Hari Selasa (04/05/21), setelah pemeriksaan 150 (seratus lima puluh) sampel hasilnya 108 sampel negatif, 6 positif ulangan, dan 36 sampel kasus baru positif Covid-19.
Hasil itu diperoleh dari pemeriksaan di Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, Laboratorium Antigen Klinik Dena Medika.
“Hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru,“ jelas Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs H. Lalu GitaAryadi, M.Si dalam press release, Selasa (04/05).
Dijelaskan, adanya tambahan 36 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 45 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa sebanyak 12.443 pasien.
Rinciannya,10.735 orang sudah sembuh, 546 meninggal dunia, serta 1.162 orang masih positif
“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19. Dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita.
Namun ribuan aparatur sipil negara meneken petisi agar Menteri Keuangan Sri Mulyani memenuhi janji membayarkan THR PNS secara penuh atau mencakup tunjangan kinerja.
“PNS di pusat dan rekan di daerah harus bersyukur. Di tengah kontraksi keuangan yang berat, pemerintah masih memberi THR di luar tunjangan kinerja,” ujar Tito dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021, Selasa (04/05/21) lalu.
Tito membandingkannya dengan pembayaran THR pegawai swasta, yang saat ini banyak perusahaan masih kesulitan untuk memenuhi kewajibannya.
Ia juga membandingkan dengan kondisi masyarakat yang menganggur lantaran terdampak pandemi Covid-19.
“Mereka tidak dapat apa-apa, siapa yang mau kasih THR? Jadi tolonglah beri pengertiannya, syukuri apa yang sudah ada,” katanya.
Pemerintah tetap membayarkan THR PNS meski keuangan negara sangat tertekan saat ini. Alokasi anggaran untuk membayar tunjangan tersebut mencapai Rp 30,8 triliun. PNS juga tetap mendapatkan gaji ke-13 yang akan dibayarkan pada Juni.
Diketahui, 19 ribu orang lebih meneken petisi yang meminta agar pembayaran THR dan Gaji ke-13 PNS 2021 dibayarkan secara penuh seperti tahun 2019 di laman change.org.
Petisi berjudul “THR dan Gaji ke-13 ASN 2021 Lebih Kecil dari UMR Jakarta: Kembalikan Full Seperti Tahun 2019” ini dimulai oleh Romansyah H. Petisi ini ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta Ketua dan Para Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat.
Kebijakan THR tahun ini berbeda dengan penyataan dan janji Sri Mulyani pada Agustus 2020.
Sri Mulyani pernah menjelaskan, THR dan Gaji 13 ASN Tahun 2021 akan dibayar penuh dengan tunjangan kinerja sebagaimana tahun 2019.
Pemberian THR PNS tanpa tunjangan kinerja tahun ini karena pemerintah masih dalam penanganan Covid-19.
Anggaran tahun 2021 banyak dialokasikan kepada beberapa pos yang kebutuhan anggarannya meningkat seperti Program Kartu Pra Kerja dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun, hingga subsidi kuota internet.
Cc
Katadata.co.id
Pembatasan Pergerakan Orang untuk Tekan Penyebaran Covid-19
Menindak lanjuti Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor : 550/05/KUM/Tahun 2021 dan mencermati penyebaran COVID19 global dan nasional, sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi NTB menggelar rapat bersama Fotkopimda serta Bupati/Walikota se-NTB.
Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Dr Najamuddin Amy, S.Sos., MM, mengungkapkan, rapat bersama Kapolda NTB, Danrem 162/Wb, pada Selasa (04/05/21) di Mataram, melahirkan tiga point.
Pertama, Pemerintah Provinsi minta masyarakat mengurangi mobilitas dengan tidak melakukan perjalanan mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.
Kedua, bagi masyarakat dengan alasan tertentu dapat melakukan perjalanan dengan moda transportasi laut dari Pelabuhan Kayangan – Poto Tano maupun sebaliknya, dapat diberikan waktu sampai dengan tanggal 8 Mei 2021 pukul 00.00 Wita.
“Nah, (point) yang ketiga itu larangan bepergian dengan moda transportasi laut akan berakhir pada tanggal 17 Mei 2021 pukul 00.00 Wita,” kata Doktor Najam yang juga mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB.
Surat Pembatasan Pergerakan Orag
Untuk mempertegas kebijakan ini, Pemerintah Provinsi juga telah membuat surat untuk disikapi bersama dan ditujukan kepada Bupati/Walikota se-NTB.
“Insya Allah, suratnya sudah (ada), dan akan ditujukan kepada seluruh kepala daerah dalam hal ini Bupati/Walikota se-NTB. Surat terkait pembatasan pergerakan orang ini sudah ditandatangi langsung oleh Sekda NTB,” ujar Bang Najam.
Sebelumnya, ia juga menyikapi soal simpang siurnya informasi yang beredar terkait mudik lokal.
Dikatakan, demi kebaikan bersama masyarakat diminta bersabar dan menahan rindu untuk mudik untuk bersama-sama menekan laju COVID19.
“Pemimpin itu memberi harapan sekaligus memberi peringatan. Tapi yang jelas pemimpin itu mengambil keputusan. Beberapa waktu yang lalu memang Pemerintah Provinsi NTB mengeluarkan edaran terkait mudik lebaran. Dasar rujukannya adalah edaran dari Menteri Perhubungan dan adanya Instruksi Presiden. Tentu setiap provinsi memiliki kondisi yang berbeda,” kata Doktor Najam.
Pemprov NTB mencoba memberikan harapan sambil diusulkan kepada Pusat bahwa NTB ini terdiri dari dua pulau dengan jarak yang sangat berdekatan.
“Bahkan pada saat kunker Mendagri, kondisi ini ditanyakan oleh media dan sangat dipahami bahwa memang kondisi dan tipikal mudik antara kabupaten/kota di NTB berbeda jauh dengan Jawa dan tempat lainnya,” imbuhnya.
Dikatakan, munculnya edaran mudik lokal dengan ketentuan prokes dan pembatasan sampai 70 persen kapasitas moda angkutan adalah kegelisahan Gubernur NTB menjemput perasaan rakyatnya yang rindu berlebaran bersama keluarga.
“Karena Kota Mataram dan Lombok Barat saja hampir tiada berjarak begitu juga kabupaten/kota lainnya seperti Lotim dan KSB yang berjarak hanya 1,5 jam penyebrangan,” jelas Doktor Najam.
“Tapi kondisi dari hari ke pandemi ini terus meningkat. Instruksi Presiden agar corona tidak mewabah seperti di India dan beberapa negara lainnya. Pun menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan terkini. Negara kita adalah negara kepulauan. Konektifitas pelabuhan dan bandara pun harus kembali diperketat. Prokes yang dikawal aparat TNI Polri dan Gugus Tugas pun seolah tak diindahkan warga yang mudik. Lihatlah kerumunan di pusat perbelanjaan dan lainnya yang susah sekali dihindarkan,” paparnya.
Gubernur bersama Kapolda, Danrem dan Gugus Tugas COVID19 Provinsi NTB pun menambahkan addendum dan memperbaharui edaran sebelumnya.
Warga NTB yang berkeinginan mudik dalam provinsi diberikan kesempatan sampai dengan tanggal 8 Mei 2021.
“Setelahnya sampai tanggal 17 Mei 2021 Pelabuhan dan Bandara ditutup kecuali untuk urusan2 tertentu sesuai dengan edaran Menteri Perhubungan,” tegasnya lagi.
Sekedar informasi, surat terbaru yang ditandatangani oleh Sekda NTB itu, juga ditembuskan kepada Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah, Kapolda NTB, Irjen Pol M Iqbal, S.I.K., MH, dan Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han.
Rr
Cegah Ledakan Covid-19, Gubernur NTB Anjurkan Tidak Mudik
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., menganjurkan masyarakat NTB sambut Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah Tahun 2021 M, tanpa mudik lebaran.
Menurutnya, hal ini semata-mata mencegah terjadinya ledakan Covid-19, sebagaimana terjadi di India.
Keputusan itu atas pertimbangan instruksi Pemerintah Pusat dan kondisi terkini penyebaran Covid-19.
Berdasarkan hasil rapat dengan Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal, Danrem 162/Wb, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dengan para Bupati dan Wali Kota se-NTB, Selasa (04/05/21).
“Kalaupun harus mudik karena sesuatu hal yang tidak bisa dihindari, maka pelabuhan Kayangan-Tano akan dibuka sampai dengan tanggal 8 Mei Jam 00.00 Wita. Diberikan kesempatan sampai dengan tanggal 8 Mei bukan tanggal 6 Mei, karena sebelumnya Mudik diperbolehkan selama di dalam provinsi,”ungkap Gubernur.
Ia mengakui ini sesuatu yang berat bagi masyarakat. Sebelumnya Gubernur yang akrab disapa Bang Zul memahami budaya silaturrahmi dan kerinduan yang terungkap lewat budaya mudik ini begitu lekat di masyarakat NTB, khususnya jelang Idul Fitri.
“Tapi melihat perkembangan penyebaran Covid terkini yang makin membahayakan, tidak ada pilihan lain kecuali menutup penyeberangan sebagaimana dianjurkan oleh Pemerintah Pusat yang dimulai dari tanggal 8 Mei sampai dengan tanggal 17 Mei,” jelas Bang Zul minta pengertian masyarakat.
Pemerintah Provinsi NTB minta masyarakat mengurangi mobilitas dengan tidak melakukan perjalanan mudik lebaran idul fitri 1442 Hijriyah.
Surat Edaran Gubernur Nomor 550/05/KUM/Tahun 2021 mengatur tentang penyelenggaraan mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H dalam masa pandemi Corona Virus Disease 2019 di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Di antaranya masih membolehkan mobilitas penyebrangan untuk kendaraan pelayanan distribusi logistik/barang dengan tidak membawa penumpang. Kendaraan dinas operasional dengan TNKB dinas TNI dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, ambulans, mobil jenazah serta kendaraan lainnya sepanjang dalam rangka urusan penanganan Covid-19 dan atau dalam rangka penanganan kedaruratan lainnya.
Kemudian kendaraan yang mengangkut repatriasi pekerja migran Indonesia, WNI terlantar, dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketetntuan peraturan perundang-undangan.
Terakhir, pergerakan penyebrangan bagi pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan tidak mudik, yaitu perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi satu orang anggota keluarga,dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang.
MEMANG, sejauh ini tidak ada negara yang menjadi musuh dan secara resmi “membenci” atau bermusuhan dengan Indonesia. Konfrontasi antara Indonesia dengan negara lain (Malaysia) terakhir kali terjadi pada 1963. Dengan politik bebas aktif yang dianutnya, Indonesia mampu terhidar dari persaingan blok-blok ideologi.
Saya lantas mencari-cari jawaban atas pertanyaan, negara mana yang membenci Indonesia? Belum ada kajian khusus mengenai bagaimana negara lain memandang Indonesia. Padahal kajian serupa terhadap Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan sudah ada di Pew Research.
Saya kemudian mencoba untuk mencari dengan kata kunci yang lebih spesifik seperti negative view toward Indonesia dan how countries view Indonesia. Hasilnya saya menemukan dua buahbuku yang membahas mengenai bagaimana warga negara lain memandang Indonesia.
Buku pertama berjudulStranger Nextdoor? Indonesia and Australia in the Asian Century, penyunting (editor)nya Tim Lindsey dan Dave McRae. Buku kedua berjudul Indonesia-Malaysia Relations, Cultural Heritage, Politics, and Labour Migrants karangan Marshall Clark dan Juliet Pietsch.
Buku pertama membahas mengenai hubungan dua negara bertetangga, Indonesia dan Austalia. Keduanya sama-sama membutuhkan satu sama lain dan sejak masa yang lama memiliki ikatan atau hubungan yang berkelindan.
Indonesia dengan populasinya yang besar adalah pangsa pasar produk-produk peternakan seperti daging dan susu serta gandum, yang banyak dihasilkan Australia. Bagi Indonesia, Australia adalah salah satu investor utama sekaligus negara penyumbang turis terbesar.
Namun, hubungan antara keduanya tidaklah benar-benar manis. Khususnya Australia, tidak banyak yang menganggap Indonesia sebagai negara yang disukai.
Hanya 43 persen saja yang mengaku menganggap Indonesia sebagai hal yang positif. Sisanya ada yang menganggap negatif, biasa saja, dan sebagian lain tidak tahu. Angka 43 persen ini cukup rendah bila dibandingkan negara-negara lain yang juga masuk dalam survei tingkat “kefavoritan” masyarakat Australia.
Jepang dan Singapura misalnya, 80persen dan 76 persen masyarakat Australia menganggap kedua negara sebagai hal yang positif. Malaysia dan Filipina pun mendapat angka yang lebih tinggi meskipun secara umum masyarakat Australia tidak lebih mengetahui kedua negeri itu daripada mengetahui Indonesia. Skor yang didapat Malaysia dan Filipina masing-masing 58 persen dan 53 persen.
Kemudian timbul pertayaan, apa penyebab cukup rendahnya orang Australia yang memandang Indonesia secara positif? Dugaan kita mungkin akan mengarah pada ketidaktahuan orang Australia tentang Indonesia.
Namun, hal yang terjadi justru sebaliknya. Indonesia ternyata bisa dikatakan sangat dikenal di Australia. Hal yang berkontribusi pada rendahnya pandangan positif Australia terhadap Indonesia adalah Indonesia belum dianggap benar-benar penting dari segi ekonomi, dibandingkan Tiongkok atau Jepang misalnya. Menurut saya, eksekusi mati atas pelaku pengedaran narkoba asal Australia serta meningkatnya radikalisme Islam turut berkontribusi pada hal ini.
Buku kedua membahas hubungan Indonesia-Malaysia. Keduanya sering dijuluki sebagai negeri serumpun atau jiran (tetangga). Namun, selama hubungan kedua negara terjalin, banyak up dan down-nya.
Buku ini menyajikan data tahun 2007 dari Asia Barometer Survey. Menurut data tersebut 65 persen orang Indonesia menganggap Malaysia dan pengaruhnya sebagai hal yang positif. Sementara itu, sebaliknya hanya 39 persen saja orang Malaysia yang menganggap Indonesia dan pengaruhnya sebagai hal yang positif.
Malaysia
Usaha-usaha untuk mendekatkan kedua negara kelihatannya berhasil di tataran politik dan kenegaraan. Selain memiliki batas darat dan laut satu sama lain, keduanya sama-sama beragama mayoritas Muslim, sama-sama menggunakan bahasa Melayu (eventually menjadi bahasa Indonesia dan Malaysia), aktif di OKI dan ASEAN.
Namun, dalam tataran akar rumput, masyarakat kedua negara masih memiliki trust issues di antara mereka.
Penyebab pandangan Malaysia yang cenderung negatif terhadap Indonesia umumnya dialamatkan pada isu atau masalah seputar budaya. Dalam kasus ini pihak Indonesia serta warganetnya menyerang pihak Malaysia sebagai pengklaim dan pencuri budaya.
Keberatan dari pihak Malaysia adalah suatu budaya seharusnya dianggap sebagai milik bersama karena Malaysia dan Indonesia dahulu memiliki ikatan dan konektivitas yang sangat erat terutama antara Semenanjung Malaya dengan Sumatera (dan sedikit banyak Jawa dan Sulawesi Selatan). Wajar saja apabila ada kesamaan antara kedua negara.
Hal lain yang berkontribusi pada perasaan negatif serta perasaan benci orang Malaysia terhadap Indonesia adalah persoalan teritori yang belum terselesaikan, terutama Blok Ambalat.
Warganet Indonesia serta merta masih mempermasalah soal Pulau Ligitan dan Sipadan yang pada tahun 2000 telah ditetapkan oleh Mahkamah Internasional di Den Haag sebagai wilayah Malaysia dengan argumentasi seputar “efective control”.
Masalah asap yang kian mengganggu pun menimbulkan perasaan geram di antara masyarakat Malaysia.
Asumsi salah seorang teman saya di kampus, Malaysia memandang Indonesia sebelah mata bukan cuma karena permasalahn atau isu-isu yang telah disebutkan dalam jawaban ini.
Faktor utama mengenai buruknya hubungan dua negara ini adalah dugaan adanya sikap dan rasa merendahkan di kalangan masyarakat Malaysia yang menganggap bahwa Indonesia adalah negara budak, pengekspor pembantu, dan bergantung pada Malaysia untuk menafkahi warganya.
Jadi, tidak ada negara yang (benar-benar) membenci Indonesia. Tidak pula saya temukan data konkret mengenai tingkat kefavoritan Indoensia di mata negara lain selain Australia dan Malaysia. Semoga hubungan antarbangsa dapat menjadi lebih positif dan saling menguntungkan satu sama lain. Terima kasih, tabek!
Muhammad F. Agha Ansori
Quora
Puisi Bisa Meningkatkan Kesehatan
Bulan April lalu, tepatnya pada 7 April merupakan Hari Kesehatan Dunia. Kita terpacu berpikir bagaimana meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan emosional kita. Rekomendasi yang umum dari para ahli — seperti makan sehat, berolahraga, dan bermeditasi — tapi tahukah bahwa membaca puisi juga salah satu yang bisa meningkatkan Kesehatan. Faktanya, sains memberitahu kita bahwa puisi dapat berpengaruh pada segala hal mulai dari ingatan hingga pola tidur kita
Meningkatkan Pemikiran kreatif dan stimulasi kognitif
Sederhananya, berpikir dengan cara yang berbeda – seperti kita temukan dalam puisi – memberi manfaat bagi otak. Dengan banyaknya bentuk dan penggunaan bahasanya yang unik, puisi menuntut banyak pikiran kita — dan hasilnya signifikan. Menurut sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan di Frontiers in Psychology, peserta yang membaca puisi menunjukkan peningkatan kefasihan linguistik dan fleksibilitas mental.
Membantu mengatasi rasa sakit mental dan fisik kronis
Para ilmuwan pernah melakukan pengamatan pada 75 orang yang mengalami nyeri fisik dan emosional kronis selama tiga hari, untuk membuktikan apakah berbagai bentuk terapi seni, termasuk puisi dan musik, bisa meredakan gejala nyeri mereka. Peserta menilai tingkat rasa sakit dan depresi mereka pada Skala Analog Visual dan Inventaris Depresi Beck. Studi tersebut membuktikan bahwa puisi secara signifikan mengurangi tingkat rasa sakit dan depresi. Lebih jauh, orang lebih cenderung untuk menggambarkan diri mereka sebagai “berharap” setelah waktu yang dihabiskan untuk membaca atau mendengarkan puisi.
Meningkatkan kualitas tidur
Membaca sebelum tidur terbukti dapat mengurangi stres pada tingkat tinggi, merilekskan stres bahkan lebih dari bentuk perawatan diri lain seperti mendengarkan musik, minum teh, atau berolahraga. Sebuah studi dari University of Sussex menunjukkan, membaca dapat mengurangi stres hingga 68 persen, mempersiapkan tubuh untuk tidur nyenyak tanpa gangguan. Sebagai perbandingan, mendengarkan musik memiliki tingkat keberhasilan 61 persen dan berjalan-jalan meningkatkan tingkat relaksasi sebesar 42 persen.
Membantu ingatan tetap utuh
Dari terapi musik hingga terapi hewan peliharaan, banyak teknik yang bertujuan untuk meningkatkan proses memori dan mengurangi gejala demensia. Di Pusat Memori New York dan di fasilitas perawatan memori lainnya di seluruh negeri, kata yang diungkapkan dalam puisi telah diterapkan sebagai bentuk pengobatan demensia.
Bagi orang yang sering membaca puisi, menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Social Science & Medicine, membaca secara teratur merupakan prediktor umur panjang pada orang dewasa yang lebih tua.
Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaida, SH, M.Hum mengatakan, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur NTB Tahun 2020 cukup memenuhi syarat untuk diterima dan diberikan rekomendasi dalam bentuk Keputusan DPRD Provinsi NTB.
Pimpinan sidang mengambil kesimpulan itu, setelah mendengarkan laporan masing-masing Komisi dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB masa persidangan I tahun sidang 2021 digelar, Senin (03/05/21) di Ruang Sidang DPRD NTB.
Rapat paripurna ini dipimpin Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaida.
Agenda Rapat Paripurna DPRD NTB adalah Penyampaian Laporan Komisi-Komisi atas hasil pembahasannya terhadap Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) Gubernur NTB Tahun 2020, dan Keputusan DPRD Provinsi NTB tentang Rekomendasi DPRD Provinsi NTB terhadap LKPJ Gubernur NTB Tahun 2020.
Secara Umum Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi NTB dengan agenda utama Laporan Komisi-komisi atas hasil pembahasannya terhadap Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) Gubernur NTB Tahun 2020, dapat disetujui untuk dilakukan pembahasan pada sidang berikutnya.
Sekretaris DPRD NTB H. Mahdi, SH, MH dalam pembacaan Rancangan Keputusan DPRD NTB menjelaskan, Rekomendasi DPRD NTB terhadap LPKPJ Gubernur NTB Tahun 2020 prinsipnya memutuskan dan menetapkan Rekomendasi DPRD NTB terhadap LKPJ Gubernur NTB Tahun 2020.
Selanjutnya, Rekomendasi DPRD NTB harus diperhatikan dan ditindaklanjuti oleh Gubernur NTB dalam penyelenggaraan pemerintahan yang akan datang. Sehingga lebih menjamin pencapaian sasaran yang telah ditetapkan dan pencapaian kinerja yang lebih baik.
Rapat Paripurna ini dihadiri oleh Sekda NTB, Drs HL. Gita Ariadi, M.Si mewakili Gubernur NTB, unsur Forkompinda NTB dan segenap anggota DPRD NTB.
Herikp
@diskominfotik
Di Mareje, Penanganan Pandemi Covid-19 Berjalan Baik
Pjs Kepala Desa Mareje, Subki merasa bangga karena desa yang begitu jauh dari perkotaaan dikunjungi oleh orang nomor satu di NTB.
Tentu ini merupakan kebanggaan yang sangat langka yang dirasakan oleh masyarakatnya. Ia mengakui, Desa Mareje hampir tidak pernah dikunjungan Kepala Daerah setingkat gubenur.
Penyerahan bantuan
“Kami ucapkan selamat datang dan terima kasih banyak kepada pak gubernur mau berkunjung ke desa kami yang jauh ini,” ungkapnya bangga..
ia juga menyampaikan, penanganan pandemi Covid-19 di desa berjalan sangat baik.
Bahkan selama pandemi mulai merebak di NTB, Desa Mareje merupakan salah satu desa yang tetap berada dalam zona hijau. Artinya, masyarakat tidak ada yang terpapar Covid-19.
Karena pihak Pemerintah Desa bersama Banbinsa, Banbinkamtibnas dan seluruh lapisan masyarakat bahu membahu mencegah penyebaran Covid-19.
“Alhamdulillah masyarakat desa kami tetap bekerja dan berproduktif meski di tengah pandemi Covid-19. Sampai saat ini, kami masih zona hijau.” jelasnya.
Di sela-sela silaturahmi itu, Gubernur didampingi oleh Kepala Dinas Perkim, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kominfotik, Karo Kesra lingkup Pemerintah Provinsi NTB juga menyerahkan bantuan sebanyak 50 paket sembako, 50 buah selimut dan sejumlah bantuan uang tunai untuk pembangunan masjid di desa tersebut.
Selain Kepala OPD lingkup pemprov NTB, kunjungan itu dihadiri oleh perwakilan anggota dewan Kabupaten Lombok Barat.
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah masih menjadikan pelosok desa sebagai tempat favorit untuk dikunjungi dan betemu masyarakat.
Menyapa dan berdialog dengan warga desa merupakan salah satu cara untuk mendengar langsung berbagai masalah yang dikeluhkan masyarakat di tiap kunjungannya.
Di tengah pandemi Covid-19 yang masih merebak, Doktor Zul sapaan akrabnya, memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat untuk tetap berproduktif di tengah wabah virus Corona.
Gubernur meyakini, pandemi ini akan segera berlalu dan masyarakat bisa menata hidup kembali yang lebih baik lagi.
“Kita tidak pernah menyangka bahwa pandemi ini akan berlangsung begitu lama. Untuk itu, mudah-mudahan kepala desa, tokok masyarakat, tokoh agama dan sebagainya tetap patuh menerapkan prokes di tingkat desa,” harap gubernur.
Itu dikatakannya saat bersilaturahmi bersama warga desa Mareje, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lmbok Barat, Senin (03/05/21).
Berkolaborasi bersama pihak terkait, baik TNI, Polri, tomat, toga dan seluruh elemen masyarakat agar tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Doktor Zul memuji suasana desa yang asri. Area persawahan yang menyejukkan dengan alam yang terbentang luas sebagai tanda, keharmonisan masyarakat dan kerukunan umat beragama begitu indah.
Tentu ini akan memberikan semangat untuk terus menjalin hubungan bersilaturahmi antara pemimpin dengan masyarakatnya.
Agar masalah yang dihadapi masyarakat dapat dibantu dan menemukan solusinya.
“Terus terang, pada masa-masa kampanye kami telah berjanji kalau sudah jadi gubernur pasti kami akan mengunjungi kembali desa-desa. Semoga kebiasaan menyapa masyarakat desa terus kami dibiasakan. Jangan sampai kalau sudah jadi orang, kebiasaan bertemu dengan masyarakat hilang begitu saja,” ungkap Dr. Zul.
51 warga di Kecamatan Pemenang penyandang disabilitas menerima bantuan Paket Sembako yang langsung diserahkan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu di Pemenang (03/05/21).
“Inilah hal yang dapat kami lakukan untuk polong rentenku (saudara-saudaraku) yang mengalami disabilitas. Mungkin tidak banyak, tetapi mudah mudahan dalam suasana puasa Ramadhan, ini bisa meringankan beban epe pada (kita semua) melaksanakan ibadah puasa,” tuturnya.
Bupati Djohan mengatakan kedatangannya bermaksud silaturahmi sekaligus memberikan bantuan Pemda Lombok Utara, sesuai anggaran yang diperuntukan, khusus bagi penyandang disabilitas di Kecamatan Pemenang.
Para penyandang disabilitas diminta tetap bersyukur pada Allah SWT, karena masih diberikan kesehatan dan nikmat.
Dikatakan bupati, Pemda KLU berusaha memperhatikan kondisi masyarakat yang mengalami kekurangan secara fisik. Pihaknya berharap bantuan ini dimanfaatkan secara maksimal.
“Alhamdulillah kahadiran tiang (saya) bersama jajaran menyerahkan bantuan sebagai sedikit upaya membantu masyarakat. Setidaknya lebih tenang menjelang Idul Fitri dan turut merasakan senang bersama. Semoga bisa dimanfaatkan,” imbuhnya.
Pemda KLU sedang menghadapi bencana Covid-19 yang berdampak luar biasa. Cobaan dari Yang Maha Kuasa.
Sebelumnya juga telah dicoba dengan bencana alam gempa bumi yang dampaknya belum tuntas diselesaikan hingga saat ini.
“Polong renten tiang (saudara-saudaraku) supaya tetap menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan selalu menjaga jarak. Menularnya bisa melalui bersin dan bernafas. Lamun tokol rapet rapet (duduk berdekatan) bersentuhan bisa kena juga. Rajinlah cuci tangan,” tandasnya.
“Lombok Utara sejak setahun silam hingga saat ini jumlah terpapar 253 orang, meninggal 15 orang, sembuh 218 orang dan yang masih rawat 20 orang. Jagalah diri kita, jagalah keluarga, jagalah tetangga dan lingkungan kita,” urainya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara, Drs Faisol menyampaikan tahun 2021, anggaran untuk penyandang disabilitas selama 6 bulan, bantuan sembako disesuaikan sebagaimana mestinya.
Pihaknya merinci Paket Sembako tersebut berisi satu tas beras 10 Kg, minyak 2 liter dan gula 2 Kg yang diterima sejumlah 51 warga di Kecamatan Pemenang.
Rangkaian acara berjalan lancar khidmat dengan tetap mematuhi Prokes Covid-19. Diakhiri dengan pemberian bantuan Paket Sembako secara simbolis dari bupati kepada perwakilan beberapa warga penerima bantuan.
Hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Sosial PPPA Drs Faisol, Camat Pemenang Suhadman SSos, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos PPPA Lalu Trimawan SH, serta para penyandang disabilitas dan wali dari penyintas.