BPJS Kesehatan Bantah Beredarnya Pesan Mengenai ‘Peserta Gratis’ Diblokir karena Punya Motor Lebih dari Satu

Masyarakat dihimbau tidak mudah percaya dengan kabar yang beredar, dan bisa mengunjungi website BPJS Kesehatan untuk mendapatkan informasi yang tepat

MATARAM.lombokjournal.com

Beredar pesan hoaks tersebar luas mengenai BPJS Kesehatan. Bunyi pesan hoaks itu berisi informasi mengenai data BPJS Kesehatan yang terintegrasi dengan Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).

Inni buyi pesan itu;

SEKILAS INFO

Sekarang BPJS, PBB sudah nge-link dengan data SAMSAT, artinya warga yg awalnya menerima bantuan bpjs gratis akan di cek.

Data samsat bisa memberi info bahwa warga yang memiliki kendaraan roda dua lebih dari satu unit apa lagi memiliki Kendaraan roda empat. Maka secara otomatis bpjs gratisnya akan DIBLOKIR atau di non-aktifkan.

Dan untuk warga yang bpjs nya dinonaktifkan lantaran punya kendaraan lebih dari 1 unit, JANGAN KAGET DAN BINGUNG/BER-TANYA2 KE ORANG LAIN. seumpama warga bpjs nya di nonaktifkan lantaran pernah memiliki kendaraan roda dua lebih dari satu tapi kendaraan tersebut belum pernah di blokir stnk nya maka secara otomatis terdata memiliki lebih dari satu/progresif….cara pemblokiran kendaraan yg pernah kita miliki dulunya adalah DATANG KE SAMSAT BAWA FOTOCOPY KK, KTP silahkan cek dibagian pengecekan kendaraan..bila terdata memiliki lebih dari satu langsung aja minta pemblokiran, karena kendaraan tersebut sudah dijual atau pun hilang dan bukan milik anda lagi.

Karena program untuk yang sifatnya gratis ataupun bersubsidi dari pemerintah nantinya akan disalurkan untuk warga TIDAK MAMPU atau MISKIN Mungkin yang pernah membuat permohonan KJP tau apa kriteria tidak mampu.

Semua data warga nantinya akan menjadi satu data dan nge-link ke data kesehatan, pendidikan, dan lain lain nya. Jadi jangan HERAN ATAU KAGET BILA BANTUAN SOSIAL/BERSUBSIDI ANDA AKAN DI NON-AKTIFKAN OLEH PEMERINTAH, KARENA ANDA GOLONGAN “WARGA MAMPU”, BUKAN GOLONGAN “TIDAK MAMPU”

Lambat laun pasilitas BPJS/KIP/KJP/PKH/KJL/BNPT akan tepat sasaran.

 Aamiin

Isi pesan itu yang disoroti khususnya yang menyebut masyarakat yang menerima bantuan BPJS Kesehatan gratis namun memiliki kendaraan roda dua lebih dari satu atau kendaraan roda empat, akan diblokir, atau dinonaktifkan fasiltasnya.

Kepala Humas BPJS Kesehatan,  M. Iqbal Anas Ma’ruf menepis ketika dikonfirmasi mengenai kebenarannya.

Pihak BPJS Kesehatan memastikan tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut.

“Itu hoaks, dan saya pastikan tidak benar,” kata Iqbal kepada Kompas.com, Minggu (27/o9/20).

Ditegaskanya, kebijakan penggunaan BPJS Kesehatan masih mengacu pada regulasi yang ada.

Iqbal pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan kabar yang beredar, dan bisa mengunjungi website BPJS Kesehatan untuk mendapatkan informasi yang tepat.

Masyarakat bisa mengakses semua informasi terkait BPJS kesehatan melalui sumber resmi, bisa website BPJS Kesehatan, bisa ke care center 1500 400.

“Atau melalui akun media sosial resmi BPJS Kesehatan,” kata Iqbal.

Rr

(sumber; Kompas.com)

 




UPDATE Covid-19: Hari SABTU, 26 September 2020, Bertambah 19 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 8 (delapan) Orang, Kasus Kematian 2 (Dua) Orang

Hari Sabtu terdapat 2 (dua) tambahan kematian akibat Covid-19. Kasus kematian akibat wabah ini rentan dialami oleh anak-anak, para lansia dan orang dengan penyakit komorbid

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi, ada tambahan 19 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Sabtu  (26/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 179 sampel dengan hasil 159 sampel negatif, 1 (satu) sampel positif ulangan, dan 19 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 8,  kasus kematian 2 (dua) orang.. .

Dijelaskan, adanya tambahan 19 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 8 (delapan) tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (26/9/2020) sebanyak 3.262 orang, dengan perincian 2.557 orang sudah sembuh, 194 meninggal dunia, serta 511 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi..

TAMBAHAN 19 PASIEN POSITIF COVID-19, SEMBUH 8 (DELAPAN) ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3244, an. HV, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Pekan Baru, Riau. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  2. Pasien nomor 3245, an. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Merada, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  3. Pasien nomor 3246, an. NIP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat;
  4. Pasien nomor 3247, an. DS, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat;
  5. Pasien nomor 3248 an. INP, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3215. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  6. Pasien nomor 3249, an. TF, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3215. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  7. Pasien nomor 3250, an. J, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3215. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  8. Pasien nomor 3251, an. MR, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3164. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  9. Pasien nomor 3252, an. S, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSI Siti Hajar Mataram;
  10. Pasien nomor 3253, an. TW, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 3254, an. MJA, laki-laki, usia 7 bulan, penduduk Kelurahan Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  12. Pasien nomor 3255, an. Z, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  13. Pasien nomor 3256, an. M, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  14. Pasien nomor 3257, an. MHA, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang,Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  15. Pasien nomor 3258, an. HMF, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  16. Pasien nomor 3259, an. KAAB, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  17. Pasien nomor 3260, an. AATA, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamata Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  18. Pasien nomor 3261, an. WKS, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  19. Pasien nomor 3262, an. SS, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal.

Dipermaklumkan, berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 2978 yang semula diumumkan penduduk Desa Keruak, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, pasien sesungguhnya penduduk di Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.

Hari Sabtu terdapat penambahan 8 (delapan) orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2711, an. IKG, laki-laki, usia 58 tahun penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram
  2. Pasien nomor 2828, an. M, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima;
  3. Pasien nomor 2829, an. N, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Paradowane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima;
  4. Pasien nomor 2926, an. FPA, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 3007, an. P, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 3013, an. EAR, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Nyur Lembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 3122, an. I, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 3166, an. BFAW, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Sabtu ni juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 3127, an. Y, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 3262, an. SS, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Hari Sabtu terdapat 2 (dua) tambahan kematian akibat Covid-19. Kasus kematian akibat wabah ini rentan dialami oleh anak-anak, para lansia dan orang dengan penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, untuk menurunkan angka kematian, dihimbau kepada masyarakat yang masuk dalam kategori tiga kelompok rentan ini sangat diharapkan untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan.

Dengan tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak, rajin mencuci tangan serta senantiasa membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Disarankan, khusus untuk para orang tua agar memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasiF untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

R/r/AYA

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id,

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Wagub Ingatkan Paling Utama dalam Penanganan Covid-19, Mematuhi Protokol Kesehatan

Dalam penanganan Covid-19 ini, mendisiplinkan seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol Covid-19, menjadi hal yang paling sulit

MATARAM.lombokjournal.com

Pandemi Covid-19 masih menjadi masalah yang dihadapi dunia saat ini, termasuk di Provinsi NTB. Model penanganannya berbeda dengan pandemi yang lain.

Bila seseorang terjangkit Covid-19, langkah pertama penanganannya adalah diisolasi, sehingga tidak dapat berinteraksi dengan orang lain. Hal itu,  memberikan efek psikologis bagi penderita.

Sehingga Covid-19 ini, bukan hanya memberikan dampak pada kesehatan, tapi juga memberikan dampak ekonomi bahkan psikologis masyakarat.

“Tenaga psikiater itu sangat-sangat penting, karena efek mental ini, memiliki pengaruh yang luar biasa di dalam penangan Covid-19 ini,” kata Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Ia menyampaikan itu saat membuka sekaligus menjadi keynote speaker pada Webinar Simposium Antar Bangsa Kesejahteraan Psikologi dan Emosi melalui virtual, Sabtu (26/9/2020) di Pendopo Wakil Gubernur NTB.

Wagub mengatakan, yang paling utama dari penanganan Covid-19 itu adalah mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker bila beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Menurutnya, apabila hal itu patuh diterapkan, maka protokol kesehatan Covid-19 ini tidaklah susah. Akan tetapi sebagaian masyarakat belum sadar akan hal tersebut.

“Harus kita pikirkan bersama, bagaimana caranya supaya kesadaran masyarakat itu tumbuh, mau memiliki responsibility untuk menyelamatkan dirinya, keluarganya, orang-orang disekitarnya. Sebenarnya itu yang paling penting dalam penangan covid,” ucap Wagub.

Menurut Wagub, dalam penanganan Covid-19 ini, mendisiplinkan seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol Covid-19, menjadi hal yang paling sulit.

“Di masa pandemi ini, tidak ada pilihan lain, kita harus bisa hidup aman dan produktif, bagaimana cara kita supaya bisa hidup secara aman dan produktif, jawabannya cuman satu, patuhi protokol covid. Kalau kita patuhi protokol covid, kasus turun, kondisi kita aman, kita bisa berkegiatan dengan protokol covid,” tuturnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov NTB telah melakukan berbagai upaya dan langkah serius, salah satunya mengeluarkan Perda Penanggulangan Penyakit Menulur.

Perda ini, semata-mata untuk meningkatkan kedisiplinan publik dan edukasi bahwa pentingnya menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Perda yang kami buat ini, yang pertama di Indonesia, jadi NTB ini mengeluarkan Perda untuk disiplin protokol covid dan Alhamdullilah ini sekarang kami sedang bekerja bagaimana untuk implementasi penerapannya. Mungkin membuat Perdanya gampang, tapi mengimplementasikan Perda itulah yang harus betul-betul kita gotong royongkan bersama dan kami bekerja sama dengan TNI dan Polri,” ujarnya.

Lebih jauh Wagub menyampaikan, TNI dan Polri di NTB sangat luar biasa dalam mendukung untuk penegakan protokol Covid-19.

Pemprov NTB juga terus berupaya memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan sehingga masyakarat kembali hidup normal dan produktif.

Wagub menyampaikan bahwa setiap musibah pasti ada hikmah dibaliknya. Sehingga dalam menghadapi pandemi Covid-19, masyarakat tidak boleh berdiam diri atau pasrah, akan tetapi harus bangkit, semangat, produktif dan mengedepankan kesehatan.

Pada kesempatan itu pula, Wagub mengapresiasi kontribusi dari para pembicara, yang telah membagikan pengetahuan serta segala sesuatu yang positif pada webinar tersebut.

“Mudah-mudahan itu dibalas oleh Allah SWT sebagai amal ibadahnya. Karena memang sekarang ini kita tidak bisa berpikir hanya take and give saja di masa sulit ini, semua kita niatkan untuk ibadah ,” harap Wagub.

Wagub mengatakan, Pemprov NTB terus mendorong hasil-hasil produksi di dalam daerah, supaya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.

“Jadi, program bantuan sosial kami tersebut adalah hasil dari masyarakat NTB sendiri. Ini cara kami untuk mendorong ekonomi di saat sulit. sehingga UKM-UKM  atau usaha kecil menengah yang ada di NTB ini bisa tetap tumbuh, ekonomi bisa tetap berputar walaupun keadaannya lebih sulit,” ucapnya.

Terakhir, ia menjelaskan, program bantuan sosial Pemprov NTB, tidak berupa uang , akan tetapi berupa barang yang dihasilkan dari UKM-UKM di NTB atau produk lokal NTB.

Sehingga dapat menjadi stimulus bagi masyarkat khususnya masyarakat yang terdampak pandemi untuk dapat bangkit kembali perekonomiannya.

HmsNTB




Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM). Dukung Pilkada Sehat 2020 di Kota Mataram

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Tim Pemenangan SALAM  akan bergerak mulai Sabtu (26/09/20) hingga sembilan hari ke depan untuk melakukan kampanye dan sosialisasi protokol kesehatan.

Menggunakan 15 unit kendaraan roda tiga jenis Viar, para relawan akan membagikan masker dan handsanitizer ke kampung – kampung disemua kecamatan kota Mataram.

“Gerakan Tim SALAM ini menggunakan 15 unit roda tiga ke semua titik kawasan di enam kecamatan . Selain mengedukasi dan sosialisasi tentang pencegahan Covid-19, SALAM  juga membagikan ribuan masker dan handsanitizer,” kata Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani, Sabtu (26/09)

Menurutnya, jumlah masker dan handsanitizer yang akan dibagikan totalnya mencapai  7500. Di mana masing-masing roda tiga SALAM membawa 500 paket masker dan handsanitizer.

Tim SALAM juga akan menggelar flash mob, atau lelucon singkat yang menggugah perhatian publik di beberapa kawasan strategis Kota Mataram. Materi flash mob akan diisi dengan imbauan tentang mentaati protokol kesehatan menuju Mataram Zona Hijau

Hj Selly mengatakan, kegiatan Tim SALAM ini dilakukan untuk menggugah kesadaran masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan demi keselamatan bersama. Hal ini  sebagai bentuk dukungan kongkret SALAM bagi program gerakan Pilkada Sehat 2020.

“InsyaAllah ini bagian dari ikhtiar SALAM  meningkatkan  partisipasi warga  dalam pencegahan Covid-19 di Kota tercinta ini,” imbuhnya.

Seperti diketahui Gerakan Pilkada Sehat 2020 merupakan program terpusat secara nasional terutama di daerah-daerah Kota dan Kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada Serentak tahun ini.

Mendagri Tito Karnavian juga beberapa kali meminta agar para calon kepala daerah, parpol, dan tim sukses paslon untuk terus menggelorakan Gerakan Pilkada Sehat 2020. Salah satu yang ditekankan adalah bagaimana tetap

mentaati dan melaksanakan protokol kesehatan pada saat tahapan Pilkada Serentak tahun ini. Sehingga Pilkada 2020 berlangsung dengan sukses dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Sementara itu Calon Wakil Walikota , TGH Abdul Manan menambahkan,  pasangan SALAM terus berkomitmen untuk Pilkada Sehat. Sebab, pesta demokrasi lima tahunan kali ini berjalan di saat pandemi.

“Perhelatan politik tetap berjalan, tetapi bagi SALAM kesehatan masyarakat juga harus menjadi fokus utama. Karena itu kami terus menerus dan tak bosan-bosannya untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan ini,” tuturnya.

Sebelumnya, SALAM juga meluncurkan operasional tiga unit Ambulance Guru Dokter dan Psikolog Keliling (GuDek), yang juga akan bekerja untuk melayani aspek pendidikan dan kesehatan masyarakat di Kota Mataram. Ambulance GuDek juga melakukan kegiatan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) termasuk melakukan fogging di lingkungan yang membutuhkan.

“Semua ikhtiar ini dilakukan SALAM untuk menjaga kesehatan warga Kota Mataram yang Berkah dan Cemerlang, agar terhindar dari Covid maupun penyakit lainnya,” tandas TGH Manan .

PDI Perjuangan bentuk Tim Penegak Protokol Kesehatan

Sementara itu DPP PDI Perjuangan (PDIP) membentuk Tim Penegak Disiplin Partai yang akan bertugas menegakkan disiplin protokol kesehatan COVID-19 pada pelaksanaan Pilkada 2020. Tim ini akan bertugas memantau gerak-gerik calon kepala daerah yang diusung PDIP, termasuk tim suksesnya.

“Kekuatan utama Tim Penegak Disiplin justru terletak pada sosialisasi dan pencegahan. Kalau banyak penindakan, artinya fungsi sosialisasi dan pencegahan gagal,” ungkap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat membuka rapat koordinasi khusus bidang kehormatan partai yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (25/09/20).

 dikutip dari ; news.detik.com




Pemprov NTB Sambut Baik Pembangunan Saluran Irigasi di Lotim, Bantuan UNDP

Rekonstruksi fasilitas infrastruktur ini akan menyediakan lapangan kerja dalam jangka pendek dan akan meningkatkan prospek masyarakat luas dalam jangka panjang

MATARAM.lombokjournal.com

Pemprov NTB menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) yang membantu masyarakat NTB, terutama di Lombok Timur (Lotim) dalam proyek rekonstruksi saluran irigasi.

Proyek tersebut dilaksanakan di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lotim. Saluran irigasi di wilayah tersebut terdampak bencana gempabumi tahun 2018 lalu sehingga berdampak bagi aktivitas pertanian masyarakat.

“Tentu kami di NTB merasa senang dan menyambut baik program UNDP yang melakukan rekonstruksi saluran irigasi di Desa Sajang. Kegiatan tersebut akan membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui aktivitas pertanian,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM Sabtu (26/09/20).

Pembangunan rekonstruksi saluran irigasi di Desa Sajang tersebut merupakan bagian dari proyek Program Bantuan Rekonstruksi Infrastruktur Gempa Bumi dan Tsunami (PETRA) UNDP. Proyek ini  dibiayai oleh Republik Federal Jerman melalui  bank pembangunannya, KfW.

Proyek tersebut telah bekerja di wilayah tersebut sejak 2018, bertugas membantu transisi dari respon dini ke pemulihan jangka panjang.

Antun Hidayat dari KfW mengatakan, proyek di Sajang bersamaan dengan kegiatan rekonstruksi jembatan gantung Tuva di Desa Tuva di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang juga terkena dampak gempabumi dan tsunami tahun 2018 lalu.

Acara peletakan batu pertama diadakan di lokasi saluran irigasi baru, yang merupakan jalur kehidupan bagi pembangunan ekonomi di Desa Sajang awal pekan kemarin.

Lebih dari 500 keluarga bergantung pada irigasi untuk mengairi pertanian mereka. Mereka terpaksa mengambil langkah-langkah sementara sejak gempa menghancurkan sistem irigasi.

“Bencana alam tersebut menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi beberapa keluarga di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah. Melalui kemitraan kami dengan UNDP, kami berharap rekonstruksi infrastruktur penting ini dapat membantu masyarakat membangun kembali kehidupan mereka dan memungkinkan mereka untuk, mendapatkan kembali mata pencaharian mereka dan memulihkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan,” kata Antun Hidayat.

Selain kemunduran akibat bencana alam, kedua wilayah tersebut juga mengalami keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Pembatasan perjalanan saat ini juga telah menghambat pasokan logistik ke kedua wilayah tersebut.

Rekonstruksi fasilitas infrastruktur ini akan menyediakan lapangan kerja dalam jangka pendek dan akan meningkatkan prospek masyarakat luas dalam jangka panjang.

“Proyek-proyek rekonstruksi ini, yang melibatkan partisipasi masyarakat lokal, akan membantu memastikan tidak seorangpun tertinggal dalam pemulihan mata pencaharian. Dalam membangun kembali daerah yang terkena dampak, UNDP berkomitmen untuk memastikan infrastruktur penting dibangun dengan prinsip ‘membangun kembali dengan lebih baik’ untuk mendukung masyarakat.” ujar Ms. Sophie Kemkhadze, Resident Representative, a.i. UNDP Indonesia.

Ia mengatakan, kemitraan adalah kunci kerja UNDP. Di Lombok, proyek ini terselenggara berkat bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia.

Kedua CSO telah membantu dalam proses desain dan perekrutan serta pelatihan pekerja konstruksi laki-laki dan perempuan. Pekerjaan akan dilakukan dengan mengikuti protokol pembatasan sosial yang ketat.

“Rekonstruksi infrastruktur penting ini akan bermanfaat bagi sekitar 500 rumah tangga di Lombok Timur. Dengan melibatkan masyarakat dalam prosesnya, kami terus memastikan tidak seorangpun tertinggal saat kami berupaya meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Christian Usfinit, Team Leader, Resilience and Reconstruction Unit UNDP Indonesia.

HmsNTB




Wagub Kukuhkan Tiga Penjabat Sementara dan Satu Pelaksana Tugas Bupati

Mereka memiliki kewenangan mengeluarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD, memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat, memfasilitasi penyelenggaraan Pemilihan pimpinan daerah serta menjaga netralitas ASN

MATARAM.lombokjournal.com Sebanyak tiga Penjabat Sementara (Pjs) dan satu Pelaksana Tugas (Plt) bupati di NTB dikukuhkan oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah di Gedung Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB, Sabtu (26/09/20).

Plt Bupati Utara (KLU), H. Sarifudin.

Penjabat Sementara yang dikukuhkan yaitu Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB Ir. Muhammad Husni, M.Si menjadi Penjabat Sementara Bupati Bima. Kepala Biro Kerjasama Ir. Zainal Abidin, M.Si yang dilantik menjadi Penjabat Sementara Bupati Kabupaten Sumbawa.

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Dr. Muhammad Agus Patria, S.H., MH yang ditunjuk sebagai Penjabat Sementara Bupati KSB. Plt Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) diisi oleh Wagub KLU H. Sarifudin.

Tiga Pjs dan satu Plt Kepala Daerah yang dikukuhkan hari ini berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, Tentang Penunjukan Penjabat Sementara dan Pelaksana Tugas, dalam rangka pelaksanaan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, dari tanggal 26 September – 5 Desember 2020.

Penjabat Sementara memiliki tugas dan wewenang untuk memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu mereka memiliki kewenangan mengeluarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD, memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat, memfasilitasi penyelenggaraan Pemilihan pimpinan daerah serta menjaga netralitas ASN.

Pjs Kepala Daerah ini juga melakukan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah dan dapat menandatangani Perda setelah mendapat persetujuan tertulis dari Mendagri, melakukan pengisian pejabat berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, setelah mendapatkan persetujuan tertulis dari Mendagri dan melaksanakan tugas selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dalam arahannya memberikan tiga pesan penting kepada Pjs dan Plt yang dilantik.

Pertama, mengawal pengendalian dari penyebaran Covid-19. Kedua, memastikan berjalannya pilkada dengan aman dan kondusif di Kabupaten/Kota dan merangkul seluruh elemen masyarakat dan stakeholder agar kompak mengawal pilkada sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Terakhir, melanjutkan ikhtiar untuk mensukseskan program-program dan ikhtiar menurunkan angka kemiskinan.

“Ikhtiar untuk menurunkan angka kemiskinan harus terus berjalan. InsyaAllah dimudahkan selama kita mau bekerja keras,” tutur Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi tersebut.

Umi Rohmi dalam kesempatan ini menyinggung juga sejumlah program unggulan Pemprov NTB seperti Posyandu Keluarga yang tidak hanya melayani bayi dan ibu hamil tetapi juga melayani berbagai macam masalah sosial dari skup terkecil.

Kemudian, Industrialisasi agar mampu mendorong IKM dan UMKM agar semakin baik kedepannya serta terkait NTB Bersih dan NTB Hijau.

“Semua harus diikhtiarkan bersama, saya paham waktu bapak tidak banyak. Saya yakin kalau ini diniatkan sebagai ibadah, InsyaAllah Allah akan dimudahkan,” tegas Umi Rohmi.

Terakhir, tak lupa Umi Rohmi menyampaikan kepada ibu-ibu pendamping Pjs untuk ikut mensosialisasikan terkait protokol kesehatan Covid-19. Sehingga NTB mampu menekan angka penyebaran virus corona dengan sebaik-baiknya.

“Mohon peran daripada PKK dan seluruh organisasi yang bisa dihandle untuk mendorong sosialisasi yang masif pada penegakan protokol. Mudah-mudahan kita di NTB bisa mengingatkan satu sama lain, dalam pengendalian penyebaran Covid-19, semua masyarakat NTB punya peran yang luar biasa,” tutur Umi Rohmi.

Dalam pelantikan ini turut hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Asisten I Setda NTB dan beberapa Kepala OPD Provinsi NTB.

HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 25 September 2020, Bertambah 28 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 11 Orang,Tidak Ada Kasus Kematian

Petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark mengkonfirmasi, ada tambahan 28 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (25/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 308 sampel dengan hasil 278 sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 28 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 11,  tidak ada kasus kematian. .

Dijelaskan, adanya tambahan 28 kasus baru terkonfirmasi positif, 11 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari  Jum’at (25/9/2020) sebanyak 3.243 orang, dengan perincian 2.549 orang sudah sembuh, 192 meninggal dunia, serta 502 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi..

Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19

TAMBAHAN 28 PASIEN POSITIF COVID-19, SEMBUH 11 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3216, an. K, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3107. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya;
  2. Pasien nomor 3217, an. AW, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  3. Pasien nomor 3218, an. AL, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  4. Pasien nomor 3219, an. N, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Gapuk, Kecamatan Gerung,Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  5. Pasien nomor 3220 an. RD, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  6. Pasien nomor 3221, an. KKA, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  7. Pasien nomor 3222, an. MAP, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2968. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  8. Pasien nomor 3223, an. BNR, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Batuyang Daya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  9. Pasien nomor 3224, an. H, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  10. Pasien nomor 3225, an. N, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Montong Gading, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 3226, an. A, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  12. Pasien nomor 3227, an. F, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 3228, an. TH, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 3229, an. H, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 3230, an. M, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Montong Gading, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  16. Pasien nomor 3231, an. A, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  17. Pasien nomor 3232, an. A, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  18. Pasien nomor 3233, an. SY, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 3234, an. EH, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 3235, an. R, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Kalampa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  21. Pasien nomor 3236, an. S, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  22. Pasien nomor 3237, an. I, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  23. Pasien nomor 3238, an. LY, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  24. Pasien nomor 3239, an. HQ, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  25. Pasien nomor 3240, an. IN, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  26. Pasien nomor 3241, an. RAW, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Cenggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  27. Pasien nomor 3242, an. W, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Sie, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3164. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  28. Pasien nomor 3243, an. RN, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Timu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima.

Hari Jum’ati terdapat penambahan 11 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2764, an. J, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 2863, an. S, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Desa Peresak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 2888, an. ESY, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 2958, an. TY, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 2969, an. RA, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 2979, an. SZ, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Suwangi Selatan, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 3093, an. E, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 3133, an. N, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 3148, an.FS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 3153, an.AR, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 3169, an. M, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Anjani Selatan, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasive, untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” Lalu Gita Aryadi.

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas PercepatanPenanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




100 Ribu Pedagang Kecil di NTB Diajukan Terima Bantuan Modal

Secara umum kondisi UMKM di seluruh Indonesia memang membutuhkan program-program stimulus agar dapat bertahan

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Pusat menyiapkan penyaluran bantuan modal sebesar Rp2,4 juta bagi 12 juta pedagang kecil se-Indonesia.

Khusus untuk NTB, sampai dengan pertengahan September Pemerintah Daerah telah mengajukan hingga 100 ribu usaha kecil menengah (UKM) untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Sebelumnya ada sebanyak 54 ribu, bertambah lagi hampir mencapai 100 ribu,” ujar Kepala Bidang KUKM  Dinas Koperasi dan UKM NTB, Chalid Tomasoang, jumat(25/09/20).

Sampai saat ini pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut terkait penyaluran bantuan tersebut.

Diterangkan, dalam petunjuk pelaksanaan (juklak) yang diterima pihaknya telah dijelaskan, pelaku usaha yang memenuhi prasyarat menerima bantuan modal.

Kendati demikian, terkait penyaluran serta pengawasan masih belum ada perincian.

“Ini yang kami belum tahu pasti, tapi yang kita data itu usaha mikro. Termasuk pedagang bakulan, karena memang peruntukkan hanya untuk yang mikro saja.” jelas Chalid.

Di sisi lain, pihaknya juga menerima informasi terkait perpanjangan waktu pengajuan penerima bantuan tersebut. Dengan begitu, jumlah UKM yang diajukan diproyeksikan masih dapat bertambah.

Mengingat tidak ada kuota pasti untuk masing-masing daerah yang ditentukan Pemerintah Pusat.

“Untuk perpanjangan memang belum ada surat dari Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan tidak ada pembagian kuota untuk satu daerah berapa banyak. Yang kami ajukan belum ada yang dapat, karena penyaluran dari Kemenkop serta verifikasinya,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan tersebut memang sangat dinantikan oleh pelaku usaha. Terlebih pedagang kecil yang terdampak pandemi Covid-19 dan harus kehabisan modal usaha untuk bisa bertahan.

“Sekarang lagi verifikasi data, jangan sampai ada yang ganda namanya,” jelas Chalid.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Suntono, menerangkan secara umum kondisi UMKM di seluruh Indonesia memang membutuhkan program-program stimulus agar dapat bertahan.

Di antaranya bantuan tambahan modal dari pemerintah, keringanan pembayaran listri dan relaksasi pembayaran kredit.

Menurutnya, walaupun kondisi tersebut merupakan gambaran nasional, pelaku usaha di NTB sangat mungkin merasakan dan memiliki kebutuhan yang untuk bantuan pemerintah.

“Itu gambaran nasional bukan gambaran NTB, tapi NTB merasakan hal yang kurang lebih sama, sulit bertahan. Hanya referensi waktunya yang mungkin berbeda,” ujar Suntono.

AYA




Gubernur Minta Mahasiswa Diberi Ruang Awasi Pembangunan

Mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi masyarakat diminta dengan cara-cara yang baik

MATARAM.lombokjournal.com  —

Kepala Dinas terkait diminta tetap memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengawal pembangunan di NTB.

“Silahkan teman-teman mahasiswa awasi, kami sangat senang mendapat masukan dari anak-anak muda NTB,” ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Didampingi Sekda NTB, Gubernur Zulkieflimansyah menyampaikan tanggapan itu saat audensi dengan puluhan mahasiswa Universitas Mataram (Unram) di ruang rapat halaman Kantor Gubernur, Jumat (25/09/20).

Sebelumnya, Ketua BEM Unram menjelaskan, audiensi tersebut dilakukan terkait banyaknya petani mengeluh karena tidak ada kehadiran Pemerintah Provinsi NTB dalam menjamin stabilitas harga pra dan pasca panen dalam bidang pertanian.

“Para petani banyak mengeluh, tidak ada keterlibatan pemerintah, banyak tengkulak yang bermain,” ungkap Irwan, membuka audiensi tersebut.

Pada Momentum Hari Tani Nasional ini, lanjut Irwan, Pemerintah NTB harus engedepankan kesejahteraan petani. Jangan sampai, di masa pandemi Covid-19 ini, petani yang harus diistimewakan malah tidak diperhatikan sama sekali.

“Orang-orang yang punya akses ke pemerintah saja yang menikmati manfaat pertanian tersebut. Sementara, para petani tidak bisa merasakan hasil keringat mereka sendiri,” tegas mahasiswa semester sembilan tersebut.

Ia meminta, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada para petani, pemerintah juga harus memberikan banyak bantuan serta pupuk geratis demi menunjang kesehahteraan petani di masa pandemi.

“NTB ini dikenal sebagai lumbung padi, pemerintah harus banyak membantu masyarakat, terutama para petani,” ungkapnya tegas.

Tak hanya dalam bidang pertanian, Irwan juga meminta pemerintah mengedepankan hak asasi manusia dalam pembebasan lahan sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

“Apapun alasan pembangunan, tidak boleh ada yang yang menyakiti masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengaku, proses pembebasan lahan sirkuit Mandalika tersbeut sangat fatal, sama sekali tidak mengedepankan dan memperhatikan perasaan serta perekonomian masyarakat.

“Masyarakat sedang susah karena Covid-19, jangan tambah derita masyarakat dengan digusurnya rumah mereka,” ungkapnya.

Tanggapan Pemprov

Gubernur mengapresiasi keberanian mahasiswa NTB dalam menyampaikan banyak aspirasi masyarakat.

“Silahkan sampaikan aspirasi masyarakat dengan cara-cara yang baik,” pinta Gubernur.

Saat itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. H. Husnul Fauzi menyodorkan data tentang keterlibatan pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan petani di NTB.

“Alhamdulillah Pemerintah Provinsi NTB banyak memberikan bantuan berupa peralatan, pupuk, sarana prasarana, untuk petani di NTB,” ungkap Husnul Fauzi sambil memperlihatkan jumlah bantuan untuk petani kepada BEM Unram.

Dikatakan, Pemprov NTB sesuai visi dan misi dalam RPJMD telah mencanangkan industrialisasi. Untuk mendukung hal tersebut. telah diundangkan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

“Pemprov NTB juga telah membuat Peraturan Gubernur Nomor 43 tahun 2020 Tentang Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah melalui bela dan beli produk lokal dan sedang disusun Raperda tentang rencana pembangunan industri,” tutup Husnul Fauzi.

Menyinggung pembebasan lahan sirkuit MotoGP, Sekda Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan, tidak ada masyarakat yang dirampas haknya oleh Pemerintah Provinsi NTB.

“Alhamdulillah tidak ada yang merampas hak masyarakat,” ungkap Sekda.

Sekda mengatakan, mengenai percepatan pembangunan KEK Mandalika, telah dilakukan sesuai dengan prosedur dengan mengedepankan pendekatan aspek sosial dan metode preventif.

“Apabila ada masyarakat yang merasa haknya dirampas, terbuka ruang yang sangat luas bagi mereka untuk mengajukan gugatan,” ungkap Sekda yang juga pernah menjabat sebagai Komisatir ITDC.

HmsNTB




Masa ‘Low Season’, Dinas Budpar KLU Lengkapi Fasilitas Umum di Destinasi Wisata

Selain melengkapi fasilitas penunjang bagi wisatawan, hal lain yang dilakukan adalah mengembangkan jenis wisata alternatif seperti agrowisata dan wisata seni budaya

TANJUNG.lombokjournal.com

Pandemi Covid-19 memukul sektor Pariwisata di Kabupaten Lombok Utara, karena beberapa negara menutup akses warganya untuk berkunjung ke Indonesia.

Ha itu berdampak pada kunjungan wisatawan manca negara, yang berarti kebijakan menutup akses kunjungan ke Indonesia itu tidak bisa tidak membuat sepinya pengunjung di banyak destinasi wisata di  KLU.

Vidi Eka Kusuma

Saat masa sepi kunjungan wisatawan manca negara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) KLU tak diam berpangku tangan. Situasi paceklik wisatawan itu dimanfaatkan  untuk membenahi fasilitas umum di destinasi-destinasi pariwisata yang ada.

Beberapa fasilitas penunjang pariwisata seperti toilet dan lain sebagainya dibangun di beberapa destinasi pariwisata KLU.

“Kita dari pariwisata mumpung sekarang sedang low season, kita coba membenahi fasilitas umum destinasi-destinasi pariwisata itu,” ujar Kadis Kebudayaan dan Pariwisatanya KLU Vidi Eka Kusuma kepada lombokjournal.com, Rabu (23/09/20).

Selain melengkapi fasilitas penunjang bagi wisatawan itu, hal lain yang dilakukan adalah mengembangkan jenis wisata alternatif seperti agrowisata dan wisata seni budaya.

Kembangkan Pariwisata Alternatif

Agrowisatadi Lombok Utara rencananya diterapkan di dua lokasi yakni kawasan wisata Senaru di Kecamatan Bayan dan kawasan Desa Adat Gumantar di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.

“Pengembangan untuk agrowisata, kita usulkan di Senaru dan kampung adat Gumantar,” katanya.

Untuk wisata seni dan budaya, Vidi menjelaskan akan menjalin kerjasama dengan sanggar-sanggar kesenian yang ada di KLU, dengan mengusung paket pertunjukan reguler.

“Mungkin juga kita bisa bikin paket-paket kebudayaan atau atraksi pertunjukan yang mungkin (bisa) menjadi daya tarik bagi wisatawan-wisatawan yang mungkin butuh hiburan,” ungkapnya.

Untuk kawasan wisata Gili Meno, Vidi berencana menata ulang danau Meno agar terlihat lebih menarik.

Hal tersebut dilakukan untuk lebih memajukan pariwisata di Gili Meno agar setara dengan Gili Air dan Trawangan.

“Kita tata danau Meno ini. Kita berharap bisa mengimbangi daya tarik dua Gili yang lain (Gili Air dan Trawangan),” jelasnya.

Ast