Pasien Covid-19 di NTB, Selasa, Bertambah 37 Orang Positif

Penambahan pasien yang positif Covid-19, lebih besar dari jumlah pasien yang dinyatakan sembuh

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium pada 411 sampel, telah dikonfirmasi terdapat penambahan pasien Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB), sebanyak 37 pasien positif.

Pasien

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat,Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. melalui press release pada media, hari Selasa (22/06/21).

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, Laboratorium PCR Labkesda Banyuwangi dan Laboratorium Antigen.

BACA JUGA: Tiket non Tunai, Upaya Putus Mata Rantai Covid-19

Hasil dari pemeriksaan 411 sampel dengan 374 sampel negatif, tidak ada positif ulangan, dan 37 sampel kasus baru positif Covid-19.

Dengan penambahan 37 orang positif Covid-19, berarti jumlahnya lebih besar dari pasien yang sembuh.

“Hari ini (Selasa) terdapat 28  penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita melalui press releasenya.

Dan pada hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Pasien

Dengan tambahan 37 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 28 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (22/06/21) sebanyak 14.269 orang.

Rinciannya, sebanyak 13.078 orang sudah sembuh, 618 meninggal dunia, serta 573 orang masih positif

Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” jelas Lalu Gita.

Hal itu dilakukan, menurutnya, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19,

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.637 orang dengan perincian 136 orang (0,7%) masih dalam isolasi, 34 orang (0,2%) masih berstatus probable, 20.466 orang (99,1%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 91.037 orang, terdiri dari 2.809 orang (3,1%) masih dalam karantina dan 88.228 orang (96,9%) selesai karantina.

BACA JUGA: Isu Strategis NTB Diungkap di hadapan Peserta Lemhanas

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.504 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.022 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.482 orang (99,1%).

“Diharapkan bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” pina Lalu Gita Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Lomba Bertutur, Sarana Pembentuk Karakter Anak

Kegitan Lomba bertutur yang melatih istimatika berpikir anak-anak ini,  merupakan kegiatan tahunan yang diikuti oleh perwakilan kabupaten kota se-Provinsi NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Julmansyah, S.Hut M.A.P, mengatakan, lomba bertutur merupakan salah sarana yang tepat dalam membangun dan membentuk karakter anak.

Apalagi bertutur dengan baik di hadapan publik, seorang anak membutuhkan keberanian, kemampuan mengkoordinasikan seluruh panca indra. Sehingga dinilai dapat melatih mental, sistimatisasi berfikir mereka sejak kecil.

“Proses menjadi seorang yang mampu bertutur dengan baik tidak mudah. Tetapi jika anak2 sejak sekarang dilatih memiliki kemampuan berbicara depan publik, maka ketika mereka dewasa akan memiliki kemampuan retorika dan public speaking yang baik, kelak menjadi life skill mereka,” ungkapnya saat membuka Lomba Bertutur di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Selasa (22/06/21).

BACA JUGA: Sistem Informasi Posyandu, Perkuat Pemetaan Kesehatan

Namun tradisi bertutur, kata Julmansyah, perlahan mulai luntur dan jarang ditemui di tengah-tengah masyarakat. Terutama tradisi bertutur melalui dongeng yang disampaikan pada anak dan cucu menjelang tidur.

“Untuk itu, saya berharap kepada seluruh dinas perpustakaan di NTB untuk dapat memfasilitasi dan mensupport tradisi bertutur bagi anak melalui dongenng maupun lomba lainnya,” harapnya.

Lomba bertutur ini merupakan kegiatan tahunan yang diikuti oleh perwakilan kabupaten kota se-Provinsi NTB.

Lomba bertutur juga rangkaian dari berbagai lomba, mulai lomba perpustakaan desa, lomba perpustakaan SMA/SMK serta lomba bertutur.

Kegiatan telah menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI.

Usai perlombaan, dilakukan pembacaan pengumuman pemenang yang disampaikan oleh Dr. Kadri perwakilan Dewan Juri.

BACA JUGA: Tiket nn Tunai, Upaya Memutus Mata Rantai Covid-19

Adapun pemenang lomba bertutur tingkat provinsi ini antara lain;

  • Juara 1 Lalu Nizzar Rayyan dari SDN 22 Praya Lombok Tengah;
  • Juara 2 Putri Zulfairah SDN 2 Labuan Sumbawa,;
  • Juara 3 Ronaldo Sopha SD Alethea Mataram;
  • Juara Harapan I Zafeera AfkarMughni SDN 5 Rabangodu Utara Kota Bima;
  • Juara Harapan II Putri Rabiatul Adawiah SDN Sondosia Kab. Bima;
  • Juara Harapan III Aqila Zahayu Mahfuz SDN 1 Gerung Utara Lombok Barat.    Selanjutnya pemenang pertama akan mewakili Provinsi NTB ke tingkat Nasional. (*)



Pantai Impos Sasaran Berlibur Anak Sekolah

Penataan bangunan pondok, warung dan fasilitas lainnya di pantai Impos cukup rapi, dan yang lebih menyenangkan pantainya terjaga keberihannya

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Berwisata ke pantai Impos, Dusun Jambianom, Desa Medana, Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara memberi kenyamanan tersendiri bagi tiap pengunjung.

Pantai Impos

Pantai Impos

Pantai Impos nyaman untuk dikunjungi karena bersih dan aman, disamping itu di pantai ini tersedia tempat bermain bagi anak-anak cukup luas Bangunan pondok sementara untuk para pedangang kaki lima berjejer rapi, dan mereka selalu bersikap sopan melayani para pembeli atau pengunjung pantai Impos.

Salah seorang anak berasal dari SD No.8 Sokong, Tanjung, I Komang Adilana Waisia yang sedang berlibur usai mengikuti ulangan semester genap mengaku senang di Pantai Impos karena panainya bersih.

BACA JUGA: Puncak Mantar, Destinasi Sumbawa Barat yang Indah

“Kami senang berlibur di pantai Impos karena sepanjang pantainya bersih, dan disediakan alat berenang berupa ban dalam, Perahu Kano serta dijaga oleh anggota Pokdarwis, “kata Komang, Selasa (22/06/21).

Penataan yang cukup rapi, meski dengan bangunan sementara dalam pondok disediakan bangku meja dan tempat duduk lainnya serta wifi gratis.

“Tempat lain tidak senyaman tempat ini,” kata Komang.

Senada denganI Komang Adilana Waisia, Kepala Sekolah SDN 8 Medana, Adnan Miktamar ,S.pd, M.Pd mengungkapkan, pilihan liburan akhir pelajaran ini merupakan pilihan para siswa sekolah sendiri.

“Mereka yang memilih untuk liburan ke pantai Impos” tutur Adnan.

Pihak guru berkewajian mendampingi siswanya dan tetap mengikuti standar protokol kesehatan Covid-19.

Soal kenyamanan, Adnan membenarkan pernyataan muridnya bahwa pantai Impos cukup bersih dan menyenangkan untuk bermain.

Dan Adnan berharap, di setiap pantai di Lombok Utara ini sepatutnya ditata seperti pantai Impos, sehingga wisatawan akan betah berkunjung ke pantai di Lombok Utara.

BACA JUGA: Pasien Covid-19 di NTB, Senin, Bertambah 46 Positif

Adnan kemudian menunjuk ke arah fasilitas di pantai Impos, mulai dari pondok, warung, sarana olah raga renang, dan tempat ganti pakaian di sebelah kanan.

“Itu kan semua bangunan sementara (bukan bangunan permanen, pen). Namun karena ditata rapi, jadi kelihatan bagus,” kata Adnan.

@ng




Pasien Covid-19 di NTB, Senin, Bertambah 46 Positif

Jumlah pasien yang diketahui sembuh dari Covid-19 hari Senin, jauh lebih banyak dari penambahan pasien positif.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemeriksaan laboratorium pada 305 sampel, telah dikonfirmasi adanya penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 46 orang.

Pasien Covid-19

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah Selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melalui press release, hari Senin (21/06/21).

Pemeriksaan sampel itu dilakukan di Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara  Barat, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, Laboratorium PCR RS Bhayangkara, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, Laboratorium PCR RS Parahita Jember dan Laboratorium Antigen.

Hasil lengkapnya, dari pemeriksaan sebanyak 305 sampel dengan 259 sampel negatif, tidak ada positif ulangan, dan 46 sampel kasus baru positif Covid-19.

Jumlah pasien yang diketahui sembuh dari Covid-19 hari Senin, jauh lebih banyak dari penambahan pasien positif.

BACA JUGA: Sepakat Damai, Rambitan dan Ketara Serahkan Konflik ke APH

“Hari ini (Senin) terdapat 70 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita melalui press releasenya.

Dan pada hari ini juga tidak terdapat penambahan kasus kematian baru,

Dengan tambahan 46 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 70 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (21/06/21) sebanyak 14.232 orang.

Rinciannya, sebanyak 13.050 orang dinyatakan sudah sembuh, 618 meninggal dunia, serta 564 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” jelas Lalu Gita.

Itu dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.612 orang dengan perincian 147 orang (0,7%) masih dalam isolasi, 33 orang (0,2%) masih berstatus probable, 20.431 orang (99,1%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 90.785 orang, terdiri dari 2.912 orang (3,2%) masih dalam
karantina dan 87.873 orang (96,8%) selesai karantina.

BACA JUGA: Kartu Elektronik Berlaku di Pelabuhan Poto Tano dan Kayangan

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.504 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.030 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.474 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Mempercakapkan Zaken OPD di Pemerintahan Djohan-Danny

Dibutuhkan birokrasi profesional yang jadi kunci keberhasilan pemerintahan, karena itu penting mempercakapkan Zaken OPD, yakni figur-figur jajaran pembantu bupati yang memiliki kompetensi bagus di bidangnya.

Mempercakapkan
——-
SARJONO; Penulis adalah Mahasiswa Magister KPI Pascasarjana UIN Mataram

lombokjournal.com“Serahkanlah semua urusan pada ahlinya”. Kalimat ini adalah penerang jalan kebangkitan daerah Lombok Utara di tengah senjakala birokrasi saat ini. Satu sisi butuh percepatan atas seabrek pekerjaan rumah yang kini sedang menanti penyelesaian.

Disisi lain, birokrasi daerah sebagai penggerak pembangunan daerah masih memerlukan penataan-penataan SDM sesuai dengan fokus dan lokusnya.

Secara sederhana kalimat di atas dapat kita analogikan sebagai berikut. Misalkan, seorang ayah ingin anaknya pintar bermain tenis meja, serahkan pada pelatih teknis meja ternama. Atau jika ingin kualitas pembangunan infrastruktur bagus dan berkualitas, serahkan pada orang yang tahu ilmu konstruksi.

Demikian pula ketika mempercakapkan soal politik dan pemerintahan. Maka segala hal ihwal tentangnya haruslah dipegang oleh orang yang benar-benar kompeten. Begitu kira-kira, hemat penulis, makna sederhana ungkapan di atas.

Torehan ini penulis ketengahkan ke ruang publik, musababnya saat ini percakapan komposisi birokrasi yang akan dibentuk oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH dan Danny Karter Febrianto, ST, M.Eng.

Berbagai spekulasi liar merebak jika jabatan-jabatan penting di birokrasi akan diisi oleh orang-orang yang dianggap berkonstribusi terhadap pemenangan pasangan Djohan-Danny dalam Pilbup Lombok Utara 9 Desember 2020.

Memang, terlalu dini memunculkan spekulasi semacam itu, pasalnya usia pemerintahan Djohan dan Danny belum genap empat bulan, terhitung sejak dilantik pada tanggal 26 Februari 2020 di graha bhakti kantor gubernur oleh Gubernur Zulkifliemansyah didampingi Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah dan sejumlah pejabat teras Pemprov NTB.

BACA JUGA: Rumah Tahan Gempa di KLU, Sebanyak 18 Belum Dibangun

Luput dari berbagai spekulasi dan kecurigaan publik yang boleh jadi dianggap sebagian kalangan sebagai wacana prematur, dalam amatan penulis, keterlibatan warga dalam mengawal pemerintahan Djohan-Danny adalah langkah maju yang patut mendapat apresiasi seperlunya.

Kemenangan fantastik pasangan Djohan-Danhy (JODA AKBAR) pada Pilbup Lombok Utara dengan perolehan suara 56,1 %, mengalahkan pasangan petahana, Najmul Akhyar-Suardi (NADI) yang harus puas mengantongi dukungan suara 43,9 % adalah bukti jika ekspektasi publik untuk pasangan ini cukup tinggi, (www.suaralomboknews.com).

Zaken OPD

Birokrasi profesional menjadi kunci keberhasilan pemerintahan lima tahun ke depan. Komposisinya diisi oleh figur-figur yang mumpuni di bidangnya masing-masing sehingga program pembangunan yang telah dituangkan dalam blue print pemerintahan Djohan-Danny bisa terealisasi dengan baik.

Konsekuensinya: Djohan-Danny harus berani mengambil sikap tegas untuk tidak diintervensi oleh kepentingan manapun jika ingin pemerintahan yang mangkus-sangkil dan maksimal.

Kendatipun tidak bisa dimungkiri bahwa kemenangan yang diraih oleh keduanya memang hasil kerja keras banyak pihak. Banyak spektrum kekuatan yang berkolaborasi menjadi satu kekuatan dahsyat untuk memastikan pasangan ini keluar sebagai juara. Memang politik punya perspektif kepentingan, sehingga tepat rasanya istilah klasik: tidak ada makan siang gratis, digunakan. Semua punya nilai kepentingan yang mesti dibayar.

Namun luput dari kepentingan, ada baiknya sejenak kita menoleh ke belakang mencermati kondisi Lombok Utara tiga tahun silam, sesaat pascagempa mendera, daerah otonomi yang baru beranjak menapaki usia 13 tahun ini tampak seperti “kota mati”. Baru saja bangkit dari siuman akibat gempa beruntun ribuan kali mengguncang, tetiba kita dikejutkan dengan pandemi Covid-19. Wabah penyakit yang bermula menjangkiti masyarakat Kota Wuhan China.

BACA JUGA: PKK Mesti Responsif Terhadap Permaalahan Masyarakat

Dari sana kemudian menyebarluas ke seluruh penjuru dunia, menembus sekat ruang dan waktu, bergerak cepat melintasi koridor batas-batas benua/negara. Lombok Utara pun tidak luput dari serangan virus corona. Menciptakan suasana kian mencekam, lebih menakutkan dari bencana gempa dan tsunami sekalipun, lantaran sifatnya yang tidak kelihatan. Dampak yang ditimbulkan disadari luar biasa.

Daerah ini mengalami keterpurukan dalam berbagai sendi kehidupan akibat dua bencana menghantam daerah dalam kurun dua tahun terakhir: gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 setahun silam, nyaris seluruh aspek berdaerah lumpuh, perekonomian daerah tiarap, APBD turun drastis, dan seterusnya.

Beberapa deskripsi kondisi berdaerah seperti diuraikan di muka layak direnungi bersama, menjadi pertimbangan matang bagi para pemegang otoritas kepemimpinan daerah sebelum melakukan penyegaran pejabat OPD.

Menjadi wacana yang solutif di tengah isu mutasi yang akan dilakukan oleh kepala daerah. Langkah yang mesti dicoba oleh pimpinan daerah periode 2021-2026, jika ingin menghendaki stabilitas politik dan berpemerintahan membaik.

Zaken OPD adalah jawabannya. Orang-orang terpilih di jajaran pembantu bupati adalah orang yang memiliki kompetensi yang bagus di bidangnya. Misalkan saja, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan, siapa yang menjabat. Ia adalah ahli di sektor pertanian, kelautan, perikanan dan pangan.

Ia juga jago, atau paling tidak mengerti keempat aspek tersebut serta berlatar belakang dunia pertanian, pangan, kelautan dan perikanan. Kepala Bappeda, ia adalah orang yang mengerti dan memahami kredo persoalan perencanaan pembangunan.

Demikian pula Kepala Dinas Kominfo, ia harus benar-benar mengerti soal komunikasi (publik) dan teknologi informatika berikut dinamika informasi dari waktu ke waktu. Terlebih dinas ini memliki tupoksi, salah satu di antaranya sebagai “Humas Daerah”, dalam arti luas.

Pun, Kepala Dinas Pariwisata. Siapa yang layak, tentu jawabannya adalah orang yang memahami seluk beluk dunia pariwisata, punya jaringan yang luas, tahu strategi promosi wisata, punya inovasi mengembangkan destinasi pariwisata, dan mampu mengelola aset-aset pariwisata strategis, dan sebagainya.

Apalagi seperti yang kita tahu, bahwa sumber terbesar PAD Lombok Utara berasal dari sektor pariwisata.

Sekali lagi, zaken OPD atau birokrasi profesional menjadi solusi terbaik, karena diisi oleh orang-orang dengan kapasitas mumpuni, punya etos dan visi kerja yang tinggi. Di sinilah, menurut penulis, kapabilitas dan kredibilitas kepala daerah diuji.

Kontestasi telah usai, namun meninggalkan beberapa coretan-coretan sejarah sepanjang proses pelaksanaan pemilukada 2020, berdampak pada kehidupan masyarakat. Bupati dan Wakil Bupati harus mampu menangkap tren elektoral seraya berdiri paling depan memastikan kebangkitan bumi pertiwi adi mirah paer daya.

Traits Theory

Dalam teori kepemimpinan “Traits Theory”, kehadiran seorang pemimpin dalam masyarakat dilahirkan atau tidak dilahirkan (Steve Wolinski, 2010). Dalam teori ini, keberhasilan dan kualitas pemimpin ditentukan oleh personality dan ability.

Oleh sebab itu, Bupati sebagai seorang pemimpin yang dilahirkan dari proses kompetisi politik sudah seharusnya memiliki kepribadian role model bagi rakyatnya serta punya kemampuan dalam mengatasi persoalan yang ada di tengah masyarakat. Ordway Tead (1931) dalam bukunya berjudul “The Art of Leadership”, berpandangan kepemimpinan adalah penggabungan perangai yang membuat seseorang mungkin dapat mendorong beberapa pihak lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Oleh karena itu sudah saatnya pucuk pimpinan daerah mulai menyaring kepala-kepala OPD yang ada saat ini sembari mencari figur-figur baru yang dapat membantu menata eskalasi etape pemerintahan daerah. Hal utama yang mesti dilakukan bagaimana memastikan figur yang terpilih adalah sosok yang bersih, mampu mengeksekusi program, mempunyai keahlian manajerial, dan tentu yang tidak kalah penting, sosok yang cerdas.

Kepala daerah memiliki hak khusus atau hak istimewa yang tidak dimiliki oleh fungsi jabatan kedaerahan lain yakni hak prerogatif, adalah hak kepala daerah untuk mengeluarkan keputusan atas nama daerah, bersifat final, mengikat, dan memiliki kekuatan hukum tetap.

Jadi, Zaken OPD merupakan susunan OPD-OPD pembantu bupati yang diisi oleh para teknokrat atau kaum profesional dalam bidangnya masing-masing agar betul-betul dapat merumuskan persoalan yang tengah dihadapi daerah.

Tujuan dan fungsi dibentuknya zaken OPD, tentu untuk menghindari terjadinya malfungsi OPD, menghindari terjadinya malpraktek di OPD serta memaksimalkan kinerja dari para kepala OPD beserta jajarannya. Semoga ***

 

 




Puncak Mantar, Destinasi Wisata Sumbawa Barat Yang Indah

“Serdadu Kumbang”, film garapan Ari Sihasale yang bercerita tentang tiga anak menggapai cita-cita, menampakkan keindahan lokasi film tersebut,yaitu; Puncak Mantar.

KSB.lombokjournal.com ~ Kecantikan obyek wisata yang berada di Desa Mantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, itu, membuat takjub Ketua Tim Penggerak Peningkatan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Puncak MantarDi Puncak Mantar yang ada landasan paralayangnya, Hj. Niken berselfie ria dan sesekali mengajak rombongan TP PKK untuk foto bersama.

“Mantar aidaaa,” ungkap Bunda Niken, Senin (21/6/2021)

Dari puncak Mantar, Hj. Niken melihat langsung keindahan Puncak Gunung Rinjani, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, seperti; Pulau Kenawa, Pulau Mendaki, Pulau Paserang, Pulau Belang, Pulau Ular, Pulau Nako dan Pulau Kalong.

Setelah menikmati keindahan Desa Mantar, Bunda Niken menyadari bahwa, Mantar memiliki potensi besar dalam memperkenalkan NTB dalam bidang pariwisata. Bunda Niken optimis, sebagai salah satu destinasi pariwisata, Mantar harus tetap dikembangkan, fasilitasnya harus dilengkapi bersama.

“InsyaAlloh, kita optimis, Mantar tidak hanya indah, tapi mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Masyarakat bisa menjual kuliner khas sumbawa kepada wisatawan, untuk penginapan, masyarakat telah mengandalkan rumah-rumah penduduk yang berfungsi juga sebagai homestay,” tutup Bunda Niken.

BACA JUGAPPDB SMA, Gubernur NTB Temani Anaknya Daftar Sekolah

 




Rumah Tahan Gempa di Lombok Utara, Sebanyak 18 Ribu Belum Dibangun

Pembangunan apa pun di KLU, termasuk pembangunan majid dan rumah tahan gempa tidak bisa di selesaikan dengan sebaik-baiknya bila mayarakat tidak bersatu

TANJUNG.lombokjournal.com  ~  Sebanyak 18 ribu Rumah Tahan Gempa (RTG) di Kabupaten Lombok Utara belum dibangun.

Padahal dana Pemerintah Pusat yang sudah disalurkan ke Lombok Utara untuk anggaran pembangunan RTG sampai hari ini sekitar 2,3 triliun rupiah.

Rumah Tahan Gempa di KLU

 

“Angka yang begitu besar buat daerah kita, namun sesungguhnya belum seluruhnya pembangunan (RTG) terselesaikan,” kata Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu.

Hal itu diungkapkan bupati saat melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Masjid Nurul Yaqin Abdurrahman Kelongkong di Dusun Kelongkong Desa Sambik Bangkol (Samba) Kecamatan Gangga, hari Minggu (20/06/21).

Karena itu, Bupati Djohan mengajak semua lapisan masyarakat Lombok Utara bergotong royong bersatu padu membangun daerah.

BACA JUGA: Pariwisata Ramah Lingkungan di Pantai Impos

Termasuk membangun masjid, khususnya yang ada di dusun. Sebab masih banyak pembangunan yang belum terselesaikan di Lombok Utara, termasuk pembangunan puluhan unit masjid.

Bupati yakin dan percaya, salah satu cara membangun daerah adalah bersatu secara utuh dan tidak bercerai berai.

“Jika kita tidak bersatu pembangunan apa pun di KLU ini tidak bisa di selesaikan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Ditambahkannya, KLU bisa dibangun apabila semua elemen daerah bersatu, pasalnya pihak yang mesti membangun daerah ini hanya masyarakatnya sendiri.

Kata orang nomor satu di Lombok Utara ini, sudah banyak yayasan amal yang telah membantu masyarakat membangun masjid. Sedangkan pemerintah membantu membangun rumah tahan gempa.

“Kita bersyukur banyak yang membantu. Untuk itu sebagai Kepala daerah, atas nama masyarakat di sini menyampaikan terima kasih kepada saudara-saudara saya dari Yayasan Imam Syafi’i,” ungkap bupati.

Dalam acara itu hadir unsur Yayasan Al-Imam Al-Syafi’i Mataram, unsur Pemerintah Kecamatan Gangga, unsur Perwakilan Polsek Gangga, Penjabat (Pj) Kades Samba beserta perangkat desa setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga dusun setempat.

Ketua PD Muhammadiyah KLU itu menegaskan, hal yang paling penting bagaimana masyarakat nantinya bisa memakmurkan masjid yang sudah susah payah dibangun dengan meramaikannya melalui aktivitas ibadah seperti shalat berjamaah.

BACA JUGA: Kordinasi TPKD KLU Untuk Menindaklanjuti Rekomendai BPK

Ia menjabarkan, sebelumnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lombok Utara sebesar 1,2 triliun rupiah. Tapi setelah Covid-19, APBD Lombok Utara turun 2,5 persen, sekitar 300 miliar rupiah.

“Inilah persoalan daerah. Saya harapkan masyarakat memaklumi hal ini. Jadi jika ada hal-hal yang belum bisa kita lakukan harap anda semua maklum. Apa yang saya jadikan visi-misi pada pemilukada kemarin belum bisa kita wujudkan karena kita harus berpedoman pada peraturan daerah,” imbuhnya.

Peraturan Daerah tentang visi-misi masih disusun oleh DPRD, pelaksanaannya diestimasi sekitar Agustus atau September mendatang.

Menurut bupati, ihwal yang bisa dilaksanakan sekarang sudah diatur pada peraturan daerah tahun 2020 seraya memaklumkan masyarakat Desa Samba.

“Mari kompak bersatu membangun daerah kita. Kita tidak tahu kapan berakhirnya Covid-19 ini. Tapi, kita harus bersyukur kepada Allah, pertanian dan perkebunan kita masih bagus,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat tidak boleh tinggal diam tapi harus mampu bergerak dalam situasi ini, tentu dengan mematuhi prokes.

Di Lombok Utara, warga yang posittif Covid-19 dan masih diisolasi jumlahnya  sekitar 17 orang. Lmbok Utara ekarang dalam status zona oranye.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul Yaqin, Abdurrahman Putrawadi dalam laporannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas dibangunnya masjid setempat setelah ditimpa gempa bumi 2018 silam.

Dibangunnya masjid setempat, tutur Anggota DPRD KLU ini, berkat bantuan donasi dari Singapura melalui Yayasan Al-Imam Al-Syafi’i di Mataram. Ia menyampaikan terima kasih yang tulus kepada pengurus yayasan di berbagai tingkatan mulai kecamatan, kabupaten dan provinsi.

“Atas nama masyarakat Dusun Kelongkong dan Desa Sambik Bangkol umumnya, kami sampaikan terima kasih banyak kepada Pengurus Yayasan Al-Imam Al-Syafi’i yang telah membantu kami membangun kembali masjid ini,” ucapnya.

Terpisah Pj Kades Samba Sarjono menuturkan, masjid yang terletak di samping Kantor Desa setempat,  baru dapat dibangun sekarang pascagempa bumi melanda tiga tahun silam.

Pemerintah Desa mengapresiasi tinggi pihak yayasan pemberi bantuan sehingga masjid di ibu kota desa tersebut dapat terbangun.

“Alhamdulillah, pembangunan Masjid Nurul Yaqin Abdurrahman ini melegakan warga. Selama kurang lebih tiga tahun mereka melaksanakan aktivitas ibadah di masjid sementara. Harapan saya setelah terbangunannya masjid ini nanti warga kami dapat lebih nyaman beribadah,” ungkapnya.

Bupati Lombok Utara didampingi Wakil Ketua BPD dan Pj Kades Samba meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Yaqin Adurrahman.

@ng




Pasien Covid-19 di NTB, Minggu, Bertambah 51 Orang Positif

Jumlah pasien positif Covid-19 pada hari Minggu, jauh di atas jumlah pasien yang dinyatakan sembuh

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium pada 214 sampel, telah dikonfirmasi penambahan pasien positif Covid-19, bertambah 51 orang.

Pasien Covid-19

Update Covid-19 itu diampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi M.Si melalui press release, hari Minggu (20/06//21).

Pemeriksaan sampel itu dilakukan Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa  Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RS Bhayangkara, dan Laboratorium Antigen sebanyak 214 sampel dengan 163  sampel negatif, tidak ada positif ulangan, dan 51 sampel kasus baru positif Covid-19.

Dalam tiga hari terakhir, penambahan passien yang poitif Covid-19 jau melebihi dari pasien yang dinyatakan sembuh.

BACA JUGA: Bappenas Bantu Percepat Pembangunan STiPark dan Smelter

“Hari ini (Minggu) terdapat 7 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita.

Namun hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Dengan tambahan 51 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 7 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di
Provinsi NTB sampai hari Minggu (20/06/21) sebanyak 14.186 orang, dengan perincian 12.980 orang sudah sembuh, 618 meninggal dunia, serta 588 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” jelas Lalu Gita.

Ibni dilakukann untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Pasien Covid-19

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.514 orang dengan perincian 159 orang (0,8%) masih dalam isolasi, 32 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.323 orang (99,1%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 90.605 orang, terdiri dari 3.060 orang (3,4%) masih dalam
karantina dan 87.545 orang (96,6%) selesai karantina.

BACA JUGA: Sarang Walet Diproyeksi Jadi Indutri Baru di NTB

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.032 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.424 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lau Gita Ariadi melalu press releasenya.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Pariwisata Ramah Lingkungan di Pantai Impos

Inovasi dari Pokdarwis Pantai Impos yang menginginkan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat melalui pengelolaan Pariwisata Pantai Impos

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Akhir tahun 90 an adalah suatu kenyataan,  perkembangan pariwisata di Kabupaten Lombok Utara mencuat sebagai primadona andalan pemasok PAD.

Pariwisata Ramah Lingkungan
Udin, penggerak Pokdarwis Pantai Impos

Mengikuti pola pariwisata konvensional yang sifatnya massal (mass tourism), sektor pariwisata ditargetkan untuk menjadi pemasok PAD.

Produk mass tourism yang semata-mata hanya mementingkan kegiatan pendapatan dan perputaran nilai ekonominya, ternyata banyak menimbulkan dampak negatif.

Seperti meminggirkan masyarakat lokal, timbul konflik, degradasi moral, proses kerusakan lingkungan, dan lain-lain adalah sebagian kecil dari daftar panjang dampak negatif praktik pariwisata massal yang (semata-mata) komersial.

Belum tuntas persoalan di atas, kini muncul persoalan baru, pandemi Covid 19 telah meluluh lantakan sektor pariwisata KLU. Karena memang mass tourism ini tidak bisa lagi berharap banyak wisatawan mancanegara berkunjung ke KLU.

Inovasi muncul dari sekelompok masyarakat Dusun Karang Anyar Desa Medana, Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara.

Menyaksikan setiap hari pantai bekas pembangunan galangan kapal HIVOS yang mangkrak, kotor, semak belukar dan tidak lagi terkelola, pada hari Jumat tanggal Sembilan bulan Februari tahun 2017 lalu, mereka berembug, bermusyawarah dan mendirikan kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Pokdarwis untuk mengelola pantai tersebut yang kemudian lebih dikenal dengan Wisata Pantai Impos.

Cita-cita mulia para pendiri kelompok ini yang menginginkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui pengelolaan Wisata Pantai Impos, dituangkan dalam AD/ART kelompok.

Visinya adalah mengembangkan pariwisata rakyat yang ramah lingkungan, berbasis masyarakat lokal dan berkelanjutan.

Sedang misinya adalah :

(1) Menjaga kebersamaan dalam kebersihan dan kelestarian lingkungan pantai dan laut; (2) Meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya kelestarian lingkungan pantai dan laut; (3) Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pariwisata rakyat; (4) Melakukan usaha-usaha kreatif guna peningkatan kesejahteraan masyarakat dibidang pariwisata rakyat dan (5) Tidak bersaing, saling membantu serta wajib memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama anggota kelompok.

Setelah 4 tahun, Pokdarwis Pantai Impos ini selain tetap exis di tengah pandemi Covid 19, kelompok yang memiliki 50 anggota ini juga telah mengembangkan usaha-usaha ekonomi lainnya, seperti kuliner dan wisata bahari.

Pokdarwis yang digerakkan dan diketuai Udin, figur mud yang berpengalaman dala organisasiini, akhirnya mampu menaikkan Pantai Impos.

Dan jangan heran, kalau Pokdarwis Pantai Impos ini telah mengukir prestasi sebagai juara 2 lomba Pokdarwis se NTB yang diselenggarakan Polda NTB.

@ng




Kordinasi TPKD KLU untuk Menindaklanjuti Rekomendasi BPK

Rapat Kordinasi Tim Penyelesaian Kerugian Daerah (TPKD) mendiskusikan langkah-langkah tindak lanjut terhadap LHP BPK tahun 2021

TANJUNG.lombokjournal.com~ Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mewakili Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah melakukan langkah-langkah koordinasi dengan instansi-instansi terkait, setelah penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Badan Pengawas Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (PEMDA) tahun anggaran 2021, yang diterima tanggal 10 Mei lalu.

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan LKPD Kabupaten Lombok Utara Tahun Anggaran 2020 dengan Nomor: 148.A/LHP/XIX.MTR/05/2021 tanggal 7 Mei 2021.

“Kami telah melakukan koordinasi setelah mengetahui rekomendasi-rekomendasi dari BPK RI. Kita punya waktu 60 hari untuk menindaklanjuti rekomendasi itu,” kata Kepala BPKAD KLU, Sahabudin,  S.Sos., M.Si. pada lombokjournal.com, Senin (21/06/21).

BACA JUGA: Pelari Lombok Charity Fun Dilepas Bupati Lombok Utara

Koordinasi dilakukan bersama instansi seperti seperti Inspektorat, Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Bagian Hukum dan Bagian Pembangunan pada Sekretariat Daerah.

Langkah kordinasi itu untuk mendiskusikan langkah-langkah tindak lanjut terhadap LHP BPK tahun 2021.

Pada rapat koordinasi telah dibahas beberapa hal, seperti konfirmasi ikhtisar PERBUP Tim Penyelesaian Tututan Ganti Rugi perubahan terakhir, dengan Nomor 27 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah.

Beberapa hal yang menjadi perhatian atas perubahan regulasi, yang menekankan pada kewenangan penyelesaian kerugian daerah yaitu:

  1. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah/Bupati membentuk Tim Penyelesaian Kerugian Daerah (TPKD)
  2. Tim Pengelola Keuangan Daerah dapat membentuk Sekretariat TPKD berada pada unit pengawasan/inspektorat
  3. Majelis berjumlah 5 orang dan dapat membentuk Sekretariat Majelis berada pada unit kerja SKPKD/BPKAD

Dokumen yang terkait dalam proses TGR sesuai amanat Perbup meliputi SKTJM, SKP2KS, SKP2K, Surat Penagihan, Surat Keterangan Lunas, dan SK Pembebasan Pembebanan.

Pada seluruh unsur TPKD dipresentasikan cara penggunaan aplikasi TGR secara online. Cara ini dilakukan untuk mendapatkan masukan dan saran dari tim, agar sesuai dengan regulasi pada Perbup Nomor 27 tahun 2020.

Penatausahaan dan laporan progress tindak lanjut LHP PEMDA KLU menggunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelaporan (SIMP)–LHP.

BACA JUGA: Destinasi Wisata Unggul, Sayang Direct Flight Minim

Harapannya, dapat di kontrol secara real time progress tindak lanjut LHP BPK/TGR guna percepatan pengambilan keputusan serta langkah-langkah penyelesaiannya. Dan tersentral dalam dokumen TGR pada sekretariat TPKD maupun sekretariat majelis, agar tetap sesuai dengan regulasi yang ada.

Pada rapat koordinasi ini dipercepat pembentukan Tim sesuai amanat Perbup. Dan melengkapi dokumen yang belum terhimpun untuk dilengkapi dalam aplikasi.

Agar mendapat gambaran dokumen yang belum diproses, akan diproses dan dilengkapi.

Menurut Sahabudin, rekomendasi dari BPK meliputi masalah administrati, misalnya ada hal-hal yang tidak sesuai dengan Undang-undang.

Selain itu, menurut Sahabudin, juga terdapat rekomendasi mengenai pengembalian.

“Saat ini pada persiapan sidang majelis TPTGR. Kita akan memanggil pihak-pihak yang disebut dalam rekomendasi itu. Termasuk juga pihak ketiga, misalnya kelebihan bayar pada rekanan,” kata Sahabudin.

Rr