Pemuda Lombok Tengah Tolak Ceramah Provokatif Rizieq Shihab

Ceramah-ceramah HRS yang provokatif sangat berpotensi memunculkan perpecahan di tengah pelaksanaan Pilkada serentak di seluruh Indonesia

PRAYA,lombokjournal.com

Puluhan pemuda di Kabupaten Lombok Tengah yang tergabung dalam Forum Kedaulatan Pemuda Lombok Tengah, menolak ceramah-ceramah provokatif yang kerap dilontarkan Habib Rizieq Shibab (HRS).

Hal demikian disampaikan Forum Kedaulatan Pemuda Lombok Tengah saat menggelar deklarasi menolak ceramah HRS yang dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kami menentang segala bentuk ceramah HRS yang berpotensi mengganggu Kamtibmas,  dan berpotensi memunculkan perpecahan di tengah masyarakat,” jelas Koordinator Forum Kedaulatan Pemuda Lombok Tengah, Saiful Darmawan, Minggu (6/12).

Di samping itu, pihaknya mendukung penuh upaya TNI-Polri dalam menjaga persatuan dan kesatuan negara. Aparat tidak perlu ragu dalam menindak segala bentuk ujaran kebencian di depan publik.

“Karena masyarakat bersama kalian dalam menghadapi para pemecah belah bangsa,” jelasnya.

Selain itu pihaknya berpandangan, ceramah-ceramah HRS yang provokatif sangat berpotensi memunculkan perpecahan di tengah pelaksanaan Pilkada serentak di seluruh Indonesia.

Termasuk menuntut agar pihak-pihak yang melanggar protokol Covid 19 pada momen kepulangan HRS agar diusut dan mendapat hukuman sesuai peraturan berlaku.

“Mendukung penuh upaya Satgas Penanganan Covid Pusat dalam penanganan Covid-19 di Indonesia,” demikian kata Saiful Dermawan menambahkan.

Aya (*)

 

 




Tingkat Kepuasan Peserta JKN-KIS Meningkat dari Tahun ke Tahun, Itu Hasil Survei

Kepuasan peserta pun sejalan dengan kebijakan penyesuaian iuran Program JKN-KIS yang diiringi dengan berbagai upaya peningkatan pelayanan

MATARAM.lombokjournal.com

Angka kepuasan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada tahun2016 angka kepuasan peserta JKN sebesar 81 persen, kemudian naik  86,1 persen pada 2017. Angka ini naik lagi menjadi 86,2 persen pada 2018, kemudian tahu 2019 hasilnya 89,7 persen.

Penjelasan itu disampaikan Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS) Kesehatan Arief Syaefuddin melalui keterangan persya yang diterima media, Jumat (4/12/20).

“Indeks kepuasan peserta ini mengacu pada top two boxes, di mana hasil survei diambil dari jumlah peserta yang menyatakan puas dan sangat puas terhadap pelayanan BPJS Kesehatan,” ujar Arief.

BPJS Kesehatan melakukan survei kepuasan peserta JKN-KIS, yang dilakukan dilakukan pihak ketiga pada 2019 dan dirilis tahun 2020. Jumlah responden yang dilibatkan dalam survei tersebut sebanyak 5.094 responden yang tersebar di 13 Kedeputian wilayah BPJS Kesehatan.

Hasil dari Survei ini, indeks kepuasan peserta di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mengalami peningkatan dari 86,9 persen pada 2018 menjadi 93,2 persen pada 2019. Di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) meningkat dari 86,8 persen tahun 2018 menjadi 90,4 persen pada 2019.

Arief menyebut, baik dari aspek rawat jalan maupun rawat inap, kepuasan peserta di rumah sakit mengalami peningkatan yang signifikan.

Artinya, fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan membuktikan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan layanan kepada peserta JKN-KIS.

BPJS Kesehatan juga melakukan survei oleh tim internal, melibatkan Kantor Cabang dan petugas BPJS SATU! di rumah sakit untuk mengetahui customer feedback terhadap pelayanan rumah sakit,” imbuhnya.

Hal itu dilakukan untuk memetakan dimensi apa saja yang sudah baik dan perlu dipertahankan, serta apa saja yang perlu ditingkatkan. Survei ini dilakukan di semua rumah sakit di Indonesia.

Arief menyebut, meningkatnya kepuasan pesertapun sejalan dengan kebijakan penyesuaian iuran Program JKN-KIS yang diiringi dengan berbagai upaya peningkatan pelayanan.

Peningkatan layanan selama pandemi Covid-19, pemanfaatan layanan administratif, permintaan informasi, dan pengaduan melalui kanal digital mengalami kenaikan. Kini, alih-alih mendatangi Kantor Cabang, peserta JKN-KIS lebih memilih menggunakan layanan digital seperti aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interactive JKN (Vika), hingga Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (Pandawa).

“Kunjungan ke kantor cabang berkurang dengan adanya layanan digital. Animo masyarakat terhadap layanan digital BPJS Kesehatan luar biasa,” sebutnya.

Diterangkan, angka tersebut mengalami peningkatan dengan pesat karena aksesnya lebih mudah, cepat, dan dapat dilakukan di mana saja.

“Ke depan, pascapandemi Covid-19, layanan digital ini akan tetap berjalan dan dikembangkan lagi mengikuti kebutuhan masyarakat,” kata Arief.

Titik Krusialnya di Faskes

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, titik krusial pelayanan BPJS Kesehatan berada di fasilitas kesehatan (Faskes).

Karena itu, dibutuhkan dukungan dari faskes mitra BPJS Kesehatan untuk memberikan layanan terbaiknya.

“Dalam hal ini, saya ingin menyorot pelayanan publik dan hak-hak konsumen, mulai dari product knowledge yang perlu ditingkatkan agar masyarakat sebagai peserta JKN-KIS paham fungsi dan manfaat program tersebut,” jelasnya.

Setelah itu, baru dilakukan peningkatan infrastruktur, sumber daya manusia seperti ketersediaan dan ketersebaran dokter spesialis, serta implementasi proses bisnis yang memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan.

 Inang JS/Kps.com

 




Gerai Angkasa Fair 2020, Gairahkan Semangat Pelaku UMKM

Diharapkan pelaku usaha hingga pengrajin NTB ke depan dapat turut ambil bagian pada berbagai event internasional yang akan hadir di NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Gerai Angkasa Fair 2020 dengan tajuk “Angkat Karya Anak Bangsa, Bangkitkan UMKM NTB” dibuka Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, di Atrium Lombok Epicentrum Mall, Sabtu 05/12/20).

Kegiatan ini merupakan inisiasi PT Angkasa Pura I sebagai Upaya pemulihan ekonomi yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Berjejer rapi, sebanyak 40 Stand UMKM binaan PT Angkasa Pura menyemarakkan kegiatan ini. Tak hanya itu, kegiatan ini turut pula dimeriahkan dengan fashion show, talkshow dan acara menarik lainnya.

Hj. Niken mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi PT Angkasa Pura yang berkat kontribusinya berhasil memberikan semangat baru bagi pelaku usaha hingga pengrajin untuk kembali produktif.

“Alhamdulillah pada siang hari ini kita sudah membuka kegiatan Gerai Angkasa Fair 2020 yang bertujuan untuk menggairahkan kembali semangat para teman-teman UKM di NTB terutama sebagai pemanasan kita menghadapi event yang besar di tahun depan yaitu MotoGP 2021,” ucap Hj Niken.

Dikatakan, ia bersyukur karena Pemerintah Pusat terus memberikan perhatian kepada pelaku usaha dengan mengadakan berbagai pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapasitas mereka selama pandemi ini.

“Kita tetap melaksanakan kegiatan tersebut sampai nanti teman-teman siap untuk menyongsong event tersebut dengan produk-produk yang tentu saja lebih baik dan Insya Allah mudah-mudahan bisa diserap oleh pasar MotoGP 2021,” terang Hj. Niken.

Ia pun berharap seluruh pelaku usaha hingga pengrajin NTB kedepannya dapat turut ambil bagian pada berbagai event internasional yang akan hadir di NTB. Sehingga, pemulihan ekonomi bahkan kesejahteraan dapat diraih oleh masyarakat NTB.

General Manager PT Angkasa Pura I BIZAM Lombok, Nugroho Jati menyadari betul bahwa pandemi Covid-19 telah begitu dirasakan dampaknya oleh seluruh sektor perekonomian hingga aspek-aspek sosial yang ada di dalam masyarakat. Namun, hal ini disebutnya bukan menjadi alasan untuk pasrah begitu saja.

“Meskipun demikian, harus ada upaya dari Pemprov dan Pemda hingga UMKM itu sendiri untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 dan juga pemulihan perekonomian,” ujar Nugroho.

Kegiatan yang berhasil dilaksanakan pada hari ini juga dikatakannya tak lepas dari suksesnya NTB menangani pandemi Covid-19. “Itulah sebabnya kami mendapat kepercayaan dari Angkasa Pura Pusat untuk menyelenggarakan Gerai Angkasa Fair 2020 ini,” ungkapnya.

Mewakili PT Angkasa Pura, Ia berkomitmen penuh dalam mendukung pemerintah daerah dalam memajukan UMKM sebagai upaya pemulihan ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat serta mendukung MotoGP 2021 dan mengekspor kedepannya produk-produk NTB,” harapnya.

Pembukaan Gerai Angkasa Fair 2020 ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua Dekranasda Provinsi NTB bersama GM PT Angkasa Pura I.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 05 Desember 2020, Bertambah 14 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 31 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Virus Covid-19 berpotensi menulari siapa saja, tanpa pandang bulu, terutama mereka yang tidak disiplin pada protokol kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi ada tambahan 14 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Sabtu (05/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah di[eriksa sebanyak 194 sampel dengan hasil 179 sampel negatif, 1 (satu) sampel positif ulangan, dan 14 sampel kasus baru positif Covid-19, 31 pasien sembuh, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dengan adanya tambahan 14 kasus baru terkonfirmasi positif, 31 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (05/12/20) sebanyak 4.867 orang, dengan perincian 4.192 orang sudah sembuh, 259 meninggal dunia, serta 416 orang masih positif.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

TAMBAHAN 14 ORANG POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 31 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4854, an. FBH, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  2. Pasien nomor 4855, an. SY, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  3. Pasien nomor 4856, an. M, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jati Baru;
  4. Pasien nomor 4857, an. RU, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  5. Pasien nomor 4858, an. AAW, perempuan, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4753. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  6. Pasien nomor 4859, an. LP, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4478. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  7. Pasien nomor 4860, an. R, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4478. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  8. Pasien nomor 4861, an. TV, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4478. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  9. Pasien nomor 4862, an. J, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4478. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  10. Pasien nomor 4863, an. LHA, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Praya;
  11. Pasien nomor 4864, an. FS, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram;
  12. Pasien nomor 4865, an. IMS, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram;
  13. Pasien nomor 4866, an. DMMZ, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram;
  14. Pasien nomor 4867, an. MR, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram.

Hari ini terdapat 31 tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3618, an. J, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 3847, an. IAM, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 3849, an. LI, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  4. Pasien nomor 3850, an. RA, perempuan, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Penanae, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  5. Pasien nomor 3928, an. BRA, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Tiwu Galih, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 3951, an. R, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  7. Pasien nomor 4087, an. AS, laki-laki, usia 1 bulan, penduduk Desa Berare, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4089, an. SA, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Rite, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  9. Pasien nomor 4244, an. R, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Teruai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  10. Pasien nomor 4301, an. MG, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Bontokape, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  11. Pasien nomor 4385, an. MIB, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  12. Pasien nomor 4448, an. S, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Loang Maka, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah;
  13. Pasien nomor 4449, an. MFSZ, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Loang Maka, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah;
  14. Pasien nomor 4493, an. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  15. Pasien nomor 4494, an. PS, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  16. Pasien nomor 4495, an. SN, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  17. Pasien nomor 4496, an. SW, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  18. Pasien nomor 4497, an. KK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  19. Pasien nomor 4555, an. LEP, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 4605, an. SAP, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Batu Bulan, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa;
  21. Pasien nomor 4607, an. ADK, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  22. Pasien nomor 4608, an. H, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  23. Pasien nomor 4634, an. AM, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  24. Pasien nomor 4652, an. AJ, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa
  25. Pasien nomor 4653, an. JOM, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  26. Pasien nomor 4663, an. HP, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  27. Pasien nomor 4664, an. SLAP, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  28. Pasien nomor 4665, an. SA, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  29. Pasien nomor 4666, an. HM, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  30. Pasien nomor 4693, an. KA, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  31. Pasien nomor 4722, an. YF, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.

Dipermaklumkan bahwa pasien nomor 3969, an. M, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram yang diumumkan sembuh pada tanggal 2 Desember 2020, bahwa sebenarnya pasien tersebut meninggal dunia.

Hari Sabtu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3969, an. M, lakilaki, usia 73 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan tidak pernah menganggap remeh bahaya Covid-19. Virus ini berpotensi menulari siapa saja, tanpa pandang bulu, terutama mereka yang tidak disiplin pada protokol kesehatan.

“Langkah pencegahan dan pengobatan paling penting yang dapat kita lakukan saat ini adalah tetap taat, disiplin dan waspada terhadap penyebaran Covid-19,” katanya.

Menurutnya, tiap orang wajib menjaga dirinya dan orang-orang di sekitarnya dengan menerapkan 3M dan 1T. Yakni mamakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak minimal dua meter serta tidak berkerumun dan menjauhi keramaian.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Gubernur NTB Raih Penghargaan, Dinilai Sukses Membina Perpustakaan

  Pemprov NTB bersama kabupeten/kota berupaya meningkatkan literasi dan kegemaran membaca

MATARAM.lombokjournal.com –

Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah mendapatkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional RI,  karena Gubernur dinilai telah memberikan dedikasi dalam membina dan mengembangkan Perpustakaan dan kegemaran membaca di Provinsi NTB.

Pernghargaan yang ditandatangani oleh Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando tersebut, merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan Perpusnas terhadap Gubernur NTB.

Selama ini Gubernur memberikan andil dalam pengembangan perpustakaan di daerah. Selain itu,  Pemprov NTB bersama kabupeten/kota berupaya meningkatkan literasi dan kegemaran membaca.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip NTB Dr. Manggaukang Raba mengatakan, ada 10 kriteria penilaian Perpustakaan Nasional sehingga muncul penghargaan untuk Gubernur NTB.

Salah satu kriteria yaitu sudah semakin gencarnya perkembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial di NTB. Ada empat kabupaten di daerah ini yang sudah mengembangkan perpustakaan berbasis inklusi yaitu Kabupaten, Bima, Kabupeten Lombok Utara, KSB, dan Kabupeten Lombok Tengah.

“Ada juga indikator berupa prestasi yang diperoleh NTB dalam dua tahun terakhir. NTB tahun 2019 lalu juara 1 dan tahun ini dapat juara 3 Lomba Perpustakaan. Kita selalu dapat prestasi setiap tahun, sehingga itu yang dinilai,” kata Manggaukang Raba, Sabtu (05/12/20).

Ia mengatakan, selain kriteria tersebut, kriteria penyebarluasan informasi kegiatan Perpustakaan Daerah melalui media massa dan media sosial secara aktif dilakukan. Anggaran untuk Perpustakaan di NTB baik di Pemprov maupun di kabupeten/kota melalui APBD masing-masing daerah selalu terjadi peningkatan.

“Kriteria lainnya yaitu jumlah pustakawan yang merata di seluruh kabupaten/kota di NTB. Karena banyak daerah di luar NTB yang tak memiliki pustakawan yang merata,” ujarnya.

Kriteria lainnya yaitu adanya inovasi yang dibuat oleh sejumlah daerah di NTB telah memberikan dampak yang positif bagi masyakarat dalam hal peningkatan literasi.

Rr/HmsNTB




Lembaga Amil Zakat Berperan Penting Menekan Angka Kemiskinan

LAZ Dasi NTB diminta meningkatkan kemampuan SDM yang dimilikinya

 LOBAR.lombokjournal.com –

Lembaga Amil Zakat (LAZ), terlebih LAZ Dasi NTB berperan penting dalam menekan angka kemiskinan di NTB. Sebab LAZ memiliki pemahaman dan kesadaran lebih terhadap kebutuhan masyarakat.

Karena untuk mengatasi dan menentukan masalah yang utama yang dihadapi masyarakat, harus betul-betul menyatu dengan masyarakat.

“Memahami suasana batin dan denyut nadinya, sehingga apa yang disampaikan menjadi betul-betul kebutuhan dan keinginan masyarakat,” ujar Gubenur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, saat memberikan sambutan pada acara Musyawarah Kerja 2020, LAZ Dasi NTB, di Montana Premier Senggigi, Sabtu (05/12/20).

Menurut Gubenur, memberi bukan hanya untuk mendapatkan pahala atau mensejahterakan orang lain semata, tapi dengan memberi kita juga mendapat sebuah kebagian dan kepuasan tertentu dalam diri seseorang.

“Orang sekarang, untuk mengatasi setres, menghampiri ketenangan, mencicipi kebahagian itu dianjurkan untuk lebih banyak memberi,” ucapnya.

Dengan memperbanyak memberi, menghadirkan senyuman pada orang lain, maka tingkat kebahagian seseorang akan lebih tinggi pula.

“Ini juga harus ditangkap oleh teman-teman Dasi, semua donatur itu hanya didoain dapat pahala saja, donatur ditepukin tangan saja, it’s not enough, musti ada hubungan psikologis, sehingga orang yang mendonasikan kekayaan hartanya kepada Dasi, dia juga merasakan kepuasan batin,” ujarnya.

Tugas yayasan, tugas Direktur dan para staf lanjut Gubernur, supaya meningkatkan perasaan ini, sehingga bukan hanya menjadi kewajiban, bukan hanya karena ditakut-takuti neraka, tapi seseorang itu menyumbang karena ia butuh.

“Sekarang harus dibalik, digali sedemikian rupa, sehingga mereka dengan memberikan donasi itu bukan karena di SMS, tapi karena dia punya kebutuan menyalurkan hartanya, untuk mensucikan kekayaannya, untuk kepuasan spiritualitasnya sendiri,” tambahnya.

Terakhir, Gubernur  meminta kepada LAZ Dasi NTB, untuk juga meningkatkan kemampuan SDM yang dimilikinya. Yakni dengan memberikan pendidikan atau besiswa, sehingga kedepan kualitas LAZ Dasi NTB semakin meningkat.

“Jadi, Dasi jangan sungkan-sungkan untuk mengirimkan stafnya untuk mengupgrade capacity, sekolah lagi supaya dapat link yang baru, ilmu yang baru, sehingga Dasi itu bisa menjelma menjadi organisasi  yang bukan hanya menolong orang NTB, tapi menolong orang Indonesia dan mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh dunia,” tutup Gubernur.

Sementara itu, Direktur LAZ Dasi NTB, Tarsito berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi NTB dan para donatur, atas bantuan dan dukungannya, sehinga LAZ Dasi NTB dapat menyalurkan bantuan-bantuan tersebut, setiap harinya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Lebih jauh, Tarsito menjelaskan bahwa pada tahun 2020 ini, penerima manfaat dari LAZ Dasi NTB sebanyak 440.167 orang. Selain itu, LAZ Dasi NTB memiliki lima program yakni, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan dakwah. “Lima program inilah yang akan kami terus kembangkan,” imbuhnya.

Yanti, Salah seorang pelaku usaha Oleh-oleh telur asin, merupakan salah satu penerima manfaat  dari LAZ Dasi NTB. Yanti menuturkan bahwa lembaga tersebut, telah banyak memberikan manfaat, terlebih pada usaha miliknya.

“Banyak manfaat yang saya dapatkan dari pelatihan LAS Dasi NTB, terimakasih saya ucapkan kepada LAZ Dasi NTB dan para donatur,” ujarnya.

Rr/HmsNTB




Humas NTB Jelaskan Capaian Gubernur Terkait Aset Pemprov Gili Trawangan

Gubernur dan Wakil Gubernur NTB telah membuktikan komitmen yang tinggi dalam problem yang sudah bermula sejak 1995

MATARAM.lombokjournal.com

Komitmen menuntaskan problem tata kelola aset milik Pemprov NTB yang tak terselesaikan selama puluhan tahun, dibuktikan Gubernur Zulkieflimansyah. Pemprov NTB mulai mengambil sikap yang serius terkait problem itu.

“Justru di era Gubernur Bang Zul ini kita mencapai kemajuan baru dalam penuntasan polemik aset Pemprov NTB di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara. Sebuah kemajuan yang belum pernah dicapai sebelumnya,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM, Sabtu (05/12/20).

Untuk diketahui, Pemprov NTB memiliki aset tanah seluas 65 hektare di Gili Trawangan Lombok Utara. Sesuai perjanjian kontrak produksi Nomor 1 Tahun 1995, aset tersebut dikerjasamakan dengan PT. GTI dengan jangka waktu kerja sama selama 70 tahun. Sayangnya, nilai royalti yang diperoleh Pemprov dari kontrak panjang ini hanya sebesar Rp 22,5 juta per tahun.

Seiring berjalannya waktu, nilai sewa dalam kontrak itu dipandang sudah sangat tidak sepadan dengan nilai aset tersebut. Apalagi, di lahan milik Pemprov NTB tersebut telah berdiri bangunan permanen untuk aktivitas bisnis, seperti hotel, kafe, rumah makan, bar, dan restoran.

Berbagai pihak telah mendorong agar kontrak sewa lahan itu ditinjau kembali karena dinilai sangat merugikan Pemprov NTB. Namun, sejak 1995 hingga sekarang, tidak ada kemajuan berarti yang dicapai untuk menuntaskan problem ini.

Di era Gubernur Zulkieflimansyah, Pemprov NTB meraih capaian yang tidak pernah dicapai sebelumnya. Yaitu, dengan adanya penandatanganan Surat Kuasa Khusus (SKK) bantuan hukum non litigasi atas lahan Pemprov NTB oleh Gubernur NTB dan Kejati NTB.

Penandatanganan dilakukan usai meninjau keberadaan aset tersebut, Senin (23/11/20) lalu.

“Dengan adanya SKK tersebut, Kejati NTB kini memiliki dasar untuk melakukan kajian terkait penyelesaian aset Pemprov NTB di Gili Trawangan,” ujar Najamuddin.

Selain itu, Pemprov NTB juga telah berkomitmen untuk terus membangun koordinasi dengan KPK dan Asdatun Kejati NTB untuk menemukan solusi terbaik dalam pengelolaan Aset daerah di Gili Trawangan yang masih dikuasai oleh pihak ketiga.

Pemprov NTB juga telah berkomitmen untuk memberikan data dan informasi yang dibutuhkan guna menuntaskan persoalan aset ini melalui jalan terbaik.

Najamuddin menegaskan, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB saat ini justru telah membuktikan komitmen yang tinggi dalam problem yang sudah bermula sejak 1995 ini.

“Adanya SKK ini dan komitmen-komitmen kita dalam prosesnya, adalah kemajuan yang belum pernah dicapai oleh Pemprov NTB selama ini,” kata Bang Najam.

Menurutnya, capaian itu harusnya menjadi catatan positif.

Bukan sebaliknya, hal itu jangan dibingkai untuk mendistorsi capaian yang sudah diperoleh Pemprov NTB, tegasnya.

Rr/HmsNTB

 

 




Meriah dan Berwarna, Pawai Budaya Tutup Kampanye SALAM di Kota Mataram

Konvoi pawai budaya yang digelar SALAM menunjukan betapa beragam masyarakat Kota Mataram namun tetap guyub dalam persaudaraan dan persatuan

MATARAM.lombokjournal.com

Masa kampanye terakhir Pilkada Kota Mataram, Sabtu (05/12/20) menjadi titik klimaks bagi pasangan Calon Walikota dan Calon Walikota Mataram nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM).

Sejak pagi, atraksi flashmob SALAM Dua Jari dan pawai lintas budaya dilakukan ratusan relawan SALAM di sepanjang jalan utama Kota Mataram, dari Ampenan hingga Cakranegara.

Aksi simpatik ini menyedot perhatian warga masyarakat Kota Mataram. Selain menunjukan kecintaan mereka pada pasangan SALAM, kegiatan ini juga mempererat nilai-nilai persatuan dalam keberagaman di Kota Mataram.

Pawai budaya SALAM menampilkan pasangan muda-mudi yang mengenakan pakaian adat seluruh etnis yang ada di Kota ini.

“Sangat menarik, dan kita sebagai warga Kota Mataram cukup simpati dengan kegiatan kampanye SALAM ini,” kata Hendra, warga Cakranegara, Kota Mataram.

Hendra bersama istri dan dua anaknya, menyempatkan diri melihat flashmob, dan menunggu iring-iringan konvoi pawai budaya SALAM di kawasan Cakranegara , Kota Mataram.

Menurutnya, konvoi pawai budaya yang digelar SALAM menunjukan betapa beragam masyarakat Kota Mataram namun tetap guyub dalam persaudaraan dan persatuan.

Dukung Pilkada Sehat

Ketua Tim Pemenangan SALAM , Eko Anugraha Priyanto mengatakan, sepanjang aksi di Ampenan hingga Sweta , tim relawan SALAM juga membagikan masker dan mensosialisasikan protokol kesehatan.

“Kami prioritaskan untuk kampanyekan Pilkada Sehat, agar 9 Desember nanti Pilkada di Kota Mataram berjalan baik, aman, dan sehat dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Eko

Menurut Eko, kampanye hari terakhir ini benar-benar di luar dugaan. Paket SALAM ternyata sudah sangat populer di kalangan warga masyarakat Kota Mataram.

Sejumlah warga yang menonton bahkan tak segan ikut menyanyikan lagu SALAM Dua Jari, dan jingle-jingle kemenangan SALAM.

“Alhamdulillah, kecintaan masyarakat Mataram kepada SALAM bisa kita lihat dengan nyata di penutupan kampanye ini. Inshaa Allah, Selly-Manan akan memimpin Kota Mataram 5 tahun ke depan,” tukasnya.

Merawat Kebhinnekaan Kota Mataram

Pawai budaya yang dilakukan SALAM di hari terakhir kampanye, bukan tanpa pesan.

Koordinator pawai budaya SALAM, Nyanyu Ernawati mengatakan, konvoi menggunakan sejumlah kendaraan roda tiga ini dilakukan untuk menunjukan bahwa SALAM akan memimpin dan sekaligus melayani semua warga masyarakat Kota Mataram.

Pasangan muda-mudi yang dirias menggunakan pakaian adat dari sejumlah etnis di Kota ini, juga diambil dari pemuda-pemudi di tiap kawasan berbeda.

Pakaian adat yang ditampilkan antara lain, adat Sasak Lombok, Sumbawa dan Bima (Sasambo). Kemudian adat Bali, Jawa, Sumatera, Flobamora (Flores, Sumba, Timor, Alor-NTT), Makassar – Bugis dan juga adat keturunan Tionghoa.

“Ini menunjukan apapun latar belakang agama, etnis dan budayanya, masyarakat Kota Mataram akan dilayani oleh SALAM ke depan,” katanya.

Tim pemenangan SALAM, Made Slamet mengatakan, flashmob akbar dan pawai budaya lintas etnis dilakukan SALAM sebagai penutup masa kampanye Pilkada agar masyarakat bisa memahami bahwa Pilkada Kota Mataram adalah wadah pesta demokrasi yang harus dilaksanakan dengan riang gembira.

Namun, hingar bingar Pilkada tetap harus mengedepankan protokol kesehatan karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Sehingga seluruh rangkaian kegiatan pun dilakukan dengan memenuhi standar protokol kesehatan,” ujar  Made Slamet yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram.

Sementara itu disela-sela konvoi pawai budaya,  tim parade budaya roda tiga viar dan Ambulance Gudek SALAM juga membagikan masker kepada warga dan pengendara di beberapa sudut kota Mataram .

“Ini salah satu bentuk komitmen SALAM dalam mendukung Pilkada Sehat sekaligus mengedukasi warga kota Mataram agar tetap memakai masker diera pandemi ini,” ujar Larasati, dara manis yang memakai baju adat Sumbawa.

Menang Bermartabat dan Melayani Masyarakat

Konvoi pawai budaya dilepas oleh Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dari kediamannya di kawasan Jalan Panji Masyarakat, Kekalik, Kota Mataram.

Sambutan masyarakat nampak antusias ketika pasangan Selly-Manan pun ikut turun menyapa.

Selly Andayani melambaikan tangannya penuh cinta pada masyarakat yang dilintasi. Begitu juga dengan TGH Abdul Manan yang menggunakan kendaraan berbeda.

Calon Walikota Mataram Hj Putu Selly Andayani mengatakan, kampanye penutup SALAM menghadirkan hak yang berbeda, untuk menggugah kesadaran bersama masyarakat tentang keberagaman yag harus terus dirawat di Kota Mataram.

“Kita lakukan hari ini dengan menampilkan pakaian adat dan budaya semua etnis yang ada di Kota Mataram. Kota ini adalah miniatur Indonesia yang multi agama, multi etnis dan multi golongan, tetapi tetap rukun dan bersatu. Itulah wujud nyata empat pilar kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, Pancasila dan UUD 1945,” kata Selly Andayani.

Menurutnya, flashmob SALAM dan pawai budaya juga menunjukan bahwa pasangan Selly-Manan hadir untuk melayani masyarakat.

Kepada para relawan,Selly juga mengingatkan untuk selalu menanamkan dalam hati semangat melayani masyarakat.

“SALAM hadir untuk melayani masyarakat. Tanamkan dalam hati bahwa kita ini adalah pelayan masyarakat. Layani masyarakat dengan hati yang tulus ikhlas, demi Mataram yang berkah dan cemerlang,” tandasnya.

Selly menegaskan, SALAM ingin meraih kemenangan di Pilkada Kota Mataram dengan cara-cara terhormat dan bermartabat. Ia meminta tim pemenangan dan para relawan untuk sama-sama berjuang dengan cara-cara yang sehat dan jujur dalam kontestasi politik lima tahunan ini.

“SALAM ingin menang secara terhormat dan bermartabat. Dengan cara-cara yang jujur. Karena dengan begitulah kita mendapat legitimasi yang kuat dari masyarakat Kota Mataram,” tegasnya.

Langkah Akhir Benar-benar Tak Terbendung

Flashmob akbar dan konvoi pawai budaya SALAM di Kota Mataram, Sabtu 5 Desember 2020 menjadi langkah akhir dari langkah panjang SALAM selama masa kampanye PIlkada Kota Mataram.

Sepanjang kampanye cukup banyak gerakan SALAM yang mampu menginjeksi kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama membangun Kota Mataram yang Madani, Berkah dan Cemerlang.

Gaya kampanye blusukan dan langsung mengaplikasikan program membuat Selly-Manan menjadi pemimpin yang tanpa sekat dengan masyarakat.

Rara Wazira, salah seorang relawan yang selalu mendampingi Selly Andayani saat blusukan, menceritakan potongan kesan bangganya.

“Sering kita sampai terharu bercampur bangga ketika bunda Selly turun ke masyarakat. Bunda tidak segan membersihkan wajah lansia dengan tisu dan memasangkan masker. Bahkan suatu ketika beliau juga menyuapkan makanan ke lansia yang ditemui. Ini pemimpin yang luar biasa perhatiannya, saya merinding kalau ingat,” kata Rara yang diamini oleh relawan tim 12 blusukan SALAM seperti Hj Nurjanah,  Haji Zakir,  Haji Adi Karang Genteng, Hitman , TGH Fikri,  Rozi Copok , dan lain-lain.

Haji Zakir Turide menambahkan, di beberapa lokasi kampanye blusukan, banyak juga masyarakat yang langsung menyambut dengan nyanyian SALAM dua jari, meski di wilayah tersebut bukan basis Selly-Manan dan belum pernah dikunjungi.

“Inshaa Allah, tinggal selangkah lagi SALAM akan memenangkan Pilkada Kota Mataram ini. 9 Desember nanti akan mencatat sejarah ini,” tukas pria humble yang akrab disapa Mamiq Jack ini.

Me




Ketua TP-PKK NTB Dikunjungi Grand Finalis PR Ambassador 2020

Terpancar aura bahagia Hj. Niken dapat bertemu dengan para Finalis

MATARAM.lombokjournal.com

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mendapat kunjungan Sepuluh Grand Finalis Duta NTB Ambassador 2020  di pendopo Gubernur NTB, Jumat (04/12/20).

Kegiatan pencarian duta ini dalam rangka menyosialisasikan berbagai macam visi dan misi NTB Gemilang beserta program-program unggulannya.

Finalis PR Ambassador ini telah menyisihkan kurang lebih 69 peserta lain. Pertama Tahap Administrasi, Kedua Tahap Audisi Pertama, Ketiga Tahap Audisi Kedua dan Terakhir Grand Final. Hingga saat ini, peserta yang akan melanjutkan final pada enam Desember mendatang bersisa sepuluh (10) orang peserta.

Sebelum menuju babak final, peserta telah menjalani masa karantina selama sepuluh hari. Kegiatan selama karantina diisi dengan kunjungan ke Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTB, seperti kunjungan ke Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Dinas Kesehatan, Dinas LHK dan ITDC Mandalika.

Tak hanya ke Perangkat Daerah, para peserta PR Ambassador juga bertemu dengan Wakil Gubernur NTB, Sekda NTB dan terakhir ditutup pada siang hari ini bertemu dengan Isteri Gubernur NTB, Hj. Niken.

Pada pertemuan tersebut, terpancar aura bahagia Hj. Niken dapat bertemu dengan para peserta.

“Alhamdulillah senang sekali bisa bertemu finalis ambassador, saya sebagai isteri Pak Gubernur senang melihat generasi muda di NTB yang keren-keren”, ungkap Hj. Niken.

Hj. Niken menjelaskan tugas-tugasnya sebagai isteri Gubernur.

“Saya diberi tugas sebagai Ketua PKK NTB, Ketua Dekranasda, Ketua Forikan, Ketua ICSB dan tugas lainnya dan hal-hal yang mengenai pemberdayaan perempuan dan keluarga yang menjadi concern saya,” tuturnya.

Menurut Ketua TP. PKK NTB, saat ini hal penting yang sedang dibangun bersama adalah membangun sumber daya manusia. SDM adalah investasi terbaik, juga selaras dengan Gubernur NTB, pendidikan menjadi perhatian yang sangat penting.

Tahun 2026 NTB akan menikmati bonus demografi, generasi saat inilah yang akan menjadi pemain penting. Artinya sekarang saat ini investasi terbaik adalah SDM.

Bagaimana agar SDM di NTB mendapatkan pembinaan, pendidikan dan pengembangan terbaik. Hal ini dimulai dari keluarga, masa balita adalah masa awal investasi yang paling penting.

Penting diperhatikan perkembangan anak sejak dini, dari Paud-Dewasa, semakin banyak memberikan kesempatan untuk anak berkembang, pasti akan menghasilkan generasi yang berkualitas dan PR Ambassador menjadi agennya.

“Keterbatasan adalah jalan bagi kita untuk mencari solusi, semua akan menjadi pioneer di bidang masing-masing dan Insya Allah kalian jadi PR Ambassador ini bisa paham apa yang dilakukan pemprov. Kita sangat punya harapan kepada anda semua untuk pembangunan NTB Gemilang kedepannya,” kata .

Sambil berbincang santai, para peserta saling berdiskusi bersama Hj. Niken dan diselingi dengan sesi foto bersama.

Rr/HmsNTB

 

 

 

 

 




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 04 Desember 2020, Bertambah 27 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 66 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Jika kita lengah dan menyepelekan penyebaran virus ini,  akan makin lama keluar dari kondisi yang menyebabkan seluruh aktivitas kehidupan manusia berjalan tidak optimal

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa, Laboratorium TCM RSUD Dompu, dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi ada tambahan 27 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (04/12/20) Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Drs Lalu Gita Aryadi menjelaskan, telah diperiksa  sebanyak 247 sampel dengan hasil 217 sampel negatif, 3 (tiga) sampel positif ulangan, dan 27 sampel kasus baru positif Covid-19, 66 pasien sembuh, dan tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 27 kasus baru terkonfirmasi positif, 66 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kum’at (04/12/20) sebanyak 4.853 orang, dengan perincian 4.162 orang sudah sembuh, 258 meninggal dunia, serta 433 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 27 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 66 ORANG, TIDAK ADA KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4827, an. IGBART, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan CakranegaraTimur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  2. Pasien nomor 4828, an. Y, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Wora, Kecamatan Wera,Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  3. Pasien nomor 4829, an. AAP, laki-laki, usia 10 bulan, penduduk Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  4. Pasien nomor 4830, an. AM, laki-laki, usia 3 bulan, penduduk Desa Tolotangga, KecamatanMonta, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  5. Pasien nomor 4831, an. ED, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  6. Pasien nomor 4832, an. DWP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4753 dan 4754. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  7. Pasien nomor 4833, an. AP, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Malayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4753 dan 4754. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  8. Pasien nomor 4834, an. A, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4753 dan 4754. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  9. Pasien nomor 4835, an. AP, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4753 dan 4754. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  10. Pasien nomor 4836, an. M, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru Barat, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4753 dan 4754. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  11. Pasien nomor 4837, an. T, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  12. Pasien nomor 4838, an. RR, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  13. Pasien nomor 4839, an. KU, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  14. Pasien nomor 4840, an. A, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  15. Pasien nomor 4841, an. MJ, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  16. Pasien nomor 4842, an. ND, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  17. Pasien nomor 4843, an. SM, perempuan, usia 74 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  18. Pasien nomor 4844, an. SM, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  19. Pasien nomor 4845, an. AH, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  20. Pasien nomor 4846, an. YY, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Kawinda Nae, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  21. Pasien nomor 4847, an. AD, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Labuhan Ijuk, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  22. Pasien nomor 4848, an. Z, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Parado Wane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  23. Pasien nomor 4849, an. R, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  24. Pasien nomor 4850, an. A, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Renda, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  25. Pasien nomor 4851, an. S, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  26. Pasien nomor 4852, an. A, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  27. Pasien nomor 4853, an. S, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa.

Hari Jum’at terdapat 66 tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3403, an. M, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Monta Baru, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 3882, an. A, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 3926,an. IH, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  4. Pasien nomor 3935, an. MA, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Monta Baru, kecamatan Monta, Kabupaten Bima;
  5. Pasien nomor 3943, an. H, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  6. Pasien nomor 3988, an. S, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Pane, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  7. Pasien nomor 3989, an. A, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 4008, an. APL, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  9. Pasien nomor 4012, an. NND, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 4013, an. SN, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 4017, an. TRM, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 4099, an. TSK, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 4102, an. SN, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 4103, an. AO, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  15. Pasien nomor 4104, an. YR, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  16. Pasien nomor 4150, an. SN, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  17. Pasien nomor 4177, an. M, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  18. Pasien nomor 4219, an. A, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Kaleo, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima;
  19. Pasien nomor 4228, an. I, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  20. Pasien nomor 4246, an. Z, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Loang Maka, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah;
  21. Pasien nomor 4413, an. A, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  22. Pasien nomor 4415, an. RS, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  23. Pasien nomor 4416, an. SFK, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Lewi Rato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  24. Pasien nomor 4417, an. APW, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  25. Pasien nomor 4418, an. Y, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  26. Pasien nomor 4474, an. SRN, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur
  27. Pasien nomor 4475, an. M, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Aikmel Barat, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  28. Pasien nomor 4476, an. AWSN, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  29. Pasien nomor 4498, an. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Teta, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima;
  30. Pasien nomor 4521, an. SM, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  31. Pasien nomor 4522, an. SN, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  32. Pasien nomor 4524, an. II, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  33. Pasien nomor 4525, an. RF, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  34. Pasien nomor 4527, an. IW, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  35. Pasien nomor 4549, an. S, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  36. Pasien nomor 4550, an. H, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  37. Pasien nomor 4564, an. NF, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  38. Pasien nomor 4565, an. B, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Oi Fo’o, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  39. Pasien nomor 4566, an. I, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  40. Pasien nomor 4567, an. RA, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  41. Pasien nomor 4569, an. DA, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  42. Pasien nomor 4575 an. ZH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  43. Pasien nomor 4576 an. NRB, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Asa Kota, Kota Bima;
  44. Pasien nomor 4577 an. A, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Asa Kota, Kota Bima;
  45. Pasien nomor 4631, an. IF, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  46. Pasien nomor 4637, an. HES, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Kandai 2, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  47. Pasien nomor 4639, an. I, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  48. Pasien nomor 4641, an. SBM, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Senayan, Kecamatan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat;
  49. Pasien nomor 4642, an. HW, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  50. Pasien nomor 4643, an. R, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  51. Pasien nomor 4644, an. MK, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  52. Pasien nomor 4645, an. N, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  53. Pasien nomor 4658, an. RM, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  54. Pasien nomor 4668, an. SB, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  55. Pasien nomor 4669, an. H, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  56. Pasien nomor 4705, an. R, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  57. Pasien nomor 4706, an. VAS, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Jala, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  58. Pasien nomor 4707, an. UK, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu;
  59. Pasien nomor 4708, an. ND, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  60. Pasien nomor 4709, an. AP, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  61. Pasien nomor 4710, an. NM, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  62. Pasien nomor 4711, an. SY, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  63. Pasien nomor 4712, an. I, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  64. Pasien nomor 4713, an. FSA, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  65. Pasien nomor 4714, an. SY, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  66. Pasien nomor 4715, an. NW, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Manggeasi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.

Lalu Gita Aryadi mengajak, agar semua tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam seluruh aktifitas sosial dan  ekonomi, terutama di tempat-tempat keramaian seperti mall, pasar tradisional dan pusat-pusat perbelanjaan serta diberbagai tempat diselenggarakannya kegiatan-kegiatan sosial.

“Covid-19 masih harus terus kita waspadai. Jika kita lengah dan menyepelekan penyebaran virus ini, maka kita semua akan semakin lama keluar dari kondisi yang menyebabkan seluruh aktivitas kehidupan manusia berjalan tidak optimal,” katanya.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.