UPDATE Covid-19: Hari Senin, 21 Desember 2020, Bertambah 39 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 36 Orang, Kasus Kematian 2 (Dua)) Orang

Terus bertambahanya pasien positif menunjukkan bahwa kita belum sepenuhnya aman dari Covid-19

 MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong,

Laboratorium PCR Prodia Mataram dan Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa mengkonfirmasi ada tambahan 28 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Senin (21/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah sebanyak 138 (seratus tiga puluh delapan) sampel dengan hasil 91 (sembilan puluh satu) sampel negatif, 8 (delapan) sampel positif ulangan, dan 39 (tiga puluh sembilan) sampel kasus baru positif Covid-19, 36 pasien sembuh, kasus kematian 2 (dua) orang .

Dijelaskan, adanya tambahan 39 (tiga puluh sembilan) kasus baru terkonfirmasi positif, 36 (tiga puluh enam) tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (21/12/20) sebanyak 5.335 (lima ribu tiga ratus tiga puluh lima) orang, dengan perincian 4.445 (empat ribu empat ratus empat puluh lima) orang sudah sembuh, 273 (dua ratus tujuh puluh tiga) meninggal dunia, serta 617 (enam ratus tujuh belas) orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” katanya.

TAMBAHAN 39 KASUS BARU POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 36 ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (Dua) orang

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 5297, an. AD, laki-laki, usia 81 tahun, penduduk Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  2. Pasien nomor 5298, an. LPS, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  3. Pasien nomor 5299, an. JS, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  4. Pasien nomor 5300, an. B, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  5. Pasien nomor 5301, an. N, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  6. Pasien nomor 5302, an. RDR, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  7. Pasien nomor 5303, an. WS, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  8. Pasien nomor 5304, an. R, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4954. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  9. Pasien nomor 5305, an. MG, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 4954. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  10. Pasien nomor 5306, an. MFM, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4954. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  11. Pasien nomor 5307, an. D, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 5080. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  12. Pasien nomor 5308, an. BA, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5158. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 5309, an. S, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  14. Pasien nomor 5310, an. D, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  15. Pasien nomor 5311, an. A, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  16. Pasien nomor 5312, an. LI, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Palibelo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  17. Pasien nomor 5313, an. F, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Matua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  18. Pasien nomor 5314, an. N, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  19. Pasien nomor 5315, an. R, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Kareke, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  20. Pasien nomor 5316, an. Z, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  21. Pasien nomor 5317, an. RB, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Mbawi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  22. Pasien nomor 5318, an. SH, perempuan, usia 73 tahun, penduduk Desa Soriutu, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  23. Pasien nomor 5319, an. P, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Kandai I, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  24. Pasien nomor 5320, an. LS, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  25. Pasien nomor 5321, an. S, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  26. Pasien nomor 5322, an. RF, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  27. Pasien nomor 5323, an. RCR, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  28. Pasien nomor 5324, an. M, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  29. Pasien nomor 5325, an. SI, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Lopok, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Lopok;
  30. Pasien nomor 5326, an. WJ, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  31. Pasien nomor 5327, an. S, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  32. Pasien nomor 5328, an. AA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  33. Pasien nomor 5329, an. RP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  34. Pasien nomor 5330, an. F, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  35. Pasien nomor 5331, an. BYS, laki-laki, usia 5 hari, penduduk Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju Gerung, Lombok Barat;
  36. Pasien nomor 5332, an. EZ, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju Gerung, Lombok Barat;
  37. Pasien nomor 5333, an. N, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Badrain, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Awet Muda Narmada;
  38. Pasien nomor 5334, an. S, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Keru, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Awet Muda Narmada;
  39. Pasien nomor 5335, an. R, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Awet Muda Narmada.

Hari Senin ini terdapat 36 (tiga puluh enam) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari

Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3580, an. SH, perempuan, usia 71 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 3762, an. A, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 3842, an. NF, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  4. Pasien nomor 3910, an. NAS, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  5. Pasien nomor 3922, an. DRA, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  6. Pasien nomor 4015, an. SM, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  7. Pasien nomor 4163, an. MF, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 4396, an. M, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  9. Pasien nomor 4606, an. SAP, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 4740, an. HA, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 4750, an. SK, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  12. Pasien nomor 4757, an. YA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 4814, an. AI, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 4839, an. KU, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Potu Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  15. Pasien nomor 4868, an. H, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Kandai II, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  16. Pasien nomor 4869, an. SH, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Baka Jaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  17. Pasien nomor 4870, an. N, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Kandai II, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  18. Pasien nomor 4871, an. IAS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Ta’a, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu;
  19. Pasien nomor 4872, an. RI, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Kandai II, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  20. Pasien nomor 4887, an. DW, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  21. Pasien nomor 4905, an. WNC, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  22. Pasien nomor 4911, an. Z, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  23. Pasien nomor 4914, an. RM, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  24. Pasien nomor 4937, an. MS, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  25. Pasien nomor 4957, an. A, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  26. Pasien nomor 4959, an. EJW, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  27. Pasien nomor 4960, an. LA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
  28. Pasien nomor 4969, an. N, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  29. Pasien nomor 4970, an. DI, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Kandai II, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  30. Pasien nomor 4971, an. M, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  31. Pasien nomor 4972, an. R, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  32. Pasien nomor 4996, an. HP, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  33. Pasien nomor 5057, an. IGAMPS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  34. Pasien nomor 5060, an. BLES, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  35. Pasien nomor 5068, an. PAYP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  36. Pasien nomor 5074, an. M, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu.

Hari Senin terdapat 2 (dua) penambahan kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 5220, an. S, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 5297, an. AD, laki-laki, usia 81 tahun, penduduk Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi menegaskan, terus bertambahanya pasien positif menunjukkan bahwa kita belum sepenuhnya aman dari Covid-19. Ini juga menandakan bahwa kita masih harus terus waspada, patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Masing-masing diri kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri sekaligus orang lain. Tetap gunakan masker, jaga jarak, rajin mencuci tangan serta membiasakan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818

0211 8119




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 19 Desember 2020, Bertambah 28 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 10 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong,Laboratorium PCR Prodia Mataram, Laboratorium TCM RSUD Kota Bima dan LaboratoriumTCM RSUD Dompu mengkonfirmasi ada tambahan 28 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Sabtu (19/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah sebanyak 213 (dua ratus tiga belas) sampel dengan hasil 162 (seratus enam puluh dua) sampel negatif, 23 (dua puluh tiga) sampel positif ulangan, dan 28 (dua puluh delapan) sampel kasus baru positif Covid-19, 10 pasien sembuh, tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 28 (dua puluh delapan) kasus baru terkonfirmasi positif, 10 (sepuluh) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (19/12/20) sebanyak 5.239 (lima ribu dua ratus tiga puluh sembilan) orang, dengan perincian 4.408 (empat ribu empat ratus delapan) orang sudah sembuh, 269 (dua ratus enam puluh sembilan) meninggal dunia, serta 562 (lima ratus enam puluh dua) orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positi,” kata LaLu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 28 KASUS BARU POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 10 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 5212, an. VD, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  2. Pasien nomor 5213, an. K, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  3. Pasien nomor 5214, an. S, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  4. Pasien nomor 5215, an. I, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  5. Pasien nomor 5216, an. I, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  6. Pasien nomor 5217, an. A, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Sawe, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  7. Pasien nomor 5218, an. K, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  8. Pasien nomor 5219, an. MS, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  9. Pasien nomor 5220, an. S, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Bima;
  10. Pasien nomor 5221, an. A, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  11. Pasien nomor 5222, an. M, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  12. Pasien nomor 5223, an. AR, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  13. Pasien nomor 5224, an. F, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru Barat, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  14. Pasien nomor 5225, an. RR, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  15. Pasien nomor 5226, an. SM, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Mamben Daya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  16. Pasien nomor 5227, an. BF, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4967. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  17. Pasien nomor 5228, an. H, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Montong Tangi, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  18. Pasien nomor 5229, an. ATP, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  19. Pasien nomor 5230, an. M, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  20. Pasien nomor 5231, an. NKK, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  21. Pasien nomor 5232, an. NWPSL, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Desa Kokarlian, Kecamatan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  22. Pasien nomor 5233, an. NNS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Kokarlian, Kecamatan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  23. Pasien nomor 5234, an. AS, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Universitas Mataram;
  24. Pasien nomor 5235, an. M, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Universitas Mataram;
  25. Pasien nomor 5236, an. WT, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng Mataram;
  26. Pasien nomor 5237, an. WI, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng Mataram;
  27. Pasien nomor 5238, an. YYS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng Mataram;
  28. Pasien nomor 5239, an. SS, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Universitas Mataram.

Hari ini terdapat 10 (sepuluh) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3572, an. N, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Tangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 3573, an. ES, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Sie, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima;
  3. Pasien nomor 3575, an. J, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Sie, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima;
  4. Pasien nomor 4510, an. II, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4737, an. YDP, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4886, an. MYS, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4955, an. R, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 4956, an. BF, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 5081, an. F, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 5082, an. E, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Rumbuk Timur, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 




Launching Website Promosi Pariwisata ‘Lombok On’,  Lombok Siap Layani Wisatawan

Semua orang dapat berkontribusi untuk pengembangan portal Lombok On

MATARAM.lombokjournal.com

Website promosi pariwisata “Lombok On” dilaunching tepat di hari jadi NTB yang ke-62, Kamis (17/12/20) lalu.

Dengan melaunching website tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan pesan, NTB siap melayani wisatawan dengan Nurut Tatanan Baru, meski dunia tengah menghadapi  pandemi Covid -19.

Strategi promosi pariwisata dengan tatanan baru ini diinisiasi langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkiflimansyah bersama dengan para pegiat pariwisata di NTB sebagai tanda kalau Lombok sudah sangat siap menerima kembali kunjungan pariwisata.

“Lombok On menandakan Lombok sudah siap kembali menerima wisatawan. Tentunya dengan penerapan protokol covid-19 yang ketat,” kata Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini.

Dikatakan, strategi promosi pariwisata Lombok On ini merupakan kolaborasi pemerintah NTB dengan para pegiat pariwisata yang memungkinkan pemulihan sektor ini dapat bergerak lebih cepat.

“Kalau kita bergerak bersama-sama tentunya tidak ada yang berat. Saya sangat mengapresiasi semangat para pegiat pariwisata yang memberi wajah baru dalam promosi pariwisata,” tegas Doktor Ekonomi Industri ini.

Selanjutnya kata Bang Zul, mengenai Pulau Lombok dengan ragam pesona yang dimilikinya, adalah kekayaan yang telah lama dipersiapkan sebagai sebuah destinasi.

Kelengkapan potensinya menjadikan pulau ini relevan dengan segala jenis pariwisata. Kondisi yang sekaligus menjelaskan, kesejatian pariwisata itu ada di Pulau Lombok. Sebab Lombok adalah pariwisata itu sendiri.

“Alam Lombok sedang menunggu kunjungan Anda. Rencanakan segera perjalanan ke pulau indah yang menawarkan berbagai petualangan menarik ini. Kami siap menyambut Anda kembali,” katanya.

Dalam portal pariwisata www.lombokon.com ini, wisatawan dapat secara lengkap memperoleh informasi terkini mengenai lokasi destinasi wisata, kuliner hingga direktori bisnis di Lombok.

Disamping itu, semua orang dapat berpartisipasi dan berkontribusi untuk pengembangan portal Lombok On dan juga secara bebas dapat mengambil konten pada Lombok On untuk kemudian disebarkan lewat portal, blog juga media-media sosial lainnya.

Sherly (26) warga Ampenan, Kota Mataram mengaku sangat antusias setelah melihat Website ‘Lombok On’. Dirinya seakan terpanggil untuk segera berlibur, menjelajahi Lombok bersama keluarga.

“Video dan konten-konten dalam website Lombok On sangat menarik, banyak alam dan destinasi di Lombok yang ‘minta’ dijelajahi” ucap Sherly kepada media.

“Ternyata, banyak destinasi di Lombok yang belum saya datangi. Melihat Lombok On, jadi ingin berburu foto-foto lagi ” tutup Sherly yang memiliki hobi Fotografi tersebut.

Senada dengan Sherly, Edo (24) yang merupakan salah satu alumni Perguruan Tinggi di Yogyakarta mengaku kaget Pemprov NTB menyediakan website Lombok On yang didalamnya mengajak warga untuk berpartisipasi mempromosikan desa – desa wisata di NTB. “Ini keren, dengan Lombok On, semua desa wisata di NTB bisa punya portal promosi gratis” tutup Edo Takjub.

ikp@diskominfotik_ntb




Kenaikan Iuran Diiringi Makin Optimalnya Layanan BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan telah menetapkan komitmen layanan, baik di fasilitas kesehatan maupun pelayanan administrasi dan informasi kepesertaan

MATARAM.lombokjournal.com

Pasca penyesuaian iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 64 tahun 2020, BPJS Kesehatan terus melakukan upaya perbaikan kualitas layanan.

BPJS Kesehatan bersama dengan pemangku kepentingan terkait mendorong implementasi Program JKN-KIS agar dapat berkesinambungan dan manfaatnya makin dirasakan oleh peserta.

Perbaikan yang berkesinambungan lewat berbagai inovasi kemudahan layanan, transparansi informasi, serta mutu layanan, menunjukkan BPJS Kesehatan ingin adanya penyesuaian iuran akan berdampak pada kualitas layanan.

Pengamat kebijakan publik, Pambagio menilai, upaya peningkatan kualitas layanan setelah penyesuaian iuran sudah cukup baik. Pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi telah dioptimalkan pihak BPJS Kesehatan.

“Saya menyoroti, BPJS Kesehatan sudah tinggal lepas landas dan siap melakukan hal tersebut apalagi di era pandemi ini. Momentum ini juga harus dimanfaatkan agar masyarakat atau peserta JKN-KIS juga makin terbiasa,” ujar Pambagio.

Pambagio juga menilai dampak dari penyesuaian iuran JKN-KIS program ini sudah tidak ada beban utang klaim jatuh tempo ke fasilitas kesehatan.

Di samping itu, peningkatan kualitas layanan berbasis digital juga semakin memudahkan proses monitoring dan evaluasi.

Komitmen layanan BPJS Kesehatan

Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Pelayanan Primer BPJS Kesehatan, Ari Dwi Aryani mengungkapkan, sejak  awal BPJS Kesehatan telah menetapkan komitmen layanan, baik di fasilitas kesehatan maupun pelayanan administrasi dan informasi kepesertaan.

Lebih lanjut, di lingkup Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), BPJS telah menerapkan kemudahan konsultasi dokter tanpa tatap muka melalui aplikasi Mobile JKN Faskes dan antrean online di 15.394 FKTP.

Sementara itu, guna mengoptimalisasi pelaksanaan program promotif dan preventif, BPJS Kesehatan juga melakukan skrining riwayat kesehatan lewat aplikasi Mobile JKN, senam Prolanis secara daring serta optimalisasi pemantauan terhadap pasien penyakit kronis melalui program Prolanis.

“FKTP akan diberikan insentif jika melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut,” jelas Ari.

Ditambahkan, saat ini BPJS Kesehatan bersama Kementerian Kesehatan tengah melakukan pengembangan telemedicine. Perbedaannya, dengan konsultasi dokter tanpa tatap muka, yaitu dalam telemedicine ada terapi dan resep yang dikeluarkan yang saat ini sedang diuji coba pada lima wilayah di Indonesia.

Sedangkan di lingkup Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan (FKRTL), peningkatan mutu pelayanan itu diejawantahkan BPJS Kesehatan dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), khususya  hal-hal yang sering menjadi aduan peserta.

Untuk mendorong fasilitas kesehatan agar dapat memenuhi komitmen peningkatan kualitas layanan, Asisten Deputi Bidang Manajemen Fasilitas Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan, Unting Patri Wicaksono mengungkapkan, sejumlah indikator telah dimasukkan ke dalam perjanjian kerja sama.

Beberapa di antaranya, ketersediaan display tempat tidur yang terhubung dengan Aplicares, tidak adanya aduan peserta terkait iur biaya, aduan peserta terkait diskriminasi pelayanan, serta aduan peserta terkait kuota kamar perawatan.

Tidak hanya itu saja, rumah sakit pun diminta melakukan update rutin ketersediaan tempat tidur serta angka rujuk balik.

“Sampai dengan Oktober tahun 2020 secara nasional capaian kepatuhan fasilitas kesehatan terhadap perjanjian kerja sama mencapai 88,3 prsen,” jelas Unting.

Berdasarkan data per 1 Desember 2020, ketersediaan layanan antrean elektronik sudah mencapai 2.071 rumah sakit atau sekitar 94 persen, serta sebanyak 650 rumah sakit sudah terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN.

Selain itu, 2.082 rumah sakit (95 persen) sudah memiliki display ketersediaan tempat tidur dan rawatan yang terhubung dengan Aplicares yang bisa dicek lewat laman resmi BPJS Kesehatan (www.bpjs-kesehatan.go.id).

 

Ditambah, sudah terdapat 883 RS yang sudah mempunyai display tindakan operasi yang dikembangkan oleh manajemen RS. Display tempat tidur dan tindakan operasi secara bertahap telah diintegrasikan di Mobile JKN.

Lebih lanjut Unting menjelaskan, di awal sebelum pandemi Covid-19 BPJS Kesehtan sempat menerapkan skema finger print untuk simplifikasi peserta dalam menjalani tindakan cuci darah.

“Namun, untuk meminimalisir penyebaran virus ini kami tunda. Akan tetapi kami tetap memberikan kemudahan dalam hal proses rujukan, sehingga pasien pasien tak repot lagi mengulang dalam kepengurusan pembuatan surat rujukan dari FKTP,” kata Unting.

mul/ega/Detik.com

 

 




BPJS Kesehatan Melakukan Proses Registrasi Penerima Vaksin Covid-19 Gratis

Soal kriteria penerima vaksin itu bukanlah kewenangan BPJS Kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendapat tugas dari pemeritah untuk menjadi penanggung jawab proses registrasi pemberian vaksin corona (COVID-19) secara gratis untuk masyarakat.

Daam penjelasannya, Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, terkait pemberian vaksin Covid-19 itu tak ada syarat wajib bbagi masyarakat penerima vaksin tersebut.

Iqbal menjelaskan, vaksin gratis ini tak terbatas pada para peserta BPJS Kesehatan saja. Masyarakat umum yang tidak memiliki kepesertaan pun dipastikan tetap bisa menerima vaksin itu.

Tentu saja, mereka yang akan menerima haru sudah masuk dalam data sasaran penerima vaksin yang telah ditetapkan pemerintah.

” (Vaksin) Ini kan memang untuk semua masyarakat,” jelas Iqbal seperti dikutip dari Detikcom, Jumat (18/12/20).

Dengan demikian, masyarakat yang akan menerima vaksin Covid-19 tidak dilihat apakah pegang kartu BPJS atau tidak, jelas Iqbal.

Iqbal sendiri tak menjelaskan detail kriteria sasaran penerima vaksin. Ia tak bisa memberi bocoran, karena memang soal kriteria penerima vaksin itu bukanlah kewenangan BPJS Kesehatan. Melainkan ada di Komite Penanganan COVID-19 (KPC) PEN.

“Kalau vaksin ini kan ada data sasaran penerima COVID-19 oleh KPCPEN. Jadi itu kewenangan KPCPEN untuk menjawab,” jelasnya lebih lanjut.

Karena penerima vaksin itu tidak spesifik bagi peserta BPJS Kesehatan, bila ada masyarakat yang menunggak iuran BPJS Kesehatan bisa saja ada kemungkinan orang tersebut masih bisa menerima vaksin corona.

Menurut Iqbal, sejauh ini tak ada pemberitahuan bahwa lancar tidaknya iuran peserta BPJS jadi patokan penerima vaksin atau tidak.

“(Soal penunggak iuran BPJS) Tak ada kaitannya, vaksin itu harus tetp dibagikan” tegasnya.

Sebelumnya, BPJS Kesehatan ditugaskan pemerintah untuk memproses resgistrasi pemberian vaksinasi COVID-19. Dalam hal ini, BPJS Kesehatan telah menyediakan aplikasi khusus untuk pelayanan vaksinasi tersebut.

Nama aplikasinya adalah Primary Care (P-Care). Selain untuk registrasi, aplikasi ini juga berfungsi sebagai screening status kesehatan, serta mencatat dan melaporkan hasil pelayanan vaksinasi COVID-19.

Hanya saja aplikasi ini sendiri dikhususkan bagi para Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP/faskes), seperti Puskesmas, Klinik Pratama dan Dokter Praktik Mandiri. Bukan untuk mendaftar sendiri oleh masyarakat.

Jadi, proses registrasinya dilakukan saat masyarakat sudah menerima informasi dari pemerintah bahwa ia masuk dalam data sasaran penerima. Setelah itu, baru yang bersangkutan bisa mendatangi faskes (FKTP) penyedia layanan vaksinasi COVID-19 terdekat.

Di sana barulah masyarakat akan didaftarkan oleh faskes untuk dijadwalkan waktu dan lokasi vaksinasinya dan lain sebagainya.

wk/nidy/Detik.com




Sistem Rujukan Bukan untuk Membatasi Peserta JKN-KIS

Sudut pandang terkait sakit dan sembuh, antara dokter dan pasien yang kerap berbeda

MATARAM.lombokjournal.com

Peserta maupun non peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indoensia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan Badan Peyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, banyak yang masih mempertanyakan, mengapa saat berobat menggunakan kartu BPJS Keehatan harus ke puskesmas atau klinik dulu yang disebut sebagai fasilitas Kesehatan tahap pertama.

Mengapa tidak bisa langsung berobat ke rumah sakit? Ini penjelasan dari pihak BPJS Kesehatan.

“Kita (BPJS Kesehatan) seolah-olah membatasi yang dirujuk, seolah-olah ya. Padahal tidak. Kita tidak membatasi,” kata Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Primer BPJS Kesehatan, Ari Dwi Ariyani.

Dijelaskn Ari, saat pasien berobat ke puskesmas atau klinik maupun dokter umum yang termasuk dalam fasilitas kesehatan tahap pertama (FKTP), lebih dulu akan disaring perlu atau tidak merujuk pasien JKN yang datang.

“Dokter di FKTP, memiliki 144 kompetensi penyakit yang bisa ditangani. Jadi, dokter umum itu akan memfilter apakah kondisi pasien tersebut bisa dikerjakan sendiri atau tidak. Kalau bisa, tidak perlu dirujuk,” kata Ari.

Hal itu dijelaskannya dalam webinar Progres Upaya Perbaikan Kualitas Layanan Program JKN -KIS pada Rabu (16/12/20)

Kemudian ditegaskannya, dokter umum di Indonesia memang kompeten. Sebaiknya masyarakat terutama peserta JKN-KIS tidak perlu ragu akan kompetensi mereka.

“Jadi, ketika dirujuk ya harus dirujuk. Dengan ada 144 penyakit yang bisa diatasi ya akan diobati oleh dokter tersebut, kalau tidak bisa maka akan dirujuk,” Ari menjelaskan.

Selain itu, proses rujukan juga memiliki manfaat bagi pasien. Bila pasien yang termasuk dalam 144 penyakit yang bisa ditangani di puskesmas maupun klinik, tidak perlu ke rumah sakit yang mana penuh virus atau bakteri penyebab penyakit.

“Di RS juga ada banyak infeksi, kalau tidak penting sekali tidak perlu ke RS,” ujar Ari.

Persepsi Dokter berebeda dengan Pasien

Sudut pandang sakit dan sembuh antara dokter dan pasien yang kerap berbeda, turut membuat pasien banyak mengeluhkan tidak sembuh bila dirawat di puskesmas atau klinik.

Ari yang juga sebagai dokter umum ini memahami perbedaan sakit dan sembuh ini.

“Dokter bilang enggak apa-apa, tapi pasien merasa apa-apa. Misalnya saya, sebagai seorang dokter, ketika anak demam dan melihat bahwa ini demam yang tidak apa-apa ya tidak membawa anak ke rumah sakit. Berbeda dengan suami yang merasa bahwa demam harus dibawa ke rumah sakit,” tuturnya.

Perbedaan antara seorang dokter dan pasien yang tentu berbeda, membuat tujuh tahun sistem asuransi sosial BPJS Kesehatan berjalan, sistem rujukan masih menjadi isu hangat.

“Sehingga, hal ini yang perlu dipahami bersama.” tegas Ari.

Rr/BPJS Kes

 




Keindahan NTB Dipromosikan di Depan Ahli Geologi

Para ahli geologi diminta ikut menyosialisasikan keselamatan lingkungan khususnya pada sektor pertambangan liar

MATARAM.lombokjournal.com

Nusa Tenggara Bart adalah surganya dunia dan meminta para ahli tersebut untuk menceritakan keindahan ini ke seluruh dunia.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan itu di depan para ahli geologi yang tergabung dalam Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI).

“Saya atas nama pemerintah provinsi mengungkapkan terimakasih telah mengadakan even ke-49 di NTB, dan mudah-mudahan semua yang baik yang bapak ibu temui di sini itu, bisa diceritakan pada Indonesia dan dunia,” tuturnya saat memberikan sambutan pada acara pertemuan ilmiah tahunan IAGI di Killa Senggigi, Jumat (18/12/20).

Diceritakan, Provinsi NTB  terdiri dari dua pulau besar, Lombok dan Sumbawa, serta lebih dari 400 pulau pulau kecil, yang biasa disebut gili.

Gili-gili di NTB memiliki alam yang masih terjaga. Selain itu, Tuhan juga menganugerahkan kandungan alam yang luar biasa banyaknya.

Umi Rohmi, sapaan akrabnya menuturkan, Pemerintah NTB sangat mengetahui, keindahan dan kekayaan alam di provinsi tercinta ini sangat luar biasa.

Pemerintah Provinsi dengan pemerintah kabupaten kota sangat gencar dalam melakukan perlindungan dan pelestarian lingkungan, mulai dari memasifkan pengelolaan sampah hingga penghijauan kembali hutan-hutan yang gundul.

“Kami di NTB ini paham betul bahwa daerah ini luar biasa indah luar biasa kaya, dengan sumber daya alam. Jadi kami paham bahwa pelestarian lingkungan ini menjadi suatu kewajiban yang harus betul-betul kita perjuangkan bersama,” ujarnya.

Melalui kesempatan ini, Umi Rohmi meminta kepada para ahli geologi untuk ikut menyosialisasikan keselamatan lingkungan khususnya pada sektor pertambangan liar yang marak terjadi dan menimbulkan kerusakan lingkungan.

“Dalam kesempatan ini, saya tentunya ingin titip juga sama bapak ibu semua, yuk kita kampanyekan, supaya tidak ada tambang-tambang ilegal yang sangat membahayakan kehidupan kita. Karena kadang-kadang tambang ilegal yang kecil yang dikelola secara tidak bertanggung jawab, itu yang merusak citra secara keseluruhan,” ajaknya.

Perlu diketahui, pertemuan IAGI merupakan event ke-49 yang sangat dinantikan bagi para ahli geologi. Kalangan yang hadir dalam kegiatan ini berasal dari akademi, praktisi dan birokrasi.

Pertemuan yang dibalut dalam nuasan kekeluargaan menjadi ajang silaturrahmi dan berbagi ilmu bagi para ahli geologi dengan bidang kerja yang berbeda-beda dan keahlian yang berbeda-beda pula.

Pertemuan IAGI kali ini menjadi spesial, karena bertepatan dengan ulang tahun IAGI yang ke-60.

Di umur yang sudah cukup mapan, tentunya IAGI dituntut sebagai organisasi profesi yang dapat memberikan kontribusi yang besar bagi bangsa dan negara. Khususnya dalam bidang kebumian sehingga pembangunan yang berwawasan sumber daya dan bencana geologi dapat terlaksana.

Isu lingkungan menjadi isu yang sangat seksi akhir-akhir ini, mengingat meningkatnya jumlah penduduk yang meningkatkan kebutuhan akan komoditi geologi. Seperti bahan tambang dan kebutuhan akan ruang mengakibatkan isu-isu lingkungan semakin perlu untuk diperhatikan.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 18 Desember 2020, Bertambah 29 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 16 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Petugas kesehatan di kabupaten/kota diharapkan melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19

 

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia Mataram, Laboratorium TCM RSUD Bima dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi ada tambahan 29 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Jum’at (18/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 107 (seratus tujuh) sampel dengan hasil 77 (tujuh puluh tujuh) sampel negatif, 1 (satu) sampel positif ulangan, dan 29 (dua puluh sembilan) sampel kasus baru positif Covid-19, 16 pasien sembuh, tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 29 (dua puluh sembilan) kasus baru terkonfirmasi positif, 16 (enam belas) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (18/12/20) sebanyak 5.211 (lima ribu dua ratus sebelas) orang, dengan perincian 4.398 (empat ribu tiga ratus sembilan puluh delapan) orang sudah sembuh, 269 (dua ratus enam puluh sembilan) meninggal dunia, serta 544 (lima ratus empat puluh empat) orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Diharapkan, kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

TAMBAHAN 29 KASUS BARU POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUh 16 ORANG, tidak ada KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 5183, an. MY, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;.
  2. Pasien nomor 5184, an. ER, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  3. Pasien nomor 5185, an. E, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Tawali, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  4. Pasien nomor 5186, an. S, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  5. Pasien nomor 5187, an. H, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  6. Pasien nomor 5188, an. M, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Praya;
  7. Pasien nomor 5189, an. TSU, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Praya;
  8. Pasien nomor 5190, an. SW, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Gerantung, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  9. Pasien nomor 5191, an. RD, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Suangi Timur, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  10. Pasien nomor 5192, an. AM, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Jotang, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  11. Pasien nomor 5193, an. MVA, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Konte, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  12. Pasien nomor 5194, an. LL, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  13. Pasien nomor 5195, an. GAAPB, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  14. Pasien nomor 5196, an. EKS, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  15. Pasien nomor 5197, an. ZA, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Sepukur, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  16. Pasien nomor 5198, an. NMHW, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Sokong, KecamatanTanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  17. Pasien nomor 5199, an. LYIH, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  18. Pasien nomor 5200, an. EYG, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Tiwugalih, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  19. Pasien nomor 5201, an. KA, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  20. Pasien nomor 5202, an. MKFS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  21. Pasien nomor 5203, an. MIHH, laki-laki, usia 3 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4967. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  22. Pasien nomor 5204, an. S, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4968. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  23. Pasien nomor 5205, an. F, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4968. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  24. Pasien nomor 5206, an. PP, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Suangi, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  25. Pasien nomor 5207, an. HM, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  26. Pasien nomor 5208, an. MW, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram;
  27. Pasien nomor 5209, an. RAH, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;
  28. Pasien nomor 5210, an. FSR, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  29. Pasien nomor 5211, an. GK, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram.

Hari Kamis ini terdapat 16 (enam belas) tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 4700, an. AH, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 4743, an. SZH, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 4792, an. M, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  4. Pasien nomor 4798, an. A, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Lamusung, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  5. Pasien nomor 4821, an. BF, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 4825, an. AB, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4876, an. S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Leming, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 4885, an. DKH, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  9. Pasien nomor 4958, an. DAP, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  10. Pasien nomor 4963, an. AL, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Labuhan Kertasari, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  11. Pasien nomor 4964, an. H, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  12. Pasien nomor 4979, an. J, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  13. Pasien nomor 4980, an. K, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  14. Pasien nomor 4983, an. RK, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Leseng, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa;
  15. Pasien nomor 5096, an. T, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  16. Pasien nomor 5164, an. IKWP, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Penanganan Pandemi Covid-19 di NTB Dinilai Efektif

Melalui rekomendasi hasil pemeriksaan BPK, Pemprov NTB diharapkan melaksanakan perbaikan kebijakan yang tepat sasaran

MATARAM.lombokjournal.com

Dalam melakukan penanganan pandemi Covid-19, kinerja Pemerintah Provinsi NTB dinilai cukup efektif.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi NTB mengungkapkan itu, dalam penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja dan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) atas penangangan Pandemi Covid-19 di Auditorium BPK Perwakilan NTB, Jumat (18/12/20).

Gubernur Zulkieflimansyah

Kepala BPK Perwakilan Provinsi NTB, Hery Purwanto menjelaskan, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengukur, apakah penanganan pandemi Covid-19 telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Pemeriksaan kinerja atas efektivitas penanganan pandemi Covid-19 pada Pemprov NTB meliputi, pengelolaan atas pengujian, penelusuran kasus, perawatan dan edukasi serta sosialisasi,” jelasnya.

Melalui rekomendasi hasil pemeriksaan BPK, Pemprov NTB diharapkan membuat dan melaksanakan perbaikan kebijakan yang tepat sasaran.

“Mengingat rekomendasi hasil pemeriksaan mempunyai karakteristik, antara lain rekomendasi diberikan hanya kepada pihak yang bertanggung jawab dan rekomendasi harus disampaikan sejalan dengan tujuan, temuan dan kesimpulan hasil pemeriksaan, ” kata Hery Purwanto.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir dalam acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan tersebut, mengapresiasi sinergi yang telah dilakukan BPK NTB dengan Pemerintah Provinsi NTB dan DPRD Provinsi NTB dalam menangani masalah kesehatan Covid-19.

“Alhamdulilah kinerja BPK dengan Pemerintah Daerah sangat baik, sehingga BPK NTB dapat bekerja dengan maksimal dan semoga kerjasama ini bisa terus dilanjutkan,” tutur Gubernur NTB.

Wakil Ketua I DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi mengucapkan rasa syukurnya kepada BPK NTB yang telah memberikan saran dan masukan kepada Pemerintah Provinsi NTB.

Ia berharap sinergi dan kerjasama yang baik terus dijalankan untuk mengurangi kekeliruan dan dapat dijadikan pembelajaran bagi Pemerintah Daerah Provinsi NTB.

“Kami atas nama DPRD Provinsi NTB, terima kasih atas penyerahan LHP ini. Semoga dapat dijadikan pembelajaran bagi Pemerintah Daerah Provinsi NTB kedepannya,” kata Mori.

Rr/HmsNTB




Di Masa Pandemi, Perempuan Garda Terdepan Selamatkan Keluarga, Daerah dan Bangsa

Kaum  Perempuan harus jadi garda terdepan pelopori penegakkan protokol kesehatan

MATARAM.lombokjonurnal.com

Puncak perayaan Hari Ibu ke-92 bertema “Perempuan Berdaya Indonesia Maju”, yang juga rangkaian peringatan HUT ke-62 Provinsi NTB, digelar di Graha Bakti Praja Kantor Gubernur, Jumat (18/12/20).

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan, kaum perempuan di NTB bahkan di Indonesia untuk menjadi garda terdepan menyelamatkan diri, keluarga, daerahnya dan bangsanya dalam menegakkan protokol kesehatan selama masa pandemi ini.

“PR kita bersama adalah tentunya sekarang bagaimana semua itu tersinergi dalam melindungi keluarga kita bersama dan membantu pemerintah Provinsi NTB ini menjaga masyarakat dalam berkegiatan di masa pandemi ini dan tetap berdaya,” ungkap Umi Rohmi, sapaan Wagub NTB.

Umi Rohmi mengingatkan, seluruh organisasi wanita agar mampu memberdayakan seluruh ibu-ibu yang ada di lingkungan sehingga membentuk generasi emas demi masa depan NTB yang Gemilang.

“Ibu itu perannya luar biasa di dalam pembangunan keluarga dan lingkungan, suntikan energi dalam hal-hal positif terhadap keselamatan keluarga hingga paham betul tentang bagaimana menciptakan keluarga yang sejahtera dan anak yang cemerlang,” pesannya.

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Sesepuh Organisasi Wanita NTB mengatakan bahwa perempuan adalah pelopor dalam membawa keluarga dan masyarakatnya kembali sehat, kembali produktif dan menuju cita-cita bersama yaitu NTB Gemilang dan Indonesia maju.

Bunda Niken menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh Ibu yang ada di dunia ini atas perjuangan dan pengorbanannya untuk seluruh anak-anak di dunia ini.

Sebelumnya saat yang sama, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) NTB, Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi saat itu hadir sekaligus membacakan sejarah singkat Hari Ibu.

“jejak perjuangan para perempuan terdahulu telah menempuh jalan panjang untuk mewujudkan peranan dan kedudukan perempuan Indonesia dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Puncak perayaan hari Ibu kali ini dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Smeeton bersama seluruh Organisasi Wanita kabupaten/kota se- NTB dan di rangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada tiga Perempuan Inisiator di Prov. NTB.

Rr/HmsNTB