Perayaan Mandi Safar di Gili Tahun Ini Lebih Sederhana, Ini Alasannya
Di tengah acara perayaan Mandi Safar, Kadis Pariwisata NTB minta pelaku pariwisata di Gili mengambil peran dalam event MotoGP
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Acara perayaan Mandi Safar di Dusun Gili Meno Desa Gili Indah Rabu (06/09/21) sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, penyelenggaraannya lebih sederhana dan tak semeriah sebelumnya.
Penyelenggara upacara tradisi itu berlangsung di tengah pandemi Covid-19, sehingga banyak aturan yang membatasi.
Pembatasan yang ditekankan, penyelenggaraannya harus memperhatikan protokol kesehatan (prokes), berarti menghindari kerumunan banyak orang, serta aturan prokes lainnya.
Pemerintah KLU berharap tidak ada lagi penambahan kasus positif Covid-19, tujuannya agar sektor Pariwisata segera pulih.
“Saya menghimbau pada masyarakat tidak mengabaikan Prokes guna menjaga diri, keluarga dari virus pandemi covid 19 dan masyarakat yang belum vaksin untuk segera melakukan suntik vaksin,” kata Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng yang ikut acara perayaan Mandi Safar di Dusun Gili Meno.
Hadir pula pada acara tersebut, Kadis Pariwisata NTB Yusron Hadi ST, PLT Kadis Pariwisata KLU DRs. Ainal Yakin, PLT Kadis Perhubungan KLU, Ir. M Wahyu Darmawan serta undangan lainnya.
Upacara Mandi Safar atau lebih dikenal dengan Rebo Bontong menjadi ritual rutin masyarakat setempat yang jatuh setiap bulan Safar.
Ritual Rebo Bontong merupakan perpaduan budaya warga Sasak dan Islam, untuk memohon berkah.
Wabup Danny menyampaikan, Mandi Safar adalah budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Kegiatan itu
“Kegiatan mandi sapar ini menjadi bukti keberadaan pemerintah di tengah masyarakat, dalam situasi dan kondisi apa pun, terlebih di masa sulit sperti sekarang ini,” ungkap Wabup Danny
Dalam kesempata itu, Kadispar NTB Yusron Hadi mengharapkan pelaku wisata di KLU, khususnya di Desa Gili Indah, menyiapkan diri dan mengambil peran pada event Internasional Moto GP yang dilaksanakan di Mandalika Lombok Tengah.
Pihaknya yakin event tahunan berdampak pada pariwisata yang ada di KLU.
“Wisatawan yang nantinya datang pasti akan mngunjungi tempat tempat wisata yang ada di NTB termasuk Gili Trawangan, Gili air dan Gili Meno akan menjadi pilihan mereka nantinya,” jelasnya.
Acara dilanjutkan dengan “serakalan” (baca barzanji), zikir dan berdoa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.
Rangkaian prosesi ini bertujuan untuk memohon keselamatan dan tolak bala, serta dilanjutkan dengan acara mandi bersama di pantai.
@ng
Workshop Implementasi Program LED di KLU, Dibuka Bupati
Kegiatan workshop penyampaian hasil Implementasi peningkatan kapasitas diperlukan warga Desa Sambi Elen, setelah ada pendampingan dari Paluma dan UNDP
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pelaksanaan workshop penyampaian hasil implementasi program Local Economic Development (LED), kolaborasi kelompok dan masyarakat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lombok Utara (KLU), dibuka Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH, di Aula Bupati, Rabu (06/10/21).
Bupati H Djohan Sjamsu
Hadir pula Para Staf Ahli Bupati, Perwakilan PALUMA Yogyakarta, Perwakilan UNDP,Camat Bayan Denda Peniwarni SE, Kades Sambik Elen Muhammad Katur serta undangan lainnya.
Menurut Bupati Djohan, acara workshop penting bagi masyarakat utamanya yang berada di Sambik Elen. Khususnya dalam penyampaian hasil Implementasi peningkatan kapasitas di wilayah paling ujung timur KLU, di bawah binaan UNDP dan Paluma.
“Pemda sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh PALUMA dan UNDP dalam rangka pendampingan dan membina UMKM yang ada di Desa Sambik Elen,” tuturnya.
Pemulihan pasca gempa 2018 meluluh lantahkan seluruh sarana perasarana di KLU yang hingga kini belum seluruhnya terbangun kembali. Terlebih pada Tahun 2020, terjadi bencana non alam yakni pandemi Covid-19.
Kondisi ini memberikan dampak cukup signifikan bagi proses pembangunan di daerah.
Pandemi juga berdampak pada UMKM dan perekonomian daerah mengalami keterpurukan, hanya yang masih bertahan sektor pertanian.
“Harapan saya untuk masyarakat yang ada di Desa Sambik Elen, program pendampingan yang dilakukan oleh Paluma dan lainnya tidak berhenti, dan bisa berkelanjutan,” harapnya.
Pemda mendukung sepenuhnya program yang bertujuan mengembalikan semangat masyarakat untuk kembali berusaha dan berikhtiar membangun ekonomi untuk menunjang kehidupan keluarga serta lainya.
Menurut bupati, potensi Desa Wisata di KLU sangat bagus, tinggal bagaimana dikelola dengan baik dan ke depan produk UMKM bisa dipasarkan.
Kepala Desa Sambik Elen, Muhammad Katur dalam laporannya menyampaikan, kehadiran PALUMA selama dua tahun mampu memperlihatkan dampak positif bagi masyarakat Sambik Elen.
“Berkat pendampingan dari Paluma dan UNDP, banyak hal yang masyarakat kembangkan mulai dari pembinaan UMKM, SDM, sumber daya alam serta lainnya yang berpotensi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat kami,”ungakpya.
Semua UMKM Desa Sambik Elen mengikuti workshop, dan ke depa kita memerlukan sistem pengelolaan pembangunan yang baik khususnya di desa.
Peran pemda di dalamnya sangat penting, karena pendampingan dari PALUMA, di Desa Sambik Elen telah melahirkan setidak ada 6 Perdes yang bertujuan untuk mendukung kegiatan serta pelaksanaan programnya.
“Terimakasih kepada Paluma dan UNDP serta lainya, yang selama ini melakukan pendampingan pada masyarakat kami,” kata Muhammad Katur.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan peninjauan stand Pameran UMKM dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
@ng
Pelatihan Mendongeng untuk Tumbuh Kembang Anak
Kegiatan pelatihan mendongeng diperlukan agar para kader pembimbing pendidikan anak bisa menstimulasi anak membangun mimpinya, baik orang tua dan anak bisa bercerta dengan cinta
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Yayasan Nurani Luhur Masyarakat melalui project JAAM (Join Action Again Malnutrisi) menggelar pelatihan mendongeng bagi 33 peserta. Terdiri dari Kader Champion tumbuh kembang, perwakilan guru PAUD dan staf project JAAM selama dua hari 6-7 Oktober di Villa Bambu Senaru, Kecamatan Senaru Kabupaten Lombok Utara.
Pelatihan mendongeng ini merupakan rangkaian dari kegiatan divisi tumbuh kembang salah satu program intervensi dari project JAAM.
Setidaknya ada tiga (3) kegiatan kunci yang perlu dilakukan oleh orang tua untuk menstimulasi tumbuh kembang 0-3 tahun melalui kegiatan 3B: Bermain, Bercerita dan Bernyanyi.
Ketiga (3) kegiatan ini dapat menstimulasi aspek tumbuh kembang anak di antaranya: motorik halus melalui yang dapat dilakukan melalui kegiatan bertepuk, meme, motorik kasar, bahasa, emosional dan kemandirian.
Dari assessment yang dilakukan oleh Project JAAM terhadap orang tua yang memiliki anak usia 0-3 tahun di 4 Desa Bayan yaitu Anyar, Batu Rakit, Loloan, Sukadana, kegiatan bercerita masih sangat kurang data di tahun 2021.
Untuk kegiatan bercerita yang dilakukan oleh orang tua adalah sebagai berikut: Desa Anyar dari 27 anak, terdapat 5 anak yang distimulasi melalui kegiatan bercerita (18,5 persen), Desa Sukadana dari 22 anak, terdapat 5 anak yang distimulasi melalui kegiatan bercerita (22 persen).
Di Desa Batu Rakit dari 24 anak, terdapat 10 anak yang distimulasi melalui kegiatan bercerita (41,6 persen) dan Desa Lolan dari 24 anak, terdapat 6 anak yang distimulasi melalui kegiatan bercerita ( 25 persen).
Berdasar data ini, pelatihan mendongeng menjadi salah satu kegiatan yang penting untuk dilakukan.
Firman Laia, Koordinator Project JAAM menyampaikan, Proyek JAAM melakukan upaya rehabilitasi serta pencegahan stunting bagi anak usia 6 hingga 35 bulan di 4 Desa yang ada di kecamatan.
Intervensi di area tumbuh kembang adalah hal yang sangat krusial bagi project JAAM.
Perubahan positif di masyarakat khususnya dalam pengentasan malnutrisi akan sangat ditentukan oleh diperkenalkannya pola-pola pengasuhanyang baik di tingkat keluarga, khususnya keluarga sasaran; yakni kelompok orangtua, pengasuh anak dan orang dewasa .
Sedangkan Suratni, mewakili Camat Bayan yang behalangan karena mengikuti kegiatan di kantor Bupati Lombok Utara. Suratni menyampaikan terima kasihnya atas berlangsungnya proses kegiatan dan berharap kepada peserta untuk menekuni tahapan tahapan kegiatan Pelatihan Mendongeng Proyek JAam “BEREMBUG”.
Menurut Ibu Suratni, mendongeng merupakan kebiasaan turun temurun oleh orang tua kita, meski Dongeng itu merupakan cerita atau kebiasaan yang terkadang tidak memiliki referensi (cerita rekaan).
Tapi tiap orang tua harus melakukannya untuk mendekatkan dan memanjakan anak dalam rangka melatih kecerdasan otaknya, terlebih lagi disaat jelang istirahat tidur, kata Suratni seraya buka acara.
Kegiatan yang difasilitasi oleh Kak Wawan sapaan untuk pria yang memiliki nama lengkap Herman Husdiawan Raja Dongeng dari Lombok ini Pelatihan mendongeng merupakan salah satu kegiatan untuk menstimulasi tumbuh kembang anak .
Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta khususnya kader Champion tumbuh kembang dan Guru PAUD dapat mempraktekan kegiatan mendongeng ini dikegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama orang tua dan anak usia 0-3 tahun dikelas parenting dan kelas Ponia (Pos Nutrisi Ibu dan Anak) dan kegiatan pembelajaran di PAUD.
Melalui kegiatan bercerita, orang tua dapat menstimulasi kemampuan berbicara anak dengan kosakata yang baru.
Mendongeng, Orang tua dan anak bercerita dengan cinta, membangun imajinasi dan mimpi-mimpi anak Bayan untuk Lombok Utara dan Provinsi NTB yang lebih baik ke depan.
Tentunya Lombok Utara yang semakin Tangguh dan bebas dari kasus gizi buruk atau malnutrisi. (*)
@ng
Puisi Keterbatasan: Herdi, Ervin dan Kita
Membaca puisi Herdi seperti membahas permasalahan sosial, semakin dikupas semakin banyak permasalahan yang akan terkuak yang menyisakan keprihatinan
Malam kian gelap gulita
Rembulan pun berselimut awan
Tiba-tiba hujan turun begitu deras
Merenung, mendengarkan
Dalam fisik tiada kesempurnaan
Keterbatasan ini tidak akan
Membuat semangatku hancur
Dan tidak akan menghalangiku
Dalam menggapai cita-cita
Memang…..
Mereka memandang aku
mahluk rendah
Mahluk yang hanya
Bisa menyusahkan orang lain
Terutama ibu dan keluargaku
Aku yakin, tapi, aku yakin
Tuhan tidak tidur
Tuhan melihatku dengan elok
Dan aku yakin akan rencananya
Karena hati kunci keutamaan
Dibalik segala keterbatasan
Terselip kelebihan
Yang Tuhan berikan
Ketika kaki tak mampu berjalan
Namun hati mampu lahirkan puisi
Untuk dimanapun teman berada
Tetap semangat dan terus berkarya
Untuk meraih masa depan
Demi wujudkan NTB gemilang
***
PUISI di atas adalah puisi yang ditulis Herdi Purwanto. Yang dibacakan sendiri oleh Herdi Purwanto. Seorang disabiltas tuna daksa. Tak mampu berjalan. Hingga usianya kini 20 tahun, berkebutuhan khusus, setia di kursi roda.
Musikalisasi puisi yang menghanyutkan. Ekspresi pembacaan yang sepenuh hati, menyergap batin pendengarnya. Dengan nafas terengah dan terbata-bata, tangan dan kaki Herdi meronta seakan mengungkapkan dorongan bathin yang menggelegak. Melawan keterbatasan fisiknya. Tak terasa bulir air menetes hangat dari tiap mata yang menyaksikannya.
Jumat, 1 Oktober 2021, Herdi yang pernah juara 2 cipta dan baca puisi FLS2N tingkat Nasional tahun 2019, tampil memeriahkan acara Bincang Gemilang (BG) yang dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Sosial Propinsi Nusa Tenggara Barat.
Sejatinya, BG bukanlah panggung kesenian. BG adalah panggung dialog yang digagas Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) untuk sosialisasi program pembangunan di NTB. Forum ini polanya two way traffic communication, sekaligus menyerap aspirasi rakyat tentang kualitas layanan publik yang diberikan oleh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov NTB.
Hadir sebagai guest star biasanya adalah Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB – Dr. H. Zulkieflimansyah SE, MSc., dan Ummi Rohmi sapaan akrab Wakil Gubernur NTB – Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah MPd. Nara sumber bergilir kadang Sekda atau pejabat yang kompeten, Kepala OPD dan juga mitra strategis OPD terkait.
Topik BG edisi awal oktober 2021 itu adalah Penanganan Masalah Sosial di NTB. Karenanya relevan Kadis Sosial, Bung Akhsanul Khalik (AKA) menampilkan Herdi, juga Ervin seorang tuna netra sebagai penyanyi pembuka acara yang mengaduk-aduk emosi peserta yang menghadiri BG secara offline maupun online.
Herdi, Ervin dan lebih dari 28.650 penyandang disabilitas tersebar di seluruh NTB. Terbesar di Kabupaten Lombok Timur sebanyak 7.500 an orang. Kabupaten Bima dan Kabupaten Lombok Utara masing-masing sekitar 3.500 an orang. Yang lainnya dalam jumlah yang lebih kecil.
Ada berbagai jenis penyandang disabilitas yang dialami baik yang bersifat fisik, mental, fisik dan mental, tuna grahita, tuna rungu, tuna netra, autis, tuna daksa dan lain sebagainya.
Dinas sosial melalui panti maupun non panti memberikan perhatian melakukan rehabilitasi sosial dengan dana bersumber dari APBN, APBD, bantuan CSR, Baznas dan sumber pembiayaan lain yang sah. BG menjadi menarik karena berbagai aduan masyarakat mengemuka dan mendapatkan respon yang memadai.
Masalah sosial yang terjadi di NTB berkembang sedemikian kompleks. Terlebih di era pandemi Covid-19 yang memukul sendi-sendi perekonomian masyarakat. Muaranya, terjadi PHK, angka pengangguran bertambah, angka kemiskinan bertambah, permasalahan sosialpun meningkat.
Pemerintah melalui program keluarga harapan (PKH) antara lain senantiasa berupaya mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan tarap hidup masyarakatnya melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial yang lebih baik. Berupaya mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan. Berupaya menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian keluarga penerima manfaat.
Berdasarkan catatan BPS, pada Maret 2021 jumlah penduduk miskin di NTB sebanyak 14,14% menurun 0,09% dari kondisi bulan September 2020 sebesar 14,23%. Sebelumnya pada bulan Maret 2020, jumlah penduduk miskin di NTB sebesar 13,97%. Year on Year (YoY) periode Maret 2020 dengan periode Maret 2021 terjadi peningkatan angka kemiskinan 0,17%.
Pandemi Covid-19 membuat jumlah penduduk miskin di Indonesia naik signifikan. Meski terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin, jika dibandingkan dengan 34 propinsi di Indonesia, NTB berada di urutan 9 dari 10 besar propinsi yang mampu menahan laju pertambahan kemiskinan dengan baik.
Penanganan kemiskinan dengan basis data yang lebih berkualitas, efektifitas pemberian bantuan sosial dengan DTKS yang lebih baik, adanya program JPS Gemilang dengan pemberdayaan UMKM menjadi hal yang boleh jadi sebagai penetrasi pertambahan laju kemiskinan.
Berbagai jenis bantuan sosial telah diberikan pemerintah kepada masyarakat seperti : Program Keluarga Harapan (PKH), BPNT Sembako, Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Rehabilitasi Sosial Lansia, BST Lansia, BST Dana Desa, JPS Gemilang, JPS Kabupaten/Kota, JPS Gotong Royong Pemprop NTB dan sebagainya.
Dalam penyaluran berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat, masih menghadapi berbagai tantangan. Tidak semua penerima bansos memiliki NIK Elektronik sehingga saat pemadanan NIK tidak terekam. Masih adanya penerimaan bansos ganda. Belum adanya kesadaran dari keluarga miskin untuk melaporkan perbaikan KTP Elektronik serta adanya oknum yang memanfaatkan dan mengambil keuntungan dari program bansos.
Oleh karenanya terhadap masyarakat yang merasa dirugikan hak nya untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah atau mengetahui modus operandi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab mempermainkan bantuan sosial dengan tidak tepat sasaran, tidak tepat waktu, tidak tepat jumlah dan sebagainya dapat menyampaikan aduan dan laporan melalui media sosial facebook, instagram maupun email kedinasan baik melalui aplikasi NTB Care yang dapat diunduh melalui play store dan berbagai laman lainnya yang tersedia.
Membahas permasalahan sosial, semakin di kupas semakin banyak permasalahan yang akan terkuak yang menyisakan keprihatinan.
Ibarat mengupas bawang merah, semakin dikupas kulitnya tanpa sadar akan menimbulkan percikan air yang bisa memerihkan mata. Keperihan karena keterbatasan kemampuan untuk segera mengatasi berbagai masalah yang ada. Seperti perihnya Herdi yang memberontak atas keterbatasannya melalui sebuah puisi.***
Bimtek PAUD Holistik Integratif Dibuka Bupati Lombok Utara
Penyelenggaraan Bimtek PAUD Holistik Integratif diapresiasi Bupati Djohan, yang tujuannya mendukung perkembangan peserta didik secara optimal
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH membuka secara resmi bimbingan teknis peningkatan kapasitas penyelenggaraan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di Kabupaten Lombok Utara, di Sunset Spring Beach Desa Segara Katon, Selasa (05/10/21).
Bupati H. Djohan Sjamsu
Hadir dalam kegiatan itu Plt. Kadis Dikbudpora Adnan MPd , Plt.Kepala Bappeda Parihin SSos, Bunda PAUD KLU, Hj. Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu serta undangan lainnya.
Bupati Djohan menyampaikan Apresiasi terhadap Bimtek PAUD HI di Lombok Utara yang tujuannya mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.
Selain itu juga mencetak generasi milenial yang produktif kreatif dan inovatif serta mampu berkontrbusi pada pembangunan bangsa dan daerah.
“Saya atas nama Kepala Daerah mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayan Pemuda dan Olahraga yang menginisiasi terselenggaranya kegiatan ini,” tuturnya.
PAUD HI merupakan program nasional, dilaksanakan secara stimulan, sistematis serta menyeluruh dan terintegrasi, berkesinambungan untuk mendukung tumbuh kembang optimal demi mewujudkan anak sehat, cerdas dan berkarakter sebagai generasi masa depan berkualitas.
“Saya mengharapkan peran aktif seluruh kita semua untuk menjamin terpenuhinya hak tumbuh kembang anak dalam hal Pendidikan, Kesehatan, Pengasuhan serta Pelindungan dan Kesejahteraan,” harapnya.
Dengan kekompakan seluruh elemen dalam membangunan daerah, tentu melalui bimtek kita bisa melakukan terobosan peningkatan kualitas SDM guna terwujudnya generasi emas yang berkelanjutan di masa mendatang.
Dalam pada Plt. Kadis Dikbudpora KLU Adnan MPd melaporkan tujuan dari kegiatan bimtek adalah untuk meningkatkan kapasitas dan terlaksananya penanganan anak usia dini secara menyeluruh.
“Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk meningkatkan kapasitas penyelenggaraan PAUD HI disatuan pendidikan usia dini di KLU,” imbuhnya.
Dengan adanya Bimtek nantinya terlaksananya penanganan anak usia dini secara utuh dan menyeluruh, yang mencakup layanan gizi dan kesehatan.
Bimtek ini berlangsung selama tiga hari dengan jumlah peserta 100 Lembaga PAUD dari lima kecamatan di KLU, dengan Narasumber dari Direktorat PAUD Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Ristek RI melalui Virtual.
Acara dilanjutkan dengan Penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Bunda PAUD Lombok Utara Hj. Galuh Nurdyiah Djohan Sjamsu, pada perwakilan peserta bintek dari masing-masing kecamatan di KLU.
@ng
BI NTB Dukung Pemanfaatan Bahan Organik Untuk Bawang Merah
Pemanfaatan Bahan Organik Untuk Penanaman Bawang Merah di Kabupaten Lombok Utara didukung BI NTB, untuk optimalisasi produksi
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bank Indonesia Kantor Perwakilan, mendukung program demplot dengan pemanfaatan bahan organik untuk penanaman bawang merah yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, sebagai bagian dari optimalisasi produksi.
Bupati H Djohan Sjamsu
“Demplot ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian petani akan perlunya penyehatan lahan agar kejadian penurunan kesuburan tanah dapat dicegah, bahkan dapat diperbaiki di masa mendatang,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, Heru Saptaji, Selasa (05/10/21).
Ia menambahkan, program ini sekaligus memberikan gambaran dan contoh kepada petani bawang merah yang dipusatkan di “Kelompok Tani Baro IV” Desa Anyar Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.
Pemanfaatan penggunaan bahan organik bagi petani penanaman bawang merah melalui demplot skala usaha pada lahan kelompok tani maju, yang membandingkan teknik pengelolaan lahan secara konvensional.
Menggunakan bahan organik terdekompisisi, lanjut dia, dilengkapi dengan Kalsium (Ca) serta bahan pembenah tanah hasil pabrikasi.
Dengan itu, dapat diperoleh gambaran secara jelas pola pengelolaan lahan yang mana yang mampu memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan hasil panen bawang merah yang menguntungkan.
Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTB dengan “Kelompok Tani Baro IV” Desa Anyar Kecamatan Bayan, pada luasan Demplot sekitar 0,70 Are.
“Dari hasil pengamatan dan uji coba di lapangan terlihat perlakuan pembenahan tanah untuk meningkatkan status bahan organik, mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, mengurangi pemakaian pestisida. Karena tanaman yang lebih vigor mampu bertahan dari serangan penyakit dan pengayaan mikro-organisme tanah telah dapat menekan keberadaan mikro-organisme penyakit, serta meningkatkan hasil panen hingga 28 -29 ton per hektare,” ujarnya.
Bantuan yang di berikan pihak BI berupa bibit, pupuk organik, pestisida hayati, hand traktor, kultivator, masing masing satu (1( unit.
Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, sambutannya mengharapkan kepada para petani Muda(milenial) untuk mau dan bersemangat menjadi petani yg handal, tangguh dan mandiri.
Djohan juga mengharapkan agar para Poktan / para petani agar mau menanam bawang merah secara Organik (Tampa menggunakan Kimia( sehingga memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat itu sendiri disamping mengatasi keterbatasan penyediaan pupuk kimia bersubsidi,ungkapnya.
“Belajar dari demplot organik ini, petani diharapkan sebagai sarana belajar baik untuk petani maupun masyarakat kita umumnya,” kata Bupati.
@ng
English Competition Festival, Event Perdana di KLU
Yayasan Mamba’ul Bayan NW Nusantara yang menyelenggarakan English Competition Festival berharap, Pemda KLU menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan
TANJUNG. lombokjournal.com ~ Mewakili Bupati Lombok Utara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara (Dikbudpora KLU) Adenan, S.Pd, M.Pd., membuka acara English Competition Festival bertempat di Yayasan Mamba ‘ul Bayan NW Nusantara, Senin (10/4/2021).
Adenan, S.Pd, M.Pd
Dalam kesempatan itu, atas nama Pemerintah Daerah, Plt. Kadis Dikbudpora KLU menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang terlibat atas terselenggaranya kegiatan English Competition Festival, salah satu event perdana dan terbesar di Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2021.
“Atas nama pribadi, atas nama pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas keikutsertaan lembaga ini (Yayasan Mamba’ul Bayan NW Nusantara _red ) dalam mencerdaskan anak bangsa,” tuturnya.
Menyinggung terkait gawe besar yang digelar oleh pondoknya bersama dengan lembaga Pade Betulung itu, Pimpinan Yayasan Mamba’ul Bayan NW Nusantara, Kamah Yudiarto QH., S.Sy, S.Sos., berharap agar kegiatan ini bisa dilaksanakan kembali oleh Pemerintah Daerah, khususnya Dikbudpora KLU di tahun-tahun mendatang.
“Mudah-mudahan ini menjadi agenda tahunan. Bukan saja sains yang biasa dilaksanakan atau pekan olahraga, tetapi perlu juga di bidang Bahasa Inggris,” harap Kamah.
Kamah yang juga anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara ini menegaskan, penjurian Festival Kompetisi Bahasa Inggris tersebut sepenuhnya dari pihak luar yayasan. Artinya semua peserta memiliki peluang yang sama untuk menjadi juara.
“Semua juri kami datangkan dari Mataram,” ujarnya.
Berdasarkan Laporan Ketua Panitia Penyelenggara, M. Fitra Rizki, jumlah peserta yang mengikuti Festival Kompetisi Bahasa Inggris tersebut 190 siswa. 73 dari Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan 117 dari Sekolah Lanjutan Menengah Atas (SMA).
Mata lomba yang diikuti peserta antara lain, untuk tingkat SLTP sebanyak 23 peserta mengikuti lomba Story telling (bercerita), 13 peserta mengikuti lomba Poem (puisi) dan 14 peserta mengikuti lomba Singing (bernyanyi).
Untuk review Kemudian Tingkat SMA, 27 Peserta mengikuti lomba Speech (Pidato), 23 Peserta mengikuti lomba Bercerita (Bercerita), 24 Peserta mengikuti lomba Poem (puisi), 21 Peserta mengikuti lomba menyanyi ( Bernyanyi ), Serta Terdapat 12 tim Yang mengikuti lomba Debating (perdebatan).
@ng
Dinas Sosial KLU Tempel Stiker di Rumah Penerima PKH
Setelah melakukan penempelan stiker di rumah warga penerima PKH, pihak Dinas Sosial juga melakukan kunjungan di rumah penderita tumor ganas
KAYANGAN.lombokjournal.com ~ Penempelan stiker secara simbolis pada rumah warga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dilakukan Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara (KLU) di Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Senin (04/10/20).
Kujungan ke psien tumor
Kepala Dinas Sosial KLU, Fathurrahman S.T saat melakukan penempelan stiker itu didampingi Kepala Kecamatan Kayangan, Siti Rukaiyah, Nisanim, S,IP, Kepala bidang Rehabilitasi sosial, Korkap PKH, Raden zulkarnaen, S.Pdi.
Penempelan stiker di rumah warga penerima PKH itu kemudian akan dilanjutkan oleh pendamping di setiap desa.
“Penempelan stiker secara simbolis kita lakukan hari ini dengan ibu Camat kayangan, kemudian nanti akan dilanjutkan oleh teman-teman pendamping ke desa yang lain, karena masing-masing desa ada pendampingnya,” kata Fathurrahman.
Agenda Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara selanjutya mengunjungi rumah pasien penderita tumor ganas yang ada di desa Santong.
Pasien tersebut telah menjalankan operasi dengan lancar dan saat ini dalam proses pemulihan. Pasca operasi pasien, kontroling tetap dilakukan oleh pihak kesehatan guna membantu pemulihan pasien yang saat ini sudah kembali di kediamannya.
Pihak Dinas Sosial melalukan kunjungannya yang kedua guna memberikan bantuan sembako, makanan siap saji dan perlengkapan tempat tidur untuk pasien.
“Pada kunjungan pertama, kami membujuk pasien untuk mau mengikuti prosedur kesehatan guna mengobati penyakitnya, dan alhamdulillah pada kunjungan kedua ini kami bisa mengantarkan beberapa kebutuhan untuk membantu masa pemulihan pasien.” jelas Fathurrahman.
Pasien penderita tumor ganas merupakan salah satu warga yang berdomisili di Desa Santong. Pasien tersebut telah mendapatkan penanganan dari RSUD Tanjung, dengan bantuan pendanaan dari Dinas Sosial dan santunan dari berbagai pihak yang telah melakukan penggalangan dana, yang langsung didonasikan sebagai biaya pengobatan pasien.
Saat menyerahkan bantuan sembako dan perlengkapan tempat tidur, Fathurrahman menghimbau, agar pihak keluarga bisa konsisten melakukan kontroling pasien ke tenaga kesehatan atau puskesmas terdekat.
“Kontrol pada masa pemulihan sangat perlu diperhatikan agar pasien dapat segera sehat seperti biasa,” ujar Fathurrahan.
Ha
Kampanye Negatif Tentang Rokok, Rugikan Petani Tembakau
Para petani tembakau terancam merosot pendapatannya bila kampanye negatif tentang rokok terus dilakukan, mengingat bahan utama rokok adalah tembakau
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Tembakau tak hanya bisa digunakan sebagai bahan dasar rokok, melainkan bisa untuk membuat produk lain yang lebih bermanfaat dan tidak membahayakan kesehatan.
“Tembakau bisa dimanfaatkan dengan bioteknologi untuk memproduksi barang-barang nonrokok yang bernilai jual tinggi, seperti parfum, obat antikanker, dan kosmetik,” kata Sawaludin, S.Sos, Senin (04/10/21).
Kepala UPTD Kecamatan Bayan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Lombok Utara itu, para petani yang ikut dalam pelaksanaan SLPHT kali ini akan mendapat peningkatakan pengetahuan petani tentang pengendalian hama terpadu (PHT).
Lebih dari itu, para petani akan meningkat kemampuannya dalam mengendalikan hama secara kelompok.
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pertanian Holti dan Perkebunan, DKPPP KLU, Abd. Gafur, SP, membenarkan penyampaian Kepala UPTD Kecamatan Bayan.
Menurutnya, kampanye negatif tentang rokok selalu dikaitkan dengan produksi tembakau tanpa mengungkapkan manfaat lain dari produk yang bahan pokoknya tembakau.
Menurut Abd. Gafur, Pada tahun 2021, tanaman tembakau di Lombok Utara berkisar 100 hektare.
Sedangkan dalam pemasaran produksi, para petani masih melakukannya secara mandiri. artinya belum difasilitasi pemerintah.
Namun Pemerintah Provinsi NTB melalui Distanbun NTB telah menggagas adanya Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) yang ada di Paokmotong, Lombok Timur yang didanai oleh DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau).
Dan ke depan, kawasan industri hasil tembakau itu akan menyerap produksi tembakau rakyat/tembakau rajang/tembakau pilitan, seperti tembakau tembakau yang dihasilkan para petani di Kabupaten Lombok Utara saat ini, tutur Abd. Gafur.
@ng
Pengolahan PHT yang Benar, Kurangi Pertumbuhan OPT
Pemasyarakatan dan pengolahan PHT melalui SLPHT yang benar akan mempengaruhi atau mengurangi pertumbuhan OPT
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada dasarnya memanipulasi agroekosistem sedemikian rupa, sehingga tidak cocok untuk perkembangan OPT dan mendorong faktor lain yang menghambat perkembangannya.
Makin luas hamparan atau kawasan pertanaman yang dikelola secara benar, kondisi agroekosistem akan makin stabil. Dan makin luas hamparan yang pengolahan PHTnya benar, maka makin tampak atau terasa pengaruhnya terhadap pertumbuhan OPT.
Hal ini disampaikan Kepala UPTD Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Lombok Utara, Sawaludin, S.sos di depan sejumlah 25 anggota petani tembakau “Makmur Jaya ” Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Senin (04/10/21).
Pemasyarakatan pengendalian hama terpadu (PHT) melalui sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SLPHT), biasanya lebih ditekankan pada pemahaman petani tentang PHT dan pengaruhnya pada skala kecil dan bukan pada skala luas, sehingga dampak ekonomi dan ekologinya kurang menonjol.
Sehubungan dengan itu, maka perlu dilaksanakan SLPHT skala luas, pada daerah endemik OPT serta sudah pernah dilaksanakan kegiatan SLPHT atau yang serupa.
Kabid Pertanian, perkebunan dan Holtikultura, Abdul Gafur, SP menambahkan, tujuan dari pelaksanaan SLPHT ini adalah, meningkatkan pengetahuan petani tentang pengendalian hama terpadu, meningkatkan kemauan petani dalam mengendalikan hama secara kelompok, disamping menambah ketrampilan petani dalam pengendalian hama terpadu.
Manfaatnya untuk peningkatan pengetahuan petani tentang pengendalian hama terpadu, dan petani mau untuk mengendalikan hama secara kelompok, disamping peningkatnya ketrampilan petani dalam pengendalian hama terpadu.
Penyuluhan yang sedang berlangsung saat ini dilakukan di empat (4) Kecamatan, yaitu Kecamatan Bayan, Kayangan, Gangga dan Kecamatan Pamenang.
Masyarakat tani Kecamatan Bayan masih memiliki beberapa budaya yang masih dilakukan hingga saat ini.
Budaya tersebut seperti gotong royong yang melibatkan petani igu sensiri dan tokoh adat dengan pola kepemimpinan yang masih sangat menghormati pemimpin mereka baik pemimpin secara formal maupun non formal.
Namun demikian, keadaan masyarakat di Kabupaten Lombok Utara masih sangat mudah untuk menerima kehadiran orang luar. Kemauan untuk menerima sesuatu yang baru pun sangat baik.
Bahkan mereka sangat respek terhadap teknologi pertanian yang baru. Setiap ada teknologi pertanian baru banyak petani yang menginginkan untuk mencoba.
Menurut Gafur, kemampuan penyuluh dalam menyampaikan materi ini adalah penyuluh telah memahami SLPHT sacara umum.
Dalam menyampaikan materi kepada semua peserta menggunakan bahasa yang sederhana, lugas dan tidak kaku sehingga mampu menarik minat serta membuka peluang terjadinya dialog.
Materi yang ada tidak semuanya diberikan dengan cara kuliah, namun lebih pada menjelaskan secara langsung pada saat berada di lapang, ungkapnya.