Maiq Meres Siap Hadapi Gugatan Paslon Manthab di MK

Paslon H Lalu Pathul Bahri – HM Nursiah (Maiq Meres) mendapatkan perolehan suara sebanyak 199, 299 suara, atau sekira 38,1 persen suara. Sedang pasangan nomor 3 H Masrun – H Habib Ziadi (Manthab) dengan perolehan sebanyak 155,391 suara, atau sekira 29,7 persen

MATARAM.lombokjournal.com

Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Lombok Tengah Nomor urut 4, H Pathul Bahri – HM Nursiah (Maiq Meres) menyatakan siap menghadapi gugatan dari pihak yang merasa kurang puas dengan hasil Pilkada Lombok Tengah yang berlangsung 9 Desember 2020 lalu.

Ketua tim hukum Maiq Meres, Ali Al-Khairi SH yang juga Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, didampingi anggota  Mizanul Jihad MH dan Syahrul Mustofa MH, mengatakan siap menghadapi gugatan di Mahmakah Konstitusi.

“Kami sebagai tim hukum, siap menghadapi gugatan di Mahmakah Konstitusi, dan akan memaksimalkan kesempatan yang diberikan oleh konstitusi sebagai pihak terkait pada sidang PHPPilkada,” kata Ali Al-Khairi SH, Selasa (29/12) di Mataram.

Kesiapannya itu disampaikannya menanggapi gugatan yang diajukan paslon Nomor 3 di Pilkada Lombok Tengah, H Masrun – H Habib Ziadi (Manthab), yang telah mengajukan permohonan/gugatan Perselisihan Hasil Penghitungan Pilkada (PHPPilkada) melalui MK tertanggal 21 Desember 2020.

Menurut Ali, konstitusi kita (UU Pilkada dan juga Peraturan Mahkamah Konstiusi-PMK) memberi ruang yang terbuka kepada semua paslon, yang kurang puas dengan Penetapan hasil perhitungan suara sesuai Ketetapan Rapat Pleno KPUD Kabupaten Lombok Tengah tertanggal 16 Desember 2020, untuk mengajukan Permohonan kepada MK.

Tetapi mesti diingat,UU No 6 tahun 2020 mengatur mengenai ambang batas selisih suara yg permohonannya dapat diajukan ke MK. Sebaliknya, paslon 04 pun memiliki kedudukan serta hak yang sama di depan majelis konstitusi nantinya sebagai Pihak Terkait.

“Yang jelas bagi kami, kemenangan Maiq Meres sudah melalui mekanisme demokrasi yang baik, lewat pemilihan langsung di Pilkada Lombok Tengah 2020,” tandas pria yang pernah menjabat Eksekutif Daerah Walhi NTB ini.

Menurutnya, sebagai warga negara yang taat dan menghormati hukum, maka Paslon Maiq Meres selalu siap menghadapi gugatan termasuk yang dilayangkan paslon nomor 3 Manthab ke MK.

Ali Al-Khairi menekankan, Pilkada Lombok Tengah sudah berjalan baik dan lancar. Selain itu, secara umum sudah terselenggara secara jujur, adil, dan berkualitas.

“Sehingga kami dari tim hukum paslon nomor urut 4 atau Maiq Meres yakin bisa memastikan bahwa kemenangan Maiq Meres sudah sangat fair,” ujarnya.

Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi tingkat Kabupaten perolehan suara pemilihan calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah di Pilkada 2020 yang dilakukan KPU Lombok Tengah, beberapa waktu lalu, pasangan Maiq Meres unggul di Pilkada Lombok Tengah dibanding empat paslon pesaingnya.

Data KPU Loteng menyebutkan, paslon nomor 4 H Lalu Pathul Bahri – HM Nursiah mendapatkan perolehan suara sebanyak 199, 299 suara, atau sekira 38,1 persen suara.

Disusul pasangan nomor 3 H Masrun – H Habib Ziadi (Manthab) dengan perolehan sebanyak 155,391 suara, atau sekira 29,7 persen. Kemudian paslon nomor urut 2 Ahmad Ziadi-Lalu Aswatara (Wayent Wah) dengan perolehan 83,620 suara atau sekira 16,0 persen.

Disusul paslon nomor 1 Hj Lale Prayatni – H Sumum (PAS) dengan perolehan 67,258 suara, atau sekira 12,9 persen, dan paslon nomor urut 5 Saswadi-Dahrum dengan perolehan 16.974 suara atau sekira 3,3 persen.

Ali mengapresiasi kinerja penyelenggara Pilkada Serentak di Lombok Tengah, dalam hal ini KPU dan Bawaslu Lombok Tengah, juga pihak terkait lainnya seperti Polres dan Kodim Lombok Tengah, atas sukses dan lancarnya penyelenggaraan Pilkada di Lombok Tengah.

Ia mengatakan, selain aman dan lancar, keberhasilan juga terlihat dari tingkat partisipasi pemilih di Lombok Tengah juga meningkat dibandingkan dengan partisipasi pemilih tahun 2015 lalu.

Partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 ini sebanyak 71,16 persen atau 534.565 dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 751.236 . Sedangkan partisipasi pemilih di Pilkada 2015 hanya berkisar 61,14 persen.

“Kami apresiasi KPU, Bawaslu, serta kepolisian dan TNI di Lombok Tengah yang sudah menciptakan Pilkada yang baik dan lancar di Lombok Tengah. Terutama juga kepada masyarakat Lombok Tengah yang sudah menentukan pilihannya dalam Pilkada yang jujur, adil, dan berkualitas di Lombok Tengah,” tegasnya.

Me




Aplikasi Mobile JKN Digandrungi Kaum Milenial

Selain berkonsultasi dengan dokter pada aplikasi Mobile JKN, juga bisa untuk merubah FKTP dari peserta melalui aplikasi ini

MATARAM.lombokjournal.com

Sejak diluncurkannya aplikasi Mobile JKN oleh BPJS Kesehatan, kini aplikasi semakin menjadi primadona di kalangan masyarakat, terutama kalangan anak milenial.

Dengan adanya aplikasi Mobile JKN ini, seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sangat dipermudah.

Seperti yang dirasakan salah satu peserta JKN-KIS Ovi Shopia (20), warga asal Ampenan, Kota Mataram. Saat ditemui di sela-sela kesibukannya, wanita muda yang biasa dipanggil Ovi ini mengaku semakin merasakan kemudahan dengan hadirnya aplikasi Mobile JKN.

Ovi pun telah mengunduh dan kerap menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk berkonsultasi dengan dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Ia tidak perlu datang dan berlama-lama mengantre di FKTP hanya untuk berkonsultasi dengan dokter.

“Adanya aplikasi Mobile JKN ini tentunya semua sudah sangat dipermudah oleh BPJS Kesehatan. Apalagi di masa pandemi Covid-19, membuat saya takut untuk berpergian ke luar rumah. Dengan aplikasi Mobile JKN, sekarang saya tidak perlu pergi ke fasilitas kesehatan dan mengantre lama, cukup mengambil handphone dengan mencari menu aplikasi Mobile JKN, segalanya telah tersedia pada aplikasi ini,” ungkap Ovi.

Tak hanya itu, manfaat lain yang didapat Ovi selain berkonsultasi dengan dokter pada aplikasi Mobile JKN, ia pun pernah mencoba untuk merubah FKTP miliknya melalui aplikasi Mobile JKN.

“Jujur saya sentak kaget, setelah saya lihat pada menu aplikasi Mobile JKN, ternyata di sana ada menu pilihan untuk merubah FKTP sendiri sehingga saya tidak perlu repot datang ke Kantor BPJS Kesehatan hanya untuk merubah FKTP saja, sangat luar biasa aplikasi ini,” ungkapnya pada tim Jamkesnews.

Berbekal dari hal yang ia ceritakan tersebut, ia pun mengapresiasi BPJS Kesehatan karena selalu berinovasi memudahkan masyarakat dan peserta.

“Menurut saya, aplikasi Mobile JKN adalah aplikasi yang sangat memberikan manfaat dan kemudahan. Terima kasih BPJS Kesehatan yang sudah meluncurkan Aplikasi secanggih ini dan membantu masyarakat serta peserta JKN-KIS.” tutup Ovi sambil tersenyum.

dh/yn/Jamkesnews




Program 1000 Sapi; Sapi yang Diterima Kelompok Dijamin Sesuai Spesifikasi dan Terbaik

Ada 85 Sapi yang dikembalikan kepada pihak Ketiga/Penyedia karena tidak sesuai spesifikasi

LOTENG.lombokjournal.com

Pengadaan sapi di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Program 1000 sapi, dijamin sesuai spesifikasi, dan terbaik dalam implementasi program tersebut.

Penegasan itu disampaikan Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Dirjen Peternakan & Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, yang bertanggung jawab pada Program 1.000 Sapi untuk  area Provinsi Jatim, NTB dan NTT.

Ahmad Budi Purnawan selaku ketua Tim PPHP BBIB Singosari untuk Provinsi NTB mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dengan ketat atas sapi-sapi yang didroping oleh Pihak Penyedia kepada Kelompok Tani Ternak (KTT).

“Kami jamin bahwa setiap ekor sapi yang diterima oleh Pihak KTT, telah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh Kementan RI,” ujarnya di Lokasi KTT Tandur Desi Desa Pengengat Kecamatan Pujut, Loteng, Senin (28/12/20)

Tiap Sapi yang diterima telah dicek kesesuaian sepsifikasinya dengan mengacu pada Keputusan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor: 9632/Kpts/ RC.O40 I F I 08 / 2O20 tentang Petunjuk Teknis Program dan Kegiatan Pengembangan 1.000 Desa Sapi.

“Dalam Bab II hal. 12 Petunjuk Teknis tersebut menjelaskan, usia Sapi Bakalan 12-24 bulan. Berat Badan 300 Kg, Bebas Cacat, dan dinyatakan sehat. Sementara, untuk sapi indukan berusia 24-36 bulan dan berat badan 350 Kg,” kata Ahmad.

Saat ini, telah diserah terimakan sebanyak 50 Sapi bakalan/penggemukan yang telah sesuai kriteria dari pihak penyedia kepada pihak KTT Tandur Desi, Desa Pengengat, Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.

Dan ada 85 Sapi yang dikembalikan kepada pihak Ketiga/Penyedia karena tidak sesuai spesifikasi.

“Kemarin, bahkan kami mengembalikan 85 ekor sapi yang didroping dari luar Lombok Tengah. Karena tidak sesuai spesifikasi. Tapi, ini sebelum diterima peternak lho ya. Jadi, kami menjamin penuh, bahwa semua sapi yang diterima Kelompok (KTT, red) hanya yang telah memenuhi spesifikasi,” terang Ahmad.

Adanya informasi yang menyebutkan bahwa sapi dalam program ini harus menggunakan jenis Sapi Brahman Cross Australia dan bukan sapi lokal, Ahmad membantah tentang wajibnya jenis sapi import tersebut.

Menurutnya, tidak ada dalam Juknis Kementan RI yang menyebutkan jenis sapi harus impor atau lokal.

“Yang wajib dipenuhi adalah spesifikasi sebagaimana kami jelaskan. Dan memang itu ketentuan umum. Bahwa tidak boleh ada dalam pengadaan barang/jasa sebagaimana tertuang dalam Perpes 16/2020 itu yang menyebutkan merk tertentu,” imbuhnya.

Secara khusus Ahmad mengapresiasi kekompakan dan sinergi yang ada di provinsi NTB, sehingga program 1.000 Desa Sapi di NTB bisa berjalan. Di daerah lain ada yang gagal untuk tahun 2020, di antaranya Provinsi NTT.

“Provinsi NTB ini yang terbaik dalam implementasi palaksanaan program 1000 Desa Sapi. Support Gubernur NTB, Bu Kadis Peternakan NTB, Kadis Peternakan Kabupaten/Kota di NTB, termasuk KTT, sangat luar biasa,” puji Ahmad.

Ketua KTT Tandur Desi Desa Pengengat Kecamatan Pujut, Loteng, Ade Kirman, menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada Kementan RI, Pemprov NTB, dan Pemkab Lombok Tengah, atas diberikan kelompoknya bantuan sapi tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas diberikannya bantuan Sapi pada kelolompok kami. Saat ini kami telah menerima 50 ekor, semoga 150 ekornya sisanya, bisa kami terima dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Pihaknya mengaku dalam Bimtek yang diikutinya beberapa waktu lalu. Sudah dijelaskan bahwa sapi yang akan diberikan oleh Kementan RI bisa merupakan sapi import atau lokal.

“Memang sudah dijelaskan sejak awal bahwa sapi yang diberikan bisa saja Sapi Brahman Cross atau Lokal. Jadi, kami tidak ada masalah, yang penting sesuai spesifikasi dan jumlahnya,” imbuh Ade.

Penanggung Jawab dari Pihak Penyedia Sapi, PT Sumekar Nurani Madura, Heri Triatno, menjelaskan, pihaknya memenangkan Tender dari HPS Kementan RI untuk sapi Bakalan/penggemukan senilai Rp.19.708.166,- per ekor. Namun, ditawar oleh perusahannya, dan telah ditetapkan menjadi harga pemenang tender menjadi Rp  15.700.000,- per ekor.

“Jadi bukan 35 juta ya. Tapi Rp.17,5 JT per ekor. Sesuai dengan SPP BBIB Singosari Dirjen Peternakan & Kesehatan Hewan Kementan RI Nomor: B-05009/PL.010/F2.K/11/2020. Kami akan berusaha menyelesaikan pekerjaan ini. Meskipun banyak kendala yang dihadapi terkait spesifikasi yang ketat, sementara harga sudah terlanjur kami tawar dengan harga miring,”

Pihaknya, mengaku merencanakan dengan harga tersebut, bisa mengambil Sapi di luar NTB yang lebih murah.

Namun, pihaknya tidak menduga ada regulasi Pergub NTB Nomor 38/2019 Tentang Tata Niaga, yang membuat pihaknya tidan bisa sembarangan memasukkan Sapi dari daerah yang belum bebas penyakit sapi  ke provinsi NTB.

“NTB memang Istimewa. Ternyata, disini hanya bisa masuk Sapi yang berasal dari daerah yang bebas penyakit saja. Jatim tenyata belum bebas penyakit sapi. Jadi kami tidak bisa bawa masuk sapi dari sana. Tapi berkat support dari Bu Kadis Peternakan NTB, serta Pak Kadis Perternakan Kab/Kota se NTB, akhirnya kami bisa menemukan sapi yang sesuai spesifikasi dari lokal NTB sendiri. Luar biasa Sinergi dan kekompakan Pemerintah dan masyarakat NTB” tandas Heri.

Rr/HmsNTB

 




Silakwil MES NTB, Program Mawar Emas Perdana di Dunia

Program Mawar Emas atau Melawan Rentenir Berbasis Masjid yang dihajatkan membantu masyarakat melawan rentenir berbasis masjid

MATARAM.lombokjournal.com

Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syari’ah (PW MES) NTB menggelar Silaturrahim Kerja Wilayah (SILAKWIL) I guna memperkuat ukhuwah Islamiyah, di Hotel Grand Legi pada Senin (28/12/20).

Ketua MES NTB Dr. Baiq Mulianah, M.PdI mengatakan, SILAKWIL PW Mes NTB merupakan amanah organisasi yang harus dijalankan dan ini perdana di dunia.

“Tahadduts Bin Ni’mah, sejak MES ini berdiri, PW MES NTB satu-satunya pengurus wilayah di Indonesia bahkan dunia yang melaksanakan silaturrahim wilayah,” ungkap Baiq Mulianah penuh syukur.

Masyarakat ekonomi syariah, merupakan organisasi nirlaba yang beranggotakan personal, institusi hingga lembaga yang memiliki komitmen terhadap pengembangan ekonomi syari’ah di Indonesia.

“Indonesia telah dihajatkan menjadi pusat ekonomi syari’ah dunia, itu semua menjadi amanah kita semua. Kita optimis Indonesia mampu menjadi arus baru ekonomi dunia,” ungkap Rektor Universitas Nahdlatul Ulama NTB tersebut.

Menurutya, MES NTB usianya masih muda, masih merintis, ikhtiar pun terus dilakukan sesuai visi-misi dari MES itu sendiri. Yaitu, bagaimana mensyari’ahkan ekonomi masyarakat dan memasyarakatkan ekonomi syari’ah di Indonesia.

“Amanah ini cukup berat, tapi jika dilaksanakan dengan niat yang baik, komitmen yang kuat, kita yakin Allah SWT pasti memberikan jalan, man jadda wa jadda,” katanya penuh semangat.

Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat MES, Firdaus Jaelani dalam sambutannya secara virtual menyampaikan, MES mempunyai peran banyak dalam mengembangkan ekonomi umat.

Contohnya, program Mawar Emas atau Melawan Rentenir Berbasis Masjid yang dihajatkan membantu masyarakat melawan rentenir berbasis masjid.

“Program Mawar Emas yang dilakukan oleh MES NTB merupakan program yang sangat baik, sangat positif, itu semua patut ditiru oleh pengurus MES se-Indonesia,” ungkapnya.

Diharapkan program tersebut menjadi program unggulan yang bisa dikembangkan di daerah lainnya, karena sesuatu yang baik itu harus tetap dilanjutkan.

“Yang baik-baik harus kita lanjutkan, semoga berkah untuk kita semua,” tambahnya.

Gubernur NTB yang diwakili oleh Asisten II Provinsi NTB, Ir.H.Ridwan Syah.M.Si menyambut baik keberadaan MES Provinsi NTB tersebut. MES hadir bukan hanya membangkitkan ekonomi umat, tapi juga mampu memberikan angin segar kepada masyarakat.

“MES hadir bangkitkan ekonomi umat, sejahterakan rakyat kecil,” ungkapnya.

MES diharapkan mampu berkolaborasi dengan seluruh pihak, harus tetap bergandengan tangan demi kemaslahatan ummat. Semua bisa tercapai dengan menghilangkan kata kompetisi, namun yang terpenting adalah kolaborasi.

“Acara ini bagian dari kolaborasi yang dilakukan oleh seluruh pihak, bentuk kolaborasinya adalah program Mawar Emas, melawan rentenir berbasis masjid,” tutur Ridwan Syah.

Rr/HmsNTB




Kasus Covid-19 Belum Berakhir, Asrama Haji Masih Difungsikan Jadi Rumah Sakit Darurat

MATARAM.lombokjournal.com

Masih maraknya kasus Covid-19 di penghujung tahun 2020, membuat Pemerintah Provinsi hingga kini membutuhkan Rumah Sakit darurat Covid-19, yakni Asramah Haji.

SekerdarIs Daerah NTB, Lalu Gita Ariyadi mengungkapkan, Pemerintah Provinsi masih memfungsikan Asrama Haji NTB sebagai salah satu Rumah Sakit darurat Covid-19.

“Asramah haji yang memang sejak awal dipilih sebagai  salah satu Rumah sakit darurat,” ujar Lalu Gita Ariyadi, Senin (28/12/20).

Dikatakan, masih adanya data kasus Covid-19 hingga di penghujung tahun 2020, Pemerintah Provinsi tidak menutup Rumah Sakit darurat di Asrama Haji.

“Covid belum berakhir maka rumah sakit darurat di asrama haji tetap di fungsikan. Inilah hasil  rapat antara Dinas Kesehatan, RSUP dan BPKAD menyangkut dukungn dana anggaran penggunan rumah sakit darurt tersebut,” terangnya

Menurut Sekda, Kementrian Agama tidak memberikan tenggang waktu sampai kapan kita menggunakan Asrama Haji tersebut.

“Intinya bahwa kami dari Pemerintah Provinsi menjelang 2021 belum menunjukn tanda berakhir, maka kami memfungsikan rumah sakit darurat tersebut. Dan dari Kementrian Agama juga tidak memberikan tenggang waktu sampai kapan penggunaannya, real kita masih butuh degan trend kasus yang masih terjadi,” jelas Sekda.

Aya

 

 




Operasi Lilin Rinjani: Bansos Akhir Tahun Untuk Masyarakat

Ketika terjadi gempa 2018 di bumi NTB, hadapi Covid dan Pilkada, TNI-Polri mampu bersama mengatasi permasalahan tesebut

MATARAM.lombokjournal.com

Operasi Lilin Rinjani akan menyalurkan 210 paket bantuan sosial (Bansos) ke masyarakat NTB.

Paket Bantuan Sosial yang disalurkan berisi 20 Kg beras dan mie instan, dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, khususnya  di akhir tahun 2020.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan, Bansos ini merupakan karya nyata dharma TNI-Polri untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Karya nyata dari awal sampai akhir tahun, terus dilakukan TNI-Polri sebagai pengabdiannya kepada masyarakat NTB,” ungkap Miq Gite, Senin (28/12/20) pada Apel Pendistribusian Bansos Akhir Tahun 2020, di Lapangan Polda NTB.

Apresiasi dan rasa bangga juga disampaikan Miq Gite atas peran TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama pilkada di 7 Kabupaten /Kota.

“Ini membuktikan sinergi dan kebersamaan Pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat selalu bersatu menghadapi dan menyelesaikan setiap persoalan bersama,” jelas mantan Karo Humas Pemrov. NTB ini.

Kapolda NTB, Irjenpol Muhammad Ikbal, S.IK mengatakan, penyaluran bantuan ini sebagai bukti kehadiran TNI-Polri ditengah masyarakat.

Di akhir tahun 2020, bantuan paket sembako ini diharapkan meringkankan penerima yang membutuhkan.

“Rekan-rekan Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas sampaikan bansos dengan tulus kepada masyarakat sebagai amal ibadah kita,”tutupnya.

Selain itu, Kapolda menegaskan, Indonesia adalah bangsa yang memiliki keberagaman. Banyak indikatornya misalnya di lihat bahasa yang beragam.

Walaupun bahasa Indonesia menjadi bahasa Ibu, tapi keberagaman adat istiadat bahasa seni kuliner dan sebagainya itu merekatkan bangsa ini.

“Kalau tidak salah saya membaca beberapa literatur satu-satunya negara di seluruh dunia hanya Indonesia yang memiliki keberagaman agama ideologi adat istiadat bahasa kuliner seni dan sebagainya,” kata mantan Kadiv Humas Mabes Polri.

Namun lebih dari 75 tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap survive tetap berdiri kokoh. Kekokohan ini, membuktikan TNI-Polri tetap bersama bergandengan tangan.

Sejarah mencatat ketika terjadi gempa 2018 di bumi NTB, hadapi Covid dan Pilkada, TNI-Polri mampu bersama mengatasi permasalahan tesebut.

Bahkan mendapat apresiasi di seluruh penjuru nusantara karena mampu melakukan bantuan, mapping identifikasi, meringankan, menjaga Kamtibmas serta berada ditengah masyarakat ditengah musibah.

“Mengutip bahasanya Pak Danrem bahwa TNI-Polri bukan hanya saudara kandung tetapi saudara kembar,” tegasnya.

Sehingga ia mengajak TNI-Polri untuk bergandengan tangan, melangkah dengan satu semangat menyapa masyarakat untuk menunjukkan bahwa TNI-Polri di NTB tetap ada.

Karena kunci utama agar masyarakat terus melakukan aktivitasnya sehari-hari di tengah tengah pandemi covid 19.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakapolda NTB, Danlanud, Danlanal, Wakajati, BNN, Kadis Sosial dan pejabat tinggi Polda NTB.

ikp@diskominfotik_ntb




Menjadi Peserta Program JKN-KIS, Iman Tak Khawatir Biaya Persalinan Sang Istri 

Menjadi peserta JKN-KIS merupakan proteksi diri jika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan

MATARAM.lombokjoutnal.com

Pepatah yang mengatakan “sedia payung sebelum hujan” memang sudah tidak asing bagi masyarakat.

Menyiapkan segala sesuatu lebih awal untuk mengantisipasi kondisi yang akan datang dan yang bisa menimpa diri masyarakat di kemudian hari.

Begitu juga yang dilakukan oleh Iman Setiawan (30), salah seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Ia tengah berbahagia karena sang buah hati yang dinanti-nantikan selama 9 bulan, akhirnya hadir di tengah-tengah mereka.

Ditemui tim Jamkesnews, Iman mengaku saat mengetahui sang istri tengah mengandung, ia dengan cepat langsung mendaftarkan dirinya beserta sang istri ke dalam Program JKN-KIS.

“Seperti pepatah mengatakan “Sedia Payung Sebelum Hujan” pepatah itu tepat mengibaratkan Program JKN-KIS ini, karena kita tidak pernah tahu kapan akan memanfaatkannya,” ungkapnya pada tim Jamkesnews.

Menurut Iman, menjadi peserta JKN-KIS merupakan proteksi diri jika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan.

Apalagi, ia menyadari bahwa hingga saat ini, untuk mengakses pelayanan kesehatan memerlukan biaya yang sangat besar jika tidak dibantu oleh JKN-KIS.

“Seandainya saya dan istri belum menjadi perserta JKN-KIS, mungkin saya sudah kebingungan untuk mencari biaya persalinan istri nanti,” Pungkas Iman, Senin (28/12).

Ia pun menyadari, biaya persalinan saat ini tidaklah murah, sehingga dirinya merasa sangat beruntung telah menjadi peserta JKN-KIS.

Terlebih, ia mengaku dirinya sudah tidak perlu lagi memikirkan biaya persalinan sang istri, karena sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan melalui Program JKN-KIS.

“Masalah biaya persalinan sudah dijamin BPJS Kesehatan, kini saya dan sang istri dapat fokus dalam hal kesehatan janin yang ada dalam rahim istri saya dengan rutin mengontrolkan kandungan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat istri terdaftar. Tentunya menggunakan KIS juga dan biaya kontrol juga dijamin penuh Program JKN-KIS,” tambah Iman tersenyum lega.

Berbekal dari kisah yang ia ceritakan pada tim Jamkesnews, Iman turut serta mengajak seluruh masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, agar segera mendaftarkan diri beserta anggota keluarga sebelum sakit.

Bagi masyarakat yang telah menjadi peserta JKN-KIS, Iman mengajak agar rutin membayar iuran tepat waktu sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Agar terhindar dari penonaktifan kepesertaan sehingga KIS dapat selalu digunakan.

dh/yn/Jamkesnews




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 28 Desember 2020, Bertambah 11 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 39 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi ada tambahan 11 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Senin  (28/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 95 (sembilan puluh lima) sampel dengan hasil 82 (delapan puluh dua) sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 11 (sebelas) sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 39 orang, tidak ada kasus kematian.

Dengan adanya tambahan 11 (sebelas) kasus baru terkonfirmasi positif, 39 (tiga puluh sembilan) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (28/12/20) sebanyak 5.535 (lima ribu lima ratus tiga puluh lima) orang, dengan perincian 4.595 (empat ribu lima ratus sembilan puluh lima) orang sudah sembuh, 281 (dua ratus delapan puluh satu) meninggal dunia, serta 659 (enam ratus lima puluh sembilan) orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 11 KASUS POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 39 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu ;

  1. Pasien nomor 5525, an. LH, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  2. nomor 5526, an. IMAS, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  3. Pasien nomor 5527, an. R, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  4. Pasien nomor 5528, an. A, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Mumbu, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  5. Pasien nomor 5529, an. R, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Doridungga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  6. Pasien nomor 5530, an. NFE, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Mura, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  7. Pasien nomor 5531, an. YAA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Arab Kenangan, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  8. Pasien nomor 5532, an. JP, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  9. Pasien nomor 5533, an. ATB, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Tepas, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5281. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  10. Pasien nomor 5534, an. RN, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  11. Pasien nomor 5535, an. SW, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Senayan, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;

Hari ini terdapat 39 (tiga puluh sembilan) tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3757, an. MJA, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 4660, an. F, laki-laki, usia 11 bulan, penduduk Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 4686, an. AM, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  1. Pasien nomor 4880, an. N, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Nisa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  1. Pasien nomor 4901, an. HP, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  2. Pasien nomor 4939, an. S, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 4961, an. SH, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
  2. Pasien nomor 4987, an. S, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 5005, an. IZ, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Roi, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima;
  4. Pasien nomor 5011, an. T, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 5012, an. AB, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 5029, an. MNA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 5055, an. ES, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Maronge, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 5100, an. K, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 5108, an. AM, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  1. Pasien nomor 5115, an. PR, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 5122, an. YS, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Banda, Kecamatan Tarano,Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 5133, an. Y, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 5134, an. SM, laki-laki, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 5141, an. AH, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 5168, an. EK, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Dadibou, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  3. Pasien nomor 5186, an. S, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  1. Pasien nomor 5231, an. NKK, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  1. Pasien nomor 5245, an. DPGPS, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali;
  2. Pasien nomor 5246, an. DAM, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Gelanggang, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur;
  1. Pasien nomor 5262, an. S, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 5279, an. UK, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Tepas Sepakat, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
  3. Pasien nomor 5281, an. IW, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Tepas Sepakat, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
  4. Pasien nomor 5282, an. SN, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Tepas Sepakat, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
  5. Pasien nomor 5283, an. R, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  1. Pasien nomor 5285, an. NK, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Tepas Sepakat, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
  2. Pasien nomor 5287, an. RH, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  1. Pasien nomor 5288, an. AP, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  2. Pasien nomor 5289, an. RW, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  3. Pasien nomor 5290, an. HK, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  1. Pasien nomor 5291, an. RAD, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Arab Kenangan, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  1. Pasien nomor 5292, an. H, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  1. Pasien nomor 5293, an. EL, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  1. Pasien nomor 5295, an. GAP, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;

Rr/A

 Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Bupati Lombok Utara Resmikan Pembukaan Desa Wisata Genggelang

GANGGA.lombokjournal.com –

Bupati Lombok Utara, Dr H Najmul Akhyar SH MH meresmikan pembukaan Desa Wisata Genggelang dan Festival Sangah Kopi di lokasi Air Terjun Tiu Pituq Dusun Panjor, Desa Genggelang (26/12/20).

Dibukanya Desa Wisata Genggelang itu merupakan upaya  untuk membangun semangat recovery setelah bencana menimpa.

“Saya menyaksikan semangat yang luar biasa dari Pokdarwis kita, juga aparatur desa, dusun dan harapan saya kedepan semua lokasi wisata yang ada di Desa Genggelang ini bisa dikunjungi kembali oleh wisatawan kita,” imbuhnya.

Bupati Najmul mendengar laporan dari Pemerintah Desa, sampai 60.000 orang berkunjung dan wisatawan asing mencapai ribuan orang yang sudah datang.

Artinya potensi wisata di Genggelang memang diminati. Ada wisata Tiu Pitu, ada wisata Kampung Cokelat, Rumah Pohon, Kerta Gangga dan sebagainya.

“Saya optimis pada masa mendatang, Genggelang menjadi desa wisata terkemuka, tidak hanya di Lombok Utara tapi juga di level nasional. Kita tahu bahwa ada dua desa wisata nasional yaitu Kerujuk dan Gumantar yang menjadi nominator nasional tahun ini,” tuturnya.

Dikatakan Bupati Najmul yakin, Desa Genggelang bisa menjadi salah satu desa wisata andalan nasional. Apalagi unsur UNDP dan Paluma beserta masyarakat begitu antusias.

Pesan bupati kepada Pokdarwis untuk memajukan potensi wisata sehingga menjadi salah satu wisata andalan di Lombok Utara.

Kepala Desa Genggelang Almaududi mengatakan, launching desa wisata hari ini merupakan niatan beberapa tahun silam.

Cukup lama direncanakan dengan Paluma dan UNDP. Bagaimana menggerakkan ekonomi yang ada di desa.

Dikatakannya, Desa Genggelang memiliki potensi wisata, potensi yang diinisiasi supaya bisa berkolaborasi dan memulai kegiatan-kegiatan menjalankan fungsi destinasi wisata yang ada di Desa Genggelang.

“Selain potensi perkebunan, kita juga mempunyai potensi pertanian yang harus digerakkan kembali. Karena potensi ini subur untuk dikembangkan serta geliat-geliat pariwisata sehingga upaya pariwisata di tingkat desa kita gerakkan bersama -sama,” urainya.

Kades Almaududi berterimakasih kepada berbagai pihak UNDP, Paluma dan Pemda KLU yang perhatian serius dalam membantu perkembangan pariwisata di Desa Genggelang. Manfaat pariwisata dirasakan pengembangannya.

“Mudah-mudahan kebangkitan pariwisata membangkitkan semangat Pokdarwis yang ada, dari tujuh Pokdarwis baru empat yang mulai berbenah, saya berharap tiga Pokdarwis lainnya mulai mengikuti,” katanya.

Di tempat sama, Koordinator Program PETRA UNDP, Zaenudin menyampaikan kegiatan pihaknya di KLU ada beberapa pembangunan infrastruktur.

Ada pembangunan SMK Negeri Genggelang, dimulai pertengahan November, SMK 1 Tanjung, SMK Kayangan, dan SMK Pemenang serta 8 Pustu yang dibangun. Satu diantaranya, ada di Desa Genggelang yaitu Pustu Gangga.

Dijelaskannya, selain infrastruktur UNDP bekerja sama dengan Paluma memberikan dukungan untuk pembangunan infrastruktur masyarakat, seperti Pasar Genggelang sudah rampung 100 persen.

waktu dekat, rencananya serah terima,  kemudian jaringan air bersih di Desa Sambik Elen dalam waktu dekat rencananya juga diserahterimakan, agar bisa cepat bermanfaat.

“Selain kegiatan fisik UNDP melalui mitra di Paluma Nusantara juga memberikan dukungan untuk pemulihan kehidupan pasca-recovery seperti kegiatan ecogreen. Kegiatan lain pendampingan Pokdarwis memperkuat kelembagaan Pokdarwis di Desa Genggelang,” jelasnya.

Kendati kegiatan UNDP sifatnya stimulus hanya setahun, tetapi telah mulai terlihat hasilnya. Dengan ownership kemitraan antara Pemdes dan Pemda, kegiatan di dua desa yakni Sambik Elen dan Genggelang, dari sisi target yang dipilih bisa menyasar fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, jelasnya.

Rangkaian acara berjalan khidmat, dengan pemotongan tumpeng oleh bupati tanda dibukanya Desa Wisata Genggelang. Dilanjutkan dengan kunjungan ke stand UMKM dan spot-spot selfi yang disediakan dengan lomba-lomba yang diadakan panitia penyelenggara.

Acara tersrbut, dihadiri pula anggota DPRD KLU Hakamah, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah KLU Lalu Suratman, unsur UNDP, Perwakilan Paluma Umi Azizah, Ketua Pokdarwis Desa Genggelang Fahrurizal serta tamu undangan lainnya.

sas




Ketua DPW PKS NTB Terpilih, Yek Agil: Ketua Bukan Kemuliaan tapi Amanah

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB Terpilih, Yek Agil menyatakan, jabatan ketua yang diembannya merupakan amanah partai yang harus dijalankan sebaik-baiknya.

Yek Agil

Jabatan ketua tidak sertamerta sebuah kemuliaan. Karenanya, amanah jadi titik fokus pihaknya dalam bekerja memajukan PKS NTB lima tahun ke depan.

“Innalillahi wa innailaihi roji’un. Astagfirullahaladzhim. Jabatan sebagai Ketum DPW PKS bukan kemuliaan tapi amanah yang akan dipertanggungjawabka,n baik di dunia maupun di akhirat,” ujar Yek Agil saat dikonfirmasi lombokjournal.com, Minggu, (27/12/2020).

Ke depan, ia dan seluruh kader PKS NTB akan bekerja berdasarkan tagline baru PKS ‘bersama melayani rakyat’.

Untuk pelantikan sebagai Ketua DPW PKS NTB, Yek mengaku dilakukan di daerah masing-masing dengan mekanisme daring.

Hal yang sama dilakukan untuk pengambilan sumpah jabatan.

Para kader terpilih dilakukan pengambilan sumpah jabatan oleh Presiden PKS di Jakarta, tidak dengan tatap muka langsung.

“Kami mengajak seluruh pihak termasuk para pengurus Parpol, Ormas, lembaga-lembaga dan lain-lain yang ada di NTB, mari kita bersinergi dan membangun harmoni untuk melayani masyarakat NTB lebih baik lagi, baik kualitas maupun kuantitasnya ke depan. Lebih-lebih dalam suasana pandemi seperti sekarang dan pasca pandemi nanti, tentu butuh kerja keras untuk memberikan palayanan kepada masyarakat,” terangnya.

Ast