Bunda PAUD KLU Road Show di Kayangan

KAYANGAN.lombokjournal.com

Bunda PAUD Kabupaten Lombok Utara, Hj Galuh Nurdiah Djohan Sjamsu melakukan road show di Kecamatan Kayangan, Senin (24/05/21).

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke PAUD Permata Hidayah Dusun Braringan, kemudian sesi dialog Pemdes beserta Para Guru PAUD di Kantor Desa setempat.

Bunda PAUD Hj Galuh menyampaikan, Pemerintah Daerah sudah melakukan kerja sama dengan Save the Children sejak 2017, dimana PAUD Holistik Integratif (HI) ini luar biasa pengembangannya di KLU.

PAUD membutuhkan peran serta semua pihak baik guru dalam mendidik putra-putrinya ataupun sebagai pengurus.

BACA JUGA:

Karang Taruna Merenten Bagikan Jamban

Terlebih saat pandemi Covid-19, peran guru bisa luar biasa, dimana kegiatan  siswa nyaris tak bisa 100 persen dilaksanakan di kelas dengan tatap muka. Lantaran menerapkan prokes bahkan dengan sistem daring.

“Guru itu pahlawan tanpa tanda jasa, kuatkan tekad dan semangat mendidik anak bangsa, dengan mendidik dari usia dini,” tuturnya menyemangati.

Bunda PAUD yang juga anggota DPRD KLU ini menambahkan, peran dukungan kecamatan dan desa dari pengembangan siswa usia dini menjadi prioritas bersama.

“Untuk diketahui PAUD HI kerja sama Save the Children mendapat lima layanan langsung seperti kesehatan, pendidikan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan. Inilah yang membuat perbedaan dengan PAUD-PAUD lain,” imbuhnya.

Kepala Desa Kayangan Edy Kartono menyampaikan rasa syukur bisa dikunjungi Bunda PAUD Kabupaten dan rombongan serta bisa berdiskusi terkait PAUD yang ada di Desa Kayangan.

“Selama ini, kegiatan PAUD di Desa Kayangan sinkron dengan Posyandu. Untuk kegiatan atau kebutuhan PAUD dan Posyandu kami di desa selalu menganggarkan tiap tahunnya. Ke depan kita berharap, PKK semua desa yang ada di KLU bisa duduk bersama, saling tukar pikiran terkait pengembangan PKK dan PAUD di desa masing-masing,” pungkasnya.

Kegiatan road show diakhiri dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan. Rencananya, kegiatan road show dilanjutkan pelaksanaannya di Kecamatan Bayan, Selasa (25/05/21).

BACA JUGA:

Petani Gumantar Praktikkan Tumpang Sari

Hadir dalam acara tersebut, perwakilan NTB Field Manager Save the Children Harun Anggo, Kabid Pendidikan PAUD PNP Dikpora KLU, Drs Lalu Muhammad Zakir, Kades Kayangan Edy Kartono SE serta pengurus PAUD kecamatan dan desa.

rar




Game Online Pengaruhi Interaksi Sosial Anak

Boban Hendrawan. Mahsiswa Prodi Administrasi Pubik, Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Menurut Bobby Bodenheimer (1999), game online diartikan sebagai program permainan yang tersambung melalui jaringan yang dapat dimainkan kapan saja, dimana saja dan dapat dimainkan bersamaan secara kelompok di seluruh dunia.

Permainan itu sendiri menampilkan gambar-gambar menarik seperti yang diinginkan, yang didukung oleh komputer. Game online adalah salah satu fenomena yang masih hangat di kalangan anak muda, terutama di Indonesia.

Adanya game online tersebut sangat mempengaruhi tingkah laku anak muda di Indonesia bahkan berpengaruh terhadap interaksi sosialnya.

BACA JUGA:

Hati-hati, Ini Bahaya Game Onlie 

Istilah Game online berasal dari istilah MMORPG (Massively Multiplayer Online Role-Playing Online Game), yaitu ekstensi jenis game jenis Role-Playing Game yang memiliki fasilitas multiplayer, seorang pemain dapat menghubungkan komputer ke sebuah server, melalui server tersebut, dia dapat bermain bersamaan dengan ribuan pemain di seluruh dunia.

Permainan ini sama dengan jenis Role- Playing Game, yakni pemain dalam permainan. Anak muda di Indonesia seringkali menganggap bahwa dengan memiliki aplikasi terbaru seperti game online tersebut sebagai wujud bahwa mereka telah mengikuti perkembangan globalisasi dunia.

Sehingga banyak anak muda di Indonesia cenderung mengikuti atau mengoperasikan aplikasi tersebut atas dasar ego tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan oleh aplikasi tersebut.

Berdasarkan pengertian Game online tersebut, maka dapat kita simpulkan bahwa yang dimaksud dengan istilah Game online menunjuk pada salah satu sejenis permainan yang dapat diakses melalui jaringan internet.

BACA JUGA:

Karang Taruna Merenten Bagikan Jamban

Di dalam Game online tersebut terdapat seperangkat pemainan dalam bentuk gambar-gambar menarik yang dapat digerakkan dengan kehendak pemainnya. Game online tersebut bukan hanya berupa permainan yang hanya bisa ditonton saja, tetapi para pemain dapat berpartisipasi menggerakkan gambar-gambar yang ada didalamnya secara bersama-sama dengan para pemain lainnya.

Bahkan di dalam game online tersebut para pemain dapat berkompetisi untuk memperoleh poin tinggi yang berkonsekuensi menjadi pemain yang kalah atau menang.

Jadi, dalam permainan game online tersebut secara psikologis dapat membangkitkan pemain untuk terus bersemangat mengalahkan pihak lawan.

Secara sosilogis, permainan tersebut juga dapat dilakukan secara berkelompok, baik langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, di mana para pemain dapat mengenali pihak-pihak lain secara pribadi karena di antara mereka sudah saling mengenal secara akrab, misalnya karena mereka berasal dari satu sekolah atau berasal dari satu kelompok sepermainan diluar sekolah.

Sedangkan secara tidak langsung, di mana para pemain tidak saling mengenal satu sama lain secara fisik. Mereka hanya kebetulan behubungan ketika sama-sama bermain game online dalam satu jaringan permainan saat itu.

Awalnya, game online hanya dijadikan sebagai pengisi waktu senggang, penghibur di waktu penat, mencari teman baru, dan lain sebagainya.

Namun, game online yang awalnya hanya dijadikan sebagai hiburan beralih menjadi sebuah kebiasaan hingga menimbulkan ketergantungan bagi anak muda di Indonesia. Dengan timbulnya sikap ketergantungan, banyak dampak yang ditimbulkan dari bermain game online tersebut.

Anak muda yang telah mengalami ketergantungan dalam penggunaan game online tersebut berpengaruh pada kegiatan belajar serta kegiatan bersosialisasinya di dunia nyata.

Karena anak muda yang sudah mengalami ketergantungan akan menjadikan game online tersebut sebagai prioritasnya, sehingga kegiatan belajar yang seharusnya menjadi prioritas utama akan diabaikan.

Banyak orang yang memainkan game online untuk refreshing otak dari berbagai kesibukan dan beban pikiran. Walaupun sebagian orang menganggap bahwa game online memberikan dampak yang positif seperti refreshing otak, ketangkasan strategi, kecepatan reaksi, dan mengasah kreativitas.

Namun, game online ini lebih banyak menimbulkan dampak negatif apabila dilakukan secara terus menerus. Karena game online akan menimbulkan efek kecanduan bagi orang yang memainkannya.

Banyak dampak negatif yang akan ditimbulkan dari game online ini, khususnya bagi anak-anak. Dari segi kegiatan bersosialisasi, anak muda yang awalnya aktif di lingkungannya dan perduli dengan sesamanya berubah menjadi apatis (tidak perduli) dengan lingkungan dan orang-orang disekitarnya.

Munculnya ketidakperdulian akan menyebabkan anak muda tersebut akan menarik diri dari pergaulan sosialnya sehingga mereka lebih bersikap individualis.

Berdasarkan data hasil survei yang dilakukan oleh Cigna, 42% orang Indonesia menghabiskan waktu lebih lama untuk bermain game online daripada melakukan hobi dan bersosialisasi dengan teman-teman. Hal ini juga tidak terkecuali pada anak-anak.

Orang yang sudah kecanduan dalam bermain game online dapat ditandai dengan beberapa sifat, antara lain merasa gelisah dan mudah marah apabila tidak diijinkan bermain, selalu ingin main game terus menerus dan susah bila disuruh berhenti, tidak peduli dengan orang-orang di sekitar.

Bahkan enggan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya, dan mengalami migrain dan mata lelah karena terlalu lama memandang layar komputer atau gadget.

BACA JUGA:

Dukun Santet pun Bela Palestina

Untuk itu perlu upaya untuk meminimalisir dampak negative game online pada anak. Upaya penanganannya ialah sebagai orang tua harus bisa menjaga waktu bermain anak dengan singkat dan menerapkan jadwal untuk bermain internet termasuk game dengan ini akan memberikan perasaan pemain berada dalam kontrol.

Dengan demikian pemain juga dapat melakukan aktivitas lain selain bermain game online. Dukungan kehidupan sosial pemain di kehidupan sehari-hari sangat berpengaruh untuk penanganan ketergantungan internet.

Sehingga orang tua dan lingkungan sekitar mutlak turut serta membantu anak-anak yang sedang mengalami kecanduan game online ini. semoga generasi negeri ini terhindar dari pengaruh negatif game online.***

Boban Hendrawan. Mahsiswa Prodi Administrasi Pubik, Universitas Muhammadiyah Mataram




Calon Ketum PP IKA Unram, Empat Alumni Mengambil Formulir

MATARAM.lombokjournal.com

Musyawarah IV Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Mataram (Unram) bakal dihelat dalam hitungan hari. Forum yang memegang kekuasaan tertinggi organisasi di tingkat pusat yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali ini, akan digelar pada 28-30 Mei di Same Hotel, di Kota Mataram.

“Kami dari kepanitiaan terus mendorong para alumni untuk ikut maju dalam pemilihan Ketum IKA Unram periode selanjutnya,” kata Ketua Steering Committee Munas IKA Unram Dr Iwan Harsono, melalu press release yang diterima lombokjournal.com, Senin (24/05/21).

IKA Unram saat ini mewadahi sedikitnya 75.000 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:

Doktor Zul: Jangan Sampai Mengangkat Orang Yang Jatuh Dari Sepeda Motor Saja Didatangkan Dari Luar NTB 

Steering Committee Munas menyakini, 75.000 alumni Unram tersebut merupakan talenta-talenta terbaik sehingga didorong pihaknya untuk bisa berkhidmat memimpin IKA Unram periode mendatang.

Tidak sedikit di antara para alumni Unram tersebut bahkan kini tengah melanjutkan pendidikan  di berbagai negara. Mereka juga memiliki dan menjalani profesi yang beragam.

Dan posisi IKA Unram menjadi perekat dan pemacu sinergitas antaralumni di sektor yang beragam tersebut.

“Sinergitas tersebut bukan hanya sekadar untuk pekerjaan atau bisnis pribadi semata. Tetapi juga membangun jejaring yang kuat untuk turut berkontribusi positif bagi almamater dan pembangunan daerah di NTB serta juga  secara nasional,” kata pria alumnus program doktoral University of New England Australia ini.

Hingga hari ini, Tim Penjaringan Calon Ketua Umum sudah mencatat empat alumni telah mengambil formulir pencalonan sebagai Ketua IKA Unram.

“Ini pertanda yang baik. Tetapi, lebih banyak calon, tentu akan lebih Baik,” papar pria yang kini menjadi tenaga pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unram ini.

Mengenai persiapan Munas, seluruhnya berjalan sesuai rencana. Seluruh timeline Munas berjalan tepat waktu.

BACA JUGA: Bulan Peduli Sosial, LKKS NTB Salurkan 200 Paket Sembako

Steering Committee sendiri lebih banyak bertugas dan bertanggung jawab sebagai pengarah atau pengendali. Juga penasihat dan pengawas dalam kegiatan Munas ini.

“Kami dari Steering Committee terus bersinergi dengan Organizing Committee agar Munas IV IKA Unram berlangsung secara demokratis dan transparan dengan sesuai aturan organisasi sehingga tidak akan menjadi persoalan di kemudian hari,” tandas Iwan.

Sejauh ini, Steering Committee terus mendengar dan mencatat banyak masukan yang kontruktif dari para tokoh dan alumni dalam hal pelaksaan Munas. Hal tersebut menjadi atensi dan diskusi dalam rapat -rapat Steering Committee.

“Sepanjang masukan dan kritik itu tidak bertentangan denga AD/ART dan PO Organisasi, kami akomodir semua untuk kebaikan bersama,” tandas Iwan.

Sesuai dengan Pasal 3 Peraturan Organisasi IKA Unram Nomor: 03/PO/IKA UNRAM/IV//2016 Tentang Permusyawaratan dan Rapat-Rapat Ikatan Alumni Universitas Mataram, selain untuk menetapkan AD/ART serta ketentuan lain yang menyangkut organisasi, Munas juga menetapkan program kerja nasional.

BACA JUGA: Dukun Santet pun Bela Palestina

Dan menjadi forum yang meminta pertanggungjawaban Ketua Umum, serta memilih Ketua Umum IKA UNRAM periode selanjutnya.

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, Munas kata Iwan akan digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. Peserta Munas yang hadir secara fisik sebanyak 50 orang.

Terdiri dari Pengurus Pusat IKA, utusan Pengurus Wilayah, utusan Pengurus Daerah, utusan setiap Pengurus Fakultas, Pembina, dan peninjau yang merupakan alumni Unram.

“Tema yang diusung dalam Munas adalah Sinergitas Alumni dan Almamater dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi di Era Kampus Merdeka,” katanya.

Me




Karang Taruna Merenten Bagikan Jamban  

Mewujudkan Desa Sesait ‘terbebas dari buang air besar sembarangan’

KLU.lombokjournal.com

Upaya pemberdayaan masyarakat melalui Karang Taruna jadi salah satu ‘tombak utama’ Pemerintah Desa.

Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Lombok Utaa, dengan Karang Taruna Merenten yang menginisiasi pembuatan jamban untuk masyarakat.

Pembagian jaman ke masyarakat itu guna menghindari warga desa buang air besar di sembarang tempat.

BACA JUGA:

Petani Gumantar Praktikkan Tanaman Tumpang Sari

Ketua Karang Taruna Merenten Wiriantara Haris Supan, S. Akun, kepada lombokjournal.com menjelaskan pembuatan jamban tersebut, mewujudkan Desa Sesait ‘terbebas dari buang air besar sembarangan‘.

Dikatakan Haris, semua jamban yang diproduksi Karang Taruna dibagikan cuma-cuma kepada seluruh masyarakat desa.

“Untuk pembuatan jamban ini Karang Taruna Merenten berinisiatif selain untuk membangun jiwa usaha kepada kaum milenial, juga mempercepat Desa Sesait menjadi desa ODF (Open Defecation Free),” tuturnya.

Nanti jamban ini akan dibagikan gratis ke masyarakat sesait yang belum memiliki jamban guna mempercepat Desa Sesait yang ODF, tambahnya.

Selain melibatkan Puskesmas Santong sebagai mitra utama, Karang Taruna juga menggandeng pihak-pihak.

Hal tersebut dilakukan untuk menunjang sumber daya pendukung, guna mengoptimalkan jumlah produksi jamban.

BACA JUGA:

Pasien Covid-19 di NTB, Bertambah 25 Orang

Terkait target penyaluran jamban, Haris menyebut akan didistribusikan kepada seluruh warga desa. Namun sementara ini, fokus mereka lebih dititikberatkan pada warga yang rumahnya belum memiliki jamban.

Sementara untuk produksi jamban, karena keterbatasan jumlah cetakan, per hari hanya menghasilkan empat buah.

Dijelaskan, sekarang dari target ODF warga sesait yang belum memiliki jamban di data sekitar 280 Kepala Keluarga. Karang Taruna Merenten sekarang sudah mencetak kurang lebih 50 buah jamban.

BACA JUGA:

Dukun Santet pun Bela Palestina 

“Kita terkendala bagan atau alat cetak. Alat cetak ini kami meminjam dari Karang Taruna Pendua (salah satu kelompok Karang Taruna Desa di Kecamatan Kayangan, red). Jadi kami hanya bisa mencetak 4 buah per hari. kami masih kewalahan perihal sumber daya untuk alat cetak dan bahan-bahan seperti semen pasir dan lain-lain. Makanya kami menggandeng Puskesmas Santong sebagai mitra kami.” terang Haris.

Han




Update Covid-19 di NTB: Bertambah 25 Orang Positif

MATARAM.lombokjournal.com

Pemeriksaan dari laboratorium dari 143 sampel,  hasilnya 112 sampel negatif, 6 positif ulangan, dan 25 sampel kasus baru positif Covid-19.

Hari ini terdapat 33 (tiga puluh tiga) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si dalam siara pers hari Minggu (23/05/21).

Pemeriksaan telah dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram dan Laboratorium PCR RS Bhayangkara Mataram.

“Hari ini tidak terdapat kasus kematian baru,” kata Lalu Gita Aryadi.

BACA JUGA:

Pelajar Bisa Menghambat Laju Covid-19

Dengan tambahan 25 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 33 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu (23/05/2021) sebanyak 13.162.

Rinciannya 12.186 orang sudah sembuh, 600 meninggal dunia, serta 376 orang masih positif.

Jumlah Kasus Suspek sebanyak 19.864 orang dengan perincian 231 orang (1,2%) masih dalam isolasi, 29 orang (0,1%) masih berstatus probable, 19.604 orang (98,7%) sudah discarded.

BACA JUGA:

Wabup KLU Inspeksi ke Obyek Wisata

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 86.261 orang, terdiri dari 2.394 orang (2,8%) masih dalam karantina dan 83.867 orang (97,2%) selesai karantina

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 115.164 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 212 orang (0,2%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 114.952 orang (99,8%).

BACA JUGA:

Sinergitas Mahasiswa Melawan Covid-19

“Diharapkan bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” pinta Lalu Gita..

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119




Dukun Santet pun Bela Palestina

lombokjournal.com

Para dukun santet ikut geram atas serangan-serangan Israel ke kubu Hamas di Palestiina, dalam perang Israel-Hamas yang berlangsung 11 hari.

Sejalan dengan keberpihakan rakyat dan pemerintah Indonesia yang kompak berpihak ke Palestina, para dukun santet pun beraksi dengan mengirim ‘paket’ ke Israel.

Aksi para dukun itu ditayangkan dalam video berdurasi 22 menit 22 detik memperlihatkan aktivitas dukun santet yang digambarkan mengirim paket santet ke Israel di channel YouTube Kang Ujang Busthomi Cirebon yang diunggah pada 17 Mei 2021.

BACA JUGA:

Indonesia Bela Palestina, Tapi Ada Nitizen Hina Palestina

Video berjudul “[LIVE]DUEL VS 30!DIUNDANG NYANTET ISR4EL!” telah mendapat lebih dari 1,1 juta views dan 40 ribu likes.

Boleh percaya atau tidak, kebetulan banget sehari setelah 30 dukun santet Nusantara mengirim paket ke Israel, Israel pun menyatakan gencatan senjata dengan Hamas, hari Jum’at (21/05/21) Tentu saja peran aktif para dukun santet yang pro Palestina itu mengundang beragam komentar dari para nitizzen.

Netizen ada yang berkelakar, “Israel akhirnya mengakhiri pertempurannya dengan Hamas setelah para dukun Indonesia beraksi,” seperti  dituturkan oleh akun Twitter @NUgarislucu.

Sementara itu, akun @afneradrifsalut kepada dukun Indonesia karena mereka peduli terhadap rakyat Palestina.”

Empat dukun terlihat sedang melakukan ritual, salah satunya mengatakan kepada host bahwa “Para dukun Nusantara akan membantu Palestina yang diserang oleh Israel.”

Host yang mengekan peci dan sarung itu kemudian bertanya, “Maksudnya, Israel mau digimanain ini?”

“Akan dihancurkan,” tegas dukun itu.

“Kirimnya pakai apa?”

“Mengirim rudal jin ke sananya,” jawab si dukun lagi.

BACA JUGA:

Aksi Bela Palestina, Gubernur NTB Dituntut Bentuk Tim Pengelola Bantuan Satu Pintu

Setelah itu, dukun itu juga mengklaim rudal jin tidak akan mempan dihadang rudal Israel yang dikenal sebagai sistem Iron Dome. Menurut dukun, malah rudal akan berbalik sendiri ke Israel.

Sedangkan dukun lainnya mengatakan santet akan tiba “dalam dua hari” yang dikirim lewat angin.

Uzon.id




Bulan Peduli Sosial, LKKS NTB Salurkan 200 Paket Sembako

SUMBAWA.lombokjournal.com

Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE,M.Sc menyalurkan secara simbolis 200 paket sembako kepada beberapa lembaga dan kaum Dhu’afa di Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan tersebut terselenggara berkat kerjasama LKKS NTB bersama Baznas NTB dan Lombok Post serta masih dalam rangkaian Bulan Peduli Sosial LKKS Prov. NTB 2021.

“Saya mewakili LKKS NTB hari ini menyampaikan titipan para donatur, orang-orang yang menitipkan rasa sayangnya saat ramadhan kemarin,” ungkap Bunda Niken, sapaan akrab Ketua LKKS NTB, saat memberikan sambutan, Sabtu (22/05/21) di Kantor TP PKK Kabupaten Sumbawa.

“Ini adalah tanda cinta kasih, tanda silaturahim dari orang-orang yang memiliki kepedulian dan rasa kasih sayang yang besar, terlebih di masa sulit pandemi seperti saat ini,” lanjut Bunda Niken.

Selain itu, Bunda Niken menjelaskan, Bulan Peduli Sosial Tahun 2021 ini meneruskan apa yang sudah dilakukan LKKS pada tahun-tahun sebelumnya.

Walaupun di tahun sebelumnya sudah memasuki masa pandemi di bulan Ramadhan, ternyata tidak memutus semangat untuk berbagi dengan sesama.

BACA JUGA: Lasqi NTB Akan Selenggarakan Lomba Qasidah Kolborasi

“Sempat ada yang meragukan apakah akan terkumpul sesuai target, namun alhamdulillah hasilnya lebih banyak dari target, lebih banyak dari bulan-bulan sebelum pandemic,” ucap Bunda Niken.

Sementara itu, Ketua LKKS Kabupaten Sumbawa, Sofia Noviantry Mahmud Abdullah  menyampaikan rasa syukurnya atas kegiatan yang terselenggara.

“Sejak pandemi Covid-19 kita semua sangat kesulitan karena aktifitas yg terbatas. Semoga pembagian sembako ini akan membawa manfaat bagi anak-anakku untuk kehidupan” ujar Sofia.

BACA JUGA: Indonesia Bela Palestina, Tapi Ada Nitizen Hina Paestina

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bunda Niken yang bersedia datang untuk memberikan sembako ini,” katanya.

Lembaga – lembaga yang memperoleh bantuan paket sembako :

  1. Panti asuhan putri Anisyah Kelurahan Brang Biji
  2. Panti Asuhan Muhammadiyah kelurahan Umasima
  3. Panti Asuhan Darul Ikhlas Dusun Sering
  4. Panti Asuhan Al-Islah Moyo Hilir
  5. Panti Asuhan Al-Mizan Desa Lopok
  6. Panti Asuhan Tri Tunggal Diponegoro
  7. Panti Asuhan Nyai Walidah Kelurahan Brang Biji
  8. Kaum Dhu’afa Kelurahan Bugis
  9. Kaum Dhu’afa Kelurahan Brang Bara.

jamy_alif_gerry_

diskominfotikntb




Indonesia Bela Palestina, Tapi Ada Nitizen Hina Palestina

lombokjournal.com

Ini yang dilakukan Hilmiadi alias Ucok (23), yang sehari-hari bekerja sebagai cleaning service di universitas di Mataram.

Laki-laki asal Kecamatan Gerung, Lombok Barat, itu harus berurusan dengan polisi karena membuat konten di akun TikTok @ucokbangcok.

Dalam video berdurasi 13 detik, telihat Ucok sedang berjoget dengan iringan musik, tapi liriknya asal-asalan dengan nada penghinaan ke Palestina.

“Palestina Babi, Mari Kita Bantai. Babi, Babi, Babi,” ucap dia sambil menari-nari.

BACA JUGA:

Aksi Bela Palestina, Tuntut Gubernur NTB Bentuk Pengelola Bantuan Satu Pintu

Dia ditangkap setelah dilaporkan warga bernama Zainudin Pratama pada 15 Mei 2021. Reskrimum Polres Lombok Barat menetapkan HL sebagai tersangka atas dugaan melanggar pasal UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Hilmiadi merupakan salah satu (mungkin) dari banyak orang Indonesia yang tidak paham sejarah bagaimana negara Israel bisa berdiri setelah mencaplok tanah Palestina.

Mungkin saja kelakuanya yang tidak pantas itu karena tidak pernah tahu bahwa Israel bukan saja berlaku tidak senonoh pada masjid bersejarah milik umat Islam di Yerusalem. Tapi pendudukan Israel di Palestina membuat anak-anak dan warga Palestina lainnya mengalami penderitaan tak terkira.

Karena itu Presiden Jokowi mengecam keras serangan Israel ke Palestina. Dan Menlu RI, Retno Palupi dalam sidang PBB menegaskan keberpihakan Indonesia pada Palestina, dan menyerukan segera diakukan gencatan senjata.

Akhirnya sudah diduga, Hilmiadi menyesal dan minta maaf, dan mengaku khilaf melalui unggahan video di TikTok pada Minggu (16/05/21).

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, tolong dimaafkan atas kekhilafan saya, dan saya cuman salah paham aja. Dan saya salah sebut, ternyata yang menjajahnya itu adalah Israel, Israel f*ck you, mohon maaf ya atas kekhilafan saya”.

Tapi terlambat, kata-kata penghinaan sudah terucap.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mengatakan kepada media bahwa HL terancam dijerat Pasal 28 ayat 2 jo 45A ayat 2 UU ITE, dengan ancamannya 6 tahun penjara.

Bukan hanya warga Gerung itu yang berurusan dengan polisi. Ada lagi netizen pro-Israel yang menghujat Palestina melalui akun TikTok @sarinaborumanik.

Video tersebut diduga dibuat oleh seorang wanita asal Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Perempuan itu terlihat santai tengah menyeterika baju, sementara mulutnya memaki Palestina, saat membuat video konten.

“Apa kalian? Palestina, Palestina, Israel yang benar. Palestina babi. Udah? Eh asal kelen tahu ya, ustaz dari Arab aja mengakui kalau Israel nggak salah,” kata perempuan itu.

Video itu sempat ditelusuri lagi oleh Uzone.id ke platform TikTok, tampaknya TikTok sudah menghapus konten yang bikin huru-hara itu.

Namun video itu masih bisa melihat jejak digitalnya di Facebook dan menyebar di aplikasi perpesanan WhatsApp.

Perempuan itu membuat Bupati Tapteng Ahmad Sibarani meminta maaf lewat media. Dia pun berharap polisi atau pihak berwajib memproses sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.

BACA JUGA:

Dukun Santet pun Bela Palestina

Nitizen Bengkulu

Apa yang ada dipikiran MS, seorang siswi SMA di Bengkulu Tengah, Bengkulu, yang membuat konten video berdurasi 8 detik di TikTok.

Dalam video tersebut, MS mengeluarkan ucapan tak pantas kepada Palestina. Dia pun akhirnya diamankan oleh polisi setelah videonya viral.

Selain meminta maaf kepada warga Palestina, dia mengungkapkan alasan bikin video tersebut.

“Saya hanya iseng dan bercandaan saja bukan maksud berbuat apa-apa dan saya juga tidak menyangka bisa seramai ini,” ujar dia.

Sayangnya, pihak sekolah membuat hukuman terlalu berat bagi MS. Dia dikeluarkan dari sekolah karena telah menghina Palestina.

Pihak yang tidak setuju MS dikeluarkan dari sekolah datang dari Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Dia mengatakan kepada wartawan, seharusnya hak pelajar jangan diputus karena bila diputus akan merugikan pelajar tersebut.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari mengatakan bahwa terkait media sosial, tentunya UU ITE menjadi rujukan.

Menurutnya, sepanjang TikTok dipakai hal positif, tidak menyebarkan berita bohong, tidak untuk diskreditkan orang atau pihak atau organisasi nggak masalah.

“Tapi kalau sudah masuk ranah seperti yang kamu sampaikan itu, ya akan berhadapan dengan UU ITE,” kata Kharis kepada media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/05).

Abdul Kharis juga minta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk bertanggung jawab. Menurutnya, Kominfo harus melakukan tindakan preventif hingga peneguran ke TikTok terkait adanya konten yang bermasalah.

BACA JUGA:

Wabup KLU Inspeksi ke Obyek Wisata

“Agar masyarakat mengerti bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki konstitusi dan ideologi,” kata anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha.

Rr

Sumber: Uzon.id




Pelajar Bisa Menghambat Laju Covid-19

Ica Rosalia,mahasiswa Prodi Administrasi Publik,Unversitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Angka pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, seperti update harian yang disampaikan dalam siaran pers Satuan Tugas Penanganan Covid-19 NTB hari Kamis tanggal 20 Mei 2021, bisa disebut masih tinggi.

Pada hari Kamis, di NTB ada tambahan 56 (lima puluh enam) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19. Meski disebutkan ada psien sembuh 267 (duaratus enam puluh tujuh) tambahan sembuh baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini Kamis (20/05) sebanyak 13.065 (tiga belas ribu enam puluh lima) orang, dengan perincian 12.044 (dua belas ribu empat puluh empat) orang sudah sembuh, 600 (enam ratus) meninggal dunia, serta 421 (empat ratus dua puluh satu) orang masih positif.

BACA JUGA:

Sinergitas Mahasiswa Melawan Covid-19

Tak mengherankan kalau pembelajaran tatap muka mulai Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi  (umumnya) di NTB belum diijinkan. Memang ada Kabupaten yang sudah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (offline), misalnya Kabupaten Lombok Utara, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Siswa yang belajar pun di bawah 50 persen dari  kapasitas kelasnya.

Melihat kondisi angka pasien positif Covid-19 yang belum melegakan itu, ada pertanyaan terkait partisipasi pelajar untuk bisa menghambat laju Covid-19 yang sepenuhnya belum bisa dikedalikan itu.

Apakah para pelajar hanya bisa rebahan di tempat tidurnya, saat menghadapi pandemi Covid 19 ? Walaupun tengah melakukan Belajar di Rumah atau BDR, sebenarnya pelajar juga bisa berperan aktif dalam mengurangi atau (setidaknya) menghambat laju penyebaran virus corona ini.

Tentu yang mereka lakukan khas anak muda. Karena kegemaran mereka nongkrong bersama teman sejawatnya, yah hal ini tidak akan dilakukan lagi saat pandemi. Atau lewat media sosial yang dimiliki mereka menyebarkan hal-hal positif dan kegiatan positif mereka dalam upaya mengurangi penyebaran virus corona.

Dan banyak partisipasi yang bisa dilakukan pelajar lakukan dalam upaya mengurangi dampak buruk Covid-19. Seperti, tetap melaksanakan isolasi mandiri, dengan upaya ini kita bisa membantu mengurangi penyebaran virus covid-19. Menaati protokol kesehatan seperti menggunakan masker juga sudah dilakukan dan tidak boleh dilupakan.

Upaya selanjutnya yang bisa dilakukan adalah berdonasi yang nantinya dapat disalurkan kepada tenaga medis, sekarang banyak donasi via online yang terpercaya.

Seorang pelajar di salah satu SMA di Mataram mengungkapkan, menghindari budaya berkerumun, baik itu di dalam maupun di luar ruangan (atau berkerumun di mall) bisa jadi merupakan bentk pearisipasi menghambat penyebaran Covid-19/

BACA JUGA:

Berkaryalah Dengan Gagasan Sendiri

“Bentuk partisipasi pelajar dapat dilakukan dengan menghindari budaya nongkrong yang biasanya dilakukan oleh pelajar di tempat keramaian seperti mall. Dalam bidang teknologi, pelajar juga memiliki peran yang besar sehingga  mereka dapat menyebarkan informasi mengenai tatacara pencegahan penyebaran Covid-19 melalui media sosial mereka seperti selalu memakai masker dan rajin mencuci tangan,” ujarnya.

Dengan kemampuan menguasai teknologi, para pelajar bisa mengutarakan kalau usaha pelajar ini bisa berupa bikin hastag effect.

Para Pelajar Indonesia sebenarnya memiliki peran besar dalam menurunkan angka pasien Covid-19. Cara sederhananya adalah membuat hastag di medsos, sebagai ajakan kepada pengguna medsos untuk mengikuti apa yang sedang digaungkan seperti #stayathome, #dirumahaja, dan #pakaimasker.

Hal tersebut merupakan hastag effect yang sangat efektif untuk mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap melakukan protokol kesehatan.

Di era yang digital ini sudah banyak anak muda yang menyebarkan informasi tentang bahaya virus Covid-19 dan hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga diri dari virus ini.

Ini terlihat di media sosial yang mereka miliki. Banyak anak muda yang sudah menghindari budaya nongkrong di tempat keramaian. Menjaga jarak, tidak melakukan kontak fisik ketika bertemu atau berkenalan. Menggunakan masker ketika keluar rumah. Rajin berolahraga, contohnya seperti bersepeda yang akhir-akhir ini sedang viral dan ramai dilakukan oleh banyak orang.

Partispasi pelajar dalam mengurangi penyebaran Covid-19, dengan menghentikan kegiatan di luar rumah yang tidak penting, apalagi bepergian ke tempat yang ramai.

Mengingat teknologi di Indonesia yang maju dan berkembang, kita dapat mensosialisasikan bagaimana cara pencegahan Covid -19, seperti memakai masker saat bepergian, mencuci tangan, menjaga jarak, berolahraga serta mengonsumsi makananan yang sehat dan bergizi, baik dari media sosial yang dimiliki ataupun akun youtube.

“Ini akan lebih efektif,” ujar tutur salah seorang pelajar yang aktif bermedia sosial

Pelajar juga bisa membantu satgas Covid 19  yang ada di sekitar lingkungan senditi untuk melakukan pengecekan suhu dan menghentikan orang yang tidak memakai masker.

Pelajar harus bisa menahan diri untuk tidak pergi keluar dan berkerumun di mana pun. Hal-hal sederhana dapat dilakukan dan dimulai dari diri sendiri, seperti stay at home, jaga jarak, selalu mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer, selalu memakai masker ketika keluar rumah, dan lain sebagainya.

Beberapa bulan yang lalu para pelajar di berbagai kota di Indonesia  juga telah membagikan masker kepada para siswa dan para pengendara d ijalan sebagai bentuk partisipasi mereka mendukung pencegahan penyebaran Covid-19.

Menurut saya, pelajar adalah salah satu sarana yang efektif  dalam membantu pemerintah untuk mengurangi dampak buruk dari Covid-19. Kegiatan pelajar yang tak lepas dari media sosial ini dapat dijadikan platform dalam memberikan informasi mengenai bentuk pencegahan terhadap virus COVID 19.

Bisa dalam bentuk postingan tentang video mencuci tangan yang benar, himbauan memakai masker, atau mengenai “ the life before after corona,”Dan sebagainya.

Namun, perlu diingat bahwa media sosial bisa juga menjadi penyebab tersebarnya berita hoax tentang virus COVID 19 ini. Jadi sebagai pengguna media sosial yang cerdas seharusnya bisa memfilter kebenaran sumber berita sebelum disebarluaskan..

Pelajar bukan sekedar mencari ilmu saja kerjaannya tetapi juga bisa membantu mencegah penyebaran virus Covid 19, tentunya mereka melakukannya dengan caranya sendiri. Memang, ini usaha kecil yang bisa dilakukan tapi sangat besar dampaknya.

Lalu, usaha apa yang sudah kalian lakukan untuk bisa mengurangi laju penyebaran virus Covid 19? ***




Petani Gumantar Praktikkan Tanaman Tumpang Sari

TANJUNG.lombokjournal.com

Petani Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara memperoleh hasil panen menggembirakan dengan mempraktikkan model tanaman tumpeng sari jagung dengan tanaman kacang-kacangan.

Tanaman utama tumpang sari dengan tanaman kacang kacangan saling bersinergi. Karena tanaman kacang tanah mampu melengkapi kebutuhan nitrogen yang dibutuhkan tanaman jagung, untuk menunjang pertumbuhan tingginya.

Kepada wartawan lombokjournal.com salah satu wakil petani yang merangkap Kepala Dusun Amor Amor, Ahmad Sopyan Alyubi, S.Pt, mengaku, umumnya petani di wilayahnya menerapkan pola tanam sistim tumpang sari ini.

BACA JUGA: 

Wagub Apresiasi Alumni Al Azhar dalam Membangun NTB Gemilang

Ahmad Sopyan bersyukur, upaya yang dilakukan masyarakat petani di wilayahnya, sehingga mereka rata rata tidak kesulitan dengan biaya sehari hari dan biaya sekolah anak mereka.

“Hasil satu jenis tanaman tumpang sari seperti kacang-kacangan saja sudah lebih dari cukup,” kata Ahmad Sopyan Alyubi.

Hal senada juga disampaikan petani lainnya, Bapak Yardi. Dituturkan, dari hasil tanaman jagung saja pada lahan seluas 6 hektar, hasil panennya mencapai 29 ton.

Pembina petani dari Dinas DKKP Lombok Utara

Dengan harga penjualan rata rata Rp 4.500/kg, maka jual 29 ton bila dirupiahkan jumlahnya bisa mencapai Rp 130.500.000,-

Menurut Yardi, untuk melakukan tanaman tumpeng sari  di lahannya ia mengeluarkan biaya produksi sekitar  Rp 47.000.000.-

Hasil panen yang didapatnya itu pun belum terhitung dari hasil kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang tolo, dan lain lain.

“UNtuk hasil cabe rawit, tomat, terong Panjang, bisa untuk kensumsi sendiri,” kata Yardi.

Masuk musim kemarau

Tumpang sari erat  dengan prinsip saling  tumpang dan saling mendukung.  Dua jenis tanaman itu saling melengkapi dan mendukung siklus pertumbuhan satu sama lain.

Sistem tanaman tumpang sari merupakan perpaduan antara tanaman “tumpang” berarti pendamping, dan “sari”  berarti utama.  Kedua tanaman itu saling mendukung atau simbiosis mutualistis.

BACA JUGA:

Gubernur Zul: Jangan Sampai Mengangkat Orang Jatuh dari Moto Saja harus Tenaga dari Luar NTB

Untuk melakukan tumpang sari antara tanaman jagung dan kacang tanah, sebaiknya dipilih bulan yang memasuki musim kemarau, karena di musim panas baik untuk pertumbuhan tanaman jagung dan kacang tanah.

Hal ini disampaikan Plt. Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Holti (DKPP) Lombok Utara, EVI Winarni,SP, M.Si, Jum’at (21/05/21).

Berangkat dari keberhasilan petani binaan Dinas DKKP terhadap model tanaman jagung tumpang sari dengan kacang kacangan di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Evi Winarni memerintahkan Kabid, Stafnya dan penyuluh swadaya DKPP KLU. turun langsung ke lokasi melakukan pendampingan secara kontinyu, sekaligus menyerap aspirasi petani itu sendiri.

Mereka terdiri dari Kabid Peternakan, Raden Adi Dharmawangsa, SPt, Plt.Kabit Pertanian Sugiartadi,SP, Aki Suharti,SPt. Wakil Komisi Penyuluhan, Jaharudin,S.sos, Jum’at (21/05).

Ke empat tugas pertanian yang turun ke lapangan masing masing menjelaskan tentang tahapan pengolahan lahan, jenis bibit, jarak tanam, hingga perawatan dan panen jagung yang saat ini sedang berlangsung di KLU.

Ang