Baiq Nuraini Cahaya Anwari, Bocah 2,5 Tahun, Tenggelam di Kolam Penampung Air

Karena ditinggal bapaknya ke sawah tanpa penjaga, Baiq Nuraini tenggelam di kolam penampungan air

LOTENG.lombokjournal.com ~ Baiq Nuraini Cahaya Anwari, bocah perempuan berusia 2,5 tahun, tertimpa nasib malang.

Gara-gara bocah itu ditinggal bapaknya pergi ke sawah, Nuraini ditemukan meninggal dunia di kolam penampungan air pinggir sawah di Dusun Tegal Desa Kateng Kecamatan Praya Barat, Kamis (1/7/2021).

(alm) Baiq Nuraini Cahaya Anwari

Dalam keterangan yang disampaikan pada media, Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK melalui Kapolsek Praya Barat AKP Hery Indrayanto,SH menjelaskan, kejadian naas yang menimpa bocah itu terjadi sekitar pukul 09.00 Wita.

Saat itu korban ditinggal oleh bapaknya untuk mengecek sawahnya. Sang ayah, Lalu Mustafa (45) meninggalkan Baiq Nuraini yang masih kecil bersama kakaknya M Khairul Luthfi yang berusia 10 tahun.

Tapi menyerahkan tanggung jawab ke bocah tentu banyak resikonya.

“Luthfi meninggalkan adiknya seorang diri,” jelas Kapolsek Praya Barat.

Kapolsek mengungkapkan, Luthfi meninggalkan adiknya bermain sendiri di pinggir kolam untuk melihat orang memanen semangka tidak jauh dari lokasi kejadian.

BACA JUGA: Pertemuan Konsultasi Masyarakat Digelar di Sambik Bangkol

Ketika Luthfi sampai di sawah tempat orang memanen semangka itu, seorang warga Hj. Almin kaget karena Luthfi datang seorang diri.

“Hajah Almin seketika itu juga berlarian mencari korban Baiq Nuraini, namun tidak kunjung menemukan korban,” kata Kapolsek..

Selang beberapa saat kemudian, Hj Almin berteriak histeris melihat tubuh korban sudah tenggelam secara telungkup di kolam penampungan air di pinggir sawah..

“Ayahnya saat itu juga menolong anaknya dengan cara memompa bagian dada, namun Baiq Nuraini tidak berhasil diselamatkan dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kapolsek menegaskan, pihaknya tidak menemukan adanya unsur tindak pidana kekerasan.

BACA JUGA: Pegawai KLU Diingatkan, Jangan Telat Masuk Kantor

“Keluarga korban menerima kejadian itu secara ikhkas, dan membuat surat pernyataan menolak otopsi yang diketahui oleh Kepala Desa Kateng,” jelas Kapolsek.

@ng




Pertemuan Konsultasi Masyarakat Digelar Di Sambik Bangkol

Rencana Pelebaran Jalan Nasional ruas Pemenang, Bayan hingga Sembalun Bumbung, digelar pertemuan untuk memperoleh masukan masyarakat

KLU.lombokjournal.com ~ Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) menggelar Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Survey DPPT rencana pelebaran jalan nasional ruas Pemenang, Bayan hingga Sembalun Bumbung, di Balai Desa Sambik Bangkol (Samba), Kamis (01/07/21).

Hadir Pejabat BPJN Wilayah NTB, Sekdes dan perangkat kewilayahan Desa Samba, serta masyarakat dari dusun yang kena dampak pelebaran jalan.

Dalam pertemuan itu Sekdes Samba, Hadianto yang newakili Penjabat Kepala Desa,  menyampaian, Pemdes Samba menyambut baik dan mengapresiasi pertemuan konsultasi masyarakat yang diadakan BPJN.

BACA JUGA: Petani Berprestasi di KLU Terima Bantuan Alsintan

Khususnya harapan pihak BPJN untuk memperoleh masukan dari masyarakat.

“Rencana pelebaran jalan ini konsekuensinya pada pengadaan tanah sesuai kebutuhan,” tuturnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan pengukuran ruas jalan yang terkena pelebaran diharapkan tidak menemui kendala. Diharapkan pula, masyarakat memberikan tanggapan positif.

Pelebaran jalan nasional ruas Pemenang-Bayan-Sembalun Bumbung itu untuk memenuhi standar ukuran jalan nasional, diharapkan memberi dampak pada peningkatan konektivitas antarwilayah.

BACA JUGA: Pegawai KLU Diingatkan, Jangan Telat Masuk Kantor

Menurut Sekdes, pelebaran jalan ini akan memberikan dampak positif bagi urat nadi perekonomian masyarakat.

“Mengingat jalan poros ini juga jalur logistik masyarakat. Jalur yang akan menghubungan sejumlah site objek wisata di KLU membutuhkan akses yang baik,” katanya.

Pertemuan konsultasi

Hadianto mempertegas, proyek pelebaran jalan ini akan berdampak pada masyarakat, khsususnya yang tanahnya terkena pelebaran jalan.

Namun ia berharap masyarakat menimbang secara positif terkait prospek kemanfaatan ke depan. Pelebaran jalan akan menunjang pembangunan perekonomian masyarakat Samba.

“Pemdes minta seluruh tahapan harus dilakukan secara terbuka, agar masyarakat dapat berperan serta. Proses pembebasan lahan pun bisa berjalan lancar dengan dukungan masyarakat,” pintanya.

Sebab rencana pembebasan lahan itu, tentu mempunyai dampak positif dan negatif.

Dampak positifnya, antara lain akses transportasi semakin lancar serta kegiatan ekonomi semakin bagus. Mengingat jalan yang akan dilebarkan itu termasuk jalur pariwisata.

Dampak negatifnya, rumah warga dan pertokoan masyarakat akan kena imbas akibat pelebaran jalan tersebut.

Jadi harapan positifnya, pelebaran jalan ini dapat menampilkan wajah baru bagi Samba. Serta membangkitkan gairah ekonomi warga dan akses sektor lainnya.

“Memang jalan berperan untuk urat nadi perekonomian sehingga penataannya mesti kita lakukan secara terpadu, agar berdampak baik di bidang ekonomi, sosial budaya dan lainnya,” kata Sekdes..

@ng




Pasien Covid-19 di NTB Melonjak, Bertambah 75 Orang Positif

Dari pemeriksaan sebanyak 363 sampel, diketahui bahwa pada hari Kamis ada penambahan pasien positif

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pasien yang dikonfirmasi positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat, hari Kamis (01/06/21), sebanyak 75 orang.

Jumlah penambahan pasien positif Covid-19 itu jauh melebihi jumlah pasien yang selesai isolasi dan dinyatakan sembuh.

“Hari ini terdapat 45 (empat puluh lima) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Aryadi, melalui press release pada media, hari Kamis (01/06).

BACA JUGA: SLB, Lahirkan Lulusan Berdaya dan Berkontribusi Pada Dunia

Namun hari ini tidak terdapat penambahan kasusL kematian baru.

Penambahan pasien positif Covid-19 itu dikonfirmasi dari hasil pemeriksaan di Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, dan Laboratorium Antigen.

Dari pemeriksaan sebanyak 363 sampel dengan 288 (dua ratus delapan puluh delapan) sampel negatif, tidak ada positif ulangan, dan diketahui adanya penambahan 75 sampel kasus baru positif Covid-19.

Dengan tambahan 75 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 45 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (01/07/21) sebanyak 14.669 (empat belas ribu enam ratus enam puluh sembilan) orang.

BACA JUGA: Penanganan Covid-19 Jadi Tema Besar Hari Bhayangkara ke 75

Rinciannya, sebanyak 13.443 orang sudah sembuh, 618 meninggal dunia, serta 608 orang masih positif.

Pasien Covid-19

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” ungkap Lalu Gita.

Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.815 orang dengan perincian 215 orang (1%) masih dalam isolasi, 37 orang (0,2%) masih berstatus probable, 20.564 orang (98,8%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif 10 Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 91.959 orang, terdiri dari 2.430 orang (2,6%) masih dalam  karantina dan 89.529 orang (97,4%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.541 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 957 orang (0,8%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.584 orang (99,2%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) agar membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor
Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.

 




TANJUNG.lombokjournal.com ~

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mengucapkan Hari Bhayangkara ke 75

Hal itu disampaikan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH, hari Kamis (01/07/21) bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke – 75 yang diperingati secaa nasional di seluruh Indonesia.

“Saya Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH dan Wakil Bupati, Danny Karter Febrianto bersama segenap jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, serta mewakili seluruh masyarakat Lombok Utara mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke 75.  Semoga seluruh jajaran POLRI senantiasa sejahtera dan jaya. Dan selamanya menjadi pengayom masyarakat,” kata Bupati Djohan Sjamsu.

Menurut bupati, selama ini polisi berada di garis depan menjaga keamanan dan kertiban masyarakat. Dan selalu mendampingi pemerintah dalam bekerja, sebagai mitra dan bersinergi dalam mengatasi persoalan sosial.

Bahkan, secara langsung dan tidak langsung pihak kepolisian juga berperan penting menjaga kestabilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita Berjuang bersama-sama, demi kejayaan negeri dan daerah yang sama-sama kita cinta,” tegas Bupati Djohan Sjamsu.***




Pegawai KLU Diingatkan, Jangan Telat Masuk Kantor

Di tengah pandemi Covid-19 dan banyak persoalan belum terselesaikan akibat gempa bumi  2018, para pegawai diingatkan agar memahami kondisi Lombok Utara saat ini

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Para pegawai di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar jangan telat masuk kantor.

Peringatakn itu disampaikan Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu,SH, saat menyerahkan bantuan alsintan kepada 10 Kelompok Tani berprestasi di halaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lombok Utara,  Kamis (01/07/21).

Sebelum penyerahan bantuan itu, Bupati mengingatkan bahwa Lombok Utara masih mempunyai banyak ‘pekerjaan rumah’ yang belum terselesaikan. Karena itu, semua warga diingatkan bersatu padu dalam menyelesaikan berbagai program Pemerintah Daerah.

BACA JUGA: Petani Berprestasi di KLU Terima Bantuan Alsintan

“Daerah kita ini selain masih merasakan dampak gempa bumi 2018, saat ini kita juga sedang dilanda pandemi Covid 19,” katanya.

Dijelaskan lebih lanjut, persoalan rumah tahan gempa (RTG) di Lombok Utara saat ini belum tuntas. Terlebih menghadapi badai pandemi Covid bukan pekerjaan ringan.

“Siapa pun menjadi Kepala Daerah tidak mungkin mampu menyelesaikan (persoalan ini) dengan cepat,” ungkapnya.

Karena itu, segenap warga kita harus bergandengan tangan dan saling memberi dukungan.

“Jangan malah berkomentar yang tidak tidak di media sosial. Coba bayangkan, baru dua bulan terpilih pada pilbub tahun lalu sudah mulai ada yang berkomentar yang tidak-tidak di medsos, padahal (saat itu) saya belum dilantik,” kata bupati.

Karena itu, pegawai yang bekerja di lingkup Pemda Lombok Utara diingatkan, jangan telat masuk kantor dengan berbagai alasan. Mereka harus memahami kondisi Lombok Utara yang punya banyak persoalan.

“Saya tegaskan kembali untuk tidak bermalas malasan,” tegas bupati.

Demikian juga kepada seluruh para pegawai honorer yang bertugas di setiap OPD.

BACA JUGA: Investasi Bisa Lancar Bila Ada Sinergi antar Stakeholder

Terkait penyerahan bantuan alsintan, Bupati berpesan kepada kelompok tani berprestasi agar memanfaatkan bantuan alsintan dengan sebaik baiknya untuk semua anggota.

“Merawat dan memelihara dengan baik agar bisa bertahan lama, ” pesan Bupati H Djohan Syamsu yang saat itu didampingi Pj DKPP KLU, Evy Winarni.

@ng




Petani Berprestasi di KLU Terima Bantuan Alsintan

Kelompok Petani berprestasi yang telah menyelesaikan dengan cepat dan optimal pelaksanaan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Mengawali kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lombok Utara (KLU) Ke 13, Pemda Lombok Utara membagikan sejumlah alsintan kepada kelompok tani berprestasi di Lombok Utara.

Petani Berprestasi
Evy Winarni

Pembagian alsintan itu juga menandai 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara, di mana memang dan kegiatan ini merupakan salah satu dari tindak lanjut visi dan misi Bupati dan Wakil bupati Lombok Utara periode 2021 2026.

Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KLU, Evy Winarni,SP. MSI,  saat penyerahan bantuan alsintan kepada kelompok tani berprestasi.

BACA JUGA: 100 Hari Kerja, Upaya KLU Atasi Dampak Gempa dan Pandemi

“Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar memfasilitasi, dan berkoordinasi terkait penganggaran baik yang bersumber dari dana APBD Provinsi dan APBD Kabupaten, maupun APBN. Seperti yang telah kami laksanakan pada hari ini,” kata Evy Winarni di depan Bupati Djohan Sjamsu, Kepala Bapenda dan 10 kelompok tani yang hadir di halaman Kantor DKPP KLU, Kamis (01/07/21) .

Di antara 10 kelompok yang hadir, tiga di antaranya merupakan kelompok yang telah menyelesaikan dengan cepat dan optimal pelaksanaan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi.

“Dan ini adalah kelompok tercepat dan insya Allah hasilnya pun di lapangan tidak mengecewakan. Sedangkan kelompok yang lain juga akan mendapatkan alat dan mesin pertanian,” ujar Evy.

Dikatakan, di dinas yang dipimpinnya sudah menggunakan sistem manual, dan hari ini ada kelompok yang beruntung mendapatkan power thresher atau alat perontok padi.

Diharapkan, dengan menggunakan alat ini nantinya diharapkan gabah kering hasil panen kualitasnya semakin baik dan meningkat.

“Dengan demikian maka produksi di sektor pertanian bisa lebih tinggi lagi,” kata Evy.

Ditegaskannya, penilaian kepada lelompok yang berprestasi yang mendapatkan bantuan alsintan ini tidak direkayasa pada proses penilaian maupun krIteria. Selain itu ada 7 kelompok yang lain juga mendapatkan bantuan alsintan.

BACA JUGA: Trend adalah Kata Kunci Berkembangnya Industri Kreatif

Berikut nama nama kelompok penerima bantuan alsintan, yaitu Kelompok Tani Karang Tal (Kec. Kayangan), Kelompok Tani Labuan 1, (Kec. Bayan), Kelompok Tani Mekar Sari (Kec.Bayan), Kelompok Tani Patuh Pacu (Kec. Bayan), Kelompok Tani Tereng Ilut (Kec.Bayan), Kelompok Tani Beriuk Maju (Kec.Bayan), Kelompok Tani Dompo Indah (Kec.Kayangan), Kelompok Tani Pintu Air (Kec.Gangga) dan Kelompok Tani Bungas Lekong (Kec.Gangga).

@ng




Bunda Niken Wisuda 34 Anak Berkebutuhan Khusus

Bunda Niken mengapresiasi para siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya, diharapkan dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi

“Trus maju trus semangat. Perjalanan masih panjang. Tidak ada yang bisa membatasi kemampuan kalian,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Bunda Niken memberi semangat saat mewisuda 34 murid dan siswa, SD, SMP, dan SMA, di Sekolah Luar Biasa (SLB) 2 Mataram, Kamis (01/07/21).

Acara wisuda yang dirangkaikan dengan Ajang Pentas Seni tersebut, Bunda Niken mengapresiasi para siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya.

BACA JUGA: Investasi Bisa Lancar Jika Ada Sinergi Antar Stakeholder

Bunda Niken juga mengapresiasi para pengajar SLB 2 Mataram dan orangtua, yang telah berdedikasi mendidik siswa siswi disabilitas hingga mampu menyelesaikan pendidikannya.

Karena dengan dedikasi guru dan orangtua, siswa siswi penyandang disabilitas bisa berkontribusi baik bagi dirinya, keluarganya, masyarakat, daerah, dan negara.

Acara wisuda tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian cindera mata kepada Bunda Niken berupa lukisan oleh salah seorang murid berprestasi SLB 2 Mataram. Jessica, pemenang pertama Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di bidang melukis untuk penyandang disabilitas.

Kepala Sekolah, H. Winarna menjelaskan, SLB 2 Mataram hingga tahun ajaran 2020-2021 ini memiliki murid dan siswa sebanyak 160 ABK. Yang tersebar dari Taman Kanak-Kanak hingga jenjang SMA. 34 ABK yang lulus merupakan murid dan siswa dari SD, SMP, dan SMA.

“Kami berharap mereka bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi,” tutur Kepsek.

BACA JUGA: 100 Hari Kerja, Upaya KLU Atasi Dampak Gempabumi dan Panemi

Selain dihadiri oleh Ketua TP PKK NTB, acara tersebut juga dihadiri oleh Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, serta Kepala Bidang Pembinaan PK-PLK Dinas Dikbud NTB.

Rr

diskominfotikntb




Pengrajin Kriya NTB Ikuti Workshop Inkubasi Subsektor Kriya

Puluhan Pengrajin Kriya di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Lombok, mengikuti Workshop Inkubasi Subsektor Kriya yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Rabu, (30/6).

MATARAM.lombokjournal.com ~ Acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, serta Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf, Riwud Mujirahayu.

Hj. Niken mengapresiasi perhatian besar yang diberikan Kemenparekraf terhadap NTB, khususnya dalam rangka membangkitkan sosial ekonomi pariwisata dan industri kreatif dengan berbagai pelatihan.

Pengrajin Kriya NTB
Hj. Niken

“Kami sangat mengapresiasi Kemenparekraf RI atas diselenggarakannya kegiatan ini. Semoga dengan kegiatan ini dapat membantu para pengrajin kriya keluar dari permasalahan yang tengah dihadapi,” tutur Hj. Niken.

Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf, Riwud Mujirahayu, menjelaskan, pihaknya dengan berbagai program berupaya meningkatkan pemulihan perekonomian nasional, khususnya di daerah destinasi pariwisata, seperti NTB.

“Dampak beruntun dari gempa dan pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi sektor pariwisata dan ekonomoli kreatif. Sebab itu, program ini bertujuan untuk memulihkan ekonomi kreatif agar tumbuh kembali,” jelas Riwud.

BACA JUGAInvestasi Bisa Lancar Jika Ada Sinergi Antar Stakeholder

Pada kesempatan yang sama, Zainudin, salah seorang pengusaha gerabah asal Desa Banyumulek menyampaikan harapan besarnya mengikuti pelatihan ini. Ia berharap usaha yang telah digelutinya selama 30 tahun yang tengah mengalami berbagai cobaan dapat kembali berkembang.

“Kerajinan selalu menuntun kreatifitas. Kami mau dibimbing terkait warna, tehnik produksi, tehnik pencetakan sketsa serta kelembagaan. Agar kami bisa terus berkembang,” tuturnya.

Acara workshop digelar hingga tanggal 3 Juli mendatang, dengan didampingi narasumber yang kompeten di bidangnya, seperti Anita Armas dan Endang Lestari, pengrajin kondang dan designer kriya ternama.

diskominfotikntb




100 Hari Kerja, Upaya KLU Atasi Dampak Gempa dan Pandemi

Capaian program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara, harus mengatasi persoalan-persoalan sebagai dampak gempa bumi dan pandemi Covid-19

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dalam menyampaikan capaian program 100 Hari Kerja, Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH dan Wakil Bupati Danny Karter Febrianto ST. M.Eng menyampaikan, banyak persoalan harus segera diselesaikan mengawali pemerintahannya.

100 hari kerja

“Mengawali pemerintah sekarang ini, diharapkan segera menyelesaikan persoalan daerah,” kata Bupati Djohan Sjamsu dalam jumpa pers bersama para pewarta di Tanjung, Lombok Utara, di Aula Kantor Bupati, Rabu (30/06/21).

Namun, menurut Bupati Djohan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) masih dihadang banyak persoalan sebagai dampak gempa bumi dan pandemi Covid-19 yang belum bisa diprediksi kapan berakhir.

BACA JUGA: Kunci Utama Pemberantasan Korupsi Adalah Pendidikan Anti Korupsi 

“Gempa meluluh lantakkan Lombok Utara, hingga sekarang banyak persoalan belum selesai. Banyak persoalan yang harus dipikirkan dan segera dikerjakan,” kata bupati.

100 hari kerja

Diungkapkan, saat ini pendapatan asli daerah (PAD) Lombok Utara mengalami penurunan tajam, dari yang semula 500 milyar kini merosot hingga 50 persen.

Menurut Bupati Djohan, di tengah banyak persoalan itu Pemerintah Daerah harus mengambil langkah untuk segera menyelesaikannya. Pemerintahannya mengemban tugas prioritas, sekaligus menjalankan visi-misi pemerintah.

“Terkait visi misi Lombok Utara bangkit, menuju Kabupaten Lombok Utara yang inovatif, sejahtera dan religius,” ucap bupati.

BACA JUGA: Soal RTG dan Jadup Disampaikan Pada Komisi VIII DPR 

Jumpa pers yang juga dihadiri Wakil upati Danni Karter Febrianto itu, dipandu Penjabat Sekda, Drs H. Raden Nurjati. Hadir pula saat itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KLU Evi Winarni, SP., M.Si, Kepala Bappeda Lombok Utara, Kapolres dan Kepala Bagian Humas Setda Lombok Utara, Mujaddid Muhas.

Program 100 Hari

Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati ini merupakan wujud keberpihakan, suatu komitmen pemimpin daerah kepada masyarakat semata-mata.

Dalam program ini, yang diutamakan adalah memberi pedoman dalam mengkoordinasi, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program 100 hari setelah pelantikan pemimpin daerah.

“Sebagai upaya untuk memberikan solusi cepat terkait dengan permasalahan-permasalahan yang harus segera dituntaskan,” kata bupati.

Namun, berhasil atau tidaknya kegiatan ini relatif tidak mengganggu jalannya pemerintahan. Bila berhasil maka akan menjadi catatan positif tingginya kinerja Pemerintah Daerah di mata masyarakat.

Dalam program 100 Hari Kerja ini, ada empat hal yang telah dilakukan Bupati Djohan Sjamsu dan Wakil Bupati Danny Karter Febrianto. Empat hal itu, yakni pertama, Memarak (menyampaikan).

Program Memarak merupakan upaya merajut komunikasi dua arah, antara pihak Pemerintah Daerah dan masyarakat. Di satu pihak Pemda menyampaikan program-programnya, di pihak lain masyakat menyampaikan aspirasinya.

Dalam kegiatan Memarak, baik Bupati maupun Wakil Bupati melakukan kunjungan ke rumah ibadah dan bertemu kelompok-kelompok agama. Selain itu, juga mengunjungi pasar tradisional dan RS Daerah.

“Saat kegiatan memarak juga bertemu dengan petani, buruh serta pedagang kecil. Kami menyapa tokoh masyarakat, sekaligus dengan kalangan UMKM,” jelas bupati.

Kedua, Merikeq, yang dikonsentrasikan pada perbaikan data (verifikasi dan validasi). Khususnya data penerima dan usulan Rumah Tahan Gempa (RTG), bagi masyarakat yang rumahnya rusak akibat gempa bumi 5 Agustus 2018.

Selain itu, juga melakukan pendataan terkait perbaikan irigasi tersier di 24 titik di Tanjung, Gangga, Kayangan dan Bayan. Termasuk pembangunan embung.

“Ini bermaksud menjamin kelangsungan hidup masyarakat. Kalau UMKM terpuruk, kita harus memperbaiki sektor pertanian,” kata bupati.

Ketiga, Pelayanan Prima, yang berujuan mendorong semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan inovasi untuk menghadirkan pelayanan prima, dengan menekankan perubahan sikap personil.

Bupati menjelaskan, adanya inovasi pelayanan elektronik di puskesmas, sehingga nantinya masyarakat bisa melakukan antrean secara elektronik. Selain itu ada administrasi kependudukan di Puskesmas.

“Puskesmas akan memberi pelayanan kependudukan. Akte kelahiran bisa diberikan di puskesmas, masyarakat tidak perlu lagi mengurus di kantor Dukcapil,” kata bupati sambil menambahkan ada stiker PKH bagi keluarga yang sudah sejahtera.

Kemudian yang keempat, Pariwisata KLU Bangkit. Pemerintah Daerah membangkitan kembali pariwisata Lombok Utara dengan terobosan inovatif. Menggandeng para pelaku pariwisata, masyarakat dan pemerintah.

“Bagaimana kita tetap bekerja keras di tengah pandemi Covid-19. Karena kita tidak boleh diam,” kata bupati.

Beberapa hal yang dilakukan, misalnya membuka forum pelaku pariwisata dan pemerintah, branding destinasi pariwisata prioritas, workshop dan Focus Group Discussion (FGD).

Sementara itu, Wakil Bupati Danny Karter Febrianto, yang bicara usai penjelasan bupati, lebih fokus pada penjelasan verifikasi data RTG.

“Bagaimana ketepatan sasaran, seperti pihak BNPB yang menekankan ketepatan sasaran,” jelas wabup.

Selama ini lebih ribuan masyarakat yang tecoret untuk memperoleh bantuan RTG. Sebab terdapat NIK (nomor induk keluarga) dan KK (kepala keluarga) yang tidak sesuai nama, jumlah sekitar 14 ribu.

Namun dijelaskan, sejauh ini sudah berlangsung koordinasi antara BNPB dan BPBD untuk mengeluarkan SK susulan tahap dua.

Wabup Dany Karter menjawab pertanyaan wartawan terkait RTG mengatakan, optimis bisa menyelesaikan tenggang waktu yang ditentukan, yaitu pada bulan Agustus 2021.

“Semua RTG akan terselesaikan,” kata Wabup Danny.

@ng




Pasien Covid-19 di NTB, Rabu, Bertambah 41 Orang Positif

Pada hari Rabu ada penambahan sedikit pasien Covid-19, karena jumlah pasien yang selesai isolasi dan dinyatakan sembuh masih lebih rendah.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium di Nusa Tenggara Barat pada 350 sampel, telah dikonfirmasi adanya penambahan pasien Covid-19 sebanyak 41 orang positif.

Pasien Covid-19

Update pasien Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. melalui press release pada media, Rabu (30/06/21).

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, Laboratorium PCR RS Bhayangkara,  Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram, dan Laboratorium Antigen.

Hasil pemeriksaan sebanyak 391 sampel dengan 350 sampel negatif, tidak ada positif ulangan, dan 41 sampel kasus baru positif Covid-19.

BACA JUGA: Kunci Utama Pemberantasan Korupsi adalah Pendidikan Anti Korupsi

Pada hari Rabu ini dengan adanya penambahan 41 orang positif, maka terjadi sedikit peningkatan jumlah pasien Covid-19. Karena jumlah pasien yang selesai isolasi dan dinyatakan sembuh masih lebih rendah.

“Hari ini (Rabu) terdapat 39 penambahan orang yang telah selesai isolasi dan dinyatakan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita melalui press releasenya.

Namun hari Rabu ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Dengan tambahan 41 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 39 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (30/06/21) sebanyak 14.594 orang.

Rinciannya, sebanyak 13.398 orang sudah sembuh, 618 meninggal dunia, serta 578 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.,” ujar Lalu Gita.

Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Pasien Covid-19

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.786 orang dengan
perincian 194 orang (0,9%) masih dalam isolasi, 34 orang (0,2%) masih berstatus probable, 20.559 orang (98,9%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 91.856 orang, terdiri dari 2.343 orang (2,6%) masih dalam karantina dan 89.513 orang (97,4%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.535 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 960 orang (0,8%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.575 orang (99,2%).

BACA JUGA: Trend adalah Kata Kunci Berkembangnya Industri Kreatif

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) agar ikut serta
membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat.,” harap Lalu Gita.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.