Bupati Lombok Utara Urus RTG Dalam Program 100 Hari Kerja

Jika dari pemerintahan sebelumnya ada program yang bisa kita masukkan dalam program 100 hari,  dilakukan percepatan, walaupun memang goalnya bukan pada program 100 hari

TANJUNG.lombokjournal.com

Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) program 100 hari kerja Pimpinan Daerah, Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH didampingi Wabup, Danny Karter Febrianto ST Meng,  menekankan agenda tunggal program 100 hari kerja yakni mengawali tugas-tugas Kepala Daerah pada tahun 2021

Rakor yang berangsung di Aula Kantor Bupati (08/03/21) itu juga dihadiri Penjabat Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten, Para Pimpinan OPD, Para Kabag dan Camat lingkup Pemda KLU.

“Salah satu yang sedang kita laksanakan adalah mengurus RTG dengan SK susulan, hampir 10 ribu belum terealisasi. Kita sudah mulai program 100 hari, sehingga kita tidak perlu mulai dengan cara yang salah, tetapi harus dengan cara baik. Tentu ada pahitnya dan ini saya pikir berat,” tuturnya optimis.

Usai rapat, Wabup Danny kepada awak media menyampaikan, sudah ada beberapa program 100 hari kerja.

“Teman-teman wartawan juga sudah mengetahui program 100 hari kerja dan ini sinergitas. Terutama masalah RTG ini akan kita sinergikan dengan BPBD, LH Perkim dan PUPR,” imbuhnya.

Lebih lanjut Wabup menambahkan pada Program Memaraq, semua bekerja Humas, Kominfo, Pariwisata dan lain-lain. OPD harus memiliki kesepemahaman tentang visi misi bupati dan wabup, sehingga dalam program 100 hari bisa bersinergi dengan baik.

Menurutnya, jika dari pemerintahan (kemarin) ada program yang bisa kita masukkan dalam program 100 hari,  dilakukan percepatan, walaupun memang goalnya bukan pada program 100 hari, tetapi pada program berkelanjutan.

“Kami optimistis program 100 hari ini bisa tercapai dan berjalan, OPD responsnya baik, beberapa program harus diprioritaskan,” jeas Wabup.

Masih terkait RTG, Tim Validasi RTG sudah bekerja dan hasilnya dikirim ke desa supaya bisa disampaikan ke masyarakat untuk ditindaklanjuti.

Inovasi pelayanan pubik

Akademisi Universitas Brawijaya Malang, Dr Sumiadi dalam paparannya menyampaikan, kondisi daerah masih tertinggal di beberapa aspek. Tidak ada cara lain selain menciptakan inovasi pada beberapa pelayanan publik.

“Kita berjalan dengan orang lain, berjalan dengan kecepatan sama, maka kita menjadi daerah yang tetap tertinggal. Logikanya, kita harus melaju dengan kecepatan lebih tinggi dengan inovasi,” urainya.

Dijelaskannya, tujuh visi mengapa diperlukan, lantaran program-program yang disusun baik program unggulan maupun program 100 hari mesti inline.

Di antaranya Memaraq, Merikeq, Pelayanan Prima dan Pariwisata Bangkit, sehingga ke depan manfaatnya betul-betul dirasakan masyarakat dan ada peningkatan indeks kepuasan masyarakat.

“Pariwisata supaya ada optimisme dari para pelaku wisata yaitu Pariwisata KLU Bangkit. Tujuan yang penting adalah rembuq bareng antara Pemerintah Daerah dan juga masyarakat sekitar. Bagaimana mengelola pariwisata supaya bisa menguntungkan pelaku pariwisata, masyarakat sekitar dan juga pemda,” tandasnya.

Ditambahkannya, revitalisasi obyek pariwisata prioritas spesifik semisal di Pantai Impos. Kendati memprihatinkan, jalan masuk ke Pantai Impos belum baik. Dalam program 100 hari ini bisa diperbaiki.

Rangkaian acara berjalan lancar dan khidmat dengan tetap menerapkan prokes Covid-19, KEMUDIAN dilanjutkan diskusi bersama.

sap




SPN Polda NTB Ciptakan Aplikasi E.SPNTB

MATARAM.lombokjournal.com

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Kapolda NTB), Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K, MH bersama seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda NTB, melaunching program E.SPNTB ini di Lapangan Tenis, Polda NTB, jalan Langko, Kota Mataram, Senin (08/03/21).

Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K, MH menjelaskan bahwa, didalam aplikasi E-SPNTB Presisi ini terdapat beberapa fitur layanan yang berisi berbagai jenis informasi yang dibutuhkan oleh siswa SPN atau masyarakat luar SPN.

Siswa atau masyarakat bisa mengkritik atau memberi masukan kepada pihak SPN melalui aplikasi tersebut.

“Siapapun boleh mengunduh Aplikasi E.SPNTB ini, selain itu siapapun boleh mengkritisi segala sesuatu terkait SPN Polda NTB ini,” jelasnya

Kapolda sangat apresiasi pihak SPN Polda NTB yang mencetuskan aplikasi ini, Iqbal menilai aplikasi ini sangat bermanfaat baik untuk siswa maupun masyarakat.

“Perlu diviralkan ini, agar masyarakat tau tentang SPN Polda NTB,” katanya.

Kombes Artanto SiK, Msi, Kabid Humas Polda NTB menjelaskaan, aplikasi E.SPNTB Presisi diciptakan Sekolah Polisi Negara (SPN) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) guna meningkatkan pelayanan SPN Polda NTB bagi siswa dan masyarakat umum

Aplikasi tersebut berisi informasi dan layanan yang ada di SPN sendiri, termasuk informasi terkait kurikulum dan segala jenis informasi yang ada di SPN Polda NTB.

“Untuk mengunduh aplikasi E-SPNTB ini cukup mudah, untuk mendonwloadnya cukup buka aplikasi Play Store cari aplikasi E.SPNTB lalu install,” jelas Kombes Artanto melalui siaran pers yang diterima media, Senin.

Diterangkan, untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan membuka salah satu kolom yang ada didalamnya, kemudian pilih satu kolom yang terdapat di aplikasi E.SPNTB dan dapatkan informasi yang ingin diketahui.

Me

 




Wagub Jelaskan Cara NTB Tangani Penyakit Menular

Melalui Posyandu Keluarga, selain kesehatan persoalan lingkungan, ketenagakerjaan, sosial kemasyarakatan dan lain sebagainya, bisa disosialisasikan

LOBAR.lombokjournal.com

Mengatasi penyakit menular sesunguhnya harus sesegera mungkin menemukan  kasus. Sebaliknya yang terjadi di masyarakat, berusaha menghindari untuk tidak menemukan kasus.

Menurut Wagub NTB Dr. H. Siti Rohmi Djalilah, cara berpikir demikian yang sulit untuk dirubah. Karena itu pihaknya terus-menerus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Dengan begitu tindakan-tindakan promotif preventif yang cepat bisa dilakukan dengan baik. Posyandu berbasis keluarga merupakan salah satu solusi menangani masalah kesehatan di NTB termasuk penyakit menular seperti Tuberkulusis (TB),” kata Wagub.

Hal itu djelaskannya saat Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi Sub Recipient Program Eliminasi TB-GF ATM Principal Recipient Komnsorsium Komunitas PenaBulu –STP se Indonesia, di Jayakarta Hotel, Senggigi, Senin (08/03/21).

Wagub menyatakan, persoalan TB di Indonesia termasuk di NTB menjadi PR besar yang harus diselesaikan.

Cara paling epektif  seperti dilakukan di NTB, dengan melakukan edukasi dan sosialisasi terus-menerus, hingga ke tingkat dusun melalui gerakan Posyandu yang tiap bulan dilaksanakan.

Melalui Posyandu tidak saja persoalan kesehatan yang bisa diedukasi, namuin persoalan lainpun bisa disosialisasi seperti lingkungan, ketenagakerjaan, sosial kemasyarakatan dan lain sebagainya.

Wagub yang biasa disapa Ummi Rohmi di hadapan peserta dari 30 provinsi se Indonesia mengungkapkan, Pemprov NTB saat ini tengah giat-giatnya melakukan Revitalisasi Posyandu menuju Posyandu Keluarga yang mandiri.

Melalui Posyandu bisa dilakukan intervensi berbagai program dan kebijakan Pemerintah Daerah. Posyandu dihajatkan menjadi lebih power full dan bisa menjadi center education berbasis dusun.

“Kalau ini bisa kita intervensi dengan baik dari Posyandu berbasis dusun, akan lebih gampang untuk  memotretnya, mengevaluasi dan memonitornya. Nah itu yang berusaha kami lakukan di NTB,” ujar Ummi Rohmi.

Posyandu Keluarga digerakkan menjadi pusat edukasi tidak hanya masalah kesehatan, juga masalah-masalah sosial dan lainnya bisa diedukasi lewat Posyandu.

Pertumbuhan Posyandu Keluarga

Wagub mengapresiasi pertumbuhn Posyandu Keluarga di NTB yang hingga saat kini sudah mencapai 7000 Posyandu. Sejak digerakkannya Posyandu Keluarga tahun 2019, terjadi penambahan Posyandu tiap tahunnya kurang lebih 2000 Posyandu.

Wagub mensyukuri respon 10 kabupaten/kota se NTB tahun 2021 ini terhadap gerakan Posyandu cukup besar. Pemda komit untuk menjadikan Posyandu Keluarga di masing-masing daerahnya,  terang Wagubb.

 

Dijelaskan,  Pemerintah Desa tidak saja mengurus persoalan ketesediaan infrastruktur desa, pembangunan Kantor Desa, namun juga memikirkan persoalan kesehatan, pendidikan, lingkungan, sosial yang muara edukasi dan sosialisasinya bisa dilakukan melalui Posyandu Keluarga.

”Karena itu kami di NTB menggandeng steakholder termasuk NGO lainnya untuk mensukseskan program kesehatan di NTB dengan segala persoalannya melalui wadah Posyandu Keluarga,” KATA Wagub.

Program Komunitas Eloiminasi TBC

Dalam kesempatan itu, Direktur Nasional Recipient Program Eliminasi TB-GF ATM Principal Recipient Konsorsium Komunitas PenaBulu –STP, Eni Ahmad melaporkan Program Komunitas Eloiminasi TBC Indonesia.

Komunitas ini hadir untuk Strategi Program Tuberkulosis Nasional,  mendukung program nasional pencegahan TBC,  peningkatan akses layanan tuberkulosis bermutu dan berpihak pada pasien.

Selain itu melakukan pengendalian infeksi dan optimalisasi pemberian pengobatan, pencegahan TBC dan peningkatan peran serta komumitas mitra dan multi sektor lainnya dalam eliminasi TBC dan pemamfaatan hasil riset dan teknologi skrining, diagnosis dan tata laksana TBC.

“Peserta pelatihan ini diikuti 30 orang dari 30 provinsi di Indonesia dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 10 Maret 2021. Peserta selain berdiskusi masalah kesehatan khussnya dalam penanganan TB juga ingin mendapatkan masukan dari Pemprov NTB terkait penanganan TB yang selama ini dilakukan di NTB,” kata Eni.

Herikp




Bupati Djohan Komitmen Bangkitkan Ekonomi dari Ujung Timur Bayan

Kepala Desa Sambik Elen dipesan untuk mengaktifkan usaha pelaku UMKM dan bantu kelompok

BAYAN.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH membuka Bazar produk UMKM se-Kecamatan Bayan yang digelar Himpunan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kecamatan Bayan,  di Lapangan Umum Desa Sambik Elen (07/03/21).

Bupati mengungkapkan komitmennya membangkitkan ekonomi masyarakat dari ujung timur Bayan, meski tengah keprihatinan karena pandemi Covid-19.

Ikhtiar pertama, membangun UMKM yang selama beberapa tahun ini mengalami kemandekan.

Hadir pada kesempatan tersebut, Wabup Lombok Utara Danny Karter Febrianto ST MEng, Ketua TP PKK KLU Dra Hj Galuh Nurdiah, Perwakilan IPEMI KLU, Pelaku UMKM se-Kecamatan Bayan serta undangan lainnya.

“Pemda sekarang akan mengaktifkan UMKM, karena salah satu usaha yang bisa menggeliatkan masyarakat kita adalah UMKM. Ini akan kita lakukan ke depan,” tegasnya.

Menurutnya, ikhtiar petani masih bagus, sementara UMKM belum bisa sehingga harus didampingi serius bukan hanya sekadar seremonial.

APBD Lombok Utara sekarang berkurang 300 miliar, karena itu harus mulai dari sekarang.

“Saya hadir disini supaya bisa menyemangati kita semua untuk mengembangkan usaha,” kata Bupati.

Menurutnya, di sektor pariwisata Lombok Utara belum menerima wisatawan luar, karena tidak diperbolehkan keluar negaranya.

“Negara kita juga belum bisa menerima wisatawan dari luar, semua ini karena pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Kepala Desa Sambik Elen dipesan untuk mengaktifkan usaha pelaku UMKM dan bantu kelompok-kelompok yang mau berusaha supaya bisa menghidupi keluarga, untuk menopang ekonomi keluarga dan menjaga ketahanan pangan keluarga.

“Saya ingin kita kompak Bersatu. Kalau kemarin ada kubu ‘Siap’ dan ‘Sanggup’, tapi sekarang harus melebur jadi satu untuk membangun daerah kita. Kita ingin masyarakat KLU sejahtera sesuai visi terbentuknya Lombok Utara,” tuturnya.

Bayan merupakan kecamatan yang ditemui banyak penenun. Sudah tumbuh beberapa UMKM yang bahkan menjadi ciri khas Lombok Utara, yakni Tenun Bayan yang terkenal dengan Jong Bayannya.

Ini harus diperhatikan dan dibina secara serius sampai menjadi sentra industri.

Dalam 100 hari kerja, Bupati berkeliling ingin mendengar aspirasi masyarakat.

“Saya yakin dan percaya kita bisa membangun daerah ini. Jika ada kerja sama. Silahkan dilakukan dengan tujuan membangun KLU dan menyejahterakan masyarakat Lombok Utara,” urainya.

Tak da pembangunan fisik

Kades Sambik Elen, Muhammad Katur mengatakan, merupakan kebanggaan masyarakat Sambik Elen mendapat kunjungan bupati dan wabup di Kecamatan Bayan.

Dijelaskannya, Desa Sambik Elen mendapat pagu 1,9 miliar rupiah, menurun dibandingkan tahun 2020.

Kemungkinan pembangunan fisik tidak ada, karena 425 sasaran BLT mencapai 1 miliar 300 juta, ditambah 80 persen dianggarkan untuk penanggulangan Covid.

“Hampir semua dana desa habis untuk BLT dan penanganan Covid. Harapan kami dapat sisa anggaran untuk bisa mengcover pembangunan baik SDM, SDA, kelompok tani dan UMKM,” harapnya.

Sekretaris UMKM Bayan, Rusli melaporkan, acara Bazar merupakan program awal UMKM Bayan dan ini yang pertama, rencananya dilanjutkan pada tiap desa.

“UMKM Bayan bergabung sejumlah 50 Pelaku UMKM. Harapan kami semoga UMKM di Kecamatan Bayan bisa meningkatkan jumlah produk, kualitas dan kuantitasnya,” harapnya.

Bupati dan wabup melakukan peninjauan stand-stand produk UMKM bersama hadirin tamu undangan.

sap




Inilah Robin Hood dari Kandang Banteng Lombok Tengah

Banyak politisi datang dan pergi di DPRD NTB. Terpilih sekali, lalu tak kembali. Tapi, H Ruslan Turmuzi adalah politisi yang langgeng selama lima periode. Masyarakat memang mendukungnya, karena ia gampang berderma, tanpa pernah memandang siapa

MATARAM.lombokjournal.com

TGH Muhammad Adam, Pimpinan Ponpes Mambaul Bayan, Kopang, Lombok Tengah suatu saat mengundang Anggota DPRD NTB H Ruslan Turmuzi untuk menghadiri acara santunan untuk anak yatim dan orang tua jompo.

 Sebagai sahibulbait, TGH Muhammad Adam memberi laporan, ada 43 anak yatim yang akan disantuni. Ditambah 17 orang tua jompo. Sehingga totalnya 60 orang.

Namun, pada hari pemberian santunan tiba, mendadak anak yatim dan orang tua jompo yang hadir jumlahnya 200 orang.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada beliau. Tapi, beliau malah tidak mempermasalahkan hal yang seperti itu. Semua anak yatim dan orang tua jompo yang hadir diberikan santunan,” tutur TGH Muhammad Adam, Minggu (07/03/21)

Mengenal Ruslan Turmuzi lima tahun silam, sesungguhnya TGH Muhammad Adam jarang bersua secara langsung dengan politisi PDI Perjuangan tersebut lantaran kesibukan masing-masing.

“Tapi kapan pun kami mengundang. Beliau akan selalu hadir,” kata TGH Muhammad Adam.

Padahal, kata ulama kharismatik ini, dirinya dan jamaah pondok pesantrennya bukanlah pendukung Ruslan Turmuzi untuk duduk di DPRD NTB.

Kecamatan Kopang, memang berada di daerah pemilihan utara di Lombok Tengah. Sementara Ruslan melenggang ke DPRD NTB dari daerah pemilihan Lombok Tengah selatan meliputi Kecamatan Peringgarata, Jonggat, Praya Barat, Praya Barat Daya, Pujut, dan Kecamatan Praya Timur.

“Karena itu, buat kami, beliau adalah figur yang langka. Membantu masyarakat tidak pernah berdasarkan dapil. Beliau membantu dengan ikhlas,” katanya.

Semua dibantu dan Semua diurus

Maka, jadilah jejak-jejak masyarakat yang dibantu Ruslan Turmuzi pun terserak dimana-mana di Lombok Tengah. Aneka macam bentuknya.

Mulai dari bantuan untuk pondok pesantren, bantuan msyarakat petani, bantuan masyarakat untuk perbaikan jalan, perbaikan saluran irigasi, perbaikan jalan lingkungan, atau juga berbagai macam santunan.

Dan semua proses bantuan-bantuan itu kata TGH Muhammad Adam, tidak ada yang pakai lama. Semua dibantu, semua diurus.

“Hari ini kita sampaikan permasalahan masyarakat kepada beliau. Maka beliau sudah langsung action,” katanya.

Lain di Kopang, lain pula di Praya. Haji Muhammad Zakir, Bendahara Pembangunan Masjid Jamik Guru Bangkol, Praya, menuturkan bagaimana kontribusi Ruslan Turmuzi dalam pembangunan masjid di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

“Nyaris tidak terhitung berapa pembangunan masjid dimana Pak Ruslan memberi kontribusi,” kata Lalu Zakir.

Kontribusi terbesar Ruslan tentu saja pada pembangunan Masjid Jamiq, yang merupakan salah satu masjid tertua di Lombok. Masjid ini adalah masjid bersejarah. Dibangun pada tahun 1.800-san. Kini sedang dipugar. Dan sedikitnya akan menelan anggaran Rp 26 miliar.

Sebetulnya masjid tersebut adalah milik Pemkab Loteng. Oleh seluruh tokoh masyarakat, Ruslan kemudian didaulat menjadi ketua pembagunan. Kini, masjid tersebut hampir rampung dan sudah fungsional. Menjadi salah satu masjid yang megah di Pulau Seribu Masjid.

“Sangat banyak beliau membantu pembangunan. Bukan hanya kebutuhan uang dan anggaran. Yayasan bahkan dibantu mobil oleh Pak Ruslan,” katanya.

Haji Muhammad Zakir juga tahu. Bahwa Kecamatan Praya bukanlah daerah pemilihan Ruslan Turmuzi. Tali, masyarakat dapil utara dibantu. Masyarakat dapil selatan juga dibantu. Tidak dibeda-bedakan. Tidak dipilih-pilih.

“Saya rasa, hanya beliau anggota dewan yang begini. Kalau yang lain ini kan pilih-pilih. Beliau tidak,” kata Zakir.

Bahkan katanya, mereka yang baru kenal pun bisa langsung bisa dibantu. Jangankan yang sudah kenal lama. “Dengan spontan disiapkan. Bahkan tidak selalu pakai dana aspirasi. Beliau memakai dana pribadi,” katanya.

Masih di Praya. Salehudin Rais memberi cerita. Bagaimana SMA Ponpes Darul Muhajirin juga mendapat bantuan perangkat komputer dari Ruslan Turmuzi.

Bantuan komputer tersebut sungguh bermanfaat untuk para siswa di sana. Mengingat ujian nasional untuk para siswa saat ini memang berbasis komputer. Tidak lagi berbasis kertas dan pensil seperti sebelumnya.

Hal yang sama juga dirasakan Alimudin, pimpinan Ponpes di Desa Kabul, Lombok Tengah. Para siswanya sangat merasakan kemanfaatan bantuan yang diberikan Ruslan di pondok pesantren tersebut.

“Sungguh kami bersyukur dipertemukan dengan beliau,” kata Alimudin.

Ruslan bahkan kata dia, bukanlah figur yang susah ditemui. Bukan susah dihubungi. Bahkan untuk orang yang tidak dikenal sebelumnya bisa datang meminta bantuan. Bukan melulu soal uang. Sebab, Ruslan acap membantu dalam banyak hal. Semisal mereka yang tidak mampu tapi berkeinginan melanjutkan studi. Maka Ruslan mencarikan bantuan beasiswa.

Untuk membantu pondok pesantren juga begitu. Tidak ditanya apakah pondok pesantren tersebut milik Nahdlatul Ulama, Nahdlatul Wathan, atau Darul Muhajirin, atau Ponpes mana. Semua dibantu tanpa pandang bulu.

Pun begitu soal Ruslan yang selalu berada di tengah-tengah masyarakat. Ruslan kata Alimudin, tidak hanya turun ke masyarakat saat reses.

“Hari-hari lain pun Pak Ruslan blusukan dan menyerap aspirasi masyarakat di Lombok Tengah,” katanya.

Dorong Kemandirian Ekonomi

Di periode-periode awal sebagai anggota dewan, sentuhan Ruslan Turmuzi ke tengah masyarakat melang lebih cenderungke charity, bantuan sosial. Namun dalam dua periode terakhir, konsep mendorong kemandirian ekonomi mulai didorong Ruslan dalam setiap kegiatannya.

Aktivis NGO senior Lombok Tengah, Yuli Harhari menilai Ruslan Turmuzi ialah wakil rakyat yang ideal, karena tidak memilih dan memilah sasaran programna.

“Beliau ini benar-benar menempatkan dirinya sebagai wakil rakyat Lombok Tengah. Tidak lagi memandang yang mendukung atau tidak mendukung,” kata Yuli Harhari.

Bagi Yuli, Ruslan Turmizi adalah sosok pejabat publik selaku wakil rakyat yang amanah. Tak jarang, untuk mencarikan solusi dari masalah masyarakat, Ruslan menggunakan dana prbadinya untuk membantu secara spontan.Tidak menunggu program.

“Boleh ditanya di Utara juga, nama beliau pasti dikenal. Karena dia tidak pilih-pilih, siapa pun dia bantu, itulah kelebihan beliau yang jarang dan beda dengan (wakil rakyat) yang lain. Biasanya kebanyakan kan hanya memperhatikan pendukungnya saja,” katanya.

Yuli menjelaskan, Ruslan Turmizi juga sangat konsern mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Program yang kini digagas adalah pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber ekonomi multi bisnis. Modal yang diberikan kepada masyarakat berupa stimulan untuk modal usaha.

“Masyarakat bisa memanfaatkan pekarangannya sebagai sumber ekonomi multi bisnis. Jadi ada hidroponik, ada perikanan dan ayam kampung. Kita bentuk satu ekosistem di pekarangan, air dari hortukultura dan kotoran ayam bisa menjadipakan lele, dan seterusnya,” katanya.

Menurut Yuli, ini luar biasa. Sebab, berdasarkan data di Lombok Tengah ada lebih dari 3 ribu hektare lahan pekarangan masyarakat yang belum dimanfaatkan secara optimal sbagai sumber ekonomi keluarga.

“Kami kasih masukan ke pak Ruslan Turmuzi bahwa ke depan tidak hanya charity tetapi bagaimana setiap kegiatan beliau berorientasi ke kemandirian ekonomi. Nah, salah satu hasilnya adalah program yang kita laksanakan saat ini,” katanya.

Pembina Lembaga Dakwah NU Lombok Tengah, Lalu Muhammad Wildan Asyad juga menyatakan salut dan angkat topi untuk Ruslan Turmizi.

Ia menilai Ruslan Turmizi tipe pemimpin yang mau mendengar, memikirkan, dan benar-benar mewujudkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.

“Beliau luar biasa. Selama ini belum ada anggota dewan yang bertahan lima periode seperyi pak Ruslan Turmuzi. Ini artinya perjuangan beliau tulus dan masyarakat memang mencintainya dengan tulus juga. InsyaAllah,” katanya.

Bapak Angkat

Setali tiga uang dengannya, tokoh masyarakat Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, H. Abdul Mannan, S.Ag, mengaku sangat mengagumi sosok Ruslan. Bahkan, warga desa di sana menganggap Ruslan Turmuzi sebagai bapak angkat mereka.

“Hampir semua masyarakat Pengenjek mengatakan Beliau (Ruslan) sebagai bapak angkat kami,” ujarnya.

  1. Mannan menceritakan, Desa Pengenjek pada musim kemarau sangat kesulitan air bersih. Apalagi masjid di sana perlu diairi. Singkatnya, terdapat mata air di tanah milik warga. Pengurus desa sepakat membeli, namun justru dihibahkan oleh pemiliknya.

Karena jarak sumber air ke masjid sekitar 1 Km, maka warga meminta Ruslan membantu membuat pipa penyalur. Tanpa pikir panjang, Ruslan membantu.

“Peran beliau sangat besar dari awal pembangunan masjid beliau berkontribusi baik secara langsung maupun melalui program,” ujarnya.

  1. Mannan yang juga menjabat Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Jonggat ini, mengatakan sumber air telah diuji lap dan layak minum. Kini PR ke depan akan menyalurkan ke tiap rumah warga. Ruslan pun akan membantu.

“PR kita tinggal menyalurkan ke masyarakat. Nanti pemasangan pipa kita sudah minta bantuan ke Pak Ruslan. Apalagi air ini bisa diminum langsung sudah diuji lap oleh Dikes dan layak diminum langsung,” katanya.

Bukan berlimpah materi

Sesungguhnya, Ruslan bukanlah orang yang berlimpah materi. Namun, dia memilih tidak menunggu berlimpah untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ruslan sudah duduk lima periode sebagai anggota DPRD NTB. Semenjak Pemilu tahun 1999. Berturut-turut dia tidak pernah absen terpilih menjadi wakil rakyat di Udayana, sebutan untuk Gedung DPRD NTB.

Pria asal Lombok Tengah ini bukan pula lahir dari keluarga politisi kondang. Dia adalah politisi yang berasal dari masyarakat kebanyakan. Masyarakat biasa. Namun, 25 tahun menjadi wakil rakyat, Ruslan bukannya memupuk kebahagiaan sendiri. Namun, membaginya kepada masyarakat.

“Dengan berbagi, kita memiliki banyak saudara,” kata Ruslan.

Dia tak hendak menghitung apa yang sudah dilakukannya untuk membantu masyarakat tersebut. Dia hanya percaya, bahwa kebahagiaan terlahir kembar. Manakala kebahagiaan dibagi, maka kebahagiaan lain sudah pasti akan tercipta.

Soal dirinya yang membantu tanpa membeda-bedakan masyarakat di daerah pemilihan, Ruslan mengaku, hal itu dilakukannya, karena dirinya semata ingin kesejahteraan masyarakat bisa merata di Lombok Tengah. “Selebihnya, biarlah Allah SWT yang menilainya,” katanya.

Jika rakyat inggris punya Robin Hood, figur legendaris yang suka membantu masyarakat tidak mampu, maka Lombok Tengah punya H Ruslan Turmuzi. Dia juga adalah Robin Hood milik PDI Perjuangan, Partai Banteng Moncong Putih.

Me (*)

 




Gubernur Lepas Penyu

Buang sampah sembarangan  merusak ekosistem laut, sehingga mempengaruhi kelestarian penyu

MATARAM.lombokjournal.com –

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc. bersama UMKM Pariwisata, melepas penyu sekaligus bersih-bersih pantai, hari Minggu (07/03/21), di tempat pelestarian penyu pantai Mapak Indah, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Kata Gubernur, dengan melepas penyu ke alam bebas akan menjaga ekosistemnya, dan penyu terus berkembang biak.

Keberhasilan konservasi penyu dan perkembangbiakannya, menurutnya, menandakan kelestarian lingkungan di sekitar terjaga dan terawat baik.

“Dengan beranak pinaknya anak penyu, menjadi sinyal berhasil atau tidak kita menjaga dan merawat kelestarian alam ini,” kata Gubernur.

Dikatakan, kegiatan ini (pelestarian penyu) juga menjadi wahana edukasi yang sangat menarik bagaimana menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup, khususnya bagi anak-anak.

Pengalaman menarik seperti ini, membuat mereka memahami, bersahabat dengan lingkungan seperti penangkaran dan pelepasan penyu merupakan bagian dari budaya hidup dan kehidupan di masa depan.

“Merekalah generasi penerus yang akan melestarikan alam ini,” harap Doktor Zul sapaan akrab Gubernur.

Doktor Zul menghimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, dapat merusak ekosistem laut, sehingga mempengaruhi kelestarian penyu.

Baru-baru ini ada laporan masyarakat bahwa ada penyu mati karena memakan masker.

“Jangan membuang masker sembarangan, karena implikasinya juga binatang-binatang laut lainnya menjadi korban,” tutup Gubernur.

Serius Jaga Penyu

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Yusron Hadi, mengatakan kehadiran Gubernur NTB merupakan keseriusan menjaga kelestarian penyu Mapak.

NTB memiliki potensi konservasi penyu. Pantai mapak merupakan salah satu tempat penangkaran penyu di NTB.

Dari ratusan jenis dan ragam penyu yang ada di dunia,  sekitar 5 jenisnya ada di NTB.

“ini yang harus terus kita lindungi, karena keberadaan penyu dengan proses kembangbiaknya di perairan laut kita, kegiatan konservasi perairan kita terukur dari itu,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, praktisi konservasi penyu Universitas Udayana, Windia Adyiana, mengaku bahwa Penyu Mapak merupakan jenis Penyu Lekang. Jenis ini tersebar luas di Indonesia, namun tidak begitu banyak.

Dijelaskannya, dari hasil konservasi penyu tahun 2020 lalu, jumlah sarang yang ditemukan ada 160 sarang, dengan jumlah penyu sebanyak 40-50 ekor. Untuk seekor penyu dapat bertelur sekitar 100-150 butir sekali telur.

Di perairan NTB ada beberapa jenis penyu, di antara ada penyu lekang, pipih dan hijau. Namun di beberapa tempat ditemukan juga penyu jenis lain namun sangat sedikit.

“Hanya 3 jenis penyu ini yang populasinya agak banyak dibanding yang lain,” pungkasnya.

Gotong royong dan pelepasan penyu diikuti kelompok masyarakat pengawas penyu, kelompok pariwisata Mataram Pokdarwis, kelompok pengawas pesisir laut dan masyarakat pengunjung pantai Mapak.

Rr




Event ‘Geotrail Mission Run 2021’, Lomba Lari Melintasi Persawahan

Di Event perdana ini jumlah peserta dibatasi hanya 100 orang peserta, yang berasal dari kota-kota yang ada di Pulau Lombok dan NTB umumnya

LOTENG.lombokjournal.com

Dewan Pelaksana Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark menyelenggarakan event GEOTRAIL MISSION RUN 2021, lomba lari sejauh 10 km melintasi areal persawahan di Desa Tanak Beak dan Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, yang akan dilaksanakan pada tanggal 13-14 Maret 2021.

Geotrail Mission Run (GMR) merupakan sebuah event lomba lari dengan misi, 3 orang dengan waktu tercepat dan poin tertinggi (dari penyelesaian misi) akan menjadi pemenang.

Namun tujuan utama event ini bukanlah perlombaan mengejar hadiah, namun mengajak peserta dapat berkontribusi bagi komunitas lokal di Desa Tanak Beak dan Desa Karang Sidemen, sambil berolahraga untuk meningkatkan imunitas tubuh.

GMR dilaksanakan juga untuk mendukung pengembangan geowisata di wilayah geopark, mendukung Program NTB Zero Waste, Program Kampung Iklim dan NTB Hijau serta dilaksanakan juga dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan Tahun 2021.

Peserta juga diajak menghadapi tantangan berinteraksi dengan warga setempat, sebagai bagian dari lomba.

Tantangan melakukan aktivitas keseharian masyarakat desa itu, mulai dari hal yang sederhana seperti membantu pengerajin membuat sedotan bambu ramah lingkungan, belajar cara membuat eco-brick dari kelompok masyarakat pengelola bank sampah.

“Atau membantu aktivitas berkebun petani buah naga, dan melakukan aksi penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam,” jelas Meliawati ANG, Chairperson evet tersebut melalui siaran pers yang diterima media, Jum’at (05/03/21).

Menurutnya, Interaksi dengan kegitan masyarakat merupakan bentuk edukasi dalam pengembangan konsep wisata.

“Interaksi humanis dengan masyarakat pun bisa menjadi sebuah atraksi wisata menarik dan berkesan asal dikemas dengan baik,” kata Meliawati.

Sebagai tambahan dalam hal edukasi, terdapat juga tantangan berupa mempopulerkan warisan geologi berupa (singkapan batuan) yang ada di Desa Tanak Beak melalui unggahan di instagram masing-masing peserta.

Menurut Meliawati, dunia pariwisata merupakan sektor yang paling besar merasakan dampak buruk di masa pandemi. Namun anjloknya kunjungan wisatawan  tidak terus diratapi, justru harus jadi pemicu semangat untuk berusaha lebih kreatif membuat terobosan  baru.

Dalam penyeleggaaan event ini Dewan Pelaksana Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram (STP-Mataram), IAGI Pengda NTB, IKA SKMA NTB, Pemprov NTB, TNGR, BKSDA NTB, BPDAS Dodokan Moyosari, Pemerintah Desa Tanak Beak, Pemerintah Karang Sidemen, dan komunitas-komunitas lokal.

Pendaftaran peserta

Di Event perdana ini jumlah peserta dibatasi hanya 100 orang peserta, yang berasal dari kota-kota yang ada di Pulau Lombok dan NTB umumnya.

Pembatasan ini sebagai bentuk kepatuhan melaksanakan protokol Kesehatan. Ke depan saat siatuasi Kembali normal, rencananya akan terus dilaksanakan rutin, dengan memperbesar skala peserta yang terlibat hingga level nasional bahkan internasional.

Untuk berpartisipasi dalam event ini, peserta dipungut biaya pendaftaran Rp. 150.000,-/orang (individu) dan Rp. 130.000,-/orang bagi yang mendaftar secara berkelompok (minimal 3 orang).

Dengan biaya itu peserta memperoleh T-shirt, souvenir, totebag, meals, nomor dada dan medali finisher, dan termasuk termasuk kontribusi untuk komunitas lokal.

Pendaftaran event dapat dilakukan secara online (http://bit.ly/regist-gmr21) maupun offline di Sekretariat Geopark Rinjani-Lombok (Jalan Langko No 69 Mataram) pukul 08:00 – 17:00 WITA pada Senin – Jumat.

Rr

 

 

 




APBD KLU Tahun ini Turun 300 Miliar

Kondisi jalan Provinsi di KLU saat ini mengkhawatirkan, khususnya di wilayah Pusuk, Bayan dan Kayangan yang kondisinya memperihatinkan

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH mengatakan, APBD Kabupaten Lombok Utara tahun ini merosot 300 miliar, dan saat ini sedang terjadi refocusing anggaran untuk Covid-19.

Bupati Djohan dan Wakil Bupati Dany Karter

“Semoga kunjungan DPRD Provinsi NTB, tidak melirik saja tapi bisa membantu karena KLU ini bagian dari Provinsi NTB.  Selain sedang banyak dihadapkan pada persoalan seperti pembangunan RTG yang sampai saat ini belum terselesaikan,” tuturnya

Bupati H Djohan yang didampingi Wakil Bupati Danny Karter Febrianto ST MEng menyampaikan itu saat menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Gabungan Komisi DPRD Provinsi NTB, Kamis (04/03/21).

Kunker itu dipimpin Wakil Ketua II Drs H Muzihir dan Wakil Ketua III DPRD H Abdul Hadi SE MM, Anggota DPRD NTB Dapil Lobar-KLU, Sudirsah Sudjanto SPdB beserta representasi anggota komisi berjumlah 13 orang.

Dalam penerimaannya, bupati menyampaikan rasa sukur dan ucapan terima kasih bisa bertemu kawan-kawan DPRD Provinsi.

Diungkapkan, saat ini sedang dilakukan penuh kehati-hatian sehingga terjadi penundaan di masyarakat, agar kemudian hari tidak menyalahi aturan demi pembangunan lebih baik ke depan.

“Kita punya jalan lingkar utara yang sudah dibebaskan, namun sampai saat ini belum dikerjakan. Semoga dengan kunker DPRD ke KLU bisa menyuarakannya, agar segera dapat dibangun,” ujar bupati yang pernah menjadi anggota DPRD Provinsi NTB.

Wakil Ketua III, Abdul Hadi SE MM menyampaikan, kunjungannya ke KLU untuk bersilaturahmi dengan Bupati dan Wabup Lombok Utara. KLU sudah merangkak membangun kembali, tentu membutuhkan kebersamaan baik pusat, provinsi dan kabupaten untuk bersama-sama.

“Saya rasa pak bupati dan wabup sudah memiliki langkah-langkah demi kemajuan Lombok Utara ke depan,” kata Abdul Hadi.

Dalam pada itu, Wakil Ketua DPRD KLU Mariadi SAg menyampaikan dengan penerimaan pajak, khususnya kendaraan di KLU yang tinggi. Namun kondisi jalan Provinsi di KLU ini mengkhawatirkan. Khususnya di wilayah Pusuk, Bayan dan Kayangan yang kondisinya memperihatinkan.

“Bila perlu, kunjungan DPRD ke titik lokasi langsung agar bersama bisa menyaksikan kondisinya, ruas jalan di KLU ini harus diprioritaskan pemerintah, mungkin bisa bertahap. Seperti jalan di Pusuk yang masih buruk dengan volume kendaraan banyak melintas. Sementara kalau kita melihat jangka panjang Kawasan Pusuk bisa menjadi sumber PAD wisata,” pungkasnya.

Hadir pula mendampingi bupati, di antaranya Ketua DPRD KLU Nasrudin SHI, Wakil Ketua DPRD KLU Mariadi SAg dan Kalak BPBD KLU Muhadi SH, Kadis LH dan Perkim Zaldi Rahadian ST beserta undangan lainnya.

Acara berlangsung santai, sembari menikmati Durian Lombok Utara.

rar

 




Ma Kyal Sin, Mahasiswi yang Tewas Ditembak Militer Myanmar

Sosoknya memberi inspirasi banyak orang, sosokya seolah menyiratkan selalu ada harapan dalam setiap aksi turun di jalan

MATARAM.lombokjournal.com

Ma Kyal Sin,  remaja berusia 19 tahun yang akrab disapa Angel, terbunuh ditembus peluru miiter Myanmar. Angel terlibat aksi unjuk rasa menolak kudeta yang dilakukan militer Myanmar. Sat mengikuti aksi, ia mengenakan kaus yang bertuliskan “Everything Will Be OK” (semua akan baik-baik saja).

Setelah militer mengkudeta, terjadi pemberontakan di mana-mana yang membuat beberapa wilayah di Myanmar sangat berbahaya. Gelombang protes bergejolak, membuat militer dan polisi mata gelap dan menembaki tiap kerumunan. Dan Rabu (03/03/21) muncul korban dari para demonstrans. Sedikitnya 38 orang pengunjuk rasa tertembak, salah satunya adalah Ma Kyal Sin atau Angel.

Kematian Kyal Sin, dan kematian para pengunjuk rasa muda lainnya, telah muncul sebagai titik nyala baru bagi pengunjuk rasa demokrasi di Myanmar, yang berjuang untuk memulihkan pemerintahan sipil, yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, dan menggulingkan militer dari kekuasaan.

Foto-foto Kyal Sin yang ditangkap beberapa saat sebelum kematiannya — dengan kacamata mata bening tergantung di lehernya, tatapannya menantang — menjadi simbol dari gerakan yang dipimpin oleh pemuda menghadap ke bawah jenderal bersenjata yang secara brutal menghancurkan pemberontakan sebelumnya

Remaja dan mahasiswi pemilik nama Chinese Deng Jia Xi itu ikut demonstrasi karena ingin krisis politik soal kudeta militer Myanmar segera berakhir. Ia dikenal sebagai atlet taekwondo yang pernah menjadi juara di kota Mandalay, Myanmar, selain itu Kyal Sin juga aktif sebagai penari di DA-Star Dance Club Mandalay. Sebagai peserta aksi ia sangat peduli keselamatan rekan-rekannya.

“Ketika polisi melepaskan tembakan, dia mengatakan kepada saya, duduk, duduk, peluru akan mengenaimu.” ujar Myat Thu seperti ditulis Smh.com, Kamis (04/03/21).

Kematian Angel, remaja yang seolah tak kenal rasa takut. Myat Thu, pria berusia 23 tahun, berada bersama Angel saat demonstrasi. Ia mengenang remaja itu sosok yang sangat peduli. Myat Thu menyebut Angel begitu melindungi orang lain sebagai teman.

“Dia merawat dan melindungi orang lain sebagai seorang kawan,” tutur Myat Thu.

Tewasnya mahasiswi bernama Ma Kyal Sin berhasil menarik simpati dunia. Ia disebut banyak orang sebagai contoh nyata revolusioner sejati. Banyak tweet dari netizen yang berikan dukungan untuk aksi perjuangan Angel yang sangat heroik tersebut.

RIP Ma Kyal Sin. One of many shot by the Myanmar military today. I’m so sad & wish that I could do more than paint these pictures. Int’l community don’t look away. Keep the pressure on. It is the least we can do for the people of Myanmar, (RIP Ma Kyal Sin. Salah satu korban dari banyak tembakan oleh militer Myanmar hari ini. Saya sangat sedih danberharap saya bisa melakukan lebih dari sekadar melukis gambar-gambar ini. Komunitas internasional jangan berpaling. Terus tekan. Itu setidaknya yang bisa kami lakukan untuk rakyat Myanmar)” tulis akun Twitter @tamyumkung.

Kyal Sin telah tewas oleh peluru militer dan sosoknya memberi inspirasi banyak orang, sosokya seolah menyiratkan, selalu ada semangat baik dan harapan dalam setiap aksi turun di jalan.

Hari Kamis (04/03) pelayat berkumpul untuk prosesi pemakaman Kyal Sin di Mandalay, beberapa di antara kerumunan membawa fotonya. Saat Kyal Sin dimakamkan, protes berkobar lagi di kota-kota besar, termasuk Yangon dan Myingyan, dan lagi memakan korban empat orang tewas.

She sacrificed her life to teach us there is a hope. This is a must-win revolution (Dia mengorbankan hidupnya untuk mengajari kita bahwa ada harapan. Ini adalah revolusi yang harus dimenangkan) ” tulis akun Twitter @AungNaingSoeAns.

Saat gejolak aksi hari Rabu (03/03) itu, sedikitnya peluru militer Myanwar menewaskan 38 Orang. Tapi Christine Schraner Burgener di laman berita New York sudah ada lebih 50 orang tewas sejak kedeta militer hari Sennin tanggal 1 Februari lalu.

“Bagaimana kita bisa mengawasi situasi ini lebih lama lagi?” kata Christine Schraner Burgener,

Utusan khusus PBB untuk Myanmar, kepada wartawan mengatakan, militer menggunakan senapan mesin ringan 9mm dan senjata otomatis lainnya untuk menembak kepala warga sipil.

“Hari ini adalah hari paling berdarah sejak kudeta terjadi pada 1 Februari lalu. Kami mencatat hari ini, hanya hari ini saja, 38 orang sudah tewas. Sekarang kami mencatat ada lebih dari 50 orang tewas sejak kudeta berlangsung dan banyak sekali yang terluka,” kata Burgener kepada New York, Kamis (04/03/21).

Salah satu yang tertembak kepala itu adalah Angel. Sebelum meninggal, Angel sempat menuliskan pesan menyayat hati bagi siapapun yang membaca pesannya.

Ia menulis pesan itu; “Jika saya terluka dan tidak dapat kembali dengan kondisi yang baik, tolong jangan selamatkan saya. Saya akan memberikan bagian tubuh saya yang berguna kepada seseorang yang membutuhkan”.

Tagar #RestinPeace dan #RestinPower mendadak menjadi trending, dan semua ucapan itu sebagai simpati mendalan yang ditujukan untuk Ma Kyal Sin yang dianggap sebagai seorang pahlawan sejati.

Kudeta militer di Myanmar

Aksi besar yang terjadi di beberapa tempat di Myanmar kembali dilatarbelakangi adanya isu kecurangan dalam pemilihan umum yang diadakan pada bulan November 2020. Waktu itu, Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Aung San Suu Kyi memenangkan 83 persen suara dalam pemilu Myanmar.

Tapi para pemimpin militer menuduh penipuan penipuan sebanyak 10 juta suara, dan militer menolak untuk mengakui hasilnya. Peristiwa kudeta yang dilakukan militer itu menyingkirkan Aung San Suu Kyi yang sejauh ini menjadi harapan rakyat Myanmar.

Rakyat Myanmar marah, protes massal terjadi di beberapa tempat setelah para jenderal menangkap Suu Kyi, yang memimpin pemerintahan sipil dalam peran sebagai penasihat negara. Presiden Win Myint serta menteri lainnya, merebut kekuasaan melalui kudeta.

Gerakan protes itu menarik simpati rakyat, dan militer Myanmar pun menanggapi dengan kebrutalan, menembak secara acak ke kerumunan dan menembaki pengunjuk rasa.

Para penembak itu memang bermaksud membunuh — mengincar kepala atau dada pengunjuk rasa —  sebagai taktik pengendalian massa. Militer berharap kematian mereka akan membuat pengunjuk rasa melarikan diri dan membubarkan kerumunan.

Utusan PBB Schraner Burgener menceritakan pertemuannya dengan Wakil Panglima Militer Myanmar Soe Win. Saat itu ia memperingatkan bahwa militer akan menghadapi hukuman dan isolasi sebagai tindakan internasional atas kudeta tersebut.

Dan jawabannya adalah: “Kami terbiasa dengan sanksi, dan kami selamat,’” kata Soe Win.

“Ketika saya juga memperingatkan mereka akan masuk ke isolasi, jawabannya adalah: ‘Kita harus belajar berjalan hanya dengan beberapa teman,” tutur Christine Schraner Burgener.

Rr




Wagub Lantik Anggota Komisi Informasi NTB 2021 – 2025

Provinsi NTB salah satu provinsi dengan predikat keterbukaan informasi sebagai badan publik informatif

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah melantik lima Anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB masa bakti 2021 – 2025, Kamis (4/3/2021), di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB.

Anggota KI terpilih melalui berbagai tahapan seleksi tersebut, masig-masing Ketua KI Provinsi NTB Suaeb, S.H.I , Wakil Ketua Badrun, AM, Ketua Bidang Kelembagaan Sansuri, S.Pt, M.M, Ketua Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi Drs. M. Zaini dan Ketua Bidang Evaluasi Advokasi dan Sosialisasi,  Asraruddin S.A.P.

Wagub menilai keberadaan Komisi Informasi sangat strategis, karena informasi menjadi kebutuhan dasar masyarakat, dan menjadi hak masyarakat mendapatkan informasi seluas-luasnya.

Diharapkan dengan akses informasi yang luas, masyarakat tergugah untuk berpatisipasi aktif dan berkontribusi menyelesaikan banyak tantangan pembangunan yang dihadapi NTB. Termasuk menyukseskan Visi Misi NTB Gemilang.

“Masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan informasi seluas – luanya dari pemerintah dan pihak manapun. Kita akan melaksanakan suatu pembangunan, dan tidak mungkin pemerintah menjalaninya sendiri tanpa keikutsertaan masyarakat,” jelas Ummi Rohmi.

Wagub juga mengapresiasi anggota Komisi Informasi sebelumnya yang menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik, sehingga Provinsi NTB bisa menjadi salah satu provinsi dengan predikat keterbukaan informasi sebagai badan publik informatif.

Anggota Komisi Informasi yang baru diminta mempertahankan seluruh kinerja dan capaian sebelumnya.

“Saya mengapresiasi Komisi Informasi dijabatan sebelumnya yang telah menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh luar biasa, sehingga NTB dapat berada diposisi terbaik sebagai provinsi terbaik keterbukaan informasi,” ungkapnya.

Ketua KI NTB Suaeb, S.H.I mengatakan, akan memaksimalkan apa yang telah dilakukan oleh komisioner KI sebelumnya karena KI NTB telah berhasil membawa NTB sebagai provinsi dengan keterbukaan informasi terbaik.

“Kami ke depan akan melanjutkan berbagai inovasi yang telah dilakukan KI sebelumnya seperti desa terang benderang dan sebagainya. Keterlibatan masyarakat perlu didorong untuk KI, mendapatakan informasi melalui jembatan KI dan mendapatakan informasi dengan mudah,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, dalam laporannya mengatakan, berbagai tahapan seleksi telah dilalui dan berharap agar terpilihnya Komisioner KI terpilih dapat terus bersinergi dengan badan publik.

“Kita harapkan sinergi antara KI baru dengan OPD selaku badan publik dapat menjadi lebih baik sehingga prestasi dapat terus kita tingkatkan,” pesannya.

Sher/Rr