Bupati dan Wabup Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Lombok Utara

GANGGA.lombokjournal.com

pada era digital minat baca kurang terlebih anak-anak lebih seneng dengan handphone. Diharapkan, berdirinya gedung perpustakaan ini, minat baca akan timbul kembali.

Bupati Djohan menyampaikan, pada era digital minat baca kurang terlebih anak-anak lebih seneng dengan handphone. Diharapkan, berdirinya gedung perpustakaan ini, minat baca akan timbul kembali.

“Pengetahuan akan kita peroleh dari gemar membaca. Banyak hal yang bisa kita peroleh dari membaca. Sebagai langkah awal, kita mulai membangun pada tahun 2021. Pemda berterima kasih atas bantuan pemerintah pusat berupa gedung perpustakaan. Adapun lokasinya, kita tempatkan di pinggir jalan agar banyak pihak yang bisa masuk ke perpustakaan,” tuturnya.

BACA JUGA: Bupati Djohan Singgung Pembangunan Kantor Bupati

Gedung Perpustakaan yang berlantai dua tersebut, dilengkapi dengan buku yang bisa dibaca oleh anak-anak dan semua masyarakat yang ada di Lombok utara.

Menurut bupati, gemar membaca ini harus ditumbuh kembangkan, terutama pada kalangan anak-anak kita. Dengan perkembangan teknologi sekarang, kelihatannya gemar membaca ini sudah menghilang.

“Adanya gedung dan tempat ini bisa jadi daya tarik minat baca,” katanya.

Menurut Bupati Djohan, terkait sumber daya manusia yang dimiliki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang masih kurang, perlu untuk ditambah.

Mengingat penting perannya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui program gemar membaca.

“Saya yakin dan percaya mudah-mudahan dengan kita mendirikan gedung perpustakaan ini, minat baca kita semua anak-anak dan masyarakat akan tumbuh kembali sehingga banyak ilmu yang bisa diperoleh dari gemar membaca,” imbuhnya.

Selain itu pula Bupati Djohan menyampaikan jika ada pembangunan yang melibatkan tenaga pertukangan, supaya memanfaatkan tenaga kerja lokal.

BACA JUGA: Wabup Danny: Bangunan ACT di Gondang Harus Dibongkar

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ir Lalu Mustain MM, dalam laporannya menyampaikan berkat perjuangan panjang, akhirnya bisa melakukan pembangunan gedung perpustakaan dengan nilai berkisar 10 miliar yang berasal dari bantuan pemerintah pusat.

“Awalnya kita mau bangun di Tanjung, namun karena tempat dan aksesnya jauh sehingga dipertimbangkan kembali dan akhirnya Gangga yang dulunya sebagai eks Gedung Serbaguna dan Kantor PKK. Tempatnya strategis tepat pinggir jalan,” tandasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan Peletakan Batu Pertama dan dilanjutkan peninjauan Seat Plan Gedung Perpustakaan.

Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, Para Asisten dan Staf Ahli, Kepala OPD, Plt Camat Gangga, serta undangan lainnya.

rar




Wabup KLU: Bangunan ACT di Gondang Harus Dibongkar

TANJUNG.lombokjournal.com

Usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan, Wakil Bupati, Dany Karter Febrianto,R.ST.M.Eng, didampingi Asisten 1, Simparudin, Camat Gangga Parihin,S.Sos dan Anggota Babinsa Gangga, meninjau lokasi bangunan sementara Aksi Cepat Tanggap (!CT) untuk korban gempa bumi 2018.

Dari lokasi Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan, rombongan jalan kaki sekitar 400 meter menuju lapangan Gondang melihat secara langsung sejumlah rumah sementara yang dibangun ACT.

Rumah sementara itu sebagai hunian sementara warga msyarakat Gondang, yang rumahnya hancur akibat bencana Gempa Bumi 7,0 SR di Lombok tahun 2018 yang lalu.

Wabup Danny Karter menyampaikan, bangunan rumah yang ada di lapangan umum Gondang ini harus segera di bongkar. Sebab ada tuntutan masyarakat, agar lokasi itu bisa dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan, baik olah raga, maupun kegiatan lainnya.

BACA JUGA: Bupati Djohan Singgung Pemangunan Kantor Bupati

Wabup Danny memerintahkan Camat Gangga, Parihin, S.sos, untuk segera melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Gondang dan pihak ACT. Sekaligus menghadirkan pihak pihak terkait lainnya seperti, Kadus, Toma,Toga dan unsur Pemuda.

Sebelum ada keputusan musyawarah diharapkan pihak pihak terkait melakukan koordinasi atau bersurat dulu dengan ACT. Selanjutnya, dimusyawarahkan dengan perwakilan tokoh tokoh yang disebutkan diatas.

Sebenarnya rencana pembongkaran ini sudah lama, namun tertunda karena ada sebagian kecil warga korban gempa yang masih menempati rumah tersebut.

Wakil Bupati KLU maklumi terutama kalangan pemuda yang mendesak agar bangunan rumah sementara yang dibangun pihak ACT segera dibongkar, dan dikembalikan pada fungsinya semula.

Danny Carter dan Simparudin pertegas kembali, agar Camat Gangga segera menyurati pihak ACT, yang kemudian dimusyawarahkan di Desa dengan menghadirkan pihak-pihak terkait.

Apabila sudah disepakati kemudian baru dilakukan pembongkaran. Dan bahan bahan bekas pembongkaran yang masih cukup kuat dan bagus diperuntukan kepada warga yang masih menempati hunian sementara.

“Utamakan mereka yang belum mendaparkan RTG dan untuk kepentingan umum lainnya seperti, sekolah sekolah Marrash, Masjid, Musholla,” pesan Wabup.

Pada kesempatan yang sama, Asisten 1 dan Camat Gangga memanggil Sedes Desa Gondang dan Kadus Kr. Pendagi (Abd. Karim-Saparudin) untuk diminta penjelasan tentang berapa jumlah masyarakat yang masih menghuni rumah sementara ACT.

BACA JUGA: Gubernur Zul Ajak Pondok Pesantren Melek Funansial

Keduanya mengaku, jumlah warga yang menempati awal terjadi gempa bumi 2018 mencapai sekitar 200.

Saat ini sudah jauh berkurang karena sebagian besar sudah kembali ke rumah masing masing, kata Kadus dan Sekdes.

@ng




Bupati Djohan Singgung Pembangunan Kantor Bupati

Gedung Layanan Perpustakaan menelan anggaran Rp9 miliar lebih

TANJUNG.lombokjournal

Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara, H DJohan Syamsu, SH dan Dany Karter Febrianto,R.ST.M.Eng hadiri peletakan batu pertama Gedung Layanan Perpustakaan yang berlokasi di Sekretariat Serbaguna Gondang, Senin (07/06/21).

Bupati H. Djohan Sajamsu

Gedung Layanan Perpustakaan itu dibangun dengan anggaran sekitar Rp 9.640.325.826.22,- oleh pemenang tender PT.Putra Lintas Raya di bawah konsultan Pengawas PT. VARTEXINDO Konsultan Tehnik.

Bupati Djohan Syamsu mengatakan, selain dibangunnya Gedung Layanan Perpustakaan, Ia juga berharap agar segera dipikirkan pembangunan Kantor Bupati, Kantor DPRD serta Kantor Kantor OPD lainnya yang sudah rusak akibat gempa bumi 2018 lalu.

Sebab hingga saat ini lanjut Djohan, beberapa Kantor OPD masih sementara.

BACA JUGA: Gubernur Zul Ajak Mahasiswa Aktif Berorganisasi 

Diharapkan kepada semua pihak untuk sama sama memikirkan dan mencarikan solusi yang tepat untuk segera dibangunnya Gedung, Kantor yang tersebar di kisaran Tanjung dan Gangga.

Posisi Gedung Kantor Bupati dan DPRD tetap berada di pusat Ibukota Tanjung, namun kantor kantor yang lain tetap harus tersebar di dua Kecamatan yaitu Tanjung dan Gangga, kata Djohan.

Demikian halnya dengan Kodim, sudah disiapkan lahan persawahan di Desa Gondang Kecamatan Gangga.

“Pusat ibukota tidak sebatas Tanjung dan kita perlu perluasan hingga ke Gangga dengan batas timur di Dusun Lempenge Desa Rempek Kecamatan Gangga,” ujar Bupati Djohan.

Pada kesempatan ini Bupati juga menyinggung soal kop surat masing masing OPD tetap menggunakan alamat pusat Kantor Bupati yang ada di Tanjung, kalaupun posisi perkantoran OPD tersebar di wilayah Gondang.

“Jangan lagi Kop Surat menggunakan Gondang atau Gangga, sebab Kantor Bupati berpusat di Tanjung,” kata Djohan.

BACA JUGA: Gubernur Zul Ajak Ponpes Melek Finansial

Wilayah perkotaan diperluas supaya kegiatan ekonomi masyarakat tersebar hingga ke wilayah kecamatan Gangga.

“Ini penting saya sampaikan dan sedang dirancang untuk di bahas dengan DPRD dalam Musrenbang Tata Ruang wilayah untuk dibahas dngan DPRD,” jelasnya.

Berdasarkan tata ruang itulah sebagai pedoman awal membangun Lombok Utara ke depan.

Jadi jelas, mana daerah yang menjadi pusat pemerintahan dan mana daerah yang bisa dijadikan pusat perdagangan dan lain-lain.

@ng




Pasien Positif Covid-19, Minggu, Bertambah 14 Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Dari pemeriksaan laboratorium di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada  181 sampel, telah dikonfirmasi adanya penambahan 14 pasien positif Covid-19 di NTB, hari Minggu (06/06/21).

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSD Praya, dan Laboratorium Antigen.

Hasil lengkap pemeriksaan pada 181 sampel dengan 158 sampel negatif, 9 positif ulangan, dan penambahan 14 pasien positif Covid-19.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, Minggu (0’6/06).

Hari Minggu hanya ada penambahan 3 orang yang selesai isolasi, dan dinyatakan sembuh dari Covid-19.

BACA JUGA:

Pelaksanaan Dana Aspirasi Narsudin di Desa Gumantar Jadi Sorotan

“Hari Minggu terdapat 2 penambahan kasus kematian baru,” Lalu Gita melalui press release pada Hari Minggu.

Dengan adanya tambahan 14  kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 3 tambahan sembuh baru, dan 2 (kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di
Provinsi NTB sampai hari Minggu (06/06) sebanyak 13.715 orang.

Rinciannya, 12.589 orang sudah sembuh, 608 meninggal dunia, serta 518 orang masih positif.

Dijelaskan Lalu Gita, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.289 orang dengan perincian 184 orang (0,9%) masih dalam isolasi, 29 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.076 orang (99%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 88.750 orang, terdiri dari 2.868 orang (3,2%) masih dalam
karantina dan 85.882 orang (96,8%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.449 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.057 orang (0,9%).

BACA JUGA:

Desa Senaru dan Malaka di KLU Kecipratan Dana Kementerian Desa RI

Dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.392 orang (99,1%).

Lalu Gita berharap, penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu yang masih berjuang melawan Covid-19. Caranya?

“Dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” kaanya.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.
\




Pelaksanaan Dana Aspirasi Narsudin di Gumantar Jadi Sorotan

Wakil Ketua DPRD Lombok Utara beri penjelasan tentang pelaksanaan Dana Aspirasi

KLU.lombokjournal.com

Kisruh dugaan penyelewengan dana aspirasi oleh salah satu anggota dewan di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara makin  menjadi sorotan banyak pihak.

Narsudin, salah seorang anggota dewan asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam pelaksanaan dana aspirasi di Desa Gumantar, dinilai tidak benar-benar memenuhi aspirasi masyarakat.

Pasalnya, warga memasalahkan dana aspirasi  tersebut salah sasaran, karena proyek dana aspirasi pembuatan talut atau tanggul pada pinggir jalan umum Desa Gumantar hanya menguntungkan pemilik tanah saja.

BACA JUGA:

Pasien Positif Covid-19, hari Minggu, bertambah 13 Orang

Selain itu juga warga mengkritik terkait tidak tercantumnya detail anggaran pada papan nama atau banner yang dipasang pada lokasi proyek tersebut.

Itulah pangkal persoalannya, sehingga masyarakat menyoroti pelaksanaan terkait dana aspirasi oleh Narsudin.

Terkait sorotan dana aspirasi itu, lombokjournal.com menelusuri mekanisme pelaksanaannya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara, H. Burhan M Nur, S.H memberi mengklarifikasi. Saat dihubungi lombokjournal.com, politisi Partai Demokrat itu memberikan informasi terkait dana aspirasi untuk masyarakat.

Burhan M Nur menghimbau, agar masyarakat tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan terkait permasalahan dugaan penyelewengan dana aspirasi di Desa Gumantar tersebut.

“Dana aspirasi tidak serta merta dieksekusi tanpa adanya permintaan dari masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA:

Gili Matra dan Gili Balu Menuju Rehabilitasi Terumbu Karang

Menurutnya, dana aspirasi dilaksanakan sesuai dengan permintaan atau pengajuan dari masyarakat.

Ditemui di kediamannya, H.Burhan M Nur, S.H menjelaskan, sebaiknya masyarakat perlu memahami dulu terkait mekanisme pelaksanaan atau perencanaan dana aspirasi sebelum dieksekusi oleh anggota dewan.

Setiap perencanaan dari dana aspirasi sesuai dengan apa yang diinginkan atau yang diajukan oleh masyarakat kepada anggota dewan.

Burhan meyakini, pelaksanaan atau eksekusi dana aspirasi di Desa Gumantar sudah pasti atas dasar permintaan dari masyarakat.

“Kami juga memiliki media untuk mengontrol kinerja dari teman-teman anggota dewan,” tegasnya.

Dijelaskan Burhan, perlu diketahui bahwa dana aspirasi diturunkan sesuai permintaan masyarakat. Dan permintaan masyarakat itu tidak harus melalui acara formal.

Bisa saja permintaan itu melalui obrolan santai atau pada kondisi ketika warga sedang kumpul-kumpul, bertemu dijalan dan lain sebagainya.

“Jadi tidak mungkin dana aspirasi itu diturunkan tanpa adanya pengajuan atau permintaan dari masyarakat,” jelas Burhan.

Lebih lanjut dijelaskan Burhan, tiap anggota dewan memiliki konsultan pengawas maupun konsultan perencana untuk dana aspirasi.

Dan anggota dewan tidak serta merta bisa melakukan eksekusi dana aspirasi tanpa adanya konsultan yang mengawasi setiap dana aspirasi yang diturunkan pada anggota dewan. Perencanaan dana aspirasi bukan atas pertimbangan pribadi setiap anggota dewan.

Tapi sesuai dengan keputusan bersama dengan konsultan perencana dan konsultan pengawas.

“Setiap proyek melalui dana aspirasi, ada juga konsultan perencananya dan konsultan pengawasnya yang dibayar langsung oleh negara, bukan DPR yang jadi pengawas tapi ada yang memang mengawasi dana aspirasi tersebut.” kata Burhan.

Namun Burhan juga menjelaskan, permasalahan dana aspirasi di Desa Gumantar itu menjadi bahan evaluasi bagi anggota dewan khususnya pimpinan DPRD Kabupaten Lombok utara.

Burhan berharap permasalahan tersebut tidak berlarut-larut dan menjadi konflik berkelanjutan antara masyarakat dengan anggota dewan.

“Jadi sah-sah saja masyarakat menyampaikan kritik maupun protes, tapi jangan dulu cepat mengambil kesimpulan. Sebaiknya perlu komunikasi dengan anggota dewan yang ada agar bisa dibicarakan dengan baik. Jika ada permasalahan bisa diselesaikan secara kekeluargaan.” kata Burhan

Han




Jalan Wisata Utama di Bangsal Tanpa Trotoar

PEMENANG.lombokjournal.com

Jalur wisata utama Perempatan Pamenang – Bangsal sebagai sentral untuk ke tiga Gili (Gili Air, Dili Meno dan G.Terawangan) terkesan tidak tertata, lantaran tidak memiliki trotoar untuk pejalan kaki.

Pemda Kabupaten Lombok Utara harusnya bisa meniru daerah lain seperti Bali dan sejumlah kota lain dala menata jalan wisata yang jadi lalu lintas wisatawan.

BACA JUGA:

Bupati KLU Silaturahmi Dengan Pemdes dan Tomas di Bayan

Sebagai destinasi wisata yang jadi primadona, Lombok Utara satu satunya jalur wisata yang tidak memiliki trotoar.

Padahal, sebagaimana yang diklaim Pemda KLU setiap gelar acara promosi daerah terungkap jumlah kunjungan Wisnu (wisatawan nusantara) wisman wisatawan mancanegara) dan sumber PAD terbesar dari pariwisata.

Anehnya kemudian OPD pariwisata sendiri belum mampu memperhatikan kondisi jalan terkesan kumuh dan semrawut.

Data jumlah kunjungan wisnu dan wisman pada tahun 2017 – 2021 ke masing masing Gili yaitu, Gili Air, wisnu, 59.940, wisma, 449.753 orang. Sedangkan Gili Meno, wisnu, 30.038, wisma, 237.358 orang. G. Terawangan wisnu,153.128 orang dan wisman, 1.198.625 orang (sumber data Dinas Pariwisata KLU).

Harusnya Pemda KLU mulalui OPD terkait memikirkan untuk segera membangun areal pejalan kaki yang representatif untuk standar kota.

Faktanya, kesemrawutan tercermin saat ramai kunjungan wisatawan, antara pengendara roda empat, roda dua, cidomo dan pejalan kaki menjadi pemandangan kumuh.

Belum lagi melihat terminal dengan sederet bangunan Kantor kantor, konter dan perumahan pribadi yang tidak tertata rapi.

Jalan Pamenang – Bangsal adalah salah satu titik yang paling padat di KLU saat situasi normal. Karena padat dikunjungi tamu asing dan lokal yang hendak berkunjung ke tiga gili di Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA:

Pasien Covid-19 di NTB, Sabtu, Bertambah 23 Orang

Namun hampir tak ada kenyamanan bagi pejalan kaki di saat kondisi normal. Belum lagi parkir kendaraan yang merenggut jatah pejalan kaki berlangsung terus menerus.

Andai saja kawasan ini ditata lebih baik dan nyaman, wisatawan dapat lebih lama menghabiskan waktu di sini ketimbang hanya singgah sebentar untuk makan.

Dengan demikian, restouran dan pedagang di sepanjang jalan itu bisa terus beroperasi untuk menawarkan sesuatu yang bisa dibawa pulang oleh wisatawan ke negeri mereka.

Pemerintah tak perlu mengkhayal untuk membangun trotoar seperti di Jakarta dan cukup dengan sekelas kota Mataram. KLU akan menjadi lebih nyaman untuk para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

@ng




Pasien Positif Covid-19 di NTB, Sabtu, Bertambah 23 Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Dari pemeriksaan laboratorium di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 403 sampel, hasilnya telah dikonfirmasi hari Sabtu (05/06/21), pasien Covid-19 di NTB bertambah 23 orang.

Hasil lengkapnya, pemeriksaan yang dilakukan pada 403  sampel dengan 368 sampel negatif, 12 positif ulangan, dan bertambah 23 pasien positif Covid-19.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah Selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, DRS H Lalu Gita Ariadi, M.Si, Sabtu (05/06/21) melalui press release untuk media.

Pemeriksaan itu telah dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram, dan Laboratorium Antigen.

“Hari ini terdapat 13 (tiga belas) penambahan orang yang selesai isolasi, dan sembuh dari Covid-19” kata Lalu Gita Ariadi melalu press releasenya.

BACA JUGA:

Desa Senaru dan Malaka di KLU Kecipratan Dana Kemendes RI

Lalu Gita juga menyampaikan, hari Sabtu juga terdapat 1 penambahan kasus kematian pasien.

Dengan adanya tambahan 23 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 13 tambahan sembuh baru, dan 1 kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (05/06) sebanyak 13.701 orang.

Rinciannya, 12.586 orang sudah sembuh, 606 meninggal dunia, serta 509 orang masih positif.

Lalu Gita menegaskan, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.275 orang dengan perincian 194 orang (1%) masih dalam isolasi, 30 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.051 orang (98,9%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 88.675 orang, terdiri dari 2.795 orang (3,2%) masih dalam
karantina dan 85.880 orang (96,8%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.449 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.057 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.392 orang (99,1%).

BACA JUGA:

Gili Matra dan Gili Balu Menuju Rehabilitasi Terumbu Karang

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) diharapkan untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Pasien Covid-19 di NTB, Hari Jum’at, Bertambah 20 Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Dari pemeriksaan 233 sampel di laboratorium, telah dikonfirmasi terdapat penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 20 orang.

Update Covid-19 itu disampaikan melalui press release oleh Sekda Selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, yang diterima media hari Jum’at (04/06/21).

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram, dan Laboratorium Antigen.

BACA JUGA: Konferensi Internasional FK Unram Bisa Hidupkan Pariwisata

Dari sebanyak 233 sampel dengan 211  sampel negatif, 2 positif ulangan, dan 20 sampel kasus baru positif Covid-19.

“Hari ini terdapat 23 penambahan orang yang selesai isolasi, dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita Ariadi melalui press release, hari Jum’at

Dengan adanya tambahan 20 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 23 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (04/06/21) sebanyak 13.678 orang.

Rinciannya, 12.574 orang sudah sembuh, 604 meninggal dunia, serta 500 orang masih positif.

“Hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru,” kata Lalu Gita.

Menurutnya, mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.230 orang dengan perincian 220 orang (1,1%) masih dalam isolasi, 31 orang (0,2%) masih berstatus probable, 19.979 orang (98,7%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 88.554 orang, terdiri dari 2.810 orang (3,2%) masih dalam
karantina dan 85.744 orang (96,8%) selesai karantina.

BACA JUGA: Desa Senaru dan Malaka di KLU Kecipratan Dana Kemendes RI

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.440 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.077 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.363 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) diharapkan ikut membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19, dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.
.




Desa Senaru dan Malaka di KLU Kecipratan Dana Kemendes RI

TANJUNG.lombokjournal.com

Dua Desa di Kabupaten Lombok Utara kecipratan dana bantuan dari Kementerian Desa (Kemendes) RI, yaitu Desa Senaru di Kecamatan Bayan, dan Desa Malaka di Kecamatan Pemenang.

Bantuan Kemendes RI itu diperuntukkan membiayai pembangunan lima unit Home Stay untuk Desa Senaru Kecamatan Bayan, demikian juga peruntukan bantuan ke Desa Malaka.

Total bantuan yang didapatkan Desa Senaru sebesar Rp 600 Juta Rupiah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Senaru, Raden Akriabuana, saat dikonfirmasi wartawan via telpon, hari Jum’at (04/06/21).

BACA JUGA: Gili Matra dan Gili Balu Menuju Rehabilitasi Terumbu Karang

Ia menuturkan, salah satu Desa di Kecamatan Bayan, yaitu Desa Senaru mendapat peringkat Desa wisata Nasional. Karena prestasi itu, pihak Kemendes RI mengucurkan bantuan untuk membangun home stay yag diharapkan menjadi aset desa yang produktif.

Akria Buana mengaku, terkait bantuan pebangunan home stay itu ia telah menandatangani MOU di Bogor, pada hari Rabu (02/06) lalu.

Arung Rinjani yang merupakan tanah kas Desa Senaru dengan luas sekitar 1,5 hektare, merupakan tanah kas Desa yang bakal menjadi tempat obyek wisata Baru, dan akan menjadi lokasi pembangunan home stay.

Dari tempat yang menawan ini, wasatawan dapat menikmati pemandangan atau view Rinjani, Sunerise dan view laut yang membentang dari ujung timur sampai ke barat.

BACA JUGA: Dinas Lingkugan Hidup Bersih-bersih di Pantai Sira Indah 

“Selain view Rinjani, Sunerise dan view laut Wisatawan bisa melihat bukit Pegasingan Sembalun,” tutur R. Akriabuana.

Selain Desa Senaru, Desa Malaka kecamatan Pamenang juga mendapatkan dana serupa dengan jumlah yang sama yaitu Rp 600 Juta.

Desa Malaka di Kecamatan Pemenang, yang terletak di wilayah pesisir dengan hamparan pantai yang menawan, juga kecipratan bantuan untuk pembangunan Home Stay dan Gazebo.

Wilayah Desa Malaka memang juga merupakan desa yang potensial dikembangkan sebagai resort wisata. Sebab Malaka letaknya tidak jauh dari daerah wisata Senggigi yang sudah lebih populer di kalangan wisatawan mancanegara.

Kucuran dana dari Kemendes sangat tepat untuk membangun home stay dan gazebo menunjang kesiapan menerima wisatawan. Home stay yang akan dibangun bakal menjadi salah satu pendapatan desa dari sektor pariwisata.

@ng




Dinas Lingkungan Hidup KLU Bersih-bersih Pantai Sira Indah

TANJUNG.lombokjournal.com

Dinas Lingkungan Hidup kembali gelar aksi bersih-bersih pantai. Kini giliran seputar Pantai Sira Indah, Desa Sigarpenjalin, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara jadi sasaran bersih-bersih, Jum’at (04/06/21).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup KLU, M. Zaldy Rwhadian,ST, mengatakan, aksi bersih pantai itu selain melibatkan Babinkantibmas, pihak Kecamatan, Desa, Kadus dan masyarakat sekitar, juga diikuti Organisasi peduli lingkungan.

Kegiatan ini sebagai kelanjutan kegiatan sebelumnya yang di pusatkan di Pantai Sorong Jukung Tanjung, Rabu (02/06) lalu.

BACA JUGA:

Bupati Lombok Utara Buka Musrenbang RPJMD 2021-2026

Zaldy berharap kepada masyarakat setempat, bersihnya pantai sangat penting menjaga keasrian, terlebih lagi di pantai Sira Indah ini yang cukup dikenal dunia sebagai tempat wisata dan berolah raga Golf.

Gotong royong massal dimulai dari jalan raya menuju Lapangan Golf dan sepanjang bibir pantai sekitar Sira Indah.

Target pihak Lingkungan Hidup untuk mengembalikan kebersihan dan keasrian sepadan pantai dan perkampungan warga setempat, sehingga ke depan menjadi daya tarik  wisatawan.

“Kita ingin mengembalikan kebersihan dan keasrian Seputar perkampungan dan khusus area pantai yang menjadi tujuqn wisata, ” kata Zaldy yang didampingi Plt. Sekdisnya, Sony.

Dalam kesempatan itu, Zaldy mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan raya dan pinggir pantai untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Imbauan tersebut juga disampaikan bagi masyarakat pengguna jalan, agar ketika melewati jalan menuju lapangan Gof tidak membuang sampah.

BACA JUGA:

Bumi Solah Adakan Diskusi Pengolahan Limbah

“Kita harap masyarakat ikut menjaga kebersihan Kota dengan menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembaranga dan harus kita menjaga kebersihan sebagai upaya kita dalam melestarikan alam sekitar demi lingkungan yang nyaman, bersih, asri dan indah,” katanya.

Selanjutnya, Zaldy dan Sony akan melakukan penanaman pohon langka, dan pohon Kurma di seputaran halaman Kantor Lingkungan Hidup yang cukup luas, hari Jum’at.

@ng