Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini di Santong

Kegiatan sosialisasi perkawinan di bawah umur memberi contoh generasi muda agar saling mengingatkan akan bahaya pernikahan di bawah umur

SANTONG,KLU.lombokjournal.com ~ Karang Taruna Desa Santong, berkolaborasi dengan Duta Genre KLU, menggelar agenda sosialisasi pencegahan pernikahan dini atau di bawah umur dengan sasaran siswa sekolah, di aula Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong, Minggu (10/10/21).

Sosiallisasi bahaya pernikahan anak di bawah umur, menyasar siswa sekolah

Sosialisasi itu menggaet peserta dengan antusias tinggi dari dua lembaga pendidikan, antara lain Pondok Pesantren Albaqiyatusshalihat NW Santong, dan Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong.

Hadir juga sebagai tamu undangan, Kepala UPT BLUD Puskesmas Santong, Baiq Nirmala Sari S,Sos., yang memberikan apresiasi sosialisasi tersebut.

BACA JUGA: Ketua TP-PKK KLU Hadiri Lomba Kebun Gizi di Bayan

Nirmala menjelaskan, agenda sosialisasi tersebut sejalan dengan program dari Puskesmas Santong, tentunya sangat membantu dalam hal menyuarakan bahaya pernikahan di bawah umur.

“Kami sangat mengapresiasi agenda semacam ini, karena sejalan dengan program kami di Puskesmas Santong. Agenda ini juga dapat menjadi contoh untuk generasi muda agar saling mengingatkan bahaya pernikahan di bawah umur.” jelas Nirmala

Agenda yang bertajuk “Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Anak Dan Pendewasaan Usia Pernikahan”, mengingatkan bahwa kalangan pemuda harus ikut mengkampanyekan bahaya pernikahan di bawah umur.

Pihak Karang Taruna Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara menjelaskan, agenda tersebut merupakan salah satu rangkaian dari beberapa program Karang Taruna Desa Santong dalam bidang sosial dan pendidikan.

Antoni Pratama, Wakil Ketua Karang Taruna Desa Santong menjelaskan, selain untuk memberikan edukasi dan pembinaan, agenda ini didasari fenomena maraknya pernikahan di bawah umur di kabupaten Lombok Utara.

“Berkaca dari banyaknya pernikahan di bawah umur, kami menggelar agenda sosialisasi ini agar adik-adik yang masih dibangku sekolah bisa memahami bahaya atau resiko dari pernikahan di bawah umur,” jelas Anton

Dijelaskan,  Karang Taruna akan terus menggelar agenda pembinaan maupun edukasi terkait masalah kepemudaan.

Harapannya dapat memberikan dampak positif bagi pemuda maupun warga Karang Taruna yang ada di desa Santong.

BACA JUGA: Pengurus DPC PAPPRI Lombok Utara Dikukuhkan

“Kami dari pihak Karang Taruna belum berani memutuskan apakah akan ada agenda lanjutan, karena kami juga harus menyesuaikan dengan anggaran kami pada masa pandemi. Harapannya semoga pihak pemerintah desa dapat memprioritaskan anggaran untuk operasional kami di tahun 2022 nanti, agar banyak hal-hal positif yang dapat kami berikan untuk desa Santong,” kata Anton.

Han




Ketua TP-PKK KLU Hadiri Lomba Kebun Gizi di Bayan

Lomba Kebun Gizi diapresiasi Ketua TP-PKK, karena sangat membantu PKK dalam  penangann masalah gizi, khususya masyarakat desa di Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Hj. Galuh Nurdyiah Djohan Sjamsu menghadiri lomba Kebun Gizi yang diadakan oleh Yayasan Nurani Luhur Masyarakat (YNLM) di Kecamatan Bayan, Minggu (10/10/21).

Ketua TP-PKK KLU hadir dalam lomba kebun gizi

Hadir pula Koordinator JAAM Project YNLM, Firman Laela, Officer Kebun Gizi YNLM Maselina Sedo, para juri serta lainya.

Kebun gizi merupakan salah satu suatu program alternatif masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan untuk keluarganya.

Selain untuk meyediakan bahan pangan, kebun gizi menjadi salah satu sumber pendapatan bagi keluarga dengan menjual hasil kebun dan ditukarkan.

Ketua TP-PKK KLU, Hj.Galuh Nurdyiah menyampaikan, dengan keberadaan YNLM, sangat membantu PKK terutama dalam pengembangan kebun gizi, khususnya di empat desa di wilayah Kecamatan bayan.

BACA JUGA: Kompetisi Reguler Bupati Cup 2022, Ini Rencana PSSI KLU

“Kami dari PKK mengucapkan terimakasih dan mengapreasiasi, kegiatan ini sangat membantu PKK khususnya di Pokja III yang menangani masalah gizi, kebun gizi ke depa tidak hanya di empat desa tetapi semua desa di KLU,” ungkapnya.

Dikatakan, lomba kebun gizi yang diadakan YNLM merupakan program sangat bagus untuk motivasi para kader dalam pengembangan kebun gizi.

Ke depannya, diharapkan pengembangan kebun gizi berkelanjutan, tentunya tidak lepas dari pendampingan dari YNLM maupun dari para kader.

“Kader-kader Champions kebun gizi sangat luar biasa bekerja maksimal di lapangkan. Masukkan dari para juri bisa menjadi catatan, kemudian disempurnakan ke depa,” tuturnya.

Menurutnya, program pendampingan yang dilakukan YNLM di wilayah Bayan ini sangat luar biasa mulai dari pembinaan dan pendampingan

Hj Galuh mengatakan, apa yang dilakukan ini sudah sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, sehingga baik kesehatan maupun gizi keluarga tetap terpenuhi.

“Tentu ke depannya, YNLM tidak hanya melakukan pendampingan tentang gizi saja, tapi juga program pendampingan lainya. Dan bisa berlangsung tidak hanya di Bayan, tapi JUGA di kecamatan lain, dan mudah-mudahan dengan program yang lebih banyak,” harap Hj. Galuh.

Mulai 2017

Officer Kebun Gizi YNLM, Maselina menuturkan, YNLM mulai masuk sejak 2017. Pada awalnya melakukan asesmen, dan mulai aktif menjalankan program di Tahun 2018.

BACA JUGA: Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan di KLU

Namun karena gempa 2018, program YNLM sempat terhenti dan lebih fokus pemberian bantuan pada masyarakat yang terdampak gempa.

“Program yang kami berikan pada masyarakat berkaitan dengan kebutuhan nutrisi, untuk peningkatan status gizi pada anak usia 0 sampai 3 tahun. Dalam projek peningkatan gizi anak ada tiga program yaitu kebun gizi, tumbuh kembang anak dan nutrisi sendiri,” tutur Maselina.

Kebun gizi sendiri sasarannya semua dusun yang ada di empat desa di Kecamatan Bayan yaitu Loloan, Anyar, Sukadana dan Baturakit.

“Keterlibatan PKK dalam hal ini untuk peningkatan gizi pada anak, jadi setiap pengolahan pangan lokal PKK dilibatkan selain juga di PAUD HI,”ungkapnya

Lomba Kebun gizi tingkat kecamatan merupakan apresiasi pada kader Champions kebun gizi YNLM dan orang tua sasaran, yang memiliki status anak BGM dan GK dengan 3 Indikator Penilaian Kelembagaan, Input dan Output.

Kegiatan Penilaian selama dua hari di empat desa dengan tim juri dari PKK, Dikes, DP2KBPMD, DKPPP dan Bagin Kesra.

Hasil dari penilaian para juri menetapkan Juara 1 Desa Sukadana, Juara 2 Desa Batu Rakit, Juara Tiga Desa Loloan serta Empatnya Desa Anyar.

@ng




Kompetisi Reguler Bupati Cup 2022, Ini Rencana PSSI KLU

PSSI Kabupaten Lombok Utara (KLU) merancang penyelenggaraan Kompetisi reguler usia 23 tahun Bupati Cup, setelah beberapa tahun persepakbolaan KLU mati suri

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kompetisi reguler usia 23 tahun Bupati Cup akan diselenggarakan PSSI Kabupaten Lombok Utara.

Ketua PSSI Kabupaten Lombok Utara, H. Raden Nuna Abriadi, S.IP mengungkapkan itu saat rapat internal bersama Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, Jum’at (08/10/21).

Rapat internal yang membahas rencana kompetisi reguler usia 23

Dalam rapat internal itu, Nuna Abriadi menyayangkan keberadaan PSSI yang memprihatinkan, lantaran tidak ada sama sekali kegiatannya belakangan ini.

Nuna membandingkan ketika awal merintis kegiatan event turnamen Bupati Cup, saat itu Bupati Lombok Utara terpiih pertama adalah H Djohan Syamsu, ungkapnya.

“Komunikasi kami sangat inten dengan Bupati saat itu, sehingga kegiatan berbagai evet pun barjalan baik dan berprestasi,” ungkapnya.

BACA JUGA; Pengurus DPC PAPPRI Lombok Utara Dikukuhkan

Ia mengakui, pada tahun sebelumnya komunikasi PSSI KLU dengan Pemda dalam pembinaan persepakbolaan kurang lancar.

Menurutnya, mungkin hal ini disebabkan masalah persepakbolaan kurang dipahami dengan baik sehingga kurang mendapat perhatian.

Padahal permainan oahraga sepakbola ini sudah menjadi bagian kehidupan dari masyarakat, bukan saja di Kabupaten Lombok Utara, namun juga Dunia.

“Untuk menggapai prestasi sepakbola, tidak bisa berdiri sendiri. Harus seluruh kekuatan, seluruh stakeholder pemangku kebijakan termasuk masyarakat harus berperan aktif membangun persepakbolaan,” kata Nuna.

Awal pelaksanaan event turnamen, di era kepemimpinan Bupati Djohan yang pertama, persepakbolaan mampu berprestasi berturut-turut, baik di tingkat Kabupaten, dan menjadi runner-up di kompetisi Kabupaten lain.

Nuna menuturkan di depan Bupati dan pengurus dan anggota PSII lainnya, waktu itu persepakbolaan KLU sangat maju.

Dulu Askab PSSI sampai bisa mengikuti Kompetisi Reguler di luar pulau Lombok, karena sinerginas antara Askab dan Pemda KLU berjalan dengan baik

“Kami ini dan siapapun sangat mencintai sepak bola dan ini menjadi bagian dari keseharian kami. Kecintaan itulah mengikat emosional kami,” katanya.

Namun dituturkannya, dalam masa sulit pun tidak pernah ada kompetisi yang tidak diikuti. Nuna mengaku mengirim tim sepak bola KLU ke pulau Sumbawa.

Walaupun dalam 2 tahun ini tidak mendapatkan dana hibah tapi Askab PSSI KLU tetap mengikuti kompetisi reguler yang diadakan Asprov PSSI NTB baik U. 23 . Maupun U. 17 th

Termasuk mengikuti kompetisi ke Kabupaten lain, meski tidak ada pembiayaan sama sekali.

BACA JUGA: Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

“Kami sengaja memberikan gambaran ini kepada bapak Bupati, agar masyarakat maupun Pemerintah Daerah punya perspektif atau cara pandang yang sama terhadap sepakbola kita,” kata Nuna.

Ia menekankan, untuk saat ini keberadaan klub yang ada di Kabupaten Lombok Utara harus diketahui pihak PSSI KLU.

Nuna bertekad membangun manajemen persepakbolaan yang semi-profesional yang berbasis ITEE dalam bulan ini.

Dan satu bulan ke depan PSSI Nusa Tenggara Barat menggelar kompetisi reguler usia 23 dan 17 tahun, yang diselenggarakan oleh Asprov Provinsi NTB dan diikuti oleh seluruh Kabupaten/kota se Nusa Tenggara Barat.

Saat ini telah ada tim yang sedang bekerja melakukan seleksi para pemain sepak bola dari Kecamatan Bayan sampai Pamenang.

Diharapkan, kegiatan yang dimaksud bisa didukung Pemda dalam pembiayaan operasional. Sebab kegiatan yang dimaksud merupakan upaya penataan organisasi dan rekrutmen pemain.

Persiapan tim yang membawa panji-panji Kabupaten Lombok Utara pada kompetisi pada bulan November mendatang ittu sangat penting.

Dalam rapat internal itu Nuna mendesak pada Pemda KLU memberi dukungan pada agenda penyelenggaraan Bupati Cup kompetisi reguler usia 23 tahun.

Penyelenggaraan yang dimaksud dalam bentuk kompetisi reguler PSSI Kabupaten Lombok Utara. Kompetisi reguler ini membantu membentuk insan sepak bola, agar mereka memahami bahwa sepakbola Kabupaten Lombok Utara tidak sekedar menjadi hobi harian.

“Tapi benar-benar sepak bola menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Lombok Utara,” kata Nuna.

Pemda terjun langsung

Bupati Djohan Sjamsu dalam pertemuan interna itu mengakui, persepakbolaan  memang memerlukan pembiayaan cukup besar dalam rangka pembinaan.

“Saya salut tadi ada menyebutkan ada pembinaan di usia 17 tahun juga grup 23 tahun. Mudah-mudahan pemerintah daerah ikut terjun langsung di dalamnya,” sambut bupati.

Bupati juga menyinggung soal lapangan Gondang yang segera akan ditertibkan, karena masih berdiri bangunan hunian sementara (Huntara).

Selain itu, Bupati Djohan merencanakan lokasi baru untuk lapangan umum, karena tidak menutup kemungkinan lapangan Supersemar Tanjung akan dibangun pusat perkantoran, ungkapnya.

Di akhir rapat internal, PSSI menyerahkan dokumen/proposal rencana kegiatan dan pembiayaan.

@ng

 




Pengurus DPC PAPPRI Lombok Utara Dikukuhkan

Setelah Pengurus PAPPRI KLU dikukuhkan, diharapkan bisa menjadi mewadahi dan mendorong perkembangan musisi lokal

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kepengurusan Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Cabang Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang dipimpin Sully Rahayu Nirmala, S.Pd, dikukuhkan Asisten 1 KLU, Drs HR Nurjati di Tanjung, Jum’at (08/10/21).

Asisten 1 mengukuhkan pengurus PAPPRI Lombok Utara
Drs HR Nurjati

Raden Nurjati mengatakan, sedianya Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu hadir dalam pelantikan, namun karena padatnya kegiatan Kepala Daerah tiap Hari Jum’at, pengukuhan dimandatkan kepada Asisten 1, Drs HR Nurjati.

Nurjati berharap, agar DPC PAPPRI Lombok Utara yang pertama kali terbentuk secara definitif, dapat melaksanakan kegiatan sebagaimana diharapkan.

“PAPRI harus bisa bersaing dengan daerah lain hingga ke tingkat Nasional,” harap Nurjati.

Diakuinya, keberadaan seniman musik di daerah KLU masih jauh tertinggal dibandingkan daerah-daerah lainnya, khususnya di NTB.

BACA JUGA:

Pusat Evakuasi Masyaakat Dibangun di Desa Santong Mulia

Berkaitan dengan dukungan Pemda, Raden Nurjati menyebutkan, belakangan ini kondisi daerah masih berkosentrasi dalam penanganan paskagempa dan pandemmi Covid 19 yang butuh penanganan serius.

Wadah seniman musik

Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) didirikan dengan tujuan menjadi wadah yang menampung aspirasi para seniman musik, pencipta lagu, penyanyi, penata musik, pemusik.

Keberadaan wadah “PAPPRI” sebagai tempat kegiatan baik dalam pembinaan maupun tempat berkreasi sesama pecinta seni musik, serta sebagai sarana komunikasi dan melindungi kepentingan mereka.

Keberadaan PAPPRI diharapkan menjadi motivator yang melindungi industri musik lokal, nasional maupun global, agar berkembang menjadi profesional dan unggul dalam industri musik.

BACA JUGA: Klinik Pertanian Desa Jengggala, Wadah Konsultasi Petani

Menurut Uly, (panggilan akrab) PAPPRI secara resmi terbentuk pada Bulan April 2021, meski secara individual PAPPRI KLU sudah terlebih dulu ada, namun secara kelembagaan belum didefinitifkan.

PAPPRI juga memiliki fungsi sebagai wadah bersama dalam memberikan perlindungan kepada anggotanya atas hak-hak ekonomi dan hak moral karya ciptanya.

Acara pengukuhan pengurus PAPPRI KLU di bawah kepemimpinan Sully Rahayu Nirmala, S.Pd, dihadiri pewakilan OPD Dikbudpora, OPD Pariwisata dan segenap perwakilan seniman se Kabupaten Lombok Utara.

Menurut Sully, saat ini keberadaan para seniman dan musisi yang semakin berkembang di Kabupaten Lombok Utara.

“Karena itu pembentuk wadah PAPPRI sangat dibutuhkan, khususnya bagi seniman musik,” jelasnya.

Di Lombok Utara, kegiatan bermusik tidak asing lagi bagi masyarakat berbagai kalangan, dan sekarang ini ada berbagai macam jenis musik yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Kenikmatan Estetis Musik berfungsi memberikan ketenangan jiwa kepada pendengarnya dengan keindahan yang ada di dalam musik. Seseorang akan merasa senang apabila mendengarkan musik kesukaannya.

“Fungsi musik merupakan media penyampaian nilai-nilai kebaikan melalui melodi maupun lirik lagu, dari pencipta musik kepada para pendengarnya,” jelas Sully

 Struktur Pengurus DPC PAPRI KLU

Ketua, Sully Rahayu Nirmala, S.Pd.

  • Wakil Ketua I; Lukman As’ari,
  • Wakil Ketua II; Fahrurrozi, S.Pd,
  • Sekretaris; Lita Nirmalasari
  • Bendahara: Aricca Kurnia kartini.

@ng

 

 

 




Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan di KLU

Workshop dilaksanakan untuk mengidentifikasi penduduk miskin di KLU, permasalahan yang dihadapi, dan cara mengatasinya dengan program-program di Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Workshop Rencana Aksi Penanggulangan Kemiskinan dan Diimplementasikan dalam RKA 2022 untuk mengidentifikasi sasaran penerima program kemiskinan.

Selain itu untuk menentukan intervensi apa yang akan dilakukan sesuai permasalahan kemiskinan, serta menentukan target intervensi yang akan dimasukkan ke dalam RKA 2022.

Peserta workshop sebanyak 64 orang

Plt. Sekertaris Bappeda Kabupaten Lombok Utara, Parihin,S. Sos, mengatakan itu saat menyampaikan sambutan kegiatan Workshop Rencana Aksi Penanggulangan Kemiskinan dan Diimplementasikan dalam RKA 2022 Kamis (07/10/21).

Menurutnya, angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara Tahun 2020 sebesar 26,99%, masih berada di atas rata-rata kabupaten/kota lainnya di NTB.

BACA JUGA: Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani 

Sehingga harus dilakukan percepatan penurunan angka kemiskinan yang komprehensif, efektif dan efisien. Serta mengidentifikasi penduduk miskin di Kabupaten Lombok utara, permasalahan yang mereka hadapi, dan bagaimana cara mengatasinya dengan program-program yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Ketepatan sasaran program sangat penting untuk percepatan penurunan angka kemiskinan. Jika yang disasar bukan orang miskin, maka penurunan angka kemiskinan tidak tercapai,” kata Parihin.

Kegiatan worshop ini diikuti peserta sebanyak 64 orang, terdiri atas Asisten 1 dan 2, Narasumber penanggap dari akademisi dan praktisi, Kepala Perangkat Daerah beserta Kasubag Program terkait, Kabid terkait serta Bidang Perencana Bappeda.

BACA JUGA: Klinik Pertanian di Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

Peserta yang melaksanakan presentasi pada hari pertama hadir seacara langsung, sedangkan peserta pada hari kedua hadir secara daring melalui zoom.

“Kami apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan narasumber atas dukungan dan partisipasinya dalam mensukseskan Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan ini,” kata Parihin.

@ng

 

 

 




Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

Klinik pertanian di Desa Jenggala satu-satunya di Lombok Utara, berdirinya dilandasi besarnya potensi pertanian serta kompleksnya masalah yang dihadapi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH melaunching klinik pertanian sekaligus mengukuhkan kelompok Taruna Tani melenial Desa Jenggala di Halaman Kantor Desa setempat, Kamis (07/10/21).

Hadir pula Camat Tanjung, Reselim SSos, Kepala Desa Jenggala Fakhruddin SPd, serta undangan lainnya.

Kata bupati, klinik pertanian di Jenggala ini satu-satunya di KLU
Bupati H. Djohan Sjamsu

Bupati launching klinik pertanian di Desa Jenggala

Bupati Djohan menyampaikan, klinik pertanian ini merupakan satu-satunya di KLU. Diharapkan, ke depan klinik pertanian itut dikelola dengan baik, dan harus berkelanjutan untuk mendukung.

BACA JUGA: Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan di KLU

Karena itu, perlu kerjasama dengan Bumdes serta lainya demi kepentingan masyarakat, mengingat Desa Jenggala punya potensi luar biasa.

“Saya mengapresiasi dilaunchingnya klinik pertanian, serta selamat atas di kukuhkannya kelompok tani milenial Desa Jenggala,” ungkap bupati.

Dengan dikukuhkannya petani melenial, mereka anak-anak muda  bersemangat dan enerjik yang memiliki ilmu pertanian, akan berperan penting dalam pengembangan sektor pertanian.

“Harapan saya  kalian anak-anak mudalah yang mengambil peran sebagai petani  biarkan yang tua istirihat,” kata bupati.

Kepala Desa Jenggala, Fakhruddin menyampaikan, hampir 80 persen potensi pertanian yang dimiliki Desa Jenggala. Besarnya  potensi yang dimiliki serta permasalahan kompleks di bidang pertanian mulai dari penanaman hingga panen, hal itu yang mendasari berdirinya klinik Pertanian.

Ke depan, klini pertanian akan menunjang kebutuhan para petani, sebagai salah satu wadah para petani berkonsultasi masalah pertanian.

BACA JUGA: Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

“Harapan kami pada pengurus Bumdes nantinya bisa kerjasama dalam membangun sinergi serta menjalin komunikasi dengan baik dengan Pemda,  khususnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian,” harap Fakhruddin.

Ditambahkan, terbentuknya kelompok Taruna Tani milenial,  bertujuan membantu mewujudkan program Pemda KLU  yang berkaitan dengan ketahanan pangan, pertanian dan perikanan.

@ng




Bupati Djohan: Target Dua Minggu, 70 Ribu Warga KLU Divaksinasi

Untuk mendukung kesiapan NTB menyambut event MotoGP, Bupati Djohan berharap vaksinasi harus mencapai target maksimal, agar ribuan wisatawan bisa berkunjung ke KLU

SANTONG, KLU.lombokjournal.com ~ Bupati kabupaten Lombok Utara, H. Djohan Syamsu, S.H menghimbau kepada masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam rangka vaksinasi untuk mencapai target atau sasaran vaksinasi 70.000 jiwa di kabupaten Lombok Utara secara umum.

Kegiatan Vaksinasi daerah kabupaten Lombok Utara diharapkan bisa mencapai target maksimal, demi mendukung kesiapan daerah NTB khususnya kabupaten Lombok Utara dalam menyambut moment SuperBike Moto G.P di NTB.

BACA JUGA: Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

Djohan Syamsu selaku bupati saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) di desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan menjelaskan, kegiatan vaksinasi sangat diharapkan bisa berjalan lancar demi bangkitnya perekonomian di kabupaten Lombok Utara.

Selain itu dengan adanya event MotoGP di NTB tentu akan menggaet banyak wisatawan asing yang mengunjungi daerah NTB, terlebih juga Kabupaten Lombok Utara.

Sehingga target vaksinasi masyarakat kabupaten Lombok Utara diharapkan bisa segera mencapai target maksimal ketika wisatawan asing mulai berdatangan ke daerah NTB dan khususnya Kabupaten Lombok Utara.

“Saya sudah rapatkan beberapa hari kemarin bahwa target kita dua minggu ini 70.000 sudah divaksin, sehingga masyarakat KLU ini 130.000 dari 180.000 sasaran, sudah divaksin. Karena kita akan menyambut event MotoGP dan tentu ribuan wisatawan akan datang ke daerah kita dan kita bisa siap menyambut hal tersebut.” kata Bupati Djohan, Kamis (07/10/21).

Kemudian dijelaskan, penurunan anggaran daerah mencapai 300 milyar di tahun 2021 ini, karena dampak dari pandemi Covid-19. Sehingga penurunan ini mempengaruhi upaya percepatan pembangunan.

Sehingga yang sangat berpotensi menunjang hal tersebut adalah peningkatan sektor pariwisata dan pertanian, sehingga sangat didorong untuk percepatan target vaksinasi di Kabupaten Lombok Utara.

“APBD kita turun hingga 300 milyar pada tahun 2021 ini, ditambah lagi dengan pendapatan asli daerah yang tadinya 250 milyar, sekarang menjadi 100 milyar, sehingga ini menjadi persoalan daerah.” jelas Bupati Djohan.

Djohan Syamsu juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait terhambatnya percepatan pembangunan daerah di masa pandemi.

BACA JUGA: Pelatihan Mendogeng untuk Tumbuh Kembang Anak

Kendati begitu H. Djohan Syamsu menyampaikan suka citanya atas predikat zona hijau untuk daerah Kabupaten Lombok Utara.

“Saya minta maaf kepada saudara-saudara sekalian, masyarakat saya khususnya di Kecamatan Kayangan ini. Belum banyak yang bisa saya lakukan dalam rangka percepatan pembangunan daerah. Semoga pandemi ini segera berakhir, dan cek terkhir saya bahwa hari ini kita sudah zona hijau, tapi kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan dan tentunya selalu menggunakan masker,” kata Bupati Djohan.

Han




Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

Pusat Evakuasi Masyarakat yang pembangunannya didanai Yayasan Sheep Indonesia juga akan menjadi ruang alternatif bagi setiap agenda pemberdayaan masyarakat

SANTONG, KLU.lombokjournal.com ~ Peletakan batu pertama pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM), Kamis (07/10/21), dilakukan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu di Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara merupakan perkembangan menggembirakan pembangunan di Kecamatan Kayangan.

Pusat Evakuasi Masyarakat bisa jadi alternatif tempat pemberdaayaan
Andrea Subiyono

Petakan batu pertama itu dihadiri Wakil ketua DPRD Lombok Utara, Kepala BPBD Lombok Utara, Direktur Yayasan Sheep Indonesia, dan Camat Kayangan.

Pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) ini merupakan dukungan Yayasan Sheep Indonesia (YSI) dari pendanaan hingga perancangannya dengan tujuan untuk memberikan bantuan perlindungan kepada masyarakat saat situasi darurat bencana.

BACA JUGA:

Perayaan Mandi Safar di Gili Tahun Ini Lebih Sederhana, Ini Alasannya

Andrea Subiyono, Direktur Yayasan Sheep Indonesia menjelaskan, pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) tersebut dirancang secara khusus oleh arsitek senior dengan melakukan pengkajian struktur area dan menyesuaikan dengan kemungkinan bencana yang bisa terjadi.

Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) dijelaskan, juga bisa menjadi ruang alternatif bagi setiap agenda pemberdayaan masyarakat dalam bidang sosial.

Pembangunan PEM menelan biaya 3,1 Milyar dan diakomodasi sepenuhnya oleh Yayasan Sheep Indonesia (YSI).

“Pusat Evakuasi Masyarakat ini didesign untuk sistem mitigasi desa, dan kami menganggarkan hingga 3,1 Milyar untuk pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) ini.” kata Andrea

Dijelaskan, bangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) tersebut bisa juga difungsikan untuk kegiatan bidang kebudayaan dan edukasi bagi anak-anak dan masyarakat umum.

Pembangunan pun akan dilakukan selama minimal 10 bulan dan dengan memberdayakan pekerja lokal di Desa Santong Mulia, dengan tujuan untuk memberikan edukasi atau pengalaman baru bagi pekerja konstruksi bangunan dengan sistem yang baru dan lebih modern.

“Pengerjaan pembangunan ini membutuhkan waktu minimal 10 bulan dan kami menggunakan jasa tukang atau pekerja lokal agar kami bisa memberikan transfer ilmu terkait pembangunan dengan struktur-struktur baru.” jelas Andrea

Bupati kabupaten Lombok Utara, H. Djohan Syamsu, S.H dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada pihak Yayasan Sheep Indonesia (YSI) terkait pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM).

Peran pihak YSI dalam pengembangan berbagai bidang di kabupaten Lombok Utara telah terbukti dapat membantu kerja pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat secara umum.

BACA JUGA: Bupati Djohan: Target Dua Minggu, 70 Ribu Warga KLU Divaksinasi

“Saya sebagai kepala daerah sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada yayasan sheep indonesia, dengan dana 3,1 Milyar terbilang sangat luar biasa dan semoga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” jelas Bupati Djohan.

Han




Perayaan Mandi Safar di Gili Tahun Ini Lebih Sederhana, Ini Alasannya

Di tengah acara perayaan Mandi Safar, Kadis Pariwisata NTB minta pelaku pariwisata di Gili mengambil peran dalam event MotoGP

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Acara perayaan Mandi Safar di Dusun Gili Meno Desa Gili Indah Rabu (06/09/21)  sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, penyelenggaraannya lebih sederhana dan tak semeriah sebelumnya.

Penyelenggara upacara tradisi itu berlangsung di tengah pandemi Covid-19, sehingga banyak aturan yang membatasi.

Wabup di tengah-tengah perayaan Rebo Bontong

Masyarakat Dusun Gili Meno antusias dalam perayaan Rebo Bontong

Pembatasan yang ditekankan, penyelenggaraannya harus memperhatikan protokol kesehatan (prokes), berarti menghindari kerumunan banyak orang, serta aturan prokes lainnya.

Pemerintah KLU berharap tidak ada lagi penambahan kasus positif Covid-19, tujuannya agar sektor Pariwisata segera pulih.

BACA JUGA: Workshop Implementasi Program LED di KLU, Dibuka Bupati

“Saya menghimbau pada masyarakat tidak mengabaikan Prokes guna menjaga diri, keluarga dari virus pandemi covid 19 dan masyarakat yang belum vaksin untuk segera melakukan suntik vaksin,” kata Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng yang ikut acara perayaan Mandi Safar di Dusun Gili Meno.

Hadir pula pada acara tersebut, Kadis Pariwisata  NTB Yusron Hadi ST, PLT Kadis Pariwisata KLU DRs. Ainal Yakin, PLT Kadis Perhubungan KLU, Ir. M Wahyu Darmawan serta undangan lainnya.

Upacara Mandi Safar atau lebih dikenal dengan Rebo Bontong menjadi ritual rutin masyarakat setempat yang jatuh setiap bulan Safar.

Ritual Rebo Bontong merupakan perpaduan budaya warga Sasak dan Islam, untuk memohon berkah.

Wabup Danny menyampaikan, Mandi Safar adalah budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Kegiatan itu

“Kegiatan mandi sapar ini menjadi bukti keberadaan pemerintah di tengah masyarakat, dalam situasi dan kondisi apa pun, terlebih di masa sulit sperti sekarang ini,” ungkap Wabup Danny

Dalam kesempata itu, Kadispar NTB Yusron Hadi mengharapkan pelaku wisata di KLU, khususnya di Desa Gili Indah, menyiapkan diri dan mengambil peran pada  event Internasional Moto GP yang dilaksanakan di Mandalika Lombok Tengah.

Pihaknya yakin event tahunan berdampak pada pariwisata yang ada di KLU.

BACA JUGA: BI NTB Dukung Pemanfaatan Bahan Organik untuk Bawang Merah

“Wisatawan yang nantinya datang pasti akan mngunjungi tempat tempat wisata yang ada di NTB termasuk Gili Trawangan, Gili air dan Gili Meno akan menjadi pilihan mereka nantinya,” jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan “serakalan” (baca barzanji), zikir dan berdoa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.

Rangkaian prosesi ini bertujuan untuk memohon keselamatan dan tolak bala, serta dilanjutkan dengan acara mandi bersama di pantai.

@ng

 

 




Workshop Implementasi Program LED di KLU, Dibuka Bupati

Kegiatan workshop penyampaian hasil Implementasi peningkatan kapasitas diperlukan warga Desa Sambi Elen, setelah ada pendampingan dari Paluma dan UNDP

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pelaksanaan workshop penyampaian hasil implementasi program Local Economic Development (LED), kolaborasi kelompok dan masyarakat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lombok Utara (KLU), dibuka Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH, di Aula Bupati, Rabu (06/10/21).

Bupati membuka woekshop penyampaian hasil pendampingan
Bupati H Djohan Sjamsu

Hadir pula Para Staf Ahli Bupati, Perwakilan PALUMA Yogyakarta, Perwakilan UNDP,Camat Bayan Denda Peniwarni SE, Kades Sambik Elen Muhammad Katur serta undangan lainnya.

Menurut Bupati Djohan, acara workshop penting bagi masyarakat utamanya yang berada di Sambik Elen. Khususnya dalam penyampaian hasil Implementasi peningkatan kapasitas  di wilayah paling ujung timur KLU, di bawah binaan UNDP dan Paluma.

“Pemda sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh PALUMA dan UNDP  dalam rangka pendampingan dan membina UMKM yang ada di Desa Sambik Elen,” tuturnya.

Pemulihan pasca gempa 2018 meluluh lantahkan seluruh sarana perasarana di KLU  yang hingga kini belum seluruhnya terbangun kembali. Terlebih  pada Tahun 2020, terjadi bencana non alam yakni pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Pelatihan Mendongeng untuk Tumbuh Kembang Anak

Kondisi ini memberikan dampak cukup signifikan bagi proses pembangunan di daerah.

Pandemi juga berdampak pada UMKM dan perekonomian daerah  mengalami keterpurukan, hanya yang masih bertahan sektor pertanian.

“Harapan saya untuk masyarakat yang ada di Desa Sambik Elen, program  pendampingan yang dilakukan oleh Paluma dan lainnya tidak berhenti, dan bisa berkelanjutan,” harapnya.

Pemda mendukung sepenuhnya program yang bertujuan mengembalikan semangat masyarakat untuk kembali berusaha dan berikhtiar membangun ekonomi untuk menunjang kehidupan keluarga serta lainya.

Menurut bupati, potensi Desa Wisata di KLU  sangat bagus, tinggal bagaimana dikelola dengan baik dan ke depan produk UMKM bisa dipasarkan.

Kepala Desa Sambik Elen, Muhammad Katur dalam laporannya menyampaikan, kehadiran PALUMA selama dua tahun mampu memperlihatkan dampak positif bagi masyarakat Sambik Elen.

“Berkat pendampingan dari Paluma dan UNDP, banyak hal yang masyarakat kembangkan mulai dari pembinaan UMKM, SDM, sumber daya alam serta lainnya yang berpotensi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat kami,”ungakpya.

Semua UMKM Desa Sambik Elen mengikuti workshop, dan ke depa kita memerlukan sistem pengelolaan pembangunan  yang baik khususnya di desa.

Peran pemda di dalamnya sangat penting, karena  pendampingan dari PALUMA, di Desa Sambik Elen telah melahirkan setidak ada 6 Perdes yang bertujuan untuk mendukung kegiatan serta pelaksanaan programnya.

BACA JUGA:

Perayaan Mandi Safar di Gili Tahun Ini Lebih Sederhana, Ini Alasannya

“Terimakasih kepada Paluma dan UNDP serta lainya, yang selama ini melakukan pendampingan pada masyarakat kami,” kata Muhammad Katur.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan peninjauan stand Pameran UMKM dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

@ng