Alumni IPDN Didorong Miliki Visi untuk Kemajuan Indonesia

Tidak hanya menjadi pemimpin di daerah tapi juga meninggalkan legasi

MATARAM.lombokjournal.com

Lulusan-lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diharapkan memiliki pemikiran besar tentang bagaimana Indonesia ke depan, serta mampu menghadirkan sebuah inovasi baru untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Gubernur H. Zulkieflimansyah

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan harapan itu pada acara pelantikan Dewan Pengurus Provinsi Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (DPP IKAPTK) masa bakti 2020-2025 di Hotel Lombok Astoria, Rabu (16/12/20).

Pada sambutannya, Ketua Dewan Pembina DPP IKAPTK NTB itu juga menyampaikan selamat kepada DPP IKAPTK NTB, atas pelantikannya.  Pengurus DPP IKAPTK dimminta terus menjaga dan memupuk kekompakannya.

“Komunitas ini bisa sebagai forum saling mengingatkan, bertemu rutin untuk kemudian tetap kompak berkontribusi buat tempat kerja dan pemerintah daerah yang kita cintai,” kata Gubernur.

Diharapkan, pengurus bisa menyemangati, merevitalisasi, IKAPTK untuk benar-benar serius bergulir masalah mesin birokrasi.

“Sehingga tidak hanya menjadi pemimpin di suatu daerah namun juga dapat meninggalkan suatu legasi,” ucap Gubernur.

Ketua Umum DPN IKAPTK, Dr. Akmal Malik menyampaikan rasa terimakasih setinggi-tingginya atas kehadiran dan dukungan Gubernur dalam kegiatan pelantikan tersebut.

Akmal mengungkapkan,  ke depan DPP IKAPTK NTB dapat membangun lebih banyak kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Kami ingin menegaskan sekali lagi, bahwa tidak ada organiasasi-organisasi yang  dapat berjalan sendiri, kami IKAPTK mencoba membangun budaya kolaborasi dengan berbagai pihak,” ungkapnya.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 16 Desember 2020, Bertambah 31 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 19 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi ada tambahan 33 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Rabu (16/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 185 (seratus delapan puluh lima) sampel dengan hasil 140 (seratus empat puluh) sampel negatif, 14 (empat belas) sampel positif ulangan, dan 31 sampel kasus baru positif Covid-19, 19 pasien sembuh, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dengan adanya tambahan 31 (tiga puluh satu) kasus baru terkonfirmasi positif, 19 (sembilan belas) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (16/12/20) sebanyak 5.166 (lima ribu seratus enam puluh enam) orang, dengan perincian 4.372 (empat ribu tiga ratus tujuh puluh dua) orang sudah sembuh, 268 (dua ratus enam puluh delapan) meninggal dunia, serta 526 (lima ratus dua puluh enam) orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 31 KASUS BARU POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBU 19 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (satu) orang

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 5136, an. MS, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Metro Medika Mataram;
  2. Pasien nomor 5137, an. AR, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Lantung;
  3. Pasien nomor 5138, an. AS, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  4. Pasien nomor 5139, an. ER, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Labangkar, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Ropang;
  5. Pasien nomor 5140, an. I, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  6. Pasien nomor 5141, an. AH, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  7. Pasien nomor 5142, an. SK, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Rasanae Timur;
  8. Pasien nomor 5143, an. R, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Penanae, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  9. Pasien nomor 5144, an. AF, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  10. Pasien nomor 5145, an. J, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru Barat, Kecamatan Penanae, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  11. Pasien nomor 5146, an. H, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Penanae, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  12. Pasien nomor 5147, an. MP, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Kareke, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  13. Pasien nomor 5148, an. AG, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Kareke, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  14. Pasien nomor 5149, an. SH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Ta’a, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  15. Pasien nomor 5150, an. SA, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  16. Pasien nomor 5151, an. PD, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  17. Pasien nomor 5152, an. AH, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  18. Pasien nomor 5153, an. R, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  19. Pasien nomor 5154, an. MT, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Kandai II, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4870. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  20. Pasien nomor 5155, an. YR, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Kandai II, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4870. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  21. Pasien nomor 5156, an. NS, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Bakajaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  22. Pasien nomor 5157, an. RI, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  23. Pasien nomor 5158, an. DMY, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4877. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  24. Pasien nomor 5159, an. SMP, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4898. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur;
  25. Pasien nomor 5160, an. GJ, laki-laki, usia 8 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4951. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  26. Pasien nomor 5161, an. SW, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  27. Pasien nomor 5162, an. SH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4899. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  28. Pasien nomor 5163, an. FW, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5080. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  29. Pasien nomor 5164, an. IKWP, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  30. Pasien nomor 5165, an. LFA, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5056, 5057 dan 5058. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  31. Pasien nomor 5166, an. FVSD, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5056, 5057 dan 5058. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram.

Hari ini terdapat 19 (sembilan belas) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3761, an. SH, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 4176, an. S, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 4529, an. R, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  4. Pasien nomor 4568, an. ATA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  5. Pasien nomor 4585, an. KK, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  6. Pasien nomor 4638, an. SR, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  7. Pasien nomor 4681, an. YPMS, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima;
  8. Pasien nomor 4699, an. M, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Kendo, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  9. Pasien nomor 4745, an. BR, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah;
  10. Pasien nomor 4810, an. AA, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 4811, an. DAP, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 4818, an. MM, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 4832, an. DWP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 4857, an. RU, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  15. Pasien nomor 4888, an. M, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  16. Pasien nomor 5004, an. ARH, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Kowo, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima;
  17. Pasien nomor 5039, an. HA, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 5043, an. R, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 5046, an. S, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Hari ini juga terdapat 1 (satu) penambahan kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 5140, an. I, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid dan dilaksanakan tatalaksana Covid-19.

Rr /Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119




Peresmian Bus Disabilitas, Wagub; NTB Ramah Disabilitas

Disabilitas juga punya hak untuk bekerja dan berkegiatan seperti warga lainnya

MATARAM.lombokjournal.com

Peresmian Bus khusus untuk disabilitas menandakan, Provinsi NTB merupakan provinsi yang sangat memperhatikan kebutuhan masyarakat disabilitas.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat meresmikan bus disabilitas di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Rabu (16/12/20).

“Dengan bus disabilitas ini, mengukuhkan NTB sebagai Provinsi yang ramah disabilitas,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah.

Ia mengatakan, hal ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk menjadikan Provinsi ini sebagai Provinsi yang ramah disabilitas.

Ia bahkan menyatakan, pembangunan-pembangunan yang akan datang mesti diperhitungkan fasilitas khusus disabilitas.

“Seluruh pembangunan di NTB ini juga harus dirancang agar bisa digunakan juga oleh disabilitas,” ujarnya.

Umi Rohmi mengaku, pemerintah memang tidak memandang disabilitas sebagai bagian yang berbeda dengan yang lainnya. Disabilitas juga punya hak untuk bekerja dan berkegiatan seperti warga lainnya.

“Ini menunjukkan bahwa kita tidak memandang disabilitas sebagai benan, justru kita memandang disabilitas sama dengan yang lain, yang memang harus kira siapkan fasilitas,” terangnya.

Bahkan, banyak di antara warga disabilitas yang memiliki kemampuan lebih daripada yang lainnya.

Selain meresmikan bus disabilitas, Umi Rohmi juga menyerahkan sertifikat Uji Tipe untuk sepeda motor listrik buatan lokal.

Dalam kesempatan itu pula Umi Rohmi mengatakan bahwa produk motor listrik ini membuktikan NTB di masa pandemi ini tetap produktif namun juga tidak mengabaikan pandemi ini.

“Kita di NTB ini tidak pernah mau menyerah dalam keadaan apapun, kita tetap hidup produktif, untuk tetap hidup produktif dan aman, tetap jaga protokol Kesehatan,” tuturnya.

Umi Rohmi menyampaikan rasa bangga dan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah ikut serta membangun NTB hingga dapat maju seperti sekarang ini.

Rr/HmsNTB




Menteri Agama; Tugas Utama Kemenag Membangun Kerukunan

NTB sudah selesai dengan masalah kerukunan, tinggal menyebarluaskan ke tempat lain

MATARAM.lombokjournal.com

Usai meresmikan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, Menteri Agama RI, Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melanjutkan kunjungannya ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi NTB, Rabu (16/12/20).

Menag menggelar silaturahmi dengan Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Ormas dan juga ASN lingkup Kemenag Provinsi NTB.

Menteri Agama Fahrul Razi

Ia berpesan, agar masyarakat selalu menjaga dan merawat keberagaman. Sebab keberagaman yang ada bukanlah sebuah petaka, melainkan rahmat dari Allah SWT.

Ditegaskannya, tugas utama Kemenag yakni membangun kerukunan.

“Alhamdulillah selama ini bisa kita rawat dengan baik, saya bisa katakan NTB ini sudah selesai dengan masalah kerukunan, tinggal bagaimana mengkampanyekan atau menyebarluaskan makna kerukunan itu ke tempat lain,” ucapnya.

Fachrul Razi bahkan mengakui jika di setiap kunjungannya ke sejumlah daerah-daerah di Indonesia, Ia kerap menceritakan tentang NTB. Salah satu contohnya yaitu Bank NTB Syariah yang disebutnya sudah maju dan ternyata sebagian besar pegawainya ialah non-muslim. Hal ini membuktikan NTB begitu menjunjung tinggi kerukunan di tengah keberagaman.

“Menunjukan syariah itu adalah memang sebuah sistem yang diangkat oleh umat Islam, tapi tidak hanya bagi umat Islam, untuk siapapun yang bisa mengambil manfaat dari syariah itu dengan senang hati juga bisa,” ungkap Fachrul Razi.

Menag berharap kerjasama yang baik dapat terus ditingkatkan dalam menjaga kerukunan di Indonesia.

“Setiap orang harus merasa, dan harus yakin, bahwa agama yang dianutnya adalah agama yang paling baik dan benar, tapi pada sisi lain, Ia juga harus menghormati orang lain yang punya pandangan yang sama terhadap agamanya, itulah kehidupan yang sangat harmonis,” jelasnya.

Ia mengajak masyarakat agar terus mengutamakan protokol kesehatan saat beraktivitas.

Menurutnya, Covid-19 tidak boleh dianggap remeh terlebih telah banyak korban yang berjatuhan diakibatkan virus yang satu ini.

“Ini tidak bisa dianggap enteng, oleh sebab itu kesehatan harus bisa kita jaga dengan sungguh-sungguh,” tutur Fachrul Razi.

Senada dengan itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengucapkan terima kasih kepada para Tokoh Agama yang ada di NTB.

Ia menyebut Tokoh Agama berkontribusi dalam membangun daerah, terlebih dalam masa penanggulangan pendemi Covid-19 saat ini. Begitu juga dengan tokoh-tokoh lainnya, yang dikatakannya sangat penting dalam memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat.

“Karena kehadiran Tokoh Agama, banyak persoalan pelik yang dihadapi di NTB ini bisa selesai dengan baik, salah satunya itu masalah Covid-19,” sebut Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu.

Bang Zul mengutarakan terima kasihnya atas atensi dan perhatian Menag bagi kemajuan di NTB.

Ia pun berharap kehadiran Menag dapat memberikan semangat dan motivasi bagi masyarakat NTB, khususnya di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi NTB.

“Terima kasih pak Menteri, mudah-mudahan sering-sering berkunjung ke NTB,” tutupnya.

Moderasi beragama

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi NTB, Dr. H. M. Zaidi Abdad turut pula menyampaikan  apresiasi kepada Menag atas perhatiannya kepada Provinsi NTB.

Terlebih lagi, rentang waktu kunjungan Menag kali ini tidak terlampau jauh dari kunjungan yang sebelumnya.

“Ini merupakan suatu kebahagiaan bagi kami semua, karena tentunya tidak setiap provinsi bisa dikunjungi bapak Menteri Agama,” kata Zaidi.

Untuk itu, kehadiran Menag berpengaruh pula pada sinergi dalam membangun moderasi beragama di NTB.

“Bahwa keberagaman atau keragaman itu patut untuk disyukuri, keragaman tidak diminta melainkan pemberian Tuhan, bukan untuk ditawar-tawar tetapi untuk diterima, ditengah keberagaman Alhamdulillah Indonesia masih berdiri dengan kokoh dan bersatu terus bergerak maju mengejar negara-negara maju lainnya yang ada di dunia ini,” ujarnya.

Rr/HmsNTB




Penyebrangan Rute Banyuwangi-Lembar Segera Dibuka

Tiap hari akan ada 4-5 Kapal yang beroperasi pulang-pergi

MATARAM.lombokjournal.com

Kepala Dinas Perhubungan NTB L. Bayu Windia menyambut baik rencana Kementerian Perhubungan segera membuka rute pelayaran kapal penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju pelabuhan Lembar, Lombok, NTB, juga sebaliknya, 25 Desember mendatang.

Dibukanya jalur penyebrangan baru antara Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi ke Pelabuhan Lembar, Lombok dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di Pulau Bali.

“Penyeberangan tersebut akan mengurangi kepadatan lalu lintas di Pulau Bali yang mengganggu kegiatan pariwisata disana. Selain itu, adanya penyebrangan baru ini dipastikan biaya yang akan dikeluarkan akan lebih murah karena kapal akan sekali saja bongkar muat dipelabuhan,” ujar Bayu, Rabu (16/12/20).

Pembukaan jalur penyeberangan Ketapang-Lembar akan dibuka tanggal 25 Desember 2020 ini juga dimaksudkan agar  masyarakat tidak perlu menggunakan jalur darat, karena sudah ada jalur laut yang ditempuh kurang lebih 12 jam.

Setiap harinya akan ada 4-5 Kapal yang akan beroperasi.

Aya




Pekerja Rentan Terima 7.500 Kartu BPJamsostek

Peserta BPJamsostek dimminta selalu meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah menyerahkan secara simbolis sebanyak 7.500 Kartu untuk  perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan rentan bantuan Bank NTB Syariah.

Di kesempatan sama, juga dilakukan penyerahan sertifikat pemenang Penyelenggara Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) Award tahun 2020, dan bantuan perlindungan RS Risa Sentra Medika Mataram.

Mendampingi Wagub dalam kegiatan itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Kadisnakertrans Provinsi NTB, Kepala BPJS ketenagakerjaan NTB, Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Direktur RSDUP NTB dan Direktur RS Risa Centra Medik.

Dalam kesempatan itu, Wagub mengajak kepada seluruh peserta BPJamsostek untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja, menaati aturan dan prosedur yang telah ditetapkan. Khususnya, di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Peserta harus mematuhi protokol kesehatan, menggunakan masker dalam beraktivitas. Kewaspadaan merupakan langkah paling efektif dalam menangkal penularan dan penyebaran pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Kemudian, Umi Rohmi mengapresiasi atas program bantuan yang diberikan oleh Bank NTB Syariah Kepada para pekerja rentan dan tugas BPJS untuk mengakomodir, agar pekerja di NTB terlindungi serta tugas pemerintah mengkampanyekan secara terus menerus agar pekerja di NTB terlindungi.

“Ke depan, agar BPJS terus meningkatkan manajemennya agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat kita,” pungkasnya.

Wagub berharap, NTB semakin baik ke depan, dan mampu melewati masa pandemi ini secepat mungkin.

“Selamat bagi yang mengikuti BPJS Ketenagakerjaan, semoga di NTB tersosialisasi dengan baik dan semua pekerja terlindungi dan mudah-mudahan NTB yang kita cintai ini akan semakin baik ke depan, dan kita bisa melalui masa pandemi ini secepat mungkin,” kata Wagub.

Rr/HmsNTB




Revitalisasi Posyandu Menandai Capaian Penting HUT NTB KE 62

Setiap Desa/Kelurahan rata-rata terdapat 6-7 Posyandu, dan setiap Posyandu melayani sekitar 70 anak balita

MATARAM.lombokjournal.com

Program Revitalisasi Posyandu merupaka salah satu capaian penting yang diraih oleh Pemprov NTB dibawah kepemimpinan Dr. H. Zulkieflimansyah – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah atau Zul – Rohmi.

Capaian penting itu menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi NTB ke 62 tanggal 17 Desember tahun 2020.

Revitalisasi Posyandu adalah satu ikhtiar untuk meningkatkan dan mengoptimalkan fungsi Posyandu secara bertahap menuju Posyandu Keluarga.

Jika Posyandu biasa hanya melayani Ibu dan anak, maka Posyandu Keluarga melayani semua anggota keluarga yang merupakan gabungan dari Posyandu KIA, Posyandu Remaja, Posbindu dan Posyandu Lansia.

Sejak dilaunching program Posyandu Keluarga sebagai salah satu inovasi Pemerintah Provinsi NTB pada tahun 2017, perkembangan terbentuknya Posyandu Keluarga cukup pesat berawal dari 86 Posyandu keluarga pada tahun 2018.

Saat ini di bulan Desember 2020, jumlah Posyandu Keluarga mencapai 2.223 Posyandu. Hal ini membuktikan bahwa Posyandu Keluarga begitu besar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

Revitasisasi Posyandu juga ditujukan untuk menjadikan Posyandu sebagai ujung tombak penanganan beragam persoalan sosial kesehatan di tingkat dusun.

Misalnya pendewasaan usia perkawinan, bahaya narkoba, penanganan buruh migran, pendidikan tanggap bencana dan sebagainya.

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dalam beberapa kesempatan mengatakan, Posyandu Keluarga tak hanya melayani aspek kesehatan,  namun juga mampu menjadi jawaban persoalan sosial masyarakat desa.

Selain kasus gizi buruk, stunting dan isu lain seperti buruh migran dan narkoba, Wagub juga berharap sosialisasi tentang dampak pernikahan usia dini terhadap kesehatan reproduksi makin digencarkan.

Hal itu sebagai upaya pencegahan terhadap kasus pernikahan anak yang marak terjadi di masa pandemi.

Begitu pula dengan pola hidup sehat sebagai imunitas dan mewaspadai penyakit menular seperti Covid-19 menjadi tugas kader Posyandu sebagai ujung tombak di masyarakat.

Secara kuantitas, perkembangan jumlah Posyandu di NTB cukup signifikan, karena terjadi penambahan jumlah posyandu setiap tahun, pada tahun 2018 jumlah posyandu sebanyak 7.207 bertambah pada tahun 2020 menjadi 7.474 posyandu.

Jadi setiap Desa/Kelurahan rata-rata terdapat 6-7 Posyandu, dan setiap Posyandu melayani sekitar 70 anak balita.

Kemajuan posyandu tidak terlepas dari keaktifan dan ketrampilan kader posyandu. Sejak tahun 2019 telah dibuatkan sertifikat bagi kader terlatih dengan harapan kader-kader yang telah mendapatkan berbagai pelatihan tidak serta merta diganti tanpa alasan yang jelas.

Jumlah kader sebanyak 36.832, kader terlatih 29.291, dan kader yang telah mengantongi sertifikat sebanyak 23.728.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 15 Desember 2020, Bertambah 33 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 10 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Dompu dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi ada tambahan 33 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Dalam siaran pers, Selasa (15/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah di[eriksa sebanyak 160 (seratus enam puluh) sampel dengan hasil 112 (seratus dua belas) sampel negatif, 15 (lima belas) sampel positif ulangan, dan 33 (tiga puluh tiga) sampel kasus baru positif Covid-19, 10 pasien sembuh, Tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 33 (tiga puluh tiga) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 10 (sepuluh) tambahan sembuhbaru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasai (15/12/20) sebanyak 5.135 (lima ribu seratus tiga puluh lima) orang.

Rinciannya,  4.353 (empat ribu tiga ratus lima puluh tiga) orang sudah sembuh, 267 (dua ratus enam puluh tujuh) meninggal dunia, serta 515 (lima ratus lima belas) orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracingterhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Tambahan 33 kasus baru positif Covid-19, Pasien Sembu 10 orang, tidak ada kasuss kematian

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 5103, an. RR, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  2. Pasien nomor 5104, an. K, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Labuhan Lombok;
  3. Pasien nomor 5105, an. H, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  4. asien nomor 5106, an. FI, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4921. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  5. Pasien nomor 5107, an. MRP, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  6. Pasien nomor 5108, an. AM, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  7. Pasien nomor 5109, an. A, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Penanae, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  8. Pasien nomor 5110, an. M, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  9. Pasien nomor 5111, an. RH, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Matakando, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  10. Pasien nomor 5112, an. FPP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  11. Pasien nomor 5113, an. MM, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4921. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  12. Pasien nomor 5114, an. AR, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Nata, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  13. Pasien nomor 5115, an. PR, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  14. Pasien nomor 5116, an. NA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4972. Saat ini menjalani isolasimandiri dalam pengawasan RSUD Dompu dan Puskesmas Dompu Kota;
  15. Pasien nomor 5117, an. DS, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Dompu dan Puskesmas Dompu Kota;
  16. Pasien nomor 5118, an. RLH, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4972. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  17. Pasien nomor 5119, an. QQ, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4972. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  18. Pasien nomor 5120, an. MRA, laki-laki, usia 5 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4972. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  19. Pasien nomor 5121, an. APV, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  20. Pasien nomor 5122, an. YS, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Banda, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Tarano;
  21. Pasien nomor 5123, an. IY, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Batu Lanteh, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Tarano;
  22. Pasien nomor 5124, an. MAP, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  23. Pasien nomor 5125, an. ES, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Pamanto, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Empang;
  24. Pasien nomor 5126, an. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Pungkak, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  25. Pasien nomor 5127, an. LSJ, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Ongko, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Empang;
  26. Pasien nomor 5128, an. MQ, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Bunga Eja, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Empang;
  27. Pasien nomor 5129, an. F, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Labuhan Mapin, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUDSumbawa dan Puskesmas Alas Barat;
  28. Pasien nomor 5130, an. Y, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Suka Damai, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Labangka;
  29. Pasien nomor 5131, an. U, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Sekokat, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Labangka;
  30. Pasien nomor 5132, an. WKF, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H. L. Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  31. Pasien nomor 5133, an. Y, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5028. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  32. Pasien nomor 5134, an. SM, laki-laki, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5028. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  33. Pasien nomor 5135, an. M, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontakdengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa.

Hari ini terdapat 10 (sepuluh) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3843, an. AR, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 3911, an. NPA, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 4684, an. AM, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  4. Pasien nomor 4687, an. ERSP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  5. Pasien nomor 4747, an. AS, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  6. Pasien nomor 4753, an. EW, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  7. Pasien nomor 4754, an. MYP, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Oimbo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 4797, an. ES, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  9. Pasien nomor 4815, an. YPR, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 4858, an. AAW, perempuan, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, KotaBima.

Dipermaklumkan bahwa Tabel Penambahan Covid-19 Provinsi NTB yang diumumkan pada tanggal 14 Desember 2020 kemarin, jumlah kasus positif baru dari Kota Mataram tertulis 5 yang sebenarnya berjumlah 7 orang, dan jumlah kasus positif baru dari luar provinsi tertulis 6 yang sebenarnya berjumlah 4 orang

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran PandemiCovid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Wagub; Mendukung Penyelamatan Lingkungan Melalui Insentif Fiskal Berbasis Ekologi

Masa depan sumber daya alam hutan di NTB, bergantung bagaimana semua pihak memperlakukan hutan, apakah melakukanpelestarian atau melakukan eksploitasi

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjadi Keynote Speaker pada kegiatan “Workshop Intensif Fiskal Berbasis Ekologi Untuk Mendukung Pencapaian SDG’s di Provinsi NTB” melalui video conference, Selasa (15/12/20).

DIkatakan, Pemerintah Provinsi NTB telah menggagas berbagai program unggulan yang diharapkan dapat mengakselarasi percepatan pebangunan di NTB. Hal ini sekaligus menjawab berbagai tujuan pencapaian pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional (SDG’s).

Kata Wagub, Pemprov NTB mendukung penuh segala bentuk misi penyelamatan lingkungan melalui insentif fiskal berbasis ekologi.

“Prinsip kita, warisan terbaik yang bisa kita berikan untuk anak dan cucu kita adalah lingkungan yang lebih baik di masa yang akan datang,” kata Ummi Rohmi.

Seluruh jajaran Pemprov NTB juga harus sungguh-sungguh menyatukan mindset mengenai pembangunan berorientasi lingkungan,

“Kita tidak boleh main-main, ke depan seluruh pembangunan NTB harus orientasinya lingkungan, produktivitas berjalan tetapi tidak mengorbankan lingkungan,” ungkap Umi Rohmi.

Wagub menyampaikan, bahwa pihaknya memiliki enam misi utama pembangunan NTB lima tahun ke depan.  satunya adalah NTB Asri dan Lestari, yang diimplementasikan dalam bentuk program prioritas, NTB Hijau (Rehabilitasi Lahan Kritis) dan NTB Zero Waste (Penanganan dan Pengelolaan Sampah).

Untuk mengoptimalkan program tersebut, dibutuhkan komitmen yang kuat dan sinergi baik dari Pemerintah Pusat hingga ke Pemerintah Desa dalam proses pencapaiannya.

Karena itu, dibutuhkan seperangkat instrument yang mampu mendorong integrasi dan sinkronisasi tersebut, salah satunya dengan memberikan insentif fiskal kepada pemerintah kabupaten/kota dalam mendorong program tersebut secara simultan.

Pelestarian atau eksploitasi

Sebelumnya Kepala Bappeda Provinsi NTB Dr. H. Amry Rakhman mengatakan, masa depan sumber daya alam hutan di NTB bergantung dari bagaimana semua pihak memperlakukan hutan tersebut, apakah akan melakukan perlindungan, konservasi, pelestarian atau justru melakukan eksploitasi.

Ia mengatakan, pihaknya memiliki komitmen untuk melindungi hutan dengan baik, dan untuk memelihara dan menjaganya, membutuhkan keterlibatan semua pihak, yaitu baik pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat.

Pihaknya juga mendukung misi penyelamatan lingkungan melalui insentif fiskal berbasis ekologi dengan memberikan penghargaan kepada Pemerintah Daerah yang melindungi linkungannya terutama sumber daya hutan.

“Kalau dikaitkan dengan pembangunan berkelanjutan, secara umum ada tiga hal yang kita pertimbangkan, pertama pembangunan harus sesuai dengan lingkungan, kedua banyak masyarakat di sekitar hutan yang menggantungkan hidup dengan sumber daya hutan dengan mempertimbangkan sosial, ekonomi dan budaya, bagaimana keserasian diantara aspek pembangunan berkelanjutan itu yang menjadi penting untuk didalami”, tuturnya.

Kepala Bappeda berharap,  melalui workshop ini dapat mendukung percepatan pembangunan di NTB dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Rr/HmsNTB




Pengembangan Pasar Modal Indonesia: Apresiasi BEI untuk Negeri di Tahun Kebangkitan Investor Ritel Dalam Negeri

PANDEMI COVID-19 tidak menyurutkan langkah pengembangan pasar modal dan apresiasi yang dilakukan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dukungan seluruh stakeholders pasar modal, khususnya Anggota Bursa dan Perguruan Tinggi.

Hari Senin (14/12/20), BEI menyelenggarakan acara Pengembangan Pasar Modal Indonesia–Apresiasi untuk Negeri, yang merupakan rangkaian Peresmian Galeri Investasi BEI ke-500 dan Penghargaan Galeri Investasi (GI) BEI Terbaik 2020.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen, serta jajaran Manajemen Self-Regulatory Organization (SRO), yaitu BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Anggota Bursa, Pengelola GI BEI, dan Wartawan Pasar Modal.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen sangat mengapresiasi upaya Literasi dan Inklusi Pasar Modal Indonesia yang inklusif yang dilakukan oleh BEI dengan pendirian 30 Kantor Perwakilan (KP) BEI dan 500 GI BEI di seluruh Indonesia.

Dalam hal diperlukan, Hoesen menjelaskan OJK juga akan kembali mengeluarkan kebijakan stimulus untuk menjaga stabilitas Pasar Modal Indonesia dan dalam rangka mengurangi dampak Pandemi COVID-19.

“OJK akan terus bekerjasama dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholders di Pasar Modal Indonesia, yaitu Pemerintah, Lembaga Jasa Keuangan, SRO dan Asosiasi, serta pelaku industri lainnya yang memiliki peran penting dalam pemenuhan prasyarat menuju Indonesia Maju,” ujar Hoesen, dalam sambutan pembukaan acara Pengembangan Pasar Modal Indonesia – Apresiasi untuk Negeri, di Jakarta, Senin (14/12).

Hoesen melanjutkan, kerja sama dan koordinasi tersebut antara lain, membangun dan menyediakan infrastruktur yang baik dan berkualitas, dalam hal ini channel distribusi informasi pasar modal yang solid antara 30 KP BEI dan 500 GI BEI.

Selanjutnya adalah membangun sumber daya manusia yang memiliki literasi finansial dan literasi pasar modal yang baik, terlatih, serta memiliki optimisme sekaligus keterlibatan langsung atas peningkatan perekonomian melalui pasar modal.

Selain itu, kata Hoesen, perlu untuk dilanjutkan pengembangan berkelanjutan dan inovasi yang visioner dengan memanfaatkan teknologi untuk pengembangan pasar modal yang selama ini telah sangat terdorong dengan adanya pandemi.

Pengembangan tersebut antara lain di berbagai fitur dan layanan ‘mesin perdagangan’ BEI, media interface investor yaitu aplikasi online trading milik Anggota Bursa, serta edukasi secara masif melalui media sosial, influencer, komunitas, dan kelas-kelas Sekolah Pasar Modal (SPM) yang dilaksanakan secara online.

“Terbukti bahwa stabilitas dan kekuatan Pasar Modal Indonesia hanya bisa terwujud jika investor domestik, terutama ritel, bangkit menjadi tuan rumah di negeri sendiri yang terefleksi dari berbagai data pencapaian tahun ini,” lanjut Hoesen.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam sambutannya menyampaikan,  acara hari ini merupakan wujud penghargaan BEI atas peran seluruh stakeholders yang menjadi mitra sekaligus ujung tombak edukasi Pasar Modal Indonesia di masyarakat.

Peran tersebut telah menciptakan generasi yang lebih melek investasi, serta mendorong Pasar Modal Indonesia yang lebih berintegritas dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Berdasarkan data BEI dari Januari sampai dengan November 2020, lanjut Inarno, dari sisi edukasi kepada calon investor dan investor, terdapat 6.571 aktivitas edukasi yang telah dijalankan dengan jumlah peserta lebih dari satu juta orang dan 54.800 pembukaan rekening efek.

Dari total tersebut, 88 persen atau sekitar 5.000 aktivitas edukasi memanfaatkan sarana digital dengan jumlah peserta lebih dari 950.000 orang.

“Sebagai hasil kegiatan edukasi yang gencar tersebut, tahun 2020 ditandai dengan berbagai pencapaian signifikan pada peningkatan jumlah Single Investor Identification (SID), baik saham maupun SID pasar modal, peningkatan jumlah investor yang aktif bertransaksi, peningkatan aktifitas investor domestik ritel dari sisi frekuensi dan nilai transaksi, bahkan kepemilikan saham yang tahun ini sudah didominasi oleh investor domestik”, ujar Inarno.

Menurut Inarno, pencapaian ini tentunya tidak luput dari peran penting GI BEI yang pro-aktif dalam menyebarluaskan informasi pasar modal ke seluruh daerah di Indonesia. “Untuk itu, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras dari Galeri Investasi BEI di seluruh Indonesia,” kata Inarno.

2020 Sebagai Kebangkitan Investor Ritel Dalam Negeri di Pasar Modal Indonesia

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi, dalam pemaparannya menyatakan “Tahun 2020 sebagai Tahun Kebangkitan Investor Ritel Dalam Negeri di Pasar Modal Indonesia.

Hal ini tidaklah berlebihan jika melihat di tengah pandemi, BEI bersama para stakeholders Pasar Modal Indonesia, mampu mencatatkan berbagai pencapaian dan 10 rekor positif dari sisi Pengembangan Pasar Modal di Tahun 2020, khususnya pada aspek investor ritel dalam negeri”.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang sempat tertekan dari posisi 6.299,54 poin pada akhir 2019, yang bahkan sempat ke level 3,937.63 poin pada 24 Maret 2020. Walau demikian, secara perlahan IHSG kembali bangkit dan terus menguat hingga per penutupan perdagangan Jumat (11/12) berada di level 5.938,329 poin.

Kenaikan IHSG merupakan refleksi dari mulai pulihnya kepercayaan dan keyakinan investor terhadap Pasar Modal Indonesia maupun perekonomian Indonesia. Semua saluran distribusi edukasi Pasar Modal, baik KP BEI, GI BEI, komunitas, sampai Perusahaan Tercatat telah menghasilkan capaian yang menggembirakan.

“Di tahun 2020 ini, telah tercipta 10 rekor baru yang merupakan pencapaian tertinggi di sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia,” ujar Hasan.

Rekor pertama, yakni rekor penambahan investor atau SID baru Pasar Modal Indonesia (Saham, Obligasi, Reksa Dana, dan investor instrumen investasi pasar modal lainnya) di 2020 yang naik tertinggi sepanjang sejarah pasar modal dengan pertumbuhan 48,82 persen atau 1.212.930 SID menjadi 3.697.284 SID per 10 Desember 2020.

Dari sisi pertumbuhan SID baru saham yakni sebanyak 488.088 SID baru saham, jumlahnya naik 93,4 persen dari total pertumbuhan SID baru saham di tahun lalu sebesar 252.370 SID baru saham di 2019.

Saat ini jumlah investor saham per 10 Desember 2020 sebanyak 1.592.698 SID atau setara dengan 44,19 persen dari jumlah investor saham di Pasar Modal Indonesia.

Rekor kedua adalah momentum dominasi kepemilikan investor domestik, dengan jumlah kepemilikan investor domestik tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia.

Dari Rp3.491 triliun jumlah kepemilikan saham yang tercatat di BEI, 50,44 persen merupakan milik investor ritel domestik, sedangkan 49,56 persen dimiliki investor asing.

Rekor ketiga adalah momentum dominasi investor ritel domestik atas rata-rata nilai transaksi harian bursa. Data rata-rata nilai transaksi harian secara tahunan (year to date) Januari hingga November 2020 yang berjumlah Rp8,42 triliun, sebanyak 45,9 persen diantaranya dikontribusikan oleh aktivitas transaksi yang dilakukan oleh investor ritel dan tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia.

Rekor keempat adalah momentum dominasi investor ritel domestik atas frekuensi transaksi di BEI. Secara tahunan frekuensi rata-rata transaksi di 2020 meningkat 31,98 persen menjadi 619.000 kali transaksi dari 469.000 kali transaksi di 2019, capaian tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia.

Dari sisi bulanan, rata-rata frekuensi transaksi per bulan tertinggi terjadi di bulan November 2020 dengan kenaikan 44 persen menjadi 984.000 kali transaksi dari 681.000 kali transaksi pada Oktober 2020, tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal.

Dari 20 besar frekuensi transaksi tertinggi di BEI seluruhnya terjadi di tahun 2020, capaian rekor lainnya yang tercipta sejak dimulainya era automasi sistem perdagangan saham BEI, Jakarta Automated Trading System (JATS) pada 22 Mei 1995.

Rekor kelima adalah aktifitas investor ritel domestik dari sisi harian dan bulanan, yang tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal. Rata-rata investor aktif per hari di 2020 meningkat 56 persen menjadi 85.079 dari 54.530 di tahun 2019, sedangkan dari rata-rata investor aktif per bulan di sepanjang 2020 meningkat 45 persen menjadi 270.975 SID dari 186.102 pada tahun 2019.

Rekor keenam yakni Pasar Modal Indonesia yang semakin inklusif sepanjang sejarah dengan persebaran jumlah investor di Pulau Jawa jika dibandingkan dengan Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur semakin merata.

Dari total jumlah investor saham di BEI, 71 persen memang didominasi oleh investor di Pulau Jawa, namun persentase jumlah investor di 4 wilayah lain semakin merata seperti Sumatera 16 persen, Kalimantan 5 persen, Sulawesi 4 persen, dan Indonesia Timur 4 persen.

Rekor ketujuh adalah dari sisi demografi yang lebih baik. Investor berusia 18 hingga 25 tahun dan 25 hingga 30 tahun telah mengalami penambahan kumulatif tertinggi pada periode 2017 hingga 2020.

Khusus untuk di tahun ini, jumlah investor baru dengan usia 18 hingga 25 tahun naik 211.030 atau 43,23 persen dari total investor baru 2020 dan usia 26 hingga 30 tahun naik 96.396 atau 19,74 persen dari total investor baru 2020.

Rekor kedelapan adalah semakin ekspansifnya saluran distribusi informasi Pasar Modal Indonesia dengan kehadiran 30 Kantor Perwakilan BEI, 500 GI BEI, dan 442 komunitas investor. Selain itu, akun media sosial BEI serta Kantor Perwakilan BEI juga semakin aktif dengan semakin meningkatnya jumlah followers dan subscribers.

Saat ini terdapat 354.687 followers Instagram @indonesiastockexchange, 312.693 followers Twitter @idx_bei, 117.293 followers Facebook Page Indonesia Stock Exchange, 29.976 subscriber YouTube Channel Indonesia Stock Exchange, dan total 221.455 followers dari Instagram 30 KP BEI.

Khusus untuk followers Instagram 30 KP BEI, jumlahnya naik 189 persen dari tahun 2019 dengan total penambahan sebanyak 75.212 followers.

Rekor kesembilan adalah capaian jumlah dan partisipasi program-program pengembangan Pasar Modal Indonesia. Selama 2020 terdapat 7.946 kegiatan edukasi yang diikuti 1.234.108 peserta, tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia, khususnya jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2019 yakni ada 6.964 kegiatan edukasi yang diikuti 292.073 peserta.

Beberapa program pengembangan investor di 2020 adalah Kompetisi 10 Days Challenge sebanyak 4 periode, Public Expose Live – Virtual, Capital Market Summit & Expo Virtual, Waktu Indonesia Berinvestasi (Instagram Live KP BEI), dan SPM untuk Negeri oleh 30 KP BEI yang diikuti 2.724 Peserta.

Rekor kesepuluh adalah kontribusi GI BEI terhadap pertumbuhan jumlah investor saham di Pasar Modal Indonesia. Sampai dengan bulan Oktober 2020, terdapat 210.312 SID investor saham yang tercipta dari seluruh GI BEI dengan nilai transaksi yang dari seluruh GI BEI adalah sebesar Rp2,2 triliun.

“Rekor-rekor yang telah berhasil diraih pada tahun 2020 tidak terlepas dari keterlibatan seluruh stakeholders Pasar Modal Indonesia. Saya mengucapkan terima kasih atas seluruh bantuan, sinergi, kerja sama para stakeholders Pasar Modal Indonesia. Tanpa bantuan dan kerja sama dari semua pihak, mustahil rekor-rekor tersebut dapat diraih,” kata Hasan.

Pasar Modal di Nusa Tenggara Barat

Perkembangan pasar modal di NTB juga naik signifikan, Kantor Perwakilan BEI NTB yang berdiri 3 Tahun yang lalu tepatnya tanggal 7 Desember 2017.

Dimana ketika itu belum ada satupun perusahaan sekuritas di NTB, hingga saat ini telah ada 6 Perusahaan sekuritas di NTB yaitu Phintraco Sekuritas, Phillip Sekuritas Indonesia, Kresna Sekuritas, MNC Sekuritas, Sucor Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas dan 1 perusahaan Asset Management yaitu Sinarmas Sekuritas.

Peningkatan jumlah perusahaan sekuritas juga berbanding lurus dengan peningkatan investor pasar modal di NTB (Saham, Obligasi, Reksadana), dari sebelumnya Desember 2017 sebanyak 2.042 SID saat ini per November 2020 sebanyak 10.132 SID yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB.

Selain perusahaan sekuritas & asset management, pasar modal di NTB juga memiliki 7 Galeri Investasi dan segera penambahan menjadi 9 GI.

Terdapat 7 Komunitas Pasar Modal lokal termasuk di dalamnya Komunitas Lumbung Saham, Sasambo Investor Community & Investor Saham Pemula ujar Gusti Ngurah Sandiana (Kepala Kantor Perwakilan BEI NTB).

(*)