Banyak Upaya Dilakukan BPJS Kesehatan, Untuk Dukung Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19

Melalui Gerakan Gotong Royong Bantu Tenaga Kesehatan Cegah Corona (GEBAH Corona), BPJS Kesehatan bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Republika menginisiasi dana kemanusiaan, membantu tenaga dan fasilitas Kesehatan

MATARAM.Lombokjournal.com

BPJS Kesehatan melakukan banyak peran tugas untuk mendukung pemerintah menangani pandemi Covid-19.

Dalam keterangan tertulis yang diterima media, Direktur Utaam BPJS Kesehatan, Fachmi Idris mengatakan, pandemi Covid-19 mendorong seluruh pihak bersatu dan bergerak bersama.

“Pandemi ini menciptakan suatu kohesi sosial sehingga muncul kesadaran akan peran dan tanggung jawab penanganan pandemi Covid-19. Ini adalah sebuah aksi gotong royong massal,” kata Fachmi Ieis dalam keterangannya.

Hal tersebut dikatakannya saat memimpin pertemuan Internasional Technical Commission on Medical Care and Sickness Insurance secara daring, Rabu (25/11/20).

Dalam event itu Fachmi menjadi Chairperson of Technical Commission on Medical Care and Sickness Insurance of International Social Security Association (ISSA).

Fachmi mengatakan, melalui Gerakan Gotong Royong Bantu Tenaga Kesehatan Cegah Corona (GEBAH Corona), BPJS Kesehatan bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Republika menginisiasi dana kemanusiaan untuk membantu tenaga dan fasilitas kesehatan.

BPJS Kesehatan juga mendukung pemerintah melakukan tugas verifikasi klaim Covid-19 rumah sakit.

BIla verifikasi lolos, klaim akan dibayar oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggunakan dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau sumber dana lainnya, sesuai ketentuan perundang-undangan.

Hingga hari Jumat (23/10/2020), terhitung sudah 209.386 jumlah klaim kasus Covid-19 yang diverifikasi BPJS Kesehatan dengan biaya mencapai Rp 13,4 triliun.

Meski begitu, Fachmi mengatakan, pelayanan kesehatan selama pandemi Covid-19 mengalami penurunan.

Hal tersebut disebabkan kekhawatiran masyarakat akan paparan Covid-19. Diketahui, kunjungan ke rumah selama pandemi hanya didominasi para penyandang penyakit katastropik.

Kunjungan dari pasien kronis yang berada dalam kondisi stabil juga menurun. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya telah meluncurkan layanan konsultasi online.

“Untuk memastikan peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tetap dapat mengakses layanan kesehatan, BPJS Kesehatan meluncurkan aplikasi Mobile JKN untuk menjaga kontak atau komunikasi antara dokter dengan pasien,” kata Fachmi.

Cukup Hubungi Chika Konsultasi online tersebut terdiri dari tiga jenis yaitu konsultasi online antara dokter fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dengan dokter spesialis.

Konsultasi online itu meliputi konsultasi hasil ultrasonografi (USG), elektrokardiogram (EKG), radiologi, dan konsultasi kondisi spesifik lainnya.

Kemudian, konsultasi online antara pasien dengan dokter FKTP, dan konsultasi online antara pasien dengan dokter spesialis (khusus untuk pasien kronis, pasien lansia dengan risiko kesehatan tinggi, dan pasien diabetes mellitus).

Tak hanya Mobile JKN, BPJS Kesehatan juga membantu pemerintah menangani Covid-19 melalui layanan digital lain, seperti Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (Pandawa), Chat Assistant JKN (Chika), Voice Interactive JKN (Vika), BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, dan melalui media sosial.

Kemudian, sesuai Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020, BPJS Kesehatan menerapkan Program Relaksasi Tunggakan Iuran JKN-KIS, yang salah satu kebijakannya mengenai pemberian relaksasi pembayaran tunggakan iuran bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Peserta Peserta JKN-KIS dapat mengajukan relaksasi pembayaran tunggakan iuran dengan membayar tunggakan 6 bulan, sedangkan sisanya dapat dicicil dan dilunasi paling lambat akhir tahun 2021.

Hal itu menjadi wujud kehadiran negara untuk memastikan warga memiliki akses pelayanan kesehatan.

Rr/Kps.com

 




Tahun 2021, Iuran BPJS Kesehatan Dipastikan Tak Ada Kenaikan

Isu soal kenaikan iuran BPJS Kesehatan kembali muncul dari isyarat Menteri Kesehatan Terawan

MATARAM.lombokjournal.com

Dipastikan iuran BPJS Kesehatan tak akan ada kenaikan lagi pada tahun 2021.

Kalau ada perubahan atas tarif iuran baru, itu akan dilakukan pada 2022 atau dua tahun mendatang.

Penegasan itu disampaikan salah seorang anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Muttaqien Pasalnya, rencana implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berbasis kebutuhan dasar kesehatan (KDK) dan kelas standar rawat inap baru akan dilaksanakan di tahun tersebut.

“Untuk iuran 2021 masih akan tetap menggunakan Perpres 64 tahun 2020,” kata Muttaqien seperti dikutip CNNIndonesia.com, Kamis (26/11/20).

Dijelaskan Muttaqien, layanan berbasis KDK merupakan penyesuaian manfaat JKN yang berupa manfaat medis. Penyesuaian manfaat nonmedisnya berupa implementasi kelas standar rawat inap.

Perubahan manfaat ini lah yang akan mempengaruhi tarif Ina CBGs dan kapitasi dan pada akhirnya akan mempengaruhi iuran.

Juga dipastikan, penyesuaian iuran atas layanan berbasis kebutuhan dasar kesehatan (KDK) dan implementasi kelas standar juga baru akan dibahas 2021.

Menurut Muttaqien, Tim masih berproses untuk pengambilan data, modeling, dan simulasi iuran berdasarkan rencana perubahan kebijakan yang ada. Saat ini pemerintah juga masih menyiapkan regulasi untuk mendukung implementasi penyesuaian manfaat JKN tersebut.

Regulasi yang akan berubah adalah Perpres 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

“Sehingga direncanakan akan ada perubahan ketiga dari Perpres 82/2018 tersebut. Setelah itu, tentu akan disiapkan peraturan turunan dari perpres tersebut,” terangnya.

Isu soal kenaikan iuran BPJS Kesehatan kembali muncul dari isyarat Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Saat rapat bersama Komisi IX DPR, Selasa (24/11/20).

Ia berdalih penyesuaian iuran itu merupakan amanat Peraturan Presiden 64 Tahun 2020 atas kelas standar dan kebutuhan dasar kesehatan (KDK).

“Adanya amanat dalam Perpres 64/2020 tentang peninjauan ulang iuran Jaminan Kesehatan Nasional, rawat inap kelas standar, konsekuensinya pada perubahan besaran iuran,,” terang Terawan saat rapat bersama Komisi IX DPR, Selasa (24/11/20).

Penetapan iuran, sambung Terawan, tentunya dengan pertimbangan Kementerian Keuangan, BPJS Kesehatan, termasuk juga kementerian yang dipimpinnya, Kementerian Kesehatan.

Sebagai gambaran, pertama, penetapan iuran akan menggunakan metode aktuaria. Kedua, pertimbangan pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan, rawat inap kelas standar, kemampuan membayar dari peserta, inflasi kesehatan, termasuk perbaikan tata kelola program JKN.

Adapun, pemanfaatan program JKN berbasis kebutuhan dasar kesehatan yang dijamin berdasarkan pola epidemiologi atau penyakit umum di Indonesia.

BACA JUGA;

Benarkah Ada Kenaikan Iuran BPJ? Menkes Terawan Bicara Perpres 64 Tahun2020

“Dasar penentuan manfaat berbasis kebutuhan dasar kesehatan yang tidak dijamin JKN kemudian akan disesuaikan dengan Pasal 52 Perpres 82 Tahun 2018,” ujarnya.

Terawan menegaskan, saat ini proses penyesuaian iuran JKN masih dalam tahap awal.

“Masih disiapkan permodelan perhitungan iuran dengan data utilisasi dengan data cost (biaya) dari BPJS Kesehatan dan mempertimbangkan proyeksi dan asumsi berbagai kebijakan,” tandasnya.

hrf/agt

 

 




Layanan Pandawa, Mempermudah Mengurus Administrasi BPJS Kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) meminimalisir pelayanan tatap muka, tujuanya menekan penyebaran Covid-19.

Salah satunya layanan untuk meminimalkan tatap uka yaitu  Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (PANDAWA).

Peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dapat mengakses layanan administrasi tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan. Caraya menggunakan aplikasi PANDAWA

Salah seorang peserta JKNKIS, Bagus Permana, mengaku dipermudah dengan adanya layanan PANDAWA. Hal  itu dibuktikannya saat ia mendaftarkan anggota  keluarganya, menjadi peserta JKN-KIS.

Tidak seperti waktu ia mendaftarkan utuk dirinya sendiri, ia harus mendatangi langsung ke kantor BPJS Kesehatan. Tentu saja ini membutuhkan waktu tak sebentar, karena jarak kantor itu dari rumahnya  lumayan jauh.

“Belum lagi peserta yang lain kan banyak. Sekarang cukup lewat WA saya bisa melakukan penambahan anggota keluarga hanya dengan duduk di rumah,” kata Bagus.

Ia sudah beberapa kali merasakan pengobatan saat sakit tanpa biaya, ia mengisahkan saat awal dirinya mengetahui adanya layanan PANDAWA.

Dirinya selalu ingin mengunjungi kantor BPJS Kesehatan namun waktunya yang berprofesi sebagai kendaraan atar pulau selalu menghalangi.

Akhirnya, ia mendapatkan informasi dari Kader JKN-KIS yang juga merupakan seorang temannya.

“Saya dapat info dari teman, kebetulan dia memang menjadi Kader JKN-KIS. Saya awalnya mau titip dia untuk mendaftarkan keluarga  saya, namun teman saya menjelaskan PANDAWA. Kemudian saya sangat tertarik, dan memang sebetulnya sudah lama berencana mendaftarkan orang tua’’ jelasnya.

Menurut Bagus, sebaiknya  disimpan saja dulu nomornya, kemudian nanti ada link untuk formulir jenis layanan apa yang akan kita gunakan.

“Setelah mengisi itu kita ikuti saja data-data apa yang harus kita kirimkan lewat WA. Jadi seperti chatting biasa. Untuk kartunya nanti dikirimkan ke alamat rumah,” jelasnya.

Dituturkannya, saat mengisi formulir antrian pada PANDAWA terdapat informasi apa saja yang dapat dilayani melalui PANDAWA.

Selain untuk pendaftaran peserta baru untuk PNS/TNI Polri, PANDAWA juga dapat melayani penambahan anggota keluarga, cetak kartu dan registrasi ulang, ubah fasilitas kesehatan, dan perbaikan data peserta.

Kepada BPJS Kesehatan diuapkan teria kasih karena telah mempermudah akses pelayanan administrasi. Dia juga berharap ke depan, semakin banyak kemudahan layanan yang diberikan BPJS Kesehatan.

“Terima kasih BPJS Kesehatan yang telah memberikan kemudahan bagi peserta. Terutama untuk orang-orang yang kesulitan untuk akses ke kantor cabang ataupun yang memiliki waktu terbatas. Dengan adanya kemudahan-kemudahan yang diberikan inilah yang menjadikan peserta lebih semangat juga untuk membayar iuran dan pastinya dapat memberikan kelancaran kita dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Semoga terus bisa meningkat pelayanannya.” tuturnya.

Selain layanan PANDAWA, BPJS Kesehatan juga menyediakan kanal layanan tanpa tatap muka seperti CHIKA (08118750400), VIKA melalui Care Center 1 500 400 maupun aplikasi Mobile JKN yang dapat diunduh baik di Play Store ataupun App Store.

Rr/JPR

 




Inovasi dan Kolaborasi, Bawa NTB Jadi Pemprov Informatif 2020

Dalam penilaian oleh Komisi Informasi Pusat, Provinsi NTB memiliki berbagai inovasi dan layanan informasi publik diantaranya NTB Care, NTB Satu Data, SIAGA dan SIP Posyandu

MATARAM.lombokjournal.com

Pemprov NTB dinobatkan sebagai pemerintah provinsi (Pemprov) berkualifikasi informatif tahun 2020 oleh Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia, Rabu (25/11) lalu.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfotik NTB, Iwan Sapta Taruna, SE berkomitmen, Pemprov NTB selalu berikhtiar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tentunya dengan berbagai produk pelayanan informasi yang dihadirkan.

“NTB sebagai badan publik senantiasa mengedepankan kolaborasi serta inovasi pada produk – produk pelayanan informasi publik. Kita berkomitmen penuh untuk terbuka dan hadir untuk masyarakat” ujar Iwan, usai kegiatan Hari Ikan Nasional, di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Kamis (26/11/20).

Dijelaskan Iwan, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah terkenal aktif di sosial media, sehingga perangkat daerah juga terpacu dalam menyebarluaskan informasi pembangunan NTB.

Hal tersebut mencerminkan misi NTB yang terus berusaha untuk menjadi daerah yang bersih dan melayani dengan menerapkan prinsip Good Governance.

“Gubernur kita mencontohkan sosial media bisa digunakan sebagai wadah untuk menyebarkan informasi seluas-luasnya dan berinteraksi melayani masyarakat dengan cepat” tutur Iwan.

Dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik tahun 2020, Komisi Informasi Pusat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) kepada seluruh 348 (tiga ratus empat puluh delapan) Badan Publik se Indonesia.

Tahapan monev dimulai tahapan sosialisasi, monitoring hingga evaluasi kepada semua badan publik dengan menggunakan kuesioner.

Terkait kuesioner tersebut terdapat beberapa indikator seperti, pengembangan website yang terkait dengan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi); dan Pengumuman Pelayanan dan penyediaan, Informasi Publik sehingga informasi publik, dapat diakses dengan mudah dan cepat oleh masyarakat, dengan maksud agar masyarakat merasakan manfaat dari adanya Keterbukaan Informasi Publik.

Dalam penilaian oleh Komisi Informasi Pusat, Provinsi NTB memiliki berbagai inovasi dan layanan informasi publik diantaranya NTB Care, NTB Satu Data, SIAGA dan SIP Posyandu.

NTB Care Aplikasi Mobile yang menjadi mata, telinga dan tangan Pemerintah Provinsi NTB untuk menangkap, memahami dan merespon pengaduan masyarakat, NTB Satu Data adalah Sistem Data Terbuka yang menyediakan data resmi Pembangunan NTB yang dihimpun dari berbagai sumber, SIAGA menjadi aplikasi mitigasi dan edukasi kebencanaan Dan SIP Posyandu adalah sebuah aplikasi yang mengintegrasikan data posyandu dan kesehatan hingga ke desa-desa di NTB.

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB Dr. Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan rasa syukurnya karena NTB bisa kembali mendapat penghargaan sebagai Badan Publik Informatif.

Ummi Rohmi panggilan akrabnya mengucapkan rasa terimakasihnya atas kerjasama yang luar biasa kepada KI NTB dan PPID Pemprov NTB hingga ke seluruh PPID pembantu yang ada di NTB.

“Ini capaian yang tidak mudah di saat kita dihadapi bencana yang bertubi-tubi. Dari gempa hingga pandemi covid-19. Tapi kita telah buktikan kita bisa. Ini kerja yang luar biasa!” jelasnya usai menerima penghargaan, Rabu (25/11).

Selain Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2020, berbagai inovasi dan kebulatan tekad untuk menjalankan pemerintahan yang transparan, mengantarkan Provinsi NTB mendapatkan pujian dari komunitas Internasional, Global Open Government Partnership (OGP) di Washington, DC.

Kolaborasi Program pengembangan Open Government tersebut yang dilakukan di NTB sendiri senantiasa mendapat dukungan dari unsur pimpinan daerah, yakni Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah.

Dinas Kominfotik NTB berperan sebagai koordinator dalam perencanaan dan pelaksanaan program bekerja sama dengan 45 perangkat daerah lingkup pemerintah provinsi sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Komisi Informasi  Daerah dan Komisi Penyiaran Daerah juga memperkuat dalam penyelenggaraan keterbukaan informasi publik dan menjamin kualitas informasi di media.

ikp, @diskominfotikntb




Gubernur Ikuti Rakornas Destinasi Super Prioritas, Luhut; Indonesia Kalah Cara Menjual

Usai Rakor, Gubernur Zul berbincang dengan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, mengajak Viktor bidding menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028

 lombokjournal.com —

JAKARTA  ;      Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, perlunya ketenangan dan kedamaian untuk bisa menjual potensi pariwisata Indonesia kepada dunia.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Jakarta, Jumat (27/11/20), Luhut menjelaskan pariwisata Indonesia masih kalah dibanding sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara dalam sejumlah hal, tapi Indonesia hanya kalah dalam cara menjual.

“Kita menjualnya kurang dan itu memerlukan ketenangan dan kedamaian. Saya ulangi, ketenangan, kedamaian. Dan ketenangan, kedamaian, itu dilakukan oleh kita para pemimpin intelektual ini,” katanya.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas ini, Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah hadir langsung, mengingat pentingnya kegiatan tersebut karena menyangkut pengembangan investasi dan wisata dalam daerah.

Luhut Binsar Pandjaitan meminta sejumlah oknum tidak lagi menjual ide-ide kekerasan yang kemudian membuat Indonesia ditakuti. Ia juga meminta  jangan karena ambisi politik lalu sengaja menimbulkan keributan.

“Sebagai yang paling senior di ruangan ini, saya sampaikan itu. Jadi, jangan sampai karena kepentingan-kepentingan politik kita, ambisi-ambisi politik kita, birahi kekuasaan kita, kita buat keributan-keributan” katanya.

Luhut menjelaskan dibanding negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia tidak kalah dari segi alam, kebudayaan, kuliner hingga hiburan. Sayangnya, ia mengakui memang masih ada kekurangan di sejumlah titik, misalnya infrastruktur hingga keramahtamahan penduduknya.

“Saya cukup banyak keliling dunia. Apa yang kita lihat di Labuan Bajo, misalnya, di Mandalika, di Bali, di beberapa spot, di Toba, itu tempat-tempat yang sangat indah. Tapi kita kurang menjual karena banyak hal tadi, masalah infrastrukturnyalah, keramahtamahanlah,” katanya.

Karena itu, Luhut meminta segenap masyarakat kompak dan ikut mendorong pengembangan pariwisata nasional.

“Sekarang bagaimana kita menciptakan lapangan kerja, mendidik orang untuk ramah tamah. Jangan kebencian, angker yang kita tampilkan. Di kejadian akhir-akhir ini, itu juga membuat orang menilai negara ini begini aja. Kalau orang takut datang kemari, yang akan rugi itu rakyat kecil. Jadi kita sebagai pemimpin, harus memberikan kedamaian, ketenangan dan memberikan kesan, kau datang kemari, kau pasti kita jamin,” katanya kepada peserta Rakornas yang terdiri dari sejumlah Menteri dan Kepala Daerah itu.

Usai Rakor, Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah berbincang-bincang dengan sejumlah Menteri dan Gubernur yang hadir, salah satunya dengan Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

Gubernur Zul mengajak Viktor untuk bidding menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Karena dua provinsi bertetangga ini sesungguhnya sudah layak dan siap menjadi tuan rumah event olahraga terbesar di dalam negeri tersebut.

Rr/HmsNTB




Wagub Berharap PLN Gencarkan Program Pengolahan Sampah Jadi pellet RDF

Pabrik RDF akan dibangun tahun 2021 untuk memperbesar volume pengolahan sampah menjadi pellet bahan bakar, namun masih terkendala lahan

 MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah berharap, agar program pengolahan sampah menjadi bahan bakar yang dilakukan oleh PLN bisa semakin digencarkan di tahun depan.

Program  pengolahan sampah menjadi pellet RDF (Refuse Derived Fuel) akan menjadi substitusi bahan bakar batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang, Lombok Barat.

Audensi PLN

PLN melalui PT. Indonesia Power telah bekerjasama dengan Pemprov NTB untuk mengolah sampah menjadi pellet RDF yang berlokasi di TPA Regional Kebon Kongok. Pabrik pengolahan sampah yang bernama JOSS atau Jeranjang Olah Sampah Setempat itu diharapkan semakin optimal pemanfaatannya di tahun depan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menerima audiensi atau silaturahmi General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Ir. Lasiran di ruang tamu Wakil Gubernur, Jumat  (27/11/20).

Dalam kegiatan tersebut GM PLN juga  menyampaikan laporan program inovasi unggulan yaitu Command Center sebagai program yang melayani masyarakat dengan cepat.

Wakil Gubernur mengatakan, pabrik RDF rencananya akan dibangun tahun 2021 untuk memperbesar volume pengolahan sampah menjadi pellet bahan bakar. Namun saat ini masih terkendala oleh lahan.

“Lahannya yang masih kita cari, kalau lahannya cukup, kapasitasnya produksinya akan lebih besar,” ungkap Umi Rohmi, sapaan akrab Wagub.

Umi Rohmi mengatakan, program mengubah sampah menjadi pellet bahan bakar adalah satau satu program yang mendukung program Zero Waste.

Namun program Zero Waste itu tidak bisa hanya mengandalkan RDF saja, karena hal itu sebagai salah satu alternatif mendorong percepatan pemanfaatan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat.

“Komposisi  sampah yang masuk di TPA Kebon Kongok tinggi juga kayunya, jadi itu yang bisa dimanfaatkan ke RDF.Tapi yang sampah lain seperti plastik juga harus dipikirkan hilirisasinya mau kemana,” katanya

Menanggapi program lahirnya PLN Command Center ini, Umi Rohmi mengatakan, ini adalah solusi dari respon cepat terhadap masalah listrik yang dialami oleh masyarakat.

“Sudah saatnya ada program ini, karena listrik butuh respon cepat, selamat untuk PLN atas inovasinya dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Provinsi NTB,” tutupnya.

Sebelumnya General Manager PLN  Unit Induk Wilayah NTB Ir. Lasiran menyampaikan sejumlah program yang sedang dilakukan oleh PLN. Di antaranya pengolahan sampah menjadi pellet bahan bakar ini.

Pellet RDF ini menjadi bahan campuran batu bara (co-firing) dalam proses pembakaran di PLTU Jeranjang, Lombok Barat.

“Kami sudah koordinasikan dengan pengelola di Jeranjang, kalau pemerintah daerah di NTB bisa bantu artinya permasalahan sampah bisa terselesaikan,”ungkapnya.

Lasiran dalam kesempatan tersebut menjelaskan terkait dengan program inovasi Command Center yang akan diresmikan tanggal 1 Desember 2020 yang berada pada tiga lokasi yaitu Lombok Command Center, Sumbawa Command Center dan Bima Command Center.

“Ini sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Jadi jika ada gangguan begitu diterima laporan langsung ditransfer ke petugas terdekat dan diselesaikan lebih cepat,”ungkapnya.

Rr/HmsNTB




DPRD NTB Ketok Perda APBD NTB 2021, Wagub Apresiasi Lancarnya Koordinasi Eksekutif dan Legislatif

Umi Rohmi berharap agar koordinasi dan komunikasi yang konstruktif antara eksekutif dan legislatif selama proses pembahasan Raperda APBD tahun 2021 terus terjalin pada masa-masa mendatang

MATARAM.lombokjournal.com

DPRD Provinsi NTB menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021 menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Hal ini diputuskan saat Rapat Paripurna Ke-empat DPRD Provinsi NTB Masa Persidangan III Tahun 2020, berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, Jum’at (27/11/20).

Agenda Rapat Paripurna kali ini yakni Penyampaian Laporan Badan Anggaran DPRD Provinsi NTB atas hasil pembahasannya terhadap Raperda tentang APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021. Dilanjutkan dengan Keputusan DPRD Provinsi NTB tentang Persetujuan DPRD  Provinsi NTB terhadap Raperda tentang APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021.

Kemudian ditutup dengan Pendapat akhir Gubernur NTB sebagai sambutan terhadap Raperda tentang APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang mengikuti Rapat Paripurna menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Provinsi NTB yang menyetujui Raperda tentang APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021.

Ia menyadari, selama pembahasan Raperda telah dijalani dengan penuh dinamika, mencurahkan waktu, pikiran dan perhatian yang sangat serius dari semua pihak terkait.

“Alhamdulillah, semua upaya tersebut telah dapat dirumuskan dalam satu komitmen bersama bahwa APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021 menjadi produk hukum yang aspiratif, responsif, akseleratif dan produktif, dalam mendatangkan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan wilayah Provinsi NTB,” ucap Wagub.

Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi ini menyebut, adanya persetujuan DPRD Provinsi NTB terhadap Raperda tentang APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021, itu artinya Pemerintah NTB telah memiliki produk hukum yang akan menjadi pedoman bagi pelaksanaan pembangunan daerah tahun 2021.

“Persetujuan ini menunjukkan adanya komitmen serta kesungguhan pimpinan dan segenap anggota DPRD untuk benar-benar mengawal dan memastikan bahwa setiap produk hukum yang ditetapkan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah,” jelasnya.

Umi Rohmi berharap agar koordinasi dan komunikasi yang konstruktif antara eksekutif dan legislatif selama proses pembahasan Raperda APBD tahun 2021 terus terjalin pada masa-masa mendatang, demi memberikan kinerja terbaik bagi pembangunan daerah.

“Semoga dengan semangat kebersamaan ini dapat menjadi energi positif dalam melaksanakan tanggung jawab sesuai bidang tugas kita masing-masing,” pungkasnya.

Keputusan penetapan Raperda Provinsi NTB tentang APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021 menjadi Perda dibacakan langsung oleh Sekretaris DPRD Provinsi, Mahdi, SH., MH.  Setelah sebelumnya mendengarkan penyampaian laporan Badan Anggaran atas hasil pembahasannya terhadap Raperda.

“Memutuskan menetapkan, kesatu, menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi NTB tentang Anggaran, Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda), setelah mendapatkan evaluasi dari Menteri Dalam Negeri dengan rincian sebagaimana tercantum dalam lampiran satu keputusan ini,” sebut Mahdi.

APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021 mulai berlaku terhitung sejak tanggal 1 Januari 2021 sampai dengan 31 Desember 2021.

Selain itu, ada pula sejumlah catatan, rekomendasi dan saran yang tercantum dalam lampiran agar mendapat perhatian oleh Gubernur NTB.

“Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan, akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Rincian APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021 sebagai berikut :

  • Pendapatan Daerah Rp. 5.473.931.855.427,00
  • Pendapatan Asli Daerah Rp. 1.954.341.221.233,00
  • Pajak Daerah Rp. 1.487.726.538.148,00
  • Retribusi Daerah Rp. 47.219.957.500,00
  • Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Rp. 64.104.210.166,00
  • Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Rp. 355.290.515.419,00
  • Pendapatan Transfer Rp. 3.464.809.730.250,00
  • Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat Rp. 3.463.147.644.000,00
  • Dana Perimbangan Rp. 3.394.625.397.000,00
  • Dana Transfer Umum, Dana Bagi Hasil (DBH) Rp. 211.656.697.000,00
  • Dana Transfer Umum, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp. 1.524.501.604.000,00
  • Dana Transfer khusus, Dana Alokasi Khusus Dat Fisik, Rp. 417.655.234.000,00
  • Dana Transfer Khusus, Dana Alokasi Khusus Dat Non-Fisik Rp. 1.240.811.862.000,00
  • Dana Insentif Daerah (DID) Rp. 68.522.247.000,00
  • Pendapatan Transfer Antar Daerah Rp. 1.662.086.000.250,00
  • Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemda lainnya Rp. 1.662.086.000.250,00
  • Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp. 54.780.903.944,00
  • Pendapatan Hibah Rp. 54.780.903.944,00

Belanja Daerah Rp. 5.528.931.855.427,00

Defisit Rp. 55.000.000.000,00

Pembiayaan Daerah :

  • Penerimaan Pembiayaan Rp. 65.000.000.000,00
  • Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya Rp. 65.000.000.000,00
  • Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Rp. 0
  • Pengeluaran Pembiayaan Rp. 10.000.000.000,00
  • Penyertaan Modal Investasi Pemerintah Daerah Rp 10.000.000.000,00
  • Jumlah Pembiayaan Neto Rp. 55.000.000.000,00.

Rr/HmsNTB

 




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 27 Nopember 2020, Bertambah 32 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 18 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) Orang

Disiplin penerapan protokol kesehatan (Prokes) masih menjadi kunci utama kita untuk mencegah penularan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Bima, Laboratorium TCM Kota Bima dan Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa mengkonfirmasi, ada tambahan 17 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (27/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 114 sampel dengan hasil 81 sampel negatif, 1 (satu) sampel positif ulangan, dan 32 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 18 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 32 kasus baru terkonfirmasi positif, 18 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (27/11/20) sebanyak 4.720 orang, dengan perincian 3.874 orang sudah sembuh, 250 meninggal dunia, serta 596 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 32 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 18 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4689, an. SR, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L Manambai Abdul Kadir Sumbawa;
  2. Pasien nomor 4690, an. M, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L Manambai Abdul Kadir Sumbawa;
  3. Pasien nomor 4691, an. AH, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L Manambai Abdul Kadir Sumbawa;
  4. Pasien nomor 4692, an. D, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L Manambai Abdul Kadir Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4693, an. KA, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, KecamatanSumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4551. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4694, an. B, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4695, an. AZ, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4696, an. SSS, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Pane, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi.Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Bima;
  9. Pasien nomor 4697, an. A, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  10. Pasien nomor 4698, an. B, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  11. Pasien nomor 4699, an. M, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Kendo, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  12. Pasien nomor 4700, an. AH, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Bajo, Kecamatan Soromandi,Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Soromandi;
  13. Pasien nomor 4701, an. SS, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Bolo;
  14. Pasien nomor 4702, an. FII, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju Gerung;
  15. Pasien nomor 4703, an. IH, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju Gerung;
  16. Pasien nomor 4704, an. BK, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  17. Pasien nomor 4705, an. R, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  18. Pasien nomor 4706, an. VAS, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Jala, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  19. Pasien nomor 4707, an. UK, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  20. Pasien nomor 4708, an. ND, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  21. Pasien nomor 4709, an. AP, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  22. Pasien nomor 4710, an. NM, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  23. Pasien nomor 4711, an. SY, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  24. Pasien nomor 4712, an. I, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  25. Pasien nomor 4713, an. FSA, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  26. Pasien nomor 4714, an. SY, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  27. Pasien nomor 4715, an. NW, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Manggeasi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  28. Pasien nomor 4716, an. AK, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr.R. Soedjono Selong;
  29. Pasien nomor 4717, an. S, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Peresak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  30. Pasien nomor 4718, an. P, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Jenggik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  31. Pasien nomor 4719, an. DH, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  32. Pasien nomor 4720, an. LKSJ, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Hari Jum’at ini terdapat 18 tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3824, an. IKPD, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
  2. Pasien nomor 4092, an. MHA, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.
  3. Pasien nomor 4114, an. INKA, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.
  4. Pasien nomor 4140, an. M, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.
  5. Pasien nomor 4144, an. MJ, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
  6. Pasien nomor 4253, an. HMR, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.
  7. Pasien nomor 4473, an. YM, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Kembang Are Sampai, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur.
  8. Pasien nomor 4477, an. WI, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.
  9. Pasien nomor 4504, an. FGEP, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.
  10. Pasien nomor 4518, an. TWMP, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.
  11. Pasien nomor 4533, an. IMRW, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.
  12. Pasien nomor 4534, an. AHH, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.
  13. Pasien nomor 4535, an. INA, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
  14. Pasien nomor 4536, an. IWSP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.
  15. Pasien nomor 4538, an. MF, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.
  16. Pasien nomor 4539, an. INN, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
  17. Pasien nomor 4540, an. PS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.
  18. Pasien nomor 4546, an. SA, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Jum’at ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 4704, an. BK, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid. Tatalaksana Covid-19.

Lalu Gita Aryadi menghimbau,  seluruh masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi. Disiplin penerapan protokol kesehatan (Prokes) masih menjadi kunci utama kita untuk mencegah penularan Covid-19.

“Protokol kesehatan tersebut, mulai dari penggunaan masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dan membudayakan pola hidup bersih dan sehat, haruslah dapat dijadikan tatanan hidup baru bagi seluruh masyarakat NTB,” katanya.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119




KONI Lombok Utara Berikan Bonus Atlet Berprestasi

KON Lombok Utara dengan keterbatasan mampu menunjukkan prestasi luar biasa bagi daerah

TANJUNG.lombokjournal.com

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lombok Utara memberikan penghargaan dan bonus kepada atlet berprestasi di masing-masing cabang olahraga (cabor) yang mendapatkan juara.

Kegiatan penyerahan bonus berlangsung di Sekretariat KONI KLU di Tanjung (26/11/20).

Pembagian bonus pada kegiatan tersebut, dihadiri  Plt. Asisten Bidang Administrasi Umum Setda KLU Evi Winarni MSi, Ketua KONI KLU H Burhan M Nur SH dan jajaran Pengurus KONI KLU

Plt Asisten III Evi Winarni M.LSi menyampaikan meskipun dengan segala keterbatasan anggaran yang di hadapi KONI saat ini, bisa memberikan bonus kepada atlet berprestasi.

“Kita tahu para atlet ini memberikan prestasi dan membawa (panji) Lombok Utara. Atlet memiliki komitmen kuat dalam situasi dan kondisi apapun bisa memberikan prestasi yang gemilang, baik di tingkat internasional, nasional, maupun lokal. Tunjukkan bahwa anak-anak KLU, mampu menjadi kebanggaan kita semua,” tandasnya.

Secara khusus, asisten III memberikan pesan kepada atlet atletik Mirawan  yang hadir di acara, menjadi atlet nasional kebanggaan Lombok Utara bisa membuat bangga keluarga.

“Persembahkan yang terbaik dan saya yakin di bawah kepemimpinan KONI beserta jajaran pengurus mampu memberikan kontribusi kepada Mirawan dan kawan-kawan atlet lainnya,” tuturnya.

Lebih lanjut ditambahkannya, pemda menyadari tidak semua hal sesuai keinginan dan harapan KONI KLU. Tapi ditegaskan, pemerintah memberikan dukungan maksimal untuk mendukung apa yang dilakukan oleh KONI yang dengan keterbatasan mampu menunjukkan prestasi luar biasa bagi daerah.

Kepada yang menerima bonus dan penghargaan, jangan cepat berbangga diri, jadikan sebagai titik awal untuk presentasi gemilang, seperti yang telah diraih atlet KLU seperti Zohri, Sudirman dan Mirawan.

“Pemda KLU mengucapkan terima kasih kepada KONI dan pengurus atas bimbingan dan kerja keras selama ini sehingga membuahkan hasil yaitu adanya atlet berprestasi sampai dengan kancah internasional,” imbuhnya.

Pemberian bonus rutin tiap tahun

Ketua KONI KLU H Burhan M Nur SH menyampaikan, sebanyak tujuh cabang olahraga yang terdiri dari 105 atlet diberikan penghargaan dan bonus pada tahun 2020.

Perjalanan KONI semenjak diamanahkan pada bulan Juli 2019, dana KONI 1,6 miliar namun seiring waktu berjalan Pemerintah Daerah di masa itu kekurangan dana pilkada sehingga anggaran dialihkan. Situasi kembali pada awal 2020, karena wabah pandemi yang sampai saat sekarang, maka dana untuk KONI ikut mengalami pemangkasan hingga nol.

“Alhamdulillah, saat ini sdh ada anggaran melalui anggaran perubahan 2020. Kegiatan pemberian bonus ini rutin kita lakukan setiap tahunnya dan komitmen KONI terus untuk memberikan bonus kepada atlet,” jelasnya.

Selain itu pula, KONI pada tahun 2021 memiliki agenda olahraga sangat padat seperti Popda, menyiapkan atlet Zohri, Sudirman dan Mirawan di PON Papua, ini yang menjadi fokus dan prioritas.

Pihaknya memberikan atensi biaya tiap bulan, baik ketika di Platda maupun Platnas dalam rangka persiapan PON dan event internasional seperti Olimpiade Tokyo yang sempat tertunda pada tahun 2020, kemudian dilaksanakan pada tahun 2021 nanti.

Lebih lanjut Ketua KONI yang juga Wakil Ketua DPRD itu menyampaikan anggaran terbatas dalam situasi pandemi yang belum kita tahu kapan berakhirnya, KONI akan segera melakukan rapat kerja karena saat sekarang ini banyak agenda yang harus dilakukan.

Selain masalah fasilitas olahraga di KLU pascagempa 2018 dan untuk operasional KONI serta Pembinaan kepada Cabor yang aktif melakukan kegiatan olahraga.

Mirawan atlet Lari 400 Meter Putra yang juga pemegang 10 medali nasional menyampaikan tekadnya untuk bisa lolos membela NTB dan KLU pada ajang PON Papua. Karena itu, ia meminta KONI NTB dan KLU membantunya agar bisa ikut serta pada ajang bergengsi empat tahunan tersebut.

Adapun persiapan yang dilakukan relatif sudah matang. Terkait persiapan yang dilakukan, sprinter asal Senaru itu menyampaikan dalam waktu dekat akan ikut Jatim Open dan Kejurnas di Aceh dengan menargetkan tiga medali emas, lantaran nomor 400 menjadi andalannya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis bonus atlet kepada perwakilan masing-masing cabor serta penyerahan APD bantuan dari Kemenpora RI, melalui KONI NTB yang diserahkan oleh KONI KLU.

sid




Ragam Kebhinnekaan dalam 2 Juta Langkah SALAM di Kota Mataram

Masyarakat, terutama dari kelompok minoritas sejatinya tak mengharapkan apa-apa. Cukup dengan sentuhan perhatian dan menganggap eksistensi mereka itu ada sebagai warga Kota Mataram

lombokjournal.com —

MATARAM ;       Pilkada bukan sekadar ajang pertarungan politik merebut kekuasaan. Apalagi sampai memecah dan mengkotak-kotak masyarakat berdasarkan pilihan, dan rawan menimbulkan gesekan, disharmonisasi di Kota Mataram.

Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) memaknai Pilkada sebagai pesta demokrasi untuk seluruh masyarakat Kota ini.

Apapun latar belakang etnis, agama, strata ekonomi dan pendidikan, selama warga Kota Mataram yang memiliki hak pilih harus merasakan kemeriahan pesta lima tahunan.

2 juta langkah SALAM membuka bagaimana keberagaman dan heterogenitas di Kota Mataram bisa tetap terpupuk dan terjaga sepanjang pesta Pilkada ini. Dan yang terpenting, masyarakat harus bersuka cita menyambut Pilkada, agar angka partisipasi pemilih di Kota Mataram bisa meningkat dibanding Pilkada lima tahun silam.

Menghargai dan merangkul masyarakat yang beragam di Kota Mataram sudah ditunjukan pasangan SALAM sejak mendaftar di KPU Kota Mataram, awal September 2020 lalu. Diiringi ratusan relawan pendukung, SALAM juga menggelar pertunjukan dan pawai lintas budaya dan Multi Etnik , sembari menunggu jalannya proses pendaftaran.

“Sejak awal maju dan mendaftar ke KPU, bu Selly dan TGH Manan memang sudah mengkampanyekan Pilkada Damai, merangkul semua warga masyarakat yang beragam dan heterogen,” kata Ketua Tim Pemenangan SALAM, Eko Anugraha Priyanto, Kamis ( 26/11/20) .

Menurut Eko , kepemimpinan Selly-Manan adalah kepemimpinan yang merangkul dan memperhatikan semua. Bagi SALAM, siapa pun orangnya, sepanjang dia warga Kota Mataram harus mendapatkan hak-hak dan pelayanan publik yang setara dan berkualitas.

SALAM ingin menciptakan Mataram sebagai Kota yang Madani. Pemerintahan yang tidak mengabaikan atau menganggap ringan kebutuhan dan aspirasi kelompok minoritas. Semua ini demi terciptanya kerukunan masyarakat lintas etnis, agama dan budaya di Ibukota NTB ini.

“Pesan pentingnya adalah SALAM akan menjadi pemimpin untuk semua, melayani semua masyarakat. Sebab kondusivitas daerah menjadi hal pokok dalam pembangunan daerah. Dan kondusivitas yang baik bisa muncul dari rasa persatuan dan persaudaraan antar masyarakat yang beragam ini,” ujarnya.

Di masa kampanye politik yang harus beradaptasi dengan kondisi pandemi ini, SALAM juga terus menanamkan nilai-nilai persatuan dan keberagaman tersebut.

Kegiatan flashmob beberapa kali dilakukan dengan tema-tema khusus seni dan budaya. Bahkan, kesenian barongsai juga sempat mengiringi flashmob SALAM sebagai apresiasi bagi warga keturunan tionghoa di Kota Mataram.

Selly-Manan juga sangat aktif turun menyapa masyarakat dan komunitas masyarakat. Sejumlah paguyuban diaspora Jawa hingga pedagang kaki lima kelas lalapan pecel lele ikut menjadi perhatian.

Tak heran jika dukungan untuk SALAM juga sangat signifikan dari kelompok perantau yang menjadi warga Mataram ini.

Suhartono, pria asal Lamongan yang sudah  enam tahun berjualan pecel lele di kawasan Cakranegara mengaku senang dan bangga pernah bertemu langsung dengan Calon Walikota Mataram, Selly Andayani.

“Pernah ketemu waktu bu Selly sedang kulineran. Orangnya bersahaja tapi kelihatan cerdas dan tegas. Kalau saya lihat mirip sosok bu Risma (Walikota Surabaya). Mudah-mudahan bu Selly bisa membangun Mataram lebih bagus lagi, seperti bu Risma mengubah Surabaya dulu,” katanya.

Suhartono menilai, gaya kulineran Selly tak sekadar kulineran biasa. Namun, sosok pemimpin itu juga melihat langsung kondisi dan geliat sektor UMKM di Kota ini. Hal ini bisa ditangkap dari setiap obrolan dan sapaan Selly kepada para pedagang di sekitar.

“Yang ditanya saat itu bagaimana usaha kita lancar tidak. Terus apa ada pungli atau tidak. Nah ini kan cara pemimpin memastikan bahwa masyarakatnya aman dan nyaman dalam beraktivitas, khususnya UMKM kayak saya ini,” ujarnya.

Sektor kuliner juga dimanfaatkan SALAM untuk mempererat persatuan dalam keberagaman. Selly-Manan seringkali blusukan sambil menyapa langsung warung dan resto masakan khas daerah di Kota ini.

Tim pemenangan lainnya, Ruslan Turmuzi  menegaskan, ada pesan penting dalam 2 juta langkah SALAM sepanjang kampanye Pilkada ini. Selain untuk mempererat persatuan dalam keberagaman juga sekaligus untuk mengedukasi dan sosialisasi bahwa Pilkada ini milik semua masyarakat Kota Mataram.

Kesadaran politik yang harus terus dibangun adalah agar seluruh masyarakat mau dan turut berpartisipasi memberikan suara mereka dalam Pilkada 9 Desember nanti.

“Selly-Manan tidak hanya turun dan bersilaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat saja, tetapi juga menyentuh langsung akar rumputnya. Kalau masyarakat sudah merasa bahwa menentukan pilihan dalam pesta demokrasi ini penting, maka inshaa Allah angka partisipasi pemilih kita bisa meningkat juga,” urai Striker Politisi PDI Perjuangan ini.

Pria Humble yang kerap disapa RT mengatakan, selama masa kampanye ini banyak feedback positif yang diterima dari masyarakat. Baik yang disampaikan secara individu maupun melalui kelompok komunitas.

Masyarakat, terutama dari kelompok minoritas sejatinya tak mengharapkan apa-apa. Cukup dengan sentuhan perhatian dan menganggap eksistensi mereka itu ada sebagai warga Kota Mataram.

“Dalam blusukan Selly-Manan, banyak kita temukan testimoni masyarakat yang merasa kurang mendapat perhatian, dan aspirasi mereka kurang didengar. Kepada Selly-Manan ini mereka berharap ada perubahan ke depan di Kota Mataram,” tuturnya.

Sementara itu, Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani mengatakan, apa yang dilakukan SALAM dan tim relawan selama ini merupakan cerminan program nyata yang akan dilakukan SALAM ke depan.

“SALAM berkomitmen tidak ada lagi perbedaan perlakuan dan pelayanan pemerintah untuk semua masyarakat Kota Mataram. Apapun latar belakangnya, setiap warga Kota ini harus mendapatkan jaminan dan hak-hak pelayanan yang setara,” katanya.

Menurutnya, keberagaman dan heterogenitas di Kota Mataram bisa menjadi modal yang kuat bagi keberlangsungan pembangunan Kota yang lebih maju.

Selain itu, pemunculan tema-tema seni dan budaya lintas etnis dan agama yang seringkali ditampilkan dalam kampanye flashmob juga dilakukan agar kemeriahan pesta demokrasi ini bisa dirasakan masyarakat.

“SALAM ingin Pilkada ini berwarna dan ceria penuh kegembiraan. Masyarakat boleh berbeda pilihan, namun harmonisasi sosial dan kerukunan antar warga harus tetap terjaga erat,” kata Mantan Penjabat Walikota Mataram tahun 2015 ini.

Hal yang sama disampaikan Calon Wakil Walikota Mataram, TGH Abdul Manan. Menurutnya, konsep Rahmatan Lil Alamin harus bisa diterapkan dalam sendi-sendi kehidupan, bersosial masyarakat di Kota Mataram.

Ulama yang sempat menjabat Ketua MUI Kota Mataram ini mengatakan, saat memimpin Kota Mataram maka pemimpin harus mengayomi semua masyarakat tanpa memandang latar belakang.

“Toleransi menjadi bagian penting dalam menjaga harmonisasi masyarakat kita yang beragam ini. SALAM akan menjadi pemimpin yang merakyat untuk semua masyarakat Kota Mataram,” ujarnya.

Ia mengatakan, bentuk kongkrit toleransi, persatuan dan merawat keberagaman yang dilakukan SALAM saat ini sebagai teladan masyarakat ke depan.

“Jika semua masyarakat rukun, bisa bersama membangun Kota Mataram ini secara partisipatif, tentu Mataram yang berlah dan Cemerlang akan bisa kita wujudkan,” katanya.

Me