UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 12 Nopember 2020, Bertambah 48 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 6 (enam) Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Masyarakat diajak tetap waspada dan disiplin menerapkan protocol kesehatan, sebab ini merupakan kunci utama untuk mencegah penularan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com –

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD Dompu, dan Laboratorium TCM RSUD H. L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 48 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Kamis (12/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 219 sampel dengan hasil 171 sampel negatif, tidak ada sampel positif ulangan, dan 48 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 6 (enam) orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 48 kasus baru terkonfirmasi positif, 6 (enam) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (12/11/20) sebanyak 4.355 orang, dengan perincian 3.615 orang sudah sembuh, 232 meninggal dunia, serta 508 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 48 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 6 (ENAM) ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, antara lain

  1. Pasien nomor 4308, an. ESW, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  2. Pasien nomor 4309, an. NU, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  3. Pasien nomor 4310, an. AS, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Mpuri, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  4. Pasien nomor 4311, an. H, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Leu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  5. Pasien nomor 4312, an. RI, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  6. Pasien nomor 4313, an. N, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  7. Pasien nomor 4314, an. ES, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Nisa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  8. Pasien nomor 4315, an. K, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Bontokape, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  9. Pasien nomor 4316, an. NW, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Bontokape, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  10. Pasien nomor 4317, an. A, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Mpuri, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  11. Pasien nomor 4318, an. LL, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Mpuri, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  12. Pasien nomor 4319, an. E, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  13. Pasien nomor 4320, an. US, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  14. Pasien nomor 4321, an. EH, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Tumpu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  15. Pasien nomor 4322, an. DS, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  16. Pasien nomor 4323, an. R, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  17. Pasien nomor 4324, an. FR, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  18. Pasien nomor 4325, an. SR, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Rada, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  19. Pasien nomor 4326, an. NQ, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Bontokape, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  20. Pasien nomor 4327, an. N, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  21. Pasien nomor 4328, an. YY, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Timu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  22. Pasien nomor 4329, an. SM, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  23. Pasien nomor 4330, an. BTL, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  24. Pasien nomor 4331, an. YA, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  25. Pasien nomor 4332, an. S, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  26. Pasien nomor 4333, an. SJ, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3865 dan 3866. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu;
  27. Pasien nomor 4334, an. B, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3865 dan 3866. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu;
  28. Pasien nomor 4335, an. MS, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3865 dan 3866. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu;
  29. Pasien nomor 4336, an. MARS, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3865 dan 3866. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu;
  30. Pasien nomor 4337, an. PJN, perempuan, usia 9 tahun, penduduk Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3865 dan 3866. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu;
  31. Pasien nomor 4338, an. FAK, perempuan, usia 7 tahun, penduduk Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3865 dan 3866. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu;
  32. Pasien nomor 4339, an. H, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3865 dan 3866. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu;
  33. Pasien nomor 4340, an. A, laki-laki, usia 10 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3865 dan 3866. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu;
  34. Pasien nomor 4341, an. EPD, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Sawe, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3865 dan 3866. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu;
  35. Pasien nomor 4342, an. MF, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3865 dan 3866. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu;
  36. Pasien nomor 4343, an. MJ, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3865 dan 3866. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu;
  37. Pasien nomor 4344, an. NS, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Desa Jala, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3865 dan 3866. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu;
  38. Pasien nomor 4345, an. F, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Sawe, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3865 dan 3866. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu;
  39. Pasien nomor 4346, an. NI, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Sawe, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3865 dan 3866. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu;
  40. Pasien nomor 4347, an. S, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3865 dan 3866. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu;
  41. Pasien nomor 4348, an. S, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3865 dan 3866. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu;
  42. Pasien nomor 4349, an. M, perempuan, usia 7 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3865 dan 3866.Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu;
  43. Pasien nomor 4350, an. S, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3865 dan 3866. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu;
  44. Pasien nomor 4351, an. EKI, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Rababaka, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  45. Pasien nomor 4352, an. MS, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Nae, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  46. Pasien nomor 4353, an. MZA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Loang Maka, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4246. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  47. Pasien nomor 4354, an. S, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  48. Pasien nomor 4355, an. AA, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Selong.

Hari ini terdapat penambahan 6 (enam) orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3590, an. MDI, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Dena, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 3835, an. A, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  3. Pasien nomor 3939, an.SS, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Selagik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 4033, an. MJ, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 4034, an. HI, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 4035, an. LPH, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 4106, an. H, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Lalu Gita Aryadi menghimbau, seluruh masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi.

“Mari kita tetap waspada dan disiplin menerapkan protocol kesehatan. Ini adalah kunci utama kita untuk mencegah penularan Covid-19,” katanya.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 




HBK akan Salurkan Beasiswa PIP untuk 1.000 Pelajar di Lombok

Dananya bisa dicairkan oleh para siswa penerima di Bank BRI terdekat

lombokjournal.com —

JAKARTA;    Seribu siswa Sekolah Dasar (SD) di P. Lombok dipastikan menerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP).

Bantuan pendidikan ini akan disalurkan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) pada pertengahan November ini di P. Lombok.

“Saya berharap, dengan diterimanya program PIP ini, para siswa penerima bisa lebih bersemangat lagi dalam menyelesaikan tugas belajarnya,”  kata H. Bambang Kristiono, Kamis (12/11/20).

Dalam program ini masing-masing siswa penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 450.000.

Dananya bisa dicairkan oleh para siswa penerima di Bank BRI terdekat.

Dikatakan HBK, proses pencairannya sangat mudah, nanti para Tenaga Ahli (TA) HBK di masing-masing Kabupaten/Kota akan membawa nama2 siswa penerima bea siswa tersebut ke sekolahnya masing-masing dengan dilengkapi SK terlampir.

“Selanjutnya para Kepala Sekolah akan memanggil para siswa yang memperoleh bea siswa tersebut dan memberikan virtual atau nomor account para siswa untuk dicairkan di Bank BRI terdekat,”  jelas HBK.

HBK mengatakan, sayangnya kali ini ada beberapa orang siswa yang harus gagal atau ditolak sebagai siswa penerima, karena data-data yang dikumpulkan tidak sesuai dengan data yang ada di Data Base Kemendikbud Pusat.

“Sangat disayangkan, beberapa siswa calon penerima bea siswa ini harus gagal dan tidak mendapatkan bantuan karena kurang lengkapnya administrasi yang dipersyaratkan. Saya berharap kepada para Kepala Sekolah yang siswa2nya kita ajukan untuk mendapatkan program PIP dapat menyiapkan data2nya dengan lebih baik lagi,”  papar HBK.

Menurutnya, alasan penolakan biasanya karena 3 hal yaitu, mereka sudah pernah menerima beasiswa sebelumnya, nama orang tua tidak sama dengan data yang ada di data base Pusat, atau ada kesalahan dalam penulisan tempat dan tanggal lahir.

HBK berharap, tahun depan para penerima bea siswa ini bisa lebih besar lagi jumlahnya. Bukan hanya kepada siswa Sekolah Dasar (SD), tapi juga kepada siswa2 Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), bahkan juga untuk adik-adik mahasiswa.

“Tahun depan akan kuta usahakan program beasiswa ini untuk adik-adik Mahasiswa, tentu saja dengan penyiapan data2 pendukung yang lebih baik lagi supaya tidak ada penolakan dari Kemendikbud Pusat,” ujarnya.

Kursus Bahasa Inggris Gratis HBK

Selain membagikan bea siswa PIP, HBK juga akan menyakurkan kursus bahasa Inggris online gratis.

Bagi HBK, pengembangan dan peningkatan kapasitas SDM harus terus dilakukan dengan mendorong sektor pendidikan. Dan kursus bahasa Inggris online gratis ini akan diberikan kepada 250 pelajar di P. Lombok.

Kursus bahasa Inggris online gratis ini akan dibuka pada hari Kamis, tanggal 19 November mendatang.

“Kursus bahasa Inggris dilaksanakan secara online selama satu tahun sesuai dengan tingkat kemampuan masing2 siswa penerima, bisa di tingkat elementary, tingkat intermediate atau tingkat advance,” ucapnya.

Kursus bahasa Inggris gratis ini adalah perjuangan aspirasi HBK di DPR RI bekerjasama dengan Bakti (Kemenkominfo), dan Bahaso, perusahaan startup sebagai penyedia lisensi aplikasi bahasa Inggris.

“Mudah-mudahan kursus bahasa Inggris secara online ini akan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris para generasi muda P. Lombok mengingat P. Lombok kedepan akan lebih banyak dikunjungi turis mancanegara. Apalagi setelah adanya KEK  Mandalika,”  tukas HBK.

Me (*)




Wagub Apresiasi Program PETRA dan UNDP Yang Menyangkut Hajat Hidup Masyarakat

Di masa pandemi memiliki efek besar di berbagai sektor khususnya ekonomi dan lapangan pekerjaan

LOBAR.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri pertemuan Koordinasi Kegiatan yang diinisiasi oleh Programme For Earthquake and Tsunami Infrastructure Reconstruction Assitance (PETRA) NTB secara virtual, di Hotel Jayakarta, Kamis (12/11/20).

Ia menyambut baik seluruh program Petra NTB karena menyangkut hajat hidup yang sangat mendasar dan dibutuhkan oleh masyarakat.

“Saya melihat yang disasar itu memang hajat hidup. Hal-hal mendasar yang sangat kita butuhkan, seperti pembangunan Pustu, Sekolah, Puskesmas, dan Irigasi,” tuturnya.

Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi tersebut menyampaikan Pemerintah Provinsi NTB menaruh perhatian besar pada hal-hal yang mendasar tersebut karena dari sisi kesehatan, pendidikan dan infrastruktur yang mendukung pembangunan di NTB kedepannya.

“Tentunya saya sangat berharap, program-program PETRA ini bisa dilaksanakan secara berkualitas,” jelas Umi Rohmi.

Terlebih di masa pandemi Covid-19, yang memiliki efek besar di berbagai sektor khususnya ekonomi dan lapangan pekerjaan.

Harapannya, Pemerintah Provinsi NTB dalam mengerjakan program-program PETRA ini bisa memberdayakan tenaga kerja lokal untuk mendorong bangkitnya ekonomi di masa pandemi.

“Saya mengimbau untuk sungguh-sungguh memanfaatkan tenaga kerja lokal dan dibutuhkan sinergi dan kolaborasi sehingga dari segi kualitas bisa menghasilkan kualitas yang baik,” tuturnya.

Umi Rohmi mengucapkan terima kasih kepada PETRA dan UNDP. Ia berharap sinergi dan kolaborasi ini terus ditingkatkan untuk kepentingan dan bermanfaat bagi masyarakat NTB.

“Kita menata bersama-sama masa depan dengan optimis dan bergandengan tangan kita bisa memberikan yang terbaik,” katanya.

Rr/HmsNTB

 




Gubernur Kunjungi 4 Kecamatan Korban Angin Puting Beliung

SUMBAWA.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengunjungi ke lokasi musibah angin puting beliung yang menimpa warga di empat Kecamatan di Pulau Sumbawa.

Empat kecamatan yang terdampak, yaitu Kecamatan Alas Barat terdiri dari 12 rumah, satu sekolah (SMAN 1 Alba) dan satu puskesmas di Desa Lekong. Di Desa Labuhan Mapin 23 rumah, dan di Desa Usar Mapin, 30 rumah,

17 rumah juga tersapu angin di Desa Gontar, serta 15 rumah, satu masjid, satu mushalla di Desa Gontar Baru. Bahkan di Desa Usar Mapin terdapat dua rumah roboh.

Kemudian di Kecamatan Alas angin puting beliung menyebabkan Kantor Desa Marente roboh bagian depan. Di Kecamatan Buer satu rumah roboh, tiga rumah atap terangkat angin, satu rumah miring, dan enam rumah mengalami kerusakan dinding. Sedangkan di Kecamatan Labuhan Badas terdapat beberapa rumah rusak.

“Musibah ini bisa melanda siapa saja, dimanapun kita tinggal, kita semua harus tetap waspada,” ungkap Bang Zul, Kamis (12/11/20).

Bang Zul akan mengupayakan perlengkapan seluruh kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan rumah yang rusak akibat angin puting beliung tersebut.

“InsyaAllah, seluruh kebutuhan masyarakat akan kami penuhi bersama pemerintah kabupaten,” tutup Bang Zul.

Rr/HmsNTB




Pendidikan Kecakapan Wirausaha, Diharapkan Munculkan Wirausaha Yang Inovatif, Kreatif dan Berdaya Saing

Para peserta dapat mengaplikasikan ilmu dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat

LOBAR.lombokjournal.com

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bekerja sama dengan Dekranasda Provinsi NTB menyeleggarakan pelatihan wirasawasta bagi para perajin, Rabu (11/11/20).

Kegiatan itu bertujuan meningkatkan kualitas kerajinan lokal bagi para pengrajin di daerah wisata Mandalika.

Pada penutupan diklat pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan wirausaha baru bagi para pengrajin di wilayah Mandalika. di Hotel Sheraton, Lombok Barat, Ketua Umum Dekranasda Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan, berwirausaha pada masa pandemi Covid-19 merupakan pilihan yang tepat.

Kehadiran UMKM mendapat ruang di tengah masyarakat, sebagai upaya nyata peningkatan perekonomian di NTB.

“Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) destinasi pariwisata super prioritas guna menunjang perhelatan akbar MotoGP 2021 yang memiliki manfaat yang begitu besar bagi NTB,” jelas Hj. Niken.

Hj. Niken yang saat itu menggunakan tenun khas Sasak berwarna merah muda menyampaikan,  kerajinan memiliki peluang untuk memasarkan produk-produk kerajinan khas NTB.

Adanya pelatihan ini, diharapkan akan lahir pelaku wirausaha baru yang inovatif, kreatif mandiri dan berdaya saing, serta memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Disamping selalu melakukan upgrade pengetahuan dan keterampilan yang dapat menunjang aktivitas dalam mengelola usahanya, pelatihan ini juga merupakan upaya peningkatan kualitas SDM para pengrajin, agar mampu bertahan di lapangan,” ungkap Hj. Niken.

Hj. Niken berharap dengan adanya pelatihan ini, para peserta dapat mengaplikasikan ilmu dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

“Mari kita sama-sama berikhtiar mewujudkan masyarakat NTB yang Gemilang,” tutupnya.

Menyiapkan SDM

Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas Pusat, Endang Budi Karya mengatakan, Mandalika yang dipersiapkan untuk perhelatan MotoGP 2021 diharapkan terus mendorong pengembangan infrastruktur serta mempromosikannya secara masif.

“SDM di wilayah Mandalika juga harus dipersiapkan agar tidak tertinggal dan dapat merasakan hasil pembangunan ini dengan meningkatnya kesejahteraan mereka,” tuturnya.

Dekranas memandang sangat penting untuk melakukan pembinaan dan pengembangan UKM Penrajin di Mandalika.

Ia berharap peran Dekranasda Provinsi, Kota dan Kabupaten di NTB untuk terus menggali potensi produk kerajinan yang dapat dikembangkan untuk selanjutnya diberikan motivasi sehingga lebih kreatif dan inovatif.

“Berbagai kriya souvenir khas destinasi dengan identitas tradisional telah dibuat, ditangan asuhan para mentor pelatih-pelatih pakar di bidangnya. Para peserta pelatihan telah mampu menghasilkan kriya souvenir dengan desain yang kreatif, inovatif dan kekinian,” kata Endang.

Rr/HmsNTB

 

 




Perlu Tahu untuk Siap-siap, Perkiraan Iuran Kelas Standar BPJS Kesehatan

Seluruh peserta BPJS Kesehatan nantinya akan mendapatkan fasilitas dan layanan yang sama dalam melakukan rawat inap di rumah sakit

lombokjournal.com —

JAKARTA;  Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) masih terus membahas penerapan kelas standar untuk peserta BPJS Kesehatan di tahun depan. Setidaknya akan ada 11 kriteria dalam penetapan kelas standar BPJS Kesehatan.

Anggota DJSN Muttaqien menjelaskan, pengkajian kelas standar masih terus dibahas oleh pihaknya, Kementerian Kesehatan, Asosiasi Rumah Sakit (RS), dan stakeholder lainnya.

Penerapan kelas standar, kemungkinan akan dibagi ke dalam dua kelas, yakni Kelas A yang diperuntukkan bagi peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) dan Kelas B diperuntukkan untuk peserta Non-PBI JKN. Dari penerapan Kelas A dan B tersebut, memiliki 11 kriteria.

Dari ke-11 kriteria tersebut ada dua perbedaan antara Kelas A dan Kelas B. Misalnya, di Kelas A, minimal luas per tempat tidur (dalam meter persegi/m2) adalah 7,2 m2 dengan jumlah maksimal 6 tempat tidur per ruangan.

Sementara di Kelas B luas per tempat tidur 10m2, dengan jumlah maksimal tempat 4 tidur per ruangan. Adapun 9 kriteria kelas standar A dan B lainnya memiliki konsep yang sama, yakni:

  1. Bahan bangunan tidak boleh memiliki porositas yang tinggi.
  2. Jarak antar tempat tidur 2,4 meter. Antar tepi tempat tidur minimal 1,5 meter, dengan standar tempat tidur semi elektrik;
  3. Disediakan satu nakas atau meja kecil per tempat tidur;
  4. Suhu ruangan antara 20-26 derajat celcius.
  5. Kamar mandi di dalam ruangan. Kamar juga memiliki standar aksesibilitas, misalnya memiliki ruang gerak yang cukup untuk pengguna kursi roda, dilengkapi pegangan rambat (handrail), dan sebagainya.
  6. Rel pada tirai dibenamkan atau menempel di plafon dan bahan tidak berpori.
  7. Menjamin pertukaran udara untuk mekanik minimal pertukaran 6 kali per jam untuk ventilasi alami
  8. Mengoptimalkan pencahayaan alami. Jika pencahayaan buatan, maka intensitas pencahayaannya 250 lux untuk penerangan dan 50 lu untuk tidur.
  9. Setiap tempat tidur dilengkapi dengan; minimal 2 stop kontak dan tidak boleh percabangan/sambungan langsung tanpa pengamanan arus, outlet oksigen, dan nurse call yang terhubung dengan nurse.

Dari 11 kriteria yang sudah disusun itu, kata Muttaqien pihak RS menyatakan paling tidak butuh waktu untuk menyesuaikan. RS Swasta misalnya, mengusulkan paling tidak butuh waktu 6 bulan sejak peraturan diterapkan.

Mengenai besaran iuran, Muttaqien mengatakan sampai saat ini, pihaknya masih membuat beberapa simulasi dan menarik data yang ada di BPJS Kesehatan. Diakuinya, penetapan iuran ini akan dilakukan dengan sangat hati-hati.

“Agar memperkuat ekosistem JKN untuk keberlanjutan dan peningkatan kualitas JKN. Juga masih menunggu keputusan final dari kebijakan manfaat terkait Kebutuhan Dasar Kesehatan, yang juga akan memiliki pengaruh kepada besaran iuran nanti,” kata Muttaqien kepada CNBC Indonesia.

Dalam penamaan kelas standar, sesuai arahan dari konsultan publik DJSN, kemungkinan kelas standar akan dinamakan dengan Kelas Rawat Inap (KRI) JKN. Penamaan kelas standar diakui terdengar kurang bermutu.

“Jika dinamakan kelas standar, maka asumsi yang muncul di benak masyarakat adalah kelas yang minimalis dan kurang bermutu. Sehingga kelas standar kita coba kenalkan dipanggil dengan istilah KRI JKN. Kelas rawat inap yang ditanggung oleh program JKN,” tuturnya.

Untuk diketahui, Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), seharusnya kelas standar sudah bisa ditetapkan pada 2004 silam. Namun, proses penyusunan kriteria baru berlangsung sejak 2018 lalu.

Ketentuan mengenai kelas standar juga tercantum dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020.

Pada Pasal 54 A berbunyi untuk keberlangsungan pendanaan Jaminan Kesehatan, menteri bersama kementerian/lembaga terkait, organisasi profesi, dan asosiasi fasilitas kesehatan melakukan peninjauan manfaat Jaminan Kesehatan sesuai kebutuhan dasar kesehatan (KDK) dan rawat inap kelas standar paling lambat Desember 2020.

Kelas standar akan menggantikan sistem kelas 1,2, dan 3 untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP). Dengan demikian, seluruh peserta BPJS Kesehatan nantinya akan mendapatkan fasilitas dan layanan yang sama dalam melakukan rawat inap di rumah sakit nantinya.

Dengan diberlakukannya kelas standar ini diharapkan menjadi solusi atas polemik kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Termasuk juga antisipasi terhadap lonjakan permintaan peserta untuk turun kelas demi menghindari membayar lebih mahal.

Pemberlakuan kebijakan kelas standar bagi peserta BPJS Kesehatan diperkirakan akan berlaku pada awal 2021. Penerapannya akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2022.

Rr/CNBC Indonesia




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 11 Nopember 2020, Bertambah 28 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 19 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Angka kesembuhan Covid-19 di Provinsi NTB terus bertambah. Meski demikian, tetap ada penambahan jumlah kasus positif baru

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Dompu, dan Laboratorium TCM RSUD H. L. Manambai Abdulkadi mengkonfirmasi, ada tambahan 28 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Rabu (11/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 265 sampel dengan hasil 235 sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 28 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 19 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 28 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 19 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (11/11/2020) sebanyak 4.307 orang, dengan perincian 3.609 orang sudah sembuh, 231 meninggal dunia, serta 467 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 28 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 19 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

  1. Pasien nomor 4280, an. IDNDM, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  2. Pasien nomor 4281, an. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Dorebara, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  3. Pasien nomor 4282, an. M, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3805. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  4. Pasien nomor 4283, an. A, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  5. Pasien nomor 4284, an. NJ, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Poja, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  6. Pasien nomor 4285, an. SW, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Kaleo, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  7. Pasien nomor 4286, an. RF, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  8. Pasien nomor 4287, an. N, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Rai Oi, KecamatanSape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  9. Pasien nomor 4288, an. N, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  10. Pasien nomor 4289, an. KK, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Lanta, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  11. Pasien nomor 4290, an. Q, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  12. Pasien nomor 4291, an. J, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  13. Pasien nomor 4292, an. SL, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  14. Pasien nomor 4293, an. R, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  15. Pasien nomor 4294, an. S, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Rai Oi, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  16. Pasien nomor 4295, an. NA, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Rai Oi, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  17. Pasien nomor 4296, an. A, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Rai Oi, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  18. Pasien nomor 4297, an. MN, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  19. Pasien nomor 4298, an. EA, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  20. Pasien nomor 4299, an. T, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  21. Pasien nomor 4300, an. TH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  22. Pasien nomor 4301, an. MG, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Bontokape, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  23. Pasien nomor 4302, an. S, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Darusalam, KecamatanBolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  24. Pasien nomor 4303, an. SM, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  25. Pasien nomor 4304, an. RF, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  26. Pasien nomor 4305, an. SW, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Rada, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  27. Pasien nomor 4306, an. AHA, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  28. Pasien nomor 4307, an. F, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Empang Atas, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H. L. Manambai Abdulkadir.

Hari Rabu ini terdapat penambahan 19 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3587, an. MH, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 3589, an. N, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Dena, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima;
  3. Pasien nomor 3647, an. L, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  4. Pasien nomor 3722, an. NKC, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 3836, an. WS, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Bontokape, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  6. Pasien nomor 3898,an. RH, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 3956, an. AWA, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 3972, an. F, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  9. Pasien nomor 3994, an. MH, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Pringgajurang, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 4025, an. H, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  11. Pasien nomor 4027, an. AW, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  12. Pasien nomor 4029, an. MS, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  13. Pasien nomor 4110, an. AM, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  14. Pasien nomor 4141, an. MBH, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Lepak, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur;
  15. Pasien nomor 4199, an. NL, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa;
  16. Pasien nomor 4200, an. SR, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  17. Pasien nomor 4201, an. S, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Jorok, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  18. Pasien nomor 4202, an. SM, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Nijam, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 4211, an. MAN, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Buin Baru, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa.

Hari Rabu juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 4281, an. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Dorebara, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi menghimbau,  seluruh masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi.

Alhamdulillah angka kesembuhan Covid-19 di Provinsi NTB terus bertambah. Meski demikian, tetap ada penambahan jumlah kasus positif baru.

“Karenanya, mari tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ini adalah kunci utama kita untuk mencegah penularan Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

Protokol kesehatan tersebut, mulai dari penggunaan masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dan membudayakan pola hidup bersih dan sehat, haruslah dapat dijadikan tatanan hidup baru bagi seluruh masyarakat NTB.

Menurutnya, dengan cara demikian, Insya Allah kita bisa tetap aman dan produktif di tengah pandemic. Covid-19 ini.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Korban Kebakaran Batu Rotok, Selain Rumah Juga Fasilitas Dasar Jadi Atensi Pemda

Dari semua keluhan masyarakat, yang paling utama adalah rumah

SUMBAWA.lombokjournal.com

Desa Batu Rotok, Kecamatan Batulanteh, merupakan desa terpencil di Kabupaten Sumbawa. Akses jalan yang belum diaspal, penuh bebatuan serta terjal membuat siapa saja yang datang harus berhati-hati.

Selain akses jalan yang belum diaspal, Desa Batu Rotok belum ada aliran listrik. Sejumlah masyarakat menggunakan tenaga surya dan mikro hidro. Jadi kalau airnya surut, lampu akan meredup, bahkan mati.

Cerita keterbatasan fasilitas dasar di Batu Rotok tak henti sampai di situ, kebakaran hebat yang melalap ratusan rumah waga menambah derita mereka.

Bagaimana tidak, rumah tempat biasa mereka bercengkrama bersama keluarga, kini rata dengan tanah.

Dari dalam tenda, Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah mendengar berbagai keluh kesah masyarakat saat  orang nomor satu di NTB itu datang ke Batu Rotok, Selasa (10/11/20). Momentum kedatanagan Gubernur benar-benar digunakan untuk curhat oleh masyarakat.

“Pak Gubernur, kami hanya punya semangat. Rumah tidak ada, apalagi listrik dan sinyal internet,” ungkap Hariati.

Kepada Gubernur, Ibu rumah tangga tersebut meminta perhatian sepenuhnya kepada masyarakat Batu Rotok. Menurutnya, selain berdo’a, bantuan dari pemerintah menjadi satu-satunya tumpuan masyarakat.

“Banyak anak kami putus sekolah gara-gara akses jalan yang rusak serta sekolah yang jauh,” tambah perempuan berusia 45 tahun tersebut.

Sementara itu, Makbullah, mengeluhkan jalan yang sejak ia lahir hingga sekarang tidak ada perubahan sama sekali. Menurutnya, akses jalan tersebut sangat penting karena menjadi salah satu faktor penunjang kesejahteraan masyarakat.

“Jalan rusak, gelap, sebelah kiri dan kanan jurang, tiap hari jalan tersebut kami lalui,” ungkapnya sedih.

Selain jalan, Makbullah juga menceritakan masalah kesehatan. Laki-laki berusia 38 tahun tersebut mengatakan, penyaikit diare paling sering dirasakan masyarakat. Untuk berobat pun sangat jauh, lagi-lagi mereka harus melewati jalan yang cukup berbahaya.

“Kalau sakit, kadang pakai obat tradisional, kalau ke rumah sakit, jauh, bahaya,” tambahnya.

Menanggapi keluhan masyarakat, Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah akan terus mengikhtiarkan seluruh keluh kesah masyarakat tersebut. Dari semua keluhan masyarakat, yang paling utama adalah rumah.

“Dalam waktu dekat, perumahan untuk masyarakat terdampak kebakaran akan segera dibangun,” ungkap Bang Zul.

Ke depan, lanjut Bang Zul, masalah listrik, jalan, serta kesehatan akan terus diperhatikan.

BACA JUGA;

“Beberapa kepala OPD sudah kami bawa. Jadi, seluruh keluhan bapak ibu semua sudah di catat, dan saya minta untuk di tindak lanjuti,” tutup Gubernur di hadapan beberapa Kepala OPD yang juga ikut mendengat curhat warga dari bawah tenda.

Rr/HmsNTB




Gubernur Jadi Tumpuan Harapan, Bagi Korban Kebakaran di Batu Rotok

Pemerintah diharapkan secepatnya membangun rumah layak huni

SUMBAWA.lombokjournal.com

Masyarakat Batu Rotok, Kecamatan Batulanteh Kabupaten Sumbawa korban kebakaran, menyambut gembira kedatangan Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah ke lokasi kebakaran, Selasa (10/11/20).

Kedatangan Gubernur menjadi pemberi harapan terkait masa depan mereka setelah rumah tempat tinggal mereka telah rata dengan tanah.

Salah seorang pemuda Batu Rotok, Ardyan, mengaku bersyukur didatangi sekaligus diberikan bantuan oleh orang nomor satu di Provinsi NTB tersebut. Menurutnya, Bang Zul sangat tanggap membantu masyarakat yang tertimpa musibah kebakaran.

“Setelah kebakaran, kami bersyukur dapat bantuan dari pemerintah provinsi dan kabupaten,” ungkapnya dari bawah tenda terpal.

Ia membayangkan, jika tidak ada bantuan dari pemerintah dan pihak terkait lainnya, dia tidak tau lagi seperti apa kondisi masyarakat yang ada di desanya. Sebab, rumah dan isinya sudah ludes terbakar.

“Kami hanya mampu berdo’a, sejak kebakaran hari pertama, beberapa rekannya terpaksa tidur beralaskan bumi dan berdinding langit,” tutur pria berusia 22 tahun tersebut.

Lain lagi Hadijah, 34, ibu rumah tangga, berterimaksih atas bantuan yang telah diberikan oleh Gubernur NTB. Menurut Hadijah, bantuan tersebut sedikit tidak telah mengurangi rasa sedihnya sejak tertimpa musibah kebakaran.

BACA JUGA;

“Ya, tadi sudah dibawakan tenda, selimut, pakaian dan makanan, terima kasih pak Gubernur,” tuturnya.

Ia  berharap, pemerintah secepatnya membangunkan masyarakat rumah layak huni. Karena saat ini Desa Batu Rotok sudah mulai musim hujan, jangan sampai masyarakat berlama-lama tidur di tenda, apalagi ia sendiri punya anak yang masih kecil.

“Mudah-mudahan ada rumah layak huni,” pintanya saat ditemui disela-sela membersihkan puing-puing rumah kayu miliknya.

Rr/HmsNTB




Kunjungi Korban di Batu Rotok, Gubernur Janjikan Bantuan Perumahan

Pemprov NTB bersama dengan Pemkab Sumbawa akan berupaya menuntaskan bantuan perumahan warga yang terbakar

SUMBAWA.lombokjournal.com

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah mengunjungi lokasi kebakaran di Desa Batu Rotok Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa  Selasa (10/11/20).

Gubernur bersama rombongan mengunjungi desa tersebut setelah menempuh perjalanan dengan medan yang cukup berat, terlebih di musim hujan ini.

Kebakaran yang terjadi hari Sabtu (07/10/20) pada pukul 16.10 Wita lalu mengakibatkan 120 unit rumah terbakar, mengakibatkan 280 jiwa terdampak akibat musibah kebakaran tersebut berdasarkan laporan dari kades setempat.

Kebakaran berawal dari meledaknya aki di salah satu rumah warga. Karena sebagian rumah warga terbuat dari kayu, api cepat membesar dan menyebar ke rumah warga lainnya.

Warga pun bergorong royong memadamkan api yang terus menyebar kemana-mana. Namun banyak barang dan isi rumah tidak dapat diselamatkan.

“Pemprov NTB akan terus membantu masyarakat Batu Rotok,” ungkap Gubernur saat memberikan bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak musibah kebakaran.

Bantuan yang diberikan seperti pakaian, tenda, makanan, perlengkapan kebutuhan bayi dan lainnya.

BACA JUGA;

Tak lupa, Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut mendo’akan serta meminta masyarakat untuk tetap bersabar sambil menunggu bantuan pembangunan perumahan.

“Insya Allah dalam waktu dekat, bantuan perumahan warga akan ditunaikan, mohon do’a,” tambah Bang Zul.

Gubernur mengatakan, pihaknya di Pemprov NTB bersama dengan Pemkab Sumbawa akan berupaya menuntaskan bantuan perumahan warga yang terbakar tersebut.

Karena rumah merupakan kebutuhan dasar warga yang harus ada.

Rr/HmsNTB