UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 26 Nopember 2020, Bertambah 38 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) Orang

Disiplin penerapan protokol kesehatan (Prokes) masih menjadi kunci utama kita untuk mencegah penularan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa mengkonfirmasi, ada tambahan 17 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Kamis (26/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 155 sampel dengan hasil 108 sampel negatif, 9 (sembilan) sampel positif ulangan, dan 38 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 14 orang, kasus kematian.1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 38 kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (26/11/20) sebanyak 4.688 orang, dengan perincian 3.856 orang sudah sembuh, 249 meninggal dunia, serta 583 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Ariyadi.

TAMBAHAN 38 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14  ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4651, an. A, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Simu, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Maronge Sumbawa;
  2. Pasien nomor 4652, an. AJ, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4420. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hilir;
  3. Pasien nomor 4653, an. JOM, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4420. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  4. Pasien nomor 4654, an. M, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4655, an. A, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4656, an. J, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4657, an. KD, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Empang Atas, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4500. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4658, an. RM, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4501. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  9. Pasien nomor 4659, an. SIL, perempuan, usia 4 tahun, penduduk Desa Boak, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  10. Pasien nomor 4660, an. F, laki-laki, usia 11 bulan, penduduk Desa Pungka, KecamatanUnter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  11. Pasien nomor 4661, an. SVR, perempuan, usia 6 bulan, penduduk Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  12. Pasien nomor 4662, an. HS, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4555. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  13. Pasien nomor 4663, an. HP, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4420. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hilir Sumbawa;
  14. Pasien nomor 4664, an. SLAP, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4420. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hilir Sumbawa;
  15. Pasien nomor 4665, an. SA, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4420. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hilir Sumbawa;
  16. Pasien nomor 4666, an. HM, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4420. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hilir Sumbawa;
  17. Pasien nomor 4667, an. PE, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Lopok Beru,Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4420. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Lopok Sumbawa;
  18. Pasien nomor 4668, an. SB, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  19. Pasien nomor 4669, an. H, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Potu, KecamatanDompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  20. Pasien nomor 4670, an. D, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Rada, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  21. Pasien nomor 4671, an. S, perempuan, usia 86 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  22. Pasien nomor 4672, an. NK, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Manemeng, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  23. Pasien nomor 4673, an. ENL, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Goa, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  24. Pasien nomor 4674, an. K, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  25. Pasien nomor 4675, an. IA, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Sampir, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  26. Pasien nomor 4676, an. EA, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  27. Pasien nomor 4677, an. G, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  28. Pasien nomor 4678, an. Z, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  29. Pasien nomor 4679, an. M, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Loka, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  30. Pasien nomor 4680, an. DA, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  31. Pasien nomor 4681, an. YPMS, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  32. Pasien nomor 4682, an. I, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  33. Pasien nomor 4683, an. FAH, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  34. Pasien nomor 4684, an. AM, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Mande,Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  35. Pasien nomor 4685, an. HIS, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru Barat, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saatini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  36. Pasien nomor 4686, an. AM, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  37. Pasien nomor 4687, an. ERSP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  38. Pasien nomor 4688, an. MK, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima.

Hari Kamis terdapat 14 tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3650, an. MIF, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.
  2. Pasien nomor 4151, an. MI, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasaanae Barat, Kota Bima.
  3. Pasien nomor 4152, an. INS, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima.
  4. Pasien nomor 4153, an. M, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.
  5. Pasien nomor 4155, an. MRF, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.
  6. Pasien nomor 4157, an. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima.
  7. Pasien nomor 4158, an. F, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
  8. Pasien nomor 4159, an. TH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.
  9. Pasien nomor 4160, an. H, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima.
  10. Pasien nomor 4161, an. F, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
  11. Pasien nomor 4162, an. MZA, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
  12. Pasien nomor 4215, an. WH, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Maria Utara, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima.
  13. Pasien nomor 4216, an. AM, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Parado Rato, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima.
  14. Pasien nomor 4523, an. AR, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Hari ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 4656, an. J, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Dipermaklumkan bahwa jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat yang kemarin diumumkan berjumlah 734 kasus, sebenarnya berjumlah 732 kasus. Sedangkan jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Lombok Tengah yang kemarin diumumkan berjumlah 270 kasus, sebenarnya berjumlah 272 kasus.

Lalu Gita Aryadi menghimbau, seluruh masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi. Disiplin penerapan protokol kesehatan (Prokes) masih menjadi kunci utama kita untuk mencegah penularan Covid-19.

“Protokol kesehatan tersebut, mulai dari penggunaan masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dan membudayakan pola hidup bersih dan sehat, haruslah dapat dijadikan tatanan hidup baru bagi seluruh masyarakat NTB,” tegasnya.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Kampus Zero Waste, Punya Bank Sampah Daring hingga Bayar SPP dengan Sampah

Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) diharapkan menjadi kampus yang mampu mewujudkan NTB zero waste. Sehingga diharapkan menjadi kampus percontohan dalam mengelolah sampah bagi universitas dan perguruan tinggi lain di NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Sejak 2019, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, mendukung program unggulan NTB Zero Waste (Bebas Sampah) dengan berbagai inovasi dan terobosannya.

Salah satu terobosan yang gemilang yaitu dengan adanya kebijakan kampus yang membolehkan mahasiswa membayar kuliah dengan sampah.

Tidak hanya itu, kampus UNU NTB juga menyediakan bank sampah yang didukung dengan sistem online yaitu, aplikasi “mySmash” untuk mencatat transaksi sampah yang disetorkan pada bank sampah.

Mahasiswa UNU juga dapat mengecek saldo sampah yang mereka miliki, lalu kemudian dikonversi menjadi uang.

“Melihat terobosan itu, UNU NTB layak menjadi kampus yang paling terdepan untuk mewujudkan NTB zero waste,” hal itu dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Ir. Madani Mukarom, saat membuka pengenalan pengelolaan sampah berbasis universitas di Aula UNU NTB, Kamis (26/11/20).

Dijelaskan Madani sapaan akrabnya Kadis LHK itu, Program NTB bebas sampah atau zero waste merupakan program unggulan yang tertuang dalam Misi NTB Asri dan Lestari.

Zero waste atau bebas sampah merupakan salah satu ikhtiar Pemerintah Provinsi NTB dibawah kepemimpinan Dr. Zul-Ummi Rohmi terhadap revolusi di bidang lingkungan.

Menurut Madani, sampah akan tetap menjadi sumber penyakit jika dibiarkan begitu saja. Sebaliknya, sampah akan menjadi berkah dan memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan jika dikelolah dengan baik.

“Masalah sampah tidak pernah habis dibicarakan, kesadaran masyarakat pun untuk membuang sampah pada tempatnya juga masih kurang. Karena itu, diharapkan kepada mahasiswa UNU untuk lebih intens lagi untuk mensosialisasikan kepada masyarakat,” harap Madani yang didampingi Firmansyah, Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas LHK NTB.

Menurut data Dinas LHK Provinsi NTB, sebanyak 20 persen sampah di NTB dapat ditangani. Dan sebanyak 80 persen belum dikelola dengan baik.

Sampah-sampah ini tersebar di berbagai tempat seperti, sawah, kebun, lingkungan masyarakat bahkan sebagian besarnya bermuara ke laut. Akibatnya, eksosistem laut terancam rusak, ikan dan hewan laut mati akibat tercemar oleh sampah.

“UNU sudah mulai dengan hal-hal terkecil. Bahwa mengelolah sampah adalah berkah. Kunci pertama mengelolah sampah adalah memalukan pemilahan dari rumah,” ucapnya di hadapan puluhan mahasiswa kampus UNU.

Pengenalan pengelolaan sampah ini, diharapkan mampu memancing peran aktif mahasiswa untuk lebih terlibat hingga mensosialisasi kepada masyarakat secara luas.

UNU juga diharapkan menjadi kampus yang mampu mewujudkan NTB zero waste. Sehingga diharapkan menjadi kampus percontohan dalam mengelolah sampah bagi universitas dan perguruan tinggi lain di NTB.

Kegiatan pengenalan sampah kepada mahasiswa ini merupakan rangkaian kegiatan “Zero Waste Goes to Campus” yang sebelumnya sukses diselenggarakan di Kampus Universitas Cordova, Kabupaten Sumbawa Barat, 7 November lalu.

IKP@diskominfotik_ntb




Peringatan Hari Ikan, Hj Niken Ajak Makan Ikan Untuk Lawan Covid dan Stunting

Hj Niken mengimbau untuk bersama mengingatkan diri untuk meningkatkan konsumsi ikan di tempat masing-masing

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menghadiri peringatan Hari Ikan Nasional (Harkanas) ke-7, di Halaman Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTB, Kamis (26/11/20).

Dengan tema, “Makan Ikan, Tingkatkan Imun, Lawan Covid dan Stunting”, adalah sebagai sebuah upaya dari Pemerintah Provinsi dan daerah untuk memberikan peringatan kepada masyarakat bahwa ikan adalah komoditi yang harus digunakan komoditinya.

Selaku Ketua Forikan, Hj Niken menambahkan ini adalah sebuah momentum bahwa di tengah pandemi ini kampanye untuk meningkatkan konsumsi ikan sangat diperlukan. Dengan konsumsi ikan Insya Allah akan meningkatkan imunitas tubuh.

Dengan meningkatnya imunitas tubuh, selain mampu mencegah Covid-19 juga membantu memberi nutrisi bagi tubuh dan sangat sejalan dengan program pemerintah untuk mencegah stunting dan gizi buruk di NTB.

Menurut Hj Niken, pandemi Covid-19 membuat kesadaran berbagai hal esensial dalam hidup.

“Kita harus menekankan pentingnya kesehatan dengan konsumsi makanan sehat dan bergizi yang bisa didapat dari konsumsi ikan”, ungkap Hj Niken.

Hj Niken mengimbau untuk bersama mengingatkan diri untuk meningkatkan konsumsi ikan ditempat masing-masing.

“Mari gunakan kesempatan ini untuk lebih memasyarakatkan informasi bagaimana ikan meningkatkan kesehatan dan juga kesejahteraan, masyarakat sehat dan berdaya, Insya Allah jadi sumber daya yang luar biasa bagi Nusa Tenggara Barat,” pungkasnya.

Sebelumnya saat yang sama, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan NTB, Yusron Hadi mengatakan, Harkanas ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014 dan dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ada dua hal yang ingin dicapai dalam perayaan Harkanas kali ini.

Pertama, meningkatkan kegemaran masyarakat konsumsi ikan dan berbagai produk olahan lainnya yang berbahan baku ikan. Dengan perayaan ini diharapkan masyarakat makin mencintai produk-produk perikanan & kelautan.

Kedua, mengingatkan masyarakat bahwa potensi perikanan dan kelautan di NTB cukup besar, dan harus digali lebih jauh, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah NTB.

Pada saat itu juga diberikan bantuan stimulus kepada beberapa UMKM yang ada di NTB, seperti sarana pengolah abon ikan, sarana pengolah ikan asap, mesin suir, Deep Fryer, peniris minyak ikan, Cool Box, mesin packing dan bantuan paket sembako bagi Cleaning Service dan penjaga malam Dinas Perikanan dan Kelautan NTB.

Rr/HmsNTB

 




Jadi Entrepreneur, Cara Kita Berkontribusi Membangun NTB

Ke depan dunia akan memaknai pemerintah sebagai fasilitator dan dunia usaha yang menjadi mesin ekonomi

MATARAM.lombokjournal.com

Menjadi entrepreneur atau menjadi pengusaha merupakan cara berkontribusi dalam pembangunan, dan menjadi Pegawai Negeri bukan lagi menjadi pilihan.

Gubernur H Zulkieflimansyah engatan itu, saat hadir dalam acara Malam Penganugerahan Lomba Wirausaha Muda NTB di Hotel Lombok Astoria, Rabu (25/11/20) malam.

“Untuk bukan lagi hanya melihat pegawai negeri sebagai pilihan, tapi menjadi entrepreneur, menjadi pengusaha sebagai bagian dari cara kita berkontribusi dalam pembangunan,” katanya.

Lomba Wirausaha Muda NTB 2020 yang diselenggarakan oleh International Council for Small Business (ICSB) NTB berhasil menentukan para juara d ari sejumlah kategori.

Kegiatan lomba ini sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Daerah dalam menstimulus lahirnya wirausaha baru di NTB.

Dalam acara tersebut,  Wiwin Suryani, pelaku UKM Kopi Punik Sumbawa berhasil terpilih menjadi juara 1 Wirausaha Muda NTB 2020 kategori Umum. Sementara juara 1 kategori pelajar diraih oleh Ilham Ariadi pelaku UKM Kedai Terserah.

Gubernur saat itu juga menegaskan, menentukan juara tidak hanya melihat kualitas yang dimiliki. Lebih penting lagi, harus dapat menginspirasi banyak anak muda di NTB. Sehingga turut tergerak menjadi pengusaha dan berkontribusi dalam pembangunan Negeri.

Dikatakan, ke depan dunia akan memaknai pemerintah sebagai fasilitator dan dunia usaha yang menjadi mesin ekonomi, yang menyediakan kesempatan kerja, sehingga mampu mengatasi kemiskinan.

“Kami dari pemerintah daerah akan menyediakan support, menyediakan segala macam batuan yang memungkinkan agar teman-teman ini betul-betul hidup dalam lingkungan yang nyaman dan menyenangkan,” ujar Bang Zul.

Kepada pemenang Wirausaha Muda NTB 2020, Gubernur berharap ke depan dapat menjadi pengusaha sukses di dunia bisnis Indonesia dan dunia.

Koordinator ICSB Wilayah NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengemukakan, Ia bangga atas antusias para kaum muda dalam berkontribusi pada kegiatan tersebut.

“Saya ingin menyampaikan rasa bangga saya, yang luar biasa kepada para finalis, yang hari ini hadir bersama kami. Anda adalah orang-orang luar biasa, harapan kita semua di Nusa Tenggara Barat, untuk majunya UKM Nusa Tenggara Barat menjadi daerah yang dibanggakan di Indonesia,” tuturnya.

Bunda Niken mengapresiasi seluruh finalis dengan ideny yang biasa dan berhasil mewujudkannya dalam sebuah bisnis.

Kepada para pemenang satu, dua dan tiga baik kategori umum maupun kategori pelajar, diharapkan mampu menjadi motivator bagi para wirausaha muda lainnya.

Ketua Panitia, Indah Purwanti Ningsih, menuturkan bahwa pemenang Wirausaha Muda NTB 2020 atau penyandang duta wirausaha muda NTB ini, telah melalui proses yang cukup ketat. Semua peserta berjumlah 440 pendaftar, dan telah disaring melalui berbagai tahap.

Rr/HmsNTB




Jadi Entrepreneur, Cara Kita Berkontribusi Membangun NTB

Ke depan dunia akan memaknai pemerintah sebagai fasilitator dan dunia usaha yang menjadi mesin ekonomi

MATARAM.lombokjournal.com

Menjadi entrepreneur atau menjadi pengusaha merupakan cara berkontribusi dalam pembangunan, dan menjadi Pegawai Negeri bukan lagi menjadi pilihan.

Gubernur H Zulkieflimansyah engatan itu, saat hadir dalam acara Malam Penganugerahan Lomba Wirausaha Muda NTB di Hotel Lombok Astoria, Rabu (25/11/20) malam

“Untuk bukan lagi hanya melihat pegawai negeri sebagai pilihan, tapi menjadi entrepreneur, menjadi pengusaha sebagai bagian dari cara kita berkontribusi dalam pembangunan,” katanya.

Lomba Wirausaha Muda NTB 2020 yang diselenggarakan oleh International Council for Small Business (ICSB) NTB berhasil menentukan para juara d ari sejumlah kategori.

Kegiatan lomba ini sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Daerah dalam menstimulus lahirnya wirausaha baru di NTB.

Dalam acara tersebut,  Wiwin Suryani, pelaku UKM Kopi Punik Sumbawa berhasil terpilih menjadi juara 1 Wirausaha Muda NTB 2020 kategori Umum. Sementara juara 1 kategori pelajar diraih oleh Ilham Ariadi pelaku UKM Kedai Terserah.

Gubernur saat itu juga menegaskan, menentukan juara tidak hanya melihat kualitas yang dimiliki. Lebih penting lagi, harus dapat menginspirasi banyak anak muda di NTB. Sehingga turut tergerak menjadi pengusaha dan berkontribusi dalam pembangunan Negeri.

Dikatakan, ke depan dunia akan memaknai pemerintah sebagai fasilitator dan dunia usaha yang menjadi mesin ekonomi, yang menyediakan kesempatan kerja, sehingga mampu mengatasi kemiskinan.

“Kami dari pemerintah daerah akan menyediakan support, menyediakan segala macam batuan yang memungkinkan agar teman-teman ini betul-betul hidup dalam lingkungan yang nyaman dan menyenangkan,” ujar Bang Zul.

Kepada pemenang Wirausaha Muda NTB 2020, Gubernur berharap ke depan dapat menjadi pengusaha sukses di dunia bisnis Indonesia dan dunia.

Koordinator ICSB Wilayah NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengemukakan, Ia bangga atas antusias para kaum muda dalam berkontribusi pada kegiatan tersebut.

“Saya ingin menyampaikan rasa bangga saya, yang luar biasa kepada para finalis, yang hari ini hadir bersama kami. Anda adalah orang-orang luar biasa, harapan kita semua di Nusa Tenggara Barat, untuk majunya UKM Nusa Tenggara Barat menjadi daerah yang dibanggakan di Indonesia,” tuturnya.

Bunda Niken mengapresiasi seluruh finalis dengan ideny yang biasa dan berhasil mewujudkannya dalam sebuah bisnis.

Kepada para pemenang satu, dua dan tiga baik kategori umum maupun kategori pelajar, diharapkan mampu menjadi motivator bagi para wirausaha muda lainnya.

Ketua Panitia, Indah Purwanti Ningsih, menuturkan bahwa pemenang Wirausaha Muda NTB 2020 atau penyandang duta wirausaha muda NTB ini, telah melalui proses yang cukup ketat. Semua peserta berjumlah 440 pendaftar, dan telah disaring melalui berbagai tahap.

Rr/HmsNTB




Benarkah Ada Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan? Menkes Terawan Bicara Perpres 64 Tahun2020

Saat ini proses penyesuaian iuran JKN masih dalam tahap awal

lombokjournal.com —

JAKARTA ;           “Adanya amanat dalam Perpres 64/2020 tentang peninjauan ulang iuran Jaminan Kesehatan Nasional, rawat inap kelas standar, konsekuensinya pada perubahan besaran iuran,,” kata Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto

Hal itu dikatakan Menkes Terawan saat rapat bersama Komisi IX DPR, Selasa (24/11/20).

Sepertinya. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengisyaratkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Ia berdalih penyesuaian iuran sebagai amanat Peraturan Presiden 64 Tahun 2020 atas kelas standar dan kebutuhan dasar kesehatan (KDK).

Menurutya, penetapan iuran tentunya dengan pertimbangan Kementerian Keuangan, BPJS Kesehatan, termasuk juga kementerian yang dipimpinnya, Kementerian Kesehatan.

Lebih lanjut ia memberi gambaran, pertama, penetapan iuran akan menggunakan metode aktuaria. Kedua, pertimbangan pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan, rawat inap kelas standar, kemampuan membayar dari peserta, inflasi kesehatan, termasuk perbaikan tata kelola program JKN.

Adapun, pemanfaatan program JKN berbasis kebutuhan dasar kesehatan yang dijamin berdasarkan pola epidemiologi atau penyakit umum di Indonesia.

“Dasar penentuan manfaat berbasis kebutuhan dasar kesehatan yang tidak dijamin JKN kemudian akan

Terawan menegaskan, saat ini proses penyesuaian iuran JKN masih dalam tahap awal.

“Masih disiapkan permodelan perhitungan iuran dengan data utilisasi dengan data cost (biaya) dari BPJS Kesehatan dan mempertimbangkan proyeksi dan asumsi berbagai kebijakan,” tandasnya.

Rr/CNNind




Menkes Terawan Jelaskan, Negara Tanggung Iuran 96,6 Juta Peserta BPJS Kesehatan

Pemerintah menetapkan kuota PBI sebanyak 98,6 juta orang atau terdapat sisa kuota yang disiapkan untuk bayi yang lahir dari keluarga miskin

lombokjournal.com —

JAKARTA ;  

Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan sebanyak 96,63 juta ditetapkan masuk ke segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya akan dibayarkan oleh negara.

Hal itu dikataka Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, saat rapat Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (24/10/20).

Dijelaskan oleh Menkes, pemerintah melakukan pemadanan data peserta PBI dalam sepuluh bulan terakhir.

Pemadanan itu dilakukan dalam Data Terpadu Kementerian Sosial (DTKS) yang menjadi acuan penentuan peserta PBI.

Pada bulan Januari 2020, berdasarkan SK Menteri Sosial 1/HUK/2020 terdapat 96,64 juta peserta yang tercatat di segmen PBI. S

etiap bulannya jumlah tersebut diperbaharui karena jumlah penduduk miskin terus bergerak dinamis, terlebih di masa pandemi Covid-19 yang menekan kondisi ekonomi.

Terawan menjabarkan, jumlah peserta PBI paling sedikit terjadi pada Mei 2020 sebanyak 95,89 juta orang berdasarkan SK Menteri Sosial 66/HUK/2020.

Namun, pemadanan DTKS yang terus dijalankan setiap bulan membuat jumlah itu terus berubah hingga pada Oktober 2020 menjadi 96,63 juta orang.

“Januari sampai Oktober telah dilakukan sembilan kali pemutakhiran data PBI. Pemutakhiran melalui evolusi dipercepat dengan melakukan [pemadanan data] peserta PBI yang belum masuk ke dalam DTKS,” ujar Menkes di depan peserta Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Terawan menjabarkan, berdasarkan pemadanan data pada Februari, April, dan Oktober 2020, terdapat tambahan 5,8 juta peserta PBI yang sebelumnya tidak masuk ke dalam DTKS. Pemerintah menetapkan kuota PBI sebanyak 98,6 juta orang atau terdapat sisa kuota yang disiapkan untuk bayi yang lahir dari keluarga miskin.

“Diharapkan dengan penggantian ini dapat memastikan bahwa iuran peserta [PBI] yang dibayarkan pemerintah pusat sesuai dengan data terpadu,” ujar Terawan.

Proses pemadanan itu menyeleksi penduduk di DTKS yang sudah tidak memenuhi ketentuan sebagai peserta PBI, baik karena status ekonomi, isu administratif, atau sudah meninggal dunia. Peserta PBI yang sudah tidak memenuhi ketentuan akan digantikan oleh peserta yang memenuhi ketentuan sesuai DTKS.

Rr/Tempo.co




Wagub Tegaskan, Masalah Air, Listrik dan Blank Spot, Harus Tuntas Tahun 2021

Diperlukan sinergi dan koordinasi maksimal dan intens antar semua pihak

 MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Infrastruktur Strategis terkait Keseimbangan Air (Water Balance), Ketersediaan Listrik dan Blank Spot Signal di NTB di Ruang Rapat Anggrek, Rabu (25/11/20).

Rakor tersebut dihadiri oleh Asisten II Setda NTB H. Ridwan Syah, Perwakilan BWS NTB, GM PLN NTB, Dinas PUPR, dan Dinas LHK NTB.

Wagub menyampaikan, terkait infrastruktur strategis harus dilakukan sinergi yang baik, karena seluruh aspek saling terkait. Seperti halnya, sinyal komunikasi dan listrik, kualitas sinyal akan baik jika didukung oleh pasokan listrik yang maksimal.

Lebih lanjut, Wagub menyampaikan permasalahan air juga tidak kalah pentingnya.

“Sampai saat ini masih kita dengar orang masih kekurangan air, ini yang tidak mau kita dengar ke depan”, ungkap Umi Rohmi sapaan akrabnya.

Ia juga menambahkan, dibutuhkan water balance untuk menjamin ketersediaan air dan terpenuhinya kebutuhan air untuk pertanian di seluruh daerah di NTB.

Umi Rohmi menegaskan, tahun 2021 semakin dekat dan banyak agenda penting di NTB tahun depan. Sehingga diperlukan sinergi dan koordinasi maksimal dan intens antar semua pihak.

Hal itu mutlak dibutuhkan agar masalah infrastruktur strategis ini bisa dituntaskan.

“Kita harus punya target bahwa Lombok utamanya KEK Mandalika harus tuntas di 2021 dan penting sekali untuk koordinasi yang intens untuk meyakinkan ini semua supaya target untuk listrik dan sinyal 2021 bisa maksimal,” kata Umi Rohmi.

Rr/Hmas NTB




Dua Tahun Berturut-turut, NTB Raih Anugerah Badan Publik Informatif Tahun 2020

Penganugerahan ini merupakan buah dari komitmen NTB untuk mewujudkan misi menjadi pemerintah yang bersih dan melayani

MATARAM.lombokjournal.com

Pemprov NTB kembali berhasil meraih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2019.

Anugerah ini berhasil diraih dengan kualifikasi tertinggi Badan Publik Informatif Tahun 2020 bersama 10 Provinsi lainnya se-indonesia.

Tak tanggung-tanggung, NTB masuk menjadi 4 besar dengan nilai tertinggi setelah Pemprov Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan menggungguli Pemprov DI Aceh, Banten, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, DI Yogyakarta dan Bali.

Wapres KH.Ma’ruf Amin

Penganugerahan di tengah pandemi Covid-19 kali ini digelar secara daring dan dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, KH.Ma’ruf Amin di Istana Wapres RI di Jakarta, Rabu (25/11/20).

Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj. Siti Rohmi Djalilah, didampingi Plt.Kadis Kominfotik NTB selaku Ketua PPID Utama Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos.MH, serta Ketua Komisioner KI – NTB, Ajeng Roslinda Motimori menghadiri kegiatan tersebut secara daring, di Ruang Rapat Anggrek Kantor Gubernur NTB.

Wagub NTB ber syukur karena NTB bisa dua tahun berturut-turut mendapat penghargaan sebagai Badan Publik Informatif.

Perempuan Inspiratif tersebut juga mengucapkan rasa terimakasihnya atas kerjasama yang luar biasa kepada Komisi Informasi (KI) NTB dan PPID Pemprov NTB hingga ke seluruh PPID pembantu yang ada di NTB.

“Ini capaian yang tidak mudah di saat kita dihadapi bencana yang bertubi-tubi. Dari gempa hingga pandemi covid-19. Tapi kita telah buktikan kita bisa. Ini kerja yang luar biasa!” jelasnya.

Ketua KI NTB, Ajeng Roslinda Motimori mengungkapkan, penganugerahan ini merupakan buah dari komitmen NTB untuk mewujudkan misi menjadi pemerintah yang bersih dan melayani.

Gubernur dan Wakil Gubernur NTB kata Ajeng, berkomitmen kuat untuk menjalankan pemerintahan yang terbuka dan transparan.

“Semoga tahun depan NTB bisa lebih maksimal lagi. Saya optimis tahun depan bisa mengalahkan Jawa Tengah,” ujarnya.

Wakil Presiden Indonesia  KH.Ma’ruf Amin memberikan selamat kepada badan publik yang memperoleh kualifikasi sebagai badan publik informatif. Ia berpesan, teruslah bertahan dalam visi untuk menjaga dan mengembangkan kualitas pelayanan informasi publik agar semakin baik lagi.

Kepada badan publik dengan kualifikasi menuju informatif, Wapres berpesan agar tahun depan seluruhnya memenuhi kualifikasi sebagai badan publik informatif.

Sedangkan badan publik yang masih cukup, kurang, dan tidak informatif ia berpesan untuk selalu melakukan akselerasi dan perbaikan implementasi KIP dengan mengaplikasikan secara konsisten nilai-nilai transparansi akuntabilitas inovasi serta partisipasi kepada setiap aspek pelayanan informasi.

“Sedangkan badan publik yang masih cukup informatif, kurang informatif, dan tidak informatif saya berpesan untuk selalu melakukan akselerasi dan perbaikan implementasi Keterbukaan Informasi Publik dengan mengaplikasikan secara konsisten nilai-nilai transparansi akuntabilitas inovasi serta partisipasi kepada setiap aspek pelayanan informasi,” ujar Wapres.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 25 Nopember 2020, Bertambah 17 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 22 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Covid-19 tidak tampak, tetapi nyata adanya. 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan, menjadi langkah utama yang harus dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali

MATARAM.lmbokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD H. L. Manambai Abdulkadir, Laboratorium TCM RSUD Praya dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi, ada tambahan 17 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Rabu (25/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 170 sampel dengan hasil 144 sampel negatif, 9 (sembilan) sampel positif ulangan, dan 17 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 22 orang, tidak ada  kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 17 kasus baru terkonfirmasi positif, 22 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (25/11/20) sebanyak 4.650 orang, dengan perincian 3.842 orang sudah sembuh, 248 meninggal dunia, serta 560 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 17 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 22  ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4634, an. AM, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  2. Pasien nomor 4635, an. H, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  3. Pasien nomor 4636, an. J, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  4. Pasien nomor 4637, an. HES, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Kandai 2, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  5. Pasien nomor 4638, an. SR, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  6. Pasien nomor 4639, an. I, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang pasien Covid-19 nomor 4391. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  7. Pasien nomor 4640, an. N, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Praya;
  8. Pasien nomor 4641, an. SBM, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Senayan, Kecamatan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat;
  9. Pasien nomor 4642, an. HW, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  10. Pasien nomor 4643, an. R, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  11. Pasien nomor 4644, an. MK, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  12. Pasien nomor 4645, an. N, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga,Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  13. Pasien nomor 4646, an. N, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4243. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 4647, an. PH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 4648, an. Z, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Bagik Nyaka, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  16. Pasien nomor 4649, an. M, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Tanak Gadang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  17. Pasien nomor 4650, an. SI, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Hari Rabuterdapat 22 tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu

  1. Pasien nomor 909, an. Tn. AF, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1186, an. An. RAW, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 3802, an. H, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 4019, an. LAKR, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4143, an. LY, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 4164, an. I, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  7. Pasien nomor 4165, an. SS, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 4166, an. W, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  9. Pasien nomor 4168, an. ZK, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 4169, an. RD, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 4172, an. S, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 4173, an. SS, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 4174, an. Z, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 4259, an. AF, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Lewi Rato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  15. Pasien nomor 4260, an. SN, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  16. Pasien nomor 4261, an. SF, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  17. Pasien nomor 4264, an. MA, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  18. Pasien nomor 4423, an. DA, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 4516, an. Y, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  20. Pasien nomor 4517, an. ZP, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  21. Pasien nomor 4542, an. E, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Mura, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat;
  22. Pasien nomor 4545, an. FAF, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Dipermaklumkan, pasien nomor 4410, an. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, yang diumumkan sembuh tanggal 24 November 2020, sesungguhnya sudah diumumkan sembuh pada tanggal 21November 2020.

Lalu Gita Aryadi mengatakan,  Covid-19 tidak tampak, tetapi nyata adanya. 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan, menjadi langkah utama yang harus dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

Menurutnya, perubahan tatanan kehidupan selama masa pandemi Covid-19 memaksa kita untuk menghadapi tantangan-tantangan baru dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat seperti ini perubahan perilaku serta kesadaran masyarakat sangatlah penting.

“Karenanya, mari kita mulai membiasakan diri dan membudayakan 3M secara kolektif di dalam kehidupan pribadi dan di dalam seluruh aktivitas sosial ekonomi sehingga tetap bisa produktif dan aman ditengah pandemi ini,” kata Lalu Gita Ayadi.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119