Di Lombok Utara, Wagub Motivasi Nakes Tetap Semangat Laksanakan Tugas Kemanusiaan

  Para tenaga kesehatan diminta untuk menjaga kesehatan, dan niatkan pekerjaan sebagai ibadah

KLU.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah kembali berikan motivasi kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) guna mengantisipasi pandemi virus Corona, Kamis (01/10/2020) di Puskesmas Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Wagub mengapresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan Lombok Utara yang selalu siap 24 jam sebagai ujung tombak menghadapi Corona sesuai sumpah profesinya.

“Tugas-tugas kemanusiaan harus kita laksanakan dengan penuh tanggungjawab dan semangat,” ungkap Wagub mengingatkan.

Dikatakan, pandemi Covid-19 mengajarkan kita tentang pentingnya sebuah kesehatan. Nikmat sehat yang diberikan oleh Allah SWT harus tetap disyukuri.

“Kesehatan itu tidak boleh dinomorduakan, kesehatan harus yang utama, kita niatkan setiap pekerjaan sebagai ibadah,” ungkap Wagub.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB itu menambahkan, dengan nikmat sehat; maka pekerjaan, ibadah, serta kegiatan sehari-hari bisa di jalani dengan baik.

Para  Nakes diminta untuk menjaga kesehatan dengan tetap patuhi protokol kesehatan.

“Sebagai tenaga kesehatan, protokol kesehatan harus kita jalankan dengan ketat,” tambah Umi Rohmi.

Di hadapan Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan, Wagub berharap, Posyandu yang ada di Lombok utara seluruhnya direvitalisasi menjadi Posyandu Keluarga.

Dengan begitu, seluruh keluhan bisa ditangani oleh Posyandu keluarga tersebut.

“Alhamdulillah Posyandu Keluarga di Lombok Utara telah kita launching. Kita berharap seluruh Posyandu yang ada di revitalisasi menjadi Posyandu Keluarga,” tambah Wagub.

Umi Rohmi meminta seluruh pegawai di RSUD Kabupaten Lombok Utara untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Menurutnya, tempat orang berobat itu harus indah nan bersih.

“Jaga kesehatan, jaga kebersihan, hanya orang-orang sehat yang bisa merawat orang sakit,” ungkap wagub melanjutkan kunjungannya di RSUD Lombok Utara.

Umi Rohmi meminta, protokol kesehatan di rumah sakit harus di laksanakan secara ketat, tidak boleh ada pasien atupun keluarga pasien tidak menggunakan masker, tidak boleh berkerumun dan harus menjaga jarak.

Harus diatur dengan rapi, mulai dari keluarga yang jenguk, hingga yang datang untuk berobat, semuanya harus patuh terhadap protokol kesehatan,” tutup Wagub.

HmsNTB




Wagub Dukung Perhimpunan Ahli Epidemi, Untuk Penguatan Surveilans Covid-19

Wagub berharap agar masyarakat NTB bisa hidup New Normal, dan terbiasa hidup dengan protokol Covid

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menerima Perhimpunan Ahli Epidemologi Indonesia (PAEI) Drs. Bambang WK. M. Epid, dalam rangka melaporkan capaian hasil program penguatan surveilans Covid-19 di NTB, Kamis (01/10/20).

Audiensi ini bertujuan melaporkan yang sudah dilakukan selama empat (4) bulan di NTB, dari hasil evaluasi tersebut akan dilanjutkan penguatan komunikasi resiko.

Kemudian akan dilakukan penguatan tim surveilans. Sasarannya adalah tracing dan testing yang akan dtingkatkan dan dikuatkan melalui sistem pelatihan dan On The Job Training.

Menanggapi hal tersebut, Wagub yang ditemui di ruang kerjanya menyampaikan sepakat dan mendukung perbaikan yang akan dilakukan karena sesuai dengan tujuan kedepan, yaitu penguatan tracing dan testing.

Wagub NTB tak hanya mendukung tapi juga berpesan agar betul-betul mengikuti standar tertinggi, bila perlu lebih baik dan lebih baik lagi.

Kesulitan utama pemerintah dalam menangani Covid-19 adalah paradigma masyarakat tentang penggunaan masker.

“Kami ingin yang terbaiklah, karena kuncinya tracing treatment, bagaimana biar bisa masif dan tepat sasaran dan penyebaran bisa dilokalisir,” tutur Hj Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB.

Pemerintah Provinsi NTB melalui Wagub yang saat itu didampingi Asisten I Setda NTB dan Kepala Dinas Kesehatan NTB, setuju dan sepakat.

“Yang terpenting adalah agar masyarakat NTB bisa hidup New Normal, dan masyarakat terbiasa hidup dengan protokol Covid, apa pun akan saya dukung yang penting untuk kebaikan masyarakat,” tegas Hj Rohmi.

Wagub menambahkan, bagaimana membuat masyarakat satu persepsi, bahwa Covid-19 itu ada dan tidak mengenal siapapun, dan yang terpenting adalah protect diri.

“Alhamdulillah NTB Perdanya sudah ada dan pertama di Indonesia, TNI Polri juga terus support dan ini terus dikampanyekan,” tegas Hj Rohmi.

Menurut Wagub, kehidupan era tatanan baru atau New Normal, masyarakat tetap bisa mencari nafkah, aturan tegas untuk ditegakkan, boleh tetap menjalankan kewajiban mencari nafkah, tetapi masyarakat wajib juga patuhi protokol Covid sampai menunggu vaksin datang.

“Pakai masker memang gak enak, tapi jauh lebih enak daripada kita kena Covid, silakan apa yang terbaik supaya kita eksekusi sebaik-baiknya,” kata Wagub.

Sementara itu, Bambang WK menyampaikan kesiapannya untuk terus membantu penguatan sistim kesehatan di NTB.

“Kegiatan pokok kami yaitu menguatkan tim surveilans, tim lapangan,  juga mengadakan pelatihan, asesmen, survey knowledge kepada masyarakat tentang pandemi ini,” tambahnya.

Beberapa hal yang ditemukan juga sudah dibenahi dengan baik dibantu dengan aplikasi khusus. Namun, yang harus ditingkatkan adalah kapasitas petugas yang mengadakan tracing di lapangan, sebab dari sisi jumlah spesimen penduduk juga masih kurang.

“Salah satu yang perlu dipertimbangkan adalah tingginya kasus pneumonia, jika ada ciri langsung di-swab,” tutur Bambang. (

HmsNTB




Jawaban Plt Bupati, Sarifudin terkait Pandangan Fraksi Terhadap RAPBD Perubahan 2020

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah KLU secara konseptual tetap berada pada koridor perkiraan yang terukur, rasional dan memiliki kepastian serta dasar hukum

TANJUNG.lombokjournal.Com

Plt. Bupati Lombok Utara Sarifudin, SH MH menyampaikan jawaban/respons Kepala Daerah atas pandangan umum Fraksi-fraksi dewan tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2020 di Aula Paripurna DPRD setempat, Selasa (29/09/20).

Disampaikan, beberapa masukan dan pemikiran dari pimpinan dan anggota dewan yang terhormat,  dalam pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD KLU terhadap pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan APBD KLU tahun 2020. Mulai dari komponen pendapatan, pengeluaran/belanja dan komponen pembiayaan daerah menunjukkan, pimpinan dan anggota dewan memiliki perhatian sedemikian besar terhadap penganggaran.

Sebagaimana tertuang dalam rancangan perubahan APBD, agar disajikan lebih konsisten antara perencanaan yang tertuang dalam kebijakan umum perubahan anggaran serta prioritas plafon anggaran sementara tahun 2020.

“Kita sependapat bahwa RAPBD  tetap menjadi perhatian bersama, termasuk jadwal proses penyusunan yang harus tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, baik kualitas pelayanan publik yang terus meningkat maupun ketersediaan fasilitas publik dalam ketersediaan yang memadai. Tentu pada akhirnya dapat bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lombok Utara,” tutur Saripudin.

Lebih lanjut disampaikan, tanggapan terhadap pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD atas penjelasan Kepala Daerah tentang pengantar nota keuangan dan Raperda tentang perubahan APBD tahun 2020.

Bersepakat peningkatan strategi harus dilakukan untuk menyikapi kondisi perekonomian daerah pascabencana, terlebih dalam menghadapi bencana non-alam yang saat ini tengah merundungi kita.

Pada tahun-tahun berikutnya, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah KLU secara konseptual tetap berada pada koridor perkiraan yang terukur, rasional dan memiliki kepastian serta dasar hukum, baik dalam rancangan penerimaan maupun pengeluaran.

Penyertaan modal ke PDAM

Kemudian penyertaan modal Pemerintah Daerah kepada PDAM, pada hakikatnya bertujuan membantu perusahaan daerah memenuhi kebutuhan pelayanan air bersih kepada masyarakat, agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Diharapkan pada waktunya PDAM dapat memberikan kontribusi bagi Pemerintah Daerah sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, sesuai kebijakan pemerintah, penyertaan modal pendapatan tahun ini dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas produksi sebagai cakupan pelayanan,” imbuhnya.

Menurut Saripudin, penyertaan modal yang dilaksanakan itu didasari semata-mata oleh pertimbangan kebutuhan, untuk peningkatan kapasitas produksi.

Selain itu ada beberapa pekerjaan penting yang harus dibiayai dengan sumber pembiayaan yang mesti dipastikan ketersediaannya, seperti penambahan instalasi pengolahan air minum, penambahan dan pemeliharaan jaringan pipa tertier, distribusi dan transmisi.

Hal tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar.

“Dalam kontetks pengalokasian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEM) yang diperoleh Kabupaten Lombok Utara sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 87 tahun 2020. Program dan kegiatan sudah jelas diatur dalam peraturan Menkeu tersebut, antara lain untuk pemulihan ekonomi nasional seperti dukungan kepada sektor Pariwisata, UMKM, Koperasi dan pasar tradisional, serta bidang kesehatan untuk penanganan Covid-19 dan Jaring Pengaman Sosial (JPS) berupa bantuan sosial,” tandasnya.

Terkait arah penggunaan belanja tidak terduga, Pemda KLU telah meminta pendampingan pada pengawas di tingkat daerah maupun BPKP perwakilan Provinsi NTB.

Hal itu sebagai bentuk nyata transparansi Pemerintah Daerah dalam melaksanakan kegiatan yang bersumber dari belanja tidak terduga.

Diuraikan pula oleh Ketua BNNK KLU itu, terkait pandangan umum gabungan fraksi Demokrat, Golkar, PBB dan PAN, menitikberatkan perhatiannya pada langkah-langkah Pemda KLU dalam menggali dan meningkatkan target PAD.

Adapun usaha strategis untuk meningkatkan pendapatan daerah, lanjut Plt Bupati, terus kita lakukan, baik dalam bentuk intensifikasi maupun ekstensifikasi.

Dalam konteks ini, tentu dibutuhkan sinergi, baik dalam mengembangkan sumber-sumber PAD maupun perolehan dana perimbangan.

Terutama dana bagi hasil yang sumber sebenarnya berasal dari Lombok Utara, baik bagi hasil dari  Pemprov maupun pemerintah pusat, seperti dana bagi hasil pajak kendaraan bermotor, BBN-KB, pajak pertambahan nilai dan pajak penghasilan.

“Pemda KLU memberikan atensi luhur serta apresiasi atas pandangan umum gabungan fraksi-fraksi DPRD terhadap dukungannya mengawal sekaligus mengawasi pelaksanaan APBD KLU,” tukasnya.

Wakil Ketua DPRD H. Burhan M Nur, SH kemudian menutup Paripurna ke-19 Masa Sidang III Tahun Dinas 2020.

Sidang paripurna masa sidang III Tahun Dinas 2020 dipimpin oleh Wakil Ketua II H. Burhan M Nur, SH ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD KLU, Pjs Sekda KLU Drs. H. Raden Nurjati, unsur TNI/Polri, para Staf ahli, para asisten, Pimpinan OPD dan Camat lingkup Pemda Kabupaten Lombok Utara.

sas




Lomba Kampanye Sehat, Gubernur Apresiasi Terobosan Kapolda

Kampanye sehat kata Gubernur, tidak hanya menyehatkan fisik tapi juga menyehatkan rohani dan spiritual

 MATARAM.lombokjournal.com

Lomba Kampanye Sehat memperioritaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat dalam penyelenggaraan kampanye oleh Pasangan Calon (Paslon) Kepala Daerah dalam Pilkada Serentak 2020 di Nusa Tenggara Barat.

Terobosan Lomba Kampanye Sehat yang diluncurkan oleh Polda NTB mendapat apresiasi dari Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Terobosan Kapolda NTB itu dinilai menjadi yang pertama di Indonesia.

Menurutnya, Polda NTB tidak berhenti terus melakukan inovasi.

“Alhamdulillah kampanye sehat ini merupakan satu terobosan yang saya kira yang perama di Indonesia, dan mudah-mudahan akan mendapat apresiasi juga,” ungkap Gubernur Zul.

Gubernur menyampaikan itu saat memberi sambutan sekaligus meresmikan langsung Lomba Kampanye Sehat, di Lapangan Tenis Mapolda NTB, Rabu (30/09/20).

Pada kesempatan itu, Gubernur berharap jajaran Polda NTB mengusut tuntas akun-akun media sosial yang kerap kali meresahkan masyarakat.

“Karena khawatirnya itu bukan akun dari paslon tertentu, tetapi malah akun dari konsultan sosial media yang dengan akun mesin sosial medianya itu bisa mengaduk emosi masyarakat kita,” ungkapnya.

Dengan adanya kampanye sehat kata Gubernur, tidak hanya menyehatkan fisik saja akan tetapi juga menyehatkan rohani dan spiritual.

“Terimakasih pak Kapolda dan pak Kasrem, aktivis-aktivis yang jadi pimpinan KPUD dan Bawaslu. Mudah-mudahan dengan seringnya kita bersama akan menghadirkan kondusivitas bagi masyarakat NTB,” kata Gubernur Zul. .

Kasrem 162/WB Kolonel Armed I Made Kariawan yang mewakili Danrem 162/WB, menyampaikan dukungan penuhnya terhadap inovasi kampanye sehat.

“Kami di Korem 162/WB mendukung apa yang sudah diprogramkan, apa yang sudah direncanakan dan yang sudah diinisiasikan oleh Kapolda,” ungkap Kasrem memberi sambutan.

Apa yang telah diinisiasi oleh Kapolda NTB ini dinilai sebagai program yang baik, terlebih dalam menghadapi dan mencegah penyebaran Covid-19 pada ajang kampanye nanti.

“Mudah-mudahan ini akan menjadi contoh dan tauladan bagi daerah lainnya,” ujarnya

KPU dan Bawaslu Provinsi NTB juga mengapresiasi terobosan Polda NTB itu.

“Saya dan teman-teman di Bawaslu sebetulnya merasa iri dengan bapak Kapolda, selalu punya cara untuk berinovasi, untuk bagaimana kemudian memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat NTB,” ungkap Ketua Bawaslu Provinsi NTB, M. Khuwailid

Tidak hanya itu, Khuwailid juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh Paslon Kepala Daerah di tujuh Kabupaten/Kota di NTB yang melaksanakan Pilkada tahun 2020 atas komitmen menjalankan kampanye dengan memprioritaskan protokol kesehatan Covid-19.

Kapolda NTB Irjen Pol. M Iqbal mengemukakan,  menjadi tugas TNI dan Polri dalam melakukan berbagai upaya yang optimal bersama Pemerintah Daerah dalam memelihara keamanan dan ketertiban Pilkada serentak.

Kapolda menerangkan, kampanye sehat merupakan salah satu upaya bersama untuk menekan angka penularan virus Corona di NTB.

“Pilkada saat ini bukan Pilkada biasa, namun ini adalah Pilkada yang istimewa. Oleh karena itu perlu dilakukan juga langkah-langkah yang istimewa juga, pada 13 hari yang lalu di halaman ini juga melakukan deklarasi dan komitmen bersama bahwa siap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 30 September 2020, Bertambah 30 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

“Kita tidak boleh menganggap pandemi Covid-19 ini tidak nyata,” kata Lalu Gita Aryadi

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, dan Laboratorium PCR Klinik Medika Plazamengkonfirmasi, ada tambahan 27 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Selasa (29/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 267 sampel, dengan hasil 230 sampel negatif, 7 (tujuh) sampel positif ulangan, dan 30 sampel kasus baru positif Covid-19 pasien sembuh 14orang, kasus kematian 2 .(dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 30 kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu ini (30/09/20) sebanyak 3.342 orang, dengan perincian 2.654 orang sudah sembuh, 198 meninggal dunia, serta 490 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 30 PASIEN POSITIF COVID-19, SEMBUH 14 ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3313, an. F, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 3314, an. AS, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kabupaten Padang, Sumatera Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  3. Pasien nomor 3315, an. S, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kabupaten Padang, Sumatera Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  4. Pasien nomor 3316, an. MR, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  5. Pasien nomor 3317 an. E, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Kebun Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  6. Pasien nomor 3318, an. IS, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3319, an. A, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 3320, an. AMH, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 3321, an. R, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Unram;
  10. Pasien nomor 3322, an. SIS, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha,Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  11. Pasien nomor 3323, an. PS, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  12. Pasien nomor 3324, an. A, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Soki, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  13. Pasien nomor 3325, an. AI, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3026. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  14. Pasien nomor 3326, an. MA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3026. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  15. Pasien nomor 3327, an. YA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3026. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  16. Pasien nomor 3328, an. AA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3158. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  17. Pasien nomor 3329, an. S, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Parado Wane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2829. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  18. Pasien nomor 3330, an. DH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSAD Wirabhakti Mataram;
  19. Pasien nomor 3331, an. NH, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  20. Pasien nomor 3332, an. NF, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3160. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Suralaga;
  21. Pasien nomor 3333, an. NW, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Labuhan Lombok;
  22. Pasien nomor 3334, an. TUA, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Montong Tangi, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  23. Pasien nomor 3335, an. N, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  24. Pasien nomor 3336, an. HA, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  25. Pasien nomor 3337, an. HF, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  26. Pasien nomor 3338, an. AS, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  27. Pasien nomor 3339, an. EA, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  28. Pasien nomor 3340, an. ES, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  29. Pasien nomor 3341, an. RAP, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Ropang, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi.Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  30. Pasien nomor 3342, an. MS, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Bug-Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram.

Hari Rabu terdapat penambahan 14 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2789, an. S, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, KecamatanSelaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2827, an. ME, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 2962, an. Z, perempuan, usia 79 tahun, penduduk Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 2980, an. SW, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 2994, an. MPA, laki-laki, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  6. Pasien nomor 2995, an. AAT, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Desa Perapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  7. Pasien nomor 3081, an. M, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Gerimax Indah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 3119, an. J, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  9. Pasien nomor 3124, an. IMS, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 3128 an. ASA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 3132, an. A, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Kelayu Utara, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  12. Pasien nomor 3150, an. NMA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  13. Pasien nomor 3163 an. RCMH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 3209, an. ABWY, laki-laki, usia 5 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Hari Rabu ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 3270, an. SNH, perempuan, usia 1 tahun, penduduk Desa Sikur, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 3288, an. N, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, hingga hari ini kasus baru Covid-19 masih terus bertambah dengan jumlah kasus kematian yang cukup tinggi di NTB.

“Kita tidak boleh menganggap pandemi Covid-19 ini tidak nyata,” tegasnya. Kita harus terus waspada dan melaksanakan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas.

“Mari kita doakan juga saudara-saudara kita yang sedang berjuang untuk sembuh dari Covid-19. Jauhkan stigma negatif, kita bersama pasti bisa beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru serta optimis dapat keluar dari ujian wabah ini,” kata Lalu Gita Aryadi..

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Hadirnya PANDAWA, BPJS Kesehatan Beri Kemudahan Layanan Bagi Peseta JKN-KIS

 Adanya layanan CHIKA dan VIKA hingga PANDAWA, diharapkan dapat menghilangkan kekhawatiran masyarakat yang ingin mengakses layanan JKN-KIS di Kantor Cabang BPJS Kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com

Di masa pandemi Covid-19, aktvitas seluruh masyarakat di Luar Rumah dibatasi.

Dengan anjuran mematuhi protokol kesehatan Covid-19,  membuat warga kesulitan untuk mengakses berbagai layanan atau fasilitas publik.

Bergerombol di tempat publik merupakan salah satu hal yang perlu dihindari karena berpotensi menyebarkan virus Covid-19.

Hal tersebut tentunya membuat fasilitas atau layanan publik kini tidak mudah untuk didapatkan seperti dahulu.

Tapi hal itu bukan menjadi alasan bagi BPJS Kesehatan untuk menghentikan layanannya. Hal ini ditunjukan Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram yang tetap beroperasi meskipun berada di situasi pandemi.

Banyak inovasi layanan yang diterapkan di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Mataram untuk mengurangi resiko penyebaran virus Covid-19, salah satunya dengan mulai menerapkan Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (PANDAWA).

Seperti yang tengah dirasakan oleh Lazuardi (35). Peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) asal Mataram itu merasa sangat terbantu dengan adanya layanan melalui PANDAWA ini.

Dirinya sudah tidak perlu lagi datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan untuk mendapatkan layanan kepesertaan JKN-KISnya. Ia menyebut, hanya dengan melalui chat di Whatsapp, kebutuhan dirinya sudah dipenuhi dengan baik.

“PANDAWA ini sangat memudahkan saya untuk mengurus BPJS Kesehatan. Ketika saya WA, responnya cepat dan mudah dipahami. Layanan yang didapatkan pun tidak berbeda seperti kita ke kantor BPJS Kesehatan. Saya tak mengira urusan saya bisa selesai dan lebih gampang karena saya tidak perlu repot-repot datang ke kantor BPJS Kesehatan,” ujar Lazuardi.

Bukan hanya itu, Lazuardi juga mengapresiasi layanan non tatap muka lainnya yang dihadirkan BPJS Kesehatan sebagai upaya mengurangi kontak fisik antara petugas dengan peserta.

Ia melihat, adanya layanan tanpa tatap muka seperti Mobile JKN, Care Centre 1500400, Layanan Chat Chika, dan Layanan Suara VIKA, dapat mengurangi resiko peserta JKN-KIS terpapar oleh virus tersebut.

“Sebelumnya memang sudah lebih dulu hadir aplikasi Mobile JKN yang bisa diakses oleh masyarakat. Kemudian, engan adanya layanan CHIKA dan VIKA hingga PANDAWA ini, diharapkan dapat menghilangkan kekhawatiran masyarakat yang ingin mengakses layanan JKN-KIS di kantor cabang. Dengan adanya layanan digital ini, kebutuhan peserta akan terpenuhi dengan baik tanpa dibuat khawatir terpapar oleh viris tersebut,” tambah Lazuardi.

Tak lupa, ia juga mengajak kepada seluruh peserta JKN-KIS lainnya untuk mulai beralih menggunakan layanan digital yang dihadirkan BPJS Kesehatan.

Hal itu juga sebagai bentuk apresiasi kepada BPJS Kesehatan yang senantiasa memberikan kemudahan bagi peserta JKN-KIS yang ingin mendapatkan layanan.

dh/yn/Jamkesnews

 




BNN Lakukan Pemusnahan Barang Bukti 491,2 gr Jenis Sabu

MATARAM.lombokjournal.com

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB melaksanakan kegiatan pemusnahan barang bukti dari kasus narkotika yang sedang ditangani oleh penyidik BNNP NTB.

Pemusnahan barang bukti berupa barang kasus narkotika yang terjadi hari Selasa dan Rabu, 28 s.d 29 Juli 2020,  di Salah satu jasa ekspedisi diwilayah kota Mataram.

Dilanjutkan dengan pengembangan di Pelabuhan Kayangang Kabupaten. Lombok Timur serta di perumahan wilayah Kekalik, Mataram dengan tersangka YM berjenis kelamin perempuan.

Kepala BNNP NTB Brigjen. Pol. Gde Sugianyar Dwi Putra menjelaskan, dari 3 TKP tersangka terdapat jumlah BB berupa kristal bening, diduga Narkotika Jenis Sabu seberat netto seluruhnya 491,2 (empat ratus sembilan puluh satu koma dua) gram.

Dan saaat dilakukan uji lab pembuktian di persidangan seberat keseluruhan 80,72 delapan puluh koma tujuh dua) gram.

“Selanjutnya jenis BB yang di musnahkan saat disisihkan Unji lab berupa 1 paket berisi kristal bening diduga Narkotika jenis Shabu seberat keseluruhan 410,48 empat ratus sepuluh koma empat delapan) gram,” ujar Gede Sugianyar, Rabu (30/09/20).

Gede menjelelaskan,  jika BB di uangkan nilainya sekita 1 miliar rupiah, dengan asumsi harga per gram senilai Rp.1,8 hingga Rp.2 Juta rupiah/gram.

Dengan demikian, BNN Provinsni NTB telah menyelamatkan sebanyak 6000 Orang warga masyarakat NTB dari Narkoba dengan asumsi 1 gram dikonsumsi sebanyak 12 orang..

Gde Sugianyar Dwi Putra menegaskan, terus melakukan pencegahan stop terhadap penyalahgunaan, saat ini 50 persen lebih lapas adalah penyalah tahanan narkotika dan dilakukan rehabilitasi

“Sementara itu dari data yang ada di NTB sebanyak 90 persen menggunakan Sabu, dan 40 persen yang berusia 20 sampai 25 tahun, sehingga BNNP NTB terus melakukan dan menjauhi narkoba melalui siaran Media studio Semeton BNN NTB, serta mengupas tuntas cara pencegahan Narkotika,” tutur Gede

AYA

 




Tuntaskan Lahan Sirkuit, Komnas HAM Bersama Pemerintah dan Masyarakat akan Duduk Bersama

Posisi masyarakat yang melakukan pengaduan ke Komnas HAM, tidak dalam posisi menolak proyek pembangunan Sirkuit Mandalika

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB bersama unsur Forkompinda dan pihak PT. ITDC menyambut baik

Keberadaan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam menuntaskan masalah lahan di Sirkuit Mandalika, disambut baik.

Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah mengungkapkan itu saat menggelar rapat dengan Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur NTB, Rabu (30/09/20), yang dihadiri pihak ITDC.

Gubernur berharap, kehadiran Komnas HAM akan membantu menuntaskan masalah agar persoalan sengketa lahan ini tidak menimbulkan kegaduhan.

“Hal ini sesuai pesan dari Presiden, agar masalah selesai tapi tidak ada kegaduhan,” ungkapnya.

Diharapkan Komnas HAM  menjadi kanal, sehingga aspirasi dan pengaduan masyarakat dapat segera diselesaikan secara bersama-sama.

“Komnas HAM akan fokus menyelesaikan sengketa lahan Mandalika di NTB hingga tuntas,” tutupnya.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, mengatakan Komnas HAM akan menjembatani pertemuan antara pemerintah dengan masyarakat, untuk menuntaskan masalah lahan pembangunan Sirkuit Mandalika.

Langkah ini direkomendasikan Komnas HAM sebagai tindak lanjut dari adanya aduan masyarakat terkait masalah lahan di Mandalika.

Beka mengatakan, posisi masyarakat yang melakukan pengaduan ke Komnas HAM, tidak dalam posisi menolak proyek pembangunan Sirkuit Mandalika.

Namun masyarakat menginginkan adanya pemenuhan hak-hak oleh ITDC sesuai tuntutan berdasarkan alas hak yang dimiliki.

Ia menjelaskan Komnas HAM tidak dalam kontek memperlambat proyek strategis nasional tersebut.

Namun pihaknya dalam koridor menjalankan arahan Presiden agar semua proyek strategis nasional harus berlandaskan hak asasi manusia.

Beka menawarkan solusi agar pemerintah dan masyarakat duduk bersama berdiskusi menyelesaikan masalah lahan tersebut.

Komnas HAM akan menjembatani untuk menyandingkan data pengadu dan pihak ITCD, untuk kemudian didiskusikan terkait hak-hak berdasarkan alas hak lahan yang dimiliki.

Ia mendorong penuntasan masalah lahan di Mandalika tanpa menimbulkan ekses. Untuk itu Komnas HAM siap menjadi kanal pengaduan masyarakat yang akan menjembatani komunikasi dengan pemerintah dan pihak ITDC.

“NTB harus berbangga karena modal sosialnya luar biasa, dari pihak pengadu tidak ada yang menolak proyek strategis nasional itu, tapi hak masyarakat harus dituntaskan,” ujarnya.

Kehadiran Komnas HAM penting

Menanggapi hal tersebut, Kapolda NTB, Kajati NTB dan Ketua Pengadilan Tinggi NTB menilai, kehadiran Komnas HAM dalam penuntasan masalah lahan di Mandalika sangat penting. Menurutnya Komnas HAM bisa melakukan review terhadap masalah tersebut.

Untuk mendukung hal tersebut, pihak kepolisian akan membantu Komnas HAM semaksimal mungkin.

Selain itu Kapolda juga meminta agar pihak ITDC dapat bekerjasama dengan baik, sehingga masalah ini bisa cepat diselesaikan.

“Proyek strategis nasional Sirkuit MotoGP Mandalika harus jalan, namun kita harus menghormati dan melindungi hak-hak masyarakat sesuai ketentuan dan alas hak yang dimililiki,” pungkasnya.

HmsNTB

 




Idrus dan Keluarga Puas dengan Inovasi Layanan Non Tatap Muka dari BPJS Kesehatan

Banyak sekali inovasi layanan kesehatan yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan dapat mempermudah pesertanya

MATARAM.lombokjournal.com

Hanya dengan satu genggaman handphone saja, di era digital saat ini masyarakat disuguhkan dengan berbagai kemudahan.

Begitu juga dengan BPJS Kesehatan yang terus berkembang mengikuti perkembangan zaman di era 4.0 saat ini.

Adanya Mobile JKN yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja, BPJS Kesehatan pun kini terus melakukan peningkatan layanannya.

Cukup dengan satu genggaman, berbagai macam kebutuhan tentu dapat terselesaikan dalam sekejap.

Seperti yang dirasakan salah satu peserta JKN-KIS asal Mataram, Idrus (23). Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya aplikasi Mobile JKN saat ini.

“Dengan adanya aplikasi Mobile JKN, segala sesuatu administrasi sudah sangat mudah saya lakukan hanya dengan satu genggaman saja saat ini, apa lagi dengan masa pandemi seperti sekarang ini,” ungkap idrus

Bagi Idrus, layanan melalui digital seperti ini sangat efektif, apalagi saat ini masyarakat Indonesia tengah bersama berjuang melawan penyebaran Covid-19.

Layanan digital sangat diperlukan dalam rangka mengurangi tatap muka langsung atau kontak antar sesama.

Tak hanya itu, Idrus juga pernah mendengar adanya layanan PANDAWA yang telah diluncurkan BPJS Kesehatan dan ia pun langsung untuk mencoba layanan tersebut.

“Sekarang kita sudah benar-benar sangat dipermudah oleh BPJS Kesehatan. Banyak sekali pelayanan yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan dapat mempermudah pesertanya, seperti aplikasi Mobile JKN dan ada lagi layanan PANDAWA ini sangat mudah. Cukup menulis pesan pada aplikasi Whatsapp, kita sudah dapat langsung terhubung dengan pelayanan BPJS Kesehatan. Saya juga bisa melakukan konsultasi dokter melalui Aplikasi Mobile JKN,” ungkap Idrus.

Tentunya dengan layanan terbaru dari BPJS Kesehatan, peserta sudah sangat mudah mencari informasi, apalagi masalah administrasi dan tentunya dengan pelayanan ini dapat menekan penyebaran Covid-19 yang sedang melanda dunia.

“Terima Kasih BPJS Kesehatan yang telah melakukan pelayanan terbaik untuk kemudahan peserta JKN-KIS di masa pandemi Covid-19 ini, sehingga saya dan keluarga tidak perlu keluar rumah untuk mendapatkan layanan dari BPJS Kesehatan,” tutup pada tim Jamkesnews

dh/ay/Jamkesnews

 




Wagub Mengajak Satukan Mindset, dan Bekerjasama  Melawan Covid-19

Melawan pandemi Covid-19 tak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah, butuh sinergitas yang kompak serta strategi yang jelas

MATARAM.lombokjournal.com

Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak terhadap kesehatan fisik semata, masyarakat juga dihadapkan pada dampak kesehatan mental.

Banyaknya berita tidak benar (hoax) yang bertebaran, membuat keyakinan masyarakat akan eksistensi virus corona menjadi semakin berkurang

Sehingga, tugas berat pemerintah tak lagi hanya melawan virus, tapi juga menyatukan mindset masyarakat bahwa virus corona (covid-19) ini ada, dan seluruh pihak harus bekerjasama untuk melawannya.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, menyampaikan itu saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD) secara virtual bersama Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) dan para peneliti Indonesia, bertempat di Pendopo Wagub NTB, Rabu (30/09/20).

“Salah satu tugas berat kita adalah bagaimana caranya agar masyarakat NTB sadar dan mengakui virus ini ada. Karena kita tahu banyak berita hoax tentang covid-19 yang tersebar. Sehingga yang penting kita satukan mindset dan lawan!” jelas Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB.

Ummi Rohmi lebih jauh memaparkan, dalam menyatukan pemahaman tersebut butuh waktu, edukasi yang berkesinambungan, dan cara yang persuasif.

Dengan melibatkan berbagai stakeholders dan peran masyarakat untuk berjuang bersama. Berulang kali Ummi Rohmi menegaskan, melawan pandemi Covid-19 ini tak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah, butuh kerjasama dan sinergitas yang kompak serta strategi yang jelas.

Untungnya, di NTB sinergitas berbagai stakeholder terjalin dengan sangat baik. Melalui Forum

Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemprov NTB mengkomunikasikan berbagai strategi yang ditempuh.

Bahkan pada Legislatif NTB, disebutkan Ummi Rohmi, sangat responsif. Dilihat saat Pemprov NTB berinisiatif mengajukan Perda Penanggulangan penyakit Menular yang langsung dibahas dan ditindaklanjuti oleh DPRD Provinsi NTB.

“Betapa sinergi sangat penting dalam lewan covid-19 ini. Alhamdulillah di NTB sangat kompak bersinergi. Forkompimda, Pemda, TNI, Polri, hingga Legislatif semuanya bekerjasama mengatur strategi dan menjalankannya dengan kompak,” jelas Wagub. .

Abdul Muta’ali, mewakili SKSG UI pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi terhadap berbagai strategi yang telah dilakukan oleh NTB dalam menanggulangi Covid-19.

Ia juga mengapresiasi keterbukaan Pemprov NTB yang telah bersedia untuk berdiskusi bersama para peneliti Indonesia.

“Sebuah itikad yang luar biasa karena Pemprov NTB mau berdiskusi bersama kami. Jika Pemerintah Daerah sudah mau berjalan dengan Ilmu Pengetahuan pasti kedepannya akan baik,” jelasnya.

Ke depan, Abdul Muta’ali berharap, seluruh upaya dan strategi yang telah dilakukan oleh NTB dapat berbuah manis.

Dan daerah lain bisa mencontoh berbagai program strategis melawan covid-19 yang dilakukan oleh NTB.

HmsNTB