UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 27 Desember 2020, Bertambah 53 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 5 (Lima) Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Masyarakat diajak membiasakan diri dengan tatanan baru kehidupan, yakni disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com –

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi ada tambahan 53 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Minggu  (27/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 185 (seratus delapan puluh lima) sampel dengan hasil 122 (seratus dua puluh dua) sampel negatif, 10 (sepuluh) sampel positif ulangan, dan 53 (lima puluh tiga) sampel kasus baru positif Covid19, pasien sembuh 5 (lima) orang, tidak ada kasus kematian.

TAMBAHAN 53 KASUS POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 5 (LIMA) ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 5472, an. SA, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  2. Pasien nomor 5473, an. IB, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju Gerung;
  3. Pasien nomor 5474, an. JR, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  4. Pasien nomor 5475, an. S, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  5. Pasien nomor 5476, an. ES, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  6. Pasien nomor 5477, an. N, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  7. Pasien nomor 5478, an. PCS, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  8. Pasien nomor 5479, an. SD, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  9. Pasien nomor 5480, an. NB, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasane Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5347 dan 5348. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Kumbe;
  10. Pasien nomor 5481, an. MFH, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  11. Pasien nomor 5482, an. SWW, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasane Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Rasanae Timur;
  12. Pasien nomor 5483, an. MS, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Sebotok, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  13. Pasien nomor 5484, an. H, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  14. Pasien nomor 5485, an. MY, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  15. Pasien nomor 5486, an. MY, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  16. Pasien nomor 5487, an. N, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Jorok, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  17. Pasien nomor 5488, an. ARZ, laki-laki, usia 72 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5320. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  18. Pasien nomor 5489, an. B, perempuan, usia 75 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5320. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  19. Pasien nomor 5490, an. Y, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5320. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  20. Pasien nomor 5491, an. NY, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5267. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  21. Pasien nomor 5492, an. A, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5267. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  22. Pasien nomor 5493, an. OR, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  23. Pasien nomor 5494, an. R, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5267. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  24. Pasien nomor 5495, an. RA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  25. Pasien nomor 5496, an. AR, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  26. Pasien nomor 5497, an. Y, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Luk, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Rhee;
  27. Pasien nomor 5498, an. SH, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5264. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  28. Pasien nomor 5499, an. J, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5264. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  29. Pasien nomor 5500, an. FRW, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  30. Pasien nomor 5501, an. F, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  31. Pasien nomor 5502, an. DM, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  32. Pasien nomor 5503, an. MB, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  33. Pasien nomor 5504, an. S, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  34. Pasien nomor 5505, an. AP, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  35. Pasien nomor 5506, an. S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  36. Pasien nomor 5507, an. IKS, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  37. Pasien nomor 5508, an. S, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  38. Pasien nomor 5509, an. AAN, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Panji Sari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  39. Pasien nomor 5510, an. IGLBPI, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  40. Pasien nomor 5511, an. AY, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  41. Pasien nomor 5512, an. LIZ, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  42. Pasien nomor 5513, an. DA, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  43. Pasien nomor 5514, an. T, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  44. Pasien nomor 5515, an. R, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  45. Pasien nomor 5516, an. ABD, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  46. Pasien nomor 5517, an. A, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  47. Pasien nomor 5518, an. AF, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  48. Pasien nomor 5519, an. AN, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  49. Pasien nomor 5520, an. RA, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  50. Pasien nomor 5521, an. SR, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  51. Pasien nomor 5522, an. S, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  52. Pasien nomor 5523, an. D, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  53. Pasien nomor 5524, an. S, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram.

Hari ini terdapat 5 (lima) tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 4820, an. S, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 4877, an. MHM, laki-laki, usia 10 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 5086, an. AW, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat;
  4. Pasien nomor 5207, an. HM, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 5219, an. MS, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat.

Dengan adanya tambahan 53 (lima puluh tiga) kasus baru terkonfirmasi positif, 5 (lima) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu i (27/12/20) sebanyak 5.524 (lima ribu lima ratus dua puluh empat) orang, dengan perincian 4.556 (empat ribu lima ratus lima puluh enam) orang sudah sembuh, 281 (dua ratus delapan puluh satu) meninggal dunia, serta 687 (enam ratus delapan puluh tujuh) orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Masyarakat diajak membiasakan diri dengan tatanan baru kehidupan, yakni disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Tutup Tahun 2020, Biro Humas dan Protokol Bersama PR Ambassador Bagi-bagi Sembako

Menjadi edukasi bagi masyarakat betapa pentingnya menjaga kebersihan pantai

LOBAR.lombokjournal.com

Menutup tahun 2020, Biro Humas dan Protokol Setda NTB Bersama PR Ambassador bagi-bagi sembako dan bersih-bersih sampah di Pantai Cemara, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (26/12/20).

Karo Humas dan Protokol, Najamuddin Amy, S.Sos, M.Si mengatakan, kegiatan bersih-bersih pantai ini merupakan partisipasi Biro Humas dan Protokol bersama PR Ambassador, guna menghidupkan destinasi wisata.

Menurut Najamuddin, kebersihan adalah hal pertama yang dilihat wisatawan.

“Jadi kegiatan bersih-bersih pantai ini kami pilih sebagai bentuk kepedulian kami terhadap pariwisata,” ungkapnya.

Selain itu, bagi sembako di tempat yang sama untuk memotivasi masyarakat, agar tetap semangat membangun destinasi wisata di pantai Cemara.

Ia berharap masyarakat sekitar dapat menjaga, agar pantai Cemara ini tetap bersih dari sampah.

Bang Najam mengingatkan masyarakat, dalam setiap melakukan kegiatan yang produktif untuk tetap senantiasa menerapkan protokol kesehatan guna menghindari terjadinya penyeberan virus Covid-19.

“Cara kita menghindari Covid-19 ini yakni dengan disiplin untuk memakai masker, tetap menjaga jarak, mencuci tangan setelah melakukan aktivitas kita sehari-hari,” tutur Bang Najam.

PR Ambassador 2020, Niken Mulya yang juga hadir bersama PR Ambassador 2020 lainnya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan guna menjaga kebersihan destinasi wisata pantai Cemara.

Putri asal Sumbawa Barat ini juga mengajak para wisatawan untuk mengunjungi keindahan pantai yang saat masuk disambut dengan pepohonan bakau yang lebat pantainya, yang dihiasi oleh bukit-bukit kecil nan hijau yang memanjakan mata bagi setia orang yang berkunjung.

“Jadi desa wisata ini patut dimasukkan ke list objek wisata kunjungan kalian, wajib deh datang ke sini bagi wisatawan lokal maupun mancanegara,” ajaknya.

Rangga yang juga salah satu PR Ambassador 2020 mengatakan, kegiatan ini sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat betapa pentingnya menjaga kebersihan pantai dari sampah-sampah yang berserakan untuk kebaikan lingkungan sekitar.

“Kita melakukan kegiatan outbound ini untuk membantu masyarakat agar disiplin dalam membuang sampah, untuk menjaga ekosistem laut juga, untuk menjaga kenyamanan dari desa dan wisatawan, bersih sehat akan menyejahterakan lingkungan kita,” jelasnya.

Kepala Desa Lembar Selatan, H. Benny Basuki menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Biro Humas dan Protokol Setda NTB yang telah berkunjung dan memberikan bantuan kepada masyarakat di Pantai Cemara, yang merupakan salah satu destinasi andalan Desa Lembar Selatan.

Ia berharap dengan kedatangan rombongan ini, akan banyak lagi rombongan yang datang sehingga pendapatan masyarakat di pantai ini bisa meningkat.

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian Hut NTB ke-62, dan paket sembako sejumlah 30 paket yang terbagi bagi masyarakat sekitar pantai Cemare, merupakan sumbangan dari PR Ambassador dan Biro Humas dan Protokol beserta semua staf.

Rr/HmsNTB

 

 




Korban Puting Beliung di Bima Dapat Bantuan Gubernur

MATARAM.lombokjournal.com

Adanya pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kabupeten Bima dan sekitarnya menyebabkan hujan yang disertai angin yang cukup kencang pada harI Kamis (24/12/20), pukul 12.50-14.30 WITA, yang merusak sejumlah rumah warga di Kabupeten Bima.

“Akibat angin kencang meski dengan durasi yang tidak terlalu lama namun menyebabkan beberapa rumah warga di Dusun Lakeke RT 06, Dusun Kacamba RT 07, 08, dan RT 19 Desa Doridungga, Kecamatan Donggo Kabupaten Bima, mengalami rusak berat akibat angin puting beliung yang terjadi pada Rabu (24/12/2020), jam 14.30 Wita,” kata Bambang Hermawan, pejabat BPBD Kabupaen Bima.

Diperkirakan, sebanyak 13 rumah rusak berat dalam kejadian tersebut, antara lain rumah milik M. Ja’far, A.Bakar, Ona Saputra, Iso, Sri Endang, Ja’far, Ismail, Mustamin, Durais, Ramli, Amirudin, Bakri, Wahyuningsih

Menanggapi laporan bencana tersebut, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melalui Kalak BPBD NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugiharta, berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima saat itu juga untuk memetakan bantuan yang tepat.

“Kami telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupeten Bima untuk mengirimkan bantuan tanggap darurat. Besok (hari Jum’at, red) bantuan akan langsung diberikan melalui BPBD Kabupaten Bima. Sehingga bisa langsung sampai pada para korban,” ujar Sugiharta.

Hari Jum’at (25/12/20) Kepala Desa Doridungga, Jubaid A Wahab bersama beberapa korban, langsung menjemput bantuan ke BPBD Kabupeten Bima.

“Alhamdulillah, bantuan yang sesuai dengan kebutuhan kami telah diterima para korban bencana. Kami atas nama warga Desa Doridungga menyampaikan salut dan mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada Gubernur NTB, yang begitu cepat merespon dan membantu warga kami. Padahal hari ini libur nasional,” ujar Jubaid

Bantuan yang diterima berupa terpal 10 lembar, seng 100 lembar, paku seng 10 kg, 11 dus mie instan, dan 11 dus air mineral.

“Bantuan tersebut merupakan bantuan tanggap darurat, yang merupakan hasil kolaborasi dari Pak Gubernur NTB dan BPBD Kabupaten Bima,” tandas IGB. Sugiharta.

Rr/HmsNTB




Libur Natal dan Tahun Baru ke NTB, Harus Kantongi Hasil Uji Rapid Tes Antigen

Dilarang keras menyelenggarakan pesta perayaan tahun baru dan sejenisnya baik di dalam atau di luar ruangan

MATARAM.lombokjornal.com

Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Natal dan Tahun Baru di masa pandemi ini.

Dalam SE tersebut termuat sejumlah substansi penting yang harus diperhatikan oleh masyarakat untuk menghindari potensi penyebaran Covid-19.

Dalam SE Nomor 360/440/BPBDNTB/XII/2020 yang ditandatangani Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah tanggal 23 Desember 2020, beberapa poin yang penting yaitu ; pelaku perjalanan dalam negeri yang akan datang ke NTB, baik melalui transportasi udara, darat maupun laut harus menunjukkan surat keterangan hasil uji rapid tes antigen.

Surat keterangan hasil uji rapid tes berlaku selama 14 hari sejak diterbitkan. Selama masih berada di Provinsi NTB wajib memiliki surat keterangan hasil uji rapid tes antigen yang masih berlaku.

Bagi pelaku perjalanan dalam negeri yang berangkat dari NTB, surat keterangan hasil uji rapid tes antigen yang masih berlaku dapat digunakan untuk perjalanan kembali ke NTB, sedangkan untuk perjalanan dalam provinsi NTB dapat menggunakan rapid antibodi.

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan, dalam SE tersebut juga disampaikan, setiap orang, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang melaksanakan aktivitas selama libur NataL dan Tahun Baru,  wajib menaati protokol kesehatan.

“Memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, membatasi interaksi fisik atau jaga jarak, dan tidak boleh berkerumun,” kata Najamuddin Amy, Kamis (24/12/20).

Dalam edaran tersebut juga diterangkan bagi setiap orang, pelaku usaha, pengelola, penyelennggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum dilarang keras menyelenggarakan pesta perayaan tahun baru dan sejenisnya baik di dalam atau di luar ruangan.

Dilarang juga menggunakan petasan, kembang api dan sejenisnya serta dilarang minuman keras dan sejenisnya.

Substansi edaran tersebut juga mengamanatkan kepada Kepala Bupati/Walikota dan para pihak terkait lainnya agar mengkoordinasikan, mengkomunikasikan dan mensosialisasikan SE ini untuk dilaksanakan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.

Kepada jajaran TNI, Danrem 162/WB, Danlanal Mataram, Danlanud ZAM, Kapolda NTB serta Satpol PP untuk melakukan operasi penegakan disiplin selama Natal dan Tahun Baru.

“Edaran ini mulai berlaku pada tanggal 23 Desember 2020 sampai dengan tanggal 8 Januari 2021 dan akan dilakukan evaluasi secara ketat sesaui dengan perkembangan kasus temuan positif Covid-19,” jelasnya.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 25 Desember 2020, Bertambah 18 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 18  Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium PCR Dr. R Soedjono Selong mengkonfirmasi ada tambahan 32 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Jum’at (25/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 177 (seratus tujuh puluh tujuh) sampel dengan hasil 143 (seratus empat puluh tiga) sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 32 (tiga puluh dua) sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 18 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 32 (tiga puluh dua) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 18 (delapan belas) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (25/12/20) sebanyak 5.455 (lima ribu empat ratus lima puluh lima) orang, dengan perincian 4.526 (empat ribu lima ratus dua puluh enam) orang sudah sembuh, 277 (dua ratus tujuh puluh tujuh) meninggal dunia, serta 652 (enam ratus lima puluh dua) orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 32 KASUS POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 18 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 5424, an. DY, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 5425, an. KSF, perempuan, usia 11 tahun, penduduk Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram;
  3. Pasien nomor 5426, an. G, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kota Serang, Provinsi Banten. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram;
  4. Pasien nomor 5427, an. LA, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram;
  5. Pasien nomor 5428, an. SPAA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng Mataram;
  6. Pasien nomor 5429, an. PAKD, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kabupaten Singaraja, Provinsi Bali. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram;
  7. Pasien nomor 5430, an. DZ, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng Mataram;
  8. Pasien nomor 5431, an. S, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  9. Pasien nomor 5432, an. LD, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Marong, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Biomedika Mataram;
  10. Pasien nomor 5433, an. ER, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  11. Pasien nomor 5434, an. J, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  12. Pasien nomor 5435, an. P, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  13. Pasien nomor 5436, an. I, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5346. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  14. Pasien nomor 5437, an. A, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  15. Pasien nomor 5438, an. I, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Batuyang, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  16. Pasien nomor 5439, an. MS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Batuyang, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  17. Pasien nomor 5440, an. S, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  18. Pasien nomor 5441, an. SM, perempuan, usia 10 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 4967. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  19. Pasien nomor 5442, an. H, perempuan, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 4967. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  20. asien nomor 5443, an. RHI, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5080. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  21. Pasien nomor 5444, an. ZZ, perempuan, usia 11 tahun, penduduk Desa Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5205. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  22. Pasien nomor 5445, an. RLOT, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  23. Pasien nomor 5446, an. EK, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5329. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Labuhan Badas;
  24. Pasien nomor 5447, an. ESW, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5274. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  25. Pasien nomor 5448, an. DS, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5274. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  26. Pasien nomor 5449, an. MI, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  27. Pasien nomor 5450, an. SA, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  28. Pasien nomor 5451, an. NZ, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  29. Pasien nomor 5452, an. GPN, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Arab Kenangan, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  30. Pasien nomor 5453, an. DR, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  31. Pasien nomor 5454, an. ASM, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Air Suning, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  32. Pasien nomor 5455, an. AN, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat.

Hari Sabtu terdapat 18 (delapan belas) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 4923, an. N, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 4988, an. S, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 5013, an. N, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 5027, an. BS, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Pukat, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 5065, an. MAM, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Sandubaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 5099, an. CN, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 5158, an. DMY, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 5160, an. GJ, laki-laki, usia 8 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 5228, an. H, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Montong Tangi, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 5229, an. ATP, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 5275, an. M, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Mura, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat;
  12. Pasien nomor 5276, an. MS, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  13. Pasien nomor 5277, an. RR, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Arab Kenangan, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  14. Pasien nomor 5278, an. S, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  15. Pasien nomor 5280, an. C, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Arab Kenangan, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  16. Pasien nomor 5284, an. YAR, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Mura, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat;
  17. Pasien nomor 5294, an. C, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  18. Pasien nomor 5232, an. NWPSL, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Desa Kokarlian, Kecamatan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat.

Hari Jum’at ini juga terdapat 1 (satu) penambahan kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 5422, an. ZA, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Wisuda ke-XXXI, UNW Mataram Berkomitmen Berkhidmat untuk Negeri

UNW Mataram membuktikan mampu menjadi PTS yang siap sebagai Institusi yang mengabdi dan berkhidmat untuk kemajuan Bangsa dan Negara

MATARAM.lombokjournal.com

Universitas Nadlatul Wathan (UNW) Mataram menggelar wisuda sarjana strata satu dan program diploma tiga yang ke XXXI dengan jumlah 456 peserta di Ballroom Hotel Grandlegi Mataram, Rabu (23/12/20).

Dr. TGH. Lalu M. Abdul Muhyi Abidin MA

Rektor UNW Mataram, Dr. TGH. Lalu M. Abdul Muhyi Abidinn MA mengucapkan selamat kepada seluruh peserta wisuda atas penyelesaian studinya di UNW Mataram.

“Akhirnya, hari ini merupakan Momentum yang sangat dinantikan oleh seluruh Mahasiswa, kami ucapkan selamat kepada adik-adik peserta Wisuda atas telah dinyatakan lulus sebagai Penyandang Gelar Sarjana di Universitas Nahdlatul Wathan Mataram,” ungkapnya

Ucapan terimakasihnya juga disampaikan kepada seluruh Civitas Akademika dan seluruh jajaran Panitia yang telah bekerja secara ikhlas hingga terlaksananya kegiatan Rapat Senat Tebuka yang ke XXXI tersebut.

“Terimakasih dan selamat kepada seluruh dosen dan karyawan UNW Mataram atas komitmen dalam melaksanakan tugas secara ikhlas, yakin dan Istiqomah dalam  mendidik, membimbing serta melayani mahasiswa hingga menyelsaikan studinya semua itu demi kemajuan organisasi dalam bidang Pendidikan dan kepada seluruh Jajaran kepanitiaan yang telah menyukseskan kegiatan ini, insyallah semoga bakti semua pihak tercatat sebagai amal jariah,” ucapnya

TGH. Muhyi juga mengungkap, pekan Lalu UNW Mataram telah berhasil meraih predikat ke III untuk Kategori Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan Perolehan hibah penelitian dan pengabdian masyararakat terbanyak tahun 2020 dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII.

Menurutnya, dengan Raihan Predikat tersebut, UNW Mataram telah membuktikan diri mampu menjadi PTS yang siap dan Siaga mengabdikan diri sebagai Institusi yang mengabdi dan berkhidmat untuk kemajuan Bangsa dan Negara.

“Alhamdulillah UNW Mataram telah berhasil meraih predikat III untuk PTS penerima Hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun 2020” ungkapanya

Selain itu, saat ini UNW Mataram telah mempunyai sebanyak 9 Orang Kandidat Doktor yang akan menyelesaikan studinya diberbagai Perguruan tinggi baik di Luar Maupun dalam Negeri, karena itu UNW Mataram akan menambahkan Program Si S1 Kesehatan, Profesi dan Pasca Sarjana Sosial.

“Saat ini UNW Mataram sedang menyiapkan berkas untuk penambahan Prodi S1 Kesehatan, Profesi dan Pasca Sarjana Sosial karena saat ini sebanyak 9 kandidat Doktor UNW Mataram sedang berjuang menyelesaikan Studinya” Paparnya

Menutup Pidatonya, TGH. Muhyi juga menitipkan pesan kepada Seluruh peserta Wisuda untuk Para Orang Tua dan Wali Mereka yang Saat ini tidak bisa mendampingi secara Langsung Prosesi Wisuda kali ini terkait Pandemi Covid-19, Namun ia meyakinkan Seluruh peserta Wisuda Bahwa UNW Mataram merupakan Kampus tempat bernaungnya Keberkahan Ilmu, karena Berkah dari Pendiri UNW yang merupakan Seorang Ulama Tersohor di Tanah Air bahkan Dunia.

‘’ Menuntut Ilmu di UNW Mataram adalah keberkahan, inysallah biiznillah semua barokah ilmunya dan Hidupnya, sebagaimana yang kita ketahui Bahwa Pendiri dari UNW adalah seorang Ulama tersohor di Tanah Air bahkan dunia, juga merupakan Pahlawan Nasional Asal NTB yang telah menjadi Milik semua Masyarakat di Tanah Air tercinta, Sampaikan Salam permohonan Kami kepada para Orang Tua dan Wali adik-adik Sekalian terkait Kendala Pandemi ini sehingga tidak bisa menemani keberlangsungan Acara Wisuda kali ini, harapan kami teruslah berbakti kepada Orang Tua, Agama, Negara dan Bangsa dimanapun Kalian Berada,’’ harapnya

Sementara Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa dalam Sambutannya melalu Sambungan virtual mengucapkan Selamat kepada Seluruh peserta Wisuda dan Sivitas akademika UNW Mataram atas terlaksananya Wisuda ke XXXI .

“Prosesi Wisuda yang dilaksanakan hari ini telah membuktikan UNW Mataram sebagai Perguruan Tinggi yang mampu terus berjalan di tengah Pandemi Covid-19,” ungkapnya

Nengah Juga Mengingatkan untuk Peserta Wisuda agar terus berupaya untuk survive dan Kreatif ditengah Perkembangan dan tantangan Zaman yang berubah begitu Cepat.

“Pesan saya jangan pernah takut, hari ini telah mengantarkan kalian untuk dua Hal yakni menrima pekerjaan atau menciptakan pekerjaan, teruslah berkarya dan berkontribusi, jika tidak dapat pekerjaan Ciptakanlah Pekerjaan,” cetusnya

Dalam kesempatan Rapat Senat Terbuka tersebut, hadir Pula secara Virtul, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, Raden Tuan Guru Bajang Kyai H. Lalu Gede M. Zainuddin Atsani. Dalam sambutannya Ketum PBNW turut mengucapkan Selamat kepada seluruh peserta Wisuda UNW Mataram yang ke XXXI.

“Selamat kepada seluruh Mahasiswa yang telah dinyatakan Lulus, selepas ini kembalilah mengabdikan diri kepada Masyarakat sesuai pesan dan Ketauladan dari Pendiri UNW Mataram Ninikda Maulanasyaikh TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid,” ungkapanya

Ketum PBNW juga mengingatkan kepada semua Hadirin untuk meletakkan Akhlak menjadi Pondasi dalam melakukan suatu tindakan, karena menurutnya Semua tindakan tanpa Akhlak tidak akan berguna.

“Sehebat apapun jika tidak didasari dengan akhlak yang baik tidak ada artinya. UNW Mataram ini mengajarkan akhlak yang baik untuk itu mari tebarkan kabaikan di masyarakat” lanjutnya

Di sisi lain, Peserta Wisuda M. Khairul Fatihin, meyakini, UNW Mataram merupakan Kampus yang berbeda dari yang lainnya, menurutnya, selama ia mengenyam pendidikan di UNW Mataram Banyak Hal yang berbeda dari Perguruan Tinggi lainnya.

“saya mempunyai keyakinan siapapun yang menuntut ilmu di UNW Mataram maka dia mendapatkan keberkahan. inilah kesan saya pertama masuk di UNW Mataram, belajar di UNW Mataram sesungguhnya tersambungnya mata rantai keilmuan sampai Rasulullah SAW, Saya berharap UNW Mataram menjadi universitas  yang unggul sesuai dengan harapan kita bersama,’’ ucapnya

Fatihin juga merasa bangga telah Lulus di Perguruan Tinggi yang didirikan oleh Ulama Masyhur sekaligus Pahlwan Nasional dari NTB. Almaghfurlah Maulanasyaikh TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid.

“Tentu saya merasa bangga telah diwisudakan dikampus yang penuh keberkahan, dikampus yang didirikan oleh Pahlawan Nasional, Ulama besar” tandasnya

Wisuda kali ini juga dirangkaikan dengan Penyerahan Penghargaan kepada Ketua Yayasan Pendidikan Darul Mujahidin Nahdlatul Wathan” Umi Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid yang telah berjuang sepenuh Ikhlas memperjuangkan Cita-cita dari Ayahandanya TGKH M Zainuddin Abdul Madjid selaku pendiri UNW Mataram dalam meningkatkan Mutu pendidikan untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa dan Negara.

Me (*)




Disbudpar Ekspos Publik Hibah Pariwisata KLU 2020

TANJUNG.lombokjournal.com

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Vidi Eka Kusuma MSi bersama Inspektur Inspektorat Lombok Utara, H Zulpadli SE didampingi Kabid Pendapatan Bapenda KLU, Arifin SSos, melakukan kegiatan ekspos publik dana hibah Pemulihan Ekonomi aspek Pariwisata yang diterima pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Selasa (22/12/20).

Hadir dalam kegiatan itu, Auditor dari pihak BPKP RI Perwakilan NTB, Katuk Laksono Haryadi.

Kegiatan tersebut dipandu Kabag Humas dan Protokol Setda KLU, Mujaddid Muhas MA yang dihadiri beberapa pewarta baik media cetak, elektronik maupun online.

Vidi Eka Kusuma

Kadis Budpar KLU, Vidi Eka Kusuma MSi menyampaikan, dana hibah pariwisata yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berdasarkan SK nomor.S-244/MK/7/2020, tanggal 12 Oktober 2020 tentang penetapan hibah pariwisata adalah sebesar Rp.15.324.430.000,-.

Dana tersebut terbagi untuk beberapa peruntukan sesuai dengan keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif nomor KM/694/PL/07.02/M-K/2020, tanggal 9 Oktober 2020, tentang petunjuk teknis hibah pariwisata dalam rangka pemulihan ekonomi nasional tahun anggaran 2020.

“Alokasi 70 persen untuk hotel dan restoran sebesar Rp.10.727.101.000,-,  alokasi 25 persen untuk pelaksanaan kegiatan pariwisata di daerah serta pelaksanaan kegiatan pemulihan ekonomi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebesar Rp. 4.367.462.550,-. Sedangkan alokasi 5 persen untuk biaya operasional pelaksanaan hibah pariwisata dan pengawasan sebesar Rp. 229.866.450,-,” urainya.

Dikatakannya, total calon penerima  hibah 189 pemohon, kemudian diverifikasi. 142 di antaranya dinyatakan layak menerima hibah pariwisata tersebut.

Selanjutnya diadakan review oleh APIP, sehingga direkomendasikan final 121 hotel dan restoran yang memenuhi syarat untuk menerima hibah pariwisata tersebut.

Penyalurannya dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama pada tanggal 16 Desember 2020, dicairkan sebesar Rp.4.097.123.313,-. Kepada 41 hotel dan restoran.

Selanjutnya tanggal 22 Desember 2020 dicairkan sebesar Rp.2.995.872.249,- untuk 80 hotel dan restoran sehingga total pencairan Rp.7.092.995.562. atau 99,98 persen tersalurkan dari SK penerima yang ditetapkan.

“Besaran penerima hibah ini bervariasi tergantung prosentase kepatuhan mereka terhadap kontribusinya pada PAD. Dari besaran ini ada yang terbesar dan terkecil. Adapun yang terbesar sekitar 600 jutaan dan yang terkecil berkisar 50 ribuan,” imbuhnya.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat KLU H Zulpadli mengatakan Bantuan Hibah Pariwisata Pemulihan Ekonomi Nasional yang dikelola oleh Disbudar KLU diberikan kepada kelembagaan, bukan kepada perorangan, melalui mekanisme pengajuan dan review dari APIP Inspektorat KLU dan review atas review dari BPKP RI Perwakilan NTB.

Sedangkan dari unsur BPKP RI Perwakilan NTB, Auditor Katuk Laksono Haryadi menyatakan mekanisme pencairan tidak dilakukan langsung. Review BPKP NTB masih sedang proses terhadap review dari APIP Inspektorat KLU sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kabid Pendapatan Bapenda KLU Arifin SSos menyampaikan, PAD di Lombok Utara tahun 2020 mengalami kemorosotan akibatan pandemi. PAD di KLU 60 persen dari kawasan Gili, sedangkan 40 persen dari luar Gili. Dikatakan pula, penerima hibah adalah hotel dan restoran yang melakukan pembayaran pajak (PAD) Januari-Desember 2019.

Diharapkan melalui bantuan hibah, pihak hotel dan restoran dapat kembali pulih dan normal.

Pemulihan ekonomi pada masa pandemi, khususnya pariwisata di KLU memerlukan partisipasi dari stakeholders untuk secara bersama, membangkitkan kembali pariwisata di Lombok Utara.

wld




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 24 Desember 2020, Bertambah 24 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 5 (Lima) Orang, Kasus Kematian 1 (Satu)) Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium PCR Prodia Mataram mengkonfirmasi ada tambahan 24 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Kamis (24/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 245 (dua ratus empat puluh lima) sampel dengan hasil 220 (dua ratus dua puluh) sampel negatif, 1 (satu) sampel positif ulangan, dan 24 (dua puluh empat) sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 5 (lima) orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dengan adanya tambahan 24 (dua puluh empat) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 5 (lima) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (24/12/2020) sebanyak 5.423 (lima ribu empat ratus dua puluh tiga) orang, dengan perincian 4.508 (empat ribu lima ratus delapan) orang sudah sembuh, 276 (dua ratus tujuh puluh enam) meninggal dunia, serta 639 (enam ratus tiga puluh sembilan) orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gia Aryadi.

TAMBAHAN 24 KASUS POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 5 (lima) ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 5400, an. N, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Tolotongga Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  2. Pasien nomor 5401, an. FT, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kota Jakarta Selatan. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 5402, an. BSA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5296. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 5403, an. NLMDD, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 5404, an. LHR, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 5405, an. N, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Sania, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  7. Pasien nomor 5406, an. AR, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Nanga Wera, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  8. Pasien nomor 5407, an. KSA, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  9. Pasien nomor 5408, an. M, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Montabaru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  10. Pasien nomor 5409, an. FR, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  11. Pasien nomor 5410, an. AAG, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  12. Pasien nomor 5411, an. HK, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  13. Pasien nomor 5412, an. IA, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Kandai I, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  14. Pasien nomor 5413, an. S, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  15. Pasien nomor 5414, an. RA, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Montabaru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  16. Pasien nomor 5415, an. IWM, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  17. Pasien nomor 5416, an. CA, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  18. Pasien nomor 5417, an. AJA, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  19. Pasien nomor 5418, an. N, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Boak, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  20. Pasien nomor 5419, an. MJ, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  21. Pasien nomor 5420, an. T, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji,Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  22. Pasien nomor 5421, an. J, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  23. Pasien nomor 5422, an. ZA, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  24. Pasien nomor 5423, an. S, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal.

Hari Kamis ini terdapat 5 (lima) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu:

  1. Pasien nomor 4107, an. S, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Tengah, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 4147, an. LEJ, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Dete, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 5085, an. INP, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat;
  4. Pasien nomor 5211, an. GK, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 5233, an. NNS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Kokarlian, Kecamatan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat.

Hari Kamis terdapat 1 (satu) penambahan kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 5423, an. S, lakilaki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Bupati Lombok Utara Hadiri Peringatan Hari Ibu 2020

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH didampingi Pj Sekda Kabupaten Lombok Utara (KLU) Drs H Raden Nurjati, menghadiri peringatan Hari Ibu ke-92 tahun 2020 di Aula Bupati (22/12/20).

Hadir pula Ketua TP PKK KLU Hj Rohani SPdI, Ketua GOW Nani Cahyani SE MM, Para Asisten, Camat Lingkup Pemda KLU, Organisasi Kewanitaan se-KLU serta tamu undangan lainnya.

Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH mengemukakan berbahagia berada di tengah-tengah para ibu.

“Hari ini adalah hari yang mulia, ibu kita adalah malaikat untuk kita semua,” kata Bupati Najmul.

Bupati berpesan kepada para ibu, baik sebagai istri maupun sebagai ibu untuk  lebih memerhatikan masa new normal, walaupun itu sulit.

“Berbeda covid dengan gempa, ketika gempa sumbangan itu mencari kita,  tetapi ketika covid ini tidak ada bantuan karena seluruh dunia mengalami. Disinilah peran ibu-ibu untuk mempertahankan ketahanan pangan keluarga, dengan mengikuti protokol covid. Selamat Hari Ibu,” imbuhnya.

Ketua Panitia Pelaksana Peringatan Hari Ibu, Ni Luh Tesy SPd dalam laporannya mengatakan, peringatan hari ibu yang ke-92 berbeda dengan peringatan pada tahun-tahun sebelumnya.

Saat ini sedang dalam bencana wabah Covid-19. Harus berjuang mencegah penyebaran Covid-19 serta bisa beradaptasi untuk bertahan di masa pandemi.

“Kondisi kita di tengah himpitan ekonomi, ternyata perempuan Indonesia banyak mengambil peran penting dalam semangat juang perempuan dari zaman ke zaman,” tuturnya.

Rangkaian Peringatan Hari Ibu dilanjutkan dengan penyerahan bunga oleh Ketua GOW kepada Bupati Najmul dan pemotongan tumpeng oleh bupati didampingi penjabat Sekda, Ketua TP PKK KLU, Ketua GOW KLU.

Acara ditutup dengan penyerahan bantuan kepada warga korban kebakaran di Dusun Lendang Galuh didampingi Kades Sigar Penjalin.

sas




Gubernur Silaturahim dengan Tomas, Toga dan Pemuda di Lenek

Kata Bang Zul, pemimpin bukanlah raja, pemimpin itu dipilih  masyarakat untuk melayani masyarakat

MATARAM.lomokjournl.com

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah bersilaturrahim dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda perwakilan dari Kecamatan Lenek, Aikmel, Pringgabaya, Suralaga dan Wanasaba, yang berlangsung di Lenek, Kabupaten Lombok Timur, Rabu (23/12/20).

Di hadapan masyarakat Gubernur menyampaikan, permintaan masyarakat sangat sederhana, cukup minta dikunjungi oleh pemimpinnya, bukan hanya saat Pilkada, namun kapan saja, apa pun acaranya, keberadaan seorang pemimpin harus tetap ada.

“Permintaan masyarakat cukup sederhana, hanya minta silaturrahim harus terjaga, bukan datang pada saat musim Pilkada saja,” ungkap Gubernur.

Seorang pemimpin, lanjut Bang Zul, bukanlah seorang raja, pemimpin itu dipilih oleh masyarakat untuk melayani masyarakat, bukan dilayani masyarakat.

Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu meluangkan waktu lebih banyak untuk masyarakatnya.

“Terkadang seorang pemimpin dilayani seperti raja. Sepatu hingga kacamatanya ada yang bawakan, tapi pelayanan kepada masyarakat sangat kurang, tentu itu tidak baik,” ujar Bang Zul di hadapan puluhan Kepala Desa dan Tokoh Agama.

Dalam kesempatan tersebut Bang Zul mengatakan, pemerintah menjadi garda terdepan sekaligus sebagai mediator, fasilitator dalam upaya memajukan daerah terutama di pedesaan.

Menurutnya, kini desa tidak lagi identik dengan keterbelakangan, namun justru menjadi tempat yang nyaman, indah dan juga tempat berkontribusi menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat serta mampu menularkan nilai-nilai baik bagi daerah lainnya.

“Dan telah kita buktikan, saat ini desa merupakan ujung tombak kemajuan pembangunan daerah. ” ungkap Bang Zul.

Menurutnya, desa dapat membuka mata masyarakat setempat, bahwa ternyata di desa banyak melahirkan karya karya terbaik. Sebut saja industrialisasi berbasis UMKM, Mahadesa TDC dan yang terbaru program seribu desa sapi hadir untuk menunjang kemajuan pembangunan daerah.

Salah seorang warga, Ramdhani, mengaku bangga dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur NTB tersebut. Menurutnya, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang rajin turun ke masyarakat, mendengar masukan masyarakat, bersahaja dan tidak berperilaku seperti raja.

“Betul pak Gubernur, terkadang ada pemimpin yang dikawal sepeti raja. Karena itu, kadang kami masyarakat canggung untuk menyapa,” ujar pria asal Pringgabaya tersebut.

Rr/HmsNTB