Posyandu Keluarga, Target 100 Persen di Tahun 2021

Wagub mengapresiasi Kades dan Kader Posyandu yang merespon cepat

MATARAM.lombokjournal.com — Pemernitah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menargetkan Posyandu Keluarga berbasis Dusun dalam tahun 2021 mencapai 100 persen.

Karena itu diperlukan kerjasama dan kerja keras bagi seluruh masyarakat NTB, terutama para Kepala Desa dan para Kader Posyandu di NTB untuk bisa mencapai target tersebut.

Wagub NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd mengungkapkan, 7.561 jumlah Posyandu se-NTB yang sudah menjadi Posyandu Keluarga itu sebanyak 4.100 lebih.

“Jadi sudah lebih dari 50 persen Posyandu di NTB sudah menjadi Posyandu keluarga. Dan Insya Alloh dalam tahun 2021 ini kita targetkan bisa mencapai 100 persen,” katanya, Jumat (11/06/21) dalam acara Bincang Gemilang di halaman Kantor Dinas Kominfotik Provinsi NTB.

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Launching Inovasi ‘Simpel Saja’

Dikatakan Wagub, Revitalisasi Posyandu di NTB hadir sebagai pusat edukasi berbasis dusun, yang dihajatkan mengatasi berbagai masalah kesehatan dan sosial.

Dengan penanganan berbasis dusun, Wagub meyakini penanganannya akan lebih tepat tepat sasaran, karena lokus dan data-datanya jelas serta lebih komprehensif.

Dengan begitu permasalahan-permasalahan itu bisa didata, diatasi dan diedukasi sebaik-baiknya.

Wagub mengapresiasi para Kades dan Kader Posyandu se NTB yang memiliki respon yang luar biasa cepat, sehingga sampai saat ini pelaksanaan kegiatan Posyandu berjalan dengan baik.

Baginya tanpa Kader Posyandu, kerja-kerja Keposyanduan tidak bisa berfungsi dengan baik.

BACA JUGA: NTB Care Sebagai Wujud Keterbukaan Informasi Publik

“Karena itu kita harapkan kader-kader kita di NTB untuk lebih bersemangat untuk bersama-sama untuk bagaimana tetap menggairahkan Posyandu Keluarga ini bisa menjadi Posyandu Berbasis Dusun,” kata Ummi Rohmi.

Diskominfotikntb




Bupati Lombok Utara Launching Inovasi “Simpel Saja”

TANJUNG.lombokjournal.com — Menyukseskan 100 Hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara menuju pelayanan prima, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (DIKPORA) Lombok Utara melaunching program inovasi Sistem Pelayanan Satu Jam (Simpel Saja), di Aula Kantor Dikpora, Jumat (11/06/21).

Bupati KLU
Bupati H johan Sjamsu

Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH dalam sambutannya menyampaikan, ucapan rasa syukur yang mendalam.

Lantaran bisa bertemu serta bersilaturrahim untuk melaunching program inovasi Sistem Pelayanan Satu Jam (Simpel Saja) untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Bupati juga menyampaikan permasalahan di Lombok Utara akibat gempa di tahun 2018.

Kemudian Covid 19 yang sampai hari ini belum berakhir, termasuk persoalan pembangunan rumah tahan gempa(RTG) yang masih tersisa, karena adanya beberapa kendala.

“Untuk menghadapi situasi seperti sekarang ini, memang sangat diperlukan inovasi masing-masing pimpinan organisasi perangkat daerah dalam rangka percepatan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Lombok Utara ini,” tutur Bupati.

BACA JUGA: Wartawan Bersih-bersih Pantai LG Desa Malaka

Lanjutnya, dengan lahirnya berbagai inovasi di Lombok Utara ini akan mampu mendongkrak percepatan pembangunan untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah lain di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Megakhiri sambutan, bupati menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (DIKPORA), karena pada kesempatan itu bisa melaunching program inovasi Sistem pelayanan satu jam (Simpel Saja), untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

“Mudahan dengan adanya inovasi yang di lakukan oleh kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (DIKPORA) akan mampu memberikan pelayanan yang cepat dan tepat dalam dunia pendidikan,” harap Bupati di akhir sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Dikpora Lombok Utara Dr. Fauzan, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada Kepala Sekolah dan guru yang ada di daerah kita, salah satu caranya adalah dengan menciptakan inovasi.

Lanjutnya, yang biasanya pekerjaan yang di lakukan ber hari-hari sekarang dengan adanya program inovasi Sistem Pelayanan Satu Jam (Simpel Saja), para guru bisa menyelesaikan dengan waktu 1 jam saja.

“Dengan adanya inovasi ini jadi guru tidak perlu meninggalkan siswanya selama berhari-hari karena mereka sering bolak-balik akibat pekerjaan yang tidak selesai hari itu, dan kembali lagi mengerjakan di hari lain,” pungkasnya.

BACA JUGA: Bupati KLU Serahkan Bantuan Rehab Masjib Darul Istiqomah

Kadis Dikpora juga menuturkan, selain dari melayani para guru, pihaknya juga melayani siswa dan orang tua siswa yang membawa berbagai macam permasalahan yang membutuhkan solusi, dan itu harus dilayani secepat mungkin.

“Bagi anak-anak yang tidak mampu baik di SD, SMP maupun yang akan masuk SMA. Jadi yang tidak bisa masuk SMA atau SMK untuk tahun pertama karena biaya pendaftaran tempatnya juga menyediakan beasiswa, ada juga bantuan operasional pendidikan untuk PAUD dan TK” ucapnya.

@ng




Pasien Covid-19 di NTB, Jum’at, Bertambah 22 Orang Positif

MATARAM.lombokjournal.com Dari pemeriksaan Laboratorium pada 329 sampel, telah dikonfirmasi terjadi penambahan pasien positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 22 orang.

Pasien Covid-19Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Gita Aryadi, melalui press releasenya, Jum’at (1/06/21).

Pemeriksaan dilakukan di laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Lab. PCR Prodia, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, dan Laboratorium Antigen.

BACA JUGA: NTB Minta Telkom Percepat Penuntasan Area Blank Spot

Hasil pemeriksaan dari 329 sampel dengan 303 sampel negatif, 4 positif ulangan, dan 22 sampel kasus baru positif Covid-19.

Pada hari Jum’at, pasien yang sembuh juga lebih banyak dari pertambahan pasien yang positif Covid-19.

“Hari Jum’at terdapat 33  penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita Ariadi melalui press releasenya.

Dijelaskan, pada hari ini Jum’at terdapat penambahan 2 kematian pasien Covid-19, masing-masing, yakni:

  • Pasien nomor 13138, an. MN, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan
    Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid.
  • Pasien nomor 13264, an. K, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Mpuri, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid.

Dengan tambahan 22 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 33  tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (11/06) sebanyak 13.865 orang.

Pasien Covid-19

Rinciannya, 12.739 orang sudah sembuh, 617 meninggal dunia, serta Dengan tambahan 22 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 33  tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (11/06) sebanyak 13.865 orang.

Rincinya, 12.739 orang sudah sembuh, 617 meninggal dunia, serta 509 orang masih positif

Dijelaskan,  petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hal itu dilakukan mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

BACA JUGA: NTB Care Sebagai Wujud Keterbukaan Informasi Publik

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.379 orang dengan perincian 210 orang (1%) masih dalam isolasi, 29 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.140 orang (98,8%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 89.341 orang, terdiri dari 2.873 orang (3,2%) masih dalam
karantina dan 86.468 orang (96,8%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.057 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.399 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Bupati KLU Serahkan Bantuan Rehab Masjid Darul Istiqomah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Usai Pelaksanaan Sholat Jum’at di masjid Darul Istiqomah Lekok, Gondang, Jum,at (11/06/21) Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu,SH, menyerahkan bantuan pribadi untuk rehab Masjid Darul Istiqomah Lekok sebesar Rp 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).

Bupati KLU

Bupati KLU

Selain bupati, pihak Bazarnas KLU juga menyumbang Rp 5.000.0000, (Lima Juta Rupiah), hingga total keseluruhan bantuan berjumlah Rp 15.000.000 (Lima Belas Juta Rupiah), yang diterima langsung oleh Panitia Pembangunan Masjid setempat.

Pada kesempatan itu, H Djohan mengharapkan kebersamaan dan kerja keras semua elemen masyarakat dalam mensukseskan berbagai program pemerintah, berkaitan dengan pembangunan di Kabupaten Lombok Utara yang masih tertinggal.

Dikatakan, Kabupaten Lombok Utara masih punya pekerjaan rumah (PR), akibat bencana Gempa Bumi 7,0 SR pada tahun 2018.

Hingga kini, puluhan ribu rumah RTG masih belum terselesaikan akibat anggarannya masih di Blokir, tutur Djohan di hadapan Jama’ah.

BACA JUGA: Vaksinasi Covid-19 di NTB Capai 100 Persen

Kemudian disusul bencana Covid-19 yang hingga kini masih melanda.

Karena itu H Djohan minta kepada Wakil Bupati, Dany Karter Febrianto, R.ST.M.Eng berangkat ke Jakarta berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat.

Pekerjaan rumah lainnya adalah jalan lingkar utara yang menelan anggaran sekitar Rp 700 miliar rupiah juga belum bisa dilaksanakan tahun ini.

Seharusnya jalan lingkat utara sudah mulai terbangun sejak dianggarkan oleh Pemerintah Pusat 2017 yang lalu, namun hingga kini belum bisa dilaksanakan.

Sisi lain juga Kantor Bupati, Kantor DPRD dan beberapa OPD juga belum bisa dibangun dan rusak akibat Gempa Bumi 2018 yang lalu.

Dan lagi, sumber Pendapatan Daerah jauh menurun hingga mencapai kurang 50%. Semua PR itu saat ini menjadi konsentrasi Pemerintah Daerah.

“Siapa pun sebagai Kepala Daerah pasti terkendala dengan anggaran” ungkapnya.

Namun Bupati menambahkan, sebagai orang terdepan tetap berihtiar dan berjuang bersama Wakil Bupati dan segenap jajarannya. Dan terus berupaya melaksanakan progeram sebagaimana termaktub dalam Visi Msi Pemerintah Daerah, tegasnya.

“Satu hal yang ingin saya tegaskan yaitu bersatu dan bersama sama membangun daerah Kabupaten Lombok Utara,” kata bupati.

@ng




Bupati KLU Buka Lokakarya Perspektif Gender Lembaga MKD

TANJUNG.lombokjournal. com – Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu Membuka Lokakarya Penguatan Perspektif Gender dalam Kelembagaan Majelis Krama Desa (MKD) Kabupaten Lombok Utara di Tanjung (10/06/21).

Bupati KLU
H. Djohan Sjamsu

Bupati Djohan menyampaikan, dengan adanya MKD di Lombok Utara, pemerintah  memperoleh banyak bantuan inisiasi, sehingga persoalan tidak mencuat ke permukaan.

Tiap persoalan yang terjadi pada masing-masing wilayah atau desa, bisa terselesaikan melalui MKD.

Bupati mengatakan, saat ini pernikahan usia dini di Lombok Utara, masih banyak dan tertinggi di NTB.

BACA JUGA: Pemukiman di Teuk Kombal Terendam Air Laut

“Hal ini menjadi tantangan kita bersama terlebih LPA KLU, agar peristiwa seperti ini tidak terulang lagi. Terlebih saat sekarang dengan perkembangan teknologi, anak-anak kita yang masih kecil sudah mulai menggunakan handphone. HP banyak manfaatnya, tetapi di sisi lain juga ada negatifnya. Maka kita perlu perhatikan,” pungkasnya.

BACA JUGA: Addendum, Momen yang Ditunggu Setelah 25 Tahun

Hadir dalam kegatan tersebut, Ketua LPA NTB H Sahan SH, Ketua Ketua LPA KLU Bagiarti SH, Ketua MKD KLU Muhammad Sai, SPdI, dan peserta lokakarya lainnya.

rar




Pasien Covid-19 di NTB, Kamis, Bertambah 21 Orang Positif

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan di labaratorium pada 311 sampel, telah terkonfirmasi penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 21 oang.

Update Covid-19 di Nusa Tenggara Barat itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganaupdate pasien covid ntbn Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Gita Ariadi, melalui press release yang diterima media, Kamis (10/06/21).

Hasil pemeriksaan itu diperoleh dari Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RS Bhayangkara, Laboratorium PCR Labkesda Banyuwangi, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, dan Laboratorium Antigen.

BACA JUGA: POLDA NTB Antisipasi Transmisi Covid-19 dengan Metode TFG

Dari sebanyak 311 sampel dengan 285  sampel negatif, 5 positif ulangan, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19

Lalu Gita menjelaskan, meski terdapat penambahan sebanyak 21 orang namun pasien yang sembuh hari ini jauh leih besar.

update pasien covid ntb

“Hari ini terdapat 35 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” jelas Lalu Gita Ariadi melalui press releasenya.

Dan hari ini juga terdapat 2 penambahan kasus kematian pasien Covid-19, yaitu:

  • Pasien nomor 12904, an. WSWM, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.
  • Pasien nomor 12930, an. D, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid

Dengan adanya tambahan 21  kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 35 tambahan sembuh baru, dan 2 kasus kematian, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (10/06) sebanyak 13.843 orang.

Rinciannya, 12.706  orang sudah sembuh, 615 meninggal dunia, serta 522  orang
masih positif.

Menurut Lalu Gita, mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.362 orang dengan perincian 198 orang (1%) masih dalam isolasi, 26 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.138 orang (98,9%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 89.157 orang, terdiri dari 2.762 orang (3,1%) masih dalam karantina dan 86.395 orang (96,9%) selesai karantina.

BACA JUGA: Addendum Pengelolaan Gili Trawangan Ditandatangani 

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.057 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.399 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Arahan Bupati, HUT KLU Sederhana dan Menyentuh Masyarakat

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH memberikan arahan kepada seluruh panitia HUT KLU ke-13 dan HUT RI ke-76 bertempat di Aula Kantor Bupati (10/06/21).

Hadir pula Ketua Umum Panitia Evi Winarni MSi, Sekretaris Panitia Tresnahadi SPt dan seluruh panitia dari OPD serta stakeholder terkait.

Bupati Djohan menyatakan, usia KLU yang genap berusia 13 tahun, banyak hal yang belum diselesaikan pascagempa dan saat ini Covid-19.

Mengakibatkan keuangan daerah serta kondisi sosial masyarakat di Lombok Utara menurun

Karenanya, semua kegiatan HUT disesuaikan dengan kesederhanaan, khidmat dan kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat Lombok Utara.

Selain itu pula, disamping kegiatan HUT KLU pada 21 Juli, satu hari sebelumnya dilaksanakan Hari Raya Idul Adha. Tentu ada pembagian daging hewan qurban.

“Upacara dilaksanakan secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan. Semoga apa yang dilakukan panitia HUT tahun ini, bisa menggambarkan Lombok Utara. Setelah 13 tahun, apa yang sudah dan belum kita lakukan. Ulang tahun KLU ke 13 ini perlu mengangkat semangat kita kembali membangun daerah,” pungkasnya.

rar




Pemukiman di Teluk Kombal Terendam Air Laut

Bertahun-tahun pemukiman warga terendam air laut pasang, dipertanyakan perhatian Pemda Lombok Utara 

KLU.lombokjournal.com

Abrasi pantai mengakibatkan naiknya air laut saat pasang, selama bertahun-tahun merendam pemukiman warga di Dusun Teluk Kombal, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Air laut merendam rumah warga

Kondisi tersebut menjadi langganan bagi warga Dusun Teluk Kombal selama bertahun tahun. Air laut pasang yang merendam pemukiman warga bisa berlangsung dua kali dalam sebulan.

Keterangan itu diungkapkan salah satu warga, Wirya Agus Setiawan, yang akrab dipanggil Yayan, kondisi tersebut menjadi langganan warga Dusun Teluk Kombal selama bertahun-tahun.

“Kurang lebih 10 tahun yang lalu kondisi nya mulai agak parah, saat ini beberapa areal pantai semakin terkikis dan air laut selalu masuk setiap 2 kali sebulan bahkan bisa sampe 8 hari dalam sebulan,” tutur  Yayan tentang kondisi dusunnya.

Memang, soal air laut yang merendam pemukiman warga itu sempat mendapatkan penanganan dari pemerintah setempat, tapi masih belum bisa maksimal.

BACA JUGA: Gubernur Zul Dukung Penuh Budidaya Lobster di NTB 

Pasalnya, penanganan yang dilakukan hanya berupa pembuatan tembok pembatas untuk melindungi pemukiman warga dari air laut pasang. Tentu saja, tembok pembatas itu tak mungin bisa mengatasi derasnya laut saat pasang.

Dan tembok pembatas pun tak bertahan lama, diterjang air laut saat pasang.

“Sejauh ini yang kami tau sudah beberapa kali pemda berkunjung untuk melihat kondisi di dusun kami. Dan pernah dibuat tembok pembatas pantai dengan kampung yang hanya bertahan kurang lebih 2 tahun. Kemudian, sejak saat itu ingga sekarang, belum ada tindakan langsung dari pemda mengenai kondisi yang saat ini terjadi.” ungkap Yayan

Masuknya air laut ke pemukiman warga dusun Teluk Kombal tentu sangat berdampak bagi rumah-rumah warga yang terendam.

Selain membuat kondisi bangunan rumah warga makin rapuh, air laut yang menggenang pun mengundang suasana pemukiman warga yang semakin kumuh dan rentan terhadap datangnya penyakit, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Yayan menegaskan, kondisi tersebut sangat mengganggu warga terutama bagi anak-anak di Dusun Teluk Kombal.

“Beberapa rumah warga sudah tidak layak huni atau hampir roboh, dan ada beberapa warga yang masih bertahan di rumah masing-masing karena keadaan. Anak-anak kadang sering terganggu dalam belajar karena ada sebagian air laut yang masuk ke rumah mereka.” kata yayan

Kondisi memperihatinkan tersebut masih belum ada perhatian atau penanganan lebih lanjut untuk saat ini dari Pemda Lombok Utarat.

Yayan menjelaskan, warga sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah terkait kondisi dusun Teluk Kombal saat ini.

BACA JUGA: Gubernur NTB Aan Siapkan Lahan Tanaman Porang bagi Investor

Warga Dusun Teluk Kombal berharap adanya tindakan untuk menemukan solusi terbaik untuk kondisi memperihatinkan tersebut.

“Harapan dari kami sebagai warga tentu semoga ada perhatian lebih dari pemda untuk mengatasi keadaan yang semakin lama semakin buruk, yang mungkin saja bisa mengakibatkan hal-hal atau dampak yang lebih buruk lagi bagi warga.” ungkap Yayan.

Han




Sinergikan Program, PKK KLU Rakor Bersama OPD

TANJUNG.lombokjournal.com Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Lombok Utara (KLU), Hj Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu membuka Rapat Kordinasi (Rakor) Tim Penggerak PKK KLU bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Rabu (09/96/21).

Sinergi PKK

Penyelenggaraan rakor tersebut untuk mesinergikan program PKK dan OPD.

Hadir pula para Kepala OPD di antaranya Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Drs Faisol MSi, Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Agus Tisno SE, Plt Kepala Dinas Dukcapil KLU Tresnahadi SPt, dan Jajaran OPD lainnya, Jajaran Pengurus TP PKK beserta tamu undangan.

Hj Galuh Nurdiyah mengawali arahannya menyampaikan tujuan pertemuan tersebut, yakni membangun sinergitas program-program PKK dan OPD Pemda Lombok Utara.

BACA JUGA: Gubernur NTB Akan Siapkan Lahan Tanaman Porang untuk Investor

Pentingnya pertemuan dengan instansi terkait, karena program PKK banyak yang relevan dengan program atau kegiatan yang ada pada masing-masing instansi.

“Saya yakin program PKK banyak terkait dengan program dinas sehingga kami sampaikan pada pembina, dalam hal ini Bupati Lombok Utara. Sinergi PKK dapat membantu dalam menyukseskan realisasi kinerja pada masing-masing OPD yang berkaitan,” tuturnya.

Menurutnya, PKK tidak memiliki dana khusus seperti tahun-tahun sebelumnya. Mendapatkan dana hibah, sehingga pihaknya leluasa dalam bergerak menyukseskan program-program yang ada.

“Kepada seluruh pengurus, mari kita bekerja walaupun belum ada dana pasti yang kita harapkan. Alhamdulillah semua pengurus PKK dapat melaksanakan kegiatan program yang ada pada masing-masing Pokja,” imbuhnya.

Sementara itu, mengingat PKK setiap tahunnya ada perlombaan seperti Lomba Hatinya PKK, Lomba Kelompok Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga dan lainnya.

Hal tersebut menginisiasi adanya pertemuan yang intensif membangun sinergi dengan pihak terkait, guna kemajuan pembangunan Lombok Utara.

Secara kedinasan, penganggaran spesifik program PKK tidak ada, namun mungkin ada program OPD yang bisa disinergikan dengan program PKK, untuk direalisasikan.

BACA JUGA: BPD dan Pemdes Musyawarah untuk Pemindahan Kantor Desa Jenggala

“TP PKK KLU bertekad mempunyai sumbangsih, turut serta dalam membangun Lombok Utara dengan tulus, sesuai dengan kemampuan masing-masing Pokja dan dijalani dengan senang hati. Pokja yang ada di PKK, dapat menyampaikan program-programnya pula pada dinas, berkoordinasi sampai kerja sama program bisa terealisasi,” tandasnya.

Dalam Rakor tersebut, kehadiran OPD terkait penting, selain untuk mengetahui program apa saja yang relevan dengan program PKK KLU. Program PKK dapat didukung oleh OPD dengan mesinergikan program.

Selanjutnya, dijelaskan Ketua TP PKK KLU, Program Dasawisma perlu pula menjadi perhatian hingga masing-masing dusun mesti terbentuk.

Diharapkan ke depan untuk Lomba Desa, dalam tiap kecamatan paling tidak, ada satu desa binaan bersama antara OPD dengan PKK.

Pada kegiatan Rakor tersebut, seluruh perwakilan dinas menyampaikan program-program yang berkaitan dengan Program PKK KLU.

Di antaranya dari Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, DP2KBPMD, Bappeda dan lainnya guna menyelaraskannya. Sebagaimana sinergi program kerja sama antara OPD dan PKK KLU.

wld




Pasien Covid-19 di NTB, Rabu, 17 Orang Positif

MATARAM.lombokjournal.com Dari pemeriksaan 406 sampel di laboratorium,  telah terkonfirmasi pasien positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB) bertambah sebanyak 17 orang.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melalui press release yang diterima media, hari Rabu (09/06/21).

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RS Bhayangkara, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, dan Laboratorium Antigen.

Hasil pemeriksaan sebanyak 406 sampel dengan 382 sampel negatif, 7 positif ulangan, dan telah terkonfirmasi 17 sampel kasus baru positif Covid-19.

Data per-hari Covid-19

Namun  pasien yang dinyatakan selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, jumlahnya lebih banyak.

“Hari ini terdapat 23 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” jelas Lalu Gita Ariadi melalui press releasenya.

Dan diungkapkan, hari ini terdapat dua penambahan kasus kematian baru.

Dengan adanya tambahan 17 (tujuh belas) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 23 tambahan sembuh baru, dan 2 kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19
di Provinsi NTB sampai hari Rabu (09/06/21) sebanyak 13.822 orang.

Rinciannya, 12.671 orang sudah sembuh, 613 meninggal dunia, serta 538 orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Ariadi.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.326 orang dengan perincian 184 orang (0,9%) masih dalam isolasi, 25 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.117 orang (99%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 88.882 orang, terdiri dari 2.679 orang (3%) masih dalam karantina dan 86.203 orang (97%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.062 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.394 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.