Badan Publik NTB Ditargetkan 100 Persen Informatif

Badan Publik yang belum informatif harus mulai membenahi diri, untuk memenuhi instrumen dan indikator penilaian

MATARAM.lombokjournal.comTarget utama dari penyelenggaraan keterbukaan informasi publik tahun 2021 ini adalah seluruh Badan Publik lingkup Pemprov NTB mendapatkan kualifikasi Informatif.

Badan Publik
Najamudin Amy

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Pemprov NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos, M.M., mengatakan itu pada hari kedua pelaksanaan Asistensi PPID seluruh OPD Provinsi NTB, Selasa (15/6/2021).

“Karena itu sebelum Monev dilaksanakan Komisi Informasi Provinsi NTB kita awali dengan pra monev di tingkat PPID Utama,” kata Bang Najam sapaan akrab Najamuddin Amy.

Karena itu berbagai ikhtiar dilaksanakan agar 9 Badan Publik (OPD) kurang informatif, 14 OPD Cukup Informatif, 6 OPD Menuju Informatif di tahun 2020 lalu bisa seluruhnya berkualifikasi Informatif pada tahun ini.

BACA JUGA: TV Digital Dianggap Sebagai Streaming oleh Sebagian Orang Awam

Salah satunya dengan menggelar Asistensi PPID bagi seluruh OPD Provinsi NTB.

Kadis Kominfotik menilai, status informatif bagi PPID Pelaksana di setiap OPD sangatlah penting artinya. Tidak hanya sekedar mengejar target dan juara, namun keberadaannya sangat dibutuhkan bagi masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan informasi yang diinginkannya agar bisa terpenuhi.

“Jadi dengan kondisi saat ini di beberapa Badan Publik yang belum informatif harus mulai membenahi diri untuk memenuhi instrumen dan indikator penilaian yang dianggap masih kurang untuk diperbaiki di masing-masing OPD,” kata Najamuddin.

Pada kesempatan tersebut Komisioner Komisi Informasi NTB Bidang Kelembagaan, Samsuri, menyampaikan pemaparan tentang begitu strategisnya lembaga PPID.

BACA JUGA: Limbah Diolah, Jadi Sekolah Plastik Blok Pertama di Dunia

Menurutnya, NTB sangat diperhitungkan di tingkat nasional dalam pengelolaan informasi. Karena itu predikat baik ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan untuk secara bersama-sama sebagai pelaksanaan UU No.14/2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Asistensi ini penting agar kita mengetahui kekurangan Badan Publik yang belum masuk katagori Informatif untuk sama-sama diperbaiki. Kita ingin sesuai hajat bersama agar semua Badan Publik kita di NTB bisa informatif,” kata Samsuri.

diskominfotikntb




Revitalisasi Posyandu Sebagai Target Kerja PKK NTB

Revitalisasi Posyandu sebagai program unggulan Pemerintah Provinsi NTB yang sangat strategis, didukung penuh PKK NTB

LOTENG.lombokjournal.com ~ Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE, M.Sc menegaskan, Revitalisasi Posyandu menjadi salah satu target capaian kerja TP PKK NTB.

Revitalisasi Posyandu
Bunda Niken

“Revitalisasi Posyandu sebagai program unggulan pemerintah provinsi sangat strategis sebagai titik perubahan di desa dan sudah digaungkan ke seluruh Indonesia,” ujar Bunda Niken, sapaan akrabnya, di kantor Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Loteng, Selasa (15/06/21).

Hal itu dijelaskan, isteri orang nomor satu NTB tersebut, menjadi pemacu TP PKK NTB untuk mendukung penuh tercapainya program unggulan Revitalisasi Posyandu.

BACA JUGA: PKK NTB Siap Jadi Organisasi Modern, Kata Bunda Niken

Hingga saat ini, Desa Pemepek sudah memiliki 6 Posyandu Keluarga dari 16 dusun yang ada. Loteng sendiri memiliki 1700 Posyandu dengan 8000 kader. Dan akan terus digenjot kuantitas serta kualitasnya untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Desa.

Plt Sekretaris Daerah Loteng, M Nazili mengatakan, penguatan kapasitas kader terus dilakukan termasuk kesejahteraan. Beberapa program di antaranya pemberian BPJS juga insentif rutin dari Anggaran Dana Desa.

BACA JUGA: TV Analog Migrasi ke TV Digital Pada 2 November 2022

“Kami akan terus tingkatkan sehingga pemberdayaan masyarakat melalui Posyandu ini benar benar menjadi wadah partisipasi masyarakat,” ujar Nazili.

diskominfotikntb




PKK NTB Siap Jadi Organisasi Modern, Kata Bunda Niken

Perubahan kegiatan PKK akan disesuaikan perkembangan zaman, misalnya komunikasi dan berbagi informasi tentang kegiatan lewat smartphone

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) disiapkan menjadikannya organisasi modern dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Hj. Niken Saptarini Widyawati

Inilah salah satu perubahan paradigma hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas)

Ketua TP PKK, Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE, M.Sc, mengatakan itu pada kader PKK Kabupaten Lombok Tengah, di kantor Desa Pemepek, Selasa (15/06/21).

“Dalam agenda kerja kelompok kerja atau Pokja 1, kegiatan kerja yang lama mengenai pola asuh anak dan remaja dengan kasih sayang, diganti menjadi pola asuh di era digital,” jelas Bunda Niken, sapaan akrabnya.

BACA JUGA: Limbah DioLah, Jadi Sekolah Plastik Pertama di Dunia

Beberapa perubahan kegiatan TP PKK yang harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Begitu pula dengan kegiatan keluarga sehat dan sejahtera, ditambahkan menjadi keluarga bebas narkoba.

Kemudian kegiatan literasi ditambahkan pula keluarga sadar administrasi kependudukan, agar keluarga dapat mengakses layanan layanan pemerintah.

Selain itu ada pula literasi tentang pernikahan dini, kegiatan PKK Goes to School, PKK Goes to Majelis Ta’lim serta PKK sahabat anak dan remaja, pengganti Karang Taruna yang kini mulai hilang.

Dalam agenda kegiatan Pokja 2 hasil Rakernas yang fokus pada ekonomi dan pendidikan mewajibkan PAUD Holistik dan Integratif selama setahun. Di bidang ekonomi, PKK NTB mulai mendorong agar PKK desa mendirikan koperasi dan toko PKK.

Kegiatan Pokja 3 menambahkan literasi rumah sehat layak huni dan sanitasi sedangkan Pokja 4 menambahkan stunting dan penanganan Covid 19 dalam agenda kegiatannya.

Mengawali roadshow TP PKK NTB di kabupaten Lombok Tengah, dan dilanjutkan ke sepuluh kabupaten/kota,

Bunda Niken berpesan, kegiatan PKK tidak hanya kegiatan rutin. Sebagai bagian dari upaya menuju keluarga sejahtera, tanggungjawab sebagai ibu dan warga masyarakat menjadi semangat para kader PKK.

“Paling sederhana dari memanfaatkan teknologi informasi itu kan komunikasi dan berbagi informasi tentang kegiatan lewat smartphone masing masing, yang sekarang ini semua orang pasti punya,” terangnya.

BACA JUGA: Revitalisasi Posyandu Sebagai Target Kerja PKK NTB

Ketua TP PKK Loteng, Nurul Aini Fathul Bahri mengatakan, kunjungan ini sangat dinantikan oleh kader PKK Loteng untuk memperoleh informasi terbaru dari hasil Rakernas dan pembekalan bagi para kader.

“Saat ini kami fokus agar Posyandu Keluarga bisa diwujudkan dari Posyandu yang ada,” ujar Aini.

diskominfotikntb




Pasien Positif Covid-19 di NTB, Senin, Bertambah 32 Orang

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan sebanyak 319 sampel, telah terkonfirmasi penambahan pasien Covid-19 di Nusa Tenggara Barat sebanyak 32 pasien kasus baru positif Covid-19.

Pasien Covid-19

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melalui press release hari Senin (14/06/21).

Pemeriksaan telah dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa,  Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR RSUD Praya dan Laboratorium Antigen.

Hasil dari pemeriksaan sebanyak 319 sampel dengan 283 sampel negatif, 4 positif ulangan, dan diketahui terdapat 32 sampel kasus baru positif Covid-19.

Meski terjadi penambahan 32 pasien positif, namun pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 sebanyak 46 orang.

BACA JUGA: TAMBORA Agar Optimal, NTB Ajukan Usulan ke Menparekraf

“Hari ini terdapat 46 (empat puluh enam) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita Ariadi melalui press releasenya.

Dan dijelaskan bahwa hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

DijeLaskan, adanya tambahan 32 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 46 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif
Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (14/06/21) sebanyak 13.964 orang.

Rinciannya, 12.843 orang sudah sembuh, 617 meninggal dunia, serta 504 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” jelas Lalu Gita.

Itu dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Pasien Covid-19

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.460 orang. Rinciannya; 181 orang (0,9%) masih dalam isolasi, 29 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.250 orang (99%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 89.643 orang, terdiri dari 2.827 orang (3,2%) masih dalam karantina dan 86.816 orang (96,8%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.042 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 4 hari sebanyak 115.414 orang (99,1%).

BACA JUGA: Dokter Bedah Minim, Unram Akan Buka Prodi Dokter Spesialis

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat” harap Lalu Gita Ariasi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Humas KLU Merajut ‘Hubungan Baik’ dengan Pewarta

Kegiatan Forum Pewarta KLU, malam diskusi menyampaikan aspirasi, pagi harinya bersih-bersih pantai

PEMENANG.lombokjournal.com

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menyadari peran penting media sebagai kanal informasi, yang menghubungkan Pemerintah Daerah dengan masyarakat.

“Disamping itu, media berperan sebagai pilar demokrasi,” kata Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH saat membuka Pertemuan Forum Pewarta bertajuk “Merajut Relationship Pewarta-Kehumasan”,  di Hotel Pesona Bulan Baru Desa Malaka Pemenang, Jum’at (11/06/21).

Para pewarta gotong-royong bersih-bersih pantai

Hadir dalam kegiatan itu, dua orang pewarta senior, HM Amin dan Kongso Sukoco.

BACA JUGA: Pasien Positif Covid-19 di NTB, Minggu, Bertambah 42 Orang

Bupati johan mengatakan, masyarakat sekarang cepat mendapatkan berbagai macam informasi akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Informasi program pelaksanaan pembangunan, pemerintah maupun pelayanan yang diberikan pemerintah dapat diakses masyarakat, baik melalui media online, elektronik maupun cetak,” tutur bupati.

Menurutnya, wartawan harus betul-betul mengedepankan profesionalisme, dan harus bersandar dengan peraturan yang ada, terutama UU Pers.

Media massa sebagai salah satu pilar pembangunan memberikan informasi tepat yang konstruktif dan tidak menyebarkan fitnah dengan tujuan tertentu.

“Pemda KLU memandang penting peran pers yang bisa berkonstribusi positif dalam menjalankan berbagai program pembangunan. Pentingnya meningkatkan relasi dengan media massa sehingga informasi yang sampai ke masyarakat tepat, akurat dan tepercaya,” urainya.

Dikatakannya, dampak positif yang didapatkan dari peran media selama ini, sebagai pengontrol jalannya pemerintahan yang bersifat independen.

Kegiatan Forum Pewarta itu, tandasnya, menjadi penting. Bagaimana relationship mesti elegan dan egaliter, dengan merajut relasi yang terbuka, saling mendukung, saling menginspirasi, saling memotivasi, dan memberdayakan satu dengan lainnya.

Bupati mengajak para pewarta bermitra membangun daerah, melalui karya-karya jurnalis yang menyejukkan.

“Para pewarta menjadi salah satu penentu terciptanya persatuan dan kesatuan di KLU. Adanya kontrol dan kritik yang membangun sebagai penyeimbang untuk perbaikan dan indikator kemajuan sebuah daerah,” imbuhnya.

BACA JUGA: Hj Siti Ma’rifah Ma’ruf Amin Tinjau Mata Air di Mumbul Sari

Kesejahteraan para pewarta

Selain itu, kegiatan Forum Pewarta dan Kehumasan tersebut diisi pula dengan diskusi menarik, dengan narasumber Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB, Boy Mashudi.

Dalam paparannya, Boy memantik spirit para wartawan seraya mengajak semua pemilik media, khususnya media online agar betul-betul bisa meningkatkan kesejahteraan para pewarta.

“Untuk menciptakan hasil yang baik maka jangan sampai ada kata putus asa untuk menjalin komunikasi dengan pihak mana pun. Selama ini saya harus bertemu dengan berbagai unsur, baik pemerintahan maupun swasta sampai 17 kali. Hal ini bertujuan memberikan keyakinan agar dapat menjalin kerja sama dengan pihak kita,” urainya.

Keberadaan JMSI sebagai kumpulan pimpinan perusahaan pers yang mengarahkan para anggota medianya lebih berpikir kesejahteraan dan kolaborasi.

“Sebagai Ketua, jangan memikirkan keuntungan sendiri tetapi sejahterakanlah anggotanya, sehingga ini menjadi sebuah kekuatan besar untuk melaksanakan berbagai program yang diinginkan pada masa yang akan datang,” jelasnya.

Kabag Humas dan Protokol KLU, Mujaddid Muhas mengatakan, kegiatan Forum Pewarta menjadi agenda rutin yang diantaranya bertujuan merekatkan relasi silaturahmi antara para pewarta dengan kehumasan.

Banyak hal yang dapat didiskusikan ketika semua pewarta berkumpul baik konten jurnalistik maupun dari sisi pemberdayaannya.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi perekat dan menumbuhkan empati lingkungan melalui kegiatan sosial seperti bersih-bersih area pantai maupun gotong royong yang mengajak masyarakat untuk peduli dengan alam,” tuturnya.

Keesokan harinya, Sabtu (12/06/21), kegiatan diisi dengan gotong-royong membersihkan sampah di sepanjang pantai Live is Good (LG) di Dusun Lendang Luar, Malaka.

Tampak puluhan awak media yang tergabung yang dalam Forum Pewarta liputan KLU bersama kru Humaspro Setda KLU membersihkan area pantai tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan futsalan pada area yang telah dibersihkan.

Bersih-bersih pantai itu, merupakan salah satu progam kerja Humas dan Protokol Setda KLU dengan segenap wartawan yang bertugas di Lombok Utara.

Setelah kegiatan tersebut dilaksanakan, diharapkan adanya kesadaran bersama terhadap bahaya sampah plastik, apalagi kalau membuang sampahnya sembarangan.

“Kita sering melihat banyak sampah plastik dan lainnya yang tercecer di sepanjang pesisir. Padahal pantai ini punya potensi debur gelombang ombak yang bagus untuk para peselancar (surfing). Kami berterima kasih atas kerja sama dengan para awak media yang respek dan peduli dengan alam. Saat bersih-bersih pantai juga dibantu oleh orang yang sering di pantai ini,” kata Mujaddid Muhas.

Usai aksi bersih-bersih area Pantai LG, perwakilan pewarta dan kehumasan menyerahkan kelengkapan kebersihan seperti sapu lidi, kantong sampah serta sekop kepada penjaga pantai Harsono dan keluarganya, dengan harapan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

djn

 




Pasien Positif Covid-19 di NTB, Minggu, Bertambah 42 Orang

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium pada 281 sampel, telah dikonfirmasi pasien Covid-18 bertambah 42 orang positif.

Pasien Covid-19

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi , M.Si. melalui press release pada media, hari Minggu (13/06/21).

Pemeriksan sampe tersebut dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium TCM RSMA Sumbawa dan Laboratorium Antigen.

Hasil dari pemeriksaan sebanyak 281 sampel dengan 233 sampel negatif, 6 positif ulangan, dan tekonfirmasi 42 pasien positif Covid-19.

BACA JUGA: Bima Kini Bakal Jadi Pesaing Destinasi Wisata di Indonesia

Penambahan pasien positif Covid-19 pada hari Minggu cukup besar, mengingat pasien sembuh hari ini hanya 16 orang.

“Hari ini terdapat 16 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita melalu press releasenya.

Namun hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Dengan tambahan 42 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 16 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu (13/06) sebanyak 13.932 orang.

Rinciannya, 12.797 orang sudah sembuh, 617 meninggal dunia, serta 518 orang masih positif.

Lalu Gita menjelaskan, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif. Itu dilakukan untuk mencegah deteksi dini penularan Covid-19.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.430 orang dengan perincian 174 orang (0,9%) masih dalam isolasi, 29 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.227 orang (99%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 89.564 orang, terdiri dari 2.755 orang (3,1%) masih dalam
karantina dan 86.809 orang (96,9%) selesai karantina.

BACA JUGA: Perajin Perak di Kamasan, Mataram, Butuh Perhatian Pemda

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.042 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.414 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Hj. Siti Ma’rifah Ma’ruf Amin Tinjau Mata Air di Mumbul Sari

BAYAN.lombokjournal.com ~ DR. Hj. Siti Ma’rifah Ma’ruf Amin, S.H., M.H melakukan peninjauan sumber mata air di Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Minggu (13/06/21).

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Lombok Utara, Dany Karter Ridawan, S.T., M. Eng. dan Kades Mumbul Sari, Mujtahidin.

Kunjungan Hj. Siti Ma’rifah Ma’ruf Amin itu merupakan langkah lanjutan yang ditempuh Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Desa setempat, dalam meningkatkan kesiapan daerah Lombok Utara dalam menghadapi datangnya musim kemarau.

Terdapat dua mata air yang menjadi lokasi kunjungan, yaitu Dusun Mekar Sari dan Dusun Munder.

Mata air yang berlokasi di Dusun Mekar Sari merupakan sumber air minum bagi masyarakat Desa Mumbul Sari. Sedangkan mata air yang berlokasi di Dusun Munder merupakan mata air yang digunakan untuk pengairan lahan pertanian.

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara; Jangan Beri Informasi Bersifat Fitnah 

Pada kesempatan tersebut, Wabup Lombok Utara menyampaikan kepada lombokjournal.com, bahwa penting dilakukan banyak kajian mengenai potensi sumber mata air ,yang perlu dilakukan peningkatan dalam pemeliharaannya.

Selaku Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Wabup Danny sangat berharap adanya kajian-kajian khususnya dari dinas-dinas atau instansi terkait, untuk meninjau kembali potensi sumber mata air yang ada.

“Selebihnya harapan kami nanti bisa tewujud beberapa rekayasa infrastruktur semacam sumur bor, dan lain sebagainya, karena setiap tahun kita harus memiliki sumber air yang cukup untuk menanggulangi kekeringan yang terjadi di KLU.” kata Wabup Lombok Utara.

Ia juga berharap adanya support dari Pemerintah Pusat untuk menanggulangi banyaknya permintaan kebutuhan air bersih yang ada di Lombok Utara, khususnya saat musim kemarau.

“Kembali lagi kami sampaikan, dalam mengatasi masalah ini kami dari pemerintah pemerintah kabupaten Lombok Utara tentu tidak bisa berjalan sendiri, kami tetap membutuhkan suport dari pemerintah pusat.” jelas Wabup.

Pada kesempatan yang sama, Kades Mumbul Sari menyampaikan, kunjungan semacam ini dapat menjadi motivasi bagi pemerintah setempat, untuk makin memperhatikan tiap sumber mata air yang ada di Lombo Utara secara umum.

Kades Mumbul Sari menjelaskan pada lombokjournal.com terkait beberapa hal yang akan dilakukan pada dua sumber mata air di desa Mumbul Sari.

Mata air yang berlokasi di dusun Mekar Sari sebagai sumber air minum di desa Mumbul Sari direncanakan akan dilakukan pemasangan pembangkit bertenaga surya.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga, Target 100 Persen di Tahun 2021

Sedangkan sumber mata air di dusun Munder akan dibangung bendungan guna meningkatkan fungsinya sebagai pengairan lahan pertanian bagi masyarakat Desa Mumbul Sari.

“Harapan kami dari Pemerintah Desa, dengan kunjungan ini semoga nanti bisa dibangun pembangkit tenaga surya agar mata air yang menjadi sumber air minum ini bisa disalurkan ke semua dusun yang ada di desa Mumbul Sari,” ungkap Mujtahidin.

Han




Perajin Perak di Kamasan, Mataram, Butuh Perhatian Pemda

Pandemi Covid-19 sempat membuat Ahmad Baihaqi, perajin perak di Kamasan, Karang Baru, Kota Mataram beralih profesi menjadi buruh bangunan 

MATARAM.lombokjournal.com — Tidak salah kalau pandemi Covid-19 disebut tak hanya mengancam kesehatan, tapi juga melumpuhkan sendi kehidupan ekonomi masyarakat.

Ahmad Baihaqi, 43, perajin perak asal Kamasan, Kota Mataram, saat ini harus bertahan hidup dengan prihatin, karena penghasilannya sebagai perajin perak hanya pas-pasan. Meski pun ia masih bersyukur, karena istrinya bisa membantu kebutuhan sehari-hari, dengan berjualan es, kopi dan makanan kecil seadanya di kampungnya di Kamasan.

Lebih dari setahun lalu, sebelum terjadinya pandemi Covid-19, nafasnya masih longgar.

Saat itu, dalam sehari rata-rata ia mendapat pesanan membuat perhiasan perak sebanyak 7 – 8 pesanan. Bagi Baihaqi, dengan pesanan sebanyak itu, ia bisa hidup bersama istri dan 4 orang anaknya dengan layak.

Dengan jumlah pesanan itu, kalau dihitung penghasilannya tiap perhiasan ia bisa mengantongi hasil bersih sekitar Rp 250 ribu, maka hasil total yang masuk tiap hari bisa lebih dari cukup untuk membiayai hidup di kampung yang sederhana.

Saat itu, Baihaqi tak pernah mengkhawatirkan beban hidup keluarganya termasuk biaya sekolah 4 orang anak-anaknya. Lebih dari itu, ia masih bisa mempekerjakan remaja di kampungnya untuk membantu pekerjaannya. Remaja di kampungnya bisa diberi job sebagai tukang ampelas, mentata perak, atau pekerjaan kecil lainnya.

“Saya tinggal fokus mengerjakan yang utama. Mereka selain dapat penghasilan, juga sekaligus melihat proses pembuatan perhiasan, mereka belajar agar nanti bisa jadi pengrajin perak,” cerita Baihaqi.

Apa boleh buat, masa ‘yang menyenangkan’ itu (mudahan hanya sementara) sudah berlalu. Baihaqi saat ini tidak bisa lagi mempekerjakan orang lain. Ia harus mengerjakan pesanan perhiasan itu seorang diri.

Sekarang paling banyak ia mendapat 2 pesanan, dan itu pun tidak rutin. Kadang-kadang ada pesanan, dan lebih sering harus lebih sabar menanti.

“Itu pun kalau ada pesanan. Sebab pada awal pandemi, bukan hanya pesanan sepi tapi sama sekali tidak ada pesanan. Semua pengrajin di Kamasan benar-benar jadi penganggur,” tutur Baihaqi.

Padahal hidup terus berlanjut, dan biaya kebutuhan sehari-hari terus menuntut. Seperti halnya Baihaqi, karena nganggur tak ada pesanan, banyak perajin mencari pekerjaan lain, salah satunya menjadi buruh bangunan.

Ternyata menjadi buruh bangunan pun juga tak lancar, karena banyak proyek-proyek bangunan yang ditunda. Banyak para kontraktor yang harus ‘merumahkan’ para buruh bangunannya.

“Saat nganggur saya juga mau jadi buruh bangunan. Untungnya, pada saat seperti itu ada teman yang pesan perhiasan, akhirnya saya membatalkan niat. Saya tetap mengerjakan kerajinan perak, ada atau tidak pesanan,” kata Baihaqi, ternyata ia masih bisa tersenyum.

Kampung cikal bakal perajin emas

Kampung Kamasan, Karang Baru, Kota Mataram, Lombok, diceritakan sebagai kampung yang merupakan cikal bakal para perajin emas. Kampung Sekarbela, Ampenan, yang saat ini dikenal sebagai pusat kerajinan emas terbesar di Lombok, dulu para perajinnya belajar menjadi pande emas dari perajin di Kampung Kamasan.

Tapi akhirnya para perajin Sekarbela lebih berjaya. Tahu sebabnya? Ya, orang-orang di Sekarbela dikenal sangat ulet dan lebih gigih berwirausaha. Sehingga di Sekarbela tumbuh puluhan toko yang menjual perhiasan emas, dan terus berkembang. Di Kamasan saat ini hanya ada satu toko yang menjadi showroom yang menjual erajinan perak.

Nama Kamasan sebenarnya semula bernama Keemasan, yang menandai bermukimnya para perajin emas.

“Dulu saya juga mengerjakan perhiasan emas, akhirnya sekarang fokus mengerjakan perak,” cerita Baihaqi. Ia memilih menjadi perajin perak, karena mengerjakan emas banyak resikonya.

Terutama soal kesehatan, sebab untuk melebur emas harus menggunakan bahan kimia. Karena pengaruh zat kimia itu, umumnya para perajin emas saat usia tua merasakan dampak penggunaan bahan kimia itu.

Selain itu, kalau tidak teliti benar, mengerjakan kerajinan emas banyak ruginya sebab emas lebih cepat susut.

Di Kampung Kamasan memang sangat dikenal sebagai tempat para perajin perhiasan dan keris. Soal kerajinan keris, di Kamasan sangat dikenal dalam penyamplengan keris. Sampleng keris merupakan penambahan logam, baik emas, perak, tembaga, dan lainnya pada gagang dan sarung keris.

Tapi kejayaan para perajin perhiasan dan keris di Kamasan hanyalah masa lalu. Saat ini sebagian besar perajin di Kamasan benar-benar kehilangan mata pencahariannya.

Setelah pandemi  Covid-19 berlalu, apakah para perajin perak di Kamasan bisa kembali bangkit?

“Kami berharap uluran tangan dan dukungan pemerintah, agar perajin yang cukup lama terpuruk ini bisa kembali bekerja,” harap Baihaqi.

Rr    

 

 

 




Bupati Lombok Utara: Jangan Beri Informasi Bersifat Fitnah

MALAKA-KLU.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH mengatakan, media merupakan bagian penting yang mempublikasikan program pembangunan yang dilaksanakan Pemda Kabupaten Lombok Barat.

Bupati KLU

Dikatakan, pentingnya sinergitas antara pemerintah dan pihak media baik itu media online, cetak, maupun media elektronik.

Sinergitas yang baik antara pihak media dan pemerintah diharapkan berperan dan ikut mendorong kemajuan daerah KLU untuk segera bangkit menjadi daerah yang lebih baik.

Bupati KLU,
H. Djohan Sjamsu

Menurut Bupati Djohan, media melaksanakan hak tahu dan hak memberitahukan.

“Pewarta wajib memberitakan pembangunan semua bidang di KLU, baik telah, sedang sedang dilaksanakan, dan akan dilaksanakan,” kata bupati saat siaturahmi dalam acara Forum Pewarta yang diselenggarakan Bagian Humas dan Protokol Setda KLU bertajuk ‘Merajut Relationship Pewarta – Kehumasan,’ di Hotel Pesona Bulan Baru, Malaka, Pemenang KLU, Jum’at (11/06/21) malam.

Namun Bupati Djohan mengingatkan, liputan media seyogyanya informatif, inspiratif, motivatif dan konstruktif bagi pemerintah dan masyarakat.

Dan pesannya, yang ditujukan tiap jurnalis yang hadir pada malam itu, untuk lebih profesional dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat KLU secara umum.

“Dan jangan memberi informasi yang bersifat fitnah,” kata bupati.

Agenda Forum Pewarta merupakan kegiatan reguler Bagian Humas dan Protokol Setda KLU yang sudah memasuki tahun ke empat.

BACA JUGA: Wartawan Bersih-bersih Pantai LG Desa Malaka

Peran kehumasan

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB, Boi Marsudi, yang menajdi narasumbe dalam dialog Forum Pewarta malam itu,  media cetak, online, dan elektronik sangat berperan penting membangkitkan kondisi daerah di saat terpuruk akibat pandemi saat ini.

“Jika ingin membangkitkan lagi sektor pariwisata, maka perlu mengedepankan media informasi sebagai unit pendorong bagi sektor pariwisata,” kata mantan wartawan Lombok Pos itu.

Ia mencontohkan, salah satu contoh di daerah Spanyol, tepatnya di Sevila, yang sektor pariwisatanya sempat terpuruk.

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Launching Inovasi “Simpel Saja”

“Tapi cepat pulih karena kesadaran masyarakat akan pentingnya media informasi yang sifatnya positif dalam menginformasikan kondisi pariwisatanya. Tiap elemen masyarakat, dilatih menjalankan peran humas, yang menginformasikan hal-hal yang positif dan menarik tentang daerahnya,” kata Boy Mashudi

Malam itu Boi Mashudi juga menekankan, untuk mewujudkan perkembangan media informasi, perlu juga perhatian lebih dari pihak Humas maupun Diskominfo sebagai mitra para awak media.

Secara lugas disebut pentingnya memberi harga yang layak karya jurnalistik yang disajikan pewarta melalui medianya.

Pada bagian lain, Boi sempat menyinggung pentingnya marketing bagi perusahaan media dalam membesarkan media yang dibangun.

Pada kesempatan yang sama, Boy Mashudi memaparkan juga langkah-langkah yang telah ditempuhnya untuk mengembangkan perusahaan media.

Ditegaskannya, saat ini media online memainkan peran yang memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah. Sebab, media online pelan-pelan mulai menggeser peran media cetak yang sudah mengalami kemerosotan.

Di samping itu, media online perlu lebih kuat lagi agar bisa menggeser oknum-oknum yang menyebarkan berita-berita hoaks, yang tersebar sangat cepat di media sosial pada umumnya.

“Menyadari akan hal ini tentunya diperlukan langkah dalam wujud kolaborasi nyata antara pemerintah dan kalangan media, khususnya para pewarta di media online yang tak hanya dalam tanggung jawab untuk meluruskan kekeliruan informasi, namun juga dalam memberikan edukasi ke masyarakat tentang bagaimana memahami cara yang benar dalam memperoleh informasi,” ungkap Boy Mashudi

Han




Pasien Covid-19 di NTB, Sabtu, Bertambah 25 Orang Positif

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium pada 432 sampel, telah dikonfirmasi bertambahnya pasien positif Covid-19 sebanyak 25 orang.

Pasien Covid-19

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. melalui press release pada media, hari Sabtu (12/06/21).

Lalu Gita menjelaskan, pemeriksaan sampel tersebut dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium Antigen.

Hasil pemeriksaan sebanyak 432 sampel dengan 401 sampel negatif, 6 positif ulangan, dan diketahui 25 kasus baru positif Covid-19.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga, Target 100 persen di Tahun 2021

Dijelaskannya, pasien yang sudah sembuh pada hari Sabtu jauh lebih banyak dari jumlah bertambahnya pasien positif Covid-19.

“Hari ini terdapat 42 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita melalui press release.

Dan pada Hari Sabtu tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Dengan tambahan 25 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 42 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (12/06/21) sebanyak 13.890 orang.

Rinciannya, 12.781 orang sudah sembuh, 617 meninggal dunia, serta 492 orang masih positif.

Menurut Lalu Gita, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif. Itu dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Pasien Covid-19

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.423 orang dengan perincian 179 orang (0,9%) masih dalam isolasi, 28 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.216 orang (99%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 89.416 orang, terdiri dari 2.586 orang (2,9%) masih dalam karantina dan 86.830 orang (97,1%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.057 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.399 orang (99,1%).

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Launching Inovasi ‘Simpel Saja’

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.