Media Sosial Pengaruhi Perilaku Remaja

Yudis Dwi Prayuda, mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Teknologi komunikasi makin maju, dan berbarengan dengan itu (tidak dipungkiri) manusia makin membutuhkan hadirnya internet dalam kehidupan sehari-hari.

Saat ini kebutuhan akan jaringan internet makin dibutuhkan manusia, baik dalam kegiatan sosialisasi, pendidikan, kegiatan bisnis dan sebagainya.

Tentu saja, kesempatan ini menjadi peluang bisnis yang langsung disambut dengan gesit oleh vendor smartphone (telpon pintar) serta tablet murah yang sangat mudah dijumpai dan menjadi trend. Mari kita perhatikan, sekarang ini (hampir) semua orang memiliki smartphone, dan dengan demikian manusia makin membutuhkan jaringan internet.

BACA JUGA:

Beri Perhatian Anak Saat Pegang Handphone

Dan hadirnya smartphone maka media sosial pun ikut berkembang pesat.

Media sosial merupakan situs di mana seseorang dapat membuat web page pribadi, dan terhubung dengan setiap orang yang tergabung dalam media sosial yang sama, untuk berbagi informasi dan melakukan komunikasi.

Jika media konvensional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet.

Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk bergabung dan berpartisipasi dengan memberikan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta memberi informasi dalam waktu yang cepat dan tak berbatas. Media sosial menghapus batasan-batasan dalam bersosialisasi. Di dalam media sosial tidak ada batasan ruang dan waktu, mereka dapat berkomunikasi kapan pun dan di mana pun mereka berada.

Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan atau pergaulan sosial. Seseorang yang asalnya ‘kecil’ dan ‘bukan siapa-siapa’ tiba-tiba berubah menjadi figur yang sangat dikenal, dan menjadi ‘besar’  serta menjadi ‘perbincangan ramai’. Hal seperti itu memungkinkan terjadi dengan adanya media sosial, Dan begitu pun sebaliknya, orang yang semula ‘besar’ tiba-tiba menjadi ‘ubukan siapa-siapa’.

Bagi masyarakat indonesia khususnya kalangan remaja, media sosial seakan sudah menjadi kebutuhan pokok, seperti makan dan minum.  Ada yang menyebutnya sudah seperti candu, karena tiada hari yang dilalui tanpa membuka media sosial. Bayangkan, hampir sepenuh waktunya dalam sehari-hari tidak lepas dari smartphone.

Media sosial yang paling sering digunakan oleh kalangan remaja antara lain: Facebook, LINE, Whatshapp, Twitter , Path, Youtube, Messenger.

Masing-masing media sosial tersebut memiliki keunggulan tersendiri dalam menarik pengguna media sosial yang mereka miliki. Media sosial memang menawarkan banyak kemudahan yang dapat membuat para kalangan remaja betah berlama-lama berselancar di dunia maya.

Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi feedback secara terbuka untuk berkomentar, serta membagikan informasi yang diperoleh dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.

BACA JUGA:

Resmikan HIMBUDLU Jabodetabek, Wabup Danny Ajak Elemen Muda Jadi Agen Kemajuan

Kalangan remaja yang mempunyai media sosial biasanya memposting kegiatan pribadinya, curhatannya, serta foto-foto bersama teman-teman dan keluarga. Dalam media sosial siapapun dapat dengan bebas berkomentar serta menyalurkan pendapatnya tapa rasa khawatir.

Karena  dalam internet khususnya media sosial sangat mudah memalsukan identitas atau jati diri untuk melakukan suatu tindakan kejahatan. Padahal dalam perkembangan sekolah, remja berusaha mencari identitasnya dengan bergaul bersama teman-teman sebayanya.

Namun saat ini seringkali remaja yang beranggapan bahwa semakin aktif dirinya di media sosial maka mereka akan dianggap semakin keren dan gaul. Sedangkan remaja yang tidak mempunyai media sosial biasanya dianggap kuno atau ketinggalan jaman dan kurang gaul.***

 




Pasien Positif Covid-19 di NTB, Minggu: Bertambah 20 Positif

MATARAM.lombokjournal.com

Pasien baru positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB), hari Minggu (30/05/21), bertambah  20 sampel kasus baru positif Covid-19.

Hasil pemeriksaan telah dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, dan Laboratorium Antigen Klinik Dena Medika.

Pemeriksaan dilakukan pada 86 sampel dengan 57 sampel negatif, 9 positif ulangan, dan 20 sampel kasus baru positif Covid-19.

Hari ini terdapat 23 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si dalam siara pers, hari Minggu (30/05/21).

“Hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru,” kata Lalu Gita Aryadi melalui press release yang diterima media, hari Minggu (30/05).

Dengan adanya tambahan 20 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 23 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu (30/05/21) sebanyak 13.411 orang.

BACA JUGA:

Gubernur NTB Ingatkan Kolaborasi dan Inovasi Dunia Usaha

Rinciannya, dengan perincian 12.328 orang sudah sembuh, 604 meninggal dunia, serta 479 orang masih positif.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.082 orang dengan perincian 272 orang (1,4%) masih dalam isolasi, 32 orang (0,1%) masih berstatus probable, 19.778 orang (98,5%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 87.807 orang, terdiri dari 2.881 orang (3,3%) masih dalam karantina dan 84.926 orang (96,7%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.339 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.084 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.255 orang (99,1%).

BACA JUGA:

Kompetensi Naker Harus “Link and Match” Dengan Industri

Lalu Gita berharap, penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu yang masih berjuang melawan Covid-19.

“Caranya,  dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Resmikan HIMBUDLU Jabodetabek, Wabup Danny Ajak Elemen Muda Jadi Agen Kemajuan

JAKARTA.lombokjournal.com

Kalangan muda dan mengajak elemen kekuatan muda Kabupaten Lombok Utara (KLU) diajak menjadi agen perubahan semangat kemajuan KLU.

Ini penting dan mendesak dalam menjawab isu-isu strategis seperi recovery pasca-gempa, status daerah tertinggal, IPM dan kemiskinan. Isu-isu tersebut melekat dalam prjalanan pembangunan Lombok Utara

Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter F. Ridawan  menyampaikan itu saat menyampaikan sambutan deklarasi sekaligus meresmikan Himpunan Mahasiswa Buddhis (Himbudlu) asal Lombok Utara, Minggu (30/05/21)

Wabup berpesan, kepemimpinan di KLU jangan dilihat hanya satu atau dua periode masa kepemimpinan tapi 10 atau 20 tahun mendatang.

“Berpendidikan akan menjadi investasi terbesar agar memiliki bekal untuk nantinya melanjutkan estafet ruang pembangunan di Gumi Tioq Tata Tunaq,” kata Wabup.

Wabup dalam kesempatan itu juga menegaskan, ia selalu membuka ruang dialog tidak hanya untuk mendukung tapi juga wadah criticism yang konstruktif.

“Tentu diaog (hendaknya) disampaikan dengan elegan dan santun sebagai karakter KLU yang mempolong merenten,” pinta Wabup.

Dalam kesempatan deklarasi ini, hadir pula tokoh Buddhis KLU yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA:

NTB Kini Bisa Mengolah Sampah Plastik Jadi Solar

Ia berpesan, wadah diaspora anak-anak muda yang tersebar di wilayah anglomerasi Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi sekitar, harus menjadi wahana pembentukan sikap positif.

Sudir mengingatkan, agar selalu menaati Protokol Kesehatan selama pandemi dan juga mengapresiasi format acara yang digelar secara virtual melalui zoom meeting.

Dalam sambutan dan wejangan kepada lebih dari 57 mahasiswa asal KLU,  Sudirsah mengingatkan pentingnya kolaborasi dalam membangun Lombok Utara.

“Tidak terkecuali nagi anak-anak KLU yang sedang menimba ilmu di perantauan,” katanya.

Sudirsah mengatakan bahwa rasa kekeluargaan dan kalyanamitta harus sesama anak KLU harus selalu dijaga dimanapun berada.

Ia mengaku bersyukur dan bangga atas terbentuknya wadah ini.

Dr Edi Ramayadi

Inisiator deklarasi yang sekaligus Ketua Dewan Pembina Himbudlu-Jabodetabek adalah Dr. Edi Ramawijaya Putra, M.Pd.

Dalam momen deklarasi itu ia berharap, partisipasi aktif kaum intelektual makin diakomodir oleh stakeholder khususnya Pemda KLU.

“Karena ini merupakan bentuk kolaborasi untuk menuju Lombok Utara bangkit dengan inovasi,” kata Edi Ramyadi.

Edi Ramayadi berasal dari Tegal Maja, Lombok Utara yang saat ini menjabat Wakik Ketua Bidang Akademik STABN Sriwijaya.

BACA JUGA:

Gubernur NTB Ingatkan Kolaborasi dan Inovasi Dunia Usaha

Menurut Dr. Edi Rama, Himbudlu-Jabodetabek merupakan wadah diaspora anak-anak KLU yang responsif dan adaptif terhadap isu-isu aktual di KLU.

“Sivitas akademik harus berbicara dengan data dan fakta sebagai cerminan masyarakat terdidik jangan asal lempar isu, posting dan komentar hanya pada tataran emosional sesaat,” kata Dr. Edi.

Deklarasi ini diakhiri oleh doa bersama untuk kemajuan KLU dan pembacaan sesanti, visi dan misi organisasi.

Rr/Ed




Pasien Covid-19 di NTB Hari Sabtu; Bertambah 46 Positif

MATARAM.lombokjournal.com

Pasien baru positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB), hari Sabtu (29/05/21), bertambah  46 sampel kasus baru positif Covid-19.

Hasil pemeriksaan telah dilakukan di laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram dan Laboratorium Antigen.

Pemeriksaan dilakukan pada 447 sampel dengan 395 sampel negatif, 6  positif ulangan, dan 46 sampel kasus baru positif Covid-19. A.

BACA JUGA:

Industrialisasi di NTB, Pemda Dorong Masyarakat Manfaatkan Fasilitas SPark

Hari ini terdapat 44 penambahan pasien yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si dalam siara pers, hari Sabtu (29/05/21).

“Hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru,” kata Lalu Gita Aryadi.

Adanya tambahan 46 (empat puluh enam) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 44 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (29/05) sebanyak 13.391 orang.

Rinciannya, 12.305 orang sudah sembuh, 604 meninggal dunia, serta 482  orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita dalam siaran pers yang diterima media.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.025 orang dengan perincian 262 orang (1,3%) masih dalam isolasi, 31 orang (0,15%) masih berstatus probable, 19.732 orang (98,5%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 87.594 orang, terdiri dari 2.835 orang (3,2%) masih dalam karantina dan 84.759 orang (96,8%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.316 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.084 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.232 orang (99,1%).

BACA JUGA:

Kompetensi Naker Harus “Link and Match” dengan Industri 

Lalu Gita Berharap, penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19.”

“Caranya dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harapnya.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.

 




Munas IKA Unram Dorong Musyawarah Mufakat

MATARAM.lombokjournal.com

Musyawarah Nasional (Munas) Ke-IV Ikatan Alumni Universitas Mataram (IKA Unram) resmi dibuka di Same Hotel, Kota Mataram, Sabtu (29/5/21).

Kegiatan Munas IKA Unram dihadiri  Sekda NTB HL Gita Ariadi mewakili Gubernur NTB, Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Prof Dr Zudan Arif Fakrullah, dan Rektor Unram,  Prof Dr Lalu Husni serta seluruh peserta Munas.

Ketua Panitia (Organising Committee) Lalu Athari Fathullah mengatakan, Munas IV IKA Unram diharapkan bisa melahirkan pemimpin yang bisa membawa almamater dan alumni Unram semakin jaya.

“Kita ingin IKA Unram kedepan menjadi sebuah wadah berkumpulnya para alumni untuk memberikan kontribusi baik kepada alumni maupun Unram kedepannya,” ujar Athar.

BACA JUGA:

NTB Kini Bisa Mengolah Sampah Plastik Jadi Solar

Ketua Panitia Pengarah (Steering Committee) Dr Iwan Harsono menjelaskan, kegiatan Munas ini bagian dari pelaksanaan program kerja IKA Unram. Karena itu, melalui Munas diharapkan bisa berjalan musyawarah mufakat.

“Kedepankan etika, kedepankan kepentingan umum, kepentingan alumni, dan civitas akademika. Karenanya segala macam perbedaan yang muncul kita selesaikan secara musyawarah dan bermufakat,” tuturnya.

Ketua Umum IKA Unram, Sirra Prayuna SH menegaskan, pelaksanaan Munas IKA Unram ke IV sudah memenuhi syarat dari sisi peserta.

Sedangkan, dari 11 nama yang muncul sebagai calon ada 6 orang yang jadi mendaftar sebagai calon Ketua IKA Unram.

Namun demikian terlepas dari itu, pelaksanaan Munas diharapkan bisa menjadi rumah bersama dan rumah besar untuk menyatukan dan berkumpulnya alumni.

“Saya mengibaratkan Munas ini seperti rumah tempat kita berkumpul bersama. Maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mendorong dan membangun kejayaan alumni,” kata Sirra.

Selain itu, Sirra mengatakan, kalaupun dalam Munas ada terjadi dinamika, itu artinya sebuah proses demokrasi.

“Ada yang bilang Munas IKA Unram ini seperti rasa Pilkada. Saya bilang inilah kemajuan. Kenapa demikian, karena mereka merasa semua memiliki, sehingga apa yang terjadi tidak lebih bagaimana membesarkan alumni,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Sirra menyinggung alasan mengapa pelaksanaan Munas IKA baru dilaksanakan sekarang. Menurutnya, semua itu lantaran pandemi COVID-19 yang saat ini terjadi, sehingga waktunya diundur.

“Munas kenapa sekarang itu semata bukan kami melalaikan tugas konstitusional, tapi kita dihadapkan pada COVID-19. Jangankan IKA Unram seluruh tugas negara aja dibatasi agar terhindar dari COVID-19, sehingga kami sampaikan apa adanya bukan mengada-ngada atau mencari alasan,” katanya.

Sementara itu Rektor Unram, Prof Dr Lalu Husni, menegaskan, pelaksanaan Munas tidak menggunakan anggaran yang berasal dari Unram.

BACA JUGA:

Industrialisasi NTB, Pemda Mendorong Masyarakat Manfaatkan Fasilitas STIPark

Karena hal itu tidak diperbolehkan secara aturan, kecuali untuk kegiatan kemahasiswaan, sehingga seluruh biaya kegiatan Munas murni berasal dari swadaya.

“Jadi ini murni dari swadaya,” tegasnya.

Prof Husni juga menyampaikan seperti laporan panitia terdapat 6 orang yang mendaftar sebagai calon ketua umum, dan dari semua calon secara pribadi dirinya mengenal baik.

“Saya kenal betul semuanya, mereka-mereka ini memiliki integritas dan komitmen kuat untuk membesarkan alumni,” ucapnya.

Karena itu, demi kebaikan seluruh pihak orang nomor satu di jajaran Unram ini, menyarankan pelaksanaan Munas diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.

“Saya sarankan musyawarah mufakat sehingga tidak ada melukai perasaan seluruh pihak,” pesannya.

Sekretaris Daerah (Sekda) HL Gita Ariadi mengapresiasi pelaksanaan Munas IKA Unram, terlebih pelaksanaan kali ini dilakukan di tengah pandemi COVID-19.

Meski demikian, sebagai Wakil Ketua Satgas COVID-19 di daerah, dirinya melihat pelaksanaan Munas IKA Unram sudah menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Terkait dengan Munas, Sekda NTB mengaku tak memungkiri bahwa pelaksanaan Munas kali ini seperti pertarungan Pilkada.

Ini bisa dilihat dari diskusi-diskusi yang terjadi baik di media sosial maupun group-group WhatsApp.

Menurut Sekda, hal ini menunjukkan begitu tinggi dan antusiasnya para alumni kepada almamaternya, sehingga tumbuh rasa bangga.

Walaupun begitu lanjut Sekda, meski ada dinamika dan kompetisi di Munas tidak menjadikan para alumni menjadi lupa tentang sebuah gagasan yang perlu harus dibangun untuk kejayaan alumni dan Unram sendiri.

“Bagaimana kedepannya kampus Unram berdiri dan di bangun di bawah Gunung Sasak, Lombok Barat. Pengembangan Unram bukan soal Unram semata tapi berkaitan erat dengan Pemprov NTB. Oleh karena itu, integrasi antara Unram dan Pemprov ini yang perlu juga disamakan kedepannya,” jelas Miq Gite sapaan Sekda NTB.

Gita berpesan bahwa harapan Pemprov NTB pengembangan Unram kedepannya bisa terlaksana demi kemajuan daerah.

“Pemda dengan IKA Unram dan civitas akademika Unram harus seiring sejalan bersama. Karena kalau kampus tersebar di mana-mana maka disvaritas wilayah menjadi lebih baik,” katanya.

Setelah acara seremonial Pembukaan Munas IV IKA Unram dilakukan Penandatangan Perjanjian Kerja sama PP Ika Unram dgn Direktorat Dukcapil Kementrian Dalam Negeri RI. Ini terkait Sistem Kependudukan dan Catatan Sipil.

Acara penandatangan Kerjasama tersebut disaksikan langsung oleh Rektor Universitas Mataram , Prof Dr HL Husni dan Sekda NTB , HL Gita Aryadi.

Me




Gubernur NTB Ingatkan Kolaborasi dan Inovasi Dunia Usaha

LOBAR.lombokjournal.com

Di masa pandemi, penting bagi pengusaha berkolaborasi dan menemukan inovasi.

Hal itu dikatakan Gubernur DR Zulkieflimansyah terkait ekonomi dan dunia usaha yang sedang lesu akibat bencana virus Covid 19.

Namun, kata Gubernur, banyak juga pengusaha yang menemukan bisnis bisnis baru yang mengantarnya tidak hanya bertahan tapi juga sebagai pemenang.

“Penting untuk tetap bersama sama di masa sulit dan saling membantu. Karena tidak sedikit juga pengusaha yang sukses dengan usaha baru yang sesuai tuntutan era pandemic,” ujar Gubernur.

Ia menyampaikannya saat menghadiri silaturahmi Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) di Hotel Holiday Resort, Senggigi, Lombok Barat (29/05/21).

Dikatakan, pengusaha saat ini sulit menyelamatkan usaha dan karyawan yang bekerja.

BACA JUGA:

Beasiswa NTB 2020: Uang Negara Kembali, Tidak Ditemukan Kerugian

Dalam pasang surut dunia usaha, keduanya menjadi tantangan ketika sedang berada di puncak atau dalam kondisi buruk. Oleh karena itu pengelolaan keuangan yang baik sangat dibutuhkan.

Hal lain menurut Gubernur, memanfaatkan situasi pandemi agar menjadi berkah. Caranya, dengan berinovasi menciptakan bisnis baru.

Dan selalu mempertahankan silaturahmi, kerjasama dan kolaborasi di antara komunitas pengusaha.

“Saya tetap percaya pandemi akan segera berlalu dan kita semua kembali berusaha seperti biasa,” kata Gubernur.

Ketua Umum Japnas, I Made Aryanas mengakui, sebagai organisasi pengusaha yang baru, Japnas belum banyak berkembang di NTB.

Sejak dibentuknya Japnas NTB pada April 2018 silam, kondisi akibat gempa dan pandemi menjadi tantangan dunia usaha NTB.

Karena itu, kepengurusan Japnas NTB diberikan kelonggaran oleh induknya untuk menyelamatkan usaha masing masing.

“Japnas pusat sendiri baru berdiri 2015 lalu. Bencana gempa dan pandemi membuat tekanan jadi lebih tinggi sehingga organisasi berjalan lambat bahkan untuk menggelar silaturahmi”, ujar Aryanas.

Saat ini Japnas NTB beranggotakan 60 orang termasuk pengurus dan partisipan, yang diketuai pengusaha jamu Nasrin H Mukhtar dari 20 pengurus wilayah Japnas se Indonesia.

Japnas seperti dikatakan  Aryanas adalah organisasi pengusaha yang fokus pada business matching dan sinergitas termasuk membuat bisnis bisnis baru di era new normal.

BACA JUGA:

Menggali Poensi Destinasi Wisata Sambik Bangkol

Salah satunya bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam pengembangan UKM. Berkolaborasi dengan MBlock, sebuah marketplace offline di Jakarta, Japnas mengajak UKM untuk peningkatan produktifitas dan branding untuk pasar nasional.

“Ya jadi salesman untuk UKM lah agar makin dikenal dan diperluas pemasarannya,” ujar Aryanas.

jm




Kompetensi Naker Harus “Link and Match” dengan Industri

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, minta  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTB membangun kolaborasi dengan banyak pihak.

Dan meningkatkan penggalian kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja atau dunia usaha agar link and match ke depannya.

BACA JUGA:

Wagub NTB: Siapkan Tenaga Kerja Yang Bisa Terserap Dunia Usaha

“Disnaker harus membangun sinergi dengan seluruh stake holder terkait. Libatkan dan optimalkan semua BLK Provinsi, BLK milik Kabupaten/Kota dan lembaga Pelatihan kerja swasta (LPKS), termasuk pelibatan instruktur dari dunia industri sehingga Naker yang telah lulus pelatihan kerja bisa langsung terserap  kedalam dunia kerja,” pinta Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi.

BACA JUGA:

NTB Kini Mampu Mengelola Sampah Plastik Menjadi Solar

Ia menyampaikannya saat memberikan arahan kepada seluruh pejabat struktural Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, di aula Pendopo Wagub di Mataram, Jum’at (28/05/21).

Umi Rohmi kembali mengingatkan, Disnakertrans NTB memiliki tugas dan fungsi yang strategis dengan tantangan dan permasalahan yang sangat  kompleks.

Tugas itu, mulai dari penyediaan kesempatan kerja dan lapangan usaha, penyiapan naker kompeten/terampil. Juga mengatur penempatan kerja hingga perlindungan dan jaminan kesejahteraan social, serta hak-hak pekerja kita harus diperhatikan semuanya.

Termasuk perlindungan terhadap para pekerja Migran (PMI) kita, agar dipastikan bahwa kedepan tidak ada lagi yang berangkat secara unprosedural, tegas wagub.

“Pak kadis, saya tugaskan agar zero unprocedural migran, link and match kebutuhan dan ketersediaan naker,  revitalisasi LTSA dan BLK harus bisa terealisasi di NTB,” pinta Wagub.

Menurutnya, di era Pasar kerja terbuka saat ini, NTB wajib menyiapkan dan menggunakan tenaga kerja lokal, seperti berbagai potensi yang ada di sekolah menengah kejuruan.

Misalnya persiapan untuk pembangunan Smelter di Sumbawa dan Moto GP Mandalika. Kebutuhan tenaga kerja terutama tenaga kerja lokal harus mulai direncanakan dengan riil dilapangan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB. I Gede Putu Aryadi, S.Sos., MH melaporkan kepada Wakil Gubernur, pihaknya kini sedang menata dan mengidentifikasi semua persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi.

Sejak dilantik sebulan lalu, kata Gede, pihaknya intens berkoordinasi dengan seluruh asosiasi dunia industri, guna mewujudkan link and match dengan dunia usaha.

Aryadi juga melaporkan terkait data pemulangan PMI asal NTB.

Menurutnya, dari sejumlah PMI purna ini, sudah banyak yang berhasil mengembangkan usaha mandiri di sektor formal maupun informal.

Mereka sukses karena setelah purna dari bekerja di luar negeri, mereka pulang membawa modal dan juga pengalaman kerja.

Succes story ini tentunya bisa menginspirasi yang lain, dan kita semua untuk mengatasi kondisi krisis akibat pandemi  Covid 19 sekarang ini,” terangnya.

Termasuk di Dinas Tenaga kerja ini, juga menyiapkan pelatihan wira usaha mandiri bagi para PMI kita yang sudah purna.

Dalam pelaksanaan pelatihan kerja berbasis kompetensi, mantan Kadis Kominfotik ini menegaskan pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Pelibatan seluruh unsur menjadi kata kunci.

Ia menjelaskan, selain BLK milik Pemerintah Daerah dan BLK internasional di Lombok Timur, di NTB  juga terdapat 315 LPKS, 104 diantaranya sudah terakreditasi.

Selama tahun 2020, sebanyak 10.202 pencari kerja yang sudah dilatih dengan dukungan 1.053 orang instruktur yang tersebar di NTB.

Sebagian dari para lulusan pelatihan kerja ini, atau sekitar 4 ribu lulusan pelatihan itu belum terserap kedalam dunia kerja.

Karena itu, Komitmen dari dunia industri untuk memberdayakan para naker lokal ini sangatlah diharapkan.***




Bupati Djohan Hadiri Pemakaman (alm) Sahibudin

BAYAN.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH menghadiri prosesi pemakaman (alm) Drs Sahibudin, birokrat yang bertugas di Diskoperindag KLU, Jum’at (28/05/21).

Bupati Djohan melakukan sholat jenazah

Alm Drs Sahibudin

ASN Pemda KLU Drs Sahibudin meninggal didiagnosa mengalami sakit jantung, pada hari Kamis, (27/05/21) di BLUD Puskesmas Bayan.

Pria kelahiran Lombok Tengah tahun 1964 yang bermukim di Desa Anyar tersebut, terakhir mengemban amanah sebagai Kepala Seksi UMKM Pada Diskoperindag KLU.

Memulai sambutannya, Bupati Djohan menyatakan, semua makhluk diciptakan Allah SWT, maka kepadanyalah semua akan kembali, dan setiap yang bernapas mesti akan mengalami kematian.

BACA JUGA:

Menggali Potensi Destinasi Wisata di Sambik Bangkol

“Kehadiran kita karena dua hal, pertama melaksanakan kewajiban sebagai sesama muslim yang masih hidup terhadap keluarga kita yang meninggal dunia. Memandikan, mengkafani, menyolatkan, dan memakamkannya. Kedua bahwa sebagai pengingat suatu saat kita akan mengalami hal serupa. Pimpinan daerah beserta segenap OPD menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya, atas musibah yang terjadi. Sembari berdo’a semoga almarhum ditempatkan sebaik-baiknya di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Dalam tausiahnya, Pimpinan Pesantren Nurul Bayan TGH Abdul Karim menyampaikan, hakikat hidup adalah mesti merasakan kematian dan kehidupan dunia dengan segenap fasilitasnya merupakan kesenangan yang semu. Kubur merupakan tempat persinggahan dalam perjalanan berikutnya.

Tempat transit manusia, kemudian pada saatnya dibangkitkan dan semua akan menuju hadapan Allah SWT.

“Mari kita menyikapi kesenangan hidup dunia ini dengan melupakan tujuan dan proses perjalanan panjang yang sebenarnya. Dengan demikian kita siap menghadapi kematian kapan pun, dimana pun, dan dalam suasana apapun,” urainya.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM Diskoperindag KLU Sadzli Rais SPd mengenang almarhum yang juga bawahannya sebagai birokrat yang ulet, tekun dan bertanggung jawab.

“Mestinya pada Hari Jum’at ini (28/5/2021) agenda almarhum mem-branding produk UMKM yang diagendakan dan dibinanya. Kenyataan berkata lain, kita yang mengantarkannya ke pemakaman. Allah telah memanggilnya dan kita ikhlaskan,” pungkasnya.

Acara berjalan lancar dan khidmat. Diakhiri dengan pembacaan do’a. Selamat berpulang saudara Sahibudin, semua mengenang keluhuran yang telah diabdikan.

BACA JUGA: Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Lenek Terdampak Covid-19

Hadir pula pada kesempatan tersebut, di antaranya Pj Sekda Drs H Raden Nurjati, Pimpinan Pesantren Nurul Bayan TGH Abdul Karim, Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Simparudin SH, Plt.

Juga hadir Camat Bayan Adnan SPd MPd, Para Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Para Kabid, Kasi dan segenap karyawan Diskoperindag, Toga, Toma dan masyarakat setempat.

wld




Menggali Potensi Destinasi Wisata Sambik Bangkol

GANGGA.lombokjournal.com

Menggali potensi sumberdaya lokal seperti destinasi wisata di tiap dusun di Desa Sambik Bangkol (Samba), Kecamatan Gangga, Lombok Utara jadi kegiatan mingguan.

Pemerintah Desa (Pemdes) Samba menggulirkan kegiatan mingguan Sambang Dusun ke semua dusun di Desa Samba. Tujuannya menggali potensi sumberdaya tiap dusun, yang bisa dikembangkan untuk kemajuan desa ke depan. Misalnya potensi wisata dusun.

“Hari ini memang jadwal Pemdes berkunjung ke dusun-dusun di Sambik Bangkol. Rona-rona alam dusun kita ini luar biasa,” ungkap Penjabat (Pj) Kepala Desa Samba, Sarjono, di hadapan masyarakat setempat, Jumat (28/05/21).

Menurutnya, ini menandakan desa Samba kaya potensi alam. Dan berpotensi dikembangkan menjadi lumbung ekonomi.

Sarjono menceritakan, sempat dibisiki mantan Kepala Dusun (kadus), ada potensi wisata Tiu Bombong.

BACA JUGA:

Kawasan Budidaya Lobster Nasional di NTB Dibangun Tahun Ini

“Ke depan bagaimana diupayakan mengembangkan obyek wisata desa kita,” katanya.

Turut hadir membersamai Pj Kades di antaranya Sekdes Samba Hadianto, Kasi Kesra Budiasim, Kaur Keuangan Syekh Abdullah, Operator SID Roni, Staf Kesra Muhammad dan sejumlah perangkat kewilayahan.

Rombongan Pemdes disambut hangat oleh kadus, BPD perwakilan dusun setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga lainnya.

Pada kesempatan road show tersebut, Pj Kades Samba ini mengajak Kepala Dusun, BPD, para tokoh, warga masyarakat dusun setempat serta semua pihak untuk secara bersama mewujudkan Desa Wisata (Dewi) di Samba.

Program tersebut, merupakan salah satu cara untuk mengembangkan perekonomian warga sekaligus menciptakan branding Desa Samba.

Tujuannya, terang Pj Kades yang baru menjabat dua bulan ini, bagaimana  Desa Samba populer di memori masyarakat luas.

“Desa kita memiliki potensi wisata yang tak kalah indahnya dengan desa-desa lainnya di Kecamatan Gangga dan KLU pada umumnya,” jelas Kasubbag Humas pada Bagian Humas dan Protokol Pemda KLU ini.

Desa Samba secara topografis memiliki wilayah yang relatif lengkap. Misalnya, wilayah atas yang sangat elok dengan pemandangan alam perkebunan.

Sedangkan di wilayah tengah terdapat hamparan tanah lapang yang juga indah. Serta di wilayah bawah terdapat pantai yang menawan yang mengarah dari timur ke barat.

Keindahan alam desa yang nyaris komplit, kata Pj Kades Samba, menjadi sumber daya yang unggul untuk kemajuan masyarakat desa di masa mendatang.

Dicontohkan, satu dari sejumlah dusun di Desa Samba yang berpotensi dan wajib dikembangkan.

“Harapan saya agar dikembangkan Tiu Bombong menjadi objek wisata desa kita. Bila ini mampu kita kelola dengan baik, dapat menjadi destinasi wisata unggulan desa di bumi Tetu Gati,” urai Sarjono.

Sambang Dusun dalam kegiatan sambung rasa antara Pemdes Samba dengan masyarakat memang kegiatan rutin setiap Jumat. Tidak hanya di Dusun Sambik Bangkol, tapi merambah ke seluruh dusun.

BACA JUGA:

Bunda PAUD KLU Road Show di Gangga

Hasil dari kegiatan Sambang Dusun nantinya, masih kata mantan Ketua IPMLU Yogyakarta Periode 2008-2009 ini, perlunya fokus rencana program desa menjadi skala prioritas pembangunan desa.

Selain itu penguatan kelembagaan yang ada di Desa, penguatan sinergi semua pihak untuk kemajuan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Disamping itu, perlu penyesuaian anggaran desa baik ADD/DD dialokasikan sesuai skala prioritas pembangunan untuk penguatan pembangunan berskala desa. Dan pembinaan kapasitas dan pendampingan sumber daya manusia dan pelayanan desa yang efektif dan maksimal.

“Masalah di desa kita selama ini ada pada kebijakan perencanaan dan alokasi anggaran pembangunan yang kurang tepat. Kita bisa lihat hingga kini pembangunan kurang memperhatikan skala prioritas. Begitu pula alokasi anggaran seperti kita bagi-bagi biji kacang, sehingga hasilnya tidak nampak. Yang ada hanya penampakan saja,” urainya.

Ke depan, Pemdes Samba akan betul-betul mengutamakan program pembangunan yang dapat memberikan manfaat besar dan nyata bagi masyarakat.

Kemudian mengalokasikan anggaran dalam jumlah yang memadai, sehingga meningkatkan penghasilan masyarakat, menjamin perputaran uang serta menghasilkan PADes Samba.

“Saya berharap kedepan kita bisa menetapkan program pembangunan setiap tahun itu cukup dua atau tiga program saja dengan anggaran yang memadai. Tidak lagi kita cecer anggaran desa kita seperti menabur biji kacang ke tanah lapang. Tapi satu kuncinya bapak-bapak dan saudara-saudara, yaitu kompak, bersatu dan bersinergi satu dengan lainnya. Mari kita bekerja bersama-sama membangun desa kita,” tegas Sarjono.

Pj Kades Samba ini juga menyosialisasikan pentingnya bagi semua warga untuk mematuhi anjuran pemerintah menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Cara memportal diri dan semua orang dari bahaya virus corona.

“Agenda kami selanjutnya adalah sosialisasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di desa. Upaya kita semua mencegah penularan dan penyebaran pandemi Covid-19 di wilayah desa kita,” tutup Sarjono.

ang




Update Covid-19 di NTB: Bertambah 19 Positif, 23 Sembuh

MATARAM.lombokjournal.com

Hari Jumat (28/05/21), Pasien baru positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB), bertambah 19 orang.

Hasil pemeriksaan di laboratorium sebanyak 410 sampel dengan 388 sampel negatif, 3 positif ulangan, dan 19 sampel kasus baru positif Covid-19.

Hari ini terdapat 23 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si dalam siara pers, hari Jum’at (28/05/21).

BACA JUGA:

Update Covid-19 di NTB: Bertambah 61 Pasien Positif

Hasil pemeriksaan tersebut dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram dan Laboratorium Antigen.

“Hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru,” kata Lalu Gita Aryadi dalam siaran persnya.

Dengan tambahan 19 (sembilan belas) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 23 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (28/05/21) sebanyak 13.345  orang.

Rinciannya, 12.261 orang sudah sembuh, 604 meninggal dunia, serta 480 orang masih positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.010 orang dengan perincian 268 orang (1,3%) masih dalam isolasi, 32 orang (0,2%) masih berstatus probable, 19.710 orang (98,5%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 87.395 orang, terdiri dari 2.774 orang (3,2%) masih dalam karantina dan 84.621 orang (96,8%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.305 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.073 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.232 orang (99,1%).

Lalu Gita berharap, bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu pasien yang masih berjuang melawan Covid-19.

BACA JUGA:

Kawasan Budidaya Lobster Terintergrasi di NTB, Dibangun Tahun Ini

“Caranya, dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” katanya melalui siaran persnya.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.