Komitmen Beri Layanan Kesehatan, Pemprov NTB Benahi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial

Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen melayani masalah kesehatan untuk masyarakat khususnya bagi yang tidak mampu

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi NTB melakukan berbagai  upaya agar masyarakat mampu menerima pelayanan kesehatan dengan baik, hal ini terkait Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan itu saat menerima Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden RI di Ruang Rapat Anggrek, Rabu (18/11/20).

“Semua kita upayakan, sehingga alhamdulillah hingga saat ini kita dorong untuk membenahi data,” jelas Wagub.

Kunjungan yang dilakukan oleh staf ahli untuk monitoring dan evaluasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan upaya perlindungan korban kekerasan seksual.

Wagub mengatakan, NTB saat ini sedang berbenah terkait Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dimiliki Dinas Sosial, ke depan harus selaras dengan data BPJS.

Pemerintah Provinsi menginisiasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk melakukan validasi data.

“Mudah-mudahan dengan perbaikan data ini, diharapkan tidak ada lagi istilah masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan,” jelas Wagub.

Intinya, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen melayani masalah kesehatan untuk masyarakat khususnya bagi yang tidak mampu.

Wagub dalam kesempatan pertemuan itu juga menyampaikan terkait kekerasan seksual pada perempuan dan anak.

Menurutnya, edukasi adalah sumber yang harus terus didorong dan memberdayakan fasilitas yang dikira mampu untuk masuk dalam kurikulum di sekolah.

Ke depan, seluruh Posyandu di NTB akan menjadi Posyandu Keluarga.  Posyandu Keluarga ini bukan hanya bagi bayi dan ibu hamil tetapi akan melayani bayi hingga lansia.

“Jadi, permasalahan kesehatan dan sosial yang ada di tingkat dusun bisa tertangani dari sisi edukasi melalui Posyandu. Tidak semata membahas tentang kesehatan tetapi lingkungan bahkan pernikahan anak,” ungkap Wagub.

Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Aditya Syarief mengaku terkesan dengan dengan program-program yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Pada Kunjungannya ini, ia melakukan pemantauan dan evaluasi terkait program prioritas presiden dan khususnya monitoring pada kebijakan dan janji-janji presiden.

“Dalam agenda kali ini, monitoring pelaksanaan dengan skala nasional. Kedua, terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak serta penanganannya seperti apa. Selain itu juga bagaimana kita mensinergikan agenda pusat dan daerah untuk 5 tahun kedepan,” jelasnya.

Rapat tersebut diikuti pula oleh Asisten I Setda NTB, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala Dinas DP3AP2KB Provinsi NTB, Kepala Dinas PMPD dan Dukcapil Provinsi NTB serta Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB.

Rr/HmsNTB




 ‘Indonesia Government Procurement Award’, NTB Berprestasi Dalam Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa

 Selain mengadopsi standar internasional, pusat Pelatihan Unggulan Pengadaan Barang/Jasa Pemprov dikelola penuh oleh putra-putri terbaik Nusa Tenggara Barat

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi NTB menyabet penghargaan Indonesia Government Procurement Award yang diselenggarakan oleh salah satu penyelenggara negara, yaitu Lembaga Kebijakan Penyelenggara Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) RI.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala LKPP, Roni Dwi Susanto pada Rakornas Pengadaan 2020 di Bogor pada Rabu (18/11/20).

Kepala LKPP RI menilai, Pemprov NTB menjadi salah satu Pemerintah Daerah dengan lembaga pelatihan dan pelaksana ujian Pengadaan Barang/Jasa (PJB) berprestasi di Indonesia.

Menurut Dwi Susanto, komitmen dan kerja keras Pemerintah Provinsi NTB dalam mengembangkan Pusat Pelatihan Unggulan Pengadaan Barang/Jasa, patut diapresiasi dan menjadi contoh kepada provinsi lainnya di Indonesia.

“Kami, dari LKPP, mengapresiasi provinsi NTB, khususnya kepada BPSDM yang telah berfokus dan berkonsentrasi meningkatkan kemampuan di bidang barang dan jasa,” ungkapnya di hadapan Presiden Jokowi yang juga hadir secara virtual.

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengucapkan rasa terimakasihnya atas kolaborasi LKPP RI selama ini.

Menurutnya, penghargaan tersebut sangat tepat diberikan kepada provinsi NTB.

Pasalnya, selain mengadopsi standar internasional, pusat Pelatihan Unggulan Pengadaan Barang/Jasa tersebut dikelola penuh oleh putra-putri terbaik Nusa Tenggara Barat.

“Penghargaan ini semata-mata atas kerjasama dan kerja keras putra-putri Provinsi NTB dalam mengembangkan Pelatihan Unggulan Pengadaan Barang/Jasa,” ungkap kandidat Doktor Universitas Airlangga tersebut di ruang kerjanya.

Dikatakan, penghargaan bergengsi tersebut harus terap dipertahankan, karena pusat pelatihan tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan daerah, yang menarik banyak profesional pengadaan untuk mengikuti diklat.

Di samping, pusat pelatihan itu merupakan kepanjangan tangan dari LKPP dalam mendukung kebijakan pengadaan nasional.

“Ya, segala sesuatu yang baik harus tetap kita pertahankan dan tingkatkan,” kata Najam.

Rr/HmsNTB




Pesan Bang Zul, Jadikan Maulid Sebagai Penyemangat dan Satukan Gairah Keislaman

Tauladan kepemimpinan Rasulullah bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari

SUMBAWA.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat merayakan maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Iman, Desa Jorok, Kec Unter Iwes, Sumbawa, Rabu (18/11/20) berpesan, agar momentum Maulid dijadikan sebagai penyemangat dalam menyatukan gairah keislaman.

“Mari jadikan momentum maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai penyemangat kesatuan serta gairah keislaman kita semua,” ungkap Bang Zul, sapaan akrab Gubernur.

Gubernur menyampaikan, tauladan kepemimpinan Rasulullah bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Siapapun yang akan menjadi pemimpin, agar menyiapkan diri menjadi pelayan. Bukan untuk dilayani.

“Sebagai seorang muslim, kita semua dianjurkan untuk meneladani perbuatan, perkataan, serta seluruh fitrahNya dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Bang Zul dari atas mimbar.

Bang Zul meminta masyarakat untuk tetap menjaga keutuhan serta kerukunan umat beragama di NTB. Dengan harapan, NTB menjadi daerah yang ramah serta daerah nyaman dikunjungi oleh siapapun.

“Apapun agama kita, silaturahmi harus tetap terjaga,” tutup Bang Zul.

Kepala Desa Jorok, Rusman Akang mengucapkan terimakasih atas kesediaan Gubernur NTB yang telah berkenan merayakan maulid bersama masyarakat Desa Jorok.

“Semoga kedatangan Pak Gubernur bisa memberikan berkah dan memberikan inspirasi bagi kita untuk terus membangun desa darat ke depan,” kata Kades yang akrab disapa Roman ini.

Salah seorang Jamaah Maulid, Rusni Ahmad, mengaku senang dengan kedatangan orang nomor satu di Provinsi NTB tersebut. Ia bangga dapat bersholawat serta mendengar secara langsung ceramaah persatuan yang disampaikan oleh Gubernur NTB.

“Alhamdulillah sangat senang bisa bersholawat langsung bersama pak Gubernur,” ungkap pria berusia 29 tahun tersebut.

Rr/HmsNTB

 




Komunitas Internasional Puji Program ‘Open Government’ Pemprov NTB

Pemprov NTB dan Sumbawa Barat akan bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil setempat dan anggota OGP lainnya, untuk memajukan agenda “Open Government” di tingkat lokal dan mentransformasi cara pemerintah melayani warganya

MATARAM.lombokjournal.com

Program-program “Open Government”, yang dilakukan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Non Government Organization (NGO), Pemda kabupaten/kota dan masyarakat, peroleh pujian Sekretariat Open Government Partnership (OGP) di Washington, DC.

Hal tersebut disampaikan Rudi Borrmann, Deputy Director, OGP Local, saat pertemuan perdana anggota OPG dunia yang digelar secara virtual, Rabu (18/11/20).

I Gede Putu Aryadi

“Kolaborasi yang dilakukan Provinsi NTB bersama NGO, masyarakat, dan provinsi dengan kabupaten dan kota dalam menjalankan Open Government sangat menarik. Kolaborasi yang luar biasa. Ini satu-satunya di dunia!” ujar Rudi Borrmann.

Kolaborasi Program pengembangan Open Government tersebut yang dilakukan di NTB sendiri senantiasa mendapat dukungan dari unsur pimpinan daerah, yakni Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah.

Dinas Kominfotik NTB berperan sebagai koordinator dalam perencanaan dan pelaksanaan program bekerja sama dengan 45 perangkat daerah lingkup pemerintah provinsi sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Komisi Informasi  Daerah dan Komisi Penyiaran Daerah juga memperkuat dalam penyelenggaraan keterbukaan informasi publik dan menjamin kualitas informasi di media.

“Mitra kami dari unsur non pemerintahan adalah berbagai CSO, di antaranya FITRA NTB, SOMASI NTB, PWYP Indonesia dan juga Open Government Partnership Indonesia,” jelas Kadis Kominfotik NTB, I Gede Putu Aryadi.

Dalam pertemuan perdana ini, setiap anggota OGP lokal membahas program-program strategis mereka terkait Open Government.

Kemudian akan ditindaklanjuti dengan membuat action plan yang akan dipersentasikan pada bulan Desember mendatang. Selama itu, OGP membentuk what’sapp group yang berisi anggota OGP di seluruh dunia untuk dapat berdiskusi bersama.

Dan pada Januari hingga Februari 2021 mendatang akan digelar pelatihan yang akan dibiayai sepenuhnya oleh OGP.

Gede, panggilan akrab Kadis Kominfotik NTB mengatakan, Provinsi NTB akan mengusulkan tiga inovasi keterbukaan informasi publik yang dimilikinya yakni NTB Care, NTB Satu Data, dan SIP Posyandu.

Aplikasi Mobile yang menjadi mata, telinga dan tangan Pemerintah Provinsi NTB untuk menangkap, memahami dan merespon pengaduan masyarakat.

NTB Satu Data adalah Sistem Data Terbuka yang menyediakan data resmi Pembangunan NTB yang dihimpun dari berbagai sumber. Dan SIP Posyandu adalah sebuah aplikasi yang menghimpun seluruh data posyandu yang ada di seluruh posyandu di NTB.

“Kita akan segera menyusun action plan dan berkolaborasi dengan dengan NGO serta masyarakat. Harapan kita bisa mendapatkan dukungan sepenuhnya dari OGP,” harap Gede.

OGP sendiri memiliki 55 anggota lokal baru yang terdiri dari 64 pemerintah daerah dari 32 negara yang bergabung dengan OGP Lokal, Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi d iantaranya.

Ekspansi ini yang terbesar dalam sejarah OGP, terjadi pada saat yang kritis karena kota dan komunitas lokal berada di garis depan dalam upaya menanggapi Covid-19 bersamaan dengan menghadapi anggaran yang terbatas dan ketidakamanan iklim. 56 anggota baru dipilih dari 112 aplikasi.

Pemprov NTB  dan Kabupaten Sumbawa Barat sebelumnya telah resmi terpilih menjadi bagian dari OGP, sebuah organisasi yang mempertemukan pemerintah dan tokoh masyarakat sipil untuk menciptakan lingkungan yang lebih transparan, inklusif, dan pemerintahan yang partisipatif.

Sebagai anggota baru OGP, Pemprov NTB dan Sumbawa Barat akan bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil setempat dan anggota OGP lainnya, untuk memajukan agenda “Open Government” di tingkat lokal dan mentransformasi cara pemerintah melayani warganya.

ikp/ Diskominfotikntb




KUA PPAS APBD NTB 2021 Ditandatangani,  Diharapkan Memperlancar Pelaksanaan APBD

Seluruh program telah dirancang dan disepakati Pemerintah Daerah dan DPRD

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi NTB bersama DPRD Provinsi NTB menandatangani KUA PPAS APBD Provinsi NTB tahun anggaran 2021 di ruang sidang utama DPRD Provinsi NTB, Rabu (18/11/20).

“Ini semua berkat kerja sama yang baik antara pemerintah provinsi NTB dengan DPRD provinsi NTB, seluruh pihak yang memberikan kontribusi sampai dengan KUA PPAS ini kita tandatangani bersama,” kata Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah usai penandatanganan dokumen tersebut.

KUA PPAS APBD Provinsi NTB tahun anggaran 2021 ini menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam menyusun dan mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun anggaran 2021.

“Mudah-mudahan ini bisa memberikan jalan kepada APBD Provinsi NTB tahun anggaran 2021 bisa lancar kita bahas dan nantinya bisa kita tetapkan pada waktu yang tepat, sehingga pelaksanaan APBD 2021 nanti bisa berjalan dengan lancar,” jelas Wagub.

Wakil Gubernur NTB yang kerap disapa Umi Rohmi ini berharap, seluruh program yang telah dirancang dan disepakati bersama baik dari Pemerintah Daerah maupun DPRD Provinsi dapat terlaksana dengan baik dan membawa Provinsi NTB ini sesuai dengan cita-cita yang telah dituangkan dalam RPJMD.

“Harapan tentunya seluruh apa yang kita lakukan, program-program yang ada maupun juga termasuk pokir dewan, kita harapkan bisa mengerucut kepada tujuan bagaimana kita wujudkan NTB yang gemilang dari program-program yang ada yang kita rencanakan bersama,” tuturnya.

Ingatkan Protokol Kesehatan

Tak lupa, Umi Rohmi dalam kesempatan tersebut mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan untuk menekan penularan Covid-19 di provinsi NTB.

Kedisiplinan pada protokol kesehatan menjadi salah satu jalan terpenting dalam mengurangi angka positif Covid-19.

“Kami juga ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa kita masih dalam kondisi pandemi Covid-19, maka dari itu, penegakan protokol Covid ini menjadi sesuatu yang tidak boleh berhenti, harus terus menerus kita kampanyekan,” ucapnya.

Ia minta kepada segenap pejabat yang hadir untuk turut serta mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat utamanya di sekitar lingkungan masing-masing agar masyarakat memiliki pemahaman betapa pentingnya protokol kesehatan ini.

“Tidak hanya kita yang mematuhi protokol Covid, tetapi bagaimana tanggungjawab kita atas seluruh masyarakat NTB, juga secara persuasif memahami betapa pentingnya protokol Covid-19 ini,” jelasnya.

Rr/HmsNTB




  BIZAM Lombok Raih Predikat Bandara Sehat 2020

MATARAM.lombokjournal.com

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok meraih predikat sebagai “Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat 2020” dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Penghargaan ini diberikan dalam ajang “Pemberian Penghargaan Bidang Kesehatan Lingkungan Tahun 2020″, Selasa (17/11/20) yang digelar secara daring.

Penghargaan ini merupakan apresiasi Kementerian Kesehatan atas dukungan dan komitmen pelabuhan dan bandar udara dalam mewujudkan lingkungan sehat yang memenuhi kriteria sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat.

Penghargaan ini sudah digelar sebanyak empat kali sejak 2013 sebagai agenda rutin dua tahun sekali. Pada tahun 2020 ini, dari 12 bandara yang mengikuti verifikasi penilaian untuk mendapatkan penghargaan, terpilih 7 bandara yang mendapat predikat “Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat 2020”.

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan, Pemprov NTB bangga dengan predikat Bandar Udara Sehat 2020 tersebut.

Predikat tersebut akan memiliki kontribusi positif terhadap Provinsi NTB dari segi citra pengelolaan  fasilitas publik yang baik dan ideal.

“Lingkungan bandara yang sehat, aman, nyaman, dan bersih adalah kebutuhan semua orang. Predikat Bandar Udara Sehat itu juga menambah kepercayaan diri kita untuk menyambut tamu atau wisatawan yang datang ke NTB,” terang  Najamuddin Amy, Selasa (17/11/20).

Menurutnya, terciptanya BIZAM Lombok sebagai bandara yang sehat tentu tak terlepas dari peran besar PT. Angkasa Pura (AP) I serta stakeholder lainnya yang selama ini berkontribusi positif untuk kemajuan bandara.

Sebelumnya, General Manager PT. AP I BIZAM Lombok, Nugroho Jati mengatakan, selain bandara Lombok, enam bandara di Indonesia yang diberi predikat sebagai Bandar Udara Sehat 2020 yaitu Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang (Jawa Tengah), Bandar Udara SAMS Sepinggan Balikpapan (Kalimantan Timur), Bandara Raja Haji Fisabililah Tanjung Pinang (Kepulauan Riau), Bandara Soekarno-Hatta (Banten), Bandara Sultan Thaha (Jambi), dan Bandara Kalimarau Berau (Kalimantan Timur).

Penilaian untuk penghargaan ini melibatkan lintas sektor sebagai bagian dari tim penilai, terdiri antara lain Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Proses verifikasi dan penilaian dilakukan melalui presentasi secara virtual dan didukung dengan dokumentasi video sebagai pengganti verifikasi lapangan yang tidak bisa dilakukan karena kondisi masa pandemi seperti saat ini.

“Terima kasih kepada seluruh personel Bandara Lombok serta seluruh pihak dan stakeholder terkait yang telah mendukung seluruh upaya dan komitmen kami dalam menciptakan lingkungan bandar udara yang sehat, aman, nyaman, dan bersih. Kami berharap apresiasi ini bisa menjadi pendorong dan motivasi untuk terus meningkatkan kebersihan dan kesehatan di lingkungan bandar udara,” ujar  Nugroho Jati.

Rr/HmsNTB




‘Pekenan Dayan Gunung’, Upaya Bangkitkan Geliat Wisata Tiga Gili

Saat pelaksanaannya nanti, seluruh pihak khususnya pemda dan panitia akan menerapkan protokol kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com

Kawasan Tiga Gili bersama Pemda Lombok Utara dan stakeholder pegiat pariwisata, kompak untuk menggelar even budaya sebagai langkah membangkitkan kembali pariwisata daerah.

Konsep lokal untuk mengangkat kembali adat, budaya dan kekayaan alam dikemas dalam even bertajuk “Pekenan Dayan Gunung, ngemunggahang dowe banda gumi sasak” yang berarti pasar kekayaan alam.

Konsep pasar lokal diangkat guna mempromosikan kembali seluruh potensi pariwisata, dari kerajinan tangan, budaya dan adat, hingga benda sejarah tradisional melalui kegiatan transaksi pasar.

Namun lebih khusus konsep ini ditujukan untuk menarik minat wisatawan untuk datang kembali ke kawasan Tiga Gili, di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Ketua Gili Hotel Asosiasi, Lalu Kusnawan menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya seluruh komponen pariwisata di Lombok Utara, untuk menggeliatkan kembali ekonomi melalui seluruh potensi pariwisata yang ditawarkan.

“Masa pandemi ini kawasan Gili semua berdampak. Kita ini mati suri tetapi bukan berarti kita tidak ada berusaha untuk bangkit. Melalui kegiatan ini kita mengangkat kekayaan budaya adat dan alam sebagai daya tarik. Kegiatan ini di maksudkan untuk mengangat priwisata melalui adat budaya dan kekayaan alam di Gili,” katanya saat menggelar temu media di Mataram pada Selasa (17/11/20).

Kusnawan mengatakan, konsep kegiatan ini terbentuk atas perubahan market agar geliat ekonomi di kawasan Gili tidak terus terpuruk jika menunggu Pandemi berakhir.

Melalui ‘Pekenan Dayan Gunung’ ini, akan menggerakkan UMKM untuk kembali produktif. Semua stakeholder dipastikan akan kembali bangkit saat penyelenggaraannya nanti yang digelar pada tanggal 12 – 13 Desember 2020 mendatang.

“Semua OPD ikut meramaikan acara ini sebagai wisatawan. Sehingga geliat ekonomi itu berputar dari bawah dan dari yang terdekat,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan dalam pasar pariwisata ini di antaranya, pekenan keris dan batu permata yang dinilai tidak bisa dipisahkan dari budaya. Kemudian kerajinan dan kuliner khas dayan gunung, untuk mengangkat sajian kuliner yang selama ini tidak pernah tersentuh.

“Pekenan kuliner gili dan workhop akan menjdi warna yang nantinya akan menarik wisatawan. Kesenian tradisional dayan gunung, dayan gunung ini menjadi asal muasal kita sebagai orang masyarakat suku Sasak sehingga menjadi keharusan bagi kita untuk mengangkat budaya,” tambahnya.

Rangkaian restorasi terumbu karang 3 Gili dan penanaman pohon di 3 Gili juga akan menjadi kegiatan utama untuk memulihkan kembali keindahan alam sekaligus menjadi persembahan bagi alam.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Vidi Eka Kusuma menyampaikan, kondisi pariwisata di Lombok Utara saat ini tidak berada pada masa kejayaan dengan kunjungan pariwisata yang terus menurun, dan bahkan akan menuju nol.

Karenannya, melalui kegiatan ini diharapkan dapat memulihakan kembali ketertinggalan kunjungan wisata Lombok Utara yang sebelumnya dilanda musibah Gempa dan saat ini Pandemi Covid-19.

“PAD di Lombok Utara income terbesarnya dari pariwisata. Namun sejak ada gempa disusul Covid ekonomi dari sektor pariwisata menurun tajam, tingkat kunjungan bahkan hampir mendekati nol. Jadi kita geliatkan kembali promosi – promosi untuk meningkatkan kembali pariwisata. Saat ini hanya kita bisa melakukan rangkaian kegiatan dalam koridor protokol covid. Begitu juga dengan kegiatan kita saat ini,” katanya.

Kadispar memastikan, saat pelaksanaannya nanti, seluruh pihak khususnya pemda dan panitia akan menerapkan protokol kesehatan, sehingga menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan.

“Kita yakinkan didalam pelaksanaannya nanti akan terus terpantau dan terjaga protokol covid itu sendiri sehingga nantinya akan menjadi branding bagi wisata lain bahwa penerapan di Gili tetap pada protokol covid yang ketat,” pungkasnya.

Aya (*)




Peduli Tangani Covid-19, HBK Salurkan Bantuan Alat Test Covid ke RSUD di P. Lombok

Sampai saat ini semua pihak belum tahu pasti, sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Oleh karena itu HBK mengimbau masyarakat P. Lombok agar tidak boleh abai dalam mengantisipasi dan mengatasi pandemi Covid19 ini

jombokjournal.com —

JAKARTA  ;    Pandemi dan penanganan Covid-19 yang masih terus diikhtiarkan di Prov. NTB, khususnya di P. Lombok, menjadi perhatian serius anggota DPR RI Dapil NTB-2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK).

Setelah berulang kali meluncurkan bantuan sosial kemanusiaan untuk masyarakat yang kurang mampu, terdampak pandemi Covid19 di P. Lombok, kini Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menyalurkan bantuan untuk para tenaga medis (NAKES), di tiga Rumah Sakit di P. Lombok.

Hal ini dilakukan HBK untuk membantu para tenaga kesehatan (NAKES), maupun masyarakat P. Lombok yang kurang mampu dalam memerangi dan mengatasi serangan pandemi Covid19.

Bantuan yang disalurkan adalah peralatan pendeteksi pandemi Covid19 berupa Rapid Test Device, dan Detection of SARS COV2 antigen (SWAB), yang disalurkannya melalui tiga Rumah Sakit besar di P. Lombok, masing2 RSUD Kota Mataram, Kab. Loteng, dan KLU.

HBK mengatakan, bantuan ini diberikan mengingat masih terus berjangkitnya pandemi Covid19, baik di Indonesia maupun di mancanegara, terlebih dengan masih mahalnya biaya test untuk mendeteksi penularan virus Covid19 tersebut.

Sampai saat ini, sudah lebih dari 450.000 masyarakat Indonesia yang terpapar pandemi Covid19 ini.

“Mudah-mudahan dengan adanya bantuan peralatan pendeteksi virus Covid19 ini, baik yang berupa Rapid Test maupun SWAB, akan dapat membantu dan meringankan para tenaga kesehatan (NAKES), maupun masyarakat P. Lombok yang kurang mampu dalam mengantisipasi dan mengatasi penyebaran pandemi ini,” kata HBK, Selasa (17/11/20) di Jakarta.

HBK mengatakan, sampai saat ini semua pihak belum tahu pasti, sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Oleh karena itu HBK mengimbau masyarakat P. Lombok agar tidak boleh abai dalam mengantisipasi dan mengatasi pandemi Covid19 ini.

“Kita harus tetap hati2, saling mengingatkan, dan waspada,”  imbuhnya.

HBK mengharapkan, himbauan Pemerintah untuk terus melakukan protokol kesehatan 3M yaitu selalu memakai Masker, sering mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak saat bersosialisasi, harus secara konsisten terus dilakukan oleh masyarakat P. Lombok.

“Menurut saya, bagian terpenting dalam mengantisipasi dan menghindari serangan pandemi Covid19 ini adalah dengan melaksanakan protokol kesehatan 3M. In syaa Allah, kalau kita konsisten bisa menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan 3M tersebut, maka kita akan terhindar dari serangan pandemi Covid19,”  tegasnya.

Bantuan peralatan Rapid Test dan SWAB dari HBK ini, disalurkan ke 3 RSUD di P. Lombok oleh Sekjen DPD Partai Gerindra Prov. NTB yang juga merupakan Ketua Relawan HBK PEDULI Prov. NTB, Ali Usman Ahim.

Ali Usman Ahim mengatakan, HBK PEDULI adalah satuan relawan (volunteer) yang dibentuk oleh HBK dan keluarga.

Relawan HBK Peduli terdiri dari anakanak muda P. Lombok yang dengan sukarela melibatkan diri dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan untuk membantu para orang tua dhuafa, yang sakit permanent, para fakir miskin, dan yang hidup sebatangkara karena tidak memiliki keluarga lagi.

Dengan memegang teguh motto : “Melayani rakyat dengan Cinta, Silaturahmi, dan Kesetiaan”.

Para relawan HBK PEDULI tanpa mengenal lelah terus bergerak sampai ke pelosok2 kampung untuk menyalurkan bantuan sembako, bantuan makanan siap saji, pengobatan gratis, serta bantuan air bersih bagi masyarakat yang terkena dampak musibah kekeringan.

“Sebelumnya pak HBK melalui HBK Peduli sudah menyalurkan bantuan-bantuan untuk masyarakat terdampak pendemi. Kali ini beliau menyalurkan peralatan untuk membantu tugas para tenaga kesehatan (NAKES) di RSUD Kota Mataram, Kab. Loteng, dan KLU,” tandas Ali Utsman Ahim.

Me




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 17 Nopember 2020, Bertambah 21 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 10 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Proses contact tracing dan uji swab yang dilakukan oleh surveilans berjalan sebagaimana mestinya, sehingga memudahkan sesegera mungkin memperlambat dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium TCM RSUD H. L. Manambai Abdulkadir  mengkonfirmasi, ada tambahan 21 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Selasa (17/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 291 sampel dengan hasil 257 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh  10 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi positif, 10 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (17/11/20) sebanyak 4.501 orang, dengan perincian 3.707 orang sudah sembuh, 239 meninggal dunia, serta 555 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 21 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 10 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4481, an. M, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  2. Pasien nomor 4482, an. P, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  3. Pasien nomor 4483, an. N, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Selebung Borok, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  4. Pasien nomor 4484, an. R, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  5. Pasien nomor 4485, an. AP, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Sorisakolo, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  6. Pasien nomor 4486, an. RMS, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  7. Pasien nomor 4487, an. I, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Montabaru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  8. Pasien nomor 4488, an. SS, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  9. Pasien nomor 4489, an. AH, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Madaprama, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  10. Pasien nomor 4490, an. R, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Rade, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  11. Pasien nomor 4491, an. H, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Tolowata, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  12. Pasien nomor 4492, an. M, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Talapiti, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat inimenjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  13. Pasien nomor 4493, an. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  14. Pasien nomor 4494, an. PS, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  15. Pasien nomor 4495, an. SN, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  16. Pasien nomor 4496, an. SW, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  17. Pasien nomor 4497, an. KK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  18. Pasien nomor 4498, an. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Teta, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  19. Pasien nomor 4499, an. AP, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Lape, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat inimenjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Lape;
  20. Pasien nomor 4500, an. S, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Desa Empang Atas, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  21. Pasien nomor 4501, an. A, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir.

Hari Selasa terdapat penambahan 10 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1415, an. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 2159, an. MI, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 3511, an. IA, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 3610, an. M, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 3881, an. SW, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara;
  6. Pasien nomor 4126, an. AIKS, laki-laki, usia 7 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  7. Pasien nomor 4127, an. KAK, laki-laki, usia 3 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  8. Pasien nomor 4128, an. T, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  9. Pasien nomor 4182, an. YF, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 4226, an. EMP, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat.

Hari Selasa ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yait pasien nomor 4420, an. SK, lakilaki, usia 52 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, perkembangan jumlah kasus terkonfirmasi positif baru di Pulau Sumbawa

beberapa waktu ini, maka masyarakat dihimbau tetap waspada dan selalu mematuhi protokol kesehatan dimana pun berada..

Banyaknya jumlah kasus positif yang ditemukan disatu sisi juga menunjukkan, proses contact tracing dan uji swab yang dilakukan oleh surveilans berjalan sebagaimana mestinya, sehingga memudahkan kita sesegera mungkin memperlambat dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id 

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Pemprov dan DPD RI Berkoordinasi, Pastikan Pilkada di NTB Pro Keamanan dan Kesehatan

Penyebaran Covid-19 di NTB dinilai cukup terkendali

MATARAM.lombokjournal.com

Pimpinan dan anggota DPD RI melakukan kunjungan kerja dan berkordinasi bersama Pemprov NTB, guna pastikan proses Pilkada serentak 2020 di masa pandemi Covid-19 di NTB berjalan lancar

Wakil Ketua DPD RI, Dr. H. Mahyudin menjelaskan, pelaksanaan Pilkada di tengah Covid-19 berpegang pada beberapa prinsip.

Pertama, perlu memperhatiakn perlindungan, keamanan jiwa dan kesehatan yang maksimal terhadap semua pihak yang terlibat dalam pelaksaan Pilkada, mulai dari hulu sampai dengan hilir tahapan Pilkada.

“Masalah keselamatan ini tidak bisa ditawar, jangan sampai penyelenggara dan masyarakat tertular Covid-19, dan menimbulkan klaster baru, klaster Pilkada,” ujar Mahyudin saat memberikan sambutan di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB tersebut, Selasa, (17/11/20),.

Kedua, ketersediaan kerangka hukum yang adaptif tetapi tetap akuntabel dalam pelaksanaan Pilkada.

“Kerangka hukum ini yang pro pada keamanan dan kesehatan semua pihak. Tentu kami juga sudah diberitahu, disini sudah ada Perda tentang Covid, mudah-mudahan Perda ini bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Prinsip ketiga, lanjutnya, penting untuk diperhatikan yakni, dukungan anggaran dan distribusi logistik yang tepat waktu.

“Di setiap TPS perlu memperhatian ketersediaan masker, sarung tangan dan handsanitizer untuk petugas-petugas di TPS. Karena jika pendistribusiannya lamban, nanti masyarakat terlanjur membeludak dan kita harapkan masyarakat datangnya tidak berdesak-desakan,” ungkapnya.

Berikutnya adalah komitmen semua pihak untuk menjaga keberlanjutan tahapan Pilkada yang jujur, adil, dan demokratis walaupun di tengah pandemi.

Memastikan tidak ada diskriminasi antar paslon satu dengan paslon yang lain, serta penegakan integritas, kredibilitas, transparansi dan akuntabilitas hasil Pilkada.

“Jadi hasil Pilkadanya, bisa diterima segala pihak, yang memang mengayomi semua masyarakat, yang kalah harus diterima kekalahannya, kadang ada juga orang siap menang, tidak siap kalah,” ungkapnya.

Mahyudin menilai, penyebaran Covid-19 di NTB cukup terkendali.

Penyelenggaraan lomba Kampung Sehat yang memicu masyarakat untuk ambil andil dan sadar akan pentingnya protokol Covid-19 dalam beraktivitas, dinilai tepat dalam menurunkan angka penularan Covid-19.

Tapi, untuk menghindari adanya klaster baru, kewaspadaan perlu terus ditingkatkan.

Hidup aman dan produktif

Wakil Gubernur NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalilah mengucapkan selamat datang kepada rombongan DPD RI di Provinsi NTB.

“Mudah-mudahan bapak ibu dalam berkunjung ke NTB ini, ada kesempatan waktu untuk menikmati alam di Nusa Tenggara Barat,” kata Wagub.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, Pemprov NTB memutuskan untuk hidup aman dan produktif.

Sehingga penegakan protokol kesehatan covid-19 menjadi sesuatu yang benar-benar diperjuangkan oleh Pemprov bersama TNI, Polri dan seluruh stakeholder di daerah ini.

“Perda yang berkaitan dengan penegakan protokol Covid ini menjadi Perda yang pertama di Indonesia, tapi memang betul bapak Wakil, bahwa penerapan protokol Covid ini memang membutuhkan sinergi yang luar biasa, konsistensi, kesabaran, kedisiplinan yang tidak kendor. Ini menjadi ujian yang luar biasa besar bagi kami di NTB,” tutur Wagub.

Dikaakan, saat ini di tujuh kabupaten/kota di NTB sedang melaksanakan tahapn demi tahapan Pilkada serentak, tentu hal ini akan menjadi tantangan dan PR besar bagi Pemprov NTB.

Pemprov NTB bersama Polda, TNI dan tokoh masyarakat sudah sejak awal berkomitmen, untuk bagaimana agar Pilkada serentak ini dapat mematuhi dan mengedepankan Protocol Covid-19.

“Di awal kita undang seluruh bakal calon, sebelum mereka ditetapkan sebagai calon, untuk membuat komitmen bahwa dalam proses, mereka harus mematuhi protokol Covid, tanda tangan, membuat komitmen, dan sanggup untuk kemudian diberikan sanksi apabila melanggar Protokol Covid,” tambah Wagub.

Selain itu, sinergi antara Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri terus dijaga, agar pengawalan Pilkada serentak tahun 2020 ini dapat benar-benar berjalan dengan sebaik-baiknya.

“Hal yang tidak mudah, tapi kami saling menguatkan selalu, untuk bagaiamana NTB ini tetap bisa hidup aman dan produktif,” ungkapnya.

Lebih jauh, Wagub menjelaskan, menghadapi Pilkada serentak ini, NTB relatif aman dan terkendali. Tapi hal tersebut perlu kewaspadaan untuk melihat potensi-potensi yang akan mungkin terjadi ke depan.

“Tentunya doa kita semua supaya momen demokrasi ini, Pilkada serentak di NTB ini, bisa berjalan kondusif dan lancar,dan juga kita bisa berdamai dengan Covid-19 sampai ditemukannya vaksin,” kata Wagub.

Perwakilan TNI dan Polri pada kesempatan itu, menyampaikan kesiapannya dalam turut membantu kelancaran serta keamanan penyelenggaraan Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.

Dalam kesemptan itu hadir KPU Provinsi  NTB, Bawaslu Provinsi NTB, dan pihak terkait lainnya.

Rr/HmsNTB