Tsunami Covid 19 Varian Baru di India 

Irfan Nuri Sanjaya, mahasiswa Prodi Administrasi Publik,Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Tsunami Covid-19 di India bisa menjadi bencana global. Lonjakan kasus positif Covid-19 di India bisa juga terjadi di negara lain.

Sebelum Covid-19 di India mengganas, para ahli telah memperingatkan selama berbulan-bulan sebelumnya, India bisa menjadi ancaman yang semakin besar bagi perang global melawan virus corona. Dan sekarang ketakutan itu telah terwujud.

India telah digulung tsunami Covid-19 dengan melonjaknya jumlah kasus harian, meroketnya jumlah kematian, dan menipisnya pasokan medis. Para ahli memperingatkan, tsunami virus corona di India dapat berdampak besar bagi seluruh dunia sebagaimana dilansir New Zealand Herald, Rabu (28/04/21).

Pada Minggu (25/04/21), India melaporkan 352.991 kasus Covid-19 terbaru, jumlah kasus virus corona terbanyak dalam sehari dari seluruh negara di dunia.

Sehari setelahnya, pada Senin (26/04/21), India kembali melaporkan 323.000 kasus Covid-19 dan 2.771 kematian dalam sehari, tanpa tanda-tanda melambat.

BACA JUGA: Cerita Hidup Anak Rantau

Di sisi lain, di India terdapat produsen vaksin terbesar di dunia, Serum Institute of India. Perusahaan tersebut menyediakan vaksin ke 92 negara di dunia. Namun, progres vaksinasi Covid-19 di India sendiri sangat lambat. Kini, India membatasi ekspor vaksin ke luar negeri untuk dialihkan ke kepentingan domestik.

Serum Institute of India, yang juga memproduksi vaksin AstraZeneca, menyatakan belum bisa memenuhi komitmen internasionalnya jika pasokan di dalam negeri tidak terpenuhi. Selain itu, Covid-19 terus bermutasi.

Para ahli khawatir mutasi terbaru virus corona yang akan datang dapat mendorong lonjakan kasus yang semakin parah di India. Mutasi tersebut turut memicu kekhawatiran bahwa situasi yang sama akan segera menyebar lebih jauh di seluruh dunia.

Media-media lokal melaporkan situasi Covid-19 di India semakin parah. Antrean pasien yang mengular di rumah sakit, kehabisan oksigen, dan penumpukan jenazah di krematorium menjadi berita sehari-hari.

Para ahli berpendapat, situasi mungkin tidak seburuk itu jika India lebih cepat mendistribusikan vaksin lokalnya dan tidak melonggarkan pembatasan jarak sosial.

Namun, pemerintah India lengah setelah melihat merasa mampu mengendalikan Covid-19 pada akhir tahun lalu hingga awal tahun ini.

“Banyak orang pada Desember dan Januari berpikir, ‘Oh, ini sudah terkendali’,” kata ahli epidemiologi dari Universitas Toronto, Prabhat Jha.

“Itu ternyata hanya keangkuhan. Beberapa orang, termasuk saya, telah memperingatkan bahwa virus itu benar-benar bisa menggigit balik,” sambung Prabhat Jha.

Di sisi lain, para profesional kesehatan menuduh Pemerintah India menyembunyikan jumlah sebenarnya kematian Covid-19 di seluruh negeri. Asisten Profesor di Universitas Kedokteran South Carolina, Krutika Kuppalli, memperingatkan bahwa jika India tidak mampu mengendalikan Covid-19, itu akan memengaruhi seluruh dunia.

“Kami dapat memberlakukan semua pembatasan perjalanan, tetapi itu tidak akan mencegah mutasi virus corona mencapai tempat lain,” tutur Kuppalli.

BACA JUGA: Gelombang Kedua Covid-19 di India

Kini, jumlah kasus Covid-19 di India sejak pandemi dimulai tercatat sekitar 17,6 juta kasus dengan angka kematian akibat virus corona sebanyak 198.000 jiwa.***




Gubernur Sholat Idul Fitri di Lapangan Bumi Gora

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur DR Zulkieflimansyah dan ratusan jamaah pria dan wanita melaksanakan Shalat Iedul Fitri 1442 H di lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur dengan protokol kesehatan ketat, Kamis (13/05/21).

Pelaksanaan Sholat Iedul Fitri yang diikuti Sekda NTB, para Asisten dan para Kepala OPD itu diimami Ustad H Abdul Hamid.

Usai shalat Iedul Fitri, Pemerintah Provinsi NTB melalui khatib shalat Ied berpesan, agar warga masyarakat menaati kebijakan pemerintah, selama kewajiban itu untuk kepentingan masyarakat banyak. Terlebih di tengah pandemi yang angka terpaparnya masih fluktuatif.

BACA JUGA: Usaha Online di Masa Pandemi

Kepala Biro Kesra Setprov NTB, H Ahmad Masyhuri juga mengajak masyarakat agar beribadah dengan protokol kesehatan yang ketat.

Begitupula dengan budaya halal bil halal yang biasanya diselenggarakan saat Lebaran Idul Fitri sedapatnya ditiadakan.

Dikatakannya, dengan mengutip sebuah hadits nabi, esensi silaturahmi seperti halal bil halal sesungguhnya dengan membahagiakan hati saudara muslim yang lain.

Halal bil halal yang berpotensi kontak fisik seperti berkumpul dan bersalaman dapat menularkan virus Covid 19.

“Melakukan sesuatu yang banyak mudaratnya, patut dihindari,” ujar Masyhuri.

Sementara itu, Khatib DR Abdul Fatah, Dosen Universitas Islam Negeri Mataram menguraikan, puasa dan Idul Fitri di tengah pandemi selayaknya melahirkan sifat profetik atau kenabian. Seperti amanah, istiqomah dan salam.

Selain itu, penting membangun kepedulian sosial dan kasih sayang agar dapat mewujudkan insan sejati yang tabah menghadapi pandemi dan dampak yang diakibatkannya.

Seperti diucapkannya dalam khutbah, selaras dinamika yang ada, pemerintah sudah seharusnya terus menerus memegang prinsip memperjuangkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

BACA JUGA: Gelombang Kedua Covid-19 di India

“Mari bersama sama menyadari pentingnya bersigap dan bertekad untuk ikut berpartisipasi membangun NTB, hidup produktif dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Jm

 

 

 

 

 




RA Kartini Pelopor Dunia Pendidikan  

MARLINA, mahasiswa Prodi Admiiniistrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universita Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com  —

Tanggal 21 April kita sudah memperingati hari lahirnya Raden Ajeng Kartini atau disingkat R.A Kartini.  Bahkan kita juga ikut turun ke jalan guna membagi bunga untuk memperingati hari lahirnya R.A Kartini, Hadir saat itu Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ummat pada hari Kamis, 10 April 2021 sebelum hari lahirnya R.A Kartini.

R.A Kartini dikenal sebagai sosok seorang pahlawan nasional yang berjuang membela hak-hak kaum perempuan untuk memperoleh kebebasan, terutama dalam dunia Pendidikan. Sebagai seorang perempuan kita didorong mampu memperjuangkan hak-hak seperti yang dilakukan oleh R.A Kartini.

BACA JUGA: Matinya Nalar Kritis Berdemokrasi

Menanamkan sikap kebebasan di dalam diri kita sebagai seorang perempuan yang tangguh, perempuan yang mampu melawan dalam garis perjuangan, bukan hanya sebagai wacana tetapi mampu untuk kita pertanggungjawabkan.

Seperti salah satu contoh kasus yang tejadi di bulan Mei kemarin, seoarang gadis perempuan yang terkenal dengan keberaniannya berusia 19 tahun yang bernama Angel yang ikut bergabung dengan para pengunjuk rasa  dalam kudeta di Myanmar, ia tewas terbunuh oleh tembakan yang ada di kepalanya.

Dari kasus tersebut kita sudah mengetahui, dia melakukan itu semua bukan karena ingin bergaya, bukan juga ingin dikenang oleh banyak orang. Melainkan jiwanya terpanggil dan bahkan dia berada di garda paling depan.

Karena itu, kita sebagai seorang perempuan harus mampu menanamkan kebebasan di dalam diri kita, agar kita tidak dipandang lemah. Sejatinya seorang perempuan juga mampu menjadi pemimpin buat orang lain.

Karena  Perempuan juga berhak mempertahankan hak dan kebebasan yang ada didalam dirinya, jika hak dan kebebasan itu direngut oleh orang lain.

Maka kita berhak melakukan tindakan Emansipasi, bahwa kebebasan dan kesejahteraan dalam  diri perempuan harus dikembalikan.

Bukti nyata, seseorang perempuan pernah menjadi seorang pemimpin pada masa pemerintahan ibu Megawati, yang menjadi sosok seorang pemimpin yang tangguh, berani, dan mampu membawa perubahan didalam dirinya dan orang lain.

Karena itu, kualitas perempuan tidak seperti laki-laki, sebab dari sejarah pun perempuan memang selalu dibatasi. Bahkan seseorang perempuan tidak boleh menjadi sosok pemimpin, bearti kebebasan di dalam dirinya secara tidak sadar dibatasi oleh permasalah tersebut.

Dan saya kadang-kadang berpikir, apakah perempuan tidak bisa menjadi seorang pemimpin? Dan apakah hanya para laki-laki yang bisa memimpim seorang perempuan? Apakah mereka merasa tersaingi oleh sosok perempuan?

Karena pada dasarnya perempuan juga berhak mendapatkan kebebasan atas dirinya.Karena kunci dari kesuksesan seorang perempuan adalah kerja keras, komitmen, dan tetap konsisten serta tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang berbaur sesaat.

BACA JUGA: Optimisme Industrialisasi NTB di Hari BBI

PR terbesar bagi saya sendiri dan  beserta perempuan lainnya adalah memperbaiki kualitasnya melalui membaca, berdiskusi, dan menulis. Karena  dengan cara itulah kita mampu menjadi sosok perempuan yang akan menuntut terhadap keadilan dan kebenaran untuk mengikuti perjuangan dari R.A Kartini.

Saya sendiri merasa bangga karena ditakdirkan sebagai seorang perempuan.***

 

 

 

 




Opini WTP Ketujuh Kembali Diraih Pemerintah KLU

Tradisi meraih Opini WTP Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menunjukkan kinerja aparatur daerah baik pejabat maupun stafnya sangat baik

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ketujuh kalinya, dari 2014-2020,  kembali diraih berturut-turut.

Dengan prestasi yang diraih itu, berarti tradisi WTP pada Laporan Pengelolaan Keuangan Daerah (LKPD) tetap terjaga, sejak Bupati KLU pertama Djohan Sjamsu, kemudian Bupati KLU kedua Najmul Akhyar, dan kini Bupati KLU ketiga Djohan Sjamsu lagi.

Bupai Djohan Sjamsu mengatakan, tetap bersyukur kepada Allah SWT. Prestasi yang diraih itu cerminan dari hasil kerja Pemerintah Daerah selama satu tahun anggaran.

“Maka dari itu, kita sangat bersyukur dan terima kasih,” ujar Djohan kepada wartawan usai prosesi penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Perwakilan NTB secara virtual, Senin (10/05/21).

Menurut bupati, diraihnya WTP menunjukkan kinerja seluruh aparatur daerah baik pejabat maupun stafnya sangat baik. Dan secara khusus bupati mengungkapkan apresiasinya kepada BPKAD Kabupaten Lombok Utara (KLU).

“Mudah-mudahan ke depan lebih baik lagi dalam pengelolaan manajemen keuangan daerah, sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai,” katanya.

Ketua DPRD KLU Nasrudin menyampaikan, LHP yang diterima tahun ini merupakan opini WTP ketujuh selama 13 tahun berjalannya pemerintahan. Tentu dengan prestasi ini harus menjadi penyemangat dalam pengelolaan keuangan daerah lebih baik.

“Semoga ini menjadi penyemangat di awal pemerintahan JODA AKBAR (Djohan Sjamsu-Danny Karter Febrianto Ridawan),” ucapnya.

Inspektur KLU Zulfadli menambahkan, apa yang menjadi catatan-catatan tentu akan ditindaklanjuti dan dituntaskan 60 hari setelah menerima LHP.

Kepala BPK Perwakilan NTB, Heri Purwanto menerangkan, terdapat 9 kabupaten/kota yang yang menerima LHP dengan perolehan opini WTP.

“Predikat yang diperoleh ini menunjukkan komitmen selaku wakil rakyat, kami harapkan agar terus diperbaiki laporan pengelolaan keuangan dan praktik-praktik pengelolaan keuangan yang baik,” terangnya.

Ast




Usaha online di Masa Pandemi Covid-19

Makin terbuka lebar

Lilis Karlina, mahasiswa Prodi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Perkembangan teknologi yang pesat dan jaringan internet yang semakin canggih membawa berkah tersendiri. Karena di masa krisis seperti sekarang, mampu memberikan dampak positif yakni bermunculan berbagai peluang usaha/bisnis online yang bisa ditekuni.

Terdapat banyak potensi dan fungsi kanal digital yang bermanfaat untuk usaha/bisnis. Misalnya bisa digunakan riset pasar, promosi, membangun loyalitas dan peningkatan layanan pelanggan. Peluang tetap terbuka.

BACA JUGA: Optimisme Industrialisasi NTB di Hari BBI

Prospek bisnis online di era pandemi Covid-19 yang dinilai terus memiliki peluang yang besar bagi siapa saja,.Apakah itu  bagi mereka yang baru memulai bisnis, atau yang ingin beradaptasi dengan kondisi saat ini. Inilah kebiasaan baru yang terbentuk di masyarakat.

Pola baru ini layak ditangkap sebagai peluang. Bagaimana pun juga orang perlu belanja kebutuhannya walaupun ditengah Pandemi. Peluang bisnis online ternyata jelas terbuka lebar.

Pelaku usaha yang selama ini mengandalkan cara jualan konvensional perlu segera melirik internet sebagai tempat berbisnis atau pengembangan bisnis yang sudah ada, sehingga tidak perlu tatap muka saat berjualan. Pelaku usaha dapat mempromosikan barang atau jasa yang mereka jual di Facebook, Twitter, Instagram atau media sosial lainnya, karena sekarang sedang gencar-gencarnya media social.

Di kalangan masyarakat kita  juga dapat membuat website sendiri dan dikelola sendiri. Pelaku usaha tidak perlu mempunyai lahan atau tempat untuk berjualan, mereka hanya perlu mengiklankan barang atau jasa yang akan mereka jual.

Bisnis secara daring tentu menguntungkan selama pandemi, karena kita diwajibkan untuk melakukan physical distancing. Selain itu, informasi mudah menyebar di media social di era pandemi seperti sekarang, itu namanya pemasaran atau iklan secara gratis.

Pandemi juga membuka Peluang pola belanja online atau daring  masyarakat sehingga meningkat 31% selama pandemi.  Masyarakat memilih untuk belanja online karena lebih praktis dan tanpa perlu ke luar rumah.

BACA JUGA: KLU Tanpa Pemudik, Polres Siagakan Pos Penyekatan Wilayah

Jika dibagi berdasarkan jenis kebutuhan, sekitar 51% masyarakat melakukan belanja online untuk kebutuhan makanan, 20% untuk kebutuhan kesehatan, 14% untuk pulsa atau paket data, dan sisanya untuk kebutuhan pakaian dan serta belanja listrik.

Belanja daring itu praktis, tanpa perlu ke luar rumah. Jadi, ada jarak yang terjaga dan kerumunan juga bisa dihindari.***




Optimisme Industrialisasi NTB di Hari BBI

MATARAM.lombokjournal.com

Hari Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang pertama telah diputuskan Kementerian Perdagangan (kemendag), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan Asosiasi E-commerce Indonesia (iDEA) jatuh pada 5 Mei 2021.

Penetapan Hari BBI ini diharapkan akan meningkatkan rasa bangga, cinta, dan konsumsi masyarakat akan barang-barang produksi lokal.

BACA JUGA: Satpol PP KLU Antisipasi Penyebaran Covid-19

Hari BBI ini juga memacu optimisme program industrialisasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Saat makin digenjotnya berbagai produk lokal yang diproduksi langsung oleh anak daerah.

Mulai dari alat rapid test, berbagai mesin produksi, sepeda motor/mobil listrik, gitar listrik, cold storage, dan berbagai produk lokal lainnya.

“Jangankan mesin-mesin sederhana, alat rapid test antigen pun bisa diproduksi oleh anak-anak NTB,” ucap optimis Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat menyalurkan secara simbolis sebanyak 4.800 unit antigen Covid-19 buatan lokal NTB ke 10 kabupaten/kota se-NTB, Senin, (10/05/21).

Program industrialisasi Pemprov NTB NTB sudah tidak diragukan lagi adanya. Setelah dibangun Science, Tehnology, dan Industrial Park (STIPark) NTB sebagai pusat industralisasi, putra-putri NTB dari waktu ke waktu semakin menunjukkan kapasitasnya  menghasilkan produk-produk berkualitas buatan lokal.

Masyarakat pun merasakan manfaat dari hadirnya industrialisasi. Tak hanya bantuan antigen, sebelumnya Pemprov NTB telah menyerahkan bantuan berupa alat dan mesin produksi kepada masyarakat di STIPark NTB di Banyumulek, pada tahun 2020 yang lalu.

Saat pandemi Covid-19, Pemprov NTB juga bergerak aktif memanfaatkan 100% produk UMKM lokal dalam paket Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang.

Presiden Jokowi bahkan mengapresiasi Pemprov NTB, karena berhasil memberdayakan dan menggunakan produk-produk IKM/UKM lokal untuk paket bantuan sosial JPS Gemilang.

“Ini membuktikan produk lokal NTB tidak diragukan lagi kualitasnya dan berpotensi untuk menjadi besar,” jelas Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy, S. Sos, MM.

Dijelaskan Kadis kominfotik, kemajuan sektor industri pengolahan yang tengah dirintis Pemprov NTB akan mendorong hadirnya berbagai sektor jasa dalam perekonomian.

Hal ini akan mendorong kemajuan sektor pendukung lainnya sehingga NTB Sejahtera dan Mandiri bisa segera terwujud.

BACA JUGA: Menjaga Kesehatan Kulit Anda

“Dengan selalu dikampanyekan Bangga Buatan Indonesia bisa semakin mendorong masyarakat untuk beli dan bela produk lokalnya sendiri. Ini bisa semakin mendukung program unggulan Industrialisasi dan misi NTB sejahtera dan mandiri” tandas Doktor Najam.

Novita_Ikp

diskominfotikntb




Menjaga Kesehatan Kulit Anda

Wanda Dwi Rohani, mahasiswa Prodi Administrasi Publik, Uniiversitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Kulit kita adalah persoalan besar—secara harfiah. Kulit adalah organ tubuh yang paling besar, dan salah satu yang paling rumit. Ia memiliki banyak peran dalam memelihara kehidupan dan Kesehatan.

Tapi kulit juga memiliki banyak potensi masalah, dengan lebih dari 3.000 kemungkinan kelainan kulit. Tidak hanya menahan segala sesuatu tetap pada tempatnya, kulit juga berperan penting sebagai batas pelindung yang kedap udara, kedap air, dan fleksibel, antara dunia luar dan sistem yang sangat teratur di dalam tubuh.

BACA JUGA: Optimisme Industrialisasi NTB di Hari BBI

Kulit juga membantu dalam regulasi suhu, pertahanan kekebalan tubuh, produksi vitamin, dan sensasi rasa. Kulit itu unik dalam berbagai cara, tapi tak ada organ lain yang membutuhkan perhatian yang begitu besar, baik dalam hal penyakit maupun kesehatan. Terdapat fokus yang sangat besar pada kesehatan kulit, dengan kompetisi yang sengit untuk memiliki kulit yang berkilau, lebih bersih, lebih sehat, lebih muda, dan lebih segar. Dan fokus ini bisa menyebabkan masalah sekunder terkait rasa percaya diri dan kesehatan mental.

Struktur kulit

Kulit dibagi ke dalam tiga lapisan yang disebut epidermis, dermis, dan subkutis. Ketiga lapisan ini didefinisikan dengan baik, tapi bersama, terciptalah kulit yang berfungsi efektif. Aktivitas yang padat dan teriknya matahari membuat Anda harus lebih ekstra menjaga kulit supaya nampak bersih dan sehat.

Namun, melakukan perawatan kulit harus dilakukan secara dua tahap, baik dari dalam atau luar. Oleh karena itu, coba terapkan beberapa trik berikut ini, agar penampilan tetap prima sepanjang hari.

Ada 4 tips merawat kulit anda agar teteap sehat Kulit Nampak Cerah Dan Sehat Dengan Langkah Mudah Ini. Aktivitas yang padat dan teriknya matahari membuat Anda harus lebih ekstra menjaga kulit supaya nampak bersih dan sehat.

Namun, melakukan perawatan kulit harus dilakukan secara dua tahap, baik dari dalam atau luar. Oleh karena itu, coba terapkan beberapa trik berikut ini, agar penampilan tetap prima sepanjang hari.

Menontrol mood

Pikiran yang penuh dengan tekanan atau terlalu stres tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan seseorang tetapi juga kesehatan kulit. Ketika Anda mengalami stres berkepanjangan, maka tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang merangsang kelenjar minyak bekerja lebih aktif.

Akibatnya, wajah akan lebih mudah berjerawat dan merusak kolagen di dalam tubuh yang menimbulkan kerutan.

Tidur dan istirahat cukup

Saat Anda kurang tidur maka sistem kekebalan tubuh akan ikut melemah. Hal ini dapat menjadi pemicu utama menurunnya tingkat produksi kolagen yang menyebabkan wajah tampak kusam, berkerut dan mengendur.

Selain itu, kurang tidur dapat merangsang timbulnya kantung mata  yang umumnya berwarna kehitaman, akibat dari penebalan dan pengendapan pembuluh darah pada area tersebut.

Jangan malas membersihkan make up

Seharian bekerja memang terasa melelahkan, namun jangan sampai Anda melupakan rutinitas yang satu ini. Pastikan wajah dan tubuh selalu bersih sebelum terlelap. Jika tidak, maka sisa makeup yang melekat dapat memicu terjadinya jerawat dan merangsang timbulnya minyak berlebih. Wajah yang jarang dibersihkan juga akan membuat elastisitas kulit menurun yang menyebabkan timbul garis halus.

Kenakan Body Lotion tiap hari

Selain menjaga kesehatan wajah, Anda juga harus memerhatikan kondisi kulit tubuh. Kandungan ekstrak bengkoang akan membuat kulit nampak lebih putih dan bersinar.

BACA JUGA: Gadget Pengaruhi Perkembangan  Anak

Selain itu, hand and body lotion ini mengandung 5x vitamin C serta mineral yang menjaga tubuh terhindar dari hidrasi dan menyimpan antioksidan tinggi. Kandungan UVA dan UVB protection mampu membantu melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar UVA & UVB penyebab kulit kusam dan kering.

Jadi jangan pernah lupa kenakan CITRA NATURAL WHITE UV setiap hari.




Bahasa, Media Utama dalam Komunikasi

Fathul Arifin, mahasiswa Administrsi Pubik, Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa juga merupakan ekspresi sekaligus diri pula merupakan alat untuk menunjukkan identitas diri.

Melalui bahasa kita dapat menunjukkan sudut pandang kita,pemahaman kita atas suatu hal asal usul bangsa dan negara kita,pendidikan kita,bahkan sifat kita.

Bahasa menjadi cermin diri kita,baik sebagai bangsa maupun sebagai diri kita sendiri.Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik,penerima dan pengirim bahasa harus menguasai bahasanya.

Menurut Gorys Keraf (1997:1).Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.

Mungkin ada komunikasi yang menyatakan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan.

BACA JUGA: 

Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan dengan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama.pada aktual, bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang.

Yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk berkomunikasi, sebagai alat untuk integrasi dan adaptasi sosisal dalam lingkungan atau situasi tertentu,dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosisal (Keraf)1997:3) ***

 




Matinya Nalar Kritis Berdemokrasi

Oleh Andang Wijaya, mahasiswa Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram

 lombokjournal.com  

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahamatullahi wabarakaatuh

Untuk para pejuang, nasionalis, aktivis-aktivis, dimana pun berada, sedikit coretan yang lahir dari analisis terhadap pemandangan politik akhir-akhir ini. Dalam perpolitikan hal yang sering dipersoalkan adalah sentimen emosional dari pejabat-pejabat publik, politikus-politikus demi mempertahankan kualitas dan kapabilitas serta demi menaikkan elektabilitas dari masing-masing figur politik.

BACA JUGA: Dampak Puasa Bagi Kesehatan 

Dengan saling melemparkan slogan-slogan yang malah menjatuhkan elektabilitas dari masing-masing itu sendiri, bukan hanya figur politik namun masyarakat yang belum paham tentang politik ikut serta dalam persoalan sentimen emosional akibat dari kontaminasi pertarungan politik.

Absennya Nalar Kritis

Hakikat demokrasi adalah individualisme, yang berarti posisi setiap orang begitu kuat dan independen dalam partisipasi politik. Demokrasi lahir dari sebuah penghargaan atas kemerdekaan individu.

Setiap orang dianggap mampu menentukan pilihan, tidak hanya politik, tapi bahkan banyak pilihan dalam kehidupan.

Sayangnya demokrasi yang dipertontonkan saat ini di Indonesia tidak menunjukkan hal itu. Yang terjadi justru pergeseran hakikat demokrasi yang signifikan ke arah penistaan terhadap kemerdekaan akal pikiran individu.

Penggiringan opini publik terjadi dengan sangat sistematis dan masif, yang menyebabkan matinya nalar kritis publik. Hal ini semakin diperparah dengan politisasi segala hal demi menumbuhkan sentimen emosional. Sehingga akal yang dikaruniai untuk menalar kebenaran akhirnya benar-benar tidak dapat berfungsi lagi.

Harus jujur diakui, itulah potret demokrasi kita saat ini. Demokrasi hanya dipandang sebagai ajang pertarungan jumlah manusia. Yang mampu mengumpulkan manusia paling banyak, maka itulah yang dianggap sebuah kebenaran.

Tanpa adanya perhatian atas kemerdekaan nalar dan pilihan dari setiap individu. Demokrasi saat ini menjadikan nalar individu yang sejatinya merdeka tersandera oleh emosi publik. Orang dipaksa untuk menentukan pilihan, bukan diberikan pilihan untuk memilih.

Saya sempat berpikir bahwa praktik demokrasi saat ini harus diimbangi dengan peningkatan literasi publik. Tapi, sekarang saya berpikir hal itu tidak cukup. Literasi yang tinggi belum tentu melahirkan nalar kritis. Informasi yang diterima secara linier dalam jumlah yang tinggi justru hanya akan melahirkan doktrinasi. Doktrinasi tentu akan mematikan nalar kritis.

Sekarang saya juga berpikir bahwa pers dalam bentuk media massa maupun media sosial tidak lagi cukup disebut sebagai pilar demokrasi. Sebab saat ini independensi mereka sungguh dipertanyakan secara serius.

Yang tersisa hanyalah independensi semu. Akhirnya tidak ada lagi yang diharapkan dapat benar-benar independen selain akal sehat yang kita miliki.

Maka menurut hemat saya, kebutuhan yang paling urgen bagi praktik demokrasi saat ini bukanlah peningkatan literasi publik atau media yang independen.

Yang paling urgen adalah menghadirkan filsafat kritis yang akan memproduksi nalar kritis dalam berdemokrasi. Sekali lagi perlu ditekankan, demokrasi secara filosofis adalah soal kemerdekaan individu dan penghargaan atas kebebasan berpikir untuk menentukan pilihan.

BACA JUGA:

Marilah kita lepaskan diri dari belenggu sentimen emosional yang hanya akan menimbulkan perpecahan dan konflik di masyarakat. Mari kita kedepankan akal sehat dan nalar kritis dalam berdemokrasi.

Dengan tumbuhnya filsafat kritis, berarti juga menumbuhkan iklim kebebasan pendapat setiap individu, termasuk di dalamnya perbedaan pendapat dan pilihan politik. Perbedaan pendapat dan pilihan akan dilihat sebagai sebuah keniscayaan, oleh karenanya harus disikapi dengan kepala dingin dan toleransi.

Berfilsafat kritis dalam berdemokrasi berarti mempraktikkan demokrasi berdasarkan rasionalitas, bukan berlandaskan hawa nafsu. Demokrasi yang rasional akan melahirkan pemilih yang rasional. Sedangkan demokrasi yang berlandaskan hawa nafsu hanya akan melahirkan pemilih yang emosional.***





Satpol PP KLU Antisipasi Penyebaran Covid-19

KLU.lombokjournal.com

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Utara (KLU) gelar operasi penegakan protokol Covid-19 jelang lebaran di wilayah perbatasan KLU-Kabupaten Lombok Barat, tepatnya di wilayah Pusuk Desa Bentek Kecamatan Pemenang.

Kasat Pol PP KLU, Wartawan (kiri)

Berdasarkan pantauan lombokjournal.com di lokasi, terlihat petugas Pol PP bersama Polres KLU menghentikan beberapa pengguna jalan yang melanggar protokol Covid-19.

Kebanyakan dari pelanggar yang ditindak petugas tidak mengenakan masker saat berkendara.

“Mengingatkan kembali pada masyarakat bahwa bahaya Covid ini sangat luar biasa,” kata Kasat Pol PP KLU kepada lombokjournal.com.

Untuk sangsi yang diberikan, masih sebatas ‘sangsi sosial’ seperti membersihkan sampah di sekitar lokasi razia.

Setelah diberi sangsi, para pelanggar dinasehati agar tak mengulang kesalahan. Selanjutnya petugas memberi mereka masker untuk dikenakan.

BACA JUGA: KLU Tanpa Pemudik, Polres Siagakan Pos Penyekatan Wilayah

Terkait sangsi berupa pembayaran denda, kepada Wartawan mengaku belum diberlakukan secara ketat.

Saat ini, pihaknya lebih memilih  menerapkan sangsi sosial, kecuali bagi yang ‘gengsi’ menjalankan hukuman bersih-bersih.

Selain bersih-bersih, pelanggar–yang masih pelajar–juga diberi hukuman dengan muatan edukatif. Salah satunya dengan menyebutkan butir-butir Pancasila.

Salah satu yang menarik ketika lombokjournal.com menyaksikan salah seorang pelanggar yang masih pelajar diminta petugas menyebut butir-butir Pancasila.

Entah karena takut pada petugas, atau karena tidak hafal, pelajar tak kunjung bisa menyelesaikan hukumannya. Butir-butir Pancasila yang disebutkan urutannya berantakan.

“Coba ulang itu ‘kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan’ masak nomor urut dua,” tegas salah seorang petugas Satpol PP.

BACA JUGA:  Gadget Pengaruhi Perkembangan Anak

Wartawan sendiri mengaku prihatin dengan sikap masyarakat yang terkesan menyepelekan protokol Covid-19.

Menurutnya, hal tersebut bisa menyulitkan pemerintah untuk menekan penyebaran virus.

“Kita prihatin dengan masyarakat ini,” ungkapnya.

Ast