Warga Dusun Gol Panen P2L, di Saat Pandemi Covid-19 

Di saat pandemi Covid-19, warga Dusun Gol, Desa Medana, Kecamatan Tanjung panen hasil kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). walau dengan skala kecil

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Di tengah mewabahnya pandemi Covid-19 hingga saat ini, persoalan pangan dan ketahanan pangan menjadi trending isu menarik yang dibicarakan.

Menjawab persoalan pangan di tengah terpaan pandemi Covid-19 saat ini, tentu peran sektor pertanian akan memberikan jawaban.

Warga Dusun Gol merasakan mafaat P2L Hasil dari kegiatan P2l yang dilakukan warga

Berdasarkan Undang–Undang (UU) No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Kabupaten Lombok Utara dalam mengimplementasikan UU Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah”.

BACA JUGA: Vaksinasi Lintas Agama oleh Muhammadiyah KLU

Penjelasan itu disampaikan Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Sugiartadi, SP, pada media ini, Rabu (13/10/21) saat melakukan monitoring ke delapan (8) titik progeram P2L yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Utara Rabu 13/10-2021.

Menurutnya, di Lombok Utara urusan pangan dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan,Pertanian dan Perikanan (DKPPP) KLU.

Sugiartadi mengatakan, setidaknya ada 5 kegiatan yang sedang berjalan pada tahun 2021, yaitu:

  1. Program Pengembangan Konsumsi dan Penganekaragaman
  2. Program Pengembangan Pengawasan, Kerjasama dan Informasi Keamanan Pangan,
  3. Program Pengawasan dan Pengujian Pangan Segar
  4. Program Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, dan
  5. Program Distribusi dan Cadangan Pangan.

Salah satu program yang mendukung ketahanan pangan sebagai sumber pangan keluarga adalah program pengembangan Konsumsi dan Penganekaragaman dengan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Kegiatan ini merupakan program kerja yang digagas oleh Kementerian Pertanian yang digerakan sejak tahun 2010 dengan nama Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dilaksanakan didaerah oleh oleh Dinas DKPPP kabupaten Lombok Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan dIdukung program pemerintah untuk penanganan daerah prioritas intervensi stunting.

Atau penanganan prioritas daerah rentan rawan pangan atau pemantapan daerah tahan pangan.

Kegiatan ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga.

Seain itu, berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Menteri Pertanian dalam berbagai kesempatan minta kepada seluruh Pemerintah Daerah dari gubernur hingga tingkat desa, agar mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.

“Manfaat Pekarangan Pangan Lestari (P2L), antara lain Pemenuhan Pangan dan Gizi keluarga, dan Peningkatan Perekonomian/pendapatan keluarga. Serta Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanganan rawan pangan dan gizi,” tutur Sugiartadi.

Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) terbukti mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan warga desa di tengah merebaknya wabah covid 19 yang terjadi saat ini, tuturnya.

Senada dengan Kepala UPTD Tanjung, Aki Suharti, S.Pt, yang didampingi PPL, Sofian,S.Pt dan Kepala Seksi Bidang Penyuluhan, I Made Dody  mengatakan, ternyata sangat dirasakan manfaatnya oleh Kelompok Wanita Tani (KArdikaWT) “PadaMara”, Dusun Gol, Desa Medana, Kecamatan Tanjung.

Dusun itu merupakan salah satu binaan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan KLU dalam kegiatan P2L.

Ketua KWT Hj. Kartini mengungkapkan, manfaat kegiatan P2L saat pandemi ketika, ada social distancing dan pembatasan kegiatan.

BACA JUGA: Menanam Pohon Waru, Alternatif Cegah Abrasi

“Saat kita tidak boleh keluar, kelompok saya panen terus walau dengan skala kecil, saya kalau membutuhkan cabe, sayur tinggal petik dipekarangan dan untuk ikan lele tinggal ambil saja, bahkan saya bisa menjual bibit sayuran ke warga sekitar “ katanya.

KWT “PadaMara” ini adalah salah satu kelompok yang telah mendapatkan bantuan program kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dari Kementerian Pertanian pada tahun 2021.

Dengan jumlah anggota KWT yang berjumlah 30 orang ini mempunyai lahan demplot yang dikerjakan bersama, tuturnya pada wartawan media ini, hRabu.

@ng




Vaksinasi Lintas Agama Oleh Muhammadiyah KLU

Pemerintah menargetkan vaksinasi masyarakat harus mencapai 70 persen dari jumlah penduduk, karena itu semua instansi bergerak termasuk Muhamadiyah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH membuka secara resmi Vaksinasi Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Muhamadiyah Lombok Utara, di Kantor PDM Muhamadiyah Dusun Lekok Desa Gondang, Rabu (13/10/21).

Hadir pula Pimpinan Daerah Muhammadiyah KLU Drs. Parthu MSc, Wakapolres Lotara Kompol Setia Wijatono SH,Plt.Kepala Dinas Kesehatan dr.H Abdul Kadir,Plt Kepala DLHPKP H Husnul Hadi SKm, serta undangan lainnya.

Bupati mengapresiasi vaksinasi lintas agama yang dilakukan muhammadiyah
H. Djohan Sjamsu

Muhammadiyah seleggarakan vaksinasi intas agama

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide Inovasi

Bupati Lombok Utara menyampaikan, vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah dalam upaya memotong rantai penularan Covid 19 di Indonesia, khususnya KLU.

“Pemerintah sendiri menargetkan masyarakat yang divaksin harus mencapai 70 persen dari jumlah penduduk yang ada saat ini,”ungkapnya

Ikhtiar kita untuk melakukan vaksinasi harus menyeluruh tidak bisa setengah-setengah dan membutuhkan partisipasi untuk membebaskan masyarakat kita dari Covid 19.

Terlebih target 70 persen sudah banyak upaya dilakukan oleh Pemerintah Daerah bersama Stekholder lainnya dengan rata-rata masyarakat harus tervaksin 5000 orang setiap harinya.

“Semua instansi bergerak dalam hal ini termasuk Muhamadiyah yang melakukan vaksinasi lintas agama ini,” ungkapnya

Covid 19 suatu virus yang tidak nampak namun dampak sangat kita lihat di sekitar kita.

“Terimakasih kepada pimpinan muhammadiyah yang bekerja sama dengan pimpinan pusat yang melakukan vaksinasi kepada masyarakat Lombok Utara,” ujarnya

Sementara itu PDM KLU, Drs H Parthu mengungkapkan, vaksinasi yang dilakukan oleh jajaran Muhammadiyah di seluruh Indonesia sebagai bentuk ikhtiar dari muhamadiyah yang secara serius memutus rantai Pandemi.

Covid-19 melanda kita semua sejak 2020 lalu, banyak dampak yang kita rasakan pada kehidupan masyarakat.

BACA JUGA: Menakjubkan, Lahan nonProduktif Disulap Jadi Kebun Sayur

“Dengan adanya kegiatan vaksinasi ini nantinya terwujud target capaian yang diinginkan pemerintah bisa terpenuhi, gunanya mewujudkan masyarakat bebas beraktivitas sehari-hari,” jelasnya.

@ng




Menanam Pohon Waru, Alternatif Cegah Abrasi

Dengan menanam pohon Waru, Wabup Danny berharap berdampak positif dan signifikan untuk kelestarian lingkungan di sepadan pantai Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wabup Lombok Utara, Danny Karter Fenrianto Ridawan ST MEng Tanam Pohon Waru di Pantai Penyambuan Desa Jenggala, Selasa (12/10/21).

Wabup usai menanam pohon waru

Hadir pada acara tersebut Kalaksa BPBD, M Zaldi Rahadian ST, Kepala Desa Jenggala, Fahruddin SPd, Danramil Tanjung, Kapten Inf zainul Fahri, Barisan Relawan Siaga encana serta undangan lainnya.

Wabup Danny menyampaikan, program pencegahan bencana harus memiliki management yang bagus.

Permasalahan serius terhadap sempadan pantai, dibutuhkan langkah strategis untuk mengantisipasinya salah satunya dengan penanaman pohon waru.

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide Inovatif

“Ini akan menjadi komitmen kita bersama untuk menjaga kelestarian alam di beberapa titik yang ada di KLU. Tidak hanya menanam lalu di tinggalkan begitu saja, tapi bagaimana merawat apa yang kita tanam,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Wabup Danny, populasi manusia semakin meningkat sedangkan sumber mata air mulai berkurang,  yang disebabkan pemanasan global dan banyaknya menebangan pohon secara besar-besaran.

Sedangkan ketersediaan air bersih selalu di butuhkan oleh masyarakat, ke depan dibutuhkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Harapan saya dari kegiatan yang di laksanakan oleh BPBD nantinya dapat memberikan dampak positif dan signifikan untuk kelestarian lingkungan di sepadan pantai Lombok Utara,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kalaksa BPBD KLU Zaldi juga menambahkan, pihaknya akan melaksanakan penanaman bibit pohon waru di sepanjang pantai dari pemenang sampai Bayan.

“Kami sudah melaksanakan kegiatan ini dari hari Minggu kemarin, mulai dari pesisir Pantai wilayah pemenang dan hari ini penyambuan kemudian dilanjutkan ke pantai di wilayah Kayangan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Menakjubkan, Tanah nonProduktif Disulap Jadi Kebun Sayur

Acara berjalan dengan lancar dan di akhiri dengan penanaman bibit pohon waru serta tetap menggunakan protokol kesehatan secara ketat.

@ng




Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide inovasi

71 ide inovasi dari 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah dilahirkan dari Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional, Pemkab Lombok Utara lokus pertama yang melaunching inovasi

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Sejarah baru terukir di Kabupaten Lombok Utara, dengan dilaunchingnya Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional 2021 dan Penandatanganan Komitmen Pelaksanaan Inovasi, di Aula Bupati Lombok Utara, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (12/10/21).

Bupati Lombok Utara menyampaikan sambutan
Bupati H. Djohan Sjamsu

Kegiatan itu merupakan wujud kreativitas dan kerja keras dalam melayani masyarakat.

“Sesuatu yang selama ini dirasa sulit menjadi mudah, dan yang selama ini lambat menjadi cepat,” kata Dr. Tri Widodo W. U., MA, Deputi Kajian dan Inovasi Administrasi Ne

gara, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) dalam acara launching itu.

Menurutnya, melalui inovasi kita berupaya menghadirkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan cara-cara baru.

Dicontohkan tentang pelayanan Arsip Keliling, mungkin di suatu tempat pelayanan kearsipan hanya bisa dilakukan di kantor arsip.

BACA JUGA: Menakjubkkan, Lahan nonProduktif Disulap Jadi Kebun Sayur

“Namun yang terlihat dari ide inovasi di Kabupaten Lombok Utara adalah dengan turun di lapangan dan membangun kesadaran serta literasi terhadap kearsipan. Itulah sebuah gagasan yang bisa kita sebut sebagai not bussiness as usual,” terang Tri Widodo.

Lebih lanjut Tri Widodo memberikan contoh lain dari inovasi yang digagas oleh Puskesmas Tanjung yaitu Ketupra TB (Ketuk Pintu Rumah Pasien TB) yang dilatar belakangi oleh masalah penyakit TB.

Kalau dibiarkan akan menjadi berbahaya dengan banyaknya pasien yang tidak terdeteksi sehingga muncul cluster keluarga.

Di Puskemas Tanjung, sudah berkomitmen bahwa tidak boleh satupun pasien yang terlewat untuk diketuk pintunya dan dirawat. Ini merupakan bentuk aktualisasi pelayanan publik, yang menghadirkan Negara bukan hanya sebagai semboyan dan tagar.

Bukan hanya itu, menurut Tri, semangat untuk pemberdayaan saya tangkap dari Dinas PU yaitu inovasi Beriuk Merikek Jalan (Perbaikan Jalan dan Jembatan berbasis Peran Serta Masyarakat). Inilah yang dimaskud dengan mobilisasai dan orkestrasi.

“ Saat ini tugas kita sebagai Pemerintah bukan hanya sebagai juru bayar, namun dituntut untuk mampu melakukan mobilisasi dan orkestrasi. Ketika kita terkendala dengan anggaran, maka solusinya kita harus berkolaborasi dengan yang lain, termasuk masyarakat”, tutupnya.

71 ide inovasi

Bupati Lombok Utara, Bapak H. Djohan Sjamsu, S.H., dalam sambutannya menyampaikan dukungan dan arahan kepada seluruh OPD untuk dapat melaksanaan 71 ide-ide inovasi tersebut.

Sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan dalam rangka mengingkatkan daya saing daerah.

BACA JUGA: Duta Petani Milenial KLU Diskusi Dengan Wabup

“Kabupaten Lombok Utara lahir 13 tahun yang lalu memiliki angka kemiskinan yang cukup tinggi yaitu 43,14%. Dalam 10 tahun terakhir ini telah berubah menjadi 26.9%. Kami meyakini bahwa dengan adanya inovasi-inovasi ini nantinya akan dapat membawa perubahan. Inilah yang menjadi pemicu kami, agar kita secara bersama-sama dapat keluar dari daerah tertinggal”, ungkapnya.

Senada dengan Tri Widodo, Djohan Sjamju menekankan, inovasi bukanlah hal yang tabu, namun suatu keharusan yang mesti dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemajuan daerah.

“Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada LAN yang telah mendampingi segenap OPD kami. Semoga segala ikhtiar yang kita lakukan dapat meningkatkan daya saing Kabupaten Lombok Utara”, tutupnya.

Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala Pusat Inovasi Administrasi Negara (PIAN) LAN RI, Dra. Isti Heriani, MBA,.

Ia menyampaikan laporan penyelenggaraan Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional 2021 dengan tema “Akselerasi Inovasi Tata Kelola Pemerintah dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah”.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Kepala Daerah Kabupaten Lombok Utara beserta jajarannya, terutama kepada Bappeda yang telah bersemangat dan berkomitmen tinggi mengawal tahapan demi tahapan. Harapannya kegiatan ini dapat segera diimplementasikan dan dikawal sehingga dapat meningkatkan indeks inovasi daerah,” katanya.

Laboratorium inovasi yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Utara ini merupakan Program Prioritas Nasional 2021 yang dibiayai oleh APBN bersama 3 Kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan Kabupaten Sorong.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menjadi lokus pertama yang melakukan kegiatan launching inovasi.

Total sebanyak 71 ide inovasi dari 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah dilahirkan dari Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional ini.

Dalam perjalanannya, LAN melalui PIAN telah melakukan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara baik secara virtual dan klasikal sejak awal bulan April 2021.

@ng

 




Menakjubkan, Lahan nonProduktif Disulap Jadi Kebun Sayur

Semula jadi ejekan, tapi kerja keras dan keuletan Taufik dan kelompok taninya menakjubkan, yaitu mengubah tanah nonproduktif jadi kebun sayur yang meningkatkan pendapatan petani

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Lahan pertanian seluas sekitar 1.17 hektar yang semula dianggap nonproduktif, disulap jadi kebun sayuran segar.

Keberhasilan mengolah lahan di Dusun Batu Ampar, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara itu, tak lepas dari tekad dan kerja keras Taufik Hidayat dan kawan-kawannya di KelompoK Tani “Berkah Bersama”, di bawah binaan Kepala Kantor Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) Tanjung, Aki Suharti, S.Pt dan PPL Desa Sokong Yody Cahyanto.

Hasil Cabe dari upaya Taufik yang menakjubka Tnaman sayuran lainnya yang menakjubkan dari lahan yang semula nonproduktif

Melihat lahan nonproduktif, Taufik dan kelompoknya menggagas untuk menanam sayur-sayuran, termasuk menanam cabe.

Alasannya, sayur-sayuran menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari dan bernilai ekonomi tinggi. Dan para petani pun punya perhatian menanam sayuran pada areal persawahan maupun perkebunan, karena bisa meningkatkan pendapatan.

Menggagas menanam sayur-sayuran akhirnya juga menyasar kebun kurang produktif di Dusun Sokong, yang merupakan salah satu program yang dikembangkan oleh UPTD Tanjung.

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide inovasi

Semula Taufik menanam sayuran seluas kurang lebih 25 are sejak peristiwa gempa bumi 7,0 skr menimpa Lombok Utara.

Kemudian menanam sayuran dikembangkan lagi hingga 1,17 Ha, kerja sama dengan pemilik kebun warga setempat yang terletak di Dusun Batu Ampar, Tanjung yang jadi salah satu contoh gagasan Taufik Hidayat selaku Ketua Kelompok Tani “Berkah Bersama”.

Taufik sendiri bersama keluarga pernah ikut progeram transimigrasi ke Kalimantan Utara dan kembali ke tempat asalnya karena peristiwa Perang Sampit.

Tanah yang semula non produkrtif jadi kebun sayur yang menakjubkan

Ia termasuk petani ulet yang tidak gampang menyerah meski dalam kegiatannya pernah jadi gunjingan orang-orang di dusunnya.

Semula upaya menanam sayuran itu tak berjaan mulus, karena Taufik sering diejek dan diragukan keberhasilan. Namun Taufik dan kawan-kawanya tak putus asa, dan keuletan dan kerja keras itu merubah lahan yang tidak produktif menjadi produktif.

“Alhamduillah, akhirnya tanah yang tak produktif itu bisa bernilai ekonomi,” kata Taufik kepada lombokjournal.com yang sempat mewawancarinya, Selasa (12/10/21).

Modal 60 juta

Taufik menuturkan, modal sebanyak 60 juta rupiah disiapkan untuk memulai menanam sayur-sayuran. Mulai biaya pengembangan tanah nonproduktif itu. Dimulai dari pembersihan lokasi, pengolahan, pembibitan, penanaman hingga perawatan untuk tanaman sayuran.

“Ternyata dengan modal 60 jutaan dan hasilnya cukup bagus. Kami sudah jalani sejak September 2018,” tutur Taufik.

Manfaatnya sudah banyak dirasakan oleh warga setempat dan laku di pasar Tanjung. Karena banyak permintaan hingga ke luar daerah KLU, maka kami mencoba kerja sama dengan pemilik kebun sistim bagi hasil dan kerja kelompok, tuturnya.

BACA JUGA: Duta Petani Milenial KLU Diskusi dengan Wabup

“Sayurnya bagus, segar, tidak mengandung bahan kimia, serta harganya terjangkau bahkan lebih murah dibanding beli di pasar. Keuntungannya bisa metik sendiri, pilih sayur yang disukai sendiri dan juga bisa foto-foto sama keluarga,” ungkap Taufik Hidayat.

Taufik pun mengaku hingga saat ini belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah atas usaha bertani yang dilakukan bersama anggotanya. Ia berharap mendapatkan bantuan hand traktor dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan (DKPPP – KLU).

Rencananya, pada panen perdana yang diperkirakan di awal bulan Januari 2022 akan mengundang Bupati dan OPD terkait, untuk bersama sama menyaksikan langsung usaha yang di lakukannya, tutur Taufik.

@ng

 




Duta Petani Milenial KLU Diskusi dengan Wabup

Wakil Bupati Lombok Utara, Dani Karter mengunjungi Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan, untuk mita saran dan masukan dari kelompok tani

SANTONG,KLU.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara, Dani Karter Febrianto Ridawan, S.T., M. Eng.  melakukan kunjungan dalam rangka berdiskusi dengan tim Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan (DPM – DPA) KLU, di Dusun Lokoq Tujan Desa Sesait, Senin (11/10/21).

Duta Petani memberi masukan pada wabup

Kunjungan sekaligus diskusi berlokasi di kediaman Ismu Ningrat, Koordinator Daerah DPM-DPA KLU yang telah dikukuhkan dan mendapatkan S.K langsung dari Kementerian Pertanian pada 6 Agustus 2021 lalu.

Ismu Ningrat menjelaskan bahwa agenda tersebut digelar dengan tujuan untuk memperkenalkan tentang Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan kepada pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara.

“Agenda kami hari ini dalam rangka memperkenalkan diri kepada pihak pemerintah kabupaten Lombok Utara dan juga kami sangat berharap bisa bersinergi dengan pihak Dinas Pertanian di kabupaten Lombok Utara ini.” jelas Ningrat.

BACA JUGA: Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria KLU Dibuka Bupati

Pihak DPM-DPA KLU menjelaskan juga, telah membentuk kelompok-kelompok binaan dari beberapa desa dengan pendanaan pembinaan masih swadaya atau hasil dari iuran masing-masing tim dari Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan (DPM-DPA) KLU.

“Tim kami yang masih berjumlah 7 orang ini rata-rata telah memiliki kelompok-kelompok binaan di wilayah masing-masing dan karena kami ini statusnya relawan jadi pendanaannya swadaya atau iuran,” kata Ningrat

Kemudian pada sesi diskusi, Wabup Dani Karter menjelaskan, pihak pemerintah telah mengupayakan agar pengembangan sektor pertanian di daerah Lombok Utara bisa mendapatkan perhatian dari dinas-dinas terkait maupun pihak lain di luar pemerintahan.

Namun Dani mengungkapkan bahwa pihak pemerintah juga sangat membutuhkan saran atau masukan dari masyarakat maupun kelompok-kelompok tani guna meningkatkan pengembangan pertanian di daerah Kabupaten Lombok Utara pada umumnya.

“Kami juga butuh masukan-masukan dari semua pihak, terkait bagaimana mengembangkan sektor pertanian kita di KLU ini,” kata Dany

Peningkatan dalam bidang pertanian, dijelaskan bahwa perlu juga adanya pendataan setiap aspek yang ada di sektor pertanian tersebut.

Pendataan dari tingkat desa haruslah benar-benar sesuai dengan keadaan dilapangan agar pihak pemerintah dapat melakukan pembenahan secara tepat sesuai data yang didapatkan.

BACA JUGA: Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini di Santong

“Sebagai langkah pembenahan, kami juga sangat menghimbau agar pihak-pihak pemerintahan yang bekerja pada lingkup desa untuk memberikan data – data yang valid agar nanti ketika membuat SOP terkait peningkatan pengembangan setiap sektor termasuk juga sektor pertanian bisa tepat sasaran,” tutup Dani.

Han




MTQ IX Lombok Utara Digelar 11 – 15 Oktober 2021

Penyelenggaraan MTQ IX untuk mengukur perkembangan peserta Lombok Utara, untuk berjuang di tingkat lebih tinggi, mulai level Provinsi hingga Internasional

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-IX Tingkat Kabupaten Lombok Utara akan digelar mulai tanggal 11 Oktober hingga -15 Oktober 2021.

Penyerahan piala menandai dimulainya penyelenggaraan MTQ IX di KLU

Hal itu diungkapkan Kabag Kesra, Alwi Agusto, S.Si., M.Pd, bahwa MTQ Pemerintah Kabupaten Lombok Utara secara resmi digelar tanggal 11-15 Oktober 2021.

Penekanan kegiatan kali ini adalah mengukur perkembangan peserta Lombok Utara, untuk berjuang di tingkat yang lebih tinggi, mulai level Provinsi hingga Internasional.

Sehingga bisa menentukan metode pembinaan secara efektif dan berkesinambungan baik dari tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten.

”Meskipun MTQ IX tahun ini digelar secara sederhana, karena masih pandemi Covid -19, namun kita berharap besar agar seluruh kafilah yang mengikuti nantinya dapat menorehkan prestasi gemilang dan mengharumkan nama Kabupaten Lombok Utara baik di tingkat Provinsi nantinya,” kata Alwi Agusto.

BACA JUGA: Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini di Santong

Alwi Agusto menambahkan, jumlah peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Lombok utara ini sebanyak 193 kafilah yang terbagi sesuai jadwal kegiatan.

Plt. Sekda, Anding Dwi Cahyadi,S.STP, MM selaku Ketua Dewan Hakam MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara mengatakan, kegiatan MTQ IX yang mulai digelar akan diselenggarakan secara sederhana dan tetap mengedepankan Protokol Kesehatan.

Meskipun dilaksanakan sederhana, namun tetap kita mengharapkan kualitas maksimal dengan mengedepankan keadilan dan profesionalitas.

Adapun lokasi perlombaan dibagai dalam 7 (tujuh) arena, yaitu di Masjid Baiturrahim Islamic Center, Masjid Borok Samaguna, Masjid Al Muttaqin Kandang Kaoq, TPQ Nurul Hidayah dan 3 arena lainnya di SMPN 1 Tanjung.

“Semua peserta musabaqah tidak diperkenankan untuk menonton di arena lomba, melainkan di ruangan,” kata Anding.

Selebihnya masyarakat bisa menyaksikan melalui link atau Facebook Diskominfo yang disiapkan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Lombok Utara.

Para wartawan media cetak dan elektronik di Lombok Utara turut mendukung  agar informasi bisa diakses masyarakat luas, ungkapnya.

Di masing masing arena sesuai mata lomba selama 3 (tiga) hari pelaksanaan perlombaan yaitu pada tanggal 12, 13 dan 14 Oktober 2021.

BACA JUGA: Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

Jumlah masing masing peserta Kecamatan Pemenang sebanyak 46 Kafilah, Kecamatan Tanjung 49 Kafilah, Kecamatan Gangga 25 Kafilah, Kecamatan Kayangan 45 Kafilah, dan Kecamatan Bayan 28 Kafilah.

Pelaksanaan lomba pada tanggal 12 Oktober 2021 adalah kafilah dari Kecamatan Pemenang dan Kecamatan Tanjung.

Sedangkan tanggal 13 Oktober 2021 Kafilah Kecamatan Gangga, Kecamatan Kayangan dan Kecamatan Bayan.

Untuk penentuan final akan diadakan pada tanggal 14 Oktober 2021.

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, mengharapkan dengan pelaksanaan MTQ kali ini dapat menghasilkan para juara juga melahirkan generasi qur’ani yang dalam dirinya mereka bumikan al Qur’an, sehingga Kabupaten Lombok Utara menjadi daerah yang religious dan sejahtera.

“Sebagaimana VisiI-Misi Lombok Utara, InsyaAllah dan mohon dukungan semua pihak agar kegiatan MTQ IX KLU kali ini berjalan sebagaimana harapan,” katanya.

@ng




Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria KLU Dibuka Bupati

Rapat koordinasi atau rakor Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Lombok Utara merumuskan banyak hal berkaitan tugas pokok gugus tugas reforma agraria

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Kegiatan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Lombok Utara Tahun Anggaran 2021, di aula Kantor Bupati, Senin (11/10/21).

Kegiatan Rakor GTRA Kabupaten Lombok Utara

Hadir pula dalam rakor tersebut, Pj. Sekda KLU, Anding Dwi Cahyadi, S. STP, MM, Kepala BPN KLU, H. Supardi, SH, MH, para Kepala OPD, Camat Bayan Denda Peniwarni SE, serta para undangan.

Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH, menyambut baik Rakor GTRA itu, salah satu tugas yang dilaksanakan oleh pemerintah atau lembaga terkait.

BACA JUGA: Ketua TP-PKK KLU Hadiri Lomba Kebun Gizi di Baya

“Sebagai kepala daerah tentu saya menyambut baik rapat koordinasi yang diagendakan hari ini, dalam rangka merumuskan banyak hal berkaitan dengan tugas pokok gugus tugas reforma agraria” ungkapnya.

Bupati mengingatkan, reforma agraria itu tugas yang penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui hal yang berkaitan dengan pertanahan.

Maka atas dasar itu, terangnya, telah dibentuk tim di seluruh lini pemerintah yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional.

“Melalui kegiatan ini kita bisa menghindari konflik masalah pertanahan yang sering terjadi,” jelas bupati.

Dijelaskan pula, Gugus Tugas Reforma Agraria tersebut menunjukkan kehadiran negara atas berbagai permasalahan terkait aspek agraria, sosial, ekonomi, politik maupun pertahanan dan keamanan, bertujuan menata aset dan akses

“Saya mengharapkan hasil dari kegiatan ini dapat dijadikan sebagai pedoman, di samping aturan yang berlaku mengingat masih banyaknya wilayah yang belum tersentuh oleh pensertifikatan lahan di KLU,” pungkasnya.

Semantata itu, Kepala BPN KLU H. Supriadi, SH, MH mengungkapkan, ada dua kegiatan besar GTRA yaitu legalisasi aset, dilaksanakan sejak tahun 2017 sampai sekarang

Dan telah menerbitkan sebanyak 28.807 bidang tanah bersertifikat dan ada 23.800 bidang tanah yang belum terdaftar atau bersertifikat sesuai data DHKP KLU tahun 2017.

“Dengan roadmap penyelesaiannya ditargetkan selesai pada tahun 2025, maka rata-rata penerbitan sertipikat per tahun sebanyak 5.950 bidang, sehingga seluruh bidang tanah yang ada di KLU sudah terdaftar seluruhnya,”pungkasnya.

BACA JUGA: Irigasi Tetes, dan Hamzah Emiter

Kegiatan lain, menurut Supriadi, penataan akses, melalui program pemberdayaan masyarakat dilakukan pada tahun 2018 di Desa Genggelang dengan komoditi durian Channe, pengembangan dan labeling bibit durian jenis unggulan lainnya, sehingga dapat dijadikan ikon Argowisata Lombok Utara kedepan.

@ng




LFC Belanja Pemain Anyar, Rekrut Tiga Talenta Terbaik Persebaya

Bergabungnya tiga pemain baru dari Ex Persebaya ke dalam LFC akan menambah kedalaman skuad LFC dalam mengarungi kompetisi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lombok Foottball Club (LFC), klub sepakbola profesional yang didirikan Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/Pulau Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) kembali mendatangkan pemain anyar.

Tiga pemain direkrut dari Ex Persebaya Surabaya, salah satu klub papan atas di Indonesia.

Juru Bicara LFC, Rannya Agustyra Kristiono menuturkan, komitmen LFC menghimpun talenta-talenta terbaik. Bergabungnya tiga pemain baru kami dari Ex Persebaya ke dalam tim, akan menambah kedalaman skuad LFC dalam mengarungi kompetisi.

“Ini akan membawa LFC kian dekat dengan target-target yang telah ditetapkan,” kata Juru Bicara LFC Rannya Agustyra Kristiono, Minggu (10/10/21).

Ketiga pemain yang direkrut LFC tersebut adalah playmaker Arif Rahman, gelandang serang Ananda Naufal Fahreza dan Vijay Arafik.

Ketiganya telah tiba di Mataram pada hari Sabtu (09/10), dan langsung bergabung dalam pemusatan latihan LFC di markas Yonif 742/SWY.

Belanja pemain LFC terbaru ini adalah rekrutan kedua di awal Oktober ini.

BACA JUGA: Wabup Danny dan Kadis DKPPP Serap Aspirasi Petani Tegalan

Sebelumnya, LFC telah resmi mengikat kontrak tiga pemain dari Persiraja Banda Aceh, salah satu kontestan Liga 1, liga sepakbola kasta tertinggi di Indonesia.

Para pemain ini, akan bahu membahu mencapai target LFC yang akan memulai Liga 3 akhir November ini. LFC memasang target tinggi dengan menjadi juara Liga 3, untuk selanjutnya membuka jalan bagi LFC promosi ke Liga 2 Indonesia tahun depan.

Rannya mengatakan, hari ini LFC secara resmi telah memulai pemusatan latihan. Training Center digelar di Maskas Batalyon Infantri 742/SWY Mataram di kompleks TNI AD di Gebang.

Presiden LFC, H. Bambang Kristiono (HBK) sedang di Paris

Selama 45 hari, para pemain LFC akan digembleng oleh para pelatih untuk penguatan mental,  fisik, dan pemahaman taktik. Selain itu, pemusatan latihan juga diharapkan akan menghasilkan tim work yang kuat dan para pemain memiliki disiplin yang tinggi.

“Selama pemusatan latihan, para pemain LFC akan tinggal di barak. Seluruh pemain akan menjalani sesi latihan setiap pagi dan sore,” imbuh dara yang saat ini masih menempuh study di Brunnel University, London, Inggris ini.

Setiap satu sesi latihan akan berlangsung selama 1,5 – 2 jam. Dan dari hasil training center tersebut kata Rannya, akan terlihat kelemahan dan kelebihan masing-masing pemain sebagai bahan evaluasi dan perbaikan performa tim work.

Era Baru Sepakbola Modern

Presiden  LFC H. Bambang Kristiono bersama Juru Bicara LFC Rannya Agustyra Kristiono, saat ini sedang berada di “Kota Cinta” Paris, Prancis.

HBK tengah mempelajari dari dekat pengelolaan klub sepakbola Paris Saint Germain (PSG), salah satu klub sepakbola ternama negeri pendiri Uni Eropa ini. PSG, saat ini adalah rumah bagi pemain-pemain bertalenta hebat di dunia seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, Neymar Jr, dan Angel di Maria.

Sebelum tiba di Paris, HBK dan Rannya telah lebih dulu melihat langsung bagaimana klub profesional seperti Ajax Amsterdam di Belanda mengelola manajemen klub sepakbola modern.

Termasuk membina dan melahirkan pemain-pemain muda berbakat dari akademi sepakbola yang mereka miliki.

Selama di Belanda, HBK mengatakan, dirinya banyak membangun diskusi dengan tokoh-tokoh sepakbola Negeri Kincir Angin terkait arah perkembangan sepakbola modern saat ini.

Hal yang sama juga akan dilakukan pria yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini selama berada di Prancis.

“Rupanya di era sepkabola modern seperti saat ini, fisik yang tinggi dan besar itu sudah tidak penting lagi,” kata HBK.

Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan, yang terpenting dari pemain-pemain sepakbola saat ini adalah tenaga yang prima, pergerakan yang gesit, dan kesehatan kardio yang bagus.

HBK memberi contoh bagaimana N’golo Kante di Chelsea dan Kevin de Bruyne di Manchester City. Dua pemain dengan postur yang tidak tinggi besar, namun mampu menjelma menjadi pemain kelas dunia yang ditakuti lawan.

BACA JUGA: Irigasi Tetes dan Hamzah Emiter

Bahkan, baik di Chelsea maupun Manchester City, dua klub papan atas Liga Inggris, rata-rata postur pemainnya relatif kecil-kecil, tapi mereka lincah-lincah dengan tenaga atau power yang prima.

Selain itu, HBK menekankan, saat ini para pemain sepakbola juga dituntut kreatif dan terus bergerak mengusai lapangan. HBK mencontohkan bagaimana pemain yang berprofesi sebagai bek, sekarang mereka tidak hanya menunggu dan statis menanti lawan datang. Tetapi mereka juga harus mampu menyerang dan bahkan mencetak gol.

“Filosofi sepakbola modern inilah yang akan diadopsi oleh pelatih dan seluruh pemain LFC. Postur pemain yang kecil, bukan menjadi penghalang untuk mencapai prestasi terbaik,” tandas HBK.

Me

 




Irigasi Tetes, dan Hamzah Emiter

Dengan EMITER, irigasi tetes dan program smart farming, ke depan bertani tidak hanya bisa dilakukan di lahan subur yang kaya air. Di lahan kering dan marginal, sektor pertanian dapat juga tumbuh dan berkembang.

Tulisan irigasi tetes yang sempat kontroversial
Oleh: Lalu Gita Aryadi, Sekda NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketika  di medsos ramai pro-kontra, bahkan ada yang turun demo menyoal irigasi tetes,  saya teringat seorang teman kala di Bappeda Provinsi NTB.

Namanya Pak Hamzah. Pria kelahiran Jereweh tahun 1960. Kini sudah pensiun dengan pangkat IV/b. Jabatan terakhirnya sebagai Kepala BPTP Dinas Perbunan Provinsi NTB.

15 tahun lalu,  ketika menjadi Sekretaris Bappeda Provinsi NTB,  Saya mulai kenal Pak Hamzah ini. Pak Hamzah EMITER, begitu kami sering memanggilnya.

BACA JUGA: Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

Pak Hamzah dalam kesehariannya hanyalah staff yang tampak biasa-biasa saja. Tapi cobalah ajak bicara EMITER, ia tiba-tiba berubah ‘tidak biasa-biasa saja’.  Mantan penyuluh pertanian, alumni SPMAN Mataram (1980), Alumni APP Malang (1991) dan alumni Universitas Muhammadiyah Mataram (2007) ini menjadi seseorang yang spesial. Ia tia-tiba berubah menjadi Staff yang luar biasa dengan  basis ilmu yang cukup mendukung.

Dia faham ilmu tanah, ilmu kimia juga ilmu pertanian.  Ditambah dengan kepeduliannya pada kondisi alam lingkungan. Ini yang membuat saya terkesan dengannya. Hingga kini.

Pak Hamzah, penemu dan tokoh penting dalam pengembangan EMITER. EMITER  akronim dari Evavorasi (penguapan di permukaan tanah), Material (bahan/media), Infirtrasi (hilang air ke bawah tanah), Transformasi (diteteskan dengan infus ), Evavotranspirasi (hilang air dari tanah  dan Resfirasi (pernapasan tanaman, perbandingan air dan udara dalam tanah).

EMITER merupakan  alat untuk menyalurkan nutrisi, air, hormon, dan protein carrier pada bagian batang tanaman dengan sistem diffusi (facilitated Diffusion). EMITER dipasang pada pipa lateral yang berfungsi mengatur keluarnya tetesan air pada durasi  dan  tekanan tertentu. EMITERnya Pak Hamzah tidak butuh tekanan air yang tinggi. Cukup dengan gravitasi saja. Rahasianya di komposisi bentonit (lumpur tanah liat) dengan bahan lain dan proses pembuatannya.

Bahan EMITER dibuat dari campuran liat serbuk dan tepung yang berasal dari bagian tanaman yang bersel hidup yang mempunyai kandungan asam abisat.

Dengan EMITER, tidak ada ketergantungan pada musim berbuah. Nilai jual hasil tanaman buah dapat meningkat. EMITER telah diuji coba dan dikembangkan diberbagai tempat untuk berbagai komoditi buah-buahan seperti: buah manggis, durian, rambutan, klengkeng, mangga, salak, jeruk, coklat, kelapa, cengkeh  juga mete. Kini melalui Yayasan Santiri sedang kerjasama dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB mengembangkan jahe merah menggunakan EMITER.

EMITER yang sudah dikembangkan dengan berbagai produk turunannya ini, diawali tahun 1991 di kecamatan Woha Kabupaten Bima. Dilakukan serangkaian uji coba selama 3 tahun. Tahun 1994 diaplikasikan di beberapa tempat, khususnya di lahan kering oleh GTZ. EMITER adalah sebuah inovasi dan solusi bertani di lahan kering. Efisien dalam penggunaan air – Drip Irigation, dapat merangsang pembuahan di luar musim, pengaturan panen (off session), pembibitan tanaman tahunan (media anti stress) serta perbaikan lingkungan dengan mikro organisme yang menguntungkan (bio aktivator).

BACA JUGA: Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

Tahun 2002 inovasi EMITER terdaftar dan diakui menjadi anggota Ashoka – sebuah lembaga yang concern pada inovasi untuk masyarakat. Ashoka berkedudukan di Arlington Virginia USA.

Pak Hamzah sebagai penemu tehnologi EMITER telah mendapatkan berbagai bentuk penghargaan dari dalam dan luar negeri. Sosok dan kiprahnya pernah menjadi bahan  liputan berbagai media cetak dan elektronik nasional. Dalam buku Leading social entrepreneurs (Ashoka, 2004, halaman 168-170), mengulas Pak Hamzah EMITER  sebagai sosok “changing the world“.

Pak Hamzah EMITER, kini sudah pensiun dengan tenang. Dari temuannya itu, Pak Hamzah EMITER sudah mendapatkan hak royalty sebagai kompensasi hasil kekayaan intelektualnya.

“Dari royalty itu saya  membangun laboratorium yang kini kemudian  menjadi rumah saya. Juga bisa  membeli lahan untuk tempat riset saya.  Waktu itu, Masih ada sisa uang  sebanyak Rp.48 juta. Saya bagikan ke semua teman-teman staff di Bappeda,” katanya dengan senyum sumringah ketika berkesempatan  bernostalgia dengan Pak Hamzah EMITER beberapa waktu lalu.

Dalam nostalgianya, Pak Hamzah tidak lupa menceritakan andil seorang temannya yang  membantu menghitung dan menyusun formula dalam riset-risetnya. Teman saya itu adalah Pak Ir. Muhammad Riadi MSc, yang kini diberi amanah sebagai Kadis Pertanian dan Perkebunan, katanya bangga.

Karenanya terkait pro kontra berita di medsos dan beberapa kali demo tentang irigasi tetes, saya sudah meminta  Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB  untuk atensi, memberi pencerahan dan memastikan pogram irigasi tetes sudah on the good track.

Seperti dilaporkan Kadis Pertanian dan Perkebunan ke Sekda NTB, secara tehnis irigasi tetes di areal lahan kering Desa Akar-akar Kabupaten Lombok Utara tetap berfungsi dan dimanfaatkan petani. Keberadaan jagung yang segera dipanen merupakan bukti berfungsinya irigasi tetes. Secara administrasi, mesin irigasi tetes telah diserahkan kepada kelompok tani penerima bantuan dengan berita acara serah terima barang yang lengkap.

Dari aspek pengadaan mesin irigasi tetes, sudah melalui mekanisme sesuai dengan peraturan yang ditentukan,  kata Kepala Biro Pengadaan Barang Jasa Setda NTB – Ir. H. Sadimin MM. Bapak Gubernur NTB – Dr. H. Zulkieflimansyah SE. MSc., melalui akun facebook-nya turut  memberikan respon  dengan mempersilahkan masyarakat mengadukan secara hukum bila menemukan ada hal-hal yang dirasakannya janggal.

Irigasi tetes dan inovasi dalam pertanian modern akan terus terjadi. Pada tanggal 30 Mei 2021, ketika  mewakili Gubernur NTB dalam acara penandatangan kerjasama ekonomi  dengan Gubernur Jawa Barat, Bapak Ridwan Kamil (Kang Emil), saya  berkesempatan menyaksikan Smart Farming di Desa Wanajaya Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut Jawa Barat. Sambil meninjau smart greenhouse yang menggunakan tehnologi hidroponik, Kang Emil saat itu sekaligus mencanangkan program petani milenial juara.

Dengan adanya EMITER, irigasi tetes dan program smart farming, ke depan bertani tidak hanya bisa dilakukan dilahan subur yang kaya air. Di lahan kering dan marginal, sektor pertanian dapat juga tumbuh dan berkembang. Bertani di lahan kering dengan menggunakan EMITER dan irigasi tetes, prinsipnya adalah memberi minum tumbuhan pada waktu yang dibutuhkan. Bukan memandikan dan merendam akar tumbuhan dengan grojokan air yang berlimpah yang akhirnya mubazir. Akar tumbuhan bila direndam air berlebihan yang tidak seimbang dengan kebutuhan oksigennya juga tidak baik. Akibatnya pohon bisa menguning lalu mati.

Dengan sentuhan tehnologi pertanian akan mendukung meningkatnya kesejahteraan petani kita. Orang bilang tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman. ***

Kail dan jala cukup menghidupimu.

Tiada badai tiada topan kau temui.

Ikan dan udang menghampiri dirimu.

Wassalam