Pabrik Pakan Ternak di STIPark Banyumulek, Progresnya Sudah 80 Persen

Pabrik pakan merupakan rangkaian dari program industrialisasi di bidang pertanian

MATARAM.lombokjournal.com

Hadirnya pabrik pakan ternak yang dibangun di STIPark Banyumulek, Lombok Barat (Lobar), maka peternakan  di NTB akan menjadi lebih baik karena akan ada jaminan ketersediaan pakan.

Pembangunan pakan ternak unggas yang kini sudah mencapai 80 persen,  menjadi bagian dari program industrialisasi yang sedang digaungkan oleh Pemprov NTB.

Para peternak pun akan senang karena harga bahan-bahan baku akan relatif stabil dan terjaga jika muncul industri pakan di dalam daerah.

“Industrialisasi itu harus dimulai demi kebaikan kita bersama. Saya senang melihat progress pabrik pakan ternak kita yang sudah 80 persen penyelesaiannya di STIP Banyumulek Lombok Barat, Luar biasa,” puji Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah, Jumat (18/12/20).

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE, ME mengatakan, pembangunan pabrik pakan merupakan rangkaian dari program industrialisasi di bidang pertanian, khusus komoditi jagung mulai dari hulu hingga hilirisasinya dalam bentuk pakan.

“Kami menangani hilirisasinya, sementara Dinas Pertanian di hulunya mulai dari pembibitan, corn dryer. Jadi itulah gambaran siklus ekosistem industrialisasi per komoditinya,” terang Nuryanti.

Ia mengatakan, pabrik pakan unggas ini bisa menjadi kado HUT NTB di bulan Desember meskipun hari ini belum rampung. Namun direncanakan di akhir Desember nanti akan dimaksimalkan peluncurannya.

“Bisa kita bilang ini kado HUT NTB. Ini ibaratnya bulan Desember ini moment kita untuk evaluasi pencapaian-pencapaian kita,” ujarnya.

Adapun target operasional pabrik pakan ini direncanakan di triwulan pertama tahun 2021 mendatang setelah gadung dan mesin di dalamnya sudah siap. Setelah dua fasilitas utama tadi tersedia, tinggal penyiapan sumberdaya manusia yang akan dimaksimalkan agar operasional pabrik berjalan dengan baik.

Pemprov NTB berharap hadirnya pabrik pakan ternak yang dibiayai dari APBD ini menjadi awal yang baik untuk semakin berkembangnya usaha peternakan di NTB, karena selama ini pakan unggas masih bergantung dari luar daerah.

Rr/HmsNTB

 




Kado HUT NTB, BKD NTB Raih Predikat I dalam Implementasi SAPK dari BKN

NTB menerapkan secara konsisten dan konsekwen implementasi SAPK

MATARAM.lombokjournal.com

Badan Kepegawain Daerah (BKD) Provinsi NTB mendapatkan predikat  pertama dalam implementasi Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) dan Pemanfaatan CAT dari Badan Kepegawaian Pusat (BKN).

Pemprov NTB juga meraih predikat ke II dalam menerapkan pengawasan dan pengendalian bidang kepegawaian.

Kepala BKD Provinsi NTB, H. Muhammad Nasir mengatakan, penghargaan tersebut diberikan oleh BKN usai kegiatan webinar yang diikuti oleh BKD seluruh Indonesia, Kamis (17/12/20).

Tentunya, penghargaan ini menjadi salah satu kado bagi Provinsi NTB yang sedang merayakan hari jadinya yang ke 62.

“Ini sebagai kado kita di HUT NTB ke 62, tadi award diberikan melalui Webinar. Jadi memang khusus kita diundang untuk mengikuti Webinar, semua daerah ada dan langsung diumumkan di bagian akhir,” kata Kepala BKD Provinsi NTB H. Muhammad Nasir, Kamis (17/12/20).

Pihaknya secara konsisten dan konsekwen menggunakan aplikasi SAPK tersebut. Itulah yang membuatnya mendapatkan penghargaan.

Sebab ada provinsi yang memiliki aplikasi yang lebih bagus, namun tidak konsisten dalam menggunakan SAPK tersebut

M Nasir mengatakan, kegiatan seleksi harus menggunakan sistem aplikasi, misalnya seleksi CPNS atau pun seleksi lainnya yang menggunakan sistem komputer .

Sehingga pengawasannya tidak bisa dilakukan secara sendiri, melainkan ada pihak-pihak lain yang bisa mengawasi secara bersama-sama.

“Contoh kemarin waktu SKD CPNS kemarin itu, langsung  diawasi oleh BKN di ring satu, kemudian pengawasannya langsung dari inspektorat, BPKP dan dari polisi. Jadi kita betul-betul menerapkan SOP yang ada,” terangnya.

Ia  mengatakan, pihaknya menerapkan secara konsisten dan konsekwen implementasi SAPK tersebut, sehingga mendapat award yang tidak terduga.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 17 Desember 2020, Bertambah 16 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 10 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR dan TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Kota Bima, Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi ada tambahan 16 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Rabu (16/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 207 (dua ratus tujuh) sampel dengan hasil 185 (seratus delapan puluh lima) sampel negatif, 7 (tujuh) sampel positif ulangan, dan 16 (enam belas) sampel kasus baru positif Covid-19, 10 pasien sembuh, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 16 (enam belas) kasus baru terkonfirmasi positif, 10 (sepuluh) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (17/12/2020) sebanyak 5.182 (lima ribu seratus delapan puluh dua) orang, dengan perincian 4.382 (empat ribu tiga ratus delapan puluh dua) orang sudah sembuh, 269 (dua ratus enam puluh sembilan) meninggal dunia, serta 531 (lima ratus tiga puluh satu) orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 16 KASUS BARU POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBU 10 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 5167, an. DP, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 5168, an. EK, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Dadibou, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  3. Pasien nomor 5169, an. R, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Bima;
  4. Pasien nomor 5170, an. WBAS, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  5. Pasien nomor 5171, an. U, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  6. Pasien nomor 5172, an. N, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  7. Pasien nomor 5173, an. SR, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  8. Pasien nomor 5174, an. IMWA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Renteng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya;
  9. Pasien nomor 5175, an. MY, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  10. Pasien nomor 5176, an. RA, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 5177, an. J, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  12. Pasien nomor 5178, an. A, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 5179, an. SF, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  14. Pasien nomor 5180, an. MAS, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Lantung;
  15. Pasien nomor 5181, an. AKM, laki-laki, usia 72 tahun, penduduk Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  16. Pasien nomor 5182, an. M, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal.

Hari Kamis ini terdapat 10 (sepuluh) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3588 an. I, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Dena, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 4450, an. SD, laki-laki, usia 9 bulan, penduduk Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima;
  3. Pasien nomor 4507, an. M, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima;
  4. Pasien nomor 4691, an. AH, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4736, an. S, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4828, an. Y, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Wora, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima;
  7. Pasien nomor 4890, an. MK, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4892, an. AF, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  9. Pasien nomor 4910, an. AK, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 5097, an. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.

Hari ini terdapat 1 (satu) penambahan kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 5182, an. M, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119




Gubernur Launching NTB MALL Saat HUT NTB ke-62

Jumlah UMKM yang terdaftar di marketplace NTB Mall tersebut hingga akhir Desember mendatang sebanyak 1000 pelaku usaha

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi NTB melaunching NTB Mall bertempat di Kantor Dinas Perdagangan Provinsi NTB,  Kamis (17/12/20). Acara tersebut menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi NTB ke-62.

Dalam sambutannya, Gubernur DR H. Zulkifliemnsyah mengaku bangga dengan gebrakan Dinas Perdagangan bersama Dekranasda Provinsi NTB. Menurutnya, pada zaman sekarang ini pemerintah harus hadir mengaomodir seluruh usaha masyarakat.

“Ini luar biasa, saya yakin pelaku usaha pasti terbantu dengan keberadaan NTB Mall,” ungkap Gubernur yang populer disapa Bang Zul.

Tantangan UMKM bukan pada proses pembuatannya, sebab jika semua orang diberikan ruang untuk membuat suatu produk, pasti bisa dan tentunya dengan hasil yang bagus. Namun tantangannya pada pemasarannya.

“Kesulitan UMKM kita bukan pada proses pembuatannya, namun pada Pemasarannya, ketika barang sudah jadi, mereka bingung mau jual kemana. Untuk itu, NTB Mall ini hadir untuk membantu memasarkan produk masyarakat hingga ke luar negeri,” tutup Bang Zul.

Gubernur Jawa Barat, H.Ridwan Kamil yang juga hadir pada acara tersebut mengaku bangga dan mengapresiasi produk-produk yang hasil karya UMKM NTB. Menurutnya, produk tersebut memang harus dipasarkan secara digital, seperti yang telah ada di aplikasi E-Mall tersebut.

“Ini harus didukung, produknya bagus-bagus, pelaku usaha di NTB saya yakin sangat bersyukur dengan keberadaan NTB Mall, orang-orang bisa pesan lewat aplikasi E-Mall,” ungkapnya saat melihat hasil produk UMKM NTB.

Secara khusus, Ridwan Kamil berpesan kepada pelaku usaha di Provinsi NTB, di zaman ini jangan sampai terlena terlalu jauh dalam sebuah persaingan.

“Kurangi persaingan, perbanyak kerjasama, dengan begitu, pelaku usaha pasti semakin jaya,” ungkap Kang Emil.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, H.Fathurrahman selaku penggagas NTB Mall mengatakan, Marketplace tersebut merupakan wadah bagi UMKM NTB untuk memasarkan produknya dengan berbasis aplikasi online.

“Alhamdulillah, NTB Mall ini telah kita launching, ini kado spesial untuk daerah kita tercinta,”ungkap Fathurrahman.

Fathurrahman menargetkan, jumlah UMKM yang terdaftar di marketplace NTB Mall tersebut hingga akhir Desember mendatang sebanyak 1000 pelaku usaha.

Sebanyak 1000 pelaku usaha itu akan mendaftarkan produk mereka, baik di NTB Mall online maupun NTB Mall Offline.

“Salah satu syarat UMKM yang bisa masuk di NTB Mall ini adalah punya izin edar hingga memiliki kemasan menarik,” tambahnya.

NTB Mall menjadi batu loncatan produk UMKM NTB melebarkan sayapnya. Karena target pasar tak hanya bagi warga NTB saja, melainkan hingga ke Asia Tenggara yang dijangkau dengan sistem cash on delivery (COD) ekspor. Dengan begitu UMKM tidak perlu takut penipuan pembeli.

“Pada HUT NTB ini, kita ingin menaikkan kelas UMKM lokal setara Internaisonal, menaikkan  profit dan omzet UMKM pasca terdampak Pandemi Covid-19,” tutupnya.

Rr/HmsNTB




Kang Emil Tebar Pantun Saat Perayaan HUT NTB

“Ikan hiu makan cabe, I Love You NTB”

MATARAM.lombokjournal.com

Acara Tasyakuran Peringatan HUT NTB ke 62, Kamis (17/12/20) berlangsung meriah dan hangat.

Acara yang digelar di Gedung Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB itu juga dihadiri secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil saat menyampaikan pidato kebangsaan di hadapan Gubernur NTB, Wakil Gubernur, Forkopimda dan ratusan undangan lainnya, memberikan pantun-pantun segar yang membuat acara semakin meriah.

Kang Emil, panggilan karib Ridwan Kamil, mengawali pantunnya seputar salam silaturrahim dari masyarakat Jawa barat.

Memakai kerudung bermotif sulam, dipuji suami setiap saat, dari Bandung datang ke Mataram, menyampaikan silaturrahim rakyat Jawa barat,” kata Kang Emil di hadapan seluruh tamu undangan yang hadir dengan protokol kesehatan yang ketat tersebut.

Pantun kedua dari Kang Emil seputar makanan khas Provinsi NTB serta tema besar HUT NTB yang ke-62.

Makan ayam Taliwang, bayarnya dua puluh ribu, jika NTB Gemilang, Insya Allah Indonesia maju,” tambah kang Emil yang disambut tepuk tangan meriah tamu undangan.

Tak lupa, Kang Emil menyampaikan pantun Jabar Juara.

Kue coklat mengundang selera, rasanya pun begitu lezat, jika Jawa Barat juara, maka Indonesia menjadi hebat,” tambah Kang Emil.

Mantan Walikota Bandung itu mengaku bangga bisa menghadiri perayaan HUT NTB tersebut. Ia pun tidak datang sendiri,

Kang Emil datang bersmaa istri hingga membawa beberapa Kepala OPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang nantinya akan menindaklanjuti kerjasama yang telah disepakati kedua provinsi.

“Alhamdulilah saya tidak datang sendiri, saya datang bersama beberapa kepala dinas dan istri tercinta,” ungkap pria yang terkenal humoris tersebut.

Tak hanya pada saat awal-awal pidato, Kang Emil juga melempar pantun saat menutup pidato kebangsaannya.

Ia mengaku, pantun tersebut di tulis langsung oleh istrinya saat berada di dalam pesawat.

Ikan hiu makan cabe, I Love You NTB,” tutup Kang Emil.

Rr/HmsNTB




Jabar-NTB Connection; Bang Zul dan Kang Emil Sepakat Kembangkan Potensi Ekonomi Kreatif

 Kerjasama NTB dan Jabar merupakan langkah awal dalam mendekatkan hubungan kemitraan NTB dan Jawa Barat

MATARAM.lombokjournal.com

Dalam menyambut perhelatan akbar di Mandalika tahun depan, salah satunya MotoGP, Pemerintah Provinsi NTB membutuhkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Terutama melatih UMKM di NTB, agar mampu menghasilkan produk-produk kerajinan yang berkualitas, eye catching dan harganya yang terjangkau. Sehingga mampu menyemarakkan event balap sepeda L’etape Tour de France, MotoGP dan Superbike tahun 2021 mendatang.

Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dalam jumpa pers usai penandatanganan kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang berlangsung pada momentum peringatan HUT ke 62 Provinsi NTB di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Kamis (17/112/20).

Peringatan HUT ke 62 Provinsi NTB tersebut dirayakan secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Jumpa pers yang dihadiri Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, terungkap bahwa kerjasama NTB dan Jabar merupakan langkah awal dalam mendekatkan hubungan kemitraan NTB dan Jawa Barat.

Selain Bang Zul dan Kang Emil, jumpa pers juga dihadiri oleh Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si dan Asisten II Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah.

Direct flight NTB-Jabar

Dikatakan Gubernur Zul, saat ini di Jabar sudah ada komite yang bernama KREASI atau Komite Ekonomi Kreatif & Inovasi.

Lembaga ini dibentuk  untuk mendorong kolaborasi pemangku kepentingan ekonomi  kreatif dalam melahirkan kreativitas dan inovasi yang  memberikan nilai tambah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Bang Zul juga berharap akan ada direct flight antara NTB dengan Jabar. Sehingga nantinya orang-orang Jawa Barat bisa menghabiskan waktunya untuk berlibur menikmati keindahan alam Nusa Tenggara Barat. Begitu juga sebaliknya orang NTB bisa berkunjung ke Bandung.

Terkait progres pembangunan Sirkuit Mandalika, dijelaskan Bang Zul bahwa sampai saat ini pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika berjalan dengan baik. Persoalan-persoalan teknis di lapangan, sudah dapat diselesaikan dengan baik oleh tim independen yang telah dibentuk.

“Alhamdulillah, berkat kerjasama tim independen dan kekompakan TNI dan Polri semua masalah dapat kita selesaikan dengan baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan sama, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil juga mengatakan, sejarah kedekatan NTB dengan Jabar sudah berlangsung lama. Banhkan salah satu Gubernur NTB pada periode 1968-1979 adalah asal Tasikmalaya, Jawa Barat.

Menurutnya, ini menunjukkan bahwa hubungan kedua daerah antara NTB – Jabar sudah sedemikian erat. Ia mengajak semua pihak untuk membangun Indonesia.

Membangun Indonesia tidak perlu dikotak-kotakkan. Karena itu ia juga mengajak semua pihak untuk mengurangi kata kompetisi dan memperbanyak kata kolaborasi.

Dalam pandangan Kang Emil, event MotoGP 2021 di Mandalika bukan hanya kebanggaan bagi Nusa Tenggara Barat, namun menjadi kebanggaan seluruh Indonesia.

Maka dari itu, hukumnya wajib bagi masyarakat Indonesia untuk mendukung NTB.

Sebagai bentuk dukungan tersebut, Gubernur Jawa Barat akan mengirimkan orang-orang kreatif Bandung untuk mendukung teknis acara dari sisi produk-produk untuk menyambut MotoGP.

Kerjasama yang dibangun ini diharapkan akan mampu mengalihkan teknologi dan transfer ilmu, sehingga pada saat kebangkitan pariwisata NTB sistem ekologi dari kreativitas sudah terbentuk.

Kang Emil mengungkapkan, kedatangannya ke NTB dengan membawa tim besar, yang terdiri dari tim ekonomi dan perbankkan. Tujuannya untuk melakukan survei langsung terhadap potensi-potensi yang akan dikerjasamakan antara NTB dengan Jabar.

Rr/HmsNTB




NTB Harus Menangkan Pertempuran Besar Melawan Pandemi dan Pemulihan Ekonomi

Pemerintah Provinsi NTB, menjadikan pandemi sebagai blessing in disguise

MATARAM.lombokjournal.com

Provinsi NTB dipaksa untuk memenangkan dua pertempuran besar dalam perang melawan Pandemi Covid-19.

Pertempuran pertama, di sisi penanganan kesehatan dengan segala keterbatasan dan sumber daya. Kedua, di wilayah pemulihan ekonomi, sebab Covid-19 tidak hanya menggerogoti kesehatan masyarakat, tapi juga membuat ekonomi lesu dan kehilangan daya dorongnya.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yang didampingi oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan itu saat menghadiri Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-62 Provinsi NTB, di Ruang Sidang Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, Rabu (16/12/20) Pukul 20.00 Wita.

Dalam Rapat Paripurna itu, para undangan yang hadir menggunakan pakaian adat khas Sasambo (Sasak, Samawa, Mbojo), dengan tetap menggunakan protokol kesehatan Covid-19. Gubernur menggunakan pakaian adat Sumbawa.

“Upaya stimulus ekonomi inilah yang kita kongkretkan melalui sejumlah program turunan seperti, program industrialisasi, STIPark, sepeda listrik, bela dan beli produk lokal, serta Jaring Pengaman Sosial (JPS Gemilang),” jelas Gubernur.

JPS Gemilang merupakan wujud keberanian Pemerintah Provinsi NTB, menjadikan pandemi sebagai blessing in disguise. Pemprov menyalurkan ratusan ribu paket sembako yang isinya merupakan produk-produk UMKM/IKM lokal NTB.

JPS Gemilang adalah strategi agar bisa membantu masyarakat kecil, sekaligus mengakselerasi IKM dan UKM di NTB.

Selama tiga bulan, telah disalurkan tak kurang dari 350 ribu paket sembako kepada masyarakat miskin dan hampir miskin yang tidak mendapatkan bantuan JPS Pusat. Serta kelompok masyarakat sektor formal dan informal serta dunia usaha yang terdampak Covid-19.

Program tersebut melibatkan dan mengakselerasi pertumbuhan dari 4.673 UKM/IKM di NTB.

“Alhamdulillah, keberanian kita berbuah manis dan kini JPS Gemilang telah mengantarkan NTB menjadi salah satu daerah yang jadi rujukan nasional dalam strategi pemulihan ekonomi di masa pandemi,” jelasnya.

Melanjutkan sambutannya, di momentum HUT NTB ini sedang dibangun kolaborasi dan saling melengkapi antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di sejumlah bidang.

Khususnya dalam menghadapi perhelatan MotoGP 2021, NTB perlu menyiapkan banyak suguhan seperti produk-produk industri kreatif.

Dalam penyediaan produk inilah, dibutuh dukungan dari banyak pihak, tak terkecuali dari daerah-daerah lain di Nusantara.

“Karena itulah, kolaborasi dengan Provinsi Jawa Barat ini sangat penting. Kolaborasi ini, antara lain akan terwujud melalui penandatanganan letter of intent Jabar – NTB Connection,” ungkap Gubernur.

Kerjasama Jabar-NTB ini juga akan diwujudkan dalam sektor pariwisata, industri kreatif, pendidikan, perdagangan dan investasi.

Kerjasama dengan Jawa Barat ini, nanti akan diwujudkan dengan terbentuknya sebuah komite yang dinamakan “Komite Kreasi Jabar dan NTB”, yang bertanggung jawab terhadap berjalannya kerjasama kedua belah pihak.

“Dengan diluncurkannya program dan terobosan-terobosan ini, kita akan menancapkan tonggak baru, sebagai satu dari ribuan langkah maju yang akan kita tempuh, bagi kebaikan NTB kita tercinta,” tutup Gubernur.

Filosofi Ulang Tahun

Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Direktur Jendral Otonomi Daerah, Dr. Akmal Malik mengucapkan rasa syukurnya, Pilkada di tujuh kabupaten/kota di NTB berjalan dengan aman dan sukses.

“Saya berharap calon terpilih nanti dapat memajukan, mengembangkan dan memelihara pembangunan secara berkesinambungan dan lebih mengedepankan kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan filosofi perayaan ulang tahun yang dimaknai dengan tiga hal. Pertama, melihat masa lalu sebagai mata rantai sejarah dan sebuah pondasi yang sangat bernilai sebagai referensi untuk menapaki masa kini dan masa yang akan datang.

Kedua, dapat dimaknai sebagai sarana untuk mawas diri, sehingga responsif dengan tantangan kedepan. Terakhir, dimaknai dengan upaya untuk merancang gambaran masa depan yang berlandaskan realita dan dinamika tanpa melupakan nilai-nilai dan peristiwa bersejarah di masa lalu.

“Dengan perayaan ulang tahun ini, kita wajib untuk bersyukur dengan menjadikan kelahiran Provinsi NTB sebagai sebuah inspirasi dan motivasi untuk mengisi kembali setiap detik perjuangan kehidupan daerah ini dengan karya dan prestasi,” pesannya.

Provinsi NTB memiliki karakteristik perkembangan yang cepat, perkembangan sosial budaya yang dinamis dan pertumbuhan penduduk yang tinggi.

Berdasarkan potensi sumber daya yang ada, NTB memiliki berbagai peluang investasi yang sangat prospektif untuk dikembangkan antara lain, pertanian perkebunan, peternakan, perikanan, industri mikro kecil serta pariwisata.

“Peluang-peluang tersebut ditanggapi dengan baik dan bijak oleh Pemprov NTB, terbukti dalam beberapa dekade belakangan ini NTB dengan gencar mendukung hal tersebut melalui ketersediaan sarana dan prasarana yang sudah memadai dengan pengembangan SDM,” jelasnya.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah pusat untuk mewujudkan sinergi penyelenggaraan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan 5 agenda prioritas.

Untuk itu, Ia berharap Provinsi NTB mampu saling bahu-membahu dalam mewujudkan kebijakan dan meningkatkan ekonomi masyarakat di masa Pandemi Covid-19.

“Kami mengimbau agar seluruh masyarakat NTB tetap menerapkan protokol kesehatan yang sejalan dengan upaya meningkatkan kembali perekonomian masyarakat,” tutupnya.

Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda pada rapat tersebut menyampaikan wabah virus corona yang mulai dirasakan sejak awal tahun 2020 telah banyak memakan korban jiwa. Sehingga upaya untuk melakukan edukasi kepada masyarakat harus terus digencarkan.

“Mengkonsolidasikan berbagai kekuatan dengan melibatkan berbagai stakeholder dengan mengedepankan program kerja yang terukur dan terarah agar pelaksanaan penanganan wabah virus corona ini dapat berjalan efektif dan bertanggung jawab,” tegasnya

Ia juga mengajak Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota di NTB dan seluruh komponen anak bangsa untuk meningkatkan koordinasi dalam membangun daerah agar siergitas dalam pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Disamping itu, Baiq Isvie juga menyampaikan beberapa hal yang telah dilakukan oleh DPRD Provinsi NTB dalam memberikan kontribusi terbaik di masa pandemi Covid-19. Salah satunya membantu meringankan beban masyarakat dengan meluncurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) berbasis dapil sebanyak 2 tahap.

“Tahap pertama telah membantu 65.000 paket sembako dan tahap kedua sebanyak 68.965 paket sembako bagi masyarakat yang terdampak sosial-ekonomi dari wabah Covid-19. Disamping itu Anggota Dewan juga turut memberikan edukasi bagi masyarakat terkait protokol kesehatan Covid-19 melalui program sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi NTB,” jelasnya.

Rapat Paripurna ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Forkopimda, Kepala OPD Provinsi NTB, mantan pimpinan DPRD NTB, dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Rr/HmsNTB




Menag: Kerukunan Umat Beragama di NTB Sudah Paripurna

Kerukunan di Provinsi NTB sudah sangat baik harus dijaga bersama

MATARAM.lombokjournal.com

Menteri Agama RI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, S.IP, SH, MH,  didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah meresmikan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja – Kota Mataram, Rabu (16/12/20).

Acara yang berlangsung dengan protokol kesehatan yang sangat ketat tersebut berlangsug di halaman kampus IAHN. Di hadapan tamu, Menteri mengapresiasi peralihan status Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri menjadi Institut Agama Hindu Negeri.

Menag Fachrul Razi

“Saya apresiasi, mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk perkembangan IAHN,” ungkap Menag Fachrul Razi.

Kata Menag, IAHN harus mempu mencetak generasi muda yang bisa berkontribusi banyak untuk bangsa dan negara.

Karena menurut Menag, kontribusi kepada negara tersebut tidak memandang agama. Semua orang boleh dan sangat dianjurkan berkontribusi positif.

“Saya harap dengan beralihnya status kampus ini, mampu meningkatkan kualitas generasi bangsa tercinta,” tambah Menteri Agama.

Jendral Bintang Empat tersebut mengaku, kerukunan di Provinsi NTB sudah sangat baik, itu semua harus dijaga bersama. Mahasiswa hingga anak-anak muda NTB diharapkannya mampu menjaga kerukunan yang telah lama dibangun tersebut.

“Kerukunan umat beragama di provinsi NTB sudah paripurna, saya bangga, mari kita jaga bersama,” tutup Menag Fahrul Razi.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengucapkan selamat kepada Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Kota Mataram atas peralihan statusnya. Status baru tersebut, menurut Gubernur harus menjadi pemacu untuk menjadi yang lebih baik.

“Jangan sampai, status kampus kita meningkat, tapi cara pandang kita masih kerdil,” ungkap Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut.

Kampus yang ada nuansa agama, tambah Bang Zul, harus menjadi contoh dalam menghadirkan ketenangan, menghadirkan kebaikan di tengah-tengah masyarakat.

“Apapun agama kita, kerukunan harus kita junjung tinggi bersama,” tutup Bang Zul.

Rr/HmsNTB




Film SAMOTA, Ungkap Kekayaan Alam dan Surga Pariwisata di Kawasan Timur NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Film SAMOTA (teLuk SALEH, pulau MOYO dan kawasan gunung TAMBORA) dalam dua sesi merupakan film bergenre semi documenter, yang disutradarai sineas senior Indonesia, Adi Pranajaya.

Film tersebut diproduksi guna mengungkap dan menyampaikan ke dunia luar kekayaan alam dan budaya di kawasan bgia timur Provinsi Nusa Tenggra Barat (NTB).

Sutradara film Samota mengatakan,  meski durasi film Samota masing-masing 10 menit, film Samota dalam dua sesi menjadi film yang cukup menguras tenaga dan pikiran.

Bahkan disebut sebagai film ‘tersulit’ dari hampir ratusan film yang pernah digarapnya, sejak mulai berkarir sebagai sutradara film pada tahun 1994 silam.

Sesi pertama film Samota diberi sub-judul Perikanan, Pertanian, Perkebunan dan Kemaritiman. Pada film pertama ini, Adi mengupas potensi Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Gunung Tambora dari segi melimpahnya potensi alam dari mulai perikanan, pertanian, perkebunan dan kemaritiman.

Sesi ke dua dengan sub-judul Samota dalam bingkai Pariwisata mengupas jauh dan dalam kekayaan pantai dan laut Samota.

Dalam sesi dua film itu, Adi mendeskripsikan Kawasan Samota sebagai bakal surga yang menunggu sedikit polesan investor guna menjadi surganya pariwisata.

“Ini adalah persembahan untuk NTB kita yang lebih baik ke depan,” ungkap Adi dalam sambutannya.

Asisten II Setda Provinsi NTB H. Ridwansyah menyampaikan apresiasi tinggi untuk Adi Pranajaya yang dengan penuh kegigihan dan ketekunan berhasil menyelesaikan pembuatan film Samota.

Diharapkan, karya tersebut bisa jadi pintu masuk para pemerhati pariwisata dan kebudayaan untuk melebarkan sayapnya dengan berinvestasi di Samota.

“Kita berharap film ini semakin banyak ditonton, orang akan mengenal NTB bukan hanya Lombok, Mandalika, di timur ada Sumbawa. Ketika bicara Sumbawa, jawabannya adalah Samota,” kata Ridwansyah.

Ridwansyah menggambarkan pentingnya film sebagai media propaganda untuk kemajuan daerah. Ia menjadikan Bangka Belitung sebagai percontohan.

Pasca film Laskar Pelangi yang settingnya di Bangka Belitung, daerah tersebut menjadi tujuan banyak investor asing. Hal yang sama ia harapkan terjadi di NTB melalui film Samota.

“Kita ingin mengabarkan Samota ke dunia luar. Kalau tidak dikabarkan percuma. Pernah nonton Laskar Pelangi dan akhirnya Bangka Belitung mendunia. Tanpa banyak bicara, investor datang ke Belitung,” kata Ridwansyah.

Pemilihan gambar pada dua sesi film Samota banyak memperlihatkan keindahan bawah laut Teluk Saleh yang berair jernih tanpa polusi.

Di dalam laut diperlihatkan beragam spesies ikan dengan bermacam bentuk dan ukuran. Mulai dari ikan hias yang kecil-kecil hingga hiu paus berukuran besar yang ramah pada manusia.

Demikian halnya dengan Pulau Moyo dan Gunung Tambora yang digambarkan memiliki keindahan alam luar biasa yang patut untuk dikelola dan dijadikan objek wisata berkelas dunia.

Film Samota – diputar di Taman Budaya NTB, Rabu (16/12/20) — merupakan film ke tiga Adi Pranajaya yang semua kru-nya berasal dari NTB.

“Saya hanya membawa diri saya dari Jakarta. Semua dari NTB,” terang Adi Pranajaya dikenal banyak belajar film dari Teguh Karya.

Ast




HUT ke-62 NTB, Wagub Berikan Apresiasi Guru Inovatif dan Kreatif

MATARAM.lombokjournal.com —

Dalam rangka menyambut perayaan hari ulang tahun (HUT) ke 62 Provinsi NTB, hari Kamis, 17 Desember 2020, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, memberikan apresiasi kepada guru inovatif dan kreatif di NTB. Pemberian apresiasi berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, Rabu (16/12/20).

Dalam kegiatan itu Wagub didampingi Kepala Dikbud Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan,

Selain penyerahan apresiasi kepada guru inovatif dan kreatif, juga dilakukan serah terima hasil pekerjaan dana alokasi khusus (DAK) fisik/nonfisik dan penyerahan beasiswa luar dan dalam negeri tahun 2020.

Wagub mengatakan, pemberian apresiasi ini menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah  terhadap peningkatan kualitas pendidikan di NTB.

Wagub mengingatkan, agar pembangunan infrastruktur pendidikan harus selalu sejalan dengan pembangunan Sumber Daya Manusia.

“Kalau kita bangun infrastruktur tanpa membangun SDM maka akan sia-sia,” ujarnya.

Ke depan, Wagub meyakini, universitas-universitas di NTB akan terus berbenah dan meningkatkan kualitasnya.

Begitu juga dengan SMA/SMK, agar terus melakukan inovasi dan menghasilkan temuan-temuan yang luar biasa.

Ia berharap, hasil karya-karya luar biasa ini harus terus kita keluarkan, untuk meningkatkan kepercayaan diri kita, sehingga mampu bersaing dengan negara lain.

“Percaya diri sebagai modal kita untuk bersaing dengan negara lain,” ujarnya.

Wagub mengajak semua pihak, jangan membesar-besarkan kekurangan, namun sesungguhnya prestasi, inovasi dan hasil karya inilah yang harus dibesarkan.

Ditekankan, dalam melakukan pembangunan pendidikan jangan hanya terpaku pada fisik, dengan sarana prasarana yang mewah, namun kualitas SDMnya rendah.

“Pembangunan sarana fisik harus sejalan dengan peningakatan kualitas SDM,” pintanya.

Wagub juga selalu mengingatkan agar dalam setiap kegiatan selalu menerapkan protokol kesehatan. Karena dengan penerapan prokes di setiap aktivitas sehari-hari kita akan membuat kita bisa produktif di masa pandemi saat ini.

“Mudah-mudahan semua ini cepat  berlalu, dan ini kuncinya adalah kedisiplinan kita semua. Selamat HUT NTB ke-62, terimakasih atas kontribusi seluruh pihak atas pembangunan di NTB,” tutupnya.

Kepala Dikbud Provinsi NTB, dalam laporannya mengatakan, pemberian apresiasi kepada guru inovatif dan kreatif di NTB, merupakan hadiah di ulang tahun NTB ke-62.

Apresiasi guru inovatif dan kreatif bidang teknologi, sebanyak 17 temuan teknologi tempat guna yang dihasilkan SMK di NTB. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada guru dan Kepala sekolah dengan hasil karya berupa penulis buku.

“Guru berprestasi yang kreatif dan inovatif ini kita harapkan kedepan, bisa menjadi fasilitator bagi guru-guru lain di NTB,” ujarnya.

Dijelaskan, selain pemberian apresiasi kepada guru inovatif dan kreatif, juga dilakukan serah terima hasil pekerjaan dana alokasi khusus (DAK) fisik/nonfisik dan penyerahan beasiswa luar negeri dan dalam negeri tahun 2020.

“Total serapan beasiswa NTB sampai dengan tahun 2020 sebanyak 1.371 orang. Dengan rincian sebanyak 551 orang untuk beasiswa luar negeri, Beasiswa Miskin Berprestasi sebanya 330 orang dan Beasiswa Stimulan sebanyak 490 orang,” jelasnya.

Rr/HmsNTB