Pembangunan Berbasis Desa, Butuh Peran Aktif Masyarakat

Besarnya perhatian Pemerintah Pusat terhadap pembangunan desa terlihat dari besarnya anggaran yang disediakan pemerintah melalui transfer daerah serta Dana Desa.

Oleh: Sarjono (Mahasiswa Magister KPI Pascasarjana UIN Mataram)

TANJUNG.lombokjournal.com ~ BERBICARA kemajuan suatu desa tidak luput dari dinamika pembahasan pembangunan daerah dan nasional. Berkaitan erat dengan pembangunan yang terjadi di setiap desa dalam lingkup suatu daerah.

Pembangunan daerah dapat dikatakan berhasil apabila desa sebagai lingkup terkecil dari negara telah diperhatikan dengan baik dari sisi kemajuan dan kemandirian di berbagai bidang.

Pembangunan desa tentu bergantung pada pendanaan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat. Sumber pendanaan pembangunan desa meliputi alokasi dana desa dari Pemerintah Daerah dan Dana Desa dari Pemerintah.

Besarnya perhatian Pemerintah Pusat terhadap perkembangan desa terlihat dari besarnya anggaran yang disediakan pemerintah melalui transfer daerah serta Dana Desa dalam jumlah triliunan. Pembiayaan untuk desa tidak luput pula dari rencana pemerintah memanfaatkan fasilitas pembiayaan untuk kegiatan produktif di desa guna mendorong pembangunan daerah.

BACA JUGA: Menteri Investasi Jelaskan Pemutusan Konrak GTI di Gili

Melihat perhatian lebih yang diberikan pemerintah kepada pembangunan desa, diperlukan peran dan partisipasi aktif masyarakat pedesaan memberikan pemikiran mengenai arah kebijakan yang akan diterapkan di tiap-tiap desa. Pasalnya, masyarakat pedesaan di suatu desa termasuk pihak yang mengetahui secara spesifik mengenai identitas desa.

Orientasi pembangunan dari bawah (bottom up) tidak hanya dilaksanakan oleh warga masyarakat, melainkan (termasuk) intervensi peran Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Khususnya dalam hal merencanakan kebijakan terkait dengan pembangunan desa, yang mengakomodir kepentingan-kepentingan masyarakat dengan menampung berbagai aspirasi.

Empirisnya, ditilik dari sisi administratif jumlah desa tertinggal dimungkinkan lebih banyak dari data dalam RPJMN. Sementara’ ditilik dari data administratif kabupaten/kota, masih terdapat ribuan desa menyandang status tertinggal. Padahal, berdasarkan hasil pertemuan Kementerian Desa dan PDTT dengan berbagai Pemerintah Daerah dan aparatur desa, kabupaten/kota yang memiliki desa tertinggal masih ratusan daerah.

Pada sisi lain, Pemerintah telah menetapkan pelbagai program strategis untuk percepatan pembangunan bagi desa tertinggal. Dengan program tersebut terpancar optimisme jumlah desa tertinggal akan berkurang lebih dari target yang ditetapkan oleh pemerintah.

Mengurangi jumlah desa tertinggal, Pemerintah memfokuskan perhatian serius pada upaya untuk mengurangi aspek-aspek ketertinggalan, dengan melaksanakan sejumlah fokus utama peningkatan pembangunan dan kemandirian masyarakat desa. MElalui enam kriteria yaitu aspek ekonomi dengan tinjauan indikator kemiskinan dan pengeluaran per kapita, aspek sumber daya manusia dengan indikator angka harapan hidup.

Lalu ada aspek ketersediaan infrastruktur pendidikan dan kesehatan, aspek kemampuan fiskal desa, aspek aksesbilitas desa ke perkotaan, dan aspek geografis dari kerentanan bencana.

Pentingnya posisi desa dalam suatu daerah sebagai penentu kemajuan daerah, sudah semestinya Pemerintah maupun Pemerintah Daerah memiliki kepentingan besar untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat desa di berbagai bidang pembangunan.

BACA JUGA: Warga Gili Trawangan Lega Setelah Penantian 26 Tahun

Atensi tersebut dapat difokuskan pada penumbuh kembangan desa sesuai arah dan kebijakan pembangunan yang tepat dan benar. Mengingat tidak ada sebuah daerah bahkan negara dapat dikatakan sejahtera, apabila masyarakat desanya tidak sejahtera.

Tidak hanya itu, melihat begitu besarnya perhatian pemerintah terhadap perkembangan seluruh desa, sehingga sepatutnya masyarakat mendukung penuh berbagai kebijakan pemerintah dengan tetap mengawasi transparasi pembiayaan yang digunakan untuk membangun kesejahteraan desa demi kemajuan daerah dan negara. ***                          

 




Menteri Investasi Jelaskan Pemutusan Kontrak GTI di Gili

Kedatangan Menteri Investasi di Gili Trawangan, selain menjelaskan pembangunan investasi pariwisata, juga menyampaikan pemutusan kontrak dengan PT GTI

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, hadir dan bertemu masyarakat di Gili Trawangan, Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara Provinsi NTB, Sabtu (11/09/21).

Kunjungan Menteri Investasi di Gili Trawangan

Kehadiran Menteri Bahlil yang juga Ketua Satgas Percepatan Investasi di Gili Trawangan itu untuk memberikan penjelasan beberapa hal terkait investasi.

Selain menjelaskan pembangunan ekonomi nasional khususnya investasi di bidang pariwisata di Lombok tepatnya di kawasan Gili Indah, dan secara khusus juga menjelaskan terkait SK Pemutusan Kontrak PT Gili Trawangan Indah (GTI).

Menteri Bahlil dalam kunjungan itu yang disambut hangat oleh Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R ST MEng itu, memang agendanya penyerahan SK Pemutusan Kontrak PT Gili Trawangan Indah (GTI).

Tampak hadir bersamai kunjungan Menteri Investasi Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah SE MSc, Satgas Investasi, Forkopimda KLU, dan undangan lainnya.

BACA JUGA: Warga Gili Trawangan Lega Setelah Penantian 26 Tahun 

Menteri menuturkan, Gubernur Zulkieflimansyah dua bulan silam datag ke pihakya, menguraikan Pemda NTB telah melakukan kontrak atas tanah di Gili Trawangan dengan pihak PT GTI dalam waktu yang cukup panjang.

“Dalam proses justru yang terjadi PT GTI tidak membangun kawasan pariwisata, namun rakyatlah yang membangun kawasan pariwisata di sini,” kata Menteri Bahlil.

Menteri Bahlil yang juga Ketua Satgas Percepatan Investasi menilai dan mempertimbangkan, berdasar kajian yang mendalam disamping melihat fakta-fakta atas itikad dari perusahaan yang mendapatkan kontrak, sera kondisi nyata di lapangan serta informasi semua pihak.

Akhirnya Satgas Investasi memutuskan kontrak dengan pihak GTI. Pemutusa ini dinilai merupakan pilihan tepat dan penting, yang diambil untuk keberlanjutan masa depan masyarakat Gili Trawangan.

“Ini adalah keputusan kolektif kolegial, rakyat harus diberikan rasa aman dan rasa kepastian,” terangnya.

Menurutnya, bahkan Presiden Jokowi telah memerintahkan pihaknya mengambil kebijakan yang bisa menjamin keberlangsungan investasi tanpa sikap semena-mena pengusaha.

Pengusaha tidak boleh mengatur negara, namun negara yang berwenang mengatur pengusaha.

“Masyarakat Gili Trawangan jangan ragu lagi mengelola aset negara yang ada di wilayah setempat,” tegas Menteri Bahlil lantas meminta.

Awal membangun Trawangan

Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah, menyampaikan Pemerintah Provinsi NTB berterima kasih kepada Menteri Investasi/Kepala BKPM yang langsung bertemu dengan masyarakat Gili.

“Ini langkah awal untuk membangun gili seperti sediakala. Ke depan tidak ada lagi kegaduhan karena masalah baru, sebab memperjuangkannya tidak gampang dan segala sesuatu bisa diselesaikan dengan baik,” tutur Gubernur Zul.

BACA JUGA: Gili Trawangan Akhirnya Dikelola Masyarakat

Menurut gubernur, dari jumlah lahan seluas 65 hektar, sebanyak 60 hektar di antaranya telah dihuni dan digunakan oleh masyarakat untuk beraktivitas,

Terkait permasalahan PT. GTI ini, Pemprov NTB telah menyampaikan ke pihak perusahaan dan mengadakan beberapa kali pertemuan. Sayangnya pihak perusahaan tidak pernah hadir sehingga pihaknya mengambil kebijakan memutus kontrak dengan pihak PT GTI.

“Giat investasi di NTB khususnya Gili Trawangan ini memberikan dampak positif kepada masyarakat,” pungkasnya.

Diwawancarai terpisah, Wakil Bupati Danny Karter menuturkan kunjungan kerja Menteri Investasi dari Jakarta khusus untuk memberikan SK pemutusan kontrak dengan PT GTI.

“Di sela-sela waktu beliau, kami berbincang terkait dengan kodisi infrastruktur terutama jalan dan penerangan di KLU. Kami mohon untuk bisa disupport dengan sesuatu yang lebih layak. Ini dalam rangka membangun parawisata di Lombok Utara dan menciptakan iklim investasi sesuai dengan visi misi kami,” tutup Wabup Danny.

@ng




PKB dan KNPI NTB Atensi Kerja Keras Vaksinasi Polda NTB

Gencarnya kegiatan vaksinasi yang dilakukan Polda NTB bersama TNI di NTB menuju herd immunity mendapat dukungan PKB dan KNPI NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kegiatan vaksinasi yang dilakukan Polda NTB bersama TNI di sejumlah wilayah NTB menyonsong kejuaraan olahraga internasional World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika November mendatang, didukung PW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersama KNPI NTB.

Percepatan vaksinasi yang dikawal Ketua Satgas Vaksinasi Polda NTB, Kombes Pol Awan Hariono dinilai membantu percepatan proses vaksinasi Covid-19, khususnya di destinasi wisata.

Ketua DPW PKB NTB HL. Hadrian Irfani mengatakan, dengan terus dilakukannya vaksinasi akan mendukung herd immunity masyarakat.

Provinsi NTB masuk wilayah di Indonesia yang masuk skala prioritas untuk dilaksanakannya vaksinasi yang sifatnya dipercepat.

Vaksinasi Polri dan TNI didukung PKB dan KNPI NTB
HL Hardian Irfani

“Dengan target 45.000 dosis vaksin dalam sehari untuk Provinsi NTB, maka upaya Polda NTB yang tidak henti-henti melakukan vaksinasi itu adalah starategi jitu agar sebelum WSBK digelar, semua warga NTB bisa seluruhnya divaksin,” kata Hadrian dalam siaran tertulisnya, Sabtu (11/09/21).

BACA JUGA: Vaksinasi di NTB Meningkat, Kapolri Optimis WSBK Terwujud

Menurut Hadrian, semua pihak harus bersatu padu menyukseskan program vaksinasi yang digagas Polda NTB tersebut. hal itu akan menjadi momentum kebangkitan pariwisata NTB.

“Prasyarat WSBK dan MotoGP Mandalika sudah jelas, yakni 70 persen warga di NTB harus sudah divaksin. Ini tantangan untuk kita semua, maka wajib kita harus bahu membahu bergandengan tangan untuk menyukseskan program mulia dari Polda NTB itu untuk keselamatan semua warga NTB, khusunya juga bagi kebangkitan pariwisata kita kedepannya,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris KNPI NTB Lalu Athari Fathullah menegaskan, gerakan vaksinasi massal yang dilakukan Polda NTB merupakan upaya melawan kesimpang siuran informasi, yang menyebutkan jika vaksinasi itu tidak baik.

Padahal, manfaat vaksin Covid-19 itu, sungguh luar biasa bagi anak-anak hingga lansia. Di antaranya, mencegah terkena atau mengalami gejala Covid-19 berat. Termasuk melindungi orang lain, menghentikan penyebaran Covid-19 dan membantu melindungi generasi selanjutnya.

BACA JUGA: Panglima TNI Minta Warga Tetap Disiplin Prokes

“Vaksin itu akan dapat memberikan perlindungan terhadap serangan penyakit menahun,” ujar Athar.

Me




Warga Gili Terawangan Lega Setelah Penantian 26 Tahun

Atas pemutusan kontrak dengan PT Gili Trawanga Indah, warga Gili Trawangan siap berkontribusi memajukan pariwisata

KLU.lombokjournal.com ~ Pemutusan kontrak dengan dengan PT Gili Trawangan Indah (GTI) membuat lega warga Gili Trawangan.

Keputusan Pemprov NTB memutuskan kontrak dengan PT GTI dengan pemutusan itu memberikan kepastian dan keamanan warga setempat dalam melanjutkan usaha. Mereka pun siap berkontribusi memajukan pariwisata.

“Setelah 26 tahun menunggu dalam kondisi tidak jelas, kami siap dan brrkomitmen menjadi bagian dalam membangun NTB,” ujar Raisman Purnawadi, salah seorang warga dan pemilik usaha di Gili Terawangan, Sabtu (11/09/21).

BACA JUGA: Gili Trawangan Akhirnya Dikelola Masyarakat

Warga Gili Trawagan menyampaikan terimakasih kepada Pemprov NTB. Mereka mengakui langkah yang diambil oleh Pemprov NTB dalam menghentikan kerjasama dengan PT GTI merupakan solusi terbaik bagi warga Trawangan.

HM Taufik, pemilik usaha dan putra tetua Gili Terawangan, H Rukding mengatakan, keputusan Pemprov memang sangat dibutuhkan. Selain tidak adanya aktivitas investasi PT GTI di lahan tersebut, warga yang berusaha di Gili Terawangan juga tak pernah bertemu dengan manajemen PT GTI secara langsung.

Karena itu, bantuan Pemprov yang berusaha menyelesaikan persoalan lahan investasi merupakan awal yang baik.

“Kami juga siap berkontribusi dalam bentuk pajak dan retribusi lain serta mengembangkan Gili Terawangan sebagai tujuan pariwisata,” sebutnya.

BACA JUGA: Pemprov NTB Siapkan Manajemen Pengelolaan di Gili Trawangan

Ada pula Andre, warga asing pemilik usaha penyelam mengucapkan terimakasihnya kepada Pemprov dan Gubernur dan memuji langkah yang dinilai menuju arah yang benar dalam pengelolaan Gili Terawangan.

jm




Pemprov NTB Siapkan Manajemen Pengelolaan di Gili Trawangan

Pemprov NTB memutuskan kontrak dengan PT. Gili Trawangan Indah dan saat ini sedang mmenyiapkan manajemen pengelolaan Gili Trawangan

KLU.lombokjournal.com ~ NTB sebagai daerah yang ramah investasi tak serta merta dapat memutuskan kontrak dengan investor.

Namun melihat kondisi yang ada, atas rekomendasi Satgas Percepatan Investasi, Pemprov NTB memutuskan kontrak dengan PT Gili Trawangan Indah (GTI). Dan menyiapkan manajemen pengelolaan 65 Ha lahan milik Pemprov NTB di Gili Trawangan.

Satgas Pecepatan Informasi saat menyerahkan SK Pemutusa Kontrak PT GTI pada Pemprov NTB

Sebelumnya lahan seluas itu dikerjasamakan dengan PT GTI hingga 2026, namun dengan pemutusan itu Gii Trawangan kini dikelola masyarakat.

BACA JUGA: Gili Trawangan Akhirnya Dikelola Masyarakat

“Nampaknya berat melanjutkan kerjasama dengan PT GTI setelah melihat kondisi lapangan yang memang lahannya sudah ditempati oleh masyarakat. Keputusan memutus kontrak ini agar dispute (sengketa) atas pengelolaan PT GTI dituntaskan,” ujar Gubernur  Zulkieflimansyah di Gili Terawangan, Sabtu (11/09/21).

Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia yang juga Ketua Satgas Percepatan Investasi RI hadir di Gili Terawangan untuk menyerahkan SK rekomendasi pemutusan kontrak kerja antara PT GTI dan Pemprov NTB atas lahan 65 Ha.

Dikatakannya, atas dorongan besar dari Gubernur Zulkieflimansyah untuk memprioritaskan warga masyarakat Gili Terawangan dan pertimbangan tidak ada aktifitas investasi selama ini oleh PT GTI, Satgas memutuskan mendukung langkah Pemprov NTB.

“Keputusan Satgas ini adalah final dan untuk diikuti pada urutan pemerintahan berikutnya,” ujar Bahlil.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), H Mohammad Rum menjelaskan, setelah ini Pemprov sudah memiliki rencana untuk manajemen pengelolaan 65 Ha lahan dalam bentuk badan usaha milik daerah ataupun Unit Pelaksana Teknis.

BACA JUGA: Vaksinasi di NTB Meningkat, Kapolri Optimis WSBK Terwujud

“Pemprov langsung mengambil langkah setelah ada rekomendasi dari Satgas untuk pemutusan kontrak. Selain mengelola yang sudah ada, pengembangannya nanti juga sudah direncanakan”, jelas Rum.

jm




Gili Trawangan Akhirnya Dikelola Masyarakat

Sejak diterbitkan SK Satgas Percepatan Investasi terkait Pemutusan Kontrak dengan PT Gili Trawangan Indah, masyarakat Gili Terawagan mendapatkan kepastian keberlanjutan ekonomi

KLU.lombokjournal.com ~ Pasca diserahkannya Surat Keputusan pemutusan kontrak dengan PT Gili Terawangan Indah oleh Satgas Percepatan Investasi, Gubernur Dr H Zulkieflimansyah mengatakan, pemutusan itu sebagai langkah awal membangun Gili Terawangan seperti sediakala.

Ketua Satgas Percepatan investasi dan gubernur soal Gili Trawangan

“Insya Allah tuntas dengan baik atas dukungan pemerintah pusat,” ujar Gubernur dalam pertemuan dengan masyarakat di Gili Terawangan, Sabtu (11/09/21).

BACA UGA: Pemprov NTB Siapkan Manajemen Pengelolaan Gili Trawangan

Ditambahkan Gubernur, sejak digulirkannya Addendum, pihak PT GTI tidak memberikan respon sehingga lebih mudah memutuskan langsung dengan pemutusan kontrak.

Sejak awal pun, kata Gubernur, Pemerintah Provinsi berkomitmen tidak menganggu lahan 60 Ha yang sudah ditempati masyarakat.

Sementara itu, Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia mengatakan, SK pertama yang dikeluarkan oleh Satgas sejak dibentuk Mei lalu untuk investasi bermasalah adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk masyarakat.

BACA JUGA: Panglima TNI Minta Warga Tetap Disiplin Prokes

“SK ini diputuskan secara kolektif kolegial bersana perwakilan Polri dan Kejaksaan Agung yang langsung bertanggungjawab kepada Presiden. Jadi, masyarakat sudah mendapatkan kepastian dan rasa aman untuk keberlanjutan ekonomi dengan dikeluarkannya SK ini,” jelas Bahlil.

jm




Panglima TNI Minta Warga Tetap Disiplin Prokes

NTB berhasil menurunkan level PPKM, meski demikian Panglima TNI mengingatkan, keberhasilan ini harus diimbangi disiplin protokol kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan agar keberhasilan dan kerja keras Provinsi NTB menurunkan status level PPKM harus diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat, di semua aktivitas dan kegiatan masyarakat.

Salah satu kegiatan vaksinasi yang ditinjau Panglima TNI

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI, usai Rakor dengan Forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD) Tingkat Provinsi, dan Kabupaten kota se-NTB melalui virtual, Jum’at (10/09/21) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB.

Saat itu Panglima TNI didampingi Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Ganip Warsito, Gubernur Dr.H.Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, pada Press Converence.

Menurutnya, berdasarkan hasil assesmen di wilayah NTB, terjadi penurunan level PPKM. Hal itu ditandai dengan transmisi komunalnya masuk pada level 2, kemampuan respon masuk pada level sedang. Termasuk positif ratenya dibawah angka 5, sesuai ketentuan WHO.

BACA JUGA: Vaksinasi di NTB Meningkat, Kapolri Optimis WSBK Terwujud

“Namun, keberhasilan ini jangan sampai menyebabkan kita lengah,” tegas Panglima.

Pemda bersama TNI/Polri harus terus berupaya untuk menurunkan level yang berhasil dicapai. Yaitu dengan upaya-upaya penegakan prokes 3M.

“Harus kita jadikan penggunakan masker sebagai kebiasaan baru, apapun aktivitas dan kemana pun kita harus gunakan masker,”pintanya.

Upaya lain, memperkuat langkah 3T, testing, tracing dan treatman. Sedangkan kebiasaan barunya adalah isolasi mandiru (Isoman) atau isolasi terpusat (Isoter)

Untuk itu, masyarakat yang merasakan gejsla kurang sehat, agar segera berobat atau memeriksakan diri ke puskesmas atau dokter.

“Supaya dapat istirahat di rumah dengan isoman atau isoter,”kata orang nomor 1 jajaran TNI ini.

Selain itu disampaikan percepatan vaksinasi akan dilakukan secara menyeluruh diseluruh wilayah NTB.

“Hari ini kami bersama, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah telah meninjau secara langsung vaksinasi massal,”jelas jenderal bintang 4 ini.

BACA JUGA: Kesehatan Megawati Sukarnoputri Menurun Dipastikan Hoax

Targetnya, akan dilakukan vaksinasi sebanyak 45.000 dosis dalam sehari. Agar target kekebalan komunal diwilayah NTB tercapai.

edy




Kelompok Wanita Tani Dibina DKPP Lombok Utara

Dalam mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan KLU mendorong peranan perempuan melalui program terpadu Kelompok Tani Wanita (KWT)

TANJUNG.lombokjournal.comDinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Lombok Utara (KLU)  mengembangkan pemanfaatan pekarangan untuk Pengembangan Pangan.

Kelompok Wanita Tani yang mengembangkan tanaman di pekarangan Monitoring pada Kelompok Wanita Tani di Bayan

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan DKPP yaitu sosialisasi dan Pembinaan Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) dan beberpa kegiatan lainnya.

Upaya Pemda KLU dalam meningkatkan peranan perempuan adalah program terpadu (P2WKSS), atau dengan nama lain Kelompok Wanita Tani (KWT).

KWT bertujuan mewujudkan dan mengembangkan keluarga sehat dan sejahtera, dengan meningkatkan pemberdayaan perempuan melalui sinergitas kegiatan lintas sektor bidang pembangunan.

Untuk mensukseskan program tersebut diawali dengan sosialisasi pada dengan dibentuknya Kelompok Wanita Tani Proeram Pangan Lestari (P2L) anggaran tahun 2021 di beberapa Dusun, di lima Kecamatan Se Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: Vaksinasi di NTB Meningkat, Kapolri Optimis WSBK Terwujud

Sejalan dengan berlangsungnya kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) Program Pangan Lestari (P2L) tersebut, kegiatan monitoring pun dilakukan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Sugiartadi,SP bersama stafnya yang didampingi Kepala UPTD Bayan, Sawaludin,S.Sos bersama PPL, melakukan monitoring ke tiga lokasi keberadaan KWT. Yaitu, KWT Sambik Rindang di Kecamatan Kayangan, dan dua KWT “Jasmine” Desa Anyar di Kecamatan Bayan, serta KWT “Montang Berseri”, Dusun Tupang Sari, Desa Senaru, juga di Kecamatan Bayan.

KWT “Montang Berseri”, Dusun Tupang Sari, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, dengan Ketua Ibu Nulitasari,S.Pd, (47) merupakan salah satu KWT P2L yang dinilai cukup berhasil dalam pelaksanaan kegiatan baik secara berkelompok maupun perorangan.

Nulitasari,S.Pd, selain sebagai ibu rumah tangga yang kegiatannya berjualan jajan keliling, ia juga aktif melakukan kegiatan P2L bersama anggotanya yang berjumlah 30 orang.

Di sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga, Nulitasari dengan dibantu suaminya aktif mendorong anggotanya untuk menanam sayuran di halaman rumah masing masing, selain di lingkungan greendhouse di pekarangannya.

Beberapa jenis tanaman yang ditanam di pekarangan antara lain seperti anggur, sayuran dan rempah rempah.

Ketika didatangi Tim Monitoring yang dipimpin Kabid Ketahanan Pangan dan Pertanian, Sugiartadi, SP, Nulitasari dengan cekatan memberikan contoh persiapan media tanam, bibit, selain itu memberikan catatan administrasi.

“Adanya KWT mempermudan pihak Dinas dalam pembinaan terhadap 30 orang di masing masing kelompok, sehingga program Pangan Lestari Kawasan Rumah Pangan (P2L) di pekarangan masing-masing bisa terwujud,” katanya, Jum’at (10/09/21).

BACA JUGA: Keluhan Warga Kebon Kongok Soal TPA Sampah Didegar Gubernur

Adapun pembinaan rutin dilaksanakan tiap hari Jum’at dengan metoda penyuluhan, wawancara dan praktek langsung di lapangan.

Nulitasari menyampaikan harapannya kepada PPL, agar lebih inten dalam pendampingan KWT. Ia pun akan melaporkan baik perkembangan maupun permasalahan mereka dalam kelompok.

@ng




KPP Pratama Mataram Distribusikan Paket Sembako di Tanjung

Atas nama Pemda KLU, Bupati Djohan Syamsu berberterima kasih atas sumbangsih KPP Pratama Mataram Timur yang meringankan masyarakat dengan berbagi 100 paket sembako

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pemerintah Daerah Lombok Utara bersama Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mataram Timur (Matim) membagikan paket sembako Program Matim Berbagi, di Dusun Sorong Jukung Desa Tanjung, Jumat (10/09/21).

Bupati Djohan ikut bagi sembagi dari sumbangan KPP Mataram

Kegiatan bagi sembako itu dihadiri Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH, yang didampingi Perwakilan KPP Pratama Mataram Timur, Muhammad Abadi dan Plt Kadis Sosial P3A Faturrahman SST, Kades Tanjung Budiawan SH, beserta sejumlah warga penerima sembako.

Bupati Djohan Sjamsu mengatakan, kehadirannya untuk bersilaturahmi sembari membagikan paket sembako. Program atensi KPP Pratama Mataram Timur berbagi dan bersedekah untuk warga dusun setempat.

“Kami memilih Dusun Sorong Jukung karena tempat ini daerah pesisir pantai,” katanya.

BACA JUGA: Panglima TNI dan Kapolri akan Kunjungi NTB

Orang nomor satu di KLU ini mengimbau warga, agar senantiasa mematuhi dan menaati protokol kesehatan Covid-19, utamanya menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak karena ancaman Covid-19 masih ada.

“Tetaplah disiplin Prokes, memelihara diri sendiri, sebab upaya ini berarti memelihara keluarga dan orang lain,” pungkasnya.

Atas nama Pemda KLU, Djohan Syamsu berterima kasih atas sumbangsih KPP Pratama Mataram Timur yang membantu memberikan 100 paket sembako. Bupati bersyukur ada institusi yang peduli dan memberi dengan ikhlas.

“Ini kedua kalinya setelah sebelumnya di Desa Gondang. Harapan saya semoga sembako ini bermanfaat dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang saat ini menghadapi kesulitan, akibat dampak Covid 19 sedang melanda daerah dan negara,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kasubbag Umum KPP Pratama Mataram mengatakan, Kantor Pemungutan Pajak (KPP) Mataram Timur menginisiasi program Matim Berbagi.

Diakuinya, kegiatan itu sebagai kegiatan rutin yang khusus menyasar wilayah kerja Lombok Utara dan Lombok Barat.

BACA JUGA: Mahasiswa Muhammadiyah-Aisyiyah Akhiri KKN di Lombok Utara

“Dananya murni dari teman-teman KPP Mataram Timur yang dihimpun dari zakat, infaq dan shodaqoh, kita serahkan dalam bentuk paket sembako,” tuturnya.

@ng




Monolog Aktor Lanang Surya dari Nusa Tenggara Barat

Dalam panggung prosenium yang dibentuk dengan layar hitam, pertunjukkan monolog terasa lebih dekat menonton pentas panggung

Rudolf Puspa mengulas pentas Monolog dari PENASTRI
Catatan: Rudolf Puspa

JAKARTA.lombokjournal.comDi hari ke 12 pentas monolog urutan ke 13 datang dari NusaTenggara Barat.

Bale Solah Agung menyutradarai aktor Lanang Surya memainkan karya Beny Yohanes berjudul BIN. Judul membawa kejutan karena mirip lembaga tinggi negara yang bertugas mengamati seluk beluk keamanan negara melalui kegiatan intelejen.

Namun tidak perlu berkelanjutan keterkejutan baca judul sebab memiliki arti dan maksud jauh dari arti yang umum sudah ketahui.

BACA JUGA: Optimis Tetebatu Akan Menadi Desa isata Terbaik di Dunia

Salah satu daya kejut lewat judul termasuk cara penulis menarik perhatian.Tentu pertama kepada para pelaku teater Indonesia yang mendapat keyakinan akan banyak penonton ketika membaca poster baik yang ditempel di tempat-tempat umum atau lewat medsos yang lebih evisien masa kini.

Dalam hal ini aku selalu suka pada judul-judul drama karya Beny yang banyak sudah aku baca.

Pengamatan kepada kehidupan sosial politik sangat kental dan mampu menyampaikan dalam bahasa yang jelas dan cepat ditangkap. Istilah kerennya berbahasa yang baik dan benar.  Tarji bilang bahasa yang baik dan benar itu yang mudah dipahami orang lain. Terima kasih bung Beny Yohanes.

Lanang Surya, aktor monolog dari Nusa Tenggara Barat Aksi aktor Lanang Surya dalam pentas monolog

Bung Bale Solah Agung menyiapkan monolog dalam panggung prosenium yang dibentuk dengan layar hitam. Sederhana dan menguntungkan ketika harus mengatur tata cahaya yang tak perlu warna warni.  Kameramen sepertinya juga lebih banyak merekam dengan mempertahankan pentas teater panggungnya.

Maka penciptaan pertunjukkan monolog terasa lebih dekat menonton pentas panggung. Set prop kasur sprei hijau dan bantal serta selimut di ruang kanan atas  dan meja kayu yang diatasnya ada cangkir, diktat, buku-buku, teko plastik di tengah kiri. Terkesan kamar kos mahasiswa yang rapi.

Mungkin tempat penyimpanan pakaian di ruang lain karena di ruang sempit ini tak ada almari pakaian. Jika mengikuti garis prosenium yang berbentuk trapesium dimana depan lebar dan belakang lebih kecil maka teorinya mengatakan kasur dan meja ditata agak miring.

Kasur menjadi ke arah diagonal ke pojok kiri depan dan meja kearah pojok kanan depan. Dengan demikian maka penonton dari kiri dan kanan panggung akan mendapat porsi yang kuat dalam melihat wajah aktor. Sebab otomatis ketika duduk di bangku dan kasur akan mengarah diagonal. Namun karena ini virtual maka barangkali sutradara punya konsep lain.

Istilah panggungnya posisi tiga perempat. Garis merah dibagian depan bisa dipahami adalah dinding dan ada satu pintu. Taktik yang pandai setidak2nya untuk menjaga agar pemain tidak melewati dinding yang abstrak. Garapan yang apik ini akan menjadil lebih “meledak” ketika ada klimaks yang mengejutkan bahwa BIN adalah  nama seorang mahasiswa.  Mahasiswa yang bicara tentang sejarah yang mengingatkan aku kepada teriakan Albert Camus melalui Caligula di akhir pertunjukkannya :”masuki sejarah”. Salam jabat sadar sejarah bung Bale Solah Agung.

BACA JUGA: Jelang Lomba Best Tourism Village, Tetebatu Gerak Cepat

Lanang Surya mahasiswa yang tampak tenang sehingga tidak memerlukan tenaga lebih untuk menjadi stress lalu meledak-ledak berbicara. Walau banyak sinisme tentang diktat, tentang joki ujian, foto copy skripsi teman, yang tentu semuanya adalah karakter keluarga korup dilingkungan kampus yang semestinya tempat pendidikan menjadi intelektual.

Barangkali juga termasuk aktivis yang punya kegiatan untuk melawan, memberontak terhadap hal-hal yang menurutnya beserta kelompoknya tidak seide di kampusnya. Memang kurang terasa apa si BIN ini aktivis atau bukan.

Yang terasa adalah ia akan menghadapi ujian dan harus siap walau kesal karena apa gunanya kerja keras menyiapkan ilmu sementara beli saja gampang? Potret lama yang sering sudah bukan rahasia umum lagi walau benakku bertanya apa masa kini masih berlangsung? Kadang perlu juga ada tanda2 tentang kapan kejadian ini berlangsung.

Ruang yang abstrak dengan pintu abstrak menantang sang aktor untuk menjadi teliti sehingga akan menguasai secara betul setinggi, lebar daun pintu, gagang pintu, seret atau tidak, pakai kunci atau tidak sehingga ketika acting membuka dan menutup aku bisa melihat pintu dan merasakan sedang menarik dan mendorong pintu.

Ada baiknya sering-serig ketika buka tutup pintu beneran disadari diperhatikan sehingga lama-lama akan hafal betul geraknya. Bisa juga belajar lewat pantomim dan tetap ingat tidak sedang bermain pantomim yang segala gerakkannya memang terkesan dilebihkan. Phrasing kalau dalam istilah dialog. Harus tetap dijaga wajar dan indah.

Percayalah segala bisa asal mau dan anda kuyakin punya kemauan untuk menciptakan seni akting yang wajar dan indah walau dilakukan secara abstrak. Terlalu sering ketika berdialog menengadah sehingga berakibat mata menjadi sipit. Mungkin tidak disadari karena barangkali sudah pembawaan sehari-hari? Hal ini perlu diingat dan diperhatikan karena mata sangat berarti sebagai alat penyampaian suasana emosi dibalik dialog yang diucapkan.

Akan membantu irama suara sang aktor dalam berdialog. Dalam menakar emosi anda cukup teliti sehingga lonjakan emosi dari awal hingga mencapai klimaks dapat terukur. Walau dijalan datar perlu dicari kerikil atau batu tajam yang membuat sang aktor menampilkan gerak yang tidak datar saja seolah2 tak terjadi apa2.

Penajaman emosi, diksi, phrasing, timing, tempo tentu akan menjadi pengikat hati yang tersentuh hingga ikut merasakan suasana yang sedang terjadi dihadapan kita yakni aktor yang sedang berperan.

“Sejarah” dalam imajinasi BIN yang merupakan klimaks dari apa yang dicita2kan perlu lebih merupakan ledakkan besar untuk menjawab kekecewaannya terhadap kampus lebih dahulu meledak. Cari terus kesempatan manggung dimanapun sehingga berada di panggung terasa “at home”.

Berada dirumah akan mengenal hingga sedetail2nya tata ruang seisinya sehingga berada di titik manapun tidak canggung atau kaku. Selamat berlayar mengarungi gelombang yang tak berkesudahan. Merdeka berkarya.

Di setiap catatan yang aku tulis tak henti-hentinya aku ingatkan, bahwa aktor harus selalu memulai mempelajari peran dengan menjawab pertanyaan “apa, siapa, mengapa, kapan, dimana dan bagaimana”. Dengan demikian kita bisa melihat dan merasakan secara utuh pemain dipanggung ini siapa sedang berada di mana dan kapan lalu apa sih yang sedang terjadi pada dirinya kemudian bagaimana menyampaikan.

Mungkin di naskah tak ditulis umur berapa, tempat tinggal di mana, masih punya orang tua atau tidak, adik kakak atau masih bujangan, masih sekolah atau sudah kerja dan kerja apa, profesinya apa dan seterusnya seperti umumnya tiap kita punya catatan biografi. Jika di naskah tak ada maka aktor wajib mencari tau dan menetapkan sendiri.  Jika ada akan menjadi bahan sangat kuat yang sangat berguna bagi menunjukkan karakter sang peran.

BACA JUGA: NTB Akan Menjadi Kawasan Pembangunan Industri Halal

Parade monolog merupakan pestanya para seniman teater di Indonesia untuk berkiprah dan menjadikan pijakan kuat untuk tinggal landas menuju teater Indonesia seutuhnya bukan hanya bagi sesama seniman namun bagi seluruh bangsa Indonesia.

Syukurlah bila berhasil merangkul yang tadinya tidak tau teater jadi kenal dan merasa membutuhkannya. Jadi mari ingat selalu bahwa penonton adalah bagian dari kerja seniman teater.

Selamat berkarya.

Jakarta 29 Agustus 2021.

Email: pusparudolf@gmail.com