Anggur Varian ReBaKong (RBK), Dikembangkan Bakti Haryono di Dusun Rebakong

Karena Bakti Haryono tinggal dan menekuni tanaman anggur di Dusun Rebakong, maka Bupati Dohan Sjamsu mengusulkan nama anggur varian Rebakong (RBK)

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bakti Haryono,SE, 37, perintis sekaligus penggerak Kampung Anggur, di Dusun Rebakong, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Anggur varian RBK yang dikembangkan Bakti Haryono

Bakti mengembangkan anggur berbagai varian di halaman rumahnya yang arealnya seluas sekitar 30 meter persegi.

Berawal dari pengembangan seluas 30 M persegi, Bakti pun mampu mendorong semangat warga yang lain, dan bahkan hingga ke luar di desa kemudia meluas sampai ke luar Kecamatan Kayangan.

Tidak jarang warga yang tidak dikenalnya datang untuk membeli bibit yang di kembangkan. Selagi sedang berbuah, pembeli bibit langsung melihat dan bahkan mencicipi rasa masing masing varian.

Meski dengan biaya seadanya Bakti menekuni kegiatan sehari hari bersama keluarga dan orang tuanya.

Menurut Bakti memanfaatkan halaman rumah memberi nuansa kesejukan di samping keindahan dan bernilai ekonomi tinggi, lantaran harga dan peminatnya cukup banyak hingga Ia harus memperbanyak pembibitan.

BACA JUGA:

Inisiatif Lestarikan Lingkungan dari Mahasiswa, Diapresiasi Bupati Djohan

Berbagai warna buah anggur Rebakong (RBK) dengan ukuran tandanannya mencapai kurang lebih seberat 1/5 kg.

Batangnya tumbuh ke atas kemudian menjalar di atas para baja ringan yang dipasang membentuk atap di seputaran halaman rumah dan terkesan teduh dan indah meski di musim kemarau.

Dikunjungi bupati

Di halaman rumahnya Bakti mendirikan para para yang ditanami anggur dan sudah berkali kali berbuah. Ketekunan dan keberhasilannya mengembangkan anggur, menarik perhatian Bupati LombokUtara, H Djohan Syamsu untuk berkunjung bersama isterinya Ibu Galuh Nurdiah, yang Ketua PKK KLU, Minggu (29/08/21).

Bupati Dohan dan Ny Galuh Nurdiah sedang mencicipi anggur di Dusun Rebakong

“Usaha saya untuk menanam anggur sekitar sepuluh tahun,” tutur Bakti kepada Bupati Djohan Sjamsu bersama Ibu Galuh Nurdiah.

Bakti yang didampingi Kepala Desa Kayangan Mijono, S. Sos, menceritakan awalnya menanam anggur lokal, tetapi hasilnya kurang memuaskan.

Sejak awal menekuni tanaman anggur, banyak orang di desa kala itu yang menganggap usahanya bakal sia-sia. Namun Bakti tidak patah semangat, dan terus belajar menekunni cara budidaya pohon anggur.

Puncaknya pada saat bencana Gempa Bumi 7.0 skr 2018, Bakti mengganti pohon anggur lokal dengan anggur Ninel dari Ukraina pada 2014.

Pohon anggur hibrida ini lebih mudah perawatannya dan buahnya lebih manis. Benar saja, hasil panen pohon anggurnya memuaskan. Masyarakat sekitar pun mulai tertarik untuk menanamnya.

Bakti kemudian mengajak saudara ipar dan keluarga yang lain untuk belajar sendiri budidaya tanaman anggur Ninel, tanpa pengalaman dan bantuan dana dari siapa pun saat itu.

Semakin hari, Bakti semakin bersemangat karena dibantu istri dan keluarga yang lain hingga berhasil menciptakan puluhan Varian.

“Saya menjual bibit Rp200 ribu hingg tiga jutaan lebih,” tutur Bakti.

Untuk warga sekitar Bakti memberikan secara cuma cuma, asalkan ditanam dan dirawat sungguh sungguh, ungkapnya.

Tapi sekarang, atas pertimbangan tertentu, ia mulai menjual dan tidak gratisan meski pada warga sekitar.

BACA JUGA: Agama Bisa Jadi Solusi Selesaikan Masalah Kekinian Manusia

“Saya berharap mereka yang menanam punya rasa memiliki sehingga mau merawat dengan baik dan benar,” katanya. Jika bibit diberikan gratis, si penerima kemungkinan akan malas-malasan untuk merawatnya.

Singkat cerita, kehadiran Bupati dan Ibu membuat dirinya semakin semangat. Terlebih lagi Bupati Djohan Syamsu melahirkan nama Varian ReBaKong (RBK) hari Minggu itu.

Tidak sampai di situ saja, Bakti rencana mengusulkan sertifikat nama Varian RBK sebagai bukti inovasinya mengembangkan berbagai varian Anggur.

Bakti mengaku, hasil dari tanaman anggur cukup menguntungkan. Setiap pohon mampu menghasilkan sekitar 12 kilogram anggur,  dalam setahun bisa sampai tiga kali panen.

Bakti menjual anggur Rp100 ribu per kilogram, sedangkan bibitnya dijual Rp antara 200.000 hingga 3.000.0000 lebih yang sudah berbuah.

“Sedangkan untuk perawatan pemberian pupuk saya cukup dengan organik dan air kelapa muda,” tuturnya di depan Bupati dan tamu lainnya.

Bakti pun mengaku kuwalahan menghadapi banyaknya permintaan. Ia pun berharap ada bantuan Green house dari pemerintah terkait pendampingan pertanian untuk tempat pembibitan, agar tidak ada gangguan binatang maupun di saat musim kemarau berkepanjangan.

Pasalnya, sekarang semakin banyak wisatawan lokal yang datang, terutama saat panen.

Bupati Djohan Syamsu menyarankan agar kegiatan budidaya anggur Varian RBK ini tetap dijalankan dan dikembangkan.

“Perkara kebutuhan Green house nanti kita pikirkan, yang penting semangat berinovasi jangan sampai pudar dan kembangkan usaha ini hingga kebituhan masyarakat Kabupaten Lombok Utara tidak lagi datangkan buah dari luar daerah,” saran bupati.

“Kami punya rencana melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian sudah launching program agroforesti yang dipusatkan di Dusun Rebakong Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan,” kata Djohan Syamsu.

CATATAN/Ralat: Berita ini sekaligus klarifikasi penulisan yang menyebutkan alamat yang salah yaitu Dusun Rebakong Desa Pendua. Yang benar adalah Dusun Rebakong Desa Kayangan.

@ng




Gubernur NTB Berharap NWDI Terus Berkiprah Mencerdaskan Umat

Gubernur NTB Menempatkan NWDI sebagai aset bangsa yang strategis dalam mengakselerasi proses pembangunan menuju kecerdasan umat dan bangsa Indonesia

MATARAM.lombokjournal.comNahdlatul Wathan Dinul Islamiyah (NWDI) baik di daerah maupun pentas Nasional, diharapkan terus memberikan sumbangsih terbaik dalam akselerasi pembangunan dan mencerdaskan umat.

“Ini sebagai bentuk tanggungjawab sejarah, dalam melanjutkan cita-cita Pahlawan Nasional kita, pendiri NWDI,” harap Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah.

Harapan Gubernur NTB itu disampaikan saat menghadiri Tasyakuran Nasional HULTAH NWDI Ke-86 dan HAUL Ke 24 Wafatnya Al-Maghfurulahu Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (Pendiri NWDI,NBDI Dan NW) melalui aplikasi Zoom, Minggu (29/08/21).

BACA JUGA: Peduli Lingkungan, Mahasiswa Melepasliarkan Tukik di Lekok

Kegiatan itu diikuti Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd., (Ketua Muslimat Pimpus NWDI) dan Bupati Lombok Timur.

Selain itu hadir juga pejabat negara seperti Menkopulhukam Profesor Mahfud MD, Menteri BUMN Erik Tohir, Menteri Agama Yaqut Choil Qoumas, ulama terkemuka, Profesor Qurais Shihab, ulama dari jajirah Arab, dan seluruh jajaran PB NWDI hingga di jajaran daerah.

Gubernur NTB mengatakan, di usia 86 tahun tentunya sudah semakin dewasa, karena ditempa oleh fase sejarah yang telah dilaluinya. Begitupun kiprah yang diembannya untuk mencerdaskan umat dan bangsa ini.

Pemerintah NTB menempatkan NWDI sebagai salahsatu aset bangsa yang sangat strategis dalam mengakselerasi proses pembangunan yang terus digalakan menuju kecerdasan umat dan bangsa Indonesia.

“Tantangan jaman di masa yang akan datang semakin kompleks, sejatinya menjadi ruang pembelajaran sekaligus menjadi perhatian bagi semua,” jelas akademisi ini.

Pengalaman yang sangat panjang dalam berbagai fase sejarah, mampu memberikan kiprah yang nyata dalam melakukan modernisasi adab umat dan bangsa ini.

NWDI yang didirikan oleh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, merupakan jawaban atas sejarah saat itu. Teropongnya jauh menatap masa depan dan berbagai dinamika untuk meraih dan mempertahankan kemerdekaan, sekaligus mengisi kemerdekaan.

“Atas nama pribadi dan Pemrov. NTB, Selamat dan Sukses atas agenda dan kiprahnya NWDI, semoga Allah SWT mampu memberkahi setiap langkah dan kebersamaan kita, demi kecerdasan dan kesejahteraan kita semua,” kata Gubernur Zul.

Menko Polhukam Profesor Mahfud MD berharap, NWDI semakin besar dan maju, sehingga dapat berkiprah untuk bangsa dan negara. Terutama memajukan pendidikan di Indonesia.

Ia juga mengapresiasi TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang telah berjuang membela NKRI dan mendirikan madrasah untuk anak bangsa saat itu.

BACA JUGA: BPD Santong Tolak Bantuan Pangan non Tunai untuk Isteri Kades

“Bahkan Madrasah perempuan pertama di Indonesia saat itu didirikan oleh beliau,” pujinya.

Bukan hanya pendidikan, perjuangan yang diajarkan di madrasah adalah menumbuhkan nasionalisme, cinta terhadap bangsa dan negara.

“Atas nama Pemerintah, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada NWDI, Selamat HULTAH Semoga terus ikut berkontribusi membangun dan mencerdaskan anak bangsa,” kata Prof Mahfud.

Sementara, Ketua Umum PB NWDI, Dr. Tuang Guru Bajang (TGB) Kyai Haji Muhammad Zainul Majdi, Lc., MA., menyampaikan apresiasi atas waktu dan kesempatan Gubernur NTB beserta pejabat negara hingga jamaah diseluruh dunia, yang menghadiri HULTAH NWDI Ke-86 dan HAUL Ke 24 Wafatnya Al-Maghfurulahu Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Ia berharap NWDI dapat meneruskan nilai-nilai dan ilmu dalam perjuangan yang telah diajarkan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

“Lahirnya madrasah NW pertama, pada tahun 1937, yang kita tasyakurkan hari ini,”kata TGB.

Untuk itu, kedepan NWDI terus memberikan sumbangsih dalam setiap situasi dan ruang penghidmatan yang tidak putus-putus.

edy




Inisiatif Lestarikan Lingkungan dari Mahasiswa, Diapresiasi Bupati Djohan

Bupati Dohan Sjamsu berterima kasih kepada inisiatif mahasiswa yang melakukan kegiatan bermanfaat bagi pembangunan di daerah, khususnya dalam pelestarian lingkungan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kegiatan peduli lingkungan dengan melepas anak penyu (Tukik), penanaman pohon serta bersih pantai yang dilakukan Ikatan Mahasiswa Gondang (IMG) di Pantai Sedayu, Desa Gondang, mendapat apresiasi Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu.

Bupai Djohan mengapresiasi inisiatif mahasiswa peduli lingkungan Inisiatif mahasiswa dengan kegiatan peduli lingungan diapresiasi bupati

“Sebagai kepala daerah, saya berterima kasih. Inilah yang kita inginkan. Generasi muda yang berkreasi, berinisiatif melakukan kegiatan bermanfaat bagi pembangunan di daerah kita ini,” kata Bupati Djohan

Hal itu dikatakannya saat menghadiri kegiatan mahasiswa Gondang yang menggelar Pelepasan Penyu dan Penanaman Pohon serta Pembersihan Pantai di Pantai Sedayu, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara (28/08/21).

Kegiatan itu menandai Peringatan HUT ke-76 RI dan HUT ke-13 Kabupaten Lombok Utara.

Bupati mengatakan, Pemerintah Daerah tidak dapat melaksanakan pembangunan sendiri, apalagi Lombok Utara daerah dengan potensi keindahannya, bisa menjadi obyek pariwisata sebagai penyumbang PAD terbanyak.

“Tanggung jawab kita semua termasuk anak-anakku dan para generasi muda memelihara kondis lingkungan ini. Mari kita berbuat, menjaga kelestarian lingkungan, lingkungan yang asri untuk daerah kita Lombok Utara,” kata bupati.

Kegiatan diwarnai dengan pelepasan 300 ekor anak Penyu (Tukik), sebelumnya di tempat lain, telah dilepaskan 700 ekor, dari partisipasi masyarakat dan generasi muda Lombok Utara.

“Saya imbau pada generasi muda dukung pemerintah seutuhnya, dukung apa yang diprogramkan daerah sehingga dalam waktu yang tidak lama kemajuan pembangunan segera terwujud dengan baik,” harapnya.

Dijelaskannya, pembangunan daerah hingga saat ini belum bisa optimal, mengingat kendala pembiayaan, akibat adanya pandemi Covid yang melanda dunia hingga daerah seperti Lombok Utara. UMKM terpuruk, PAD APBD menurun signifikan.

BACA JUGA: BPD Santong Tolak Bantuan Pangan non Tunai untuk Isteri Kades

“Covid ini tidak nampak tapi dampaknya nyata. Banyak yang sudah terpapar di Lombok Utara. Hari ini (28/08/2021) masih kisaran 20 orang yang terkonfirmasi positif. Mari kita bekerja, bangkit bersama mencegah Covid-19,” tandasnya.

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua PKK KLU Hj Galuh Nurdiyah, Wakapolres Lotara Kompol Setia Wijatono SH, Plt Kadis Dukcapil KLU sekaligus Sekretaris Panitia HUT ke-76 RI dan HUT ke-13 KLU Tresnahadi SPt, Kapolsek Gangga AKP Remanto SH dan Kepala Desa Gondang Supriadi SPd.

Pada acara tersebut, hadir pula unsur Komunitas Tionghoa Lombok, Pengurus dan Anggota Ikatan Mahasiswa Gondang, para Kadus, unsur masyarakat serta tamu undangan lainnya.

Keikutsertaan masyarakat dan para generasi muda dengan kreasi dan inisiasi menunjang kelancaran pembangunan pada suatu daerah.

Bantuan Komunitas Tionghoa

Selain itu pula, Bupati Djohan menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Komunitas Tionghoa yang dihajatkan bagi anak yatim dan warga miskin.

Kendati dalam jumlah terbatas, tetapi pasti bermanfaat. Berpartisipasi ikut membantu menanggulangi persoalan ekonomi masyarakat.

Wakil Ketua INTI NTB dari unsur Komunitas Tionghoa Lombok, S Wijanarko menyampaikan, kegiatan sosial yang diselenggarakan guna melestarikan lingkungan hidup akan diwariskan hasilnya pada anak cucu.

BACA JUGA: Ibu Adalah Garda Terdepan Dalam Mendidik Anak-anak

Nantinya dapat terpelihara dengan baik dan memberi dampak pada kehidupan yang lebih baik.

“Adanya kegiatan sosial dan lingkungan dapat berdampak nyata. Semoga Covid bisa cepat berlalu, dan kita bisa hidup new normal kembali. Membangun negara dan daerah pada segala bidang termasuk ekonomi masyarakat dan pembangunan laju pesat menuju Indonesia yang tangguh dan tumbuh,” kaa Wijanarko.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada empat perwakilan Kadus di Desa Gondang untuk disalurkan kepada yang berhak serta pembagian hadiah Lomba Mural dan Bersih Kampung Sehat.

Kegiatan diakhiri dengan bersama melepas Penyu (Tukik) untuk kelestarian biota laut dan Penanaman Pohon Kencana yang cocok tumbuh di pesisir pantai, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

wld




Vaksinasi Gratis, IKAPTK NTB Dukung NTB Green Zone

Kegiatan vaksinasi massal gratis yang digelar IKAPTK NTB merupakan kolaborasi bersama Pemda sebagai aksi awal dalam mendukung NTB menuju Green Zone.

LABUAPI,LOBAR.lombokjournal.com ~ Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan NTB bekerjasama dengan Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Barat menggelar kegiatan vaksinasi massal gratis.

Kegiatan vaksinasi dengan tema “Dharma Satya Nagarabhakti” ini sukses digelar dengan protokol kesehatan yang tertib dengan ikhtiar mendukung NTB menuju 100% Green Zone atau wilayah Zona Hijau.

Vaksinasi gratis kerjasama IKAPTK dan Pemkab Lobar

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kami yakin, IKAPTK akan terus konsisten dan berperan aktif dalam mendukung program pemerintah. Terutama penanganan Covid-19 seperti ini,” puji H. Fauzan Khalid, Bupati Lombok Barat, Sabtu (28/08/21) di Kantor Camat Labuapi Kabupaten Lombok Barat.

Ketua DPP IKAPTK Provinsi NTB, Baiq Zuhar Parhi, SH, MH. menjelaskan, kegiatan yang digelar ini adalah bentuk kolaborasi bersama Pemda dan merupakan aksi awal dalam mendukung NTB menuju Green Zone.

“InsyaAllah 500 dosis ini adalah langkah awal, ke depan akan ada ikhtiar-ikhtiar dan kolaborasi nyata untuk mendukung vaksinasi di NTB. Terlebih dalam persiapan kita menyongsong perhelatan internasional seperti Moto GP dan World Super Bike,” jelas Parhi, usai kegiatan vaksinasi.

BACA JUGA: Agama Bisa Jadi Solusi Selesaikan Masalah Kekinian Manusia

Parhi berharap, dengan kegiatan vaksinasi yang rutin di gelar, target 70% masyarakat di NTB bisa divaksin sehingga herd immunity bisa terwujud. Apalagi NTB juga merupakan kawasan destinasi super prioritas di Indonesia.

“Semoga satu juta vaksin kolaborasi DPP IKAPTK Provinsi bersama Pemda dapat terlaksana sehingga semua masyarakat NTB dapat di vaksin,” harapnya.

Parhi menegaskan, IKAPTK sebagai organisasi pamong akan terus berkomitmen dan mendukung langkah-langkah pemerintah dalam penanganan Covid-19 di NTB.

“Setelah gerakan Gebrak satu juta masker beberapa waktu lalu, InsyaAllah tahun ini akan ada kegiatan vaksin bekerjasama dengan Pemerintah. Ini untuk masyarakat, karena pamong praja adalah abdi masyarakat, dari dan untuk masyarakat,” kata Parhi.

Sementara itu, Agus Gunawan, Ketua DPK IKAPTK Kab Lobar, menyampaikan,  wilayah kecamatan Labuapi Lobar dipilih dalam pelaksanaan vaksinasi massal kalinini karena merupakan daerah penyangga yang berbatasan langsung dengan Kota Mataram.

“Disamping itu, progres program vaksinasi di Lobar masih pada kisaran 11 persen. Untuk itu IKAPTK siap membantu Pemda mempercepat capaian target vaksin yang telah ditetapkan,” terangnya.

Agus juga mengaku kaget sekaligus bersyukur atas antusiasme masyarakat Lombok Barat khususnya di Labuapi.

BACA JUGA: Ibu Adalah Garda Terdepan Dalam Mendidik Anak

“Setelah berkoordinasi dengan Pemprov dan Pemkab Lobar, masyarakat langsung mendaftar melalui kades dan kecamatan. Antusiasme masyarakat sangat besar, kita bersyukur bahwa masyarakat sadar akan pentingnya vaksinasi,” jelas Kak Agus.

“Sekarang saatnya kita berkolaborasi dan bergotong royong menuju indonesia sehat, ntb gemilang.. BNEB Abdii Praja Dharma Satya Nagarabhakti” tutup Agus.

Nn




Peduli Lingkungan, Mahasiswa Melepasliarkan Tukik di Lekok

Ikatan Mahasiswa Gondang (IMG) melakukan aksi peduli lingkungan dengan gerakan bersih pantai, penanaman seratus pohon pelindung dan melakukan pelepasliaran tukik

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ikatan Mahasiswa Gondang (IMG) mengadakan kegiatan melakukan  Bersih Kampung, Penanaman Pohon dan lepasliarkan tukik di Pantai Sedayu Lekok, Desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupeten Lombok Utara.

Kegiatan IMG itu menggandeng kerjasama dengan Komunitas Tionghowa – INTI, OPAL, dan Pokdarwis setempat.

Sebelumnya, serangkaian kegiatan yang telah dilakukan IMG antara lain berupa pembibitan anggur, lomba seni melukis tembok, pembibitan, dan berbagai kegiatan lainnya dalam rangka memeriahkan HUT KLU Ke 13 dan HUT RI Ke 76 tahun 2021.

Kegiatan itu merupakan tindak lanjut kegiatan sebelumnya.

BACA JUGA: BPD Santong Tolak Bantuan Pangan non Tuna untuk Isteri Kades

Hari Sabtu (28/08/21), Ikatan Mahasiswa Gondang melakukan gerakan bersih pantai, penanaman seratus pohon pelindung dan melakukan pelepasliaran tukik. Dalam kegiatan ini IMG memina Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu untuk memimpin kegiatan itu.

Dalam acara seremonial, IMG sekaligus penyampaian laporan pertanggung jawaban kegiatan, penyerahan kenang kenangan untuk bupati, penyerahan hadiah pemenang Lomba, sekaligus penyerahan 300 paket sembako untuk anak yatim piatu, lansia, orang tua jompo dan fakir miskin.

Bupati dilibatkan dalam aksi peduli lingkungan

aksi peduli lingkungan ditandai dengan penanaman pohon

 

 

 

 

 

Kegiatan IMG yang diselenggarakan di Pantai Sedayu, Dusun Lekok, Desa Godang,  berlangsung selama dua hari, dimulai tanggal 27 Agustus hingga 28 Agustus 2021.

Penanaman pohon selain berfungsi sebagai pelindung, juga untuk memperindah seputaran lokasi Pantai Sedayu yang merupakan salah satu tujuan wisata di Gondang. Lokasi itu digunakan sebagai pusat penangkaran penyu pertama dan terbesar di kabupaten Lombok Utara.

“Kegiatan ini diharapkan berlanjut secara kontinyu dan dapat ditiru oleh mahasiswa yang lain serta masyarakat luas. Menjadi upaya bersama memelihara dan mengawasi apa yang telah dilakukan secara bersama sama untuk kepentingan bersama. Itu akan melahirkan kader kader lingkungan,” kata pihak pengurus IMG dalam pernyataannya, Sabtu (28/08/21).

Pihak IMG juga berharap dukungan pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Dan menyerukan masyarakat luas akan pentingnya gerakan peduli lingkungan untuk kehidupan semua mahluk.

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, yang hadir dalam kegiatan di Pantai Sedayu itu mengatakan, kehadirannya sebagai bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan.

BACA JUGA: Sertifikasi Pemandu Wisata Tambora, Langkah Menuju UNESCO

“Penghijauan merupakan salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan yang merupakan salah satu program perintah,” kata bupati.

Ia berdiharap kegiatan yang diakukan IMG yang didukung lembaga yang peduli lingkungan lainnya, dapat mengurangi dampak kerusakan lingkungan yang rawan Abrasi, longsor, banjir dan kekeringan di wilayah Kabupaten Lombok Utara.

“Terlebih lagi di Pantai Sedayu yang merupakan pusat penangkaran penyu yang sudah terdaftar di Kantor BKSDA NTB,” ungkap bupati.

Bupati Djohan mengapresiasi para Donatur Komunitas Tionghoa, Organisasi Lingkungan dan segenap peserta kegiatan penghijauan.

“Walaupun di tengah situasi Pandemi Covid-19, kita masih dapat melaksanakan kegiatan ini, ” katanya.

Usai pembersihan dan penanaman, Djohan Syamsu, melepasliarkan 300 tukik, membagikan paket sembako dan penyerahan hadiah pemenang lomba dalam kegiatan dalam rangka HUT KLU Ke 13 dan HUT RI ke 76 -2021.

(@ng)




BPD Santong Tolak Bantuan Pangan non Tunai untuk Istri Kades

Temuan adanya bantuan yang diperuntukkan kedua istri Kepala Desa ini merupakan hasil koordinasi BPD Santong dengan beberapa pihak terkait Bantuan Pangan non Tunai (BPNT)

SANTONG,KLU.lombokjournal.com ~ Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, memasalahkan dua rekening bantuan sosial di Desa Santong yang terindikasi ada penyimpangan, yakni diterima kedua istri Kepala Desa.

Pihak BPD Santong menyampaikan kepada pihak bank untuk tidak menyerahkan dua nama penerima bantuan sosial, yang diketahui teryata adalah istri dari Kepala Desa Santong.

Menurut pihak BPD, hal tersebut merupakan kekeliruan yang tidak bisa dibiarkan, mengingat masih banyak masyarakat Desa Santong yang lebih membutuhkan.

Seperti diketahui, bantuan sosial yang disebut bantuan pangan non tunai (BPNT) merupakan bantuan untuk masyarakat miskin dan berpenghasilan di bawah satu juta.

Bantuan tersebut diharapkan tepat sasaran, dan jangan sampai menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan masyarakat Desa Santong.

BACA JUGA:

Kawasan Budidaya Udang dan Lobster Terintegrasi akan Dibangun di NTB

Hersuna Subarkah, salah seorang anggota BPD Santong menyampaikan, ada kekeliruan pada pendataan penerima bantuan sosial tersebut.

Pihak BPD Santong sangat menyayangkan kejadian tersebut, dan berharap tidak lagi terjadi agar setiap bantuan dari pemerintah bisa tepat sasaran.

“Dalam hal ini BPD Desa Santong berinisiatif untuk meminta kepada pihak TKSK dan pihak bank BRI untuk tidak memberikan kartu dan rekening BPNT Kepada istri pertama dan kedua dari Kepala Desa Santong, tujuannya agar penerima manfaat tepat sasaran.” ujar Hersuna, Jum’at (27/08/21)

Temuan adanya bantuan yang diperuntukkan kedua istri Kepala Desa ini merupakan koordinasi BPD Santong dengan beberapa pihak, terkait penyaluran bantuan kepada warga miskin di Desa Santong.

Dari beberapa klarifikasi dan penelusuran data penerima bantuan tersebut, pihak BPD mendapat temuan nama istri Kepala Desa Santong tercatat sebagai penerima bantuan sosial tersebut.

BAA JUGA: Komunitas Tionghoa Lombok Sumbang Sembako Dampak Pandemi

Hersuna menjelaskan, seharusnya bantuan-bantuan sosial dalam bentuk apa pun harus benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

Pendataan penerima bantuan sosial juga diharapkan lebih selektif dan tidak asal-asalan dalam melakukan pendataan.

BPD desa Santong juga menjelaskan, seluruh anggota BPD akan tetap mengawal setiap hal yang berkaitan dengan hak masyarakat Desa Santong.

“Sebelumnya BPD berkordasi dengan pihak perangkat kewilayahan terkait nama-nama penerima manfaat BPNT, dan di sana ditemukan nama istri Kepala Desa.” ujar Hersuna.

Han




Kawasan Budidaya Udang dan Lobster Terintegrasi akan Dibangun di NTB

Kabupaten Sumbawa dan Lombok Timur sudah menyiapkan lahan untuk pengembangan kawasan budidaya Udang dan Lobster terintegrasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kawasan budidaya udang Vaname dan lobster terintegrasi (shrimp estate) akan dikembangkan di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa.

Rakor kawasan budidaya udang Vaname dan lobster terintegrasi
Gubernur Zulkieflimansyah

Dalam pengembangan kawasan itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur dan Sumbawa.

Gubernur NTB Dr. H. Zulikieflimansyah, SE., M.Sc., menyambut baik rencana

“Kesempatan ini jangan sampai terlewatkan dan disia-siakan,” kata Gubernur H. Zulikieflimansyah, yang menyambut baik rencana tersebut.

Gubernur Zul mengungkapkan itu saat rapat koordinasi tindaklanjut program pembangunan Shrimp Estate di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Lombok Timur.

Rapat itu dihadiri Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Dr. TB Haeru Rahayu, Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmi dan Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud H. Abdullah, Jum’at (27/08/21) di ruang kerja Gubernur NTB.

BACA JUGA: Sertifikasi Pemandu Wisata Tambora, Langkah Menuju UNESCO 

Gubernur menekakan, semua persyaratan untuk rencana itu harus sudah siap. Untuk persediaan lahan sesuai kebutuhan program tersebut, lahan seuas 1.000 Ha sudah ada di Kabupaten Sumbawa dan Lombok Timur.

“Pada prinsipnya, lahannya sudah clear and clean, selanjutnya secara administrasi saja yang akan dilengkapi,” tegas gubernur, Jum’at (27/08/21).

Diharapkan saat pelaksanaan event MotoGP Maret 2022, Presiden Jokowi akan langsung bisa meninjau pelaksanaan pekerjaan pembangunan tersebut.

“Yang lebih utama membuka lapangan pekerjaan dan mensejahterakan pemilik lahan atau tambak, udang dan lobster, serta masyarakat,” jelas Gubernur Zul.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya KKP, Dr. TB Haeru Rahayu, A. Pi., M. Sc mengapresiasi kesiapan Pemerintah Privinsi NTB, Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa, khususnya keseriusan menyiapkan lahan menyambut program ini.

Dikatakannya, di Indonesia yang pertama kali penerapan program Kawasan Budidaya Udang Terintegrasi adalah Kebumen.

“Harus jadi inspirasi bagi NTB, dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah kedepan kita bisa menurunkan tingkat kemiskinan masyarakat pesisir,” katanya.

Untuk Kawasan di Sumbawa akan dibudidayakan udang Vaname, dengan hasil produktivitas dan kualitas yang tinggi. Sedangkan Lombok Timur, dikembangkan lobster dan kampung nelayan yang telah ada tetap dipertahankan.

Menurutya, Shrimp Estate merupakan skema budidaya udang berskala besar di mana proses hulu hingga hilir berada dalam satu kawasan.

Program ini juga merupakan terobosan Kementerian KKP dalam pengembangan perikanan budidaya tujuannya meningkatkan ekspor, menambah devisa untuk daerah maupun negara dan kesejahteraan masyarakaat.

“Proses produksi didukung teknologi dan terintegrasi dengan pendekatan konsep hulu-hilirseperti pabrik pakan dan sebagianya, korporasi perikanan budidaya berbasis Kawasan,” jelasnya.

Dijelaskan, kawasan tersebut akan tetap menjadi hak masyarakat pemilik tambak atau lahan. Hanya pengelolaanya saja oleh pemerintah dengan skema pembagian hasil berdasarkan luas kepemilikan. Bahkan pemilik lahan dapat menjadi tenaga kerja.

Sementara itu Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmi menyatakan kesiapan lahan dan dukungan masyarakat sudah siap. Bahkan masyarakat menyambut baik budidaya udang atau lobster terintegrasi.

Menurutnya, ada 2 lokasi yang telah disiapkan, yaitu di wilayah kawasan Telong Elong dan Teluk Ekas, dengan total lahan sekitar 1.000 Ha lebh.

“Lahan tersebut sedang kita tata, akhir 2021 akan selesai,” tutupnya.

Senada dengan Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud H. Abdullah mengaku, lahan untuk pengembangan kawan tersebut sudah siap, dengan total lahan seluas 1.121 Ha.

“Ada di tiga desa di wilayah Kecamatan Moyo Utara. Yakni Desa Penyaring, Desa Kukin, dan Desa Baru,” katanya.

Upaya pendekatan kepada masyarakat pemilik lahan sedang terus dilakukan, dengan memperhatikan aspek sosial kemasyarakatan.

“Sehingga kedepan tidak ada persoalan,” katanya.

BACA JUGA: Gubernur Zukieflimansyah: Taklukkan Dunia Dengan Ilmu

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, ST.,M. Si mengatakan, persiapan untuk mewujudkan shrimp estate ini, tahun 2021 ini adalah clearing lahan, sehingga Tahun 2022 adalah ground breaking dan 2023 atau 2024 sudah bisa beroperasi.

“Tahun 2021, lahan dan syarat administrasi serta proses lainnya sudah rampung. Tahun depan sudah ground breaking dan pak menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono sudah sampaikan langsung ke pak gubernur Zul,” tutupnya.

Hadir juga dalam rakor tersebut, Staf Khusus Menteri KKP Victor G. Manoppo, Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan, Direktur Perbenihan, Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok.

edy




Gubernur Zulkieflimansyah: Taklukkan Dunia dengan Ilmu

Mahasiswa yang menuntut ilmu di luar negeri diminta Gubernur Zulkieflimansyah jangan merasa puas dan terus belajar

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah berharap kepada para mahasiswa asal NTB yang melanjutkan study ke luar negeri, khususnya mahasiswa asal NTB yang melanjutkan study di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, agar terus mengasah kemampuan dengan belajar dan terus belajar

Mahasiswa diminta jangan pernah merasa puas belajar karena dunia hanya mampu ditaklukkan oleh orang-orang yang berilmu dan memiliki pengalaman yang mumpuni.

“Saya berharap kepada mahasiswa yang usai melakukan Study di Mesir kemudian lanjutkan study nya ke negara-negara Eropa. Saya yakin anak-anak kita ke depannya akan mampu menaklukkan dunia dengan ilmu-ilmunya,” harap gubernur.

BACA JUGA: Validasi Data Kemiskinan Akan Selesaikan Berbagai Persoalan

Hal itu disampaikannya saat menjadi Opening Speech pada acara Webinar Kemerdekaan Indonesia ke-76 bersama mahasiswa asal NTB yang Study di Mesir, Kamis (26/08/21).

Webinar Kemerdekaan Indonesia ke-76 diinisiasi oleh Keluarga Mahasiswa Nusa Tenggara dan Bali (KM NTB) yang Study di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir dengan tema “Semangat Kemerdekaan Menumbuhkan Kepekaan Azhari dalam Perannya yang Krusial Ikut Membangun Bangsa dan Negara.”

Menurut gubernur, tidak semua memilki kesempatan untuk melanjutkan study ke luar negeri. Apalagi bisa Study di kampus-kampus ternama di seluruh dunia.

Karena itu, atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat NTB berharap, anak-anak NTB mampu memberikan kontribusi terbaik dalam membangun daerah, bangsa dan negara ke depannya.

BACA JUGA: Tete Batu Siap Menangkan Best Tourism Village 2021

“Semua mengakui bahwa kontribusi alumni Al-Azhar Mesir baik dari generasi ke generasi begitu besar bagi perkembangan dunia pendidikan di Indonesia. Khususnya untuk kemajuan daerah kita,” harap gubernur.

Selain itu,  mahasiswa asal NTB yang melanjutkan study ke luar negeri untuk terus memberikan motivasi kepada generasi selanjutnya. Agar mereka tidak pernah takut untuk terus bermimpi untuk mengikuti jejak alumni terdahulu.

Sehingga ke depan diharapkan anak-anak NTB akan lebih banyak yang melanjutkan pendidikan di Timur Tengah atau di kampus ternama di seluruh dunia.

manikpkominfo




Validasi Data Kemiskinan Akan Selesaikan Berbagai Persoalan

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi menekankan pentingnya verifikasi dan validasi data kemiskinan untuk perencanaan kegiatan atau program penanggulangan kemiskinan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Verifikasi dan validasi data kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Barat penting dilakukan.

Wagub menekankan pentingnya validasi data kemiskinan
Wagub Hj Sitti Rohmi

Dengan data yang akurat dan tepat, dapat menyelesaikan berbagai persoalan sosial, kesehatan, ekonomi dan persoalan lainnya.

“Itulah betapa penting pentingnya validasi data kemiskinan ini. Saya benar-benar menekankan agar serius menyelesaikan persoalan data ini,” tegas Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd.

Wagub menyampaikannya pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di Provinsi NTB Tahun 2021, Kamis (26/08/21) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB.

Selain itu, data ini juga dapat digunakan untuk perencanaan kegiatan atau program penanggulangan kemiskinan, serta menetapkan sasaran penerima manfaat program-program perlindungan sosial.

“Sehingga semua program yang digelontorkan pemerintah bisa efektif mempercepat pengentasan kemiskinan,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub.

Ditekannya, agar dalam menyelesaikan verifikasi dan validasi data kemiskinan dilakukan dengan berbagai ikhtiar. Terus berkoordinasi dan membangun sinergi, keharmonisan dan kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, Kabupaten/Kota hingga desa.

BACA JUGA: Tete Batu Siap Menangkan Best Tourism Vilage 2021

“Menyelesaikan data ini perlu strategi yang betul-betul jitu, agar apa yang kita ikhtiarkan tidak sia-sia,” tegasnya.

Dikatakannya, apabila data ini valid, maka akan mampu menurunkan angka kemiskinan hingga 8 persen.

Untuk itu, harus diingatkan Kabupaten/Kota agar serius menyelesaikan persoalan data penduduk miskin yang masih ganda, meninggal dan tidak ada di tempat, sehingga benar-benar valid.

“Ini semua demi kepentingan masyarakat,” ucapnya didampingi Asisten II dan kepala Bappeda NTB.

Untuk itu, ketika data valid dan akurat maka persoalan Program Raskin, Jamkesmas, Bantuan Siswa Miskin, Program Keluarga Harapan, JPS, BPJS maupun program-program lain akan menyasar penerima manfaat dan tepat sasaran.

“Termasuk data ini akan menjadi sumber OPD-OPD mengeksekusi program-programnya,” kata alumni ITS Surabaya ini.

Menurunkan angka kemiskinan

Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr.Ir. H. Iswandi, M.Si., menyampaikan, dalam penyelesaian permasalahan kemiskinan daerah diperlukan koordinasi yang baik dengan dinas terkait terutama dinas sosial, dinas desa, dinas kesehatan dan OPD terkait.

BACA JUGA: Inisiasi Menyusui Dini, Perlu Dukungan Ayah dan Keluarga

“Vailidasi data penduduk miskin ini sangat penting, karena korelasinya akan mampu menurunkan angka kemiskinan di NTB,” kata Iswandi.

Apalagi Peraturan Gubernur Tentang Penanggulangan Kemiskinan telah dibuat. Ini penting karena akan menjadi pedoman bagi semua pihak yang terlibat dalam penanggulangan kemiskinan.

Kadis Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH, memaparkan tentang verifikasi dan validasi data kemiskinan, yang sudah berjalan sejak tahun 2019. Verifikasi dan validasi itu tergantung kesungguhan, keseriusan dan political will dari Bupati/Walikota se-NTB.

“Karena pentingnya data ini, maka harus menjadi prioritas bagi mereka. Apalagi ini menyangkut masyarakatnya,” kata Ahsanul Khalik.

Diungkapkannya juga, bahwa lambat dan masih belum updatenya sebagian data di desa, akibat minimnya anggaran yang dialami pemerintah desa, sebagai juru kunci verifikasi dan validasi di lapangan.

Namun ia mengaku, akan terus mendorong Kabupaten/Kota hingga desa untuk terus melakukan verifikasi dan validasi ini.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten I Setda Prov NTB, Kadis Kesehatan, Kadis Dikbud, Kadis Nakertrans, Karo Ekonomi, perwakilan BPJS dan sejumlah OPD terkait.

edy




Tete Batu Siap Menangkan Best Tourism Village 2021

Desa wisata Tete Batu merupakan salah satu desa wisata di Indonesia, yang akan mengikuti lomba Desa Wisata Terbaik (Best Tourism Village), bersama Yogyakarta dan desa dari Nusa Tenggara Timur (NTT)

LOTIM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengunjungi Desa Tete Batu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur yang akan mewakili Indonesia dalam ajang lomba Desa Wisata Terbaik (Best Tourism Village) yang diselenggarakan Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO).

Tiga desa wisata yang diusulkan mengikuti lomba di UNWTO, bersama dua desa wisata lainnya di Indonesia, yakni satu dari Yogyakarta dan satu lagi dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Desa wisata Tete Batu memiliki peluang memenangkan  Best Tourism Village

“Tete Batu punya kualifikasi untuk menang dalam pentas desa wisata karena keindahannya, kuliner, hingga sosial culture. Tete Batu memiliki kesempatan untuk memenangkan lomba,” tutur Bang Zul saat menemui Kepala Desa dan Pokdarwis Dusun Orong Grisak, Desa Tete Batu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (27/08/21).

Bang Zul menuturkan, desa wisata Tete Batu sebagai alternatif wisata perayaan motor Superbike.

“Ada banyak Bungalow yang tersedia untuk menikmati suasana desa dengan tarif sangat terjangkau,” pungkas Bang Zul.

BACA JUGA: Penyu Tangkaran Dilepaskan di Pantai Nipah untuk Pelestarian

Selain itu, perlunya kolaborasi Pemerintah Desa dan Pokdarwis dalam mempersiapkan diri menyambut perhelatan Internasional, Best Tourism Village dari United Nations World Tourism Organization (UNWTO) secara maksimal.

Kepala Desa Tete Batu, Sabli mengaku sangat bangga dan berterima kasih atas kontribusi yang diberikan Pemerintah Provinsi NTB.

“Alhamdulillah, kami sangat merasa bangga dapat dikunjungi oleh pemimpin nomor satu di NTB. Dengan harapan semoga kami di desa dapat disupport banyak hal dibidang pariwisata agar dapat berkontribusi bagi kemajuan Lotim khususnya,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Lombok Timur, Yogi, menjelaskan bahwa Desa Tete Batu akan memulai konsep wisata flora dan fauna.

BACA JUGA: Bertemu Guru Semasa SMA, Gubernur NTB Tunduk dan Cium Tangan

“Kita punya flora dan fauna yang diminati dunia dan kita mencoba untuk mengemas wisata flora fauna di selatan Rinjani, dimulai dari Tete Batu termasuk jenis beragam tumbuh – tumbuhan seperti jenis – jenis pakis dan sebagainya. Sedangkan faunanya disini ada celepuk Rinjani, lutung, landak hutan, burung kaka tua dan lain sebagainya,” kata Yogi.

Ser