Pengurus GOW Lombok Utara Periode 2021-2026 DiLantik Bupati
Pelantikan ketua dan pengurus Gabungan Organisasi Wanita diharapkan memajukan organisasi wanita di Lombok Utara
TABJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu SH melantik Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) KLU periode 2021-2026, berlangsung di Aula Kantor Bupati setempat (14/7/2021).
Sesuai dengan SK Bupati Lombok Utara No 270/34/Dinsos PPPA/2021 menetapkan Yunita Aprilina Danny Karter FR Sebagai Ketua GOW KLU periode 2021-2026.
Hadir pula Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, Ketua PKK Hj Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu, Ketua GOW Yunita Aprilina Danny Karter FR, unsur Pimpinan OPD serta tamu undangan lainnya.
Ketua GOW NTB Dr Hj Siti Rohmi Djalillah MPd lewat virtual zoom menyampaikan GOW memiliki fungsi yang strategis dalam bersinergi, karena GOW terdiri dari organisasi-organisasi wanita yang memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.
Terlebih pada masa pandemi Covid-19. GOW mampu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penerapan prokes, serta program pembangunan lainnya.
Sementara itu, Bupati Djohan menyampaikan Selamat kepada Ketua dan Pengurus GOW yang dilantik. Wujud amanah yang diberikan tentu ada keinginan dan kemauan semua untuk memajukan organisasi wanita di Lombok Utara.
“GOW memiliki tujuan sejalan dengan pembangunan, menyejahterakan masyarakat lebih khusus kaum perempuan. Karena peran ibu dalam keluarga penting, terlebih dalam mendidik anak di tengah era modern,” tuturnya.
Selain itu, Bupati Djohan mengajak bersama menjaga diri dan tetap menerapkan protokol kesehatan, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Ketua GOW KLU Yunita Aprilina menyatakan GOW merupakan mitra kerja pemerintah sesuai tingkatan. Momentum pelantikan, sebagai pengakuan eksistensi kepengurusan GOW lima tahun ke depan.
Dengan harapan dapat memberikan semangat dan spirit dalam rangka mewujudkan Kabupaten Lombok Utara lebih baik dan berdaya saing.
Pihaknya mengharapkan adanya kerja sama antarorganisasi wanita dan kepengurusan GOW KLU sehingga bisa menjadi kartini-kartini milenial yang menjadi contoh teladan masyarakat.
rar
Budidaya Madu Trigona Hingga Kawasan Wisata Desa di KLU
Masyarakat Dusun Rangsot Barat baru melakukan panen budidaya madu trigona, dan desa itu telah dinisiasi menjadi kawasan Wisata Desa
TANJUNG.lombokjournal.com ~ 25 Kepala Keluarga (KK)Warga Dusun Rangsot Barat, Desa Sigar Penjalin, Kecamaan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, telah melakukan panen raya Madu Trigona hari Selasa (13/07/21).
Panen raya itu merupakan hasil pendampingan kolaborasi, antara Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN NTB bersama Lombok Eco International Connection (LEIC), selama empat bulan.
Kolaborasi dalam kemitraan itu dilakukan melalui program pemberdayaan masyarakat dengan produk unggulan budidaya lebah trigona “Cahaya Asri”, serta optimalisasi pengolahan sumber daya lokal jambu mete.
Pendampingan dalam program budidaya lebah madu trigona dimulai sejak Maret 2021. Kepada masyarakat diserahkan 250 stup/kotak lebah madu trigona ke 25 Kepala Keluarga (KK). Tiap KK hanya menerima 5 stup untuk dibudidayakan, selebihnya dibudidayakan di pondok lebah madu “Cahaya Asri”.
Setelah pendampingan empat bulan dan tiga bulan budidaya lebah madu, akhirnya program ini berhasil melakukan panen raya madu trigona, hari Selasa.
Ketua Ketua Kelompok Trigona Cahaya, Saonah mengaku, masyarakat diuntungkan dengan budidaya lebah madu ini. Selain untuk mengisi kegiatan sehari hari, tentu saja menambah penghasilan tiap bulan.
“Dalam sebulan, dari 5 stup yang di budidaya, bisa memperoleh uang ratusan ribu rupiah, dan itu belum termasuk penambahan penghasilan dari kelompok,” kata Saonah, Selasa (13/07).
“Kegiatan yang sangat membantu di tengah kondisi seperti daerah sedang dilanda bencana Covid 19 sekarang ini,” ujar Saonah, selaku Ketua KUC Cahaya Asri.
Satu kali panen, komunitas ini bisa menghasilkan 12.5 liter madu dari 125 koloni trigona, dan panen bisa dilakukan setelah 2-3 bulan pemeliharan budidaya lebah madu.
Hasil panen madu trigona telah dipasarkan hingga ke luar NTB, seperti ke Jakarta.
Kawasan wisata
Dusun Rangsot Barat, selain dikembangkan budidaya lebah trigona, juga diinisiasi menjadi kawasan wisata yang menawarkan pemandangan alam pedesaan yang menawan.
Dilengkapi dengan homestay, camping ground dan tentunya spot foto yang unik dan menarik bagi pengunjung.
Terkait program budidaya lebah madu trigona dan pengembangan kawasan wisata, Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan mengapresiasi YBM PLN NTB.
Ia mengatakan, sinergi semua pihak sangat diperlukan untuk memutar perekonomian masyarakat.
“Madu trigona dan kawasan wisata ini akan bisa memutar dan menggerakkan perekonomian, khususnya di Dusun Rangsot Barat,” tutur Danny.
Danny juga menyampaikan akan membantu di tengah keterbatasan, mulai dari proses pendampingan, pembibitan, perawatan, panen hingga kepada pemasarannya.
General Manager PLN UIW NTB, Lasiran menjelaskan, dua program ini merupakan salah satu bentuk komitmen YBM PLN NTB untuk berkontribusi dalam membantu masyarakat, khususnya di NTB.
“YBM merupakan yayasan pengelola zakat dari penghasilan pegawai PLN. Kami sangat berharap, seluruh program yang telah kami laksanakan dapat bermanfaat dan juga memberikan keberkahan untuk masyarakat”, tutur Lasiran.
Sebelumnya, YBM PLN juga telah melakukan pendampingan untuk program serupa di Dusun Rangsot Timur. Jadi, total stup yang diserahkan adalah sebanyak 500 stup yang dibagikan untuk 50 KK selama dua tahun program ini berjalan.
Mereka menyampaikan ucapan rasa terimakasih kepada Pemda KLU saat kehadiran Wakil Bupati, Dany Karter Febrianto, baik dari Kepala Desa Sigar Penjalin, Zawil Fadli, Ketua LEIC, Aisyah Odist selaku mitra Ds. Cahaya YBM PLN, Bang Slesh Apis selaku teknisi perlebahan yang mendampingi proses budidaya, serta Pokdarwis Gumi Rangsot selaku penyelenggara agenda Panen Raya.
@ng
Lombok Utara Berpotensi untuk Pengembangan Tembakau
Petani tembakau di Lombok Utara perlu dibekali pengetahuan cara mengatasi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) tanaman tembakau, termasuk memahami anomali iklim
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pengembangan tanaman tembakau, saat ini menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lombok Utara.
“Budidaya tembakau memiliki prospek yang menjanjikan di Kabupaten Lombok Utara. sampai saat ini pasokan produksi yang sudah ada masih belum mencukupi kebutuhan yang diminta oleh pasar. Harga komoditas tembakau ini relatif cukup tinggi sehingga dapat dijadikan salah satu komoditas pilihan untuk dibudidayakan,” kata Sugiartadi, SP, Plt. Kabid Perkebunan dan hortikutura mewakili DKPP KLU.
Sugiartadi menyampaikan itu di tengah kegiatan praktik Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), di Dusun Sentul, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Rabu (14/07/21).
Di kalangan Petani tembakau di Lombok Utara kerap terdengar sebutan untuk tembakau sebagai mutiara hijau. Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu daerah penghasil tembakau, yang mempunyai potensi cukup besar untuk budidaya tanaman ini.
Potensi tembakau di kabupaten KLU tersebar di 5 kecamatan, tapi 3 kecamatan yang potensi tembakaunya lebih besar yakni di Kecamatan Pamenang, Kayangan dan Kecamatan Bayan.
Dengan adanya OPT tembakau yang lepas dari pantauan petani, akan berdampak terjadinya serangan yang bisa menimbulkan kerugian yang besar.
Pelatihan SLPHT
Sugiartadi, SP yang didamping salah satu stafnya, Moh. Ayusi dan nara sumber, Tukul Sumardiono,SP, menambahkan, adanya permasalahan OPT tersebut maka para petani tembakau perlu dilakukan pembinaan dan pelatihan mengantisipasi serangan OPT tersebut.
“Kami melihat kebutuhan petani akan pengetahuan tentang OPT tanaman tembakau,” kata Sugiartadi.
Saat ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lombok Utara mengadakan SLPHT melalui Program Peningkatan Kualitas Bahan Baku, Kegiatan Penumbuhan dan Penguatan Kelembagaan Pekebunan Tembakau Tahun 2021, ,
“Dinas pertanian KLU,saat ini sedang berlangsung pendampingan kegiatan sekolah lapang di Dusun Sentul Desa Pendua Kecamatan Kayangan,” kata Sugiartadi.
Metode pembelajaran pada kegiatan ini menggunakan metoda pembelajaran orang dewasa (andragogi). Dalam metode ini, petani diharapkan aktif dan tidak hanya mendengarkan saja. Petani melihat laagsung dan melakukan praktik teknik-teknik pengendalian OPT pada tanaman tembakau.
Dijelaskan, konsep pembelajaran orang dewasa yaitu mencipatakan suasana belajar yang menyenangkan, terjadinya multi komunikasi, peran serta warga belajar diutamakan.
“Pendapat harus dihormati, dan membangkitkan motivasi yang berasal dari materi yang disampaikan, termasuk keseluruhan proses dari budidaya sampai dengan pasca panen yang tidak terlepas dari cara pengendalian hama terpadu (PHT),” jelas Sugiartadi.
Secara langsung peserta diterjunkan ke lokasi yang terbagi dalam lima kelompok, untuk praktik pembelajaran pengamatan di lapangan dan pembahasan/diskusi di ruangan atau di alam terbuka, tentang permasalahan-permasalahan yang ditemui di lahan kemudian dicari solusinya sesuai kearifan lokal.
“Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kualitas tembakau,” katanya.
Petani Lombok Utara diharapkan semakin mahir dalam pengembangan budidaya tanaman tembakau, termasuk bisa mengantisipasi serangan hama yang menyerang, tambahnya.
@ng
Sekolah Lapang di Dusun Sentul, Antisipasi Hama Penyakit Tanaman Tembakau
Penting menyeelenggarakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu, karena Lombok Utara rawan adanya serangan hama penyakit tanaman tembakau.
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lombok Utara menyelenggarakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), di Dusun Sentul, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, Selasa (12/07/21).
“Kegiatan SLPHT dibayai Rencana Anggaran Kas (RAK) pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bidang Perkebunan Kabupaten Lombok Utara Tahun Anggaran 2021,” kata Kasi Pembenihan dan Perlindungan, Moh. Ayusi, saat membuka acara.
Selain itu, sumber aggaranya pada Program Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian pada kegiatan penanganan Dampak Perkebunan Iklim (DPI) Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan. Melalui DPA Rincian Belanja Pengendalian dan Penanggulangan Rencana Pertanian Kabupaten/Kota.
Pelatihan SLPHT dipilih penyelenggaraannya di Dusun Sentul, mengingat dusun ini berpotensi untuk pengembangan tanaman tembakau.
Karena itu, Plt Kabid Perkebunan, Sugiartadi, SP mengatakan, peserta diharapkan lebih aktif mengikuti Sekolah Lapang. Baik dalam mengikuti penyampaian materi (teori) maupun praktik lapangan.
“Dengan melihat langsung proses dan temuan di lapangan itu, menjadi salah satu bahan diskusi kelompok,” jelas Sugiartadi.
Di Dusun Sentul Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara dinilai cocok untuk pengembangan tanaman tembakau.
Meski dalam luasan lahan tanamnya lebih sedikit dibanding dengan daerah lain, namun dari hasil getahnya saja cukup membantu kontribusi kepada daerah sendiri.
Luasan tanam tembakau di Kecamatan Kayangan melebihi 50 hektar, yang sudah ditanam rata rata berkisan 60-100 cm. Belum lagi yang ada di Kecamatan Bayan yang mencapai 100 hektar, belum lagi yang ada di Kecamatan Pemenang serta Gangga dan Kecamatan Tanjung.
“Jenis yang paling dikenal adalah varitas Kasturi, Virginia, Paroka dan jenis tembakau bandung/katik sebutan petani,” jelas Sugiartadi.
Sugiartadi yang mewakili Kepala Dinas DKPP Kabupaten Lombok Utara saat ditemui di lokasi menjelaskan, pentingnya diselenggarakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu, karena adanya serangan hama penyakit tanaman tembakau.
“Tanaman tembakau sangat rentan terhadap situasi dan kondisi yang buruk, misalnya terjadi anomali iklim dan adanya serangan organisme penganggu tanaman (OPT) tembakau,” jelasnya.
Lebih lanjut Sugiartadi menuturkan, SLPHT yang diselenggarakan delapan kali pertemuan, agar diikuti peserta secara aktip dan semangat. Mengingat serangan organisme penganggu tanaman (OPT) tembakau tersebut.
Jika dibiarkan bisa berakibat fatal, yakni merugikan petani sendiri, jelasnya.
Menurutnya, adanya permasalahan OPT tersebut, sangat dibutuhkan suatu pembinaan dan pelatihan bagi petani tembakau seperti yang dilakukan saat ini.
“Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyelenggarakan Sekolah Lapang ini diharapkan mampu mengatasi serangan hama,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Sugiartadi, adanya pelatihan ini para petani mampu meningkatkan produksinya, serta menghasilkan kualitas bahan baku tembakau yang bermutu tinggi, tegasnya.
Dalam mengikuti kegiatan SLPHT, para petani tampak antusias, selain dipandu oleh pemandu lapang juga didukung oleh instruktur dari mantan petugas penyuluh lapangan DKPP KLU.
@ng
Panen Raya Madu Lebah Trigona di Lombok Utara
Dengan berangsungnya panen raya madu lebah trigona itu, membuka peluang ekonomi masyarakat Lombok Utara
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Panen Raya Madu Lebah Trigona berlangsung di Dusun Rangsot, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Selasa (13/07/21).
Kegiatan panen raya itu dihadiri Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto R ST MEng, bersama Direktur Komunikasi PT PLN Persero NTB, Kukuh Amukti.
Di tegah kegiatan panen itu Wabup Danny mengatakan, budidaya madu trigona dapat menjadi salah satu peluang masyarakat untuk menciptakan kemandirian ekonomi.
Wabup mengatakan, Pemda Lombok Utara siap membantu masyarakat proses pembibitan, panen, dan pemasaran Madu Trigona tersebut.
Dalam kesempatan itu Wabup Danny juga meminta masyarakat pembudidaya Madu Trigona menjaga standar mutu, supaya konsumen merasakan manfaat yang maksimal dari madu.
“Terlebih di masa pandemi ini, madu sudah menjadi pilihan utama masyarakat dalam menjaga ketahanan tubuh. Jangan lupa untuk menjaga kualitas Madu Trigona. Pengiriman pertama dan selanjutnya kualitas harus tetap terjaga,” harapmya.
Manager Komunikasi PT PLN Persero NTB Kukuh Amukti menceritakan awal mula komunitas petani Madu Trigona di Dusun Rangsot.
Pihaknya mengakui, pascagempa banyak menemukan hal-hal yang bisa dikembangkan, salah satunya Madu Trigona. Pihaknya melakukan pembinaan yang bersifat berkelanjutan.
Dijelaskannya, potensi Madu Trigona bisa menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat Lombok Utara.
“Progam ini diharapkan bisa membuka pintu rezeki baru bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan berjalan khidmat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dilanjutkan dengan panen madu dan foto bersama.
Hadir pada acara tersebut Sekban Bappeda KLU Yuni Kurniati Maesarah SPt, Kepala Desa Sigar Penjalin Zawil Fadli beserta tamu undangan lainnya.
jfs
Pembinaan P3A Santong untuk Menguatkan Kelembagaan Petani Pemakai Air
Pembinaan yang menguatkan kelembagaan P3A diperlukan, karena menjadi ujung tombak dalam peningkatan produksi pangan dan pencapaian swasembada pangan
Santong, KLU.lombokjournal.com ~ Masyarakat Sejongga, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, merupakan Daerah Irigasi Santong yang berpartisipasi memelihara jaringan Irigasi dengan mengedepankan budaya gotong royong.
Penyediaan air irigasi bagi tanaman padi dengan mengedepankan budaya gotong royong itu, menjadi salah satu kunci yang mendukung peningkatan produksi pangan.
“P3A mengelola atau memelihara jaringan irigasi tersier dan mencari solusi secara mandiri, terhadap persoalan-persoalan menyangkut air irigasi yang muncul di tingkat usaha tani,” kata pengamat pegairan Kecamatan Kayangan, Djohan Asmadi dalam acara tasyukuran sekaligus musyawarah dan diskusi 3A lingkup Santong dan Sejongga, Senin (12/07/21).
Menurut Djohan, saat ini penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang lebih memadai menjadi fokus dalam peningkatan produksi pangan.
“Peningatan produksi pangan itu, di antaranya melalui pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi, perluasan atau pencetakan sawah baru dan penyediaan alat mesin pertanian,” kata Djohan di hadapan petani dalam yang bernaung di P3A se Kecamatan Kayangan.
Djohan menjelaskan, penyediaan sarana dan prasarana, secara kuantitas mengalami peningkatan. Termasuk dengan pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi yang sudah dilaksanakan, mampu memberikan kontribusi perluasan coverage area tanaman yang terairi.
Namun, menurut Djohan, saat ini yang masih perlu ditingkatkan dalam penyediaan dan pengelolaan air irigasi adalah bagaimana pengelolaan, pemanfaatan serta pemeliharaan jaringan irigasi berjalan secara berkelanjutan.
“Sehingga bisa terus berkontribusi terhadap peningkatan produksi tanaman pangan,” ujarnya.
Peran P3A
Djohan Asmadi dalam kegiatan pembinaan petani itu menjelaskan, P3A merupakan salah satu lembaga atau kelompok petani di pedesaan yang handal dan berperan penting dalam pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan air irigasi.
Lembaga ini secara khusus mewadahi para petani yang terkait dengan tata kelola air irigasi di tingkat usaha tani. Sekaligus pengelolaan sumber daya air lainnya dengan tetap mengedepankan budaya gotong royong.
“Jadi wajar jika kemudian kita merasakan betapa perlunya melakukan upaya penguatan atau pemberdayaan kelembagaan petani pemakai air tersebut. Karena menjadi ujung tombak dalam peningkatan produksi pangan dan pencapaian swasembada pangan,” kata Johan.
@ng
Cabang Olahraga E-Sport Diapresiasi KONI Lombok Utara
KONI Lombok Utara berharap, Cabang Olahraga E-Sport bisa memprsiapkan atlet-atlet yang dipersiapkan untuk PORPROV NTB tahun 2022
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Salah satu cabang olah raga (Cabor) baru yang menjadi pilihan para dan digandrungi generasi milenial untuk mempersiapkan diri sebagai atlet, Ialah E-Sport.
Di Lombok Utara, cabor ini banyak menarik minat para remaja maupun anak-anak.
H. Burhan M. Nur, S.H, Ketua KONI Kabupaten Lombok Utara mengapresiasi minat setiap generasi milenial yang ingin menekuni cabor E-Sport.
Harapannya, cabor E-Sport memberikan angin segar bagi keberlangsungan regenerasi atlet muda di kabupaten Lombok Utara.
“Sebagai Ketua KONI Kabupaten Lombok Utara, saya sangat mendukung dan mengapresiasi E-Sport ini,” katanya.
Ia menuturkan, tanggal 1 sampai 3 juli 2021 sudah di laksanakan pertandinan E-Sport tingkat Kabupaten Lombok Utara, yang dimotori oleh pengurus E-Sort Kabupaten Lombok Utara, yang dilaksanakan di Kantor KONI kabupaten Lombok Utara.
“Semoga kita semua bisa melahirkan Atlet-atlet yang dipersiapkan untuk PORPROV NTB tahun 2022 nanti,” ungkap Burhan.
Namun seiring berkembangnya peminat cabor E-Sport, tidak dipungkiri banyak keluhan dari masyarakat. Keluhannya, anak-anak yang bermain terlalu lama hingga mengganggu aktivitas belajar mereka.
Terkait keluhan itu, Burhan menghimbau kepada pengurus E-Sport untuk terus mensosialisasikan, dan melakukan edukasi terkait E-Sport.
Maksudnya, agar masyarakat bisa memahami dengan baik, termasuk anak-anak yang menggeluti cabang E-Sport memahami aturan mainnya.
Burhan mengatakan, cabor ini baru saja bergabung sebagai Cabor di KONI Kabupaten Lombok Utara.
“Mengenai aturan dan tata cara pertandingan, dan berapa lama sebaiknya anak-anak bermain di E-Sport ini, tentu menjadi tanggung jawab para pengurus E sport ini. Pengurus cabor ini harus mensosialisasikannya kepada semua kalangan masyarakat termasuk para orang tua atlet atau calon atlet,” kata Burhan
Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan oleh semua pihak terkait cabor E-Sport tersebut.
Ketentuan tersebut sebagai penyeimbang antara waktu belajar dan bermain bagi anak-anak yang masih ditingkat sekolah. Ketentuan yang berlaku merupakan aturan baku bagi cabor E-Sport di kabupaten Lombok Utara.
“Seperti yang pernah sampaikan oleh Plt Ketua E sport Lombok Utara beberapa waktu lalu, ada ketentuan bagi anak-anak atau para atlet, batasan waktu efektif bermain dan berlatih adalah 3 jam per-hari. Sehingga tidak mengganggu aktivitas yang lain termasuk belajar mengajar, jadi orang tua perlu tahu mana saja Game yang termasuk dalamm permainan E-Sport ini,” kata Burhan
Han
Penangkaran Penyu di Lombok Utara Dapat Bantuan Mesin Air
Mendapat bantuan dari Yayasan Garuda Mandiri Peduli (GMF Peduli), Muhidin akan membuat kolam baru penangkaran penyu
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Penangkaran penyu secara swadaya di pantai Sedayu, Lekok, Desa Gondang, Lombok Utara, sudah ditekuni Muhidin sejak tahun 2014 silam.
Upaya menyelamatkan habitat penyu itu dimulainya dengan susah payah. Sebab penangkaran penyu yang dirintisnya sejak sekitar tujuh tahun silam itu bukan untuk mengejar keuntungan.
Tapi Muhidin melakukan penangkaran penyu semata-mata karena cinta lingkungan. Pria tua yang sederhana yag juga merupakan salah satu tokoh pejuang iklim itu mulai penangkaran penyu itu dengan sarana serba terbatas.
Misalnya, ia kerap mengambil air laut dengan ember untuk mengairi kolam-kolam penangkaran penyunya.
“Dulu saya mengambil air laut dengan menimba pakai ember,” tutur Muhidin.
Karena itu, ketika ia menerima bantuan dari Yayasan Garuda Mandiri Peduli (GMF Peduli), Minggu (11/07/21), mata Muhidin berkaca-kaca.
Bantuan yang diterimanya berupa seperangkat mesin pompa air laut dan uang tunai sebesar Rp 16 juta tersebut disambut Muhidin dengan mata berkaca-kaca.
“Ini bantuan besar bagi saya, karena selama ini banyak yang menjanjikan bantuan, kemudian tak ada kabar. Tapi dari kawan-kawan inilah yang langsung terealisasi,” ujar Muhidi.
Muhidin mengaku, bantuan mesin pompa air laut tersebut akan sangat membantunya. Pompa air akan mempermudah pekerjaannya.
Sebab selama ini ia kerap mengambil air laut dengan ember secara manual untuk mengairi kolam-kolam penangkaran penyunya.
“Sekarang saya tak lagi ngambil air denga ember. Kita sedot dengan mesin pompa dai laut,” katanya.
Dan tentang batuan uang tunal Rp16 juta itu untuk apa?
Tidak ada lain rencananya, uang tunai bantuan itu pun akan dipergunakan untuk membuat kolam penangkaran baru. Selebihnya untuk merenovasi kolam lama yang sudah tidak memadai.
“Saya sangat terbantu dengan batuan ini,” kata Muhidin.
Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Garuda Mandiri Peduli (GMF Peduli), Kemas Omi Andrian mengaku, telah beberapa kali mengunjungi penangkaran penyu di tempat Muhidin.
Dari kunjungan tersebut ia menggali apa yang dibutuhkan oleh Muhidin, lalu melakukan penggalangan dana.
“Sudah beberapa kali kita ke sini, lalu menyerap apa yang menjadi kebutuhan beliau (Muhidin) dengan penangkaran penyunya, setelah itu kita komunikasikan dengan pihak pihak yang peduli untuk penggalangan dana,” ujar Kemas.
Ia dan pihaknya merasa senang karena telah berhasil menggalang dana dan langsung menyalurkan bantuan tersebut.
Sebab Muhidin telah melakukan aksi konservasinya secara swadaya. Sehingga menurutnya inilah yang menjadi perhatian.
Ia berharap semoga bantuan yang disalurkannya dapat bermanfaat dan menjadi motivasi agar Muhidin lebih bersemangat lagi.
“Semoga dengan bantuan ini Muhidin semakin bersemangat melakukan aksinya, Muhidin telah melakukan semua ini dengan swadaya, sehingga kami merasa ini perlu mendapat perhatian,” paparnya.
Memang masih ada kekurangan sarana lain yang menunjang kelancaran kegiatan Muhidin dalam penangkaran Tukik, seperti kolam yang standar, Tandon berukuran besar untuk menampung air.
Saat itu dilakukan pelepasan 100 tukik (bayi penyu), sebagai simbolisasi hidupnya konservasi di Lombok Utara.
@ng
Bantuan Painel Mesin Sumur Bor untuk Dusun Baru Murmas
Masyarkat Dusun Baru Murmas menerima bantuan panel mesin sumur bor, agar mesin itu berfungsi kembali untuk menarik air dari kedalaman tanah
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Sebanyak 2 (dua) painel mesin sumur bor bantuan dari PT. Tiara Citra Nirwana (TCN) Denpasar diserahkan ke Dusun Baru Murmas, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok, hari Minggu (11/07/21).
Bantuan Painel mesin sumur bor senilai kurang lebih Rp 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah) itu sangat dibutuhkan, untuk mengaktipkan tenaga listrik yang bekerja memompa air dari kedalaman ratusan meter di Dusun Baru Murmas.
Karena itu, saat menyambut kedatangan Tim mekanik yang berjumlah 6 orang dari PT. TCN yang menyerahkan dua painel mesin sumur bor, pihak perwakilan tokoh pemuda Dusun Baru Murmas mengaku bersyukur dan mengucapkan terima kasih.
“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih,” kata Taufik mewakili tokoh pemuda.
Senada dengan ucapan tokoh pemuda, Kepala Dusun Baru Murmas, Artawadi, yang sekaligus Ketua Pamdus Gemulung Dusun Murmas mengatakan, bantuan 2 buah painel ini sangat berharga.
“Saya bersyukur ada pihak PT.TCN sangat peduli dengan masyarakat Dusun Baru Murmas.
Dijelaskan, sumur bor yang selama ini dikelola masyarakat memang sering bermasalah dengan painel, yang fungsinya untuk menaktipkan tenaga listrik yang bekerja memompa air dari kedalaman ratusan meter di Dusun Baru Murmas.
“Masyarakat Dusun Baru Murmas memiliki satu satunya sumur bor, dan kalau terjadi kerusakan atau gangguan mesinnya, maka dipastikan air sulit di dapatkan,” kata Astawadi.
Ia bersukur masyarakat kedatangan donatur yang peduli dengan kesulitan yang tengah dihadapi masyarakat Dusun Baru Murmas, yang memang sangat kesulitan dengan air bersih yang bersumber dari sumur bor yang ada.
Terlebih lagi dengan kondisi masyarakat sekarang ini, jelas tidak mampu membeli kebutuhan sumur bor yang ada, lanjutnya.
“Warga kami kesulitan ekonomi karena mereka hanya mengandalkan buruh musiman perkebunan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Artawadi mengucapkan terima kasih kepada PT. TCN yang telah membantu perbaikan dan meluangkan waktu dan tenaga serta painel secara suka rela.
Perwakilan PT. TCN, I Gede Agus Artha Guna mengatakan, pihaknya sampai di Dusun Baru Murmas tidak lepas dari kkomunikasi yang dilakukan Kepala UPP Sahbandar Pamenang, Heru.
Gede Agus juga menyebut Ketua OPAL KLU, Jaharudin, yang sangat aktif mengkomunikasikan masalah yang dihadapi warga Dusun Baru Murmas.
“Karena kedua teman ini pula kami sampai ke dusun ini, dan syukur kami bisa datang ke tempat ini,” kata I Gede Agus.
Tim mekanik dari PT. TCN beberapa waktu lalu telah melakukan survey kerusakan mesin sumur bor yang dimaksud.
Terkait painel mesin yang rusak, Gede Agus menjelaskan kesulitan mendapatkan skema painelnya dan cukup lama menunggu, tak juga didapatkan.
Karena itu, pengerjaan mulai dari skema dan merakitnya pun dilakukan dengan penuh kehati hatian. Sebab posisi mesin sumur bor ada di dalam tanah.
Kendati demikian, pihak PT. TCN berusaha merangkai sendiri, sehingga merlukan waktu yang cukup lama. Penyebabnya, tim mekanik kesulitan mendapatkan sekema painel yang lama.
Selain butuh waktu yang cukup, juga pengerjaannya tidak bisa dilakukan sembarang orang. Tapi secara kebetulan pihak PT. TCN memang konsen pada perusahaan instalasi painel, jelas I Gede Agus.
“Kami hanya mampu membatu seadanya,” tutur Agus.
Pada saat yang sama PT TCN juga sedang membantu pembangunan gedung sekolah di Gili Terawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pamenang, KLU.
“Pihak perusahaan tidak maksud apa apa, selain membantu sesama kita tanpa melihat suku, ras maupun agama,” ungkap Gede Agus kepada warga Dusun Baru Murmas.
@ng
70 UMKM di Lombok Utara Disiapkan untuk Go Online
Pemerintah Daerah Lombok Utara mendorong 70 UMKM segeran go online melalui pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA)
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pandemi Covid-19 hampir merubah seluruh tatanan hidup masyarakat, tak terkecuali dalam proses transaksi jual-beli.
Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di sejumlah daerah mendorong masyarakat banyak berbelanja secara daring/online.
H. Muhammad (kiri)
Potensi itu harus bisa direbut UMKM. Karena itu, Pemerintah Daerah Lombok Utara bersama Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo), Badan Litbang SDM Kementrian Kominfo, melalui Dinas Kominfo Lombok Utara, mendorong para pelaku UMKM di Lombok Utara segera Go-Online.
Caranya, dengan menggelar Digital Entrepreneurship Academy (DEA) bertempat di Lesehan Sasak Narmada Tanjung, Sabtu (10/07/21).
Pelatihan peningkatan keterampilan dan daya saing SDM UMKM di bidang teknologi informasi dan komunikasi ini, dibuka secara resmi Kepala Dinas Kominfo Lombok Utara H. Muhammad, S.Pd.
H. Muhammad dalam sambutannya menyambut baik program yang ditawarkan oleh BPSDMP Kominfo untuk mempersiapkan SDM yang unggul, dalam mendukung era revolusi industri 4.0.
Terlebih saat ini Kabupaten Lombok Utara telah dipilih sebagai 100 kabupaten di Indonesia menuju Smart city dari Kementerian Kominfo Republik Indonesia.
“Kami dari Dinas Kominfo Kabupaten Lombok Utara sangat menyambut baik apa yang dilakukan oleh Kominfo Pusat lewat BPSDMP,” ucap Kadis Kominfo Lombok Utara.
Sebelum dimulainya kegiatan DEA dari BPSDMP Kominfo tersebut, H. Muhammad berpesan kepada 70 peserta yang lolos seleksi, agar mengikuti kegiatan dengan serius.
Muammad berharap para peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya.
“Saya mengucapkan selamat mengikuti kegiatan Digital Entrepreneurship Academy ini, Mudah-mudahan bapak-ibu mendapatkan ilmu yang berkah dan nanti dimanfaatkan untuk kebaikan dan kelancaran usahanya,” ucapnya.
Sementara itu, dalam sambutan Kepala BPSDMP Kominfo Surabaya, Eka Handayani, SE., MM yang dibacakan oleh staf BPSDM Surabaya memaparkan, potensi pasar e-Commerce di Indonesia pada tahun 2020 telah mencapai sekitar 1.850 triliun rupiah.
Jumlah itu naik sekitar 9 kali lipat dari transaksi yang terjadi di tahun 2015. Menurutnya, hal tersebut adalah peluang untuk para UMKM agar bisa segera Go-Online.
Eka Handayani mengungkapkan, ada beberapa alasan UMKM harus beralih ke perdagangan secara online. Di antaranya bisa menjangkau pasar yang luas, memangkas biaya operasional, tidak harus ada lokasi dan potensi pendapatan tidak terbatas.
UMKM yang lebih banyak menggunakan teknologi digital menjadi lebih kompetitif secara internasional.
Dikatakan Eka, tahun ini, program Digital Talent Scholarship (DTS) menargetkan pelatihan peningkatan kompetensi bagi 100.000 peserta.
Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing SDM bidang teknologi informasi dan komunikasi, sebagai bagian dari program pembangunan prioritas nasional.
“Salah satu skema program DTS adalah Program Digital Entrepreneurship Academy yang merupakan program beasiswa untuk mencetak Digital Entrepreneur baru dengan target sejumlah 22.000 orang,” jelasnya.
Melihat pentingnya kegiatan DEA tersebut, salah seorang peserta asal Kecamatan Bayan, Denda Suria Sari mengaku bersyukur karena mendapat kesempatan untuk belajar bersama dengan pelaku UMKM yang lain.
Ia mengaku, kegiatan DEA sangatlah positif terutama dalam pengoptimalan pemanfaatan jaringan online sebagai salah satu media pemasaran yang efektif.
“Ini bukan seremonial tapi nyata bisa saya aplikasikan langsung dalam penjualan online. Memang waktu dua hari tidak cukup tetapi dengan penyampaian yang baik oleh narasumber, maka saya dan semua peserta bisa membuat konten-konten yang baik, bagaimana membuat foto yang menarik bisa dilakukan,” tutur Suria Sari.
Usai mengikuti kegiatan DEA, mewakili teman-teman UMKM Denda berharap, agar kegiatan semacam ini rutin diagendakan oleh pemerintah.
Baik Pemerintah Pusat, Provinsi ataupun Kabupaten dengan turut menggandeng BUMN yang nantinya bisa membantu dalam hal permodalan.
“Ke depan mewakili kawan-kawan yang lain, kegiatan seperti ini bukan hanya sekali, tapi UKM didampingi sampai bisa mandiri dalam dunia digital dan jangan lupa mengandeng BUMN yang bisa membantu permodalan untuk UMKM,” harapnya.