakat melalui berbagai programnya.

“Kami berterima kasih kepada seluruh Tim Penggerak PKK di KSB, yang sudah menggerakkan masyarakat KSB untuk selalu hidup sehat dan bersih,” sambung Bunda Niken.

Bunda Niken berharap, produk-produk lokal karya masyarakat KSB dapat terus berproduksi meskipun ditengah pandemi. Bahkan, Bunda Niken yang saat itu mengenakan pakaian tenun karya penenun-penenun asal Kertasari KSB, memuji kualitas lokal yang disebutnya tidak kalah dari daerah-daerah lain.

“Saya yakin produk lokal KSB tidak kalah bagusnya,” ujarnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada OPD-OPD terkait dan IKAPTK yang telah membersamai Road Show PKK dari hari pertama hingga terakhir di KSB hari ini.

KSB tekan kasus positif Covid-19

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin memberikan apresiasi atas kunjungan Ketua TP PKK Provinsi NTB beserta jajaran yang tak kenal lelah membantu masyarakat.

“Kami sangat apresiasi atas kunjungan kerja ibu Ketua PKK yang tak bosan-bosan datang ke KSB untuk mensejahterakan warga NTB pada umumnya dan KSB khususnya,” tuturnya.

Musyafirin mengungkapkan, masyarakat di KSB merupakan orang-orang yang sangat patuh pada protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker.

Hal inilah yang membuat KSB mampu menekan kasus-kasus positif baru pandemi Covid-19.

Ia mengungkapkan, saat ini sejumlah desa di KSB telah berhasil masuk 10 besar terkait lomba Kampung Sehat yang merupakan inisiasi Polda NTB.

Namun, Musyafirin menilai juara bukan menjadi prioritas melainkan kehidupan yang sehat secara berkelanjutan adalah tujuan utamanya.

“Juara itu bukan tumpuan terakhir, tapi bagaimana proses kita menciptakan kampung sehat ini. Alhamdulillah, ibu-ibu PKK sudah bersinergi didalam membangun Kampung Sehat ini,” terangnya.

Musyafirin kemudian berharap agar kader-kader PKK yang ada di KSB dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia pun berjanji akan terus membantu dan memberikan dukungan penuh untuk kesejahteraan para kader-kader PKK.

Sebelumnya, Ketua TP PKK KSB, Hj. Hanipah Musyafirin melaporkan bahwa hingga saat ini PKK KSB terus melaksanakan berbagai program pokok PKK tentunya dengan mengutamakan protokol kesehatan.

Berbagai program itu seperti pembimbingan dan pembinaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) pada kelompok UMKM, kegiatan posyandu, penyuluhan pemanfaatan pekarangan, kegiatan Gebrak Masker di seluruh kecamatan hingga melakukan kegiatan pengajian.

“Terutama di masa pandemi Covid-19 saat ini, peran serta PKK sangat terasa karena dengan semangat ibu-ibu kader PKK di desa memberikan semangat kepada keluarga di semua bidang,” jelas Hj. Hanipah.

Begitu pula dengan lomba Kampung Sehat yang saat ini mendapat dukungan penuh dari PKK KSB. Ia menilai Kampung Sehat merupakan implementasi dari keberhasilan 10 program pokok PKK.

“Ketika 10 program pokok PKK dijalankan dengan baik, menggerakkan masyarakat khususnya ibu-ibu dasawisma sangat membantu mewujudkan tujuan dari diadakannya Kampung Sehat,” sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Niken beserta rombongan juga turut meninjau pameran pangan lokal khas KSB.

Selanjutnya, rombongan TP PKK Provinsi NTB mengunjungi Desa Mura Kecamatan Brang Ene. Di sana, terdapat pelayanan KB, posyandu keluarga dan kelompok-kelompok dasawisma.

Desa Mura juga merupakan desa yang termasuk ke dalam 10 besar lomba Kampung Sehat.

Bunda Niken yang menyaksikan keindahan Desa Mura kemudian memberikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh jajaran pemerintah Desa Mura atas semangatnya dalam mewujudkan Kampung Sehat.

Dalam Road Show kali ini, Ketua TP PKK Provinsi NTB turut pula didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi NTB, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Kepala Dinas PMPD Dukcapil Provinsi NTB serta Kepala BKKBN Provinsi NTB.

Sama halnya dengan kabupaten/kota lainnya, OPD terkait dan IKAPTK juga memberikan bantuan berupa masker dan bantuan pokok untuk menyukseskan berbagai program PKK di KSB.

HmsNTB




Wartawan Yang Meliput Kunker Menag Fahrul Razi Jalani Tes Swab

MATARAM.lombokjournal.com

Tujuh wartawan yang meliput Menteri Agma, Fahrul Razi saat kunjungan kerja ke Lombok,menjalani tes usap, Selasa (22/09/2020).

Karena sebelumnya Fachrul Razi melakukan sejumlah kegiatan dalam agenda kunjungan kerja ke Lombok pada 16-17 September lalu.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, pada tanggal 17 September melakukan tes swab dan dinyatakan positif Covid-19

“Setelah Gubernur,Sekda dan Karo Kesra beserta sebanyak 52 orang staf dan pegawai di Biro Humas dan protokol Pemprov NTB melakukan tes , hari ini sebanyak tujuh wartawan yang meliput saat kunjungan Menteri dilakukan tes Swab usap,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Najamudin Amy, ditemui usai melakukan swab di Balai Penelitian dan Kesehatan (Litbankes) NTB, Selasa (22/09/2020).

Semua ini dilakukan untuk memastikan kondisi para pegawai, serta para awak media yang biasanya meliput kegiatan di lingkup Pemprov NTB, agar tetap dalam keadaan baik.

Petugas Swaber litbangkes NTB, Siti Azhariah menyatakan, Swab usab yang dilakukan ini merupakan swab antigen yang pengecekannya melalui saluran pernapasan (hidung).

“Namnya swab antigen,tidak ada bedanya  dengan swab antibodi lewat darah tapi ini lewat hidung saluran pernapasan,swab lewat hidung ini nanti hasilnya berupa Reaktif dn non rektif, jika reaktif akan dilanjutkn dengan swab PCR di RSUP NTB,” terangnya.

Dikatakan, hasil swab usab teman- teman wartawan akan di ketahui pada Jam dua (Selasa) siang .

Ketujuh Wartawan yang melakukan tes swab pada hari ini yakni M.Natsir dari media Suara NTB, Sirtupilaili dan Yuyun dari media Lombok post, Azwar Zamhuri dari media Radar Lombok, Emi Kusuma(SCTV), Fitri Rahmawati (Kompas Tv) Serta Idham (Kompas.com).

AYA

 




Wagub Apresiasi Inovasi SamsatApps dan Go-SIM

Inovasi pelayanan tersebut memberikan kemudahan kepada masyarakat sekaligus akan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan

MATARAM.lombokjurnal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi inovasi pelayanan digital, yaitu SamsatApps dan Go-SIM, yang dimiliki oleh Ditlantas Polda NTB di tengah pandemi Covid-19.

Peluncuran aplikasi ini dinilai tepat dan menjadi solusi agar pelayanan tetap berkualitas meskipum di tengah pandemi.

Wagub Hj Sitti Rohmi

“Peluncuran SamsatApps dan Go-SIM tentunya ini sungguh-sungguh menjawab tantang masa kini dan saya sangat bangga dengan apa yang dilakukan Polda NTB yang sungguh-sungguh mengedepankan bagaimana agar bisa mendekatkan pelayanan ke masyarakat apalagi sekarang di masa pandemi ini,” kata  Wagub saat Syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-65 tahun 2020 di Lapangan Tenis Polda NTB, Selasa (22/09/20).

Menurut Wagub, inovasi pelayanan tersebut memberikan kemudahan kepada masyarakat sekaligus akan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Tidak hanya itu, sosialisasi edukasi protokol Covid juga akan semakin dipermudah.

Pada momentum tersebut, Wagub juga menghanturkan ucapan terimakasih kepada Ditlantas Polda NTB atas kontribusi dan kerja kerasnya selama ini.

“Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan oleh Polisi Lalu Lintas NTB ini bisa kita hargai oleh seluruh masyarakat NTB, dengan cara tentunya mematuhi peraturan lalu lintas,” ucapnya.

Wagub mengingatkan, semakin banyak jumlah kendaraan maka tantangan juga semakin banyak.

Tantangan-tantangan ini menjadi PR bersama, bagaimana mengedukasi masyarakat dalam berlalu lintas yang aman serta sungguh-sungguh bisa masuk ke seluruh lapisan masyarakat.

Tidak hanya itu, penegakan hukum harus semakin baik, supaya tidak ada orang yang berani berlalu lintas dengan cara ugal-ugalan di jalan raya.

atas nama Pemprov NTB, Wagub mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-65 kepada Polisi Lalu Lintas Bhayangkara.

“Semoga di ulang tahun ini  menjadi di momen refleksi untuk semakin terus bisa meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, khususnya untuk mewujudkan pelayan yang profesional, modern , dan terpercaya,” ucapnya.

Ke depan lebih baik

Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal menyampaikan bahwa makna dari Syukuran Ulang Tahun Lalu Lintas Bhayangkara adalah berkontemplasi, ke depan harus lebih baik.

“Saya selaku Kapolda NTB mengucapkan selamat ulang tahun kepada fungsi lalu lintas yang ke-65, pada peringatan hari lalu lintas ini temanya adalah Road Safety Policing, bagaimana melakukan pemolisian di bidang lalu lintas untuk berkeselamatan di jalan raya,” ungkapnya.

“Saya ucapkan terima kasih dan menghargai luar biasa terobosan kreatif yang dilakukan oleh pak Dirlantas dan tim  melalui program yang baru saja kita launching bersama Ibu Wagub, saya dan pak Danrem, yaitu program Go-SIM dan SamsatApps di jajaran Polda Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Terobosan pelayanan digital ini, dinilai sangat tepat terlebih pada masa pandemi saat ini.

“Terima kasih banyak, Go-SIM ini semangatnya sama dengan semangat Ibu Wagub, sehingga kita mengurangi kerumunan masyarakat untuk memutus mata rantai Covid-19 ini. Terobosan ini tidak banyak dilakukan oleh Polda-polda lain,” tutupnya.

Direktur Ditlantas NTB, Kombes Pol  Noviar mengemukakan, momen peringatan HUT Lalu Lintas Bahayangkara dipergunakan untuk memantapkan langkah intropeksi menjadi aparat negara yang melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan jiwa pengabdian serta beban kultur paradigma Polri yang humanis, profesional dan terpercaya.

Saat ini, Polantas Polda NTB  memiliki 838 personil. ”

Tentu dengan jumlah personil yang ada ini dibarengi dengan tatanan tugas yang ada, kedepan saya yakin tugas ini semakin berat, hari ini juga di bangun dengan jumlah penduduk dengan pertumbuhan sekitar 1,8 persen per tahun dan pertumbuhan kendaraan yang saat ini sudah berjumlah sekitar 2 juta lebih kendaraan,” ujarnya.

Labih jauh, dari data Kopolisian dilaporkan khusus kejadian kecelakaan lalu lintas pada semester satu tahun 2020 ada 633 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia 177 orang, luka berat 115 orang, luka ringan lebih dari 650 orang.

“Dari data tersebut, kita berharap bisa kita kendalikan, bisa kita kurangi,” ujarnya.

Ditlantas telah melakukan berbagai upaya menangani dan mencegah permasalahan tersebut.

“Kami berupaya semakin meningkatkan disiplin, motivasi dan semangat dalam pengabdian khususnya kita di Provinsi NTB ini tengah pandemi covid-19 mohon doa restu untuk penugasan kami kedepan lebih baik, lebih sempurna,” tutupnya.

HmsNTB