Rehabilitasi Kantor Harus Dipercepat, Ini Harapan BPKAD KLU
Pihak BPKAD Lombok Utara berharap, agar rehabiitasi gedung utama segera dilakukan rehabilitasi agar tidak menyebabkan dokumen di BPKAD rusak
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) berharap rehabilitasi gedung (kantor) dapat dilakukan lebih cepat.
Desakan jajaran BPKAD itu bukan tanpa alasan. Sebab, cuaca yang tidak menentu menyebabkan kerawanan pada rusaknya berkas atau dokumen yang selama ini tersimpan di instansi kas daerah tersebut.
“Memang sempat kita khawatirkan dokumen basah, rusak dan sebagainya. Apalagi bagian atap juga ikut rusak akibat gempa,” kata Sekretaris BPKAD KLU, Adi Wibawa, S.Pt., Rabu (07/04/21).
Seperti kita ketahui, pascagempa 2018 silam, bangunan utama BPKAD KLU dinyatakan rusak sedang. Namun demikian, konstruksi atap bangunan utama cukup rawan.
Pihaknya khawatir, air hujan bisa merembes dan menyebabkan dokumen di BPKAD rusak.
Harapannya, banguna utama yang banyak menyimpan dokume itu bisa segera diperbaiki.
“Apalagi tamu Pak Kaban dari BPK, BPKP, DJPB dan instansi vertikal lain cukup banyak yang berhubungan dengan tugas BPKAD,” kata Adi Wibawa.
Ditemui secara terpisah, Plt. Kepala Dinas PUPR, Kahar Rizal, melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Alfian Zubair mengakui, anggaran perbaikan gedung BPKAD berada di Dinas PUPR.
Anggaran yang disiapkan untuk merenovasi sejumlah Rp 600 juta, dimana tender proyek sedang berproses di ULP – Sekretariat Daerah.
“Kita perkirakan pertengahan bulan April, renovasi kantor sudah bisa dilakukan,” kata Alfian.
Dari hasil asesmen (penilaian) tim ahli konstruksi, gedung BPKAD kata Alfian dinyatakan rusak ringan. Diakui bagian atap rawan kebocoran, sementara pada konstruksi utama tidak mengalami kerusakan.
Pada proses perbaikan bangunan, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPKAD dan pihak pelaksana kegiatan.
Belum diketahui, apakah gedung akan dikosongkan atau tidak jika mempertimbangkan gangguan selama pengerjaan.
Ast
NTB Diminta Waspada, Adanya Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang
Pemangku kebijakan di daerah diharapkan mengambil tindakan yang dianggap perlu guna mitigasi dan pengurangan risiko bencana
lombokjournal.com —
JAKARTA –
Empat wilayah provinsi dI Indonesia yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali diminta waspada karena berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Peringatan itu disampaikan Dr. Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB berdasarkan Informasi prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), melalui siaran persnya yang diterima medai, Kamis (08/04/21).
Disebutkan, berdasarkan prakiraan cuaca, adanya Siklon Tropis Seroja yang diprediksi mengalami peningkatan dalam 24 jam ke depan.
Selain hujan lebat, gelombang setinggi 2.5 – 4.0 meter berpeluang terjadi di Perairan selatan Jawa, Samudra Hindia selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur.
Kemudian tinggi Gelombang 4.0 – 6.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa
Berdasarkan analisa BMKG pada Kamis (08/04) pukul 07.00 WIB, posisi Siklon Tropis Seroja telah berada di Samudera Hindia sebelah selatan Bali atau 16.3 LS, 112.6 BT, atau sekitar 890 kilometer sebelah selatan-barat daya Denpasar.
Bila dilihat dari perkembangan arah geraknya, siklon tropis ini cenderung bergerak menuju ke barat-barat daya dengan kecepatan 16 knots atau 29 kilometer per jam menjauhi wilayah Indonesia. Kekuatannya terpantau 40 knots atau 75 kilometer per jam dengan tekanan 995 hPa.
Selanjutnya, menurut prediksi BMKG dalam kurun waktu 24 jam atau pada Jumat (9/4) pukul 07.00 WIB, posisi Siklon Tropis Seroja akan berada di Samudera Hindia sebelah selatan Bali atau 18.7 LS dan 110.4 BT, atau sekitar 1.120 kilometer sebelah selatan barat daya Denpasar dan dipastikan menjauhi wilayah Indonesia.
Kekuatannya diperkirakan akan mencapai 55 knots atau mencapai 100 kilometer per jam dengan tekanan 982 hPa.
Melihat adanya hasil analisa dan prakiraan cuaca ekstrem dari BMKG tersebut, maka pemangku kebijakan di daerah diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan mengambil tindakan yang dianggap perlu guna mitigasi dan pengurangan risiko bencana untuk ke depannya.
Selain itu, masyarakat juga diminta waspada dan dapat mengantisipasi segala sesuatu dalam kaitan potensi bencana yang dapat dipicu oleh faktor cuaca tersebut.
Dalam hal ini, masyarakat diharapkan selalu memantau perkembangan data dan informasi prakiraan cuaca dari BMKG dan mengikuti segala arahan dari pihak berwajib.
Rr
Bin Zayed Akan Bangun Golf Course di Bukit Merese
LOTENG.lombokjournal.com —
Bin Zayed International LLC, investor dari Dubai, Uni Emirat Arab berencana membangun lapangan golf 27 hole bertaraf internasional yang didesain oleh Tiger Wood.
“Kami akan segera masuk ke kawasan Mandalika. Kami berencana membangun lapangan golf di bukit yang indah ini,” ujar Managing Director Bin Zayed International, Syaikh Midad, Rabu (07/04/21).
Selain golf course, Bin Zayed juga akan membangun hotel dan convention center. Ia mengatakan, pihaknya telah melihat kesempatan besar ini dan melakukan analisa beberapa bulan belakangan bersama partner lokal di Praya, Lombok Tengah.
Direktur ITDC, Abdulbar A Mansyoer, sangat menantikan investasi mengingat perkembangan ITDC yang pesat terlebih setelah hadirnya Sirkuit Mandalika.
“Ini akan menjadi golfcourse signature dengan 27 hole karena didesain oleh pegolf legendaris dan menjadi golfcourse terbaik di Indonesia,” ujar Barry, sapaan akrabnya.
Bin Zayed international adalah perusahaan milik Sheikh Mohammed bin Zayed al Nahyan putera ketiga Khalifa bin Zayed Al Nahyan yang merupakan keluarga kerajaan kaya dari ladang minyak terbesar di Timur Tengah.
Dikutip dari Majalah Forbe, Sheikh Mohammed bin Zayed al Nahyan memiliki kekayaan sebesar Rp 205 triliun dan mengelola dana kekayaan negara The Abu Dhabi Investment Authority dengan aset Rp 11.353 triliun. Bin Zayed International juga pernah dikabarkan menggelontorkan investasi untuk pembangunan ibukota baru Indonesia.
Hadir dalam penandatanganan tersebut, Gubernur DR Zulkieflimaslnsyah, Wamen II BUMN, Ketua MPR RI dan Dorna Sport.
jm
Dorna Sport Cek Kesiapan Terakhir Sirkuit Mandalika
Sirkuit Mandalika saat ini menjadi satu-satunya dalam kalender cadangan balap MotoGP 2021, setelah Igora Drive di Rusia telah dihapus dari cadangan
Dorna Sport, promotor MotoGP penyelenggara resmi balapan MotoGP, berkunjung langsung ke Sirkuit Mandalika, didampingi Ketua IMI Pusat, Bambang Soesatyo.
Kunjungan Dorna Sport untuk memeriksa langsung kesiapan sirkuit. Dorna Sport diwakili Carlos Ezpeleta, Loris Capirossi dan Franco Uncini.
Gubernur Zul dan Bamsoet
“Kehadiran Carlos, Loris dan Franco ke Lombok khusus datang dari Spanyol dan Italia melihat langsung persiapan terakhir sirkuit Mandalika,” kata Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatio yang juga ketua MPR RI ini di ruang VIP bandara BIZAM, Rabu (07/04/21).
Menurut Bamsoet, dilihat dari fasilitas keselamatan dan standar internasional MotoGP, saat ini sirkuit Mandalika sudah hampir 70 persen selesai.
Namun demikian, Bamsoet menambahkan, jadi atau tidaknya gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika bergantung pada kondisi pandemi dunia dan Lombok.
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang mendampingi mengatakan, seluruh persiapan ini untuk memastikan kondisi riil di lapangan.
Sirkuit Mandalika saat ini menjadi satu-satunya dalam kalender cadangan balap MotoGP 2021, setelah Igora Drive di Rusia telah dihapus dari cadangan.
Selanjutnya, rombongan Ketua IMI dan Gubernur NTB mengunjungi kampung homestay di Dusun Bangah, Desa Gerupuk, Kuta untuk meninjau persiapan akomodasi.
Ada sekitar 90 homestay yang dibangun penuh maupun rumah warga yang diupgrade menjadi homestay dari 915 homestay di kawasan Mandalika.
“Ini juga memberikan semangat bahwa masyarakat mendukung penuh gelaran MotoGP. Jadi untuk akomodasi tidak ada masalah. Mari berharap impian kita menggelar MotoGP di Lombok terwujud,” jelas Gubernur.
jm
Infrastruktur Sirkuit Mandalika Rampung Juli 2021, Kepastian Gelaran MotoGP di Pihak Dorna Sport
Jika pembangunan fisik memenuhi standar internasional yang ditetapkan Dorna Sport, Indonesia akan menggelar MotoGP seri 2021 pada Oktober
Gelaran MotoGP 2021 di Sirkuit Mandalika masih berproses, namun Pemerintah memiliki kewajiban menyelesaikan seluruh infrastruktur sirkuit hingga Juli mendatang.
Penegasan itu disampaikan Wakil Menteri BUMN, Kartika Wiryoatmodjo, di lokasi pembangunan sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Rabu (07/04/21).
“Soal gelaran MotoGP akan ada pembahasan lagi dengan pihak Dorna Sport. Saat ini pemerintah punya kewajiban menyelesaikan seluruh infrastruktur sirkuit,” tegas Wamen BUMN
Ia menegaskan, kepastian gelaran MotoGP ada di pihak Dorna Sport. Terutama kondisi pandemi dunia dan Lombok khususnya untuk menggelar seri balapan motor pada tahun ini di Sirkuit Mandalika.
Namun demikian, pihak Dorna mengapresiasi progres pembangunan sirkuit yang telah mencapai 70 persen. Hal ini membuktikan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan event skala internasional tersebut.
Direktur ITDC, Abdulbar A Mansyoer mengatakan, upaya pembangunan sirkuit adalah prioritas yang harus diselesaikan sampai tenggat waktu Juli.
Jika seluruh pembangunan fisik telah memenuhi standar internasional yang ditetapkan Dorna Sport maka secara otomatis, Indonesia akan menggelar MotoGP seri 2021 pada Oktober mendatang.
“Kita prioritas untuk akses jalan dari bandara ke KEK Mandalika,” ujar Barry, panggilan akrab direktur ITDC.
jm
Wagub: Perkuat Edukasi Pengendalian Penduduk Melalui Posyandu Keluarga
Untuk Percepatan Implementasi Program Bangga Kencana 2021
Kunci pengendalian penduduk dan penyelenggaraan Keluarga Berencana di Provinsi NTB terletak pada edukasi.
Edukasi yang massif dapat diselenggarakan melalui Posyandu Keluarga di seluruh dusun dari Ampenan hingga Sape.
Wagub Hj. Sitti Rohmi Djalilah
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. saat membuka Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Banggakencana) tahun 2021, di Aula BKKBN NTB, Rabu (07/04/21).
Tema yang diangkat “Meningkatkan upaya dan strategi dalam Rangka Percepatan Implementasi Program Bangga Kencana Melalui Lintas Sektor di Masa Pandemi Covid-19”.
Rakerda diikuti secara daring oleh 312 orang ASN BKKBN, Pemprov dan Pemda se-NTB, organisasi masyarakat dan mitra kerja.
Ke depan, semua Posyandu di NTB menjadi Posyandu Keluarga yang melayani warga dusun, tidak hanya bayi dan ibu hamil. Termasuk ibu-ibu usia produktif, remaja, hingga lansia terlayani disertai edukasi.
Sehingga berbagai program BKKBN seperti menurunkan angka pernikahan anak, angka stunting, dan lain sebagainya diedukasikan melalui Posyandu Keluarga.
“Agar masyarakat menjalankan program karena paham, bukan karna dipaksa pemerintah,” tegas Wagub.
Menurut Ummi Rohmi, perkembangan Revitalisasi Posyandu atau proses meningkatkan status posyandu biasa menjadi Posyandu Keluarga di NTB semakin membaik dari waktu ke waktu.
Respon dari Kabupaten dan Kota se-NTB sudah semakin baik. Di Kabupaten Sumbawa misalnya sudah hampir mencapai target 100 persen Posyandu Keluarga.
Begitu juga di Kabupaten-kabupaten yang ada di Lombok. Kabupaten Lombok Timur sendiri menargerkan 100 persen Posyandu Keluarga bulan Mei mendatang.
Untuk mensukseskan program Revitalisasi Posyandu, dapat diwujudkan dengan komitmen yang kuat dari tiap Desa setempat.
Jika semua Posyandu Keluarga telah kuat, maka berbagai edukasi di tingkat dusun bisa berjalan sukses termasuk program Banggakencana dari BKKBN.
Strategi BKKBN NTB
Drs. Sama’an, M.SI, PLT. Kepala Perwakilan BKKBN NTB menjelaskan Rencana strategis BKKBN NTB di tahun 2021 mendatang.
BKKBN NTB menragetkan capaian Banggakencana di antaranya, menurunkan angka kelahiran total menjadi 2,23 dan angka kelahiran remaja 36 per wanita subur pada usia15-19.
Meningkatkan usia perkawinan perempuan menjadi 21 tahun serta indeks pembangunan keluarga menjadi 52,43 persen.
“Kita juga menargetkan angka pemakaian kontrasepsi modern menjadi 56, 5 persen, menurunkan kebutuhan berkontrasepsi yang tidak diinginkan menjadi 14,48 persen,” jelasnya.
Sama’an berharap, pandemi yang tengan melanda dan berpengaruh pada jalannya program BKKBN dapat dibenahi bersama. Seluruh pihak termasuk Media harus bekerjasama mensukseskan program tersebut.
Novita
@diskominfotikntb
Maestro Sastra dan Mahaguru Puisi, Umbu Landu Paranggi, Wafat di Usia 77
Sastrawan Umbu Landu Paranggi, yang dikenal menjadi guru puisi dan melahirkan banyak penyair ternama baik di Jogja maupun di Bali, telah berpulang. Kabar ini mengejutkan di kaangan sastrawan, khususnya penyair.
Tokoh sastra yang jarang muncul dipermukaan itu wafat di usia 77 tahun, di RS Bali Mandara sekitar pukul 03.55 Wita hari Selasa (06/04/21). Kesehatan Umbu melemah dan harus dirawat di rumah sakit sejak hari Sabtu (03/04).
Peyair muda Bali, Wayan Jengki Sunarta, menungguinya sejak Senin siang hingga Umbu menghembuskan nafas terakhirnya.
“Saya di sini dari kemarin siang. Sekarang masih menunggu kedatangan keluarganya,” kata Jengki.
Umbu yang lahir tanggal 10 Agustus 1943, di Desa Kananggar, Paberiwai, Sumba Timur ini sejak di Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah menunjukkan minatnya yang dalam di kesastraan. Dan ia menghabiskan masa produktifnya di Yogyakarta. Melalui puisi Solitude, Percakapan Selat, dan Melodia, ia menggambarkan sastra Yogya sebagai nostalgik, romantik, dan nyinyir.
Di Jogja Umbu pernah jadi pengurus Persada Studi Klub (PSK) ini juga dijuluki sebagai “Presiden Malioboro”.
Banyak pihak yang menceritakan, Umbu membimbing murid-muridnya di sanggar PSK Jogja, di antaranya yang menonjol yakni Emha Aiun Najib (Cak Nun), dan Linus Suryadi AG. Juga disebut Ragil Suwarno Pragolapati, hingga Iman Budhi Santoso.
Emha Ainun Najib mengenalkan kepada khalayak bahwa Umbu Landu Paraggi adalah gurunya. Bagi generasi masa kini sosok Umbu mungkin tak dikenal. Namun, anak-anak muda yang menjadi jamaah pengajian Maiyah-nya Emha Ainun Nadjib mengenalnya. Tapi yang pasti bagi mereka yang bergekut di dunia sastra pada dekade itu pasti tahu peran dan posisi dari Presiden Malioboro ini
Wartawan senior Bali Pos, Widminarko menceritakan, Umbu bergabung di Bali Post tahun 1979 dengan tugas khusus mengasuh rubrik puisi, di Pos Remaja tiap Sabtu dan Bali Post Minggu tiap Ahad.
Tentu saja Umbu datang tanpa membawa lamaran tertulis, tidak menyerahkan biodata, tidak ada yang tahu di mana ia bertempat tinggal. Dia datang langsung bergabung dengan Wayan Sayun, Made Taro, Putu Setia (menjelang pindah ke Tempo), Anom Ranuara, I Gusti Ketut Kaler, Cok Raka Pemayun, yang terlebih dahulu bergabung.
“Umbu Landu Paranggi mendedikasikan hidupnya untuk mengembangkan apresiasi terhadap sastra, terutama puisi di kalangan generasi muda dan masyarakat luas,” tulis Widminarko di akun Faebook-nya.
Rr
Stimulus Listrik Diperpanjang Sampai Juni 2021
Tarif diskon tenaga listrik bagi pelanggan rumah tangga, bisnis dan industri tahun 2021 diperpanjang untuk rekening listrik dan pembelian token bulan April sampai dengan Juni 2021
Pembebasan biaya pemakaian listrik dan diskon pemakaian listrik (stimulus listrik), untuk meringankan beban masyarakat akibat Covid-19, yang diberlakukan mulai bulan April 2020 sampai dengan Maret 2021, diperpanjang.
Gubernur Nusa Tenggara Baat (NTB), DR H Zulkieflimansyah menjelaskan, Senin (05/04/21), penambahan itu sesuai Surat Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor B-467 / TL.04 / DJL.3 / 2021 tanggal 2 Maret 2021 perihal Perpanjangan Pelaksanaan Diskon Tarif Tenaga Listrik dan Pembebasan Biaya Beban atau abonemen, serta Pembebasan Penerapan Ketentuan Rekening Minimum bagi Pelanggan PT PLN (Persero) sd Triwulan II Tahun 2021.
“Pelaksanaan diskon tarif tenaga listrik PT PLN (Persero) bagi pelanggan rumah tangga, bisnis dan industri tahun 2021 diperpanjang untuk rekening listrik dan pembelian token bulan April sampai dengan Juni 2021,” kata Gubernur melalui keterangan tertulisnya.
Ketentuan penambahan stimulus tersebut sebagai berikut:
1. Ketentuan Diskon pada:
Pelanggan golongan rumah tangga daya 450 VA (R1/TR 450 VA), bisnis kecil daya 450 VA (B1/TR 450 VA) dan industri kecil (I1/TR 450 VA):
Reguler (PascaBayar) : Diskon sebesar 50%
Prabayar : Diskon pembelian token sebesar 50%
Pelanggan golongan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi (R1/TR 900 VA):
Reguler (PascaBayar) : Diskon sebesar 25%
Prabayar : Diskon pembelian token sebesar 25% 2. Pembebasan Biaya Beban/Abonemen sebesar 50% diberlakukan pada:
Pelanggan golongan sosial daya 220 VA, 450 VA dan 900 VA (S-1/220 VA s.d S-2/900VA).
Pelanggan golongan bisnis daya 900 VA (B-1 900 VA)
Pelanggan golongan industri daya 900 VA (I-1 900 VA) 3. Pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum sebesar 50% untuk pemakaian energi listrik di bawah ketentuan rekening minimum (40 Jam Nyala) diberlakukan pada:
Pelanggan golongan sosial daya 1300 VA ke atas (S-2/1300 VA s.d S-3 > 200 kVA).
Pelanggan golongan bisnis daya 1300 VA ke atas (B-1/1300 VA s.d B-3 > 200 kVA).
Pelanggan golongan industri daya 1300 VA ke atas (I-2/1300 VA s.d I-3 > 200 kVA).
“Saya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk membayar rekening listrik sebelum tanggal 20 setiap bulannya,” kata Gubernur.
Rr
Forkopimda Kabupaten Belitung Datang untuk Belajar Pengembangan Pariwisata di Lombok Utara
Bupati Belitung H Sahnan Saleh langsung yang memimpin rombongan Forkopimda
Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH didampingi Wakil Ketua II DPRD Mariadi SAg menerima kunjungan kerja (kunker) Forkopimda Kabupaten Belitung Provinsi Bangka Belitung, di Aula Kantor Bupati setempat (05/04/21).
Hadir pula Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansyah SH, Asisten I Setda Setda KLU Kawit Sasmita SH, Unsur Kepala OPD dan undangan lainnya.
Bupati H Djohan Sjamsu bersama Forkopimda Kabupaten Belitung
Rombongan Forkopimda Kabupaten Belitung dipimpin Bupati Belitung H Sahnan Saleh SSos, diantaranya Ketua DPRD Ansori, Kapolres AKBP Ari Mujiyono SIK, Sekretaris Daerah HMZ Hendra Cata SE MSI, Kaban Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Iskandar Febro, Kaban Kesbangpol Fedy Malonda, Kabid Wasnas-PK Bambang Sustiawan, Kabag Prokopim Zakina.
Rangkaian acara, diawali dengan menampilkan tari penyambutan tradisional Lombok Utara yaitu Tari Mapagin, pemutaran video Selayang Pandang KLU dan Selayang Pandang Kabupaten Belitung.
Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH dalam sambutan selamat datangnya, menyampaikan suatu kehormatan dapat menerima Kunker Forkopimda Kabupaten Belitung dengan agenda studi komparasi sinergitas Pemda bersama Forkopimda dalam mendukung dan mengembangkan Ekonomi Kreatif daerah serta membangkitkan kembali sektor pariwisata di tengah Pandemi Covid-19.
“Selamat datang di Kabupaten Lombok Utara, bumi Tioq Tata Tunaq. Kunker ini menjalin silaturahmi dan berbagi informasi pembangunan daerah,” tuturnya.
Bupati Djohan menyampaikan pula potensi sumber daya alam sebagai komoditi andalan aspek pariwisata yaitu Destinasi Wisata Gili Tramena (Trawangan, Meno dan Air), Air Terjun Sendang Gila, Tiu Kelep, Tiu Pupus, Tiu Pituq, Tiu Teja, Tiu Sekeper, Kampung Wisata Kerujuk dan lainnya.
Dikatakannya, destinasi wisata budaya-religi terdiri dari Masjid Kuno Bayan, Balai Adat Segenter, Balai Beleq Gumantar, Masjid Sesait, Tradisi Bisoq Beras, Mandi Safar dan lainnya.
Sedangkan aspek pertanian dan perkebunan meliputi produksi pangan sebesar 160.668,33 ton, produksi hortikultura 2.698,80 ton dan produksi buah-buahan 4.505 ton. Kendati kondisi kini, ekonomi daerah Lombok Utara sedang mengalami penurunan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menguraikan potensi kewirausahaan produktif sebagai daya topang dalam mendukung program pembangunan daerah.
Bentuk sinergi dukungan Pemda bersama Forkopimda meningkatkan perekonomian daerah pada masa Pandemi Covid-19 dengan pengembangan ekonomi kreatif melalui sektor UMKM, ekonomi kreatif pola kemitraan dengan lembaga keuangan mikro di desa (BUMDes).
Ada pula pembangunan infrastruktur ekonomi dalam bentuk Pasar UKM, Konsolidasi Forkopimda dan OPD-OPD, mendirikan BUMD PT Tata Tunaq Berkah yang fokus pada bisnis produk UMKM, kerja sama dan kemitraan multipihak.
Menggagas pembakuan produk lokal agar dapat bersaing, dengan mengaktifkan kembali usaha UMKM dan kelompok-kelompok ekonomi produktif. Selain, ada kegiatan Bazar Produk UMKM guna mendorong masyarakat (kaum muda) berbisnis ternak dan pertanian.
“Saya mengapresiasi, Kunker sambung rasa silaturahmi ini seraya berterima kasih yang tulus kepada Bupati Belitung dan jajaran Forkopimda Kabupaten Belitung atas dipilihnya KLU sebagai tujuan Kunker,” imbuhnya.
Studi tiru pengembangan pariwisata
Bupati Belitung H Sahnan Saleh SSos, menyatakan rombongannya menyampaikan rasa prihatin, karena KLU pada tahun 2018 mengalami bencana alam gempa bumi yang dahsyat, Selain bencana non-alam Pandemi Covid-19.
“Lombok Utara sama dengan Belitung, penghasilan terbesar dari pariwisata. Bedanya, Lombok sudah berkembang tetapi kami baru berkembang. Datang ke Lombok Utara untuk studi tiru dalam hal pengembangan pariwisata. Kita beda kultur wilayah, dulu kami masih gabung dengan Provinsi Sumsel, tetapi sekarang menjadi provinsi sendiri yaitu Kepulauan Bangka Belitung. Daerah kami juga sudah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata yang didukung dengan adanya bandara internasional,” urainya.
Bupati Belitung mengurai pula sekilas tentang Kabupaten Belitung, ada beberapa sektor yang menjadi unggulan yaitu, pertanian, peternakan dan pertambangan.
“Usaha Tambang adalah pertambangan Timah, Coral, Titanium, Pasir Bangunan, Tanah Liat dan lainnya. Insya Allah tahun 2022, kami rencananya ditetapkan sebagai Geopark Global. Menurut hasil penelitian, bebatuan tertua di Indonesia dengan umur sekitar 3,500 tahun ada di Kabupaten Belitung,” katanya.
Rangkaian acara berjalan lancar dan khidmat dengan tetap menerapkan prokotol kesehatan Covid-19.
Acara diakhiri dengan pemberian cinderamata antara dua Pimpinan Daerah dan Forkopimda, dilanjutkan santap siang bersama serta ramah tamah.
sap
Bupati Djohan Menaruh Harapan pada Semua Elemen Pengelola Pendidikan
Bupati membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah dan Pengawas di Kabupaten Lombok Utara
Kemajuan satu daerah bergantung pada Pendidikan, karena itu Pemda menaruh harapan kepada semua elemen yang mengelola pendidikan di Kabupaten Lombok Utara.
Daerah Lombok Utara yang masyarakat miskinnya masih di angka 26,9 persen, masih menyandang daerah tertinggal di NTB menjadi tantangan tersendiri.
Bupati H Djohan Sjamsu SH
Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH mengatakan itu saat membuka acara Pelatihan Peningkatan Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah dan Pengawas di Kabupaten Lombok Utara (05/04/21).
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Dikpora Dr Fauzan MPd, Direktur Eksekutif Perkumpulan Indonesian Overseas Alumni (IOA), Tantu Sugiharti Singgih, Direktur South East Asian Ministers of Education Organizations -Quality Improvement of Teachers and Education Personnel in Language (SEAMOE – QITEP) Dr Indrawati MPd, serta unsur Dinas Dikpora KLU, Para Pengawas, dan Para Kepala Kepala Sekolah se-KLU.
“Bagi seluruh masyarakat dan perangkat daerah, sebagai pendidik harus memacu diri guna meningkatkan mutu pendidikan di Lombok Utara” tandasnya.
Bupati Djohan berterima kasih kepada segenap multipihak yang telah berkiprah meningkatkan mutu kualitas pengawas, kepala sekolah, dan guru yang ada di Lombok Utara.
Segala macam kegiatan pendidikan diuji, untuk menjadi bahan pembelajaran evaluasi pembenahan pembelajaran pada masa Covid-19.
Bupati Djohan menyampaikan, terkait perkembangan Rumah Tahan Gempa (RTG), hampir 60 ribu bangunan rusak berat, hingga kini belum terselesaikan 18 ribu rumah. Kecuali fasilitas pendidikan dan tempat ibadah rampung dalam waktu 2 tahun, berkat bantuan pihak swasta dan lainnya.
“Saya mengutus Wakil Bupati menghadap BNPB, ada dana daerah untuk pembangunan RTG tertahan hampir 300 miliar dan tambahan SK baru 7.164 unit rumah. Ditemukan adanya 25 persen indikasi salah sasaran. Simalakama bagi saya, sehingga melakukan verifikasi penerima RTG, karena ditemukan penerima, ada yang dapat lebih dari satu unit rumah, menjadi persoalan,” tuturnya.
Selanjutnya, terjadinya Covid-19 melanda seluruh dunia termasuk Lombok Utara.
Terhitung sampai dengan hari ini, Senin (05/04/21) jumlah yang terpapar positif Covid-19 berjumlah 218 orang, meninggal 11 orang. Sekitar 189 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan kini sedang isolasi berjumlah 18 orang.
“Sesuai dengan seruan negara kita, tetaplah melaksanakan peraturan kesehatan. Terlebih pengajar dan pengawas tetap menggunakan masker, mendidik anak kita membiasakan diri ikut dalam suasana Covid-19,” jelasnya.
Selain itu, Lombok Utara sesungguhnya memiliki banyak potensi yang luar biasa. Namun dalam kondisi ini, secara bersama dapat memperbaiki dan membangun daerah Lombok Utara, termasuk pada aspek kependidikan.
“Saya yakin dan percaya dengan peningkatan mutu dan kualitas melalui pelatihan ini, output kepala sekolah dan pengawas menjadi lebih baik. Menyambut baik apa yang dilakukan oleh pihak yang membantu kegiatan ini, menjadi amaliah berkegiatan di Lombok Utara. Dalam rangka melatih sumber daya manusia, guna meningkatkan output pendidikan,” urainya.
Kepala Dinas Dikpora Dr Fauzan MPd, mengungkapkan, perjuangan pada aspek pendidikan cukup berat dalam kondisi Pandemi Covid-19 yang sedang melanda. Namun apa pun yang terjadi, pembangunan kependidikan tidak boleh berhenti. Tetap bersemangat, bersama-sama untuk Lombok Utara tercinta.
Visi misi bupati dan wakil bupati bidang pendidikan diejawantahkan di antaranya melalui peningkatan kualitas SDM. Prioritasnya adalah pelatihan untuk guru-guru, magang ke sekolah maju dan favorit, memberikan perhatian pondok pesantren, dan pendidikan luar sekolah.
Melihat berbagai kendala dan kesulitan, Dispora melakukan kerja sama dengan pihak luar, membuat MoU dengan IOA dalam melatih pengawas, Kepala Sekolah, dan guru sesuai bidang masing-masing, dengan mendatangkan tutor kredibel, terbaik, seluruhnya difasilitasi IOA.
“Alhamdulillah visi misi pimpinan daerah, kita laksanakan tanpa memberatkan APBD kita, aktivitas meningkatkan kualitas pendidikan di Lombok Utara tidak berhenti akibat pengurangan anggaran saat Pandemi Covid-19,” Ikata Fauzan.
Hal lain yang dilakukan Dikpora yaitu pencanangan Program “Simpel Saja” (Sistem Pelayanan Satu Jam), dapat terlaksana dengan baik. Tujuannya agar segala urusan pelayanan diselesaikan secepat mungkin, sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan publik pada dinasnya.
Setelah acara dibuka Bupati Djohan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi pelatihan secara bergiliran dari para narasumber yang ada, dengan tetap mengacu prokes Covid-19.