Bocornya SE Menhan, Ini Serangan Balik Broker Alutsista

JAKARTA.lombokjournal.com

Publik sempat dihebohkan beredarnya dokumen milik Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang berencana membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI seharga sekitar Rp 1.760 Triliun.

Nama PT Teknologi Militer Indonesia (TMI), sebuah perusahaan bentukan Yayasan Pengembangan Potensi Sunber Daya Pertahanan Kemhan turut disebut-sebut.

Melalui keterangan tertulisnya, Selasa (01/06/21), Sekretaris perusahaan PT. Teknologi Militer Indonesia (TMI), Wicaksono Aji menepis khabar terkait adanya rencana kerja sama atau kontrak bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) dalam proyek pembelian Alutsista senilai Rp1,760 triliun.

Dana tersebut diambil dari pinjaman luar negeri dengan bunga yang sangat rendah, yang nantinya bakal dicicil hingga 25 tahun.

BACA JUGA:

Bank Indonesia Optimis, Pertumbuhan Ekonomi NTB Meningkat

Perpres tentang pemenuhan kebutuhan alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) itu, tengah dipersiapkan.

“Perlu diketahui bahwa tidak ada satu kontrak-pun dari Kementerian Pertahanan kepada PT. TMI. PT. TMI tidak ditugaskan untuk mengelola pembelian atau pengadaan Alpalhankam oleh Kementerian Pertahanan,” kata Wicaksono dalam keterangan persnya, Selasa (01/06/21).

Wicaksono menjelaskan, perusahaannya dibentuk oleh Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan, yang dulunya adalah Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP), di bawah Kementerian Pertahanan.

Kemudian perusahaan tersebut adalah wadah para ahli-ahli alutista berteknologi canggih, ahli elektronika, dan teknokrat anak bangsa yang mempelajari alih teknologi (ToT) dalam proses pencarian alutsista terbaik.

“Peran kami adalah menganalisa dan memberi masukan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, baik itu pemerintah, pendidikan, ataupun swasta dalam hal ToT,” bebernya.

Sementara itu visi dalam PT. TMI kata dia adalah mewujudkan ToT yang berbobot, yang benar-benar berkualitas, mulai dari segi teknologi maupun teknis.

“Kehadiran kami adalah untuk menjawab permasalahan ToT yang selama ini belum maksimal, yang kerap kali disebabkan oleh beberapa prinsipal yang belum sepenuhnya mau memberikan transfer teknologinya kepada Indonesia,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, H. Bambang Kristiono (HBK) pun angkat bicara terkait masalah ini.

Pria yang dikenal sebagai Samurainya Prabowo ini menegaskan, bergulirnya nama PT. TMI justru merupakan serangan balik dari para broker dan makelar Alutsista yang selama ini menikmati keuntungan berlimpah.

“Kalau boleh saya berpendapat, bergulirnya nama PT. TMI ini adalah serangan balik dari para broker, agen, makelar, dan pemburu-pemburu rente dari proyek pembelian Alutsista. Mereka selama ini menikmati keuntungan melimpah, dan sekarang mereka tidak bisa lagi bermain-main seperti itu karena Menhan Prabowo dalam pengadaan Alutsista langsung mencari dan membelinya ke pabrikan-pabrikan khususnya di luar neger. Sehingga memotong peran broker atau makelar Alutsista yang selama ini menguasai pembelian Alutsista negara kita,” tegas HBK, Selasa (01/06).

Para broker dan makelar Alutsista ini seperti kebakaran jenggot lantaran kebijakan Menhan Prabowo telah mengamputasi peran serta keuntungan besar yang selama ini mereka nikmati.

BACA JUGA:

Gubernur NTB: Event HTCI se Indonesia Pulihkan Pariwisata

Di sisi lain, dengan langkah dan kebijakan Menhan ini, kwalitas dan harga Alutsista yang kita butuhkan, dapat lebih dipertanggung-jawabkan kepada rakyat Indonesia.

Ia mengibaratkan para broker, makelar dan pemburu rente ini seperti orang-orang yang biasa suntik morfin atau narkoba. Ketika narkobanya hilang, maka mereka jadi pada sakau sekarang.

“Saya sangat percaya bahwa semua langkah, tindakan dan upaya yg dilakukan Menhan Prabowo, tidak semata-mata inisiatif apalagi ambisi pribadinya sendiri. Beliau adalah pembantu Presiden Jokowi yang sangat loyal, jadi semua apa yang beliau lakukan pasti karena menjalankan instruksi dan arahan Presiden Jokowi,” tegasnya.

“Menhan tidak ada darah penghianat, saya sangat yakin dia tidak ada niat untuk cari makan apalagi mengeruk keuntungan di persoalan Alutsista ini. Keberadaan dan keterlibatannya di pemerintahan ini, semata-mata untuk membangun pertahanan yang kuat untuk rakyat dan tumpah darah Indonesia. Menurut saya inti persoalannya disitu, tidak di yang lain-lain,” ujar HBK.

HBK menguraikan, kebijakan Menhan Prabowo dilakukan agar sistem pertahanan Indonesia benar-benar kuat, akuntabel, dan dapat dipertanggung-jawabkan kepada rakyat Indonesia.

Sebab, selama ini proses ToT atau transfer of technology dalam pembelian Alutsista ini  dirasa belum maksimal.

“Kita ingin ada ToT yang berbobot, yang berkesinambungan dan yang benar2 berkualitas. Jangan lagi ToT-nya cuma ngecat dan ngelas saja. Jadi semangat yang dibangun pemerintah saat ini adalah bagaimana indhan maju dengan biaya yang efisien, mandiri, agar kita tidak didikte lagi. Kita beli barang tapi ToT nya tidak maksimal. Nach, apabila ToT-nya bisa berjalan baik, ujungnya di pemeliharaan dan perawatan (harwat) alutsista, kita bisa lebih hemat. Setiap service, yang juga tidak kalah mahalnya, kita tidak usah membawa ke negara asalnya. Kita mampu merawat dan memperbaikinya sendiri, ” katanya.

HBK menekankan, Kemhan dibawah kepemimpinan Prabowo adalah pengguna anggaran yang menghendaki pengadaaan alutsista terbaik dengan harga yang semurah-murahnya.

“Intinya kita nggak mau lagi pengelolaan anggaran Kemhan saat ini tidak optimal, apalagi sampai tidak tepat sasaran. Boleh dan wajar dong apabila kemudian ada PT. TMI ikut berperan dalam ngecek harga, mengecek kualitas barang, dan memikirkan ToT-nya untuk perbaikan Alutsista kita kedepan. Karena Kemhan kini di bawah Prabowo ingin agar pembelian alutsista itu mulai mengarah G to G. Government to Government dan tidak lagi tergantung dengan agen, broker juga makelar,” paparnya.

Untuk mengetahui harga yang sebenarnya, kita harus bertanya langsung kepada produsennya sehingga harga yang didapatkan Kemhan tidak dimark-up besar-besaran.

“Sebenarnya kami sudah prediksi ini, bahwa mereka, para mafia yang selama ini mempermainkan harga dan mendapatkan keuntungan yang melimpah akan teriak-teriak dan tidak terima kebijakan ini dijalankan. Padahal kenyataannya, PT. TMI sendiri sampai dengan saat ini, tidak ada mendapatkan kontrak dari Kemhan sama sekali. Dan dalam pertemuan saya dengan mereka, mereka sangat terbuka dan mempersilahkan untuk diperiksa atau diinvestigasi. Masalahnya sekarang, jika kemudian PT. TMI tidak mendapatkan kontrak, dan bukan sebagai pengelola barang yang rp. 1.760 T itu lalu dimana salahnya,” urai HBK.

Spirit PT. TMI dalam membantu Kemhan RI adalah ingin ada harga terbaik untuk pengadaan alutsista terbaik, sesuai direktif Presiden Jokowi untuk masterplan pertahanan kita sampai di 2040.

“Mereka jauh dari pemikiran mencari keuntungan pribadi atau golongan dalam keterlibatannya. Mereka adalah revolusioner-revolusioner baru yang memimpikan perubahan yang signifikan dalam kekuatan pertahanan kita,” ujar HBK.

Me




Presiden Jokowi: Pancasila Harus Jadi Pondasi Perkembangan Teknologi

lombokjournal.com

Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo menegaskan, dalam memperingati Hari Lahir Pancasila harus benar-benar dimanfaatkan untuk mengokohkan nilai-nilai pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Terutama menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mempengaruhi kontestasi ideologi.

Menurut Presiden Jokowi, revolusi industri 4.0 telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog, berinteraksi dan berorganisasi bahkan dalam skala besar yaitu lintas negara.

BACA JUGA:

WAGUB NTB Minta Dinsos Perkuat Peran Revitalisasi Posyandu

Menghadapi semua ini perlu wawasan dan pendalaman nilai-nilai pancasila. Tidak bisa dilakukan dengan cara-cara yang biasa diperlukan cara baru yang luar biasa.

“Kita harus memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama revolusi industri 4.0 saat ini. Pancasila harus menjadi pondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berke-Indonesia-an,” ungkap Jokowi.

Presiden Jokowi menyampaikannya saat berpidato dalam upacara memperingati Hari Lahir Pancasila yang digelar secara virtual di Gedung Pancasila Jakarta, Selasa (01/06/21).

Presiden Jokowi menjelaskan, ketika konektivitas teknologi melanda dunia, maka interaksi antar dunia juga akan semakin mudah dan cepat.

Kemudahan ini bisa digunakan oleh ideolog-ideolog transnasional radikal untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia. Tidak mengenal lokasi dan waktu, kecepatan ideologi transnasional radikal bisa melampui standar normal ketika memanfaatkan perkembangan tekonologi.

Dikatakan, zaman globalisasi dan interaksi antar belahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan.

BACA JUGA:

PEMDA KLU Rapat Evaluasi Program 100 Hari Bupati

Yang harus diwaspadai adalah meningkatakn rivalitas dan pandangan. Termasuk rivalitas antar pandangan, nilai-nilai dan rivalitas antar ideologi. Ideologi transnasional tentu semakin meningkat, memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan strategis.

“Saya mengajak seluruh apara pemerintahan, toga, tomat, para pendidik, kaum profesional dan kaum milenial dan seluruh masyarakat Indonesia untuk bersatu padu dan bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai pancasila dalam mewujudkan Indonesia maju yang kita cita-citakan,” tuturnya.

Dalam upacara memperingati Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni turut diikuti secara virtual oleh Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Drs. H. Lalu Gita Aryadi beserta jajarannya serta seluruh pimpinan daerah dan lembaga terkait di seluruh Indonesia.

Manikp

@kominfo




Kekayaan Bos Facebook, Mark Zuckerberg; Rp1.460 Triliun

lombokjournal.com

Kekayaan bersih CEO Facebook Mark Zuckerberg baru saja melampaui USD100 miliar atau sekitar Rp1.460 triliun (kurs Rp14.595 per USD1) untuk pertama kalinya, berkat harga saham perusahaan media sosial itu melonjak selama Covid-19.

Menurut Bloomberg, kekayaan itu membuat Mark bergabung dengan CEO Amazon Jeff Bezos dan pendiri Microsoft Bill Gates yang juga telah meraup kekayaan lebih dari Rp1.460 triliun.

BACA JUGA:

Inilah Millennial Paling Kaya di Dunia

Ketiganya itu dilaporkan orang yang memiliki kekayaan setidaknya Rp1.460 triliun di dunia ini.

Mark sendiri punya 13 persen saham di Facebook. Harga saham Facebook naik setelah merilis Instagram Reels, fitur yang dianggap pesaing TikTok.

Facebook juga masih jadi sorotan bersama CEO Amazon, Apple dan Google di Big Teck dan Kongres pada 29 Juli gara-gara anggota parlemen khawatir atas antitrust.

BACA JUGA:

Beri Perhatian Saat Anak Pegang Handphone

Mark sendiri pernah menyatakan di masa lalu kalau ia ingin memberikan 99 persen saham Facebook miliknya selama dia hidup.

Business Insider




Inilah Daftar Milenial Paling Kaya di Dunia

lombokjournal.com

Ada 2.755 miliuner di seluruh dunia, yang jumlah total seluruh kekayaannya mencapai USD13 triliun.

Tapi tahukah bahwa 100 di antara orang terkaya itu masuk kategori milenial.

Yang dimaksud milenial yaitu mereka yang lahir di antara tahun 1981 sampai 1996. Berarti saat ini banyak orang yang masih berusia muda tapi kekayaannya sudah berlimpah. Ini menurut data Forbes.

Mark Zuckerberg

Forbes baru saja mengeluarkan daftar anak-anak muda milllennial yang menjadi orang terkaya di dunia.

Dari 10 milenial yang ada dalam daftar tersebut, Amerika dan China bersaing ketat dengan masing-masing memiliki 4 orang di dalam daftar tersebut walau Mark Zuckerberg, si pendiri Facebook, masih berada di urutan pertama.

Kalangan milenial atau anak-anak muda ini merepresentasikan sekitar 3,8 persen dari seluruh miliuner yang ada di dunia, dengan kombinasi kekayaan total USD573,1 miliar.

BACA JUGA:

Kekayaan Bos Facebook, Mark Zuckerberg Mencapai Rp1.460 Triliun

Milenial paling tua yang masuk daftar orang kaya raya itu baru memasuki usia ke-40 pada 2021. Sedangkan yang paling muda ada di usia 25 tahun.

Berarti, millennial itu merupakan miliuner termuda di dunia. Bahkan ada yang masuk golongan Gen-Z, yakni Wang Zelong dari China yang berusia 24 tahun dan Kevin David Lehmann dari Jerman, yang masih berusia 18 tahun. Wow..

Ternyata milenial terkaya itu sebagian besar berasal dari Amerika dan Cina. Dari 10 orang millennial terkaya dunia itu, empat orang berasal dari Amerika dan 4 orang berasal dari China.

Sisanya masing-masing dari Rusia dan Brasil, yakni Pavel Durov si pendiri Telegram dan Eduardo Saverin yang pernah menjadi investor awal Facebook, sebelum dikhianati oleh Mark Zuckerberg.

China memang menjadi tempat kedua bagi miliuner muda di dunia. Dari 100 orang miliuner itu sebanyak 33 orang berasal dari Amerika, sedangkan China menduduki posisi kedua dengan 23 miliuner.

BACA JUGA:

Bank Indonesia Optimis, Pertumbuhan Ekonomi NTB Meningkat

Faktanya, sebanyak 86 persen anak muda terkaya di dunia itu memiliki kekayaan yang bertambah banyak dibanding setahun lalu.

Misalnya, Mark Zuckerberg yang pada 2020 tercatat memiliki kekayaan hanya USD35 miliar naik menjadi USD97 miliar di tahun ini.

Sedangkan Zhang Yiming yang menduduki posisi dua dalam daftar tersebut memiliki kekayaan USD19,4 miliar di 2020 dan kini kekayaan mencapai USD35,6 miliar.

Berikut daftar 10 anak muda milenial yang masuk dalam daftar orang terkaya di dunia.

  • Mark Zuckerberg (AS) kini berusia 36 tahun dengan total kekayaan USD97 miliar
  • Zhang Yiming (China) berusia 37 tahun, total kekayaan USD35,6 miliar
  • Yang Huiyan & family (China) usia 39 total kekayaan USD29,6 miliar
  • Dustin Moskovitz (AS) usia 36 kekayaan USD17,8 miliar
  • Su Hua (China) usia 39 tahun kekayaan USD17,8 miliar
  • Pavel Durov (Rusia) usia 36 tahun total kekayaan USD17,2 miliar
  • Lukas Walton usia 34 tahun total kekayaan USD15.6 miliar
  • Eduardo Saverin (Brasil) usia 39 tahun dengan total kekayaan USD14,6 miliar
  • Cheng Yixiao (China) berusia 37 tahun dengan total kekayaan USD14,1 miliar
  • Brian Chesky (AS) berusia 39 tahun, total kekayaan USD13,7 miliar

Uzon.id




Pemda KLU Rapat Evaluasi Program 100 Hari Bupati

TANJUNG.lombokjournal.com

Pemerintah Daerah Lombok Utara melaksanakan rapat evaluasi Program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara periode 2021-2026 di Aula Bupati, Senin (31/05/21).

Evi Winarni, SP., M.Si

Dalam rapat yang dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Drs. H. Raden Nurjati tersebut, masing-masing koordinator melaporkan capaian yang dilakukan oleh semua OPD selama 74 hari terakhir.

Menurut laporan Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KLU Evi Winarni, SP., M.Si., selaku Koordinator Umum pelaksanaan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati, dari empat program yang dirumuskan, hanya program “Pariwisata KLU Bangkit” yang belum menunjukkan progres sejauh ini.

BACA JUGA:

Bank Indonesia Optimis, Pertumbuhan Ekonomi NTB Meningkat

“Kesimpulannya, dari 100 hari kerja Bupati yang kelihatan progresnya hanya dua item, yaitu di memarak dan merikeq. Namun apabila kemarin kegiatan Bapenda itu kita masukkan dalam kategori Pelayanan Prima maka hanya itu yang bergerak, sedangkan yang Pariwisata Bangkit ini yang sama sekali belum kelihatan pergerakan,” terangnya.

Menurut Evi, penilaian tersebut didasarkan atas indikator-indikator tertentu yang telah ditetapkan berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan dan sudah terdokumentasi dengan baik dalam sebuah laporan.

BACA JUGA:

Pariwisata NTB Akan Berbenah Jelang Event Internasional

Di akhir penyampaiannya, Koordinator Umum Evi Winarni mengatakan, Pemerintah Daerah akan menyampaikan hasil capaian program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati secara terbuka kepada publik apabila program ini telah mencapai batas waktunya.

Seperti diketahui bersama program 100 hari ini dimulai sejak tanggal 17 Maret 2021 dan akan berakhir pada tanggal 26 Juni 2021.

@ng




Bank Indonesia Optimis, Pertumbuhan Ekonomi NTB Meningkat

Penilaian Bank Indonesia, kolaborasi bersama Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten/Kota, institusi vertikal, BUMN dan perbankan, mempercepat ekonomi NTB jadi lebih baik

MATARAM.lombokjournal.com Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB Heru Saptaji  optimis, proyeksi pertumbuhan ekonomi NTB akhir 2021 akan meningkat.

Akselerasi pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan I 2021 sudah menunjukkan arah perbaikan yang signifikan. Sebelumnya, kontraksinya berada pada minus 3,03 persen, menyusut menjadi minus 1,13 persen (y on y) tahun 2021.

“Insya Allah pada triwulan II dan III hingga keseluruhan tahun 2021 akan terus membaik. Sehingga perspektif pertumbuhan ekonomi NTB akan kembali positif 3,8 hingga 4,2 persen,” ungkapnya.

Heru menyampaikannya dalam laporan perkembangan perekonomian NTB  bersama Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, kepala OJK, kepala institusi vertikal, BUMN, kepala cabang perbankan serta puluhan kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB di Kantor BI NTB, Senin (31/05/21).

BACA JUGA:

Pariwisata NTB Berbenah Jelang Event Internasional

Menurutnya, semangat sinergi antar semua pihak dengan meningkatkan kolaborasi menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah yang lebih baik lagi ke depan.

Baik itu kolaborasi bersama Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten/Kota, institusi vertikal, BUMN dan perbankan agar bagaimana merealisasikan dan mempercepat ekonomi yang lebih baik lagi.

“Semoga dengan kesamaan visi dan semangat akan membawa perbaikan kinerja perekonomian di NTB yang lebih sejahtera bagi kehidupan masyarakat,” teranngnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB telah merilis pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB pada 05 Mei 2021.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB triwulan 1 tahun 2021 terhadap triwulan IV tahun 2020 diwarnai faktor musiman pada kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh 10,95 persen.

Pertumbuhan positif juga terjadi pada kategori jasa lainnya sebesar 5,67 persen.

Kategori transportasi dan pergudangan sebesar 4,85 persen. Begitu juga kategori pengadaan listrik dan gas sebesar 3,20 persen dan kategori jasa Kesehatan serta kegiatan sosial sebesar 2,98 persen.

Pertumbuhan positif pada sejumlah kategori lapangan usaha tersebut tidak cukup menahan terjadinya kontraksi ekonomi Provinsi NTB pada triwulan 1 tahun 2021, yaitu sebesar 3,30 persen.

BACA JUGA:

Pasien Covid-19 di NTB, Melonjak 139 Positif

Kondisi tersebut disebabkan oleh terjadinya kontraksi ekonomi pada sejumlah kategori lapangan usaha yang memiliki kontribusi besar.

Seperti kategori pertambangan dan penggalian 10,18 persen, kontruksi sebesar 15,42 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum 8,98 persen. Sedangkan kategori administrasi, pertahanan dan jaminan sosial wajib 13,19 persen.

Manikp

@kominfo




Pasien Covid-19 di NTB, Melonjak 139 Positif

MATARAM.lombokjournal.com

Pasien baru positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB), hari Senin (31/05/21), bertambah  139 kasus baru positif Covid-19.

Hasil pemeriksaan telah dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RS Bhayangkara, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram, dan Laboratorium Antigen.

Dari pemeriksaan sebanyak 1088 (seribu delapan puluh delapan) sampel dengan 938 sampel negatif, 11 positif ulangan, dan 139  sampel kasus baru positif Covid-19.

Meski terjadi lonjakan 139 pasien positif, namun hari Senin juga terdapat 139 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19

Update Covid-19 itu disampaikan dalam press release Sekretaris Daerah Selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang diterima media hari Senin (31/05/21)

BACA JUGA:

Pariwisata NTB Berbenah Jelang Event Internasional

“Hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru,” kata Lalu Gita Aryadi melalui press releasenya, hari Senin.

Dengan adanya tambahan 139 (seratus tiga puluh sembilan) kasus baru terkonfirmasi positif Covid19, 139 (seratus tiga puluh sembilan) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (31/05/21) sebanyak 13.550 orang.

Rinciannya,  12.467  orang sudah sembuh, 604 meninggal dunia, serta 479 orang masih positif.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif, jelas Lalu Gita.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.097 orang. Rinciannya, 254 orang (1,3%) masih dalam isolasi, 36 orang (0,2%) masih berstatus probable, 19.807 orang (98,5%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 87.993 orang, terdiri dari 2.808 orang (3,2%) masih dalam karantina dan 85.185 orang (96,8%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.340 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.084 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.256 orang (99,1%).

BACA JUGA:

Wagub NTB Minta Dinsos Perkuat Peran Revitalisasi Posyandu

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119




Beri Perhatian Saat Anak Pegang Handphone

Jaka Prawira Dirja, mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, penggunaan handphone  di kalangan perlajar dan mahasiswa tidak dapat dihindari. Mulai dari anak di bawah 10 tahun pun sudah memiliki handphone atau HP atau tepon genggam, setidaknya ia mulai diberi keleluasaan pegang pernangkat komunikasi itu.

Sebab bagi pelajar maupun mahasiswa di awal tahun 2021, semua proses pembelajaran dilakukan secara daring.

Penggunaan telpon genggam dalam waktu yang lama dapat membuat mata menjadi sakit. Apalagi bila digunakan selama berjam-jam. Bukankah anak-anak di masa sekarang sering sekali menggunakan telpon dalam jangka waktu yang cukup lama.

BACA JUGA:

Media Sosial Pengaruhi Perilaku Remaja

Karena beragam alasan, biasanya orang tua pun tidak menegur. Justru (biasanya) membiarkan anaknya menggunakan alat komunikasi itu hampir tanpa batas waktu. Padahal, kalau anak-anak semakin diberi kebebasan seperti itu, maka anak-anak semakin tergantung dan dikendalikan oleh telpon genggam.

Orang tuanya juga membiarkan anaknya fokus dengan HP-nya, alasannya karena anaknya lebih diam di rumah dan tidak keluyuran. Padahal sebenarnya itu akan membahayakan dan juga dapat menyebabkan anaknya jadi kurang bergaul. Dan cenderung apatis alias kurang menjalin komunikasi dengan masyarakat di sekitarnya. Ini merupakan tanda-tanda seorang anak yang kecanduan.

Kecanduan terhadap telpon dapat mempengaruhi pola makan dan juga pola pikir anak. Tanda-tanda yang jelas, anak-anak jadi kurang nafsu makan (bahkan bisa jadi kurang tidur) karena terlalu fokus dengan HP-nya. Kita pun bisa langsung merasakan bahwa memandang layar HP yang berlebihan bisa menyebabkan terganggunya saraf mata dan otak. Karena jam tidur terganggu dan juga mata kurang istirahat.

Ada beberapa kasus, berlama-lama fokus dengan HP menyebabkan gangguan jiwa hingga kebutaan anak-anak di bawah umur. Sebagian besar orang sebenarnya sudah mengetahui, HP yang diberikan pada anaknya hanya sedikit waktu yang digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas dari sekolah. Justru waktu yang lama digunakan untuk bermain game online dan yang lainnya.

Disini peran orang tua sangat penting dan dibutuhkan dalam mengawasi dan juga mengamati kegiatan anaknya saat bermain telpon. Apakah mereka hanya membuka situs belajar atau yang lainnya.

BACA JUGA:

Pengurus IKA Unram Luar NTB Keluar Barisan

Tetapi seringkali (karena berbagai alas an, orang tua suka lalai. Sehingga terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk penanganannya menurut saya pribadi, harus ada perhatian dan memberi batas waktu bermain HP anaknya. Kesadaran dini dari orang tua diperlukan, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan menimpah anak-anak yang kita cintai.***

 

 




Media Sosial Pengaruhi Perilaku Remaja

Yudis Dwi Prayuda, mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Teknologi komunikasi makin maju, dan berbarengan dengan itu (tidak dipungkiri) manusia makin membutuhkan hadirnya internet dalam kehidupan sehari-hari.

Saat ini kebutuhan akan jaringan internet makin dibutuhkan manusia, baik dalam kegiatan sosialisasi, pendidikan, kegiatan bisnis dan sebagainya.

Tentu saja, kesempatan ini menjadi peluang bisnis yang langsung disambut dengan gesit oleh vendor smartphone (telpon pintar) serta tablet murah yang sangat mudah dijumpai dan menjadi trend. Mari kita perhatikan, sekarang ini (hampir) semua orang memiliki smartphone, dan dengan demikian manusia makin membutuhkan jaringan internet.

BACA JUGA:

Beri Perhatian Anak Saat Pegang Handphone

Dan hadirnya smartphone maka media sosial pun ikut berkembang pesat.

Media sosial merupakan situs di mana seseorang dapat membuat web page pribadi, dan terhubung dengan setiap orang yang tergabung dalam media sosial yang sama, untuk berbagi informasi dan melakukan komunikasi.

Jika media konvensional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet.

Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk bergabung dan berpartisipasi dengan memberikan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta memberi informasi dalam waktu yang cepat dan tak berbatas. Media sosial menghapus batasan-batasan dalam bersosialisasi. Di dalam media sosial tidak ada batasan ruang dan waktu, mereka dapat berkomunikasi kapan pun dan di mana pun mereka berada.

Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan atau pergaulan sosial. Seseorang yang asalnya ‘kecil’ dan ‘bukan siapa-siapa’ tiba-tiba berubah menjadi figur yang sangat dikenal, dan menjadi ‘besar’  serta menjadi ‘perbincangan ramai’. Hal seperti itu memungkinkan terjadi dengan adanya media sosial, Dan begitu pun sebaliknya, orang yang semula ‘besar’ tiba-tiba menjadi ‘ubukan siapa-siapa’.

Bagi masyarakat indonesia khususnya kalangan remaja, media sosial seakan sudah menjadi kebutuhan pokok, seperti makan dan minum.  Ada yang menyebutnya sudah seperti candu, karena tiada hari yang dilalui tanpa membuka media sosial. Bayangkan, hampir sepenuh waktunya dalam sehari-hari tidak lepas dari smartphone.

Media sosial yang paling sering digunakan oleh kalangan remaja antara lain: Facebook, LINE, Whatshapp, Twitter , Path, Youtube, Messenger.

Masing-masing media sosial tersebut memiliki keunggulan tersendiri dalam menarik pengguna media sosial yang mereka miliki. Media sosial memang menawarkan banyak kemudahan yang dapat membuat para kalangan remaja betah berlama-lama berselancar di dunia maya.

Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi feedback secara terbuka untuk berkomentar, serta membagikan informasi yang diperoleh dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.

BACA JUGA:

Resmikan HIMBUDLU Jabodetabek, Wabup Danny Ajak Elemen Muda Jadi Agen Kemajuan

Kalangan remaja yang mempunyai media sosial biasanya memposting kegiatan pribadinya, curhatannya, serta foto-foto bersama teman-teman dan keluarga. Dalam media sosial siapapun dapat dengan bebas berkomentar serta menyalurkan pendapatnya tapa rasa khawatir.

Karena  dalam internet khususnya media sosial sangat mudah memalsukan identitas atau jati diri untuk melakukan suatu tindakan kejahatan. Padahal dalam perkembangan sekolah, remja berusaha mencari identitasnya dengan bergaul bersama teman-teman sebayanya.

Namun saat ini seringkali remaja yang beranggapan bahwa semakin aktif dirinya di media sosial maka mereka akan dianggap semakin keren dan gaul. Sedangkan remaja yang tidak mempunyai media sosial biasanya dianggap kuno atau ketinggalan jaman dan kurang gaul.***

 




Pasien Positif Covid-19 di NTB, Minggu: Bertambah 20 Positif

MATARAM.lombokjournal.com

Pasien baru positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB), hari Minggu (30/05/21), bertambah  20 sampel kasus baru positif Covid-19.

Hasil pemeriksaan telah dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, dan Laboratorium Antigen Klinik Dena Medika.

Pemeriksaan dilakukan pada 86 sampel dengan 57 sampel negatif, 9 positif ulangan, dan 20 sampel kasus baru positif Covid-19.

Hari ini terdapat 23 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si dalam siara pers, hari Minggu (30/05/21).

“Hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru,” kata Lalu Gita Aryadi melalui press release yang diterima media, hari Minggu (30/05).

Dengan adanya tambahan 20 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 23 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu (30/05/21) sebanyak 13.411 orang.

BACA JUGA:

Gubernur NTB Ingatkan Kolaborasi dan Inovasi Dunia Usaha

Rinciannya, dengan perincian 12.328 orang sudah sembuh, 604 meninggal dunia, serta 479 orang masih positif.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.082 orang dengan perincian 272 orang (1,4%) masih dalam isolasi, 32 orang (0,1%) masih berstatus probable, 19.778 orang (98,5%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 87.807 orang, terdiri dari 2.881 orang (3,3%) masih dalam karantina dan 84.926 orang (96,7%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.339 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.084 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.255 orang (99,1%).

BACA JUGA:

Kompetensi Naker Harus “Link and Match” Dengan Industri

Lalu Gita berharap, penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu yang masih berjuang melawan Covid-19.

“Caranya,  dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.