Akses Layanan BPJS Kesehatan, Masyarakat Banyak Gunakan Kanal Digital

Selama pandemi Covid-19, pemanfaatan layanan administratif, permintaan informasi, dan pengaduan melalui kanal digital mengalami kenaikan yang signifikan

MATARAM.lombokjournal.com

Pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih menyukai layanan digital karena bisa diakses kapan saja, tidak perlu keluar rumah, sehingga meminimalisir risiko terpapar Covid-19.

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari mengatakan itu dalam Pertemuan Nasional Petugas Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) Rumah Sakit bertema Digitalization for Humanity in Hospital Service yang berlangsung secara daring, Sabtu (28/11/20).

Digitalisasi layanan Kesehatan  peserta JKN-KIS dipengaruhi oleh sistem layanan di rumah sakit. BPJS Kesehatan mengajak rumah sakit membangun sistem layanan digital guna memberikan kemudahan, kecepatan, dan kepastian layanan kepada peserta JKN-KIS.

“BPJS Kesehatan memang sudah melakukan transformasi sejumlah layanan konvensional ke layanan digital, namun hal ini juga perlu diikuti dengan digitalisasi layanan dari fasilitas kesehatan,” kata Andayani Budi Lestari.

Dijelaskan, saat ini sistem antrean online sudah dikembangkan di 2.028 rumah sakit, dari jumlah tersebut sebanyak 528 rumah sakit sudah terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN.

Untuk informasi ketersediaan tempat tidur sudah diimplementasikan di 2.054 rumah sakit dan informasi jadwal tindakan operasi sudah diterapkan di 845 rumah sakit. Andayani berharap, angka tersebut bisa semakin bertambah mengingat pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta JKN-KIS di rumah sakit juga kian meningkat.

Andayani juga menjelaskan bahwa selama pandemi Covid-19, pemanfaatan layanan administratif, permintaan informasi, dan pengaduan melalui kanal digital mengalami kenaikan yang signifikan.

Kini, alih-alih mendatangi Kantor Cabang, peserta JKN-KIS lebih memilih menggunakan layanan digital seperti aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interactive JKN (VIKA), hingga Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA).

Kunjungan ke kantor cabang berkurang dengan adanya layanan digital. Animo masyarakat terhadap layanan digital BPJS Kesehatan luar biasa.

“Angkanya mengalami peningkatan dengan pesat karena aksesnya lebih mudah, cepat, dan dapat dilakukan di mana saja. Ke depannya, pasca pandemi Covid-19, layanan digital ini akan tetap berjalan dan dikembangkan lagi mengikuti kebutuhan masyarakat,” kata Andayani.

Ia juga mengapresiasi seluruh rumah sakit mitra yang terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN-KIS, terbukti dari kian meningkatnya indeks kepuasan peserta. Menurut Andayani, hal ini salah satunya dipengaruhi oleh kepuasan peserta terhadap pelayanan di rumah sakit.

Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Yunita Dyah Suminar, menerangkan pihak telah melakukan digitalisasi layanan kesehatan dalam bentuk registrasi online, Tele Apik (untuk melihat antrian pendaftaran dan polikliknik), Tele Medicine #SayDoc (untuk memudahkan komunikasi pasien dengan dokter), serta mengembangkan digitalisasi keterbukaan informasi publik.

“Tahun 2017 kami sudah punya sistem registrasi online, sekarang penggunanya sudah mencapai 97 persen dari total pasien yang berkunjung. Petugas rumah sakit juga turun langsung mengedukasi masyarakat untuk menggunakan registrasi online. Di entry point, kita tempatkan orang-orang yang komunikasinya bagus karena melayani orang sakit itu sangat berbeda, mereka ingin selalu diutamakan. Kita juga punya jalur fast track untuk pasien lansia dan bayi. Di internal, kita tanamkan mindset yang sama, jika pelayanan baik, otomatis administrasi juga ikut baik, pasien puas, klaim lancar, pemasukan lancar, sehingga kita bisa meningkatkan fasilitas dan sarana prasarana rumah sakit,” tutur Prof Margono.

Senada, President Director Hermina Hospital Group dr. Hasmoro juga mengatakan jika pihaknya telah melakukan penyesuaian pelayanan kepada pasien yang berkunjung ke rumah sakit.

Menurutnya, saat pandemi Covid-19, para dokter, khususnya yang sudah berusia lanjut dan memiliki penyakit komorbid, mengurangi jam praktiknya di rumah sakit. Kunjungan pasien yang sakit ringan juga menurun karena mereka khawatir tertular Covid-19.

“Oleh karena itu, kami menciptkan layanan Halo Hermina dan Telemedicine untuk memudahkan komunikasi antara pasien dan dokter RS Hermina. Para dokter RS Hermina sudah memiliki riwayat kesehatan pasiennya, sehingga bisa tetap memantau perkembangan kondisi pasiennya lewat aplikasi tersebut tanpa bertatap muka. Selain itu, kami juga mengembangkan sistem appointment melalui call center 1500488, Hermina Mobile, dan website,” ujarnya.

Rr

 

 

 




Mobile JKN, Membantu Dina Di Era Pandemi Covid-19

Mobile JKN ini pun mempunyai banyak kelebihan atau fitur – fitur yang sangat bermanfaat seperti konsultasi dengan dokter, mengecek ketersediaan tempat tidur di rumah sakit , jadwal tindakan opreasi dan masih banyak lagi fitur yang menarik

MATARAM.lombokjournal.com

Aplikasi Mobile JKN yang diluncurkan oleh BPJS Kesehatan telah menorehkan dampak positif bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat khususnya.

Selain dapat mempermudah segala aktivitas dan dapat menghindari kontak langsung, karna mengingat saat ini Indonesia terdampak wabah Covid-19. Mobile JKN pilihan yang sangat tepat untuk mengurus Jaminan Kesehatan.

Seperti salah satu wanita muda yang satu ini yang bernama Dina Maulidia (20) memilih Mobile JKN untuk segala aktivitas Jaminan Kesehatannya, Mobile JKN tentunya sangat membantu Dina saat konsultasi dokter dan menyelesaikan segala urusan administrasi.

“Awalnya saya mengenal mobile JKN ini dari seorang teman yang kerap menggunakan Mobile JKN tersebut dan ia sedikit memeberikan penjelasan mengenai Mobile JKN dan pada saat itu juga saya langsung mendowload Mobile JKN ini di App Store dan langsung mencobanya”. Ungkap dina saat di temui tim Jamkesnews di kediamannya.

Pada saat itu iya pun kerap menggunakan Mobile JKN ini untuk melakukan segala urusan administrasi.

Tak hanya itu, Mobile JKN ini pun mempunyai banyak kelebihan atau fitur – fitur yang sangat bermanfaat seperti konsultasi dengan dokter, mengecek ketersediaan tempat tidur di rumah sakit , jadwal tindakan opreasi dan masih banyak lagi fitur yang menarik dalam Mobile JKN tersebut.

“Mobil JKN ini tentunya sangat-sangat membantu saya, apalagi dengan kondisi saat ini dimana kita semua sedang mengalami masa pandemic dan membuat saya sedikit trauma untuk pergi ketempat kerumunan, apalagi untuk pergi ke Rumah sakit. Untungnya ada Aplikasi Mobile JKN ini yang dapat mempermudah saya dan keluarga untuk berkonsultasi dengan dokter di saat kami sedang sakit,” Ungkap dina.

Dina pun sangat bangga dengan BPJS Keshatan yang telah mengerti akan keadaan pesertanya, tentunya disaat masa pandemi seperti ini membuat BPJS Keshatan trus berkembang untuk mengikuti kemajuannya jaman.

“Saya pun sanggat bangga dengan BPJS Kesehatan ini yang trus berkembang dengan mengikuti kemajuan di era seperti ini. Sehingga peserta JKN-KIS merasa nyaman dan tenang.” tutur Dina

dh/yn/Jamkesnews




Libur Panjang Diprediksi Jumlah Penumpang Naik 10 Persen

Memprioritaskan penerapan protokol kesehatan secara ketat baik untuk para petugas maupun para penumpang seluruh moda transportasi darat, laut, udara

MATARAM.lombokjournal.com

Memasuki liburan Natal dan tahun baru, Dinas Perhubungan provinsi NTB memprediksi jumlah penumpang akan naik 10 persen.

Hal itu dikarenakan aktifitas kedatangan orang dari berbagai pintu masuk mulai terlihat ada pergerakan, baik pintu masuk dari pelabuhan maupun bandara.

“Mudah-mudahan ada kenaikan sekitar 10 persen. Karena pasti akan datang banyak penumpang dari berbagai daerah, baik untuk liburan atau hal lainnya,” Ujar Kepala Dishub provinsi NTB, Lalu Bayu Windya, Senin (30/11/20).

  1. Bayu mengatakan, kenaikkan jumlah penumpang karena melihat dari trendnya belakangan ini terjadi kenaikkan dari sebelum-sebelumnya.

Terutama ketika kondisi pandemi Covid-19 sejak beberapa bulan lalu. Selain dari libur panjang akhir yang menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah penumpang pada akhir November 2021 ini.

“Libur akhir tahun kemudian sekarang juga sudah dimulai kegiatan dari pusat dan daerah lain. Ada yang datang berkunjung banyak ke NTB baik dari pemerintah pusat maupun kabupaten kota lain,” terangnya.

Dikatakan sebelumnya sempat mengalami penurunan karena pandemi Covid-19, karena adanya penutupan pelabuhan maupun bandara untuk mengakut orang. Sehingga membuat pergerakan orang masuk ke NTB menurun drastis.

“Tapi sekarang trend beberapa bulan ini naik, baik dari pintu masuk di bandara maupun pelabuhan,” ucapnya.

Dalam penyelenggaraan nataru 2020-2021 ditegaskan, pihaknya memprioritaskan penerapan protokol kesehatan secara ketat baik untuk para petugas maupun para penumpang seluruh moda transportasi darat, laut, udara. Sehingga membuat orang-orang berani untuk melakukan aktifitas di luar.

“Sekarang sudah lebih memahami protokol, seperti pertemuan yang berkerumun sudah dibolehkan tapi tentu dengan mengukiti protokol yang ada,” pungkasnya

Aya

[




Respon Medsos, Gubernur Bantu Warga Dompu

Gubernur banyak merespon pertanyaan dan permintaan masyarakat mulai dari masalah kesehatan, bantuan sosial serta persoalan lainnya

MATARAM.lombokjournal.com

Penderitaan Haerudin, pria kelahiran tahun 1991 warga Dusun Kuta, Desa Rasabou Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, yang  sakit berupa luka di bagian tenggorokan dan sakit-sakit di bagian telinga, dibagi oleh para netizen di media sosial (Medsos).

Informasi dari medsos itu mendapat respon cepat dari Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah

Gubernur melalui tim assessment pendamping PKH Dinas Sosial Provinsi NTB dan Dinas Sosial Kabupaten Dompu, langsung bergerak memberikan bantuan kepada Haerudin sesaat setelah informasi tersebut mencuat di media sosial.

Atas kesigapan dari tim assessment pendamping PKH Dinas Sosial Provinsi NTB dan Dinas Sosial Kabupaten Dompu, Gubernur pun menyampaikan pujian dalam merespon adanya warga yang membutuhkan bantuan.

“Saya sampai kehabisan kata-kata melihat kesigapan para PKH kita di lapangan. Terima kasih Pak Kadis Sosial Provinsi dan Kabupeten/Kota serta tim-tim nya yang sampai ke pelosok-pelosok desa. Baru saja di keluhkan di sosmed langsung meluncur,” kata Gubernur, Minggu (29/11/20).

Iksan, salah seorang pendamping PKH Kecamatan Hu’u sebelumnya telah memberikan laporan kepada Gubernur dan ditembuskan kepada Dinas Kesehatan Provinsi NTB, perihal kondisi Haerudin yang segera membutuhkan bantuan.

Untungnya Haerudin memiliki BPJS Kesehatan, sehingga diharapkan bisa mendapatkan penanganan medis yang lebih baik lagi agar segera pulih.

Di media sosial, salah satunya Facebook, Gubernur memang banyak merespon pertanyaan dan permintaan masyarakat mulai dari masalah kesehatan, bantuan sosial serta persoalan lainnya.

Salah satu permintaan yang juga ditanggapi Gubernur yaitu dari pengguna dengan nama akun Dody Andi Hamda.

Ia melaporkan anaknya yang berusia 2,5 tahun yang bernama Galang Saputra yang kini menderita sakit berupa adanya cairan di kepala dan semua tubuhnya tidak ada yang berfungsi.

“Kalau bisa Pak Gubernur mohon bantuan untuk anak saya. Alamat Batu Alang Desa Leseng RT 10 RW 1 Kecamatan Moyo Hulu, Kabupeten Sumbawa,” kata Dody selaku orang tua dari Galang.

Gubernur langsung memberikan respon dengan menyanggupi permintaan netizen tersebut “Saya tindaklanjuti ya” kata Gubernur.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 29 Nopember 2020, Bertambah 8 (Delapan) Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 4 (Empat)  Orang, Kasus Kematian 2 (Dua) Orang

Mari kita sayangi dan saling menjaga keselamatan diri kita dan orang-orang di sekitar kita

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Bima, Laboratorium TCM RSUD Dompu, Laboratorium TCM RSUD Praya dan Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa mengkonfirmasi, ada tambahan 8 (delapan) pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Minggu  (29/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 199 sampel dengan hasil 181 sampel negatif, 10 sampel positif ulangan, dan 8 (delapan) sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 4 (empat) orang, kasus kematian 2 (dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 8 (delapan) kasus baru terkonfirmasi positif, 4 (empat) tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu ini (29/11/20) sebanyak 4.752 orang, dengan perincian 3.887 orang sudah sembuh, 253 meninggal dunia, serta 612 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 8 (DELAPAN) KASUS BARU POSITIF, 4 (EMPAT) PASIEN SEMBUH, KEMATIAN BARU 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4745, an. BR, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Praya;
  2. Pasien nomor 4746, an. S, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Praya;
  3. Pasien nomor 4747, an. AS, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  4. Pasien nomor 4748, an. A, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Tembalai, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  5. Pasien nomor 4749, an. S, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Lito, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H. L Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hulu;
  6. Pasien nomor 4750, an. SK, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4751, an. ZNZ, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4752, an. P, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir Sumbawa.

Hari Minggu  terdapat 4 (empat) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 4378, an. SA, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Teke, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 4515, an. YTS, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 4586, an. HG, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  4. Pasien nomor 4594, an. SU, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Teke, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima.

Hari Minggu ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 4589, an. S, laki-laki, usia 72 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  2. Pasien nomor 4655, an. A, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Lalu Gita Aryadi menghimbau, seuruh warga NTB  agar tetap menjaga kewaspadaan terhadap virus ini dengan menerapkan 3M dan 1T, yakni mamakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak minimal dua meter serta tidak berkerumun dan menjauhi keramaian. Mari kita sayangi dan saling menjaga keselamatan diri kita dan orang-orang di sekitar kita.

“Mari kita doakan juga saudara-saudara kita yang sedang berjuang untuk sembuh dari Covid-19. Jauhkan stigma negatif, kita bersama pasti bisa beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru serta optimis dapat keluar dari ujian wabah ini,” katanya.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




BPJS Kesehatan Apresiasi Anggota Korpri Yang Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan   

Peringatan HUT Korpri ke-49 ini senantiasa mengutamakan semangat kebersamaan dan kekeluargaan antaranggotanya

Lombokjournal.com –

JAKARTA;   Korps Pegawai Negeri (Korpri) yang bertugas di bidang pelayanan public mendapat apresiasi karena konsisten menerapkan protokol kesehatan (prokes) di era Pandemi Covid-19.

Apresiasi itu disampaikan Direktur Utama Badan Pegelola Jaminan SosiaL (BPJS) Kesehatan, Fachmi Idris saat menyampaikan laporan kegiatan, saat puncak peringatan HUT Korpri ke-49. Tahun ini Direktur Utama BPJS Kesehatan mendpata mandatmenjadi Ketua Panita HUT Korpri.

Fachmi mengatakan, anggota KORPRI Selain menjadi peserta JKN-KIS, tentu menjadi role model atau contoh bagi masyarakat untuk tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan.

“Melalui peringatan HUT Korpri ke-49 ini, saya berharap para anggota diharapkan dapat memantapkan fungsi organisasi Korpri sebagai perekat pemersatu bangsa, meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani serta meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan,” ujar Fachmi dalam siaran perya, Minggu (29/11/20).

Dikatakan Fachmi, memang  peringatan HUT Korpri ke-49 tahun ini dilaksanakan sederhana dan tetap menerapkan protokol kesehatan, namun peringatan HUT Korpri ke-49 ini senantiasa mengutamakan semangat kebersamaan dan kekeluargaan antaranggotanya.

Tahun ini kegiatan acara puncak dilaksanakan secara offline dan online, dan BPJS Kesehatan dipercaya menjadi tuan rumah sekaligus sebagai ajang silaturahim anggota Korpri seluruh Indonesia.

“Saya sampaikan salam sehat selalu untuk seluruh anggota Korpri yang juga adalah peserta JKN-KIS. Kami harapkan berbagai inovasi dan layanan digital yang dibangun oleh BPJS Kesehatan kepada anggota Korpri khususnya di era pandemi ini dapat senantiasa dirasakan kemudahan serta manfaatnya,” kata Fachmi.

Rangkaian kegiatan HUT Korpri ke-49 ini diisi dengan acara bakti sosial, MTQ Virtual KORPRI Tingkat Nasional, serta pertemuan ilmiah yang terdiri dari Webinar Netralitas ASN dalam Pilkada Serentak, serta Webinar Kesejahteraan ASN di Masa Pandemi.

Puncak peringatan HUT Korpri ke-49 yang dilaksanakan pada hari ini, ditutup dengan doa bersama lintas agama untuk bangsa. Pelaksanaannya dilakukan secara terpusat dan dihadiri secara virtual oleh masing-masing Tingkat Kepengurusan Korpri Daerah.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri RI, Zudan Arif Fakrullah mengungkapkan harapannya, terkait kinerja dan kontribusi bersama anggota Korpri dalam penanganan Covid-19. Zudan Arif Fakrullah saat ini juga merangkap selaku Ketua Umum Korpri.

“Pengurus Korpri di setiap tingkatan dan seluruh ASN marilah kita berkontribusi maksimal kepada negara. Saat inilah momentum yang sangat tepat bagi kita para ASN dan pengurus Korpri berkarya maksimal dan berkontribusi optimal dalam penanganan Covid-19,” kata Zudan.

Rr/BPJSKes




Kegiatan Reguler Humas Pemda KLU, Kumpul Bareng Forum Pewarta 2020

Perlunya pemberitaan pilkada yang berimbang

 TANJUNG.lombokjournal.com

Bagian Humas dan Protokol Setda KLU mengadakan kegiatan reguler  Kumpul Bareng Forum Pewarta  tahun ketiga, bertajuk “Sinergi Membangun Daerah”   bersama pewarta atau awak media.

Kegiatan tersebut dihadiri pewarta media cetak, online, televisi dan radio dengan menghadirkan narasumber Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB), H Nasrudin Zain dan Pewarta Lalu Supriadi, Jum’at (27/11/20).

Kabag Humas dan Protokol Setda KLU, Mujaddid Muhas MA menyatakan, acara Forum Pewarta tahun 2020 dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Meski sederhana tanpa mengurangi rajutan hati dan pikiran antara kehumasan dengan awak media.

“Gagasan ini sudah tahun ketiga. Dari tahun ke tahun dievaluasi untuk penataan dan perbaikan relasi kehumasan dengan para pewarta. Ada dinamika, sebagai bentuk relationship,” tuturnya.

Ketua PWI NTB H Nasrudin Zain dalam paparannya menyampaikan, perlunya pemberitaan pilkada yang berimbang, bagaimana pewartanya dan bagaimana kerja sama kelembagaan ke depannya.

“Dalam konteks pemberitaan pilkada, bagaimana pewarta dengan karya jurnalistiknya berperan mengurangi angka golput. Pada tanggal 9 Desember nanti, masyarakat Lombok Utara bisa menggunakan hak pilihnya di bilik suara,” imbuhnya.

Ia menyampaikan pesan kepada pewarta, mulai dari judul harus mencerminkan informasi yang memberdayakan, menghindari judul yang memojokkan atau motif keberpihakan.

Bagaimana masyarakat memahami demokrasi itu penting, menentukan pilihan itu tidak menjadi persoalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tugas kita untuk memberikan informasi yang bisa dicontoh untuk daerah NTB, outputnya untuk kebaikan dan kemanfaatan. Ini yang harus kita kedepankan, jadi contoh Lombok Utara untuk kabupaten lain di NTB yang menyelenggarakan pilkada,” tandasnya.

Dikatakan, fungsi peran dan tupoksi pers berpegang teguh pada UU Pers. Jangan karena suatu ketidaksenangan, kemudian bersikap tendensius dan berdampak pada konten liputan.

Pihaknya menekankan pula, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Ayo tanggal 9 besok kita datang ke TPS untuk menggunakan masker dan menyoblos,” ajak Nasrudin..

Narasumber lainnya, Lalu Supriadi menguraikan perjalanan daerah, pemerintahan di KLU yang telah berjalan 12 tahun pemerintahan di KLU. Dalam perspektif jurnalistik, jalannya pemerintahan berlangsung dinamis  sebagai  gerak dari roses dari pembangunan.

“Secara teknis, saya tidak bicara bagaimana jurnalistik dan jurnalisme itu. Proses dalam pemerintahan di KLU termasuk soal bagaimana mengawal proses pembangunan di KLU,” katanya.

Rangkaian acara berjalan santai dalam suasana keakraban. Selain diskusi tanya jawab diselingi dengan lantunan lagu, puisi, dan komedi tunggal dari peserta Forum Pewarta.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Kumpul bareng kehumasan dan awak media dalam Forum Pewarta menjadi stimulan kemitraan

Sas




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 28 Nopember 2020, Bertambah 24 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 9 (Sembilan)  Orang, Kasus Kematian 1 (satu) Orang

Hingga hari ini penambahan kasus baru Covid-19 masih terus terjad

 MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Bima, Laboratorium TCM RSUD Dompu dan Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa mengkonfirmasi, ada tambahan 24 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Sabtu  (28/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 238 sampel dengan hasil 206 sampel negatif, 8 (delapan) sampel positif ulangan, dan 24 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 9 (sembilan) orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 24 kasus baru terkonfirmasi positif, 9 (sembilan) tambahan sembuh baru dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu ini (28/11/20) sebanyak 4.744 orang, dengan perincian 3.883 orang sudah sembuh, 251 meninggal dunia, serta 610 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 24PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 9 (smbian) ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4721, an. S, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Labuan Burung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  2. Pasien nomor 4722, an. YF, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  3. Pasien nomor 4723, an. RFW, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  4. Pasien nomor 4724, an. RJ, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4725, an. TP, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Labuan Badas;
  6. Pasien nomor 4726, an. RTP, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4727, an. SW, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4728, an. MM, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Lantung;
  9. Pasien nomor 4729, an. RS, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Karang Dima, KecamatanLabuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Labuan Badas;
  10. Pasien nomor 4730, an. ANW, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  11. Pasien nomor 4731, an. M, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  12. Pasien nomor 4732, an. NL, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Lito, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hilir;
  13. Pasien nomor 4733, an. H, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Labuan Badas;
  14. Pasien nomor 4734, an. J, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Buin Baru, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Buer;
  15. Pasien nomor 4735, an. EP, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Lopok, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H. L. Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Lopok;
  16. Pasien nomor 4736, an. S, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H. L. Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hilir;
  17. Pasien nomor 4737, an. YDP, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H. L. Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  18. Pasien nomor 4738, an. Z, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H. L. Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hilir;
  19. Pasien nomor 4739, an. SJ, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4528. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  20. Pasien nomor 4740, an. HA, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4579. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  21. Pasien nomor 4741, an. A, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4414. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  22. Pasien nomor 4742, an. N, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Lepadi, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  23. Pasien nomor 4743, an. SZH, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram;
  24. Pasien nomor 4744, an. HS, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Kalijaga, KecamatanAikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Hari Sabtu terdapat 9 (sembilan) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 4073, an. BRM, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 4235, an. MSHAH, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 4238, an. K, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Lopok Beru, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 4239, an. S, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4241, an. MS, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4307, an. F, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Empang Atas, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4331, an. YA, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4332, an. S, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  9. Pasien nomor 4428, an. DS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Mokong, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa.

Hari Sabtu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 4632, an. SM, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, hingga hari ini penambahan kasus baru Covid-19 masih terus terjadi.  I

Ia menghimbau pada seluruh warga NTB untuk tetap menjaga kewaspadaan terhadap virus ini dengan menerapkan 3M dan 1T, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak minimal dua meter, serta tidak berkerumun dan menjauhi keramaian.

“Mari kita sayangi dan saling menjaga keselamatan diri kita dan orang-orang d isekitar kita. Mari kita doakan juga saudara-saudara kita yang sedang berjuang untuk sembuh dari Covid-19.,” kata Lalu Gita

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Ungkapan ‘Orang Miskin Dilarang Sakit’ Bukan Jamannya Lagi, Sekarang Ada Program JKN-KIS

Dengan kepesertaan JKN-KIS, masyarakat bisa lebih tenang dalam menyongsong masa depan karena telah memiliki proteksi kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com

Dulu ada ungkapan ‘Orang Miskin Dilarang Sakit’. Pasalnya, kalau orang sakit itu butuh pengobatan yang mahal biayanya, dan tak terjangkau orang miskin.

Bukan saja tidak murah, biaya  pengobatan bahkan naik dari waktu ke waktu.

Jangan heran kalau banyak masyarakat kalangan ekonomi lemah tak mengacuhkan kesehatannya, alias kalau sakit dipendam saja dan tak berani pergi berobat.

Berdasarkan data Tracking Universal Health Coverage: 2017 Global Monitoring Report yang dipublikasikan Badan Kesehatan Dunia (WHO), biaya kesehatan menyebabkan 100 juta peduduk di seluruh dunia masuk ke jurang kemiskinan.

Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) 2019 mencatat, eskalasi biaya kesehatan mencapai 0,59 persen. Angka ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan kebutuhan esensial lain, seperti bahan makanan yang hanya 0,19 persen.

Sebagai lembaga internasional yang bertugas mengurangi kemiskinan di dunia, Bank Dunia menegaskan agar setiap negara menyediakan jaminan kesehatan universal untuk memudahkan masyarakatnya memiliki akses ke perawatan kesehatan tanpa mengalami kesulitan keuangan.

Berkaca dari fakta di atas, seyogianya masyarakat mulai sadar akan pentingnya menjaga kesehatan.

Selanjutnya, tinggal menambah proteksi tambahan dalam bentuk asuransi kesehatan. Jaminan tersebut berguna untuk melindungi keuangan pribadi maupun keluarga. Ini mengingat, sebaik-baiknya orang menjaga kesehatan, potensi terserang penyakit masih tetap ada.

Asuransi kesehatan tak melulu harus berbiaya mahal. Ada yang terjangkau, bahkan gratis seperti yang disediakan pemerintah, yaitu Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat ( JKN-KIS).

Selain murah meriah, asuransi yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tersebut juga menanggung hampir semua penyakit dan berlaku untuk semua umur.

Amaq Sidiq (67), Warga Lingkungan Nurul Yakin, Kelurahan Kebon Sari, Ampenan, salah satu peserta JKN-KIS Penerima Bantuan Iuran (PBI), mengaku telah merasakan manfaat jaminan kesehatan tersebut.

Ia pernah mengalami patah kaki, dan ia pun bertutur  mulai dari Tindakan medis berupa operasi pemasangan pen, kontrol yang dilakukan secara berkala, hingga terapi tulang dilakukan tanpa biaya.

Ia yang sehari-hari dikenal sebagai pemasang istalasi listrik yang berpegalaman meski belajar otodidak, menjadi peserta JKN-KIS benar-benar membantu dirinya dan keluarga.

“Saya mendapat kartu BPJS Kesehatan (JKN-KIS) dan dibayari pemerintah (segmen PBI, red). Saya pernah mengalami patah kaki, dan ibu (istrinya, red) menderita gula darah, kalau berobt tidak pernah bayar alias gratis,” cerita Amaq Sidiq, yang sejak pandei Covid-19 jrang dapat order kerja.

Karena itu ia selalu menanyakan para tetanggaya, apa mereka sudah punya kartu BPJS.

Ia selalu mengingatkan, sakit itu bisa datang kapan saja. Orang yang mampu membiayai pengobatan yang biayanya mahal,mungkin tidak bingung.

Sebaliknya, orang-orang di kampungnya yang tidak sanggup membiayai pengobatan, pasti putus asa kalau sakit kalau tidak pakai BPJS.

Banyak cerita orang sakit yang tertolong karena terdaftar sebagai peserta program JKN-KIS.

“Contohnya saya sendiri, kalau tidak ada program JKN-KIS, saya pasti sudah hutang sana sinni, atau jual apa yang bisa dijual di rumah waktu saya dioperasi patah kaki. Apalagi ibu di rumh yang harus berobat berulang kali karena penyakit gula darah,” kata Amaq Sidiq.

Kendati semua peserta JKN-KIS tersebut menjalani pengobatan secara gratis, mereka tetap mendapatkan pelayanan yang baik, mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sampai dengan di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Kepala Humas BPJS Kesehatan Muhammad Iqbal Ma’ruf mengatakan, program JKN-KIS merupakan bentuk kehadiran negara terhadap perlindungan sehatan ke masyarakat.

Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Muttaqien mengaku optimistis akan kehadiran program JKN-KIS.

“Kami yakin bahwa JKN-KIS memberikan jaminan sepenuhnya untuk kebutuhan dasar hidup yang layak bagi peserta. Jadi, misalnya terjadi hal-hal yang mengakibatkan hilang atau berkurangnya pendapatan karena sakit, negara hadir untuk memberikan kebutuhan dasar hidup yang layak,” kata Muttaqien.

Registrasi kepesertaan

Bila belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen PBI maupun PPU, masyarakat bisa melakukan registrasi kepesertaan segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP). Proses pendaftaran kepesertaan ini sudah dipermudah oleh BPJS Kesehatan.

Masyarakat bisa mendaftar melalui aplikasi Mobile JKN maupun BPJS Care Center 1500-400. Jadi, tidak perlu datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan.

Sebelum mendaftar, siapkan terlebih dahulu dokumen sebagai persyaratan. Dokumen tersebut antara lain Kartu Keluarga, FKTP yang dipilih, serta email dan nomor ponsel aktif.

Bila mendaftar melalui aplikasi Mobile JKN, calon peserta perlu mengunduh aplikasi di Play Store atau App Store. Setelah terpasang, calon peserta bisa memilih menu “Pendaftaran Peserta Baru” kemudian isi formulir sesuai dokumen yang telah disiapkan, termasuk kelas fasilitas kesehatan. Usai mengisi, calon peserta harus mendaftar sistem pembayaran autodebit.

Lalu, memberikan nomor rekening bank dan atau akun financial technology yang telah bekerja sama dengan BPJS. Calon peserta wajib menyetujui untuk patuh terhadap ketentuan yang berlaku selama menjadi anggota peserta JKN-KIS.

Sistem pembayaran autodebit paling cepat 14 hari setelah pendaftaran berhasil. Bila sudah aktif, peserta akan memperoleh notifikasi dan KIS digital di aplikasi Mobile JKN.

Selain lewat Mobile JKN, calon peserta bisa pula mendaftar melalui sambungan telepon. Caranya cukup menelepon BPJS Care Center ke nomor 1500-400 melalui ponsel atau telepon rumah dan ikuti petunjuk dari agen care BPJS Kesehatan.

Dengan kepesertaan JKN-KIS, masyarakat bisa lebih tenang dalam menyongsong masa depan karena telah memiliki proteksi kesehatan.

Hotria M/kmp.com

 




Pemprov NTB Apresiasi Terbentuknya Kepengurusan JMSI NTB

Pihak pemerintahan baik itu Kepala Dinas, Kepala Bagian maupun Kepala Badan, baik yang berhubungan langsung dengan informasi maupun yang tidak, sesungguhnya menunggu uluran tangan dari media pers untuk bersinergi membangun NTB

KLU.lombokjournal.com  –

Dilantiknya Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi NTB Periode 2020 – 2025, mendapat ucapan selamat dari Pemerintah Provinsi NTB.

Kepala Biro Humas dan Protokol, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, saat membuka acara  pelantikan mewakili Gubernur NTB, di Hotel Medana Bay Marina, Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (28/11/20),  menyampaikan harapannya.

Najamuddin Amy

“Kami yakin ke depan, kemitraan kita akan semakin langgeng, akan semakin kuat dan akan semakin baik,” ucap Najamuddin.

Kepala Biro Humas dan Protokol yang kerap disapa Bang Najam menjelaskan, media pers berada pada pilar demokrasi, menjadi bagian penting dalam membantu bangsa memberitakan kabar-kabar baik kepada masyarakat.

Dari kegiatan itu, Bang Najam melihat tiga makna, yakni spektrum, jaringan dan berkesinambungan.

“Spektrum itu sesuatu keadaan yang tidak terbatas pada suatu set harga atau kondisi tertentu, spektrum itu adalah sesuatu yang luas sekali. Maka kami pemerintah Provinsi ini ingin melihat JMSI ini sebagai sebuah spektrum yang berpadu prisma, menghasilkan pelangi,” tambahnya.

Bang Najam mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB,sangat mendukung, mengapresiasi serta merasa bangga atas terbentuknya, JMSI terlebih di NTB.

“Ini padahal baru saja dibentuk, dan saya lihat disini teman-teman sangat luar biasa,” ujarnya.

Lebih jauh, Bang Najam menjelaskan, pihak pemerintahan baik itu Kepala Dinas, Kepala Bagian maupun Kepala Badan, baik yang berhubungan langsung dengan informasi maupun yang tidak, sesungguhnya menunggu uluran tangan dari media pers untuk sama-sama  bersinergi membangun NTB.

“Kami ingin dikritik, namun kritik yang membangun Provinsi NTB, membangun Kabupaten Lombok Utara ini, membangun seluruh masyarakat kita ini. Karena bagaimanapun juga tanpa kehadiran teman-teman, tidak ada penyampai pesan yang baik, karena teman-teman inilah yang bisa mendidik dan mencerahkan masyarakat NTB,” imbuhnya.

Sekjen PP JMSI, Mahmud Marhaba mengungkapkan jika JMSI sendiri merupakan organisasi yang tergolong baru namun begitu cepat kemajuannya.

Bahkan, Pengurus Pusat JMSI baru saja dilantik beberapa waktu lalu secara langsung oleh Ketua MPR RI.

“Tentu ini tidak lepas dari dukungan semua daerah, termasuk pula Provinsi NTB dan juga tidak lepas dari dukungan pemerintah, baik itu provinsi maupun kabupaten/kota,” terangnya.

Selain itu, JMSI telah mendaftarkan diri sebagai Konstituen Dewan Pers Indonesia. Sehingga, Mahmud berharap JMSI segera akan menjadi perusahaan pers yang amanah dan tentunya profesional.

Mahmud juga menyampaikan, NTB telah masuk ke dalam 10 provinsi yang diverifikasi dari 29 provinsi yang ada di Indonesia. Ia kemudian memberikan beberapa wejangan dan masukan bagi media pers dan juga pemerintah.

Salah satunya yakni menjaga kode etik dan profesionalitas. Hal ini disebutnya dapat dibuktikan apabila media tersebut telah terdaftar di Dewan Pers. Karena itu, media juga diminta agar dapat membuat informasi dan berita yang berimbang dan sama proporsinya.

“Ke depan mari kita membangun secara bersama-sama wibawa dan marwah pers, dan itu ada di pundak teman-teman semua,” ajaknya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kabupaten Lombok Utara, yang diwakili Sekda Kabupaten Lombok Utara, H. Raden Nurjati, menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya pengurus daerah JMSI Provinsi NTB.

Raden juga menuturkan rasa terima kasih JMSI atas dipercayakannya Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sebagai lokasi pelaksanaan Rakerda I JMSI Provinsi NTB tersebut. Hal itu akan menjadi citra positif, terlebih dalam masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Dengan acara ini akan membawa dampak yang positif bagi Kabupaten Lombok Utara, khususnya pada sektor pariwisata. Melalui pengurus daerah ini, kami memohon bekerjasama dengan baik, dalam kita memberikan pengertian yang baik kepada masyarakat kita,” ujarnya.

Rr/HmsNTB