Dana TPP untuk ASN Masih Terkendala Kebijakan di Kemendagri

Realisasi dana Tambahan Penghasilan Pegawai ata Dana TPP para ASN di Kabupaten Lombok Utara diharapkan pada minggu-minggu ini

KLU.lombokjournal.com ~ Kepala BKAD KLU Sahabuddin menjelaskan, terkait penundaan pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Seperti diketahui terhitung sejak Juli 2021, yang mestinya sudah terealisasi pada bulan Juli, namun hingga tiga bulan kemudian belum juga cair.

Keterlambatan itu sempat menjadi pertanyaan di kalangan ASN di Lombok Utara, sebab pada masa pandemi Covid-19 tambahan penghasilan tersebut sangat diperlukan untuk mengatasi kebutuhan-kebutuhan tak terduga.

Namun keterlambatan realisasi DanaTPP itu tentu bukan daerah yang menjadi kendalanya. Sama sekali tidak disebabkan kendala tehnis administratif di daerah.

BACA JUGA: Rumah Penerima PKH di KLU Ditempeli Stiker

Ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (30/09/21), Sahabuddin menyampaikan penjelasan, keterlambatan ini karena memang banyak hal yang belum tuntas di Pusat, khususnya kendala terkait kebijakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kemendagri, tiap semester mengadakan review, itu yang belum selesai dari kemarin-kemarin, sehingga kita tidak bisa menerima dana TPP dari pusat,” jelas Sahabuddin pada wartawan.

Tapi bisa dipastikan ketelambatan itu tidak terus berlarut-larut, sebab kini review tersebut kabarnya telah selesai dilakukan Kemendagri.

Kalau yang berkaitan dengan review itu selesai, termasuk teknis administratiF lainnya, dalam waktu dekat ini dana TPP untuk para ASN di KLU segera terealisasi.

Menurut Sahabuddin, dalam waktu dekat dana TPP segera cair.

“tinggal menunggu surat dari Kemendagri saja, jika suratnya sudah sampai maka saya akan langsung hubungi semua OPD,” jelasnya.

Kalau surat dari Kemendagri itu bisa diterima pada minggu ini, sehingga para ASN di KLU dapat menerima TPP pada Senin depan (4/10/2021).

BACA JUGA: Panen Jagung Nusantara Merata di Kabupaten Lombok Utara

“Perkiraan saya, minggu ini semoga surat itu sudah kita terima, sehingga Senin depan kawan-kawan sudah menerima TPP itu,” pungkasnya. ***

Ist




Bupati Safari Jum’at di Masjid Husnul Khotimah, Pemenang

Meski baru pertama mengunjungi Masjid Husnul Khotimah, saat Safari Jum’at Bupati Djohan Sjamsu menyerahkan bantuan pembangunan masjid yang diterima ta’mir masjid

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu SH melakukan Safari Jum’at di Masjid Husnul Khotimah Dusun Bentek Desa Menggala Kecamatan Pemenang, Jum’at (01/10/21).

Bupati serahkan bantuan pembangunan masjid

Turut mendampingi dalam safari itu, antara lain Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs H Raden Nurjati,Plt. Kaban Kesbangpol KLU Muldani, Kabag Kesra Alwi Agusto MPd, Camat Pemenang, Datu Aryanata Bayuaji SIP, Pjs Kades Menggala Suburudin SAg.

BACA JUGA: Panen Jagung Nusantara Merata di Seluruh Lombok Utara

Usai Sholat Jum’at berjamaah dengan khatib Ustadz Zajri, Bupati Djohan menyampaikan bahwa sejak menjabat sebagai Kepala Daerah, baru hari jum’at ini bersilaturahmi dengan jama’ah disini.

“Saya menjadi Kepala Daerah sudah beberapa bulan, namun belum begitu banyak bisa dilakukan dalam membangun. Karena  anggaran saat ini lebih difokuskan untuk pemulihan pacsa bencana Gempa 2018 silam dan penanganan Covid 19,” ungkapnya.

Saat ini kewajiban semua pihak adalah membangun kembali daerah pasca bencana gempa. Sebab masih banyak RTG belum terbangun. Kemudian ditambah Pandemi covid 19 yang masih melanda hingga kini.

BACA JUGA: Kampanye Baca Gawai, Sadar Liteasi Saat Bahan Bacaan Minim

Bencana itu mengakibatkan laju pembangunan terhambat, namun bupati minta masyarakat tetap optimis menuju KLU ke depan yang lebih baik.

Bupati Djohan juga berpesan untuk kompak bersatu membangun daerah. Pembangunan tidak mungkin dilaksanakan bupati sendirian, tanpa adanya kerja sama seluruh elemen masyarakat, untuk memelihara ketertiban dan keamanan.

“Polong rentenku (saudara-saudaraku) semuanya, mari bersabar menghadapi persoalan bencana ini. Kita terus berupaya, bagaimana caranya kita mendorong laju pembangunan daerah,” imbuhnya.

Terkait dengan dana pembangunan masjid, Pemda terus berupaya bagaimana Pasiltas ibadah ini bisa terbangun. Pada kesempatan itu Bupati Djohan menyerahkan bantuan dana yang dari APBD KLU.

Bupati Djohan menyerahkan bantuan masjid yang diterima ta’mir masjid setempat.

@ng




Musda Asdeksi NTB, Sekretaris DPRD se NTB Satukan Persepsi

Penyelenggaraan Musda Asdeksi NTB didasari keinginan menyatukan persepsi segenap Sekretaris DPRD Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat, sekaligus ajang silaturrahmi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Musyawarah Daerah (Musda) Asosiasi Sekretaris DPRD Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat berlangsung di Kawasan Senggigi Lombok Barat, Jum.at (01/10/21).

Sambutan pada musda Asdeksi NTB

Kegiatan Musda itu merupakan ajang segenap Sekretaris DPRD dan jajaran se-NTB mengadakan pertemuan periodik menyatukan persepsi dan silaturahmi.

Ketua Panitia Musda yang juga Sekretaris DPRD KLU Kartady Haris, SH menyatakan,  Musda didasari keinginan menyatukan persepsi sekaligus sebagai wahana silaturahmi antar aparatur kedewanan di NTB.

“Menindaklanjuti amanat AD/ART, untuk bermusda dan bermufakat sesuai jadwal Musda Asdeksi yang berlangsung hari ini. Selain menyegarkan kembali kepengurusan, setelah ada kebijakan mutasi dari Pemda masing-masing,” tuturnya.

BACA JUGA: Gerakan Literasi Akan Masif, Bunda Niken Jelaskan Strateginya

Pihaknya menjelaskan, nantinya terhadap pengurus yang terpilih, paling tidak tiap enam bulan sekali, ada pertemuan rutin atau secara berkala.

Sekretaris DPRD Kabupaten Lotim, H Ahyan SH MH yang juga sebagai perwakilan Pengurus Asdeksi Pusat menyampaikan keberadaan Asdeksi di NTB sesungguhnya strategis di era desentralisasi.

Munas I DPN Asdeksi justru diinisiasi pula oleh delegasi NTB yang memimpin sidang Munas dan terpilih Ketua Pertama Asdeksi yakni Sekretaris DPRD Dompu, Drs Usman Idris, pada tahun 2001 yang silam.

“Diharapkan Asdeksi DPRD bisa menjadi penyambung kepentingan parpol di legislatif dan kebijakan pemerintah daerah di eksekutif. Termasuk aspirasi dari aparatur DPRD,” urainya.

Untuk pemerataan dan keseimbangan, kegiatan Asdeksi bisa dilaksanakan kegiatannya di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Adapun Pimpinan Asdeksi NTB terpilih Periode 2021-2024 yaitu Ketua Edi Taruna, SH (Sekretaris DPRD Kabupaten Bima), sedangkan Sekretaris Asdeksi NTB Kartady Haris, SH (Sekretaris DPRD KLU), serta Bendahara Asdeksi NTB Aisyah Desilina D, S.IP (Sekretaris DPRD Lobar). Kepengurusan selengkapnya akan disusun menyusul.

Ketua Asdeksi NTB terpilih sekaligus Sekretaris DPRD Kabupaten Bima Edi Taruna, SH yang didaulat sebagai Pengurus Asdeksi periode 2021-2024 menyampaikan belum bisa banyak membicarakan program.

BACA JUGA: Rumah Penerima PKH di KLU Dipasangi Stiker

Tapi ditegaskannya, perlu ada keseimbangan dan pemerataan kegiatan yang bermanfaat bagi tugas trifungsi DPRD.

“Pada masa mendatang, Asdeksi berupaya bisa lebih baik lagi, sebagai wadah kita bersama, DPRD Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa,” kata Edi Taruna.

@ng




Karang Taruna Kecamatan Kayangan, KLU Memilih Ketua Baru

Ketua Karang Taruna terpiLih mengemban tugas baru, selain menggalang sinergi dengan pemuda setempat, juga diminta memahami permasalahan sosial yang ada di wilayahnya

SANTONG,KLU.lombokjournal.com ~ Acara “Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Kayangan” diselenggarakan pihak Pemerintah Kecamatan Kayangan, Lombok Utara bersama pihak Karang Taruna di wilayah itu, untuk pembentukan pengurus baru Karang Taruna Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (30/09/21).

Karang Taruna Kecamatan memilih Ketua Baru
Sinarto (kiri) bersama Sekcam Kayangan

Pengurus Karang Taruna Kecamatan perlu segera dibentuk demi meningkatkan geliat para pemuda yang terjaring sebagai pengurus maupun warga Karang Taruna, agar lebih semangat melakukan kegiatan sosial.

Hadir dalam agenda itu, Sinarto selaku Ketua Karang Taruna Kabupaten Lombok Utara, Yartip, A.Md.Kep selaku Sekretaris Kecamatan Kayangan dan perwakilan tokoh Karang Taruna dari seluruh desa di Kecamatan Kayangan.

BACA JUGA: Rumah Penerima Bantuan PKH di KLU Dipasangi Stiker

Sekretaris Kecamatan Kayangan menyampaikan, peran Karang Taruna harus lebih ditingkatkan terutama pada bidang sosial, demi meningkatkan masyarakat yang lebih produktif di Kecamatan Kayangan.

“Setiap permasalahan sosial yang ada di Kecamatan Kayangan ini sangat perlu perhatian dari kita semua, teman-teman yang ada di kepengurusan Karang Taruna perlu menjalin sinergi dengan semua unsur kepemudaan dan kemasyarakatan, demi meningkatkan semangat gotong royong kita khususnya dalam bidang sosial.” ungkap Yartip.

Sinarto selaku Ketua Karang Taruna Kabupaten Lombok Utara menegaskan,  setiap agenda dari Karang Taruna khususnya pada tingkat desa, haruslah mendapat perhatian lebih dari setiap Pemerintah Desa.

Kegiatan-kegiatan sosial dan pemberdayaan akan sangat membantu setiap tugas dari pemerintah dalam rangka pengembangan sumber daya manusia yang ada di setiap desa, kecamatan dan Kabupaten Lombok Utara secara umum.

Karang Taruna juga dihimbau agar senantiasa menjalin sinergi yang baik dengan seluruh organisasi kepemudaan yang ada di desa masing-masing. Karena sejatinya Karang Taruna adalah wadah setiap organisasi kepemudaan yang ada di tingkat desa  sesuai dengan permensos no.25 tahun 2019.

“Karang taruna merupakan mitra desa dalam rangka mengembangkan potensi-potensi yang ada dimasing-masing desa, dan negara menitipkan anggaran untuk karang taruna melalui dana desa. Tinggal bagaimana Karang Taruna bisa menjalin sinergi dengan simpul-simpul kepemudaan atau kemasyarakatan dalam melaksanakan agendanya.” ungkap Sinarto.

Sinarto juga memberikan arahan terkait prosedur Pemilihan Ketua Karang Taruna Kecamatan yang pada kesempatan tersebut harus bisa menyesuaikan dengan aturan protokol kesehatan.

Sehingga dibentuk tim formatur dengan perwakilan dari Karang Taruna setiap desa di Kecamatan Kayangan, dan juga para tokoh masyarakat.

BACA JUGA: Dinas DKPP KLU Seleggarakan SLPHT Tindak Lanjut

Melalui musyawarah dan diskusi seluruh perwakilan tokoh Karang Taruna dan tokoh masyarakat, akhirnya Ketua Karang Taruna Kecamatan Kayangan terpilih dari salah satu perwakilan tokoh Karang Taruna, yaitu Fikhan Ghazali, S. Pd.

Fikhan panggian akrabnya, yang berdomisili di Desa Santong dan diberikan hak untuk menyusun kepengurusan bersama dengan tim formatur.

Han




Gerakan Literasi NTB Akan Masif, Bunda Niken Jelaskan Strateginya

Bunda Niken Optimis gerakan literasi akan berlangsung massif, sebab selama iini program PKK juga melakukan literasi, selain itu juga banyak sumberdaya dari pegiat literasi lainnya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Banyaknya para pegiat literasi NTB yang bergerak mandiri menjadi modal membangkitkan kesadaran

“Karena ternyata para pegiat ini bukan mereka yang hadir dengan embel embel lembaga atau organisasi tapi mereka yang benar benar tergerak melihat lingkungan sekitar”, ujar Bunda Niken membuka kegiatan Gerakan Untuk Literasi Semesta (GEULIS) di Hotel Jayakarta, Kamis (30/09/21).

Bunda Niken menyebut Konsorsium NTB Membaca (KNTBM) yang  terdiri dari 96 kelompok pegiat literasi sebagai salah satu sumberdaya gerakan literasi dari kelompok pegiat lainnya di desa desa.

Oleh sebab itu, sebagai Bunda Literasi yang juga Ketua TP PKK NTB, ia mencoba mengkolaborasi strategi literasi dengan program PKK yang juga melakukan literasi. Selain program unggulan Revitalisasi Posyandu yang kini memperluas fungsi dan layanannya sebagai pusat edukasi selain kesehatan.

BACA JUGA:

Kampanye Baca Dengan Gawai,  Sadar Literasi Saat Bahan Bacaan Minim

Baik sebagai kader PKK maupun pendamping literasi layanan Posyandu Keluarga. Selain gerakan menemani anak membaca 30 menit setiap hari, Bunda Literasi juga memberdayakan kelompok literasi di desa desa melalui kerjasama kampus dalam program KKN Merdeka seperti di Universitas Teknologi Sumbawa.

Mewakili Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Fakhrul Arrazi mengatakan, gerakan literasi nasional yang mengampu literasi keluarga, sekolah dan masyarakat diramu dalam ekosistem bernama GEULIS.

“NTB dipilih sebagai miniatur project besar ini agar nantinya menjadi barometer literasi nasional”, jelas Fahrul.

BACA JUGA: Sirkuit Nasional Dinilai Lebih Baik Dari yang Diduga

Dalam kegiatan kelompok diskusi terpumpun (focus group discussion) itu disepakati 21 rekomendasi dalam membangun gerakan literasi semesta.

Diskominfotik

 




Kampanye Baca Gawai, Sadar Literasi Saat Bahan Bacaan Minim

Di tengah kurangnya ketersediaan bahan bacaan, kampanye membaca dengan gawai sangat penting guna membangkitkan minat baca masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketersediaan bahan bacaan menjadi penentu kesadaran literasi. Namun, pemanfaatan platform digital seperti gawai dapat menjadi solusi sementara di tengah kurangnya bahan bacaan.

“Minat membaca sebagai akar literasi memang harus menyediakan pilihan bacaan seperti buku dan literatur lain tapi kampanye membaca dengan gawai ini dimaksudkan untuk membangkitkan minat baca,” ujar Hj. Niken Setiorini Widyawati.

BACA JUGA: Gerakan Literasi NTB Akan Masif, Buda Niken Jelaskan Strateginya

Bunda Niken mengatakannya saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan kelompok diskusi terpumpun Gerakan Untuk Literasi Semesta (GEULIS) di Hotel Jayakarta, Senggigi, Lobar, Kamis (30/09/21).

Selain kurangnya bahan bacaan dan terputusnya gerakan literasi, adaptasi kebiasaan masyarakat yang sekarang lekat dengan gawai menjadi salah satu rekomendasi strategi GEULIS.

Dalam kesempatan sama, perwakilan Pusat Pengembangan Bahasa dan Sastra, Fakhrul Arrazi mengatakan, enam literasi dasar sebagai keterampulan abad 21 yakni literasi finansial, ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan,  numerasi dan literasi baca tulis yang menjadi sumber.

BACA JUGA: Panen Jagung Nusantara Merata di Lombok Utara

“Literasi bahasa menjadi biangnya, literasi baca tulis adalah induknya sehingga keterampilan literasi lainnya dapat dicapai,” jelas Fakhrul.

Diskominfotik




Rumah Penerima PKH di KLU Dipasangi Stiker

Di tiap rumah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dipasangi stiker menandai bahwa keluarga tersebut sebagai penerima manfaat

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH melakukan pemasangan stiker atau labelisasi bagi rumah warga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lombok Utara.

Bupati usang pasang stiker di rumah warga penerima manfaat PKH

Pemasangan stiker secara simbolis itu diawali dari Dusun Gubuk Baru, Desa Tanjung, Kecamaan Tanjung, hari Kamis  (30/09/21).

BACA JUGA: Panen Jagung Nusatara Merata di Lombok Utara

Turut mendampingi bupati dalam pemasangan stiker itu, antara lain Plt. Kadis Sosial PPPA Faturrahman SST,Plt. Kadis Kesehatan dr.H Abdul Kadir, Pendamping PKH KLU, Kepala Desa Tanjung, Budiawan SH.

Dalam kegiatan itu, Bupati Djohan Sjamsu menyampaikan, pemasangan stiker  merupakan tanda bahwa warga adalah keluarga penerima manfaat PKH di Lombok Utara.

“Khususnya di KLU penerima dana PKH sendiri berjumlah 21.169 KPM,” tuturnya.

Bantuan PKH tidak selamanya diberikan pemerintah kepada masyarakat. Bantuan itu pada saatnya  akan berakhir.

Karenanya masyarakat memanfaatkan dana yang diberikan dengan sebaik mungkin untuk keberlangsungan kehidupan keluarga.

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Ajang MotoGP, Ini Komentar Marquez dan Rossi

“Ke depan, akan ditinjau kembali jika selama menerima bantuan PKH kehidupan sudah mengalami perubahan ke lebih baik. Maka bantuan selanjutya akan diberikan pada yang lebih membutuhkan,” jelas Bupati Djohan.

@ng




Pemda dan BNPB Serahkan Bantuan Pendampingan Pascabencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyerahkan bantuan barang pada Pengelola Museum Desa Genggelang, dan Pemda diharapkan bisa meneruskan upaya pemulihan sosial

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pemerintah Daerah Lombok Utara bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan stimulan berupa barang kepada Kelompok Pengelola Museum Desa Genggalang, bertempat di Aula Kantor Camat Gangga, Rabu (29/09/21).

Pemda KLU akan teruskan pemulihan sosial

Kegiatan dihadiri Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH didampingi Kasubdit Peningkatan dan Pemulihan Sosial Direktorat PPSE dan SDA BNPB Tri Hartatiningsih, SE, M.Si, Pendamping Sosial Universitas Mataram Dr. Moh. Taqiuddin, S.Pt, M.Si, Sekcam Gangga Ni Nyoman Kartini dan para undangan lainnya.

BACA JUGA: Panen Jagung Nusantara Merata di Lombok Utara

Stimulan barang yang diserahkan di antaranya 2 buah tempat tombak dan 3 buah karpet bludru. Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati kepada penerima manfaat.

Dalam sambutannya Bupati Djohan Sjamsu menyampaikan terima kasih kepada BNPB dan Unram, telah memberikan bantuan kepada Kelompok Museum Desa Genggalang.

“Saya berharap kepada Kelompok Museum Desa Genggalang untuk memanfaatkan sebaik-baiknya bantuan yang telah diberikan oleh BNPB. Ke depan bila dirasa perlu Pemda akan memberikan pembinaan kepada kelompok museum ini,” harapnya.

Dikatakan lebih lanjut, gempa bumi yang menimpa Lombok Utara memang sudah berlalu, tapi dampak bencana alam tersebut masih terasa hingga sekarang.

Terlebih lagi, ungkap bupati, masih banyak pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) yang belum terealisasi hingga kini.

“Memang, gempa bumi itu terjadi 3 tahun lalu, tapi dampaknya masih sangat kita rasakan sampai hari ini,” tutur bupati.

Sementara itu, Kasubdit Peningkatan dan Pemulihan Sosial BNPB, Tri Hartatiningsih, SE, M.Si, menuturkan, kegiatan itu menitikberatkan pada sektor pendampingan sosial terutama bagi masyarakat pedampak gempa tahun 2018.

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Ajang MotoGP, Ini Komentar Marques dan Rossi

“Kegiatan ini adalah kegiatan sektor sosial, meliputi Pranata Adat, Pengelola Museum, PAUD serta Karang Taruna. Melalui sub-sub ini diharapkan bisa membangkitan kehidupan sosial saudara-saudara kita yang terdampak gempa tahun 2018,” katanya.

Menurutnya, BNPB hanya memberikan bantuan stimulan sembari mengharapkan Pemerintah Daerah bisa meneruskan upaya pemulihan sektor kehidupan masyarakat, sehingga kegiatan serupa bisa berkesinambungan serta membangkitkan kehidupan sosial masyarakat setempat.

@ng




Panen Jagung Nusantara Merata Di Kabupaten Lombok Utara

Bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional, di Kabupaten Lombok Utara berlangsung Panen Jagung Nusantara yang dipusatkan di Kecamatan Gangga

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam tahun 2021 melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dqn Perikanan (DKKP) KLU melaksanakan kegiatan Panen Jagung Nusantara, yang berlangsung merata di seluruh Kabupaten Lombok Utara di lahan seluas sekitar 975 hektar, Selasa (29/09/21).

Dinas DKPP selenggarakan panen jagung nusantara

Acara Panen Jagung Nusantara itu  bertepatan dengan “Hari Tani Nasional” yang jatuh pada hari Selasa.

DKPP KLU menyelenggarakan kegiatan panen jagung Nusantara itu berlangsung secara serentak, yang dipusatkan di Dusun Sembaro, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kqbupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: Dinas DKPP KLU Selenggarakan SLPHT Tindak Lanjut

Kepala Dinas DKPP KLU, Tresna Hadi, SP tampak didampingi Sekdis DKPP, Raden Adi Dharmawangsa, SPT, Kabid Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Abdul Gafur, SP, Kabid Ketahanan Pangan, Sugiartadi, SP, dan Kepala UPTD masing-masing Kecamatan.

Di hadapan penyuluh dan kelompok tani ‘SP Sembaro’, Kepala Bidang DKPP KLU, Abdul Gafur, SP mengungkapkan, acara Panen Jagung Nusantara tahun ini mencakup lahan yang cukup luas di seluruh Lombok Utara,

“Tidak menutup kemungkinan dalam tahun-tahun berikutnya, akan dikembangkan lebih luas lagi. Sehingga tidak ada keraguan lagi akan kekurangan ketersediaan pakan ternak serta kebutuhan lainnya,” ungkap Abd. Gafur.

Di acara yang sama,  Kepala Dinas DKPP Kabupaten Lombok Utara,Tresna Hadi, SP. membenarkan apa yang disampaikan Abdul Gafur, terkait luas lahan tanaman jagung dan produksi yang mencapai delapan (8) ton per hektar.

“Itu pun belum hasil dari tanaman tumpang sari, seperti, cabe, sayuran dan biji bijian,” katanya.

Untuk ke depan, Tresna Hadi berharap kepada petani untuk menambah anggota tani serta luas lahan untu tanam jagung.

“Agar ke depan kita tidak kekurangan, terutama untuk ketersediaan pakan ayam dan sebagainya,” ujar Tresna Hadi.

Pada Peringatan Hari Tani Nasional yang dirangkai dengan Panen Jagung Nusantara secara serentak itu, juga dilakukan zoom meeting yang diikuti oleh para petani dari berbagai daerah di indonesia.

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Dinilai Lebih Baik dari yang Diduga

“Ini merupakan motivasi kita untuk lebih semangat dalam berinovasi,” kata Tresna Hadi

@ng




Dinas DKPP KLU Selenggarakan SLPHT Tindak Lanjut

Penyelenggaraan SLPHT Tindak Lanjut yang dilaksanakan DKPP KLU merupakan proses pembelajaran yang azasnya belajar dari pengalaman, dan pendidikan orang dewasa (andragogi)

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) merupakan salah satu metode penyuluhan dalam penerapaan PHT untuk peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan sikap petani dalam pengelolaan OPT.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPP), Tresna Hadi, SP mengatakan itu di depan 25 anggota kelompok Tani, “SP. Sembaro” desa Segarakaton, Kecamatan Gangga, Selasa (29/09/21) yang mengikuti kegiatan SLPHT.

Dinas DKPP yang menyelenggarakan SLPHT Tindak Lanjut Diskusi SLPHT Tindak Lanjut yang diselenggarakan Dinas DKPP

Saat itu Kadis DKPP yang didampingi Kepala Bidang, Abdul Gafur, SP.

“SLPHT berupaya mewujudkan petani sebagai ahli PHT, yaitu sebagai manajer yang mampu mengatasi segala permasalahan di lahan usaha taninya secara mandiri,” kata Tresna Hadi.

BACA JUGA:

Pelantikan Penjabat Sekda KLU, Bupati: Dibutuhkan Orang Berintegritas

Dipilihnya SLPHT sebagai metode pemberdayaan petani karena memiliki kelebihan-kelebihan.

Kelebihan dimaksud di antaranya; berprinsip pada pendidikan orang dewasa, cara belajar lewat pengalaman, perencanaan partisipatoris, keputusan bersama anggota kelompok, petani sebagai manajer usahataninya.Dan materi pelatihan berdasarkan kebutuhan lapangan/kurikulum rinci dan terpadu.

Selain itu, pelatihan tesebut dilaksanakan selama satu siklus perkembangan tanaman/satu musim tanam.

Kegiatan SLPHT kali ini di ikuti oleh 125 orang petani yang terbagi dalam lima (5) kelompok, yakni Kelompok Tani SP, Sembaro, Telabah Tengak, Karang Kendal, Kelompok Lendang Pawang Sankukun, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga.

Sementara dua (2) Kelompok lainnya yaitu, Patuh Merenten, Kelungkung Desa Senaru, serta Kelompok Tani Makmur Jaya, Golmunjit, Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan.

Tesna Hadi mengatakan, penyelenggaraan SLPHT adalah usaha menciptakan dan memperkuat petani sebagai manajer usaha tani. Dan tidak bisa lepas dari peran pemandu yang mampu menfasilitasi mereka dalam kegiatan SLPHT.

Dijelaskan, pemandu lapang PHT haruslah sosok yang memiliki ketrampilan dalam hal kepemanduan, kepemimpinan dan seluk beluk pelatihan partisipatoris, yang berazaskan pada proses belajar dari pengalaman, dan pendidikan orang dewasa (andragogi).

Pemandu lapangan PHT bisa berasal dari petugas ataupun petani alumni SLPHT.

Menurutnya, SLPHT dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keahlian petani/kelompok tani dalam menganalisa data dan informasi agroekosistem.

Kegiata itu juga memasyarakatkan dan melembagakan penerapan PHT dalam pengelolaan usahatani. Sekaligus meningkatkan pengamanan produksi terhadap gangguan OPT dalam pencapaian sasaran produksi, produktivitas dan peningkatan kesejahteraan petani.

Ketentuan dalam pelaksanaan SLPHT, lokasi merupakan sentra produksi tanaman pangan dan endemis serangan OPT.

“Sehingga petani harus dilatih dan sungguh sungguh mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan selama 10 hari berlangsung,” tegasnya.

Peserta adalah petani, diupayakan komposisi laki-laki 60 persen, sedang perempuan 40 persen. Peserta diharuskan aktif dalam kegiatan pertanian dan sanggup mengikuti SLPHT selama satu musim tanam.

Peserta diharapkan responsif terhadap inovasi teknologi, berjiwa kooperatif, berasal dari satu hamparan usaha tani dan diutamakan generasi muda.

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Safari Jum’at di Dusun Mumber

Pemandu SLPHT adalah pemandu yang memiliki kualifikasi tertentu dalam kepemanduan, seperti pemandu senior Tukul Sumardion oSP, Agus Setiawan, SP dan Ibu Darsih SPKp.

Tresna Hadi menambahkan, asas dan metode pelaksanaan SLPHT mengacu pada Pedoman Penerapan PHT.

SLPHT Tindak Lanjut

Sedikit berbeda dengan SLPHT tersebut di atas, SLPHT Tindak Lanjut lebih mendalam dalam proses pembelajaran serta tujuannya.

SLPHT Tindak Lanjut merupakan pemberdayaan dan pendayagunaan alumni SLPHT sebagai upaya pemasyarakatan PHT secara lebih mendalam, melalui studi/sain petani untuk mendukung pengamanan produksi dan peningkatan produktivitas.

Upaya fasilitasi SLPHT Tindak Lanjut diharapkan mampu mendorong bergulirnya proses penyelenggaraan SLPHT swakarsa dan swakarya yang bermuara pada penerapan PHT Skala Luas,katanya.

SLPHT Tindak Lanjut dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan dan menguatkan peran petani alumni SLPHT dalam penerapan konsep dan prinsip PHT di lahan usaha taninya.

Juga mendorong proses pemasyarakatan PHT ke petani lain, dan meningkatkan pengamanan produksi dan kualitas hasil pertanian, jelas Trena Hadi saat membuka kegiatan SLPHT Tindak Lanjut..

@ng