Berkunjung ke Rumah Keluarga Syekh Ali Jaber, Gubernur Sampaikan Belasungkawa

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah berkunjung ke rumah duka Almarhum Syekh Ali Jaber di Jalan Ade Irma Suryani Monjok no 38B, Mataram, Kamis (14/01/21) malam.

Sampai di rumah duka sekitar pukul 08.22 wita. Kepada pihak keluarga, Gubernur menyampaikan belasungkawa dan rasa duka yang mendalam.

Dr. Zul juga menyampaikan kekagumannnya pada sosok  almarhum.

“Allah cinta pada beliau,” ujarnya.

Selain itu, Dr. Zul juga mengenang pesan Syekh Ali Jaber yang sempat mengatakan ingin dimakamkam di Lombok jika meninggal. Namun dengan ketatnya prosedur untuk memberangkatkan jenazah maka pemakaman diputuskan untuk dilakukan di Tangerang.

“Kita sebenarnya berharap beliau bisa dimakamkan di Lombok sesuai dengan wasiatnya, tapi dengan prosedur segala macamnya kita juga mengerti,” jelasnya.

Keluarga Syekh Ali Jaber, Faisal Jaber, menerangkan bahwa keluarga besar almarhum telah sepakat melaksanakan pemakaman di Pondok Pesantren Tahfiz Daarul Qur’an (Daqu), Kamis (14/01) dan sudah selesai dimakamkan tadi sore

Pesantren tersebut merupakan pesantren yang didirikan oleh Ustaz Yusuf Mansur.

“Saudara dan sahabat-sahabatnya ingin beliau di makamkan di sana. Ada ibunda beliau juga di Jakarta,” ujar Faisal.

Dirinya juga mengenang kembali pertemuan terakhir dengan Syekh Ali Jaber. Saat itu almarhum sempat menginap selama lima hari pada November 2020 lalu setelah menghadiri kegiatan di Lombok Timur.

“Waktu itu yang paling lama beliau menginap di sini. Biasanya hanya 1-2 hari,” jelasnya.

Pihak keluarga dari rumah duka di Monjok sendiri telah berangkat ke Jakarta. Antara lain istri almarhum,, anak pertama almarhum, mertua almarhum dan beberapa orang anggota keluarga lainnya.

“Keluarga akan di sana 3-4 hari,”  tuturnya.

Rr/BiroAdpim




Ulama yang Rendah Hati Itu Telah Pergi, Dimakamkan di Ponpes Daarul Qur’an Tangerang

MATARAM.lombokjournal.com

ALI SALEH MOHAMMED ALI JABER atau yang lebih dikenal sebagai Syekh Ali Jaber, 44, kelahiran Madinah tanggal 3 Safar 1396 H atau 3 Februari 1976 M.  Ia meninggal dunia setelah 19 hari dirawat di RS YARSI, Cempaka Putih, Jakarta Selatan  karena positif terinfeksi Covid-19.

Tapi sehari setelah dinyatakan negatif, akhirnya Syekh Ali Jaber menghembuskan nafas terakhir hari Kamis pukul 08.30 WIB tanggal 14 Januari 2021.

Syekh Ali Jaber / Foto; Lintang Jati Rahina

Umat Islam di Indonesia berduka, karena kehilangan ulama yang saleh dan rendah hati, seorang pendakwah yang sejuk dan mendidik, yang pada usia sebelas tahun telah hafal 30 juz Al-Quran. Ia dikenal pemaaf dan selalu mengajarkan husnuzon.

Syekh Ali Jaber pernah ditikam di bagian lengan kanan oleh seorang anak muda saat berceramah di Masjid Falahuddin, Sukajawa, Bandar Lampung, 13 Sptember 2020. Tapi ia justru mencegah para jamaah yang akan menghakimi pelaku.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menilai, Syekh Ali Jaber berjasa besar dalam dunia dakwah di Tanah Air. “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita sangat berduka atas wafatnya Syekh Ali Jaber. Jasa almarhum sangat besar dalam dakwah di Indonesia,” ujar Yaqut, melalui siaran pers, Kamis.

Polisi mengantisipasi ledakan para menuju rumah duka tempat Almarhum Syekh Ali Jaber disemayamkan di Jalan Pemuda Kompleks Taman Berdikari Sentosa, Pulogadung, Jakarta Timur. Kedatangan jenazah dikawal secara ketat tim kepolisian menuju rumah duka.

Para tamu yang berdatangan menuju rumah duka mndapat pengawasan ketat polisi. Anggota keluarga yang hendak masuk ke dalam rumah diberlakukan tes cepat antigen untuk mendeteksi dini potensi COVID-19. Mereka harus ntre di tenda Urusan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri untuk menjalani tes cepat antigen.

“Kita tidak akomodir tamu ke rumah duka. Kalau ada keluarga yang datang, kita tes COVID-19,” kata Kapolrestro Jakarta Timur, Kombes Pol Erwin Kurniawan, seperti dikutip Tempo.com, Kamis.

Syekh Ali Jaber pernah mengatakan, punya  cita-cita dimakamkan di Madinah “Kalau ada yang bisa anter ke Madinah alhamdulillah, ya. Tapi nggak bisa ya apalagi masa Covid,” ujarnya saat itu.

Tapi kalau tidak di Madinah, dan harus dimakamkan di Indonesia, maka Syekh Ai Jaber memilih untuk dimakamkan di Lombok.

Namun Syekh Muhammad Jabeer adik Syekh Ali Jabeer perlu menjelaskan soal itu. Katanya, itu hanya cita-cita bukan wasiat. Tidak pernah diwasiatkan kepada keluarga ucapan atau tertulis minta dimakamkan di Lombok.

“Ada satu hal yang penting sekali, karena saya lihat viral dan yakin pemakaman beliau di mana dan ada yang minta, kata mereka wasiat beliau di Lombok. Itu tidak wasiat, itu bukan wasiat, itu sebenarnya karena acara di Lombok, hanya cita-cita beliau,” kata Muhammad Jabeer di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2021).

akan dimakamkan di Daarul Quran Tangerang yakni pondok pesantren milik Ustaz Yusuf Mansur. “Insyaallah di Darul Quran Tangerang Pesantren Ustaz Yusuf Mansur,” kata Syekh Muhammad Jabeer.

Rr




Aturan Main BPJS Kesehatan Terkait Asuransi Kesehatan Tambahan 

lombokjournal.com

JAKARTA ;    Aturan main soal pelayanan kesehatan yang diberikan dengan asuransi tambahan, dirilis BPJS Kesehatan, dan peraturan ini mulai diberlakukan sejak 23 November 2020.

Petunjuk Teknis Penjaminan Pelayanan Kesehatan dengan Asuransi Kesehatan Tambahan dalam Program Jaminan Kesehatan itu, tertuang dalam Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 4 Tahun 2020.

Peserta jaminan kesehatan dapat meningkatkan perawatan yang lebih tinggi dari haknya. Hal ini termasuk pelayanan rawat jalan eksekutif dengan mengikuti program Asuransi Kesehatan Tambahan (Pasal 2).

Peserta yang meningkatkan perawatan itu disebut dengan peserta asuransi kesehatan tambahan jaminan kesehatan (AKT JK). Mereka mengikutkan dirinya dan terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dan peserta Asuransi Kesehatan Tambahan.

Dalam Pasal 3, peningkatan perawatan ini nantinya bisa dilakukan oleh fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Dalam Pasal 4 menuliskan ada beberapa ketentuan dalam mengimplementasikan peningkatan perawatan kepada peserta BPJS Kesehatan.

Beberapa ketentuan itu, antara lain BPJS Kesehatan sebagai penjamin serta pembayar pertama dan asuransi kesehatan tambahan sebagai penjamin dan pembayar kedua.

Selanjutnya, peserta yang ingin meningkatkan perawatan yang lebih tinggi dari haknya wajib menginformasikan pada awal penjaminan kepada pihak fasilitas kesehatan.

Kemudian, fasilitas kesehatan wajib menginformasikan ketentuan mengenai selisih biaya kepada peserta atau keluarga sebelum menerima pelayanan kesehatan.

Artinya, peserta akan tahu berapa biaya perawatan yang ditanggung BPJS Kesehatan dan berapa yang menjadi tanggungan asuransi kesehatan tambahan atau peserta AKT JK.

Kemudian, peserta AKT JK atau keluarga peserta harus memberikan persetujuan secara tertulis. Lalu, persetujuan tertulis tersebut akan diberikan kepada pihak asuransi kesehatan tambahan dan BPJS Kesehatan.

Selanjutnya, fasilitas kesehatan akan melakukan perhitungan selisih biaya dan mempersiapkan administrasi tagihan kepada asuransi kesehatan tambahan.

Rr/CNNInd




66 Anggota BPD 10 Desa Definitif Dilantik Bupati Najmul Akhyar

BPD diharapkan dapat melihat memahami dan mampu menyampaikan aspirasi dari kebutuhan masyarakat dalam rancangan pembangunan desa

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara, Dr H Najmul Akhyar SH MH melantik dan menambil sumpah 66 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) 10 desa definitif, di Aula Kantor Bupati, Kamis (14/01/21).

Usai pelantikan Bupati Najmul menyatakan, lahirnya UU Nomor 6 tahun 2014 tentang desa memberikan pengakuan eksistensi desa atas atonomi murni. Dengan ciri keberagaman yang hidup dan tumbuh dalam masyarakat, serta dapat mendorong kelestarian adat budaya yang hidup di desa.

Selain itu, mendorong prakarsa untuk mengembangkan potensi desa untuk kesejahteraan masyarakat.

Pemerintahan desa yang efisien dan efektif serta bertanggung jawab, dapat meningkatkan pelayanan publik bagi warganya.

Juga meningkatkan pelayanan umum serta meningkatkan perekonomian masyarakat serta memperkuat masyarakat desa sebagai subyek pembangunan.

“Desa mempunyai kewenangan berskala lokal dengan mengambil keputusan melalui mekanismenya untuk bekerja sama antar lembaga, antar desa,” tutur Bupati.

Dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, BPD merupakan lembaga desa yang strategis, baik kedudukan dan fungsinya sebagai legislatif di tingkat desa.

Sehingga hendaknya dapat meningkatkan peran aktif masyarakat serta fungsi utamanya dalam rangka menyusun produk legislasi hukum di desa.

“Oleh karena itu, sebagai anggota BPD yang merupakan hasil keputusan secara musyawarah, masyarakat desa harus mampu mengemban tugas pembangunan masyarakat desa. Mari satukan tekad dan langkah membangun bersama seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang dan status sosialnya,” ujarnya.

Dikatakannya, ada tiga fungsi BPD, menurut pasal 55 UU Nomor 6 Tahun 2014, yaitu membahas dan menyepakati rancana Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa, serta melakukan pengawasan terhadap kinerja kepala desa.

BPD dapat aktif memajukan pemerintahan desa sehingga fungsi-fungsi tersebut, dalam meningkatkan kapasitas BPD yang ada di desa.

Dijelaskannya, pada fungsi pertama dalam rangka menyepakati peraturan desa, peran aktif BPD dibutuhkan.

Peraturan Desa merupakan peraturan yang membuat kewenangan desa seperti menyepakati peraturan-peraturan yang lebih tinggi ditetapkan oleh Kepala Desa yang telah di bahas bersama.

Pada kondisi ini BPD mesti memahami fungsinya dengan baik sehingga setiap produk hukum yang di desa utamanya penyusunan peraturan desa, kewenangan desa, pungutan desa atau tentang BUMDes yang berorientasi pada peningkatan pendapatan desa dapat dilanjutkan.

Sedangkan pada fungsi yang kedua, BPD diharapkan dapat melihat memahami dan mampu menyampaikan aspirasi dari kebutuhan masyarakat dalam rancangan pembangunan desa.

Adapun fungsi BPD dalam pengawasan kinerja kepala desa perlu terus ditingkatkan, sebagai upaya mewujudkan check and balance pelaksanaan pemerintahan desa.

“Tentunya, dalam pelaksanaan fungsi dan tugas diharapkan keseriusan saudara sebagai anggota BPD, dalam rangka meningkatkan kualitas pemerintahan desa, apalagi desa yang baru definitif,” imbuhnya.

10 desa yang baru definitif, sesuai regulasi membentuk BPD yang beranggotakan paling sedikit lima orang dan paling banyak sembilan orang pada masing-masing desa di Lombok Utara.

Selanjutnya, terkait penanganan Covid-19, Bupati Najmul menyampaikan perlunya tetap menerapkan protokol kesehatan. Memutus mata rantai penyebaran corona, mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.

Rangkaian acara berlangsung khidmat dan lancar, dilanjutkan dengan penyerahan SK kepada perwakilan BPD yang baru dilantik dan diambil sumpahnya, diakhiri dengan foto bersama dengan masing-masing anggota BPD dari desa-desa yang definitif.

Hadir pada acara tersebut, Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin SHI,  Wakil Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH, Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansyah SH, Pj Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, asisten dan unsur pimpinan OPD, para camat, penjabat kades 10 desa definitif serta tamu undangan lainnya.

sas




Syekh Ali Jaber Meninggal, Keluarga Ingin Makamkan di Lombok

Pihak keluarga berencana memenuhi wasiat Syekh Ali Jaber untuk bisa dimakamkan di Lombok

MATARAM.lombokjournal.com

Kabar duka meninggalnya Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih akrab disapa Syekh Ali Jaber pada pukul 08.30, mengejutkan publik hari ini.

Tak terkecuali keluarga besarnya di Jalan Ade Irma Suryani Monjok, Kota Mataram.

Mereka berharap Syekh Ali Jaber bisa dimakamkan di Lombok sesuai wasiat Almarhum.

Syekh Ali Jaber / Facebook.com

Mertua Syekh Ali Jaber, Salim Jaber menyebut pihak keluarga menerima kabar duka tersebut sekitar pukul 09.00 WITA.

“Sekarang kita masih berusaha kontak yang di Jakarta, tapi belum ada respons,” ujanya saat ditemui di kediamannya, Kamis (14/01/21).

Pihak keluarga berencana memenuhi wasiat Syekh Ali Jaber untuk bisa dimakamkan di Lombok. Mengingat adanya sejarah keluarga di mana kakek Syekh Ali Jaber pernah memperjuangkan kemerdekaan di Lombok. Bahkan salah seorang anaknya lahir di Lombok.

Al Hasan Ali Jaber, anak pertama Syekh Ali Jaber mengungkapkan keinginan keluarga untuk memakamkan almarhum di Mataram.

“Sekarang lagi rapat juga di sana. Tapi kalau bisa, tidak ada kendala apa-apa akan kita makamkan di sini (Lombok), tapi masih kita berusaha menghubungi yang di Jakarta,” tambahnya.

Hasan mengaku, melakukan kontak terakhir dengan Syekh Ali Jaber sebelum Almarhum masuk ruang ICU.

“Jaga selalu tiang agama, jangan meninggalkan salat. Itu pesan terakhir abah,” tuturnya.

Aya




Gubernur, Wakil Gubernur, dan Unsur Forkopimda  NTB Yakinkan Vaksin Aman dan Halal

Brigjen Ahmad Rizal Ramdhani bahkan mengungkapkan, ia merasa lebih percaya diri dan tidak lagi cemas terkait Covid-19, meski masih tetap harus menjalankan protokol kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menerima vaksinasi covid-19 perdana,  Kamis (14/01/21) di Gedung Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB.

Vaksinasi tersebut juga diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan juga dari perwakilan  organisasi profesi.

Menjadi orang pertama yang divaksin, Doktor Zul, panggilan akrab Gubernur berharap masyarakat bisa yakin akan keamanan dan kehalalal vaksin.

Sehingga, masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi oleh isu negatif atau hoax tentang vaksin yang selama ini banyak beredar.

“Keteladanan atau contoh perlu dilakukan para pemimpin untuk meyakinkan masyarakat yang dibombardir informasi tidak benar terkait covid-19. Mudah-mudahan setelah ini, masyarakat sedikit bisa lebih tenang. Halal sudah, BPOM juga sudah. Walaupun masih ada suara meragukan, semoga ini bisa memperbaiki keaadaan,” ungkap Doktor Zul saat konfrensi pers yang digelar setelah vaksinasi di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB.

Dalam kesempatan tersebut, turut memberikan testimoni setelah divaksin Wakil Gubernur NTB, Danrem 162/Wirabhakti, Brigjen Ahmad Rizal Ramdhani, dan Kapolda NTB, Irjen Pol. M. Iqbal.

Wagub mengungkapkan, antusiasmenya ketika mendengar akan mendapatkan vaksin Covid-19. Ia mengungkapkan sudah lama menunggu kehadiran vaksin ini sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Alhamdulillah terus terang saya ingin secepatnya divaksin. Saya excited dan senang. Pada saat divaksin, tidak sakit dan tidak merasakan apa-apa sampai sekarang. Kalau ada gejala ringan ya tidak apa apa. Saya baik baik saja,” tegas Wagub.

Senada dengan Wagub, Brigjen Ahmad Rizal Ramdhani dan Irjen Pol. M. Iqbal juga mengaku antusias dan senang bisa menerima vaksin covid-19.

Danrem Wira Bhakti, Brigjen Ahmad Rizal Ramdhani bahkan mengungkapkan, ia merasa lebih percaya diri dan tidak lagi cemas terkait Covid-19, meski masih tetap harus menjalankan protokol kesehatan Covid-19, karena vaksinasi yang masih belum merata.

“Intinya kami bahagia dan bangga diberikan vaksin. Vaksinasi ini buat kita lebih percaya diri dan lebih yakin, sehingga imunitas kita tambah tinggi,” ujar Brigjen Ahmad Rizal Ramdhani .

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, penerima vaksinasi Covid-19 masih tetap harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat, karena vaksinasi blum dilakukan secara merata.

Ia  juga menjelaskan sebelum divaksin, penerima harus melakukan screening kesehatan terlebih dahulu dan terbebas dari beberapa kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk divaksin.

BACA JUGA: Gubernur Tegaskan, Vaksin Covid-19 Dijamin Aman dan Halal

Beberapa kondisi masyarakat yang tidak bisa diberikan vaksin covid-19, di antaranya pernah terkonfirmasi menderita Covid-19, ibu hamil dan menyusui, menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penderita penyakit jantung, penderita penyakit autoimun, penderita penyakit saluran pencerna kronis, penderita penyakit hipertiroid, penderita penyakit kanker, penderita diabetes melitus, penderita HIV dan penderita penyakit turberkulosis.

Dinas Kesehatan NTB sendiri telah mempersiapkan vaksinator sebanyak 400 orang, yang berasal dari RSU Provinsi NTB, RSAD, RS Bhayangkara dan Puskesmas Mataram.

dr. Eka menjelaskan, setelah pemberian vaksin perdana ini, pada tanggal 16 mendatang vaksinasi akan dilanjutkan kepada tenaga kesehatan di RSUD Prov NTB dan disusul oleh masyarakat sipil.

Novita@DiskominfotikNTB

 




Gubernur Tegaskan, Vaksin Covid-19 Dijamin Aman dan Halal

Vaksin yang disuntikan di NTB hari Kamis ini, juga sama dengan yang disuntikan kepada Presiden Jokowi

MATARAM.lombokjournal.com

Mengawali vaksinasi perdana di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Gubernur H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur,  Hj.Sitti Rohmi Djalilah diikuti 16 perwakilan masyarakat NTB, disuntik Vaksin Covid-19,  Kamis (14/01/21) pagi, berlangsung  di Gedung Graha Bhakti Praja di Mataram.

Proses vaksinasi perdana itu diikuti oleh unsur Forkopimda,  tokoh agama  tokoh masyarakat serta perwakilan organisasi profesi .

Sebelum dilakukan suntik vaksin, lebih dulu dilakukan pemeriksaan Kesehatan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi tubuh yang akan divaksin memenuhi syarat, dan ketentuan  usia yang akan disuntik vaksin.

Setelah dilakukan pemeriksaan, kemudian diharuskan menunggu 30 menit sebagai syarat standar operasional prosedur (SOP).

Gubernur NTB Zulkieflimansyah menghimbau, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan dan kehalalan vaksin Covid-19. Diyakinkan bahwa  vaksin yang disuntikan di NTB hari Kamis ini, juga sama dengan yang disuntikan kepada Presiden Jokowi.

Gubernur NTB menyatakan, vaksinasi Covid-19 perdana pada Presiden Jokowi dilakukan agar membuat masyarakat lebih tenang. Karena vaksin yang akan dilakukan untuk masyarakat luas sudah diuji telah aman dan halal.

Dan dengan adnya vaksin ini, tegas Gubernur,  bisa memutuskan mata Rantai Covid-19.

“Kita menghimbau seluruh masyarakat agar tidak takut dan khawatir terhadap kemanana dan kehalalaln vaksin covid-19,” jelas Gubernur.

Pada vaksinasi tahap pertama ini diberikan kepada tenaga kesehatan dan petugas yang bekerja difasilitas Kesehatan.

Pada tahap berikutnya, akan dilakukan bagi petugas pelayanan publik serta TNI dan Polri. Namun,   meski telah disuntik vaksin, Gubernur mengingatkan agar masyarakat tidak abai dalam menerapkan protokol kesehatan .

Dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang divaksin hari ini, yakni Sekretaris Daerah, Lalu Gita Aryadi, TNI diwakili oleh Danrem Wira Bhakti, Ahmad Rizal Rhamdani, Polri diwakili Kapolda NTB, Iqbal Ramdhani, Ketua DPRD NTB Hj.Baiq Isvie Rupaeda.

BACA JUGA; 

Gubernur, Wakil Gubernur, dan Unsur Forkopimda  NTB Yakinkan Vaksin Aman dan Halal

Sedangkan tokoh masyarakat diwakili oleh TGB. Zainul Majdi dan tokoh agama, tokoh milenial diwakili oleh Zulfikar sebagai putra Gubernur NTB, Kepala Dinas Sosial, Ashanul Khalik, Dirut RSUP Hamzi Fikri, Ketua PKK NTB.Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zukiefkimansyah, Kepala BPBD Sugiharta, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia NTB, Agus serta Kadikes NTB, Hj Nurhandini Eka Dewi.

Aya




Sudah Didistribusikan 7.000 Vaksin Sinovac untuk Mataram, 4.080 Vaksin untuk Lobar

Gubernur H Zulkieflimansyah maupun Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi serta Sekda dan Forkopimda sudah discreening hari ini untuk penyuntikan vaksin hari Kamis

MATARAM.lombokjournal.com

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Nurhandini Eka Dewi mengatakan, hari ini telah didistribusikan 7.000 dosis vaksin Covid-19 Sinovac untuk Kota Mataram dan 4.080 dosis vaksin untuk Kabupaten Lombok Barat.

Dr Eka menyampaikannya saat melepas ekspedisi vaksin Sinovac di Gedung Penyimpanan Vaksin Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Rabu (13/01/21).

Setelah vaksin ini didistribusikan ke Dinas Kesehatan Lombok Barat, selanjutnya disalurkan ke 20 puskesmas, dan dua rumah sakit yang sekaligus menyiapkan tempat penyimpanan vaksin tersebut.

Dinas Kesehatan Kota Mataram teah memiliki daftar sekitar 7 ribu Nakes dan petugas yang ada di Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang akan menjalani vaksinasi tahap awal.

Mereka berasal dari 16 rumah sakit, 26 klinik dan 11 Puskesmas. Namun yang sudah di SK-kan untuk segera dilakukan vaksinasi tahap awal baru 22 faskes dan 11 Puskesmas.

Sesuai jadwal vaksinasi NTB, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat dilakukan selama bulan Januari, kemudian disusul delapan kabupaten/kota lainnya di NTB.

Vaksinasi perdana, Gubernur dan Wakil Gubernur

Saat ini di NTB sudah tersedia 28.670 dosis vaksin Covid-19 Sinovac di NTB.

Sebelum dilakukan vaksinasi bagi 14.000 tenaga medis dan Satgas Covid-19, vaksinasi perdana diawali dengan penyuntikan vaksin pada Gubernur dan Wakil Gubernur, Sekda serta Forkopimda NTB di Graha Bhakti Praja pada besok, Kamis tanggal 14 Januari 2021.

Selain itu terkait pendistribusian dan pengamanan vaksin hingga ke masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan Polda NTB. Kordinasi ini juga terkait upaya pengendalian Covid 19 dengan menghidupkan lagi Kampung Sehat Plus yang telah memiliki operasional baik di lapangan.

Dr Eka menjelaskan, mengenai persiapan vaksinasi perdana proses screening pra vaksinasi terhadap pucuk pimpinan daerah berjalan lancar dan siap dilakukan penyuntikan vaksin.

Baik Gubernur H Zulkieflimansyah maupun Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi serta Sekda dan Forkopimda sudah discreening hari ini untuk penyuntikan vaksin hari Kamis.

Rr




Asisten II Setda KLU Buka Workshop Dukungan Infrastruktur dan Pemulihan Livelihood

PALUMA dalam setahun terakhir, telah memfasilitasi beberapa kegiatan pemulihan ekonomi

TANJUNG.lombokjournal.com

Mewakili Bupati Lombok Utara, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda KLU, Ir H Rusdi membuka Workshop Akhir Program Dukungan Rekonstruksi Infrastruktur Masyarakat dan Pemulihan Livelihood di Aula Kantor Bupati, Selasa (12/01/21).

Kegiatan ini merupakan program PALUMA Nusantara bersama PETRA UNDP.

H Rusdi dalam sambutannya mengatakan,  sekitar empat bulan silam, Lombok Utara kekeringan, tapi setelah musim hujan airnya melimpah. Inilah yang perlu diperhatikan, manajemen pengelolaan air.

“Pola pemberdayaan masyarakat yang menjadi penegasan kita adalah pengelolaan infrastruktur, karena butuh pemeliharaan yang diantisipasi, supaya umur konstruksi yang dibuat sesuai dengan yang diharapkan. Pemanfaatannya, jangan sampai banyak air terbuang,” tutur mantan Kadis Lingkungan Hidup KLU itu.

Pemda KLU membutuhkan partisipasi semua pihak dalam pembiayaan, pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur dan pengembangan ekonomi. Karenanya, rencana yang dibuat selama lima tahun sebagai Renstra OPD.

Dalam kesempatan sama, Kepala Bappeda KLU, Heryanto SP menyatakan dukungan awal dari UNDP untuk Lombok Utara nilainya berkisar 6 miliar untuk delapan Puskesmas Pembantu (Pustu), dan empat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Kami meminta ajukan lagi, dan alhamdulillah usulan dari Lombok Utara dikabulkan. Inilah berkah bagi dua desa, Desa Sambik Elen dan Desa Genggelang. Kami  berterima kasih atas dukungannya kepada masyarakat kami,” katanya.

Selaku OPD, pihak Bappeda melakukan revitalisasi atas apa yang dilakukan oleh NGO. Hikmah yang harus diikuti adalah cara pelaporan NGO ini yang baik, begitu detail.

“Saya rasa OPD bisa mengikuti ini. Pertama dimulai dari pembuatan SOP sampai pertemuan di dalam gedung. Artinya perlu kita melakukan apa yang baik telah dilakukan NGO,” tandasnya.

Pengalaman dari bencana besar, wajib hukumnya Pemda KLU membuat jalan evakuasi. Ada bencana yang hampir tiap tahun yang dihadapi Pemda KLU, yaitu bencana kekeringan.

“Kita harus genjot untuk menyelesaikan pemenuhan perpipaan terhadap kawasan masyarakat yang mengalami kekeringan. Bagi desa yang lain bentuk tim, dimana titik mata air sehingga Bappeda mendukung anggarannya,” urainya.

Hal lain yang perlu diperhatikan pula, pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jangan setelah ditinggalkan NGO, usaha mikro itu mati.

Tapi mesti lebih baik lagi, karena masyarakat telah dibantu dengan pelatihan-pelatihan, permodalan, peralatan, magang dan lainnya.

Pemulihan infrastruktur

Koordinator Program PETRA UNDP Zaenudin menyampaikan dalam setahun terakhir, UNDP bersama PALUMA Nusantara melakukan kegiatan pemulihan infrastruktur masyarakat di dua desa, yakni Desa Sambik Elen dan Desa Genggelang  KLU.

Kegiatan yang dilakukan di Desa Sambik Elen di antaranya, rehabilitasi jaringan air bersih sepanjang 2 kilometer, selesai pada bulan Desember 2020 dan telah diserahkan kepada Pemerintah Desa.

Di Desa Genggelang yaitu memfasilitasi pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) selesai Desember 2020.

Dijelaskannya, untuk kegiatan infrastruktur di dua desa tersebut, pihaknya melaksanakan dengan pendekatan padat karya, sehingga masyarakat desa punya kesempatan untuk berkerja dan mendapatkan pendapatan tambahan.

Selain kegiatan infrastruktur, PALUMA dalam setahun terakhir, telah memfasilitasi beberapa kegiatan pemulihan ekonomi. Beberapa kegiatan ekonomi produktif berbasis sumber daya masyarakat setempat seperti usaha Kopi, Kakao, Jambu Mente, baik di Desa Sambik Elen maupun Desa Genggelang.

“PALUMA mendampingi masyarakat tidak lama, tetapi relatif telah memberikan hasil dan manfaat nyata bagi ibu-ibu untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Saya merasa bersyukur dan bangga, melihat hasilnya karena dua desa tersebut juga merupakan daerah desa wisata,” tuturnya.

Pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih pula kepada Pemerintah Daerah KLU dengan dukungan bantuan DID untuk desa-desa.

“Hampir semua kelompok yang didampingi oleh PALUMA, baik Desa Sambik Elen maupun Desa Genggelang sudah mendapatkan bantuan DID sehingga usaha-usaha yang sudah dimulai bisa berkelanjutan,” jelasnya.

Manajer Program PALUMA Nusantara, Umi Azizah memaparkan total penerima manfaat langsung sebanyak 316 orang.

Pihaknya berkerja sama pula dengan Dinas Sosial PPA Provinsi NTB. Sedangkan penerima manfaat tidak langsung masyarakat di Desa Sambik Elen dan Desa Genggelang diisi dengan kegiatan sharing informasi dan pemberdayaan.

Diuraikannya, kegiatan lainnya pelatihan Manajemen Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan Tim Siaga Bencana Desa (TSBD). Harapannya, menjadi tradisi atau budaya setiap pertemuan baik di desa maupun kabupaten.

Penguatan FPRB dan TSBD terkait dengan keselamatan diri itu penting, karena tidak tiap hari keadaan normal, sehingga perlu menyiapkan diri dalam evakuasi kebencanaan.

Untuk kegiatan ekonomi, pihaknya membuat kerajinan batik ecoprint dengan pewarna alam termasuk Kopi, Cokelat dan Mente. Semua ini, bagian dari prestasi Pemerintah desa dan Pemda KLU yang saling mendukung dalam memulihkan ekonomi masyarakat pascagempa.

 

Pada kegiatan tersebut, diputar video tematik mitigasi bencana serta pencapaian program PALUMA bertajuk Masker, Mata Air, Berugaq, Komoditi Pertanian, dan Pariwisata.

Acara berlangsung partisipatif, rangkaian dilanjutkan dengan serah terima Waserda Desa Genggelang dari PALUMA kepada Kepala Desa Genggelang disaksikan Asisten II Setda KLU, PETRA UNDP serta peserta workshop.

Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Bappeda KLU Heryanto SP, Kepala Desa Sambik Elen Muhammad Katur, Kepala Desa Genggelang Almaududi, perwakilan stakeholders terkait, jaringan NGO serta tamu undangan lainnya.

sas




Menjunjung Tinggi Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia

Miris  melihat jiwa-jiwa pemuda Indonesia yang diracuni oleh bahasa-bahasa aneh

Jaman sekarang anak-anak muda banyak yang tidak mengerti bagaimana berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Mereka jauh lebih menyukai bahasa dari negara-negara tetangga, contohnya bahasa Korea dan Jepang yang sedang membuming di kalangan anak muda Indonesia.

Kemanakah rasa menjunjung tinggi Bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia, seperti yang dulu pernah di sumpahkan oleh para pemuda Indonesia??

Entahlah, rasa itu sepertinya mulai luntur dari hati setiap kaum muda para pejuang bangsa ini. Mungkinkah ini sebuah ketertarikan atau bahkan melebihi ketertarikan?

Kalangan remaja seperti saya ini banyak sekali bahasa-bahasa aneh lainnya yang menyalahi aturan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) Bahasa Indonesia yang benar. Contohnya, seperti kita sebut saja bahasa gaul bahkan bisa berubah menjadi bahasa alay yang sedang banyak merasuki dunia para pemuda-pemudi Indonesia.

Sangat miris memang melihat jiwa-jiwa pemuda Indonesia yang telah diracuni oleh bahasa-bahasa aneh itu.

Sebenarnya menciptakan bahasa-bahasa baru itu bagus namun harus tetaplah ada batasnya dan pada kaidah-kaidah yang secara umum itu jauh lebih baik.

Meskipun itu semua tergantung kesepakatan daripada penuturnya. Harapan ke depan bagi pemuda Indonesia khususnya janganlah mudah terbawa suasana arus Globalisasi, ikut masuk ke arusnya tak apalah, namun tetap membawa pelampung untuk berenang ketepian.

Maksudnya bawalah ciri khas negara Indonesia ini ke tengah arus Globalisasi TANPA HARUS MENGHILANGKANNYA!!!***