Bermaksud Konfirmasi Tersangka Kasus Korupsi, Wartawan Tempo Dianiaya  

Resiko mengalami tindak kekerasan membayangi pekerjaan jurnalis. Seperti menimpa Nurhadi, jurnalis majalah Tempo, yang mengalami peyekapan, pengancaman dan perampasan alat kerjanya

MATARAM.lombokjournal.com

Nurhadi mengalami tindak kekerasan saat menjalankan penugasan dari redaksi Majalah Tempo untuk meminta konfirmasi kepada mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan,  Angin Prayitno Aji.

Konfirmasi itu penting dilakukan karena Angin sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus suap pajak.

Penganiayaan itu diduga dilakukan sejumlah pengawal Angin Prayitno Aji, alasannya karena Nurhadi masuk tanpa izin ke acara resepsi pernikahan anak Angin, di Gedung Graha Samudera Bumimoro (GSB) di kompleks Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan laut (Kodiklatal) Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/03/21) malam.

Saat itu Nurhadi dibekuk, ditampar, seta dipukul di beberapa bagian tubuhnya. Untuk memastikan Nurhadi tidak melaporkan hasil reportasenya, dia juga ditahan selama dua jam di sebuah hotel di Surabaya.

Wahyu Dhyatmika, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo dalam keterangan persnya menjelaskan, peristiwa tersebut merupakan serangan terhadap kebebasan pers, dan melanggar KUHP serta Undang Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Tempo mengutuk aksi kekerasan tersebut dan menuntut semua pelakunya diadili serta dijatuhi hukuman sesuai hukum yang berlaku,” kata Wahyu Dhyatmika dalam keterangannya.

Peristiwa penganiayaan ini dinilai Tempo merupakan tindak pidana. Setidaknya dua aturan dilanggar, yakni pasal 170 KUHP mengenai penggunaan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau barang.

Dan pasal 18 ayat 1 UU Pers tentang tindakan yang menghambat atau menghalangi kegiatan jurnalistik. Ancaman hukuman untuk pelanggaran ini adalah seberat-beratnya  lima tahun enam bulan penjara.

Redaksi Tempo menyatakan sikap, meminta Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta menindaklanjuti kasus kekerasan terhadap jurnalis Tempo dan memeriksa semua  anggotanya yang terlibat. Agar pelakunya dibawa ke meja hijau untuk menerima hukuman setimpal, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta memerintahkan jajarannya di Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri untuk memproses pelaku secara disiplin profesi.

“Dan memastikan kasus ini merupakan aksi kekerasan terakhir yang dilakukan polisi terhadap jurnalis,” kata Dhyatmika.

Tempo mohon bantuan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Dewan Pers, untuk melindungi korban dari ancaman kekerasan lebih lanjut dan mengawal proses hukum atas kasus ini.

Selain itu, Tempo menghimbau semua pihak k menghormati kerja-kerja jurnalistik yang dilindungi oleh UU Pers, demi terjaminnya hak publik untuk tahu dan mendapatkan informasi yang akurat mengenai isu-isu yang penting bagi orang banyak.

Kronologi penganiayaan

Dalam catatan tertulis, Nurhadi menjelaskan penganiayaan yang menimpanya. Menurutnya, ia tiba di Gedung Graha Samudra Morokembang, Surabaya sekitar pukul pukul 18.25 WIB.

Sesuai penugasan redaksi Majalah Tempo, ia datang untuk konfirmasi ke mantan Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu Angin Prayitno Aji yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Nurhadi

Karena tidak semua orang bisa bebas keluar masuk, akhirnya ia masuk Bersama seorang temannya melalui pintu samping. Di dalam, Nurhadi sempat dua kali memfoto pelaminan.

Sebenarnya, Nurhadi  hanya ingin memastikan Angin yang berbesan dengan dengan Kombes Ahmad Yani, mantan Karo Perencanaan Polda Jatim, berada di sisi kiri mempelai atau kanan. Tapi Nurhadi tidak menyadari, di depan/dekat pintu utama ada keterangan hadirin tidak boleh memfoto.

Nurhadi Bersama temannya memutar sampai ke pintu samping jalan masuknya tadi. Disana, laki-laki berseragam menghampirinya, “Kamu tamunya siapa?”

Karena tak bisa membuktikan siapa pengundangnya, Nurhadi dibawa ke belakang, didorong oleh ajudan Angin, dibentak, HP nya diambil. Kemudian dibawa keluar oleh anggota TNI yang bertugas jaga di luar. Kemudian dimasukkan ke mobil patroli dan dibawa ke pos mereka. Tidak Ada tindak kekerasan di pos itu.

Nurhadi dibawa balik ke tempat acara saja. Ia diturunkan di belakang Gedung Samudra Morokembang, dekat musala. Rupanya sudah banyak yang menunggu, ada ajudan Angin, polisi, sampai puluhan. Baru turun dari mobil sudah dipukul, dikiting, ditampar.

Kata Nurhadi, paling kejam si ajudan Angin, bahkan sempat bilang, mau pilih UGD atau kuburan.

Nurhadi sempat diberi Rp 600 ribu tapi ditolaknya. Karena ia menolak, Nurhadi ditampar dan ditendang. Mereka memaksa Nurhadi  memegang uang itu, lalu difoto-foto. Ajudan Angin juga bilang, “Tempo itu kemarin foto-foto rumah Pak Angin. Kamu mau kubawa ke Jakarta? Nggak bakalan lihat matahari besok pagi.”

Lalu Ajudan Angin memukul perut, dada, menggampar kuping. Tiap menyampaikan pertanyaan, belum menjawab, dia langsung main tampar. Nurhadi sempat salah buka password HP, langsung ditampar dan dijotos.  Kalau Nurhadi tidak mau membuka hp dan email, langsung mendapat tamparan. Ajudan itu  merestart hpnya sehingga semua data-datnya hilang.

Para anak asuh Kombes Ahmad Yani juga mengerubungi. Mereka bertanya, dikiranya Tempo mau menulis soal resepsi. Padahal sudah berulang kali saya jelaskan bahwa kami hanya ingin konfirmasi ke Angin terkait kasus korupsi.

Kejadian penyiksaan ini berlangsung sekitar dua jam. Orang-orang itu tiap bertanya diiringi tamparan dan jotosan.

“Saya diperlakukan seperti maling. Bahkan lebih buruk,” kata Nurhadi.

Waktu resepsi selesai, Nurhadi diserahkan ke anak asuh Kombes Ahmad Yani, Purwanto dan Firman, yang sebeumnya juga ikut menjotos Nurhadi. Keduanya mengaku anggota Binmas Polda Jatim. Nurhadi dan temannya Fahmi dibawa Purwanto dan Firman ke Hotel Arcadia.

Saat di hotel, Nurhadi kembali menyampaikan tidak bisa menerima uang itu. Kalaupun dibawa, nanti akan dikembalikan oleh redaktur entah bagaimana caranya. Pur dan Firman sempat emosi.

“Sudahlah bawa saja. Ini sebagai pengganti hp rusak,” bentaknya.

Nurhadi sempat diajak ngobrol di hotel sekitar satu jam. Mereka butuh jaminan bahwa foto tidak akan keluar, dan Nurhadi  sudah memastikan itui. Mereka koordinasi langsung dengan Ahmad Yani. Segala omongan direkam dan dikirim ke Ahmad Yani. Bahkan saat saya menelepon Linda atau Moses menggunakan HP Fahmi juga mereka rekam dan dikirim ke Ahmad Yani.

Mereka meminta peritiwa anggap aja selesai dan mengantar sampai rumah. Kalau tidak mau diantar, mereka mengancam akan menjerat saya dengan UU ITE.

“Nggak enak karo sampeyan Mas,” kata Pur dan Firman.

Nurhadi tiba di rumah sekitar pukul 01.00, dan saat hendak turun dari mobil, ia menaruh uang itu di dekat persneleng.

Rr

(Sumber; Tempo)




Bupati Lombok Utara Berharap Ada Intervensi Program dari Unram dan Bank NTB Syariah

Bupati Djohan mengajak anak-anak muda mau berbisnis pertanian dan hortikultura untuk peningkatan kesejahteraan

GANGGA.lombkjournal.com

Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu mengatakan, hingga saat ini Lombok Utara sebagai satu-satunya daerah yang tertinggal di NTB. Pihaknya berharap adanya intervensi program dari Unram dan Bank NTB Syariah, untuk bisa menjadi bagian dari perubahan daerah menjadi lebih baik.

Ha itu disampaikannya saat bersama Wabup Danny Karter Febrianto ST Meng, menghadiri acara Ramah Tamah Kemitraan Pengembangan Kawasan Hortikultura dan Peternakan Terintegrasi Ekonomi Pertanian di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Acara tersebut diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KLU bekerja sama dengan Universitas Mataram, bertempat di Halaman DKPP setempat, Sabtu (27/3/2021).

Hadir dalam kegiatan itu Penjabat Sekretaris Daerah Drs H Raden Nurjati, Direktur Utama Bank NTB Syariah H Kukuh Raharjo, Wakil Rektor IV Bagian Kerja Sama Unram Dr Yusron Sa’adi, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda KLU Ir H Rusdi, Unsur Pimpinan OPD serta tamu undangan lainnya.

, “Pada awal terbentuk Lombok Utara, angka kemiskinan berkisar 43,14 persen, tetapi dalam 13 tahun terakhir berkisar 26 persen lebih. OPD untuk bergegas menangani daerah yang kondisinya memprihatinkan. Dilihat dari menurunnya angka APBD hingga 300 miliar,” tuturnya.

Bupati Djohan juga mengajak anak-anak muda mau berbisnis pertanian dan hortikultura untuk peningkatan kesejahteraan. Sekaligus berterima kasih kepada Para Akademisi Unram terhadap kerja sama program dengan Pemda KLU.

“Saya berbangga, masyarakat kita sudah banyak menyukai beternak sapi. Mengingat KLU sebagai daerah wisata jadi diperlukan peternakan dan hortikultura. Kerja sama program dibutuhkan,” tandasnya.

Dalam pada itu, Dirut Bank NTB Syariah H Kukuh Raharjo menyampaikan pihaknya mengapresiasi inisiasi kegiatan yang dapat menjalin potensi kerja sama yang baik.

“Alhamdulillah, Bank NTB Syariah telah membukukan aset sebesar 11 triliun. Bank NTB Syariah memerlukan peran dukungan dari semua stakeholder. Komitmen kami untuk memperbaiki Bank NTB Syariah sesuai motto kami menjadi bank kebanggaan yang amanah bagi seluruh masyarakat NTB,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil IV Rektor Unram Dr Yusron Sa’adi mengatakan melihat para petani tetap bersemangat, walaupun ada bencana gempa, bisa dihadapi. Oleh karenanya, potensi pertanian perlu digalakkan dengan penjajakan kerja sama.

“Alhamdulillah Unram sudah mempunyai MoU dengan Pemda Lombok Utara. Sekarang kita tinggal tindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kita bekerja sama implementasinya di lapangan yang ditekankan,” pungkasnya.

Pada tempat yang sama, Plt Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian KLU Evi Winarni MSi menyatakan ke depan pertanian, hortikultura dan peternakan terintegrasi melalui program nyata.

Pihaknya telah bertemu tim dari Unram dan menggagas kegiatan dengan membakukan produk-produk lokal untuk bisa bersaing ditingkat internasional, sebelumnya dilakukan analisa pada tingkat lapangan.

Dibutuhkan kerja sama antara semua pihak, untuk memajukan pertanian di Lombok Utara. Satu di antaranya melalui kerja sama perbankan.

“Kita berharap Bank NTB Syariah, bisa membantu (skema) pembiayaan, untuk para petani, peternak dan masyarakat Lombok Utara. Mengingat APBD KLU mengalami penurunan,” pungkasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan perbincangan tindak lanjut yang dipimpin Wabup Danny. Rencana program kerja sama perbankan dan pertanian untuk dioperasionalkan dengan multipihak.

sap




Darurat Bencana Seni Pertunjukan di NTB

Pelaku teater belum relasi dengan penonton yang pada akhirnya, gagal menjadi cermin masyarakat untuk melihat dirinya

MATARAM.lombokjournal.com

Geliat seni pertunjukan, lebih spesifik lagi seni teater, di NTB sedang mengalami darurat multidimensi.

Oleh Teater Insomnia pimpinan Indra Putra Lesmana, gejala ini disebut bencana, karenanya dibutuhkan satu titik kumpul guna melakukan evakuasi, bergerak dari kesia-siaan menuju teater yang lebih kaya manfaat.

Dengan mengangkat tema ‘Titik Kumpul’, Teater Insomnia dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, mengadakan kegiatan diskusi merumuskan ulang wajah teater NTB yang saat ini kesulitan mengidentifikasi dirinya.

Teater NTB kehilangan kekuatan dan kesadaran untuk merumuskan ideologi berkesenian, sunyi dari nuansa ‘puitika’ sebab tergoda oleh ‘teater dalam rangka’ yang lebih menjanjikan terjaminnya kebutuhan finansial.

Menghadirkan tiga narasumber, dua di antaranya pelaku teater senior yakni Kongso Sukoco dan Majas Pribadi. Kegiatan yang dihelat di cafe Bawah Pohon Kekalek Mataram cukup ramai dihadiri peserta–untuk ukuran kegiatan di masa pandemi.

Persoalan intrinsik dan ekstrinsik

Dalam paparannya, Kongso yang mendapat kesempatan pertama langsung mengajukan dua masalah teater NTB hari ini, yang pertama ‘masalah intrinsik’ dan yang ke dua ‘ekstrinsik’.

Dikatakan, persoalan intrinsik yang lekat dengan perdebatan sesama pelaku teater mengenai aspek estetika hanya terjadi di kalangan sesama pelaku.

Lain halnya dengan persoalan ekstrinsik berupa transaksi nilai pelaku teater melalui tontonan yang dibuat dengan masyarakat selaku penonton.

Untuk persoalan ke dua ini, banyak pelaku teater abai melihat kepentingan penonton dalam produksi pertunjukannya.

BACA JUGA:

Pelaku teater lebih asyik mengolah kegelisahan pribadi tanpa pusing merumuskan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Pelaku teater belum relasi dengan penonton yang pada akhirnya, gagal menjadi cermin masyarakat untuk melihat dirinya hari ini.

“Jadi kalau teater itu tidak ada yang mengapresiasi berarti tontonan itu dianggap tidak layak? Ini persoalan seni pertunjukan seperti halnya seni-seni lain ada dua. Ada persoalan intrinsik. Internal orang-orang teater sendiri, bagaimana dia punya konsep dan sebagainya yang semuanya berurusan dengan estetika. Kemudian ada elemen ekstrinsik di luar kelompok. Apakah tontonan terkait isu hangat,” terangnya. Minggu, (28/03/2021).

Selain dua persoalan di atas, Kongso juga menekankan perlunya pelaku teater membangun kepercayaan diri, memiliki kesadaran berproses dengan sungguh-sungguh. Sehingga menghasilkan tontonan yang tidak hanya disukai, tetapi juga membekas di benak masyarakat.

Alat perlawanan

Majas dengan latar belakang lulusan salah satu sekolah seni di Indonesia itu lebih menekankan pada persoalan ketakpekaan pelaku teater NTB kalau menengok embrio kemunculan awal teater di Indonesia.

Nash Ja’una

Ia memaparkan bagaimana para pegiat teater Indonesia awal lebih senang menggunakan istilah sandiwara ketimbang teater disebabkan makna sandiwara lebih dekat dengan psikologi masyarakat Indonesia.

Menurut Majas, embrio teater Indonesia bisa dirunut mulai dari zaman awal revolusi Indonesia, zaman orde lama, orde baru dan kemudian zaman reformasi sekarang ini.

Pada tiga fase awal, teater Indonesia memiliki tujuan lebih jelas, yakni menjadi alat melawan ketidakadilan penguasa.

Di zaman reformasi, hal tersebut hilang oleh terbukanya informasi yang begitu bebas. Karenanya, pelaku teater Indonesia harus kembali membaca ulang apakah keberadaan teater masih perlu? Jika pun perlu, siapa yang memerlukan?

Kaitan dengan banyak pegiat teater NTB yang sering mengeluhkan kurangnya dukungan finansial, Majas melihat itu sebagai ironi karena pada dasarnya, baik orang tua maupun bidan yang melahirkan teater Indonesia sama-sama berangkat dari semangat perlawanan.

Maka dari itu penting bagi pelaku teater memilih satu ideologi guna menguatkan diri dalam melawan ketidakadilan.

Hal senada disampaikan Novrizal Hamzah yang menjelaskan pelaku teater musti kembali menengok masyarakat penontonnya. Menurut Novrizal, menengok masyarakat bisa jadi bacaan awal pelaku teater NTB memulai gerak perjuangan kemanusiaan.

Ia meyakini hanya dengan menengok kembali ke masyarakat penontonnya, teater NTB bisa hadir sebagai bayangan ralitas terkini.

Selain diskusi, kegiatan juga dimeriahkan pertunjukan pantomim oleh Nas Jauna. Nomor pantomim yang dimainkan Nash tidak diberi judul, semata merespon tema diskusi. Kendati demikian, aksi memukau seniman asal Bima tersebut berhasil membuat penonton yang hadir terkesima.

Ast




Gubernur Jelaskan Pentingnya Keteladanan untuk Gerakkan Organisasi

Pemimpin dalam mengimplementasikan keteladananan, harus memberi contoh bagi jajarannya

MATARAM.lombokjournal.com

Keteladanan merupakan salah satu kunci membangun iklim kerjasama yang positif, untuk mencapai cita-cita bersama.

“Kepemimpinan itu yang utama adalah menghadirkan keteladanan kepada jajarannya,” kata Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc.

Ia mengatakannya saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Bidang Internal Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah NTB, Sabtu (27/03/21) di Aula BP PAUDNI Jempong Baru Kota Mataram.

Lebih lanjut, Doktor Zul panggian akrab Gubernur mengatakan, pemimpin dalam mengimplementasikan keteladananan, harus memberi contoh bagi jajarannya.

Lebih peduli dan perhatian terhadap lingkungan organisasi atau kerjanya, dan mampu mengayomi semua orang di sekelilingnya.

Kalau sudah terbangun kenyamanan dan kerakraban, mesin organisasi akan bekerja dan berjalan sesuai rel dan roda organisasi.

“Ini yang paling penting,” tegas mantan Ketua Senat UI ini.

Dasar yang penting lagi dalam sebuah organisasi adalah kebersamaan. Saling merangkul dan membutuhkan, sebagai bagian dari sebuah sistem, katanya.

Semua SDM dalam struktur jajaran organisasi, memiliki tugas dan fungsi yang saling menguatkan dan menghidupkan organisasi.

“Semua orang punya peran berbeda, dari ketua, wakil ketua, sekertaris hingga anggota,  tapi tujuannya untuk mencapai tujuan yang sama dalam berorganisasi,”ucapn

Diingatkan Gubernur, dalam ilmu organisasi, kebersamaan itu penting. Ini gampang diucapkan, tapi sulit dilaksanakan.

Maka koordinasi dalam tubuh organisasi merupakan keharusan. Untuk berkomitmen bersama menjaga kebersamaan.

Disamping itu, gubernur mengajak Muhammadiyah untuk bersama dan bersinergi membangun dan menjaga nama baik daerah. Agar orang senang berkunjung ke NTB.

“Semoga momentum ini menjadikan keluarga besar kita Muhammadiyah memberikan keteladanan untuk masyarakat demi mamajukan daerah kedepan,”tutup Gubernur.

Sebelumnya, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, Arsyad Gani mengapresiasi n Gubernur Zul, karena selalu hadir setiap kegiatan Muhammadiyah.

Sosok Gubernur yang selalu dekat dan mengayomi semua masyarakat dan komponen tanpa pandang bulu.

“Terimakasih Pak Gubernur,” ucap rektor Ummat.

Pria yang sudah mengabdikan dirinnya dalam  Organisasi Muhammadiyah selama 30 tahun ini, juga menyanjung Gubernur, karena dengan misi NTB Gemilang Sehat dan Cerdas telah membangun SDM NTB dengan memberikan 100 beasiswa kepada Mahasiswa Ummat dan kampus lain.

“Kami dukung sepenuhnya langkah Gubernur, dengan kebersamaan dalam rangka membangun daerah dari semua sektor,” kata Arsyad Gani.

Senada dengan Gubernur, Sunanto Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Pusat, mengaku dalam membangun organisasi maupun bangsa ini harus dengan kebersamaan. Karenanya, Pemuda Muhammadiyah wajib bersinergi dengan Gubernur membangun NTB.

“Hadirnya Gubernur dalam rapat internal ini harus dimaknai sebagai kebersamaan yang erat, agar kita ikut membangun NTB, “tandas Cak Nanto.

Ia mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk kolaborasi berdakwah, dengan cara modern. Karena kalau pikirannya modern harus dibarengi dengan langkah yang modern juga.

Muslimin, Ketua Pemuda Muhamnadiyah NTB, mengakui kehadiran Gubernur memberikan spirit bagi Pemuda Muhammadiyah untuk ikut bersinergi membangun NTB Gemilang.

Dalam Rakorwil ini akan membahas 3 hal. Yaitu penguatan pengkaderan, dakwah dan organisasi.  Sehingga Pemuda Muhammadiyah tertib dan bekerja sesuai AD/RT organisasi.

“Ikuti alur dan pedoman organisasi itu yang penting,”pungkasnya.

Dengan mengusung tema “Meneguhkan Kader Dakwah, Membangun NTB, peserta Rakorwil sebanyak 50 peserta dari unsur pimpinan daerah se NTB.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kapolda NTB, Danrem 162/WB diwakilkan Dandim Lobar, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB dan sejumlah Pengurus Muhammadiyah NTB.

Edy

@diskominfotik_ntb




Bunda Niken Ajak Masyarakat Rutin Senam Jantung Sehat

Masyarakat fokus penularan Covid 19, jangan lupa jaga diri dari penyakit jantung coroner

MATARAM.lombokjounal.com

Masyarakat diajak rutin mengikuti senam jantung sehat, untuk menjaga imun tubuh tetap sehat dan bugar.

Selama lebih setahun, masyarakat fokus membicarakan bahaya penularan Covid 19, yang banyak menimbulkan kematian.

“Padahal selain Covid 19,  jantung coroner merupakan salah jenis penyakit tidak menular yang tidak kalah bahayanya dan banyak menimbulkan kematian,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang lebih akrab disapa bunda Niken, Pembina Pengurus Klub Jantung Sehat (KJS) FKPPI Epicentrum, masa bhakti 2020-2023, di pelataran Epicentrum Mall di Mataram, Sabtu (27/03/21).

Para pengelola dan pengurus klub jantung sehat ( KJS), khususnya KJS-FKPPI Epicentrum diajak  aktif membantu masyarakat agar gemar senam jantung sehat, atau rutin berolahraga. Ini untuk mencegah tingginya resiko kematian akibat penyakit jantung.

“Dengan aktif  dan rutin berolah raga atau senam jantung sehat, 3 kali dalam seminggu  pada ruang terbuka seperti dengan memanfaatkan fasilitas di halaman epicentrum mall ini, mudah-mudahan kesehatan kita tetap terjaga,” pungkas Bunda Niken.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Ketua Yayasan Jantung Sehat Mataram, H.M.Nur dan Ketua PD XXV KB FKPPI NTB, Endah Yuli Astuti, SE yang secara aktif melakukan pembinaan terhadap kegiatan senam jantung sehat bagi masyarakat.

Ketua Yayasan Senam Jantung Sehat Mataram, H.M Nur usai mengukuhkan Pengurus KJS FKPPI Epicentrum masa bhakti 2020-2023 menyatakan dukungannya pada seluruh program kegiatan yang dilaksanakan  pengurus KJS dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Mantan Sekda NTB itu menegaskan, keberadaan klub senam jantung sehat merupakan wujud nyata dukunga tercapainya pembangunan NTB Gemilang.

Menurutnya, syarat terpenting untuk mengejewantahkan pencapaian visi-misi NTB Gemilang adalah SDM yang sehat, cerdas, berdedikasi dan berintegritas.

Hal itu dapat diwujudkan melalui pembinaan kesehatan jasmani dan rohani secara teratur. Salah satunya adalah senam jantung sehat, jelasnya.

@timkominfotik

 

 




Teater Insomnia Gelar Diskusi Seni Pertunjukan dengan Tema ‘Titik Kumpul’  

 Tanggapi Kondisi Darurat Seni Pertunjukan NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Titik Kumpul dimaknai tempat pertemuan sementara (transit point) saat terjadi bencana atau keadaan darurat lain.

Saat ini, kondisi ‘darurat’ mulai menghinggapi seni pertunjukan. Setidaknya itu itu yang dimaknai kelmpok Teater Insomnia menanggapi detak kehidupan seni pertunjukan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal ini ditandai oleh kesenjangan antara produk seni pertunjukan dan pasarnya. Karenanya, penting untuk membuat titik kumpul guna menjawab situasi darurat tersebut.

Teater Insomnia menghadirkan beberapa narasumber dari pegiat seni pertunjukan NTB seperti sutradara senior Kongso Sukoco, pegiat teater Majas Pribadi dan aktor muda Novrizal Hamzah.

Kegiatan sendiri akan dilangsungkan di cafe Bawah Pohon di Kekalek, Mataram pada hari Sabtu (27/03/21) pukul 20.00 WITA.

Selain bincang seni, kegiatan juga dimeriahkan pertunjukan pantomim oleh mimer kelahiran Bima, Nash Jauna.

Menurut Indra Putra Lesmana, pendiri Teater Insomnia, bincang seni Titik Kumpul diharapkan jadi titik pertemuan menemukan berbagai gagasan tentang seni pertunjukan menghadapi kondisi darurat seni pertunjukan saat ini.

Selain itu, untuk melihat sejauh mana posisi tawar seniman selaku penghasil produk di tengah-tengah masyarakat selaku pasar otonom seni pertunjukan.

Teater Insomnia ingin menegaskan, seni pertunjukan tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari realitas yang ada di tengah masyarakat. Karenanya penting untuk melihat ulang-alik hubungan karya para seniman dengan masyarakat penontonnya.

Ast

 




Oknum Karyawan Diduga Selewengkan Dana, Bank NTB Syariah Bersiap Lapor Polisi

Temuan penyelewenangan dana tersebut berkat progres Kukuh Rahardjo dalam memberantas budaya kecurangan atau fraud di internal Bank NTB Syariah

MATARAM.lombokjournal.com

Koalisi LSM dan Masyarakat Sipil menggelar aksi di Kantor Bank NTB Syariah, Kota Mataram, Jumat, 26 Maret 2021.

Dalam aksi tersebut, massa mendesak pengusutan terhadap penyelewengan dana Bank NTB Syariah oleh salah seorang oknum supervisor atau penyelia pelayanan non tunai Bank NTB Syariah berinisial PS. Nilainya mencapai Rp10 miliar.

Menanggapi itu, Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo, memberikan apresiasi terhadap masukan dari masyarakat terhadap Bank NTB Syariah.

“Bank NTB Syariah memberikan apresiasi kepada masyarakat atau lembaga- lembaga yang telah memberikan masukan dan dorongan untuk segera menyelesaikan permasalahan ini secara tegas dan transparan agar menjadi perhatian seluruh insan Bank NTB Syariah di dalam mengemban amanah secara lebih bertanggung jawab,” kata Kukuh saat ditemui di kantornya di Mataram, Jum’at (26/03/21).

Dia mengatakan, temuan dugaan penyelewengan dana oleh seorang oknum karyawan berinisial PS tersebut berkat perbaikan proses bisnis yang dilakukan Bank NTB Syariah.

Temuan penyelewenangan dana tersebut berkat progres Kukuh Rahardjo dalam memberantas budaya kecurangan atau fraud di internal Bank NTB Syariah sejak pertama kali bertugas pada 2018.

“Temuan ini merupakan salah satu hasil dari perbaikan proses bisnis yang dilakukan Bank NTB Syariah sejak dikonversi pada 2018. Apa yang kami lakukan dengan melakukan rotasi bagi pejabat yang masa jabatannya lebih dari dua tahun,” ujarnya.

Strategi yang dilakukan Bank NTN Syariah dalam mencegah fraud tersebut dengan melakukan rotasi terhadap pejabat Bank NTB Syariah yang masa tugas di atas dua tahun.

“Ini adalah salah satu kebijakan manajemen, selain untuk melakukan pemuktahiran pada tugas dan tanggung jawab, sekaligus upaya untuk mencegah fraud. Alhamdulillah temuan ini diketahui oleh manajemen setelah adanya rotasi,” katanya.

Saat penyelia pelayanan non tunai berinisil PS diganti, pejabat pengganti menemukan kejanggalan dalam transaksi yang selama ini dilakukan. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke manajemen, dan selanjutnya didalami.

“Pejabat pengganti pada saat itu menjalankan tugas ditemukan adanya kejanggalan dan dilaporkan oleh manajemen. Kemudian manajemen secara cepat melakukan perintah kepada divisi terkait untuk mendalami. Alhasil, memang terdapat adanya kejanggalan dari transaksi,” paparnya.

Kukuh menjelaskan, dari kasus tersebut tidak ada nasabah yang dirugikan. Karena memang dana yang diambil PS dan ditransfer ke tiga rekening fiktif miliknya adalah dana Bank NTB Syariah sendiri, di luar dana nasabah.

“Namun kami pastikan tidak ada kerugian di pihak nasabah, karena sebenarnya pencatatan ini di bank yang memang transaksinya disalahgunakan oleh oknum pelaku,” imbuhnya.

Bank NTB Syariah menemukan kejanggalan tersebut pada Januari 2021. Kemudian setelah didalami dan ditemukan transfer dana mencurigakan, kemudian dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 5 Februari 2021. Bahkan, oknum berinisial PS diduga menyelewengkan dana sejak 2012 silam.

“Langkah pertama kita melapor kejadian pada OJK yang mengawasi perbankan karena kita memiliki komitmen yang tegas dan tidak mentolerir penyalahgunaan kewenangan, sehingga tidak ada konspirasi maupun niat buruk,” jelasnya.

Saat ini Bank NTB Syariah tengah mengumpulkan bukti-bukti lengkap untuk membawa kasus tersebut ke ranah Kepolisian. Manajemen berharap jika kasus tersebut masuk ke ranah hukum, maka akan dapat diselesaikan dan menjadi pelajaran bagi semua pihak.

“Kami saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti sebelum kami menyampaikan laporan kepada kepolisian. Mudah-mudahan pihak kepolisian bisa membantu untuk mengungkapkan dengan jelas,”

Sementara oknum berinisial PS yang sejak menerima SK Rotasi tidak masuk kerja, saat ini tengah mengalami amnesia atau lupa ingatan. Untuk menyelidiki kebenarannya, maka Bank NTB Syariah tengah bersiap melaporkan ke Kepolisian.

“Kenapa kami melaporkan ke OJK dan kepolisian, kami sudah mengirim empat kali undangan pertemuan kepada yang bersangkutan dan yang bersangkutan menurut keluarga mengalami amnesia,” jelasnya.

“Boleh-boleh saja alasan yang bersangkutan sakit, tapi biarkan Kepolisian yang menyelidiki,” tukasnya.

Me (*)




APBD Lombok Utara Tahun 2021 Turun, Bupati Djohan: Tantangan Pasca Gempa dan Pandemi

Pembangunan Kantor Bupati dan DPRD direncanakan terlaksana tahun 2021, sebagai kenang-kenangan pemerintahan periode ini

TANJUNG.lombokjournal.com –

Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH menjelaskan, penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) tahun 2021.

Penjelasan itu disampaikannya saat melakukan kunjungan Safari Jum’at dalam Program Memaraq di hadapan jama’ah Masjid  lAl Faruq  Dusun Bayan Timur (26/03/21),

Dikatakannya, tahun 2021 Lombok Utara cukup berat pascagempa dan kini berhadapan pandemi Covid 19.

Kendati demikian, Pemda KLU berusaha bukan hanya mengandalkan anggaran daerah, namun juga mengusahakan mendapatkan donatur pembiayaan dari luar, guna kelancaran pembangunan di Lombok Utara.

Kegiatan Safari Jum’at bersama sekaligus bersilaturahmi, sejak sebulan menjabat sebagai Bupati Lombok Utara menjalankan rangkaian Program Memaraq ke tempat ibadah.

Masjid Al Faruq merupakan masjid keempat yang dikunjungi untuk bertemu dengan lapisan masyarakat Lombok Utara, khususnya masyarakat Bayan.

“Kondisi ini saya jelaskan agar epe pada renten selapuq (kita semua) maklum. Kalau ada keterlambatan tetapi pemda terus melakukan tindaklanjut mencari solusi terbaik. Harap epe pada (kita) maklum,” tandasnya.

Namun pembangunan harus berjalan lancar. Contohnya, pembangunan Kantor Bupati dan DPRD direncanakan dapat terlaksana tahun ini, sebagai kenang-kenangan pemerintahan periode ini, jelas Bupati.

Selanjutnya, pembangunan jalan pada kawasan lingkar utara yang dicanangkan menjadi pusat perekonomian masyarakat Lombok Utara, diusahakan untuk dibangun dengan estimasi biaya 750 miliar.

“Jika kita berkomitmen membangun daerah ini, insya Allah akan mampu melaksanakannya. Kita mesti kompak bersatu renten-renten membangun daerah kita,” tuturnya.

Setelah gempa kondisi hingga saat ini, banyak masjid yang belum terbangun, beberapa bantuan dari pihak swasta dan donatur termasuk dari yayasan  Amirul Ummah.

Ucapan terima kasih disampaikan Bupati Djohan kepada Yayasan Amirul Ummah mewakili masyarakat Bayan dan Lombok Utara atas partisipasinya membangun Masjid Al Faruq tersebut.

BACA JUGA: 

Bupati Jelaskan RTG Belum Tuntas, Masyarakat Diminta Pupuk Kebersamaan

Hadir mendampingi Wakil Bupati Danny Karter Febrianto ST MEng, Ketua DDII NTB TGH Muharrar Mahfudz, Plt Asisten III Drs Abdul Hamid, Inspektur Inspektorat H Zulfadli SE, Kadis Kesehatan dr H Lalu Bahrudin, Kadis Sosial Drs Faisol MSi.

Hadir mendampingi Wakil Bupati Danny Karter Febrianto ST MEng, Ketua DDII NTB TGH Muharrar Mahfudz, Plt Asisten III Drs Abdul Hamid, Inspektur Inspektorat H Zulfadli SE, Kadis Kesehatan dr H Lalu Bahrudin, Kadis Sosial Drs Faisol MSi.

Rr

 




Wabup Dani Karter Berdialog dengan Seniman di Sokong, Tanjung

Wabup Danny minta Dinas Pariwisata menjalin sinergi dengan seniman

KLU.lombokjournal.com

Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Danny Karter Febrianto,ST MEng,  mengatakan kemampuan di bidang seni harus jadi hal dasar yang dimiliki setiap orang.

Pasalnya, seni dan kebudayaan adalah elemen penting yang akan menunjang pembangunan KLU. Karenanya, peran pegiat seni sangat dibutuhkan.

Hadir di kegiatan Kamis Sastra, Kamis (25/03/1) di Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Wabup pun mengaku seorang seniman di bidang perencanaan tata kota sebagai media seninya.

“Saya juga seniman. Merancang tata kota itu juga bagian dari kesenian,” ujar Wabup, sembari menjelaskan sebelum jadi Wabup pihaknya pernah bekerja di bidang penataan kota.

Saat ini, banyak pegiat seni KLU terkesan ‘berjalan sendiri’. Sehingga pemerintah tidak memiliki data pasti mengenai jumlah mereka.

Hal tersebut membuatnya mendorong Dinas Kebudayaan untuk melakukan pendataan dan nantinya menyusun kalender kebudayaan agar KLU tak sepi kegiatan kesenian.

Lebih jauh, Wabup Danny pun meminta Dinas Pariwisata menjalin sinergi dengan seniman, guna memberi ruang ekspresi yang lebih bagi seniman.

“Harus ada sinergi antara pariwisata, kebudayaan dan pemuda,” katanya.

Ast




Gerakan ‘Bike to Waste’, Bersepeda Sambil Bersih-bersih Lingkungan

‘Zero Waste’ sebagai gaya hidup dan program unggulan, adalah bagian dari menjaga lingkungansekitar

MATARAM.lombokjournal.com

Menjaga lingkungan dari sampah menjadi tanggungjawab semua lapisan masyarakat. Gerakan ‘Bike to Waste’, bersepeda sambil bersih-bersih lingkungan yang dilakukan rutin di area publik oleh Dinas Lingkungan Hidup dan KehUtanan (LHK) Provinsi NTB, berkolaborasi dengan komunitas lingkungan IBRA, yayasan WE SAVE dan PT TELKOM menyusur Kali Jangkuk Ampenan.

“Kolaborasi dengan makin banyak pihak adalah solusi sampah. Setiap minggu kita mengajak masyarakat terlibat dalam kegiatan ini dan merapatkan misi NTB Asri dan Lestari bersama stakeholder,” ujar Mulyadi Gunawan, penanggungjawab kegiatan kegiatan di bantaran Kali Jangkuk, Ampenan, Jumat (26/03/21).

Gunawan mengatakan, kegiatan rutin ini sebagai upaya mengingatkan semua orang bahwa ‘Zero Waste’ sebagai gaya hidup dan program unggulan, adalah bagian dari menjaga lingkungan sekitar.

Kali Jangkuk dan Kali Unus adalah etalase yang harus dipastikan bebas dari timbunan sampah, dengan mengangkut sampah yang ditemui di sepanjang bantaran ke TPA.

Di setiap lokasi kegiatan, Dinas LHK NTB mengajak Kabupaten kota dan stakeholder untuk bersama sama menangani masalah selain selalu melibatkan masyarakat sekitar agar tetap menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan dalam keseharian.

Baiq Indraningsih, komunitas lingkungan Ini Baru Banjar (IBRA) mendukung upaya Dinas LHK untuk turun langsung bersama masyarakat membersihkan sampah melalui kegiatan Bike to Waste.

Komunitas IBRA juga menggelar kegiatan rutin dalam isu lingkungan bahkan hingga keluar Kampung Banjar, Ampenan karena kreatifitas dan solusi penanganan sampah lingkungannya.

“Sebagai komunitas yang peduli lingkungan kami juga berjaringan dan bermitra dengan siapa saja yang sama sama support terhadap kelestarian lingkungan”, jelas Baiq Inde.

Selama ini, komunitas beranggotakan aktif 30 orang mendanai gerakan peduli lingkungan dengan mengandalkan iuran anggota dan sumbangan dari masyarakat.

Karena itu, kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota serta BUMN ( PT Telkom), diharapkan berkelanjutan dengan kebutuhan sarana penunjang kegiatan seperti jaring sampah, bak pengangkut sampai gareng yang wajib tersedia di setiap aksi peduli lingkungan.

“Karena kami bersama masyarakat punya visi jelas bagaimana mewujudkan kepedulian pada lingkungan meski dengan sarana yang masih terbatas”, tambahnya.

GM Telkom Witel NTB, Syaiful Rohman yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut juga ingin ambil bagian dalam mendukung kepedulian lingkungan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Dikatakannya, PT Telkom   membuka diri untuk bekerjasama dengan siapa saja karena komitmen perusahaan yang besar terhadap isu lingkungan.

“Ini baru permulaan. Ke depan dengan support dari program CSR, kegiatan bersih sampah ini makin rutin dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman,” ujar Bang Ipung, sapaan akrabnya.

jm/aff

diskominfotikntb