Pelepasan Santri MDQH al-Majidiyyah, Gubernur; Jangan Remehkan Covid-19

LOTIM.lombokjournal.com

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri acara Adz-Zikrol Hauliyyah atau pelepasan santri NW ke-55 MDQH al-Majidiyyah asy-Syafi’iah NW di Anjani, Lombok Timur, Minggu (18/10/20).

Bang Zul sapaan akrab Gubernur ini, mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan di masa pandemi. Ia meminta masyarakat untuk tidak meremehkan Covid-19 agar risiko dari wabah pandemi ini dapat ditekan.

“Kita sedang berada pada situasi yang tidak biasa, oleh sebab itu, jangan meremehkan Covid-19 ini, tetap terapkan protokol kesehatan, menjaga jarak, tetap mencuci tangan, dan menggunakan masker,” tuturnya.

Bang Zul juga minta masyarakat agar terus melakukan aktifitas positif guna meningkatkan imunitas tubuh agar dapat terhindar dari wabah ini.

“Mari kita berolahraga, kemudian menghiasi pikiran kita dengan hal-hal positif, mudah-mudahan Allah melindungi kita semua,” ajak Bang Zul.

Ketua Panitia Acara, M. Zainal Muhibbinallah mengakatakan,  acara ini diadakan dengan konsep Internal Ma’had.

Artinya tidak ada jama’ah dan wali yang hadir. Akan tetapi hanya dihadiri oleh Masyaikh, tamu undangan dan Thullab dan Tholibat.

“Acara berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini acara diadakan dengan jumlah jamaah terbatas, tidak mengundang para wali dan alumni sebelumnya, tapi acara bisa disaksikan melalui daring fanspage FB Nahdlatul Wathan Official,” terangnya.

Rr/HmsNTB




Menebar Virus Kewirausahaan, ICSB Dorong Pengembangan UMKM

Pemerintah Provinsi NTB dengan tangan terbuka akan mendukung IKM dan UMKM untuk meningkatkan kualitas produknya

SUMBAWA.lombokjournal.com

Program Pengembangan UMKM terus dilakukan International Council for Small Business (ICSB) NTB.

Kali ini Galang UMKM NTB 2020 digelar di Kabupaten Sumbawa, merupakan titik ketiga setelah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Timur.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB selaku Koordinator ICSB NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengungkapkan, dunia sedang dilanda virus yang tidak terlihat.  Maka Ia mengajak pelaku usaha yang hadir untuk menciptakan sebuah virus baru yaitu virus kewirausahaan.

“Jadi kita harus menebarkan juga virus untuk menangkalnya agar kita mau menjadi pengusaha atau wirausahawan,” jelas Hj. Niken di Ruang Publik Kreatif, Universitas Teknologi Sumbawa, Sabtu (17/10/20)

Hj. Niken yang akrab disapa Bunda Niken mengatakan, seorang pengusaha memiliki imunitas yang baik untuk menghadapi macam-macam cobaan. Hal tersebut harus dikembangkan dan dijadikan contoh bagi seluruh pelaku usaha atau penggiat UMKM di NTB.

Bunda Niken mengingatkan, jika memiliki keinginan untuk maju dan mengembangkan diri, Pemerintah Provinsi NTB dengan tangan terbuka akan mendukung IKM dan UMKM untuk meningkatkan kualitas produknya.

“Sekarang bagaimana agar kita memanfaatkan peluang-peluang yang ada dan momentum pandemi Covid-19 untuk kebangkitan NTB,” katanya.

Ketua Panitia Galang UMKM, Indah Purwanti Ningsih mengatakan kegiatan ini merupakan wadah bagi para pelaku UMKM untuk mengetahui terkait NTB Mall, jenama produk dan pemasaran digital.

Ia menyampaikan sebuah ajang wirausaha muda NTB dan diharapkan pelaku UMKM turut berpartisipasi pada ajang yang bergengsi tersebut.

“Saya berharap teman-teman berpartisipasi dalam lomba yang sekarang sudah dibuka hingga tanggal 31 Oktober,” jelasnya.

Rektor Universitas Teknologi Sumbawa, Dr. Ir. Chairul Hudaya mengatakan, di kondisi pandemi saat ini membuat banyak sekali dampak sosial dan ekonomi. Menurutnya melalui kegiatan ini, UMKM mampu bangkit di tengah pandemi.

 

“Sehingga kita bisa menyaksikan saat ini banyak sekali teman-teman kita di UMKM berinovasi dan menghasilkan terobosan-terobosan, khusunya dalam mengatasi pandemi saat ini,” ujarnya.

Rr/HmsNTB

 




Cara Mudah Membayar Iuran BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan memiliki berbagai cara untuk mempermudah masyarakat saat akan membayar iuran

MATARAM.lombokjournal.com

Negara hadir di tengah masyarakat untuk memastikan seluruh penduduk Indonesia terlindungi oleh jaminan kesehatan.

Karena itu, tiap warga negara Indonesia sudah wajib menjadi peserta asuransi kesehatan nasional lewat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan.

Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan,

Per 1 Juli 2020, pemerintah memberlakukan tarif baru BPJS Kesehatan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

  • Berikut tarif BPJS Kesehatan terbaru:
  • Peserta mandiri kelas I: Rp 150.000
  • Peserta mandiri kelas II: Rp 100.000
  • Peserta mandiri kelas III: Rp 42.000

Pemerintah juga berencana menghapus sistem kelas I, II, dan III BPJS Kesehatan mulai tahun 2021.

Sebagai gantinya, pemerintah akan menerapkan sistem satu kelas atau kelas standar untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri.

BPJS Kesehatan memiliki berbagai cara untuk mempermudah masyarakat saat akan membayar iuran BPJS. Adapun tenggat waktu dalam membayar iuran adalah paling lambat tanggal 10 pada setiap bulannya.

Berikut ini 7 cara membayar iuran BPJS Kesehatan ( cara membayar BPJS Kesehatan):

  1. Membayar melalui kantor pos terdekat
  2. Membayar melalui jaringan gerai minimarket yang sudah bekerja sama antara lain Indomaret dan Alfamart. Peserta tinggal mendatangi petugas kasir.
  3. Cara membayar BPJS Kesehatan juga bisa dilakukan lewat e-commerce atau penyelenggara toko online seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak.
  4. Membayar menggunakan e-wallet yang bermitra dengan BPJS Kesehatan seperti OVO, Gopay, dan DANA.
  5. Menggunakan aplikasi mobile JKN yang bisa diunduh di Playstore dan App Store.
  6. Menggunakan layanan bank atau lembaga keuangan lainnya yang bermitra dengan BPJS Kesehatan seperti Bank Mandiri, Bank BTN, Bank BNI, Bank BRI, dan Bank BCA. Pembayaran bisa dilakukan dengan menggunakan ATM maupun internet dan mobile banking. Selain itu pihak bank juga menyediakan pembayaran BPJS Kesehatan dengan metode autodebet setiap bulannya, untuk cara ini peserta harus menghubingi pihak bank.
  7. Cara membayar iuran BPJS Kesehatan terakhir yakni dengan mendatangi langsung kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat dengan membawa kartu peserta dan menunjukannya ke loket pembayaran.

Rr




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 16 Oktober 2020, Bertambah 27 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 24 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Praya, dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 27 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (16/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 170 sampel dengan hasil 135 sampel negatif, 8 (delapan) sampel positif ulangan, dan 27 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 24, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 27 kasus baru terkonfirmasi positif, 24 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (16/10/2020) sebanyak 3.668 orang, dengan perincian 2.996 orang sudah sembuh, 209 meninggal dunia, serta 463 orang masih positif.

“Petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan  pengendalian penyebaran Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 27  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 24 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3642, an. NS, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  2. Pasien nomor 3643, an. H, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  3. Pasien nomor 3644, an. N, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  4. Pasien nomor 3645, an. DS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  5. Pasien nomor 3646 an. AM, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  6. Pasien nomor 3647, an. L, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Bolo;
  7. Pasien nomor 3648, an. LS, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya dan Puskesmas Penujak;
  8. Pasien nomor 3649, an. MA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  9. Pasien nomor 3650, an. MIF, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi,Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  10. Pasien nomor 3651, an. HAS, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  11. Pasien nomor 3652, an. MKI, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  12. Pasien nomor 3653, an. MRM, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk wilayah kerja PuskesmasGunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  13. Pasien nomor 3654, an. AH, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  14. Pasien nomor 3655, an. RF, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  15. Pasien nomor 3656, an. AMAZ, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah kerja PuskesmasGunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  16. Pasien nomor 3657, an. GGA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Aikmual, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  17. Pasien nomor 3658, an. MNI, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  18. Pasien nomor 3659, an. NAS, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  19. Pasien nomor 3660, an. Y, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Pulogadung, Jakarta Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 3661, an. F, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  21. Pasien nomor 3662, an. N, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  22. Pasien nomor 3663, an. Y, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  23. Pasien nomor 3664, an. MA, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  24. Pasien nomor 3665, an. RJ, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  25. Pasien nomor 3666, an. AW, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Selagik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  26. Pasien nomor 3667, an. DP, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  27. Pasien nomor 3668, an. DMK, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Hari Jum’at ini terdapat penambahan 24 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2157, an. DSMA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2648, an. MNRP, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 2649, an. DED, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 2835, an. MNAG, laki-laki, usia 5 tahun, penduduk Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 3070, an. NJRG, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 3071, an. SMMCRG, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3072, an. DKEYRG, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 3160, an. RW, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Desa Pringgabaya,Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 3167, an. NW, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 3238, an. LY, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 3281, an. J, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Pungkit, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa;
  12. Pasien nomor 3289, an. RNF, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 3299, an. AF, laki-laki, usia 3 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3340, an. ES, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  15. Pasien nomor 3358, an. AS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Rumbuk Siren, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  16. Pasien nomor 3402, an. J, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima;
  17. Pasien nomor 3406, an. J, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima;
  18. Pasien nomor 3418, an. NS, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 3492, an. S, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat;
  20. Pasien nomor 3496, an.S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Sapugara Bree, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
  21. Pasien nomor 3514, an. IMR, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 3516, an. A, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  23. Pasien nomor 3547, an. SS, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Selaparang, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur;
  24. Pasien nomor 3548, an. LM, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Jum’at ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3537, an. SD, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pemakaman pasien dilakukan tatalaksana Covid-19.

Lalu Gita Aryadi menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak kendor dengan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19.

“Mari kita jadikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita mampu membiasakan menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup baru, Insya Allah kita bisa tetap produktif dan aman ditengah pandemi ini,” katanya.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818

0211 8119.




Layanan Digital BPJS Kesehatan, Cegah Penyebaran Covid-19

Berbagai inovasi digital disediakan untuk mengurangi kegiatan tatap muka

MATARAM.lombokjournal.com

Dalam masa pandemi Covid-19, berbagai kegiatan di luar rumah yang memungkinkan terjadinya tatap muka dibatasi. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi risiko penularan.

Demikian juga aktivitas pelayanan kesehatan juga sbisa mungkin dilakukan pembatasan.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS) Kesehatan sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), melakukan penyesuaian agar layanan yang memungkinkan kontak langsung dengan masyarakat dibatasi.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris laman bpjs-kesehatan.go.id menjelaskan, terdapat sejumlah pelayanan BPJS Kesehatan yang ditiadakan untuk sementara waktu.

Misalnya, pelayanan Mobile Customer Service (MCS), sosialisasi atau pemberian informasi langsung melalui forum pertemuan, dan berbagai kegiatan lain yang melibatkan banyak orang di satu lokasi.

Sebagai gantinya untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan, BPJS Kesehatan meminimalisasi layanan tatap muka selama pandemi Covid-19 dengan menyediakan berbagai inovasi digital.

BPJS Kesehatan melakukan inovasi digital untuk mengurangi kegiatan tatap muka, yaitu;

Mobile JKN;

Mobile JKN merupakan aplikasi digital dari BPJS Kesehatan, yang memberikan kemudahan akses dan kenyamanan bagi para peserta JKN dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Aplikasi itu memiliki layanan yang cukup lengkap seputar program JKN-KIS, mulai dari memeriksa status keanggotaan, cek premi, mengubah data peserta, mengecek iuran, pindah fasilitas kesehatan, mengurus pindah kelas iuran, hingga mengakses berbagai artikel kesehatan.

Baru-baru ini, aplikasi Mobile JKN menambahkan satu fitur baru, yakni menu Konsultasi Dokter. Lewat menu ini, peserta dapat berkomunikasi melalui chat dengan dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tertentu tanpa harus tatap muka secara langsung. Dengan demikian, risiko penularan berbagai penyakit, termasuk Covid-19, dapat diminimalisasi.

BPJS Kesehatan Care Center 1500 400

BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 tidak hanya menjadi pusat informasi dan pengaduan seputar layanan BPJS Kesehatan. Lebih dari itu, call center ini merupakan kanal alternatif bagi peserta JKN-KIS yang ingin melakukan transaksi pelayanan administrasi, tetapi terkendala dalam mengakses kantor cabang.

Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Arief Syaefuddin menjelaskan, ada beberapa jenis layanan lain yang juga dapat dilakukan melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, seperti pendaftaran peserta baru dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU/BP), serta penambahan anggota keluarga peserta PBPU/BP.

Kemudian, ada layanan perubahan data peserta selain Penerima Bantuan Iuran (PBI), perubahan kelas perawatan peserta PBPU/BP, layanan bagi badan usaha, dan konsultasi kesehatan gratis dengan dokter.

 Layanan Chika

Chika atau chat assistant JKN adalah layanan online milik BPJS Kesehatan yang memanfaatkan teknologi chatting dan artificial intelligence. Layanan ini dapat diakses melalui aplikasi Whatsapp di nomor 08118750400, Facebook Messenger BPJS Kesehatan, atau Telegram

Dengan memanfaatkan Chika, peserta JKN-KIS dapat memperoleh informasi dan mengajukan pengaduan terkait pelayanan BPJS Kesehatan melalui smartphone tanpa perlu pergi ke luar rumah. Beberapa layanan yang dapat diakses melalui Chika antara lain cek status peserta, cek tagihan, registrasi peserta, perubahan data fasilitas kesehatan, hingga informasi letak fasilitas kesehatan atau kantor BPJS Kesehatan

Layanan Pandawa

Pendaftaran administrasi melalui Whatsapp (Pandawa) merupakan inovasi terbaru BPJS Kesehatan dalam rangka mendukung penerapan physical distancing di masa pandemi Covid-19.

Dengan layanan ini, peserta tidak perlu mendatangi kantor-kantor cabang BPJS Kesehatan untuk mengurus hal-hal terkait administrasi.

Terdapat 10 layanan dengan kode berbeda yang dapat diakses melalui Pandawa, yakni kode A untuk pendaftaran peserta baru, kode B untuk penambahan anggota keluarga, kode C untuk pendaftaran bayi baru lahir, kode D untuk perubahan segmen, dan kode E untuk perubahan identitas.

Selanjutnya, kode F untuk perubahan gaji golongan, kode G untuk perubahan FKTP, kode H untuk menonaktifkan peserta meninggal, kode I untuk perbaikan data ganda, dan kode J untuk mengaktifkan kembali kartu peserta.

Untuk informasi mengenai kontak Pandawa kantor-kantor cabang BPJS, bisa didapatkan melalui layanan Chika dan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400. Dengan keempat layanan digital tersebut, diharapkan pelayanan BPJS Kesehatan selama pandemi Covid-19 tetap berjalan dengan baik sekaligus membantu mencegah dan mengurangi risiko penularan virus corona di masyarakat.

Rr




Masalah di Salah Satu Pembangkit, Penyebab Listrik Padam

Waktu yang cukup panjang untuk penormalan inilah yang dialami oleh PLN, sehingga melakukan pemadaman bergilir dengan mengandalkan daya listrIk di PLTD

MATARAM.lombokjournal.com

Pemadaman Listrik yang dilakukan oleh PLN NTB dalam dua hari terkahir, karena PLN mengalami permasalahan di salah satu pembangkit Listrik di Pulau Lombok. Menyebabkan sistem pembangkit tersebut tidak bisa menampung beban listrik pelanggan.

“Ya,kita mengalami permasalahan di salah satu  pembangkit, yang menyebabkan sistem pembangkit itu tidak bisa menampung beban dari pelanggan, prosesnya begitu panjang karena begitu satu sistem PLN terlepas/ bermasalah maka pembangkit -pembangkit itu akan padam,”ujar Manager Komunikasi PLN UIW NTB, Taufiq Dwi Nurcahyo,  Jumat (16/10/20).

Pihaknya sudah menelusuri  permaslahan kerusakan, yakni terjadinya kerusakan pembangkit di Lombok Up III. Adanya kerusakan tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkan atau membentuk sistem baru.

Dituturkan, setelah ditelusuri, ternyata permaslahannya itu di salah satu pembangkit di Lombok Up 3. Dengan keluarnya pembangkit atau sistem padam total itu, mengakibatkan butuh waktu yang cukup panjang untuk bisa memulihkan atau membentuk sistem baru.

Karena ada beberapa pembangkit membutuhkan recoveri yang cukup panjang misalkan PLTU. PLTU minimal setelah  start itu, baru 8 jam baru bisa mensingkron untuk menyuplai listrik.

Dikatakan Taufik, waktu yang cukup panjang untuk penormalan inilah yang dialami oleh PLN, sehingga melakukan pemadaman bergilir dengan mengandalkan daya listirk di PLTD .

“Jadi kemarin begitu padam, kita menyalakan seluruh PLTD di pulau Lombok. Jadi setelah itu nyala, memang tidak bisa masuk seluruh beban karena pembangkit PLTD kita secara total kemampuan itu masih di bawah kapasitas kebutuhan beban di pulau Lombok, sehingga penormalannya dilaksannya secara bertahap itu yang terjadi kemarin,” terangnya.

Menurut nya, itu yang memang salah satu kendala yang dihadapi dan waktu yang cukup panjang untuk penormalannya. Namun PLN juga berusaha secepatnya dengan menyalakan pembangit PLTD untuk menyelesaikan permaslahan tersebut.

“Kenapa harus diselesaikan, sebab kalau sampai itu tidak dituntaskan kemudian  malah padam,  itu akan bisa mengakibatkan bisa padam secara keseluruhan kembali. Itu proses recoverinya lama”ucapnya

Karena itu terpaksa tadi malam kita lakukan pemadaman, kita lakukan non stop melakukan upaya perbaikan dan tadi subuh kita baru bisa menyelesaikan itu sehingga peaker mulai nyala lagi.

Memang ini masih terus diawasi dan juga dikawal jangan sampai kejadian pemadaman terulang kembali.

 

Diharapkan,  pembangkit PLTU bergabung, contohnya jeranjang bergabung. PLTU Lombok Timur nanti siang  untuk mengantisipasi Lombok peaker mengalami kendala lagi sehingga tidak perlu  terjadi padam.

“Kita PLN mengupayakan tidak ada pemadaman untuk pelanggan  namun kembali lagi semuanya kita kawal kondisi belum stabil semua bisa terjadi. Disini kami tidak ada plan untuk pemadaman, namun jika konsisi perbaikan di Lombok peaker belum tuntas ternyata masih ada proses gangguan terpaksa keluar ada kemungkinan untuk padam. Ttapi  kita berusaha memasukan pembangkit PLTD tadi segera masuk ke sisetem, sehingga PLTU bisa operasi secara maksimal bisa menutupi kekurangan yang ada, ” jelas Taufik

Aya




SALAM akan Bangun Underpass di Mataram

Untuk mengatasi banjir dan kemiskinan, SALAM juga memiliki program Mataram tanpa rumah kumuh

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM), menghadiri diskusi Kebijakan Publik, sebagai Narasumber Utama yang diadakan Team Satgas Pengawalan Pemilihan Walikota Mataram  Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota  Mataram, di Pantai Batas Senja, Kota Mataram, Jumat, 16 Oktober 2020.

SALAM menghadiri undangan mahasiwa dalam acara diskusi bareng  membedah visi-misi SALAM sekaligus menyerap setiap masukan maupun aspirasi mahasiswa terkait masalah-masalah yang ada di Kota Mataram.

Awal diskusi, Hj Selly mengatakan, Mataram saat ini masih diselimuti masalah-masalah sosial, sehingga dia bertekad maju untuk membenahi semua masalah tersebut.

“Hari ini Mataram masih diselimuti beberapa masalah kehidupan, seperti kemiskinan, pendidikan, kesehatan, karena semakin banyak yang pindah di Mataram. Jumlah kemiskinan 43 ribu lebih. Pengangguran jumlahnya 15.400. Tingkat pendapatan ada gap, 20 persen yang berpenghasilan Rp3 juta ke atas. 40 persen berpenghasilan Rp1 – Rp3 juta,” katanya.

Selly juga mengungkapkan, sebanyak 39,45 persen ketersediaan infrastruktur perumahan berstatus kontrak. Padahal luas Mataram hanya 61 km persegi.

“Berdasarkan itu kami mengambil visi peradaban baru Kota Mataram yang berkah, cemerlang, berbasis gotong royong,” ujarnya.

SALAM berjanji akan menuntaskan masalah-masalah di Kota Mataram dengan bergotong royong dan bersinergi dengan sejumlah pihak.

Interaksi berjalan lancar dalam diskusi tersebut. Mahasiswa memberikan banyak masukan sekaligus pertanyaan soal strategi SALAM dalam mewujudkan Mataram yang berkah dan cemerlang.

Jika SALAM menjadi Walikota Mataram juga akan membenahi lokasi Pasar Burung di Cakra untuk dijadikan lokasi UMKM.

Untuk mengatasi banjir dan kemiskinan, SALAM juga memiliki program Mataram tanpa rumah kumuh. Nantinya, Mataram akan bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk merenovasi rumah kumuh warga.

“Program tidak ada rumah kumuh. Caranya sinergitas dengan provinsi dan pusat. Jangan hanya APBD dipakai buat tembolak, palingan itu untuk selfie,” ujarnya.

Membangun Underpass

Untuk mengatasi kemacetan di Kota Mataram, SALAM juga berencana akan membangun jalan bawah tanah atau underpass.

Underpass nantinya akan dibangun di daerah-daerah yang menjadi titik macet. Selain itu underpass juga untuk menunjang MotoGP 2021.

“Underpast jalan bawah tanah. Program SALAM. Kami pingin buat juga di Tanah Aji (kawasan dekat Epicentrum Mall),” katanya.

Sementara Calon Wakil Walikota Mataram, TGH Abdul Manan mengatakan 9 langkah SALAM untuk menjadikan Kota Mataram tertuang dalam visi-misi. Mulai dari kesejahteraan masyarakat, kesehatan hingga pendidikan.

“Kita lihat soal pendidikan di Mataram banyak yang hanya tamat SMA. Itu menjadi tanggung jawab kita bersama sekarang ini,” ungkapnya.

TGH Manan juga menjelaskan soal program Mataram Mengaji. Soal religiusitas tersebut dinilai dapat menjadi penangkal segala bentuk perilaku menyimpang di tengah masyarakat.

Ketua KAMMI Kota Mataram, Arif Rahman, mengatakan tujuan digelar bedah visi tersebut sebagai sebuah ikhtiar mahasiswa yang menjadi Tim Pengawal Pilwalkot.

“Bedah Visi & Misi Calon Walikota & Wakil Walikota Mataram 2020 adalah salah satu langkah taktis/kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Pengawal Pilwalkot dalam rangka memberikan ruang kepada kandidat calon untuk memaparkan Visi & Misi di hadapan publik khususnya di kalangan pemuda,” ujarnya.

“Kegiatan ini berisi pemaparan Visi & Misi dengan memberikan pandangan terkait pembangunan Kota Mataram yang lebih baik mengenai ekonomi, pendidikan dan budaya masyarakat Kota Mataram,” jelasnya.

Me




Plt Bupati Lombok Utara Dampingi Wagub NTB Launching Posyandu Keluarga di Desa Anyar

Wagub membanggakan prestasi Desa Anyar

BAYAN.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr Ir Hj Sitti Rohmi Djalilah MPd dan rombongan Pemprov NTB, me-launching Posyandu Keluarga di Dasan Lendang Desa Anyar, Kamis (15/10/20).

Saat peluncuran itu, ikut mendampingi Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH, Plt Ketua TP PKK KLU Nani Cahyani SE. Hadir pula Pj Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Camat Bayan Intiha, SIP, unsur pimpinan OPD lingkup Pemda Lombok Utara beserta undangan lainnya.

Wagub Hj Sitti Rohmi mengaku bangga dengan prestasi-prestasi Desa Anyar.

“Saya bangga dengan Desa Anyar, kita harus yakini betul di NTB porsinya sesuai, menukik kepada kebutuhan-kebutuhan yang memang esensi seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi lingkungan. Itu harus betul-betul dikedepankan,” tuturnya.

Menurutnya, Posyandu Keluarga sudah baik, tinggal nanti bagaimana pelayanan di masa pandemi disesuaikan, tidak perlu berkerumun dalam waktu bersamaan.

“Dari 400 posyandu yang ada di KLU, sudah 100 posyandu menjadi Posyandu Keluarga. Kalau mau cepat menjadikan semua Posyandu Keluarga,  ada posyandu lansia, posyandu remaja, tinggal ditambah meja layanannya saja,” imbuhnya.

Pola hidup bersih

Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH, dalam sambutannya mengajak ibu-ibu untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Kami tidak ingin ada warga KLU yang stunting, busung lapar, ibu-ibu kita kena kanker serviks. Oleh karena itu Posyandulah tempat kita untuk bersama-sama bagaimana menjaga kesehatan itu,” tandasnya.

Dikatakan, KLU menjadi perhatian provinsi NTB karena kabupaten termiskin di NTB. Tapi kemiskinan ini tidak disebabkan oleh jarangnya posyandu tetapi karena semua anggaran habis pada pembangunan fisik.

Untuk mengelola lingkungan dan sumber daya manusia masyarakat menjadi prioritasnya ke depan.

“Saran saya jadikanlah momentum ini untuk menjadikan generasi kita generasi yang sehat,” pesannya.

Pada tempat yang sama, Kepala Desa Anyar, Ir Rusni melaporkan posyandu desa yang dipimpinnya memiliki  jumlah kader 47 orang, tersebar di 9 posyandu dari 10 dusun.

Menurunya, tahun 2021 Desa Anyar akan mendapatkan bantuan TPS 3R dari Pemerintah Pusat dan hibah tanah dari Pemda KLU.

“Selain mengolah sampah organik kami juga berharap bisa mengelola sampah plastik oleh karena itu kami membutuhkan alat pres sampah plastik Bu Wagub. Lanjutnya lagi, kami pernah studi tiru ke desa Duman, Desa Sepakek, dan kami tertarik karena mereka mendapat bantuan alat pres plastik dari provinsi,” harapnya.

Rangkaian acara berjalan lancar, diakhiri dengan penyerahan bantuan peralatan kesehatan higienis oleh Wagub didampingi Plt Bupati kepada Kades Anyar serta meninjau stand UMKM yang ada di sekitar lokasi acara.

sas




Gubernur Tinjau Pemasangan Fiber Optic, Agar Internet di NTB Makin Ngebut

Di seluruh daerah di NTB akan diikhtiarkan menikmati jaringan internet yang makin baik

KLU.lombokjournal.com

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah meninjau secara langsung proses pemasangan Fiber Optic (FO) oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) di Kabupaten Lombok Utara, Jum’at (16/10/20).

Pemerintah Provinsi NTB dan PT. Telkom area NTB berupaya, denagn pemasangan Fiber Optic ini akan memperluas layanan berbasis digital hingga ke tempat-tempat wisata, seperti Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno.

Serat optic merupakan saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut. Serat optik tersebut dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain.

“Kalau Fiber Optic ini sudah terpasang, jaringan internet di gili akan semakin ngebut,” ungkap Gubernur NTB.

Ke depan tidak hanya di Lombok Utara, tapi di seluruh daerah di provinsi NTB akan diikhtiarkan menikmati jaringan internet yang semakin baik. Terutama daerah dengan tofografi pegunungan, seperti wilayah selatan dan utara Pulau Lombok, serta Pulau Sumbawa.

“Kita tetap ikhtiarkan, seluruh daerah di NTB menikmati layanan internet yang semakin baik,”tambah Gubernur yang akrab disapa Bang Zul.

Enurutnya, Fiber Optic ini juga telah dipasang di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, terutama di pinggir-pinggir lintasan Sirkuit MotoGP. Itu semua dilakukan agar seluruh masyarakat di dunia dapat menonton event bergengsi tersebut dengan baik.

”Karena MotoGP event internasional, jadi fiber optic harus dipasang, sehingga dari negara mana pun, orang bisa menyaksikan dengan kualitas bagus,” ujar Bang Zul.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 15 Oktober 2020, Bertambah 33 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 19 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Jadikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, dan Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB mengkonfirmasi, ada tambahan 33 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Kamis (15/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 93 sampel dengan hasil 60 sampel negatif, tidak ada sampel positif ulangan, dan 33 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 19, tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 33 kasus baru terkonfirmasi positif, 19 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (15/10/2020) sebanyak 3.641 orang, dengan perincian 2.972 orang sudah sembuh, 208 meninggal dunia, serta 461 orang masih positif.

“Kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19,” kaa Lalu Gita Ayadi..

TAMBAHAN 33  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 19 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, antara lain :

  1. Pasien nomor 3609, an. SR, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  2. Pasien nomor 3610, an. M, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  3. Pasien nomor 3611, an. S, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Keru, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  4. Pasien nomor 3612, an. SUF, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3298. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  5. Pasien nomor 3613 an. SH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3251.Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  6. Pasien nomor 3614, an. RAP, perempuan, usia 9 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3251. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  7. Pasien nomor 3615, an. D, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3288. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  8. Pasien nomor 3616, an. NU, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  9. Pasien nomor 3617, an. B, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi.Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  10. Pasien nomor 3618, an. J, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  11. Pasien nomor 3619, an. SM, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3295. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  12. Pasien nomor 3620, an. A, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Panggi,xKecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3295. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  13. Pasien nomor 3621, an. DSSR, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3622, an. A, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  15. Pasien nomor 3623, an. D, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  16. Pasien nomor 3624, an. DY, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Dara, KecamatanRasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3397. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  17. Pasien nomor 3625, an. NHT, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3397. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  18. Pasien nomor 3626, an. GB, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3397. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  19. Pasien nomor 3627, an. SR, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  20. Pasien nomor 3628, an. IPC, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3397. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  21. Pasien nomor 3629, an. HF, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Lando, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  22. Pasien nomor 3630, an. P, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Kuang Baru, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  23. Pasien nomor 3631, an. AFK, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  24. Pasien nomor 3632, an. MYAA, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  25. Pasien nomor 3633, an. DA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  26. Pasien nomor 3634, an. FA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Songak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  27. Pasien nomor 3635, an. YMDA, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Belok Petung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  28. Pasien nomor 3636, an. SAI, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  29. Pasien nomor 3637, an. AMS, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  30. Pasien nomor 3638, an. MPZ, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  31. Pasien nomor 3639, an. AM, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  32. Pasien nomor 3640, an. MM, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  33. Pasien nomor 3641, an. MAAB, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji.

Hari Kamis ini terdapat penambahan 19 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2865, an. R, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah;
  2. Pasien nomor 2896, an. LW, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Muncan, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 2950, an. T, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Serengat Selatan, Kecamatan Prapen, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 2956, an. LMD, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Pringgarata, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah;
  5. Pasien nomor 2996, an. F, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Perapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 2997, an. HW, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah;
  7. Pasien nomor 2998, an. BM, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Menemeng, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah;
  8. Pasien nomor 3101, an. INS, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Jontlak, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah;
  9. Pasien nomor 3248 an. INP, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 3250, an. J, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 3293, an. F, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 3297, an. N, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 3301, an. MA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3396, an. S, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  15. Pasien nomor 3400, an. MS, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  16. Pasien nomor 3401, an. RL, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  17. Pasien nomor 3414, an. RWA, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  18. Pasien nomor 3417, an. SA, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  19. Pasien nomor 3422, an. LP, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Lalu Gita Aryadi mengajak,  jadikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika kita mampu membiasakan menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup baru, Insya Allah kita bisa tetap produktif dan aman di tengah pandemi ini,” katanya.

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818

0211 8119.