Hanya Menang di Tiga Pilkada, PPP NTB Kecewa

Diakui, PPP bisa belajar dan menjadikan kekalahan tersebut sebagai bahan evaluasi

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Ketua DPW PPP NTB, H Muzihir kecewa dengan capaian partainya yang hanya menang di tiga titik Pilkada dari tujuh titik kontestasi perebutan kursi Kepala Daerah Kabupaten/Kota di NTB 2020.

Pasangan Clon (Pason) yag diusung partai berlambang Ka’bah itu hanya mampu menang di Pilkada Kota Mataram, Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat. Untuk kabupaten terakhir, wakil PPP diuntungkan karena bertarung dengan kotak kosong.

Muzihir yang juga Wakil Ketua DPRD NTB itu mengaku, sudah menentukan kriteria kandidat yang mestinya diusung pada Pilkada lalu. Tap, tidak berjalan sesuai rencana karena beberapa pertimbangan lain seperti ketentuan mengusung kader sendiri dan beberapa ketentuan lain.

Ia memberi gambaran kekalahan di Kabupaten Sumbawa di mana PPP mengusung kadernya yakni Nurdin Ranggabarani yang berpasangan dengan Burhanuddin Ja’far Salam.

Nurdin terpaksa gigit jari karena perolehan suaranya jauh merosot dari ekspektasi awal.

“Di Sumbawa sebenarnya Nurdin sudah tidak bisa nyalon. Tetapi ngotot dan lobinya berhasil di pusat untuk mencari wakil tiba tiba datang,” ungkapnya, Senin, (14/12/20).

Pertimbangan yang sama tetapi dengan pola berbeda terjadi di Kabupaten Lombok Utara. Menurut Muzihir, pihaknya lebih sepakat mendukung Joda-Akbar.

Tetapi beberapa kader PPP lain lebih memilih Najmul-Suardi yang pada kenyataannya harus menelan pil pahit kekalahan menyakitkan karena notabene. Padahal, Najmul-Suardi adalah kandidat yang diuntungkan posisinya selaku petahana.

“Najmul itu penyebabnya karena gempa. Bayangkan belum pulih sudah datang Covid,” katanya.

Di Pilkada Kabupaten Lombok Tengah, PPP disebutnya terlalu dini mengambil dukungan.   Hal yang seharusnya tidak perlu terjadi mengingat politik di NTB yang cenderung dinamis.

Terlepas dari itu, PPP diakuinya bisa belajar dan menjadikan kekalahan tersebut sebagai bahan evaluasi guna lebih menguatkan mesin partai di masa-masa mendatang.

Ast




HUT NTB  Ke-62 Dirayakan Dalam Ruangan, Dengan Protokol Covid-19

Baik lokasi maupun pemberlakuan protocol Kesehatan itu untuk menghindari penyebaran Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Provinsi NTB akan mencapai usianya yang ke-62 pada tanggal 17 Desember mendatang. Persiapan terus dilakukan oleh Pemprov NTB untuk merayakan HUT ke-62 di tahun ini.

Namun demikian, Pemprov tidak serta merta melupakan bahwa Indonesia termasuk NTB masih dalam masa pandemi.

Karena itu, Pemprov NTB merancang peringatan HUT yang ke-62 lokasi indoor dan dengan sepenuhnya menerapkan protokol covid-19  secara ketat.

Hal ini disampaikan Karo Humas dan Protokol, Najamudin Ammy S.Sos, M.M.  yang juga selaku Sekretaris pada pelaksanaan Hut NTB tahun ini.

Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan, seluruh peserta maupun petugas upacara dalam rangka memperingati HUT ke-62 Provinsi NTB dipastikan dalam keadaan sehat dan tidak terpapar oleh Covid-19.

Selain itu, banyak hal-hal yang berbeda pada acara yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Desember mendatang, mulai dari pengurangan petugas upacara, hingga terbatasnya tamu  maksimal 100.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya, Gubernur NTB periode-periode sebelumnya dihadirkan, namun dalam situasi ini, kita lakukan dengan cara virtual,” terang Sekda pada acara rapat persiapan HUT ke-62 NTB di RRU Kantor Gubernur, Sabtu (12/12/20).

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19 pada saat berlangsungnya acara yang dinantikan ini.

Ia juga mejelaskan bahwa acara peringatan HUT ke-62 ini dilaksanakan di dalam ruangan, mengambil tempat di Gedung Graha Bhakti Praja Kompleks Kantor Gubernur.

“Kalau kita buat acara di lapangan, itu akan mengundang kerumunan, oleh karenanya, acara dilaksanakan di dalam ruangan, jadi tidak ada was-was lagi, mau angin mau hujan dan lain sebagainya, tidak khawatir ” jelasnya.

Sebelum puncak acara, mulai tanggal 14 hingga 16 Desember akan diadakan berbagai kegiatan, mulai dari pameran produk-produk lokal, pasar murah oleh Dinas Ketahanan Pangan di Lapangan Jaka Mandala,  seminar literasi, hingga pengenalan program-program unggulan hingga Lounching NTB Mall tanggal 16 Agustus. Oleh Dinas Perdagangan.

Tidak hanya itu, video pendek yang berisi program-program di tahun sebelumnya harus ditampilkan.

Mulai dari penanganan gempa, pencegahan Covid-19,  hingga prestasi NTB di tengah pandemi harus ditampilkan sebelum puncak HUT NTB tanggal 17 Desember mendatang.

Pelaksanaan HUT NTB ini akan disiarkan langsung di akun Facebook  (FB) Humas NTB secara live streaming. Semua OPD dan  10 Kabupaten/Kota bisa mengikuti secara virtual.

Sekda NTB juga meminta kekompakan para Pimpinan OPD Lingkup Provinsi untuk turut serta memeriahkan acara ini dengan memberikan persembahan masing-masing sesuai dengan programnya.

“OPD diperkenankan melaksanakan rangkaian kegiatan secara sederhana, tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Rr/HmsNTB




Dukung NTB Hijau, Gerakan Pramuka Menanam Digelorakan

Pramuka terus turun di tiap wilayah, untuk melakukan pembinaan, memberikan edukasi serta mendroping aneka bibit tanaman

LOTIM.lombokjournal.com

Salah satu Program Unggulan Pemerintah Provinsi NTB yakni NTB Hijau, terus di gelorakan.

Tidak hanya mahasiswa dan ASN, gerakan pramuka juga terus berikhtiar menghijaukan NTB dengan ‘Gerakan Pramuka Menanam’ di seluruh wilayah NTB.

Seperti yang dilakukan oleh Pengurus Daerah Kwarda Pramuka NTB, Minggu (13/12/2020) pagi di Desa Setungkeplingsar, Kecamatan Keruak, dan Desa Suka Damai Kecamatan Jerowaru, kabupaten Lombok Timur.

Melanjutkan arahan Gubernur Zul, Pramuka NTB dengan sigap serta terorganisir melaksanakan terobosan positif tersebut, serta menggelorakan secara masif paramuka menanam agar diikuti seluruh kabupaten/kota di NTB.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTB Drs. H. Fathul Gani, M.Si mengatakan, gagasan dari Gubernur Zul ini disambut baik oleh seluruh anggota Pramuka.

“Kegiatan ini juga sebagai Wujud Pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka”, papar Kak Fathul.

“Gerakan Pramuka Menanam tahun ini lebih diperluas target dan jenis tanaman yang ditanam. Bukan hanya tanaman pelindung, tapi mencakup berbagai jenis tanaman buah, sayur sayuran yang dibutuhkan setiap hari, dan bernilai ekonomis.

Kami akan terus turun di tiap wilayah, untuk melakukan pembinaan, memberikan edukasi serta mendroping aneka bibit tanaman.

Warga harus dibimbing tentang cara menanam yang baik, serta bagaimana memanfaatkan lahan yang ada, papar H. Fathul Gani yang juga merupakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) provinsi NTB.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., optimis target penanaman sejuta pohon melalui Gerakan Pramuka Menanam di tahun 2021 dapat tercapai.

“Salah satu hobi dan passion saya adalah menanam pohon. Ada kepuasan tak terkira melihat pohon yang kita tanam menjulang tinggi, membesar dan menghasilkan keteduhan, ” ucap Gubernur Zul di Bumi Perkemahan (Buper) Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (11/12).

ikp/diskominfotikntb




Gubernur Deklarasi Rinjani dan Soft launching Jalur Sepeda WisataTetebatu

Selain Lombok Tengah, daerah-daerah lainnya diharapkan mendukung serta mempersiapkan diri menyambut lonjakan pengunjung ke NTB ke depan

LOTIM.lombokjournal.com

Deklarasi Rinjani dan Soft launching jalur pendakian dan jalur sepeda wisataTetebatu dilakukan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah di Ulem-ulem, Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (13/12/20).

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut kegiatan sosialisasi kebijakan pemulihan ekosistem di tingkat tapak (Piagam Rinjani), untuk mendukung pelaksanaan Festival Geopark Rinjani Tahun 2020 Balai TN Gunung Rinjani.

Dan ini wujud keseriusan Provinsi NTB, memajukan pariwisata yang sempat terhambat akibatkan pandemi Covid-19.

Salah satunya, pariwisata Rinjani yang semenjak tanggal 7 Desember lalu menggelar Festival Geopark Rinjani.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul mengajak seluruh pihak bersama-sama merawat dan menjaga kelestarian Rinjani. Bang Zul berpesan, agar memperlakukan Rinjani layaknya makhluk hidup.

“Ketika kita memaknai bahwa Rinjani adalah sesuatu yang hidup, akan ada kesadaran bahwa dia akan lahir, dia akan tumbuh, dia akan sakit. Dan ketika dia sakit harus dirawat dan kalau tidak hati-hati dia akan mati,” pesan Bang Zul.

NTB yang akan menjadi tuan rumah berbagai event nasional dan internasional, mengharuskan semua pihak menyiapkan diri dari sekarang.

Kebersihan kemudian yang  pertama kami disoroti Bang Zul.

Ia menyebut, keindahan alam NTB kerap dinodai oleh banyaknya sampah, padahal tempat tersebut merupakan destinasi wisata.

Kemudian kondisi toilet yang dinilai kurang mendapat perhatian serius dari masyarakat.

Menyikapi ini, Ia menyerukan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan daerahnya.

“Oleh karena itu, ini jadi tanggung jawab utama, bahwa toilet dan sampah adalah tanggung jawab serius yang harus kita benahi dan ini mudah-mudahan menjadi komitmen untuk menambah poin dalam Deklarasi Rinjani kita,” terangnya.

Selain Mandalika Lombok Tengah yang akan menjadi poros berbagai perhelatan akbar mendatang, daerah-daerah lainnya diharapkan Bang Zul dapat mendukung serta mempersiapkan diri menyambut lonjakan pengunjung ke NTB ke depan.

“Saya kira Lombok Timur punya banyak alternatif  yang memungkinkan orang menengok untuk datang ke tempat kita,” tutur Bang Zul.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Lombok Timur, Muhsin yang mewakili Bupati Lombok Timur mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berhasil menyukseskan berlangsungnya kegiatan hari ini.

Ia mengatakan, hal ini sebagai salah satu bentuk Pemkab Lombok Timur yang terus berupaya menjalin sinergi dengan pemerintah, baik di pusat maupun provinsi.

“Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus-menerus melanjutkan ikhtiar dalam rangka mendukung Pemerintah Pusat maupun di tingkat Provinsi,” jelasnya.

Muhsin menyampaikan, Pemkab Lotim mempunyai tiga hal yang menjadi fokus untuk diwujudkan. Tiga hal yang dimaksud yakni, jalan mulus sepanjang jalan, air mengalir sepanjang tahun dan listrik menyala sepanjang hari.

Dalam momen Deklarasi Rinjani ini, Ia fokus pada poin kedua yaitu air mengalir sepanjang tahun. Ia menyebut hal ini akan sulit diwujudkan apabila sinergi dari berbagai penunjang tidak berjalan dengan baik.

“Rinjani diyakini memiliki spiritual values, maka sejalan dengan agenda hari ini dalam rangka Deklarasi Rinjani yang mengedepankan, yang memperkuat “Tri Kaya Atmaja Nirah” yaitu Tiga Pusat Kekayaan Terbesar yaitu kawasan Rinjani menjadi sumber inspirasi, simbol persatuan dan kesatuan dan juga simbol keharmonisan,” ucapnya.

Sinergi multi pihak

Sebelumnya, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Dedy Asriady menerangkan jika kegiatan kali ini merupakan wujud kerjasama dan sinergi multi pihak, yaitu TNGR, Pemprov, Pemkab Lombok Timur hingga Pokdarwis dan masyarakat Tetebatu.

“Kegiatan ini adalah wujud real kolaborasi antara Geopark Rinjani Lombok bersama Taman Nasional Gunung Rinjani dan yang terakhir, yang paling keren adalah acara ini terjadi berkat kerjasama Pokdarwis dan masyarakat Desa Tetebatu,” ungkapnya.

Dedy kemudian menyebut alasan Tetebatu dipilih sebagai lokasi berlangsungnya kegiatan, salah satunya Tetebatu merupakan Desa Wisata Tertua yang ada di Pulau Lombok. Untuk itu, Ia berharap Tetebatu dapat terus eksis dan maju dalam mengembangkan pariwisatanya.

Begitu juga dengan Rinjani, Ia berharap seluruh pihak kompak dalam merawat kekayaan alam yang satu ini. Menurutnya, Rinjani adalah episentrum seluruh sendi-sendi kehidupan.

“Rinjani dianggap oleh masyarakat Lombok adalah pusat air, pusat budaya masyarakat lingkar Lombok, sumber kekayaan biodiversity. Sehingga, saya meyakini bahwa menjaga Rinjani adalah menjaga peradaban Lombok,” kata Dedy Asriady.

Rr/HmsNTB




Gubernur Buka Mubes IKB Flobamora NTB

Pesan Bang Zul, pengambilan keputusan dengan cara yang baik pati akan menghasilkan keputusan yang baik juga

MATARAM.lombokjournal.com

Saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) II Ikatan Keluarga Besar Flobamora NTB, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bercerita seorang raja yang membunuh burung elang peliharaannya. Elang itu dianggap merendahkan martabatnya dengan menendang gelas minuman.

Sesaat Raja menyadari Ketika tahu, minuman tersebut telah bercampur dengan racun ular.

“Poin penting dalam cerita ini, jangan sekali-sekali membuat keputusan penting pada saat marah,” ujar Bang Zul, saat menyampaikan sambutan Mubes II Keluarga Besar Flobamora NTB, di Hotel Grand Legi Mataram, Sabtu (12/12/20).

Flobamora merupakan akronim dari Flores, Sumba, Timor, dan Alor.

Bang Zul meminta kepada seluruh peserta Mubes ini, untuk membuat keputusan dalam keadaan yang baik. Tanpa ada unsur-unsur emosional yang berlebihan, agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan.

“Buatlah keputusan-keputusan penting dalam forum ini dengan perasaan hati yang penuh suka cita, tidak boleh ada emosi, marah, apa lagi sampai lempar-lemparan kursi,” ungkap Bang Zul disambut dengan tawa peserta.

Ia menjelaskan, pengambilan keputusan dengan cara yang baik pati akan menghasilkan keputusan yang baik juga.

Selain itu, Gubernu yang jebolan Universitas Indonesia ini juga menyampaikan bahwa NTB dan NTT berpeluang menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028.

Rencana tersebut sudah diajukan ke Kemenpora beberapa waktu yang lalu bersama dengan Gubernur NTT.

“Ketika bertemu dengan Gubernur NTT di Jakarta, kita sepakat bahwa sudah saatnya internasional event itu dilaksanakan di NTB dan NTT, salah satu yang akan segera kita realisasikan adalah menjadi tuan rumah bersama PON 2028,” ungkapnya.

Bang Zul meminta doa dan dukungan kepada semua peserta Mubes agar rencana ini berjalan dengan lancar demi kemajuan bersama

Di akhir sambutannya, Gubernur mengucapkan salah satu semboyan yang sering didengar dari sahabat-sahabatnya yang berasal dari NTB.

“Mengakhiri sambutan ini, saya ingin mengucapkan, katong samua basudara,” tuturnya disambut dengan tepuk tangan meriah.

Ketua IKB Flobamora NTB, Agus Balela menyampaikan terimakasihnya kepada Gubernur NTB yang telah menyempatkan diri untuk hadir pada acara Mubes ini. Ia meminta kepada segenap keluarga besar Flobamora untuk terus aktif dalam mengembangkan NTB.

Rr/HmsNTB




Era ‘Ageing Population’, Mendorong Pengembangan Jaminan Sosial Kesehatan

Jumlah peserta JKN-KIS berusia di atas 60 tahun saat ini mencapai 27 juta jiwa. Risiko akan penyakit kronik degeneratif —  hipertensi, artritis, stroke, PPOK, diabetes melitus, kanker, penyakit jantung koroner, batu ginjal, gagal ginjal dan gagal jantungdalam — usia tersebut sangat tinggi

MATARAM.lombokjournal.com

Indonesia saat ini tengah memasuki periode ageing population, suatu kondisi proporsi penduduk lansia di suatu daerah mengalami peningkatan secara progresif.

Sensus Sosial Ekonomi Nasional 1 (Susenas) tahun 2015 menunjukkan, jumlah lansia sebesar 21,72 juta jiwa atau 8,43 persen dari jumlah penduduk.

Kondisi itu menjadi tantangan dalam pengelolaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Menurut proyeksi penduduk dari BPS, diperkirakan pada tahun 2020 penduduk lansia akan mencapai 27,09 juta atau 9,99 perssen dari jumlah penduduk, dan pada tahun 2035 sebesar 48,20 juta atau 15,77 persen dari jumlah penduduk,” kata Fachmi dalam keterangan tertulis yang diterima media, Kamis (10/12/20).

Dalam webinar yang diselenggarakan International Social Security Association (ISSA) bertemakan The Long-Term Care Challenge In Europe-Innovative Solutions In A Comparative Perspective, Rabu (09/12/20) Fachmi Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015.

“Diperkirakan pada tahun 2050 penduduk lansia mencapai 61,7 juta atau 19,2 persen dari jumlah penduduk,” ungkapnya.

Tantangan ageing population

Saat ini jumlah peserta JKN-KIS berusia di atas 60 tahun mencapai 27 juta jiwa. Risiko akan penyakit kronik degeneratif dalam usia tersebut sangat tinggi.

Berdasarkan Riskesdas 2013, 10 penyakit kronik degeneratif terbanyak pada lansia adalah hipertensi, artritis, stroke, PPOK, diabetes melitus, kanker, penyakit jantung koroner, batu ginjal, gagal ginjal dan gagal jantung.

Kecenderungan yang ada, semakin meningkat usia maka semakin meningkat pula prevalensi penyakitnya.

Namun Pemerintah Indonesia saat ini telah memastikan kebutuhan dasar kesehatan khususnya bagi peserta lansia sudah terpenuhi.

Tantangan ageing population mendorong pengembangan jaminan sosial.

Bagaimana jaminan sosial memenuhi kebutuhan yang meningkat bukan hanya pada layanan kesehatan dan perawatan sosial jangka panjang (PJP) atau long term care (LTC) dengan cara yang berkelanjutan secara finansial, memadai, dan berkualitas tinggi, jelas Fachmi.

Menurut definisi WHO (2012), perawatan jangka panjang adalah sistem kegiatan-kegiatan terpadu yang dilakukan oleh caregiver informal atau profesional untuk memastikan, lanjut usia yang tidak sepenuhnya mampu merawat diri sendiri, dapat menjaga kualitas tertinggi kehidupannya, sesuai dengan keinginannya, dan dengan kemungkinan terbesar 4 memiliki kebebasan, otonomi, partisipasi, pemenuhan kebutuhan pribadi serta kemanusiaan.

Pentingnya LTC bagi lansia adalah untuk mempertahankan tingkat kemandirian, mengurangi ketergantungan, mencegah komplikasi penyakit atau disabilitas, mencegah kecelakaan, menjaga harga diri dan kualitas hidup, mengurangi rasa sakit, serta merasa bermartabat.

Dengan demikian kualitas hidup lansia dapat dijaga dengan seoptimal mungkin.

“Walaupun implementasi jaminan sosial di Indonesia baru berusia 7 tahun, namun cakupan kepesertaannya sudah besar. Diharapkan melalui diskusi dan kajian bersama negara-negara di dunia terkait jaminan sosial dan penerapan LTC di Indonesia akan semakin optimal dan berkesinambungan,” ungkap Fachmi.

Direktur Utama BPJS Kesehatan saat ini ditunjuk sebagai Ketua Komisi Kesehatan atau Technical Commission on Medical Care and Sickness Insurance ISSA Periode 2020-2022.

Komisi Kesehatan ISSA (TC Health) terdiri dari negara Algeria, Argentina, Belgia, Perancis, Gabon, Georgia, Hungaria, Indonesia, Iran, Kazakhstan, Korea, Peru, Rusia, Rwanda, Turki, dan Uruguay.

TC Health selama periode 2020-2022 memprioritaskan tema pada fenomena ageing population, tantangan perluasan cakupan jaminan sosial dan kompilasi studi terkait hubungan antara Universal Health Coverage (UHC) dengan peningkatan Kohesi Sosial dan Inklusi Sosial.

ega/ega/Detik.news




Apresiasi Difabel Berprestasi Nasional, Bang Zul Tawarkan Beasiswa

MATARAM.lomokjournal.com

Bang Zul dan Bunda Niken, sapaan akrab Gubernur NTB dan istri Gubernur NTB, menerima silaturahmi  Baiq Tina, Nurlaily, Bachtiar, Zainudin dan Ketut Suara Putra, pagi ini di Ruang Tamu Pendopo Gubernur NTB, Sabtu (12/12/20).

Zainuddin dan Ketut merupakan difabel yang berprestasi dan membawa nama harum NTB di tingkat Nasional.

Zainuddin sudah beberapa kali membawa nama NTB di lomba tingkat nasional, seperti Lomba Pantomim 2010, FSL2N tahun 2010 dan Lomba Desain Grafis (kominfo) tingkat Nasional tahun 2020 dengan memperoleh juara satu.

Dan di bidang lain, Ketut mengharumkan nama NTB di bidang melukis dan menjadi Juara 1 tingkat Nasional.

Bang Zul dan Bunda Niken memberikan apresiasi kepada seluruh difabel di NTB, terutama yang sudah membawa harum nama NTB di kancah Nasional.

“Ke depan, penyandang disabilitas yang masih SMA/SMK dan mau melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi akan diberikan beasiswa di Universitas Teknologi Sumbawa atau di Universitas lain yang menerima mahasiswa penyandang disabilitas,” kata Bang Zul

Rr/HmsNTB

 




  UPDATE Covid-19: Hari Jum;at, 11 Desember 2020, Bertambah 37 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 28 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RS Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia Mataram, Laboratorium TCM RSUD Dompu dan Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumba mengkonfirmasi ada tambahan 37 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

H. Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Jum’at (110/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah di[eriksa sebanyak 180 (seratus delapan puluh) sampel dengan hasil 137 (seratus tiga puluh tujuh) sampel negatif, 6 (enam) sampel positif ulangan, dan 37 (tiga puluh tujuh) sampel kasus baru positif Covid-19, 28 pasien sembuh, kasus kematian 1 (satu) orag.

Dengan adanya tambahan 37 (tiga puluh tujuh) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 28 (dua puluh delapan) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at ini (11/12/20) sebanyak 5.001 (lima ribu satu) orang. Dengan perincian 4.304 (empat ribu tiga ratus empat) orang sudah sembuh, 264 (dua ratus enam puluh empat) meninggal dunia, serta 433 (empat ratus tiga puluh tiga) orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Tambahan 37 Kasus Positif Covid-19, Pasien Sembbuh 28 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) Orang

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4965, an. GD, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  2. Pasien nomor 4966, an. H, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  3. Pasien nomor 4967, an. MD, perempuan, usia 10 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4879. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  4. Pasien nomor 4968, an. HMS, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  5. Pasien nomor 4969, an. N, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  6. Pasien nomor 4970, an. DI, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Kandai II, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  7. Pasien nomor 4971, an. M, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  8. Pasien nomor 4972, an. R, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  9. Pasien nomor 4973, an. WASU, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  10. Pasien nomor 4974, an. HP, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Jontlak, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  11. Pasien nomor 4975, an. MRF, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Gerunung, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  12. Pasien nomor 4976, an. MAIS, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  13. Pasien nomor 4977, an. ESY, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  14. Pasien nomor 4978, an. SRU, perempuan, usia 4 tahun, penduduk Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  15. Pasien nomor 4979, an. J, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  16. Pasien nomor 4980, an. K, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  17. Pasien nomor 4981, an. YMS, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  18. Pasien nomor 4982, an. ZK, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hulu;
  19. Pasien nomor 4983, an. RK, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Leseng, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hulu;
  20. Pasien nomor 4984, an. AS, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hulu;
  21. Pasien nomor 4985, an. MMT, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hulu;
  22. Pasien nomor 4986, an. AM, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hulu;
  23. Pasien nomor 4987, an. S, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  24. Pasien nomor 4988, an. S, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  25. Pasien nomor 4989, an. Y, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  26. Pasien nomor 4990, an. SH, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  27. Pasien nomor 4991, an. DN, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  28. Pasien nomor 4992, an. EP, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  29. Pasien nomor 4993, an. ISS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  30. Pasien nomor 4994, an. FA, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  31. Pasien nomor 4995, an. DNA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  32. Pasien nomor 4996, an. HP, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  33. Pasien nomor 4997, an. H, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Stowe Brang, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  34. Pasien nomor 4998, an. H, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng Mataram;
  35. Pasien nomor 4999, an. D, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  36. Pasien nomor 5000, an. MK, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatiwangi;
  37. Pasien nomor 5001, an. S, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Santi, KecamatanMpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda.

Hari ini terdapat 28 (dua puluh delapan) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3781, an. S, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 4026, an. IPD, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 4028, an. AMM, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 4117, an. F, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 4192, an. YS, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4205, an. ASS, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Muer, Kecamatan lampang, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4206, an. S, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4622, an. MB, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Gunung Rajak, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 4659, an. SIL, perempuan, usia 4 tahun, penduduk Desa Boak, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 4716, an. AK, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 4718, an. P, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Jenggik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur;
  12. Pasien nomor 4742, an. N, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Lepadi, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu;
  13. Pasien nomor 4748, an. A, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Tembalai, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu;
  14. Pasien nomor 4769, an. MMA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  15. Pasien nomor 4770, an. DR, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  16. Pasien nomor 4772, an. A, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Madaprama, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  17. Pasien nomor 4778, an. S, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  18. Pasien nomor 4780, an. H, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 4781, an. SK, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 4782, an. DK, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Karang Dima, KecamatanLabuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  21. Pasien nomor 4783, an. WAK, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  22. Pasien nomor 4785, an. RA, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  23. Pasien nomor 4819, an. R, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  24. Pasien nomor 4840, an. A, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  25. Pasien nomor 4841, an. MJ, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  26. Pasien nomor 4844, an. SM, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  27. Pasien nomor 4845, an. AH, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  28. Pasien nomor 4852, an. A, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.

Hari Jum’at juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 4807, an. G, lakilaki, usia 74 tahun, penduduk Desa Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Pasien memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Langgar Tatib, Tujuh Pansus DPRD NTB Dirombak Ulang

Mataram.lombokjournal.com

Jumlah Panitia Khusus (Pansus) DPRD NTB yang semula berjumlah tujuh, dirampingkan menjadi lima Pansus agar tidak melanggar Tata Tertib (Tatib) DPRD NTB yang berpedoman pada PP No, 12 tahun 2018.

PP tersebut mengatur jumlah Pansus tidak boleh melebihi jumlah komisi di DPRD.

Jumlah Pansus yang melebihi jumlah Komisi tersebut menjadi atensi beberapa anggota DPRD NTB selaku peserta Sidang Paripurna DPRD NTB hari ini, Jumat (11/12/20).

Beberapa dari peserta meminta interupsi kepada pimpinan sidang Mori Hanafi guna menunda persidangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Ini harus kita pecahkan bersama. Paripurna harus kita skors. Kita harus pecahkan masalah ini. Jangan kita biasakan melanggar PP dan Tatib,” ujar salah seorang peserta siding, Raihan Anwar dari Fraksi Partai Nasdem. Jumat (11/12/2020).

Mori yang menyetujui penundaan memberi waktu 10 menit guna membahas hal tersebut. Setelahnya, diambil keputusan untuk mengubah tujuh Pansus menjadi hanya lima Pansus agar sesuai aturan yang ada.

“Adapun perubahan tersebut yang semula tujuh Pansus menjadi lima Pansus. Di mana Pansus satu dan dua digabung jadi satu Pansus, dan Pansus lima dan enam, menjadi Pansus empat. Selanjutnya kami persilahkan saudara Sekwan (Sekretaris Dewan) untuk membacakan rancangan perubahan keputusan dimaksud,” terang Mori.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD NTB Abdul Hadi yang dimintai keterangan oleh lombokjournal.com usai sidang paripurna menjelaskan, kesalahan tersebut disebabkan oleh adanya beberapa tafsir dari anggota DPRD yang menyatakan tidak boleh menggabungkan dua Raperda untuk dibahas oleh satu Pansus.

Perwakilan Fraksi Partai Golkar, Lalu Satriawandi menyatakan, hal tersebut terjadi karena protokol Covid-19 yang harus diterapkan selama persidangan, menyebabkan beberapa keputusan musti diambil secara cepat agar persidangan tidak berlangsung terlalu lama.

“Tidak boleh terlalu lama di dalam ruangan karena bisa melanggar protokol Covid-19,” katanya.

Adapun lima Pansus tersebut terdiri dari Pansus 1 yang akan membahas dan mengkaji  Raperda tentang pendidikan pesantren dan madrasah serta Raperda tentang penggunaan jalan untuk kegiatan kemasyarakatan. Pansus 2 mengkaji Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah No, 4 tahun 2006 tentang usaha budidaya dan perkebunan tembakau virginia di NTB.

Pansus 3 mengkaji Raperda tentang pengakuan, penghargaan dan perlindungan terhadap kesatuan-kesatuan masyarakat adat.

Pansus 4 mengkaji Raperda tentang pencegahan perkawinan anak serta Raperda tentang penyelenggaraan desa Wisata. Dan yang terakhir Pansus 5 membahas dan mengkaji Raperda Rancangan Pembangunan Industri Provinsi NTB 2020-2040.

Ast.




Covid-19 Pengaruhi Kalahnya Paslon PKS di Empat Titik Pilkada Serentak 2020

Paslon PKS NTB hanya menang di tiga Kabupaten yakni Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)

MATARAM.lombokjournal.com

Pandemi Covid-19 ditengarai pengaruhi partisipasi demokrasi masyarakat NTB pada Pilkada serentak di tujuh Kabupaten/Kota di NTB.

Minimnya partisipasi demokrasi masyarakat tersebut menyebabkan Pasangan Calon (Paslon) yang diusung PKS NTB mengalami kekalahan dalam Pilkada di empat Kabupaten/Kota.

“Evaluasi sementara karena Covid ya, penuh resiko. Covid ini mempengaruhi tingkat partisipasi demokrasi,” ujar Ketua DPW PKS NTB, Abdul Hadi, Jumat (11/12/20).

Sementara ini, Paslon PKS NTB hanya menang di tiga Kabupaten yakni Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Untuk Kabupaten Sumbawa, Paslon usungan PKS masih harus menunggu pengumuman resmi KPU, mengingat selisih kemenangan yang tak mencapai dua persen, sementara untuk KSB, Paslon PKS diuntungkan karena hanya melawan kotak kosong.

“Allah punya kekuasaan. Upaya ke arah sana sudah kita lakukan,” ungkapnya.

Hadi menyebut semua kader PKS di NTB sudah berjuang untuk memenangkan Pilkada di tujuh Kabupaten/kota. Hanya saja hasilnya belum maksimal.

“Kita sudah berjuang dan kader kita di lapangan luar biasa. Saya apresiasi, saya berterima kasih, ya hasilnya seperti yang kita lihat,” katanya.

Para Paslon PKS yang belum memenangkan kontestasi diimbau tidak jera berpolitik praktis. Menurutnya, apa pun hasil yang ada harus diterima sebagai konsekuensi dari sebuah proses berdemokrasi.

“Hasilnya seperti yang kita lihat. Tapi jangan pula patah hati. Kalau ada peluang ke depan, maju lagi,” pintanya.

Ast