Bocah Penderita Hidrosefalus di KLU Dapat Kursi Roda dari Gubernur

KLU..lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, meringankan beban keluarga kurang mampu dengan memberi kursi roda untuk Baiq Ulan Rahman (5) bocah penderita Hidrosefalus asal Rt 1 Dusun Sanggar Sari, Desa Sigarpenjalin Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.

Kursi roda baru itu dibawa langsung oleh Staf Dinas Sosial Provinsi NTB, Muhammad Hizam S.ST, Koordinator PKH NTB, Nurhasim, didampingi Kasi Jamsos Dinas Sosial dan PPA Lombok Utara, Nisanim. Lalu, ada Korkab PKH dan Pendamping PKH Lombok Utara, Kamis (10/12/20) siang.

Mendapat kiriman kursi roda, membuat kaget pasangan Suami- istri Lalu Fathur Rahman (33) – Nihayah (29) orang tua dari Baiq Ulan Rahman.

Nihayah menceritakan perjalanan perjuangan penyembuhan untuk anak perempuan kesayangannya. Ia yang merupakan salah seorang peserta Penerima Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (Kemensos) RI, melahirkan Ulan akrab disapa puteri keduanya yang lahir pada tanggal 12 Februari 2015.

Penyakit anaknya mulai muncul ketika usia empat bulan. Gejala awal, ada benjolan yang timbul di sekitar area pusar. Akibatnya, kondisi tubuh bocah itu lemas dan mulai mengurangi keceriannya.

Hingga sontak, inisiatif keluarga untuk memeriksa di Rumah Sakit di Mataram, bekal BPJS Gtatis dari Provinsi, biaya pemeriksaan dimudahkan.

Meski demikian dalam perjalan waktu, benjolan itu merambat hingga ke ubun kepalanya. Sehingga kepala adik dari  Baiq Nia Rahma Lestari itu membengkak.

Lantas, karena kondisinya cukup menguatirkan, ada saran dari tenaga medis agar  bocah malang itu harus dirujuk ke Rumah Sakit Provinsi Sanglah Denpasar-Bali, untuk Mendapatkan penanganan serius.

Waktu terus berjalan, Nihayah mendaptkan informasi diagnosa medis,  bahwa anaknya diserang penyakit hidrosefalus. Akhirnya anaknya dipasang selang untuk memudahkan dan mencairkan dugaan benjolan yang menyerang area kepalanya.

Kemudian mereka kembali ke Lombok Utara, dalam keadaan demikian. Selanjutnya menunggu mukjizat yang kemudian hadir tak disangka menyembuhkannya untuk kembali normal. Sembari melakukan kontrol dan meminum obat sesuai saran tenaga medis.

“Atas perhatian Gubernur NTB dan Kepala Dinas Sosial Provinsi, saya atas nama keluarga menyampaikan terimakasih. Kursi roda telah diterima untuk meringankan kondisi anak saya, ” ungkapnya dengan mata berbinar.

Ia berharap, suatu saat, jika ada biaya yang memungkinkan. Akan kembali ke RSUP Denpasar, untuk mengontrol kembali. Saat ini belum bisa berbuat apa- apa, hanya hidup dengan bantuan sosial PKH untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Sebab, sejak virus Corona melanda, ia dan suaminya yang berprofesi sebagai buruh hanya mengangur di rumahnya.

Gubernur NTB, melalui Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Akhsanul Khalik, S.Sos, MH mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat di media sosial, Pemerintah Provinsi melalui Dinsos Provinsi akan berusaha maksimal untuk merespon kondisi sosial warga yang belum sempat disentuh kebijakan.

“Kursi roda untuk ananda tercinta Ulan merupakan bagian kami untuk memberikan atensi. Sekiranya, kursi roda ini dapat memudahkan dan meringankan beban keluarga, minimal dalam membantu kesehariannya mengurus ananda Ulan. Semoga Ulan lekas sembuh dan bisa hidup ceria seperti anak seusianya. Aamiin,” katanya.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 10 Desember 2020, Bertambah 34 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Adanya tambahan kasus terkonfirmasi positif baru menandakan Covid-19 nyata dan masih harus diwaspadai

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RS Dr. R. Soedjono Selong dan Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa mengkonfirmasi ada tambahan 34 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Kamis (10/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah di[eriksa sebanyak 146 sampel dengan hasil 99 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 34 sampel kasus baru positif Covid-19, 14 pasien sembuh, tidak ada kasus kematian.

Dengan adanya tambahan 34 kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (10/12/20) sebanyak 4.964 orang, dengan perincian 4.276 orang sudah sembuh, 263 meninggal dunia, serta 425 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Tambahan 34 Kasus Baru Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4931, an. M, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Lape, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  2. Pasien nomor 4932, an. DS, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Sabedo, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  3. Pasien nomor 4933, an. A, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuhan Mapin, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas Barat;
  4. Pasien nomor 4934, an. S, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, KecamatanSumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4935, an. YS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4936, an. LK, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4937, an. MS, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4938, an. LJS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  9. Pasien nomor 4939, an. S, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  10. Pasien nomor 4940, an. RK, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas,Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  11. Pasien nomor 4941, an. A, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  12. Pasien nomor 4942, an. DRM, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  13. Pasien nomor 4943, an. HA, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  14. Pasien nomor 4944, an. F, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Labuhan Alas, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  15. Pasien nomor 4945, an. I, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Kalabeso, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Buer;
  16. Pasien nomor 4946, an. GS, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  17. Pasien nomor 4947, an. AH, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  18. Pasien nomor 4948, an. N, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  19. Pasien nomor 4949, an. MI, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  20. Pasien nomor 4950, an. MR, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Labuhan Badas, KecamatanLabuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  21. Pasien nomor 4951, an. N, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Dr. R. Soedjono Selong;
  22. Pasien nomor 4952, an. KN, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Dr. R. Soedjono Selong;
  23. Pasien nomor 4953, an. I, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Dr. R. Soedjono Selong;
  24. Pasien nomor 4954, an. H, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Dr. R. Soedjono Selong;
  25. Pasien nomor 4955, an. R, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Dr. R. Soedjono Selong;
  26. Pasien nomor 4956, an. BF, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Dr. R. Soedjono Selong;
  27. Pasien nomor 4957, an. A, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  28. Pasien nomor 4958, an. DAP, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  29. Pasien nomor 4959, an. EJW, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  30. asien nomor 4960, an. LA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  31. Pasien nomor 4961, an. SH, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  32. Pasien nomor 4962, an. RK, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Labuhan Mapin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  33. Pasien nomor 4963, an. AL, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Labuhan Kertasari, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  34. Pasien nomor 4964, an. H, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;

Hari Kamis ini terdapat 14 tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3341, an. RAP, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Ropang, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 3690, an. IPP, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Bangsal, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 3710 an. RS, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 3721, an. MBA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 3751, an. MN, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 3753, an. YU, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Mapin Rea, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 3755, an. MAM, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Labuhan Badas, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 3962, an. A, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  9. Pasien nomor 4112, an. MP, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kabupaten Tegal, Jawa Tengah;
  10. Pasien nomor 4130, an. FR, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Tenga, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  11. Pasien nomor 4229, an. SD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  12. Pasien nomor 4247, an. N, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 4482, an. P, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  14. Pasien nomor 4768, an. I, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, adanya tambahan kasus terkonfirmasi positif baru menandakan Covid-19 nyata dan masih harus diwaspadai.

Dikatakan, hari ini tambahan pasien positif baru terkonfirmasi Covid-19 didominasi di Pulau Sumbawa.

“Diharapkan contac tracing terhadap pasien positif baru ini dapat berjalan baik dan maksimal, agar peyebaran virus ini segera dapat ditekan dan terkendali,” kata Lalu Gita..

Masyarakat  dihimbau senantiasa tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam seluruh aktifitas sosial dan ekonomi, terutama di tempat-tempat keramaian seperti mall, pasar tradisional dan pusatpusat perbelanjaan serta diberbagai tempat diselenggarakannya kegiatan-kegiatan sosial.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Bunda Niken Dorong Masyarakat Olah Produk Potensi Laut Ekas  

Para pemuda di daerah Ekas diminta aktif menata pantai Ekas menjadi destinasi pariwisata terbaik

LOTIM.lombokjournal.com

Ketua PKK Provinsi NTB yang juga menjabat sebagai Ketua Forikan NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati meminta masyarakat untuk melakukan pengolahan terhadap potensi laut Ekas, Kamis (10/12/20).

Pengolahan terhadap potensi laut ini pastinya akan mendatangkan lapangan pekerjaan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, senada dengan program unggulan NTB yakni industrialisasi.

“Biasanya kita menjualnya langsung, selain lobster, entah mutiaranya, entah kerangnya, entah ikannya. Itu bisa kita olah dulu sebelum dijual, hal tersebut dapat mendatangkan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar,” terangnya.

Bunda Niken, sapaan akrabnya, mengatakan, hal tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tata cara melakukan pengolahan terhadap hasil laut.

Selain hasil laut, keindahan alam di pantai Ekas ini sangat luar biasa dengan pantai putihnya serta pemandangan perbukitan yang mengelilingi pantai tersebut.

Bunda Niken mendorong para pemuda di daerah tersebut untuk aktif dalam menata pantai Ekas menjadi destinasi pariwisata terbaik.

“Nanti Pokdarwis bisa menjadi pioner dalam penataan wisata di pantai ini, yang utama adalah kebersihan tempat ini,” serunya.

Keindahan alam dan potensi laut ini, lanjutannya, tidak lain adalah pemberian dari tuhan yang maha esa yang senantiasa harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kemaslahatan bersama.

Di akhir penyampaiannya, ia mengingatkan agar masyarakat tetap mengkonsumsi ikan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak untuk menghindari stunting, gizi buruk dan yang lainnya mengingat anak-anak adalah masa depan bangsa.

“Jangan lupa kita tetap mengkonsumsi ikan sebagai nutrisi yang penting, jangan dijual semua, tapi sisakan untuk dikonsumsi,” pesannya.

Salah seorang  penggiat lingkungan, Yuli Ekawati mengatakan, kegiatan sosialisasi gemar makan ikan terus dilakukan di beberapa daerah.

Bahkan melalui perusahaannya, CV Tria Astoria Tirta Buana, rutin berbagi makanan kepada masyarakat dalam bentuk sajian makanan ikan untuk memenuhi gizi anak, ibu hamil dan lansia.

Ia mengatakan, butuh dukungan penuh untuk memberikan pengetahuan, meningkatkan SDM masyarakat dalam mengembangkan wisata di pantai ekas ini.

“Perusahaan kami mau besar bersama masyarakat, di sini kami membuat lembaga pelatihan kerja, mulai dari pelatihan memasak hingga membuat taksi nelayan,” kata Yuli.

Ia berharap dengan usaha tersebut, daerah ini dapat menjadi destinasi wisata yang dikenal oleh masyarakat luas.

Rr/HmsNTB




Komitmen Pemprov untuk Percepat Target Administrasi Kependudukan di NTB

Pemerintah Provinsi NTB akan melakukan langkah-langkah administratif untuk menguatkan tata kelola data kependudukan di daerah agar tersinkronisasi dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si MEWAKILI Gubernur NTB membuka  virtual meetingkegiatan Inovasi Pelayanan Adminduk di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kamis (10/12/20).

Sekda NTB menyampaikan apresiasi kepada Dinas PMDK Dukcapil dan KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) atas kegiatan yang telah dilakukan dan minta agar sinergi dari kedua belah pihak mempercepat pencapaian target cakupan administrasi kependudukan di NTB.

Sebab, tata kelola data kependudukan yang akurat merupakan salah satu kunci keberhasilan berbagai program pembangunan.

“Pemprov NTB berkomitmen terus melakukan terobosan yang mengarah pada tertib administrasi kependudukan, sehingga dapat memicu kesadaran masyarakat akan pentingnya identitas hukum ,” ujarnya.

Miq Gita, sapaan akrab Sekda NTB menyampaikan pentingnya akurasi data kependudukan serta koordinasi yang baik dalam memperoleh sumber data kependudukan.

Dan Pemerintah Provinsi NTB akan melakukan langkah-langkah administratif untuk menguatkan tata kelola data kependudukan di daerah agar tersinkronisasi dengan baik.

“Saya berharap kepada Dinas PMPD Dukcapil Provinsi NTB selaku Leading Sector yang membidangi, terus mengoptimalkan perannya dalam mengawal dan memastikan terpenuhinya penyelenggaraan data kependudukan dan catatan sipil di wilayah provinsi NTB,” ungkapnya.

Sekda NTB mengungkapkan kesadaran masyarakat desa untuk memiliki dokumen kependudukan tergolong minim, dan perlu ditingkatkan melalui sosialisasi berkelanjutan.

Diharapkan ke depan dapat merubah paradigma masyarakat desa yang terkesan menyepelekan pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan.

“Kita memang masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, memang bukan tugas mudah untuk diwujudkan, namun dengan kerjasama yang baik antara Pemerintah Provinsi dengan kabupaten/kota, serta stakeholder terkait lainnya maka saya yakin semua tantangan ini akan dapat kita hadapi dan tuntaskan dengan baik,” kata Miq Gita.

Atasi Bencana

Unit Manager Bagian Kerjasama Pembangunan Kedutaan Besar Australia, Astrid Kartika, sebelumnya mengapresiasi kepemimpinan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, yang dinilai tangguh dan berkomitmen.

Dalam masa kepemimpinan Gubernur Zul, Provinsi NTB dilanda dua cobaan yang sangat besar.

Pertama, saat awal kepemimpinan NTB dilanda bencana alam gempa bumi 7.SR yang merenggut ratusan korban jiwa dan merusakkan bangunan perumahan, perkantoran, tempat ibadah dan infrastruktur ekonomi dan sebagaiya. Kedua, adalah bencana non-alam yang dialami juga oleh Indonesia dan dunia yaitu pandemi Covid-19.

Dari kedua tantangan besar tersebut, Provinsi NTB berkat kerja keras Gubernur NTB dan seluruh jajarannya, kini NTB mampu mengatasi tantangan tersebut. ,

Misalnya progres pembangunan kembali rumah yang hancur akibat gempa bumi sudah mencapai sekitar 94 persen. Dan saat pandemi Covid-19, Provinsi NTB dengan model JPS GEMILANG mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat.

Ketepatan pemberian bantuan menjadi kunci keberhasilan JPS GEMILANG.

KOMPAK  bersama Pemerintah Daerah NTB, khususnya di empat (4) kabupaten (Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa dan Bima) dan Mitra KOMPAK yaitu PUSKAPA-UI, telah menyusun model penjangkauan layanan adminduk, yang memudahkan dan mendekatkan layanan ke mayarakat.

 

Kemudian, Astrid menjelaskan pelayanan ini diprioritaskan oleh Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil untuk memberikan layanan adminduk bagi masyarakat miskin dan rentan yang tidak dapat menjangkau pusat layanan, yang intinya memberi kemudahan bagi masyarakat.

Model penjangkauan ini dinamakan Layanan Adminduk Berbasis Kewenangan Desa atau LABKD.  LABKD membantu Pemerintah Desa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan (perempuan, anak, penyandang disabilitas, lansia) akan layanan adminduk.

LABKD mendukung program prioritas Kemendagri untuk menjangkau penduduk di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Model LABKD yang didorong KOMPAK bersama Mitra Puskapa dan Pemerintah Daerah menawarkan solusi atas tantangan penjangkauan kelompok rentan dan mendorong pembaharuan data.

Untuk menyediakan layanan administrasi kependudukan yang menjangkau wilayah desa serta mendorong percepatan pelayanan publik. Pemerintah  bekerjasama dengan KOMPAK melakukan Inovasi yaitu Layanan Administrasi Kependudukan Berbasis Kewenangan Desa (LABKD).

Dalam kesempatan  sama, Kepala Dinas PMD Dukcapil NTB, Dr. H. Azhari memaparkan materi dengan judul Peran Provinsi NTB Dalam Mendorong Inovasi Percepatan Cakupan Kepemilikan Dokumen Adminduk Melalui LABKD.

Kemudian H. Azhari menyampaikan, LABKD adalah penyelenggaraan pelayanan administrasi kependudukan di desa dengan menggunakan kewenangan yang dimiliki oleh desa.

Dan program ini digunakan untuk mengatasi permasalahan jarak, biaya dan prosedur rumit.

Lebih lanjut Kepala Dinas PMD Dukcapil menjelaskan, LABKD memiliki 2 komponen penting yaitu Petugas Pencatatan Kependudukan di Desa (PPKD) dan Kelompok Kerja Adminduk (Pokja Adminduk) dan kegiatan lendataan penduduk ink merupakan salah satu kegiatan mencapai SDG’s Desa.

Dalam pertemuan via daring tersebut, salah satu narasumber Muhammad Cholifihani, Direktur Kepedudukan dan Jaminan Sosial Kementerian PPN/Bappenas menyampaikan, LABKD sebagai strategi pelaksanaan Perpres 62/2019 tentang AKPSH.

Kepala Dinas DPMD Dukcapil NTB, dan paparan lainnya juga turut disampaikan dari LABKD di empat Kabupaten/Kota. Yaitu, melalui Kepala Disdukcapil Kabupaten Lombok Timur, Kepala Disdukcapil Kabupaten Lombok Utara, Kepala Disdukcapil Kabupaten Sumbawa, Kepala Disdukcapil Kabupaten Bima.

Rr/HmsNTB

 




Partai NasDem Kota Mataram Ucapkan Selamat atas Kemenangan Paket HARUM

Berdasarkan persentase quick count tanggal 9 Desember 2020, pukul 16.10 Wita, kemenangan paket HARUM sebanyak 34,36 persen

MATARAM.lombokjournal.com

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrasi (NasDem) Kota Mataram, mengucapkan selamat atas kemenangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburahman (HARUM), yang memenangkan Pilkada Kota Mataram tahun 2020.

Ketua DPD Partai NasDem Kota Mataram, Lalu Fatahillah Prawiranegara menyampaikan, ucapan selamat atas paket HARUM itu mengacu hasil survey sampling dilakukan internal Partai.

Berdasarkan persentase quick count tanggal 9 Desember 2020, pukul 16.10 Wita, dengan jumlah suara sampling sebanyak 25.611 orang, mendapatkan hasil persentase kemenangan paket HARUM sebanyak 34,36 persen.

Disusul paket Hj Putu Selly Handayani – TGH Abdul Manan (SALAM) sebanyak 31, 43 persen, selanjutnya pasangan paket MUDA sebanyak 22,39 persen dan paket BARU sebanyak 9,84 persen.

“Angka itu didapat dari 103 Tempat Pemungutan Suara (TPS), dengan total TPS se-Kota Mataram sebanyak 725 TPS,” ungkapnya, Rabu 9 Desember 2020, di Kantor DPD Partai NasDem Kota Mataram.

Berdasarkan hasil referensi sampling tersebut, dan tidak mendahului Nasib yang ditentukan Allah SWT, dirinya mengucapkan selamat atas kemenangan paket HARUM untuk Pilkada Kota Mataram.

“Dengan hasil referensi, dan tanpa mendahului nasib, selamat atas kemenangan HARUM. Semoga kota Mataram semakin maju, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Mataram,” kata Fatahillah.

Aya (*)




Gubernur Nyoblos di TPS 02 Lingkungan Pusaka, Masyarakat Dimbau Berdemokrasi dengan Gembira

Paslon diminta bisa menerima hasil Pilkada tersebut dengan lapang dada

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah didampingi Istri Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah memberikan hak suaranya di TPS 02 Lingkungan Pusaka, Kelurahan Pejanggik, Kota Mataram, Rabu (09/12/20).

Usai menggunakan hak pilihnya, Gubernur menghimbau masyarakat untuk melaksanakan pesta demokrasi tersebut dengan riang gembira, tidak saling menjatuhkan serta memilih pemimpin sesuai dengan hati nurani yang diyakini mampu membangun daerah.

“Pilkada ini pesta demokrasi, kita harus riang gembira, jangan sampa  karena Pilkada persaudaraan dan silaturrahim kita terputus,” ungkap Bang Zul.

Kepada seluruh paslon yang berkompetisi di tujuh kabupaten/kota di NTB, Bang Zul berpesan agar bisa menerima hasil Pilkada tersebut dengan lapang dada. Bagaimanapun hasil Pilkada ini, itu adalah pilihan masyarakat.

“Harus siap menang, harus siap kalah, bagaimanapun hasilnya, kita harus berlapang dada, itu semua bukan satu-satunya jalan untuk membangun daerah,” ungkap Bang Zul.

Tak lupa, ia mengucapkan terimakasih kepada seluruh petugas keamanan. Menurutnya, petugas keamanan, Linmas, TNI, Polri menjadi salah satu garda terdepan dalam mengamankan kontestasi Pilkada tersebut.

“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh petugas keamanan, Polisi, TNI, KPPS serta petugas lainnya yang telah berkorban dalam mensukseskan Pilkada di daerah kita tercinta,” tutup Bang Zul.

Rr/HmsNTB




Pelabuhan Teluk Nara Dibuka Kembali, Diresmikan Bupati Najmul Akhyar

Dibukanya  kembali Dermaga Teluk Nara, setelah sekitar 10 bulan ditutup

PEMENANG.lombokjournal.com

Menyongsong era kenormalan baru dan percepatan perekonomian masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU), Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH meresmikan pengoperasianal kembali pelabuhan Teluk Nara di dermaga pelabuhan setempat, Selasa (08/12/20).

Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar merasa bersyukur dapat melakukan satu langkah yang memiliki makna bagi besar untuk perputaran perekonomian dentan pengoperasian kembali Perlabuhan Teluk Nara.

“Menjadi salah satu entri poin kita menuju tiga gili, untuk itu maka dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang menyelenggarakan acara ini,” imbuhnya.

Dijelaskan bupati, pengoperasian kembali dermaga ini dengan tujuan dalam rangka terus mempersiapkan diri menuju era normal baru, sebagai bagian dari perjalanan pandemi Covid-19 yang sedang dialami masyarakat KLU.

“Maka dengan kita operasikan kembali pelabuhan Teluk Nara ini terjawabklah apa yang diinginkan masyarakat kita selama ini”

Dikatakan, ketika Pemda KLU melakukan langkah-langkah membatasi aktivitas masyarakat dengan tujuan menekan angka Covid-19. Disadari banyak hal-hal yang dilakukan yang mungkin tidak semua menguntungkan masyarakat.

Dari sudut pandang kesehatan, langkah yang diambil Pemda melalui gugus tugas menguntungkan masyarakat, tetapi secara ekonomi memang merugikan. Sebab ada penurunan down great terhadap masyarakat.

Pemda sendiri merasakan betul bagaimana virus Covid ini memaksakan untuk berubah dalam segala hal.

“Pertumbuhan ekonomi melemah, bahkan angka kemiskinan kita sempat meningkat 0,2 persen disaat kita mengalami persoalan yang berat. Alhamdulillah sekarang sudah normal kembali. Bahkan kita sangat bersyukur saat ini pertumbuhan ekonomi kita cukup membaik bahkan melebihi sebelum bencana covid. Ini hal-hal yang patut kita syukuri. Perekonomian masyarakat Lombok Utara stabil,” terang bupati.

Hajat membuka kembali pelabuhan merupakan langkah nyata pempersiapan menuju era kenormalan baru.

Di sektor ekonomi, kata bupati, pariwisata menjadi salah satu faktor utama perhatian pemda di samping sektor-sektor yang lain.

Pasalnya, sektor pariwisata menjadi penggerak serta pengungkit sektor ekonomi lainnya. Diyakininya ketika sektor pariwisata bergerak pertanian, UKM, dan peternakan menemukan pasarnya, sehingga pasar pariwisata bisa disebut big market KLU.

“Harapan saya berikutnya nanti kita melakukan pertumbuhan ekonomi yang penting,” terangnya lagi.

Bupati Najmul juga menjelaskan di Bangsal pasar holtikultura sudah siap untuk beroperasi dan tinggal mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk mau menanamkan investasi di pasar hortikultura.

Dengan harapan pasar holtikultura nantinya akan dapat memutus perpanjangan mata rantai ekonomi, sehingga masyarakat di tiga Gili bisa belanja di pasar hortikultura.

“Tiga Gili menjadi perhatian serius kita karena segala yang kita lakukan saat ini sebagai entri poin kita masuk ke tiga Gili,” tutup Sekjen APKASI itu.

Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan KLU Iwan Maret Asmara S.Sos menyampaikan mengoperasikan kembali Dermaga Teluk Nara karena kurang lebih sudah 10 bulan ditutup.

Penutupan itu, sambung Maret, sesuai dengan surat Gubernur NTB tanggal 20 Maret 2020 tentang penutupan sementara penyeberangan menuju tiga Gili.

“Selama 10 bulan kita di Kabupaten Lombok Utara menindaklanjuti surat Gubernur dengan membentuk satgas di bawah BPBD dalam rangka bencana darurat Covid-19,” tuturnya.

Selama satgas bertugas, sebutnya, bisa menekan angka penularan covid-19 dengan hasil bisa dihentikan. Dapat dilihat terakhir sudah sampai zero kasus. Akan tetapi ia meminta semua pihak tetap menjalankan protokol Covid-19.

“Penutupan tiga Gili ini sangat berdampak pada masyarakat dan pengusaha. Berdasarkan itu kami memohon supaya demaga ini bisa dibuka kembali” pungkas mantan Kalaksa BPBD KLU ini.

Serangkaian acara berjalan khidmat dan lancar, diakhiri dengan pelepasan fast boat oleh bupati disaksikan hadirin.

Kegiatan itu dihadiri para asisten dan Kepala OPD lingkup Pemda KLU, Kasat Polairud, Iptu MS Artana, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Pemenang Heru Supriyadi SH, Camat Pemenang Suhadman S.Sos, Kepala Desa Malaka H Akmaludin Ichwan SAp MM dan undangan lainnya.

 

api




Tempat Pengolahan Sampah, BUMDes Sengkol Manfaatkan Lalat Tentara Hitam

NTB Bersih dan Zero Waste bukanlah pekerjaan  mudah, dibutuhkan kerjasama dan gotong royong untuk menyukseskan hal ini

LOTENG.lombokjournal.com –

Tempat pengolahan sampah dengan memanfaatkan lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) diuncurkan di Dusun Kekale, Desa Sengkol, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (08/12/20).

Saat meluncurkan tempat pengoahan sampah itu, Wagub menyebut, BUMDes Sengkol sebagai pelopor dalam pemanfaatan BSF ini.

BSF adalah jenis lalat yang bisa memberikan banyak manfaat bagi manusia. Khususnya dalam mengurai sampah organik.

Dalam alur kehidupannya, BSF yang awalnya berupa belatung, akan mengonsumsi material yang bersifat organik. Karenanya, keberadaannya dapat dimanfaatkan untuk menekan jumlah limbah organik yang menjadi masalah serius di berbagai daerah di NTB.

BSF sangat lahap dalam mengonsumsi sampah organik. Diperkirakan, 10.000 larva BSF sanggup menghabiskan 1 Kg makanan organik dalam 24 jam.

Jika satu betina BSF dapat menghasilkan 500 telur, maka hanya dibutuhkan 20 ekor betina yang bertelur untuk menghasilkan 10.000 larva untuk mereduksi 1 Kg sampah organik setiap hari.

Kemampuan alamiah dalam BSF inilah yang kini mulai diadaptasi di NTB. Dan hadirnya tempat pengolahan sampah dengan memanfaatkan BSF tersebut sangat diapresiasi oleh Wagub.

Wagub menilai, ini merupakan cerminan tekad besar dalam memaksimalkan pengelolaan sampah.

Menurut Wagub, NTB Bersih dan Zero Waste bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama dan gotong royong untuk menyukseskan hal ini.

“Alhamdulillah, Sengkol bisa dikatakan sebagai desa pertama yang BUMDesnya mengolah BSF. Ini akan berhasil kalau kita konsisten, maka dari itu jangan sampai tidak serius,” jelas Wagub.

Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi ini mengaku bersyukur, banyak orang yang peduli terhadap lingkungan dan ingin memperjuangkan hal tersebut.

Salah satunya, Desa Sengkol yang memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan sehingga hal ini mampu terwujud dengan baik.

“Ini adalah awal membuktikan bahwa dari desa bisa menyuarakan satu pesan yang luar biasa kepada dunia bahwa sampah itu bisa dikelola menjadi berkah bukan menjadi musibah,” tutur Umi Rohmi.

Terakhir, Umi Rohmi mengajak untuk membuktikan bahwa pilot project ini bisa berhasil dan mampu untuk menginspirasi tempat-tempat lain di NTB bahkan di Indonesia.

“Insya Allah kalau kita mau bergerak bersama, tidak ada yang tidak bisa. Ini tidak sulit tapi bukan sesuatu yang tidak akan terealisasikan dengan baik selama kita kawal bersama,” katanya.

Kepala Desa Sengkol, Satria Wijaya berharap Pemerintah Provinsi NTB dan semua pihak terkait mampu memberikan dukungan dan bantuan untuk berkarya khususnya pada program BSF agar berjalan dengan lancar.

“Tentunya ini adalah langkah kecil bagi kami untuk bisa membangun dan membantu harapan Pemerintah Provinsi NTB untuk mewujudkan NTB bebas sampah,” tuturnya.

Kegiatan ini turut pula dihadiri Asisten II, Kepala Dinas LHK Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Kepala Dinas PMPD dan Dukcapil Provinsi NTB serta Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah.

Rr/HmsNTB

 




Kompetisi BPJS Visualthon 2020, Kembangkan Inovasi Digital

MATARAM.lombokjournal.com  –

Generasi milenial yang ahli di bidang teknologi informasi (TI) ditantang untuk menyalurkan ide terbaiknya demi kemajuan teknologi di bidang pelayanan kesehatan

Kepala Humas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS) Kesehatan M Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, pihaknya menyadari pengadopsian teknologi di bidang jaminan pelayanan kesehatan sangat penting.

Muhamad Iqbal Annas Maruf

BPJS Kesehatan bekerja sama dengan KUMPUL menginisiasi ajang bertajuk “BPJS Visualthon 2020” guna menciptakan inovasi digital.

Hal ini tidak terlepas dari adanya perubahan perilaku dan gaya hidup masyarakat Indonesia yang serba mobile dan digital.

Kompetisi ini diharapkan memberikan solusi bagi dan kemudahan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Dengan demikian, meski di tengah pandemi saat ini, harapannya generasi milenial yang ahli di bidang teknologi informasi (TI) dapat berkontribusi untuk menyalurkan ide terbaiknya demi kemajuan teknologi di bidang pelayanan kesehatan,” ungkapnya keterangan tertulis yang diterima media, Selasa (08/12/20).

Iqbal mengatakan, kompetisi ini dimaksudkan pula untuk menggali kreativitas dan inovasi melalui pengolahan dan visualisasi data.

Tujuannya suapaya dapat menghadirkan solusi yang dihadapi BPJS Kesehatan dalam pengelolaan data terkait pelaksanaan Program JKN-KIS.

Hal tersebut BPJS Kesehatan lakukan sebagai upaya memprioritaskan kepuasan dan kenyamanan para peserta program JKN-KIS dalam mengakses layanan kesehatan.

Program ini ditujukan untuk developer, data scientist, praktisi TI, maupun kalangan umum, baik individu atau tim.

“Jadi bagi Anda warga negara Indonesia yang memiliki minat pada data intelligence, passion pada pengolahan data dengan approach yang kreatif dan inovatif, silakan mengikuti BPJS Visualthon 2020,” ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Melalui tahapan Hackathon dan Final Demo Day, para peserta akan ditantang untuk membangun dashboard dengan visual data terbaik, kreatif, dengan fitur dan kegunaan yang tepat dan menarik.

Tiga visualisasi data terbaik akan mendapatkan hadiah menarik dari BPJS Kesehatan.

Peserta dapat berpartisipasi dengan maksimal tiga orang atau sendiri, dan mendaftar di BPJS Visualthon 2020. Pendaftaran dibuka mulai Jumat-Senin, 4-14 Desember 2020 melalui laman visualthon2020.bpjs-kesehatan.go.id.

Rr




Terdaftar Sebagai Penerima Bantuan Iuran, Tak Ada Perbedaan Layanan untuk Berobat

 Bedanya hanya terletak pada jumlah tempat tidur saat rawat inap saja

MATARAM.lombokjournal.com

Tak ada perbedaan layanan meski terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) pada Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Itu berarti, bagi peserta PBI di kelas III tidak mengurangi manfaat dari penggunaan kartu JKN-KIS yang diperoleh saat berobat.

Jadi bagi peserta PBI jangan sampai salah mengerti, semua pelayanan dan manfaat yang didapatkan tetap sama saja alias tidak ada perbedaan layanan dengan segmen peserta lain, bahkan dengan kelas yang lebih tinggi.

Kalau toh ada perbedaan, hanya terletak pada jumlah tempat tidur saat rawat inap saja. Inilah yang dialami oleh Bagus Permana (30) saat mengantarkan istrinya yang melahirkan.

Bagus yang merupakan warga LIngkugan Sayang-sayang, Kecamatan Caranegara adalah seorang Bapak dari satu orang anak dan bekerja sebagai pengemudi/sopir truk di sebuah perusahaan ekspedisi.

Bagaimana pun, dengan pekerjaan sopir yang penghasilannya hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari mengaku sangat bersyukur dalam hal pengobatan saat keluarganya sakit mendapat perhatian oleh pemerintah dengan diberikan kartu JKN-KIS.

Berbekal kartu itu bisa digunakannya untuk berobat jika sakit di kemudian hari. Dan benar saja, ketika istrinya melahirkan dan anaknya sakit, kartu itu sangat membantu berhemat dengan keuangannya yang terbatas.

Secara jujur ia mengaku, sebelum terdaftar sebagai peserta program JKN-KIS, untuk berobat untuk dirinya sendiri ia harus berhutang untuk membeli obat yang ukuran dirinya cukup mahal.

Tapi sekarang ia merasa lega, pemerintah dengan program JKN-KIS sangat membantu pengobatan orang seperti dirinya, yang sebelumnya merasa betapa mahanya biaya yang dikeluarkan saat sakit.

“Coba saja, wakttu istri saya melahirkan di rumah sakit umum Provinsi. Bagaimana saya harus mencari uang, karena dokter mengharuskan istri saya menjalani operasi cesar. Alhamdulillah, saya benar-benar bersyukur, yang semula saya sempat khawatir harus menyediakan biaya yang mahal, ternyata semua sudah ditanggung BPJS Kesehatan,” tutur Bagus di rumahnya di Sayang-sayang, Minggu (06/12/20).

Bagus berkali-kali mengucapkan syukurnya,  dengam menjadi peserta program JKN-KIS tersebut seluruh pengobatan keluargaya, istri dan anaknya, ia tidak harus berhutang kiri-kanan seperti sebelumnya. Semua biaya berobat keluarganya dijamin oleh BPJS Kesehatan.

Bagaimana dengan pelayanan selama di rumah sakit, ia tidak mengalami kesulitan apa-apa, tidak ada bedanya dengan sebelum ia memiliki kartu yang dikeluarkan BPJS Kesehatan itu. Semua lancar dan baik-baik saja. Di rumah sakit para perawatnya sangat membantu, memberitahu apa yang harus dilakukan. Dan ia sangat senang karena ia melihat istrinya merasa nyaman.

Semula Bagus sempat khawatir, sebab menurut informasi dari orang-orang, kalau kita menggunakan kartu BPJS Kesehatan, biasanya dipersulit saat di rumah sakit. Ternyata cerita seperti itu sama sekali tidak benar.

“Tadi siang anak saya baru keluar dari rumah sakit, selama dua hari rawat inap kami dilayani sangat baik di rumah sakit. Dan sekali lagi saya bersyukur, teryata saya tidak menggeluarkan uang sama sekali untuk pengobatan anak saya itu,” cerita Bagus.

RW/Rr