Bank Wakaf Mikro Penting Jadi Program Prioritas OJK

BWM merupakan Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang didirikan atas izin OJK, bertujuan menyediakan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat kecil yang belum memiliki akses pada lembaga keuangan formal

MATARAM.lombokjournal.com

Bank Wakaf Mikro (BWM) sebagai salah satu lembaga keuangan Syariah yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus menjadi program prioritas pemerintah.

Selain NTB berpenduduk mayoritas muslim, akses keuangan yang mudah dan murah bagi masyarakat diharapkan dapat memulihkan ekonomi secara umum dengan bergeraknya ekonomi kerakyatan.

Selain itu, literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat menjadi tanggungjawab penuh OJK dalam membangun industri jasa keuangan di NTB.

“Saya yakin komitmen OJK NTB dalam membantu perekonomian NTB. Bank Wakaf Mikro ini penting untuk jadi program prioritas OJK membantu masyarakat mengakses lembaga keuangan yang selama ini lebih percaya kepada rentenir karena mudah mendapatkan pinjaman,” ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, saat menghadiri peresmian Gedung baru OJK di Mataram, Senin (09/11/20).

Menurutnya, dua hal tersebut merupakan tugas penting OJK NTB bersama stakeholder industri jasa keuangan NTB lainnya, seperti perbankan untuk benar benar mewujudkan keberpihakan akses keuangan bagi masyarakat bawah dengan cara yang tidak komersil.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, upaya pemulihan ekonomi Nusa Tenggara Barat dari dampak pandemi Covid – 19 bisa dipercepat, dengan mendorong bergeraknya perekonomian di daerah yang memiliki banyak potensi sektor ekonomi untuk dikembangkan.

OJK menawarkan, perekonomian NTB bisa didorong dengan membangun kluster-kluster ekonomi yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Sehingga meningkatkan nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan dan bisa menarik perhatian sektor jasa keuangan seperti perbankan ataupun pasar modal.

OJK sudah secara rutin memberikan dukungan dalam menggerakkan perekonomian melalui berbagai program UMKM di sektor-sektor produktif seperti pertanian, perikanan, peternakan dan pariwisata.

“Sembilan tahun OJK yang akan berulang tahun pada bulan ini bisa dirasakan denyutnya oleh masyarakat dalam membangun industri jasa keuangan yang sehat dalam mendukung perekonomian yang baik. Potensi NTB di empat sektor tersebut akan terus kita gali dan kembangkan terutama di masa pandemi seperti sekarang. Intinya tidak boleh berpasrah dengan situasi”, ujar Wimboh.

Ia menilai, meski secara nasional nilai kredit turun, namun NTB mengalami kenaikan satu persen. Hal ini harus menjadi indikasi dan dapat dapat ditingkatkan lagi kualitas pelayanannya oleh perbankan dan lembaga keuangan lain.

Data OJK menyebutkan, hingga 5 Agustus 2020 realisasi kebijakan restrukturisasi kredit di NTB sudah mencapai Rp1,35 triliun untuk 23.045 debitur Bank Umum.

Debitur BPR yang mendapatkan restrukturisasi 5.157 debitur dengan nilai Rp252,66 miliar.  Sedangkan restrukturisasi pembiayaan di NTB sudah diberikan kepada 50.888 kontrak dengan nilai Rp1,38 triliun.

Secara nasional kebijakan restrukturisasi kredit yang dikeluarkan OJK pada Maret lalu telah berhasil menjaga stabilitas sektor jasa.

Hingga 5 Oktober 2020  realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan mencapai Rp914,65 triliun untuk 7,53 juta debitur yang terdiri dari 5,88 juta debitur UMKM senilai Rp361,98 triliun dan 1,65 juta debitur non UMKM senilai Rp552,69 triliun.

Bank Wakaf Mikro sendiri adalah Bank Wakaf Mikro (BWM) merupakan Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang didirikan atas izin OJK. Tujuanya, menyediakan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat kecil yang belum memiliki akses pada lembaga keuangan formal.

Model bisnis Syariah dengan imbal bagi hasil tiga persen per tahun ini dananya dikumpulkan dari donator perorangan atau perusahaan yang memiliki kepedulian dengan pemberdayaan masyarakat miskin. Dengan paket pembiayaan satu sampai tiga juta rupiah bagi masyarakat yang sudah ataupun belum memiliki usaha produktfi.

Salah satu strateginya adalah membangun BWM di pesantren pesantren bagi masyarakat sekitar.

“Gedung baru OJK NTB ini adalah salah satu sarana kontribusi OJK untuk fasilitas dan pelayanan OJK yang lebih baik”, tutup Wimboh.

Rr/HmsNTB

 




Pendidikan Kecakapan Wirausaha,  Mendorong Pegiat Usaha Sebagai Penggerak Ekonomi

Diharapkan peserta dapat berkontribusi untuk menggairahkan kembali perekonomian NTB

LOBAR.lombokjournal.com

Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Destinasi Pariwisata Super Prioritas Kuta Mandalika, NTB resmi dibuka di Jayakarta Hotel Senggigi, Senin (09/11/20), oleh Ketua Dharma Wanita Kemendikbud, Franka Nadiem Makarim secara virtual.

Franka mengatakan, program PKW untuk melahirkan pegiat usaha baru,  serta upaya pelestarian budaya dan menekankan peran usaha sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional.

Menurutnya, terpilihnya Mandalika sebagai satu dari lima destinasi wisata super prioritas, dinilai perlu mendapat dukungan semua pihak.

Dekranas bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta PT.Telkom Indonesia, bersinergi memberikan fasilitasi perintisan usaha lokal yang berdaya saing ,serta membuka akses bagi generasi muda  untuk mendapatkan ilmu dan pelatihan.

“Kita ingin semakin banyak wirausahawan-wirausahawan di bidang kerja yang kompetitif produktif cakap teknologi, serta mampu membangun daerahnya dan negaranya,” ungkap Franka.

Kepada peserta kprogram PKW, Franka berpesan, agar memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang didapatkan dari pelatihan tersebut.

Sehingga ke depan para peserta tersebut mampu berkontribusi bagi diri dan bagi negeri.

“Kami percaya semua anak bisa berdaya, semua anak bisa keluar dari keterbatasannya. Tidak hanya  menyelenggarakan program PKW, tapi kami juga memberikan paket C bagi 5 orang peserta yang lulus dengan baik di setiap destinasi dan mau mengikuti program beasiswa,” tutupnya.

Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menerangkan, Program PKW juga sebagai salah upaya peningkatan perekonomian di NTB.

Tidak hanya itu, Program PKW dinilai memiliki manfaat yang begitu besar bagi NTB, terlebih dari sisi kerajinan.

“Sebagaimana daerah-daerah di Indonesia yang lain, juga mengalami kelesuan. Dan tentu saja kegiatan pendidikan kecakapan wirausaha ini akan sangat bermanfaat untuk melecut kembali semangat dari anak-anak muda kami disini, untuk memberikan tambahan wawasan serta mengubah mindset mereka untuk menjadi pengusaha yang baik,” ujar Bunda Niken.

Dengan program PKW ini pula, Bunda Niken berharap agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk belajar mengenai hal-hal yang tidak diketahui sebelumnya.

Para peserta nantinya diharapkan dapat berkontribusi untuk menggairahkan kembali perekonomian NTB terlebih pada masa pandemi saat ini.

Bunda Niken berterimakasihnya kepada Dekranas dan segala pihak yang telah bersusah payah untuk terlaksananya kegiatan tersebut.

“Kepada Dekranas, kami mengucapkan terima kasih atas upaya yang dilakukan ini. Harapannya kegiatan ini bisa dilanjutkan dan harapan kita adalah bisa muncul 200 wirusaha baru yang akan nantinya membantu perekonomian di Nusa Tenggara Barat,” kata Buda Niken.

Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. Aidy Furqan meyampaikan  program PKW ini diikuti oleh 200 orang, yang berasal dari 5 sekolah menengah kejuruan dan 2 PKBM di Lombok Tengah dan Lombok Barat.

“Marilah kita bersama-sama dapat melaksanakan dan mensukseskan program ini dengan baik, demi kita semua dan semoga bisa bermanfaat bagi kemajuan kerajinan Pariwisata NTB dan mempercepat visi menuju NTB Gemilang,” ucapnya.

Rr/HmsNTB




Selly-Manan Makin Populer dan Dicintai Masyarakat Kota Mataram

lombokjournal.com —

MATARAM:    Gerakan masif Tim Pemenangan Partai Koalisi, Relawan SALAM maupun sejumlah kegiatan nyata yang dilakukan pasangan Selly – Manan dalam tiga bulan terakhir membuahkan hasil signifikan.

Kecenderungan masyarakat grassroots dan Pemilih Cerdas di Kota Mataram untuk memilih pasangan calon Walikota dan calon Wakil Walikota, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) No. Urut 2 semakin meningkat.

Menurut Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTB, HMNS. Kasdiono, Hj. Putu Selly Andayani adalah  sosok yang layak memimpin Kota Mataram.

Karakter Hj Selly yang lahir dari kalangan multi etnis sangat tepat memahami multi kultur dan beragam perbedaan yang ada di Kota Mataram..

Ditambahkannya, Kota Mataram saat ini, sangat membutuhkan sosok pemimpin yang mampu merekatkan semua kalangan. Apalagi, Kota Mataram sebagai ibukota provinsi NTB seluruh suku, etnis dan budaya ada di wilayah ini.

Kasdiono mencontohkan, saat ini, selain warga NTB yang terdiri Suku Sasak, Samawa dan Mbojo (Bima dan Dompu) juga ada etnis lainnya. Yakni, Bali, Jawa, Madura, Ambon, Makassar/Sulawesi, Palembang dan Padang.

Mereka ini adalah etnis yang lama tinggal di Mataram. Oleh karena itu, dalam kepemimpinan di Mataram, sejatinya mereka membutuhkan sosok figur yang bisa mengayomi, pelindung dan mencintai seluruh etnis yang ada itu.

“Kalau saya misalnya mendukung Bunda Selly, maka itu adalah pilihan yang wajar. Mengingat, sosok Bunda Selly sangat cocok menjadi memimpin dan menjadi ibu yang menyayangi seluruh warga Mataram,” tegas Kasdiono dikutip dari Harian Nusa.com ( 21/10).

Ditambahkan oleh Kasdiono, masyarakat Kota Mataram bisa merasakan betul bagaimana saat Hj Putu Selly Andayani menjadi Penjabat Walikota Mataram tahun 2015 selama 6 bulan.

Banyak terobosan kebijakan dan penyelesaian masalah di kota  yang dituntaskan oleh Selly dalam enam bulan kepemimpinannya.

“Masyarakat kota Mataram tidak akan pernah bisa melupakan kenangan dan jasa baik Selly saat menjadi Penjabat Walikota, mulai dari ASN, Petugas kebersihan, dll,” ujar Kasdiono .

Sementara itu tokoh Pemuda Nasrani Kota Mataram Ronni Nelwan, mengatakan kepedulian SALAM dalam menjaga semangat persatuan, prularisme dan kebhinnekaan di Kota Mataram juga sangat baik.

“Artinya Selly-Manan bisa menaungi semua kalangan, bisa jadi pemimpin untuk semua warga Kota Mataram tak peduli apa latar belakang etnis, agama, dan kesukuan. Karena Mataram ini kan sangat heterogen,” tegas Ronni.

Ia juga mengapresiasi kegiatan nyata yang langsung dilakukan SALAM selama ini. Misalnya dengan program Guru, Dokter, dan Psikolog (GuDEK), juga Bidan SALAM menyapa yang dihajadkan untuk membantu aspek pendidikan dan kesehatan masyarakat Kota Mataram.

“Maka tak heran jika Selly-Manan ini makin di hati dan  dicintai masyarakat kota Mataram. Harus diakui kecenderungannya sangat signifikan,” tegas Ronni Nelwan, Minggu (08/11/20).

SALAM Peduli Atlet dan Olah Raga

Sementara itu Pemilik klub sepakbola wanita Neo Angle Mataram, Moh Jaelan mengatakan, kepedulian SALAM dalam memajukan olahraga sangat luar biasa.

“Masyarakat menaruh harapan besar agar SALAM memenangkan Pilwakot Mataram agar atlet dan Olah Raga bertambah Maju dan Berprestasi,” tandasnya.

Menurut Jaelan, masyarakat sangat berharap pemimpin yang punya visi jelas dalam memajukan olahraga.

“Penyediaan fasilitas olahraga dan bagaimana fungsi pembinaan terhadap bibit-bibit atlit yang ada harus terus ditingkatkan lagi. Kami yakin bu Selly bisa melakukan itu ke depan,”  imbuhnya sembari menginformasikan saat ini empat pemain sepak bola puteri asal Neo Angel masuk Pelatnas yakni Bq. Amiatun Sholihah. (Ambong), Zuliara (ARA), Liana Dewi (Ciput) dan Afifa Andini ( Ipok).

Pemilik Warung Surya Rinjani – Ampenan yang juga pegiat Lingkungan, Hasim Bo menilai Figur Hj Putu Selly Andayan sudah tidak asing di Kota Mataram dan NTB umumnya. Selly pernah menjabat sebagai pejabat Walikota Mataram di tahun 2015. Karir birokrasinya di Pemprov NTB juga moncer sebagai Kepala Dinas Perdagangan NTB.

Sebagai Kepala OPD yang bersentuhan dengan sektor ekonomi dan UMKM ini, Selly terkenal sebagai pejabat yang merakyat. Kerap kali blusukan di pasar, dan memimpin operasi-operasi pasar ketika ancaman inflasi terjadi dan harga sembako meningkat.

Sementara TGH Abdul Manan adalah ulama muda yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Kota Mataram. Dari sisi keilmuan , TGH Manan tidak perlu diragukan kapasitasnya.

Hasim Bo menambahkan program rantang Salam yang diluncurkan Selly Manan merupakan bentuk kepedulian dan empati SALAM terhadap nasib kaum manula kota yang tidak berdaya.

“Program Rantang SALAM yang berkesinambungan,  secercah harapan buat warung kecil dan ojol ditengah ancaman pandemi,” tutur Hasim Bo yang terlibat juga dalam Gerakan Lingkungan Sampah Nihil.

Terpisah, salah satu Pengusaha Bakso ternama di Kota Mataram, Marianto berharap jika kelak Paket SALAM ditakdirkan menang dalam Pilwakot Mataram hendaknya tetap rajin turun ke masyarakat untuk mendengar dan melihat permasalahan langsung  yang dirasakan oleh warganya.

“Yang penting jangan Eksklusif, tetap rajin turba menyapa warga kota mataram,” imbuhnya.

Selanjutnya H.Zakir,  Tokoh Masyarakat lingkungan Turide menambahkan, kecintaan masyarakat Kota Mataram pada SALAM meningkat karena sejauh ini program yang ditawarkan SALAM untuk Kota Mataram lebih realistik dan terukur dibanding paslon lainnya.

Pria Humble yang akrab disapa Mamiq Jack ini mengatakan pemilih di Kota Mataram ini umumnya pemilih rasional yang melihat dan menjatuhkan pilihannya pada pasangan yang punya gagasan masuk akal.

“Program Strategis  SALAM  paling realistis. Apalagi dengan turun lapangan Selly-Manan sudah memperlihatkan bagaimana mereka ini memimpin Kota Mataram. Misalnya dari segi masifnya kampanye kesehatan,” papar Mamiq Jack didampingi Haji Adi, salah satu tokoh masyarakat Karang Genteng.

Ia menilai, dukungan untuk SALAM akan terus meningkat hingga saatnya Pilkada Kota Mataram 9 Desember nanti.

Keterbukaan Program SALAM kepada Publik

Di lain sisi Pegiat Pers, Tahzibul Adab mengatakan, dari sisi media massa SALAM termasuk paling media darling.

Menurut dia dalam konteks keterbukaan dan publikasi media,  SALAM yang cukup intens menyampaikan program-programnya ke publik, ini  mengindikasikan SALAM sangat care dengan media sebagai mitra pembangunan.

“SALAM ini paslon yang friendly dengan media. Artinya saat memimpin pun SALAM  menyadari bahwa media adalah mitra strategis pembangunan daerah,” paparnya.

Tahzibul mengatakan, gaya kepemimpinan Selly akan sama dengan Gubernur NTB Doktor Zulkiefliemansyah dalam mengelola hubungan baik kemitraan dengan media.

“Kami harapkan dengan kepemimpinan SALAM maka pemerintahan Kota Mataram bisa lebih membuka ruang dan merangkul media massa sebagai mitra strategis pembangunan Kota ini ke depan,” tukasnya.

Ia menambahkan, dalam Pilkada ini SALAM juga menunjukan keterbukaan dan mendorong kecerdasan masyarakat dalam menilai calon pemimpin Kota Mataram yang berkualitas.

SALAM Bangkitkan Harkat dan Martabat Kaum Disabilitas

Dukungan dan kecintaan juga disampaikan masyarakat berkelebihan khusus atau disabilitas.

Ketua Pertuni NTB Fitri Nugrahaningrum mengatakan, kepedulian dan keberpihakan SALAM dalam mengangkat harkat dan martabat kaum disabilitas sangat dirasakan.

“Ada perhatian luar biasa. Sebenarnya pembangunan fasilitas Kota yang ramah disabilitas yang kami perlukan dan berharap SALAM bisa mewujudkannya,” katanya.

Fitri mengatakan, kaum disabilitas sejatinya tak ingin bermental pasrah dan dikasihani. Mereka tetap punya semangat seperti orang kebanyakan. Yang terpenting keberadaan mereka bisa dianggap ada, dan hak-hak mereka yang dilindungi undang-undang bisa diimplementasikan oleh pemerintah.

Menurutnya, penyediaan fasilitas ramah disabilitas di pusat pelayanan publik dan fasilitas umum harus terus didorong, ke depan.

“Kita sudah sering berkomunikasi dengan bu Selly, dan kami pikir, pasangan Selly-Manan sangat care dan peduli pada disabilitas,” katanya.

Ia berharap di bawah kepemimpinan Selly-Manan kelak Kota Mataram benar-benar menjadi Kota yang Berkah dan Cemerlang untuk semua warganya, termasuk para disabilitas yang ada.

Me (*)




UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 08 Nopember 2020, Bertambah  44 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 4 (Empat) Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Terus bertambahanya pasien positif Covid-19 ini menunjukkan bahwa belum semua warga masyarakat mau dan mampu disiplin serta patuh dan taat menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan covid 19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD H. L. Manambai Abdulkadir, Laboratorium TCM RSUD Dompu, dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 44 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Minggu (08/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 228 sampel dengan hasil 183 sampel negatif, 1 (satu) sampel positif ulangan, dan 44 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 4 (empat) orang, tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan,  adanya tambahan 44 kasus baru terkonfirmasi positif, 4 (empat) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu (08/11/20) sebanyak 4.232 orang, dengan perincian 3.546 orang sudah sembuh, 229 meninggal dunia, serta 457 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 44 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 4 (EMPAT)  ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4169, an. R, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  2. Pasien nomor 4190, an. NKS, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3953. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  3. Pasien nomor 4191, an. KAA, perempuan, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3953. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  4. Pasien nomor 4192, an. YS, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3953. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4193, an. FB, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa Covid19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Labuan Badas;
  6. Pasien nomor 4194, an. K, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3956. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4195, an. EWR, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3956. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4196, an. IH, perempuan, usia 89 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3956. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  9. Pasien nomor 4197, an. WA, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Lopok, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3954. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Lopok;
  10. Pasien nomor 4198, an. R, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Telaga, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3954. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Lenangguar;
  11. Pasien nomor 4199, an. NL, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3954. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Utara;
  12. Pasien nomor 4200, an. SR, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3954. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Labuan Badas;
  13. Pasien nomor 4201, an. S, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Jorok, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3954. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  14. Pasien nomor 4202, an. SM, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Nijam, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3954. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  15. Pasien nomor 4203, an. BPP, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Sebewe, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Utara;
  16. Pasien nomor 4204, an. J, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Sebewe, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Utara;
  17. Pasien nomor 4205, an. ASS, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Muer, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Plampang;
  18. Pasien nomor 4206, an. S, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3890. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Labuan Badas;
  19. Pasien nomor 4207, an. TP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Tatebal, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3956. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Lenangguar;
  20. Pasien nomor 4208, an. AZ, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  21. Pasien nomor 4209, an. HI, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3954. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  22. Pasien nomor 4210, an. RA, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3954. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  23. Pasien nomor 4211, an. MAN, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Buin Baru, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  24. Pasien nomor 4212, an. RP, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H. L. Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  25. Pasien nomor 4213, an. H, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H. L. Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Unit 1 Labuan Badas;
  26. Pasien nomor 4214, an. IP, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H. L. Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  27. Pasien nomor 4215, an. WH, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Maria Utara, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  28. Pasien nomor 4216, an. AM, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Parado Rato, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  29. Pasien nomor 4217, an. M, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  30. Pasien nomor 4218, an. M, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Ntori, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  31. Pasien nomor 4219, an. A, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Kaleo, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  32. Pasien nomor 4220, an. AH, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Malayu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  33. Pasien nomor 4221, an. RDM, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa;
  34. Pasien nomor 4222, an. A, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Meraran, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa;
  35. Pasien nomor 4223, an. NK, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Desa Seteluk Atas, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa;
  36. Pasien nomor 4224, an. NA, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Lamsung, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa;
  37. Pasien nomor 4225, an. RMW, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Lamsung, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa;
  38. Pasien nomor 4226, an. EMP, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa;
  39. Pasien nomor 4227, an. IRF, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa;
  40. Pasien nomor 4228, an. I, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  41. Pasien nomor 4229, an. SD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  42. Pasien nomor 4230, an. HS, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram;
  43. Pasien nomor 4231, an. NI, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  44. Pasien nomor 4232, an. RAP, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu.

Hari Minggu ini terdapat penambahan 4 (empat) orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3528, an. F, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Sai, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 3640, an. MM, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 3889, an. N, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 3933, an. NWF, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur.

Dipermaklumkan, bahwa pasien nomor 4169, an. RD, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima yang diumumkan positif Covid-19 pada tanggal 7 November 2020, bahwa berdasarkan klarifikasi hasil laboratoriumnya negatif Covid-19.

Untuk selanjutnya nomor pasien 4169 digunakan untuk pasien, an. R, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, terus bertambahanya pasien positif Covid-19 ini menunjukkan bahwa belum semua warga masyarakat mau dan mampu disiplin serta patuh dan taat menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan covid 19.

“Mari kita terus waspada dan saling melindungi. Masingmasing diri kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri sekaligus orang lain. Tetap gunakan masker, jaga jarak, rajin mencuci tangan serta membiasakan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Ridha Terpilih Sebagai Ketua IJTI NTB 2020-2023

MATARAM.lombokjurnal.com

Persaingan dua kandidat, Sitti Faridha Andi Patiroi (iNews TV) dan Afifuddin Adnan (TV9 Lombok), calon Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Nusa Tenggara Barat berakhir.

Nama Sitti Faridha Andi Patiroi (iNews TV) mengungguli peroleh suara dari Afifuddin Adnan (TV9 Lombok) melalui Musda yang digelar di Mataram,  Sabtu (07/11/20).

Sitti Faridha Andi Patiroi

Sitti Faridha atau akrab di sapa Ridha, memenangkan kontestasi pemilihan Ketua IJTI NTB yang dilakukan secara voting, dengan 32 suara kemenangan dari total 52 suara dukungan sah peserta Musda yang hadir.

Nyaris tak berjalan mulus, proses pleno penjaringan dan penetapan calon ketua yang berjalan sampai malam hari, dihujani protes dan masukan.

Meski demikian azas kekeluargaan dan musyawarah tetap dikedepankan hingga akhirnya forum menemukan kata sepakat.

“Alhamdulilah Musda semalam berjalan aman lancar dan demokratis. Iya wajar mungkin ada hal hal kritis rekan rekan terhadap pelaksanaan musda namanya juga wartawan, masak hanya bisa kritis diluar tapi di dalam organisasi tidak kritis,” katanya.

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti jalannya proses pleno musda periode ke empat ini. Dari total 63 kantung suara hak pilih berdasar jumlah anggota aktif, 52 diantaranya memenuhi kehadiran untuk memberikan hak pilihnya untuk ketua IJTI NTB periode 2020-2023 mendatang.

“Saya sendiri merasakan antusiasme yang luar biasa dari rekan – rekan, terimakasih khusus saya sampaikan kepada rekan – rekan dari luar daerah yang telah meluangkan waktu untuk hadir, baik yang dari Bima, Dompu, Sumbawa dan Kabupaten lain di pulau Lombok,” ucap Ridha.

Untuk menjalankan roda organisasi tiga tahun kedepan, Ridha berkomitmen untuk menjaga marwah organisasi dan memperjuangkan hak – hak jurnalis.

Visi dan misinya inipun di ikhtiarkan dapat berjalan baik, namun tentunya harus dibarengi dengan kemompakan dan soliditas anggota juga lintas organisasi.

“Sesuai dengan visi misi dan motivasi saya, insha Allah kepercayaan yang diberikan akan saya ikhtiarkan sebaik baiknya,” ujarnya.

Terdapat 3 garis besar yang menjadi harapannya ke depan, di antaranya:

  1. Profesionalisme

Menjadikan keselamatan sebagai budaya dalam menjalankan tugas – tugas profesi, dengan meningkatkan kapasitas untuk peliputan yang (high risk). Kemudian yang tak kalah pentingnya adalah membangun kesetaraan dengan perusahaan – perusahaan media untuk memberikan proteksi kepada jurnalisnya. Seperti halnya asuransi kesehatan dan keselamatan juga upaya perlindungan lain baik terhadap individu jurnalis maupun terhadap karya – karya jurnalistik yang dihasilkan.

  1. Kompetensi

Kedepan sebagaimana harapan bersama untuk turut mencerdaskan bangsa, maka wartawan juga harus cerdas dan mengupgrade kemampuan pengetahuannya, ekerjasama  dengan perguruan tinggi di NTB. Kegiatan peningkatan kompetensi melalui Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) yang telah menjadi program utama organisasi, akan terus berjalan. Selain itu diharapkan juga kepedulian media nasional maupun lokal, untuk rutin mengelar diskusi – diskusi seminar dan pelatihan untuk peningkatan kapasitas jurnalis.

  1. Kesejahteraan

Satu tujuan berorganisasi yaitu membangun ruang komunikasi untuk menyuarakan persoalan kesejahteraan. IJTI NTB kedepan harus menjadi mitra perusahaan media untuk membangun persepsi yang sama tentang menghasilkan karya yang baik dan profesional.

Aya (*)




Safari Subuh di Kediri, Gubernur; Kita Melayani Gubernur atau Walikota Seperti Raja

Perlakuan itu membuat banyak orang ingin menjadi Walikota, Gubernur maupun Presiden

LOBAR.lombokjournal.com

Safari Subuh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, mengunjungi masjid Umar Ibnu Khattab, Kediri, Minggu (08/11/20)..

Dalam kesempatan Safari Subuh kali ini, Gubernur minta agar masyarakat tidak menganggap pemimpin itu raja.

“Hakikat pemimpin itu melayani masyarakat, bukan dilayani. Tapi kebanyakan kita melayani Gubernur atau walikota seperti raja,” ujar Gubernur.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini mengungkapkan, perlakuan seperti itu yang membuat banyak orang ingin menjadi Walikota, Gubernur maupun Presiden.

“Bukan karena gajinya. Gajinya kecil, tapi perlakuan seperti raja itu yang mahal,” kata Bang Zul.

Pada momentum maulidi, Bang Zul juga minta kepada masyarakat khususnya Jamaah Ta’lim Al.Aqso untuk terus meneladani Rasulullah yang memiliki sifat kesederhanaan dalam menjalankan pemerintahan yang baik.

Dalam waktu dekat, NTB akan menjalankan Pemilukada serentak di beberapa kabupaten/kota, Ia berharap masyarakat dapat menetukan pilihannya dengan benar dan berharap pemimpin yang terpilih dapat menjalankan amanah masyarakat.

Gubernur berpesan,  dalam Pemilukada ini masyarakat harus tetap menjaga ukuwah kebersamaan kita, tidak menciptakan perpecahan ataupun keributan antar masyarakat kita

“Kita jangan terlalu serius menghadapi Pilkada ini hingga menimbulkan permusuhan di antara kita gara-gara beda pilihan namun tetaplah dalam kebersamaan dan persaudaraan,” pesannya.

Rr/HmsNTB




Kebakaran Batu Rotok, Gubernur Perintahkan  OPD Terkait Sigap Tangani Musibah

SUMBAWA.lombokjournal.com —

Bencana kebakaran di Desa Batu Rotok, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (07/11/20), menghanguskan puluhan rumah.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang mendengar musibah ini usai mendampingi Menteri Desa Kunjungan Kerja di Pulau Lombok, menyampaikan rasa dukanya kepada masyarakat yang tertimpa musibah.

Gubernur pun menyerukan kesigapan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam menangani musibah ini, dan memerintahkan untuk memberikan bantuan.

“Insya Allah pemda provinsi sudah berkordinasi dengan pemda kabupaten Sumbawa utk segera mengirimkan bantuan. Koordinasi dan Komunikasi Dinas Sosial dan BPBD terus dilakukan,” kata Gubernur seperti dikutip Radar Sumbawa.

Pjs Bupati Sumbawa Zainal Abidin langsung meminta Dinas terkait untuk menyiapkan bantuan yang akan dikirimkan.

“Besok pagi kami segera berangkat,” katanya.

Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra mengumpulkan bantuan terpal, makanan dan minuman.. Namun perjalanan malam ini hanya sampai Desa Sebeok, Kecamatan Orong Telu. Mengingat akses darat ke Batu Rotok yang terputus.

Selain Polres, Kodim 1607/Sumbawa juga langsung bergerak mengumpulkan makanan dan minuman yang bisa dibawa.

Sejumlah logistik yang tersedia di BPBD NTB segera dikirimkan kepada korban kebakaran.

Logistik yang dikirimkan sesuai dengan konfirmasi dari Kepala Biro Humas dan Protokol, Najamuddin Ammy, adalah  250 lembar terpal, 250 lembar selimut, 20 kotak peralatan keluarga, 20 kotak perlengkapan kebersihan,  20 lembar tikar dan 50 paket .

Jumlah logistik tersebut akan menyesuaikan jika sudah mendapat laporan resmi di lapangan berkaitan jumlah yang terdampak kebakaran.

BPBD NTB pun terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sumbawa untuk memantau perkembangan situasi pasca musibah tersebut.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 07 Nopember 2020, Bertambah  46 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 61 Orang, Kasus Kematian 2 (Dua) Orang

Warga NTB diminta tetap menjaga kewaspadaan terhadap virus ini dengan mamakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak minimal dua meter serta tidak berkerumun dan menjauhi keramaian

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD H. L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi, ada tambahan  32 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Sabtu (07/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 167 sampel dengan hasil 116 sampel negatif, 5 (lima) sampel positif ulangan, dan 46 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 17 orang, tidak adaa kasus kematian.

Dijelaskan,  adanya tambahan 46 kasus baru terkonfirmasi positif, 61 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (07/11/20) sebanyak 4.189 orang, dengan perincian 3.542 orang sudah sembuh, 229 meninggal dunia, serta 418 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif, “ kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 46 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 61 ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4144, an. MJ, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  2. Pasien nomor 4145, an. DMS, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  3. Pasien nomor 4146, an. DTN, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung;
  4. Pasien nomor 4147, an. LEJ, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Dete, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H. L. Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Lape;
  5. Pasien nomor 4148, an. M, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Rora, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  6. Pasien nomor 4149, an. A, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  7. Pasien nomor 4150, an. SN, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  8. Pasien nomor 4151, an. MI, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasaanae Barat, Kota Biima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  9. Pasien nomor 4152, an. INS, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara,Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat inimenjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  10. Pasien nomor 4153, an. M, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  11. Pasien nomor 4154, an. KS, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  12. Pasien nomor 4155, an. MRF, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  13. Pasien nomor 4156, an. AS, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  14. Pasien nomor 4157, an. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  15. Pasien nomor 4158, an. F, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  16. Pasien nomor 4159, an. TH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  17. Pasien nomor 4160, an. H, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  18. Pasien nomor 4161, an. F, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  19. Pasien nomor 4162, an. MZA, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung,Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  20. Pasien nomor 4163, an. MFM, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  21. Pasien nomor 4164, an. I, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  22. Pasien nomor 4165, an. SS, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  23. Pasien nomor 4166, an. W, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  24. Pasien nomor 4167, an. LR, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  25. Pasien nomor 4168, an. ZK, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  26. Pasien nomor 4169, an. RD, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  27. Pasien nomor 4170, an. S, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  28. Pasien nomor 4171, an. SH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  29. Pasien nomor 4172, an. S, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala ovid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  30. Pasien nomor 4173, an. SS, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima
  31. Pasien nomor 4174, an. Z, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  32. Pasien nomor 4175, an. RR, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  33. Pasien nomor 4176, an. S, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  34. Pasien nomor 4177, an. M, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  35. Pasien nomor 4178, an. MZ, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  36. Pasien nomor 4179, an. T, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  37. Pasien nomor 4180, an. DAP, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Labuan Badas;
  38. Pasien nomor 4181, an. AM, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  39. Pasien nomor 4182, an. YF, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  40. Pasien nomor 4183, an. EAH, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  41. Pasien nomor 4184, an. VDS, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Labuan Badas;
  42. Pasien nomor 4185, an. CM, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  43. Pasien nomor 4186, an. DK, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3953. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  44. Pasien nomor 4187, an. MA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3953. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  45. Pasien nomor 4188, an. FY, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  46. Pasien nomor 4189, an. R, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3953. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa.

Hari Sabtu ini terdapat penambahan 61 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1958, an. JI, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 2073, an. LEAA, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 2178, an. LS, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 2298, an. JA, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Gerung, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 2439, an. BH, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 2549, an. I, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 2606, an. IMDK, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 2650, an. H, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 2893, an. IMW, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 3082, an. M, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 3280, an. NH, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 3317 an. E, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Kebun Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 3479, an.H, perempuan, usia 59 tahun, peduduk Desa Lenek, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur;
  14. Pasien nomor 3534, an. BMY, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  15. Pasien nomor 3555, an. S, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  16. Pasien nomor 3643, an. H, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 3678, an. INAD, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 3804, an. IGLGJA, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 3829, an. SDN, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 3830, an. YTPF, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  21. Pasien nomor 3885, an. SS, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  22. Pasien nomor 3886,an. KD, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  23. Pasien nomor 3890, an.MLC, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng,Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa
  24. Pasien nomor 3894, an. N, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa;
  25. Pasien nomor 3901, an. MEP, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  26. Pasien nomor 3903, an. HS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  27. Pasien nomor 3907, an. M, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Apit Aik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  28. Pasien nomor 3934, an. SR, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela , Kabupaten Lombok Timur;
  29. Pasien nomor 3958, an. MS, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  30. Pasien nomor 4041, an. EF, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  31. Pasien nomor 4042, an. F, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  32. Pasien nomor 4043, an. N, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  33. Pasien nomor 4044, an. N, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  34. Pasien nomor 4045, an. F, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  35. Pasien nomor 4046, an. NA, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  36. Pasien nomor 4047, an. JN, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  37. Pasien nomor 4048, an. USW, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Jala, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  38. Pasien nomor 4049, an. LS, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Marada, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  39. Pasien nomor 4050, an. H, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  40. Pasien nomor 4051, an. N, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Sawe, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  41. Pasien nomor 4052, an. J, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Jala, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  42. Pasien nomor 4053, an. NW, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  43. Pasien nomor 4054, an. F, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  44. Pasien nomor 4055, an. TN, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Jala, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  45. Pasien nomor 4056, an. N, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  46. Pasien nomor 4057, an. SA, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Bango, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu;
  47. Pasien nomor 4058, an. NS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  48. Pasien nomor 4059, an. DAP, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  49. Pasien nomor 4060, an. YA, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  50. Pasien nomor 4061, an. R, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Sawe, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  51. Pasien nomor 4062, an. M, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Sawe, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  52. Pasien nomor 4063, an. EP, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Sawe, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  53. Pasien nomor 4064, an. KPP, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  54. Pasien nomor 4065, an. S, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  55. Pasien nomor 4066, an. H, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  56. Pasien nomor 4067, an. R, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  57. Pasien nomor 4068, an. S, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  58. Pasien nomor 4069, an. DK, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  59. Pasien nomor 4070, an. N, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  60. Pasien nomor 4071, an. N, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  61. Pasien nomor 4072, an. AA, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Bali, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu.

Dipermaklumkan, bahwa pasien nomor 4086, an. H, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa yang diumumkan sembuh pada tanggal 6 November 2020, bahwa sebenarnya meninggal dunia.

Hari Sabtu  ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 4086, an. H, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 3961, an. SE, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi menghimbau, seluruh warga NTB untuk tetap menjaga kewaspadaan terhadap virus ini dengan menerapkan 3M dan 1T, yakni mamakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak minimal dua meter serta tidak berkerumun dan menjauhi keramaian.

“Mari kita sayangi dan saling menjaga keselamatan diri kita dan orang-orang di sekitar kita. Mari kita doakan juga saudara-saudara kita yang sedang berjuang untuk sembuh dari Covid-19. Jauhkan stigma negatif, kita bersama pasti bisa beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru serta optimis dapat keluar dari ujian wabah ini,” katanya.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Sosialisasi Permendes; Prioritas Dana Desa Harus Disepakati Musyawarah Desa

Prioritas penggunaan dana desa akan mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan nasional

MATARAM.lombokjournal.com  —

Dengan adanya Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, pembangunan tidak hanya dilihat dari angka. Tapi ada proses besar menghadirkan kemampuan masyarakat.

Dan salah satu jalan untuk mengupgrade kemampuan masyarakat adalah dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDdes).

Menteri Abdul Halim

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc, menyampaikan itu saat mendampingi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, dalam acara Sosialisasi Permendes No.13 Tahun 2020, di Hotel Golden Palace, Sabtu (07/11/20).

“Kami membayangkan semua produk lokal itu, etalasenya ada di BUMDes. Setelah ini pak menteri akan kami ajak mengunjungi yang namanya Mahadesa, dan maju tidaknya sebuah desa tergantung BUMDesnya,” ungkap Bang Zul.

Bang Zul menegaskan, jika BUMDes tidak berjalan baik, akan sulit bagi masyarakat mencapai kemakmuran berbasis desa.

Begitu juga pengangguran serta kemiskinan akan tetap ada. Tapi jika BUMDesnya maju, lapangan pekerjaan masyarakat lebih banyak tercipta dan Bumdesnya harus terkoneksi dengan IT.

“Produk UMKM kita yang sudah muncul ini, akan dibeli oleh BUMD Provinsi dan disitribusi ke BUMDes – BUMDes kita. Mudah – mudahan ikhtiar panjang ini akan menghasilkan keajaiban di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Sosialisasi pioritas dana desa

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar dalam kesempatan sosiaisasi itu menyampaikan, Permendesa No.13 tahun 2020 merupakan  tindak lanjut atas perintah Undang-undang, tiap tahunnya Kemendes PDTT mengeluarkan kebijakan terkait prioritas penggunaan dana desa.

Menurutnya, pembangunan di desa selalu bertumpu pada dua hal, yakni upaya peningkatan ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia.

Sehingga, dana desa harus berdampak pada peningkatan ekonomi dan sumber daya manusia.

“Itu sudah jelas peningkatan sumber daya manusia dan ekonomi desa. Bukan peningkatan ekonomi aparatur desa,” tegasnya.

Kata Menteri, prioritas penggunaan dana desa akan mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan nasional.

Permendesa 13 tahun 2020 ini dilatar belakangi oleh pemikiran engan model pembangunan nasional yang didasarkan Perpres Nomor 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan atau SDGs.

Tujuannya  menjamin agar pembangunan desa tak mengabaikan aspek kultural dan keagamaan, yakni kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

“Di SDGs desa menjadi 18 karena memang dari kondisi obyektif yang kita lihat, didalam SDGs global maupun nasional belum memberikan ruang yang cukup bagi kearifan lokal. Padahal, ini sangat penting di dalam prosesi pembangunan desa. Itulah makanya kita tambahi versi Kemendes PDTT yaitu SDGs ke 8 yakni kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaftif,” katanya.

Adapun 18 poin dari SDGs desa yakni pertama desa tanpa kemiskinan, kedua desa tanpa kelaparan, ketiga desa sehat dan sejahtera.

Keempat pendidikan desa berkualitas, kelima keterlibatan perempuan desa, keenam desa layak air bersih dan sanitasi, ketujuh desa berenergi bersih dan terbarukan, kedelapan pertumbuhan ekonomi desa merata, kesembilan infrastruktur dan inovasi desa sesuai kebutuhan.

Selanjutnya yang kesepuluh desa tanpa kesenjangan, kesebelas kawasan permukiman desa aman dan nyaman, kedua belas konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan, ketiga belas desa tanggapan perubahan iklim, keempat belas desa peduli lingkungan laut.

Yang kelima belas, desa peduli lingkungan darat, keenam belas desa damai berkeadilan, ketujuh belas kemitraan untuk pembangunan desa, dan kedelapan belas kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

Menurut Menteri, prioritas penggunaan dana desa 2021 untuk pencampaian SDGs desa akan diarahkan untuk, yang pertama pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa yang isinya pembentukan, pengembangan dan revitalisasi BUMDes atau BUMDesma.

Lalu penyediaan listrik dan pengembangan usaha ekonomi produktif.

“Yang kedua, kita arahkan untuk program prioritas nasional sesuai dengan kewenangan desa yang isinya pendataan desa, pemetaan potensi dan sumber daya dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Lalu pengembangan desa wisata dan penguatan ketahanan pangan dan pencegahan stunting di desa serta desa inklusif. Dan yang ketiga diarahkan untuk adaptasi kebiasaan baru yang isinya desa aman Covid -19,” katanya.

Dikaatakan, mekanisme penggunaan dana desa 2021digunakan untuk Padat Karya Tunai Desa (PKTD), lalu dikerjakan secara swakelola dan digunakan untuk pembiayaan permodalan BUMDes atau BUMDesma.

Penetapan prioritas penggunaan Dana Desa yang dilakukan Pemerintah Desa harus dibahas dan disepakati dalam Musyawarah Desa.

“Masyarakat desa harus mengawal usulan prioritas penggunaan Dana Desa agar dibahas dan disepakati dalam musyawarah desa,” tegas Abdul Halim.

Sosialisasi itu selain dihadiri Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah, juga sejumlah pejabat dari Kabupaten dan Pemerintah Desa serta sejumlah pegiat desa lainnya se-Provinsi NTB.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Jum;at, 06 Nopember 2020, Bertambah  32 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 17 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Masyarakat dihibau tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonom

 MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium TCM RSUD Dompumengkonfirmasi, ada tambahan  32 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (06/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 167 sampel dengan hasil 132 sampel negatif, 3 (tiga) sampel positif ulangan, dan 32 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 17 orang, tidak adaa kasus kematian.

Dijelaskan,  adanya tambahan 32 kasus baru terkonfirmasi positif, 17 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at ini (06/11/20) sebanyak 4.143 orang, dengan perincian 3.482 orang sudah sembuh, 227 meninggal dunia, serta 434 orang masih positif.

“Petugas  kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 32 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 17 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4112, an. MP, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  2. Pasien nomor 4113, an. DAF, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kota Surabaya, Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  3. Pasien nomor 4114, an. INKA, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  4. Pasien nomor 4115, an. BES, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  5. Pasien nomor 4116, an. M, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  6. Pasien nomor 4117, an. F, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  7. Pasien nomor 4118, an. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Kayangan, KecamatanKayangan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung;
  8. Pasien nomor 4119, an. M, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Tanjung;
  9. Pasien nomor 4120, an. MSR, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat;
  10. Pasien nomor 4121, an. AH, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat;
  11. Pasien nomor 4122, an. DNZ, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat;
  12. Pasien nomor 4123, an. EM, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat;
  13. Pasien nomor 4124, an. ASS, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat;
  14. Pasien nomor 4125, an. J, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Kelanir, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat;
  15. Pasien nomor 4126, an. AIKS, laki-laki, usia 7 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3749. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat;
  16. Pasien nomor 4127, an. KAK, laki-laki, usia 3 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3749. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat;
  17. Pasien nomor 4128, an. T, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk,\ Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3749. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat;
  18. Pasien nomor 4129, an. S, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Sai, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  19. Pasien nomor 4130, an. FR, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Tenga, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  20. Pasien nomor 4131, an. By. A, laki-laki, usia 1 bulan, penduduk Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3962. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  21. Pasien nomor 4132, an. SN, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSI Siti Hajar Mataram;
  22. Pasien nomor 4133, an. DF, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  23. Pasien nomor 4134, an. WDA, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  24. Pasien nomor 4135, an. MAT, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Matua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  25. Pasien nomor 4136, an. N, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Kandai 2, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  26. Pasien nomor 4137, an. HP, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  27. Pasien nomor 4138, an. HN, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  28. Pasien nomor 4139, an. AJ, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  29. Pasien nomor 4140, an. M, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  30. Pasien nomor 4141, an. MBH, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Lepak, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  31. Pasien nomor 4142, an. IHA, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  32. Pasien nomor 4143, an. LY, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Hari Jum’at ini terdapat penambahan 17 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3296, an. SM, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 3398, an. YH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 3439, an. DY, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Karara, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  4. Pasien nomor 3441, an. MR, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  5. Pasien nomor 3442 an. A, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  6. Pasien nomor 3443, an. NF, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  7. Pasien nomor 3524, an. S, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 3579, an. JB, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  9. Pasien nomor 3604, an. DN, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Pane, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 3606, an. MRA, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 3608, an. MI, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 3785, an. YF, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 3884, an.W, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  14. Pasien nomor 3904, an. REN, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Desa Kuang Baru, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  15. Pasien nomor 3905, an.MEZS, laki-laki, usia 7 bulan, penduduk Desa Kuang Baru, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  16. Pasien nomor 3931, an. MQ, laki-laki, usia 6 tahun, penduduk Desa Bagik Payung Selatan, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur;
  17. Pasien nomor 4086, an. H, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa.

Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi.

Menurutnya, angka kesembuhan Covid-19 di Provinsi NTB terus bertambah, namun tetap ada penambahan jumlah kasus positif baru.

Karenanya, masyarakat diajak tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ini adalah kunci utama kita untuk mencegah penularan Covid-19.

Dikatakan, protokol kesehatan tersebut, mulai dari penggunaan masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dan membudayakan pola hidup bersih dan sehat, haruslah dapat dijadikan tatanan hidup baru bagi seluruh masyarakat NTB.

“Dengan cara demikian, Insya Allah kita bisa tetap aman dan produktif di tengah pandemi Covid-19 ini, kata Lalu Gita.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 LAyanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.