Gubernur Lepas 400 Prajurit TNI Pengamanan RI-Timor Leste

Pesan untuk para prajurit, agar pegang teguh Sapta Marga dan sumpah prajurit serta jaga nama baik TNI

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah melepas 400 prajurit Batalyon Infanteri 742/Satya Wira Yudha, untuk operasi pengamanan perbatasan di sektor bagian Timur, perbatasan wilayah Republik Indonesia dengan negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) selama tahun 2021, di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat Jumat (26/02/21).

Saat melepas keberangkatan ratusan prajurit TNI yang menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Amboina itu, Gubernur Zul bersama Komandan Korem  (Danrem) 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dan Kapolda NTB Irjen Pol M Iqbal.

Gubernur menyampaikan, tugas menjaga perbatasan negara kesatuan Republik Indonesia merupakan misi mulia demi menjaga keamanan wilayah negara kesatuan Indonesia, demi utuh dan tegaknya kedaulatan bangsa.

Segenap masyarakat NTB akan selalu mendoakan, semoga yang Maha Kuasa meringankan langkah dan tugas satgas TNI di tempatnya bertugas dan atas pengabdiannya, semoga tercatat sebagai ladang amal ibadah di sisi ALLAH SWT.

“Mewakili seluruh masyarakat NTB, saya menyampaikan apresiasi dan memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada para prajurit TNI yang akan mengabdikan diri dalam tugas mulia ini,” ungkap Doktor Zul.

Diharapkan, tanggung jawab besar ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dengan penuh ketulusan, keikhlasan dan dedikasi yang tinggi.

“Pesan saya, pegang teguh Sapta Marga dan sumpah prajurit serta jaga nama baik TNI,” pinta Doktor Zul. Akhirnya, kepada satgas Pamtas RI-RDTL Batalyon Infantri 742/ Satrya Wira Yudha, saya ucapkan selamat jalan dan selamat bertugas,” pesan gubernur.

Tes kesegaran jasmani

Sebelumnya, Sebanyak 400 Prajurit Batalyon Infanteri 742/Satya Wira Yudha telah menggelar tes kesegaran jasmani di lapangan Trisula Yonif 742/SWY Gebang Mataram sebagai persyaratan Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-RDTL, pada Jumat (11/12) pekan lalu.

Komandan Yonif 742/SWY Mayor Inf Bayu Sigit Dwi Untoro di lapangan Trisula seusai mengikuti Garjas yang diselenggarakan Jasrem 162/WB seperti dilangsir dari https://tni.mil.id.

Sesuai rencana, lanjut Sigit sapaan akrab Danyon, Yonif 742/SWY yang ia pimpin akan melaksanakan operasi Pamtas di sektor bagian timur perbatasan wilayah RI dengan negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) harus memiliki fisik yang prima dan mental baja.

“In syaa Allah sebanyak 400 orang personel Yonif 742 siap mengamankan wilayah perbatasan tahun 2021,” ujarnya.

manikp@kominfo

 




Djohan Sjamsu dan Danny Karter Dilantik Jadi Bupati dan Wabup Lombok Utara Periode 2021-2026

Bupati diminta merangkul seluruh masyarakat yang sempat terpecah saat pilkada, menjaga persatuan semua elemen rakyat dalam menata dan membangun daerah

MATARAM.lombokjournal.com

Djohan Sjamsu SH dan Danny Karter Febrianto ST MEng dilantik Gubernur Provinsi NTB, Zulkieflimansyah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara periode 2021-2026, di Kantor Gubernur setempat (26/02/2021).

Pelantikan dan Pengambilan sumpah jabatan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara itu bersama lima bupati/walikota terpilih se- NTB hasil Pilkada tahun 2020. Forkopimda Provinsi NTB hadir dalam pelantikan itu, serta disaksikan sejumlah pejabat lingkup pemerintah daerah masing-masing kabupaten/kota melalui live streaming virtual.

Pelantikan Bupati Djohan dan Wabup Danny berjalan khidmat dan lancar, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah SE MSc dalam sambutannya mengatakan, para bupati dan walikota yang telah dilantik merupakan tokoh dan figur terbaik dan berpengalaman sehingga kepemimpinannya tinggal melanjutkan berbagai program pembangunan di daerah masing-masing.

Gubernur Zul menitip pesan kepada para bupati/walikota terpilih, agar merangkul seluruh masyarakat yang sempat terpecah saat pilkada. Pihaknya menegaskan pentingnya persatuan semua elemen rakyat dalam menata dan membangun daerah.

“Para kepala daerah mesti lebih sering turun menjumpai masyarakat untuk mengetahui kondisi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat di daerah,” tuturnya.

Acara di Tanjung

Acara syukuran atas pelantikan Bupati/Wakil Bupati Lombok Utara berlangsung di Tanjung, dihadiri oleh Pelaksana Harian Bupati Lombok Utara, Drs H Raden Nurjati yang kembali sebagai Penjabat Sekda KLU.

Hadir pada kesempatan tersebut, Forkopimda KLU, di antaranya Ketua DPRD KLU Nasrudin SHI, Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansyah SH, Wakil Ketua DPRD Lombok Utara H Burhan M Nur SH, anggota DPRD Adamalik dan I Made Karyase, Para Asisten, Kepala OPD, Camat serta tamu undangan lainnya.

Pj Sekda KLU, Drs H Raden Nurjati kepada awak media menyampaikan, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota se-NTB disiarkan secara virtual.

Khusus di KLU disamping dipusatkan di Aula Kantor Bupati, ada pula di Pendopo 1 dan Pendopo 2. Kemudian seluruh OPD untuk menyiarkan, termasuk Kantor Camat dan desa-desa.

Ditambahkannya, masyarakat bisa menyaksikan siaran lewat kantor desa secara live. Dari segi keamanan, beberapa kali bertemu Kapolres untuk membicarakan acara apa saja yang dilaksanakan sehingga bisa melakukan persiapan dalam pengawasan saat acara virtual pelantikan, mengantisipasi adanya konvoi.

Saat ditanyakan terkait program mendatang, Pj Sekda menyatakan jajaran Pemerintah Daerah berharap bimbingan, lantaran Bupati Lombok Utara berpengalaman (pernah dahulu sebagai bupati), sehingga apa yang dituangkan dalam RPJMD sampai pada masing-masing OPD dan yakin bisa terlaksana.

Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin SHi menyampaikan, pihaknya menyiapkan langkah-langkah komplet membangun Lombok Utara ke depan.

“Bagaimana kita berharap kepada bupati dan wakil bupati mengelola pemerintahan KLU dengan baik, karena kondisi daerah kita, belum selesai masalah gempa datang lagi pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Menurutnya, birokrasi ke depan bisa duduk bersama antara kepala daerah,  memahami visi dan misi bupati dan wakil bupati terpilih.

Kapolres Lombok Utara AKBP Feri Jaya Satriansyah SH kepada awak media menyatakan selamat atas pelantikan bupati dan wakil bupati.

“Semoga apa yang sudah dicita-citakan atau apa yang sudah disampaikan ke masyarakat dilaksanakan dan berharap ada sinergitas yang baik antara Polri, TNI dan Pemda dalam rangka Lombok Utara aman kondusif dan sejahtera,” urainya.

di tempat terpisah usai pelantikan, Bupati Djohan dan Wabup Danny menghadiri peluncuran Kendaraan Listrik Gemilang NTB. S

Selanjutnya Wakil Bupati menyempatkan nyekar ke Makam ayahandanya almarhum Dr Ridawan di Mataram. Sedangkan Bupati Djohan bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Lombok Utara bertemu dengan sejumlah tokoh, simpatisan dan acara keluarga.

Kini, Kabupaten Lombok Utara telah resmi dipimpin Bupati dan Wakil Bupati untuk masa jabatan periode 2021-2026.

sap




Melantik 6 Pasangan Bupati/Walikota Terpilih, Gubernur Ingatkan Tantangan di Era Medsos

Kepala Daerah yang dilantik sudah berpengalaman, lima di antaranya melanjutkan pemerintahan sebelumnya

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengigatkan, di era media sosial (medsos) kritik ketidak puasan maupun pujian atas pemimpin daerah diekspresikan langsung oleh masyarakat melalui medsos.

Menurutnya, masyarakat menjadi media bagi dirinya sendiri, dan hal itu didengar langsung oleh seluruh dunia. Karenanya, berlangsungnya era tatanan baru di tengah pandemi Covid-19, menjadi tantangan sekaligus harapan bagi enam bupati/walikota terpilih Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Hal itu diingatkan saat melantik enam pasangan Kepala Daerah yang terpilih dalam Pilkada 2020, di Gedung Graha Bhakti Praja Kompleks Kantor Gubernur, Jumat (26/02/21).

“Media Sosial dan pandemi covid-19  menimbulkan suatu kebiasaan-kebiasan baru yang menjadi tantangan yang tidak mudah bagi pimpinan daerah,” ujar Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB.

Enam pasangan Kepala Daerah yang dilantik Gubernur, yaitu Walikota/Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, .S.Sos., M.H., dan  TGH. Mujiburahman., Bupati/Wakil Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, S.H., dan Danny Karter Febrianto R, S.T., M.Eng., Bupati/Wakil Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri dan H M Nursiah, Bupati/Wakil Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM dan Fud Syaifuddin, ST, Bupati/Wakil Bupati Dompu Kader Jaelani dan H. Syahrul Parsan, ST., MT, dan Bupati/Wakil Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, S.E dan  Drs. Dahlan M. Noer.

Dari tujuh daerah yang melaksanakan Pilkada serentak 2020, hanya Kabupaten Sumbawa yang belum dilakukan pelantikan, karena sengketa hasil Pilkada Sumbawa masih berproses di Mahkamah Konstitusi (MK). Dan saat INNI masih dijabat oleh Pelaksana Harian (Plh) Bupati, yaitu Sekda setempat.

Gubernur menjelaskan, seluruh Kepala Daerah yang dilantik hari ini sudah sangat berpengalaman. Lima di antaranya melanjutkan pemerintahan sebelumnya.

Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Dompu disebut tak lagi awam di ranah kepemimpinan. Dengan pengalaman tersebut, diharapkan pasangan bupati/walikota terpilih kali ini dapat menjadikan daerah masing-masing menjadi lebih baik. Terutama dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan dengan pengalaman yang sangat banyak daerah kita semakin lama semakin baik. Masa ini masa yang berbeda apalagi dengan pandemi. Semoga daerah kita bisa kembali hijau agar kita bisa kembali kekehidupan sepertibiasanya,” harap Gubernur.

novita, diskominfotikntb




HBK Salurkan Bantuan Makanan Pendamping ASI untuk Gizi Balita

Untuk ibu-ibu hamil di P. Lombok, Yayasan HBK PEDULI akan bekerjasama dengan Posyandu yang ada

lombokjournal.com —

MATARAM — Tumbuh kembangnya Balita dan anak-anak sangat dipengaruhi oleh asupan gizi yang ideal sejak dini. Namun kenyataannya, tak semua keluarga bisa memenuhinya, akibat dari berbagai faktor, salah satunya adalah faktor ekonomi.

Wakil Ketua Komisi I  DPR RI, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) menyikapi hal ini dengan menyalurkan bantuan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) untuk para Balita di P. Lombok.

Bantuan disalurkan melalui Yayasan HBK PEDULI di delapan Sekretariat HBK PEDULI secara serentak,, yang tersebar di P. Lombok, Jum’at (26/2).

Barang-barang bantuan yang disalurkan adalah biskuit-biskuit penuh gizi dan nutrisi atau yg lebih dikenal dengan makanan tambahan MP ASI, untuk para Balita dan anak-anak.

Ketua Yayasan HBK PEDULI, Hj. Dian HBK mengatakan, tujuan pemberian MP ASI ini dilakukan agar para Balita dan anak-anak bisa terjaga nutrisinya, imunnya tinggi, dan badannya sehat. Serta mampu atau kuat dalam menghadapi serangan pandemi Covid19.

“Apalagi, anak-anak Balita ini termasuk ke dalam kelompok orang yang rentan terhadap serangan penyakit, sehingga ini harus kita perkuat gizi dan nutrisinya. Gizi yang cukup akan menghasilkan generasi2 muda atau generasi2 penerus yang unggul,” kata Hj. Dian HBK, istri tercinta H. Bambang Kristiono, SE (HBK).

Menurut Hj. Dian HBK, selain para Balita, ke depan ibu-ibu hamil juga akan menjadi perhatian dan diberikan bantuan untuk kebutuhannya.

“In syaa Allah, dalam waktu yg tidak lama lagi, makanan penuh gizi dan nutrisi buat ibu-ibu hamil juga akan disalurkan kepada ibu-ibu hamil di P. Lombok,” paparnya.

Hj. Dian HBK mengatakan, untuk ibu-ibu hamil di P. Lombok, Yayasan HBK PEDULI akan bekerjasama dengan Posyandu-Posyandu yang ada. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan, dan juga mengurangi angka stunting di daerah ini.

  1. Bambang Kristiono, SE (HBK) mengatakan, dalam situasi sulit di masa pendemi sekarang ini hendaknya semua pihak atau elemen di P. Lombok bahu-membahu, bergotong-royong untuk membantu sesama.

Demikian juga diharapkan kepada segenap tokoh NTB untuk selalu menjaga soliditas dan kekompakan, bergotong royong dan saling meringankan. Setiap orang bisa berperan sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya masing-masing.

“Pandemi Covid19 ini belum bisa dipastikan kapan akan berakhir. Banyak masyarakat yang hidupnya semakin sulit sekarang, dan anak-anak Balitanya tidak terawat dengan baik. Dengan bantuan MP ASI ini, paling tidak, kita bisa saling meringankan khususnya dengan ibu-ibu yang masih memiliki anak kecil,” tandas HBK

Samurai Prabowo ini menjelaskan, saat ini pihaknya juga terus berjuang untuk bisa mendapatkan bantuan makanan tambahan buat ibu-ibu yang sedang hamil.

“Mereka juga harus terjaga gizi dan nutrisinya agar proses kehamilannya bisa berjalan lancar. In syaa Allah, dalam waktu yang tidak terlalu lama, HBK PEDULI juga akan menyalurkan bantuan makanan tambahan buat ibu-ibu hamil di P. Lombok,” ujar HBK.

Terakhir, HBK mengapresiasi dan berterima kasih pada Ketua Yayasan HBK PEDULI atas upayanya yang selalu peduli dan bersimpati terhadap anak-anak dan kaum perempuan di P. Lombok.

“Saya sangat berterimakasih kepada ibu Hj. Dian HBK, Ketua Yayasan HBK PEDULI yang telah terus mendorong dan mengingatkan saya untuk selalu peduli dengan kaum perempuan dan anak-anak P. Lombok,” tukas HBK.

Me (*)




NTB Ciptakan Rapid Test Antigen

Kolaborasi Laboratorium Hepatika dan Rumah Sakit Unram, mampu membuat alat yang memiliki akurasi yang tinggi untuk menguji Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Provinsi NTB. berhasil  menciptakan dan mengembangkan alat Rapid Diagnostic Test (RDT) atau alat rapid test antibody,

Universitas Mataram (Unram) bersama dengan Laboratorium (Lab) Hepatika Bumi Gora berhasil menciptakan alat Rapid Test Antigen yang dilabeli dengan nama “ENRAM”. Alat  rapid test antibody buatan lokal NTB ini bahkan tingkat akurasinya tidak kalah dengan alat sejenis yang selama ini digunakan untuk melakukan tracing contact.

“Selama ini, berbicara Corona Virus itu, identik dengan alat-alat yang canggih dan berada di kota-kota besar. Namun, dengan proses penelitian dan riset Laboratorium Hepatika dan Unram mampu menghasilkan inovasi alat Rapid Test Antigen,” kata Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M. Sc., didampingi Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum., dan Kepala Laboratorium Hepatika Bumi Gora, Prof. Dr. Mulyanto, saat acara konferensi pers peluncuran  Rapid Test Antigen, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Kamis (25/02/21).

Kolaborasi Laboratorium Hepatika dan Rumah Sakit Unram, mampu membuat alat yang memiliki akurasi yang tinggi untuk menguji Covid-19.

Keberadaan alat penemuan baru ini dapat memudahkan tracing kepada pasien terinfeksi Covid-19, sehingga t mengurangi angka penyebaran Corona Virus di NTB. S

elama ini di NTB terkendala dengan alat, namun dengan kehadiran alat produk lokal  dalam daerah, diharapkan mampu mengatasi pandemi.

“Kalau sudah alatnya jelas, maka tracingnya cepat. Mudah-mudahan pandemi ini cepat teratasi,” harap Gubernur.

Doktor Zul minta, agar alat Rapid Test Antigen “Enram” ini dapat diproduksi lebih banyak lagi. Ia menargetkan akhir Maret 2021 dapat diproduksi sebanyak 50 ribu.

“Lebih cepat lebih baik, minimal akhir Maret 2021 dapat diproduksi 50 ribu alat,” ujarnya.

Menurutnya, tidak disangka NTB mampu membuat alat Rapid Test Antigen. Ini membuktikan,  industrialisasi tidak identik dengan pabrik-pabrik besar.

Bahkan Gubernur yakin, bila diberi kesempatan dan sumber daya, NTB mampu membuat Vaksin. Ia mengapresiasi usaha dan ikhtiar Profesor Mul sapaan  Kepala Laboratorium Hepatika Bumi Gora dan Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Hepatika dan Unram,” ucap Gubernur.

Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum menjelaskan,  temuan ini merupakan bagian dari riset dan inovasi, yang menjadi kebijakan pemerintah, dalam mendorong perguruan tinggi (PT) untuk melakukan penelitian, penemuan dan inovasi, terutama di era pandemi Covid.

“Riset ini inovasi, memantik PT untuk menciptkan hasil karya yang mampu mengatasi persoalan dimasa Covid, sehingga kita mampu mandiri,” kata Rektor Unram.

Ia mengapresiasi Tim Rumah Sakit Unram bersama Tim Laboratorium Hepatika Bumi Gora, yang telah terus berkreasi dan berinovasi membantu daerah bahkan bangsa dan negara.

“Selamat kepada Tim yang telah bekerjasama dan kolaborasi,” tutupnya.

Kepala Laboratorium Hepatika Bumi Gora Prof Dr. Mulyanto yang menginisiasi riset dan penelitian untuk menciptakan alat Rapid Test Antigen menjelaskan, setalah membuat alat Rapid Test Antibody bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada dan Padjajaran yang dinamai RIGHA, Hepatika ditantang Gubernur NTB, untuk membuat inovasi menciptakan alat Rapid Test Antigen bekerjasama dengan Unram.

Menurutnya, Hepatika terus berikhtiar melakukan penelitian dan riset. Dari usaha tersebut, menghasilkan produk Rapid Test Antigen untuk Covid-19.

“Kami yang mempoduksi produk, kemudian hasilnya dievaluasi oleh Unram,” kata  Profesor Mul.

Produk karya NTB ini telah melalui proses seperti validasi dan uji lainnya. Untuk menguji akurasinya alat ini dibandingkan dengan sampel virus menggunakan PCR dan anti virus yang telah beredar atau komersil lainnya.

Hasilnya kata Profesor Mul,  sangat memuaskan. Sensivitasnya dan spesifitasnya lebih baik dari salah satu alat tes cepat yang beredar di pasaran.

Akurasi alat ini sensivitasnya sekitar 91 persen, dengan spesifitasnya sekitar 96 persen. Artinya, dapat mendeteksi paling tidak dari 100 pasien positif, sejumlah 91 orang yang dapat dideteksi dengan produk ini.

Kalau tidak dapat dideteksi dengan alat ini, artinya jumlah virusnya sangat rendah dan tidak menular. Dibanding dengan produk lain ada yang sensivitasnya 80 persen. Produk ini juga merupakan hasil dari uji coba dengan 2 produk alat komersial sebagai pembanding.

“Namun lebih bagus kita,” tegasnya.

Selain itu juga, alat ini tergolong murah dengan harga kurang lebih Rp. 100.000,-  dan dapat langsung mendapatkan hasil sekitar 15 menit.

“Pembuatan alat bahanya sama dan cepat, lebih mudah dibanding dengan membuat alat sebelumnya,” tutup professor.

Tim   Peneliti dari Rumah Sakit Unram, Muhammad Rizki,  mejelaskan, hasil uji validasi yang dilakukan oleh Unram dengan membandingkan sampel yang sama dengan produk komersial menunjukan, hasil yang positif pada produk komersial juga positif pada produk Lab Hepatika.

Dan sebaliknya, hasil negatif pada produk komersial tersebut, menujukan hasil negatif juga pada produk Hepatika.

Ia juga menjelaskan, sebelum dilakukan penelitian lebih lanjut dibandingkan dengan tes PCR, Lagi-lagi hasilnya tetap konsisten. Jadi dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kualitas produk hepatika tidak kalah dengan produk komersil lainnya.

“Artinya, hasil deteksi produk komersial, dapat dideteksi oleh produk yang dikembangkan oleh Hepatika,” katanya.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Kepala Dinas Kominfotik NTB, Assiten I Setda Provinsi NTB, Tim dari Fakultas Kedokteran Unram, Tim Lab Hepatika dan awak media elektornik dan cetak NTB.

dy@diskominfotik_ntb




Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) dan Terminal Tipe B Siap Dibangun di Lotim

Rencana pembangunan KIHT ini akan dibangun di lahan eks Pasar Paok

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi NTB siap membangun Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di lahan eks Pasar Paok Motong, Kecamatan Masbagik Lombok Timur.

Selain itu,  Pemprov juga segera membangun Terminal angkutan tipe B, untuk angkutan antar kabupaten dalam propinsi. Kedua rencana pembangunan infrastruktur pada tahun ini dinilai sangat strategis untuk pengembangan ekonomi.

Lalu Gta Aryadi

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah, HL Gita Ariadi terkait kepastian pembangunan kedua fasilitas ini,  prosesnya sedang dikerjakan bersama Pemkab Lotim.

“Tinggal menyelesaikan administrasi aset karena anggarannya sudah ada untuk KIHT,” ujar Sekda di Kantor Gubernur di Mataram, Kamis (25/02/21).

Pemkab Lotim melalui Kabid Aset Pemkab Lotim mengatakan, pihaknya mendukung pembangunan ini mengingat Lotim sebagai daerah penghasil tembakau terbesar penyumbang PAD. Dan lokasi penyeberangan Kayangan yang tepat berdampingan dengan Terminal tipe B.

Rencana semula terminal akan dibangun di Pringgabaya namun usulan agar dekat dengan pelabuhan Kayangan dapat dikembangkan menjadi pusat ekonomi terpadu di masa depan. Begitupula dengan pembangunan KIHT yang dapat meningkatkan produksi 41 UKM tembakau Lotim.

Rencana pembangunan KIHT ini akan dibangun di lahan eks Pasar Paok Motong yang dinilai berdampak baik untuk pendapatan daerah dan stabilitas pasar tembakau.

Asisten II, Ridwansyah menjelaskan, anggaran 15 miliar untuk KIHT tinggal digunakan dan harus terbangun tahap pertama tahun ini jika telah sesuai dengan aturan.

Terkait lokasi terminal, Ridwansyah menyarankan lokasi harus sesuai dengan manajemen transportasi agar termanfaatkan dengan maksimal.

jm




Hasil Riset Unicef dan UNDP, Jadi Strategi Penanggulangan Dampak Gempa dan Pandemi

Dengan data yang tepat penanganan dampak gempa dan pandemi di NTB dapat sesuai sasaran

MATARAM.lombokjournal.com

Hasil penelitian “Dampak sosial dan ekonomi pandemi covid-19 di daerah pasca bencana” yang dilakukan Smeru Research Institute bekerjasama dengan Unicef dan UNDP sangat diperlukan untuk memformulasikan kebijakan dan strategi penanggulannya.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan itu, dalam sambutan Webinar  hasil penelitian tersebut, Kamis (25/02/21).

Gubernur Zulkieflimansyah

Menurutnya, informasi yang dihasilkan dari survey itu berharga untuk memformulasikan strategi dan program yang relevan, sehingga betul betul mampu menyentuh akar masalah.

“Kami akan gunakan hasil survey ini dengan maksimal untuk bersinergi dengan Unicef dan UNDP,” kata  Bang Zul sapaan akrab Gubernur.

Senada dengan Gubernur, Sophie Kemkhadze Deputy Residence Representative UNDP dan Fernando Carrera Chief of Sosial Policy Unicef Indonesia berharap, agar hasil research dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

Sophie Kemkhadze menyebutkan, bencana beruntun yang dialami baik oleh Provinsi NTB dan Sulawesi Barat pasti tidak mudah, namun dengan data yang tepat penanganannya dapat sesuai sasaran.

Hopefully this research can help the government in overcoming the impacts of the disasters and pandemic (Semoga penelitian ini dapat membantu pemerintah dalam menanggulangi dampak bencana dan pandemi yang dihadapi),” jelas Sophie.

Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si. Kepala Bappeda NTB pada kesempatan yang sama menuturkan, di bawah pemerintahan Gubernur H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Provinsi NTB menjadi daerah yang  baik dalam menanggulangi dampak bencana beruntun yang dialami. Penurunan angka kemiskinan NTB bahkan di atas rata-rata nasional.

” Gubernur dan Wakil Gubernur melakukan terobosan-terobosan reformasi birokrasi, dan terutama etrobosan pada sektor perekonomian, yang penekanannya pada industriliasasi melalui IKM dan UKMnya,” tandasnya.

Novita/(diskominfotikntb




Enam Pasangan Kepala Daerah Dilantik Gubernur,  dari Sumbawa Tunggu Keputusan MK

Pelantikan enam pasangan Kepala Daerah itu hanya dihadiri Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, bersama istri, tentu dengan menerapkaan menerapkan protokol Covid

MATARAM.lombokjournal.com

Pelantikan Kepala Daerah terpilih hasil Pilkada 2020 akan berlangsung di Kota Mataram akan dilakukan oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., di Kota Mataram yang menjadi ibukota Provinsi NTB, di gedung Graha Bhakti Praja Jumat (26/02/21).

Dari tujuh pasangan Kepala Daerah dalam Pilkada Serentak 2020, hanya enam pasangan Kepala Daerah terplih yang akan dilantik pada hari Jum’at tanggal 26 Februari mendatang.

Masing-masing adalah Walikota/Wakil Walikota Mataram, Bupati/Wakil Bupati Lombok Utara, Bupati/Wakil Bupati Lombok Tengah, Bupati/Wakil Bupati Sumbawa Barat, Bupati/Wakil Bupati Dompu dan Bupati/Wakil Bupati Bima.

Untuk Kepala Daerah terpilih dari Kabupaten Sumbawa belum bisa dilakuka pelantikan, dan masih akan diisi Penjabat Kepala daerah. Karena penyelesaian sengketa Pilkada Sumbawa masih berproses di Mahkamah Konstitusi (MK).

Penjelasan itu disampaikan Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si. Di Mataram. Menurutnya,  Pemprov NTB sudah bersurat ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai pelantikan enam Kepala Daerah secara langsung di ibukota Provinsi NTB.

Dijelaskan, pelantikan enam Kepala Daerah itu akan dilakukan secara terbatas dan menerapkan protokol kesehatan.

Pelantikan enam pasangan Kepala Daerah itu hanya dihadiri Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, bersama istri, tentu dengan menerapkaan menerapkan protokol Covid.

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) masing-masing daerah akan mengikuti acara pelantikan secara virtual.

Karena Kepala Daerah yang dilantik hanya enam pasangan Bupati/Walikota, maka sangat memungkinkan dilakukan pelantikan secara langsung, dengan jumlah tamu yang terbatas dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Sekda, berbeda dengan pelantikan yang berlangsung di provinsi besar seperti di Jawa yang pasangan Kepala Daerah yang akan dilantik mencapai jumlah puluhan.

“Kita hanya enam pasangan Kepala Daerah, terbatas juga yang hadir,’’ kata Sekda.

Rr




Gubernur Lepas Keberangkatan Bantuan Kemanusian ke Sulawesi Barat

Saat gempa Lombok dua tahun lalu, bantuan kemanusian juga datang dari masyarakat Sulawesi Barat

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc  melepas bantuan kemanusiaan berupa sembako dari para Dermawan Lombok-Sumbawa bagi masyarakat Majene, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) yang tertimpa musibah gempa, Kamis (25/02/21).

Dalam acara itu Gubernur bersama Kapolda NTB, Irjen. Pol. Mohammad Iqbal, MH, Danrem 162/WB Brigjen. TNI Rizal Ramdhani, SH, MH dan Kepala OPD terkait lingkup Pemprov NTB.

Kerja kemanusiaan yang dilakukan para Dermawan Lombok Sumbawa yang difasiltasi  Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) NTB itu mendapat apresiasi Gubernur Zul.

Gubernur menilai, bantuan kemanusiaan dari para Dermawan ini merupakan kepedulian dan solidaritas  kemanusiaan masyarakat NTB, terhadap masyarakat Sulawesi Barat yang tertimpa gempa bumi berkekuatan hampir sama dengan Gempa Lombok Agustus 2018 lalu.

Saat terjadinya gempa Lombok dua tahun lalu, berbagai  bantuan kemanusian dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri berdatangan, termasuk dari masyarakat Sulawesi Barat.

“Saya berharap agar selama perjalanan pengiriman bantuan ini bisa sampai tujuan dengan aman dan selamat. Mudah-mudahan masyarakat NTB terus memupuk semangat solidaritas kemanusian dan kepedulian antar sesama yang tengah dilanda musibah akibat gempa Sulbar beberapa waktu lalu. Teruslah masyarakat NTB berkontribusi dan peduli bagi bangsa dan negara kita ini,” pesan Gubernur.

Sebelumnya Kepala Cabang ACT NTB Juani Pratama melaporkan, bantuan kemanusiaan yang sebagian besar berasal dari para Dermawan dari Lombok dan Sumbawa atau donatur lainnya dihimpun dan terkumpul sebanyak 25 ton Sembako.

Dari 25 ton ini terdiri dari 15 ton beras dan selebihnya berupa bahan makanan siap saji lainnya termasuk makanan asupan utuk bayi, mie instan, minyak goreng dan lainnya.

“Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap sesama di Sulawesi Barat yang tengah mengalami musibah mengingat kita juga pernah dibantu oleh masyarakat Sulbar saat terjadinya gempa Lombok. Dan perlu dicatat  masyarakat NTB memiliki kepedulian yang cukup tinggi di Indonesia atas musibah yang menimpa masyarakat,” ujar Juani Pratama.

her-ikp-Kominfotik NTB




Kunjungan Dandim 1606/Lobar Terkait Program Pompa Hidram di Lombok Utara

Sasaran yang dicapai minimal pada musim kering (kemarau) airnya mesti mengalir

TANJUG.lombokjournal.com

Plh Bupati Lombok Utara, Drs H Raden Nurjati menerima kunjungan Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan SSos MT terkait dengan pemasangan Pompa Hidram di KLU, di ruang kerjanya (23/02/21).

Plh Bupati Lombok Utara Drs H Raden Nurjati menyampaikan pertemuan dalam rangka ekspose rencana program pembangunan pompa hidram dari Kodim 1606/Lobar di Lombok Utara.

“Bagaimana selanjutnya program pompa hidram, rencana kapan dibangun dipaparkan Dandim dan kiranya pembangunan fisik akan ada pendampingan dari Pemda. Demikian pula dengan sosial kemasyarakatan dari Dinas Lingkungan Hidup supaya bisa menjaga kapasitas debit air,” tuturnya.

Raden Nurjati menyatakan, ada beberapa daerah yang tiap tahun mengalami kekeringan irigasi dan kebutuhan air minum, yaitu Kecamatan Bayan dan Kayangan.

Kendati memang ada beberapa kali (anak sungai) memang yang airnya tetap mengalir sampai ke laut antara lain Kali Sehari, Kali Real di Bayan, Kali Sidutan Amor-Amor.

Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan SSos MT menyampaikan, program tersebut bukan utuh dari Kodim, melainkan dukungan Pangdam Kodam Udayana dan Korem Wira Bhakti.

Dijelaskannya, program sejenis telah dilakukan di Nusa Tenggara Timur dengan jumlah sembilan titik tempat. Sedangkan di Nusa Tenggara Barat sudah ada dua titik tempat dan telah berjalan. Khusus untuk Kodim 1606/Lobar meliputi tiga kabupaten yaitu Lombok Barat, KLU dan Kota Mataram.

“Kita arahkan pada dua wilayah. Kalau arahan terakhir dari Kodam, tiap Kodim  mencari titik tempat. Untuk Lombok Utara mulai hari ini sudah berjalan dari membuat bak penampungan di Bayan,” tandasnya.

Dikatakannya, secara umum dinaikkan air yang ada di lembah dengan Pompa Hidram supaya bisa dimanfaatkan oleh penduduk pada daerah yang lebih tinggi, tetapi harapan besarnya supaya bisa mengairi daerah pertanian.

Dandim menyampaikan pula untuk lokasi di KLU ada di Desa Batu Rakit Kecamatan Bayan sudah mulai prosesnya. Adapun jumlah KK di tempat tersebut adalah 900 KK, dengan luas lahan 300 hektar.

“Prinsipnya ada air mengalir sepanjang tahun, walaupun kemarau dan debit airnya memungkinkan Pompa Hidram dapat memompa air ke atas dan bisa bermanfaat,” urainya.

Potensi pertanian dan peternakan diharapkan dapat dialiri air, lantaran bukan untuk kebutuhan sehari-hari saja, tapi lebih pada kebutuhan yang lebih besar. Butuh kerja sama yang lebih intens dari semua pihak sehingga pilot projectnya bisa diikuti daerah yang lain.

Di tempat sama, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda KLU H Rusdi ST MM mengatakan, kalau masalah teknis tinggal disesuaikan dengan debit air. Yang jadi masalah adalah pengelolaan selanjutnya.

Terpenting, sasaran yang dicapai minimal pada musim kering (kemarau) airnya mesti mengalir.

“Kita harus perhatikan, agar tidak mengganggu aliran irigasi sebelumnya. Saya yakini kita harus jalankan, tetapi kita perlu hitungan pada pelaksanaan program Pompa Hidram di lapangan,” pungkasnya.

Pada akhir acara, dilakukan pula penandatanganan penyerahan sarana sejumlah satu kendaraan dari Pemda KLU ke Kodim 1606/Lobar.

Hadir mendampingi Plh Bupati Lombok Utara Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda KLU H Rusdi ST MM, perwakilan OPD terkait yaitu Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup dan Perkim, serta PUPR.

sap