Komisi I DPRD NTB Kawal Rekomendasi Bawaslu, Agar KASN Tindak Tegas ASN Tak Netral pada Pilkada  

Bila rekomendasi  sanksi tegas dari Bawaslu tak diindahkan, pihaknya siap membantu Bawaslu untuk lakukan pengawalan terhadap putusan KASN

MATARAM.lombokjournal.com  —

Ketua Komisi I DPRD NTB, Syirajuddin menyampaikan, siap mengawal rekomendasi Bawaslu,  agar  Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) memberikan saksi tegas terhadap ASN tak netral pada Pilkada serentak bulan Desember 2020.

“Nah nanti kita bisa sama-sama jika ada yang ditemukan oleh Bawaslu selaku lembaga pengawas. Kita akan membantu jika ada persoalan seperti itu. Cuma Bawaslu harus menyiapkan segala sesuatu. Dia harus cukup bukti,” terangnya pada lombokjournal.com. Kamis (24/09/20).

Yang paling disorot Syirajuddin pada gelaran Pilkada, kemungkinan ASN di tujuh Kabupaten/Kota tersebut ikut serta mengkampanyekan salah satu pasangan calon (Paslon) peserta Pilkada.

Bawaslu di tujuh Kabupaten/Kota tersebut harus sungguh-sungguh mengawasi kegiatan ASN di daerahnya masing-masing.

“Dia (Bawaslu) harus lebih masif untuk melakukan pengawasan terkait dengan keterlibatan ASN,” katanya.

Jika pada pengawasan ditemukan bukti kuat yang mengarah kepada ketidaknetralan ASN, Bawaslu harus segera rekomendasikan nama ASN bersangkutan untuk ditindak tegas.

“Untuk itu dia bisa merekomendasikan ke KASN, sehingga ada sanksi tegas,” tegasnya.

Bila rekomendasi  sanksi tegas dari Bawaslu tak diindahkan, pihaknya siap membantu Bawaslu untuk lakukan pengawalan terhadap putusan KASN.

“Kita akan membantu, untuk melanjutkan kaitannya dengan persoalan seperti itu,” ujarnya.

Kendati yang memiliki wewenang untuk mengawasi kegiatan Pilkada, DPRD Provinsi bisa berkoordinasi dengan DPRD Kabupaten/Kota terkait pengawasan kinerja penyelenggara Pilkada.

“Sebenarnya persoalan pengawasan ada di DPRD Kabupaten/Kota. Nah, kitapun juga tidak bisa terlepas untuk koordinasi. Kami dari Komisi I DPRD Propinsi berharap Pilkada Serentak di NTB, agar outputnya berkualitas,” jelasnya.

Untuk diketahui, tujuh Kabupaten/Kota yang akan menggelar pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang yakni, Kabupaten Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, kabupaten Bima dan kota Mataram.

Ast




Audiensi dengan iNews Jakarta, Gubernur Siap Tingkatkan Sinergi dengan Media

Kerjasama dengan media sangat dibutuhkan agar semua potensi yang dimiliki NTB mampu dioptimalkan

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima audiensi Direksi iNews Jakarta, di ruang kerja Gubernur, Kamis (24/09/20).

Saat audiensi Gubernur yang masih mengenakan rompi coklat usai mendampingi Menteri Kominfo Johnny G. Plate, didampingi oleh Sekda NTB, Kadis Kominfo NTB serta Kepala Biro Humas dan Protokol NTB beserta jajarannya.

Audiensi tersebut membahas pentingnya media televisi, cetak maupun online terus menjalin kerjasama dan sinergitas untuk membangun daerah.

Gubernur mengatakan, apa pun bentuk sinergi yang diinginkan, Pemprov NTB siap bekerjasama.

“Namun teman-teman harus punya gambaran untuk ke depan tentang kemajuan di dunia digital, sebab dunia digital begitu berkembang,” kata Bang Zul.

Jaka Susila perwakilan iNews Jakarta, yang saat itu hadir bersama Rina Ridson, Budi Santosa, Robhi Mulyadi juga H. Samiarto perwakilan iNews NTB, menyambut baik arahan Gubernur.

Menurut Jaka, selama ini televisi sudah terintegrasi dengan baik.

“Sekarang sudah saatnya, portalnya diintegrasikan bersama Pemerintah, kewajiban bagi kami untuk mengenalkan kepada masyarakat NTB. NTB memiliki potensi yang luar biasa”, tegas Jaka.

Ia mengatakan, kerjasama dengan media sangat dibutuhkan agar semua potensi yang dimiliki NTB mampu dioptimalkan, terlebih NTB memiliki daya tarik dan potensi yang luar biasa di banyak aspek, salah satunya ajang MotoGP yang akan dihelat pada 2021 mendatang.

iNews tidak hanya akan membuat portal khusus NTB, tetapi juga akan mengeksplorasi beberapa area spot adventure, sebab NTB memiliki keindahan gunung dan pantai yang menawan.

HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 243 September 2020, Bertambah 18 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 39 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

Petugas kesehatan di kabupaten/kota diminta melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RS.H.L.Manambai Abdulkadir Sumbawa, Laboratorium TCM RSUD dr.R.Soedjono Selong dan Laboratorium TCM RSUD Prayamengkonfirmasi, ada tambahan 18 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Kamis (24/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 217 sampel dengan hasil 189 sampel negatif, 10 sampel positif ulangan, dan 18 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 39, kasus kematian 2 (dua) orang.

Dijelaskan,  adanya tambahan 18 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 39 tambahan sembuh baru dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (24/09/20) sebanyak 3.215 orang, dengan perincian 2.538 orang sudah sembuh, 192 meninggal dunia, serta 485 orang masih positif.

Petugas kesehatan di kabupaten/kota diminta melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 18 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 3 ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3198, an. H, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Baralau, Kecamatan Monta Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  2. Pasien nomor 3199, an. R, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  3. Pasien nomor 3200, an. NHKD, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara,Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  4. Pasien nomor 3201, an. AN, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Anjani Selatan, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  5. Pasien nomor 3202 an. H, perempuan, usia 9 tahun, penduduk Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  6. Pasien nomor 3203, an. SS, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien meninggal.;
  7. Pasien nomor 3204, an. M, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Mekarsari, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  8. Pasien nomor 3205, an. AS, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  9. Pasien nomor 3206, an. MZ, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  10. Pasien nomor 3207, an. MA, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 3208, an. MNU, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  12. Pasien nomor 3209, an. ABWY, laki-laki, usia 5 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSD Wisma Seganteng Mataram;
  13. Pasien nomor 3210, an. R, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Potu , Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram;
  14. Pasien nomor 3211, an.NNSK, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Keluarahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  15. Pasien nomor 3212, an.MFH, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  16. Pasien nomor 3213, an. GM, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Soriutu, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  17. Pasien nomor 3214, an. S, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  18. Pasien nomor 3215, an.AS, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima.

Hari Kamis terdapat penambahan 39 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1494, an. Ny. YA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 2603, an.Tn.SK, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Ko’do, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 2906, an. R, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
  4. Pasien nomor 2944, an. MSM, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  5. Pasien nomor 2966, an. RDA, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  6. Pasien nomor 2968, an. EP, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  7. Pasien nomor 2988, an. FGA, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 2991, an. TDA, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  9. Pasien nomor 2993, an. H, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 3027, an. M, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  11. Pasien nomor 3028, an. E, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  12. Pasien nomor 3029, an. VIP, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  13. Pasien nomor 3030, an. PS, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Wawonduru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  14. Pasien nomor 3031 an. A, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  15. Pasien nomor 3032, an. R, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  16. Pasien nomor 3033, an. I, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Kareke, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  17. Pasien nomor 3034, an. MK, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Kempo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu;
  18. Pasien nomor 3035, an. SM, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  19. Pasien nomor 3036, an. NA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  20. Pasien nomor 3037, an. M, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  21. Pasien nomor 3038, an. R, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Kareke, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  22. Pasien nomor 3039, an. R, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Serakapi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  23. Pasien nomor 3040, an. MRRP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  24. Pasien nomor 3041, an. ME, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Kandai 1, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  25. Pasien nomor 3042, an. LA, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Kwangko, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu;
  26. Pasien nomor 3043, an. EM, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Kandai 2, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  27. Pasien nomor 3044, an. MYP, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  28. Pasien nomor 3045, an. HR, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Sorisakolo, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  29. Pasien nomor 3046, an. N, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  30. Pasien nomor 3047, an. M, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Madapangga, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima;
  31. Pasien nomor 3048, an. S, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  32. Pasien nomor 3049, an. D, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  33. Pasien nomor 3050, an. R, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  34. Pasien nomor 3051, an. CPNW, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  35. Pasien nomor 3052, an. EH, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  36. Pasien nomor 3053, an. M, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Serakapi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  37. Pasien nomor 3054, an. WP, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  38. Pasien nomor 3055, an. RA, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  39. Pasien nomor 3056, an. K, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.

Dipermaklumkan, berdasarkan hasil klarifikasi terhadap kasus sembuh baru positif Covid-19 yang diumumkan tanggal 23 September 2020 yakni pasien nomor 2345, an. S, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk ber-KTP di Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram sesungguhnya berdomisili di Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 3199, an. R, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 3203, an. SS, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi menghimbau seluruh warga, terutama masyarakat kelompok rentan agar lebih waspada dan lebih intens menjaga kesehatannya.

“Jika terpaksa keluar rumah harus benar -benar menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak, dan rajin cuci tangan serta tetap menjaga  pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Seluruh petugas, baik dari jajaran Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota se-NTB juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya, diajak memperkuat kolaborasi, untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19.

Rr/AYA

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Ambulance GuDek dan Berbagi Masker ala SALAM menuju  Mataram Zona Hijau

MATARAM.lombokjournal.com

Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) menginisiasi program dan kegiatan untuk menekan angka kasus dan penyebaran Covid-19 di Kota Mataram.

Setelah melaunching program internet portable  satu paket dengan  Guru, Dokter dan Psikolog Keliling (GuDeK) yang sudah berjalan, SALAM kembali meluncurkan Ambulance GuDek yang akan melayani kebutuhan pendidikan dan kesehatan masyarakat secara bergiliran di tiap lingkungan.

Pasangan jagoan koalisi PKS dan PDI-Perjuangan ini menyediakan tiga unit Ambulance Pendidikan dan Kesehatan GuDek, yang beroperasi melayani masyarakat Mataram selama masa pandemi Covid-19 ini.

“Aspirasi dari masyarakat kota Mataram saat pandemi, umumnya serba sulit terutama untuk anak-anak sekolah dan aspek kesehatan. InsyaAllah dengan ambulance GuDek ini, SALAM berupaya membantu meringankan beban masyarakat sekaligus membantu menekan penyebaran corona menuju mataram zona hijau ,” kata Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani, Kamis (24/9).

Tiga unit Ambulance GuDek SALAM ini dilengkapi berbagai alat kesehatan untuk pertolongan darurat. Masing-masing ambulance nantinya akan beroperasi secara bergiliran di seluruh lingkungan yang ada di Kota Mataram.

Hotline Service dan One Stop System

Dilengkapi hotline service, ambulance juga akan selalu standby jika ada masyarakat yang sakit dan membutuhkan transportasi ambulance menuju Rumah Sakit.

Selly mengatakan, setiap ambulance GuDek juga akan dilengkapi dengan dokter dan petugas medis. Uniknya, tiap ambulance beroperasi juga dilengkapi dengan tenaga didik atau guru yang siap membantu masyarakat terutama anak-anak sekolah yang belajar virtual dari rumah.

“Ambulance SALAM  untuk pendidikan dan kesehatan ibaratnya One Stop System,  Ada guru, dokter/ tenaga medis serta relawan SALAM dalam setiap operasinya ke lingkungan,” tuturnya.

Ia menambahkan selain melayani pendidikan dan kesehatan, operasional ambulance ke lingkungan-lingkungan juga akan disertai dengan edukasi dan sosialisasi tentang pencegahan Covid-19. Hal ini sebagai bentuk komitmen kongkret SALAM dalam mendukung disiplin Protokol Kesehatan menuju Mataram Zona Hijau

“Ambulance dan petugas SALAM  membagikan puluhan ribu masker gratis untuk masyarakat, termasuk masker anak-anak , melakukan penyemprotan desinfektan maupun Foging untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah ,” beber Hj.Selly

Implementasi Visi misi SALAM

Ambulance GuDek merupakan salah satu implementasi visi misi SALAM menuju Kota Mataram Berkah dan Cemerlang. Sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas, terutama di masa pandemi ini.

Program 1 Ambulance 1 Kelurahan juga akan didorong ke depan jika SALAM terpilih sebagai pemimpin Kota Mataram ini.

Selly mengatakan, peluncuran Ambulance GuDek dilakukan agar masyarakat Kota Mataram bisa merasa terbantu dan mudah mengakses kebutuhan pendidikan dan kesehatan.

Ia berharap keberadaan ambulance GuDek SALAM ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang memang membutuhkan.

“Sebab apapun kondisinya, ditengah pandemi ini,  pelayanan  pendidikan dan kesehatan. Masyarakat harus menerapkan disiplin protokol kesehatan.  Sementara di lain sisi, SALAM akan bantu fasilitasi dengan kemudahan Pelayanan Gratis, salah satunya dengan Ambulance GuDek ,” tukasnya.

Selain itu peluncuran Ambulance SALAM juga sebagai wujud komitmen SALAM dalam mentaati aturan protokol kesehatan selama Pilkada.

Mendagri Tito Karnavian juga sudah menerbitkan edaran untuk seluruh jajaran hingga para Camat agar menerapkan langkah pencegahan. Termasuk mengedukasi dan sosialisasi Perda NTB No 7 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian  Penyakit Menular.

Selain itu Selly menekankan, perang melawan Covid-19 ini hanya bisa sukses dilakukan jika semua masyarakat aware dan peduli, serta mau berpartisipasi aktif menerapkan protokol.

“Pola Kampung Sehat yang digagas Polda NTB juga sangat inspiratif. Jadi Ambulance GuDek SALAM ini juga membawa misi edukasi dan kesadaran kolektif masyarakat untuk sama sama menciptakan Kampung Sehat yang bebas Covid 19,” Pungkasnya.

Me




Ziadi-Aswatara Libatkan Partisipasi Warga Lewat “Perjuangan Berjamaah”

Memberi edukasi dan pencerahan politik kepada masyarakat, sekaligus mengubah image pemilihan dalam dunia politik yang kerab kali diwarnai dengan praktik politik uang

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH;  Setelah mendeklair akan mendorong program kesehatan 1 Dokter 1 Desa di Lombok Tengah, pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Lombok Tengah, Ahmad Ziadi dan Lalu Aswatara kembali bikin gebrakan konsep penggalangan dana kampanye swadaya.

Pola “perjuangan berjamaah” ini diharapkan mengedukasi masyarakat pemilih di Lombok Tengah agar mampu memilih dan memilah, serta mendukung calon pemimpin daerah yang memang bervisi dan misi paling realistis.

Selain itu untuk mendorong pelibatan partisipasi aktif masyarakat dalam pesta demokrasi di gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut.

“Perjuangan Berjamaah agar terjadi peneguhan komitmen  yang mengikutsertakan partisipasi warga dalam perjuangan bersama.  Harapannya lainnya, memunculkan kesadaran  kolektif dari rakyat mau secara sukarela  ‘berkontribusi’ secara mandiri,” kata Ahmad Ziadi (AHZ), Selasa,  (22/09/20)

Politisi muda Demokrat ini menjelaskan,  gagasan ini muncul dari semangat bersama dari para relawan dan tim pemenangan Ziadi-Aswatara. Pola penggalangan resources partisipatif ini akan cukup efektif menjadi penyemangat masyarakat dalam mendukung calon pemimpin idola mereka.

Konsep serupa ini juga pernah diterapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam Pilkada Jabar 2018, demikian juga Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2018.

“Model keswadayaan politik seperti ini dalam praktek  tentu perlu penyesuaian maksud dalam merawat harapan dan kepercayaan masyarakat,” tambah Ziadi.

Lebih jauh Ziadi mengulas,  Bukan hanya sekadar membantu pasangan calon dalam pemenuhan kebutuhan dana kampanye, konsep ini diyakini akan merekatkan semangat demokrasi yang jujur dan transparan.

Dalam program perjuangan berjamaah Ziadi-Aswatara, para relawan, simpatisan dan masyarakat Lombok Tengah pada umumnya yang simpati dan mendukung visi dan misi pasangan ini, diberi ruang terbuka untuk berjuang bersama.

AHZ mengungkapkan, relawan dan simpatisan berasal dari banyak kalangan dengan beragam latar belakang. Mereka dapat berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing. Bukan hanya dalam bentuk penggalangan dana, tetapi juga support kegiatan selama Pilkada berjalan.

Dukungan dalam perjuangan berjamaah juga akan tercatat secara transparan. Dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk kebutuhan kampanye dan keperluan penyediaan saksi-saksi di TPS dalam Pilkada kelak.

“Dengan begini, kan, transparan dananya, masuk ke rekening kampanye, dilaporkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum). Masyarakat bisa lihat di website,” bebernya.

Menurutnya konsep perjuangan berjamaah Ziad-Aswatara ada nilai yang hendak diperjuangkan sekaligus merubah persepsi masyarakat terhadap makna Pilkada. Kedua ,  ‘Berjamaah’  merupakan konsep   membuka ruang bagi masyarakat yang menginginkan perubahan lebih baik di Lombok Tengah bisa ikut berjuang dan berkontribusi dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.

“Pola ini bisa menjadi trigger  perekat semangat perjuangan bersama untuk meraih harapan dan cita cita perjuangan bersama,” ulasnya.

Di sisi lain, papar dia, konsep ini juga memberi edukasi dan pencerahan politik kepada masyarakat sekaligus mengubah image pemilihan dalam dunia politik yang kerab kali diwarnai dengan praktik politik uang.

“Setidaknya Ziadi – Aswantara melalui event pilkada serentak ingin memberikan pembelajaran,  bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika niat dan ikhtiar untuk melakukan perubahan tersebut bersinergi dengan  energi positif berjamaah dalam skala yang masiv,” tukasnya.

Me




Di Masa Pandemi, Kelompok Wanita Tani Didorong Tetap Produktif

KWT Flamboyan bisa menjadi inspirasi lebih berguna karna dilakukan pada masa pandemi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan Kelurahan Pagutan Kota Mataram yang diajukan sebagai lokasi pelaksanaan panen serentak nasional wilayah NTB pada Hari Kamis (24/09/20)

Kegiatan panen serentak nasional dilaksanakan untuk menyambut perayaan Hari Tani Nasional, dan Kementerian Pertanian mengadakan kegiatan panen serentak Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Kegiatan panen serentak P2L merupakan strategi Kementerian Pertanian untuk optimalisasi lahan dan pekarangan dengan tanaman pangan untuk kebutuhan rumah tangga.

 

Ketua TP PKK NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan serta kekompakan KWT Flamboyan. Kegiatan tersebut bisa menjadi inspirasi lebih berguna karna dilakukan pada masa pandemi Covid-19.

Hj Niken mengatakan, tentu ada kesulitan-kesulitan yang harus kita hadapi akibat dari pandemi ini, namun hari ini kita berada di sini untuk sama-sama melaksanakan panen serentak.

“Artinya apa yang dilakukan oleh ibu-ibu di KWT Flamboyan Ini adalah sebuah contoh inspirasi kesuksesan keteguhan dan ketangguhan ibu-ibu, untuk tetap melakukan kegiatan dengan bergotong-royong,” ungkapnya.

Kemudian, Bunda Niken berharap agar kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi KWT lainnya. Agar  mengaktifkan kegiatan berkebun, kembali menghasilkan karya nyata di masa pandemi Covid-19 dan berharap menyelesaikan kendala-kendala yang dihadapi.

“Saya harap ini menjadi inspirasi untuk kelompok wanita tani di manapun yang ada di Nusa Tenggara Barat untuk kembali mengaktifkan kegiatan ini. Karena memang kita saat ini sebenarnya punya lebih banyak waktu untuk di rumah dan lingkungan dan tentunya lebih aman bersama dengan orang-orang yang sudah kita ketahui dan kita bisa bersama-sama mengisi kesibukan waktu kita dengan hal-hal yang positif dengan berkebun,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB Drs. H. Fathul Gani, M.Si menyampaikan laporan singkat bahwa KWT Flamboyan sudah selesai diberikan penilaian untuk mengikuti lomba nasional.

Ada dua yang diajukan dari NTB, yang pertama adalah KWT yang merupakan bantuan pemerintah melalui P2L diwakili oleh KWT Flamboyan Kelurahan Pagutan  Mataram.

Kemudian yang kedua merupakan, Kelompok Swadaya yang tidak diintreversi pemerintah dan diwakili oleh kelompok Hijau Berseri di Kabupaten Lombok Tengah.

“Banyak kendala di lapangan, apalagi kita masuk musim kemarau di mana air berkurang, kemudian hal-hal lain termasuk virus ini. Memang menjadi kendala kami di lapangan tetapi dengan program yang dicanangkan kembali untuk digugah oleh pemerintah pusat dan dengan program P2L didukung oleh pemerintah InsyaAllah bisa melakukan pembinaan bersama Dinas Pertanian baik itu di Provinsi atau Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota se-NTB,”ujarnya.

HmsNTB




Disebut Tak Efektif Cegah Covid-19, PenjuaLan Masker Scuba Merosot Drastis

Pedagang  tetap memilih jualan masker scuba karena sudah telanjur membeli dari pembuatnya

MATARAM.lombokjournal.com

Sejak ada imbauan penggunaan masker scuba, karena disebut tak efektif cegah virus CoVID-19, dampaknya penjualan masker scuba di Mataram merosot drastis.

Para pedagang masker scuba eceran yang sebelumnya bisa mendapatkan omzet rata-rata Rp 200-400 ribu per hari, kini omzetnya paling tinggi hanya mencapai Rp100 ribu per hari.

Salah satu pedagang masker scuba di Pejanggik Mataram, Zulfian Hidayat  mengaku sangat dirugikan,setelah ada imbauan tentang masker scuba yang dikatakan tak efektif cegah virus Corona.

“Bener-bener turun drastis pembelinya sekarang. Sebelumnya dulu saya dapat omzet Rp 200-400 ribu sehari , sekarang seharian dari pagi sampai malam jualan cuma dapat Rp 100 ribu,”  kata Zulfian saat ditemui di tempatnya berjualan, Kamis (24/09/20).

Zulfian mengaku sudah tahu informasi tentang masker scuba yang disebut-sebut tak efektif cegah virus Corona.

Namun demikian, ia tetap memilih jualan masker scuba lantaran sudah telanjur membeli dari pembuatnya.

“Kalau saya gak jualan, ya saya rugi. Terpaksa saya jual saja meskipun yang beli satu dua orang yang penting barang saya habis, larangan itu sangat berpengaruh, dulu awal-awal saya jual dengan harga 10-20 ribu sekarang diobral dengan harga Rp. 5 ribu saja” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh penjual masker scuba di Jalan Catur warga Mataram, Saifudin mengatakan jika omset jualannya juga menurun.

“Sepi sekali akhir -akhir ini, selain karena dilarang pemerintah juga sekarang  banyak yang jual Masker scuba ini”ujarnya

Ia menyatakan, stok masker yang dijualya skarang meruoakan sisa stok dari awal sebelum ada imbauan tak pakai masker scuba.

AYA




Menkominfo; Pembangunan Infrastruktur TIK Mandalika Jadi Prioritas

Mandalika akan menjadi arena Indonesia untuk mengejar pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19

LOTENG.lombokjournal.com

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate didampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, mengikuti rapat koordinasi (rakor)  dukungan pembangun infrastruktur telekomunikasi di wilayah pariwisata super prioritas Provinsi NTB, di Novotel Resort and Villas, Kamis (24/09/20).

Rakor tersebut berlangsung usai Menkoinfo meninjau langsung Miniatur Circuit Mandalika di KEK Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng),

Menkominfo Johnny G. Plate, menyampaikan rasa bahagianya dapat berkunjung kembali ke NTB.

Kedatangannya kali inipun dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden terkait akselerasi transformasi digital sebagai antisipasi bangsa Indonesia terhadap Covid-19.

Kunjungan kerja (kunker) ke NTB kali ini, Menkominfo membawa dua tugas utama, yakni memastikan kesiapan penyelesaian pembangunan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), untuk desa-desa yang belum ada cakupan sinyal 4G di NTB.

Tugas selanjutnya yaitu memastikan pengembangan infrastruktur TIK destinasi wisata super prioritas Mandalika terlengkapi.

“Salah satu sektor yang menjadi pondasi kuat untuk lompatan besar Indonesia di masa Covid dan setelah Covid nanti adalah menyelesaikan kebijakan di sektor Informatika dan Telekomunikasi,” ujarnya.

Tanpa tersedianya infrastruktur TIK, lanjut Johnny, maka usaha untuk masuk ke akselerasi transformasi digital tentu terkendala.

Namun bila dilengkapi dengan pembangunan infrastruktur TIK yang baik dan dihadirkannya sinyal 4G di seluruh wilayah nasional, khususnya di wilayah administratif pemerintahan, diharapkan akan mendorong Indonesia untuk mengawali kesiapan Indonesia menjadi bangsa digital.

“Disamping BTS yang akan dibangun, Kominfo juga akan menyediakan akses internet untuk wilayah yang belum tersedia sinyal 4G langsung di satelit, karenanya Kominfo nanti akan memperluas ketersediaan kapasitas satelit, yang saat ini untuk mendukung kebutuhan telekomunikasi nasional kita,” ujarnya.

Johnny memastikan, Mandalika menjadi prioritas dalam pembangunan sarana dan prasarana, serta Mandalika akan menjadi arena Indonesia untuk mengejar pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

Johnny mengajak seluruh elemen untuk berkolaborasi, berkoordinasi untuk mendukung, juga memastikan pembangunan tersebut dapat diselesaikan tepat waktu, dengan hasil yang optimal dan maksimal.

“Komitmen pemerintah, komitmen Bapak Presiden tetap tinggi, memastikan menyelesaikan seluruh sarana dan prasarana di lima wilayah destinasi bahkan menambah lima destinasi lagi, sehingga menjadi 10 destinasi wisata yang menjadi prioritas,” ucapnya.

Masa pandemi tetap produktif

Sementara itu, Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah menyampaikan, pandemi Covid-19 bukanlah halangan  untuk tetap produktif. Munculnya pandemi ini justru menjadi penyemangat dan tantangan untuk terus membangun dan terus berlari.

Gubernur menilai, Menteri Johnny  memiliki semangat yang luar biasa dalam bersinergi membangun negeri.

“Beliau hari ini datang ke NTB, mudah-mudahan ini memaksa Telkomsel, Telkom dan lain-lainnya untuk perubahan yang ada di tempat kita,” ungkap Bang Zul.

Hal itu disampaikan Bang Zul saat memberikan sambutan pada rakor yang bertajuk “Pembangunan BTS dan Akses Internet di Wilayah NTB” tersebut.

Dengan adanya dukungan pembangunan dari Kementerian Kominfo ini, NTB pada tahun 2021 mendatang mampu menjadi tuan rumah yang baik untuk pelaksanaan event akbar MotoGP yang menjadi etalase Nasional.

“Atas nama Pemerintah NTB, atas nama masyarakat NTB, kami ucapakan selamat datang , mudah-mudahan meninggalkan kesan yang baik dan Abang membawa banyak perubahan bagi Provinsi yang kami cintai ini,” kata Bang Zul.

HmsNTB




Lombok Utara Terapkan Protokol Covid-19 Secara Ketat di Semua Destinasi Pariwisata

Protokol Covid-19 tersebut penting disampaikan ke calon wisatawan saat promosi agar mereka merasa aman ketika nantinya berwisata ke Kabupaten Lombok Utara

KLU.lombokjournal.com

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Utara (KLU) mewajibkan semua pelaku wisata untuk mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dalam menjalankan kegiatan pariwisata.

Aturan wajib mematuhi protokol Covid-19 tidak hanya diterapkan di lapangan.

Dalam promosi pariwisata pun, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mencantumkan informasi tentang telah diterapkannya protokol Covid-19 di semua destinasi wisata di KLU.

Selain pelaku wisata, wisatawan pun diwajibkan mengikuti protokol Covid-19 sejak berangkat dari rumah hingga sampai di lokasi tujuan.

“Kita mencantumkan juga, protokol Covid itu di promosi,” kata Kadis Kebudayaan dan Pariwisata KLU Vidi Eka Wijaya kepada lombokjournal.com, Rabu (23/09/2020).

Dijelaskan, protokol Covid-19 tersebut penting disampaikan ke calon wisatawan saat promosi agar mereka merasa aman ketika nantinya berwisata ke Kabupaten Lombok Utara.

Menurut Vidi, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, promosi ke calon wisatawan tidak cukup dengan menyuguhkan keindahan alam dan keindahan nilai-nilai seni dan budaya, sebab yang paling penting adalah para wisatawan merasa terlindung dari paparan virus.

“Begini, dalam kondisi Covid ini, tidak cukup dengan destinasi yang indah, potensi seni budaya yang indah, diperlukan satu jaminan bahwa satu destinasi itu menerapkan konsep protokol Covid,” ungkapnya.

Informasi bahwa KLU menerapkan protokol Covid-19 di semua destinasi, adalah jaminan yang wisatawan saat ini butuhkan.

BACA JUGA; 

Penunjang Pariwisata, Amphiteater Akan Dibangun di Teluk Nara

Oleh sebab itu, Pemerintah ingin memastikan informasi diterapkannya protokol Covid-19 di KLU sampai ke khalayak ramai.

“Seorang wisatawan mau mencari satu daerah yang akan dikunjungi pasti dia lihat dulu apakah daerah tersebut sudah memberlakukan atau menerapkan protokol Covid,” jelasnya.

Ast

 




Penunjang Pariwisata, Ampitheater Akan Dibangun di Teluk Nara

Gelar seni yang dihelat di Teluk Nara jadi tawaran baru ke wisatawan sebelum berangkat mengunjungi Gili Matra

KLU.lombokjournal.com

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam waktu dekat akan membangun fasilitas gedung teater terbuka dengan konsep ampitheater di kawasan penyeberangan Teluk Nara.

Gedung amfphiteater itu rencananya dibangun di bekas gedung terminal Teluk Nara yang hancur oleh gempa Lombok  tahun 2018 silam.

Vidi Eka Kusuma

“Besok ini akan ada amphiteater ya di Teluk Nara,” ujar Kadis Kebudayaan dan Pariwisata KLU Vidi Eka Kusuma kepada lombokjournal.com, Rabu, (23/09/20).

Pembangunan ampitheater menggunakan bantuan anggaran Pemerintah Pusat, kaitannya dengan pembenahan fasilitas penunjang kawasan pariwisata di Kabupaten Lombok Utara.

“Bantuan pusat, besok ini akan ada amfiteater,” katanya.

Dijelaskan, fasilitas kesenian tersebut dibangun guna menyediakan wadah untuk pelaku seni dalam menggelar pertunjukan yang pada prinsipnya ditujukan bagi wisatawan yang berkunjung ke KLU.

“Buat paket-paket kebudayaan atau atraksi pertunjukan bagi wisatawan yang butuh hiburan,” paparnya.

Kegiatan gelar seni yang dihelat di Teluk Nara jadi tawaran baru Dinas Pariwisata KLU ke wisatawan sebelum mereka berangkat mengunjungi Gili Matra.

BACA JUGA;

KLU Terapkan Protokol Covid-19 secara Ketat di Seluruh Destinasi Wisata

“Gunanya nanti untuk menampilkan kesenian. Nanti bisa kerjasama dengan sanggar-sanggar kesenian yang ada. Nanti bisa jadi tempat atau atraksi bagi wisatawan yang akan nyebrang (ke Gili Matra),” jelasnya.

Ast