Integritas Keilmuan Diharapkan Lahir dari UDG XIV Nasional

Saat membuka UDG XIV Nasional, Gubernur Zukieflimansyah mengatakan, hadirnya integritas antara jiwa dan raga dibutuhkan kegiatan-kegiatan keagamaan di Provinsi NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Di tengah modernisasi yang berkembang pesat dan rentannya kehidupan manusia di zaman modern, orang butuh kecerdasan emosional dan spritual yang tinggi dibanding sebelumnya.

Gubernur Zul tekankan pentingnya integritas keilmuan dan emosiona
Gubernur Zulkiefimansyah

Hal itu dikatakan Gubernur Zul ketika membuka Utsawa Dharma Gita (UDG) Tingkat nasional ke XIV Tahun 2021 di Lombok Astoria Hotel Mataram, Kamis (09/09/2021) .

Menurut gubernur, tema yang diangkat dalam kegiatan UDW dinilai menarik.

“Karena ingin menjadikan ummat Hindu yang cerdas dan berintegritas. Dengan hadirnya masyarakat yang cerdas bukan hanya cerdas ilmu dunianya, tapi juga cerdas secara emosional,” kata Gubernur Zul.

Bang Zul sapaan akrab gubernur mengatakan, brintegritas ini secara harfiah sering dimaknai sebagai satunya kata dengan perbuatan.

BACA JUGA: Vaksinasi Berbasis Wilayah Strategi Percepatan Serapan

Padahal integritas itu sebenarnya lebih jauh dari itu, yakni menyatunya antara fhisik/raga dengan jiwa/batin setiap orang.

Ditegaskannya,  menghadirkan kecerdasan spritual, emosional dan hadirnya integritas antara jiwa dan raga dibutuhkan kegiatan-kegiatan keagamaan di Provinsi NTB.

Sehubungan dengan itu, para peserta khususnya kaum muda dari NTB diingatkan, boleh mengejar prestasi setinggi-tingginya, namun tidak bertujuan menyombongkan diri dan mengusik orang lain.

“Saya juga mengapresiasi pemuka-pemuka agama yang tak pernah surut dalam memberikan pesan-pesan agama yang menghadirkan banyak keteduhan dan menjinakkan bathin kita, untuk kebersaman dan kebaikan bersama bagi kemajuan Provinsi NTB yang lebih gemilang di masa yang akan datang,” kata Bang Zul.

Kakanwil Kemenag NTB, Dr. KH. Zaidi Abdad, MA mengatakan, kegiatan ini diharapkan akan melahirkan peradaban dan bisa menghasilkan pemahaman mendalam dalam ajaran agama.

Kata Zaidi, kegiatan ini tidak hanya menikmati keindahan suaranya, namun juga yang paling prinsip yakni bisa memahami ajaran-ajaran agama. Kemudian mengimplementasikan ajaran agama itu di tengah-tengah heterogenitas dan pluralitas di NTB.

BACA JUGA: NTB Dapat Tambahan Vaksin dari DPR untuk Sambut WSBK

Ketua Panitia pelaksana I Gde Subrata melaporkan, UDG XIV tingkat nasional yang dilaksanakan secara virtual ini digelar pertama kali, karena pandemi Covid-19 masih terjadi.

Pihaknya berkomitmen bersatu padu membangun masyarakat NTB sesuai dengan thema yg diusung pada kegiatan ini.

Menurut Subrata, utusan NTB bisa berhasil meraih peluang-peluang emas pada UDW kali ini, karena peserta dari NTB juga cukup diperhitungkan secara nasional.

“Diharapkan, pada UDG XIV ini NTB bisa meraih juara umum. Ini didasari iktikad bersama membangun masyarakat NTB cerdas dan gemilang,” tutur I Gde Subrata.

her

Kominfotik NTB




Mahasiswa Muhammadiyah-Aisyiyah Akhiri KKN di Lombok Utara

Setelah satu bulan melakukan KKN MAS di Lombok Utara, Bupati Djohan Sjamsu harapkan mahasiswa sinergikan hasil KKN dengan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH melepas secara resmi akhir Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Muhammadiyah Aisyiyah (MAS) seluruh Indonesia di Kantor PD Muhammadiyah Dusun Lekok Desa Gondang, Kamis (09/09/21).

Acara pelepasan akhir KKN MAS yang diikuti mahasiswa Muhammadiyah-Aisyiyah

Hadir dalam acara itu Kepala Dinas Koperindag Drs Abdul Hamid, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, unsur perwakilan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, Peserta KKN MAS serta undangan lainnya.

Bupati Djohan mengatakan, setelah satu bulan melakukan KKN MAS, dan pada hari ini saatnya melepas mahasiswa kembali ke perguruan tinggi masing-masing.

Dengan pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama KKN, bisa disenergikan dengan ilmu dari perguruan tinggi, sebelum kembali ke tengah masyarakat.

“Pengalaman selama KKN di Lombok Utara akan menjadi pengalaman berharga untuk kalian nanti ketika sudah usai masa di perguruan tinggi, dan menjadi pemimpin masyarakat, bangsa dan negara,” tuturnya.

BACA JUGA: NTB Dapat Tambahan Vaksin dari DPR untuk Sambut WSBK

Diungkapkan bupati, Lombok Utara baru 13 tahun namun di usianya yang masih muda banyak hal yang berhasil dilakukan. Meski selama 13 tahun sudah dua kali terkena gempa bumi pada 2013 dan 2018, bahkan saat ini bencana pandemi Covid-19 melanda Lombok Utara.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat KLU mengucapkan terima kasih kepada anak-anak saya, mahasiswa KKN yang selama sebulan berbaur dan tinggal di tengah masyarakat. Banyak hal yang kalian peroleh, begitu pula sebaliknya sebagai seorang mahasiswa banyak kenangan yang kalian tinggalkan untuk masyarakat Lombok Utara. Semoga apa yang kalian dapatkan bermaanfaat ke depan,” kata bupati.

Kordinator Panitia KKN Muhammadiyah-Aisyiyah, Dr.Suarno menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat Lombok Utara, yang menjadi tuan rumah Kuliah Kerja Nyata selama sebulan.

BACA JUGA: Penanganan Covid-19 di NTB Terkendali Sebab Patuh Prokes

KKN itu dimulai dari 8 Agustus lalu meski masih dalam suasana pandemi Covid 19. Meski demikian, seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah bisa berada di Lombok dan ini KKN-MAS yang pertama.

“KKN Mas kita jadikan sebagai wadah silaturahmi, ke depan angkatan muda Muhammadiyah bisa menjadi kader-kader Muhammadiyah,” ungkap Suarno.

@ng




Desa Bentek Bangun Tempat Pengolahan Sampah, untuk Kurangi Sampah

Dalam upaya mengurangi volume sampah rumah tangga di Desa Bentek, setelah dibangun tempat pengolahan sampah maka masyarakat pun diajak memilah sampah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Lombok Utara meresmikan Tempah Pengolahan Sampah TPS 3R (Reuse Reduce Resicyle) Gemaripah, sebagai upaya mengurangi volume sampah rumah tangga.

Tempat Pengolahan Sampah itu dibangun dengan anggaran Rp 600 juta dari Kementerian PU PR Pusat, melalui Pemda Provinsi Nusa Tenggara Barat TA-2021.

Peninjauan Bupati Djohan ke temmpat pengolahan sampah di Desa Bentek

Saat peressmian, Kepala Desa Bentek, Warna Wijaya, S.AP mengatakan, terus mendorong kesadaran masyarakat pentingnya kebersihan dan pengolahan sampah.

BACA JUGA: Pengurus MUI Lombok Utara Periode 2020-2025 Dikukuhkan

“Karena (persoalan) sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita semua,” ungkap Warna Wijaya.

Sejumlah program digalakkan dalam mengajak masyarakat berpartisipasi mengurangi sampah, salah satunya dengan memaksimalkan keberadaan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce,  Resicyle (TPS-3R), yang dinilai sebagai solusi mengatasi krisis sampah.

Pekerjaan konstruksi TPS yang selesai pada tanggal 18 September 2021, menjadikan Desa Bentek satu satunya yang paling cepat di antara lima (5) tempat TPS 3R di NTB.

Hal itu disampaikan Wrna Wijaya di depan sejumlah undangan, yakni Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, Kepala Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Pemukiman Provinsi NTB, Aprialely Nirmala, ST, MT, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB, Kepala Dinas Lingkungan Hidup KLU , Camat Gangga, BPD dan para Tokoh masyarakat Desa Bentek, Rabu (08/09/21).

Warna Wijaya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, sekaligus pada warganya yang antusias dalam pelaksanaan pembangunan sarana prasarana TPS 3R tersebut.

Ditempat sama, Kepala Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Pemukiman Provinsi NTB, Aprialely Nirmala, ST, MT mengatakan, lima Kabupaten yang mendapatkan bantuan anggaran TPS 3R masing masing mendapat bantuan Rp600 juta.

“Desa Bentek KLU yang pertama selesai,” kata Aprialely.

Ia juga merinci penggunaan anggaran, termasuk untuk kelengkapan sarana penunjang lainnya, hingga biaya transportasi roda tiga untuk pengangkutan sampah dari lima dusun yang ada di Desa Bentek.

Menurut Aprialely, melalui program ini terbukti efektif mampu mengurangi beban atau volume sampah rumah tangga, dan dapat mengurangi pembuangan yang terkirim di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Selain itu yang tidak kalah pentingnya, masyarakat tergugah kesadarannya dalam mengelola sampah,” tutup Aprialely.

Bernilai ekonomis

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, mengatakan, sampah berkonotasi kotor, busuk, bau dan mengundang penyakit.

“Padahal sampah bisa bernilai ekonomis, jika dikelola dengan baik,” kata bupati.

Djohan mencoba merubah paradigma berpikir masyarakat terkait sampah, agar tidak dibuang sembarangan dan bisa dimanfaatkan untuk menjadi pupuk organik.

BACA JUGA; NTB Akan Menjadi Kawasan Pembangunan Industri Halal

Bupati juga menyinggung agar Dinas Lingkungan Hidup KLU harus lebih inten dan aktif memberikan penyuluhan dalam gerakan hidup bersih. Salah satunya pembinaan mengolah sampah menjadi pupuk organik, paparnya.

“Kalau sudah menjadi pupuk organik ini kan bisa dipasarkan alias dijual dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar desa masing masing, khususnya ke petani dan masyarakat untuk tanaman halaman rumah,” tutur Bupati Djohan.

Bupati menambahkan, gerakan pilah sampah dari rumah bisa mulai digencarkan untuk membangun kesadaran masyarakat memilah sampah rumah tangga.

Sampah organik dan yang bisa didaur ulang, yakni sampah yang sudah dipilah, akan dikumpulkan dan dibawa ketempat pengolahan ini, kata Bupati Djohan Sjamsu.

@ng




Pengurus MUI Lombok Utara Periode 2020-2025 Dikukuhkan

Dengan dikukuhkannya pengurus MUI Lombok Utara, bisa bersinergi dan menjadi mitra dalam memajukan Lombok Utara terutama dalam masa pandemi Covid 19

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH menghadiri Pengukuhkan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) KLU Priode 2020-2025 oleh Ketua MUI Provinsi NTB Prof H Saiful Muslim, di Aula Kantor Bupati Lombok Utara (08/09/21).

TGH Abdul Karim Abdul Gafur ditetapkan oleh Ketua MUI NTB H Saiful Muslim sebagai Ketua umum berdasarkan SK Dewan Pimpinan MUI Provinsi NTB No: SK-06/DP-P-XXVIII/VII/2021.

Bupati Djphan saat pelantikan pengurus MUI  KLU Pelantikan pengurus MUI Lombok Utara

Bupati Djohan saat menyampaikan sambutan mengatakan, dengan dikukuhkannya pengurus MUI, diharapkan ke depan membawa kemajuan dan kebaikan untuk masyarakat lombok utara.

BACA JUGA: Bupati Djohan Sjamsu Buka Tes SKD CPNS Formasi 2021

Disamping itu, dengan adanya lembaga resmi MUI, Pemerintah KLU dapat bersinergi bersama untuk membangun KLU di era digitalisasi yang semakin maju.

“Dengan telah di kukuhkannya Pengurus MUI kita bisa bersinergi dan mitra bersama dalam memajukan KLU terutama dalam masa pandemi covid 19,” kata Bupati Djohan Sjamsu.

Dalam kesempatan sama, Ketua MUI Provinsi NTB H Saiful Muslim menyampaikan ucapan selamat kepada MUI KLU yang telah di kukuhkan pada hari ini.

“Saya berharap kepada Pengurus MUI yang baru dapat membawa angin segar untuk masyarakat serta memiliki peran dalam pembanguan dan kemajuan Lombok Utara kedepannya,” kata Saiful.

Hadir dalam kegiatan pengukuhan itu Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng, Kapolres Lotara AKBP Fery Jaya Satriansyah SH, Pj Sekda KLU Drs H Raden Nurjati beserta undangan lainnya.

BACA JUGA: Wisata Halal akan Dibahas Dalam Global Tourism Forum 2021

Acara berjalan dengan lancar dan tetap menggunakan protokol kesehatan.

@ng




Bupati Djohan Sjamsu Buka Tes SKD CPNS Formasi 2021

Saat membuka tes seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Bupati Djohan Sjamsu percaya seluruh panitia bisa berlaku adil objektif, dan transparan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu SH membuka resmi pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2021 lingkup Kabupaten Lombok Utara di Aula RSUD Tanjung (08/09/21).

Tes CPNS yang dibuka Bupati Lombok Utara

Menurut Bupati Djohan menyampaikan, penerimaan CPNS dan PPPK di Daerah Lombok Utara itu merupakan awal babak baru.

Pelaksanaan tes CPNS dan PPPK berlangsung selama 15 hari, yang dimulai hari Rabu tanggal 8 September, terbagi empat sesi setiap harinya. Kecuali hari Jum’at hanya dua sesi berlagsung di aula RSUD Tanjung.

BACA JUGA: Penerima Beasiswa NTB Agar Jelajahi Dunia Dengan Cinta

Acara tes itu dihadiri Asisten Bidang Administrasi Umum Setda KLU, Anding Duwi Cahyadi SSTP MM, Plt.Kepada BKD PSDM KLU, Tri Darma Sudiana SSTP, Inspektur Inspektorat KLU H Zulkifli SE, Plt, Kasad Pol PP KLU, Totok Surya Saputra SH MH, perwakilan BKN RI dan seluruh peserta yang mengiuti tes SKD Gelombang pertama.

“Sebagai Kepala Daerah tentu mengharapkan pelaksanaan tes CPNS dan PPPK berjalan baik, tertib, dan untuk seluruh peserta agar disiplin waktu dan mematuhi segala peraturan yang ada,” tutur bupati.

Mengingat masih dalam situasi pandemi Covid 19, bupati minta seluruh peserta dan panitia tetap menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan.

“Agar kita menjaga diri dan peserta lainnya dari virus Covid 19,” kata Bupati Djohan.

Tahun ini KLU mendapatkan jatah 195 formasi, yang terbagi 73 formasi CPNS umum dan 122 PPPK Non Guru, dengan jumlah peserta yang mengikuti tes 2.247 orang.

Bupati mengapresiasi antusiasme peserta yang luar biasa, dan diharapkan para peserta mampu mengerjakan tes dengan baik.

BACA JUGA: Petani Bawang di Santong, Dapat Bantuan Bibit dari Bupati

“Sehingga setelah lulus mampu mengabdi di Lombok Utara dan menjadi CPNS yang mempuni dan cerdas, serta disiplin dalam bekerja, ujarnya.

Bupati Djohan mengaku mempercayai seluruh panitia bisa berlaku adil objektif, dan transparan serta bersih sesuai dengan amanat peraturan yang berlaku.

@ng




Petani Bawang di Santong Dapat Bantuan Bibit dari Bupati

Petani bawang merah unntuk pertama kalinya mendapat bantuan bibit bawang merah dari Bupati Djohan Sjamsu, dan saat panen bupati juga hadir

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Para petani di Kecamatan Kayangan memberikan catatan pembangunan di sektor pertanian pada era Pemerintahan pasangan Djohan Sjamsu-Dany Karter.

Petani bawang merah terima bantuan bibit
Bantuan bibit bawang merah

Bagi petani, di era Pemerintahan Djohan-Danny meski baru berusia sekitar 7 bulan namun dinilai cukup berhasil menangkap apa yang menjadi kebutuhan petani saat ini.

Yang paling dirasakan petani sebagai ujung tombak penyediaan bahan pangan adalah adanya penyaluran berbagai bantuan untuk petani.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang kelompok tani “Beriuk Sadar Satu”, Safrin yang tinggal di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Menurut Safrin, tahun ini baru petama kalinya ia bersama petani lainnya di desa Santong mendapatkan bantuan bibit bawang merah dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, yang disalurkan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) KLU.

Bantuan bibit bawang merah itu disalurkan pada bulan Juni2021 lalu, dan saat ini sudah memasuki usia panen.

BACA JUGA: Panen Bawang Merah di Santong, Bupati Beri Semangat Petani 

Lebih dari itu, pra petani bersyukur saat panen bawang merah, Bupati datang beserta segenap rombongan baik dari Pemda KLU, unsur Kepolisian, Danramil Kecamatan Kayangan, beserta Kepala Desa Santong dan tokoh tokoh masyarakat untuk menyaksikan panen perdana bawang merah, Selasa (07/09/21).

“Dalam luasan satu (1) hektare, menurut Safrin mendapatkan bantuan sekitar 700 Kg, belum termasuk obat-obatan dan sarana penunjang lainnya.

Syafrin bersyukur, bantuan bibit dari pemerintah cukup baik dan pertumbuhannya bagus. Karena varietas yang diberikan merupakan varietas unggul.

“Dan jenis ini setiap tanam 1 kilo bisa menghasilkan minimal 8 kilo bawang merah,” kata Safrin yang juga Sekretaris Kelompok Tani “Beriuk Sadar Satu”, Desa Santong.

Safrin berterima kasih kepada Bupati H Djohan Syamsu, yang telah memberikan bantuan bibit bawang merah ini secara gratis, apalagi waktu penyalurannya juga dinilai tepat waktu.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari Pak Bupati, karena ini sawah setelah panen padi kita tanami bawang merah, dan saya yakin hasilnya bagus jika dipelihara dengan baik, ” ujarnya.

Selama ini untuk mengisi kekosongan lahan sawah pasca panen padi, biasanya petani membeli bibit bawang merah dengan harga yang relatif mahal, dan sulit mendapatkan kualitas baik, tuturnya.

“Semoga ke depan bantuan ini nantinya bisa kembali disalurkan dan jumlahnya semakin meningkat, karena saya lihat antusias petani kita untuk menanam bawang merah cukup tinggi,” kata Safrin.

Hal yang sama dirasakan oleh Ketua kelompok Tani Kampung Baru Desa Pasir Putih Dusun Jennae Kecamatan Sinjai Borong, Muh. Idrus. Ia merasa bersyukur dengan adanya bantuan bibit bawang merah ini.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini karena ada aktivitas disaat musim kemarau dan saat bangsa dilanda Covid 19 ini sehingga kita tidak menganggur lagi, ” kata Idrus.

Dengan adanya bantuan ini para petani dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya dari tanaman bawang merah.

Ia berharap bantuan ini dapat diberikan secara berkelanjutan, namun ia juga mengharapkan agar pemerintah membantu petani dalam memasarkan bawang merah pada saat pasca panen.

BACA JUGA: Vaksinasi di Tegal Maja, Kepolisian Dukung Vaksin untuk 500 orang

“Kendalanya biasa pada saat pasca panen adalah pemasarannya. Apalagi produk ini cepat rusak dan hanya bisa bertahan sampai 3 bulan. Kami harapkan agar kami juga bisa dibantu agar setelah panen langsung bisa terjual semuanya supaya ada modal selanjutnya,” harapnya.

Mereka gratiskan tanaman bawang merah seluas kurang lebih 3 are, dan panen sendiri sebagai wujud Syukur atas keberhasilan petani bawang merah di Desa Santong.

@ng




Vaksinasi di Tegal Maja, Kepolisian Dukung Vaksin untuk 500 orang

Saat memantau vaksinasi serentak di Vihara Giri Ratana Puja, Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Wabup Danny sampaikan dukungan vaksin dari kepolisian

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan dosis vaksin untuk 200 orang. Dan mendapat dukungan pihak kepolisian yang menyediakan vaksin untuk 500 orang.

Wabup saat pantau vaksinasi di Tegal Maja
Wabup Danny Karter

“Ke depan, kita harapkan agar seluruh masyarakat Lombok Utara dapat tervaksin,” kata Wabup Dany.

Hal itu disampaikannya saat memantau Vaksinasi serentak yang berlangsung di Vihara Giri Ratana Puja, Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Selasa (07/09/21).

Wabup Danny dalam memantau vaksinasi itu bersama Kapolda NTB Irjen Pol M Iqbal SIK MH Dan Danrem 162 Wira Bakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani SSos SH MHan.

Sebelumnya, Kapolda NTB menyampaikan laporan kepada Presiden Jokowi bahwa capaian target vaksinasi di wilayah NTB yang masih tergolong rendah disebabkan dosis vaksin di NTB belum mencukupi.

Karena itu, Kapolda NTB, Irjen Pol M Iqbal SIK MH meminta Kepada Presiden Jokowi agar dikirImkan vaksin dengan jumlah yang cukup untuk masyarakat. Agar target vaksinasi di NTB meningkat, dan ke depan bisa menekan kasus Covid 19 agar masyarakat bebas dari pandemi.

BACA JUGA: Panen Bawang Merah di Santong, Bupati Beri Semangat Petani

Permintaan itu disampaikan Kapolda dalam kegiatan pantauan vaksinasi yang kali ini disaksikan secara langsung juga oleh Presiden RI melalui virtual zoom.

Hadir dalam kegiatan itu Kapolres Lotara AKBP Fery Jaya Satriansyah SH, Dandim 1606 Mataram Kolonel Arm Gunawan SSos , Direktur RSUP NTB Dr H Lalu Herman Mahaputra beserta undangan lainnya.

Vaksinasi serentak hari ini di Desa Tegal Maja berjalan dengan aman dengan partisipasi masyarakat yang tinggi.

BACA JUGA: Edukasi Anti Korupsi, Ajak Masyarakat Cegah Korupsi

Acara berjalan dengan lancar dan tetap menggunakan protokol kesehatan.

@ng




Panen Bawang Merah di Santong, Bupati Beri Semangat Petani

Saat panen bawang di Desa Santong, Bupati Djohan Sjamsu memberi semangat petani agar mengembangkan tanaman bawang lebih luas, karena prospek ke depan sangat menjanjikan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, melakukan panen perdana bawang merah di Desa Santong Kecamatan Kayangan, Selasa (07/09/21).

Panen perdana bawang di Desa Santong Bersama Kepala DKPP KLU, Bupat Djohan panen bawang di Desa Santongg

Panen perdana ditandai dengan pemetikan untaian buah bawang merah, yang disaksikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Tresna Hadi, SPT, dengan jajarannya, Camat Kayangan, Kepala Desa Santong, Kapolsek, Danramil Kayangan dan para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani “Beriuk Sadar Satu”

BACA JUGA: Petani Bawang di Santong Dapat Bantuan Bibit dari Bupati

Di tengah situasi Covid-19 yang sedang melanda dunia sekarang ini, sektor-sektor lain di luar pertanian pertumbuhan itu negatif.

Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lombok Utara, Tresna Hadi, SPT mengatakan, tapi di pertanian, pertumbuhan ekonominya positif.

“Memang dampaknya masih kecil sekitar 1% pertumbuhannya. Tapi masih positif,” kata Tresna Hadi dalam sambutan singkatnya pada acara panen raya bawang merah di Desa Santong Kecamatan Kayangan, Selasa (07/09).

BACA JUGA: Rapat Paripurna DPRD KLU, Bupati Jelaskan Perubahan APBD 2021

Tresna mengakui, memang pertanian didukung oleh semua elemen yang ada di sektor pertanian, dan punya lahan sawah yang luas, lahan kebun lain yang sangat luas pula.

Dikatakan, komoditas pertanian yang beraneka ragam di KLU tidak kalah dengan daerah laun.

“Dan sekarang, disini kita memulai pengembangan bawang merah,” katanya.

Ia mencontohkan petani bawang Hasanuddin, yang menghasilkan 35 ton basah, dan kalau dikeringkan menjadi sekitar 20 ton, dengan harga rata rata berkisar Rp20.000 per kilo.

“Ini komoditas yang luar biasa, memang patut kita kembangkan,” kata Tresna Hadi.

Diungkapkan, KLU memiliki lahan yang luas dan saat ini baru mulai demplot sekitar lima  hektar. Ke depan diharapkan, lahan untuk bawang merah ini bisa lebih luas.

“Insya Allah pihak Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan membantu, tentunya sesuai kemampuan yang ada di dinas,” ungkapnya.

Terkait dengan permintaan petani untuk bangun jalan usaha tani, Tresna minta kepada kelompok dan masyarakat sekitarnya segera selesaikan masalah pembebasan lahan yang bakal dijadikan jalan usaha tani.

Banyak hal yang sedang di programkan pemerintah melalui Dinas DKPP, misalnya pengembangan porang.

“Porang di Kabupaten Lombok Utara sudah terdaftar untuk perlindungan varietas di Kementerian Pertanian di Jakarta, untuk untuk mendapatkan sertifikasi,” kata Tresna Hadi.

Beri semangat

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu,SH, mendorong petani agar bersemangat membangun daerahnya.

“Alhamdulillah kalau mendengar laporan Kadis DKPP tadi bahwa bawang merah ini prospeknya sangat menjanjikan sangat menjanjikan,” kata bupati.

Bupati berharap, agar petani mengembangkan tanaman bawang lebih luas lagi, karena prospek ke depan sangat menjanjikan. Meski daerah dan bahkan dunia sedang dilanda Covid 19, namun pertanian paling mampu bertahan.

Bupati mengapresiasi para petani Desa Santong dan sekitarnya yang telah mengembangkan tanaman bawang merah dalam rangka melaksanakan program Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui DKPP KLU.

Hal tersebut dinilai sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mengembalikan fungsi lahan menjadi kawasan budidaya pertanian. Dia mengharapkan agar budidaya penanaman bawang merah terus dikembangkan di masa mendatang.

Menurutnya, petani sekarang sudah waktunya mengubah paradigma pikiran lama. Kalau pada jaman dulu petani hanya berpikir sederhana, misalnya menanam brambang (bawang merah) berbuah brambang.

BACA JUGA: Vaksinasi Massal Berlangsung di Bayyinul Ulum Santong

Namun untuk saat ini paradigma itu harus diubah menanam brambang harus berbuah uang. Filosofi itu artinya petani mesti berpikir produktif, dalam bercocok tanam selektif, memilih jenis tanaman pertanian yang prospeknya cerah seperti bawang merah varietas unggul guna menghasilkan uang.

“Dengan mengembangkan pola berpikir kreatif, inovatif dan produktif, petani tahu persis komoditas apa yang ditanam dan kapan harus menanam supaya pada saat panen mudah dijual dan harganya mahal,” kata Bupati Djohan.

Menurutnya, kesalahan yang acap kali dilakukan petani pada umumnya kurang memperhatikan jenis tanamam dan waktu penanaman. Pada saat panen jumlahnya melimpah otomatis harganya murah sehingga merugi, tandasnya.

Masih di tempat yang sama, Kabid Petanian Tanaman Pangan, Abdul Gofur menjelaskan, program Agro Techno Park penanaman bawang merah dikelola secara swadaya oleh kelompok tani “Beriuk Sadar Satu” Desa Santong pada lahan seluas 5 hektar.

Dan merupakan batuan Pusat berupa barang dan saprodi laimmya.

Dua lokasi yang merupakan pengembangan atau demplot, yaitu satu kelompok mendapatkan bantuan sekitar 700 kg benih bawang per hektare.

Untuk demplot secara keseluruhan 15 hektar terbagi dalam dua lokasi yaitu si Desa Santong Kecamatan Kayangan 5 hektare, dan Desa Pamenang Kecamatan Pamenang 10 hektare.

Sedang masa tanamnya relatif singkat hanya 70 hari, kata Adl. Gafur pada lombokjournal.com.

@ng




Gotong Royong Bantu Pemerintah, PDIP NTB Gelar Vaksinasi Masal

Vaksinasi massal yang dilakukan PDI Perjuangan NTB merupakan bagian gotong royong membantu pemerintah menangani kasus Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dalam ikhtiar dan wujud komitmen dalam berpartisipasi membantu pemerintah menangani kasus Covid-19, DPD PDI Perjuangan (PDIP) NTB menggelar vaksinasi  massal Covid-19 bagi masyarakat di kantor DPD di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, Senin (06/09/21).

“Vaksinasi kami gelar dalam dua hari dengan sasaran 500 orang,” kata Ketua DPD PDIP NTB, H Rachmat Hidayat saat memantau jalannya vaksinasi masal tersebut.

Antusiasme masyarakat mengikuti vaksinasi ini sangat tinggi. Mereka bahkan sudah berada di Kantor DPD PDIP NTB sejak pagi, memastikan mendapat pelayanan paling awal.

Umumnya mereka baru menerima vaksin untuk dosis pertama.

Rachmat mengatakan, vaksinasi tersebut gratis untuk masyarakat. PDIP NTB juga memberi buah tangan bagi masyarakat usai vaksinasi. Termasuk juga nasi kotak untuk santap siang.

Vaksinasi digelar PDIP NTB bekerja sama dengan Dinas Kesehatan NTB dan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB.

BACA JUGA: Kunci Juru Bicara, Perhatikan Tujuh Kepribadianmu

Sebelum menjalani vaksinasi, dilakukan pemindaian suhu tubuh dan observasi kondisi kesehatannya untuk memastikan apakah penyuntikan vaksin dapat dilakukan atau tidak.

Sejumlah warga yang diketahui memiliki tekananan darah hingga di atas 180/110 MmHG, diberi kesempatan untuk bersitirahat sejenak di ruang khusus yang disediakan. Saat kondisinya sudah membaik, penyuntikan vaksin kemudian dilakukan.

Rachmat menegaskan, vaksinasi masal gratis ini dilakukan karena bentuk kepedulian PDI Perjuangan terhadap kesehatan masyarakat untuk melawan wabah Covid-19.

Hingga kemarin, warga yang terinfeksi Covid-19 di NTB memang masih terus bertambah.

“Ini adalah upaya nyata kami di PDI Perjuangan dalam rangka percepatan mencapai herd immunity,” kata Anggota DPR RI ini.

Politisi senior NTB ini mengemukakan, PDI Perjuangan ingin imun masyarakat NTB kuat. Bila kekebalan kelompok bisa mewujud di NTB, maka penyebaran Covid-19 bisa dihambat.

“Kalau itu sudah kita capai, masyarakat bisa kembali bekerja seperti sedia kala. Sehingga pemulihan ekonomi daerah akibat krisis pandemi Covid-19 dapat segara kita capai,” katan politisi berambut perak ini.

Secara khusus, Rachmat menyapa langsung masyarakat yang datang mengikuti vaksinasi masal. Warga tak bisa menyembunyikan raut kegembiraan dan mengungkapkan rasa syukur mereka.

Apalagi, ada di antara mereka yang sudah berusaha mendaftar ikut vaksinasi di berbagai tempat, namun baru bisa terlaksana pada vaksinasi yang digelar PDIP NTB.

Beberapa orang bahkan mengaku sempat ikut mendaftar secara online, namun berulangkali pula gagal menyusul di sejumlah tempat sebelumnya kuota vaksinasi memang terbatas.

Kepada mereka, Rachmat menitipkan pesan agar tiada henti terus menjaga imun, menjaga iman.

Rachmat juga berharap, vaksinasi masal yang digelar PDIP NTB, dapat memacu partai-partai lain untuk menggelar aksi yang sama. Saat ini kata Rachmat, adalah momentum untuk meningkatkan kepedulian akan kesehatan masyarakat di Bumi Gora.

“Kita harus gotong royong membantu pemerintah untuk berperang melawan Covid-19,” imbuhnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI ini mengungkapkan, capaian vaksinasi di NTB memang masih belum menggembirakan. Hingga kemarin, dari target 3.910.638 orang, vaksinasi dosis pertama baru menyasar 720.898 warga NTB.

Jumlah tersebut setara 18,43 persen dari target. Sementara untuk vaksinasi dosis kedua, baru menyasar 375.508 orang atau 9,06 persen dari target.

Capaian NTB tersebut masih jauh di bawah capaian rata-rata vaksinasi secara nasional. Sebab, kemarin, secara nasional, vaksinasi sudah mencapai 32,57 persen untuk suntikan dosis pertama dan 18,65 persen untuk suntikan dosis kedua.

“Kegiatan vaksinasi masal ini merupakan gotong royong dalam tindakan yang benar-benar nyata untuk masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP NTB Lalu Budi Suryata mengatakan, warga yang mengikuti vaksinasi umumnya berasal dari Kota Mataram dan Lombok Barat.

BACA JUGA: Vaksinasi Massal Berlangsung di Bayyinul Ulum Santong

Mereka sebelumnya telah didata terlebih dahulu untuk mendapatkan vaksin dosis pertama. Kemudian kembali melakukan registrasi ulang di lokasi vaksinasi.

Vaksinasi yang digelar selama dua hari, merupakan upaya pihaknya untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan demi tetap bisa menjalankan vaksinasi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sehingga kuota 500 warga yang akan menjadi sasaran vaksinasi dibagi dalam dua hari.

“Masing-masing tiap hari 250 orang,” katanya.

Politisi asal Sumbawa ini menyebutkan, pihaknya akan kembali menggelar vaksinasi untuk memberi kesempatan pada masyarakat mendapat suntikan dosis kedua.

Mereka yang telah menerima suntikan dosis pertama dijadwalkan mendapat suntikan vaksinasi lengkap pada 4 Oktober.

“Masyarakat telah mendapatkan nomor kontak dokter penanggung jawab yang bisa dihubungi sekiranya ada kelurahan dari masyarakat setelah suntikan dosis pertama ini,” kata Lalu Budi Suryata.

Me




Rapat Paripurna DPRD KLU, Bupati Jelaskan Perubahan APBD 2021

Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), dijelaskan penyesuaikan APBD melalui perubahan penjabaran APBD

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara Hadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Utara (KLU), tentang penjelasan pemerintah terhadap perubahan kebijakan umum APBD dan perubahan prioritas dan plafon anggaran sementara Tahun Anggaran 2021 di Ruang Sidang DPRD (06/09/21).

Wabup Danny Karter memberi penjelasan dalam Rapat Paripurna DPRD KLU
Wabup Danny Karter

Hadir pula Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, Ketua DPRD Nasrudin SHi,Wakil Ketua I H Burhan M Nur SH, Wakil Ketua II Mariadi SAg,Pj Sekda Drs H Raden Nurjati, Asisten III Ading Duwi Cahyadi SSTP MM, serta undangan lainnya. Sidang paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Nasrudin SHi.

Wakil Bupati Danny Karter menyampaikan, dinamika perkembangan kebijakan fiskal selama semester pertama tahun 2021 ini tentu bepengaruhnya terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah. Termasuk di Kabupaten Lombok Utara sebagai daerah otonom yang baru berusia 13 tahun.

Rapat Paripurna DPRD KLU

BACA JUGA: NTB Sudah Memenenuhi Indikator Utama Penilaian SAKIP

“Pendapatan daerah terdiri dari dana transfer direalokasi dan direfocusing untuk menangani pandemi Covid-19 pemerintah. Daerah pun harus menyesuaikan APBD melalui perubahan penjabaran APBD yang diatur dalam peraturan Bupati,” tutur Wabup Danny.

Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan nomor 17/PMK 07/2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 dalam rangka mendukung penanganan pandemi Covid 19 dan dampaknya.

Dana transfer daerah mengalami perubahan alokasi dan penggunaan. Kebijakan ini berimbas negatif terhadap pagu alokasi dana transfer untuk KLU dengan besaran pengurangan sebesar 33,99 milyar rupiah.

Penurunan target penerimaan pendapatan daerah terutama pada komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai 5,93%, dari target 117 milyar rupiah menjadi 110,06 milyar rupiah lebih.

Kebijakan perencanaan dan prioritas Belanja Daerah dalam perubahan APBD tahun 2021 disesuaikan dengan prioritas kebutuhan, untuk mendukung penanganan dan pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19.

Dan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi terutama pemenuhan kebutuhan masyarakat seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, dan sosial lainnya.

BACA JUGA: Pupuk Organik Berkualitas, Inovasi UNW Mataram

Pada intinya, lanjut Wabup Danny, semoga kerjasama kita dapat lebih baik dan lebih solid lagi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Lombok Utara.

@ng