Masyarakat Diminta Kooperatif Jalani Rapid test dan Swab test Covid-19

Banyaknya masyarakat menjalani test pemeriksaan kesehatan Covid-19, menjadi ukuran suatu daerah dalam mengurangi resiko penyebaran Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Hj Siti Rohmi Djalillah meminta masyarakat untuk lebih kooperatif menjalani Rapid test dan Swab test Covid-19

Makin banyaknya masyarakat menjalani test pemeriksaan kesehatan Covid-19, menjadi ukuran suatu daerah dalam mengurangi resiko penyebaran covid-19

“Covid-19 ini jangan takut dites, intinya siapapun kalo mau dirapid diswab justru kalau bisa kooperatif karena berhasil tidaknya suatu daerah menangani covid-19 itu tergantung dari banyaknya yang dites. Jadi bisa dengan mudah diketahui jumlah yang terpapar,” ujarnya, Rabu (11/11/20)

Menurut wagub, bnyaknya ditemukan kasus positif jauh lebih baik daripada kasusnya sedikit tetapi ternyata yang terpapar lebih banyak.

Wagub menghimbau, masyarakat jangan takut menjalani pemeriksaan kesehatan terutama di masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, semakin banyaknya masyarakat menjalani test pemeriksaan kesehatan Covid-19 maka menjadi ukuran suatu daerah dalam mengurangi resiko penyebaran Covid-19.

Meski kasus penularan covid-19 di pulau Lombok relatif melandai, namun Wagub menghimbau masyarakat tetap mentaati protokol kesehatan Covid-19.

Salah satunya memakai masker sebagai benteng pertahanan diri yang paling utama dalam mencegah terjadinya penularan Virus.

Ano

 




Keanggotaan ASITA 71 Terancam Dicabut

MATARAM.lombokjournal.com

Terjadinya dualisme kepengurusan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) ini ditandai dengan terbentuknya kepengurusan Asita 71 oleh sejumlah pengusaha agen perjalanan.

Namun hal tersebut menuai polemik, karena Nomer Induk Anggotan (NIA) Asita 71 terancam dicabut oleh pusat.

Ketua Asita NTB, Dewantoro Umbu Joka mengatakan, sebenarnya Asita ini beberapa lalu ada sekolompok orang menamakan Majelis Penyelamatan Asita (MPA). Salah satu yang mereka persoalkan adalah akte pendirian Asita 2016.

Hal tersebut menjadi persoalan, bahkan mengatasnamakan dari pusat. Kendati demikian, pihaknya sudah mengkoordinasi dengan pihak pusat adanya dualisme kepengursan tersebut.

“Sudah, dan mereka-mereka ini yang ada di kemarin itu (ASITA 71) kan masih memiliki nomer induk anggota asita. Secepatnya kita akan cabut Nomer induk anggota (NIA),” ujar Dewantoro Umbu Joka

Dikatakan, nantinya akan diberhenti dari keanggotaan Asita NTB. Hal tersebut memang sudah menjadai konsekuensinya karena mengantas namakan dari pusat. Apalagi mereka masih mempunyai nomer induk anggota di Asita NTB.

“Itu kita ajukan dipusat yang memberikan NIA kan dari pusat, pusat yang akan cabut. Bukan saya lagi secara organisasi (yang dicabut, red),” terangnya

Persoalan akte yang  pendirian tersebut dari pendirian organisasi itu sudah benar. Hanya saja ada catatan yang harus diingat dari perjalanan tersebut. Diakuinya, ASITA memang berdiri pada tahun 1971 dan didaftar di Kemenkumham tahun 1975. Karena pada tahun 1975, ASITA belum mendapatkan AHU, hanya mendapat akta. Di mana skta pendirian 2016 merupakan perubahan dari akta 1975.

“Sehingga di buat di akte 2016 itu dengan catatan akte ini menjadi satu kesatuan dengan akte 75 itu sudah terlampir. Dalam hasil rapat rakenas 2016 di Lombok itu menyarankan supaya Asita mendaftar untuk dapat lambang negara,” ucapnya.

Sementara itu, terkait gugatan perdata terhadap legalitas akta, pihaknya saat ini masih dalam proses. Ketetapan inkrah terkait keputusan gugatan tersebut merupakan urusan pengurus pusat ASITA. Di sisi lain, jumlah anggota Asita NTB yang masih aktif sebanyak 113 anggota dari keseluruhan anggota yang ada 140.

Ano (*)




Ini Pesan  Wagub Saat Lepas Kafilah MTQN ke Padang

Diharapkan para peserta dapat kembali ke NTB dengan membawa prestasi terbaik

MATARAM.lombokjournal.com

Sebanyak 23 putra-putri terbaik NTB akan mengikuti ajang MTQ Nasional XXVIII Tahun 2020.

MTQ Nasional ke-28 ini akan berlangsung dari tanggal 12 sampai dengan 21 November 2020, \Kota Padang Provinsi Sumatera Barat menjadi tuan rumah.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah melepas Kafilah MTQ Nasional yang akan mewakili NTB,  di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Rabu (11/10/20).

Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB dan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Wagub menyampaikan dukungan dan pesannya terhadap para peserta MTQ.

“Kalian adalah putra-putri terbaik NTB, pertama pesan saya, jaga kesehatan,” ucap Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi tersebut.

Menurut Umi Rohmi, menjaga kesehatan merupakan hal yang terpenting, terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Cara menghadapinya juga disebutnya tidak sulit, yakni jangan sampai lengah dalam mematuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan.

“Kalian aset bangsa, aset NTB, betul-betul patuhi protokol Covid-19, jaga diri kalian,” pintanya.

Umi Rohmi tidak ingin segala persiapan yang sudah lakukan menjadi terganggu karena kelengahan dalam menjalankan protokol kesehatan.

Ia yakin para peserta MTQ asal NTB akan mampu menunjukan yang terbaik di dalam kompetisi selama tetap disiplin.

“Do’a dan ikhtiar, itu betul-betul bisa kita perjuangkan sampai kalian Insya Allah bisa membawa nama baik NTB,” lanjutnya.

Terakhir, Ummi Rohmi berpesan agar para peserta dapat terus menjaga kekompakan dan saling membantu satu sama lain.

Ummi Rohmi berharap para peserta dapat kembali ke NTB dengan membawa prestasi terbaik dan tentunya dalam keadaan yang sehat pula.

“Ini semua harus kita hargai, kita jaga, kita persiapkan sebaik-baiknya, supaya Kafilah dari NTB meskipun di saat pandemi Covid-19 ini tetap bisa menorehkan prestasi terbaiknya,” pungkas Umi Rohmi.

Sebelumnya, Kepala Bagian Agama Biro Kesra Setda NTB, Abdul Azis Azmi dalam laporannya menyampaikan bahwa pada pelaksanaan MTQ Nasional tahun ini, perwakilan NTB tidak dapat mengikuti semua cabang lomba. Hal ini diakibatkan pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai.

“Para Kafilah NTB dipilih langsung oleh para pelatih melalui lembaga pengembangan Tilawatil Al-Qur’an dan diseleksi sebelum pemberangkatan ketika pembatasan jumlah,” terangnya.

Abdul Azis juga mengatakan ada salah satu peserta asal Lombok Timur harus mengundurkan diri lantaran dalam kondisi sakit. Peserta atas nama Muhammad Baihaki Hidayatullah ini sebelumnya terdaftar akan mengikuti cabang Hifzil Al-Qur’an golongan 20 juz.

Adapun tambahan dua cabang lomba yang diikuti pesertanya secara mandiri. Untuk pembiayaan, kedua peserta ini dibiayai langsung oleh Pemerintah Daerah.

Selain itu, Abdul Azis juga menyampaikan berbagai persiapan yang telah dilakukan pemerintah dalam menyambut ajang MTQ Nasional tahun ini. “Langkah-langkah yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Al-qur’an Provinsi NTB adalah mengadakan pemusatan latihan yang dilaksanakan di Hotel Grand Legi Mataram pada tanggal 07 sampai dengan 11 November 2020 yang diikuti oleh 22 orang peserta dan pelatih,” jelasnya.

Nurul Hidayanti, salah satu peserta dalam cabang Tilawatil Qur’an golongan Remaja menyatakan rasa bangga dan bahagianya dapat mewakili NTB pada ajang MTQ Nasional Tahun 2020. Nurul yang mengaku telah mengasah kemampuannya semenjak kelas 3 SD ini kemudian berharap NTB dapat memperoleh hasil terbaik pada ajang tersebut.

“Semoga NTB dapat meraih banyak juara,” harapnya.

Kafilah NTB dijadwalkan akan berangkat tanggal 12 November 2020 didampingi pula seluruh pelatih dan pembina.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 10 Nopember 2020, Bertambah 36 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 11 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Dihimbau, agar masyarakat tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi

 MATARAM.lombokjournal..com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Dompu, dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi, ada tambahan 26 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Selasa (10/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 232 sampel dengan hasil 183 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 36 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 11 orang, tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 36 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 11 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa ini (10/11/20) sebanyak 4.279 orang, dengan perincian 3.590 orang sudah sembuh, 230 meninggal dunia, serta 459 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita.

TAMBAHAN 36 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 11 ORANG,TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4244, an. R, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Teruai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Praya;
  2. Pasien nomor 4245, an. A, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  3. Pasien nomor 4246, an. Z, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Loang Maka, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Risa Sentra Medika;
  4. Pasien nomor 4247, an. N, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  5. Pasien nomor 4248, an. H, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  6. Pasien nomor 4249, an. SK, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  7. Pasien nomor 4250, an. FH, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Kilang, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 4251, an. MS, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 4252, an. LHK, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 4253, an. HMR, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 4254, an. D, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  12. Pasien nomor 4255, an. UTA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  13. Pasien nomor 4256, an. AS, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  14. Pasien nomor 4257, an. NS, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  15. Pasien nomor 4258, an. EPA, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  16. Pasien nomor 4259, an. AF, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Lewi Rato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  17. Pasien nomor 4260, an. SN, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4097. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  18. Pasien nomor 4261, an. SF, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  19. Pasien nomor 4262, an. MA, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  20. Pasien nomor 4263, an. NMG, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pane, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima; Pasien nomor 4264, an. MA, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  21. Pasien nomor 4265, an. S, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda,Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  22. Pasien nomor 4266, an. AN, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  23. Pasien nomor 4267, an. IP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  24. Pasien nomor 4268, an. W, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  25. Pasien nomor 4269, an. MY, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  26. Pasien nomor 4270, an. DO, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  27. Pasien nomor 4271, an. MM, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  28. Pasien nomor 4272, an. IKW, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  29. Pasien nomor 4273, an. H, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  30. Pasien nomor 4274, an. SH, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  31. Pasien nomor 4275, an. S, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  32. Pasien nomor 4276, an. TS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  33. Pasien nomor 4277, an. S, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  34. Pasien nomor 4278, an. EA, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  35. Pasien nomor 4279, an. KA, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa.

Hari Selasa ini terdapat penambahan 11 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 948, an. HK, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Jagaraga Indah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 977, an. NWS, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1168, an. By. ANS, perempuan, usia 4 bulan, penduduk Desa Jagaraga, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 2753, an. M, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Umbe Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 3730, an. ZMS, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 3749, an. M, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  7. Pasien nomor 3942, an. YRU, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  8. Pasien nomor 4081, an. RP, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  9. Pasien nomor 4083, an. SM, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 4084, an. D, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  11. Pasien nomor 4118, an. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar masyarakat tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi.

“Mari bersama mencegah penularan Covid-19, mulai dari penggunaan masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dan

membudayakan pola hidup bersih dan sehat. Semoga kita tetap bisa aman dan produktif dalam tatanan baru kegidupan di tengah pandemi Covid-19 ini,” katanya.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Wagub Berharap, SMK Dapat Mencetak Wirausaha Andal

Wagub; tidak ada kata tidak bisa untuk berusaha, ini bukan masalah biaya tapi masalah kemauan

LOTIM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Membuka gerai wirausaha Boga di SMKN 1 Sakra Lombok Timur, Selasa (10/11/20).

Selain memfasilitasi pengembangan bidang pertanian pada kompetensi pengolahan hasil pertanian, Wagub  merealisasikan keterampilan siswa SMK pada kompetensi Tata Boga,

“Allhamdulillah bahagia sekali,Jadi baru bisa hadir di sini sekarang. Tapi Insya Allah mudah-mudahan walaupun terlambat kehadiran saya dan kita semua ini, akan memberikan energi yang luar biasa terhadap bangkitnya jiwa entrepreneurship untuk anak-anak muda kita,” ungkap Umi Rohmi.

Ia menyampaikan kekagumannya terhadap para pelaku wirausaha. Contohnya Dila, salah seorang pelajar SMKN 1 Sakra jurusan tataboga yang telah berwirausaha sejak kelas 11 dan memiliki omzet sekitar 10 juta per bulan.

Menurut Wagub, ini merupakan salah satu contoh dari banyak anak muda NTB yang menunjukkan bahwa anak muda NTB  bisa berprestasi, berkarya dan mandiri.

“Anak seumur Dila bisa hasilkan uang segitu dan potensi untuk naik dari nilai itu sangat besar dan itu bisa dilakukan oleh banyak anak muda NTB, selama sistem pendidikan kita ini kita tata, kita benahi, agar mereka terasah untuk menjadi entrepreneur – entrepreneur yang tangguh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wagub menjelaskan, tidak ada kata tidak bisa untuk berusaha dan ini bukan masalah biaya tetapi masalah kemauan dari diri kita sendiri.

Seperti yang dilakukan Dila, Wagub berharap lembaga pendidikan, khususnya SMK dapat mencetak wirausaha yang andal dan diperkuat dengan Kepala Sekolah yang menjadi ujung tombak dari keberhasilan di sekolah.

“Tidak ada rasa malu untuk kerja keras, malah bangga bisa menghasilkan uang untuk keluarga dari keringat sendiri dan insyaAllah nanti dinas – dinas terkait akan membantu. Luar biasa Dila, saya sangat bangga dan nanti Dila bisa membagi ilmu ke teman – teman supaya termotivasi,” serunya.

Umi Rohmi mengungkapkan, apa yang telah direncanakan sudah berjalan sesuai rencana.

Dunia sudah ada dalam genggaman, tinggal kita memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan ilmu dan bisa belajar dari mana saja.

“Jangan sia-siakan umur kalian, kesempatan yang kalian punya. Teruslah maju anak-anakku. Mari kita cetak sebanyak mungkin entrepreneurship di NTB,” kata Wagub.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr. H Aidy Furqan, M.Pd mengatakan gerai serupa akan dibuka pada akhir tahun di sepuluh tempat di NTB untuk pengelolaan hasil pertanian dalam ilmu tata boga.

“InsyaAllah semester berikutnya akan merambah kepariwisata,kemaritiman,dan lain – lain yang siap dan salah satu wujud dari gerai ini adalah untuk membangun pendidikan bersih dan sehat,” ungkapnya.

Rr/HmsNTB




Wagub Ziarah di Makam Maulana Syaikh

Pesan  Wagub, agar para penerus bangsa, mampu mengisi kemerdekaan ini dengan jiwa juang yang tidak kalah besarnya

LOTIM.lombokjournal.com – –

Setelah memimpin langsung upacara ziarah nasional dan tabur bunga di TMPN Majeluk Mataram, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah melanjutkan perjalanan ke Lombok Timur untuk upacara ziarah di makam pahlawan TGKH. M Zainuddin Abdul Madjid, Selasa (10/11/20).

Maulana Syaikh, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid dikenal sebagai satu-satunya pahlawan nasional yang berasal dari NTB.

Giat yang berlangsung khidmat itu, diikuti pula oleh FKPD, Kepala OPD dan sejumlah instansi/lembaga Provinsi NTB,  berlangsung di Pancor, Selong, Lombok Timur.

Wagub yang memimpin langsung upacara tersebut berpesan, agar perjuangan para pahlawan dapat sungguh-sungguh diteladani.

“Di masa-masa beliau, berjuang jauh lebih sulit dari masa sekarang, karena kita sekarang sudah merdeka, kita mudah-mudahan pandai mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah,” ungkap Wagub.

Selain mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan, Wagub  berpesan agar para penerus bangsa, mampu mengisi kemerdekaan ini dengan jiwa juang yang tidak kalah besarnya, tentunya yang sesuai dengan kapasitas diri masing-masing.

“Hal yang paling simpel ialah saat ini bagaimana kita bekerjasama, seluruh pihak bersinergi, untuk menghadapi pandemi Covid-19, menegakkan protokol Covid-19, saling mengingatkan satu sama lainnya, menghindari yang namanya hoaks, jangan percaya hoaks, jangan mudah terprovokasi yang namanya hoaks, ikuti anjuran pemerintah,” ujar Wagub.

Dengan meneladani perjuangan para pahlawan yang tanpa lelah dalam memperjuangkan tanah air, Wagub berharap agar hal itu dapat memberikan kekuatan dan juga semangat bagi pemerintah dan seluruh masyakat NTB dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

“Tanpa lelah, tanpa melihat hambatannya seperti apa, nah itulah yang harus betul betul menguatkan kita dimasa masa sulit seperti saat ini, perjuangan pahlawan kita, kita harus lebih kuat, bersama-sama berkolaborasi untuk membangun bangsa,” tutup Wagub.

Rr/HmsNTB

 




Ini Surat Hoax, Surat Permintaan Dana Pilkada Atas Nama Gubernur

Di media sosial dan sejumlah WhatsApp group beredar sebuah surat tertanggal 9 November 2020, perihal permohonan bantuan dana pengamanan pelaksanaan Pilkada

MATARAM.lombokjournal.com

Pemprov NTB memastikan, beredarnya  surat  terkait permintaan dana pengamanan Pilkada 2020 kepada perusahaan swasta yang beroperasi di NTB adalah hoaks atau kabar bohong.

Surat yang mencatut nama Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah tersebut beredar di sejumlah media sosial dan sejumlah WhatsApp group, Selasa (10/11/2020).

Najamuddin Amy

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan, Gubernur merasa dirugikan dengan beredarnya hoaks tersebut.

Kalau menyangkut urusan anggaran Pilkada, sesungguhnya sudah dianggarkan oleh masing-masing daerah di APBD murni maupun di APBD perubahan.

“Tidak benar Gubernur meminta dana ini dan itu. Ini adalah ulah oknum atau segelintir orang yang memanfaatkan situasi ini. Kepada masyarakat kami harapkan agar jangan terpengaruh oleh hoaks tersebut,” kata Najamuddin Amy, Selasa  (10/11/20).

Najamuddin mengatakan, sesaat setelah surat tersebut beredar, tim PRCC Humas dan Protokol Provinsi NTB melakukan penelusuran melalui teknologi informasi.

Tim menggunakan pencarian kemiripan gambar oleh Google Image didapatkan gambar yang mirip.

Terlihat adanya konten tulisan yang dibuat sangat mirip dengan surat yang beredar sebelumnya yang mencatut nama pimpinan di daerah lain.

Intinya surat itu meminta permohonan dana ke berbagai perusahaan daerah untuk pelaksanaan Pilkada dan dikirim ke rekening tertentu.

“Dalam penelusuran Tim PRCC, berbagai daerah juga secara bersamaan mendapatkan hoax yang sama seperti DKI, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Jawa Barat,” katanya.

Ia mengharapkan, agar masyarakat bijak menerima sebuah informasi. Apalagi yang belum pasti kebenarannya.

Najam mengimbau masyarakat untuk selalu check and balance serta tabayyun dalam menerima sebuah informasi, terlebih informasi tersebut cukup sensitif.

“Pernyataan kami ini sekaligus sebagai klarifikasi atau bantahan terhadap surat yang beredar itu,” katanya.

Diketahui, di media sosial dan sejumlah WhatsApp group beredar sebuah surat tertanggal 9 November 2020, perihal permohonan bantuan dana pengamanan pelaksanaan Pilkada.

Surat tersebut ditujukan ke Presdir PT.SMS.  Dalam sepotong surat tersebut tertulis nama Gubernur Zulkieflimansyah yang dicatut oleh oknum yang ingin memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan tertentu.

Terkait dengan anggaran Pilkada 2020, Ketua KPU Provinsi NTB Suhardi Soud mengatakan, anggaran Pilkada di tujuh kabupaten/kota itu berasal dari APBD.  Dari APBN ada tambahan dana untuk kepentingan penerapan protokol Covid-19.

“Pemda sudah menyiapkan anggaran tersebut dan saat ini sudah klir. Dan memang tidak boleh ada penggunaan dana lain selain APBD dan itu berlaku untuk seluruh penyelenggara pemilu,” jelasnya.

Seluruh Pemkab dan Pemkot yang menyelenggarakan Pilkada telah menyelesaikan penandatangan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk Pembiayaan Pemilihan Serentak.

Dari situs resmi KPU NTB terlihat, total biaya yang dihibahkan oleh tujuh Pemkab dan Pemkot kepada KPU kabupaten/kota Penyelenggara Pemilihan Serentak sebesar Rp. 147.368.100.000.

Perinciannya adalah Kabupaten Bima 24.668.000.000, Kabupaten Dompu Rp. 15.000.000.000, Kabupaten Sumbawa Rp. 25.000.100.000, Kabupaten Sumbawa Barat Rp. 13.500.000.000, Kota Mataram Rp. 25.000.000.000, Kabupaten Lombok Utara, Rp. 16.200.000.000,- dan Kabupaten Lombok Tengah Rp. 28.000.000.000.

Rr/HmsNTB

 




Wagub Berharap Lahir Pahlawan-Pahlawan Baru dari NTB

Rasa cinta tanah air sebagai nilai yang diingat pertama kali ketika berbicara tentang kepahlawanan

 MATARAM.lombokjournal.com

Menyambut Hari Pahlawan yang jatuh tepat pada tanggal 10 November ini, BEM Universitas Hamzanwadi menyelenggarakan Webinar Pahlawan dengan tema “Menjadi Pembelajar yang Baik Mengikuti Jejak Para Pahlawan”.

Webinar ini turut menghadirkan Gubernur NTB periode 2008-2013 dan 2013-2018, TGB Dr. H. M. Zainul Majdi, Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal dan juga Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani sebagai narasumber.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan ini mengajak pemuda-pemudi NTB agar selalu menghormati jasa para pahlawan yang telah berkorban memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Wagub kemudian teringat pesan Pahlawan Nasional dari NTB, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, dalam menghadapi hidup harus berpegang teguh pada prinsip, yakin, ikhlas, jujur, sabar dan istiqomah.

Terlebih di masa pandemi Covid-19, prinsip ini dirasa Wagub sangat sesuai dengan kondisi saat ini.

“Kalau kita pegang prinsip ini semua, Insya Allah kita akan bisa hadapi pandemi ini, kita akan bisa lalui pandemi ini dengan baik,” ucap Umi Rohmi bertempat di Pendopo Wagub, Senin (09/11/20).

Umi Rohmi berpesan kepada pemuda-pemudi NTB agar selalu mengisi masa mudanya dengan hal-hal yang positif dan juga bermanfaat. Ia menyebut, masa depan NTB dan juga Indonesia ada di tangan generasi mudanya.

Umi Rohmi kemudian berharap di NTB kelak akan lahir pahlawan-pahlawan baru yang akan menjadi kebanggaan dan menebarkan kebaikan di masa akan datang.

“Semoga ke depan akan ada lagi Pahlawan Nasional dari NTB, sehingga semakin banyak contoh mulia, semakin banyak pembelajaran, semakin banyak yang bisa kita jadikan panutan untuk NTB dan Indonesia kedepannya,” harapnya.

Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal yang menjadi narasumber dalam webinar kali ini mengaku emosional apabila membahas tentang pahlawan.

Jasanya yang begitu besar sehingga perjuangannya harus dapat diteruskan pula oleh pemuda-pemudi di zaman sekarang.

“Kita hari ini bisa tenang, bisa fokus, adik-adik bisa belajar menuntut ilmu, saya juga dapat berprofesi sebagai polisi ini karena pahlawan,” ujarnya.

Iqbal memaparkan, potensi Indonesia yang begitu banyak dan harus dapat dikelola dengan baik. Potensi yang berlimpah ini ke depan bukan tidak mungkin dapat memberikan dampak negatif dan ancaman yang besar apabila tidak dikelola dengan sebaik mungkin.

“Bayangkan berapa ribu adat istiadat , bahasa, suku bangsa, agama dan lain-lain. Kita Alhamdulillah masih survive, dan kita harus menjaganya,” sambung Iqbal.

Ia mencontohkan, bagaimana menjadi pembelajar yang baik di masa sekarang terlebih dalam situasi Covid-19 yang belum usai.

Nasehat tersebut antara lain, pantang menyerah, menahan diri, selalu berpikir positif dan yang terpenting selalu menjadi diri sendiri.

“Saat ini kita harus adaptif, apalagi pemuda. Pahlawan pada era pandemi, bahwa kita harus menjaga persatuan, melaksanakan bantuan sosial yang humanis kepada masyarakat yang membutuhkan dan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” jelasnya.

Begitu juga dengan Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani yang fokus mengajak anak-anak muda menjadi pahlawan masa kini dengan menghindari segala perbuatan tidak baik dan tercela.

Salah satunya, ancaman narkoba, miras hingga pergaulan bebas yang kerap menimpa pemuda-pemudi.

Danrem yakin, dengan memegang teguh empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI Harga Mati, maka anak-anak muda di Indonesia dapat menjauhi perbuatan tidak baik sehingga dapat berkarya dan berprestasi bagi bangsa dan negara.

“Kita sosialisasikan, kita jadikan kebiasaan bagi seluruh pemuda yang ada di Indonesia, khususnya di NTB,” terangnya.

Begitu juga dalam menyampaikan pendapat, haruslah melalui cara yang benar dan mematuhi aturan yang berlaku.

Terlebih akhir-akhir ini, sebagian anak muda cenderung suka berbuat anarkis. Padahal, dalam hal ini bermusyawarah hingga mencapai mufakat merupakan sebuah cara efektif dalam menemukan solusi terbaik dan benar.

Danrem kemudian meminta anak-anak muda agar jangan mudah terpengaruh terhadap budaya asing dan arus globalisasi yang bersifat negatif. Untuk itu, berpikir jernih, bijak dan kritis atau positive thinking menjadi cara agar terhindar dari segala sesuatu yang tidak baik.

“Selamat berjuang untuk meraih mimpi yang besar dan cemerlang, pemuda Indonesia pahlawan bangsa, anda pasti bisa,” pungkas Ahmad Rizal.

Sementara itu, Gubernur NTB periode 2008-2013 dan 2013-2018, TGB Dr. H. M. Zainul Majdi yang juga Ketua Umum Dewan Tanfidziah PBNW menilai kepahlawanan di setiap generasi memiliki suatu kesamaan.

Hal yang pertama yakni rasa cinta tanah air. Rasa cinta tanah air disebutnya sebagai nilai yang diingat pertama kali ketika berbicara tentang kepahlawanan. Setelah itu, munculah keberanian dan keikhlasan seperti yang pernah diajarkan TGKH. Zainuddin Abdul Madjid.

“Sebagai Pahlawan Nasional, beliau mengajarkan kepada kita bahwa seluruh aktifitas kita harus diikat dengan satu sikap yaitu cinta tanah air,” ungkapnya.

TGB menyebut pentingnya literasi yang baik dalam menghadapi banyaknya permasalahan yang ada. Untuk itu, literasi yang baik dalam pendidikan menjadi hal yang terpenting di dalam mewujudkan Indonesia yang maju.

“Maka ketika berbicara mengenai Indonesia kedepan, hal yang paling penting adalah bagaimana kita memajukan pendidikan,” tambah TGB.

Kolaborasi kemudian menjadi kata berikutnya yang disebut oleh TGB. Ia meyakini, segala hal besar tidak akan dapat dikerjakan sendiri, untuk itu butuh dibangunnya kolaborasi yang baik.

“Salah satu karateristik kaum minelial adalah kemampuan kolaborasi yang luar biasa, kemudian didukung dengan teknologi digital yang ada,” tuturnya.

Ketika literasi dan kolaborasi sudah terlaksana, maka yang terakhir adalah aksi.

“Pahlawan masa kini adalah orang dan anak-anak muda generasi milenial yang menggunakan literasi yang Ia miliki , kolaborasi yang Ia bangun, jejaring yang baik untuk kemudian melakukan aksi-aksi yang jelas untuk melawan hal-hal yang bisa merusak kesatuan kita sebagai satu,” kata TGB.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 09 Nopember 2020, Bertambah 11 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 33 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Masyarakat dihimbau tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium TCM RSUD H. L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 44 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Senin (09/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 41 sampel dengan hasil 29 sampel negatif, 1 (satu) sampel positif ulangan, dan 11 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 33 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelakan, adanya tambahan 11 kasus baru terkonfirmasi positif, 33 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari  Senin (09/11/20) sebanyak 4.243 orang, dengan perincian 3.579 orang sudah sembuh, 230 meninggal dunia, serta 434 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 11 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 33 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4233, an. MI, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa,Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  2. Pasien nomor 4234, an. I, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  3. Pasien nomor 4235, an. MSHAH, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  4. Pasien nomor 4236, an. AK, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  5. Pasien nomor 4237, an. SW, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4238, an. K, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Lopok Beru, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  7. Pasien nomor 4239, an. S, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  8. Pasien nomor 4240, an. A, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  9. Pasien nomor 4241, an. MS, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  10. Pasien nomor 4242, an. P, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara Baru, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 4243, an. NK, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;

Hari Senin ini terdapat penambahan 33 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1047, an. MS, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 2376, an. J, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 2774, an. AP, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 2873, an. H, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 2891, an. T, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 3011 an. MH, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 3321, an. R, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 3405, an. STP, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima;
  9. Pasien nomor 3525, an. AA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima
  10. Pasien nomor 3526, an. SN, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima;
  11. Pasien nomor 3529, an. M, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Risa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  12. Pasien nomor 3533, an. NI, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Risa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  13. Pasien nomor 3567, an. W, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Teke, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima;
  14. Pasien nomor 3591, an. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Dena, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima;
  15. Pasien nomor 3598, an. H, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  16. Pasien nomor 3632, an. MYAA, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  17. Pasien nomor 3637, an. AMS, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  18. Pasien nomor 3639, an. AM, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  19. Pasien nomor 3641, an. MAAB, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  20. Pasien nomor 3649, an. MA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  21. Pasien nomor 3656, an. AMAZ, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  22. Pasien nomor 3659, an. NAS, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  23. Pasien nomor 3725, an. SA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima;
  24. Pasien nomor 3729, an. GFA, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  25. Pasien nomor 3733, an. AA, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  26. Pasien nomor 3736, an. SS, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Kalampa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  27. Pasien nomor 3738 an. SA, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Kalampa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  28. Pasien nomor 3793, an. IAR, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima;
  29. Pasien nomor 3837, an. H, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  30. Pasien nomor 3893, an. H, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  31. Pasien nomor 3954, an. SW, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  32. Pasien nomor 3976, an. D, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  33. Pasien nomor 3977, an. ATS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Bontokape, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

Hari Senin ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 4208, an. AZ, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa.

Lalu Gita Aryadi Menghimbau, seluruh masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi.

“Mari bersama mencegah penularan Covid-19, mulai dari penggunaan masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dan membudayakan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Diharapkan, masyarakat bisa aman dan produktif dalam tatanan baru kehidupan di tengah pandemi Covid-19.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Kampung Sehat Awards; Kesadaran Masyarakat Merawat Semangat Tangani Covid-19

Kampung Sehat menumbuhkan kesadaran masyarakat dan membangun semangat bersama agar lebih waspada terhadap penyebaran Covid-19

LOBAR.lombokjournal.com

Gelaran Lomba Kampung Sehat NTB yang diinisiasi oleh Polda NTB berjalan dengan sukses. Kegiatan ini mendapat banyak respon positif dan juga partisipasi dari masyarakat.

Kampung Sehat dinilai berhasil menjadi energi baru di dalam penanganan Covid-19 di NTB.

Kampung Sehat Awards kemudian dilaksanakan sebagai puncak acara sekaligus pengumuman hasil dan para pemenang di berbagai kategori yang sudah diperlombakan.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Kila Senggigi Lombok Barat, Senin (09/11/20).

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengapresiasi inisiasi Polda NTB berkat terobosan program Kampung Sehat NTB 2020. Ia menilai kehadiran lomba Kampung Sehat telah berhasil membuat masyarakat NTB berlomba-lomba untuk merawat desanya.

“Walaupun sederhana, proses yang di inisiasi oleh Kapolda ini luar biasa. Ketika dicanangkan Kampung Sehat, masyarakat di desa-desa sampai pelosok, di pinggir pantai dan puncak gunung-gunung, hilang kekhawatiran dan mereda ketakutannya dan berlomba-lomba merawat kampungnya untuk menjadi Kampung Sehat,” ucapnya.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini kemudian mengatakan dengan adanya lomba Kampung Sehat telah menghadirkan sebuah harapan. Harapan yang dimaksud yakni untuk menjuarai kompetisi Kampung Sehat dengan cara yang positif.

“Sekali lagi terima kasih pak Kapolda, teman-teman Polri dan TNI yang kami saksikan sampai kampung-kampung dan desa-desa memastikan Kampung Sehat ini sukses hingga puncak acaranya yang kita rayakan pada hari ini,” pungkas Bang Zul.

Puncak acara Kampung Sehat kali ini juga turut dihadiri oleh Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. Mewakili Kapolri.

Ia menyambut baik program Kampung Sehat NTB yang merupakan bentuk penjabaran dari gagasan Kapolri yakni Kampung Tangguh Nusantara.

Agus kemudian menjelaskan bahwa tujuan adanya Kampung Sehat utamanya adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat dan membangun semangat bersama agar lebih waspada terhadap penyebaran Covid-19 serta dampak yang diakibatkan.

“Program Kampung Sehat di wilayah Provinsi NTB diharapkan dapat membantu perekonomian dan mendukung Ketahanan pangan masyarakat,” terangnya.

Pandemi Covid-19 yang juga turut berdampak tidak hanya di bidang kesehatan melainkan juga di bidang ekonomi, keagamaan, sosial, dan budaya serta keamanan diharapkan dapat diatasi bersama. Terlebih, saat ini tujuh dari sepuluh kabupaten/kota di NTB sedang melaksanakan Pilkada.

“Di sinilah peran Polri dibutuhkan agar potensi gangguan tidak berkembang menjadi gangguan nyata. Seluruh anggota Polri harus ekstra berkeja keras dengan mengedepankan tindakan promotif dan preventif. Inilah bentuk kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat untuk mewujudkan Polri yang profesional, moderen dan terpercaya,” jelasnya.

Kabaharkam juga turut memuji peran dan kontribusi Kampung Sehat yang telah membuat NTB tidak berada dalam zona merah dan hampir semua daerahnya telah masuk ke zona kuning.

Untuk itu Ia berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB dan seluruh Forkopimda khususnya Polda NTB atas dedikasi dalam menekan laju Covid-19.

“Kepada para pemenang yang terpilih menjadi juara saya ucapkan selamat atas keberhasilan saudara dan wilayah saudara terpilih sebagai juara. Mari kita bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 serta melaksanakan pilkada yang aman, damai, sejuk dan sehat,” ajaknya.

Sebelumnya, Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal kembali menjabarkan pengertian Kampung Sehat NTB, yang mana kata Sehat dalam hal ini memiliki akronim, “Steril, Ekonomi Produktif, Harmonis, Asri dan Tangguh”.

“Alhamdulillah, pada awal 19 Juni 2020, Kampung Sehat ini dilaunching, dan Alhamdulillah juga, tanpa melebih-lebihkan, tanpa ada perasaan puas, kami merasa Kampung Sehat ini adalah tools untuk mengintervensi paparan Covid-19,” ungkap Iqbal.

Iqbal turut pula mengapresiasi kekompakan Forkopimda NTB yang begitu rutin melakukan pertemuan guna membahas strategi dan langkah apa saja dalam menangani pandemi Covid-19.

Begitu juga dengan apel setiap bulan yang dilakukan untuk memantapkan koordinasi antar tiga pilar, yakni Pemerintah, TNI dan Polri.

“Setiap bulan kami melaksanakan apel tiga pilar, mengecek teman-teman Kapolsek, Danramil, Camat, Lurah, Babinsa dan juga Bhabinkamtibmas bagaimana semangatnya,” lanjutnya.

Iqbal menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan lomba Kampung Sehat.

“Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas dukungan bapak Gubernur, seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Provinsi, seluruh stakeholder yang ada, dan juga kepada Bupati Walikota se-NTB yang sangar luar biasa,” tutup Iqbal.

Berikut ini adalah desa-desa yang berhasil mendapatkan predikat Kampung Sehat NTB 2020 dan juara kategori-kategori yang diperlombakan;

Kategori Juara Kampung Sehat 2020

  • Juara I ; Desa Kembang Kuning Lombok Timur
  • Juara II ; Desa Pernek Sumbawa
  • Juara III ; Desa Mura Sumbawa Barat
  • Kategori Tempat Wisata Tersehat  ; Pantai Tanjung Bias Lombok Barat
  • Kategori Pasar Tersehat               ; Pasar Taliwang Sumbawa Barat
  • Kategori Tempat Ibadah Tersehat ; Masjid Al Amanah Lombok Timur

Kategori Tokoh/Sosok Terbaik;

  • Bupati Terbaik ; Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmi
  • Sekda Terbaik, Sekda Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik
  • Kapolres Terbaik, Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra, S. IK
  • Dandim Terbaik, Dandim 1607/Sumbawa, Letkol Kav. Rudi Kurniawan
  • Kepala Dinas Kesehatan Terbaik, Kadikes Lombok Barat, Drs. H. Rachman Sahnan Putra, M. Kes
  • Camat Terbaik ; Camat Cakranegara, Muhammad Erwan
  • Kapolsek Terbaik ; Kapolsek Sekotong, Iptu I Kadek Sumerta, SH
  • Danramil Terbaik, Danramil Monta, Syaharuddin, SE
  • Kepala Desa/Lurah Terbaik ; Lurah Arab Kenangan Taliwang Sumbawa Barat, Erni Patriany
  • Babinsa Terbaik ; Babinsa Bilebante, Loteng, Sirtu Moh. Sohdi
  • Bhabinkamtibmas Terbaik ; Bhabinkamtibmas Baka Jaya Dompu, Brigadir Agus Salim

Juara Favorit Versi Pembaca Koran Lombok Post ; Taman Seruni Kelurahan Taman Sari Ampenan Kota Mataram

Rr/HmsNTB